Artikelilmiahs

Menampilkan 11.161-11.180 dari 48.996 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
111614082C1A007104IDENTIFIKASI POTENSI EKONOMI DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN CILACAP PERIODE 2001-2010Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang di laksanakan di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini mengambil judul : “Identifikasi Potensi Ekonomi dan Hubungannya dengan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Cilacap Periode 2001-2010”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sektor-sektor ekonomi mana saja yang merupakan sektor potensial untuk dikembangakan sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Cilacap dan untuk mengetahui hubungan sektor potensial dengan besarnya penerimaan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Cilacap.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis Location Quotient, analisis Model Rasio Pertumbuhan, dan analisis overlay dapat teridentifikasi bahwa sektor potensial yang ada di Kabupaten Cilacap yaitu sektor pertambangan dan penggalian. Sektor tersebut memiliki pertumbuhan yang cepat dan kontribusi yang besar terhadap PDRB Kabupaten Cilacap. Sedangkan hubungan antara sektor pertambangan dan penggalian dengan Pendapatan asli Daerah kabupaten Cilacap memiliki hubungan positif dan signifikan. Hal ini terlihat dengan semakin meningkatnya pendapatan dari sektor pertambangan dan penggalian maka semakin besar juga pendapatan asli daerahnya.
Implikasi dari kesimpulan diatas adalah pemerintah daerah Kabupaten Cilacap sebaiknya lebih memperhatikan perkembangan dari sektor-sektor potensial. Mengingat peranan dari sektor pertambangan dan penggalian sangat penting bagi perekonomian Kabupaten Cilacap. Selain itu, pemerintah daerah juga dituntut untuk bisa lebih mengoptimalkan sektor potensial tersebut, agar mampu menarik sektor lain yang belum potensial agar dapat menjadi sektor yang potensial. Strategi yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan/ketrampilan. Dengan sumber daya yang berkualitas diharapkan akan mampu mengelola semua potensi yang tersedia, demi kemajuan perekonomian daerah. Salah satu peran pemerintah daerah untuk lebih meningkatkan sektor pertambangan dan penggalian adalah perlu meningkatkan infrastruktur yang lebih baik, sebagai contoh adanya fasilitas jalan yang baik maka dapat memperlancar pengiriman bahan baku tambang dan pendistribusiannya. Dengan semakin munculnya berbagai potensi alam yang ada dalam hal sektor pertambangan dan penggalian, pemerintah Kabupaten Cilacap sebaiknya membuka diri kepada investor yang ingin melakukan ekspansi pertambangan di Kabupaten Cilacap sepanjang perusahaan tersebut memenuhi ketentuan undang-undang. Dengan adanya investor di sektor pertambangan diharapkan dapat meningkatkan penerimaan daerah Kabupaten Cilacap.
This research is a case study conducted in Cilacap. This research took the title : “The Economic Potential Identification and The Corelation With Local Government Original Receipt in Cilacap 2001-2010 Period”. The purpose of this study is to determine which economic sectors are the potential sector developed as supporting economic growth in Cilacap and to identify potential sector related to the size acceptance local Government original receipt in Cilacap.
Based on the research, and data analysis using Quotient Location analysis, Growth Ratio Model analysis, and Overlay analysis could be identified that the existing potential sectors in Cilacap namely mining and spading sectors. These sectorshas fast growth and high contribution to Gross Domestic Regional Product (GDRP) Cilacap. Whereas, the corelation of these sectors with local government original receipt in Cilacap has a positif and significant corelation. It was shown by more increase in local government original receipt in Cilacap.
The implication of this conclusion is that the government of Cilacap should more pay attention to the development of the potential sectors. By remembering the role of the mining and speading sector is very important for the economi of Cilacap. On the other hand, the local government must optimalize the potential sector in order to has capability to draw unpotential sector to the potential one. The strategy that could be done by the government is by increasing the human resource quality through the education. By the qualited human resource, it is whises to be able manage any potential sector that is available, for progresing the local economic. The role of the local goverment rising the mining and spading sector is necesary to rise the better infrastructure sector in this activity, such as the good fasilities of the way so that it could speed up in sending and distributing the material. There are many potential natural resources about mining and spading in Cilacap so the goverment should wellcome to the investors that want to expand the mining in Cilacap as long as it is appropiate with the act. The existing of the investors hopely that it could increase the local goverment of Cilacap acceptances.
111624164H1F008054STUDI KARAKTERISTIK POLA STRUKTUR DAN IMPLIKASI JALUR MINERALISASI DAERAH CIJULANG DESA MEKARMUKTI KECAMATAN TALEGONG KABUPATEN GARUT
PROPINSI JAWA BARAT, INDONESIA
SARI
Penelitian ini dilakukan guna mengetahui karakteristik pola struktur terhadap sebaran jalur alterasi dan mineralisasi hidrotermal di daerah Mekarmukti dan sekitarnya, Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat. Secara umum daerah penelitian di dominasi oleh litologi lava andesit, breksi volkanik, intrusi diorit, intrusi dasit; pada beberapa tempat terdapat jalur alterasi hidrotermal dan mineralisasi. Secara fisiografi daerah penetitian termasuk dalam zona pegunungan Selatan Jawa Barat.
Dari penelitian struktur geologi dapat ditentukan bahwa tegasan relatif utara-selatan pembentuk sesar geser baratlaut-tenggara, bertindak sebagai kontrol struktur utama bagi terbentuknyastruktur penyerta sebagai ruang mineralisasi dan alterasi serta naiknya batuan terobosan diorit dan dasit yang membawa sumber panas dan mineral logam. Sesar geser ini pula membatasi zona bukaan mineral. Sebaran urat kuarsa terutama berada di sepanjang zona bukaan. Selain itu pula hadir sesar dengan arah tegasan barat-timur merupakan sesar termuda pada lokasi penelitian dan memotong batuan intrusi yang ada.
Suhu pembentukan logam sulfida termasuk emas ditentukan berdasarkan pada plot kisaran hasil suhu kestabilan mineral. Pada lokasi penelitian terdapat variasi suhu kestabilan dan ditandai dengan dua tipe endapan. Pada kisaran suhu 200°-310°C dengan pH netral-basa termasuk dalam tipe Porfiri, sedangkan 170°-230°C dengan pH netral termasuk pada tipe epithermal sulfida rendah.
Kata kunci : struktur geologi, urat kuarsa, alterasi dan mineralisasi, garut
ABSTRACT
This research was conducted to determine the structure characteristics of the distribution pattern of hydrothermal alteration and mineralization zone in the area of Mekarmukti, Garut regency, West Java. Generally, study area dominated by lithology of andesitic lava, volcanic breccia, intrusive diorite, dacite intrusion: in some places there were zones of hydrothermal alteration and mineralization. Physiographically,research area included in the Southern Mountains zone of West Java.
From the study of the geological structure can be determined that the relative north-south compression forming the northwest-southeast fault, acting as the main structural control for the secondary structure as space for mineralization and alteration and the way of diorite intrusion and dacitic rocks that carry heat and mineral resources. North-south trending dextral fault are structural corridors along dilational zone. Quartz veins are distributed along dilational zone.
Temperature of the sulphide metal deposition and gold are based on the temperature range of mineral stability resulted from petrography observation temperatures about 200°-310°C; with pH neutral to basa. So that study area have undergone alteration and mineralization type porphyry.
Keywords : Geological Structural, dilational zone, alteration zone, mineralization and alteration.
111634083C1A008079ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VOLUME PENYALURAN KREDIT MODAL KERJA BANK UMUM DI EKS KARESIDENAN BANYUMAS
PERIODE 2005-2011
Sektor perbankan mempunyai perananan penting dalam proses pembangunan ekonomi dalam suatu negara. Peranan penting ini salah satunya dengan penyaluran kredit kepada masyrakat.kredit menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat dan pengusaha yang mengalami defisit anggaran. Dalam perkembangan kredit di wilayah Eks Karesidenan Banyumas kredit modal kerja menjadi kredit yang lebih banyak di salurkan kepada masyarakat oleh pihak perbankkan. Pada penelitian ini menggunakan data sekunder yang di dapatkan dari Bank Indonesia Purwokerto dan juga Badan Pusat Statistik. Metode penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda semi logaritma natural (Ln). variabel DPK, Suku Bunga Kredit Modal Kerja, Suku Bunga Kredit Investasi, Suku bunga Kredit Konsumsi, NPL, Inflasi secara bersama – sama berpengaruh signifikan terhadap volume penyaluran kredit modal kerja. Namun secara parsial berbeda,variabel DPK, Suku bunga kredit Konsumsi, dan tingkat Inflasi secara parsial Berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit modal kerja. sedangkan variabel Suku bunga Kredit Modal Kerja, Suku Bunga Kredit investasi dan NPL secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap penyaluran kredit modal kerja pada bank umum di Eks Karesidenan Banyumas.
The banking sector has an important role in the process of economic development in a country. One of the important role is by giving credit to community. Credit becomes staple for people and businesses who have a budget deficit. In credit growth in the Ex Karesidenan Banyumas region, working capital loans becomes credit more distributed to the public by the banks. This research used secondary data obtained from Indonesia Bank Purwokerto and Badan pusat statistik. Those data were processed by regression semi natural logarithm (Ln) analysis. variables DPK, Working Capital Loan Interest Rates, Interest Rate Investment, Consumer Loan interest rates, NPL, inflation, altogether - equally have significant effect on the volume of loans for working capital. However, partially distinct, variable deposits, interest rate Consumption, and the rate of inflation is partially have an significant influence on working capital loans distribution. while variable interest rates of Working Capital Loan, Interest Rate investment and NPL partially have an insignificant effect on working capital loans distribution in commercial banks in Ex Karesidenan Banyumas.
111644239E1A009049TINJAUAN YURIDIS ATAS PENIPUAN DOKUMEN DALAM TRANSAKSI LETTER OF CREDITABSTRAK
Dalam pembiayaan L/C, eksportir berhak menerima pembayaran atas pengajuan dokumen-dokumen yang memenuhi persyaratan L/C. Adanya pemenuhan dokumen-dokumen oleh ekportir menyebabkan bank yang ditunjuk (nominated bank) dapat berupa bank penegosiasi (negotiating bank), bank pembayar (paying bank), atau bank pengaksep (accepting bank), akan membayar tagihan eksportir atas pengajuan dokumen-dokumen yang memenuhi persyaratan L/C. Selanjutnya bank penerbit akan melakukan penggantian pembayaran kepada bank yang ditunjuk karena telah melakukan pembayaran kepada eksportir. Pokok permasalahan yang disampaikan dalam skripsi ini adalah bagaimana tindakan bank penerbit apabila ada permohonan penolakan pembayaran yang diajukan oleh importir karena terdapat penipuan terhadap dokumen dalam L/C dan bagaimana hubungan antara sales contract yang dibuat antara penjual dengan pembeli terhadap pemeriksaan dokumen-dokumen yang sedang dinegosiasikan dalam L/C yang mengandung penipuan. Penelitian ini adalah penelitian hukum kepustakaan (normatif) yang berupa penemuan hukum in concreto. Hasil penelitian dalam hal terjadi penipuan, dapat saja bank penerbit menolak permohonan penolakan pembayaran dari beneficiary apabila terdapat hal-hal yang menyebabkan pengecualian penipuan tidak berlaku atau dengan kata lain tindakan bank penerbit dapat menerima atau menolak permohonan penolakan pembayaran. Demikian juga dengan tidak dibayarnya beneficiary oleh bank penegosiasi karena terdapat penipuan dokumen (forged or fraudulent document) merupakan bukti batal demi hukumnya prinsip keterikatan dokumen. Selanjutnya karena adanya penolakan pembayaran dari bank penegosiasi terhadap beneficiary, menimbulkan antara L/C dengan kontrak-kontrak lainnya termasuk sales contract yang akan menjadi satu kesatuan.

ABSTRACT
Refer to L/C financing, exporter have a right to receive payment against their documents presentation as comply with L/C terms. The presentation of exporter’s documents made a nominated bank as acted as negotiating bank, paying bank or accepting bank will pay exporter’s draft due to the documents presentation which it had passed as comply with L/C terms. Issuing bank will make a reimbursement to nominated bank as it had made a payment to exporter. The main problem will be described in this writing: How is the action of issuing bank when a submission of payment rejection came from importer as L/C documents fraud was underlying on it and how is the relationship between sales contract made by seller and buyer against documents verification under negotiating progress contained the fraud. This research is a librarian legal research (normative) to gain legal finding in concreto. Based on the findings, if any fraud arises, issuing bank can push away a submission of payment rejection by beneficiary when any reason caused by the fraud exception is not valid or in other words, the action of issuing bank can approve or reject the submission of payment rejection. Also, the condition of unpaid bills occurred on beneficiary by negotiating bank as the result of forged or fraudulent document are the evidence of void ab initio for the principles of dependence documents. Afterwards, the action of payment rejection by negotiating bank to the beneficiary, will appear the relationship between L/C with other contracts, including sales contract became a unity.
111654084H1L008047RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI BEASISWA
MENGGUNAKAN FRAMEWORK CODEIGNITER
(STUDI KASUS DI FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK UNSOED)
Beasiswa adalah pemberian berupa bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan yang bertujuan untuk digunakan demi keberlangsungan pendidikan yang ditempuh. CodeIgniter merupakan framework pengembangan aplikasi web yang menggunakan PHP. Tujuan dari CodeIgniter adalah untuk memberikan kesempatan kepada orang untuk membuat web lebih cepat dibanding dilakukan dari nol (from scratch), dengan menyediakan sekumpulan library untuk mengerjakan proses-proses yang biasa dilakukan, disertai dengan interface dan struktur logika yang sederhana untuk mengakses library tersebut. Pada penelitian ini dibangun Sistem Informasi Beasiswa menggunakan framework CodeIgniter untuk manajemen seleksi beasiswa dengan efektif, tepat guna, tepat sasaran, serta dapat diakses secara online sehingga sistem tersebut dapat digunakan kapan saja dan di mana saja tanpa terbatas pada waktu dan tempat tertentu.Scholarship is gift of financial assistance given to individuals who intended to be used for the continuation of education . CodeIgniter is a web application development framework that uses PHP. The purpose of CodeIgniter is to provide the opportunity for people to make the web faster than from scratch (from scratch), provide the set of libraries to work processes used to do, along with the interface and simple logic structure to access these libraries. In this study design and development of scholarship information system using codeigniter framework for effective manajement of the scholarship selection, efficient, effective, and is also available online so that the system can be used anytime and anywhere without being confined to a particular time andplace.
111664086G1G008014PENGARUH PEMBERIAN CONCENTRATED YOGHURT PER ORAL TERHADAP KEPADATAN KOLAGEN PASCA INSISI FLAP GINGIVA
TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus galur Sprague dawley)
Proses penyembuhan luka diperlukan untuk memulihkan kembali fungsi jaringan. Kolagen sebagai salah satu penyusun jaringan ikat gingiva berperan penting dalam proses penyembuhan luka. Kandungan asam amino arginin, prolin, dan vitamin C dalam concentrated yoghurt diketahui dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian concentrated yoghurt terhadap kepadatan kolagen pasca insisi flap gingiva tikus Rattus norvegicus galur Sprague dawley. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan the postest only control design group. Penelitian ini menggunakan 27 ekor tikus jantan Sprague dawley yang terdiri dari 3 kelompok yaitu kelompok perlakuan (9 ekor), kelompok kontrol positif (9 ekor) dan kelompok kontrol negatif (9 ekor). Perlakuan insisi flap dibuat pada gingiva labial mandibula, dibawah kedua gigi insisivus sentralis menggunakan blade dan scalpel dengan ukuran ± 5 mm. Aplikasi diberikan secara per-oral sebanyak 1 kali. Pada kelompok perlakuan, kontrol positif dan kontrol negatif tikus dimatikan masing-masing 9 ekor pada hari ke-3, hari ke-8, dan hari ke-14, kemudian daerah perlukaan dibuat sediaan histologi dengan pewarnaan Mallory Trichrom. Data diuji dengan Kruskall-Wallis-H test dan Mann-Whitney-U test. Hasil menunjukkan ada pengaruh pemberian concentrated yoghurt per oral terhadap kepadatan kolagen pasca insisi flap gingiva tikus putih (Rattus norvegicus galur Sprague dawley). Wound healing process is needed to restore tissue function. Collagen as a part of gingival connective tissue has an important role in wound healing process. Concent of amino arginin acid, prolin, and vitamin C in concentrated yoghurt are known able to accelerate wound healing process. This study aimed to determine the effect of giving concentrated yoghurt against the collagen density in wound healing process after incision a flap of the Rattus norvegicus galur Sprague dawley rat’s labial gingival. The type of this study is laboratories experimental with post test only control group design. This study used 27 male Sprague dawley rats were comprised of three groups: the treatment group (consists of 9 rats), positive control group (consists of 9 rats) and negative control group (consists of 9 rats). Treatment of incision flap created in the mandible gingival labial, under the second incisor teeth using centralis blade and scarpel with the size of 5 mm. Application given in oral once time a day. In the treatment group, positive control and negative control, the rats were off at each nine tails on day 3, day 8 and day 14 then making the histological preparations stained with Mallory Trichrom in the injury area. The data was analyzed with Kruskall-Wallis-U test and Mann Whitney-U test. The results showed there is an effect of giving concentrated in oral application against collagen density after gingival flap incision of the Rattus norvegicus galur Sprague dawley.
111674273H1G008033PENDUGAAN HASIL TANGKAPAN MAKSIMUM LESTARI (MSY) IKAN PARI (Rajiformes spp) DENGAN MODEL GORDON-SCHAEFER DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA KEJAWANAN CIREBONSumberdaya ikan Pari yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan Kota Cirebon mempunyai potensi yang dominan. Pemanfaatan sumberdaya laut tersebut dapat mendukung serta mengembangkan perekonomian, namun dalam pengelolaannya perlu memperhatikan kondisi fishing ground yang ada agar tetap terjaga kelestariannya. Penelitian ini berjudul Pendugaan Hasil Tangkapan Maksimum Lestari (Msy) Ikan Pari (Rajiformes Spp) Dengan Model Gordon-Schaefer Yang Didaratkan Di Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan Cirebon. Metode penelitian ini menggunakan model Gordon-Schaefer untuk mencari MSY dan MEY dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil tangkapan dan upaya pada tingkat Maximum Sustainable Yield (MSY) sebesar 1941.048643 ton/tahun dan 336 trip/tahun. Estimasi nilai Maximum Economic Yield (MEY) dan Open Acces (OA) pada tingkat 1941.016814 ton/tahun ; 335 trip/tahun. dan 31.31299795 ton/tahun ; 670 trip/tahun. Analisis dengan model Schaefer menunjukan bahwa sudah terjadi tangkapan lebih (overfishing) sejak tahun 2002 dengan tingkat Total Allowable Catch (TAC) sebesar 140%.Stingray resources which were landed in Kejawanan Nusantara Fishery Port of Cirebon presented potential dominance. Utilization of marine resources could support and develop economy; however its management should consider existing fishing ground in order to maintain the sustainability. This study entitled Estimating Maximum Sustainable Fishing (MSY) of Stingray (Rajiformes Spp) Using Gordon-Schaefer model in Kejawanan Nusantara Fishery Port of Cirebon. Data were then analyzed descriptivly using Gordon-Schaefer model to find out MSY (Maximum Sustainable Yield) and MEY (Maximum Economic Yield). The results showed that the fishing yield and effort at MSY of 1941.048643 tonnes/year and 336 trips/year. Estimated MEY and Open Access (OA) were at 1941.016814 tonnes/year; 335 trip/year; and 31.31299795 tons/year; 670 trip/year, respectively. Analysis of Schaefer model showed that overfishing had occurred since 2002 with the level of Total Allowable Catch (TAC) of 140%.
111684087E1A006175KEBIJAKAN PEMBERIAN UANG DUKA WAFAT KEPADA PEGAWAI NEGERI SIPIL
DI PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS
Aparatur pemerintah memiliki peran yang sangat penting di dalam mewujudkan pembangunan nasional, baik aparatur pemerintah yang berada di pusat maupun yang berada di daerah sehingga keberadaannya perlu ada penataan yang lebih baik di masa reformasi sekarang ini. Pasal 32 Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 menyebutkan bahwa kesejahteraan yang diberikan bukan hanya kepada Pegawai itu saja tetapi juga kepada keluarganya. Semua hal tersebut bertujuan agar para Pegawai Negeri Sipil tekun dalam bekerja. Bahkan kesejahteraan bagi para pegawai terus di tingkatkan salah satunya yaitu kesejahteraan bagi para ahli waris atau keluarga yang ditinggalkan apabila seorang Pegawai Negeri Sipil saat masih aktif meninggal dunia, hal tersebut di atur dalam Pasal 11 PP Nomor 12 Tahun 1981 Tentang Perawatan, Tunjangan Cacat dan Uang Duka Pegawai Negeri Sipil.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian preskriptif, , Sumber bahan hukum Bahan hukum primer, sekunder dan tersier, metode pengumpulan bahan hukum dalam penelitian ini dilakukan dengan inventarisasi peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan studi kepustakaan, metode penyajian bahan hukum disajikan dalam bentuk teks naratif, dan metode analisis yang dipergunakan adalah analisis normative kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal.
Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam hal pemberian uang duka wafat bagi pegawai negeri sipil hanya berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan PP Nomor 12 Tahun 1981 Tentang Perawatan dan tidak mengeluarkan kebijakan peraturan baik berupa peraturan bupati maupun peraturan daerah.
Government officials have a very important role in achieving national development, both government officials who are in the center and in the regions so that its presence there needs to be a better arrangement in the reform now. Article 32 of Law No. 43 of 1999 states that welfare is given not only to the clerk, but also to his family. All of it is intended that the Civil Service diligent work. Even the welfare of the employees continue to be improved one that is welfare for the heirs or the families left behind when a civil servant dies while still active, it is regulated in Article 11 of Government Regulation No. 12 Year 1981 About Care, Disability Allowance and Money grief Civil Service.
The research method used in this study is a normative juridical approach, specification research study is prescriptive, sources of primary legal materials legal materials, secondary and tertiary methods of collection of legal materials in the study conducted by an inventory of legislation, documentation and studies literature, the method of presentation of legal materials are presented in the form of narrative text, and analysis method used was a qualitative analysis of the normative model of systematic and grammatical interpretation.
Banyumas regency government in terms of provision of mourning for the death of civil servants only pursuant to Law No. 43 Year 1999 on Amendment of Law. 8 Year 1974 on the Fundamentals of Civil Service and Government Regulation No. 12 Year 1981 About Nursing and regulatory policies issued in the form of rules and regulations regents area.
111694081C1C008032EFEKTIVITAS RETRIBUSI DAERAH DAN PAJAK DAERAH SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARAThis study entitled "Effectiveness and Local Tax Levies And Influence Revenue Banjarnegara district". The Purpose of this research objective was to examine the effectiveness of Regional Tax and Retribution and Its Effect on the dependent variable PAD with Revenue and the independent variable and Local Tax Levies.
This study uses secondary data, namely the realization of the target and local tax levies and Banjarnegara district 2006-2010.
From the analysis using effectiveness calculations and multiple linear regression analysis, it was concluded that the management of the collection of levies and Local Taxes, in Banjarnegara district during the year 2006-2010 has been effective with the effectiveness Retribution 109.2 percent and 100 percent for local taxes . Retribution partially significant effect in the District Revenue Regional Tax Banjarnegara and partially no significant effect in the District Revenue Banjarnegara
Penelitian ini berjudul “Efektivitas Retribusi Daerah dan Pajak Daerah Serta Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Banjarnegara”. Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui efektivitas Retribusi Daerah Dan Pajak Daerah serta Pengaruhnya terhadap PAD dengan variabel dependen Pendapatan Asli Daerah dan variabel independen Retribusi Daerah dan Pajak Daerah.
Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu target dan realisasi retribusi daerah dan pajak daerah Kabupaten Banjarnegara tahun 2006-2010.
Dari hasil analisis dengan menggunakan perhitungan efektivitas dan analisis regresi linear berganda, didapatkan kesimpulan bahwa Pengelolaan pemungutan Retribusi Daerah dan Pajak Daerah, di Kabupaten Banjarnegara selama periode tahun 2006-2010 sudah efektif dengan tingkat efektifitas Retribusi Daerah 109,2 persen dan untuk Pajak daerah 100 persen. Retribusi Daerah secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Banjarnegara dan Pajak Daerah secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Banjarnegara.
111704091G1A008065HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH ANTARA SEBELUM DAN SESUDAH KERJA PADA KARYAWAN STASIUN KERETA API PURWOKERTOLatar belakang : Perkembangan transportasi di Indonesia terus mengalami kemajuan, terutama di bidang perkereta apian. Kebisingan yang ditimbulkan dari kereta api mampu menimbulkan efek viseral seperti perubahan tekanan darah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara intensitas kebisingan dengan perubahan tekanan darah antara sebelum dan sesudah kerja pada karyawan stasiun kereta api Purwokerto.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode cross sectional. Sampel diambil dengan total sampling yaitu seluruh karyawan yang bekerja di stasiun Purwokerto. Jumlah sampel adalah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui data kuisioner, pengukuran intensitas kebisingan, pengukuran tekanan darah, dan pengukuran IMT ( indeks massa tubuh ) pada karyawan stasiun. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Korelasi Spearman dengan SPSS 15.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan di lingkungan kerja dengan perubahan tekanan darah sistolik (p = 0,0001; r = 0,755) dan tekanan darah diastolik (p = 0,001; r = 0,566).
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara intensitas kebisingan dengan perubahan tekanan darah sistolik maupun tekanan darah diastolik antara sebelum dan sesudah kerja pada karyawan stasiun kereta api Purwokerto.


Background: The transportation development in Indonesia is more efflorescent. The noise from train caused visceral effect such as blood pressure changes.This study aimed to know the correlation between the high frequency sound in Purwokerto train station and the train station workers’ blood pressure alteration.
Method: This study was observational analytic cross sectional method. In order to collect the data, this study uses total sampling procedure which takes 30 Purwokerto train station workers. Data collected through the data questionnaire, measuring the intensity of noise, blood pressure measurement, and the measurement of BMI (body mass index) on a station workers. The data analysis is completed through the statistic analysis of the correlation between the correlation Spearman and SPSS 15.
Results: The study found that there’s a significant correlation between the high frequency sound in Purwokerto train station and the train station workers’ blood pressure alteration. The blood pressure of the workers checked in this study included the systole and diastole pressure. Based on the study, the workers’ systole is p = 0, 0001; r = 0, 755, while the workers’ diastole is p = 0, 001; r = 0, 566
Conclusion: The conclusion of the study that there’s a significant correlation between the high frequency sound in Purwokerto train station and the train station workers’ blood pressure alteration
111714092C1A008030PRODUKTIVITAS INDUSTRI KECIL KERAJINAN RAMBUT
Studi Kasus di Desa Karangbanjar Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal, bahan baku dan tenaga kerja dengan nilai produksi dan untuk menyelidiki perbedaan dalam produktivitas rambut industri kerajinan kecil berdasarkan skala usaha dan lama usaha di Desa Karangbanjar Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan data primer. Data primer diperoleh melalui kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi, uji F dan uji t. Berdasarkan hasil perhitungan, modal variabel, bahan baku dan tenaga kerja memberikan dampak positif terhadap nilai produksi industri di industri kecil kerajinan rambut di Karangbanjar. Uji F Hasil penelitian menunjukkan modal variabel simultan, bahan baku dan tenaga kerja memberikan dampak positif terhadap nilai produksi kerajinan industri kecil rambut di Desa Karangbanjar. Hasil uji t menunjukkan variabel modal, bahan baku dan tenaga kerja memberikan dampak positif terhadap nilai produksi kerajinan industri kecil rambut di Karangbanjar. This research aimed to determine the effect of capital, raw materials and labor to the value of production and to investigate differences in the productivity of small industries hair craft based on length scale and efforts on the District Karangbanjar Bojongsari Purbalingga. This study uses primary data. Primary data were obtained through questionnaires. The data analysis technique used in this study is regression analysis, F test and t test. Based on calculations, variable capital, raw materials and labor give a positive effect on the value of industrial production in small industries of hair craft in Karangbanjar. The results F test showed simultaneous variable capital, raw materials and labor give a positive effect on the value of the production of small industrial hair craft on Karangbanjar. The results of t-test showed variable capital, raw materials and labor give a positive effect on the value of the production of small industrial hair craft on Karangbanjar.
Keywords : the value of production, productivity, capital, raw, labor, Karangbanjar
111724094C1C009045PENGARUH PEMBERIAN PINJAMAN MODAL USAHA YANG
DIKELOMPOKAN ATAS MODAL KERJA DAN MODAL
INVESTASI TERHADAP PENINGKATAN
KINERJA USAHA KECIL
(Survei pada usaha kecil mitra binaan PT. PLN (Persero) dan
PT. Telkom (Persero) Area Purwokerto)
RINGKASAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang
signifikan, pinjaman modal usaha dari PT. PLN dan PT. Telkom Area Purwokerto
terhadap peningkatan kinerja usaha kecil. Kemudian juga untuk mengetahui faktor
manakah diantara pinjaman yang digunakan untuk modal kerja dan pinjaman yang
digunakan untuk modal investasi yang memiliki pengaruh lebih besar terhadap
peningkatan kinerja usaha kecil. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
metode survai dengan menggunakan data primer dan data sekunder.
Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda, pengujian
statistik dan uji elastisitas. Berdasarkan hasil perhitungan Uji F untuk variabel modal
kerja dan modal investasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap
peningkatan kinerja pada usaha kecil. Secara parsial dengan menggunakan Uji t,
variabel modal kerja tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kenaikan
laba usaha, sedangkan modal investasi memberikan pengaruh yang signifikan
terhadap kenaikan laba usaha.
Perhitungan uji elastisitas untuk mengetahui variabel mana yang paling
berpengaruh pada peningkatan kinerja (laba usaha). Dari uji elastisitas diperoleh
bahwa penggunaan pinjaman untuk modal investasi berpengaruh lebih besar terhadap
peningkatan kinerja (laba usaha) dibandingkan penggunaan pinjaman untuk modal
kerja.
Implikasi Penelitian ini adalah penyaluran kredit dari pihak BUMN harus
diikuti dengan pembinaan serta mentoring. Penelitian selanjutnya diharapkan bisa
menambah sampel dari banyak BUMN serta menambah variabel yang belum diteliti
dalam penelitian ini.
Kata Kunci: Modal Kerja, Modal Investasi dan Peningkatan Kinerja Usaha Kecil.
SUMMARY
This study aims to determine whether there is a significant effect, capital
loans from PT. PLN and PT. Telkom Purwokerto area to increase the performance of
small businesses. Then also to know which factor among loans used for working
capital and loans used for capital investments that have greater influence on small
business performance improvement. This reset use survey method with primer data
and sekunder data.
The analysis method used is multiple linear regression, statistic test and
elasticity test. Based on the result of simultan test, working capital and investment
capital have significance influence to performance improvement on small enterprise.
In parsial test, working capital hasn’t significance influence to increasing net income,
while investment capital has significance influence to increasing net income.
Calculation of elasticity test is used to determine, which variables are most
influencial on performance improvement. From elasticity test optained that the use of
loans for capital investment have greater influence on performance improvement
compared with the loan for working capital.
Implication of this research is credit distribution from BUMN should be
followed by coaching and mentoring. Next reaset is expected to add other variable
which hasn’t been studied.
Keyword: Working Capital, Invesment Capital, and Increase the performent of small
businesses.
111734093C1C009023ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN BASIS AKRUAL DALAM SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAHAN DI SKPD KABUPATEN CIAMISPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sumber daya manusia, komitmen organisasi, pemahaman SAP, sarana dan prasarana, teknologi informasi dan pengendalian intern secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap penerapan basis akrual dalam sistem pemerintahan di SKPD Kabupaten Ciamis dan untuk mengetahui variabel manakah yang paling berpengaruh dominan terhadap penerapan basis akrual.
Sampel dalam penelitian ini adalah SKPD Kabupaten Ciamis pada tahun 2012 yang berjumlah 70 SKPD. Responden dalam penelitian ini adalah kepala sub bagian akuntansi/keuangan. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober-November 2012. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan menggunakan asumsi klasik dan uji elastisitas. Dalam uji hipotesis yang pertama digunakan uji F dan uji t dan untuk hipotesis kedua digunakan uji elastisitas.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sumber daya manusia, komitmen organisasi, pemahaman SAP, sarana dan prasarana, teknologi informasi dan pengendalian intern berpengaruh positif signifikan terhadap terhadap penerapan basis akrual. Variabel komitmen organisasi bukan merupakan variabel yang paling berpengaruh dominan terhadap penerapan basis akrual di SKPD Kabupaten Ciamis melainkan variabel pemahaman SAP.
Implikasi penelitian ini adalah komitmen dan komunikasi didalam organisasi harus lebih ditingkatkan, perlu diadakannya pendidikan dan pelatihan tentang basis akrual, perlu diadakannya sosialisasi yang terjadwal dan simulasi penerapan SAP basis akrual, perlu diadakannya jadwal pemeliharaan peralatan secara teratur ,integrasi antar sistem perlu dilakukan dan perlu meningkatkan sistem pengendalian internal di lingkungan SKPD.
Penelitian selanjutnya diharapkan bisa memperluas lingkup sampel penelitian serta menambah variabel yang belum diteliti dalam penelitian ini.
Kata kunci : sumber daya manusia, komitmen organisasi, pemahaman SAP , sarana dan prasarana, teknologi informasi, pengendalian internal dan penerapan basis akrual.
This research aims to find out significant and positive influences of human resources, organization commitment, SAP understanding, facilities, information and technology and partial internal controlling on application of accrual based on goverment system and to know which variable that is the most influencial dominantly on accrual based application.
Sample of this research consists of 70 SKPD in SKPD Ciamis Regency. The respondent of the research is the chief of accounting subdivision. The collecting of the data is done on october to november 2012. The analysis method that is used by the researcher is doubled linear regression using clasical assumption and elasticity test. In first hypothesis test, the used test are F test and t test. Then for second hypothesis test is using elasticily test.
The result of the research shows that human resources, organization commitment, SAP understanding, information and technology and internal controlling influence positively and significantly on accrual based application. Organization commitment variable is not the most influencial dominantly on accrual based application in SKPD of Ciamis regency, the most influencial one is human resources variable.
The research implications are commitment and communication in organization have to be improved. It needs to hold a study and training about SAP, it needs to hold the scheduled socialization and simulation of SAP accrual based application, it needs to arrange schedule of facility maintenance regularly, integration among systems is needed to be done and it needs to strengthen internal controlling system internal in SKPD environment.
The next research is expected to larging research sample range and to add more variables that are not researched yet in this research.
Keywords: human resources, organization commitment, SAP understanding, facilities, information and technology, internal controlling and accrual based application.
111744095G1G008018PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis) 10% PADA PERIODONTAL DRESSING TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA GINGIVA
(Kajian In Vivo pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus))
Periodontal dressing merupakan bahan yang diaplikasikan setelah dilakukan bedah periodontal. Periodontal dressing formula Baer merupakan salah satu jenis periodontal dressing non-eugenol. Periodontal dressing ini hanya berfungsi menutup luka dari iritasi, tetapi tidak dapat mempercepat proses penyembuhan. Daun teh hijau (Camellia sinensis) merupakan tanaman yang berpotensi untuk mempercepat penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan pengaruh penambahan ekstrak etanol daun teh hijau 10% pada periodontal dressing terhadap jumlah fibroblas dalam proses penyembuhan luka gingiva kelinci. Dua puluh empat ekor kelinci dibagi dalam dua kelompok, yaitu kontrol dan perlakuan. Perlukaan pada gingiva rahang bawah kelinci dibuat menggunakan punch biopsy diameter 2 mm. Luka pada kelompok perlakuan ditutup dengan periodontal dressing yang mengandung ekstrak etanol daun teh hijau 10%, sedangkan pada kelompok kontrol ditutup dengan periodontal dressing tanpa ekstrak etanol daun teh hijau. Empat ekor kelinci dari tiap kelompok didekapitasi pada hari ke-3, ke-5 dan hari ke-7 setelah perlukaan. Jaringan luka dibuat preparat histologis dengan pengecatan Hematoksilin Eosin (HE) untuk mengamati jumlah fibroblas. Data jumlah fibroblas dianalisis menggunakan uji statistik one way ANOVA dilanjutkan dengan uji Post-Hoc LSD. Hasil uji statistik one way ANOVA membuktikan adanya perbedaan yang bermakna (p<0,05) antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pada uji beda LSD menunjukkan bahwa hampir semua berbeda bermakna (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan ekstrak etanol daun teh hijau 10% pada periodontal dressing berpengaruh terhadap jumlah fibroblas dalam proses penyembuhan luka gingiva kelinci.Periodontal dressing is a material which is applied after periodontal surgery. Periodontal dressing formula Baer is one of non-eugenol periodontal dressing type. This dressing is only used to close the irritation wound, but can not accelerate the healing process. Green tea (Camellia sinensis) leaves is a plant that has the potential to accelerate wound healing. This study aimed to prove the effect of adding 10% ethanol green tea leaves extract in periodontal dressing to the number of fibroblasts in wound healing process on the gingiva rabbits. Twenty four rabbits were divided into two groups, one group was a treatment group, while the other one was the control group. A wound in the mandible gingiva of rabbit was made by 2 mm diameter punch biopsy. The wound on the treatment group was covered by using periodontal dressing contained 10% ethanol green tea leaves extract, while the control group was covered by using periodontal dressing without ethanol green tea leaves extract. Four rabbits from each group were sacrified at 3rd, 5th, and 7th day after being wounded. The wounded tissues were processed for histological preparations and stained with Hematoxylin Eosin (HE) method in order to observe the number of fibroblasts. Data on the number of fibroblasts was analyzed using one way ANOVA test dan Post-Hoc LSD test. The results of one way ANOVA statistical test proving the existence of significant diferences (p<0,05) between treatment and control group at 3rd, 5th, and 7th day after being wounded. In different test LSD showed that nearly all significant (p<0,05). In conclusion, the addition of 10% ethanol green tea leaves extract in periodontal dressing affect the number of fibroblasts in wound healing process on the gingiva rabbits.
111754097G1A006120SORROW IN LORD BYRON’S “WHEN WE TWO PARTED”ABSTRAK
Penelitian ini menjelaskan tentang sorrow in Lord Byron’s “When We Two Parted”.Tujuannya adalah untuk menemukan bagaimana kesedihan tersebut di refleksikan pada puisi “When We Two Parted. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesedihan dapat di refleksikan dalam puisi melalui tiga unsur intrinsik yaitu diksi, citraan dan bunyi, yang mana akan di hubungkan satu sama lain untuk mengungkap nuansa kesedihan. Dua jenis diksi yang dapat mengungkap kesedihan dalam puisi adalah denotasi (keheningan, airmata, pucat, dingin, sesal dan lain-lain) dan konotasi (dingin, jam, embun, lonceng kematian,cahaya dan lain-lain). Kesedihan juga di tunjukkan melalui lima jenis citraan, yaitu penglihatan (airmata, pucat, dingin, embun dan peringatan), Pendegaran (lonceng kematian), Rasa (dingin), perasaan (patah hati, merinding, melupakan, menipu, dan lain-lain) and gerakan (lonceng kematian dan merinding). Suara yang menunjukkan kesedihan dalam puisi adalah Rima (berpisah--hati, pagi-peringatan, baik- berkata, tahun-airmata), Refrain (Kamu, dingin,mengenal mu, lama), Aliterasi (ketika,kami, dan lain-lain), Asonansi (kami, berpisah, dalam, airmata, dan lain-lain), Cacofoni (pagi, dingin, merasakan, peringatan, apa,rasakan , dan lain-lain).
Kata kunci : Diksi- Citraan- Bunyi- Kesedihan
ABSTRACT
This research is about sorrow in Lord Byron’s “When We Two Parted”. The purpose is to find out how the sorrow is reflected in poem “When We Two Parted”. The result shows that sorrow is reflected in the poem through three intrinsic elements namely diction, imagery and sound are connected each other to reveal sorrow nuances. Two kinds of diction that reveals sorrow in the poem is denotation (silence, tears, pale, cold, rue and others) and connotation (cold, hour, dew, knell, light, and others). Sorrow is shown through five kinds of imagery, namely Visual (tears, pale and cold, dew, warning, and others), Auditory (knell), Tactile (cold), Internal (broken hearted, shudder, forget, deceive and others) and Kinesthetic (knell and shudder). Types of sounds that show sorrow in the poem are Rhyme (parted-hearted, morning-warning, well- tell, years-tears, and others), Refrain (Thy, cold, knew thee, long, and others), Alliteration (when, we, and others), Assonance (we, parted, in, tears, and others), Cacophony (morning, chill, felt, warning, what, fell, and others).

Keywords: Diction-Imagery-Sound-Sorrow.
111764085H1B009037MODEL PREDATOR-PREY DENGAN DUA PREDATORBerdasarkan model predator-prey dengan dua predator, diperoleh titik kesetimbangan pada kasus umum dan kasus patologis. Perilaku dinamik model dapat diketahui dengan menentukan kestabilan titik kesetimbangan. Kestabilan titik kesetimbangan model predator-prey dengan dua predator pada kasus umum tidak menunjukkan terjadinya keadaan koeksistensi (tumbuh secara beriringan) pada kedua predator dan untuk jangka waktu yang lama salah satu predator akan mengarah pada kepunahan lokal meskipun tidak ada kompetisi di antara kedua predator. Berdasarkan model predator-prey dengan dua predator pada wereng batang coklat dengan predator kepik mirid dan kumbang tomcat, dapat diketahui bahwa jumlah wereng batang coklat dan kedua predator tersebut akan berosilasi menuju nilai tertentu dengan rentang waktu yang semakin singkat. Dalam jangka waktu yang lama, jumlah wereng batang coklat dan kedua predator akan menuju ke titik kesetimbangan, yaitu jumlah wereng batang coklat 8 ekor per rumpun, kepik mirid 1 ekor per rumpun dan kumbang tomcat akan mengarah pada kepunahan lokal.Based on predator-prey model, obtained an equilibrium point on general case and pathological case. The model’s dynamic behavior can be known by determining the stability of equilibrium points. The stability of equilibrium points of predator-prey model with two predators in general case does not indicate a state of coexistence (grown in tendem) on both predators. In this case, for long period of time one of those predators will be locally extinct although there is no competition between them. Based on predator-prey model with two predators on rice brown plant hopper with two predators, Cyrtorhinus lividipennis and Paederus fuscifes, it can be known that the sum of the rice brown plant hopper and both predators will oscillate toward a particular value with a shorter span of time. By the long period, the number of rice brown plant hopper and both predators will move toward an equilibrium point, 8 rice brown plant hopper per cluster, 1 Cyrtorhinus lividipennis per cluster, and Paederus fuscifes will be locally extincted.
111773746G1B007093Faktor-Faktor yang berhubungan dengan keberadaan kuman pada alat makan di kantin UNSOED 2012
Alat makan merupakan salah satu faktor yang memegang peranan dalam penularan penyakit, sebab alat makan yang tidak bersih dan mengandung mikroorganisme dapat menularkan penyakit melalui makanan, sehingga proses pencucian alat makan dengan penerapan metode pencucian yang tepat sangat penting dalam upaya penurunan jumlah angka kuman terutama pada alat makan. Tingginya angka kuman pada alat makan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan makanan bisa mempengaruhi tingginya angka kuman pada makanan.Tujuan penelitian yaitu mengetahui faktor yang berhubungan dengan keberadaan kuman pada alat makan di kantin Unsoed Purwokerto. Jenis penelitian menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Analisis univariat menunjukkan pengetahuan petugas pencuci yang rendah yaitu sebanyak (46,4%), kategori metode pencucian yang tidak memenuhi syarat yaitu sebanyak (42,9%), dan Sanitasi tempat yang tidak memenuhi syarat yaitu sebanyak (39,3%). Analisis data bivariat dengan menggunakan uji rank spearman mendapatkan hasil penelitian ada hubungan antara pengetahuan pencuci dengan keberadaan kuman pada alat makan, dengan p (0,000) < 0,05, dan rho = 0,970, ada hubungan antara metode pencucian dengan keberadaan kuman pada alat makan, dengan p (0,000) < 0,05 dan rho = 0,815 ada hubungan antara sanitasi tempat dengan keberadaan kuman pada alat makan, dengan p (0,000) < 0,05 dan rho = 0,958, tidak ada hubungan antara perilaku dengan keberadaan kuman pada alat makan dengan p (0,117) > 0,05 dan , tidak ada hubungan antara personal hygiene dengan keberadaan kuman pada alat makan dengan p (0,362) > 0,05. Bagi petugas pencuci hendaknya melakukan metode pencucian yang baik dan benar, melakukan pencucian dengan air mengalir atau menggunakan 3 bak pencuci, dan selalu membersihkan kantin.

Factors related to the existence of bacteria in eating untelsils at the canteens on UNSOED Purwokerto 2012
Eating utensil was one of the factors that hold important role in transmitting disease since unsterile eating utensils contained microorganism which were able to transmit disease through the food. Therefore, eating utensils washing process with the application of appropriate washing methods were very important for the effort in decreasing the number of bacteria especially for the eating utensils. The high number of bacteria on eating utensils used as food containers could affect on the rate of the number of bacteria on the food. The purpose of this study was to find out the factors related to the existence of bacteria in the eating utensils at canteen on Unsoed Purwokerto. The type of this study by analytic survey method using cross sectional approach. Univariate analysis showed that the low knowledge of dishwashing employees amounted (46,4%), ineligible washing method categories (42,9%), and ineligible sanitation (39,3%). Bivariate data analyses used spearman rank test found that there was relationship between the low knowledge of dishwashing employees and bacteria’s existence in the eating utensils, with p (0,000) < 0,05 and rho = 0,815. Then, there was relationship between washing method and bacteria’s existence in the eating utensils, with p (0,000) < 0,05 and rho = 0,815. Also, there was a relationship between sanitation and bacteria’s existence in the eating utensils, with p (0,000) < 0,05 and rho = 0,958. there was no relationship between behavior and and bacteria’s existence in the eating utensils, with p (0,117) > 0,05 and there was no relationship between personal hygiene and bacteria’s existence in the eating utensils, with p (0,362) > 0,05. For dishwashing employees, it is suggested to do the appropriate washing method and wash using running water or using 3 wash basins and always clean the canteens.

111784099F1D007018RELASI KUASA AKTOR LOKAL DALAM PENGEMBANGAN KOMODITAS BAWANG MERAH DI KABUPATEN BREBESPenelitian ini mengkaji relasi kuasa aktor lokal, yaitu pemerintah, petani dan pedagang bawang merah dari perspektif ekonomi politik, siapa yang diuntungkan dan dirugikan dalam proses pengembangan komoditas bawang merah di KabupatenBrebes. Metode penelitian deskriptif kualitatif, dengansubyek petani, pemerintah daerah,dan pedagang bawang merah. Teknik pengumpulan data denganwawancara,observasidandokumentasi,dianalisis dengan model analisa interaktif, validitas data menggunakan teknik triangulasi. Diperolehkesimpulan bahwa pihakyang paling diuntungkan dan mendominasi relasi adalah pedagang, yang dirugikan adalah petani.Ditemukan fakta mutu bawang merah Brebes kurang baikdanpenggunaanbahankimiadalambudidayasehinggatidak dapat bersaing dengan produk impor, adanya tengkulak dalampemasaran komoditas bawang merahsangat merugikan petani.Disarakanagar pemerintah segera merealisasikan peraturan bupati tentang tataniaga bawang merah, menjadi penengah atau mediator dalam menentukan harga jual, melakukan pendataan lahan bawang merah dan petani, sertamelakukan peningkatan mutu bawang merah secara konkrit.The aim of this research is analyzing the power relation of local actor, ther are govement, farmer and red onion trader looking at political economic perspectif, and who have fortune and unfortune in the development red onion comodities process in Central Java Provinci. The research method uses qualitative descriptive, subjects are govement, farmer and red onion trader, data collectingby interview. observation and document,analyzed by interactive models, data validity by triangulation technique.This research have conclusion that in the actor local relation which realize by some interaction between goverment, farmer and red onion trader, the red onion trader have fortunity, and the unfortuning is farmer. This research found the fact if the red onion quality is not good and using chemical materiso couldn’t competiting with import product, and the “tengkulak” in red onion comodities marketing very unfortuning the farmer.Be suggested: the goverment soon to realizyng the red onion trading, being mediator in the sale price decission, doing data report about red onion area and farmer, grading up red onion quality with real act.
111794145P2CB08048RELATION BENEFITS DALAM INDUSTRI RETAIL: PERSPEKTIF PELANGGAN DAN PERUSAHAAN (STUDI KASUS DI KABUPATEN BANYUMAS)
Penelitian ini dilakukan pada industry retail di Kabupaten Banyumas dengan judul: “Relation Benefits Dalam Industri Retail: Perspektif Pelanggan Dan Perusahaan (Studi Kasus Di Kabupaten Banyumas) ” Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Confidence benefits, social benefits, special treatment terhadap satisfaction with contact personnel, satisfaction with the company, loyalitas to the contact personnel, loyalty to the company, customer personel word of mouth dan company word of mouth. Alat analisis yang digunakan Structural Equation Modeling (SEM).
Dari hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa:
Confidence benefits, social benefits, specials treatment berpengaruh positif terhadap satisfaction with the contact personnel. Satisfaction with contact personnel berpengaruh positif terhadap satisfaction with the company. Satisfaction with contact personnel berpengaruh positif terhadap loyalty to the contact personnel. Satisfaction with the company berpengaruh positif terhadap loyalty to the company. Social benefits berpengaruh positif terhadap loyalty to the contact personnel. Loyalty to the contact personnel berpengaruh positif terhadap loyalty to the company. Satisfaction with contact personel berpengaruh positif terhadap Contact personnel word of mouth. Satisfaction with the company berpengaruh positif terhadap company word of mouth. Customer contact personnel Word of mouth berpengaruh positif terhadap company Word of mouth.
Berdasarkan kesimpulan di atas, untuk meningkatkan favorable word of mouth maka penyedia produk retail perlu meningkatkan Confidence benefits, social benefits dan special treatment tau hubungan marketing dengan pelanggan yang labih baik sebab akan dapat menimbulkan kepuasan pelanggan terhadap karyawan maupun perusahaan yang dampaknya terhadap loyalitas terhadap kontak personnel maupun loyalitas terhadap perusahaan serta akhirnya menimbulkan adanya favorable word of mouth.
Berdasarkan hasil penelitian dan keterbatasan yang ada pada penelitian ini segi model struktural yang digunakan, model ini sudah baik dilihat dari uji cofirmatory dan goodness-of-fit, akan tetapi Penelitian mendatang perlu mempertimbangkan apakah ada perbedaan antara pelanggan yang sedang bertransaksi dengan yang tidak sedang bertransaksi dalam menjelaskan hubungan structural penelitian. Hal ini karena dimungkinkan pelanggan yang sedang bertransaksi dan yang dalam keadaan tidak sedang bertransaksi ketika diminta untuk mengisi daftar pertanyaan yang disodorkan akan memberikan respon yang berbeda. Perlu juga untuk menguji model structural dalam seting industri yang berbeda dilihat dari klasifikasi (produk) atas dasar tingkat kontak antara pelanggan dengan penyedia produk.
The research was conducted on retail industry in Banyumas with the title: "Relationship of Benefits In Retail Industry: Customer Perspectives And Company (Case Studies Banyumas)" The purpose of this study was to determine the effect of Confidence benefits, social benefits, special treatment on satisfaction with contact personnel, satisfaction with the company, loyalty to the contact personnel, loyalty to the company, customer personnel and company word of mouth word of mouth. The analysis tool used Structural Equation Modeling (SEM).
From the results of research and data analysis concluded that:
Confidence benefits, social benefits, treatment specials has a positive influence on satisfaction with the contact personnel. Satisfaction with contact personnel has a positive influence satisfaction with the company. Satisfaction with contact personnel has a positive influence loyalty to the contact personnel. Satisfaction with the company has a positive influence loyalty to the company. Social benefits positive influence on loyalty to the contact personnel. Loyalty to the contact personnel has a positive influence loyalty to the company. Satisfaction with contact personnel has a positive influence word of mouth Contact personnel. Satisfaction with the company a positive influence on word of mouth company. Customer contact personnel Word of mouth has a positive influence company Word of mouth.
Based on the conclusions above, to enhance favorable word of mouth the retail product providers need to improve Confidence benefits, social benefits and special treatment tau marketing relationships with customers who seem to be more good reason can lead to customer satisfaction and the company's employees are its impact on loyalty to the contact personnel and loyalty to the company and ultimately lead to a favorable word of mouth.
111804100H1C008004ANALISIS SETTING RELAI JARAK SEBAGAI MEDIA PROTEKSI UTAMA SUTT 150 kV GARDU INDUK KALIBAKAL-GARDU INDUK RAWALO PT. PLN (PERSERO) P3BJB APP PURWOKERTOSaluran transmisi GI Kalibakal - GI Rawalo merupakan saluran transmisi yang pendek, sehingga dibutuhkan distance relay sebagai pengaman utama pada penghantar Kalibakal-Rawalo untuk mengamankan saluran transmisi dari gangguan hubung singkat. Maka dari itu dibutuhkan cara menentukan setting distance relay yang baik agar dapat bekerja dengan handal. Distance relay bekerja dengan membandingkan besaran impedansi gangguan pada saluran dengan impedansi setting relai jarak, kemudian dibagi menjadi beberapa daerah cakupan yaitu zone 1, zone 2 dan zone 3. Studi ini dilakukan untuk menganalalisis setting distance relay yang terdapat pada saluran transmisi GI Kalibakal - GI Rawalo menggunakan Matlab Simulink 7.1. Simulasi dilakukan dengan tiga lokasi gangguan yaitu 1) gangguan yang terletak pada zone 1, 2) gangguan yang terletak pada zone 2, dan 3) gangguan yang terletak pada zone 3. Dari hasil simulasi diperoleh kesimpulan bahwa gangguan yang terjadi pada masing-masing zone menyebabkan kenaikan arus dan mempengaruhi kestabilan tegangan. Dari simulasi juga diperoleh setting distance relay yang tepat yaitu setting zone 1 sebesar 0.68Ω dengan waktu kerja seketika, setting zone 2 sebesar 1.79 Ω dengan waktu kerja 0,4 detik dan setting zone 3 sebesar 2.9 Ω dengan waktu kerja 1,2 detik.Kalibakal substation – Rawalo substation transmission line is a short transmission line, so that it is required distance relay as the main protector on Kalibakal-Rawalo conductor for securing the transmission line from short circuit interruption. Therefore, it is required the method for determining the appropriate setting of distance relay in order to operate well. Distance relay operates by comparing the interrupting impedance quantity on the line with distance relay setting impedance, then it is divided into some area coverage those are zone 1, zone 2 and zone 3. This study was conducted for analizing the setting of distance relay on Kalibakal substation - Rawalo substation transmission line using Matlab Simulink 7.1. From the available model, then it was entered phases short circuit interruption and phases short circuit into the ground. Simulation was conducted by using three areas; those are 1) the interruption that occurred on zone 1, 2) the interruption that occurred on zone 2 and 3) the interruption that occurred on zone 3. From the simulation result, it can be concluded that the interruption that occurred on each zone caused the increase of current and affected the voltage stability. From the simulation, it was also obtained the appropriate distance relay settings, there are: setting zone 1 is 0.68 Ω with prompt operating time, setting zone 2 is 1.79Ω with 0.4 seconds in operating time and setting zone 3 is 2.9 Ω with 1.2 seconds operating time.