Artikelilmiahs

Menampilkan 11.101-11.120 dari 48.985 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
111014009H1L008013RANCANG BANGUN SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT ZOONOSIS PADA SAPI BERBASIS WEBPenyakit zoonosis merupakan penyakit infeksi yang menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya.Penyakit zoonosis semakin menjadi ancaman, terutama dinegara berpopulasi besar. Maka dari itu dibutuhkan beberapa ahli yang dapat mengetahui cara menangani penyakit tersebut baik dalam mendiagnosis atau penentuan jenis penyakit beserta penangananya. Adakalanya tidak selalu ada ahli yang dapat menangani penyakit tersebut.Untuk itu dibutuhkan sebuah sistem yang dapat membantu menggantikan ahli untuk pendiagnosaan penyakit.
Sistem pakar penyakit zoonosis pada sapi merupakan sebuah aplikasi untuk pemecahan masalah dengan membangun dan mengembangkan suatu sistem yang dapat berperan sebagai seorang ahli dalam bidang penyakit zoonosis pada sapi.Sehingga dapat meringankan tugas dari para pakar dan dapat membantu bagi para peternak atau pengguna.Perancangan dan pembuatan sistem pakar penyakit zoonosis pada sapi ini menggunakan metode waterfall.Metode waterfall yaitu metode pengerjaan dari suatu sistem dilakukan secara berurutan atau secara linear.Tahapan dalam metode pengembangan waterfall yaitu analisis sistem, desain, coding, pengujian dan pemeliharaan.

Kata kunci : Sistem Pakar, Penyakit Zoonosis Sapi, Diagnosis, Waterfall
Zoonosis diseases are infectious diseases that spread from animals to humans or vice versa. Zoonosis diseases are increasingly becoming a threat, particularly in the countries with big population. So it takes some experts who can figure out how to deal with the disease both in diagnosing or determining the type of disease and its handling. Sometimes there is not always an expert that can handle the disease. So that’s why it requires a system that can help replace the expert for diagnosing the disease.
The Cow Zoonotic disease expert system is an application to solving problems by building and developing a system that can act as an expert in the field of zoonotic disease in cattle. So it can ease the task of the experts and can help for the farmers or users. The designing and developing of this expert system use the waterfall method. Waterfall method is the method of working of the system that performed sequentially or in a linear fashion. The steps of waterfall development method are system analysing, designing, coding, testing and maintaining.

Keywords: Expert System, Zoonosis Cow Disease, Diagnosis, Waterfall.
111023995H1L008011RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI INVENTARISASI
LAPORAN KERJA PRAKTIK DAN TUGAS AKHIR
MENGGUNAKAN FRAMEWORK CODEIGNITER
(STUDI KASUS DI PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA UNSOED)
Inventarisasi merupakan kegiatan untuk memperoleh data atas seluruh barang/benda yang dimiliki oleh sebuah instansi dan mendukung efektivitas dan efisiensi dalam upaya pencapaian tujuan sebuah instansi, inventarisasi umumnya masih dikelola secara manual namun dalam Program Studi Teknik Informatika Unsoed proses inventarisasi belum dilaksanakan sehingga data-data laporan kerja praktik dan tugas akhir mahasiswa belum tersimpan dan tercatat di Program Studi Teknik Informatika Unsoed.
CodeIgniter merupakan framework pengembangan aplikasi web yang menggunakan PHP. Tujuan dari CodeIgniter adalah untuk memberikan kesempatan kepada orang untuk membuat web lebih cepat dibanding dilakukan dari nol (from scratch), dengan menyediakan sekumpulan library untuk mengerjakan proses-proses yang biasa dilakukan, disertai dengan interface dan struktur logika yang sederhana untuk mengakses library tersebut.
Pada penelitian ini dibangun Sistem Informasi Inventarisasi Laporan Kerja Praktik dan Tugas Akhir menggunakan framework CodeIgniter untuk mengelola dan menyimpan data-data laporan kerja praktik dan tugas akhir yang memudahkan mahasiswa dalam mencari data-data laporan kerja praktik dan tugas akhir serta memudahkan staff administrasi dalam mengelola data-data laporan kerja praktik dan tugas akhir.
Inventory is an activity to obtain data of all items / objects that are owned by an agency and supports the effectiveness and efficiency to achieving the purpose of an agency, inventory is generally still managed manually but in Informatics Engineering Program Study of Unsoed inventory process has not been implemented so that the data reports practical program and final project students have not been saved and recorded in Informatics Engineering Program Study of Unsoed.
CodeIgniter is a web application development framework that uses PHP. The purpose of CodeIgniter is to provide the opportunity for people to make the web faster than from scratch (from scratch), provide the set of libraries to work processes used to do, along with the interface and simple logic structure to access these libraries.
In this study designed of field experience and final project report inventory information system using codeigniter framework for managing and storing data and a report practices program and final project to facilitate the student for finding report practices program and final project along with facilitate the administrative staff to manage the data report practices program and final project
111033629D1E008069PENGGUNAAN LEVEL PUPUK ORGANIK GRANUL TERHADAP LUAS DAN JUMLAH DAUN RUMPUT GAJAH PADA DEFOLIASI KE DUAPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan level pupuk organik granul terhadap luas dan jumlah daun rumput gajah pada defoliasi ke dua. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan Enam perlakuan, tiap perlakuan terdiri dari Empat kali ulangan. Data yang diperoleh diuji dengan analisis ragam (anava). Jjika perlakuan menunjukkan pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dan untuk mengetahui tren perlakuan maka akan diuji dengan uji Ortogonal Pholynomial. Perlakuan pada penelitian ini adalah R0 (0 ton/ha/defoliasi), R1 (15 ton/ha/defoliasi), R2 (30 ton/ha/defoliasi), R3 (45 ton/ha/defoliasi), R4 (60 ton/ha/defoliasi) dan R5 (75 ton/ha/defoliasi). Peubah yang diamati adalah luas dan jumlah daun rumput gajah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rumput gajah, peningkatan dosis pupuk organik granul dari 0 ton/ha/defoliasi ke level R5 (75 ton/ha/defoliasi) berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan luas daun, dari 102,110 cm2/helai sampai 216,506 cm2/helai. Uji Ortogonal Pholynomial menunjukan grafik linier, Penggunaan pupuk organik granul berpengaruh nyata (P<0.05) meningkatkan jumlah daun. Level R0 (0 ton/ha/defoliasi) ke level R3 (45 ton/ha/defoliasi) daun meningkatkan dari, dengan rataan 8,2 helai daun menjadi 10 lembar per tanaman. Pada uji orthogonal pholynomial menunjukan grafik kuadrater.The purpose of this study was to evaluate the levels of granule organic fertilizer on the leaf area and leaf number of elephant grass. The experimental design used was Completely Randomized design with six treatments, and four replicate/treatment. The data obtained were tested by analysis of variance (ANOVA), if the treatment showed significant effect, then it was continued with the Honesty significant difference test (HSD) to determine the curve trend, it was tested with Orthogonal Pholynomial test. The treatment in this study were R0 (0 tons/ha/defoliation), R1 (15 tons/ha/ defoliation), R2 (30 tons/ha/defoliation), R3 (45 tons/ha/defoliation), R4 (60 tons/ha/defoliation) and R5 (75 tons/ha/defoliation). The observed variables were leaf area and leaf number of elephant grass. The results showed that in Elephant grass the increase of granule organic fertilizer from 0 tons/ha/defoliation to 75 tons/ha/defoliation increased leaf area significantly (P<0.05), from 102,110 cm2/leaf to 216.506 cm2/leaf. Orthogonal Pholynomial test showed a linear graph, while for the number of leaves, the level of granule organic fertilizer had a significant effect (P< 0.05). Until the level of R3 (45 tons/ha/defoliation) the number of leaves increased, 10 leaves per plant and the test showed a quadratic, Orthogonal Pholynomial line.
111044011D1E008076KONSENTRASI VFA TOTAL dan AMONIA TONGKOL JAGUNG (Zea Mays) YANG DIFERMENTASI
DENGAN Aspergillus niger SECARA In Vitro
Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas tongkol jagung yang difermentasi
dengan berbagai level Aspergillus niger di lihat dari produk fermentasi rumen (VFA dan N-NH3) secara
in vitro. Materi yang digunakan adalah tongkol jagung yang di fermentasi menggunakan Aspergillus
niger 2%, 4%, dan 6% cairan rumen sapi yang diambil dari Rumah Potong Hewan (RPH). Metode
penelitian adalah experimental secara in vitro yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan . Perlakuan yang di uji adalah R0 = Tongkol Jagung tanpa
fermentasi, R1 = Tongkol Jagung terfermentasi Aspergillus niger 2%, R2 = Tongkol Jagung terfermentasi
Aspergillus niger 4%, R3 = Tongkol Jagung terfermentasi Aspergillus niger 6%. Konsentrasi VFA berkisar
antara 32,92-19,64 mM dan konsentrasi NH3 berkisar antara 3,96-8,72 mM. Hasil analisis ragam
menunjukkan bahwa fermentasi Aspergillus niger pada tongkol jagung berpengaruh sangat nyata
(P<0,01) terhadap konsentrasi VFA dan N-NH3. Uji orthogonal polynomial menunjukkan respon linier
pada VFA dengan persamaan Y = 32,92 – 8,45 X, respon kuadrater pada N-NH3 dengan persamaanY =
5,36 + 3,967 X – 1,365 X2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi taraf
Aspergillus niger semakin menurunkan konsentrasi VFA dan N-NH3.
The purpose of this research was to find out the increasing quality of fermented corncob with
various level of Aspergillus niger, viewed from the rumen fermentation products (VFA and N-NH3) by
In Vitro. The used material was fermented corncob using Aspergillus niger 2%, 4%, and 6% bovine
rumen liquid taken from slaughter House as soon as possible after slaughtering. The research method
was experimental by In Vitro using Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4
replication. The tested treatmens were R0 = unfermented corncob, R1 = fermented corncob by 2% of
Aspergillus niger, R2 = fermented corncob by 4% of Aspergillus niger, R3 = fermented corncob by 6% of
Aspergillus niger. The VFA concentration ranged between32,92-19,64 mM and NH3 concentration
ranged between 3,96-8,72mM. The results of the analysis showed that the range of fermentation by
Aspergillus niger on corncob was highly significant (P<0.01) on the concentrations of VFA and N-NH3.
Orthogonal polynomial test showed a linier respon in the VFA with the equation Y = 32.95 – 8.45X +
2.73 X2, but quadratic response for N-NH3 with the equation Y = 5.36 + 3.967X – 1.365X2. Based on the
results of this research, it is concluded that the higher level of Aspergillus niger decreases the
concentrations of VFA and N-NH3.
111054017C1B008104PENGARUH KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJA KARYAWAN PADA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANPenelitian ini merupakan bagian dari survei karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini mengambil judul: "Pengaruh Komunikasi Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan di Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman".
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Komunikasi Organisasi: 1) komunikasi ke atas, 2) komunikasi ke bawah, 3) komunikasi horizontal pada Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman sebanyak 101 karyawan. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 81 responden. Stratified random sampling yang digunakan dalam penentuan responden.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi linier menunjukkan bahwa: (1) komunikasi ke atas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja, (2) komunikasi ke bawah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja, (3) komunikasi horizontal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja, (4) komunikasi ke atas memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, (5) komunikasi ke bawah memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, dan (6) komunikasi horizontal mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan
This research is part of a survey on employee of Economy Faculty Jenderal Soedirman University. This research takes the title: "The Effect of Organizational Communication on Job Satisfaction and Employee Performance at Economy Faculty Jenderal Soedirman University ".
The purpose of this study was to determine the effect of of Organizational Communication: 1) upward communication, 2) downward communication, 3) horizontal communication on Job Satisfaction and Employee Performance. The population in this study were all employees of Economy Faculty Jenderal Soedirman University as many as 101 employees. The number of respondents who were taken in this study was 81 respondents. Stratified random sampling is used in the determination of the respondent.
Based on the results of research and data analysis by using Multiple linear regression analysis showed that: (1) upward communication has a significant influence on job satisfaction, (2) downward communication has a significant influence on job satisfaction, (3) horizontal communication has a significant influence on job satisfaction, (4) upward communication has a significant influence on employee performance,(5) downward communication has a significant influence on employee performance, and (6) horizontal communication has a significant influence on employee performance
111064018G1A008087PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTARA NANAS (Ananas comosus)
DAN MEBENDAZOLE TERHADAP INFEKSI SOIL TRANSMITTED
HELMINTHS DI SD NEGERI CIBEREM, SUMBANG, BANYUMAS
Soil transmitted helminths (STH) adalah infeksi pada manusia yang disebabkan oleh
kelompok cacing usus (nematoda usus) dan ditularkan melalui tanah, antaralain Ascaris
lumbricoides, cacing tambang dan Trichuris trichiura. Prevalensi infeksi STH di
sekolah dasar di beberapa provinsi di Indonesia cukup tinggi yaitu 60-80%. Salah
satu upaya mengatasinya adalah dengan pengobatan. Usaha pengobatan untuk
meringankan beban pemerintah dalam pelayanan kesehatan ialah menggunakan
pengobatan tradisional. Salah satu tanaman yang digunakan untuk pengobatan
infeksi STH adalah nanas (Ananas comosus). Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui dan membandingkan perbedaan efektivitas antara nanas (Ananas
comosus) dan mebendazole dalam pengobatan infeksi STH. Subjek penelitian
adalah murid-murid SD Negeri Ciberem, Sumbang, Banyumas. Materi yang
diamati adalah feses sebanyak 116 sampel. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode quasi eksperimental dengan consecutive sampling. Analisis
univariat berupa tabel frekuensi, sedangkan analisis bivariat menggunakan fisher.
Hasil penelitian menunjukkan prevalensi STH sebesar 32,76 %. Jenis telur STH
yang ditemukan pada subjek penelitian terdiri dari 36,36% Ascaris lumbricoides,
3,03% cacing tambang dan 60,61% Trichuris trichiura. Murid-murid yang
terinfeksi STH dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Kelompok pertama
sebanyak 14 orang mendapatkan nanas 750 gr dosis tunggal. Kelompok kedua
sebanyak 12 orang mendapatkan mebendazole 500 mg dosis tunggal. Angka
penyembuhan STH pada kelompok nanas adalah 50 %, sedangkan kelompok
mebendazole sebesar 75%. Berdasarkan hasil analisis statistika didapatkan tidak
terdapat perbedaan efektivitas antara nanas dan mebendazole terhadap infeksi
STH (p=0,248) serta tidak terdapat perbedaan efektivitas antara nanas dan
mebendazole terhadap askariasis (p=0,080) dan trikuriasis (p=0,628)
Soil transmitted helminths (STH) is infection in human caused by helminth
(intestinal nematodes) and transmitted through the ground, such as Ascaris
lumbricoides, hookworm and Trichuris trichiura. The prevalence of STH in
elementery school in Indonesia is high (60-80%). One of the effort that was considered to
overcome and helped the goverment was using traditional medicine. Pineapple (Ananas
comosus) was used as traditional medicine to heal STH. The aim of this study was to
know effectiveness pineapple on STH and to compare the effectiveness with
mebendazole. The materials were 116 stools sampels of Ciberem Elementary
School childrens, Sumbang, Banyumas. The method of this study was quasi
experimental with consequtive sampling. Univariate analysis was used table of
frequency and bivariate analysis was used fisher. The prevalence of STH was
32,76%. STH eggs were found in research subject consist of 36,36 % Ascaris
lumbricoides, 3,03% hookworm and 60,61% Trichuris trichiura. Childrens who
were infected STH divided into 2 groups, each of them consist of 14 childrens for
pineapple and 12 for mebendazole. Pineapple group treated with 750 gr single dose
pineapple and mebendazole group treated with 500 mg single dose mebendazole. STH
cure rate in pineapple group was 50% and 75% in mebendazole group. The conclusion of
this study is no significance difference between the effect group of pineapple and
mebendazole to heal STH (p=0,248), ascariasis (p=0,080) and tricuriasis (p=0,628).
111074038G1F008074POLA PENGGUNAAN OBAT DENGAN EFEK ANTIKOLINERGIK PADA PASIEN GERIATRI DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Obat-obat dengan efek antikolinergik pada geriatri sering digunakan dan menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Hal ini dapat memperburuk kondisi pasien geriatri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan obat dengan efek antikolinergik pada pasien geriatri di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode yang digunakan adalah deskriptif. Data diperoleh secara retrospektif yang berasal dari catatan rekam medik meliputi identitas pasien (umur, jenis kelamin) dan terapi yang diberikan selama rawat inap. Banyaknya sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 100 rekam medik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan skor CR-ACH (Clinician-rated Anticholinergic) untuk menentukan tinggi rendahnya efek antikolinergik obat yang diberikan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa obat dengan efek antikolinergik yang sering diresepkan pada pasien geriatri di bangsal penyakit dalam di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto adalah Ranitidin (66,36%), Ketorolac (10%), Guaifenesin (5,45%), Alprazolam (3,64%), Tramadol (3,64%), Dextromethorphan (2,73), Loperamid (2,73%), Diphenhydramine (1,82%), Amitriptilin (0,90%), Cetirizin (0,90%), Diazepam (0,90%), Loratadin (0,90%). Jumlah kasus yang memiliki total skor CR-ACH 0 sebesar 19 kasus (19%); skor 1sebesar 6 kasus (6%); skor 2 sebesar 45 kasus (45%); skor 3 sebesar 22 kasus (22%); dan skor >3 sebesar 8 kasus (8%).
Drugs with anticholinergic effects commonly used in geriatri and cause unwanted effects. This is aggravate the condition of geriatri patients. The purpose of this study was to know The Pattern of medication with Anticholinergic effect use on Geriatri Patients In Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto
The method was used descriptive. Data were obtained retrospectively from the medical records note include the identity of the patient (age, gender) and therapy was given during hospitalization. amount samples to be taken in this research were 100 medical records. Obtained data were analyzed using CR-ACH (Clinician-rated Anticholinergic) scores to determine the level effect of anticholinergic medications used.
The results showed that drugs with anticholinergic effects which are often prescribed to geriatri patients in internal medicine wards in Prof. Dr. Margono Soekarjo hospital is Ranitidine (66.36%), ketorolac (10%), Guaifenesin (5.45%), Alprazolam (3.64%), Tramadol (3.64%), dextromethorphan (2.73), loperamide (2.73%), Diphenhydramine (1.82%), Amitriptyline (0.90%), Cetirizin (0.90%), diazepam (0.90%), loratadine (0.90%). Which are number of cases that had a total score of CR-ACH 0 there were 19 cases (19%), 1 score were 6 cases (6%), 2 score were 45 cases (45%), 3 score were 22 cases (22%), and > 3 score 8 cases (8%).
111084022C1B007138ANALISIS KOMPARATIF SIKAP KONSUMEN TERHADAP PRAKTEK PEMASARAN RITEL DI SUPERMARKET JADI BARU DAN KATO DI CILACAPTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan dari sikap konsumen terhadap beberapa praktek pemasaran ritel antara Supermarket Jadi Baru dan Kato di Cilacap. Penelitian ini menjelaskan apakah terdapat perbedaan sikap konsumen terhadap praktek pemasaran ritel antara kedua Supermarket tersebut. variabel dalam penelotoan ini : Business Provision, Retailing Service, Fair Price, Positive Advertising, dan Product Quality. Populasi dalam penelitian ini adalah semua konsumen yang berbelanja di kedua Supermarket tersebut. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 responden. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan responden. alat analisis yang digunakan adalah Chi Square. hasil dari penelitian, terdapat perbedaan sikap konsumen terhadap semua variabel yang ada dalam penelitian ini.The purpose of this study is to analyze the comparasion of consumers attitudes toward marketing practices of supermarket Jadi Baru and Kato in Cilacap. This study explained what available difference between of consumers attitudes toward marketing practices of two supermarket. Variables in this study : business provision, retailing services, fair price, positive advertising, product quality. The research population are all consumers to be shopping in both of them. There were 100 customers chosen as respondents of the research. Then purposive sampling method was used to determine the respondents.. The analytical tools used chi square. The result of this study are available difference consumers attitudes toward all variables used in this study.
111094028E1A007324PERANAN KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA DALAM MENCEGAH DAN MENANGGULANGI KORBAN EKSPLOITASI SEKS KOMERSIAL (Studi Di Polres Banyumas)ABSTRAK
Polres Banyumas dalam mengemban tugas penegakan hukum terhadap pemberantasan tindak pidana eksploitasi seks komersial dan perlindungan hukum terhadap korbannya, dilakukan pertama-tama dengan cara melangkapi diri melalui sarana berupa aspek legalitas, yakni pelaksanaan tugas kepolisian berdasarkan kewenangan yang dimilikinya sesuai dengan Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, KUHAP, Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang No. 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban serta Undang-Undang No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, serta legalitas secara yuridis terknis berupa pentaatan terhadap peraturan intern Kepolisian sampai ke Petunjuk Teknis maupun petunjuk pelaksanaannya.
Peran Kepolisian Polres Banyumas dalam hal mencegah dan menanggulangi korban seks komersial melalui tiga dua cara yaitu prefentif dan represif. Untuk upaya preventif Polres Banyumas bekerjasama dengan Pemda Banyumas melakukan penyuluhan dan pembinaan terhadap masyarakat. Sedangkan dalam fungsi penindakan (preventif) Polres Banyumas telah melakukan tindakan terhadap para pelaku tindak pidana eksploitasi seks komersial.
Faktor-faktor pendorong dan penghambat yang cenderung mempengaruhi pelaksanaan peran Kepolisian Polres Banyumas dalam pencegahan dan penanggulangan korban seks komersial antara lain : Faktor Pendorong yaitu : 1) adanya emansipasi wanita, harkat dan martabat wanita agar tidak diremehkan, 2) Masalah eksploitasi seks komersial adalah salah satu penyakit masyarakat yang harus diberantas.
Sedangkan Faktor Penghambat meliputi 1) Sikap dan perilaku korban sendiri yang merasa bahwa ia adalah bukan sebagai korban. 2) Pemahaman korban terhadap Undang-undang No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. 3) Kepedulian masyarakat sangat rendah terhadap tindak pidana eksploitasi seks komersial
ABSTRACT
Banyumas Police in carrying out law enforcement duties to the eradication of commercial sexual exploitation and legal protection of victims, first performed by melangkapi themselves through means such as legal aspects, namely the implementation of policing based on its authority in accordance with the Law. 2 of 2002 on the Indonesian National Police, Criminal Procedure, Law. 23 of 2002 on Child Protection Law. 13 of 2006 on the Protection of Witnesses and Victims and Law. 21 Year 2007 on Combating the Crime of Trafficking in Persons, as well as juridical legality terknis compliance with regulations such as internal police to the Technical Guidelines and implementation instructions.
Banyumas Police Role of Police in terms of preventing and tackling the three victims of commercial sex through two ways, namely preventive and repressive. Banyumas Police for preventive measures in collaboration with the Government of Banyumas do counseling and guidance to the public. While the enforcement function (preventive) Banyumas Police have taken action against the criminals of commercial sexual exploitation.
Factors driving and inhibiting factors are likely to affect the implementation of Banyumas Police Police role in the prevention and management of victims of commercial sex among others: Incentives are: 1) the emancipation of women, the dignity of women so as not to be underestimated, 2) the problem of commercial sexual exploitation is one of the social ills that must be eradicated.
While Obstacles include 1) Attitudes and behaviors victim who feels that he is not a victim. 2) Understanding of the victims of the Law. 21 Year 2007 on Combating the Crime of Trafficking in Persons. 3) is very low public awareness of the commercial sexual exploitation offenses
111104024G1A008128PENGARUH TERAPI MUSIK KESUKAAN TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN PASCA BEDAH HERNIA INGUINALIS DI RS PKU MUHAMMADIYAH SRUWENG

ABSTRAK
Latar Belakang: Nyeri pasca operasi hernia inguinalis sering menjadi masalah bagi pasien dan merupakan hal yang paling mengganggu. Beberapa literatur menunjukkan penggunaan musik yang menenangkan dan yang sesuai kesukaan dapat mempengaruhi persepsi nyeri kronis.
Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi musik kesukaan terhadap intensitas nyeri pada pasien pasca bedah hernia inguinalis di RS PKU Muhammadiyah Sruweng.

Metode: Penelitian ini dilakukan dengan desain eksperimental pre – post di bangsal bedah RS PKU Muhammadiyah Sruweng pada bulan Oktober – November 2012. Ekperimen dilakukan dengan pemberian musik yang disukai selama 30 menit. Intensitas nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale.

Hasil: Hasil analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0.000 (p<0.05) yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara pretest dan postest pemberian terapi musik kesukaan pada pasien hernia inguinalis di RS PKU Muhammadiyah Sruweng.

Kesimpulan : Pemberian terapi musik kesukaan pada pasien pasca bedah hernia inguinalis di RS PKU Muhammadiyah Sruweng dapat menurunkan intensitas nyeri.


Kata Kunci : terapi musik, hernia inguinalis, nyeri.


ABSTRACT
Background: Inguinal hernia postoperative pain often became problem for patients and the most disturbing problem. Some literature suggested the use of soothing and preferred music could influence the perception of chronic pain.

Aim: The objective of this study is to determine the effect of music therapy on pain intensity liking for postoperative inguinal hernia patients at PKU Muhammadiyah Sruweng Hospital.

Method: Research was an experimental conducted with pre - post design in the surgical ward PKU Muhammadiyah Sruweng Hospital during October-November 2012. Experiment was done by assigning the preferred music for 30 minutes. The intensity of pain was measured using the Visual Analog Scale.

Result: The results of the bivariate analysis using Wilcoxon test showed p = 0.000 (p <0.05), which means there is a significant difference between pretest and posttest preference music therapy in patients with hernia inguinalis at PKU Muhammadiyah Sruweng Hospital.

Conclution: Preference music therapy on patients with post-surgical inguinal hernia at PKU Muhammadiyah Sruweng Hospital can reduce pain intensity.



Key Word : Music therapy, hernia inguinalis, pain
111114025A1F007022UJI DAYA HASIL 19 GENOTIP BAWANG MERAH (Allium cepa L.)
DI DESA PLIKEN, KECAMATAN KEMBARAN,
KABUPATEN BANYUMAS

Penggunaan varietas unggul bawang merah adalah salah satu cara meningkatkan produksi bawang merah. Hasil dari persilangan yang dihasilkan oleh Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, terdapat 15 galur yang memiliki potensi berdaya hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui daya hasil 19 genotip bawang merah dan 2) mengetahui genotip yang berdaya hasil tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dari bulan Oktober sampai Desember 2011. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan augmented design dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari tiga ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F dengan tingkat kesalahan 5% dan menggunakan uji lanjut LSI. Galur dan varietas yang diuji adalah E168, E232, E399, E456, E545, E666, E697, E798, E821, E977, E1543, E1679, E2023, E3021, E3076, varietas Tiron, varietas Bima, varietas Kuning, varietas Katumi. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, bobot basah per rumpun, bobot kering per rumpun, bobot umbi per rumpun, dan jumlah umbi per rumpun. Tidak ada galur yang berpotensi hasil tinggi melebihi varietas pembanding (Tiron, Bima, Katumi, Kuning). Berdasarkan bobot kering umbi per rumpun dan jumlah umbi per rumpun, galur-galur yang memiliki daya hasil yang cukup baik diantara galur yang diuji adalah E666 (37,69 g ; 3,96 buah), E977 (35,15 g ; 6,89 buah) E1679 (37,85 g ; 6,89 buah), dan E3076 (35,85 g ; 11,49 buah).
The use superior varieties of shallot is one way to increase the production. The result produced cross by Plant Breeding Laboratory Faculty Agriculture University Jenderal Sudirman, there were 15 line which have high yielding potential. The aims of this research were to 1) determine yield 19 genotypes of shallot and 2) determine high yielding genotype. This research was conducted at the farm in Pliken village, Kembaran districts, Banyumas regency from October till December 2011. Experiment was arranged in augmented design and basic arrange is randomized block design with three replications. The data were analyzed using the F test with an error rate of 5% and continue used LSI test. Line and varieties tested are E168, E232, E399, E456, E545, E666, E697, E798, E821, E977, E1543, E1679, E2023, E3021, E3076, Tiron varieties, varieties of Bima, Kuning varieties, varieties Katumi. Observed variables plant height, wet weight per clump, dry weight per clump, weight bulb per hill, and the number of bulb per clump. Lines didn’t have to high yielding better than test varieties (Tiron, Bima, Katumi, Kuning). Based on dry weight of tuber per clump and number of bulb per clump, lines that have a fairly good yield among the tested strains were E666 (37.69 g, 3.96 units), E977 (35.15 g, 6.89 fruit) E1679 (37.85 g, 6.89 units), and E3076 (35.85 g, 11.49 units).
111124026G1A008126PENGARUH PEMBERIAN GLIBENKLAMID, METFORMIN, MADU, dan KOMBINASINYA TERHADAP KADAR TRIGLISERID PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY yang DIINDUKSI dengan STREPTOZOTOCIN (STZ)Latar Belakang : Menurut survei yang dilakukan WHO, penderita DM dunia mencapai 346 juta penduduk di tahun 2011 dan diperkirakan akan meningkat hingga 366 juta penderita DM di tahun 2030. Indonesia menempati urutan keempat dengan jumlah penderita terbesar di dunia Kandungan trigliserid yang tinggi ( ≥ 130 mg/dL) akan menyebabkan resiko DM bertambah sebesar 2.30 kali Keadaan resisteni insulin pada penderita DM tipe 2 beresiko terhadap peningkatan konsentrasi trigliserid. Erejuwa et al. (2011) telah melakukan penelitian mengenai efek dari penggunaan madu tualang, metformin, dan glibenklamid secara kombinasi pada kadar trigliserid tikus diabetes yang diinduksi STZ dan ternyata penggunaan madu, metformin, dan glibenklamid secara kombinasi dapat menurunkan kadar trigliserid. Namun di Indonesia belum dilakukan penelitian mengenai efek penggunaan madu, metformin, dan glibenklamid serta kombinasinya terhadap kadar trigliserid tikus diabetes yang diinduksi STZ.

Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian glibenklamid, metformin, madu, dan kombinasinya terhadap kadar trigliserid pada tikus putih Sprague Dawley yang diinduksi Streptozotocin (STZ).

Metode : Penelitian eksperimental laboratorium dengan desain pre and post test with control group. Hewan coba adalah tikus jantan strain Sprague Dawley dengan umur 2-3 bulan, berat badan 200-250 gram yang diperoleh dari Laboratorium Penelitian Terpadu (LPPT) Univesitas Gajah Mada Yogyakarta dan dipilih dari populasi secara simple random sampling dan sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah total hewan coba adalah 42 ekor yang terbagi dalam 7 kelompok perlakuan dengan masing-masing kelompok berjumlah 5 ekor tikus dan cadangan 1 ekor tikus. Parameter yang diamati adalah kadar trigliserid. Pemeriksaan dilakukan pada hari ke-3 setelah induksi streptozotocin sebelum perlakuan dan hari terakhir penelitian (posttest) dan tikus sudah dipuasakan selama 8 jam sebelum post test.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang bermakna pemberian glibenklamid, metformin, madu, dan kombinasinya terhadap kadar trigliserid (p = 0.684)

Kesimpulan : Tidak terdapat pengaruh pemberian glibenklamid, metformin, madu, dan kombinasinya terhadap kadar trigliserid pada tikus putih Sprague Dawley yang diinduksi Streptozotocin (STZ).
Background: According to the WHO survey, DM patients of the world population reach 346 million in 2011 and is expected to increase to 366 million patients of DM in 2030. Indonesia ranks fourth in the world with the largest number of DM patients. The high content of triglycerides (≥ 130 mg / dL) can increase risk of DM for 2.30 times. State of insulin resistances in patients with type 2 DM are at risk to increased concentrations of triglycerides. Erejuwa et al. (2011) have conducted research on the effects of the use of honey tramp, metformine and glibenclamide in combinations on triglyceride STZ-induced diabetic of rats and found the use of honey, metformine and glibenclamide in the combination can lower triglyceride levels. But in Indonesia have not do research on the effects of the use of honey, metformin, glibenclamide and their combinations on levels of triglycerides STZ-induced diabetic rats.
Objective: To find the effects of glibenclamide, metformin, honey, and combinations in triglycerides level in male Sprague Dawley rats induced by streptozotocin.
Methods: This research was a laboratory experimental research design with post test only with control group. Subjects of this research used male Sprague Dawley rats with age 2-3 months, weight 200-250 g that are obtained from Integrated Research Laboratory (LPPT) the University of Gajah Mada University in Yogyakarta and are selected from the population by simple random sampling with inclusion and exclusion criteria. Total number of the subjects were 42 rats that are divided in 7 groups with 5 rats and a rat for backup for each treatment. The parameters observed were triglyceride levels. Examination was performed on the third day after induction of streptozotocin and last day of the study (posttest) and the rat was fasted for 8 hours before post test.
Result: Kruskal Wallis test results showed the provision of glibenclamide, metformin, honey, and their combinations on levels of triglycerides (p = 0.684)
Conclusion: There is no effect of glibenclamide, metformin, honey, and their combinations in triglycerides level in male Sprague Dawley rats induced by streptozotocin (STZ).
111134027G1A008121HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PENDIDIKAN SEKSUAL DENGAN SIKAP DAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA KELAS XI SMA NEGERI "x” PURBALINGGA
Data Depkes RI pada 2006, menunjukkan jumlah remaja (5%) dan wanita (1%) secara terbuka menyatakan bahwa mereka pernah melakukan hubungan seksual. Banyak faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku seksual pranikah pada remaja, salah satunya yaitu pengetahuan. Semakin baik pengetahuan tentang pendidikan seksual seseorang maka akan semakin baik sikap dan perilaku seksual pranikah seorang remaja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang pendidikan seksual dengan sikap dan perilaku seksual pranikah remaja di SMA Negeri “x” Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional dengan jumlah sampel seluruh remaja kelas XI. Pengambilan data menggunakan kuisoner untuk mengetahui skor dari ketiga variabel. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji statistik chi square (X2). Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dengan sikap (p=0.001; p<0.05) dan antara pengetahuan dengan perilaku (p=0.024; p<0.05). Hal ini menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan tentang pendidikan seksual terhadap sikap dan perlaku seksual pranikah pada remaja kelas XI SMA Negeri “x” Purbalingga.Data from The Ministry of Health in 2006 showed the number of teenagers (5%) and women (1%) openly declared that they had sexual intercourse before marriage. Many factors influenced the premarital sexual attitude and behavior in adolescents, one of them is knowledge. The better knowledge of sexual education, the better premarital sexual attitude and behavior of a teenager. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge of sexual education with premarital sexual attitude and behavior in adolescent in Senior High School “x” Purbalingga. This study was an observational study using a cross-sectional approach with the sample was all adolescents in class XI. Retrieval of data used a questionnaire to find out the score of three variables. Bivariate analysis performed was chi-square test (x2). The results of the bivariate analysis showed the significant association between knowledge and sexual attitude (p=0.001; p<0.05) and between knowledge and sexual behavior (p=0.024; p<0.05). In conclusion, there is association between knowledge of sexual education and premarital sexual attitudes and behavior in adolescents grade XI Senior High School “x” Purbalingga.
111144159F1F007022ANTI-RACISM REFLECTED ON ATTICUS FINCH IN HARPER LEE’S
TO KILL A MOCKINGBIRD
Penelitian yang berjudul “Anti-Racism Reflected On Atticus Finch In Harper
Lee’s To Kill A Mockingbird” ini bertujuan untuk menganalisa anti-rasisme yang
dilakukan oleh Atticus Finch. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk
2
menganalisa faktor-faktor pendukung yang menyebabkan Atticus Finch menjadi
seorang anti-rasis dalam novel To Kill A Mockingbird karya Harper Lee. Untuk
menganalisa data, digunakan teori deskriptif kualitatif. Data utama dalam penelitian
ini adalah novel karya Harper Lee dengan judul To Kill A Mockingbird. Penelitian ini
menggunakan data pendukung berupa buku-buku dan artikel-artikel yang
berhubungan dengan objek penelitian. Data-data tersebut dianalisis menggunakan
teori psikologi sosial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa aksi
anti-rasisme yang dilakukan oleh Atticus Finch. Pertama, dalam tipe Institutional
racism, anti-rasism yang dilakukan Atticus Finch adalah mengijinkan Scout dan Jem
pergi ke First Purchase serta membela seorang kulit hitam, Tom Robinson. Kedua,
dalam tipe Individual racism, anti-rasisme Atticus ditunjukkan dengan menghadapi
adiknya yang seorang rasis, Alexandra Finch. Ketiga, dalam tipe Cultural racism,
anti-rasisme yang dilakukan Atticus adalah dengan menjadi pengacara dari Mr.
Cunningham, seorang kulit putih kelas bawah, dan dengan mengijinkan Walter
Cunningham dengan datang dan makan siang bersama di rumah Atticus. Melalui
penelitian ini, peneliti juga menemukan dua faktor pendukung anti-rasisme yang
dilakukan oleh Atticus Finch. Faktor yang pertama adalah karena Atticus memahami
lingkungan sosialnya, sedangkan faktor yang kedua adalah karena Atticus tidak
mengimitasi lingkungannya melainkan mengikuti kata hatinya.
The research entitled “Anti-Racism Reflected On Atticus Finch In Harper Lee’s
To Kill A Mockingbird” is aimed to analyze the factors which cause anti-racism in a
major character named Atticus Finch, and anti-racism actions which are done by
Atticus finch in a novel entitled To Kill A Mockingbird that was written by Harper
Lee. In this research, descriptive qualitative method is used to analyze the data. The
main data is the novel by Harper Lee with the title To kill a Mockingbird. The
supporting data are obtained from books and articles which are related to the object of
the research. The data source is analyzed by using social psychology theory. As the
result of this research, the researcher found several anti-racism actions that are
portrayed on the character of Atticus Finch in Harper Lee’s To Kill A Mockingbird.
First, in the term of institutional racism, the anti-racism actions done by Atticus Finch
are allowing Scout and Jem to go to First Purchase and defending a black man, Tom
Robinson. Second, in the term of Individual Racism, Atticus’s anti-racism action is
facing against his racist sister, Alexandra Finch. Third, in the term of Cultural
Racism, the anti-racism actions of Atticus Finch are being the lawyer of Mr.
Cunningham, one of poor white family, and permitting Walter Cunningham to have
lunch in his house. The researcher also found that there are two factors that make
Atticus Finch support anti-racist in a racist society, first is understanding the social
situation and the second is following his inner feelings.
111154029C1A008052JAM KERJA PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) MIGRAN DAN NON MIGRAN DI SEPANJANG JALAN JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTOPenelitian ini mengambil judul “ Jam Kerja Pedagang Kaki Lima Migran dan Non Migran di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jam kerja dengan pendapatan, hubungan pendapatan rumah tangga dengan pengeluaran konsumsi rumah tangga, hubungan jumlah tanggungan keluarga dengan pengeluaran konsumsi rumah tangga antara PKL migran dan non migran. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Diduga jam kerja PKL migran lebih lama sehingga pendapatan yang diperoleh lebih tinggi dibanding PKL non migran.
2. Diduga pendapatan rumah tangga dan pengeluaran konsumsi rumah tangga PKL migran lebih besar dibanding non migran.
3. Diduga jumlah tanggungan keluarga dan pengeluaran konsumsi rumah tangga PKL migran lebih banyak dibanding non migran
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabulasi silang (Cross tab). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat korelasi yang positif antara jam kerja dengan pendapatan, pendapatan rumah tangga dengan pengeluaran konsumsi dan jumlah tanggungan keluarga dengan pengeluaran konsumsi. Pendapatan PKL migran lebih besar dibanding PKL non migran karena jam kerja lebih lama dan variasi jenis barang dagangan. Pendapatan dan pengeluaran konsumsi PKL migran juga besar karena dalam satu keluarga bekerja tidak hanya satu baik suami/istri/anak/saudara bekerja bersama-sama sehingga terdapat penambahan pendapatan. Jumlah tanggungan keluarga dan pengeluaran konsumsi PKL migran juga lebih banyak karena keterbatasan ekonomi yang memungkinkan satu keluarga PKL migran hidup dengan orang tua sehingga menambah jumlah tanggungan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu bahwa Jam kerja yang dicurahkan PKL Migran lebih lama dalam bekerja sehingga pendapatan yang diperoleh pun lebih besar dibanding PKL Non Migran. Pendapatan keluarga yang diperolah PKL migran lebih besar dibanding PKL non migran sehingga konsumsi rumah tangga yang dikeluarkan PKL migran juga lebih besar di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto. Jumlah tanggungan keluarga PKL migran lebih banyak dibanding PKL non migran sehingga konsumsi rumah tangga pada kelompok PKL migran juga tinggi.
Implikasi dalam penelitian ini adalah Untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi hendaknya pedagang kaki lima melakukan migrasi. Jika jumlah tanggungan keluarga yang banyak menjadi beban ekonomi rumah tangga maka perlu dipertimbangkan program KB.
ABSTRACT

This research take title of Working Hours on Migraine and Non-Migraine Trader at the whole of Jenderal Soedirman Street. The purpose is to know relationship between working hours with revenue, relationship between household revenue with household spending consumptions, relationship the number of family with household spending consumptions between migraine and non migraine trader. The hypotetic that applicated in this research as following :
1. Assumed that working hours on migraine trader is longer, so revenue is gotten higher than non migraine trader.
2. Assumed that household revenue and household spending consumptions on migraine trader is better than non migraine trader.
3. Assumed that the number of family and household spending consumptions on migraine trader is better than non migraine trader.
Analysis tools is used to this research is cross tabulation. Result of research show that there are positive correlation between working hours with revenue. Household revenue with consumption spending and the number of family with consumption spending. Revenue of migraine trader is bigger than non migraine trader because the working hours is longer and variative based on kind of merchandise. Revenue and consumption spending on migraine trader are big too because one of family work not only one but they are all together work. Consequently, there is adding of revenues. The number of family and consumption spending on migraine trader is bigger because factor of economics difficulties which may family of migraine trader live with their parent, so it will add capacity of family. The conlusion is working hours on migraine trader is longer than non migraine trader and as result, revenue is high too. The number of family also influence spending consumption too.
Implication on this research to get information about revenue. They shall trader to do migration. If big capacity of family become high cost economic and it will need consideration to follow Keluarga Berencana.
111164030C1A008069Peran Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dalam Program KB Mewujudkan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) di Kabupaten BanyumasABSTRAKSI
Penelitian ini mengambil judul “Peran Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dalam Program KB Mewujudkan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) di Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran yang dilakukan penyuluh KB Kabupaten Banyumas dalam pencapaian program KB ditengah kurangnya tenaga penyuluh KB. Mengetahui proyeksi jumlah penduduk Kabupaten Banyumas enam tahun yang akan datang dan manfaat dari data proyeksi tersebut untuk penyuluh KB.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif untuk menggambarkan tentang peran yang sudah dilakukan PKB Kabupaten Banyumas, pencapaian Program KB yang diukur dari jumlah akseptor dan penurunan fertilitas, serta analisis proyeksi penduduk menggunakan metode geometrik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian peran PKB sudah optimal jika dilihat dari pencapaian program KB di Kabupaten Banyumas, hal ini dapat dilihat dari angka CPR yang tinggi dan TFR yang rendah. Namun, dalam tiga tahun terakhir angka CPR dan TFR cenderung statis. Selain itu yang masih menjadi tantangan dan masalah adalah angka Unmet Need PUS yang masih tergolong tinggi yaitu 16,63%. Hal ini dikarenakan kurangnya tenaga Penyuluh KB dibandingkan dengan desa yang ada. Maka perlu adanya penyusunan dan pengajuan kembali oleh Bapermas-PKB terkait formasi ideal Penyuluh KB yang dibutuhkan guna menutupi kekurangan jumlah Penyuluh KB.
Jumlah penduduk Kabupaten Banyumas diproyeksi akan terus meningkat selama enam tahun yang akan datang. Laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,49 % setiap tahun (2012-2017). Diperkirakan pada tahun 2017, jumlah penduduk Kabupaten Banyumas mencapai 1.679.831 jiwa. Semakin meningkatnya jumlah penduduk Banyumas memacu peningkatan kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, lapangan pekerjaan, dan kebutuhan akan barang dan jasa. Oleh karena itu perlu adanya tindakan pemerintah melalui kebijakan yang mengacu pada hasil proyeksi penduduk. Informasi ini juga seharusnya dimanfaatkan oleh PKB untuk merencanakan segala sesuatu yang berkaitan dengan program kesejahteraan penduduk dan perencanaan program KB ke depan yang tujuannya sebagai penyediaan pelayanan KB.

ABSTRACT

This research take a title “Role of Family Planning (FP) Field Workers in a FP
program to realize the Small, Happy and Prosperous Family as Norm in Banyumas Regency”. The purpose of this research is to know the role that the investigators of a FP program in Banyumas regency for the achievement of FP program when the investigators were very slightly. To find out the projection of occupation in Banyumas regency for six years later and the benefits of that projection’s data for the FP field workers.
This research use a methode of description research to show about the role that have
done from FP field workers of Banyumas regency, the achievement of family planning
programs are measured by the number of acceptors and fertility decline, population
projections and analysis using geometric methods.
The results showed that the achievement of the role of FP field workers is optimal when
viewed from the achievement of family planning programs in Banyumas, this can be seen from the number of high CPR and TFR is low. However, in the last three years the number of CPR and TFR tends to be static. Besides it is still a challenge and the problem is the number of Unmet Need is still relatively high at 16.63%. This is due to lack of power compared to the FP field workers than villages. Then we need for the preparation and submission of the relevant by Bapermas-ideal formation FP field workers needed to cover the shortage of FP field workers.
The number of population in Banyumas regency projected will be increase in six years
later. Population growth rate of 0.49% per year (2012-2017). It is estimated by 2017, the
population reached 1,679,831 souls in Banyumas regency. The increasing number of people Banyumas spur increased needs for food, health, education, employment, and the need for goods and services. Therefore the need for government action through policies that refer to projections of the population. This information should also be used by the FP field workers to plan everything to do with the welfare program and planning ahead planning program whose goal as the provision of family planning services.

111174031E1A006080tindak pidana melakukan pencurian dengan pemberatan
(tinjauan yuridis terhadap putusan perkara Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 69/Pid.B/2012/PN.Pwt
ABSTRAK

Akhir-akhir ini di Propinsi Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Banyumas terdapat kecenderungan meningkatnya kasus kejahaan terhadap pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah hakim sudah menerapkan unsur-unsur yang terkandung dalam tindak pidana melakukan pencurian dengan pemberatan dalam memutus putusan perkara pengadilan negeri purwokerto no: 69/Pid.B/20012/PN.Pwt sebagaimana diatur dalam Undang-undang. Guna mencapai tujuan tersebut dan memperoleh data, maka penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normative dan memilih lokasi penelitian di Pengadilan Negeri Purwokerto. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini data sekunder. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, dokumen dan arsip atau haisl penelitian terdahulu yang berkaitan dengan obyek atau materi penelitian dan Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto No.69/Pid.B/2012/PN.Pwt. Spesifikasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis yaitu. penelitian yang menggambarkan keadaan dari obyek atau masalahnya yang akan diteliti juga dengan keyakinan-keyakinan tertentu, mengambil kesimpulan-kesimpulan umum dari bahan-bahan mengenai obyek masalahnya.
Hasil penelitian ini dapat terlihat bahwa bahwa hakim yang telah memeriksa,mengadili dan memutus perkara tersebut sudah sesuai dengan apa yang diatur dalam Undang-undang dan tunsur-unsur yang terkandung dalam pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP telah terpenuhi dalam putusan perkara nomor 69/Pid.B/2012/PN.Pwt.
Lately in the Province of Central Java in particular in Banyumas kejahaan there is a tendency towards increasing cases of theft of motor vehicles (curanmor).
The research was conducted in order to determine whether the judge is to apply the elements contained in the crime of theft by weighting in deciding court cases ruling purwokerto no: 69/Pid.B/20012/PN.Pwt as stipulated in the Act. In order to achieve these goals and acquire the data, this study uses normative juridical approach and chose research sites in Navan District Court. Sources of data used in this study secondary data. Secondary data in this study include legislation, literature books, documents and records or haisl previous research related to the object or material research and No.69/Pid.B/2012/PN.Pwt Navan District Court Decision. Specification of research used in this study is the descriptive analysis. research that describes the state of the object or the problem to be studied also with certain beliefs, taking the general conclusions from these materials about the problem object.
The results of this study can be seen that the judge has to examine, hear and decide the case in accordance with what is stipulated in the Act and tunsur elements contained in Article 363 paragraph (1) to-5 of the Criminal Code have been met in the case decision number 69/Pid.B/2012/PN.Pwt.
111184032C1C008024Pengaruh Kesadaran, Pengetahuan Perpajakan, Persepsi Wajib Pajak, dan Pelayanan FIskus Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi
(Studi Empiris di KPP Pratama Cirebon)
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kesadaran, Pengetahuan Perpajakan, Persepsi Wajib Pajak, dan Pelayanan Fiskus terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi Empiris di KPP Pratama Cirebon)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kesadaran, pengetahuan perpajakan, persepsi wajib pajak, dan pelayanan fiskus terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi pada KPP Pratama Cirebon.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data primer. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden yang merupakan wajib pajak badan efektif per tanggal 31 Agustus 2012 yang melaporkan SPT tahunan pada KPP Pratama Cirebon. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu uji validitas dan uji reliabilitas, uji asumsi klasik, sedangkan untuk pengujian hipotesis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.
Hasilnya semua variabel valid dan dapat diandalkan (reliable), serta uji asumsi klasik dapat terpenuhi. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kesadaran, pengetahuan perpajakan dan pelayanan fiskus mempunyai pengaruh yang positif terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Sedangkan pelayanan fiskus tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi
This research entitled “The Influence of Awareness, Tax Understanding, Tax Payers Perception, and Fiscus Service toward Tax Payers Compliance (Empirical Studies on the KPP Pratama Cirebon)”. This research aims to know the influence of awareness, tax understanding, tax payers perception, and fiscus service toward tax payers compliance, and the most influential variables toward tax payers compliance in KPP Pratama Cirebon.
Quantitative research with primary data was this research method. 100 respondents was the population sampling, which effective tax payers entity per 31st of August 2012 were registered at the KPP Pratama Cirebon. Questionnaire was the data collecting method. Validity test, reliability test, and classical assumption test were the data analysis, while multiple linear regression was the hypothesis test.
The result indicates that all variables were valid and reliable, and classical assumption was fulfilled. Then, awareness, tax understanding and fiscus service were positive in influencing tax payers compliance. While, tax payers perception were not significant influencing toward tax payers compliance, and fiscus service was the most influential variables toward tax payers compliance.
111194033C1B009128ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA PADA BANK SYARIAH DAN BANK KONVENSIONALPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan berupa profitability ratio, liquidity ratio, risk and solvency ratio, dan efficiency ratio pada perbankan umum yang terdaftar di Bank Indonesia baik Bank Syariah maupun Bank Konvensional. Perbankan yang dijadikan obyek penelitian adalah perbankan yang awalnya menganut sistem dual bank dan pada akhirnya menjadi independent dari tahun 2010-2011. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan Microsof Excel dan SPSS versi 16.0. Pengujian statistik dalam penelitian ini menggunakan uji non-parametrik dengan uji dua sampel beda (independen) yaitu uji Mann-Whitney. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kinerja keuangan berupa profitability ratio, liquidity ratio, risk dan solvency ratio, dan efficiency ratio pada Bank Syariah dan Bank Konvensional. Implikasi dari penelitian ini adalah perbankan khususnya bank syariah diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan agar dapat bersaing dengan bank konvensional dan bagi nasabah diharapkan dapat lebih selektif dalam memilih perbankan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengetahuan bagi masyarakat mengenai kinerja pebankan.This research was conducted to determine differences in financial performance in the form of profitability ratio, liquidity ratio, risk and solvency ratio, efficiency ratio listed in Bank Indonesia both the Conventional Bank and the Islamic Bank. Banking is used as the object of study is banks that initially adopts a dual bank and eventually become independent from 2010-2011. The data obtained were processed using Microsof Excel and SPSS version 16.0. The test statistic in this study using a non-parametric test with two test samples of different (independent), namely the Mann-Whitney test. The test results show that there are differences in financial performance such as profitability ratios, liquidity ratios, risk and solvency ratio and efficiency ratio on Islamic Banking and Conventional Banks. The implications of this study are listed banking at Bank Indonesia both Islamic and Conventional Bank. The implications of this study are particularly banking Islamic banking is expected to improve financial performance in order to compete with conventional banks and to customers is expected to be more selective in choosing a bank. The results of this study are expected to become knowledge for the people regarding the performance pebankan
111204034H1F007026GEOLOGI DAN STUDI ANALISIS GEOKIMIA BATUAN VOLKANIK
DAERAH TIMBULON DAN SEKITARNYA
KECAMATAN PALELEH BARAT, KABUPATEN BUOL
PROVINSI SULAWESI TENGAH
Daerah penelitian merupakan daerah eksplorasi PT. Buena Persada Mining Service (BPMS), yang berada di desa Timbulon dan sekitarnya. Secara administratif merupakan bagian dari Kecamatan Paleleh Barat, Kabupaten Buol, Propinsi Sulawesi Tengah.
Geomorfologi terdiri dari, Satuan Dataran Fluvial (F4), dan Satuan Perbukitan Struktural (S3). Terdapat lima satuan batuan tidak resmi berturut dari tua ke muda, yaitu satuan Batulempung-Batupasir, Lava Basal, Lava Andesit disetarakan dengan Formasi Dolokapa, Diorit Kuarsa disetarakan dengan Diorit Boliohuto dan Satuan Endapan Aluvial. Keempat satuan berturut-turut terbentuk pada Miosen Tengah-Miosen Akhir dan Satuan Endapan Aluvial secara tidak selaras terbentuk Resen.Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian adalah Antiklin Timbulon, Sesar Mendatar Mengiri Timbulon (diperkirakan), Sesar Mendatar Menganan Normal Timbulon, dan Sesar Mendatar Mengiri Bodi.
Sesar-sesar mendatar tersebut mengontrol terbentuknya alterasi hirotermal. Zona ubahan hidrotermal terdiri dari, zona ±Kuarsa ±Aktinolit ±Biotit ±Feldspar, zona ±Kuarsa ±Serisit ±Muscovit, zona ±Klorit ±Epidot ±Kuarsa ±Zeolit ±Kalsit, and zona ±Kuarsa ±Illit ±Dikit, zona dengan temperatur 1750-3200C dengan pH sekitar 4-7. Tipe alterasi hidrotermal yang terbentuk di daerah penelitian yaitu tipe porfiri. Dalam analisis geokimia terdapat 6 jenis batuan, yaitu basal, andesit, andesit basaltik, granodiorit, potassic basanite dan potassic alkalin trachytbasanite.Dengan seri magma toleit pada Satuan Lava Basal dan kalk-alkali pada Satuan Lava Andesit dan Diorit Kuarsa yang terbentuk pada tektonik busur kepulauan dan batas benua aktif.
Research area is an exploration area of PT. Buena persada Mining Service (BPMS), where located in Timbulon and surounding area. Administratively, this area belongs to West Paleleh District, Buol Regency of Central Sulawesi Province.
Geomorphology consists of, Fluvial Plains (F4), Structuralhills (S3). There are 5 consecutive unofficial lithologies from old to young, the mudstone-sandstone, basalt lava, andesite lava and quartz diorite and Alluvial sediment .The four units are successively formed on the Middle Miocene to Late Miocene and Fluvial Sediment are not aligned formed In Resen. Geological structures that developed in the study area is Timbulon Anticline, Left Slip Fault Timbulon (estimated), Right Slip Faults Timbulon, and Left Slip Fault Bodi.
Slip Faultis to control the formation of alteration hydrothermal in the study area. Zones of hydrothermal alteration consists of four zones covering ±Kuarsa ±Aktinolit ±Biotit ±Feldspar zone, ±Kuarsa ±Serisit ±Muscovit zone, ±Klorit ±Epidot ±Kuarsa ±Zeolit ±Kalsit zone, and ±Kuarsa ±Illit ±Dikit zone, temperature1750-3200C with a pH ofabout 4-7. Hydrothermal alteration types in the study area in the form of porfiri. Rock geochemical calculations, there are 6 types of rocks, namely basalt, andesite, basaltic andesite, quartz diorite potassic basanite and potassic alkalin trachyt basanite, with Toleit magma and calc-alkaline series island arc tectonics and active continental margin.