Artikelilmiahs
Menampilkan 11.181-11.200 dari 48.997 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 11181 | 4102 | H1D007070 | ANALISIS DEBIT BANJIR METODE HIDROGRAF SATUAN SINTETIS (HSS) DENGAN CARA ITB (Studi Kasus Daerah Aliran Sungai (DAS) Sumpiuh) | Sungai Sumpiuh merupakan sungai di Kabupaten Banyumas yang sering mengalami banjir pada musim penghujan. Metode hidrograf satuan sintetis digunakan untuk analisis debit banjir DAS yang tidak terukur dan mengalami perubahan tata guna lahan. HSS dengan cara ITB merupakan prosedur penentuan hidrograf satuan sintetis dengan input data relatif sederhana dibandingkan dengan HSS GAMA-1 yang umum digunakan di Indonesia dengan input data parameter DAS yang cukup rumit. Sehingga tujuan penelitian ini adalah membandingkan antara hidrograf satuan sintetis ITB dan GAMA-1 dengan HS Data Terukur untuk menentukan debit banjir DAS Sumpiuh. Perhitungan debit banjir menggunakan input hasil perhitungan hujan efektif dengan metode Hershfield dan analisis frekuensi. Hasil penelitian adalah HSS ITB-1 dengan time lag metode Snyder/Standar lebih cocok digunakan pada daerah aliran sungai Sumpiuh, dan dihasilkan Probable Maximum Flood (PMF) sebesar 1612,003 m3/dt, sedangkan hasil analisis prediksi debit banjir untuk kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun masing-masing sebesar 340,785 m3/dt, 410,088 m3/dt, 450,786 m3/dt, 498,131 m3/dt, 530,990 m3/dt, dan 561,826 m3/dt. | Sumpiuh River is one of many rivers in Banyumas that is often flooded in rainy season. Synthetic unit hydrograph methods is used for an analysis of flood discharge in the ungauge watersheds and undergoing land use change. ITB Method of Synthetic Unit Hydrograph is a procedure with relatively simple data input compared to commonly used synthetic unit hydrograph of GAMA-1, which needs quite complicated data input parameters. So the purpose of this study was to compare the ITB method of Synthetic Unit Hydrograph and synthetic unit hydrograph of GAMA-1 with Unit Hydrograph Measured Data to determine flood discharge of Sumpiuh watershed. The calculation of flood discharge used the input of effective rainfall calculated by Hershfield method and frequency analysis. The result is Synthetic Unit Hydrograph ITB-1 with time lag Snyder/standard method is the most appropriate to be applied in Sumpiuh watershed. Probable Maximum Flood (PMF) from this calculation is 1612.003 m3/sec, while the analysis of flood discharge prediction for return period 2, 5, 10, 25, 50, and 100 years are 340.785 m3/sec, 410.088 m3/sec, 450.786 m3/sec, 498.131 m3/sec, 530.990 m3/sec, and 561.826 m3/sec respectively. | |
| 11182 | 4101 | A1I007037 | KAJIAN LAMA PERENDAMAN DAN FREKUENSI PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK BUAH NAGA (Hylocereus undatus spp.) | Buah naga merupakan salah satu komoditas buah potensial. Teknik perbanyakan tanaman buah naga yang paling efisien adalah secara vegetatif yaitu dengan setek batang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui lama perendaman setek buah naga dalam larutan zat pengatur tumbuh organik agar diperoleh pertumbuhan setek buah naga yang optimal, 2) Mengetahui frekuensi pemberian zat pengatur tumbuh organik agar diperoleh pertumbuhan buah naga yang optimal dan 3) Mengetahui interaksi lama perendaman dan frekuensi pemberian zat pengatur tumbuh organik terhadap pertumbuhan setek buah naga. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2012 - Mei 2012 di Green House Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman yang berada di Desa Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian 110 m dpl. Penelitian merupakan percobaan pot pola faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang dicoba adalah lama perendaman, terdiri atas 3 taraf, yaitu 3jam, 6 jam dan 9 jam dan frekuensi pemberian zat pengatur tumbuh organik, yaitu 1 minggu sekali, 2 minggu sekali dan 3 minggu sekali. Analisis data menggunakan uji F, DMRT dan Regresi. Variabel yang diamati adalah saat tumbuh tunas (hst), jumlah tunas (buah), panjang tunas terpanjang (cm), panjang akar terpanjang (cm), volume akar (ml), bobot segar akar (gram) dan bobot kering akar (gram). Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Perendaman setek buah naga pada zat pengatur tumbuh organik mempengaruhi percepatan saat tumbuh tunah, Saat tumbuh tunas paling cepat adalah 25 HST, pada perendaman 9 jam. 2) Frekuensi pemberian zat pengatur tumbuh organik pada setek buah naga mempengaruhi percepatan saat tumbuh tunas, Saat tumbuh tunas tercepat adalah 25 HST, pada frekuensi 1 minggu sekali. 3) Tidak terdapat interaksi antara lama perendaman dan frekuensi pemberian zat pengatur tumbuh organik terhadap semua variabel yang diamati. | Dragon fruit is a fruit commodity potential. Dragon fruit plant propagation techniques most efficient is vegetatively which is by stem cuttings. This study aimed to 1) Determine long dragon fruit cuttings soaking in a solution of organic growth regulators in order to obtain the growth of dragon fruit cuttings are optimal, 2) Knowing the frequency of organic growth regulators in order to obtain optimal growth of dragon fruit and 3) Knowing the interaction length of immersion and frequency of organic growth regulators on the growth of dragon fruit cuttings. The research was conducted in April 2012 until June 2012 at the Green House Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University Grendeng in the village, sub-district North Purwokerto, Banyumas regency with a height of 110 m above sea level. Research a pot experiment with a factorial randomized block design (RBD). Factors that try is a long soaking, consisting of three levels, i.e 3 hours, 6 hours and 9 hours and frequency of organic growth regulators, i.e 1 week, 2 weeks and 3 weeks. Data analysis using the F test, DMRT and Regression. Observed variables is a time of growing shoots (HST), the number of buds (fruit), the longest shoot length (cm), longest root length (cm), root volume (ml), root fresh weight (g) and root dry weight (g) . The results showed that: 1) Immersion dragon fruit cuttings on organic growth regulators affect acceleration while growing tunah. Currently the fastest growing bud is 25 days after planting, at 9 hours of immersion. 2) Frequency of organic growth regulators dragon fruit cuttings affect the acceleration time to sprout. Currently the fastest growing bud is 25 days after planting, at a frequency of 1 week. 3) There is no interaction between duration of immersion and frequency of organic plant growth regulator for all observed variables. | |
| 11183 | 4098 | F1A008037 | Potret Kemiskinan Kampung Sri Rahayu, Kel Karang Klesem, Kec Purwokerto Selatan (Studi Tentang Survival Strategy dari Kemiskinan Bagi Pengemis di Kampung Sri Rahayu) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potret kemiskinan yang berada di Kampung Sri Rahayu, bentuk-bentuk strategi pengemis Kampung Sri Rahayu dalam menyiasati kehidupannya agar tetap bertahan hidup, penyebab pengemis kampung Sri Rahayu dapat bertahan hidup dari kemiskinan serta upaya pemerintah Kabupaten Banyumas dalam menangani masalah pengemis di Kampung Sri Rahayu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, sedangkan teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa keadaan kemiskinan di kampung Sri Rahayu disebabkan oleh 2 faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Bentuk strategi bertahan hidup oleh pengemis bermacam-macam antara lain manajemen keuangan keluarga, melakukan pinjaman uang, meminimalisir pola makan sehari-hari, etos kerja keras dan tidak malas, melakukan saving/menabung. Penyebab pengemis di Kampung Sri Rahayu masih bisa bertahan hidup karena masyarakat bergolongan menengah ke atas masih mau menerima keberadaan pengemis serta mau memberi uang kepada kaum pengemis. Upaya pemerintah Kabupaten Banyumas dalam menangani masalah pengemis di Kampung Sri Rahayu antara lain memberikan bimbingan mental. Implikasi yang diambil oleh penulis yaitu perlu adanya peningkatan pendapatan, mengubah sifat malas menjadi rajin serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dari pengemis, selain itu pemerintah harus peduli terhadap persoalan pengemis. Pemerintah dan pihak-pihak yang terkait dengan pemberdayaan pengemis hendaknya dapat menciptakan mekanisme agar kerja keras menjadi etos mereka dengan cara mengoptimalkan survival mereka melalui pendidikan masyarakat yang mampu meningkatkan softskill dan hardskill. Kebijakan pemerintah terhadap pengemis tidak boleh hanya bersifat parsial berupa pembinaan mental saja, tetapi harus terintegrasi dengan bidang-bidang lain. | This study aimed to figure out the portrait of poverty in Kampung Sri Rahayu, the strategy forms of the beggars in Kampung Sri Rahayu in order to deal with life to survive, and the causal factors of the Sri Rahayu beggars that made them able to survive out of poverty as well as the Banyumas government efforts in handling the problem of beggars in Kampung Sri Rahayu. The research method used was descriptive qualitative method, while the technique of collecting informants used purposive sampling technique. The results showed that the state of poverty in Kampung Sri Rahayu was caused by two factors: internal factors and external factors. The forms of strategy to survive by the beggars were varied, such as family financial management, having loans, minimizing daily diet, hard work ethic and industrious, and make saving. The causal factor on how Kampung Sri Rahayu dwellers were still able to survive was because the upper-middle class people were still willing to accept the existence of beggars and wanted to give money to the beggars. The Banyumas government's efforts in addressing the problem beggars in Kampung Sri Rahayu included providing mental guidance. Implication made by the researcher was the need to increase income, change into industrious lazy nature and improving the quality of human resources from beggars, otherwise the government should be concerned about the issue of beggars. The government and parties related to the empowerment of beggars should be able to create a mechanism so that the ethos of hard work into them in a way to optimize their survival through public education to improve soft skills and hardskill. The government policy towards beggars must not be only partial mental development, but should be integrated with other fields. | |
| 11184 | 4241 | I1C006009 | GEOLOGI DAN STUDI FASIES FORMASI HALANG DAERAH CIPARI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIPARI, KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH | Kehadiran rembesan minyak bumi sebagai indikasi penting potensi minyak bumi di suatu daerah target eksplorasi. Formasi Halang merupakan formasi batuan tempat munculnya rembesan minyak bumi di daerah Cipari, formasi ini merupakan formasi batuan sedimen berumur Miosen Tengah – Pliosen Awal dengan karakter litologi hasil endapan sedimen laut dalam dengan proses pengendapan arus gravitasi. Penelitian geologi dengan suatu studi khusus yang berpusat pada studi fasies Formasi Halang, dianggap suatu metode penelitian yang efektif untuk mengetahui keterkaitan/sinkronisasi antara kemunculan rembesan minyak bumi dengan keragaman data geologi permukaan yang terdapat di daerah penelitian. Dalam studi ini dibahas mengenai fasies Formasi Halang di daerah Cipari, adapun metode yang digunakan untuk menganalisis fasies Formasi Halang di daerah penelitian yaitu dengan melakukan analisa data dari pengukuran penampang stratigrafi dan pengamatan karakter litologi untuk pengelompokan masing-masing kelompok fasies yang ada. Singkapan Formasi Halang di daerah Cipari didominasi oleh perselingan batupasir-batulempung dan/atau lempung napalan, sisipan breksi, dan lensa batugamping. Berdasarkan pengamatan fasies genetiknya, Formasi Halang di daerah Cipari diendapkan dengan mekanisme pengendapan Debris Flow/Bottom Current/Pelagic dan Hemipelagic dengan lingkungan pengedapan laut dalam yang disertai kehadiran gunung api bawah permukaan laut. Kata kunci: Formasi Halang, fasies, arus gravitasi, rembesan minyak Cipari. | The presence of oil seepage as an important indication of the oil potential in an exploration target area. Halang formation is a rock formation where the emergence of oil seepage in Cipari area, this formation is a sedimentary rock formation from Middle Miocene-Early Pliocene with the litology characters by products the deep marine deposits when generated by gravity flow process. Geological research with a special study which focused on the study of the Halang Formation facies, is considered an effective research methods to know the interconnected/syncronization between the emergence of petroleum seepage with the diversity of geological data surfaces in the research area. In this study are discussed about regarding the facies of Halang Formation in Cipari area, the methods to analyze the facies of Halang Formation in the research area used the data analysis of litology characters from measurements and observations of Stratigraphic cross-section in each group of facies. The Halang Formation outcrop in the Cipari area is dominantly composed of alternating sandstone and claystone or clays marl, breccia intercalations, and lense of limestone. Based on the genetics facies, Halang Formation in the Cipari area were deposited by depositional mechanism from Debris Flow/Bottom current/Pelagic and Hemipelagic process in the deep marine depositional environments which the presence of under seas volcanoes. Keywords: Halang Formation, facies, gravity flow, Cipari oil seepage. | |
| 11185 | 4107 | D1E008066 | PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG TAPIOKA DENGAN TELUR ASIN DAN LAMA PENGUKUSAN PADA PEMBUATAN KERUPUK TELUR TERHADAP WARNA KERUPUK DAN KESUKAAN PRODUK | Pengaruh Perbandingan Tepung Tapioka Dengan Telur Asin Dan Lama Pengukusan Pada Pembuatan Kerupuk Terhadap Warna Kerupuk Dan Kesukaan Produk. Pengambilan data pada penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 5 Agustus 2012 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Tujuan penelitian mengkaji pengaruh perbandingan tepung tapioka dengan telur asin dan lama pengukusan yang berbeda pada pembuatan kerupuk telur terhadap warna kerupuk dan kesukaan produk. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah tepung tapioka 2520 g, 72 g garam, 180 g ketumbar, 180 g bawang putih, 200 cc air panas dan telur asin 1080 g yang berumur 21 hari sebelum kadaluwarsa yang berasal dari Kelompok Peternakan “Bebek Umbaran” Desa Negarayu Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental. Penelitian menggunakan Pola Faktorial 4 x 3 ulangan sebanyak 3 kali ulangan dengan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL). Peubah yang diukur dengan 2 faktor yaitu; faktor A dan faktor B. Dimana faktor A (Perandingan tepung dengan telur asin) pada a0: Penggunaan tepung tapioka tanpa telur (kontrol), a1: Penggunaan 80% tepung : 20% telur asin, a2: Penggunaan 60% tepung : 40% telur asin, a3: Penggunaan 40% tepung : 60% telur asin, sedangkan pada faktor B (Lama Pengukusan) pada b1: pengukusan selama 10 menit, b2: pengukusan selam 20 menit dan b3: pengukusan selam 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi lama pengukusan dan perbandingan tepung tapioka dan penambahan telur asin dengan lama pengukusan berpengaruh nyata (P>0,05), sedangkan perbandingan tepung tapioka dan penambahan telur asin berpengaruh sangat nyata (P>0,01) terhadap warna kerupuk dan kesukaan produk. penambahan. Kesimpulan penelitian ini yaitu nilai rataan tertinggi terhadap kesukaan produk ada pada perbandingan tepung tapioka 60% : 40% telur asin dengan lama pengukusan 20 menit (a2b2) dengan hasil 2,4 yaitu suka. Semakin banyak penggunaan telur asin berbengaruh nyata pada warna cokelat kerupuk yang semakin meningkat dan semakin lama pengukusan berpengaruh terhadap warna dan kesukaan produk kerupuk. | The Effect ratio of Tapioca Starch to Salted Egg And steaming time At the Making Of Crackers On Its Color And Preference. Retrieval of data in this study was carried out from June 1 to August 5, 2012 at the Laboratory of Animal Products Technology, Faculty of Animal Science, University of Genderal Soedirman Purwokerto. The purpose of the study was to examine the influence of starch salted eggs comparison with different steaming time at eggs crackers making on color and preference of cracker products. The material used in this study was 2520 g of tapioca flour, 72 g of salt, 180 g of coriander, 180 g of garlic, 200 cc of hot water and 1080 g of salted egg which was 21 days before the expire date derived from the Group Ranch "Duck Umbaran", Village District of Negarayu, Tonjong, Brebes. The research method used in this study was experimental methods. The research used the basic design 4 x 3 Factorial pattern as many as 3 replications, randomized block design (CRD). Variables measured were two factors, namely: factor A and factor B. Where the factor A (Comparison of flour to salted egg) namely a0: Using tapioca flour without eggs (control), a1: The use of 80% flour: 20% salted egg, a2: The use of 60% flour: 40% salted egg, a3: The use of 40% flour: 60% salted egg, whereas in factor B (Old steaming), there were b1: steaming for 10 minutes, b2: steaming for 20 minutes and b3: steaming for 30 minutes. The results showed that there was on interaction significantly (P>0,05), betwen steaming time and tapioca flour salted egg ratio, while the ratio of tapioca flour to salted egg increased by on color and preference of cracker product. The conclusion of this study is the highest average value of the product preference was for tapioca flour ratio of 60%: 40% salted egg, with a steaming time of 20 minutes (a2b2) with the 2.4 is alike. The greater the use of salted egg, the darker was the brown color of the crackers, and the longer the steaming time, the darker and the greater were the color and the preference to the cracker. | |
| 11186 | 4104 | G1B008024 | Beberapa Determinan yang Berpengaruh Terhadap Stres Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap Perinatologi dan ICU Rumah Sakit Umum Daerah Ciamis | Stres kerja perawat adalah kondisi ketegangan yang menciptakan adanya ketidak seimbangan fisik dan psikis, yang mempengaruhi emosi, proses berfikir dan kondisi seseorang karyawan. Faktor yang dapat menimbulkan stres kerja perawat diantaranya adalah beban kerja, umur, masa kerja, dan hubungan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui determinan yang berpengaruh terhadap stres kerja perawat. Penelitian dilakukan secara observasi analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 33 perawat (18 perinatologi dan 15 ICU). Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana untuk mengetahui hubungan antara variabel dan untuk menguji variabel yang berpengaruh terhadap stres kerja perawat digunakan uji regresi linier ganda. Hasil menunjukkan bahwa ada pengaruh beban kerja terhadap stres kerja pada perawat dengan nilap p=0,000. Sedangakan variabel umur (p=0,606), masa kerja (0,969) dan hubungan kerja (0,611) menunjukkan tidak ada pengaruh terhadap stres kerja pada perawat (p>0,05). Saran bagi Rumah Sakit Umum Daerah Ciamis adalah beban kerja perawat disesuaikan dengan Job Description dan diberikan fasilitas untuk menunjang kerja perawat. | Nurse work stress is strain condition which create unbalance physical and psychological existence, that influence the emotion, think process and employee condition. Elements that can produce those stress are work load, age, work period and work connection. The purpose of this research is to know a determinant effect on nursing work stress. Observation done by an analytic observation with cross sectional approach toward 33 nurses as a sample (18 person from perinatology room and 15 person from ICU room). Data analysis is using simple linear regression test to understand connection between variable, and to test variable that influence toward nurse’s work stress is using double linear regression test. The result shows there are influence from work load toward nurse’s work stress with value p=0,000. While age variable shows p=0,606, work period (p=0,969) and work connection (p=0.611) show that there are no influence toward nurse’s work stress (p>0.05). Ciamis Public Hospital should put the balance between nurse’s wok stress with their job description and given the facilities that can support their work. | |
| 11187 | 4105 | C1C009026 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI PENGADAAN LANGSUNG BARANG DAN JASA PADA SKPD DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Implementasi Pengadaan Langsung Barang dan Jasa pada SKPD di Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor sumber daya, sikap pelaksana, koordinasi dan situasi kondusif terhadap implementasi pengadaan langsung barang dan jasa. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda menggunakan program SPSS. Berdasar hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi berganda, menunjukkan bahwa: (1) Sumber daya, sikap pelaksana, koordinasi dan situasi kondusif secara simultan berpengaruh terhadap implementasi pengadaan langsung barang dan jasa (2) Sumber daya berpengaruh terhadap implementasi pengadaan langsung barang dan jasa, (3) Sikap pelaksana berpengaruh terhadap implementasi pengadaan langsung barang dan jasa, (4) Koordinasi tidak berpengaruh terhadap implementasi pengadaan langsung barang dan jasa, (5) Situasi kondusif tidak berpengaruh terhadap implementasi pengadaan langsung barang dan jasa. | This research is to observe the influence of the resources, an attitude of the implementors, the coordination and a conducive situation to the direct procurement implementation of goods and services. This research is primarly data that collected with questionare that distributed directly to the regional governments of Banyumas. Result of this research shows that the resources, an attitude of the implementors, the coordination and a conducive situation was simultaneously influency to direct procurement implementation of goods and services, the resources was influence to the direct procurement implementation of goods and services, an attitude of the implementors was influence to the direct procurement implementation of goods and services, the coordination was not influence to the direct procurement implementation of goods and services, and a conducive situation influence to the direct procurement implementation of goods and services. | |
| 11188 | 4190 | H1D007029 | Pengaruh Suspensi Semen Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Bambu Apus | Bambu merupakan tanaman yang sangat mudah didapatkan, tetapi bambu mempunyai beberapa kelemahan antara lain rentan terhadap serangan hama perusak kayu (rayap, bubuk dan jamur) sehingga mempengaruhi sifat fisik dan mekanik bambu yang menjadikan umurnya pendek. Dengan mensuspensi semen ke dalam pori-pori bambu dengan tujuan pori-pori yang biasa menjadi tempat hidup telur serangga akan terisi oleh air semen dan pori-porinya menjadi lebih rapat, selain itu juga dapat mengeluarkan zat pati yang ada dalamnya dengan harapan kekuatan dan ketahanan Bambu Apus akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suspensi air semen terhadap sifat fisik dan mekanik bambu Apus dan mengetahui kadar suspensi optimal. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan variasi kadar semen 1:8, 1:7, 1:6, 1:5, dan 1:4 ke dalam pori-pori bambu. Hasil pengujian kadar air lebih besar dibagian pangkal yaitu rata-rata sebesar 218,9% berlanjut kebagian tengah rata-rata sebesar 98,89% dan bagian pangkal paling sedikit rata-rata sebesar 66,3%. Hasil pengujian nilai kerapatan mengalami peningkatan sebesar 79,16%. Nilai Absorsi mengalami penurunan sebesar 35,38%.Nilai kuat tekan sejajar serat mengalami peningkatan sebesar 41,02%.Nilai kuat tekan tegak lurus serat mengalami peningkatan sebesar 14,06%.Nilai kuat geser mengalami peningkatan sebesar 5,42.Nilai modulus of rupture (MOR) mengalami peningkatan sebesar 85,35%.Nilai kekakuan (EI) mengalami peningkatan sebesar 54,22%.Kadar rata-rata suspensi optimum yaitu pada 0,14 skala desimal sama dengan 1:7 skala rasio perbandingan antara semen dengan air. | Bamboo is a plant that is very easy to get, but bamboo has several weaknesses, among others prone to wood destroying pests (termites, powder and yeast) that affect the physical and mechanical properties of bamboo which makes short-lived. With suspend cement into the pores of bamboo with the aim of pores Typical live insect eggs will be filled by cement and water pores become more dense, but it also can remove the existing starch inside with hope strength and resilience of Bamboo lear will increase. This study aimed to investigate the effect of aqueous suspensions of cement on physical and mechanical properties of bamboo Apus and determine optimal levels of suspension. The study was conducted in the laboratory with various levels of cement 1:8, 1:7, 1:6, 1:5, and 1:4 into the pores of bamboo. Test results of water content greater base section which is an average of 218.9% amid continued gets an average of 98.89% and the base at least an average of 66.3%. Test results density value increased by 79.16%. Absorption values decreased by 35.38%. Parallel fiber compressive strength value increased by 41.02%. Perpendicular compressive strength value of fiber has increased by 14.06%. Shear strength value increased by 5.42. Modulus value of rupture (MOR) increased by 85.35%. Value stiffness (EI) has increased by 54.22%. levels average optimum suspension is the same as the 0.14 decimal scale 1:7 scale ratio of cement to water | |
| 11189 | 52298 | E1B022044 | TANGGUNG JAWAB PENGAWASAN ADMINISTRATIF PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT DALAM KEGIATAN PERTAMBANGAN GALIAN C (Studi Kasus Tambang Gunung Kuda di Kabupaten Cirebon) | Pertanggungjawaban administratif Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pengawasan kegiatan pertambangan galian C pada Tambang Gunung Kuda di Kabupaten Cirebon menjadi fokus kajian ini, khususnya terkait pelaksanaan kewenangan pengawasan dan hambatan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban administratif Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pengawasan kegiatan pertambangan galian C pada Tambang Gunung Kuda di Kabupaten Cirebon serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan pengawasan tersebut. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, melalui analisis bahan hukum primer dan sekunder di bidang hukum lingkungan dan hukum administrasi negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemerintah provinsi memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam mengawasi kepatuhan pelaku usaha terhadap persetujuan lingkungan, namun pelaksanaannya belum optimal sehingga berpotensi menimbulkan kelalaian administratif (omission). Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta belum efektifnya mekanisme pengawasan di lapangan. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya perlindungan lingkungan hidup dan meningkatnya risiko kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pengawasan administratif berbasis prinsip good environmental governance guna meningkatkan efektivitas pengawasan serta memastikan akuntabilitas pemerintah. | The administrative accountability of the West Java Provincial Government in supervising Class C mining activities at the Gunung Kuda Mine in Cirebon Regency is the focus of this study, particularly regarding the implementation of supervisory authority and the obstacles encountered. This study aims to analyze the administrative accountability of the West Java Provincial Government in supervising Class C mining activities at the Gunung Kuda Mine in Cirebon Regency and identify the obstacles encountered in implementing such supervision. The study uses a normative juridical method with a statutory and conceptual approach, through an analysis of primary and secondary legal materials in the fields of environmental law and state administrative law. The results of the study indicate that the provincial government has the authority and responsibility to oversee business actors' compliance with environmental approvals, but its implementation is suboptimal, potentially leading to administrative omissions. Obstacles encountered include limited resources, weak inter-agency coordination, and ineffective oversight mechanisms in the field. These conditions result in suboptimal environmental protection and an increased risk of environmental damage. Therefore, strengthening the administrative oversight system based on the principles of good environmental governance is necessary to increase oversight effectiveness and ensure government accountability. | |
| 11190 | 4106 | C1C009057 | PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN, PELATIHAN DAN DUKUNGAN ATASAN TERHADAP PEMAHAMAN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Latar Belakang Pendidikan, Pelatihan, Dan Dukungan Atasan Terhadap Pemahaman Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Kabupaten Pemalang”. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Responden penelitian ini adalah Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK-SKPD). Kuesioner yang dikumpulkan adalah 36 dengan menggunakan metode Proporsional Sampling. Kemudian data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 17.0 for windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa latar belakang pendidikan, pelatihan dan dukungan atasan berpengaruh positif terhadap pemahaman sistem akuntansi keuangan daerah Kabupaten Pemalang. | This research is entitled “Influence Of Education Background, Training, And Top Management Support To Understanding Of Government Financial Accounting System In Pemalang Regency”. Data were collected using questionnaire. Respondents in this research are Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) at SKPD. The questionnaires that were collected 36 packages with Proporsional Sampling. Then data analyzed using multiple linier regression analysis with SPSS 17.0 for windows. The result of this research shown that education background, training and to management support partially have positive influence on Understanding Of Government Financial Accounting System In Pemalang Regency. | |
| 11191 | 4108 | C1J006032 | FACTORS INFLUENCING THE BUSINESS PEOPLE INCOME OF MUFFLER INDUSTRY IN NORTH PURBALINGGA VILLAGE, IN PURBALINGGA SUB DISTRICT, IN PURBALINGGA REGENCY | This research entitle: “Factors Influencing the Businessmen Income of Muffler Industry in Purbalingga Lor Village, In Purbalingga Sub District, In Purbalingga Regency”. The research aims to analyze the influence of capital, number of labor, business length, and education level on muffler businessmen income in Purbalingga Lor village, in Purbalingga Sub District, in Purbaingga Regency; to analyze which variable that gives the most influential on muffler businessmen income in Purbalingga Lor village, in Purbalingga Sub District, in Purbaingga Regency.The implication was, cooperative should be established with member from muffler industry in Purbalingga Lor Village to help the businessman that less in capital, because the businessman has no guarantee to borrow from bank. Besides, if all muffler businessmen were cooperative member, it will ease in making agreement of price to avoid unhealthy competition. Because education has proved giving significant influence on industry progress, thus suggested that all muffler businessmen to send their children to higher education, in order to use their knowledge in developing muffler industry in Purbalingga Lor Village, in PPurbalingga Sub District, in Purbalingga Regency. | This research entitle: “Factors Influencing the Businessmen Income of Muffler Industry in Purbalingga Lor Village, In Purbalingga Sub District, In Purbalingga Regency”. The research aims to analyze the influence of capital, number of labor, business length, and education level on muffler businessmen income in Purbalingga Lor village, in Purbalingga Sub District, in Purbaingga Regency; to analyze which variable that gives the most influential on muffler businessmen income in Purbalingga Lor village, in Purbalingga Sub District, in Purbaingga Regency.The implication was, cooperative should be established with member from muffler industry in Purbalingga Lor Village to help the businessman that less in capital, because the businessman has no guarantee to borrow from bank. Besides, if all muffler businessmen were cooperative member, it will ease in making agreement of price to avoid unhealthy competition. Because education has proved giving significant influence on industry progress, thus suggested that all muffler businessmen to send their children to higher education, in order to use their knowledge in developing muffler industry in Purbalingga Lor Village, in PPurbalingga Sub District, in Purbalingga Regency. | |
| 11192 | 4109 | G1A006118 | THE THEME OF LOVE IN THE THREE POEMS OF JOANNA FUCHS: “IF NOT FOR YOU, COMES TO ME AND NO ONE LOVES ME LIKE YOU DO”. | ABSTRAK Penelitian ini menjelaskan tentang Theme of Love in Joanna Fuchs’s the three poems: If not for you, Come to me and No one loves me like you do”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan makna cinta dari ketiga puisi Joanna Fuchs. Hasil penelitian menunjukan bahwa tema cinta direfleksikan ke dalam tiga puisi melalui unsur-unsur intrinsik, seperti : diksi, citraan dan tema yang dihubungkan satu sama lain untuk mengungkap makna cinta. Puisi pertama“if not for you” menjelaskan tentang seseorang yang beruntung bertemu dengan seseorang yang dicintainya. Puisi Kedua “comes to me”menceritakan tentang seseorang yang tidak bisa menahan rindu kepada sang kekasih hati. Puisi yang ketiga” No one loves me like you do” menjelaskan tentang seseorang yang mau mencintai serta menerima kekurangan sang kekasih. | ABSTRACT This research is about The theme of love in Joanna Fuchs’s three poems: If not for you, Comes to me and No one loves me like you do”. The purpose of the research is to find out the meaning of love in the three poems by Joanna Fuchs. The result shows that the theme of love is reflected in the three poems through the intrinsic elements such as diction, imagery and theme connect other to reveal love. The first poem entitled “if not for you” tells the readers about someone who is lucky to meet his/her lovers. The second poem entitled “come to me” tells the reader about someone who cannot be longing’s feeling and he or she who expects someone who fill the emptiness. The last, the poem entitled “No one loves me like you do” tells the reader about someone who accepts the love as what it is. | |
| 11193 | 4112 | B1J008080 | PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK Marsilea crenata DENGAN M-BIO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BIOMASSA MIKROALGA Spirulina platensis PADA KULTUR SKALA SEMI MASSAL | Pertumbuhan mikroalga Spirulina platensis membutuhkan unsur-unsur hara makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Media kultur skala semi massal biasa menggunakan pupuk kimia yang dapat memberikan efek kurang menguntungkan bagi organisme pemangsa, sehingga dibutuhkan pupuk alternatif yang ramah lingkungan. Pemanfaatan gulma Marsilea crenata setelah mengalami proses fermentasi menggunakan M-Bio dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada kultur S. platensis skala laboratorium dapat meningkatkan pertumbuhannya. Pupuk ekstrak M. crenata mengandung unsur hara yang berpotensi sebagai pupuk organik dan tidak membahayakan bagi hewan kultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak gulma M. crenata terhadap pertumbuhan dan produksi biomassa mikroalga S. platensis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang dicobakan yaitu 5 perlakuan dengan penambahan berbagai konsentrasi ekstrak gulma M. crenata 0, 200, 400, 600, 800 ppm dengan 3 kali ulangan. Parameter utama yang diukur adalah kepadatan dan biomassa S. platensis. Sebagai parameter pendukung adalah pH, salinitas, temperatur dan kandungan nitrat dan fosfat pupuk ekstrak gulma M. crenata. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan Uji F, karena hasilnya berbeda nyata kemudian dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi ekstrak M. crenata memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan produksi biomassa S. platensis. Penambahan pupuk M. crenata dengan konsentrasi 800 ppm menghasilkan kepadatan tertinggi sebesar 949,7 sel/ml dan produksi biomassa S. platensis tertinggi 0,48 g/l Kata kunci : Spirulina platensis, konsentrasi ekstrak Marsilea crenata, kultur semi massal. | The growth of microalgae Spirulina platensis requires elements of macro and micro nutrients in sufficient quantities. Culture media in semi mass scale usually use chemical fertilizers that can give disadvantages impact to the predators organism, so it needs alternative fertilizer that friendly to the environment. The using of Marsilea crenata after fermented with M-Bio could be used as organic fertilizer in the laboratory scale of S. platensis culture to increase it’s growth. Extract of M. crenata fertilizer contains of a potent nutrients as organic fertilizer and not harmful for animal culture . This study aimed to determine the effect of concentration extract M. crenata weed on growth and biomass production of microalgae S. platensis. This research used experimental methods to completely random sampling. Treatments were tested at 5 level with the addition of concentration factor extract M. crenata weed 0, 200, 400, 600, 800 ppm with 3 replications. The primary outcome which measured was the density and biomass of S. platensis. As a supporter of the parameters were pH, salinity, temperature and nitrate and phosphate content of extracts of weed M. crenata. The data were analyzed using the F test. Because the results were significantly different, it continued with BNT. The results showed that the concentration of the extract M. crenata influence significantly different on the density of population and biomass production of S. platensis. The addition of fertilizer with 800 ppm concentration of M.crenata produced the highest density 949.7 cells/ml and the highest biomass production of S. platensis 0.48 g / l. Keywords : Spirulina platinensis, consentration Marsilea crenata extract, semi mass culture. | |
| 11194 | 16207 | G1B012060 | ANALISIS MODAL SOSIAL SEBAGAI POTENSI MEDIA SALURAN PEMBAYARAN IURAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PADA PESERTA PEKERJA BUKAN PENERIMA UPAH KABUPATEN BANYUMAS | Terjadi ketidakseimbangan pemasukan dan pengeluaran premi BPJS Kesehatan pada tahun 2014. Masyarakat sektor informal dikenal memiliki modal sosial yang tinggi. Diharapkan modal sosial membantu sektor informal dalam membayar iuran jaminan kesehatan sebagai media saluran pembayaran iuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi modal sosial sebagai media saluran pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional pada peserta PBPU sektor informal di Kabupaten Banyumas. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi menggunakan metode purposive sampling dalam pemilihan subjek penelitian dan content analysis. Dengan kriteria peserta PBPU di wilayah perkotaan dan perdesaan Kabupaten Banyumas. Didapatkan 7 informan utama dan 4 informan pendukung. Keabsahan data menggunakan triangulasi. Karakteristik PBPU dalam penelitian dilihat dari organisasi pekerjaan dan wilayah domisili. Sifat, hubungan, dan keadaan internal masyarakat bisa dilihat dari kepercayaan, kejujuran dan kemurahan hati masyarakat Kabupaten Banyumas yang baik. Modal sosial berpotensi menjadi media saluran pembayaran iuran dilihat dari aspek pelayanan dan dari keterj | There is a missmatch between premium and claim of BPJS Kesehatan in 2014. However, the informal sector society is known to have high social capital. Social capital is expected to assist the informal sector in paying health insurance contributions as a premium payment channel medium. This study aims to analyze the potential of social capital as a payment channel medium to the National Health Insurance by nonsalaries workers in Banyumas. It was a qualitative study under phenomenology approach which used purposive sampling method in picking research subject and content analysis. Within the criteria that included nonsalaries workers in urban and rural areas in Banyumas Regency, 7 main informants and 4 supporting informants were chosen. Data validity is measured by triangulation. Nonsalaries workers were classified based on the work organization and domicile. Good character, relationship, and internal condition of society can be seen from the trust, honesty, and kindness of Banyumas’ citizen. Sosial capital is potential to be payment channel medium of National Health Insurance by nonsalaries workers in the terms of service and the efficiency on accessing the community although the community still lacks of human resources. | |
| 11195 | 6556 | C1B008017 | Pengaruh Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Pada Applause Home English Course | Penelitian ini berjudul: PENGARUH PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA APPLAUSE HOME ENGLISH COURSE. Tujuan penelitian adalah untuk menganalis pengaruh faktor budaya, faktor sosial, faktor personal dan faktor psikologis terhadap keputusan pembelian pada Applause Home English Course Purwokerto. Hipotesis yang diajukan adalah faktor budaya, faktor sosial, faktor personal dan faktor psikologis mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan pembelian pada Applause Home English Course Purwokerto. Alat analisis yang digunakan adalah analisis analisis regresi berganda dengan uji t. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor budaya, faktor sosial, faktor personal dan faktor psikologis mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan pembelian pada Applause Home English Course Purwokerto. Implikasi dari penelitian ini adalah, Untuk meningkatkan minat masyarakat mengikuti kursus bahasa Inggris di Applause Home English Course Purwokerto, hendaknya pihak manajemen terus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa penguasaan bahasa Inggris itu penting bagi pendidikan, pekerjaan dan kehidupan sehari-hari dan pilihan kursus di Applause Home English Course Purwokerto adalah yang terbaik yaitu dengan cara menyajikan citra yang positif tentang Applause Home English Course melalui kunjungan sekolah, kontest Debat Bahasa Inggris, pemasangan reklame di tempat strategis, menyebar brosur yang menarik dan elegan serta berbagai media komunikasi dan pemasaran lainnya. | The study is titled: CONSUMER BEHAVIOR INFLUENCE ON DECISIONS TO PURCHASE APPLAUSE HOME ENGLISH COURSE. The purpose of research is to analyze the influence of cultural factors, social factors, personal factors and psychological factors in the purchasing decision Applause Home English Course Purwokerto. The hypothesis is cultural factors, social factors, personal factors and psychological factors have a positive influence on purchase decisions Applause Home English Course in Purwokerto.The analytical tool used is the analysis of multiple regression analysis with t test. Based on the results of this study concluded that cultural factors, social factors, personal factors and psychological factors have a positive influence on purchase decisions Applause Home English Course in Purwokerto. The implication of this study is, to increase public interest in the English course Applause Home English Course Navan, management should continue to educate people that mastery of English is essential for education, work and everyday life and course selection in Applause Home English Course Navan is the best that is by presenting a positive image of Applause Home English Course through school visits, English Debate contest, installation of billboards in strategic places, spreading leaflets attractive and elegant as well as numerous other media and marketing communications. | |
| 11196 | 4113 | C1C007042 | PENGARUH TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU SEKOLAH DASAR (SURVEI TERHADAP SEKOLAH DASAR NEGERI DI PURWOKERTO UTARA) | ABSTRAK Penelitian ini merupakan survey pada Sekolah Dasar Negeri di Purwokerto Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah terhadap kepuasan kerja guru Sekolah Dasar dan mengetahui variabel yang berpengaruh paling dominan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana BOS dan variabel terikat yaitu Kepuasan Kerja Guru Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan data primer dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Metode random sampling digunakan untuk menentukan responden.Responden penelitian ini adalah 198 orang guru yang di Sekolah Dasar Negeri di Purwokerto Utara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa transparansi dan Akuntabilitas pengelolaan dana BOS berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja guru sekolah dasar. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa akuntabilitas merupakan variabel yang berpengaruh dominan terhadap kepuasan kerja guru sekolah dasar. Kata Kunci: Transparansi, Akuntabilitas, Kepuasan Kerja | ABSTRACT This research is a survey in State Elementary School of North Purwokerto. The purpose of this research are to examine the effect of transparency and fund management accountability of BOS on job satisfaction of elementary school teachers and to know which is the dominant variable. The independent variables of this research are transparency and fund management accountability and dependent variable is job satisfaction of elementary school teachers. This research uses primary data with questionnaire as a research instrument. Random sampling method used to determine the respondent. The respondents of this research were 198 teachers in state elementary school of North Purwokerto. Data analysis in that was used in this research is SPSS 16.0 for Windows. The result showed that transparency and fund management accountability of BOS have positive effect on job satisfaction of elementary school teachers. The result of this research also indicated that accountability is the dominant variable that effect on job satisfaction of elementary school teachers. Keywords: Transparency, accountability, job satisfaction | |
| 11197 | 4115 | C1K008014 | THE EFFECT OF STOCK SPLIT ANNOUNCEMENT TO THE MARKET REACTION ON MISCELLANEOUS COMPANIES LISTED IN INDONESIAN STOCK EXCHANGE (BEI) PERIOD 2009-2011 | Penelitian ini adalah penelitian event study dari pengumuman stock split di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2009-2011. Penelitian ini berjudul“ The Effect of Stock Split Announcement to The Market Reaction on Miscellaneous Companies Listed in Indonesia Stock Exchange (BEI) ”. Objek penelitian ini adalah stock split, abnormal return, bid ask spread dan trading volume activity (TVA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dan menganalisis apakah ada perbedaan yang signifikan pada abnormal return, bid ask spread dan trading volume activity (TVA) antara periode sebelum dan sesudah pengumuman stock split pada perusahaa yang sahamnya tercatat pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2009-2011. Periode penelitian menggunakan periode jendele dari 10 hari penelitian (5 hari sebelum pengumuman dan 5 hari setelah pengumuman stock split). Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan sampel dalam penelitian ini adalah 14 perusahaan yang melakukan pengumuman stock split dalam semua jenis industry pada tahun 2009-2011 dengan menggunakan metode purposive sampling untuk menentukan jumlah sampel penelitian. Dengan menggunakan analisis paired sample t-test penelitian ini menemukan hasil bahwa tidak ada perbedaan yang signifikanantara abnormal return dan bid ask spread pada periode sebelum dan sesudah pengumuman stock split pada perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan ada perbedaan yang signifikan pada TVA sebelum dan sesudah pengumuman stock split pada perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebagai implikasi dari kesimpulan diatas adalah (1) Bagi Investor dalam menanggapi issue stock split jangan terburu-buru berpendapat bahwa itu merupakan financial performa dari perusahaan yang melakukan stock split karena bisa saja ini merupakan earning management atau hanya aksi kosmetik saja, dan jangan terburu-buru menjual atau membeli saham dari perusahaan yang melakukan stock split sebelum harga saham mencapai equilibrium yang dapat dilihat melalui pergerakan harga saham. Sepanjang informasi tidak dinilai cukup, tindakan wait and see beralasan untuk direkomendasikan dan jangan menjadikan stock split sebagai satu-satunya tolak ukur dalam pengambil keputusan investasi untuk mendapatkan abnormal return melainkan juga perlu mempertimbangkan faktor-faktor lainnya, (2) Bagi perusahaan dalam memutuskan untuk melakukan stock split sebaiknya memberikan informasi yang transparan tentang alasan sesungguhnya melakukan aksi stock split, hal tersebut dilakukan untuk meyakinkan investor bahwa stock split merupakan good news sehingga mempengaruhi preferensi investor yang beranggapan negative terhadap aksi stock split sehingga bersedia berinvestasi terhadap saham tersebut. (3) Bagi ilmu pengetahuan penelitian ini memberikan bukti tambahan bahwa signaling theory yang menyatakan bahwa tujuan perusahan melakukan suatu aksi adalah untuk memberikan sinyal informasi yang positif pada pasar tentang expectancy tentang peningkatan return perusahaan dimasa depan tidak selamanya berlaku untuk peristiwa stock split diIndonesia, karena penelitian ini memberikan bukti bahwa pemecahan stock split hanya menunjukan perbedaan yang signifikan pada TVA tetapi tidak memberikan perbedaan yang signifikan pada abnormal return dan bid ask split. | This research is an event study of stock split announcement in Indonesia Stock Exchange (BEI) in period 2009-2011. This research is entitle “ The Effect of Stock Split Announcement to The Market Reaction on Miscellaneous Companies Listed in Indonesia Stock Exchange (BEI) ”. The object in this study are stock split, abnormal return, bid ask spread and trading volume activity (TVA). The purpose of this research are to find and to analyze whether there are significant differences on abnormal return, bid ask spread an trading volume activity before and after stock split announcement on the companies which are listed in Indonesia stock exchange in period 2009-2011. The observation period employed a window period of 10 days (5 days prior to the stock split announcement and 5 days post the stock split announcement). The population of this study is all of companies listed in Indonesia stock exchange (BEI), and sample in this study was 14 companies performed stock split announcement in 2009-2011 with purposive sampling method to determine the samples. The method to measure was used Paired sample t-test analysis. By using paired sample t-test analysis this study found that there was no significant difference between the abnormal returns and bid ask spread before and after stock split announcement on the company which shares were listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI), and there was significant difference to Trading Volume Activity (TVA) before and after announcement on the company which are listed in Indonesia Stock Exchange. As implication of the conclusion above is (1) For the investors, in responding stock split issue, should not too fast arguing that it was the financial performance of companies to do stock split because it could be just earning management or cosmetic action only. They should not too fast selling or buying stock from companies that perform stock split before the stock prices reached equilibrium that could be seen through stock price movements. As long as the information was limited, the investors were recommended to wait and see and when the investors made decision for the investment to get the abnormal return, they should not only base on the stock split but also the other factors, (2) For the companies, they should provide transparent information why they do stock split action, it was to convince the investors that stock split is good news so that it affected the preference of investors who assumed negatively toward the stock split, so they were willing to invest on the stock, (3) For the science, this study provided additional evidence give positive signals for the market about the expectation company's increased return in the future does not always applicable to the stock split events in Indonesia, it was because this research provides evidence the stock split event only presented a significant difference at TVA but did not significant difference on the abnormal return and bid ask spread. | |
| 11198 | 4139 | H1F008065 | GEOLOGI DAN ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI DAERAH KARANGMANGU DAN SEKITARNYA KECAMATAN PURWOJATI KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH | Jawa Tengah, merupakan daerah yang menunjukan indentasi pada garis pantai sebelah utara dan selatannya apabila dibandingkan dengan garis pantai di Jawa Timur dan Jawa Barat. Indentasi ini merupakan expresi dari gejala tektonik di Pulau Jawa. Gejala tektonik Paleogene Pulau Jawa yang berbelok ke arah Meratus (Kalimantan) menyebabkan terbentuknya dua sesar utama di Jawa Tengah. Daerah Karangmangu merupakan daerah yang berada di selatan Jawa tengah yang dilewati oleh salah satu sesar utama di Jawa Tengah. Bila dipandang dari sisi geologi, daerah ini merupakan daerah yang kompleks dengan struktur geologi yang cukup beragam. Daerah penelitian memiliki tatanan geologi berupa geomorfologi yang terdiri dari 5 satuan geomorfologi yaitu Satuan Perbukitan Homoklin Batuanten, Satuan Perbukitan Antiklin Penusupan, Satuan Perbukitan Sinklin Karangendep, Satuan Perbukitan Zona Sesar Sidamulih dan Satuan Dataran Aluvial Karangmangu-Kedungwuluh. Pola aliran sungai di daerah penelitian umumnya berpola paralel, dendritik dan Rectangular dengan tahapan geomorfik muda sampai dewasa. Stratigrafi dengan 4 satuan batuan tidak resmi yaitu Satuan Breksi, Satuan Perselingan Batupasir-Batulempung Satuan Batupasir dan Satuan Endapan Aluvial. Mekanisme sistem pengendapan turbidit. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian berupa lipatan yang berarah Barat-Timur serta sesar mendatar (tear fault) yang berarah Utara-Selatan dan relatif timurlaut-baratdaya. Dari restorasi penampang seimbang, diketahui secara umum daerah penelitian mengalami pemendekan dengan interval sebesar 12-18%. | Central Java is an area that shows indentation in northern and southern shoreline if compared with shoreline that located in East Java and West Java. This indentation is an expression from tectonic phenomenon in Java island. Paleogen Tectonic phenomenon of java island that turned to Meratus (Borneo) causes there are formed two of main fault in Central Java. Karangmangu district is an area that located in southern of Central Java that be passed by one of main fault in central java. If It been seen from geological side, this area is a complex area with diverse structure geology. Investigation area has the geological condition such as geomorphology that consisted of 5 geomorphology units which is unit Homoklinal Batuanten hills, Unit Antiklinal Penusupan hills, Unit Sinklin Karangendep hills, Unit Fault Zone Sidamulih hills and Unit Aluviall Karangmangu Kedungwuluh's Plain. Rivers streaming pattern at observational region generally gets parallel, dendritik and Rectangular with geomorfik step young until adult. Stratigrafi is with 4 units unofficial rocks which is Unit Breccia, Unit Sandstone-Claystone, unit Sandstone and unit Sediment Aluvial's. Precipitation system Turbidite mechanism. geological structure that developed in the study area is fold with direction West-East and Strike slip fault with direction North- South and relative to the NorthEast-South West. From Restoration of balanced cross-section is common knowledge areas experience Study shortening interval of 12-18%. | |
| 11199 | 4435 | A1L008008 | PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA (Lactuca sativa L.) TERHADAP APLIKASI POC SUPERBIONIK DAN AB MIX SECARA HIDROPONIK | Penelitian bertujuan untuk 1) Mengetahui respon tanaman selada terhadap pemberian POC dan AB Mix, dan 2) Mengetahui konsentrasi dan kombinasi terbaik dari setiap pemberian POC dan AB Mix. Penelitian dilaksanakan di rumah plastik Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman.Penelitian dilaksanakan dari mulai Mei 2012 sampai juni 2012. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) yang terdiri dari 10 kombinasi dengan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba adalah jenis pupuk AB Mix (P1), POC Superbionik (P2) dan kombinasi POC Superbionik dengan AB Mix (P3), serta konsentrasi 0 ml per liter (K0), 2 ml per liter (K1), 4 ml per liter (K2), dan 6 ml per liter (K3). Analisis data menggunakan analisis kontras ortogonal. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, volume akar, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis pupuk tidak berbeda nyata terhadap semua variabel, tetapi terjadi perbedaan yang nyata pada jumlah daun.Perlakuan konsentrasi tidak berbeda terhadap semua variabel, namun memberikan hasil yang sangat nyata pada bobot akar kering. Kombinasi perlakuan P2K1, P2K2, P1K3, dan P3K3 memberikan hasil yang terbaik pada bobot tanaman segar sebesar 116,52 gram, 114,77 gram, 115,15 gram, dan 115 gram. | The research was aimed to know 1) the response of lettuce plants to application of superbionic liquid organic fertilizers and AB Mix and 2) the best concentration and combination by each application. It was conducted in a plastic house at Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University, starting from May up to June 2012. A randomized complete block design (RCBD) was used in this research comprising 10 combinations and three replicates. The factor tested was sorts of the fertilizers consisting of AB Mix (P1), Superbionic LOF (P2), and Superbionic LOF and AB Mix in combination, and also the concentration of 0 ml/l (K0), 2 ml/l (K1), 4 ml/l (K2), and 6 ml/l (K3). Data were analyzed by using the orthogonal contrast analysis. Variables observed were plant height, leaf number, leaf area, root volume, fresh root weight, dry root weight, fresh crown weight, dry crown weight, fresh plant weight, and dry plant weight. the research Results performed that the sorts of fertilizers were unsignificant different from all variables, except the leaf number. Concentrations were insignificantly different from all variables, but there was a strong different from the dry plant weight. The combined treatment of P2K1, P2K2, P1K3, and P3K3 gave the best yield on the fresh plant weight reaching 116.52 g, 114,77 g, 115,15 g, and 115 g | |
| 11200 | 4116 | H1K008004 | STATUS PENCEMARAN PERAIRAN PESISIR KOTA PEKALONGAN BERDASARKAN KANDUNGAN LOGAM BERAT Cr (KROMIUM) DALAM BADAN AIR | Limbah industri batik merupakan sumber utama pencemaran yang terjadi di perairan pesisir Kota Pekalongan. Industri batik memanfaatkan sungai sebagai tempat pembuangan limbah yang pada akhirnya buangan limbah tersebut masuk ke perairan laut. Logam berat kromium merupakan salah satu jenis limbah yang dihasilkan dari industri batik dan merupakan limbah yang menyebabkan pencemaran. Limbah tersebut berasal dari proses pewarnaan kain batik. Penelitian ini berjudul Status Pencemaran Perairan Pesisir Kota Pekalongan Berdasarkan Kandungan Logam Berat Cr (Kromium) dalam Badan Air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Cr dan status pencemaran di pesisir Kota Pekalongan. Metoda yang digunakan adalah metode survei dengan teknik Purposive Random Sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Agustus 2012 di 6 stasiun penelitian di Pesisir Kota Pekalongan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ANOVA menggunakan uji F dan Deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan logam Cr berkisar antara 0.0106 – 0.0222 mg/L. Hasil analisis tersebut menunjukan bahwa tidak berbeda nyata antar stasiun dan perairan pesisir Kota Pekalongan berstatus tercemar. | Waste batik industry is a major pollution source occuring in Pekalongan coastal waters. Batik industry uses the river as a waste dump that finally discharges the waste into the sea. Heavy metal Chromium (Cr) is one of waste component generated from the batik industry and it waste that causes pollution. Waste comes from the dyeing process of batik. This study titled The Pollution Status of Pekalongan Coastal Body Waters Based on Heavy Metal Content of Cr. This study aims to determine the heavy metal content of Cr and the pollution status of coastal Pekalongan. A survey method used purposive random sampling technique. Sampling was conducted during August 2012 in six stations around the Pekalongan Coastal waters. Data were analyzed descriptively and were ANOVA with F-tested. The results showed that the metal content of Cr ranged between 0.0106 - 0.0222 mg / L. These indicated that the observed stations in the coastal waters Pekalongan were polluted |