Artikelilmiahs

Menampilkan 11.081-11.100 dari 49.002 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
110814039G1F008046ANALISIS BIAYA EFEK SAMPING TERAPI PADA PASIEN KANKER DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Kanker merupakan penyakit yang banyak menyebabkan kematian di Indonesia. Pola terapi kanker pada umumnya menggunakan kemoterapi, radiasi, pembedahan atau kombinasinya. Berbagai terapi kanker menimbulkan efek samping yang dapat berakibat fatal jika tidak diatasi sehingga membutuhkan pemberian obat lain. Hal ini menyebabkan peningkatan biaya dalam keseluruhan biaya total yang dikeluarkan oleh pasien kanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kasus dan pengobatan efek samping akibat terapi kanker serta rata-rata biaya efek samping dan persentasenya dalam total biaya yang dikeluarkan pasien kanker.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif yang bersifat retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling dari catatan rekam medik dan kuitansi pasien 5 besar kanker (payudara, nasofaring, Non Hodgkins Lhympoma (NHL), ovarium dan serviks) periode Januari-Desember 2010 di bagian instalasi rekam medik dan bagian keuangan. Rata-rata biaya efek samping pasien dihitung dengan cara membandingkan rata-rata biaya efek samping dengan rata-rata total biaya langsung yang dikeluarkan oleh pasien.
Hasil penelitian menunjukan dari 2261 populasi diperoleh sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 73 pasien dengan 62 pasien perempuan dan 11 pasien laki-laki. Kasus efek samping terapi kanker yang paling sering terjadi adalah mual muntah (58,90 %), kombinasi mual muntah, anemia dan nyeri (16,44%) dan kombinasi mual muntah dan anemia (15,07 %). Terapi yang paling banyak digunakan adalah vitamin b kompleks dan selanjutnya adalah histamin-2 inhibitor. Rata-rata biaya efek samping terapi terbesar adalah kanker serviks Rp 1.416.027 (8,87 %) kemudian kanker payudara dengan Rp 1.715.373 (8,73%), nasofaring Rp 1.149.049 (6,98 %), ovarium Rp 911.118 (3,61 %), dan terakhir NHL Rp 360.778 (1,97 %).

Cancer is leading cause of death in Indonesia. Patterns of cancer therapy in general use chemotherapy, radiation, surgery or combination. Various side effects of cancer therapies require additional drugs. This leads to an increase in the overall cost of the total cost incurred by cancer patients. The purpose of this study was to describe the treatment of side-effects from cancer therapy as well as the average cost of side effects and its percentage in the total cost of cancer patients.
This research was a descriptive non-analytic with retrospective data and used total sampling method obtained from medical records and receipts record patients of big five cancer (breast, nasopharynx, Non Hodgkins Lhympoma (NHL), ovary and cervix) on January to December 2010 periode in part of the medical record and finance office. The average cost of side effects patients was calculated by the average cost of side effects compared to the average total direct costs incurred by cancer patients.
The results showed the samples obtained from the 2261 population that met inclusion criteria as many as 73 patients with 62 female patients and 11 male patients. The most common of cancer therapy side effects was nausea and vomiting (59,80%), nausea-vomiting,anemia and pain (16,44%), and nausea-vomiting and anemia (15,07%). The most widely used therapy was vitamin b complex then followed by histamine-2 inhibitor. The average cost of side effects for breast cancer was Rp 1.715.373 (8,73%), nasopharynx was Rp 1.149.049 (6,98 %); NHL was Rp 360.778 (1,97 %).; ovary was Rp ovarium Rp 911.118 (3,61 %) and cervical was Rp 1.416.027 (8,87 %)
110823997G1F007038Uji Stabilitas Kimia Suspensi Amoksisilin dengan Metode Spektrofotometri UVAmoksisilin adalah salah satu antibiotik golongan beta laktam yang banyak digunakan. Amoksisilin tidak stabil dalam air karena tegangan ikatan antara atom N dengan atom C gugus karbonil pada cincin β-laktam sangat besar. Hal ini berpengaruh terhadap stabilitas sirup kering amoksisilin yang telah direkonstitusi menjadi suspensi amoksisilin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu kadaluwarsa suspensi amoksisilin yang disimpan pada suhu ruang.
Waktu kadaluwarsa dapat diketahui melalui uji stabilitas. Uji stabilitas suspensi amoksisilin dilakukan dengan cara mengukur kadar amoksisilin dalam suspensi amoksisilin sesaat setelah rekonstitusi dan setiap 24 jam hingga 14 hari. Pengukuran kadar amoksisilin dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri UV. Data waktu kadaluwarsa disajikan dalam bentuk rerata dan simpangan baku.
Analisis amoksisilin dengan spektrofotometri UV memperoleh absorbansi maksimal pada panjang gelombang 247,2 nm. Hasil penelitian menunjukkan waktu kadaluwarsa sampel suspensi amoksisilin generik adalah 13,98 hari.
Amoxicillin is the most widely used of beta-lactam antibiotics. Amoxicillin is unstable in water due to highly strain of the C - N bond in carbonyl group of β-lactam ring. This affect the stability of amoxicillin dry syrup that have been reconstituted to be amoxicillin suspension. The purpose of this study was to determine the expiry date of amoxicillin suspension that storage in room temperature.
Expiry date can be determined through stability test. Stability test was conducted by measurement the levels of amoxicillin in amoxicillin suspension immediately after reconstitusion and every 24 hours during 14 days. The levels of amoxicillin examined by UV spectrophotometric method. Data of expiry date was presented as mean and standard deviasi.
Amoxicillin was analyzed by UV spectrophotometric method obtained absorbs maximally at 247,2 nm. The study results show that the expiry date of generic amoxicillin suspension sample is 13,98 days.
110833998C1B008099ANALISIS PENGARUH MOTIVASI PEMBACA TERHADAP KEINGINAN UNTUK MENGGANTIKAN ANTARA SURAT KABAR KOMPAS CETAK DENGAN KOMPAS.COM
(Studi pada wilayah Purwokerto)
Penelitian ini meneliti pengaruh langsung dari pengetahuan berita terkini, mencari informasi spesifik, mencari updated berita, hiburan, dan kebiasaan terhadap keinginan untuk menggantikan antara surat kabar kompas cetak dengan kompas.com. Sampel dalam penelitian ini adalah 102 orang pembaca yang membeli dan membaca kompas cetak dan yang sewaktu-waktu mengakses kompas.com di wilayah Purwokerto, metode penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Uji t dan analisis regresi berganda digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil ini membuktikan bahwa pengetahuan berita terkini berpengaruh positif terhadap keinginan untuk menggantikan, mencari informasi spesifik dan mencari updated berita tidak berpengaruhi negatif terhadap keinginan untuk menggantikan, hiburan dan kebiasaan berpengaruh positif terhadap keinginan untuk menggantikan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengetahuan berita terkini berpengaruh paling besar terhadap terhadap keinginan untuk menggantikan.This study examined the direct effects of knowledge current news, search for specific information, search for updated news, entertainment, and habit toward the perceived substitutability between newspapers kompas papers with kompas.com. The samples of this study were 102 people of readers who buy and read the kompas papers and that at any time access in the region Purwokerto, selected using purposive sampling method. Independent t-test and multiple regression analysis were used to test the hypothesis. The result of this proving that knowledge current news is positively related toward the perceived substitutability, search for specific information and search for updated news does not affect are negatively related toward the perceived substitutability, entertainment and habit support are positively related toward the perceived substitutability. The result also indicated that knowledge current news higher toward the perceived substitutability.
110843999C1C008028FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS AKRUAL PADA PEMERINTAH KOTA TASIKMALAYAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis akrual pada Pemerintah Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pemahaman Standar Akuntansi Pemerintahan, regulasi, pelatihan, kapasitas sumber daya manusia, dan komitmen sebagai faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis akrual pada Pemerintah Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilakukan pada 32 OPD yang terdapat di Pemerintah Kota Tasikmalaya. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh pemahaman Standar Akuntansi Pemerintahan, regulasi, pelatihan, kapasitas sumber daya manusia dan komitmen terhadap keberhasilan implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis akrual pada Pemerintah Kota Tasikmalaya. Skala pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala Gutman.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman Standar Akuntansi Pemerintahan, regulasi, pelatihan, kapasitas sumber daya manusia dan komitmen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis akrual pada Pemerintah Kota Tasikmalaya. Regulasi, pelatihan, kapasitas sumber daya manusia dan komitmen secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis akrual pada Pemerintah Kota Tasikmalaya.
The aims of this research is to know the factors that affect the success of the implementation Government Accounting Standards accrual basis in Tasikmalaya major. This research using understanding Government Accounting Standard, regulation, training, human resources capacity, and commitment as a factors that can affect the success of implementation Government Accounting Standards accrual basis in Tasikmalaya major. This research was conducted in 32 OPD in Tasikmalaya major. The testing of hypotheses using analysis of multiple regression to know influence understanding Government Accounting Standard, regulation, training, human resources capacity and commitment toward success implementation Government Accounting Standards accrual basis in Tasikmalaya major. The measuring scale in this research used guttman scale.
The results of this research showed that understanding Government Accounting Standard, regulation, training, human resource capacity and commitment simultaneously influence significantly to the success of implementation Government Accounting Standards accrual basis in Tasikmalaya major. Regulation, training, human resource capacity and commitment partially didn’t affect significantly to the success of implementation Government Accounting Standards accrual basis in Tasikmalaya major.
110854000C1C008022Pengaruh Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi dan Pengendalian Intern terhadap Kinerja Manajerial Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah WonosoboTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi, komitmen organisasi dan pengendalian intern terhadap kinerja manajerial pengelola rumah sakit baik secara simultan maupun secara parsial pada Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo.
Responden dalam penelitian ini adalah top manajer, middle manajer, lower manajer. Terdapat 14 responden dalam penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan data primer. Alat analisis menggunakan analisis regresi berganda dengan uji F dan uji t.
Hasil dari penelitian ini adalah budaya organisasi, komitmen organisasi dan pengendalian intern berpengaruh terhadap kinerja manajerial pengelola RSUD Wonosobo secara simultan dan positif signifikan secara parsial. Implikasi dari penelitian ini adalah manajer diharapkan dapat lebih memperhatikan agresifitas dan kemantapan untuk menciptakan budaya kerja yang kondusif, meningkatkan komitmen organisasi melalui peningkatan kesadaran anggota organisasi dan rasa keterikatan dalam setiap anggota organisasi, dan melakukan pengendalian dengan memperbaiki sistem informasi dan komunikasi akuntansi, aktivitas pengendalian dan melakukan pemantauan pada Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo.
The purpose of this study is to examine the influence of organizational culture, organizational commitment and internal control on managerial performance, either simultaneously or partially, at RSUD Wonosobo. Respondents of this research are top manager, middle manager and lower manager. There are 14 respondents participated in this research. This research is aqualitative study using primary data. The data is analyzed by multiple regressions with F test and t test.The result of this research is organizational culture, organizational commitment and internal control had influance on managerial performance at RSUD Wonosobo, either simultaneously significant and partially positif significant. The implication of this research is to make managers being more concern on agresiveness and stability to create good organizational culture, to improve organizational commitment by increase the member’s awareness and sense of belongingness among them, to improve activity by reforming information system and communication of accounting, to control and monitor their activities at RSUD Wonosobo.
110864001C1C009074KEBUTUHAN INVESTOR TERHADAP INFORMASI KINERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BANYUMAS DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASIPenelitian ini merupakan penelitian dengan metode campuran (mixed method) yang difokuskan untuk mengkombinasikan dua pendekatan, yaitu kuantitatif dan kualitatif pada pengguna Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini mengambil judul: “Kebutuhan Investor terhadap Informasi Kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas dalam Pengambilan Keputusan Investasi”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan investor, informasi yang digunakan investor di dalam LKPD, hubungan antara responden dengan keterangan dalam membaca LKPD, kesesuaian informasi infrastruktur di dalam LKPD dengan kebutuhan pengguna, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaporan infrastruktur di dalam LKPD.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengguna LKPD Kabupaten Banyumas. Jumlah responden untuk data kuantitatif dalam penelitian ini adalah 45 responden dan jumlah penelitian untuk data kualitatif adalah 5 responden yang terdiri dari investor pada Hotel Horison, PT. Rita Ritelindo, Gubug Makan Mang Engking, PT. Bina Agung Damar Buana, dan PT. Harapan Jaya Globalindo. Convenience sampling method digunakan dalam penentuan responden.
Bedasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan uji Chi Square (Fisher’s Exact), metode statistik deskriptif dan analisis kualitatif menunjukkan bahwa: (1) Kebutuhan investor dalam berinvestasi di Kabupaten Banyumas adalah iklim investasi yang baik, (2) Informasi yang digunakan investor di dalam LKPD Kabupaten Banyumas dalam pengambilan keputusan investasi adalah kebijakan pemerintah daerah, evaluasi pelayanan, informasi infrastruktur, dan informasi mengenai opini audit BPK atas LKPD, (3) Terdapat hubungan antara pembaca/bukan pembaca LKPD dengan kategori responden, (4) Terdapat hubungan antara kategori responden dengan alasan membaca LKPD, (5) Terdapat hubungan antara pentingnya informasi infrastruktur dengan kategori responden pembaca LKPD, (6) Tidak terdapat hubungan antara waktu yang dibutuhkan untuk membaca LKPD dengan pentingnya informasi infrastruktur, (7) Aspek pengungkapan informasi infrastruktur keuangan di dalam LKPD Kabupaten Banyumas belum sesuai dengan kebutuhan pengguna, (8) Aspek pengungkapan informasi infrastruktur non-keuangan di dalam LKPD Kabupaten Banyumas belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pengguna, (9) Faktor yang mempengaruhi pengungkapan informasi infrastruktur di dalam LKPD Kabupaten Banyumas adalah: rekomendasi DPRD, Standar Akuntansi Pemerintahan, rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan dan Kebijakan Pemerintah Daerah.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya memenuhi kebutuhan pengguna LKPD khususnya investor yang berinvestasi di Kabupaten Banyumas, pemerintah daerah Kabupaten Banyumas diharapkan dapat mengungkapkan informasi infrastruktur keuangan dan non-keuangan yang dibutuhkan oleh para responden, sehingga Kabupaten Banyumas dapat menyusun laporan keuangan yang lebih baik dan melengkapi informasi yang belum tersaji dalam LKPD.
This study is a research used mixed methods that focused to combine two approaches, quantitative and qualitative on user of Local Government Finance Report (LKPD) in Banyumas Regency. This research takes the title: “Investors Need to Government Performance Information of Banyumas Regency for Their Investment Decisions”.
The purpose of this study were determine the needs of investors, investor information that used in LKPD, relationship between respondents and their description of reading LKPD, suitability of infrastructure information in LKPD to user needs, and the factors that affect the infrastructure reporting in LKPD.
The population in this study are all users of LKPD Banyumas. The number of respondents to the quantitative data in this study were 45 respondents and the amount of research for qualitative data were 5 respondents that consist of investors at Hotel Horison, PT. Rita Ritelindo, Gubug Makan Mang Engking, PT. Bina Agung Damar Buana, and PT. Harapan Jaya Globalindo. Convenience sampling method is used in determination of respondents.
Based of research and data analysis using Chi Square test (Fisher's Exact), descriptive statistics methods and qualitative analysis show that: (1) The need for investors to invest in Banyumas is a good investment climate, (2) The information used by investors in the LKPD Banyumas in making investment decisions are government policy, evaluation of services, information infrastructure, and information regarding the BPK audit opinion LKPD, (3) There is a relationship between readers / non-readers LKPD and the category of respondents, (4) There is a relationship between respondents by reason of reading LKPD, (5) There is the relationship between the importance of infrastructure information and respondents of readers LKPD, (6) There was no relationship between the time required to read LKPD and the importance of information infrastructure, (7) Disclosure aspects of financial infrastructure in the LKPD Banyumas Regency is not appropriate with the needs of users, (8) Disclosure aspects of non-financial infrastructure in Banyumas LKPD is not fully appropriate with the needs of users (9) Factors that affecting disclosure of infrastructure in LKPD of Banyumas Regency are: council recommendation, Government Accounting Standards, recommendation of Badan Pemeriksa Keuangan and local government policy.
The implications of the conclusion above in order to meet the user needs of LKPD especially investors who invest in Banyumas Regency, local government of Banyumas Regency is expected to reveal the information infrastructure of financial and non-financial services needed by the respondents, so that Banyumas can prepare the inancial statements better and complete the information that is not presented in LKPD.
110874002D1E008056PENGARUH PENAMBAHAN CaCl2 TERHADAP YIELD, KADAR AIR, DAN DERAJAT KEASAMAN KEJU SUSU KAMBINGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan CaCl2 terhadap yield, kadar air, dan pH keju dari susu kambing. Materi penelitian yang digunakan adalah 25 liter susu kambing, 0,25 gram microbial rennet , kultur bakteri yang berisi Streptococcus thermophillu dan Lactobacillus bulgaricus, 75 gram CaCl2, dan 50 liter aquadest. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu keju tanpa penambahan CaCl2 (R0); penambahan CaCl2 0,15% (R1); penambahan 0,30% CaCl2 (R2); penambahan 0,45% CaCl2 (R3); dan penambahan 0,60% CaCl2 (R4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan CaCl2 pada proses pembuatan keju susu kambing tidak memberikan pengaruh nyata terhadap yield, kadar air, dan pH keju susu kambing yang dihasilkan. Rataan yield keju sebesar 15,69%. Rataan kadar air keju sebesar 41,88%. Rataan pH keju sebesar 6,20.. Kesimpulan, yield, kadar air, dan pH keju dari susu kambing relatif sama pada penggunaan jenis penambahan CaCl2 yang berbeda. The research aimed to determine the effect of addition of CaCl2 on yield, moisture, and pH of goat milk. The materials used in this research were 25 liters of goat’s milk, 0.25 gram microbial rennet tablet, Streptococcus thermophillus bacterial culture and bacterial culture Lactobacillus bulgaricus, 75 gr of CaCl2, and 50 liters of distilled water. The research method used was experimental method, using a Completely Randomized Design (RAL) with 5 treatments and 5 replications. The treatments were without the addition of CaCl2 (R0), the addition of CaCl2 0.15% (R1), the addition of CaCl2 0.30% (R2), the addition of CaCl2 0.45% (R3), and the addition of 0,6% CaCl2 (R4). The results showed that the addition of CaCl2 as much as 0% to 0.60% in the process of making of goat cheese did not give any significant effect on yield, moisture, and pH goat cheese produced. The average yield of cheese was 15.69%. The average moisture of cheese was 41.88%. Average pH of cheese was 6.20. In conclusions, yield, moisture, and pH of goat cheese were relative similliar at all addition of CaCl2.
110884040G1F008002PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PEMILIK WARUNG TENTANG OBAT PALSU MELALUI METODE PEMBELAJARAN AKTIF DI KECAMATAN PADAMARA
KABUPATEN PURBALINGGA
Peredaran obat palsu semakin meningkat dan menjadi masalah serius yang saat ini dihadapi oleh setiap negara di dunia, termasuk Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, prevalensi obat palsu di negara berkembang sekitar 10 persen. Pemilik warung sering menjadi sasaran peredaran obat palsu karena ketidaktahuan dan kurangnya informasi tentang obat palsu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan sikap pemilik warung tentang obat palsu setelah diberi edukasi melalui metode pembelajaran aktif di Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga.
Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan rancangan nonequivalent control group design. Sampel dalam penelitian adalah 38 pemilik warung terdiri 19 pemilik warung dari Desa Padamara dan 19 pemilik warung dari Desa Kalitinggar Kidul. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji paired sample t test, dan independent t test.
Hasil analisis pada kelompok pembanding tidak terdapat peningkatan secara signifikan (pengetahuan p=0,135 dan sikap p=0,062). Hasil analisis pada kelompok perlakuan terdapat peningkatan secara signifikan (pengetahuan p<0,001 dan sikap p=0,016). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap pada kelompok pembanding tetapi terdapat peningkatan yang signifikan pada kelompok perlakuan. Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap yang signifikan antara kelompok pembanding dan kelompok perlakuan setelah mendapatkan pembelajaran aktif.


Circulation of counterfeit drugs has increased and become a serious problem that currently faced by every country in the world, including Indonesia. The World Health Organization (WHO) estimates, the prevalence of counterfeit drugs in developing countries about 10 percent. Drug shop owner often become target of counterfeit drugs circulation because of ignorance and lack of information on counterfeit drugs. The purpose of this study to determine the improvement in knowledge and attitudes of drug shop owner about counterfeit drug after being given education through active learning methods in Padamara subdistrict in Purbalingga.
This research was Quasi Experiment with nonequivalent control group design. The samples of the study were 38 shop owners taken from 19 shop owners of Padamara village and 19 shop owners of Kelitinggar village. This sample was divided into two groups, nineteen shop owners were included to control group who were not given active learning method and nineteen shop owners were included to experimental group who were given active learning method. In collecting the data, the questionnaires were administered to determine the difference in knowledges and attitudes of shop owners. The data was analized by using paired sample t-test and independent sample t-test.
The results of the analysis contained in the comparison group did not increase significantly (p = 0.135 knowledge and attitudes p = 0.062). The results of the analysis contained in the treatment group increased significantly (knowledge of p <0.001 and p = 0.016 attitudes). Results showed that there was no increase in knowledge and attitudes in the comparison group but there is a significant improvement in the treatment group. There are differences in knowledge and attitudes significantly between the comparison group and the treatment group after getting active learning.
110894003C1B007080PENGARUH SHIFT KERJA, KESELAMATAN KERJA, DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN SPBU SAKALIBELS BUMIAYU Penelitian ini berjudul “Pengaruh Shift Kerja, Keselamatan Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan SPBU Sakalibels”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh shift kerja, keselamatan kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan SPBU Sakalibels yang berjumlah 47 orang dan semuanya diambil sebagai sample. Pengumpulan data menggunakan metode penyebaran kuesioner.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS Statistic 17.0 menunjukkan bahwa: (1) shift kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan, (2) keselamatan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan, (3) kompensasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan, (4) kompensasi mempunyai pengaruh paling besar terhadap kinerja karyawan dibanding variabel shift kerja dan keselamatan kerja.
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu sebagai upaya dalam meningkatkan kinerja karyawan, pihak manajemen SPBU Sakalibels perlu memperhatikan kompensasi yang diberikan. Hal-hal yang mungkin dilakukan antara lain dengan memberikan kompensasi non finansial seperti hari libur sesuai hak karyawan yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan dan peraturan pemerintah. Selain itu pemberian kompensasi finansial bisa dengan meningkatkan gaji secara berkala dan sesuai prestasi karyawan, memberikan bonus tahunan atas laba yang diperoleh perusahaan serta, tunjangann kesehatan, kematian maupun uang lembur atas kelebihan jam kerja yang dilakukan karyawan dengan harapan karyawan mampu bekerja lebih. Hal lain yang dapat dilakukan dengan menetapkan pembagian shift kerja secara tepat seperti memperhatikan masalah jender dalam pembagian shift kerja. Selain itu untuk meningkatkan kinerja karyawan perlu memberikan jaminan keselamatan kerja seperti memberikan asuransi kecelakaan maupun kesehatan yang akan memberikan kenyamanan pada karyawan selama menjalankan tugas.
Oleh karena kompensasi mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap kinerja karyawan, maka pihak manajemen SPBU Sakalibels perlu memprioritaskan kebijakan yang berkaitan dengan kompensasi.
This study entitled "Effect of Work shift, Work Safety, and Compensation Toward Performance of Bumiayu Sakalibels Gas Station Employee". The purpose of this study was to examine the influence of work shift, work safety, and compensation quotient performance of employee. The population in this study were all Bumiayu Sakalibels Gas Station Employee who numbered 47 people and everything is taken as a sample. The data collection method for distributing the questionnaire.
Based on the results of research and data analysis using SPSS 17.0 Statistics show that: (1) work shift has significant positive influence on the performance of employee, (2) work safety has a significant positive effect on the performance of employee, (3) compensation has significant positive effect on the performance of employee, (4) compensation has the most impact on the performance of employee compared to the variable work shift and work safety.
The implications of the conclusion above that is an attempt to improve the performance of employee, the management of Bumiayu Sakalibels Gas Station need to consider compensation. The management can give non financial compensation to the employee like giving more holiday as employee right that contained in legislations and regulations. Beside that,financial compensation could be given. For example the management increasing the appropriate salary regulary and accomplishment of employee, annual bonuses from company profit health care, death allowance and overtime payment, in hope that the employee are able work better. Another thing that could be done is arrange the work shift that pay attention to employee genre. In addition to improving the performance of employees, the management have to guarantee work safety as providing accident or health insurance that will provide the employees fell comfortable in work.
Therefore, compensation has the greatest influence on the performance of employee, the management Bumiayu Sakalibels Gas Station need to prioritize policies related with compensation.
Key words: work shift, work safety, compensation, performance
110904014F1B008018IMPLEMENTASI PROGRAM JAMPERSAL DI PUSKESMAS KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMISPenelitiaan ini dilatar belakangi oleh upaya pemerintah dalam mengurangi angka kematian bayi dan angka kematian ibu, melalui program jampersal. Lokasi penelitian ini berada di wilayah Kabupaten Ciamis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan program Jaminan Persalianan di Puskesmas Kecamatan Ciamis, serta kepastian yang didapat dari program jampersal, tingkat kepuasan penerima program, dan dinamika kelompok sasaran dengan adanya program. Sasaran penelitian adalah pemanfaat dan non-pemanfaat program, serta pelaksana program. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan kinerja pelaksana program (bidan) di Puskesmas Kecamatan Ciamis telah memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengguna program Jampersal di Kecamatan Ciamis, pelayanan tersebut diberikan menurut Petunjuk Teknis Program Jampersal 2012. Pengguna program merasa puas dengan adanya Jampersal karena mampu mengakomodir proses persalinan bagi Ibu hamil, selain dibantu dalam proses persalinan pengguna program Jampersal juga diberikan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi. Faktor yang mempengaruhi ketidakpuasan terhadap program Jampersal dipengaruhi oleh persepsi masyrakat non-pemanfaat program Jampersal yang menilai bahwa program Jampersal hanya memberikan pelayanan dasar dalam persalinan, program yang kurang menarik dan program Jampersal tidak sesuai dengan status sosial masyarakat non-pemanfaat program. Sedangkan ketidakpuasan pelaksana program terdapat pada petunjuk teknis operasional yang masih abstrak, khususnya kepesertaan dan pencairan dana klaim.

Kata kunci : implementasi program jampersal, pelayanan persalinan, ibu hamil.
This research background by government efforts to reduce the infant mortality and maternal mortality, through Jampersal programs. The location of the research in District Ciamis. The purpose of this study was to describe the implementation of the Jampersal program at the Ciamis health center District Ciamis, and certainty of gained from jampersal program, the level of satisfaction of beneficiaries, and the dynamics of the target group with the program. The goals of research are the beneficiary and non-beneficiary programs, and implementing programs. This study used qualitative research methods with a descriptive approach, the technique of data collection through interviews, observation and documentation.
The results of this study showed performance of the program implementer (midwives) in Ciamis Health Center, District Ciamis has provided maximum service to users in the District Ciamis Jampersal program, services is given according to the the Technical Guidelines Program Jampersal 2012. The user feel satisfied with the Jampersal program being able to accommodate childbirth for pregnant women, besides the user childbirth is assisted in Jampersal program also given an understanding of the reproductive health. Factors that affect of dissatisfaction with the program Jampersal influenced by society's perception of non-beneficiary program who judge the Jampersal program only provide basic services childbirth, program is less attractive and Jampersal program incompatible with the social status of non-beneficiary program. Meanwhile dissatisfaction the program implementers contained in the technical and operational guidance is still abstract, particularly of membership and disbursement of claims.

Key Words: implementation program of jampersal, service childbirth, pregnant women.
110914004G1A008031KORELASI ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN KADAR ALBUMIN DARAH PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS : STUDI DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Latar Belakang: Penurunan konsentrasi serum albumin dikaitkan dengan peningkatan resiko kematian pada pasien hemodialisis. Kurangnya asupan energi dan protein merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani perawatan hemodialisis dan dikaitkan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas pasien.
Tujuan: Mengetahui korelasi asupan energi dan protein dengan kadar albumin darah pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode: penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Tiga puluh orang yang diambil secara consecutive sampling. Data kadar albumin diperoleh dari pemeriksaan laboratorium patologi klinik. Asupan energi dan protein diperoleh dengan menggunakan metode food record 3x24 jam. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro Wilk dan uji korelasi menggunakan Rank-Spearman.
Hasil : Asupan energi berkorelasi kuat dengan kadar albumin (p<0,05, r= 0,797). Asupan protein berkorelasi kuat dengan kadar albumin (p<0,05, r= 0,691).
Kesimpulan: Terdapat korelasi kuat antara asupan energi dan protein dengan kadar albumin pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.
Background: The decreased of serum albumin concentration is associated with the increasing risk of death in hemodialysis patients. Low energy and protein intake is a common problem in chronic renal failure patients whose undergoing hemodialysis treatment and associated with the increasing risk of patient morbidity and mortality.
Objective: To define correlation between energy and protein intake with albumin levels in chronic renal failure patient with hemodialysis treatment in RSUD Prof. Dr.Margono Soekarjo Purwokerto.
Method: This study was an observational analytic using the cross-sectional approach. Thirty individuals were taken by consecutive sampling method. Data of albumin levels were obtained by clinical pathology laboratorium examination. Energy and protein intake were assessed by food record 3x24 hours method. Data were analyzed using Shapiro Wilk for normality test and Rank-Spearman for correlation test.
Results : energy intake was strongly correlated with and albumin (p<0,05, r= 0,797). protein intake was strongly correlated with albumin levels(p<0,05, r= 0,691).
Conclusion: Energy and protein intake was strongly correlated with albumin levels in chronic renal failure patiens with hemodialysis treatment.
110924036G1A008055KORELASI ANTARA ASUPAN SUPLEMEN VITAMIN C 100mg
DENGAN PERUBAHAN KADAR MALONDIALDEHYDE (MDA)
PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU KASUS BARU: STUDI
EKSPERIMENTAL DI RUMAH SAKIT MARGONO SOEKARJO
PURWOKERTO
Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Malondialdehyde (MDA) merupakan salah satu biomarker yang baik untuk menentukan kadar radikal bebas dan stress oksidatif dalam tubuh, sebagaimana diakibatkan oleh TB. Serangan radikal bebas dapat diredam dan atau di non-aktifkan oleh antioksidan, yang salah satunya adalah vitamin C. Berbagai penelitian yang menggabungkan berbagai vitamin sebagai antioksidan telah banyak dilakukan, tetapi penelitian mengenai efektivitas vitamin C sebagai antioksidan terhadap penyakit TB paru belum pernah dilakukan di Indonesia.
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi antara kuantitas asupan suplemen vitamin C dengan perubahan kadar MDA sebelum dan setelah suplementasi tablet vitamin C 100mg pada pasien TB paru di Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode Penelitian : Jenis penelitian pada penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Hasil consecutive sampling mendapatkan 33 pasien TB paru kasus baru di Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto. Korelasi antara variabel bebas, yaitu persen asupan suplemen tablet vitamin C oral dosis tunggal dengan perubahan kadar MDA sebelum dan setelah suplementasi sebagai variabel terikat dilakukan dengan uji korelasi Pearson.
Hasil : Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai p=0,126 serta nilai r=-0,27 yang berarti mempunyai kekuatan korelasi yang sangat lemah dan arah korelasi yang negatif.
Kesimpulan : Tidak terdapat korelasi antara asupan suplemen tablet vitamin C 100mg dengan perubahan kadar MDA sebelum dan setelah suplementasi tablet vitamin C 100mg pada pasien TB paru kasus baru di Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto.
Background : Tuberculosis (Tb) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Malondialdehyde (MDA) is one of biomarkers for determining free radical and oxidative stress level in the affected body, such as in Tb patients. Antioxidants muffle or inactive free radical attack change it into ascorbil radical. Many researches used vitamins combination had been conducted to study their antioxidants effect. However, no study had been conducted to study the antioxidant effect of vitamin C supplementation in pulmonary Tb patients.
The Aim : This research aimed to search for correlation between the quality of vitamin C supplementation and the change of MDA level new cases pulmonary Tb patients at The Margono Soekarjo Hospital in Purwokerto.
Method : This was a quasi experimental study used one group pretest-posttest design. The consecutive sampling method yielded 33 new cases pulmonary Tb patients. The independent variable was the percentage of daily intake of single dose oral vitamin C supplementation. The dependent variable was the MDA level change before and after the treatment. Data analysis used Pearson product moment correlation.
Result : Pearson product moment correlation, showed p=0,126 and r=-0,27, which means that there was insignificant, waek, negative correlation between the two variables.
Conclusion : There was no correlation between 100mg vitamin C supplementation and the MDA level change in new cases pulmonary Tb patients at The Margono Soekarjo Hospital in Purwokerto
110934043D1E008060PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG TAPIOKA DENGAN TELUR ASIN DAN LAMA PENGUKUSAN PADA PEMBUATAN KERUPUK TELUR TERHADAP KADAR GARAM DAN KESUKAAN RASATujuan penelitian untuk mengkaji pengaruh bersama (interaksi) antara perbandingan tepung
tapioka dan telur asin dengan lama pengukusan yang terbaik pada pembuatan kerupuk telur asin
terhadap kadar garam dan kesukaan rasa, mengkaji perbandingan tepung tapioka dengan telur
asin yang disukai konsumen pada pembuatan kerupuk telur asin, mengkaji lama pengukusan yang
terbaik pada pembuatan kerupuk telur asin. Penelitian ini menggunakan model matematik
Faktorial 4x3 dengan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan Faktor A
(perbandingan tepung tapioka dan telur asin), a0 = Penggunaan tepung tapioka tanpa telur
(kontrol), a1 = Penggunaan 80% tepung tapioka : 20% telur asin, a2 = Penggunaan 60% tepung
tapioka : 40% telur asin, a3 = Penggunaan 40% tepung tapioka : 60% telur asin, dan Faktor B (Lama
Pengukusan), b1 = pengukusan selama 10 menit, b2 = pengukusan selam 20 menit dan b3 =
pengukusan selam 30 menit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan
dilanjutkan dengan dengan uji lanjut orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
tidak ada interaksi antara perbandingan tepung tapioka dan telur asin dengan lama pengukusan
terhadap kadar garam kerupuk akan tetapi ada interaksi terhadap kesukaan rasa. Perlakuan
perbandingan tepung tapioka dengan telur asin berpengaruh sangat nyata terhadap kadar garam
kerupuk dan kesukaan rasa, sedangkan lama pengukusan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar
garam maupun kesukaan rasa. Berdasarkan hasil penelitian rataan kadar garam a0 : 4,542 ± 0,242,
a1 : 5,487 ± 1,173, a2 : 5,883 ± 0,586, a3 : 6,896 ± 0,534. Rataan kesukaan rasa a0 : 2,267 ± 0,155, a1
: 2,526 ± 0,347, a2 : 3,059 ± 0,498, a3 : 2,289 ± 0,393. Kesimpulan dari penelitian adalah semakin
tinggi penambahan telur asin pada pembuatan kerupuk telur asin maka kadar garam semakin
meningkat, pembuatan kerupuk telur asin dengan perbandingan tepung tapioka 60% dan telur
asin 40% dengan lama pengukusan 20 menit adalah yang paling disukai panelis.
The goal of this research was to examine the influence of interaction between the
comparison of tapioca flour to salted egg and steaming time of salted egg crackers making on the
levels of salt and taste preference, and to examine the ratio of tapioca flour to egg sauce that
favored consumers of salted egg crackers, and to examine the steaming time of salted egg cracker
making. This study used a 4 x 3 Factorial design with mathematical models of Completely
Randomized Design (RAL) by a factor A (comparison of tapioca flour to salted eggs); a0 = Use of
tapioca flour without eggs (control), a1 = use of 80% tapioca flour : 20% salted egg, a2 = Use of 60%
tapioca flour : 40% salted egg, a3 = Use of 40% tapioca flour : 60% salted egg, and Factor B
(Steaming Time); b1 = steamed for 10 minutes, b2 = submerge steaming for 20 minutes and b3 =
submerge steaming for 30 minutes. The Data obtained were analyzed using analysis of variance
and continued with further testing of orthogonal polynomial. The results showed that there was no interaction between the ratio of tapioca flour to salted egg with steaming time towards the
levels of salted crackers but there was interaction on taste preference. Comparison of treatment
of tapioca flour to egg had very significant effect on the levels of salt in crackers and taste
preference, while steaming time had no effect on the levels of salt and a sense of fondness. Based
on the results of this research, the meant of salt in a0 : 4.542 ± 0.242, in a1 : 5.487 ± 1.173, in a2 :
5.883 ± 0.586, in a3 : 6.896 ± 0.534. The meant of taste preference in a0 : 2.267 ± 0.155, in a1 :
2.526 ± 0.347, in a2 : 3.059 ± 0.498, in a3 : 2.289 ± 0.393. The conclusion of the study is the higher
increase in salted egg in the manufacture of crackers, the salt content increases, the manufacture
of crackers of salted eggs with tapioca-flour-salted egg ratio of 60% to 40% with steaming time of
20 minutes is the most preferred by panelists.
110944005C1C005261INFORMASI AKUNTANSI YANG DIBUTUHKAN UMKM DALAM MEMPREDIKSI KINERJA USAHA DI KOTA PURWOKERTOTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi apa saja yang dibutuhkan dalam memprediksi kinerja usaha kecil dan menengah. Penelitian ini menggunakan metode analisis faktor dengan pendekatan deksripsi.
Berdasarkan dari penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat 15 dari 19 informasi akuntansi yang dibutuhkan bagi para pengelola usaha kecil dan menengah dalam memprediksi kinerja usaha. Informasi akuntansinya adalah sales, cost of sales, earning after taxes, earning before interest and taxes, total assets, capital, current assets, account payable, inventory, total debt, interest expense, interest income, accrued rent payable, total equity, and fixed assets. Terdapat 3 informasi akuntansi yang paling signifikan dalam memprediksi kinerja usaha adalah earning after taxes, inventory, and total equity
Implikasi dari penelitian adalah untuk meningkatkan kinerja usaha kecil dan menengah. Selain faktor yang signifikan berpengaruh, terdapat juga faktor lain yang perlu dipertimbangkan, antara lain cash, avarage inventory, and sales per day. Kas berperan dalam peningkatan kinerja atau pengambilan keputusan terutama dalam keterkaitanya dalam operasional usaha. Rata-rata persediaan dan penjualan per hari dapat diperhitungkan untuk menentukan arus perputaran barang yang berguna untuk keputusan penambahan volume penjualan. Piutang berguna untuk menilai besar kecilnya penjualan perusahaan.
The purpose of this study was to find out what information is needed to predict the performance of small and medium enterprises. This study uses factor analysis approach description.
Based on the study, concluded that there were 15 of 19 accounting information required for managers of small and medium enterprises in predicting business performance. The accounting information is the sales, cost of sales, earnings after taxes, earnings before interest and taxes, total assets, capital, current assets, accounts payable, inventory, total debt, interest expense, interest income, accrued rent payable, total equity, and fixed assets. There are 3 of the most significant accounting information in predicting business performance such as earnings after taxes, inventory, and total equity
The implication of the research is to improve the performance of small and medium enterprises. In addition to the significant influence, there are also other factors to consider, such as cash, average inventory, and sales per day. Cash impact in increasing the performance or decision-making, especially in correlation in business operations. Average inventory and sales per day can be calculated to determine the liquidity of goods flow that is useful to decision-addition of sales volume. Receivables can be use to assess the company's sales.
110954019G1A007054PERBEDAAN MANIFESTASI NEUROLOGIS ANTARA PASIEN MENINGITIS DENGAN HIV CO-INFEKSI MENINGITIS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
HIV dan AIDS merupakan permasalahan kesehatan yang memerlukan perhatian yang sangat serius. Hal ini terlihat dari jumlah kasus yang dilaporkan setiap tahunnya meningkat secara signifikan. Keterlibatan sistem saraf dalam infeksi HIV/AIDS dapat bermanifestasi klinis sebagai proses infeksi opportunistik, salah satunya ialah meningitis. Secara umum gejala dan tanda dari meningitis lebih jarang terjadi pada orang HIV-seropositif daripada populasi umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan manifestasi neurologis pada pasien meningitis dengan HIV co-infeksi meningitis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 32 sampel yang terdiri dari kelompok kasus meningitis 16 orang dan kelompok kasus HIV co-infeksi meningitis 16 orang. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari catatan medik. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan manifestasi neurologis yang signifikan antara pasien meningitis dengan HIV co-infeksi-meningitis pada gejala meningeal sign (p=0,012), demam (p=0,022), kejang(p=0,012), sakit kepala (p=0,013) dan penurunan kesadaran (p=0,013). Sementara, perbedaan manifestasi neurologis yang tidak signifikan terdapat pada gejala mual-muntah (p=0,077), cranial nerve palsy (p=0,310), dan hemiparese (p=0,144). Penelitian lebih lanjut bisa dengan memperbanyak jumlah sampel, dengan mengambil data rekam medik dari berbagai rumah sakit.HIV and AIDS are a health problem that need a serious attention. It can be seen by the reported cases in every year which significantly increase. The involvement of nerveous system in the infection of HIV/AIDS can clinically manifest as the opportunistic infection process, such as meningitis. Commonly, the symptoms and signs of meningitis are less happen to HIV-seropositive than to normal people. The aim of this research was to find out the neurological manifestation difference between meningitis patient with HIV co-infection meningitis in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. The research methodology which was used was a research with cross sectional plan. There were 32 samples consist of 16 people of meningitis, and 16 people of HIV co-infection meningitis. The data which was used was secondary data taken from the medical report. The bivariate analysis used Chi-square test. The result showed that there was the neurological manifestation difference between meningitis patient with hiv co-infection meningitis in meningeal symptom sign (p=0,012), fever (p=0,022), convulsions (p=0,012), headache (p=0,013) and impairment of consciousness (p=0,013). While the the neurological manifestation difference which was not significant happened to the symptoms nausea-vomit (p=0,077), cranial nerve palsy (p=0,310), dan hemiparese (p=0,144). Further research can be done by multiplying the sample, by taking the medical data report in some hospitals.
110964008H1L008016RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS (STUDI KASUS PADA KLINIK UMUM DAN RUMAH BERSALIN Dr. HASTO S)Penggunaan rekam medis kertas (rekam medis secara manual) memiliki kekurangan, termasuk kurangnya efektivitas dalam mengelola catatan rekam medis yang berisi riwayat penyakit pasien dan kurangnya efisiensinya proses pendaftaran yang masih dilakukan secara manual sehingga memperlambat kinerja tenaga medis untuk memberikan pelayanan kepada pasien yang akan berobat. Pengolahan data rekam medis yang baik akan mempermudah tenaga medis untuk meningkatkan mutu pelayanan. Salah satu cara meningkatkan mutu pelayanan yaitu dengan membuat sistem informasi rekam medis.
Sistem Informasi rekam medis dirancang untuk memudahkan tenaga medis untuk mengolah pendaftaran dan mengolah riwayat penyakit pasien. Sistem informasi yang dibangun dapat menghasilkan rasio pendaftaran pasien pada periode tertentu.
The use of paper medical records (medical records manually) has its drawbacks, including the lack of effectiveness in managing medical records containing patient's medical history and the lack of efficiency of the registration processing is still done manually thus slowing down the performance of medical personnel to provide services to patients who will be treated. Processing medical records that will either facilitate medical personnel to improve service quality. One way to improve the quality of service is to create a system of medical record information.
Medical record information system designed to facilitate medical personnel to process the registration and processing of patient's medical history. Information systems are built to produce a ratio of patient enrollment in a particular periode.
110974006E1A005025UPAYA ADMINISTRATIF TERHADAP KEPUTUSAN
KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NOMOR 14899/KEP/BV/14004/09
TENTANG PEMBERHENTIAN DENGAN HORMAT ABDURROCHMAN
SEBAGAI PANITERA PENGGANTI PENGADILAN AGAMA KEBUMEN
KARENA MEMASUKI BATAS USIA PENSIUN
sengketa antara Pegawai Negeri Sipil dengan Kepala Badan Kepegawaian dengan dikeluarkannya Keputusan Nomor 14899/KEP/BV/14004/09 Tentang Pemberhentian Dengan Hormat Sdr Abdurrochman Sebagai Panitera Pengganti Pengadilan Agama Kebumen Karena Memasuki Batas Usia Pensiun, oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara yang belum disesuaikan dengan Undang-undang nomor 50 Tahun 2009 tentang Peradilan Agama yang mengatur Batas Usia Pensiun bagi Panitera Pengganti mengalami perubahan.
Permasalahan yang akan dilihat dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Upaya Administratif Terhadap Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 14899/KEP/BV/14004/09 Tentang Pemberhentian Dengan Hormat Sdr Abdurrochman Sebagai Panitera Pengganti Pengadilan Agama Kebumen Karena Memasuki Batas Usia Pensiun.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif yaitu pendekatan dari sudut pandang ketentuan hukum atau peraturan perundang-undangan yang berlaku, karena untuk melakukan penelitian ini mengacu pada peraturan-peraturan yang berlaku yaitu UU Pokok-pokok Kepegawaian, UU Peradilan Agama, PP Pemberhentian PNS, Keputusan BKN.
Setelah melaksanakan penelitian, telah didapatkan hasil bahwa Upaya Administrasi yaitu ”Upaya KEBERATAN” yang dilakukan oleh Abdurrochman sebagai Panitera Pengganti Terhadap Kepala Badan Kepegawaian Negara untuk meninjau Keputusan tentang Pemberhentian PNS karena memasuki BUP atau Pensiun dapat dikabulkan dengan pertimbangan Pasal 38 A huruf d UU Peradilan Agama yang mengatur BUP mengalami perubahan menjadi 60 (enam puluh) tahun yang sebelumnya 56 (lima puluh enam) tahun yang diatur dalam PP Pemberhentian PNS, kemudian Kepala BKN mengeluarkan Keputusan baru yang membatalkan Keputusan terdahulu yang menjadikan dasar bagi Abdurrochman untuk aktif kembali dan memamngku jabatan Panitera Pengganti di Pengadilan Agama Kebumen.
Like the case between the civil servant and the head of civil service board indicated by issue of Decision No:14899/Kep/BV/14004/09 about the honorable cessation of Abdurrochman as Substitute Clerk of Kebumen Islamic Court published by the Head of Civil service board which was not suitable with the Article No 05/2009 about the Religious Court regulating the limit of retirement age for the Substitute Clerk.

The problem which would be analyzed in this research was how was The Administrative Effort towards the Decision of the Head of the National Board of Civil Service No:14899/Kep/BV/14004/09 about the honorable cessation of Abdurrochman as the Substitute Clerk of Kebumen Islamic Court because of his age.
This research was conducted through juridical normative approach focusing on the approach of law enforcement of regulation because this research was based on the Law of Civil Service, Law of Religious Court, Government Regulation of Civil servant cessation, and BKN decision.

After the research was done, it was found that the administrative effort which was about Objection Effort proposed by Abdurrochman as the substitute clerk towards the Head Civil Service Board to review the decision of civil servant cessation because of the age or retirement was granted. The considerations were in line with the Article 38 A letter d of the Law of Religious court which stated that BUP set has been changed into 60 (sixty) years prior the retirement age was 56 (fifty-six) regulated in Government Regulation about Civil Servant Cessation. Then, the head of the civil service board issued the new decision to cancel the previous decision. By this, Abdurrochman was reappointed the Substitute clerk of the Kebumen Religious Court.
110984010D1E008096PENGGUNAAN PAKAN FUNGSIONAL DALAM RANSUM TERHADAP BOBOT LEMAK ABDOMEN DAN KADAR KOLESTEROL DAGING AYAM BROILERPenelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penggunaan pakan fungsional dalam ransum terhadap bobot lemak abdomen dan kadar kolesterol daging ayam broiler yang dipelihara sampai umur 35 hari. Materi yang digunakan adalah ayam broiler umur 1 hari (DOC) strain Multi Breeder 202 Platinum sebanyak 100 ekor. Percobaan dilakukan menggunakan metode eksperimental in vivo dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari 5 macam yaitu R0= pakan fungsional 0%, R1= pakan fungsional 5%, R2= pakan fungsional 10%, R3= pakan fungsional 15%, R4= pakan fungsional 20%. Setiap perlakuan di ulang 4 kali dan setiap ulangan berisi 5 ekor ayam. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa penggunaan pakan fungsional berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap penurunan kadar kolesterol daging dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot lemak abdomen. Rataan kolesterol daging yaitu R0=181,10±46,91 mg/100g, R1= 93,50±40,96 mg/100g, R2=78,74±29,11 mg/100g, R3=73,82±08,12 mg/100g, R4=78,74±34,92 mg/100g. Uji lanjut Orthogonal Polynomial menunjukan respon kuadrater dengan persamaan garis Y= 0,5568X2-15,624X+173,9 dengan nilai koefisien determinasi (r2)= 60,96%. Kesimpulan ini yaitu penggunaan pakan fungsional sebesar 14% optimal untuk menurunkan kadar kolesterol daging dengan persentase penurunan sebesar 59,24% dan sampai level 20% tidak mempengaruhi persentase lemak abdomen ayam broiler.This research was aimed to evaluate the effect of the use of functional feed in the ration on abdominal fat weight and cholesterol levels of broiler meat. The chicken were maintained until the age of 35 days. The used materials were 1-day-old Multi Platinum 202 strain broiler chickens (DOC) as many as 100 birds. The experiment was performed using experimental method by in vivo with completely randomized design (CRD). The treatments consisted of 5 kinds of rations. Each treatment was repeated 4 times and each replication contained 5 chickens. R0= 0% of functional feed, R1= 5% of functional feed, R2= 10% of functional feed, R3= 15% of functional feed, R4= 20% of functional feed. The results of analysis of variance showed that the use of functional feed very significant (P<0.01) affected the cholesterol-lowering effect of meat and did not significantly (P>0.05) affectif the weight of abdominal fat. The mean cholesterol levels of meat were R0= 181.10±46.91 mg/100g, R1= 93.50±40.96 mg/100g, R2= 78.74±29.11 mg/100g, R3= 73.82±08,12 mg/100g, R4=78.74±34.92 mg/100g, respectively. Further trials showed that the test of orthogonal polynomials was quadratic, the line equation was Y= 0.5568X2-15.624X+173.9 with a coefficient of determination (r2)= 60.96%. The conclusion is that the use of functional feed as much as 14% is optimum for lowering the cholesterol percentage meat with a decrease of 59.24% and the level of functional feed up to 20% level does not affect broiler chicken abdominal fat percentages.
110994007H1L008010Rancang Bangun Sistem Informasi Pasien Rawat Jalan Berbasis Web Yang Dilengkapi Dengan Fitur Klasifikasi Penyakit Epidemic
(Studi Kasus RS Az-Zahra Husada Cilacap)
Sistem informasi pasien rawat jalan pada RS Az-Zahra Husada adalah sistem informasi yang mempunyai kegiatan antrian, registrasi, dan pemeriksaan. Adapun kinerja sistem dalam pelayanan pasien yang berjalan di RS Az-Zahra Husada tersebut masih belum optimal karena pada pengolahan data pasien dan data rekam medis dilakukan masih menggunakan media pembukuan atau manual. Oleh karena itu pelayanan pasien menjadi tidak efektif dan efisien, karena media pembukuan memperlambat jalannya laporan.
Metode pengembangan sistem informasi pasien rawat jalan di RS Az-Zahra Husada menggunakan metode waterfall dengan menggunakan alat bantu Diagram Konteks, DFD (Data Flow Digram), Relasi Tabel, dan alat perancangan yang diusulkan berupa ERD (Entity Relationship Diagram). Implementasi program menggunakan bahasa PHP dengan database menggunakan MySQL. Sistem informasi pasien rawat jalan ini dirancang bertujuan untuk membangun sistem informasi yang terkomputerisasi, sehingga memudahkan RS Az-Zahra Husada dalam mengolah data pasien dan data rekam medis pasien.
Kata Kunci: sistem informasi pasien rawat jalan, data pasien, rekam medis
Outpatient information system on RS Az-Zahra Husada is an information system that has a queue of activities, registration and inspection. The performance of the system in the service of patients who walk in Az-Zahra Husada Hospital is still not optimal due to the processing of patient data and medical records do still use the media or manual bookkeeping. Therefore, patient care becomes ineffective and inefficient, because the media reports bookkeeping slow down.
Information systems development methods in the hospital outpatient Zahra Husada waterfall method using tools Context Diagram, DFD (data flow diagram), Relation Table, and devices such as the design of the proposed ERD (Entity Relationship Diagram). Implementation of the program using the PHP language using MySQL database. Outpatient information system is designed aiming to build a computerized information system, making it easier for Az-Zahra Husada Hospital in processing patient data and medical records of patients.
Keywords: outpatient information system, patient data, medical records
111004013E1A008022KEKUATAN ALAT BUKTI KETERANGAN SAKSI A DE CHARGE DALAM TINDAK PIDANA PEREDARAN OBAT TRADISIONAL
TANPA IJIN EDAR
(Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 113/Pid.Sus/2010/PN. CLP)
ABSTRAK
Seorang tersangka atau terdakwa dalam pemeriksaan pendahuluan maupun pemeriksaan dalam sidang pengadilan mempunyai hak untuk membela diri, dengan diberi kesempatan untuk mengajukan seorang saksi A De Charge yang dianggap dapat meringankan atau membela dirinya sebagai upaya untuk melemahkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, sehingga keterangan saksi A De Charge dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan bagi hakim dalam menjatuhkan putusan sehingga menjunjung tinggi kebenaran sejati. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk meneliti dan menuangkan hasilnya dalam skripsi yang berjudul : KEKUATAN ALAT BUKTI KETERANGAN SAKSI A DE CHARGE DALAM TINDAK PIDANA PEREDARAN OBAT TRADISIONAL TANPA IJIN EDAR (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 113/Pid.Sus/2010/PN.CLP)
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan yang pertama, mengapa saksi A De Charge dihadirkan dalam persidangan dalam Putusan Nomor: 113/Pid.Sus/2010/PN.CLP ? Kedua, bagaimanakan kekuatan pembuktian keterangan saksi A De Charge dalam tindak pidana peredaran obat tradisional tanpa ijin edar pada Putusan Nomor: 113/Pid.Sus/2010/PN.CLP ?
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui alasan mengahadirkan saksi A De Charge dalam persidangan dan juga untuk mengetahui kekuatan pembuktian keterangan saksi A De Charge di persidangan dalam tindak pidana peredaran obat tradisional tanpa ijin edar pada Putusan Nomor: 113/Pid.Sus/2010/PN.CLP.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa Saksi A De Charge dihadirkan dalam persidangan adalah untuk memberikan keterangan yang menguntungkan bagi tersangka atau terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 65 KUHAP, maka terdakwa atau penasihat hukum terdakwa berhak mengahadirkan saksi A De Charge, untuk mengungkapkan fakta yang bersifat membalik atau melemahkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum atau setidaknya meringankan terdakwa, untuk menegakan keadilan tersangka atau terdakwa berhak untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah , antara lain dengan menghadirkan saksi A De Charge dalam persidangan. Kekuatan Pembuktian Keterangan Saksi A De Charge dalam Tindak Pidana Peredaran Obat Tradisional Tanpa Ijin Edar merupakan alat bukti yang sah dan hakim bebas untuk menerima atau menyingkirkan isi keterangan saksi A De Charge yang diberikan dipersidangan untuk dasar pertimbangan hukum bagi hakim dalam menjatuhkan putusan pidana penjara 4 (empat) bulan, 3 (tiga) hari terhadap terdakwa.

Kata kunci : Pembuktian, Saki A De Charge, Peredaran Obat Tradisional Tanpa Ijin

ABSTRACT
A suspect or defendant in a preliminary interrogation or court interrogation has the right to defend him, by having the given opportunity to get a witness A De Charge which is considered to relieve or defend himself in an attempt to weaken the prosecution accusations that the witness A De Charge can be used as a consideration for the judges in taking decisions that uphold the truth. Based on the description, the author is interested in making the research and making thesis entitled: THE POWER OF A DE CHARGE WITNESS AS THE EVIDENCE ON THE CRIMINAL COURT OF TRADITIONAL MEDICINE ILLEGAL DISTRIBUTION ( Judicial Review Decision Number: 113/Pid.Sus/2010/PN.CLP)
Based on the explanation above, problems can be formulated into; first, A De Charge why are the witnesses presented at the court in decision No. 113/Pid.Sus/2010/PN.CLP? Second, how does the strength of evidence A De Charge witnesses in criminal charge of traditional medicine illegal distribution on the decision No: 113/Pid.Sus/2010/PN.CLP?
The purpose of this research is to determine why A De Charge witness presents the cour, and also to determine the strength of A De Charge witness as the evidence on the criminal court of traditional medicine illegal distribution on the decision No: 113/Pid.Sus/2010/PN.CLP.
Based on the research it can be concluded that the presence of witness A De Charge at the court is to give the suspect or the accused beneficial information as provided for in Article 65 of the Code of Criminal Procedure, the defendant or the defendant’s lawyer may have a witness A De Charge, to reveal reverse facts or to weaken accusations or at least to relieve the defendant, to uphold the suspect’s right or defendant has the right to prove his innocence, including witnessesgy A De Charge in the court. The power of A De Charge witness as the evidence on the criminal court of traditional medicine illegal distribution is a valid evidence and the judge is free to accept or ignore the given contents of A De Charge witness testimony in the court as the legal basis for the judge’s decision to impose an imprisonment 4 (four) month, three (3) days of the defendant.
Key Word: Evidence, A De Charge Witness, Illegal Distribution of Traditional Medicine