Artikelilmiahs
Menampilkan 11.141-11.160 dari 48.988 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 11141 | 4063 | G1B008067 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMANFAATAN AIR SUNGAI UNTUK MCK OLEH MASYARAKAT DESA GUMELEM WETAN KABUPATEN BANJARNEGARA | Pemerintah Indonesia mempunyai komitmen sangat kuat dalam mencapai Millenium Development Goals (MDGs) dalam kaitanya dengan keberlanjutan lingkungan hidup. Berdasarkan data SUSENAS (2008), kepemilikan fasilitas RT di bagi menjadi 3 yaitu buang air besar atas milik sendiri, milik bersama, milik umum dan tidak ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, sikap, ketersedian jamban, keterjangkauan jarak, dukungan TOMA, dukungan petugas kesehatan dengan perilaku pemanfaatan air sungai untuk MCK. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan Cross Secional. Jumlah sempel yang digunakan adalah 92 sampel. Pengambilan sampel dilakukan dengan Cluster Random Sampling. Hasil penelitian menunjukan variabel yang berhubungan dengan perilaku pemanfaatan air sungai untuk MCK adalah peran TOMA (0,041) dan ketersediaan fasilitas jamban keluarga (0.000) sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan perilaku pemanfaatan air sungai untuk MCK adalah tingkat pendidikan (0.511), tingkat pengetahuan (0.765), tingkat pendapatan (0.816), sikap (1.000), keterjangkauan jarak (0.108), peran petugas Kesehatan (0.388). Berdasarkan penelitian tersebut diharapkan masyarakat dapat menyadari pentingnya memiliki jamban keluarga dan masyarakat diharapkan dapat memiliki jamban keluarga serta memiliki persediaan air bersih dirumah untuk sarana MCK sehingga tidak lagi memanfaatkan air sungai. | The Government of Indonesia has very strong commitments in achieving the Millenium Development Goals (MDGs) related to the ecological sustainability. Based on the data of SUSENAS (2008), facility ownership of household is divided into 3,i.e. individual latrine, collective latrine, public latrine and none. The purpose of this study was to determine the relationship between the education level, income, attitude, latrine availability, reachability, support of TOMA, support of health official and the behavior of river waterutilization for bathing, washing and latrine (MCK). The type of the research used was observational quantitative study by using Cross Sectional approach. Total samples used were 92 samples. Sampling technique was performed using Cluster Random Sampling. There search results showed thatthe variables. That had significan trelationship with the behavior of river water utilization for bathing, washing and latrine (MCK) were the roles of TOMA (0,041) and the availability of household latrine facility (0,000). While the variables that had no relationship with thebehaviorof river water utilization for bathing, washing and latrine (MCK) were education level (0.511), knowledge level (0.765), income (0.816), attitude (1.000), distance reachability (0.108), and the roles of health official (0.388). Based on this research, communities are expected torealize the importance to have family latrine and they are expected to have family latrine and wáter supply as a means of MCK so that they no longer use river water. | |
| 11142 | 4060 | G1A008041 | Hubungan Antara Paritas Dengan Kejadian Prolapsus Uteri pada Pasien Pasca Histerektomi di RS Margono Soekarjo Purwokerto Periode 01 Januari 2007 - 31 Desember 2011 | Latar belakang : Persalinan yang berulang kali merupakan faktor utama terjadinya prolapsus uteri. Wanita yang pernah melahirkan terutama yang mempunyai riwayat melahirkan empat kali atau lebih akan mengalami kelemahan otot dasar panggul sehingga terjadi penurunan organ panggul. Tujuaan : Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik prolapsus uteri, sedangkan tujuan khususnya yaitu untuk mengetahui hubungan antara paritas dengan kejadian prolapsus uteri Metode : Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode observasional analitik dengan pendekatan case control untuk mengetahui hubungan antara paritas dengan kejadian prolapsus uteri di RS Margono Soekarjo Purwokerto. Hasil : Hasil penelitian adalah adanya hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian prolapsus uteri. Didapatkan nilai signifikansi 0,001 (p< 0,05). Kesimpulan : Kesimpulan yang didapat yaitu terdapat hubungan antara paritas dengan kejadian prolapsus uteri pada pasien pasca histerektomi di RS Margono Soekarjo | Background : Deliveries that occur repeatedly are major factors in uterine prolapse. Women who have given birth, especially with a history of giving birth four times or more, will experience muscle weakness of the pelvic floor resulting in pelvic organ descended. Purpose : The general objective of this study was to investigate the characteristics of uterine prolapse, where the particular purpose which is to determine the relationship between parity with the incidence of uterine prolapse Method : The research method used was an observational analytic method with case-control approach to determine the relationship between parity with the incidence of uterine prolapse in RS Margono Soekarjo. Result : The study showed a significant relationship between parity with the incidence of uterine prolapse. Obtained significance value 0.001 (p<0.05). Conclusion : There is a significant relationship between parity with the incidence of uterine prolapse after hysterectomy patients in RS Margono Soekarjo. | |
| 11143 | 4069 | E1A008005 | PENYELENGGARAAN JASA ANGKUTAN KERETA API STUDI TENTANG KERETA REL LISTRIK (KRL) LINGKAR JABODETABEK OLEH PT.KAI (Persero) (Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat) | Penyelenggaraan perkeretaapian kini telah menunjukkan peningkatan peran yang penting dalam menunjang dan mendorong kegiatan perekonomian. Terbitnya Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2011 tentang Penugasan PT.KAI untuk menyelenggarakan prasarana dan sarana kereta Bandara Soekarno-Hatta dan Jalur Lingkar Jabodetabek, justru menegaskan monopoli PT KAI, sehingga dalam perkembangannya menimbulkan kekhawatiran adanya suatu praktek monopoli yang terjadi dalam penyelenggaraan jasa angkutan KRL. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian yuridis normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan adanya data sekunder maupun data primer mengenai monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Melalui penelitian studi kepustakaan yang kemudian diolah dan dianalisa dengan menggunakan metode normatif kualitatif yang akhirnya disajikan dalam bentuk deskriptif. Pada hasil penelitian tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa penyelenggaraan kereta rel listrik (KRL) lingkar Jabodetabek di Daop I Jakarta tidak dapat digolongkan sebagai praktek monopoli yang dapat dipidana menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Perkeretaapian diselenggarakan dengan prinsip dan tujuan yang tidak sama dengan prinsip-prinsip yang dilarang dalam Pasal 17 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999, karena PT.KAI (Persero) dalam hubungannya dengan penyelenggaraan KRL Lingkar Jabodetabek adalah dalam rangka melaksanakan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2011 tentang Penugasan PT.KAI untuk Menyelenggarakan Prasarana dan Sarana Kereta Bandara Soekarno-Hatta dan Jalur Lingkar Jabodetabek. | Operation of railways has now demonstrated increased a significant role in supporting and encouraging economic activity. The issuance of Presidential Decree No. 83/2011 on assignment PT.KAI to organize railway infrastructure Soekarno-Hatta Airport and Jabodetabek Circle Line it is asserted monopoly PT KAI. However their development raises fears of a monopoly that occurs in the operation of freight services electric train. The research was carried out with normative juridical studies, using approaches legislation and the secondary data and primary data on halal certification and labeling. Through the bibliography research afterwards was processed and analyzed by using qualitative methods are ultimately normative presented in descriptive form. On these findings, the conclusion in implementation of electric train in Jabodetabek circumference Daop I Jakarta can not be classified as a monopoly may be liable under the Act No. 5 of 1999 on the Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business Competition. Railways organized by the principles and objectives that are not the same as the principles are prohibited under Article 17 of Law No. 5 of 1999, because PT.KAI (Persero) in relation to holding of Electric Train Jabodetabek Circle Line is an order to implement the Presidential Decree No. 83 Year 2011 Assignment of PT.KAI for Railway Infrastructure Conducting Soekarno-Hatta Jabodetabek Circle Line. | |
| 11144 | 4062 | C1A008050 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA KERAJINAN ROTAN DI DESA TRANGSAN KECAMATAN GATAK KABUPATEN SUKOHARJO | Penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat pendapatan bersih pemilik usaha kerajinan rotan di desa Trangsan kecamatan gatak kabupaten Sukoharjo setelah peraturan larangan ekspor rotan mentah. Dalam penelitian, modal, bahan baku dan tenaga kerja merupakan faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha kerajinan rotan. Pendapatan bersih pemilik kerajinan rotan yang diperoleh dari jumlah penerimaan rotan selama satu bulan, dikurangi total biaya produksi selama satu bulan. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier dengan logaritma natural (ln). setelah perhitungan variabel bahan baku merupakan faktor yang paling berpengaruh pada usaha kerajinan rotan di desa Trangsan dengan koefisien beta 0,493. Dengan demikian, dalam hal ini bahan baku merupakan faktor yang paling berpengaruh pada usaha kerajinan rotan di desa Trangsan kecamatan Gatak kabupaten Sukoharjo. | This study is to determine the net income of business owners in the village rattan Trangsan Sukoharjo district after district gatak regulations ban the export of raw rattan. In the study, capital, raw materials and labor are factors affecting revenues rattan. Net revenues derived owners rattan cane of total revenue for a month, minus the total cost of production for a month. This study uses linear regression analysis of the natural logarithm (ln). after the calculation of the variable raw material is the most influential factor on the business in the village rattan Trangsan beta coefficient 0.493. Thus, in this case the raw material is the most influential factor on the business rattan village district Trangsan Gatak Sukoharjo district. | |
| 11145 | 4065 | B1J008107 | DETEKSI KELOMPOK BAKTERI Lactobacillus DAN Clostridium PADA SALURAN CERNA AYAM CEMANI DAN BROILER DENGAN ANALISIS FLUORESCENCE IN SITU HYBRIDIZATION (FISH) | Indonesia merupakan pusat konsentrasi keanekaragaman hayati dunia yang kaya dengan plasma nutfah. Ayam cemani (Gallus domesticus) merupakan salah satu kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia. Mikrobiota saluran cerna diketahui memiliki peran penting terhadap kesehatan dan produktivitas hewan. Kelompok bakteri Lactobacillus merupakan contoh kelompok bakteri yang memiliki efek positif terhadap kesehatan dan produktifitas hewan inangnya, sedangkan kelompok bakteri Clostridium kebanyakan bersifat patogen. Akan tetapi, informasi mengenai mikrobiota tersebut pada saluran cerna ayam terutama ayam lokal masih sangat terbatas. Pada penelitian deskriptif ini analisis FISH dilakukan untuk mendeteksi keberadaan kelompok bakteri Lactobacillus dan Clostridium serta kelimpahan dan distribusi bakteri dari sampel saluran cerna ayam cemani dan broiler bagian tembolok, ventrikulus, ileum dan sekum. hasil menunjukkan bahwa kelompok bakteri Lactobacillus dan Clostridium terdeteksi keberadaannya dan terdistribusi pada bagian tembolok, ventrikulus, ileum dan sekum di kedua tipe ayam yang diuji. Kelimpahan kelompok bakteri Lactobacillus dan Clostridium pada kedua tipe ayam memiliki pola yang sama. Namun begitu, kelompok bakteri Lactobacillus cenderung mendominasi saluran cerna bagian atas, sementara kelompok bakteri Clostridium cenderung merata pada keempat segmen saluran cerna kecuali pada sekum ayam cemani. Dalam aspek eksplorasi sumber daya mikroba Indonesia, penelitian ini memberikan informasi penting bahwa saluran cerna bagian atas merupakan segmen potensial untuk isolasi bakteri Lactobacillus selain sekum. | Indonesia is a biodiversity center in the world which is rich in plasma nutfah. Cemani chickens (Gallus domesticus) is one of the native species from Indonesia. The gastrointestinal tract of microbiota has an important role in animal health and productivity. Lactobacillus group was one of bacteria that positively influence the host health and productivity, while Clostridium group mostly pathogenic. However, the gastrointestinal tract of microbiota information are limited especially in native chicken. In this descriptive study FISH analysis performed to detect the presence of Lactobacillus and Clostridium bacteria, and the abundance and distribution of bacteria from the gastrointestinal tract of cemani and broiler chicken in the gizzards, ventrikulus, ileum and cecum. The results showed that Lactobacillus and Clostridium groups were detected and distributed in the gizzards, ventriculus, ileum, and cecum in both chickens tested. The abundance of Lactobacillus and Clostridium groups in both type of chickens had the same pattern. However, Lactobacillus group was dominant in the upper parts of gastrointestinal tract, while Clostridium group was distributed evenly in all parts of gastrointestinal tract except cecum of cemani chickens. In the exploration aspects of Indonesian microbe resources, this study provide important information about upper part of gastrointestinal tract that was potential for isolating Lactobacillus beside cecum. | |
| 11146 | 4066 | J1B005018 | MOTILITAS DAN VIABILITAS SPERMATOZOA IKAN MAS (Cyrinus carpio L.) DENGAN BERAT IKAN BERBEDA PASCA PENGAWETAN DALAM MADU TEMPERATUR -25˚C | Penelitian ini berjudul “Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) dengan Berat Ikan Berbeda Pasca Pengawetan dalam Madu Temperatur -25˚C”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motilitas dan viabilitas spermatozoa ikan mas (Cyprinus carpio L.) pasca pengawetan dalam madu temperatur -25˚C dengan berat ikan berbeda. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Sperma diencerkan dengan madu sebagai ekstender. Perbandingan sperma dengan bahan pengencer 1:9 (1 tetes sperma dan 9 tetes pengencer). Percobaan dilakukan setelah 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas spermatozoa ikan mas pasca pengawetan dalam madu pada temperatur -25˚C selama 7 hari berdasarkan analisis statistik (uji F P< 0,01) antar perlakuan tidak berbeda nyata. Waktu viabilitas spermatozoa yang dihasilkan berkisar antara 241,5±34,84 sampai 284±90,10 detik. Analisis uji F (P<0,01) menunjukkan bahwa antar perlakuan tidak berbeda nyata. Hal ini menggambarkan bahwa, semua berat ikan (perlakuan) tidak terdapat perbedaan dalam viabilitas spermatozoa ikan mas. | This research entitled " Motility and Viability of Spermatozoa Goldfish (Cyprinus carpio L.) with Different Weight Fish Preservation in a Post Honey Temperature -25˚ C". The purpose of this study was to determine the motility and viability of spermatozoa of carp (Cyprinus carpio L.) after preservation in honey temperatures -25 ˚ C with different fish weight. The method used is the method of experimental design used was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. Sperm diluted with honey. Comparison of sperm diluents 1:9 (1 drop of sperm and 9 drops of diluent). The experiments were performed after 7 days. The results showed that carp spermatozoa motility after preservation in honey at a temperature of -25 ˚ C for 7 days based on statistical analysis (F-test P< 0.01) were not significantly different between treatments. Time viability of spermatozoa ranged from 241.5 ± 34.84 to 284 ± 90.10 seconds. Analysis of the F-test (P< 0.01) indicated that was not significantly different between treatments. This illustrates that, all the weight of the fish (treatment) there was no difference in the viability of carp spermatozoa. | |
| 11147 | 4088 | G1A009004 | PEMAHAMAN KESETARAAN GENDER PELAKU DAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DITINJAU DARI ASPEK SOSIODEMOGRAFI DI KABUPATEN BANYUMAS (Studi Fenomenologi Pelaku dan Korban Kekerasan Dalama Rumah Tangga di wilayah Hukum Polres Banyumas Periode Januari 2009-Desember 2012) | Latar Belakang : Kekerasan dalam rumah tangga terus terjadi di Indonesia dengan korban terbanyak adalah wanita. Banyumas menempati peringkat 10 besar se-Provinsi Jawa Tengah. Budaya patriarki dan aspek sosio-demografis menjadi faktor berpengaruh terhadap kejadian kekerasan dalam rumah tangga. Pemahaman akan hal tersebut belum banyak dikaji. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman pelaku dan korban tentang kekerasan dalam rumah tangga berdasarkan aspek sosio-demografi di Kabupaten Banyumas. Metode : Penelitian ini merupakan studi kualitatif terhadap 3 orang pelaku dan 3 orang korban, serta wawancara ahli. Semua informan dilakukan wawancara mendalam untuk mengetahui pemahaman pelaku dan korban tentang kekerasan dalam rumah tangga berdasarkan aspek sosio-demografis. Wawancara ahli dilakukan untuk mengkonfirmasi hasil wawancara dengan informan. Data akan dideskripsikan dalam bentuk transkrip wawancara dan dilakukan triangulasi data. Hasil : Data menunjukkan pelaku dan korban memiliki pemahaman yang sempit mengenai kekerasan dalam rumah tangga, terbatas pada kekerasan fisik ringan, seperti ditunjukkan dalam data Visum et Repertum. Aspek sosio-demografis menjadi faktor yang berpengaruh terhadap kejadian kekerasan dalam rumah tangga, terutama karakter emosional pada usia muda, perasaan cemburu dan adanya orang ketiga, serta status ekonomi yang rendah. Kesimpulan : Aspek sosio-demografi dan latar belakang sosio-demografi mempengaruhi pemahaman pelaku dan korban terhadap konsep kesetaraan antara laki-laki dan perempuan yang juga berpengaruh pada kekerasan dalam rumah tangga. | Background : Domestic violence remains widespread happened in Indonesia that the most of the victims are women. Banyumas District ranked as the big ten of domestic violence occurence in Central Java Province. The problem occurs because partriarcal culture and that sosio-demografical aspects put themselves as the influential factors to the above occurrence of domestic violence. The understanding about those things haven’t been commonly researched. Objective : This study aimed to overview offenders and victims understanding on domestic violence based on socio-demographical aspects in Banyumas district. Methods : This study was a qualitative research to 3 offenders and 3 victims with 2 experts interview. All informants were carried out in depth interviews with findings on offenders and victims understanding on domestic violence based on sosiodemografical aspects. The expert interviews were done to cross check the data obtained from informants interview. Data described in the form of interview transcripts and then performed the triangulation data analysis in the form of research findings and disscussion. Result : The results showed offenders and victims had a narrow understanding on domestic violence, merely specific on physical abuse, we also showed Visum et Repertum facts. Socio-demographical aspects become influential factors to domestic violence occurrence, especially on young emotional character, jealousy reasons and sex affairs, and low economic level/capacity. Conclusion : Socio-demographical aspect and the socio-demographical beckground is affecting offenders’ and victims’ understanding on the equalty concept between men and women to which contribute also on domestic violence. | |
| 11148 | 4067 | G1A007137 | EFEKTIVITAS TRICLOSAN TERHADAP PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN ISOLAT STREPTOCOCUS GRUP A | Streptococcus grup A merupakan salah satu jenis Streptococcus sp yang sering menimbulkan infeksi pada kulit dan kerongkongan. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun merupakan bentuk pencegahan yang tepat untuk mengurangi infeksi Streptococcus grup A. Sabun yang mengandung antibakteri triclosan diyakini mampu menghancurkan dan menekan pertumbuhan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan triclosan menghambat pertumbuhan isolat Streptococcus grup A. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen murni menggunakan rancangan post test only with control group dengan 1 kelompok kontrol (Mueller-Hinton dan suspensi kuman) dan 5 kelompok uji (Mueller-Hinton, suspensi kuman dan konsentrasi triclosan 0,1%; 0,2%; 0,3%; 0,4%; 0,5%). Sampel penelitian ini berasal dari swab tangan 3 orang petugas cleaning servise. Efektivitas triclosan terhadap penghambatan pertumbuhan isolat Streptococcus grup A diukur dari persentase penghambatan pertumbuhan isolat Streptococcus grup A. Persentase penghambatan tiap konsentrasi triclosan menunjukan hasil penghambatan lebih dari 50%. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak ada perbedaan rerata persentase penghambatan yang bermakna antara kelompok uji yaitu dengan nilai p=0,051 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini antiseptik triclosan mampu menghambat pertumbuhan Streptococcus grup A tapi tidak menunjukan perbedaan bermakna penghambatan pertumbuhan antar kelompok. | Streptococcus group A is one type of Streptococcus sp which often cause infections of the skin and esophagus. Washing hands with soap is a form of the proper precautions to reduce the infection of Streptococcus group A. Antibacterial soaps containing triclosan is believed to destroy and suppress the growth of microorganisms. This study aimed to determine the ability of triclosan inhibits growth of isolates of Streptococcus group A. This study is purely experimental use only posttest design with control group with 1 control group (Mueller-Hinton and suspension germs) and 5 test group (Mueller-Hinton, suspension germs and triclosan concentration 0.1%; 0.2%; 0.3%, 0.4%, 0.5%). The sample taken from the hand swab cleaning servise 3 people officer. The effectiveness of triclosan on the inhibition of the growth of group A Streptococcus isolates measured by the percentage of growth inhibition isolates of Streptococcus group A. Percentage inhibition each triclosan concentrations showed inhibition more than 50% yield. Kruskal-Wallis test results showed no difference everage percentage inhibition significantly between the test groups with p = 0.051 (p <0.05). The conclusion of this study antiseptic triclosan could inhibit the growth of Streptococcus group A but did not show significant differences between the groups growth inhibition | |
| 11149 | 4068 | G1G008054 | EFEKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans YANG DIISOLASI DARI BASIS GIGI TIRUAN LEPASAN RESIN AKRILIK | Pemakaian gigi tiruan terus menerus dapat menimbulkan akumulasi plak yang dapat meningkatkan koloni Candia albicans sebagai salah satu faktor penyebab denture stomatitis. Alternatif untuk pengobatan denture stomatitis adalah dengan memanfaatkan bahan alam. Buah Stroberi (Fragaria x ananassa) merupakan salah satu alternatif bahan alam yang berpotensi sebagai antifungi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apakah ekstrak etanol buah stroberi (F.xananassa) memiliki potensi antifungi terhadap pertumbuhan C.albicans yang diisolasi dari basis gigi tiruan lepasan resin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan post test only control group design dengan konsentrasi ekstrak 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 50% dan dibandingkan dengan nistatin. Preparasi ekstrak menggunakan metode maserasi, identifikasi senyawa dilakukan menggunakan KLT (Kromatografi Lapis Tipis) dan serta uji efektivitas antifungi dilakukan dengan metode dilusi padat. Data yang diperoleh dari uji efektivitas antifungi berupa jumlah koloni. Jumlah koloni digunakan untuk menentukan persentase daya hambat kemudian dilakukan analisis uji beda bermakna dengan metode kruskal wallis dilanjutkan dengan uji mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah stroberi (F.xananassa) memiliki potensi antifungi terhadap pertumbuhan C.albicans. Berdasarkan uji kruskal wallis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persentase penghambatan yang bermakna antara berbagai konsetrasi ekstrak etanol buah stroberi (F.xananassa) dan nistatin sebagai antifungi terhadap pertumbuhan C.albicans.Konsentrasi 5% merupakan konsentrasi perlakuan terkecil didapatkan rata-rata persentase penghambatan sebesar 32.83%. Konsentrasi 50% merupakan konsentrasi perlakuan tertinggi, dimana rata-rata persentase penghambatan sebesar 83,99%. Konsentrasi hambat minimum ekstrak buah stroberi (F.xananassa) sebagai antifungi adalah 5%, sedangkan, konsentrasi yang efektif adalah 25%. | Continuous denture usage has the possibility to increase the accumulation of dental plaque, which causes the higher growth of Candida albicans colony. Candida albicans is one factor that can lead to denture stomatitis. The alternative treatment for denture stomatitis can use natural materials. Strawberry (Fragaria x ananassa) is one of natural alternative material that has potential as an antifungal. The purpose of this study is to determine the antifungal effectiveness of ethanolic extract from strawberry against C.albicans which is isolated from removable acrylic resin denture base. This research is laboratory experimental method with post-test only control group design. The concentrations of extract are 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 50% and compared to nystatin. Preparation of extraction is using maceration method, identification of compounds using TLC (Thin Layer Chromatography) and as well as antifungal effectiveness research conducted with solid dilution method. Data that obtained from the antifungal effectiveness research is the number of colonies. Number of colonies used to determine the percentage of the inhibition, and it was analyzed by different means test kruskal wallis method and was followed by mann whitney test. The results showed that extracts of strawberry (F.xananassa) has an antifungal effect against C.albicans growth. Kruskal-Wallis test results showed that there were significant differences in average percentage of inhibition between different concentrations of ethanolic extract from strawberry and nystatin as an antifungal against C.albicans growth. 5% is the smallest concentration. The average percentage of inhibition is 32.83%. 50% is the highest concentration. The average percentage of inhibition is 83.99%. Minimum inhibitory concentration of strawberry extract (F.xananassa) as an antifungal is 5%, whereas the effective concentration is 25%. | |
| 11150 | 4071 | F1C008087 | HUBUNGAN KOMUNIKASI PEMASARAN DENGAN KEPUASAN HUNIAN DI ASTON IMPERIUM PURWOKERTO | HUBUNGAN KOMUNIKASI PEMASARAN DENGAN KEPUASAN HUNIAN DI ASTON IMPERIUM PURWOKERTO JURNAL Ari Widiastanto F1C008087 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK JURUSAN ILMU KOMUNIKASI PURWOKERTO 2013 HUBUNGAN KOMUNIKASI PEMASARAN DENGAN KEPUASAN HUNIAN DI ASTON IMPERIUM PURWOKERTO Oleh : Ari Widiastanto F1C008087 Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto ABSTRAK Mewujudkan konsumen yang loyal merupakan suatu harapan semua perusahaan, termasuk Aston Imperium Purwokerto sebagai salah satu penyedia jasa hotel dan convention centre di Purwokerto. Semua itu dapat dilakukan dengan dukungan komunikasi pemasaran yang efektif. Aston Imperium Purwokerto perlu mengetahui harapan yang ingin dicapai dan respon yang diinginkan oleh tamu sebagai sasaran pelayanan. Dengan mengambil judul “Hubungan Komunikasi Pemasaran Dengan Kepuasan Hunian di Aston Imperium Purwokerto”, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi pemasaran yang dilakukan Aston Imperium Purwokerto dalam meningkatkan kepuasan tamu. Dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, maka unit populasi penelitian ini adalah semua tamu yang menginap di Aston Imperium Purwokerto. Metode sampel menggunakan accidental sampling sehingga diperoleh 100 responden. Melalui uji korelasi product moment dan regresi linier sederhana naka dapat diketahui terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Aston Imperium Purwokerto dengan tingkat kepuasan hunian yang ditunjukkan dengan nilai 0,612. Artinya semakin baik komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Aston Imperium Purwokerto maka kepuasan tamu yang menginap juga akan semakin baik. Kepuasan tamu yang menginap sangat berharga bagi Aston Imperium Purwokerto, mengingat banyak hal yang akan menguntungkan, seperti tumbuhnya loyalitas tamu. Oleh kare na itu komunikasi pemasaran menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kepuasan tamu, terutama dengan meningkatkan kinerja karyawan dalam melayani tamu, sejak awal masuk Aston Imperium sampai dengan keluar. Artinya layanan tetap difokuskan pada semua kebutuhan tamu sejak awal sampai akhir. Upaya lainnya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan komunikasi pemasaran melalui promosi yang efektif di media cetak dan elektronik, serta menambah fasilitas penunjang bagi tamu. Kata kunci : Komunikasi Pemasaran, Kepuasan A. Latar Belakang Masalah Perkembangan hotel di Purwokerto mengalami pertumbuhan yang sangat baik, tercatat ada beberapa hotel berbintang dan berskala internasional yang tertarik untuk mengembangkan usahanya di Purwokerto, salah satunya adalah Hotel Aston yang dibangun dengan investasi 50 milliar (www.astonpurwokerto.com). Jumlah rupiah yang sangat fantastis dan ini mungkin sudah diperhitungkan oleh investornya yang percaya akan perkembangan ekonomi di Kota Purwokerto. Kebijakan pemerintah daerah yang sangat mendukung dunia investasi merupakan salah satu pemicu yang menarik bagi para investor untuk dapat menanamkan bisnisnya di Purwokerto, khususnya perhotelan. Kamar yang tersedia di Aston Imperium Purwokerto terdiri dari: 137 Deluxe Room, 5 Junior Suite Room, 3 Suite Room, dan 1 Presidential Suite Room. Untuk Tahun 2012 (sampai dengan Oktober 2012), Aston Imperium Purwokerto telah diakses oleh 35.450 yang menginap, dengan jumlah kamar yang terjual (room night sould) yaitu 18.758. Dengan jumlah hunian yang sangat tinggi bagi hotel yang baru berdiri menjadikan komunikasi pemasaran memegang peranan yang penting bagi laju perusahaan. Komunikasi pemasaran tidak hanya untuk menjaring konsumen sebanyak-banyaknya, tetapi layanan di dalam juga menjadi prioritas. Respon positif sangat diperlukan untuk melahirkan loyalitas tamu, sehingga mereka akan menjadi konsumen setia di masa mendatang. Inti pelayanan yang diberikan oleh karyawan tiada lain adalah kepuasan tamu yang datang berkunjung. Kotler (2001) mengartikan kepuasan sebagai perasaan senang atau kecewa seseorang sebagai hasil dari perbandingan antara prestasi atau produk yang dirasakan dan diharapkannya. Dengan demikian kepuasan tamu adalah penilaian tamu terhadap pelayanan yang diberikan oleh Aston Imperium Purwokerto. Mewujudkan konsumen yang loyal merupakan suatu harapan semua pemasar, termasuk Aston Imperium Purwokerto sebagai salah satu penyedia jasa hotel dan convention centre di Purwokerto. Semua itu dapat dilakukan dengan dukungan komunikasi pemasaran yang efektif. Aston Imperium Purwokerto perlu mengetahui harapan yang ingin dicapai dan respon yang diinginkan oleh tamu sebagai sasaran pelayanan. Pentingnya komunikasi pemasaran dalam membentuk kepuasan konsumen sebagaimana dijelaskan dalam penelitian Hestin (2011) dan Rizal (2009). B. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini: Bagaimana hubungan komunikasi pemasaran yang dilakukan Aston Imperium Purwokerto dalam meningkatkan kepuasan hunian? C. Metode Penelitian dan Analisis Sasaran dalam penelitian ini tamu yang menginap di Aston Imperium Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei. Ciri khas penelitian ini adalah data dikumpulkan dari responden yang banyak jumlahnya dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah tamu yang menginap di Aston Imperium Purwokerto. Jumlah tamu yang berkunjung setiap bulannya fluktuatif, sehingga yang dijadikan acuan adalah jumlah tamu sejak Januari – Oktober 2012 (Tabel 1.) yang berjumlah 35.450. Penentuan ukuran atau besarnya sampel dengan menggunakan metode Slovin (Umar, 2002). Dengan menggunakan rumus Slovin maka dari populasi sejumlah 35.450 diperoleh ukuran sampel sebanyak 99,72, jumlah sampel tersebut kemudian dibulatkan menjadi 100. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Teknik analisa yang digunakan adalah analisis korelasid an regresi sederhana (Sugiyono, 2010). D. Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur (Sugiyono, 2001 : 97). Lebih jauh Sugiyono menjelaskan bahwa instrumen yang reliabel berarti instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Sementara itu validitas menurut Azwar (2000 : 4-5) mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Untuk hasil uji validitas semua item pertanyaan pada keua variabel penelitian lebih besar dari r teoritis yaitu 0,195. Sementara itu nilai reliabilitas dihasilkan nilai reliabilitas lebih besar dari nilai r teoritis sebesar 0,195, sehingga semua item pada pertanyaan variabel penelitian hasilnya valid dan reliabel. E. Deskripsi Variabel Penelitian 1. Deskripsi Variabel Komunikasi Pemasaran Dekripsi komunikasi pemasaran yang telah dipersepsikan oleh tamu Aston Imperium Purwokerto hasilnya bahwa dari 100 responden sebagian besar (62 persen) mempersepsikan komunikasi pemasaran yang telah dilakukan oleh Aston Imperium Purwokerto tergolong sangat baik, selebihnya mengarah baik. 2. Deskripsi Variabel Kepuasan Tamu yang Menginap Deskripsi kepuasan tamu yang menginap di Aston Imperium Purwokerto dapat dilihat dari 100 responden sebagian besar (47 persen) menyatakan bahwa mereka merasa puas pada layanan yang diselenggarakan pihak Aston Imperium Purwokerto. F. Analisis Hubungan Antar Variabel Penelitian Teknik statistik yang dapat digunakan untuk membantu menganalisis kedua hal tersebut di atas adalah teknik korelasi (uji variabel) dan teknik analisis regresi (uji prediksi). Kedua teknik analisis ini mempunyai hubungan yang sangat erat dan saling berkaitan. Setiap regresi pasti ada korelasinya, akan tetapi setiap korelasi belum tentu dilanjutkan dengan regresi. Jika suatu variabel mempunyai hubungan dengan variabel lainnya, kiranya dapat dipertimbangkan bahwa variabel tersebut bisa digunakan untuk memprediksi variabel lain (Sugiyono, 2010). Akan tetapi dalam penelitian akan lebih difokuskan pada pengujian hubungan antar variabel yaitu dengan teknik analisis korelasi product moment. Koefisien korelasi antara komunikasi pemasaran dengan kepuasan tamu yang menginap sebesar 0,612. Guna memperkuat analisis tersebut, kemudian dilakukan uji t diketahui hasil yang diperoleh sebesar 7,658, sedangkan t tabel dengan taraf kepercayan 95 persen (alpha 5 persen) dan 100 responden maka dk = n – 2 atau 100 – 2 = 98 diperoleh t tabel 1,985. Dari hasil perhitungan menunjukkan korelasi antara komunikasi pemasaran dengan kepuasan tamu yang menginap adalah signifikan karena t hitung lebih besar dari t tabel (7,658 1,985), sehingga hipotesis diterima. Dengan kenyataan ini dapat dilihat bahwa komunikasi pemasaran berhubungan dengan kepuasan tamu yang menginap. Keterkaitan ataupun kecenderungan hubungan antara komunikasi pemasaran berhubungan dengan kepuasan tamu yang menginap dibuktikan pula dengan hasil perhitungan regresi sederhana. Hasil perhitungan regresi antara komunikasi pemasaran berhubungan dengan kepuasan tamu yang menginap adalah sebesar 0,612. Uji signifikansi hasil regresi dilakukan dengan membandingkan t hitung dengan t tabel. Diketahui t hitung adalah sebesar 7,658, sedangkan t tabel dengan taraf kepercayaan 95 persen dengan df = n – k – 1 (100-1-1=98) adalah sebesar 1,985, jadi t hitung lebih besar dari t tabel (7,658 > 1,985). Ini berarti komunikasi pemasaran berpengaruh terhadap kepuasan tamu yang menginap, dan nilai pengaruhnya adalah positif. Dari hasil perhitungan regresi seperti tertera pada tabel 18. maka persamaan regresi untuk variabel penelitian ini adalah sebagai berikut: Y = a + bX Kepuasan = 24,089 + 0,488 X Persamaan di atas mengandung makna : 1. Konstanta sebesar 24,089 menyatakan bahwa jika tidak ada variabel komunikasi pemasaran ataupun variabel komunikasi pemasaran = 0, maka kepuasan tamu sebesar 24,089 atau dalam kondisi yang baik. 2. Koefisien regresi komunikasi pemasaram sebesar 0,488 menyatakan bahwa setiap peningkatan/perbaikan komunikasi pemasaran maka akan meningkatkan kepuasan tamu. G. Kesimpulan Hasil perhitungan korelasi dan regresi membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi pemasaran dengan kepuasan tamu yang ditunjukan dengan nilai sebesar 0,612, yaitu nilai tersebut merupakan nilai regresi yang berarti hubungan yang bersifat positif dan mencerminkan hubungan antar variabel yang kuat. Artinya semakin baik komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Aston Imperium Purwokerto maka kepuasan tamu yang menginap juga akan semakin puas. H. Saran 1. Aston Imperium Purwokerto diharapkan mampu mempertahankan iklim kinerja yang kondusif sehingga dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik. Hal ini akan berdampak pada peningkatan penggunaan hotel oleh tamu yang telah menjadi dan yang akan menjadi pelanggan Aston Imperium Purwokerto. Karena itulah komunikasi pemasaran menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kepuasan tamu, terutama dengan meningkatkan kinerja karyawan dalam melayani tamu, sejak awal masuk Aston Imperium sampai dengan keluar. Artinya layanan tetap difokuskan pada semua kebutuhan tamu sejak awal datang hingga pulang meninggalkan Hotel Aston. 2. Upaya yang dapat dilakukan oleh Aston Imperium Purwokerto untuk meningkatkan hunian di masa mendatang, di antaranya dengan meningkatkan komunikasi pemasaran melalui promosi yang efektif di media cetak dan elektronik, serta menambah fasilitas yang saat ini telah ada seperti galery budaya Banyumasan sebagai pengenalan budaya lokal. Upaya ini juga diimbangi dengan penambahan menu-menu makanan khas daerah khususnya Banyumas seperti tempe mendoan, sroto Banyumas dan kuliner Banyumas yang lain sehingga mempunyai nuansa berbeda dibandingkan hotel lainnya yang akan dirasakan oleh tamu. DAFTAR PUSTAKA Atep Adya Barata. 2003. Dasar-dasar Pelayanan Prima. PT. Elex Media Komputindo, Jakarta. Azwar. 2000. Reliabilitas dan Validitas. Pustaka Pelajar, Yogyakarta. Kotler, Philip. 2001. Manajemen Pemasaran (Edisi Kesebelas). PT. Indeks Kelompok Gramedia, Jakarta. Moenir, 1998, Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia, Bumi Aksara, Jakarta. Ratminto dan Atik. 2006. Manajemen Pelayanan, Pustaka Pelajar, Yogyakarta. Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi, 2006, Metode Penelitian Survai, LP3ES, Jakarta. Stanton, William. 1991. Prinsip Pemasaran. PT Gelora Aksara Pratama, Jakarta. Sugiyono, 2001. Metode Penelitian Administrasi. Alfabeta, Bandung. __________, 2010, Statistika untuk Penelitian. Alfabeta, Bandung. Tjiptono F, 1998, 2000, Prinsip-prinsip Total Quality Service, Cetakan Pertama, Edisi Kedua, Andi, Yogyakarta. __________. 2001. Manajemen Jasa, Andi Offset, Yogyakarta. Umar, Husein, 2002, Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. | ABSTRACT Jenderal Soedirman University Social Science and Politic Science Faculty Communication Program Study January, 2013 Ari Widiastanto F1C008087 The Relationship Marketing Communications on Satisfaction Residential at Aston Imperium Purwokerto. The achieve a loyal consumer expectations of all companies, including Aston Imperium Purwokerto as one of the hotel's services and Convention centre in Navan. All that can be done with the support of effective marketing communication. Aston Imperium Purwokerto need to know the expectations to be achieved and the desired response by guests as the target service. By taking the title of "The Relationship Marketing Communication on Satisfaction Residential at Aston Imperium Purwokerto ", the stud y aims to determine the relationship marketing communications conducted Aston Imperium Purwokerto in improving guest satisfaction. By using quantitative descriptive method, the unit of study population was all guests staying at Aston Imperium Purwokerto. Samples using accidental sampling method to obtain 100 respondents. Through product moment correlation test and simple linear regression naka be known significant relationship between marketing communications made by Aston Imperium Purwokerto the occupancy level of satisfaction indicated by the value of 0.586. That is the kind of marketing communications by Aston Imperium Purwokerto the satisfaction of the guests who stay will also be better. Satisfaction of the guests who stay very valuable for Aston Imperium Navan, considering a lot of things that will benefit, such as growing guest loyalty. That's why marketing communications into one ways to improve guest satisfaction, especially by improving the performance of employees in serving the guest, early entry to exit Aston Imperium. This means that the service remains focused on all guests needs from start to finish. Other efforts that can be done is to improve marketing communications through effective promotion in print and electronic media, as well as adding support facilities for guests. Keywords: Marketing Communications, Satisfaction | |
| 11151 | 4070 | G1G008035 | Uji Efektivitas Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans | Kandidiasis adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur dan merupakan infeksi oportunistik. Kandidiasis sering terjadi di mukosa rongga mulut dan disebut dengan kandidiasis mulut. Kandidiasis mulut disebabkan oleh jamur Candida dengan spesies yang patogen adalah Candida albicans. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifitasan ekstrak daun jambu biji dalam menghambat pertumbuhan C. albicans dan membuktikan semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi kemampuan menghambat pertumbuhan C. albicans secara in vitro yang ditentukan dengan nilai MIC (Minimal Inhibitory Concentration). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan post test only control group design. Pembuatan ekstrak daun jambu biji yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode maserasi dan uji antifungi menggunakan metode dilusi cair dengan 8 konsentrasi ekstrak (10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, dan 80%), kontrol negatif dan kontrol positif. Penentuan nilai MIC dengan cara pengamatan kekeruhan, kemudian dilakukan penanaman pada medium padat. Analisis statistik penelitian ini menggunakan Kruskal Wallis Test. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun jambu biji efektif menghambat pertumbuhan C. albicans dan nilai MIC diperoleh pada konsentrasi 10% dan konsentrasi 10% merupakan konsentrasi ekstrak daun jambu biji yang efektif dalam menghambat pertumbuhan C. albicans dengan persentase penghambatan 99,24%. Simpulan pada penilitian ini adalah ekstrak daun jambu biji efektif menghambat pertumbuhan C. albicans secara in vitro dan semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka semakin tinggi persentase penghambatan dan semakin kecil rata-rata jumlah koloni dengan konsentrasi efektif pada konsentrasi 10% serta merupakan nilai MIC pada penelitian ini. | Candidiasis is an infection caused by fungus and it is an opportunistic infection. Candidiasis is classified as soft tissue infection that occurs in the oral mucosa, which is called as oral candidiasis. Oral candidiasis is caused by Candida, which the pathogenic species is Candida albicans. This study is aimed to find the effectiveness of guava leaves extract in inhibiting the growth of C. albicans and to prove that the higher concentration of guava leaves extract resulting higher capability in inhibiting the growth of C. albicans, in vitro is determined by values of MIC (Minimum Inhibitory Concentration). This study is a laboratory experiment with post-test only controls group design. Guava leaves extract used in this study is prepared by maceration method and antifungal test which used liquid dilution method with 8 concentrations (10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, and 80%), negative control, and positive control. MIC values are determined by observing the turbidity, then object is implanted to a solid medium. Statistical analysis data used in this study is Kruskal Wallis Test. The result shows that guava leaves extract works effectively in inhibiting the growth of C. albicans and MIC value is obtained at concentration of 10%, it is the effective concentration in inhibiting the growth of C. albicans, the percentage inhibition is 99.24%. The conclusions of this study are guava leaves extract is effective in inhibiting the growth of C. albicans and the higher concentration of guava leaves extract resulting higher capability in inhibiting the growth of C. albicans, MIC value is obtained at concentration of 10%, it is the effective concentration in inhibiting the growth of C. albicans. | |
| 11152 | 4090 | G1A009013 | Gambaran Tipe Kepribadian Dan Sidik Telinga pada Narapidana Laki-Laki Yang Melakukan Kejahatan Seksual Terhadap Anak: Studi Kriminologi Kejahatan Seksual terhadap Anak di Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto Periode Januari 2009-Desember 2012 | Latar belakang: Pelaku kejahatan seksual terhadap anak (pemerkosaan dan pencabulan anak) masih banyak dilaporkan di Banyumas. Untuk mempelajarinya dapat dilakukan studi kriminologi dengan pendekatan tipe kepribadian dan tipe fisik dari para pelaku. Tujuan: menggambarkan tipe kepribadian dan tipe fisik (sidik telinga) pelaku. Metode: Penelitian ini merupakan studi kriminologi induktif dengan penalaran statistik, yang melibatkan 30 narapidana untuk kasus pemerkosaan dan pencabulan (pasal 81 dan 82 UU. No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak) di Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto yang memenuhi kriteria inklusi. Pendekatan tipe kepribadian menggunakan tipe kepribadian ekstrovert dan introvert menurut Eysenck, yang diukur dengan skala EPI (Eysenck Personality Inventory), sedangkan tipe fisik dipelajari melalui sidik telinga (sebagai biometrik), dengan menilai bentuk, tipe lobula, darwin’s tuberkel, dan pengukuran landmark aurikula menggunakan jangka sorong ketelitian 0,01 mm. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa narapidana yang melakukan kejahatan seksual cenderung ekstrovert (70%), dan sisanya introvert (30%). Para pelaku pemerkosaan (73,68%) dan pencabulan anak (63,63%) cenderung ektrovert. Sidik telinga narapidana menunjukkan bahwa bentuk telinga cenderung oval (kanan 86,67%, kiri 90%) dengan lobula tipe “free” (kanan 53,33%, kiri 73,33%), dan tidak memiliki darwin’s tuberkel. Tinggi total telinga ±5,72 cm (kanan), ±5,8 cm (kiri); lebar total telinga ±2,55 cm (kanan), ±2,61 cm (kiri); tinggi lobula ±1,36 cm (kanan), ±1,28 cm (kiri); lebar lobula ±1,36 cm (kanan), ±1,25 cm (kiri); tragus-heliks ±3,59 cm (kanan), ±3,64 cm (kiri); tragus-antiheliks ±1,68 cm (kanan), ±1,61 cm (kiri); indeks aurikula ±44,03 cm (kanan), ±44,99 cm (kiri); indeks lobular ±96,30 cm (kanan), ±99,75 cm (kiri). | Background: Perpetrators of sexual crimes against children (rape and child molestation) are widely reported in Banyumas. To learn how to do the study of criminology with the type of personality and physical types approachment of offenders. Objectives: to decribes of personality type dan physical type (earprint) on the perpetrators. Method: This research was an inductive study of criminology with statistical reasoning, involving 30 inmates of rape and molestation cases (Article 81 and 82 of Law. No.23 of 2002 on the protection of children) in Correctional Purwokerto met the inclusion criteria. Approachment of personality type using extraversion and introversion personality type according to Eysenck, as measured by the scale of the EPI (Eysenck Personality Inventory), whereas physical type was studied through earprint (a biometric), to assess the shape, type of lobule, darwin's tubercle, and the measurement landmark auricle use calipers to the nearest 0.01 mm. Result: The results of this study indicate that inmates who commit sex crimes tend to be extraversion (70%), and the rest introversion (30%). The perpetrators of rape (73.68%) and child molestation (63.63%) tend to extraversion. Earprint showed that ear shape inmates tend to oval (86.67% right, 90% left) and lobule type of "free" (right 53.33%, 73.33% left), and do not have a darwin's tubercle. Total ear height ± 5.72 cm (right), ± 5.8 cm (left), the total width ear ± 2.55 cm (right), ± 2.61 cm (left), height lobule ± 1.36 cm (right), ± 1.28 cm (left); widht lobule ± 1.36 cm (right), ± 1.25 cm (left); tragus-helix ± 3.59 cm (right), ± 3.64 cm (left); tragus-antihelix ± 1.68 cm (right), ± 1.61 cm (left); index auricle ± 44.03 cm (right), ± 44.99 cm (left); lobular index 96.30 ± cm (right), ± 99.75 cm (left). | |
| 11153 | 4072 | C1L006025 | THE INFLUENCE OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY ON FIRM VALUE WITH MANAGEMENT OWNERSHIP AS MODERATING VARIABLE (Listed Manufacturing Companies in Indonesian Stock Exchange). | Penelitian ini bertujuan (1) Untuk menguji pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan. (2) Untuk menganalisis kemampuan tingkat kepemilikan manajemen dalam memoderasi pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan Jenis penelitian yang digunakan adalah studi empiris pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2008 sampai tahun 2010, dengan jumlah sample sebanyak 57. Hasil perhitungan analisis regresi menunjukkan (1) Corporate Social Responsibility mempunyai pengaruh positif terhadap nilai perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal tersebut dibuktikan melalui hasil analisis regresi linear sederhana, dimana diperoleh nilai t hitung lebih besar daripada nilai t tabel. (2) Kepemilikan manajemen tidak mampu memoderasi pengaruh CSR terhadap nilai perusahaan. Hal tersebut dibuktikan melalui hasil analisis regresi moderasi, dimana diperoleh nilai t hitung variabel moderasi lebih kecil dari nilai t tabel. | This research intent (1 ) To test Corporate Social Responsibility influences to assess firms. (2 ) For analysis ability increases management ownership in moderate Corporate Social Responsibility's influence to assess firm Observational type that is utilized is study empirical on manufacturing business at Indonesian Stock Exchange (BEI) on year 2008 until years 2010, with sample's amount as much 57. Analysis arithmetic result regression points out (1 ) Corporate Social Responsibility has positive influence to assess enrolled manufacturing business at Indonesian Stock Exchange. That thing is proved through analysis result simple linear regression, where gotten by point t computing are even greater than point t table. (2) management ownerships that moderate can't CSR'S influences to assess firms. That thing is proved through analysis result moderate regression, where gotten by point t computing moderate variable smaller of appreciative t table | |
| 11154 | 4073 | E1A005321 | Pengangkatan Sekretaris DPRD berdasarkan Undang-undang Nomor 27 Tahun 2009 Tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Studi di Kabupaten Banyumas) | Pengangkatan Sekertaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah merupakan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan struktural tujuannya adalah untuk membina karier PNS dalam jabatan struktural dan kepangkatan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perundangan yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian preskriptif, Sumber bahan hukum Bahan hukum primer, sekunder dan tersier, metode pengumpulan bahan hukum dalam penelitian ini dilakukan dengan inventarisasi peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan studi kepustakaan, metode penyajian bahan hukum disajikan dalam bentuk teks naratif, dan metode analisis yang dipergunakan adalah analisis normative kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal. Pengangkatan Sekertaris DPRD di Kabupaten Banyumas berdasarakan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah harus didasarkan pada Pasal 398 Ayat 2. Secara teori Keabsahan Tindakan Pemerintah, mengenai pengangkatan sekertaris DPRD tidak memenuhi prosedur berdasarkan Pasal 53 Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, maka Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan Bupati Banyumas tentang pengangkatan sekertaris DPRD dianggap tidak sah. | Appointment of Secretary of the Regional People's Representative Council is the Rapture Civil Servants (PNS) in a structural position goal is to build a career civil servant in the structural position and rank in accordance with the requirements set forth in applicable laws and regulations. The research method used in this study is a normative juridical approach, the specification of research used is descriptive research, sources of primary legal materials legal materials, secondary and tertiary methods of collection of legal materials in the study conducted by an inventory of legislation, documentation and literature study , the method of presentation of legal materials are presented in the form of narrative text, and analysis method used was a qualitative analysis of the normative model of systematic and grammatical interpretation. Appointment of Secretary parliament in Banyumas on the terms of Law No. 27 Year 2009 on the People's Consultative Assembly, House of Representatives, Regional Representatives Council and the Regional Representatives Council should be based on Article 398 Paragraph 2. In theory the validity of actions of the Government, the Parliament does not meet the secretary appointment procedure under Article 53 of Law No. 51 Year 2009 on the second Amendment to Law No. 5 of 1986 on the State Administrative Court, the Administrative Decision issued on Regent Banyumas Council secretary appointment is invalid. | |
| 11155 | 4074 | C1K006016 | THE EFFECT OF COMPENSATION AS AN ANTECEDENT OF JOB SATISFACTION AND ORGANIZATIONAL COMMITMENT TOWARD THE ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) (Survey on Employees at PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) in Krumput) | The aims of research are to analyze the effect of intrinsic and extrinsic job satisfaction, affective, normative and continuance commitment on Organization Citizenship Behavior (OCB), to analyze the effect of compensation on employees’ intrinsic and extrinsic job satisfaction and to analyze the effect of compensation on affective, normative and continuance commitment of employee’s PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) in Krumput. Number of respondents in this research was 60 employees. The sampling technique used in this research was probability sampling (selected sample) by simple random sampling, whereas the determination of sample size used Slovin formula. To test hypotheses, it used the Partial Least Square Analysis, which has got the tstatistic value of compensation on extrinsic job satisfaction, tstatistic value of compensation on affective commitment, tstatistic value of compensation on continuance commitment, tstatistic value of extrinsic job satisfaction on OCB and tstatistic value of affective commitment on OCB each is greater than the value of t table, while the tstatistic value of compensation on intrinsic job satisfaction and tstatistic value of intrinsic job satisfaction on OCB each is smaller than the value of t table, then the tstatistic value of compensation on normative commitment, tstatistic value of normative commitment on OCB and the tstatistic value of continuance commitment on OCB each is greater than the value of -ttable. Based on the result of data analysis, it could be concluded that intrinsic job satisfaction has no significant effect on OCB, extrinsic job satisfaction has significant effect on OCB, affective commitment has significant effect on OCB, normative commitment has no significant effect on OCB, continuance commitment has no significant effect on OCB, compensation has no significant effect on intrinsic job satisfaction, compensation has significant effect on extrinsic job satisfaction, compensation has significant effect on affective commitment, compensation has no significant effect on normative commitment and compensation has significant effect on continuance commitment of employee’s PT. Perkebunan Nusantara IX (PERSERO) in Krumput | The aims of research are to analyze the effect of intrinsic and extrinsic job satisfaction, affective, normative and continuance commitment on Organization Citizenship Behavior (OCB), to analyze the effect of compensation on employees’ intrinsic and extrinsic job satisfaction and to analyze the effect of compensation on affective, normative and continuance commitment of employee’s PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) in Krumput. Number of respondents in this research was 60 employees. The sampling technique used in this research was probability sampling (selected sample) by simple random sampling, whereas the determination of sample size used Slovin formula. To test hypotheses, it used the Partial Least Square Analysis, which has got the tstatistic value of compensation on extrinsic job satisfaction, tstatistic value of compensation on affective commitment, tstatistic value of compensation on continuance commitment, tstatistic value of extrinsic job satisfaction on OCB and tstatistic value of affective commitment on OCB each is greater than the value of t table, while the tstatistic value of compensation on intrinsic job satisfaction and tstatistic value of intrinsic job satisfaction on OCB each is smaller than the value of t table, then the tstatistic value of compensation on normative commitment, tstatistic value of normative commitment on OCB and the tstatistic value of continuance commitment on OCB each is greater than the value of -ttable. Based on the result of data analysis, it could be concluded that intrinsic job satisfaction has no significant effect on OCB, extrinsic job satisfaction has significant effect on OCB, affective commitment has significant effect on OCB, normative commitment has no significant effect on OCB, continuance commitment has no significant effect on OCB, compensation has no significant effect on intrinsic job satisfaction, compensation has significant effect on extrinsic job satisfaction, compensation has significant effect on affective commitment, compensation has no significant effect on normative commitment and compensation has significant effect on continuance commitment of employee’s PT. Perkebunan Nusantara IX (PERSERO) in Krumput | |
| 11156 | 4076 | C1J006044 | “DEVELOPMENT STRATEGY BATIK BUSINESS AND CONTRIBUTION BATIK CRAFTERS’ ON HOUSEHOLD INCOME IN SOKARAJA SUB DISTRICT, BANYUMAS REGENCY” | Penelitian ini berjudul “Strategi Pengembangan Usaha Batik dan Kontribusi Pendapatan Pembatik Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Pembatik di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini terhadap pendapatan pembatik, serta menganalisis seberapa besar kontribusi pendapatan adalah untuk menganalisis strategi pengembangan usaha batik, menganalisis pengaruh jam kerja umur pendidikan dan pengalaman terhadap pendapatan pembatik dan variabel yang paling berpengaruh pembatik terhadap pendapatan rumah tangga pembatik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. populasi dalam penelitian ini berjumlah 39 pengusaha dan 128 pembatik. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, hipotesis pertama didapatkan satu strategi SO, dua strategi WO, dua strategi WO dan tiga strategi WT. Variabel jam kerja tidak berpengaruh terhadap pendapatan yang diterima pembatik sehingga hipotesis kedua ditolak. Dilihat dari nilai koefisien beta, variabel pengalaman memiliki pengaruh paling besar terhadap pendapatan pembatik sehingga hipotesis ketiga diterima. Berdasarkan perhitungan kontribusi pendapatan pembatik memberikn kontribusi 64,34% terhadap pendapatan rumah tangga pembatik, sehingga hipotesis keempat ditolak. Implikasi yang dapat diambil adalah pengusaha hendaknya terus melakukan inovasi dan kreatifitasnya untuk tetap mempertahankan minat pembeli sedangkan pembatik hendaknya terus meningkatkan dan mempertahankan kemampuan membatiknya karena pengalaman sangat berpengaruh untuk meningkatkan pendapatan pembatik. | This study entitled "Development Strategy On Batik Business And Batik Crafter Income Contribution Toward Batik Crafter Household Income In Sokaraja Sub District Banyumas Regency". The research aims to analyze the batik business development strategies, to analyze the effect of hours of education and experience of working age on income batik and to analyze the variables that most affect the income of batik, and to analyze how much batik income contribute to batik household incomes. The research method used was qualitative and quantitative methods. Population was 39 employers and 128 batik crafter. Methods of data collection in this study were interviews and questionnaires. Based on these results, the first hypothesis obtained one SO strategies, two WO strategies, two ST strategies and three WT strategies. Variable of working hours did not affect the income received by batik crafter, thus the second hypothesis was rejected. Judging from the value of the beta coefficient, variable experiences have the most impact, thus third hypothesis was accepted. Based on the calculation of batik crafter income contributes is 64,34% of the batik household income was making the fourth hypothesis rejected. The implications that can be drawn was the employer must continue to innovate and creative to maintain buyer interest while batik crafter should continue to improve and maintain the ability because the experience was very influential to increase the income. | |
| 11157 | 4078 | C1K006001 | EFFECT OF PERCEIVED SERVICE QUALITY, TRUST AND CUSTOMER SATISFACTION ON CUSTOMER LOYALTY | Penelitian ini berjudul "Pengaruh Kualitas Layanan, Kepercayaan Dan Kepuasan Konsumen pada Loyalitas Konsumen". Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan yang dirasakan pada kepuasan pelanggan, persepsi kualitas pelayanan pada kepercayaan, persepsi kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan, kepuasan pelanggan pada kepercayaan, kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan, dan untuk mengetahui pengaruh kepercayaan terhadap loyalitas pelanggan. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan umum BNI Cabang Tasikmalaya. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Para responden adalah orang-orang atau pelanggan memiliki rekening tabungan BNI Taplus lebih dari satu (1) tahun. Teknik analisis data yang digunakan adalah model persamaan struktur. Berdasarkan hasil penelitian, maka kesimpulan yang dapat ditarik adalah sebagai berikut: kualitas layanan yang dirasakan memiliki efek positif pada kepuasan pelanggan, kualitas pelayanan yang dirasakan memiliki efek positif pada kepercayaan, kualitas pelayanan yang dirasakan memiliki efek positif pada loyalitas pelanggan, kepuasan pelanggan memiliki efek positif terhadap kepercayaan, kepuasan pelanggan memiliki efek positif pada loyalitas pelanggan, dan kepercayaan memiliki efek positif pada loyalitas pelanggan. Oleh karena itu BNI Cabang Tasikmalaya harus mampu mempertahankan dan bahkan meningkatkan kualitas pelayanan yang ada. Ini termasuk faktor utama dalam penilaian klien, kualitas lingkungan fisik dengan cara lebih memperhatikan sarana fisik dan non-fisik yang tersedia, klien dapat menyarankan kepada setiap pelanggan untuk mengisi buku kesan setelah transaksi, perusahaan perbankan harus memiliki mencoba untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan sehingga setiap pelanggan saat melakukan transaksi di perusahaan perbankan masing-masing harus puas dengan layanan yang diberikan. | This study entitled “Effect Of Perceived Service Quality, Trust And Customer Satisfaction on Customer Loyalty”. The main objective of this study was to analyze the influence of perceived service quality on customer satisfaction, perceived service quality on trust, perceived service quality on customer loyalty, customer satisfaction on trust, customer satisfaction on customer loyalty, and to determine the effect of trust on customer loyalty. The population of this study was the overall customers of BNI Branch Tasikmalaya. Sampling technique used was purposive sampling. The respondens were people or customer having a savings account BNI Taplus more than one (1) year. Techniques of data analysis used were structure equation model. Based on the results of research, then the conclusions that could be drawn were as follows: perceived service quality had a positive effect on customer satisfaction, perceived service quality had a positive effect on trust, perceived service quality had a positive effect on customer loyalty, customer satisfaction had a positive effect on trust, customer satisfaction had a positive effect on customer loyalty, and trust had a positive effect on customer loyalty. Therefore the BNI Branch Tasikmalaya should be able to maintain and even improve the quality of existing services. This included a major factor in the assessment of clients, the quality of the physical environment in a way more attention to the physical and non-physical facilities available, clients can suggest to each customer to fill a book impression after transaction, banking company must have tried to provide the best service for its customers so that each customer when making transactions in their respective banking company shall be satisfied by the services provided. | |
| 11158 | 4077 | H1C007024 | STUDI ANALISIS KERUSAKAN TRAFO 70EE1112A 500 KVA DI PT PERTAMINA (PERSERO) RU IV CILACAP | Trafo distribusi merupakan peralatan sistem tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan daya listrik dengan mengubah tegangannya. Apabila terjadi kerusakan internal trafo, maka kemungkinan besar trafo membutuhkan waktu yang lama untuk perbaikan atau bahkan tidak bisa dipakai lagi. Salah satu kejadian kerusakan internal trafo adalah di PT.Pertamina (Persero) RU IV Cilacap. Trafo mengalami kerusakan winding primary phasa A short dan terjadi spot bekas terbakar hingga menyebabkan winding putus. Gangguan tersebut mengakibatkan trafo tidak bisa beroperasi kembali. Analisis pemodelan dan perhitungan bertujuan untuk melakukan pendekatan dengan kondisi di lapangan dan mengetahui nilainya. Nilai arus hubung singkat saat terjadi gangguan dengan melakukan pemodelan dan perhitungan menunjukan hasil yang lumayan cukup besar yaitu 7,06 kA untuk pemodelan dan 6,98 kA untuk hasil perhitungan manual. Hasilnya tidak terlalu jauh antara keduanya, hal tersebut hanya karena pembulatan angka saja. Dampak dari gangguan tersebut menyebabkan trafo tidak dapat beroperasi dalam sementara waktu seiring masa perbaikan belitan trafo, beban sementara dialihkan ke trafo lain. | A distribution transformer is an electrical power system equipment which functions to distribute an electric power by changing the voltage. Event a bboken of internal transformer, make a big possibility the transformer need a long time to fix it or even can not be used anymore. One of an internal fault transformer incident is like at PT.Pertamina (Persero) RU IV Cilacap. The transformer fall on broken at winding primary phasa A short and develop a burned spot mark that causing winding disconnected. Those problem caused the transformer can not be operated again. An analysis modeling and calculation intend to do approach with condition in the field and knowing the value. Value of short circuit current occurs when the interference by modeling and calculation results shows a fairly sizable 7.06 kA to 6.98 kA for modeling and manual calculations. The result is not to far so much between them, it is only because of rounding digit alone. The impact of the disorder causing the transformer can not be operated in a while as the repair transformer winding while the load transferred to another transformer. | |
| 11159 | 4079 | B1J008133 | PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KONJAK (Amorphophallus sp.) DAN JUMLAH AIR TERHADAP RENDEMEN AGAR Gracillaria gigas MENGGUNAKAN METODE HIDRASI | Gracillaria merupakan salah satu jenis rumput laut sebagai penghasil agar-agar. Rendemen agar selain dipengaruhi lingkungan tempat tumbuh dan jenis rumput laut juga dipengaruhi lama perendaman, lama ekstraksi, konsentrasi zat yang digunakan dalam perendaman dan pelembutan, serta metode ekstraksi yang digunakan. Salah satu cara dalam metode ekstraksi agar adalah hidrasi (pelarutan oleh air). Penggunaan glukomannan yang terdapat dalam umbi iles-iles berbentuk polisakarida yang tersusun dari satuan monosakarida mannosa dan glukosa dengan perbandingan molar 3:2, dapat membantu proses pengentalan. Glukomannan akan memberikan kekentalan yang tinggi pada suhu ruang karena dapat membentuk larutan yang sangat kental atau membentuk gel. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan dasar yaitu rancangan acak lengkap (RAL) pola Split-Plot. Sebagai main plot adalah volume air yang digunakan yakni 2,5 l, 3 l dan 3,5 l serta konsentrasi konjak 0, 2, 4 dan 6 gram sebagai sub plot. Parameter utama yang digunakan adala rendemen "agar". Sedangkan untuk warna, viskositas, kadar air dan kadar abu dijadikan parameter pendukung. Hasil penelitian didapatkan rendemen agar tertinggi dengan Mutu II diperoleh pada perlakuan dengan menggunakan volume air sebesar 2,5 l/100 g dengan konsentrasi tepung konjak yang digunakan sebesar 4%. | Gracillaria is one of many kinds of seaweeds as the producer of "agar" content. "Agar" content not only affected by condition of environment where it's grow but also affected by the term of immersion, term of extraction, concentration of the substance that was used on immersion and softening, and the method that was used in extraction. The use of Glucomannan within the iles-iles tuber which has got shape like polysaccharides composed from mannose monosaccharide units and glucose with a molar ratio by 3:2, can help to thicken. Glucomannan will gives high viscosity at room temperature because it can shape a very viscous solution or will shape a gel. This research is conducted by experimental research that used basic design which is completely randomized design (RAL) Split-Plot design. As the main plot is the volume of water used by 2.5 l, 3 l and 3.5 l and also konjac concentration by 0, 2, 4 and 6 gram as the sub plot. The main parameter used in this research is "agar" content. The highest agar content with quality II to be found in the treatment A1K2 by using the water volume of 2.5 l/100 g and concentration of konjac flour is used by 4% | |
| 11160 | 4075 | H1C007075 | STUDI SISTEM PHOTOVOLTAIC YANG DILENGKAPI BOOST-UP CHOPPER DAN MAXIMUM POWER POINT TRACKER (MPPT) MENGGUNAKAN METODE MODIFIED HILL CLIMBING | Berkurangnya persediaan cadangan minyak dunia sebagai salah satu bahan bakar pembangkit energi listrik dewasa ini membuat kita harus mencari sumber energi terbarukan yang murah dan mudah dicari. Energi matahari dan Sistem Photovoltaic (PV System) adalah solusi terbaik dalam hal ini. PV System adalah pembangkit energi listrik yang memanfaatkan radiasi matahari menjadi arus lisrik dengan memanfaatkan efek photovoltaic dengan bahan semikonduktor. Namun masalah yang muncul dalam PV System ini adalah daya keluaran yang sering tidak mencapai maksimal. Untuk mengatasi hal ini digunakanlah Maximum Power Point Tracker (MPPT) dan Boost-up Chopper pada PV System dengan tujuan memaksimalkan daya keluaran. Metode/Algoritma penjejak yang digunakan adalah Modified Hill Climbing. Yaitu sebuah algoritma hasil modifikasi metode Hill Climbing dengan penambahan umpan balik perubahan tegangan sebagai upaya untuk mempercepat respon dari keluaran. Hasil uji coba sistem photovoltaic yang dilengkapi boost-up chopper dan MPPT dengan menggunakan metode modified hill climbing ini didapatkan nilai effisiensi sebesar 85,25% pada PV single system. 87,09% pada PV terhubung seri dengan 2 panel surya, dan 90,86% pada PV terhubung seri-paralel 20 panel surya. | Today reduced supplies of world oil reserves as one fuel for electricity makes us need to find renewable energy sources that is cheap and easy to find. Solar energy and Photovoltaic Systems (PV System) is the best solution in this case. PV system generates electrical energy utilizing solar radiation into energy using the photovoltaic effects. But in the PV system power output is difficult to reach the maximum output powers. To solve that problems we use Maximum Power Point Tracker (MPPT) and Boost-up Chopper on PV System to reach the maximum. This MPPT used modified hill climbing methode. Basicly this methode is modified of hill climbing methodes with feedback voltage changes in an effort to speed up the response of output power. Test results showed that photovoltaic systems are equipped with boost-up chopper and MPPT with modified hill climmbing method earned value Observe efficiency of 85,25% in single PV system. 87,09% in the PV is connected in series of 2 solar cell, and 90,86% in series-parallel of 20 solar cell connected PV. |