Artikelilmiahs

Menampilkan 11.181-11.200 dari 50.401 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
111814104G1B008024Beberapa Determinan yang Berpengaruh Terhadap Stres Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap Perinatologi dan ICU Rumah Sakit Umum Daerah CiamisStres kerja perawat adalah kondisi ketegangan yang menciptakan adanya ketidak seimbangan fisik dan psikis, yang mempengaruhi emosi, proses berfikir dan kondisi seseorang karyawan. Faktor yang dapat menimbulkan stres kerja perawat diantaranya adalah beban kerja, umur, masa kerja, dan hubungan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui determinan yang berpengaruh terhadap stres kerja perawat. Penelitian dilakukan secara observasi analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 33 perawat (18 perinatologi dan 15 ICU). Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana untuk mengetahui hubungan antara variabel dan untuk menguji variabel yang berpengaruh terhadap stres kerja perawat digunakan uji regresi linier ganda. Hasil menunjukkan bahwa ada pengaruh beban kerja terhadap stres kerja pada perawat dengan nilap p=0,000. Sedangakan variabel umur (p=0,606), masa kerja (0,969) dan hubungan kerja (0,611) menunjukkan tidak ada pengaruh terhadap stres kerja pada perawat (p>0,05). Saran bagi Rumah Sakit Umum Daerah Ciamis adalah beban kerja perawat disesuaikan dengan Job Description dan diberikan fasilitas untuk menunjang kerja perawat.
Nurse work stress is strain condition which create unbalance physical and
psychological existence, that influence the emotion, think process and employee
condition. Elements that can produce those stress are work load, age, work period
and work connection. The purpose of this research is to know a determinant effect
on nursing work stress. Observation done by an analytic observation with cross
sectional approach toward 33 nurses as a sample (18 person from perinatology
room and 15 person from ICU room). Data analysis is using simple linear
regression test to understand connection between variable, and to test variable that
influence toward nurse’s work stress is using double linear regression test. The
result shows there are influence from work load toward nurse’s work stress with
value p=0,000. While age variable shows p=0,606, work period (p=0,969) and
work connection (p=0.611) show that there are no influence toward nurse’s work
stress (p>0.05). Ciamis Public Hospital should put the balance between nurse’s
wok stress with their job description and given the facilities that can support their
work.
111824105C1C009026ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI PENGADAAN LANGSUNG BARANG DAN JASA PADA SKPD DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Implementasi Pengadaan Langsung Barang dan Jasa pada SKPD di Kabupaten Banyumas”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor sumber daya, sikap pelaksana, koordinasi dan situasi kondusif terhadap implementasi pengadaan langsung barang dan jasa. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda menggunakan program SPSS.
Berdasar hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi berganda, menunjukkan bahwa: (1) Sumber daya, sikap pelaksana, koordinasi dan situasi kondusif secara simultan berpengaruh terhadap implementasi pengadaan langsung barang dan jasa (2) Sumber daya berpengaruh terhadap implementasi pengadaan langsung barang dan jasa, (3) Sikap pelaksana berpengaruh terhadap implementasi pengadaan langsung barang dan jasa, (4) Koordinasi tidak berpengaruh terhadap implementasi pengadaan langsung barang dan jasa, (5) Situasi kondusif tidak berpengaruh terhadap implementasi pengadaan langsung barang dan jasa.
This research is to observe the influence of the resources, an attitude of the implementors, the coordination and a conducive situation to the direct procurement implementation of goods and services. This research is primarly data that collected with questionare that distributed directly to the regional governments of Banyumas. Result of this research shows that the resources, an attitude of the implementors, the coordination and a conducive situation was simultaneously influency to direct procurement implementation of goods and services, the resources was influence to the direct procurement implementation of goods and services, an attitude of the implementors was influence to the direct procurement implementation of goods and services, the coordination was not influence to the direct procurement implementation of goods and services, and a conducive situation influence to the direct procurement implementation of goods and services.
111834190H1D007029Pengaruh Suspensi Semen Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Bambu ApusBambu merupakan tanaman yang sangat mudah didapatkan, tetapi bambu mempunyai beberapa kelemahan antara lain rentan terhadap serangan hama perusak kayu (rayap, bubuk dan jamur) sehingga mempengaruhi sifat fisik dan mekanik bambu yang menjadikan umurnya pendek. Dengan mensuspensi semen ke dalam pori-pori bambu dengan tujuan pori-pori yang biasa menjadi tempat hidup telur serangga akan terisi oleh air semen dan pori-porinya menjadi lebih rapat, selain itu juga dapat mengeluarkan zat pati yang ada dalamnya dengan harapan kekuatan dan ketahanan Bambu Apus akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suspensi air semen terhadap sifat fisik dan mekanik bambu Apus dan mengetahui kadar suspensi optimal. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan variasi kadar semen 1:8, 1:7, 1:6, 1:5, dan 1:4 ke dalam pori-pori bambu. Hasil pengujian kadar air lebih besar dibagian pangkal yaitu rata-rata sebesar 218,9% berlanjut kebagian tengah rata-rata sebesar 98,89% dan bagian pangkal paling sedikit rata-rata sebesar 66,3%. Hasil pengujian nilai kerapatan mengalami peningkatan sebesar 79,16%. Nilai Absorsi mengalami penurunan sebesar 35,38%.Nilai kuat tekan sejajar serat mengalami peningkatan sebesar 41,02%.Nilai kuat tekan tegak lurus serat mengalami peningkatan sebesar 14,06%.Nilai kuat geser mengalami peningkatan sebesar 5,42.Nilai modulus of rupture (MOR) mengalami peningkatan sebesar 85,35%.Nilai kekakuan (EI) mengalami peningkatan sebesar 54,22%.Kadar rata-rata suspensi optimum yaitu pada 0,14 skala desimal sama dengan 1:7 skala rasio perbandingan antara semen dengan air.Bamboo is a plant that is very easy to get, but bamboo has several weaknesses, among others prone to wood destroying pests (termites, powder and yeast) that affect the physical and mechanical properties of bamboo which makes short-lived. With suspend cement into the pores of bamboo with the aim of pores Typical live insect eggs will be filled by cement and water pores become more dense, but it also can remove the existing starch inside with hope strength and resilience of Bamboo lear will increase. This study aimed to investigate the effect of aqueous suspensions of cement on physical and mechanical properties of bamboo Apus and determine optimal levels of suspension. The study was conducted in the laboratory with various levels of cement 1:8, 1:7, 1:6, 1:5, and 1:4 into the pores of bamboo. Test results of water content greater base section which is an average of 218.9% amid continued gets an average of 98.89% and the base at least an average of 66.3%. Test results density value increased by 79.16%. Absorption values decreased by 35.38%. Parallel fiber compressive strength value increased by 41.02%. Perpendicular compressive strength value of fiber has increased by 14.06%. Shear strength value increased by 5.42. Modulus value of rupture (MOR) increased by 85.35%. Value stiffness (EI) has increased by 54.22%. levels average optimum suspension is the same as the 0.14 decimal scale 1:7 scale ratio of cement to water
1118452298E1B022044TANGGUNG JAWAB PENGAWASAN ADMINISTRATIF PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT DALAM KEGIATAN PERTAMBANGAN GALIAN C
(Studi Kasus Tambang Gunung Kuda di Kabupaten Cirebon)
Pertanggungjawaban administratif Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pengawasan kegiatan
pertambangan galian C pada Tambang Gunung Kuda di Kabupaten Cirebon menjadi fokus kajian
ini, khususnya terkait pelaksanaan kewenangan pengawasan dan hambatan yang dihadapi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban administratif Pemerintah
Provinsi Jawa Barat dalam pengawasan kegiatan pertambangan galian C pada Tambang Gunung
Kuda di Kabupaten Cirebon serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan
pengawasan tersebut. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan
perundang-undangan dan konseptual, melalui analisis bahan hukum primer dan sekunder di
bidang hukum lingkungan dan hukum administrasi negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa
pemerintah provinsi memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam mengawasi kepatuhan
pelaku usaha terhadap persetujuan lingkungan, namun pelaksanaannya belum optimal sehingga
berpotensi menimbulkan kelalaian administratif (omission). Hambatan yang dihadapi meliputi
keterbatasan sumber daya, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta belum efektifnya mekanisme
pengawasan di lapangan. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya perlindungan
lingkungan hidup dan meningkatnya risiko kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan
penguatan sistem pengawasan administratif berbasis prinsip good environmental governance
guna meningkatkan efektivitas pengawasan serta memastikan akuntabilitas pemerintah.
The administrative accountability of the West Java Provincial Government in supervising Class C
mining activities at the Gunung Kuda Mine in Cirebon Regency is the focus of this study,
particularly regarding the implementation of supervisory authority and the obstacles encountered.
This study aims to analyze the administrative accountability of the West Java Provincial
Government in supervising Class C mining activities at the Gunung Kuda Mine in Cirebon
Regency and identify the obstacles encountered in implementing such supervision. The study uses
a normative juridical method with a statutory and conceptual approach, through an analysis of
primary and secondary legal materials in the fields of environmental law and state administrative
law. The results of the study indicate that the provincial government has the authority and
responsibility to oversee business actors' compliance with environmental approvals, but its
implementation is suboptimal, potentially leading to administrative omissions. Obstacles
encountered include limited resources, weak inter-agency coordination, and ineffective oversight
mechanisms in the field. These conditions result in suboptimal environmental protection and an
increased risk of environmental damage. Therefore, strengthening the administrative oversight
system based on the principles of good environmental governance is necessary to increase
oversight effectiveness and ensure government accountability.
111854106C1C009057PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN, PELATIHAN DAN DUKUNGAN ATASAN TERHADAP PEMAHAMAN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH KABUPATEN PEMALANGPenelitian ini berjudul “Pengaruh Latar Belakang Pendidikan, Pelatihan, Dan Dukungan Atasan Terhadap Pemahaman Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Kabupaten Pemalang”.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Responden penelitian ini adalah Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK-SKPD). Kuesioner yang dikumpulkan adalah 36 dengan menggunakan metode Proporsional Sampling. Kemudian data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 17.0 for windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa latar belakang pendidikan, pelatihan dan dukungan atasan berpengaruh positif terhadap pemahaman sistem akuntansi keuangan daerah Kabupaten Pemalang.
This research is entitled “Influence Of Education Background, Training, And Top Management Support To Understanding Of Government Financial Accounting System In Pemalang Regency”.
Data were collected using questionnaire. Respondents in this research are Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) at SKPD. The questionnaires that were collected 36 packages with Proporsional Sampling. Then data analyzed using multiple linier regression analysis with SPSS 17.0 for windows. The result of this research shown that education background, training and to management support partially have positive influence on Understanding Of Government Financial Accounting System In Pemalang Regency.
111864108C1J006032FACTORS INFLUENCING THE BUSINESS PEOPLE INCOME OF MUFFLER INDUSTRY IN NORTH PURBALINGGA VILLAGE, IN PURBALINGGA SUB DISTRICT, IN PURBALINGGA REGENCYThis research entitle: “Factors Influencing the Businessmen Income of Muffler Industry in Purbalingga Lor Village, In Purbalingga Sub District, In Purbalingga Regency”. The research aims to analyze the influence of capital, number of labor, business length, and education level on muffler businessmen income in Purbalingga Lor village, in Purbalingga Sub District, in Purbaingga Regency; to analyze which variable that gives the most influential on muffler businessmen income in Purbalingga Lor village, in Purbalingga Sub District, in Purbaingga Regency.The implication was, cooperative should be established with member from muffler industry in Purbalingga Lor Village to help the businessman that less in capital, because the businessman has no guarantee to borrow from bank. Besides, if all muffler businessmen were cooperative member, it will ease in making agreement of price to avoid unhealthy competition. Because education has proved giving significant influence on industry progress, thus suggested that all muffler businessmen to send their children to higher education, in order to use their knowledge in developing muffler industry in Purbalingga Lor Village, in PPurbalingga Sub District, in Purbalingga Regency. This research entitle: “Factors Influencing the Businessmen Income of Muffler Industry in Purbalingga Lor Village, In Purbalingga Sub District, In Purbalingga Regency”. The research aims to analyze the influence of capital, number of labor, business length, and education level on muffler businessmen income in Purbalingga Lor village, in Purbalingga Sub District, in Purbaingga Regency; to analyze which variable that gives the most influential on muffler businessmen income in Purbalingga Lor village, in Purbalingga Sub District, in Purbaingga Regency.The implication was, cooperative should be established with member from muffler industry in Purbalingga Lor Village to help the businessman that less in capital, because the businessman has no guarantee to borrow from bank. Besides, if all muffler businessmen were cooperative member, it will ease in making agreement of price to avoid unhealthy competition. Because education has proved giving significant influence on industry progress, thus suggested that all muffler businessmen to send their children to higher education, in order to use their knowledge in developing muffler industry in Purbalingga Lor Village, in PPurbalingga Sub District, in Purbalingga Regency.
111874109G1A006118THE THEME OF LOVE IN THE THREE POEMS OF JOANNA FUCHS: “IF NOT FOR YOU, COMES TO ME AND NO ONE LOVES ME LIKE YOU DO”.ABSTRAK
Penelitian ini menjelaskan tentang Theme of Love in Joanna Fuchs’s the three poems: If not for you, Come to me and No one loves me like you do”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan makna cinta dari ketiga puisi Joanna Fuchs. Hasil penelitian menunjukan bahwa tema cinta direfleksikan ke dalam tiga puisi melalui unsur-unsur intrinsik, seperti : diksi, citraan dan tema yang dihubungkan satu sama lain untuk mengungkap makna cinta. Puisi pertama“if not for you” menjelaskan tentang seseorang yang beruntung bertemu dengan seseorang yang dicintainya. Puisi Kedua “comes to me”menceritakan tentang seseorang yang tidak bisa menahan rindu kepada sang kekasih hati. Puisi yang ketiga” No one loves me like you do” menjelaskan tentang seseorang yang mau mencintai serta menerima kekurangan sang kekasih.
ABSTRACT
This research is about The theme of love in Joanna Fuchs’s three poems: If not for you, Comes to me and No one loves me like you do”. The purpose of the research is to find out the meaning of love in the three poems by Joanna Fuchs. The result shows that the theme of love is reflected in the three poems through the intrinsic elements such as diction, imagery and theme connect other to reveal love. The first poem entitled “if not for you” tells the readers about someone who is lucky to meet his/her lovers. The second poem entitled “come to me” tells the reader about someone who cannot be longing’s feeling and he or she who expects someone who fill the emptiness. The last, the poem entitled “No one loves me like you do” tells the reader about someone who accepts the love as what it is.
111884112B1J008080PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK Marsilea crenata DENGAN M-BIO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BIOMASSA
MIKROALGA Spirulina platensis PADA KULTUR SKALA
SEMI MASSAL
Pertumbuhan mikroalga Spirulina platensis membutuhkan unsur-unsur hara makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Media kultur skala semi massal biasa menggunakan pupuk kimia yang dapat memberikan efek kurang menguntungkan bagi organisme pemangsa, sehingga dibutuhkan pupuk alternatif yang ramah lingkungan. Pemanfaatan gulma Marsilea crenata setelah mengalami proses fermentasi menggunakan M-Bio dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada kultur S. platensis skala laboratorium dapat meningkatkan pertumbuhannya. Pupuk ekstrak M. crenata mengandung unsur hara yang berpotensi sebagai pupuk organik dan tidak membahayakan bagi hewan kultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak gulma M. crenata terhadap pertumbuhan dan produksi biomassa mikroalga S. platensis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang dicobakan yaitu 5 perlakuan dengan penambahan berbagai konsentrasi ekstrak gulma M. crenata 0, 200, 400, 600, 800 ppm dengan 3 kali ulangan. Parameter utama yang diukur adalah kepadatan dan biomassa S. platensis. Sebagai parameter pendukung adalah pH, salinitas, temperatur dan kandungan nitrat dan fosfat pupuk ekstrak gulma M. crenata. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan Uji F, karena hasilnya berbeda nyata kemudian dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi ekstrak M. crenata memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan produksi biomassa S. platensis. Penambahan pupuk M. crenata dengan konsentrasi 800 ppm menghasilkan kepadatan tertinggi sebesar 949,7 sel/ml dan produksi biomassa S. platensis tertinggi 0,48 g/l

Kata kunci : Spirulina platensis, konsentrasi ekstrak Marsilea crenata, kultur semi massal.
The growth of microalgae Spirulina platensis requires elements of macro and micro nutrients in sufficient quantities. Culture media in semi mass scale usually use chemical fertilizers that can give disadvantages impact to the predators organism, so it needs alternative fertilizer that friendly to the environment. The using of Marsilea crenata after fermented with M-Bio could be used as organic fertilizer in the laboratory scale of S. platensis culture to increase it’s growth. Extract of M. crenata fertilizer contains of a potent nutrients as organic fertilizer and not harmful for animal culture . This study aimed to determine the effect of concentration extract M. crenata weed on growth and biomass production of microalgae S. platensis. This research used experimental methods to completely random sampling. Treatments were tested at 5 level with the addition of concentration factor extract M. crenata weed 0, 200, 400, 600, 800 ppm with 3 replications. The primary outcome which measured was the density and biomass of S. platensis. As a supporter of the parameters were pH, salinity, temperature and nitrate and phosphate content of extracts of weed M. crenata. The data were analyzed using the F test. Because the results were significantly different, it continued with BNT. The results showed that the concentration of the extract M. crenata influence significantly different on the density of population and biomass production of S. platensis. The addition of fertilizer with 800 ppm concentration of M.crenata produced the highest density 949.7 cells/ml and the highest biomass production of S. platensis 0.48 g / l.

Keywords : Spirulina platinensis, consentration Marsilea crenata extract, semi mass
culture.
1118916207G1B012060ANALISIS MODAL SOSIAL SEBAGAI POTENSI MEDIA SALURAN PEMBAYARAN IURAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PADA PESERTA PEKERJA BUKAN PENERIMA UPAH KABUPATEN BANYUMASTerjadi ketidakseimbangan pemasukan dan pengeluaran premi BPJS Kesehatan pada tahun 2014. Masyarakat sektor informal dikenal memiliki modal sosial yang tinggi. Diharapkan modal sosial membantu sektor informal dalam membayar iuran jaminan kesehatan sebagai media saluran pembayaran iuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi modal sosial sebagai media saluran pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional pada peserta PBPU sektor informal di Kabupaten Banyumas. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi menggunakan metode purposive sampling dalam pemilihan subjek penelitian dan content analysis. Dengan kriteria peserta PBPU di wilayah perkotaan dan perdesaan Kabupaten Banyumas. Didapatkan 7 informan utama dan 4 informan pendukung. Keabsahan data menggunakan triangulasi. Karakteristik PBPU dalam penelitian dilihat dari organisasi pekerjaan dan wilayah domisili. Sifat, hubungan, dan keadaan internal masyarakat bisa dilihat dari kepercayaan, kejujuran dan kemurahan hati masyarakat Kabupaten Banyumas yang baik. Modal sosial berpotensi menjadi media saluran pembayaran iuran dilihat dari aspek pelayanan dan dari keterjThere is a missmatch between premium and claim of BPJS Kesehatan in 2014. However, the informal sector society is known to have high social capital. Social capital is expected to assist the informal sector in paying health insurance contributions as a premium payment channel medium. This study aims to analyze the potential of social capital as a payment channel medium to the National Health Insurance by nonsalaries workers in Banyumas. It was a qualitative study under phenomenology approach which used purposive sampling method in picking research subject and content analysis. Within the criteria that included nonsalaries workers in urban and rural areas in Banyumas Regency, 7 main informants and 4 supporting informants were chosen. Data validity is measured by triangulation. Nonsalaries workers were classified based on the work organization and domicile. Good character, relationship, and internal condition of society can be seen from the trust, honesty, and kindness of Banyumas’ citizen. Sosial capital is potential to be payment channel medium of National Health Insurance by nonsalaries workers in the terms of service and the efficiency on accessing the community although the community still lacks of human resources.
111906556C1B008017Pengaruh Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Pada Applause Home English CoursePenelitian ini berjudul: PENGARUH PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA APPLAUSE HOME ENGLISH COURSE. Tujuan penelitian adalah untuk menganalis pengaruh faktor budaya, faktor sosial, faktor personal dan faktor psikologis terhadap keputusan pembelian pada Applause Home English Course Purwokerto.

Hipotesis yang diajukan adalah faktor budaya, faktor sosial, faktor personal dan faktor psikologis mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan pembelian pada Applause Home English Course Purwokerto. Alat analisis yang digunakan adalah analisis analisis regresi berganda dengan uji t.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor budaya, faktor sosial, faktor personal dan faktor psikologis mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan pembelian pada Applause Home English Course Purwokerto.

Implikasi dari penelitian ini adalah, Untuk meningkatkan minat masyarakat mengikuti kursus bahasa Inggris di Applause Home English Course Purwokerto, hendaknya pihak manajemen terus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa penguasaan bahasa Inggris itu penting bagi pendidikan, pekerjaan dan kehidupan sehari-hari dan pilihan kursus di Applause Home English Course Purwokerto adalah yang terbaik yaitu dengan cara menyajikan citra yang positif tentang Applause Home English Course melalui kunjungan sekolah, kontest Debat Bahasa Inggris, pemasangan reklame di tempat strategis, menyebar brosur yang menarik dan elegan serta berbagai media komunikasi dan pemasaran lainnya.
The study is titled: CONSUMER BEHAVIOR INFLUENCE ON DECISIONS TO PURCHASE APPLAUSE HOME ENGLISH COURSE. The purpose of research is to analyze the influence of cultural factors, social factors, personal factors and psychological factors in the purchasing decision Applause Home English Course Purwokerto.
The hypothesis is cultural factors, social factors, personal factors and psychological factors have a positive influence on purchase decisions Applause Home English Course in Purwokerto.The analytical tool used is the analysis of multiple regression analysis with t test.
Based on the results of this study concluded that cultural factors, social factors, personal factors and psychological factors have a positive influence on purchase decisions Applause Home English Course in Purwokerto.
The implication of this study is, to increase public interest in the English course Applause Home English Course Navan, management should continue to educate people that mastery of English is essential for education, work and everyday life and course selection in Applause Home English Course Navan is the best that is by presenting a positive image of Applause Home English Course through school visits, English Debate contest, installation of billboards in strategic places, spreading leaflets attractive and elegant as well as numerous other media and marketing communications.
111914113C1C007042PENGARUH TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU SEKOLAH DASAR
(SURVEI TERHADAP SEKOLAH DASAR NEGERI DI PURWOKERTO UTARA)
ABSTRAK
Penelitian ini merupakan survey pada Sekolah Dasar Negeri di Purwokerto
Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh transparansi dan
akuntabilitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah terhadap kepuasan kerja
guru Sekolah Dasar dan mengetahui variabel yang berpengaruh paling dominan.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan
Dana BOS dan variabel terikat yaitu Kepuasan Kerja Guru Sekolah Dasar.
Penelitian ini menggunakan data primer dengan kuesioner sebagai instrumen
penelitian. Metode random sampling digunakan untuk menentukan responden.Responden penelitian ini adalah 198 orang guru yang di Sekolah Dasar Negeri di
Purwokerto Utara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16.0 for
Windows.
Hasil penelitian menunjukan bahwa transparansi dan Akuntabilitas pengelolaan
dana BOS berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja guru sekolah dasar. Hasil
penelitian ini juga menunjukkan bahwa akuntabilitas merupakan variabel yang
berpengaruh dominan terhadap kepuasan kerja guru sekolah dasar.
Kata Kunci: Transparansi, Akuntabilitas, Kepuasan Kerja
ABSTRACT
This research is a survey in State Elementary School of North Purwokerto. The
purpose of this research are to examine the effect of transparency and fund
management accountability of BOS on job satisfaction of elementary school teachers
and to know which is the dominant variable. The independent variables of this research
are transparency and fund management accountability and dependent variable is job
satisfaction of elementary school teachers.
This research uses primary data with questionnaire as a research instrument.
Random sampling method used to determine the respondent. The respondents of this
research were 198 teachers in state elementary school of North Purwokerto. Data
analysis in that was used in this research is SPSS 16.0 for Windows.
The result showed that transparency and fund management accountability of
BOS have positive effect on job satisfaction of elementary school teachers. The result of
this research also indicated that accountability is the dominant variable that effect on
job satisfaction of elementary school teachers.
Keywords: Transparency, accountability, job satisfaction
111924115C1K008014THE EFFECT OF STOCK SPLIT ANNOUNCEMENT TO THE MARKET
REACTION ON MISCELLANEOUS COMPANIES LISTED IN INDONESIAN STOCK
EXCHANGE (BEI) PERIOD 2009-2011
Penelitian ini adalah penelitian event study dari pengumuman stock split di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2009-2011. Penelitian ini berjudul“ The Effect of Stock Split Announcement to The Market Reaction on Miscellaneous Companies Listed in Indonesia Stock Exchange (BEI) ”. Objek penelitian ini adalah stock split, abnormal return, bid ask spread dan trading volume activity (TVA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dan menganalisis apakah ada perbedaan yang signifikan pada abnormal return, bid ask spread dan trading volume activity (TVA) antara periode sebelum dan sesudah pengumuman stock split pada perusahaa yang sahamnya tercatat pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2009-2011.
Periode penelitian menggunakan periode jendele dari 10 hari penelitian (5 hari sebelum pengumuman dan 5 hari setelah pengumuman stock split). Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan sampel dalam penelitian ini adalah 14 perusahaan yang melakukan pengumuman stock split dalam semua jenis industry pada tahun 2009-2011 dengan menggunakan metode purposive sampling untuk menentukan jumlah sampel penelitian. Dengan menggunakan analisis paired sample t-test penelitian ini menemukan hasil bahwa tidak ada perbedaan yang signifikanantara abnormal return dan bid ask spread pada periode sebelum dan sesudah pengumuman stock split pada perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan ada perbedaan yang signifikan pada TVA sebelum dan sesudah pengumuman stock split pada perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebagai implikasi dari kesimpulan diatas adalah (1) Bagi Investor dalam menanggapi issue stock split jangan terburu-buru berpendapat bahwa itu merupakan financial performa dari perusahaan yang melakukan stock split karena bisa saja ini merupakan earning management atau hanya aksi kosmetik saja, dan jangan terburu-buru menjual atau membeli saham dari perusahaan yang melakukan stock split sebelum harga saham mencapai equilibrium yang dapat dilihat melalui pergerakan harga saham. Sepanjang informasi tidak dinilai cukup, tindakan wait and see beralasan untuk direkomendasikan dan jangan menjadikan stock split sebagai satu-satunya tolak ukur dalam pengambil keputusan investasi untuk mendapatkan abnormal return melainkan juga perlu mempertimbangkan faktor-faktor lainnya, (2) Bagi perusahaan dalam memutuskan untuk melakukan stock split sebaiknya memberikan informasi yang transparan tentang alasan sesungguhnya melakukan aksi stock split, hal tersebut dilakukan untuk meyakinkan investor bahwa stock split merupakan good news sehingga mempengaruhi preferensi investor yang beranggapan negative terhadap aksi stock split sehingga bersedia berinvestasi terhadap saham tersebut. (3) Bagi ilmu pengetahuan penelitian ini memberikan bukti tambahan bahwa signaling theory yang menyatakan bahwa tujuan perusahan melakukan suatu aksi adalah untuk memberikan sinyal informasi yang positif pada pasar tentang expectancy tentang peningkatan return perusahaan dimasa depan tidak selamanya berlaku untuk peristiwa stock split diIndonesia, karena penelitian ini memberikan bukti bahwa pemecahan stock split hanya menunjukan perbedaan yang signifikan pada TVA tetapi tidak memberikan perbedaan yang signifikan pada abnormal return dan bid ask split.
This research is an event study of stock split announcement in Indonesia Stock Exchange (BEI) in period 2009-2011. This research is entitle “ The Effect of Stock Split Announcement to The Market Reaction on Miscellaneous Companies Listed in Indonesia Stock Exchange (BEI) ”. The object in this study are stock split, abnormal return, bid ask spread and trading volume activity (TVA). The purpose of this research are to find and to analyze whether there are significant differences on abnormal return, bid ask spread an trading volume activity before and after stock split announcement on the companies which are listed in Indonesia stock exchange in period 2009-2011.
The observation period employed a window period of 10 days (5 days prior to the stock split announcement and 5 days post the stock split announcement). The population of this study is all of companies listed in Indonesia stock exchange (BEI), and sample in this study was 14 companies performed stock split announcement in 2009-2011 with purposive sampling method to determine the samples. The method to measure was used Paired sample t-test analysis.
By using paired sample t-test analysis this study found that there was no significant difference between the abnormal returns and bid ask spread before and after stock split announcement on the company which shares were listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI), and there was significant difference to Trading Volume Activity (TVA) before and after announcement on the company which are listed in Indonesia Stock Exchange.
As implication of the conclusion above is (1) For the investors, in responding stock split issue, should not too fast arguing that it was the financial performance of companies to do stock split because it could be just earning management or cosmetic action only. They should not too fast selling or buying stock from companies that perform stock split before the stock prices reached equilibrium that could be seen through stock price movements. As long as the information was limited, the investors were recommended to wait and see and when the investors made decision for the investment to get the abnormal return, they should not only base on the stock split but also the other factors, (2) For the companies, they should provide transparent information why they do stock split action, it was to convince the investors that stock split is good news so that it affected the preference of investors who assumed negatively toward the stock split, so they were willing to invest on the stock, (3) For the science, this study provided additional evidence give positive signals for the market about the expectation company's increased return in the future does not always applicable to the stock split events in Indonesia, it was because this research provides evidence the stock split event only presented a significant difference at TVA but did not significant difference on the abnormal return and bid ask spread.
111934139H1F008065GEOLOGI DAN ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI DAERAH KARANGMANGU DAN SEKITARNYA
KECAMATAN PURWOJATI KABUPATEN BANYUMAS
JAWA TENGAH
Jawa Tengah, merupakan daerah yang menunjukan indentasi pada garis pantai sebelah utara dan selatannya apabila dibandingkan dengan garis pantai di Jawa Timur dan Jawa Barat. Indentasi ini merupakan expresi dari gejala tektonik di Pulau Jawa. Gejala tektonik Paleogene Pulau Jawa yang berbelok ke arah Meratus (Kalimantan) menyebabkan terbentuknya dua sesar utama di Jawa Tengah. Daerah Karangmangu merupakan daerah yang berada di selatan Jawa tengah yang dilewati oleh salah satu sesar utama di Jawa Tengah. Bila dipandang dari sisi geologi, daerah ini merupakan daerah yang kompleks dengan struktur geologi yang cukup beragam.
Daerah penelitian memiliki tatanan geologi berupa geomorfologi yang terdiri dari 5 satuan geomorfologi yaitu Satuan Perbukitan Homoklin Batuanten, Satuan Perbukitan Antiklin Penusupan, Satuan Perbukitan Sinklin Karangendep, Satuan Perbukitan Zona Sesar Sidamulih dan Satuan Dataran Aluvial Karangmangu-Kedungwuluh. Pola aliran sungai di daerah penelitian umumnya berpola paralel, dendritik dan Rectangular dengan tahapan geomorfik muda sampai dewasa.
Stratigrafi dengan 4 satuan batuan tidak resmi yaitu Satuan Breksi, Satuan Perselingan Batupasir-Batulempung Satuan Batupasir dan Satuan Endapan Aluvial. Mekanisme sistem pengendapan turbidit.
Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian berupa lipatan yang berarah Barat-Timur serta sesar mendatar (tear fault) yang berarah Utara-Selatan dan relatif timurlaut-baratdaya. Dari restorasi penampang seimbang, diketahui secara umum daerah penelitian mengalami pemendekan dengan interval sebesar 12-18%.


Central Java is an area that shows indentation in northern and southern shoreline if compared with shoreline that located in East Java and West Java. This indentation is an expression from tectonic phenomenon in Java island. Paleogen Tectonic phenomenon of java island that turned to Meratus (Borneo) causes there are formed two of main fault in Central Java. Karangmangu district is an area that located in southern of Central Java that be passed by one of main fault in central java. If It been seen from geological side, this area is a complex area with diverse structure geology.
Investigation area has the geological condition such as geomorphology that consisted of 5 geomorphology units which is unit Homoklinal Batuanten hills, Unit Antiklinal Penusupan hills, Unit Sinklin Karangendep hills, Unit Fault Zone Sidamulih hills and Unit Aluviall Karangmangu Kedungwuluh's Plain. Rivers streaming pattern at observational region generally gets parallel, dendritik and Rectangular with geomorfik step young until adult.
Stratigrafi is with 4 units unofficial rocks which is Unit Breccia, Unit Sandstone-Claystone, unit Sandstone and unit Sediment Aluvial's. Precipitation system Turbidite mechanism.
geological structure that developed in the study area is fold with direction West-East and Strike slip fault with direction North- South and relative to the NorthEast-South West. From Restoration of balanced cross-section is common knowledge areas experience Study shortening interval of 12-18%.

111944435A1L008008PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA (Lactuca sativa L.) TERHADAP APLIKASI POC SUPERBIONIK DAN AB MIX SECARA HIDROPONIKPenelitian bertujuan untuk 1) Mengetahui respon tanaman selada terhadap pemberian POC dan AB Mix, dan 2) Mengetahui konsentrasi dan kombinasi terbaik dari setiap pemberian POC dan AB Mix. Penelitian dilaksanakan di rumah plastik Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman.Penelitian dilaksanakan dari mulai Mei 2012 sampai juni 2012. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) yang terdiri dari 10 kombinasi dengan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba adalah jenis pupuk AB Mix (P1), POC Superbionik (P2) dan kombinasi POC Superbionik dengan AB Mix (P3), serta konsentrasi 0 ml per liter (K0), 2 ml per liter (K1), 4 ml per liter (K2), dan 6 ml per liter (K3). Analisis data menggunakan analisis kontras ortogonal. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, volume akar, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis pupuk tidak berbeda nyata terhadap semua variabel, tetapi terjadi perbedaan yang nyata pada jumlah daun.Perlakuan konsentrasi tidak berbeda terhadap semua variabel, namun memberikan hasil yang sangat nyata pada bobot akar kering. Kombinasi perlakuan P2K1, P2K2, P1K3, dan P3K3 memberikan hasil yang terbaik pada bobot tanaman segar sebesar 116,52 gram, 114,77 gram, 115,15 gram, dan 115 gram. The research was aimed to know 1) the response of lettuce plants to application of superbionic liquid organic fertilizers and AB Mix and 2) the best concentration and combination by each application. It was conducted in a plastic house at Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University, starting from May up to June 2012. A randomized complete block design (RCBD) was used in this research comprising 10 combinations and three replicates. The factor tested was sorts of the fertilizers consisting of AB Mix (P1), Superbionic LOF (P2), and Superbionic LOF and AB Mix in combination, and also the concentration of 0 ml/l (K0), 2 ml/l (K1), 4 ml/l (K2), and 6 ml/l (K3). Data were analyzed by using the orthogonal contrast analysis. Variables observed were plant height, leaf number, leaf area, root volume, fresh root weight, dry root weight, fresh crown weight, dry crown weight, fresh plant weight, and dry plant weight. the research Results performed that the sorts of fertilizers were unsignificant different from all variables, except the leaf number. Concentrations were insignificantly different from all variables, but there was a strong different from the dry plant weight. The combined treatment of P2K1, P2K2, P1K3, and P3K3 gave the best yield on the fresh plant weight reaching 116.52 g, 114,77 g, 115,15 g, and 115 g
111954116H1K008004STATUS PENCEMARAN PERAIRAN PESISIR KOTA PEKALONGAN BERDASARKAN KANDUNGAN LOGAM BERAT Cr (KROMIUM) DALAM BADAN AIRLimbah industri batik merupakan sumber utama pencemaran yang terjadi di perairan pesisir Kota Pekalongan. Industri batik memanfaatkan sungai sebagai tempat pembuangan limbah yang pada akhirnya buangan limbah tersebut masuk ke perairan laut. Logam berat kromium merupakan salah satu jenis limbah yang dihasilkan dari industri batik dan merupakan limbah yang menyebabkan pencemaran. Limbah tersebut berasal dari proses pewarnaan kain batik. Penelitian ini berjudul Status Pencemaran Perairan Pesisir Kota Pekalongan Berdasarkan Kandungan Logam Berat Cr (Kromium) dalam Badan Air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Cr dan status pencemaran di pesisir Kota Pekalongan. Metoda yang digunakan adalah metode survei dengan teknik Purposive Random Sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Agustus 2012 di 6 stasiun penelitian di Pesisir Kota Pekalongan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ANOVA menggunakan uji F dan Deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan logam Cr berkisar antara 0.0106 – 0.0222 mg/L. Hasil analisis tersebut menunjukan bahwa tidak berbeda nyata antar stasiun dan perairan pesisir Kota Pekalongan berstatus tercemar.Waste batik industry is a major pollution source occuring in Pekalongan coastal waters. Batik industry uses the river as a waste dump that finally discharges the waste into the sea. Heavy metal Chromium (Cr) is one of waste component generated from the batik industry and it waste that causes pollution. Waste comes from the dyeing process of batik. This study titled The Pollution Status of Pekalongan Coastal Body Waters Based on Heavy Metal Content of Cr. This study aims to determine the heavy metal content of Cr and the pollution status of coastal Pekalongan. A survey method used purposive random sampling technique. Sampling was conducted during August 2012 in six stations around the Pekalongan Coastal waters. Data were analyzed descriptively and were ANOVA with F-tested. The results showed that the metal content of Cr ranged between 0.0106 - 0.0222 mg / L. These indicated that the observed stations in the coastal waters Pekalongan were polluted
111964117F1F007135COHESION AND COHERENCE ANALYSIS ON NEWS ARTICLE IN THE
JAKARTA POST
(A Study on News Article: The Issue of Yogyakarta‟s Governor Direct Election in The
Jakarta Post Online Entitled SBY, Sultan ‘must meet’ to end debate on Yogyakarta)
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanda–penanda kohesi yang
ditemukan dalam artikel berita mengenai isu pemilihan Gubernur Yogyakarta secara
langsung dalam The Jakarta Post online yang berjudul SBY, Sultan ‘must meet’ to end
debate on Yogyakarta, dan untuk menjelaskan Kontribusi penanda-penanda kohesi tersebut
dalam menciptakan koherensi pada artikel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif untuk menganalisis dan memproses data. Data dalam penelitian ini
adalah penanda kohesi yang terdapat dalam 24 paragraf yang mana paragraf ke-24 berada
pada sub-judul. Penanda-penanda kohesi yang ditemukan tersebut dianalisis terhadap
koherensi artikel. Disimpulkan bahwa artikel yang berhubungan dengan isu pemilihan
Gubernur Yogyakarta secara langsung dalam The Jakarta Post online yang berjudul SBY,
Sultan ‘must meet’ to end debate on Yogyakarta merupakan teks yang koheren karena
terdapat penanda-penanda kohesi, penanda kohesi gramatikal dan lexikal. Penanda-penanda
kohesi yang ditemukan dalam artikel ini memiliki hubungan semantis dalam tiap paragraf
dan juga antar paragraf yang menjadikan paragraf-pargraf tersebut koheren.
Abstract: The goals of this paper are to describe cohesive devices found in news article
related to the issue of Yogyakarta’s Governor direct election in The Jakarta Post online
entitled SBY, Sultan ‘must meet’ to end debate on Yogyakarta, and to explain the contribution
of cohesive devices found in creating coherence on the article. The research employed a
Descriptive Qualitative Method to analyze and to process the data. The data are cohesive
devices laid on 24 paragraphs of the article in which the 24th paragraph of those paragraphs
is in the subheading. Then, the cohesive devices found are analyzed on the coherence of the
article. The result of data analyses shows that the article related to the issue of Yogyakarta’s
Governor direct election in The Jakarta Post online entitled SBY, Sultan ‘must meet’ to end
debate on Yogyakarta is categorized as a coherent text because of the occurrences of
cohesive devices, grammatical and lexical cohesive devices. The occurrences of cohesive
devices in the article make the semantic relations within the paragraph and also among the
paragraphs that create the coherence on the paragraphs.
111974118G1A009003Perbedaan Jumlah Asupan Energi Antara Remaja Desa dan Kota di Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Permasalahan gizi yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan produktifitas remaja meningkat dewasa ini. Permasalahan tersebut terjadi akibat beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal lebih menekankan kepada aspek fisik dan psikososial remaja. Sementara faktor eksternal yang dapat mempengaruhi asupan gizi seorang remaja seperti lokasi tempat tinggal (lingkungan), akses fisik, teknologi, dan latar belakang ekonomi. Tujuan: Mengetahui perbedaan jumlah asupan energi antara remaja desa dan kota di Kabupaten Banyumas.
Metode: Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Delapan puluh orang sampel diambil dari empat sekolah menengah atas (SMA) yang mewakili wilayah desa dan kota di Kabupaten Banyumas melalui random cluster sampling. Sampel remaja desa diwakili oleh siswa dari SMAN Jatilawang dan SMAN 3 Purwokerto, sementara sampel remaja kota diwakili oleh siswa SMAN Sokaraja dan SMAN 4 Purwokerto. Data asupan energi diperoleh dengan menggunakan metode food recall 3x24 jam. Analisis data menggunakan uji normalitas Saphiro-Wilk dan uji komparasi menggunakan Independent T-Test.
Hasil : Jumlah asupan energi harian remaja desa sebesar 2230,533 kkal dan remaja kota sebesar 2675,515 kkal dengan p-value 0,000 (p<0,05). Terdapat perbedaan jumlah asupan energi yang bermakna antara remaja desa dan kota di Kabupaten Banyumas.
Kesimpulan: Asupan energi remaja kota di Kabupaten Banyumas lebih besar daripada remaja desa.
Background: Nutritional problems that negatively impact to the adolescent’s health and productivity was increased nowadays. These problems occurred due to several factors, both internal and external. The internal factors more emphasized on the physical and psychosocial aspects of adolescent. While the external factors that can affected the energy intake of an adolescent such as location of residence (environment), physical access, technology, and economic background.
Objective: To define the difference in the amount of energy intake between rural and urban adolescents in Banyumas Regency.
Method: This research used an observational analytic study with cross-sectional approach. Eighty samples were taken from four different senior high schools in Banyumas through random cluster sampling method. Samples of rural adolescents were represented by students from Jatilawang state senior high school and Purwokerto 3 state senior high school, while samples of urban adolescents were represented by students from Sokaraja state senior high school and Purwokerto 4 state senior high school. The data of energy intake was obtained by using 3x24 hours food-recall questionnaire. Then data were analyzed using Saphiro-Wilk normality test and Independent T-test.
Results: Total daily energy intake of rural adolescents were 2230,533 kcal and for urban adolescents were 2675,515 kcal with p-value 0.000 (p <0.05). There was a significant difference in the amount of energy intake between rural and urban adolescents in Banyumas.
Conclusion: Total daily energy intake of urban adolescents in Banyumas were bigger than rural adolescents.
111984150E1A008119FUNGSI PARTAI POLITIK DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN POLITIK BERDASARKAN UU NO.2 TAHUN 2011 TENTANG PARTAI POLITIK (STUDI DI KABUPATEN BANYUMAS)Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan Pendidikan Politik yang dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan dan DPC Partai Golkar Kabupaten Banyumas. Untuk membahasnya maka digunakan metode penelitian type yuridis normatif, dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Peneliti melakukan penelitian menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan Undang-undang dan pendekatan konseptual dengan menggunakan data sekunder dan data primer sebagai pelengkap yang kemudian dianalisis dan disusun secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian DPC PDI Perjuangan dan Partai Golkar Kabupaten Banyumas melaksanakan Pendidikan Politik akan tetapi pelaksanaan Pendidikan Politik yang dilakukan belum bersifat kontinyu dengan berbagai hambatan yang ada.
Indonesia merupakan negara demokrasi sehingga demokrasi perlu ditegakan dan dilaksanakan dalam kehidupan bernegara di Indonesia, salah satu cara agar demokrasi dapat dilaksanakan dengan baik diperlukan pelaksanaan Pendidikan Politik. Pendidikan Politik yang dilaksanakan DPC PDI Perjuangan dan Partai Golkar Kabupaten Banyumas tidak sepenuhnya dilaksanakan berdasarkan amanah Undang-Undang No.2 tahun 2011 tentang Partai Politik akan tetapi Pendidikan Politik yang dilaksanakan oleh Partai Politik tersebut dilaksanakan karena ada kepentingan lain seperti untuk menggalang massa pendukung Partai tersebut. Pendidikan Politik dilaksanakan masih bersifat insidental atau tidak secara kontinyu karena berbagai hambatan, yang dijadikan alasan sebagai hambatan utama adalah masalah keuangan Partai yang tidak memadai atau tidak dialokasikan untuk melaksanakan kegiatan Pendidikan Politik tersebut.
The research was conducted in order to determine the implementation of the Political Education by DPC PDIP and Golkar DPC Banyumas. To discuss the research methods used normative type, using normative juridical approach. Researchers conducted a study using research methods normative juridical approach to law and conceptual approach using secondary data and primary data as a complement that is then analyzed and systematically arranged. Based on the results DPC PDIP and Golkar Banyumas carry Political Education Political Education but the execution is not carried out continuously with a variety of barriers.
Indonesia is a democratic country so that democracy needs to be established and implemented in national life in Indonesia, one of the ways that democracy needed to implement the execution of Political Education. Political education conducted DPC PDIP and Golkar Party Banyumas is not fully implemented by the mandate of Law No.2 of 2011 on Political Parties however, conducted by the Political Education Political Parties was held because there are other interests such as to mobilize the supporters of the party . Political education is still held to be incidental or continuously due to various barriers, which serve as the main obstacle is the reason for the financial problems of inadequate party or not allocated to carry out the activities of Political Education.
111994119C1C007106PENGARUH PERMODALAN DAN PEMAHAMAN ILMU AKUNTANSI TERHADAP MINAT MAHASISWA UNTUK BERWIRAUSAHA
(Studi Kasus Mahasiswa Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman)
Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui faktor permodalan dan pemahaman ilmu akuntansi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha pada mahasiswa akuntansi Universitas Jenderal Soedirman.. 2) Untuk mengetahui faktor permodalan dan pemahaman ilmu akuntansi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha pada mahasiswa akuntansi Universitas Jenderal Soedirman. 3) Untuk mengetahui variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha pada mahasiswa akuntansi Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Objek penelitian ini adalah minat mahasiswa Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman yang memiliki ketertarikan menjadi wirausaha, dengan variabel independen yaitu permodalan dan pemahaman ilmu akuntansi. Sedangkan variabel minat berwirausaha sebagai variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman, sedangkan sampelnya sebanyak 93 mahasiswa diambil secara purpusive sampling dan menggunakan rumus slovin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik dan regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) variabel permodalan dan pemahaman ilmu akuntansi secara keseluruhan (simultan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha pada mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Jenderal Soedirman. 2) variabel permodalan dan pemahaman ilmu akuntansi secara parsial juga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha pada mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Jenderal Soedirman. 3) variabel permodalan memberikan pengaruh paling besar terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha pada mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Jenderal Soedirman.The purpose of this research is 1) To find out the factors capital and understanding of accounting science simultaneously affecting significantly to entrepreneurship interest in accounting student at the Jenderal Soedirman University. 2) To find out the factors capital and understanding of accounting science in partial effect significantly to entrepreneurship interest in accounting student at the Jenderal Soedirman University. 3) To know the variables that have the most dominant influence to entrepreneurship interest in accounting students of Jenderal Soedirman University. Research methods used in this research is descriptive research. The object of this research is the interest of accounting students at Jenderal Soedirman University who has an interest of being entrepreneurial, With the independent variable namely capital and understanding the science of accounting. While the entrepreneurship interest variable the dependent variable. Population in this research is a student accounting at Jenderal Soedirman University, while the sample about 93 student taken as purpusive sampling and using formulas slovin. The technique of the collection of data used is a questionnaire. Data analysis techniques using a classic assumption test and multiple linear regression using SPSS program. The result showed that 1) variable capital and an understanding accounting Sciences overall (simultaneous) have a significant influence to entrepreneurship interest in accounting students at the Jenderal Soedirman University. 2) variable capital and understanding of accounting Sciences partially also had a significant influence to entrepreneurship interest in accounting students at the Jenderal Soedirman University. 3) the variables most influence capital against entrepreneurship interest in accounting students at the Jenderal Soedirman University.
112004121C1C009027Pengaruh Profesionalisme dan Kompetensi Tim Audit terhadap Keefektifan Pengendalian Pelaksanaan Anggaran dengan Ketepatwaktuan Pelaporan Hasil Pemeriksaan sebagai Variabel Pemediasi (Studi pada Kantor Inspektorat Kabupaten Banyumas)Penelitian ini berjudul “Pengaruh Profesionalisme dan Kompetensi Tim Audit terhadap Keefektifan Pengendalian Pelaksanaan Anggaran dengan Ketepatwaktuan Pelaporan Hasil Pemeriksaan sebagai Variabel Pemediasi (Studi pada Kantor Inspektorat Kabupaten Banyumas)”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profesionalisme dan kompetensi tim audit terhadap keefektifan pengendalian pelaksanaan anggaran dengan ketepatwaktuan pelaporan hasil pemeriksaan sebagai variabel pemediasi. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda menggunakan program SPSS. Hipotesis keenam dan ketujuh menggunakan variabel pemediasi.
Berdasar hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi berganda, menunjukkan bahwa: (1) Profesionalisme tim audit berpengaruh positif terhadap ketepatwaktuan pelaporan hasil pemeriksaan, (2) Kompetensi tim audit tidak berpengaruh terhadap ketepatwaktuan pelaporan hasil pemeriksaan, (3) Ketepatwaktuan pelaporan hasil pemeriksaan berpengaruh positif terhadap keefektifan pengendalian pelaksanaan anggaran, (4) Profesionalisme tim audit berpengaruh positif terhadap keefektifan pengendalian pelaksanaan anggaran, (5) Kompetensi tim audit berpengaruh positif terhadap keefektifan pengendalian pelaksanaan anggaran, (6) Profesionalisme tim audit berpengaruh positif terhadap keefektifan pengendalian pelaksanaan anggaran dengan ketepatwaktuan pelaporan hasil pemeriksaan sebagai variabel pemediasi, (7) Kompetensi tim audit berpengaruh positif terhadap keefektifan pengendalian pelaksanaan anggaran dengan ketepatwaktuan pelaporan hasil pemeriksaan sebagai variabel pemediasi.
This research is to observe the influence of Profesionalism, Competence of Audit Team toward Effectiveness on Controlling Budget with timeliness of investigation report result as intervaning variable. This research is primarly data that collected with survey. Data obtained using questionare that distributed directly to the Office of Inspectorate Banyumas.
Analysis tool that used in this research is multiple regression analysis which uses SPSS program. The sixth and the seventh hypothesis, those hypothesis uses intervaning variable.
Result of this research shows that profesionalism of audit team has positive influence toward timeliness of investigation report result, competence of audit team has no influence toward timeliness of investigation report result, timeliness of investigation report result has positive influence toward effectiveness on controlling budget, professionalism and competence of audit team have positive influence toward effectiveness on controlling budget, professionalism of auditors has no positive influence toward effectiveness on controlling budget with timeliness of investigation report result as intervaning, and the last competence of audit team has no positive influence toward effectiveness on controlling budget with timeliness of investigation report result as intervaning.