Artikelilmiahs
Menampilkan 11.121-11.140 dari 48.985 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 11121 | 4056 | D1E008115 | HUBUNGAN ANTARA BOBOT LAHIR DAN BODY CONDITION SCORE (BCS) PERIODE KERING DENGAN PRODUKSI SUSU DI BBPTU SAPI PERAH BATURRADEN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bobot lahir dan BCS periode kering dengan produksi susu. Penelitian dilakukan pada tanggal 18 Juni - 30 September 2012 di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul Sapi Perah Baturraden. Sasaran penelitian adalah sebanyak 93 ekor sapi perah betina di BBPTU Sapi Perah Baturraden yang diambil secara purposive sample. Variabel yang diamati adalah Bobot Lahir (X1) satuan yang digunakan kilogram, BCS (Body Condition Score) (X2) dengan menggunakan skala 1-5 saat periode kering (2 bulan prepartum), dan Produksi Susu (Y) diukur dengan nilai rata-rata produksi susu harian selama periode laktasi kedua, satuan yang digunakan liter. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi. Analisis deskriptif digunakan untuk memperoleh statistik deskriptif (nilai maksimal, nilai minimal, nilai rataan, dan simpang baku) dari seluruh variabel yang diamati yaitu (1) Bobot lahir dari calon induk; (2) Body Condition Score (BCS) dan (3) Produksi Susu. Analisis regresi digunakan untuk mengetahui hubungan bobot lahir dan Body Condition Score (BCS) periode kering dengan produksi susu. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis regresi dengan model matematik Y=a + b1X1 + b2X2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara bobot lahir dan BCS (Body Condition Score) periode kering dengan produksi susu dinyatakan dalam persamaan Y= 2,44 + 0,298 BL – 0,035 BCS dengan nilai koefisien korelasi r = 0,452 dan koefisien determinasi sebesar 20,47 %. Nilai koefisien determinasi tersebut menunjukkan BCS periode kering dan bobot lahir bersama-sama memberikan sumbangan sebesar 20,47 % terhadap variasi produksi susu. Dari hasil analisis terhadap bobot lahir diperoleh bahwa bobot lahir memiliki hubungan dan menentukan produksi susu (P<0,01) koefisien korelasi sebesar r = 0,452 serta koefisien determinasi sebesar r2 = 20,47 % sedangkan analisis terhadap BCS (Body Condition Score) periode kering diperoleh bahwa BCS periode kering tidak memiliki hubungan dan tidak menentukan produksi susu (P>0,05) koefisien korelasi sebesar r = 0,115 dan koefisien determinasi sebesar r2 = 1,33 %. | This research aimed to determine the relationship between birth weight and BCS dry periods with milk production. The study was conducted from June 18 to September 30 2012 at Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul Sapi Perah Baturraden. Objective research is as much as 93 female dairy cows BBPTU SP Baturraden taken by purposive sample that sample based on certain considerations. Observed variables is Birth weight (X1) units used kilogram, BCS (Body Condition Score) (X2) using a scale of 1-5 while the dry periods (2 months prepartum), and Milk Production (Y) was measured by recording the average daily milk production, the units used liter. The method of analysis used in this research is descriptive analysis and regression analysis. Descriptive analysis is used to obtain descriptive statistics (maximum value, minimum value, average value, and standard deviations) of all observed variables are (1) birth weight of the prospective parent, (2) Body Condition Score (BCS) and (3) Milk production. Regression analysis is used to determine the relationship of birth weight and Body Condition Score (BCS) dry periods with milk production. The data obtained were analyzed using regression analysis with mathematical models Y = a + b1X1 + b2X2. The results showed that the association between birth weight and BCS (Body Condition Score) dry periods with milk production is expressed in the equation Y = 2.44 + 0.298 BL – 0,035 BCS with a correlation coefficient r = 0.452 and the coefficient of determination equal to 20.47%. The coefficient of determination shows BCS dry periods and birth weight together provide a contribution of 20.47% of the variation in milk production. From the results of the analysis of birth weight found that birth weight has a relationship and determine the milk production (P <0.01) correlation coefficient of r = 0.452 and the coefficient of determination of r2 = 20.47%, while the analysis of the BCS (Body Condition Score) dry periods obtained that the BCS does not have a dry period and did not specify the relationship of milk production (P> 0.05) correlation coefficient of r = 0.115 and a coefficient of determination of r2 = 1.33%. | |
| 11122 | 4035 | A1F007030 | EFISIENSI AGRONOMIS DAN FISIOLOGIS NITROGEN GENOTIP PADI F5 HASIL PERSILANGAN SILUGONGGO DAN G39 | Penelitian efisiensi agronomis dan fisiologis nitrogen (N) pada padi gogo bertujuan untuk mengetahui: 1) tanggap genotip padi F5 hasil persilangan Silugonggo pada tiga tingkat dosis pupuk, dan 2) efisiensi agronomis dan fisiologis Nitrogen genotip padi F5 hasil persilangan Silugonggo dan G39 pada tiga tingkat dosis pupuk 3) Memperoleh genotip padi F5 hasil persilangan Silugonggo dan G39 yang memiliki efisiensi agronomis dan fisiologis nitrogen pada tiga tingkat dosis pupuk.Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) diulang tiga kali. Faktor pertama: genotip padi F5 hasil persilangan Silugonggo dan G39 serta satu varietas Silugonggo dan galur G39 (varietas dan galur cek); faktor kedua: kombinasi pemupukan Urea (N 45%) dan NPK (15:15:15), P1: Urea dosis 80 kg N/ha dan NPK dosis 60 kg/ha, P2: Urea dosis 160 kg N/ha dan NPK dosis 120 kg/ha, P3: Urea dosis 240 kg N/ha dan NPK 180 kg/ha. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: 1) adanya perbedaan tanggap genotip padi F5 hasil persilangan Silugonggo pada tiga tingkat dosis pupuk 2) Terdapat keragaman efisiensi agronomis dan fisiologis nitrogen genotip padi F5 hasil persilangan Silugonggo dan G39 pada tiga tingkat dosis pupuk yang berbeda secara berurutan diantaranya dosis pupuk Urea 80 kg/ha dan NPK 60 kg/ha berkisar antara 0,81 hingga 2,65 dan 2,03 hingga 9,76; 0,83 hingga 2,07 dan berkisar antara 3,02 hingga 13,05 (Urea 160 kg/ha dan NPK 120 kg/ha) serta berkisar antara 0,43 hingga 2,55 dan 2,00 hingga 13,73 (Urea 240 kg/ha dan NPK 180 kg/ha) dan 3) Genotip G69.1 berpotensi memiliki efisiensi agronomis dan fisiologis Nitrogen. | The research on nitrogen agronomic and physiological efficiency of F5 genotypes of silugonggo and G39 cross-breeding is aimed to find F5 genotype of rice from silugonggo and G39 respons on different fertilizing level 2) the effeciency of nitrogen agronomis and physiologis on F5 genotype of rice from silugonggo and G39 cross-breeding on different fertilizing level and 3) To find F5 pady from Silugonggo and G39 cross-breeding which have agronomic efficiency and nitrogen physiologic at three level of fertilized doses. The research uses completely randomized block design with three replication. The first factor is F5 genotype of rice from Silugonggo and G39 cross-breeding and G39 strain: The second factor is the combination of fertelized urea (N 45%) dan NPK (15:15:15), P1: Urea 80 kg N/ha and NPK 60 kg/ha, P2: Urea 160 kg N/ha and NPK 120 kg/ha, P3: Urea 240 kg N/ha and NPK 180 kg/ha. The result shows that 1) the difference of F5 genotype of rice from silugonggo and G39 respons on different fertilizing level and 2) the variaton effeciency of nitrogen agronomis and physiologis genotype from F5 rice from Silugonggo and G39 cross-breeding on different fertilizing level, those are Urea 80 kg/ha and NPK 60 kg/ha from 0,81-2,65 and 2,03-9,76; from 0,83-2,07 and 3,02-13,05 (Urea 160 kg/ha) 0,43-2,55 dan 2,00 and 2,00-13,73 (Urea 240 kg N/ha) and 3) G69.1 Genotype potencially has nitrogen agronomic and physiological efficiency. | |
| 11123 | 4240 | A1C008018 | KAJIAN FINANSIAL DAN RISIKO USAHA PEMBIBITAN TANAMAN BUAH DI DESA KOTA BATU KECAMATAN CIOMAS KABUPATEN BOGOR (Studi Kasus pada CV. Nurtani Jaya) | CV. Nurtani Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pembibitan tanaman hortikultura khususnya tanaman buah-buahan diantaranya durian, rambutan dan sirsak yang berlokasi di Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Keuntungan maksimum yang diperoleh perusahaan dipengaruhi oleh jumlah biaya yang dikeluarkan dan penerimaan yang didapat. Biaya yang dikeluarkan merupakan jumlah dari biaya operasional total, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead total. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) CV. Nurtani Jaya pada tahun 2011 menguntungkan dengan biaya produksi total Rp260.042.297,00 dan penerimaan total Rp436.898.500,00 dengan laba kotor sebesar Rp176.517.703,00 dan laba bersih sebesar Rp166.032.139,00, (2) usaha yang dijalankan sudah efisien dan memiliki tingkat profitabilitas 38,11 persen, (3) Perusahaan memiliki tingkat risiko usaha paling tinggi pada bibit tanaman durian, (4) Hubungan risiko usaha dengan pendapatan yaitu semakin tinggi risiko yang dihadapi maka semakin besar pula pendapatan yang diperoleh, begitu pula sebaliknya. | CV. Nurtani Jaya is one of the companies engaged in the field of horticultural plant breeding specifically fruits such as durian, rambutan and sirsak which is located in the village of Kota Batu, Ciomas Subdistrict, Bogor Regency. Maximum benefits that accrue to companies affected by the amount of costs incurred and revenues obtained. The cost is the sum of the total operational costs, direct labor costs and total overhead costs. The result showed that (1) the implementation of CV Nurtani Jaya 2011 profitable with production cost is IDR 260.042.297,00 and total revenue is IDR 436.898.500,00 with operating income amounting is IDR 176.517.703,00 and net profit amounting is IDR 166.032.139,00, (2) businesses that already run efficiently and have a level of profitability of 38,11%, (3) the company has the highest level of business risk on the durian plant seed, (4) Relationship of business risk with revenue that is the higher the risk faced by the increasingly larger also earned income and conversely. | |
| 11124 | 4041 | C1A008007 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERMINTAAN SPEEDY DI KOTA BANDUNG PERIODE 2006.II – 2010.IV | Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor yang memengaruhi Permintaan Speedy di Kota Bandung Periode 2006.II – 2010.IV”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendapatan perkapita, jumlah penduduk, harga speedy dan harga barang subsitusi terhadap permintaan speedy di Kota Bandung pada periode 2006.II – 2010.IV. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder. Data diperolehPT.Telkom dan Badan Pusat Statistik.Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi dengan menggunakan metodeOLS (Ordinary Least Square). Variabel yang diteliti adalah permintaan speedy sebagai variavel dependen, pendapatan perkapita, jumlah penduduk, harga speedy dan harga barang subsitusi sebagai variabel independen. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda pada variabel dependen permintaan speedy dapat diketahui bahwa variabel pendapatan perkapita, jumlah penduduk, harga speedy dan harga barang subsitusi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap permintaan speedy di Kota Bandung. Secara parsial hanya variabel jumlah penduduk dan harga speedy yang mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap permintaan speedy di Kota Bandung. Berdasarkan uji elastisitas menunjukkan bahwa jumlah penduduk merupakan variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap permintaan speedy di Kota Bandung. Implikasi dari penelitian ini adalah pendapatan per kapita, populasi, harga speedy dan harga smartfrensecara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap permintaan untuk speedy di Kota Bandung, jadi jika pendapatan per kapita, jumlah penduduk dan harga Smartfren mengalami kenaikan serta harga Speedy mengalami penurunan, akan mengakibatkan meningkatnya permintaan speedy di Bandung. Implikasi lainnya adalah jumlah penduduk merupakan variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap permintaan speedy di Kota Bandung, maka apabila jumlah penduduk bertambah sedikit saja akan menyebabkan peningkatan permintaan speedy Kota Bandung | The title of this research is “Factors Affecting The Demand of Speedy in Bandung 2006.II - 2010.IV Period”. The purpose of this study was to determine the effect of per capita income, population, speedy price and smartfren price to the demand of speedyin Bandung City 2006.II - 2010.IV. This research seconder data analysis. Data obtained from PT.Telkom and the Central Bureau of Statistics. The analysis tool used is regression analysis using OLS (Ordinary Least Square) method. The variables studied were speedy demand as dependent variable, per capita income, population, speedy price and smartfren price as independent variables. Based on the test results of linear regression on the dependent variable speedy demand can be seen that theper capita income, population, speedy priceand smartfren price jointly significant on the demand for speedy in Bandung City. Partially only population and speedy prices that have significant influence on the demand of speedy in Bandung. Based on the elasticity test shows that the population is the greatest variable effect on demand speedy in Bandung. The implication of this research is per capita income, population, speedy price and smartfren price jointly significant on the demand for speedy in Bandung City, so if per capita income, population and smartfren price increases and price smartfren speedy decrease, will result in increased demand for speedy in Bandung. Another implication is population is the greatest variable effect on demand speedy in Bandung, because little of the number of population will lead to an increase of demand speedy Bandung City. | |
| 11125 | 4042 | C1C008073 | PENGARUH ROLE STRESS TERHADAP KUALITAS AUDIT DALAM PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH (Studi pada Inspektorat Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini merupakan studi kasus pada Inspektorat Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh role stress yang terdiri dari role conflict / konflik peran, role ambiguity / ketidakjelasan peran, dan role overload / kelebihan peran terhadap kualitas audit dalam pengawasan keuangan daerah dan mengetahui variabel yang berpengaruh dominan. Penelitian ini menggunakan data primer dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Metode sampel jenuh atau sensus digunakan untuk menentukan responden. Responden penelitian ini adalah 32 orang pemeriksa internal yang bekerja di Inspektorat Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda sebagai alat analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) role ambiguity berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas audit dalam pengawasan keuangan daerah, sedangkan role conflict dan role overload tidak. (2) role ambiguity merupakan variabel yang berpengaruh dominan terhadap kualitas audit dalam pengawasan keuangan daerah. | This research is a case study in Inspectorate of Banyumas District. The purpose of this study was to examine the effect of role stress consisting of role conflict, role ambiguity, and role overload on audit quality in the area of financial control and determine variables that affect dominant. This study used primary data with the questionnaire as a research instrument. Saturated sample or census method used to determine the respondents. The respondents of this study were 32 people working as the internal auditor in Inspectorate of Banyumas District. This study used multiple linear regression analysis for analizing datas. The results showed that (1) role ambiguity have significant negative effect on audit quality, while role conflict and role overload have no effect (2) role ambiguity is dominant variable that affect the audit quality in the area of financial control. | |
| 11126 | 4064 | E1A007108 | EFEKTIVITAS PEMBINAAN NARAPIDANA TINDAK PIDANA PERJUDIAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB PURWOREJO | Pengaturan tentang tindak pidana perjudian telah diatur dalam Kitab Undang - Undang Hukum Pidana (KUHP) sesuai dengan perubahan oleh Undang-Undang No.7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian. Namun kebijakan formulasi peraturan perundangan - undangan mempunyai beberapa kelemahan. Pada tahap aplikatif hakim tidak bebas untuk menentukan jenis - jenis sanksi pidana yang akan dikenakan terhadap pembuat tindak pidana perjudian. Hal ini disebabkan system minimum umum dan sistem maksimum umum yang di anut oleh KUHP, sehingga apapun jenis sanksi pidana yang tertuang dalam undang - undang harus diterapkan oleh hakim. Kebijakan penanggulangan tindak pidana perjudian di masa yang akan datang tetap harus dilakukan dengan sarana penal. Kebijakan formulasi hukum pidana harus lebih optimal dan mampu untuk menjangkau perkembangan tindak pidana perjudian dengan bersaranakan teknologi canggih. Sistem Pemasyarakatan di samping bertujuan untuk mengembalikan Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai warga yang baik, juga bertujuan untuk melindungi masyarakat terhadap kemungkinan diulanginya tindak pidana oleh Warga Binaan Pemasyarakatan, serta merupakan penerapan dan bagian yang tidak terpisahkan dari nilai - nilai yang terkandung dalam Pancasila. Untuk melaksanakan sistem pemasyarakatan tersebut, diperlukan juga partisipasi atau keikutsertaan masyarakat, baik dengan mengadakan kerjasama dalam pembinaan maupun dengan sikap bersedia menerima kembali Warga Binaan Pemasyarakatan yang telah selesai menjalani pidananya. | Regulation about gambling have been arranged in Criminal Code law (KUHP) according to changed regulation No. 7 Year 1974 about publisher of gambling. But policy of law and regulation formulation have some weakness. At aplikative phase, judge not free to determine crime sanction type to be imposed to gambling maker. This matter caused by maximum and minimum common systems which embraced by KUHP, so that any crime sanction type which decanted in regulation have to applied by judge. Policy of gambling overcoming in the future remain to must be done with penal medium. Policy of criminal law Formulation have to be more optimal and can to reach gambling growth with have sophisticated technological medium. Rehabilitation system in spite of intending to return the prisoners to be better ones also aimed at protecting the people from any possible criminal recurrence by the prisoners. It is an implementation and integral part of values contained in Ideology of Pancasila and the Constitution 1945. In order to implement the rehabilitation system, participation and involvement of community is also required either by a cooperation in rehabilitation or acceptance of the prisoners who have underwent their punishment. | |
| 11127 | 4044 | D1E008032 | PENGARUH LAMA PEMERAMAN YANG BERBEDA TERHADAP KEASAMAN (pH), JUMLAH MIKROBA DAN BAKTERI ASAM LAKTAT KEJU SUSU KAMBING | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemeraman yang berbeda terhadap keasaman (pH), jumlah mikroba dan bakteri asam laktat keju susu kambing. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu lama pemeraman selama 0, 5, 10 dan 15 hari dengan dilakukan sebanyak lima kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) bila terjadi pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pemeraman yang berbeda keju susu kambing berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tingkat keasaman (pH) dan diuji lanjut menggunakan uji BNJ menunjukkan perbedaan yang nyata pada perlakuan pemeraman 0 hari dengan 15 hari. Jumlah mikroba menunjukkan berpengaruh tidak nyata (P>0,05), sedangkan jumlah bakteri asam laktat (BAL) menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05) dan diuji dengan menggunakan uji BNJ menunjukkan perbedaan yang nyata pada perlakuan pemeraman 5 hari dengan jumlah BAL 9,58 log cfu/g dan perlakuan pemeraman 15 hari dengan jumlah BAL 8,77 log cfu/g. Kesimpulan penelitian ini yaitu keju susu kambing yang diperam dengan lama yang berbeda menghasilkan keju 0 hari (tanpa pemeraman) mempunyai pH tertinggi dibandingkan keju yang diperam. Untuk keju yang diperam selama 5 hari mempunyai jumlah BAL tertinggi, sedangkan jumlah mikroba sama pada semua perlakuan. | This research was purposed is to know the effect of different ripening time on acidity (pH), number of microorganism, and lactic acid bacteria of goat’s milk cheese. This research used completely randomized design with 4 treatment during the ripening time of 0, 5th, 10th and 15th days with as many as five replications. The data obtained were analyzed using analysis of variance and continued with Honestly Significant Difference (HSD) test if there were significant influences. The results showed that different ripening time of goat’s milk cheese influenced significantly (P<0.05) on the acidity (pH) and a test using Honestly Significant Difference (HSD) test showed the significant difference in ripening time between treatment 0-day to 15-day. The treatment did not give any significant effect (P>0.05) on the number of microorganism, while the treatment gave significant effect (P<0.05) on the number of lactic acid bacteria. A test by using HSD test showed a significant difference in rippening time of 5-day (9.58 log cfu/g) and rippening time of 15-day (8.77log cfu/g). The conclusions of this research is goat's milk cheese ripened with time of 0 day (without ripening) has the highest pH. For the cheese rippening of 5-day, it has the highest number of lactic acid bacteria, while the number of microorganism is the same at all treatments. | |
| 11128 | 4045 | G1F007061 | PENENTUAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK METANOL DAUN BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola) | Intisari Daun belimbing manis (Averrhoa carambola) mengandung senyawa flavonoid dan diduga senyawa flavonoid mempunyai aktivitas sebagai antioksidan alam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun belimbing manis yang dinyatakan dengan IC50 serta mengetahui kadar flavonoid total ekstrak metanol daun belimbing manis yang dinyatakan sebagai µg rutin/gram ekstrak. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium diawali dengan ekstraksi daun belimbing manis dengan metanol kemudian difraksinasi dengan heksana. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak metanol dengan metode DPPH dan penetapan kadar flavonoid total dilakukan dengan metode kolorimetri aluminium klorida yang diukur dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun belimbing manis memiliki aktivitas antioksidan yang sangat rendah dinyatakan dengan nilai IC50 sebesar 982,62 ppm dan kadar flavonoid diperoleh sebesar 134.386,50 µg rutin/gram ekstrak. | Star fruit (Averrhoa carambola) has long been known to have many health benefits, especially as an antioxidant. Leaves of sweet star fruit contains flavonoids and flavonoids thought to have activity as a natural antioxidant. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of methanol extract from starfruit’s leaves represented by IC50 as well as knowing the total flavonoid content of methanol extract from starfruit’s leaves expressed µg rutin/gram ekstrak. This study is an experimental laboratory begins with the extraction of star fruit leaves with methanol and then fractionated with hexane. DPPH antioxidant activity testing methods and total flavonoid assay performed with aluminum chloride colorimetric method was measured using UV-Vis spectrophotometer. The results showed that the methanol extract of star fruit leaves has a very low antioxidant activity expressed by the IC50 value of 982,62 ppm and the level of flavonoid 134.386,50 µg rutin/gram ekstrak. | |
| 11129 | 4169 | G1A009005 | Hubungan Antara Preferensi Air Minum Dengan Letak Demografi Pada Remaja Di Kabupaten Banyumas | Latar Belakang: Preferensi air minum yang baik bagi tubuh seringkali diabaikan oleh remaja, sehingga menyebabkan keseimbangan cairan dalam tubuh remaja terganggu. Preferensi air minum pada remaja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, faktor internal terdiri dari pengetahuan, uang saku, dan gaya hidup sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh lingkungan, letak pemukiman (desa dan kota) dan promosi air minum. Tujuan: Mengetahui hubungan antara preferensi air minum remaja dengan letak demografi di Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Seratus orang sampel diambil dari empat sekolah menengah atas yang berbeda di Kabupaten Banyumas melalui random cluster sampling. Data preferensi air minum diperoleh dengan menggunakan metode food recall 3x24 jam dan kuesioner kebiasaan minum. Analisis data menggunakan Chi-Square Hasil : 64% remaja di desa memilih air putih dan 36% lainnya memilih air berasa sedangkan sebanyak 30% remaja di kota memilih air putih dan 70% lainnya memilih air berasa, dengan p-value = 0,001 (p<0,05), menunjukan hubungan bermakna antara preferensi air minuum dan letak demografi pada remaja di Kabupaten Banyumas. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara preferensi air minum dengan letak demografis pada remaja di Kabupaten Banyumas | Background:. Drinking water preference which good for the body is often neglected by adolescents, so the fluid balance in adolescent’s body is disturbed. Drinking water preference be affected by internal faktor and external faktor. The internal faktors consist of knowledge, life style, and pocket money while the external faktors consist of residence (rural and urban), environment, and promotion of drinking water. Objective: The aim of this study to know the correlation between drinking water preference and demographic location toward adolescents in Banyumas Regency. Method: This research used an observational analytic study with cross-sectional approach. One hundred samples were taken from four different senior high schools in Banyumas through random cluster sampling method. The data of drinking water preference was obtained by using 3x24 hours food-recall and drinking habits questionnaire. Then data were analyzed using Chi-Square. Results: 64% of rural adolescents chose water and 36% of rural adolescents chose water taste. While 30% of urban adolescents chose water and 70% of rural adolescents chose water taste, with p-value = 0,001 (p<0,05). Showed there was significant correlation between drinking water preference and demographic location toward adolescents in Banyumas Regency. Conclusion: There was a correlation between adolescents drinking water preference and demographic location in Banyumas Regency. | |
| 11130 | 4046 | C1C008001 | ANALISIS PENGARUH JUMLAH WAJIB PAJAK, PEMERIKSAAN, PENAGIHAN PAJAK, DAN TINGKAT KEPATUHAN PELAPORAN WAJIB PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DI KPP PRATAMA TASIKMALAYA | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Jumlah Wajib Pajak, Pemeriksaan, Penagihan Pajak, dan Tingkat Kepatuhan Pelaporan Wajib Pajak Terhadap Penerimaan Pajak di KPP Pratama Tasikmalaya”. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah wajib pajak, pemeriksaan, penagihan pajak, dan tingkat kepatuhan pelaporan wajib pajak secara parsial terhadap penerimaan pajak pada KPP Pratama Tasikmalaya, serta untuk mengetahui variabel manakah yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap penerimaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, berupa laporan realisasi penerimaan pajak, data jumlah wajib pajak, pemeriksaan, penagihan pajak, dan tingkat kepatuhan wajib pajak periode tahun 2007-2011. Data dianalisis dengan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah wajib pajak dan penagihan pajak secara parsial berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak. Sedangkan pemeriksaan dan tingkat kepatuhan pelaporan wajib pajak secara parsial tidak berpengaruh terhadap penerimaan. Variabel jumlah wajib pajak memiliki pengaruh paling dominan terhadap penerimaan pajak dibandingkan dengan variabel lain yang diteliti. Adjusted R Square sebesar 0,699 yang menunjukkan bahwa 69,9% penerimaan pajak dipengaruhi oleh jumlah wajib pajak, pemeriksaan, penagihan pajak, tingkat kepatuhan pelaporan wajib pajak dan sisanya 30,01% penerimaan pajak dipengaruhi variabel lain diluar penelitian. Kata Kunci : jumlah wajib pajak, pemeriksaan, penagihan pajak, tingkat kepatuhan pelaporan wajib pajak, penerimaan pajak | The tittle of this research is "Analysis of Effect of Number of Taxpayers, Inspection, Tax Billing, Reporting and Compliance Rate Taxpayers Against Tax Revenue in KPP Primary Tasikmalaya". Purpose of this research was to determine the effect of the number of taxpayers, inspection, tax collection, and reporting compliance rate taxpayer partially on tax revenue in KPP Pratama Tasikmalaya, and to determine which variables have the most dominant effect on revenue. The data used in this study is secondary data, in the form of tax revenue realization report, data on the number of taxpayers, inspection, tax collection and tax compliance rate in the period 2007-2011. Data were analyzed using multiple regression. The results of this study indicate that the number of taxpayers and tax collection partially significant effect on revenues. Inspection and taxpayer reporting compliance levels have not partially significant effect on tax revenues. Variable number of taxpayer has the most dominant effect on tax revenue compared to the other variables studied. Adjusted R Square of 0.699 indicating that 69.9% of tax revenue is affected by the number of taxpayers, inspection, tax collection, reporting taxpayer compliance rate and the remaining 30.1% of tax revenue is influenced other variables outside of research. | |
| 11131 | 4048 | F1B007084 | STRATEGI DINAS SOSIAL TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN BANYUMAS DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI CALON TENAGA KERJA | ABSTRAK Kabupaten Banyumas masih memiliki berbagai permasalahan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan, salah satunya adalah masih banyaknya tingkat pengangguran dan masih rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain, yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Banyumas merupakan instansi pemerintah yang bertanggung jawab di bidang tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh Dinsosnakertrans Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja. Sasaran penelitian ini adalah pegawai Bidang Perluasan, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Dinsosnakertrans, pegawai Balai Latihan Kerja dan peserta pelatihan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Model analisis interaktif digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian ini adalah strategi yang dilakukan oleh Dinsosnakertrans dalam meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja yaitu dengan Distinctive Competitive dan Competitive Advantage. Kemudian dapat disimpulkan bahwa pelatihan kerja telah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari tenaga kerja yang telah dilatih yang telah dapat langsung bekerja setelah proses pelatihan yaitu bekerja sebagai montir di bengkel atau membuka usaha bengkel sendiri dan adanya kepuasan dari tenaga kerja yang mengikuti pelatihan kerja. Kata kunci : Strategi, Kompetensi, Tenaga Kerja | ABSTRACT Banyumas still have issues related to labor, one of which is still much unemployment and the low quality of human resources. Unemployment occurs because among other things, that because the number of jobs available is smaller than the number of job seekers. Social Services, Labor and Transmigration Banyumas is the government agency responsible for labor. This study aims to determine the strategy undertaken by Dinsosnakertrans whice Banyumas in improving the competence of potential employees. Objectives of this study were employees of Field Expansion, Manpower Placement on Dinsosnakertrans, Training Center employees and trainees. The research method used is descriptive qualitative informants and retrieval technique using purposive sampling technique. Data collection methods such as interviews, observation and documentation. Interactive analysis model was used to analyze the data. The results of this study are conducted by Dinsosnakertrans strategy in improving the competence of prospective workers with Distinctive Competitive and Competitive Advantage. Then xit can be concluded that the training has been going well this can be seen from the workforce that has been trained to work right after the training process is working as a mechanic at the garage or open their own garage business and the satisfaction of the workforce following the job training. Keywords: Strategy, Competence, Manpower | |
| 11132 | 4096 | C1A009004 | EFEKTIFITAS RETRIBUSI PARKIR DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN RETRIBUSI PARKIR DI ZONA VII KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul “Efektifitas Retribusi Parkir dan Faktorfaktor yang Mempengaruhi Penerimaan Retribusi Parkir di Zona VII Kabupaten Banyumas”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif penerimaan retribusi parkir Zona VII di Kabupaten Banyumas saat menggunakan sistem penarikan per titik (2011) dibandingkan dengan saat menggunakan sistem penarikan per zona (2012). Metode analisis yang digunakan adalah tabulasi dan alat analisis yang digunakan adalah rumus efektifitas. Hasilnya menemukan bahwa tingkat efektifitas penerimaan retribusi parkir saat menggunakan sistem penarikan per tititk (2011) titik adalah 75 persen, sedangkan pada tahun 2012 angka itu meningkat menjadi 132,79 persen. Studi ini mengidentifikasi 10 faktor yang menyebabkan tingginya penerimaan retribusi parkir dan 12 faktor yang menyebabkan rendahnya penerimaan retribusi parkir. Meskipun diketahui bahwa tingkat efektifitas penerimaan retribusi parkir tahun 2012 dengan sistem yang baru ini tinggi, tetapi kesejahteraan tukang parkir rendah karena fasilitas seperti seragam, asuransi, dan THR yang tertulis dalam surat kontrak antara pemerintah dan pihak kedua tidak terwujud. Berdasarkan hal tersebut maka implikasi yang dapat diambil adalah Pemerintah Kabupaten Banyumas harus mengevaluasi kinerja dari pihak kedua. Secara khusus, Pemerintah hendaknya tidak hanya mengejar realisasi penerimaan pendapatan parkir yang tinggi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan tukang parkir. | This research is titled "Effectiveness and Determinants of Parking Charge Revenue of Zone VII Banyumas Regency". The purpose of this study is to compare the effectiveness of parking charge collection in Zone VII using point collection system (2011) and zoning system (2012). This study employed tabulation and ratio of effectiveness. The result found that the level of effectiveness of parking charge collection using point collection system (2011) was 75 percent, whereas in 2012 the figure increased to 132.79 percent. This study identified 10 factors that cause high parking charge revenue and 12 factors that lead to low revenue. Despite higher effectiveness of the new collection system in 2012, the welfare of parking personnel is lower because such facilities as uniform, insurance, and benefit that were written in the contractual arrangement between the Government agency and the second party are not materialized. The results imply that the Government of Banyumas Regency should evaluate the performance of the second party. In particular, the Government should only pursue high parking revenues but also promote the welfare of parking personnel. | |
| 11133 | 4052 | B1J008129 | DIVERSITAS DAN DISTRIBUSI IKAN DI SEGARA ANAKAN CILACAP | Segara Anakan merupakan perairan yang subur dan berfungsi sebagai daerah asuhan dari berbagai jenis larva ikan, baik jenis ikan yang bersifat sedentary maupun migratory. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas dan distribusi ikan pada habitat dan kondisi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan penentuan stasiun menggunakan metode Cluster Random Sampling. Diversitas dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Sebaran ikan menggunakan distribusi spasial. Faktor lingkungan yang diukur antara lain suhu, pH, salinitas dan DO air. Lokasi penelitian bertempat di Sungai Donan dan Sungai Sapuregel Segara Anakan Cilacap. Hasil penelitian didapatkan 17 spesies dari 12 familia ikan yang ditemukan di Segara Anakan Cilacap. Diversitas ikan yang paling dominan ditemukan di Segara Anakan Cilacap yaitu Stolephorus indicus. Distribusi ikan yang pada semua jenis ikan yang ditemukan pada saat penelitian adalah mengelompok. Faktor lingkungan berkorelasi terhadap ikan yang ditemukan. | Segara Anakan is eutrophic waters and serves as nursery and spawning ground and also provide optimal environment for several species fish larvae to grow, either sedentary or migratory species. Therefore it is suggested that diverse species inhabit Segara Anakan and different part of those areas has different species because different species are commonly exhibit different habitat preferences. This research was conducted using survey method with the sampling technique of Cluster Random Sampling. Species diversity was analyzed decriptively, as well as for spatial distribution. The relationships between ecological parameters and spatial distribution was analyzed using principal component analysis. Environmental factors such as temperature, pH, salinity and water DO were measured. This research was conducted at Sapuregel and Donan river Segara Anakan Cilacap. The result obtained found 17 species from 12 family of fish in Segara Anakan Cilacap. Fish distribution in Segara Anakan Cilacap was aggregate. Correlation of Environmental factors and fish were obtain correlation. | |
| 11134 | 4049 | G1B008096 | ANALISIS DETERMINAN KAPASITAS PARU PADA PEDAGANG DI TERMINAL BUS PURWOKERTO | INTISARI Terminal merupakan tempat persinggahan bus datang maupun berangkat, sehingga dapat dipastikan terminal memiliki konsentrasi pencemaran debu lebih tinggi dibanding daerah lain. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis determinan (umur, jenis kelamin, masa kerja, volume debu, kelembaban dan suhu) terhadap kapasitas paru dengan menggunakan disain studi crossectional analitik untuk mengetahui pengaruh determinan kapasitas paru pada pedagang los di Terminal Purwokerto. Jumlah sampel yang diteliti adalah 30 pedagang los. Hasil penelitian bivariat menunjukkan variabel yang berpengaruh dengan persentase nilai FVC adalah umur (R=0,749), masa kerja (R=0,371), volume debu (R=0,602), kelembaban (R=0,589), suhu (R=0,589). Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang berpengaruh terhadap persentase nilai FVC adalah umur p value 0,000 dan volume debu dengan nilai p value 0,011. Persamaan garis regresi yang terbentuk yaitu : %FVC = -271,893+0,854 (umur), % FVC = -271,893+17,267 (volume debu). Sedangkan hasil bivariat dan multivariat persentase nilai FEV1/FVC tidak ada variabel yang berpengaruh. Saran bagi UPT Terminal Purwokerto adalah pemeriksaan emisi kendaraan secara berkala dan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kadar debu di lingkungan terminal secara rutin berkala setiap 3 bulan sekali. | ABSTRACT Bus station is a transit place where bus come and go, so can bet this place has a higher concentration of dust pollution than other areas. The goal of this research is analyze between determinant (age, sex, worktime, volume of dust, humidity and temperature) and lungs capacity los merchant at the stasiun bus Purwokerto with used study designs were analytical crossectional. Number of samples studied were 30 traders los. Bivariate test shown variables which have significant That affect the to the percentage of the percentage FVC value was the age (R=0,749), worktime (R=0,371), volume of dust (R=0,602), humidity (R=0,589), and temperature (R=0,589). Mutivariate test shown the percentage of variables that affect the value of FVC was age p value 0,000 and the volume of dust with p value 0,011. The results of multiple linierity regression as a multivariate test shown the formulas: : %FVC = -271,893+0,854 (age), % FVC = -271,893+17,267 (volume of dust). While the results bivariate and Mutivariate percentage of the value FEV1/FVC no variables involved. Suggestions for UPT Bus Station Purwokerto advice for periodic vehicle emissions inspection and examination of the conditions in the terminal dust levels routinely basis every 3 months | |
| 11135 | 4050 | H1D007007 | PERKIRAAN LAJU SEDIMENTASI SUNGAI BYPASS INDRAMAYU SETELAH DILAKUKAN NORMALISASI (Studi Kasus Sungai Bypass Cimanuk, Kabupaten Indramayu) | Di Negara kepulauan Indonesia ini banyak dijumpai sungai. Peranan sungai sangatlah penting untuk berlangsungnya siklus hidrologi, mengangkut endapan hasil erosi dan polutan, serta sebagai kelangsungan siklus erosi itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kecenderungan perubahan dasar sungai dan besarnya transpor sedimen. Hasil dari penelitian ini adalah besarnya perkiraan laju sedimentasi di Sungai Bypass jika menggunakan rumus transpor sedimen dasar Einstein Jr yaitu Qb = 538,820 ton/hari pada tampang 1 (hulu) dan Qb = 341,950 ton/hari pada tampang 2 (hilir) lebih besar dibandingkan dengan rumus transpor sedimen dasar menurut Frijlink yaitu sebesar Qb = 233,804 ton/hari pada tampang 1 (hulu) dan Qb = 196,385 ton/hari pada tampang 2 (hilir), sedangkan besar sedimen layangnya yaitu qs = 4,948 g/d pada tampang 1 (hulu) dan qs = 3,076 g/d pada tampang 2 (hilir). Dengan nilai perbandingan ini dapat diketahui bahwa pada sungai Bypass akan terjadi proses agradasi (pengendapan) karena sedimentasi pada bagian hulu lebih besar dari bagian hilir. | The island Indonesia will be a lot of us have encountered the river. The river is extremely important role as the course of the hydrological cycle, the result of erosion and sediment transport of pollutants, as well as the continuity of the cycle of erosion itself. The purpose of this study was to determine the trend and magnitude of changes in river bottom sediment transport. The results of this study is the magnitude of the estimated rate of sedimentation in the River Bypass when using a sediment transport formula is the basis of Einstein Jr. Qb = 538,820 tons / day in the look of 1 upstream and Qb = 341,950 tons / day in the look of 2 larger than the downstream transport formula Frijlink sediments according to the amount of Qb = 233,804 tons / day in the look of 1 upstream and Qb = 196,385 tons / day in the look of 2 downstream, while the amount of suspended load qs = 4,948 g/d in the look of 1 upstream and qs = 3,076 g/d in the look of 2 downstream. With the value of this ratio can be seen that the river will occur Bypass agradasi process (deposition) due to sedimentation on the upstream side is larger than the downstream. | |
| 11136 | 4051 | H1F007018 | GEOLOGIN DAN STUDI ALTERASI HIDROTERMAL DAERAH TIMBULON DAN SEKITARNYA KECAMATAN PALELEH BARAT KABUPATEN BUOL PROVINSI SULAWESI TENGAH | Secara geografis lokasi penelitian berada pada kordinat 0°58’10”-1°02’00” Lintang Utara dan 121°49’40”-121°52’40” Bujur Timur tepatnya di Desa Timbulon Kecamatan Paleleh Barat Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah dengan luas daerah penelitian ±25 km2. Fisiografi daerah penelitian termasuk ke dalam Lengan Utara bagian barat Sulawesi. Satuan batuan daerah penelitian dimulai dari terbentuknya Satuan Breksi Andesit, kemudian terbentuk Satuan Lava Andesit berumur Miosen Tengah-Akhir di lingkungan inner sublitoral. Setelah kedua satuan tersebut terbentuk kemudian diintrusi oleh Satuan Intrusi Diorit pada Miosen Akhir terbentuk di lingkungan darat. Berdasarkan hasil analisis PIMA dan petrografi diketahui zona alterasi daerah penelitian terbagi menjadi 4 zona berdasarkan urut-urutan pembentukannya terdiri dari zona kuarsa±feldspar±biotit±klorit±aktinolit (Zona Potasik) dengan suhu pembentukan 2600C-3100C, zona kuarsa±klorit ±epidot±aktinolit (Zona Propilitik) dengan suhu pembentukan yaitu 2400C-3000C, zona kuarsa±piropilit±klorit±serisit (Zona Filik) dengan suhu pembentukan yaitu 2100-2300C, dan zona kuarsa±ilit±dikit (Zona Argilik) dengan suhu pembentukannya yaitu 2000-2700C. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian merupakan sesar mendatar, dimana terdapat dua jenis sesar mendatar. Sesar yang terbentuk terlebih dahulu yaitu sesar mendatar kiri berarah timurlaut-baratdaya terbentuk karena pengaruh subduksi di bagian utara-selatan pada Miosen Tengah. Kemudian pada Pliosen Awal kembali terjadi aktifitas tektonik yang mengakibatkan pola sesar berarah baratlaut-tenggara yaitu sesar mendatar kanan yang memotong sesar mendatar kiri. | Geographically, the study sites are located of 0°58’10”-1°02’00” north latitude and 121°49’40”-121°52’40” east longitude Timbulon area West Paleleh District, Buol-Central Sulawesi Privince, the area ± 25 km2. Physiographic areas of research including into North Western Arm of Sulawesi (Van Leeuwen, 1994). The rock units areas starting from andesite breccia unit, next andesite lava unit at Middle-Lower Miocene in the inner sublitoral. After the two rocks are formed next in intrusion by diorite intrusion unit at Early Miocene, where all three units are based on lithological similarities and distribution units at. Based on the petrographic and PIMA analysis, known alteration zone study area to the clasification into 4 zones the first is: quartz±feldspars±biotite±chlorite±actinolite zone (Potassic Zone) the temperature is 2600C-3100C, quartz ±chlorite±epidote±actinolite zone (Propyllitic Zone) the temperature is 2400C-3000C, quartz±pyropilite±chlorite±serisite zone (Phyllic Zone) the temperature is 2100-2300C, dan quartz±illite±dickite zone (Argillic Zone) the temperature is 2000-2700C. Geological structures developed in this research area is slip fault, there are two types of slip faults are left slip fault and right slip fault. Fault formed the first is left slip fault that northeast-southwest trending. Formed of subduction from the north and south to the Middle Miocene. Later in the Early Pliocene re-occurring patterns of tectonic activity resulting in the northwest-southeast trending faults are right fault that cut of left slip fault that section formed first. | |
| 11137 | 4057 | C1L008029 | the Influence of company’s characteristic towards timeliness of financial statements submission with good corporate governance as moderating variable | ABSTRAK (RINGKASAN) Penelitian ini berjudul “the Influence of company’s characteristic towards timeliness of financial statements submission with good corporate governance as moderating variable”. Pelaporan keuangan merupakan wahana bagi perusahaan untuk mengkomunikasikan berbagai informasi dan pengukuran secara ekonomi mengenai sumberdaya yang dimiliki serta kinerja kepada berbagai pihak yang mempunyai kepentingan atas informasi tersebut. Informasi akan mempunyai manfaat jika disampaikan tepat waktu kepada para pemakainya guna pengambilan keputusan. Ketepatwaktuan penyampaian pelaporan keuangan juga merupakan bagian dari good corporate governance. Jadi, penelitian ini mencoba menginvestigasi pengaruh karakteristik perusahaan terhadap ketepatwaktuan pelaporan keuangan perusahaan dengan good corporate governance sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan perusahaan-perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan masuk sebagai nominasi Corporate Governance Perception Index (CGPI) secara berturut-turut untuk periode tahun 2008-2011. Dengan menggunakan purposive sampling dari 431 perusahaan, 15 perusahaan digunakan sebagai sampel. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik dengan tingkat signifikansi 5 persen. Berdasarkan hasil analisis, good corporate governance hanya dapat memoderasi pengaruh kepemilikan manajerial terhadap ketepatwaktuan pelaporan keuangan perusahaan. Namun, good corporate governance tidak dapat memoderasi pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, umur perusahaan dan likuiditas terhadap ketepatwaktuan pelaporan keuangan perusahaan. . Kata kunci : ketepatwaktuan, profitabilitas, kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, umur perusahaan, likuiditas dan good corporate governance. | ABSTRACT (SUMMARY) The research entitled “the Influence of company’s characteristic towards timeliness of financial statements submission with good corporate governance as moderating variable”. Financial reporting is important for companies to communicate the information and measurements about the resources economically and the performance of the various parties who have an interest in that information. Information will have benefits if it is delivered on time to the users for decision making. Timeliness of financial statements submission is part of good corporate governance. Thus, this research tries to investigate the influence of company’s characteristic toward timeliness of financial statements submission with good corporate governance as moderating variable. The research used the go public companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) and listed as Corporate Governance Perception Index (CGPI) nominators continously for the period of 2008-2011. Using purposive sampling criteria, from 431 companies, 15 are used as samples. Analysis tools used in this study is logistic regression analysis with a significance level of 5 percent. Based on the results analysis, good corporate governance can only moderate the influence of managerial ownership towards timelines of financial statements submission. But, good corporate governance can not moderate the influence of profitability, company’s size, company age and liquidity towards timelines of financial statements submission. Keyword : timeliness, profitability, managerial ownership, company’s size, company’s age, liquidity and good corporate governance. | |
| 11138 | 4053 | D1E008110 | EVALUASI KADAR ASAM LEMAK BEBAS DAN SIFAT ORGANOLEPTIK PADA TELUR ASIN ASAP DENGAN LAMA PENGASAPAN YANG BERBEDA | Telur asin asap merupakan telur itik yang dibuat telur asin kemudian dikukus dan dilanjutkan pengasapan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kadar asam lemak bebas dan sifat organoleptik pada telur asin asap dengan lama pengasapan yang berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk kadar asam lemak bebas dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk sifat organoleptik. Perlakuan penelitian terdiri dari 5 perlakuan yaitu tanpa pengasapan, 3 jam pengasapan, 6 jam pengasapan, 9 jam pengasapan dan 12 jam pengasapan kemudian dari masing – masing diulang sebanyak 2 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian menunjukan lama pengasapan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap peningkatan kadar asam lemak bebas, warna cokelat kerabang dan aroma asap telur, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kesukaan telur. Kesimpulan penelitian ini ialah semakin lama pengasapan maka kadar asam lemak bebas yang dihasilkan semakin tinggi, rataan kadar asam lemak bebas tertinggi terdapat pada lama pengasapan 12 jam. Rataan kadar asam lemak bebas terendah terdapat pada telur asin tanpa pengasapan. Semakin lama pengasapan maka warna kerabang telur semakin cokelat dan aroma asap semakin kuat, tetapi kesukaan panelis terhadap telur asin asap tidak dipengaruhi oleh lama pengasapan. | Smoked salty eggs are duck eggs that have been salted, steamed and then smoked. The purpose of this research was to determine free fatty acids content and organoleptic characteristics of smoked salty eggs. Research was conducted using a completely randomized design (CRD). Treatments consisted of 5 treatments namely without smoking, 3 hours smoking, 6 hours smoking, 9 hours smoking and 12 hours smoking. Each treatment was repeated 4 times . Data was analyzed by analysis of variance and continued by Honesty Significant Difference. The results showed that smoking times have significant effect (P<0.05) on free fatty acids, Egg shell color and aroma, but not significant effect (P>0.05) on consumer’s preference by the smoking times. Conclusions of this research were longer smoked have been higher levels free fatty acid, highest free fatty acid’s mean on 12 hours smoking. Smallest free fatty acid’s mean on without smoking. Longer smoked have been more brown on egg shell color and stronger smoky aroma, but passions egg were not affected by smoking times. | |
| 11139 | 4054 | A1L008068 | PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI JENIS DAN DOSIS PUPUK EVAGROW, HERBAFARM, BIO NATURA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK (Raphanus sativus var. hortensis L.) | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan dosis pupuk evagrow, herbafarm, bio natura serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan, yaitu pada bulan Mei 2012 sampai bulan Juni 2012, dilaksanakan di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dua faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba adalah jenis pupuk P1=Evagrow, P2=Herbafarm, P3=Bio Natura dan faktor dosis pupuk D1= 400 liter/ha, D2=450 liter/ha, dan D3=500 liter/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jenis pupuk Evagrow, Herbafarm dan Bio Natura dan pemberian dosis pupuk Evagrow, Herbafarm dan Bio Natura dari dosis 400 liter/ha, 450 liter/ha dan 500 liter/ha tidak berbeda nyata serta tidak terdapat interaksi antara jenis dan dosis pupuk Evagrow, Herbafarm dan Bio Natura terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak. Kata kunci: jenis, dosis, pertumbuhan, hasil dan lobak. | The purposes of this research are to determine about the type and the dosage of evagrow,herbafarm, bio natura fertilizer and their interactions on growth of yields radish. This research was conducted for about two months, exactly in around May 2012 until June 2012; it took a place in the Melung Village, District Kedung banteng, and Banyumas. The method which was used in this research was Randomized Block Method Complete (RBMC) For two factors of each three replications. The Factors that have been tried is the type of fertilizer P1=Evagrow =, P2 = Herbafarm, P3 =Bio Natura and the dosage of fertilizers factor D1 = 400 liters / ha, D2 = 450 liters / ha, and D3 = 500 liters / ha. The results showed that the use of Evagrow, Herbafarm and Bio Natura fertilizer and the offering of Evagrow, Herbafarm and Bio Natura fertilizer dosage for every 400 liters / ha, 450 liter / ha and 500 liters / ha were not significantly different and there was no interaction between the type and the dosage of Evagrow, Herbafarm and Bio Natura fertilizer on growth of yields radish. Keywords:Kind of (Fertilizer), Dosage, growth, the yields of the radish. | |
| 11140 | 4055 | C1L008044 | the influence of tax regulation understanding, quality of service, firmness of sanction, and application of accounting, on SME’s taxpayer compliance in Purbalingga. | ABSTRAK (RINGKASAN) Penelitian ini berjudul "pengaruh pemahaman peraturan pajak, kualitas layanan, ketegasan sanksi, dan penerapan akuntansi, terhadap kepatuhan wajib pajak UKM di Purbalingga". Sebagai salah satu unsur penerimaan negara, pajak memiliki peran yang sangat besar untuk biaya pembangunan dan administrasi. Pemahaman dari sistem self assessment dalam pelaksanaan administrasi perpajakan diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak, kualitas pelayanan juga dapat mendorong kepatuhan wajib pajak, denda pajak pada dasarnya dimaksudkan untuk menjaga orang-orang yang taat dan bersedia membayar kewajiban pajak dan aplikasi akuntansi cenderung untuk mengetahui bagaimana pajak yang harus dibayar. Sehingga, penelitian ini mencoba untuk mengetahui pengaruh pemahaman peraturan pajak, kualitas layanan, ketegasan sanksi, dan penerapan akuntansi terhadap kepatuhan wajib pajak UKM. Penelitian ini merupakan penelitian survei. Metode kuantitatif digunakan untuk menguji hipotesis. Obyek penelitian meliputi UKM enterpeneur di Purbaligga. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh langsung dari sumber pertama dengan wawancara atau hasil kuesioner. Responden adalah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Purbalingga dan 75 UKM telah digunakan sebagai sampel akhir dari penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman peraturan pajak, kualitas layanan, ketegasan sanksi, dan penerapan akuntansi secara simultan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UKM di Purbalingga. Peraturan pajak pemahaman, kualitas layanan, ketegasan sanksi, dan penerapan akuntansi secara parsial memberikan pengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UKM di Purbalingga dan variabel yang paling dominan yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak adalah kualitas layanan. Kata Kunci: Usaha Kecil dan Menengah, Pemahaman Pajak, Kepatuhan Pajak. | ABSTRACT (SUMMARY) The research entitled “the influence of tax regulation understanding, quality of service, firmness of sanction, and application of accounting, on SME’s taxpayer compliance in Purbalingga”. As one element of state revenue, taxes have a very big role for the development and administration expenses. The understanding of the self assessment system in the implementation of tax administration is expected to increase taxpayer compliance, service quality may also encourage the compliance of taxpayer, tax penalties basically intended to keep people obedient and willing to pay its tax liability and application accounting tended in order to know how the tax to be paid. So that, this research tries to investigate the influence of tax regulation understanding, quality of service, firmness of sanctions, and the application of accounting toward SME's taxpayer compliance. This research is a survey study. Quantitative method was used to test the hypothesis. Object of research include SMEs Enterpeneur in the Region of Purbaligga. The data used is primary data that obtained directly from the first source by interviews or questionnaires results. The respondents are Small and Medium Enterprises (SME) in Purbalingga and 75 SME’s were used as the final sample of this research. The results show tax regulation understanding, quality of service, firmness of sanction, and application of accounting simultaneously give significant influence toward SME’s taxpayer compliance in Purbalingga. Tax regulation understanding, quality of service, firmness of sanction, and application of accounting partially give significant influence toward SME’s taxpayer compliance in Purbalingga and the most dominant variable which influences taxpayer compliance is quality of service. Keywords: Small and Medium Enterprises, Tax Comprehension, Tax Compliance. |