Artikel Ilmiah : F1C008087 a.n. ARI WIDIASTANTO
| NIM | F1C008087 |
|---|---|
| Namamhs | ARI WIDIASTANTO |
| Judul Artikel | HUBUNGAN KOMUNIKASI PEMASARAN DENGAN KEPUASAN HUNIAN DI ASTON IMPERIUM PURWOKERTO |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | HUBUNGAN KOMUNIKASI PEMASARAN DENGAN KEPUASAN HUNIAN DI ASTON IMPERIUM PURWOKERTO JURNAL Ari Widiastanto F1C008087 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK JURUSAN ILMU KOMUNIKASI PURWOKERTO 2013 HUBUNGAN KOMUNIKASI PEMASARAN DENGAN KEPUASAN HUNIAN DI ASTON IMPERIUM PURWOKERTO Oleh : Ari Widiastanto F1C008087 Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto ABSTRAK Mewujudkan konsumen yang loyal merupakan suatu harapan semua perusahaan, termasuk Aston Imperium Purwokerto sebagai salah satu penyedia jasa hotel dan convention centre di Purwokerto. Semua itu dapat dilakukan dengan dukungan komunikasi pemasaran yang efektif. Aston Imperium Purwokerto perlu mengetahui harapan yang ingin dicapai dan respon yang diinginkan oleh tamu sebagai sasaran pelayanan. Dengan mengambil judul “Hubungan Komunikasi Pemasaran Dengan Kepuasan Hunian di Aston Imperium Purwokerto”, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi pemasaran yang dilakukan Aston Imperium Purwokerto dalam meningkatkan kepuasan tamu. Dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, maka unit populasi penelitian ini adalah semua tamu yang menginap di Aston Imperium Purwokerto. Metode sampel menggunakan accidental sampling sehingga diperoleh 100 responden. Melalui uji korelasi product moment dan regresi linier sederhana naka dapat diketahui terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Aston Imperium Purwokerto dengan tingkat kepuasan hunian yang ditunjukkan dengan nilai 0,612. Artinya semakin baik komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Aston Imperium Purwokerto maka kepuasan tamu yang menginap juga akan semakin baik. Kepuasan tamu yang menginap sangat berharga bagi Aston Imperium Purwokerto, mengingat banyak hal yang akan menguntungkan, seperti tumbuhnya loyalitas tamu. Oleh kare na itu komunikasi pemasaran menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kepuasan tamu, terutama dengan meningkatkan kinerja karyawan dalam melayani tamu, sejak awal masuk Aston Imperium sampai dengan keluar. Artinya layanan tetap difokuskan pada semua kebutuhan tamu sejak awal sampai akhir. Upaya lainnya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan komunikasi pemasaran melalui promosi yang efektif di media cetak dan elektronik, serta menambah fasilitas penunjang bagi tamu. Kata kunci : Komunikasi Pemasaran, Kepuasan A. Latar Belakang Masalah Perkembangan hotel di Purwokerto mengalami pertumbuhan yang sangat baik, tercatat ada beberapa hotel berbintang dan berskala internasional yang tertarik untuk mengembangkan usahanya di Purwokerto, salah satunya adalah Hotel Aston yang dibangun dengan investasi 50 milliar (www.astonpurwokerto.com). Jumlah rupiah yang sangat fantastis dan ini mungkin sudah diperhitungkan oleh investornya yang percaya akan perkembangan ekonomi di Kota Purwokerto. Kebijakan pemerintah daerah yang sangat mendukung dunia investasi merupakan salah satu pemicu yang menarik bagi para investor untuk dapat menanamkan bisnisnya di Purwokerto, khususnya perhotelan. Kamar yang tersedia di Aston Imperium Purwokerto terdiri dari: 137 Deluxe Room, 5 Junior Suite Room, 3 Suite Room, dan 1 Presidential Suite Room. Untuk Tahun 2012 (sampai dengan Oktober 2012), Aston Imperium Purwokerto telah diakses oleh 35.450 yang menginap, dengan jumlah kamar yang terjual (room night sould) yaitu 18.758. Dengan jumlah hunian yang sangat tinggi bagi hotel yang baru berdiri menjadikan komunikasi pemasaran memegang peranan yang penting bagi laju perusahaan. Komunikasi pemasaran tidak hanya untuk menjaring konsumen sebanyak-banyaknya, tetapi layanan di dalam juga menjadi prioritas. Respon positif sangat diperlukan untuk melahirkan loyalitas tamu, sehingga mereka akan menjadi konsumen setia di masa mendatang. Inti pelayanan yang diberikan oleh karyawan tiada lain adalah kepuasan tamu yang datang berkunjung. Kotler (2001) mengartikan kepuasan sebagai perasaan senang atau kecewa seseorang sebagai hasil dari perbandingan antara prestasi atau produk yang dirasakan dan diharapkannya. Dengan demikian kepuasan tamu adalah penilaian tamu terhadap pelayanan yang diberikan oleh Aston Imperium Purwokerto. Mewujudkan konsumen yang loyal merupakan suatu harapan semua pemasar, termasuk Aston Imperium Purwokerto sebagai salah satu penyedia jasa hotel dan convention centre di Purwokerto. Semua itu dapat dilakukan dengan dukungan komunikasi pemasaran yang efektif. Aston Imperium Purwokerto perlu mengetahui harapan yang ingin dicapai dan respon yang diinginkan oleh tamu sebagai sasaran pelayanan. Pentingnya komunikasi pemasaran dalam membentuk kepuasan konsumen sebagaimana dijelaskan dalam penelitian Hestin (2011) dan Rizal (2009). B. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini: Bagaimana hubungan komunikasi pemasaran yang dilakukan Aston Imperium Purwokerto dalam meningkatkan kepuasan hunian? C. Metode Penelitian dan Analisis Sasaran dalam penelitian ini tamu yang menginap di Aston Imperium Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei. Ciri khas penelitian ini adalah data dikumpulkan dari responden yang banyak jumlahnya dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah tamu yang menginap di Aston Imperium Purwokerto. Jumlah tamu yang berkunjung setiap bulannya fluktuatif, sehingga yang dijadikan acuan adalah jumlah tamu sejak Januari – Oktober 2012 (Tabel 1.) yang berjumlah 35.450. Penentuan ukuran atau besarnya sampel dengan menggunakan metode Slovin (Umar, 2002). Dengan menggunakan rumus Slovin maka dari populasi sejumlah 35.450 diperoleh ukuran sampel sebanyak 99,72, jumlah sampel tersebut kemudian dibulatkan menjadi 100. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Teknik analisa yang digunakan adalah analisis korelasid an regresi sederhana (Sugiyono, 2010). D. Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur (Sugiyono, 2001 : 97). Lebih jauh Sugiyono menjelaskan bahwa instrumen yang reliabel berarti instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Sementara itu validitas menurut Azwar (2000 : 4-5) mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Untuk hasil uji validitas semua item pertanyaan pada keua variabel penelitian lebih besar dari r teoritis yaitu 0,195. Sementara itu nilai reliabilitas dihasilkan nilai reliabilitas lebih besar dari nilai r teoritis sebesar 0,195, sehingga semua item pada pertanyaan variabel penelitian hasilnya valid dan reliabel. E. Deskripsi Variabel Penelitian 1. Deskripsi Variabel Komunikasi Pemasaran Dekripsi komunikasi pemasaran yang telah dipersepsikan oleh tamu Aston Imperium Purwokerto hasilnya bahwa dari 100 responden sebagian besar (62 persen) mempersepsikan komunikasi pemasaran yang telah dilakukan oleh Aston Imperium Purwokerto tergolong sangat baik, selebihnya mengarah baik. 2. Deskripsi Variabel Kepuasan Tamu yang Menginap Deskripsi kepuasan tamu yang menginap di Aston Imperium Purwokerto dapat dilihat dari 100 responden sebagian besar (47 persen) menyatakan bahwa mereka merasa puas pada layanan yang diselenggarakan pihak Aston Imperium Purwokerto. F. Analisis Hubungan Antar Variabel Penelitian Teknik statistik yang dapat digunakan untuk membantu menganalisis kedua hal tersebut di atas adalah teknik korelasi (uji variabel) dan teknik analisis regresi (uji prediksi). Kedua teknik analisis ini mempunyai hubungan yang sangat erat dan saling berkaitan. Setiap regresi pasti ada korelasinya, akan tetapi setiap korelasi belum tentu dilanjutkan dengan regresi. Jika suatu variabel mempunyai hubungan dengan variabel lainnya, kiranya dapat dipertimbangkan bahwa variabel tersebut bisa digunakan untuk memprediksi variabel lain (Sugiyono, 2010). Akan tetapi dalam penelitian akan lebih difokuskan pada pengujian hubungan antar variabel yaitu dengan teknik analisis korelasi product moment. Koefisien korelasi antara komunikasi pemasaran dengan kepuasan tamu yang menginap sebesar 0,612. Guna memperkuat analisis tersebut, kemudian dilakukan uji t diketahui hasil yang diperoleh sebesar 7,658, sedangkan t tabel dengan taraf kepercayan 95 persen (alpha 5 persen) dan 100 responden maka dk = n – 2 atau 100 – 2 = 98 diperoleh t tabel 1,985. Dari hasil perhitungan menunjukkan korelasi antara komunikasi pemasaran dengan kepuasan tamu yang menginap adalah signifikan karena t hitung lebih besar dari t tabel (7,658 1,985), sehingga hipotesis diterima. Dengan kenyataan ini dapat dilihat bahwa komunikasi pemasaran berhubungan dengan kepuasan tamu yang menginap. Keterkaitan ataupun kecenderungan hubungan antara komunikasi pemasaran berhubungan dengan kepuasan tamu yang menginap dibuktikan pula dengan hasil perhitungan regresi sederhana. Hasil perhitungan regresi antara komunikasi pemasaran berhubungan dengan kepuasan tamu yang menginap adalah sebesar 0,612. Uji signifikansi hasil regresi dilakukan dengan membandingkan t hitung dengan t tabel. Diketahui t hitung adalah sebesar 7,658, sedangkan t tabel dengan taraf kepercayaan 95 persen dengan df = n – k – 1 (100-1-1=98) adalah sebesar 1,985, jadi t hitung lebih besar dari t tabel (7,658 > 1,985). Ini berarti komunikasi pemasaran berpengaruh terhadap kepuasan tamu yang menginap, dan nilai pengaruhnya adalah positif. Dari hasil perhitungan regresi seperti tertera pada tabel 18. maka persamaan regresi untuk variabel penelitian ini adalah sebagai berikut: Y = a + bX Kepuasan = 24,089 + 0,488 X Persamaan di atas mengandung makna : 1. Konstanta sebesar 24,089 menyatakan bahwa jika tidak ada variabel komunikasi pemasaran ataupun variabel komunikasi pemasaran = 0, maka kepuasan tamu sebesar 24,089 atau dalam kondisi yang baik. 2. Koefisien regresi komunikasi pemasaram sebesar 0,488 menyatakan bahwa setiap peningkatan/perbaikan komunikasi pemasaran maka akan meningkatkan kepuasan tamu. G. Kesimpulan Hasil perhitungan korelasi dan regresi membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi pemasaran dengan kepuasan tamu yang ditunjukan dengan nilai sebesar 0,612, yaitu nilai tersebut merupakan nilai regresi yang berarti hubungan yang bersifat positif dan mencerminkan hubungan antar variabel yang kuat. Artinya semakin baik komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Aston Imperium Purwokerto maka kepuasan tamu yang menginap juga akan semakin puas. H. Saran 1. Aston Imperium Purwokerto diharapkan mampu mempertahankan iklim kinerja yang kondusif sehingga dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik. Hal ini akan berdampak pada peningkatan penggunaan hotel oleh tamu yang telah menjadi dan yang akan menjadi pelanggan Aston Imperium Purwokerto. Karena itulah komunikasi pemasaran menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kepuasan tamu, terutama dengan meningkatkan kinerja karyawan dalam melayani tamu, sejak awal masuk Aston Imperium sampai dengan keluar. Artinya layanan tetap difokuskan pada semua kebutuhan tamu sejak awal datang hingga pulang meninggalkan Hotel Aston. 2. Upaya yang dapat dilakukan oleh Aston Imperium Purwokerto untuk meningkatkan hunian di masa mendatang, di antaranya dengan meningkatkan komunikasi pemasaran melalui promosi yang efektif di media cetak dan elektronik, serta menambah fasilitas yang saat ini telah ada seperti galery budaya Banyumasan sebagai pengenalan budaya lokal. Upaya ini juga diimbangi dengan penambahan menu-menu makanan khas daerah khususnya Banyumas seperti tempe mendoan, sroto Banyumas dan kuliner Banyumas yang lain sehingga mempunyai nuansa berbeda dibandingkan hotel lainnya yang akan dirasakan oleh tamu. DAFTAR PUSTAKA Atep Adya Barata. 2003. Dasar-dasar Pelayanan Prima. PT. Elex Media Komputindo, Jakarta. Azwar. 2000. Reliabilitas dan Validitas. Pustaka Pelajar, Yogyakarta. Kotler, Philip. 2001. Manajemen Pemasaran (Edisi Kesebelas). PT. Indeks Kelompok Gramedia, Jakarta. Moenir, 1998, Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia, Bumi Aksara, Jakarta. Ratminto dan Atik. 2006. Manajemen Pelayanan, Pustaka Pelajar, Yogyakarta. Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi, 2006, Metode Penelitian Survai, LP3ES, Jakarta. Stanton, William. 1991. Prinsip Pemasaran. PT Gelora Aksara Pratama, Jakarta. Sugiyono, 2001. Metode Penelitian Administrasi. Alfabeta, Bandung. __________, 2010, Statistika untuk Penelitian. Alfabeta, Bandung. Tjiptono F, 1998, 2000, Prinsip-prinsip Total Quality Service, Cetakan Pertama, Edisi Kedua, Andi, Yogyakarta. __________. 2001. Manajemen Jasa, Andi Offset, Yogyakarta. Umar, Husein, 2002, Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT Jenderal Soedirman University Social Science and Politic Science Faculty Communication Program Study January, 2013 Ari Widiastanto F1C008087 The Relationship Marketing Communications on Satisfaction Residential at Aston Imperium Purwokerto. The achieve a loyal consumer expectations of all companies, including Aston Imperium Purwokerto as one of the hotel's services and Convention centre in Navan. All that can be done with the support of effective marketing communication. Aston Imperium Purwokerto need to know the expectations to be achieved and the desired response by guests as the target service. By taking the title of "The Relationship Marketing Communication on Satisfaction Residential at Aston Imperium Purwokerto ", the stud y aims to determine the relationship marketing communications conducted Aston Imperium Purwokerto in improving guest satisfaction. By using quantitative descriptive method, the unit of study population was all guests staying at Aston Imperium Purwokerto. Samples using accidental sampling method to obtain 100 respondents. Through product moment correlation test and simple linear regression naka be known significant relationship between marketing communications made by Aston Imperium Purwokerto the occupancy level of satisfaction indicated by the value of 0.586. That is the kind of marketing communications by Aston Imperium Purwokerto the satisfaction of the guests who stay will also be better. Satisfaction of the guests who stay very valuable for Aston Imperium Navan, considering a lot of things that will benefit, such as growing guest loyalty. That's why marketing communications into one ways to improve guest satisfaction, especially by improving the performance of employees in serving the guest, early entry to exit Aston Imperium. This means that the service remains focused on all guests needs from start to finish. Other efforts that can be done is to improve marketing communications through effective promotion in print and electronic media, as well as adding support facilities for guests. Keywords: Marketing Communications, Satisfaction |
| Kata kunci | Komunikasi Pemasaran, Kepuasan |
| Pembimbing 1 | Dra.Hj. Sri Pengestuti M.si |
| Pembimbing 2 | Dra. Dwi Pangastuti M, M.si |
| Pembimbing 3 | Drs. Bambang Widodo M.Par |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 6 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |