Artikelilmiahs

Menampilkan 11.041-11.060 dari 48.979 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
110413958E1A005386CONSERVATOIR BESLAG ATAS HARTA BERSAMA YANG DIKABULKAN DALAM PUTUSAN NO.26/Pdt G/2005/PN.PwtPerkara NO.26/Pdt G/2005/PN.Pwt merupakan sengketa pembagian harta bersama sebagai akibat dari perceraian. Harta bersama dalam perkawinan diartikan sebagai harta yang diperoleh setelah mereka berada dalam hubungan perkawinan atas usaha mereka berdua atau salah satu pihak. Pada waktu terjadi perceraian agar harta bersama tersebut tetap terjaga keutuhannya, tidak dialihkan, tidak dipindahtangankan, atau dihilangkan oleh salah satu pihak yang bersengketa, maka pihak yang merasa khawatir akan keutuhan harta bersama tersebut dapat mengajukan permohonan conservatoir beslag kepada pengadilan dengan tujuan agar harta bersama tetap utuh dan terpelihara sampai perkara memperoleh putusan yang berkekuatan hukum tetap. Praktek dalam peradilan, diharapkan sekali bahwa pelaksanaan conservatoir beslag dapat berjalan dengan relevan dan berpedoman pada dasar hukum formilnya yang diatur dalam Herzien Indonesische Reglement (HIR). Hakim dalam mengambil keputusan diharapkan pula mempertimbangkan hal – hal yang tidak merugikan kedua belah pihak serta bertindak adil.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normative, dengan spesifikasi penelitian yang bersifat deskriptif. Menggunakan data sekunder kemudian data akan disajikan secara deskriptif analitis secara normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengabulan conservatoir beslag oleh Pengadilan Negeri Purwokerto dalam perkara No.26/Pdt G/2005/PN.Pwt, sudah memenuhi unsur-unsur yang terdapat dalam pasal 227 HIR dan memenuhi syarat formil sah dan mengikat oleh karena itu conservatoir Beslag dalam dalam perkara No.26/pdt.G/2005/PN.Pwt memiliki akibat hukum yang mengikat para pihak.
Kata Kunci : conservatoir beslag, sita jaminan, Hukum Acara Perdata
Collateral Foreclose Marital Community of Property That Granted in The Court Decision NO.26/Pdt G/2005/PN.Pwt

Case NO.26/Pdt G/2005/PN.Pwt is a dispute marital community of property distribution caused by divorce. Marital community of property defined as property acquired after marriage obtained by the two of them or one of the parties. At the time of the divorce in order to maintain the property as a whole, is not transferable, is not transferable, or eliminated by one of the parties to the dispute, the parties are concerned about the integrity of marital community of property may apply Collateral Foreclose to the court with the aim that Marital Community of Property remain intact and maintained until the court to obtain a binding decision. Practice in the courts is expected that the implementation of Collateral Foreclose can be carried out with relevant and guided to formal legal basis set out in Herzien Indonesische Reglement (HIR). Judges decisions are expected to also be fair and objective in order not to harm one of the parties.
The method used in this research is the normative juridical approach, the specification is descriptive study. Using secondary data, then the data will be presented in normatively qualitative descriptive analysis.
The results showed that Collateral Foreclose That Granted by Purwokerto District Court in the case NO.26/Pdt G/2005/PN.Pwt has met the elements contained in article 227 HIR and qualify formal legal and therefore binding in the conservatoir beslag No.26/pdt.G/2005/PN.Pwt case has binding legal effect on the parties.
Keyword: civil procedural law, marital community of property
110423954F1B007078POLICY MARKETING PADA PELAYANAN AKTA KELAHIRAN DI DESA SIKAPAT KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASProses birokrasi pembuatan akta kelahiran yang cukup menghabiskan waktu dan biaya berdampak pada kurang antusiasnya masyarakat membuat akta kelahiran. Bahkan bagi kalangan menengah ke bawah, masih ada yang tidak mengetahui prosedur pembuatan akta kelahiran, serta kurang sigapnya pelayanan birokrasi berdampak pada jumlah pembuatan akta kelahiran berdampak kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme proses sosialisasi pembuatan akta kelahiran di Desa Sikapat sebagai bentuk pemasaran kebijakan kependudukan dalam pembuatan akta kelahiran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pemilihan informan dengan menemukan key informan dan selanjutnya menggunakan snowball sampling. Adapun fokus yang dikaji adalah konten dan konteks kebijakan. Teknik pengumpulan data mengumpulkan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Peneliti menggunakan metode analisis interaktif dari Miles dan Huberman (1992: 20) yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan hasil penelitian ini ialah sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat tidak tercatat dan terkoordinasikan dengan baik. Masyarakat Desa Sikapat yang mayoritas kondisi ekonominya menengah ke bawah menjadikan minim mengakses informasi. Kurang tanggapnya birokrasi menjadi bukti saat penelitian berlangsung. Informasi jumlah kepemilikan akta kelahiran sangat sulit didapatkan, karena data tersebut tidak dimiliki oleh kelurahan, kecamatan dan dinas kependudukan. Sehingga kurangnya sosialisasi menjadi faktor utama rendahnya pembuatan akta kelahiran di Desa Sikapat. Rekomendasi dalam penelitian ini ialah sosialisasi yang dilakukan oleh dindukcapil tentang kepemilikan akta kelahiran di Kabupaten Banyumas belum berhasil dalam mencapai tujuannya sehingga direkomendasikan agar sosialisasi yang dilakukan


* Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman.
** Dosen Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman.




dengan menggunakan model policy marketing. Model yang peneliti rekomendasikan adalah sosialisasi yang menggunakan policy marketing dengan mempertimbangkan hasil penelitian di lapangan. Sesuai konsep policy marketing harus meliputi 3 hal yaitu distribusi informasi, ketersediaan informasi dan edukasi, untuk mencapai masyarakat kritis.

Kata kunci: Administrasi kependudukan, akta kelahiran, sosialisasi akta kelahiran
Bureaucratic process the birth certificate to spend considerable time and cost impact on the lack of public enthusiasm to make the birth certificate. Even for the middle to lower, there are those who do not know the procedure of the birth certificate, and less bureaucratic service response impact on the birth certificate amount to be less than the maximum. This study aimed to examine the mechanism of the process socialization of making birth certificate in the Village of Sikapat as a form of marketing demography policies in the birth certificate. The method in this research is a qualitative method. The techniques of selection are finding key informan and using snowball sampling. The focus of research in the content and context of the policy. The technique of data collection are using interviews, documentation, and observation. Researcher is using interactive analysis method of Miles and Huberman (1992: 20) which consists of data collection, data reduction, data display and conclusion drawing. The findings of this research is socialization to the community are not recorded and not well coordinated . Village Community Sikapat predominantly lower middle economic conditions made minimal access information. He responded less bureaucracy became evident when the study took place. Information ownership birth certificate number is very difficult to obtain, because the data is not owned by the village, district and department population. So the lack of socialization becomes a major factor in the lack of the birth certificate Sikapat Village. Recommendation in this research is socialization by dindukcapil of birth certificate ownership in Banyumas have not succeeded in achieving the goal so it is recommended that socialization is done by using a model of marketing policy. The model is socialization researchers recommend using marketing policy by considering the results of research in the field. As per the concept of marketing policy should include three things: the distribution of information, availability of information and education, to achieve the critical community.

Keywords: Birth certificate, demographic administration, socialization of birth certificate
110433955F1B007064Analisis Dampak Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas
Nomor 3 Tahun 2010 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern Terhadap Pendapatan Pedagang Pasar Tradisional
Evaluasi dampak adalah menilai dampak dari sebuah kebijakan dan bagaimana tujuan yang telah ditentukan telah berhasil dicapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang perbedaan pendapatan pedagang pasar tradisional yang ditimbulkan oleh Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 3 Tahun 2010 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Penelitian ini menekankan pada pemasukkan dan pengeluaran pedagang. Pengambilan dua indikator tersebut dengan alasan bahwa pendapatan dan pengeluaran salah satu ukuran ekonomi yang mempunyai arti penting, sebab melalui pendapatan akan diketahui tingkat kesejahteraan dan kemakmuran seseorang atau masyarakat.
Lokasi penelitian ini berada di Pasar Manis di Kecamatan Purwokerto Barat dan Pasar Karanglewas di Kecamatan Karanglewas. Pemilihan lokasi disebebkan adanya pasar modern yang terletak dekat dengan kedua pasar tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan informan menggunakan teknik simple random sampling. Untuk teknik validitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan validitas konstruk dan reliabilitas instrumen digunakan teknik alfa cronbrach, sedangkan untuk kajian analisis data statistik deskriptif yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya tanpa menarik kesimpulan yang berlaku untuk umum.
Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh bahwa pendapatan pedagang baik di Pasar Manis maupun Pasar Karanglewas terjadi perubahan pendapatan yang berupa peningkatan pendapatan setelah Perda No. 3 Tahun 2010. Namun perubahan yang terjadi tidak signifikan atau tidak berbeda secara nyata. Perubahan pendapatan ini dipengaruhi oleh tingkat keramaian pengunjung, persaingan antar pedagang dalam pasar dan belum maksimalnya pengelolaan pasar dan bukanlah dampak dari Perda No. 3 Tahun 2010. Hal ini dibuktikan dari temuan penelitian yang menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan terjadi pada pedagang yang menjual komoditas sama dengan pasar modern.

Kata Kunci: evaluasi dampak, pasar tradisional, pendapatan

Impact evaluation is an assessment impact of policy and how its goal attained. The purpose of this research is to describe and to analyze the difference of earnings of traditional market traders which is caused by Banyumas Regency Regional Regulation No. 3 2010 on Organizing and Nurturing of Traditional Market, Shopping Center and Modern Store. This research emphasizes on income and outcome of traditional market traders. These aspects were taken because they were valuable economic measurements, those are used for stating prosperity of person or society.
This research location was Manis traditional market in Purwokerto Barat sub-district dan Karanglewas traditional market in Karanglewas sub-district. The location was choosen because there are modern markets around them.
Descriptive quantitative was the research method. Simple random sampling was the research sampling method. Validiton construct was the instrument validation method and reabillity instrument used alfa cronbach technic, while statistic descriptive was the data analysis study method which is used to describe of the research object by data sample or population without making general conclusion.
Based on research result, the traders’ earnings whether in Manis traditional market or Karanglewas traditional market had changed after the local regulation but not statistically significant. The research findings suggest that changes mostly caused by internal problems such as crowd, competition between trader and poor management and not caused by Banyumas Regency Regional Regulation No. 3 2010. It was proven by the result of the research that the traders whom get higher earnings are the traders who sell the same commodity like modern markets.

Key Words: earnings, impact evaluation, traditional market
110443812E1A008191TANGGUNG JAWAB PIHAK BANK ATAS KESALAHAN SISTEM KOMPUTERISASI KARTU ATM PADA BANK MANDIRI DITINJAU DARI KETENTUAN PERLINDUNGAN NASABAHPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tentang tanggung jawab pihak bank atas kesalahan sistem komputerisasi pada Kartu ATM ditinjau dari ketentuan perlindungan nasabah. Kesalahan sistem komputerisasi terjadi pada saat input data menyebabkan tertukarnya data pada Kartu ATM sehingga menimbulkan kerugian bagi nasabah yaitu tidak dapat menggunakan Kartu ATM sebagai fasilitas seperti yang telah diperjanjikan dan hilangnya dana simpanan tabungan karena terdebet pihak lain.
Metode dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian penemuan hukum in concreto, yang memaparkan data sekunder, terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tertier. Pengolahan data menggunakan metode reduksi yang dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pihak bank harus bertanggung jawab dan mengganti kerugian yang dialami oleh nasabah karena kesalahan sistem komputerisasi Kartu ATM oleh bank. Dasar pertanggungjawabannya karena bank telah melanggar ketentuan Pasal 29 Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu sebagaimana diubah dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/2/PBI/2012 berkaitan dengan Peningkatan Keamanan Teknologi, ketentuan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 4 tentang Hak Konsumen dan Pasal 7 tentang Kewajiban Pelaku Usaha Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Berdasarkan teori tanggung jawab, bank wajib bertanggung jawab karena telah melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan dan menimbulkan kerugian. Pertanggungjawaban bank diatur dalam Pasal 19 Undang-Undang tentang Perlindungan Konsumen. Pasal 23 mengatur upaya hukum yang dapat diajukan jika bank sebagai pelaku usaha tidak secara sukarela mengganti kerugian.

kata kunci: tanggung jawab bank, perlindungan nasabah, kesalahan sistem komputerisasi, ATM
The research aims to identify and to analyze about bank responsibility of a computerized error system with ATM card that observed by terms of customer banking protection. The computer error system occurs when input data process, it cause data of ATM card had been switched and make some lose, that are customer banking that can not use the ATM card as agreed facilities and saving fund that vanished because of debt by others.
The research use normative jurisdictional method with concret law discovery specification research, that present secundary data, consists primary, secundary and tertiary law material. Then processing data use reduction method that were analyzed with normative qualitative method.
From resume of the research it conclude that the bank must take responsibility and give lose substitute that occur with customer banking because of the computerized error system. The responsibility based on it broke the regulation, that are article 29 of Regulation of Bank Indonesia Number 11/11/PBI/2009 about Card Payment Arrangement that be changed by Regulation of Bank Indonesia Number 14/2/PBI/2012 related to Technology Safe Upgrade, article 15 of Regulation Number 11 Year 2008 about Information and Electronic Transaction, article 4 and article 7 Regulation Number 8 Year 1999 about Consumer Protection related to Consumer Rights and Entrepreneur Duty. Based on resposibility theory, bank must take responsibilty because it has broken the regulation and make some lose. The responsibility regulated on article 19 of Regulation about Consumer Protection. Article 23 regulate about law act that can be proposed if bank as an entrepreneur does not give the lose substitute with pleasure.
110453931D1E009027SUPLEMENTASI EKSTRAK HERBAL DALAM PAKAN KAMBING PERAH PENGARUHNYA TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SERTA KONSENTRASI VFA SECARA IN VITRO
Penelitian berjudul Suplementasi Ekstrak Herbal dalam Pakan Kambing Perah Pengaruhnya Terhadap Kecernaan Bahan Kering (KBK) dan Bahan Organik (KBO) serta Konsentrasi VFA Secara In Vitro yang dilaksanakan pada Juli sampai September 2012. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cairan rumen kambing Peranakan Etawa dan pakan kontrol (rumput gajah : ampas tahu : konsentrat : 60% : 35% : 5%). Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan yaitu R0 : pakan kontrol, R1 : R0 + 0,3 ppm Selenium + 1,5 ppm Chromium + 40 ppm Zink-lysinat, R2 : R1 + 250 ppm ekstrak Allium sativum, R3 : R1 + 0,325% ekstrak Sapindus rarak, R4 : R3 + 125 ppm ekstrak Allium sativum, R5 : R3 + 250 ppm ekstrak Allium sativum, R6 : R3 + 375 ppm ekstrak Allium sativum, R7 : R3 + 500 ppm ekstrak Allium sativum. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh terhadap peningkatan KBK, KBO dan konsentrasi VFA total (P<0,01). Suplementasi mineral mikro organik (R1), ekstrak Sapindus rarak (R3), kombinasi ekstrak Sapindus rarak dan Allium sativum hingga level 375 ppm (R4, R5, dan R6) berpengaruh terhadap KBK dan KBO (P<0,05). Suplementasi ekstrak Allium sativum (R2), ekstrak Sapindus rarak (R3), kombinasi ekstrak Sapindus rarak dan Allium sativum dengan level 375 ppm (R6) berpengaruh terhadap konsentrasi VFA total (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa suplementasi ekstrak Sapindus rarak dan Allium sativum secara terpisah atau kombinasi dalam pakan kambing perah yang tercukupi selenium dan chromium organik serta zink-lysinat mempengaruhi KBK, KBO dan konsentrasi VFA total. Hasil terbaik dari penelitian ini dicapai pada pakan yang disuplementasi 0,325% ekstrak Sapindus rarak (R3).
A research entitled Supplementation of Herbal Extracts in the Diet of Dairy Goat and its Effect on Dry Matter Digestibilities (DMD) and Organic Matter Digestibilities (OMD) and VFA Concentrations In Vitro was conducted from July to September 2012. The materials of the research were rumen fluid of Etawa Hybred goats and goat ration (grass : tofu waste : concentrate : 60% : 35% : 5%). The research method was experimental using Completely Randomized Design (CRD) with 8 treatments and 3 replicaties were R0 = feed control, R1 = R0 + 0.3 ppm Selenium + Chromium + 1.5 ppm 40 ppm Zinc-lysinat, R2 = R1 + 250 ppm Allium sativum Extract, R3 = R1 + 0,325% Sapindus rarak Extract, R4 = R3 + 125 ppm Allium sativum Extract, R5 = R3 + 250 ppm Allium sativum Extract, R6 = R3 + 375 ppm Allium sativum Extract, R7 = R3 + 500 ppm Allium sativum Extract. Data were analyzed using analysis of variance and followed by Honestly Significant Difference Test. The results showed that the treatment affected DMD, OMD and total VFA concentration (P <0.01). The Supplementation of mineral organic micro (R1), extracted Sapindus rarak (R3), and the combination of extracted Sapindus rarak and Allium sativum with the level of up to 375 ppm (R4, R5 and R6), increased DMD and OMD (P<0.05). The supplementation of Allium sativum (R2), extracted Sapindus rarak (R3) and the combination of extracted Sapindus rarak and Allium sativum with the level of 375 ppm (R6), increased total VFA concentration (P <0 , 05). Therefore, extracted Sapindus rarak and Allium sativum alone or in a combination, supplemented to dairy goat feeds adequate in organic selenium, chromium and zinc-lysinate were able to improve DMD, OMD and total VFA concentrations. The best result in this research was the treatment of supplementation with 0,325% Sapindus rarak extract (R3).
110463959F1C007026Korelasi antara Informasi Persuasi dalam Kegiatan Hubungan Internal Humas dengan Sikap Pekerja di Gran Melia Jakarta HotelPenelitian ini berangkat dari keinginan untuk membuktikan teori sikap Likert dan Corporate Culture Theory oleh Deal dan Kennedy (Pace: 1993), dikatakan bahwa kandungan budaya yang meliputi; nilai-nilai, lambang, ritus, dan ritual dapat mempengaruhi sikap dan kinerja sebuah perusahaan. Terdapat dua variabel, yaitu Informasi Persuasi (variabel bebas) dan Sikap Pekerja (variabel terikat). Dimensi variabel Informasi Persuasi meliputi; Presentasi, Perhatian, Komprehensi, Pengakuan, Pengadopsian, dan Tindakan. Dimensi variabel Sikap Pekerja meliputi; Pengetahuan, Emosional, dan Tindakan. Masing-masing variabel tersebut memiliki 12butir pernyataan untuk disebar dan direspon oleh subjek penelitian ini.
Hipotesis (H1) penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif antara informasi persuasi dalam kegiatan hubungan internal humas dengan sikap pekerja di Gran Melia Jakarta Hotel, sedangkan H0 adalah tidak terdapat hubungan antara kedua variabel tersebut. Untuk menguji hipotesis tersebut, peneliti menjadikan para pekerja di Gran Melia Jakarta Hotel yang berpopulasi 623orang. Dari jumlah tersebut diambil sampel dengan menggunakan rumus Taro Yamane (Riduwan: 2005) untuk Proportional Stratified Random Sampling, dan menghasilkan 86responden sebagai subjek penelitian.
Kedua variabel dari penelitian ini diuji validitasnya dengan metode kuantitatif (metode survey), yaitu uji korelasi Pearson Product Moment, sedangkan Split Half untuk menguji reliabilitas data. Berdasarkan hasil perhitungan korelasi Pearson Product Moment yang menunjukan korelasi sebesar 0,429 dengan tingkat signifikansi sebesar 95% (α=0.05), maka dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat antara Informasi Persuasi dalam kegiatan hubungan internal yang dilakukan oleh humas dengan Sikap pekerja di Gran Melia Jakarta Hotel.
Dengan mengetahui visi dan misi perusahaan baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal dengan cara melibatkan diri melalui kegiatan hubungan internal, maka pekerja dapat bersikap dalam bekerja sehari-hari berdasarkan apa yang diharapkan oleh perusahaan sehingga terciptalah atmosfir kerja yang efektif.

Kata kunci: Informasi Persuasi, Sikap, Kinerja
This research entitled “The Correlation between Persuading Information within the Public Relations’s Internal Relations Activities and Its Employee’s Attitude in Gran Melia Hotel Jakarta.” The aim of this research is to proof the realibility of Corporate Culture Theory by Deal and Kennedy (Pace: 1993) and Likert Attitude Theory, who have assessed that culture contains of; values, signs, rites, and ritual or habits that might influence the attitude and work ethic within the the employees in a corporate. There are two variables in this research, and they are Persuading Information (Independent Variable) and Employee’s Attitude (Dependent Variable). Presentation, Comprehension, Yielding, Retention, and Overt Behavior indicate an Independent Variable. On the other hand, a dependent variable is being indicated by Cognitive, Affective, and Behavior. Each variable has its 12statements to be responded by the subject.
The hypotheses (H1) of this research assessed, that “There is a correlation between Persuading Information within the Public Relations’s Internal Relations Activities and Its Employee’s Attitude in Gran Melia Hotel Jakarta, and H0 for the opposite one. In order to examine the validity of this research, the researcher utilizes the employees of Gran Melia Jakarta Hotel as her subject. The amount of its population in that company is 623persons and were being reduced by utilizing the Proportional Stratified Random Sampling formula by Taro Yamane (Riduwan: 2005), and the result becomes 86respondents who will be received the statements.
Both variables are being analyzed by using quantitative method (survey method) and for correlation test by using Pearson Product Moment in order to examine the validity of this research and using Split Half method for its reliability. And the result is that 0,429 based on the Product Moment calculation shows 95% significant level correlation strong enough. It means that the research has proven the correlation between persuading information within the activities of Public Relation’s internal relations and the employee’s attitude in Gran Melia Jakarta Hotel.
The greater persuaded communicant by the goal and the corporate culture information either in verbal or nonverbal communication including self-involvement between the employees and its management, the more effective work ethic that would be received by its company where public relations officer hands a big power within its implementations of communicating those persuading informations.

110473960J1B005001PENGARUH LUAS TUTUPAN TANAMAN APU-APU (Pistia stratiotes) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticusPenelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan dan efektifitas dari tutupan tanaman apu-apu (Pistia stratiotes) terhadap sintasan (kelulushidupan) dan laju pertumbuhan ikan nila. Tanaman apu-apu memiliki kemampuan dalam meningkatkan kualitas air sehingga secara langsung akan berpengaruh terhadap dua hal tersebut. Parameter utama yang diukur ada dua yaitu nilai sintasan (SR) dan laju pertumbuhan ikan, sedangkan parameter fisik dan kimia air yang diukur adalah amonia bebas, suhu, pH, oksigen terlarut dan karbondioksida bebas.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Pistia stratiotes memiliki kemampuan dalam penyerapan amonia dan mampu memberikan naungan terhadap media budidaya sehingga berpengaruh pada kondisi suhu. Adapun nilai amonia berturut turut dari kontrol hingga P4 adalah 0,0118 ppm, 0,0068 ppm, 0,0064 ppm, 0,0021 ppm dan 0,0016 ppm. Sedangkan nilai suhu berturut-turut adalah 29-33oC, 29-32oC, 29-31oC, 27-30oC dan 27-30oC. Dengan kemampuan tersebut secara langsung juga berpengaruh terhadap sintasan dan laju pertumbuhan ikan. Nilai sintasan dan laju pertumbuhan ikan terbaik adalah pada perlakuan tutupan tanaman apu-apu 50% (P2) dengan nilai 76,67% (SR), 1,73% (SGR) dan 1,591 cm (Lm).
This study aims to look at the capabilities and effectiveness of cover plant Apu-apu (Pistia stratiotes) on survival rate and the rate of growth of tilapia (Oreochromis niloticus). Apu-apu has the ability to improve water quality so that it will directly affect two things. The main parameters that there are two values observed survival rate (SR) and the growth rate of fish (growth based on weight / SGR and growth based on length), while the physical and chemical parameters of water were observed ammonia, temperature, pH, dissolved oxygen and free carbon dioxide.
The results showed that Pistia stratiotes have the ability in the absorption of ammonia and to provide shade to the culture medium so that have effect on the temperature conditions. The value of ammonia in a row of controls to P4 is 0.0118 ppm, 0.0068 ppm, 0.0064 ppm, 0.0021 ppm and 0.0016 ppm. While the suhue values are respectively 29-33oC, 29-32oC, 29-31oC, 27-30oC and 27-30oC. With these capabilities also directly affect the survival and growth of fish. Rated survival and growth rate of fish is best in cover treatments of Apu apu-50% (P2) with a value of 76.67% (SR), 1,73% (SGR) and 1,591 cm (Lm)
110483979C1H007013Analisis Penerapan PSAK No. 45 tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba pada Rumah Sakit Berstatus BLUD (Studi Kasus pada RSUD Kabupaten Kebumen)Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di RSUD Kabupaten Kebumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan PSAK No. 45 tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba dan juga penerapan Peraturan Menteri Keuangan No. 76/PMK.05/2008 tentang Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif untuk mengetahui komparatif objek penelitian yaitu laporan keuangan BLUD RSUD Kabupaten Kebumen dengan PSAK No. 45, Pedoman Akuntansi Badan Layanan Umum Rumah Sakit Pemerintah yaitu Peraturan Menteri Keuangan No. 76/PMK.05/2008. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui keberadaan penerapan PSAK No. 45 pada RSUD Kabupaten Kebumen melalui analisis jawaban atas kuisioner yang disebarkan tentang penerapan PSAK No. 45.
Hasil analisis kualitatif menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan untuk 8 (delapan) indikator yang digunakan dalam sel analisis. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa prosentase penerapan PSAK No. 45 sebesar 90,47%, nilai tersebut lebih besar dari 86% (nilai minimal memadai). Sehingga nilai 90,47% mengandung arti bahwa RSUD Kabupaten Kebumen dalam penyusunan laporan keuangan sudah menerapkan PSAK No. 45 secara penuh atau memadai.
Dapat diambil kesimpulan bahwa RSUD Kabupaten Kebumen telah menerapkan PSAK No. 45 secara memadai dan dalam penyajian laporan keuangan sudah sesuai dengan ketentuan Badan Layanan Umum yaitu Peraturan Menteri Keuangan No. 76/PMK.05/2008
This research type is qualitative descriptive study was conducted at RSUD of Kebumen Regency. The aim of research is to find out the application of SFAS No. 45 on Financial Reporting of Nonprofits Organization as well as the application of the Minister of Finance Regulation No. 76/PMK.05/2008 on Accounting and Financial Reporting of Public Service.
The method of analysis used in this research is descriptive qualitative analysis with the qualitative and quantitative analysis. Qualitative analysis is used to find out the comparative testing of the research object, namely the financial statements of BLUD RSUD of Kebumen Regency with the SFAS No. 45 and the Minister of Finance Regulation No. 76/PMK.05/2008 on Accounting Guidelines of Public Service Government Hospital. Quantitative analysis is used to find out the application of SFAS No. 45 in RSUD of Kebumen Regency through the analysis of the answers to the questionnaire were distributed on the application of SFAS No. 45.
The results of qualitative analysis shows there were no significant differences for 8 (eight) indicators used in cell analysis. The result of quantitative analysis shows that percentage of the application of SFAS No. 45 of 90.47%, the value is greater than 86% (minimum adequate). So the value of 90.47% means that RSUD of Kebumen Regency in the preparing of its financial statements has been applied to the SFAS No. 45 in full or adequately.
Based on the result of data analysis, it can be concluded that the RSUD of Kebumen Regency have applied of SFAS No. 45 in adequately, and in preparing of its financial statements was accordance with the provisions of the Public Service Board by the Minister of Finance Regulation No. 76/PMK.05/2008
110493961C1B008098PENGARUH STRES KERJA, KEPUASAN KERJA, DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP KEINGINAN BERPINDAH KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
(Studi Pada Karyawan Kontrak PD. Owabong Purbalingga)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Stres Kerja, Kepuasan Kerja, dan Dukungan Organisasi terhadap Keinginan Berpindah Kerja karyawan PD. Owabong Purbalingga dengan Komitmen Organisasi sebagai variabel Intervening. Hasil analisis menunjukkan bahwa Stres Kerja, Kepuasan Kerja, dan Dukungan Organisasi secara signifikan berpengaruh terhadap Komitmen Organisasi dan Keinginan Berpindah Kerja, Komitmen Organisasi secara signifikan berpengaruh terhadap Keinginan Berpindah Kerja, dan Komitmen Organisasi merupakan variabel Intervening antara Stres Kerja, Kepuasan Kerja, dan dukungan Organisasi terhadap Keinginan Berpindah Kerja karyawan PD Owabong Purbalingga.The purpose of this study are to investigate and analyze the effect of job stress, job satisfaction, and organizational support toward intentions to leave with organizational commitment as an intervening variable of PD Owabong Purbalingga’s employee. The results of the analysis showed that job stress, job satisfaction, and organizational support influence significantly towards organizational commitment and intentions to leave, organizational commitment influence significantly towards intentions to leave, and organizational commitment is an intervening variable among job stress, job satisfaction, and organizational support towards intentions to leave of PD Owabong Purbalingga’s employee.
110503962P2CB09053PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, STRES KERJA DAN KOMITMEN ORGANISSASI TERHADAP ORGANIZATION CITIZENSHIP BEHAVIOUR
(Studi pada PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Wilayah Koordinator Purwokerto)
Penelitian ini dilakukan pada Karyawan PT. Bank Daerah Jawa Tengah Wilayah Koordinator Purwokerto dengan judul: “Pengaruh Kecerdasan Emosional, Stres Kerja Dan Komitmen Organissasi Terhadap Organization Citizenship Behaviour (Studi pada PT. Bank Pembangunan Daerah Djawa Tengah Wilayah Koordinator Purwokerto)”. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional, stress kerja, komitmen afektif, komitmen kontinuan, komitmen normatif terhadap OCB pada Karyawan PT. Bank Daerah Jawa Tengah Wilayah Koordinator Purwokerto. Alat analisis yang digunakan Structural Equation Modeling (SEM).
Dari hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa:
Kecerdasan emosional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stres kerja, semakin tinggi kecerdasan emosional semakin rendah stres kerja karyawan PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Wilayah Koordinator Purwokerto. Kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB, semakin tinggi kecerdasan emosional semakin tinggi pula OCB karyawan PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Wilayah Koordinator Purwokerto. Stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap komitmen afektif, komitmen kontinuan, komitmen normatif dan OCB. Semakin tinggi stres kerja karyawan, semakin rendah komitmen afektif, komitmen kontinuan, komitmen normatif dan OCB karyawan PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Wilayah Koordinator Purwokerto. Komitmen afektif , komitmen kontinuan dan komitmen normatif berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB. Semakin tinggi komitmen afektif , komitmen kontinuan dan komitmen normatif karyawan, semakin tinggi OCB karyawan PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Wilayah Koordinator Purwokerto.
Berdasarkan kesimpulan di atas, untuk meningkatkan OCB karyawan maka kecerdasan emosional harus ditingkatkan dengan cara meningkatkan indikator-indikator : Kesadaran diri (self awareness),kemampuan mengatur diri (self management), motivasi, empati, memelihara hubungan social, selain itu stress kerja karyawan perlu diturunkan dengan cara, beban kerja yang dirasakan terlalu berat, waktu kerja yang mendesak, iklim kerja yang tidak sehat, otoritas kerja yang tidak memadai, konflik kepentingan, perkembangan karir yang tidak baik.

The research was conducted on Employee PT. Central Java Regional Development Bank Regional Coordinator Purwokerto with the title: "The Effect of Emotional Intelligence, Stress Of Work And Commitment Organissasi Organization Citizenship Behaviour (Studies in PT. Central Java Regional Development Bank Regional Coordinator Purwokerto)".
Purpose of this study was to determine the effect of emotional intelligence, job stress, affective commitment, continuants commitment, normative commitment to the OCB on employee PT. Central Java Regional Development Bank Regional Coordinator Purwokerto. The analysis tool used Structural Equation Modeling (SEM).
From the results of research and data analysis concluded that:
Emotional intelligence significantly and negatively related to job stress, higher emotional intelligence employee stress the lower the PT. Central Java Regional Development Bank Regional Coordinator Purwokerto. Emotional intelligence has positive and significant effect on OCB, the higher the higher emotional intelligence OCB PT. Central Java Regional Development Bank Regional Coordinator Purwokerto. Work stress significantly and negatively related to affective commitment, continuants commitment, normative commitment and OCB. The higher employee stress, the lower the affective commitment, continuants commitment, normative commitment and OCB PT. Central Java Regional Development Bank Regional Coordinator Purwokerto. Affective commitment, normative commitment and commitment continuants have a positive and significant effect on OCB. The higher affective commitment, normative commitment continuants and commitment of employees, higher employee OCB PT. Central Java Regional Development Bank Regional Coordinator Purwokerto.
Based on the conclusion, to improve the emotional intelligence of employees OCB should be enhanced by improving indicators: self-awareness (self-awareness), the ability to organize themselves (self-management), motivation, empathy, maintaining social relationships, in addition to employee stress should lowered by, perceived workload is too heavy, urgent working time, unhealthy working environment, inadequate labor authority, conflicts of interest, which is not a good career progression.

110513963C1C008129PENGARUH PEMAHAMAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI, PENGENDALIAN INTERN, KOMITMEN ORGANISASI DAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP PENERAPAN BASIS AKRUALPENGARUH PEMAHAMAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI, PENGENDALIAN INTERN, KOMITMEN ORGANISASI DAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP PENERAPAN BASIS AKRUAL


Aulia Permadi
Universitas Jenderal Soedirman

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemahaman standar akuntansi pemerintahan, pemanfaatan teknologi informasi, pengendalian intern, komitmen organisasi dan sumber daya manusia terhadap penerapan basis akrual. Penelitian ini menggunakan metode analisis linear berganda untuk menjawab hipotesis. Sampel dari penelitian ini terdiri dari 28 SKPD di Kota Tegal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi, pengendalian internal, dan komitmen organisasi mempunyai pengaruh yang positif terhadap penerapan basis akrual. Walaupun demikian, pemahaman standar akuntansi pemerintahan dan sumber daya manusia mempunyai pengaruh negatif terhadapa penerapan basis akrual. Secara simultan, semua variabel dalam penelitian ini mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penerapan basis akrual. Model persamaan regresi mengindikasikan bahwa kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel penerapan basis akrual sebesar 33.2% dan 66.8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
PENGARUH PEMAHAMAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI, PENGENDALIAN INTERN, KOMITMEN ORGANISASI DAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP PENERAPAN BASIS AKRUAL

Aulia Permadi
Universitas Jenderal Soedirman

ABSTRACT

The aims of this research is to determine the influences on understanding of government accounting standards, utilization of information technology , internal control, organizational commitment and human resources to the implementation of accrual basis. The statistical method used to examine the hypotheses is multivariat linear regression. Sample of this research consists of 28 SKPD in Tegal City. The results of this research show that the utilization of information technology , internal control, and organizational commitment have positive influences towards the implementation of accrual basis. Nevertheless, understanding of government accounting standards and human resources have negative influences toward the implementation of accrual basis. Simultaneously, all variables examined in this research had a significant influence on the implementation of accrual basis. The goodness of fit of the model indicates that the ability of the independent variables in explaining the application of accrual base is only at 33.2% and 66.8% was explained by other variables.

Keywords: accrual basis, understanding of government accounting standards, utilization of information technology , internal control, organizational commitment, human resources
110523964C1L008003THE INFLUENCE OF SUSTAINABILITY REPORTING ON FINANCIAL PERFORMANCES
Sekarang ini perusahaan berlomba-lomba menerapkan corporate social responsibility (CSR) sebagai bentuk kepedulian perusahaan. Sustainability Reporting dibutuhkan untuk mendeskripsikan penerapan kegiatan CSR. Perusahaan yang membuat Sustainability Reporting akan memberikan nilai tambah tersendiri bagi perusahaan dan kinerja perusahaan pun akan semakin baik. Jadi penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sustainability reporting terhadap kinerja keuangan.
Penelitian ini menggunakan perusahaan-perusahaan yang menjadi nominator dalam Indonesian Sustainability reporting Awards (ISRA) tahun 2011 sebagai populasi. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode purposive judgement sampling. Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Sustainability Reporting (SR) diukur dengan menggunakan Kerangka Pelaporan GRI (GRI Guideline’s version 3.1) sedangkan kinerja keuangan diproksikan dengan Return on Asset (ROA), Total Asset Turnover (TATO) dan Market Value Added (MVA).
Hasil penelitian menunjukkan : (1) Sustainability Reporting berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA); (2) Sustainability Reporting berpengaruh signifikan terhadap Total Asset Turnover (TATO); (3) Sustainability Reporting berpengaruh signifikan terhadap Market Value Added (MVA).
ABSTRACT
Now, companies have start the race in doing corporate social responsibility (CSR) as form of awareness company. Sustainability Reporting needed for describe implementation CSR activity. Companies that make Sustainability Reporting will give value added for the company and company’s performance would be even better. So this research will examine on how the impact the sustainability reporting on financial performance.
Population in this research is companies as nominator in Indonesian Sustainability reporting Awards (ISRA) period 2011. The sampling technique method uses purposive judgement sampling. Simple Linear Regression Analysis uses for know the influence of independen variable on dependen variable. The measurement of sustainability reporting uses GRI Reporting Framework (GRI Guideline’s version 3.1) whereas financial performances proxied by Return on Asset (ROA), Total Asset Turnover (TATO) and Market Value Added (MVA).
The result show that : (1) Sustainability Reporting significantly influence on Return on Asset (ROA); (2) Sustainability Reporting significantly influence on Total Asset Turnover (TATO); and (3) Sustainability Reporting significantly influence on Market Value Added (MVA).
110533965C1B007100PENGUJIAN TEORI PECKING ORDER DAN TRADE OFF PADA KEPUTUSAN STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN PERDAGANGAN DI BURSA EFEK INDONESIAPenelitian ini berjudul “ Pengujian Teori Pecking Order dan Trade off pada Keputusan Struktur Modal Perusahaan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, asset tangibility, pertumbuhan, ukuran perusahaan, non-debt tax shield, likuiditas dan agency conflict terhadap leverage, serta untuk mengetahui Teori pecking order atau trade off yang lebih banyak menjelaskan pengaruh profitabilitas, asset tangibility, pertumbuhan, ukuran perusahaan, non-debt tax shield, likuiditas, dan agency conflict terhadap leverage.
Pemilihan perusahaan pada penelitian ini berdasarkan criteria yang mendukung tujuan penelitian, dan mendapatkan tigabelas perusahaan selama periode 2006-2010. Penelitian ini dilakukan dengan mengguankan metode analisis data sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah Regresi Data Panel.
Hasil penelitian menunjukan Profitabilitas, ukuran perusahaan, likuiditas dan agency conflict mempunyai pengaruh yang mendukung hipotesis teori pecking order sementara asset tangibility, pertumbuhan, dan non-debt tax shields mendukung hipotesi trade off. Oleh karena itu pecking order lebih banyak menjelaskan kebijakan factor-faktor yang mempengaruhi leverage
This research entitle “Testing the theory pecking order and trade off on the capital structure trading company in the indonesia stock exchange” the objective this research are to know the effect of profitability, asset tangibility, Growth, size, non-debt tax shield, liquidity and agency conflict on Leverage at trading companies in Indonesia Stock Exchange. And to know theory pecking order or trade off more explain the influence of profitability, asset tangibility, growth, the size of a firm, non-debt tax shield, liquidity, and agency conflict with leverage.
The selection of companies in this research is based on criteria supporting the research objective consisting of thirteen companies during 2006-2010 periods. This research conducted with secondary data analysis method. The analysis tool used the regression data panel model.
The result of this research show profitability, size, liquidity and agency conflict have effect supporting by pecking order theory, meanwhile asset tanginbility, pertumbuhan dan non-debt tax shield have effect supporting by trade off theory. Hence the pecking order more to explain a policy that affects the leverage.

110543966B1J007019DISTRIBUSI GEOGRAFIS TUNGAU PARASIT NYAMUK Aedes sp.
DI DAERAH ENDEMIS DEMAM BERDARAH DENGUE
DI KABUPATEN BANJARNEGARA
Tungau parasit merupakan musuh alami nyamuk Aedes sp. yang berpotensi menginfeksi setiap stadium nyamuk Aedes sp. Kemampuan menginfeksi tungau parasit terhadap Aedes sp. sangat mempengaruhi pola distribusi tungau parasit. Semakin meluasnya distribusi nyamuk Aedes sp. diduga akan berpengaruh pada distribusi tungau parasit. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui Familia tungau parasit yang menginfeksi larva nyamuk Aedes sp. dan (2) menentukan pola distribusi geografis tungau parasit nyamuk Aedes sp. di daerah endemis DBD di Kabupaten Banjarnegara. Materi yang digunakan yaitu larva nyamuk Aedes sp. yang diambil dari wilayah endemis DBD di Kabupaten Banjarnegara. Lokasi penelitian yaitu di Kelurahan Parakancanggah, Kelurahan Kutabanjar, Kelurahan Krandegan dan Kelurahan Sokanandi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pola distribusi atau sebaran tungau parasit larva Aedes sp. Parameter yang diamati meliputi Familia dan banyaknya individu tungau parasit pada setiap individu larva nyamuk serta nilai rata-rata dan variansnya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan nilai rata-rata dan variansnya, sehingga pola distribusi dapat ditentukan. Tingkat distribusi tungau parasit dianalisis menggunakan Indeks K’ distribusi binomial negatif. Hasil penelitian diperoleh 30 individu tungau dari 1429 sampel larva nyamuk Aedes sp. yang diperiksa. Hasil identifikasi dari ke-30 individu tungau, diperoleh lima familia tungau parasit yaitu familia Pionidae, Histiostomatidae, Hydryphantidae, Hydrachnidae dan Arrenuridae. Pola distribusi tungau parasit yang ditemukan di keempat kelurahan bersifat teratur dan nilai indeks K’ distribusi binomial negatif tertinggi di Kelurahan Krandegan yaitu sebesar 1,3225.Parasitic mites as nature enemy of the Aedes sp. could be potential infected at any stage of the Aedes sp. Infect ability of parasite mites to it is host Aedes sp. is very influence the pattern of distribution of parasitic mites. Distribution of Aedes sp. widespread expected to affect the distribution of parasitic mites. The aims of this research were to (1) determine family of parasite’s mite which infect on Aedes sp. mosquito larvae and (2) determining the geographical distribution patterns of parasitic mites of Aedes sp. in dengue fever area in the Banjarnegara District. The used material is larvae of Aedes sp. which taken from endemic
region of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Banjarnegara District. The study site in the Parakancanggah Village, Kutabanjar Village, Krandegan Village and Sokanandi Village. Method used was survey with purposive sampling technique. Variable observed in this research is the distribution pattern of parasitic mite Aedes sp. larvae. Parameter observed included the family and number of individual of parasitic mite of each individual mosquito larvae, average value and the variance. Data were analyzed using average value and the variance, so the distribution pattern can be determined. The level of parasitic mite distribution was analyzed using index K' negative binomial distribution. Results showed that found 30 individual of parasite’s mite from 1429 samples of examined mosquito Aedes sp. larvae. The result of identification was found five families of parasitic mites they are Pionidae, Histiostomatidae, Hydryphantidae, Hydrachnidae and Arrenuridae. The distribution pattern of parasitic mite species are regular and the value of indeks K negative binomial distribution highest in the Krandegan Village is 1,3225.
110553967B1J008175Karakteristik Morfologis dan Populasi Salak (Salacca zalacca (Gaertner) Voss) Lokal Kedung Paruk Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas
Penelitian yang berjudul “Karakteristik Morfologis dan Populasi Salak (Salacca zalacca (Gaertner) Voss) Lokal Kedung Paruk Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas”, telah selesai dilakukan pada bulan Agustus sampai bulan September 2012. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik morfologis dan populasi salak lokal Kedung Paruk, sebagai data bagi pengelolaan dan pelestarian salak lokal Kedung Paruk. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode survei dengan cara sensus area pekarangan yang terdapat tanaman salak. Data diambil dari Dusun Kedung Paruk Desa Ledug Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Pada setiap pekarangan yang terdapat tanaman salak diamati dan dihitung jumlah individu tanaman salak tersebut untuk mengetahui populasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik morfologis salak lokal Kedung Paruk yaitu memiliki ukuran buah yang lebih besar dibandingkan dengan salak lokal lainnya (di wilayah Banyumas), bentuk buahnya bulat dengan ujung buah meruncing, bagian pangkal buah membulat, kulit buah seperti sisik yang berbentuk segitiga, berwarna coklat kekuningan, arah sisik melingkar, dan memiliki daging buah yang berwarna kuning kecoklatan. Populasi salak lokal Kedung Paruk hanya sebanyak 40,91 tanaman/ha, hal ini menunjukkan bahwa populasinya saat ini sangat sedikit, bahkan dikatakan hampir punah.A study entitled "Morphological Characteristics and Population of Kedung Paruk Local Salak (Salacca zalacca (Gaertner) Voss) Kembaran District Banyumas Regency", was carried out from August until September 2012. The purposes of this study were to know the morphological characteristics and the population of Kedung Paruk local salak, as well as data for the management and conservation of Kedung Paruk local salak. The Method used was survey by yard area containing salak plants. Data were taken from Kedung Paruk, Ledug, Kembaran, Banyumas. Every ground containing salak was observed and counted the number of individual plants to learn their populations. The results showed that salak morphological characteristics that distinguish local Kedung Paruk with other local salak were that fruit size was larger than the other salak (in Banyumas region), fruit type was globular with fruit end tapering, fruit base rounded, fruit skin was scaly trilateral shaped, color was yellowish brown, direction of scaly circle, and having flesh fruit colored brownwish yellow. The population of Kedung Paruk local salak was 40.91 plants/ha, showing that the population was currently very small, even almost extinct.
110563969C1B005215ANALISIS PERBANDINGAN DAN KAUSALITAS RESPON PENGGUNA DAN BUKAN PENGGUNA TERHADAP KREATIVITAS IKLAN

(Test Iklan Dengan Studi Kasus Pada Iklan XL ‘XLalu Untukmu’ Versi Bondan Prakoso)
RINGKASAN

Perkembangan dunia bisnis semakin menuntut perusahaan besar untuk mempertahankan posisinya di pasar dengan meningkatnya persaingan. Perusahaan diharapkan untuk mendapatkan kreatif dalam membuat iklan untuk mendukung usahanya, karena dunia periklanan merupakan investasi untuk mendukung pemasaran produk di pasar sasaran. Dalam hal ini PT. XL Axiata Tbk melalui iklan XL versi Bondan Prakoso XLalu Untukmu mencoba untuk memasarkan produk dengan iklan asli, tidak meniru, tak terduga, penuh makna dan mempengaruhi emosi. Maka dilakukan penelitian dengan judul Analisis Perbandingan dan Kausalitas Respon Pengguna dan Bukan Pengguna Terhadap Kreativitas Iklan (Test Iklan Dengan Studi Kasus Pada Iklan XL ‘XLalu Untukmu’ Versi Bondan Prakoso).
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan respon pengguna dan bukan pengguna dalam menilai kreativitas jingle iklan, bintang iklan iklan dan tema iklan kemudian akan menilai sikap dan keyakinan terhadap iklan dengan kreativitas tinggi. Iklan kreatif membuat penonton memperhatikan detail iklan yang rinci.
Hasil dari penelitian dengan menggunakan uji t menunjukan bahwa; (1) tidak terdapat perbedaan signifikan antara pengguna dan bukan pengguna XL dalam menilai bahwa jingle iklan dan Bintang iklan pada iklan XL ‘XLalu untukmu’ adalah kreatif, maka hipotesis diterima. (2) terdapat perbedan antara pengguna dan bukan pengguna dalam menilai kreativitas tema iklan pada iklan XL ‘XLalu untukmu’, maka hipotesis ditolak. (3) terdapat perbedaan signifikan pada pengguna dan bukan pengguna dalam menilai bahwa iklan XL ‘XLalu untukmu’ adalah kreatif, maka hipotesis ditolak. (4) pengguna dan bukan pengguna memberikan sikap yang positif terhadap iklan, maka hipotesis diterima. (5) pengguna dan bukan pengguna memberikan keyakina yang sama terhadap iklan, walaupun nilai menunjukan angka negatif namun tidak terdapat perbedaan uang signifikn, maka hipotesis diterima.
Kesimpulan dan implikasi untuk penelitian ini yaitu, untuk mendapatkan iklan yang menarik perhatian pemirsa televisi sebaiknya ciptakan iklan yang kreatif, kreativitas pada iklan dapat di terapkan pada kreatifitas jingle iklan dan pemilihan bintang iklan yang tepat, serta tema iklan yang sesuai, walaupun tema iklan dinilai tidak signifikan terhadap kreativitas oleh bukan pengguna produk. Iklan yang kreatif berdampak pada sikap yang positif pemirsa iklan baik pengguna maupun bukan pengguna, maka untuk mendapatkan sikap positif dari pemirsa iklan sebaiknya ciptakan iklan yang memiliki kreativitas tinggi.

Kata Kunci: Kreatifitas iklan, Jingle iklan, bintang iklan, tema iklan.
SUMMARY
The development of the business world are increasingly demanding large enterprise to maintain its position in the market with increased competition. The company is expected to get creative in making an ad to support the business, because the world of advertising is an investment to support the marketing of the product in the target market. In this case PT. XL Axiata Tbk through advertising XL version Bondan Prakoso ‘XLalu Untukmu’ are trying to market a product with the original ad, not imitate, unpredictable, full of meaning and affect emotions. Then conducted research with the title Comparative Analysis And Response Causality Users And Non-Users Creativity Of Advertising (Test Ads With Ads XL Case Study On 'XLalu Untukmu' Bondan Prakoso version).
This study aimed to compare the response of users and non-users in assessing the creativity of advertising jingles, commercials and ads advertising theme will then assess the attitudes and beliefs toward advertising with high creativity. Ad creative to make the audience attention to the detailed ad details.
The results of the study by using the t test showed that; (1) there is no significant difference between users and non-users of XL in assessing that the advertising jingles and ads in advertising Star XL 'XLalu untukmu' is the creative, the hypothesis is accepted. (2) there is a difference between users and non-users in assessing the advertising theme of creativity in advertising XL 'XLalu untukmu', then the hypothesis is rejected. (3) there are significant differences in the users and non-users in assessing the ad XL 'XLalu untukmu' is the creative, then the hypothesis is rejected. (4) users and non-users gave a positive attitude toward the ad, the hypothesis was accepted. (5) users and non-users are the same keyakina of advertising, even though the value shows a negative number but there was no difference signifikn money, then the hypothesis is accepted.
Conclusions and implications for research that is, to get ads that attract television viewers should create creative advertising, creativity in advertising can be applied in creative advertising jingles and commercials proper selection and appropriate advertising theme, although not considered advertising theme no significant effect on creativity by users of the product. Ads that kreativ a positive impact on the attitude of ad viewers both users and non-users, in order to get the positive attitude of the advertising audience should create ads that have a high creativity.
Key word: Creative advertising, advertising jingles, advertising Star, advertising theme.
110573971C1B005273Pengaruh Leverage, Ukuran Perusahaan dan Umur Perusahaan Terhadap kinerja Perusahaan Pada Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di BEIPenelitian ini berjudul Pengaruh Leverage, Ukuran Perusahaan dan Umur Perusahaan Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di BEI.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh leverage, ukuran perusahaan dan umur perusahaan baik secara bersama-sama maupun secara parsial terhadap kinerja serta mengetahui dan menganalisis variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap kinerja pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan pertambangan yang telah go public dan listed di Bursa Efek Indonesia (BEI), periode tahun 2009-2011, dengan menggunakan metode studi kepustakaan dan studi observasi. Hasil penelitian menunjukan baik secara simultan ataupun secara parsial variabel leverage, ukuran perusahaan dan umur perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI karena (F hitung > f tabel dan t hitung > t tabel), serta ukuran perusahaan merupakan variabel yang berpengaruh paling besar terhadap kinerja perusahaan (elastisitas ukuran perusahaan = 4,832 > elastisitas leverage = -1,114, dan elastisitas umur perusahaan = 0,810).
Para investor yang hendak menanamkan investasinya pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia hendaknya memperhatikan rasio Leverage, ukuran perusahaan dan umur perusahaan karena terbukti ketiga variabel tersebut terbukti secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI

This study entitled Effect of Leverage, Company Size and Age Company Against Corporate Performance In Mining Companies listed on the Indonesia Stock Exchange.
The purpose of this study is to investigate and analyze the effect of leverage, firm size and firm age either jointly or partially on performance and identify and analyze the variables that have the most impact on the performance of mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange
The population in this study were all mining companies that have gone public and listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX), the period of 2009-2011, using literature studies and observational studies. The results showed either simultaneously or partially variable leverage, firm size and firm age significantly influence the performance of mining companies listed on the Stock Exchange since (F count> F table and t count> t table), as well as the size of the company is the most influential variable greatly to the performance of the company (firm size elasticity = 4.832> leverage elasticity = -1.114, and the elasticity of firm age = 0.810).
Investors who want to invest in a mining company listed on the Indonesia Stock Exchange should consider leverage ratio, firm size and firm age guilty of three variables together proved to have a significant impact on the performance of mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange.
110583972C1I006022PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA DAN DANA PIHAK
KETIGA TERHADAP KREDIT INVESTASI DI BPR BANK
SURYAYUDHA KERTEK WONOSOBO 2007-2011
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Inflasi, Suku bunga dan Dana Pihak Ketiga
terhadap Kredit Investasi Pada PT. BPR Surya Yudha Kertek Wonosobo”. Tujuan
Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh inflasi, suku
bunga dan dana pihak ketiga terhadap kredit investasi PT. BPR Surya Yudha Kertek
Wonosobo. Untuk mengetahui manakah diantara inflasi, suku bunga dan dana pihak
ketiga yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap kredit investasi PT. BPR
Surya Yudha Kertek Wonosobo. Data yang digunakan yaitu tingkat inflasi di
Kabupaten Wonosobo, suku bunga, dana pihak ketiga dan kredit investasi PT. BPR
Surya Yudha Kertek Wonosobo periode 2007 sampai 2011.
Hipotesis yang diajukan adalah inlfasi, suku bunga dan dana pihak ketiga
secara bersama-sama dan sendiri-sendiri mempunyai pengaruh yang signifikan
terhadap kredit investasi PT. BPR Surya Yudha Kertek Wonosobo. Suku bunga
kredit merupakan variabel yang mempunyai pengaruh paling besar di banding inflasi,
dan dana pihak ketiga PT. BPR Surya Yudha Kertek Wonosobo. Penelitian ini
diambil data time series bulanan dari tahun 2007-2011. Dari hasil penelitian dan
analisis data dengan menggunakan analisis regresi linear berganda diperoleh
kesimpulan bahwa : Suku bunga dan dana pihak ketiga mempunyai pengaruh
signifikan terhadap kredit konsumsi PT. BPR Surya Yudha Kertek Wonosobo. Suku
bunga kredit merupakan variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap kredit
investasi PT BPR Surya Yudha Kertek Wonosobo dibanding tingkat inflasi dan dana
pihak ketiga.
-
110593973C1L008011PERFORMANCE ANALYSIS OF LOCAL GOVERNMENT DRINKING WATER COMPANY (PDAM) IN BANYUMAS REGENCY: TOTAL PERFORMANCE SCORECARD APPROACHPenelitian ini berjudul “performance analysis of local government drinking water company (PDAM) in Banyumas Regency: Total Performance Scorecard Approach”. Dalam menghadapi lingkungan bisnis yang semakin kompleks seperti saat ini dibutuhkan metode pengukuran kinerja yang dapat menilai kinerja perusahaan secara akurat dan menyeluruh. Dalam hal ini metode yang dapat digunakan adalah Total Performnace Scorecard. Melalui pendekatan Total Performance Scorecard konsep Balance Scorecard yang diperluas menjadi personal balance scorecard dan organizational scorecard, konsep Total Quality Management dan konsep Competence Management disinergikan dan dikembangkan, dengan harapan akan tercipta suatu perbaikan kinerja individual dan organiasi yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Penulis melakukan pengukuran pada PDAM Kabupaten Banyumas dengan menggunakan data tahun 2009-2011 untuk menganalisis variabel organizational balance scorecard, sedangkan untuk variabel lainnya menggunakan data perusahaan dan perhitungan kuesioner. Populasi dalam penelitan ini adalah karyawan PDAM Kabupaten Banyumas dengan total sampel berjumlah 48 orang. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling.
Dari hasil analisis pengukuran yang telah dilakukan diketahui bahwa kinerja PDAM Kabupaten Banyumas dilihat dari personal balance scorecard, organizational balance scoreacard, total quality management, dan competence management secara kesuluruhan sudah baik. Dari hasil ini test ini, diharapkan organisasi-organiasi mengimplementasikan total performance scorecard untuk mengukur kinerja.
The research entitled “performance analysis of local government drinking water company (PDAM) in Banyumas Regency : Total Performance Scorecard Approach”. In facing an increasingly complex business environment as currently required, performance measurement methods that can assess the company's performance accurately and thoroughly. In this case method can be used is the Total Performance Scorecard. The total performance scorecard is concept of balance score card which expanded into personal and organizational balance scorecard, the concept of Total Quality Management and Competence Management concept synergized and developed, with the expectations creating improvements individual and organizational performance is more optimal and sustainable.
The author conducted measurements on PDAM Banyumas Regency using data years 2009-2011 to analyze the organizational balance scorecard variables, while the other variables using the company's data and calculations of questionnaire. The population in this research is employees in PDAM Banyumas Regency, total of sample obtained is 48 employees. The sampling method in this study is simple random sampling
Based on the analysis of measurements that have been conducted known that the performance of PDAM Banyumas viewed from personal balance scorecard, organizational balance scoreacard, total quality management, and competence management showed good performance results. From these tests, it is expected to organizations implementing total performance scorecard to measure performance.
110603974B1J008118PENGARUH PERBEDAAN DOSIS RENDAMAN DEDAK YANG DIPERKAYA BIOSTIMULAN TERHADAP
POPULASI Daphnia sp.
Daphnia sp. merupakan salah satu zooplankton yang berpotensi sebagai pakan alami larva ikan. Mudah untuk dikultur karena memiliki daya reproduksi tinggi. Rendaman dedak merupakan bahan organik yang dapat digunakan sebagai media kultur Daphnia sp.. Penggunaan biostimulan yang mengandung mikroba bekerja mendegradasi senyawa kompleks melalui proses fermentasi menjadikan senyawa kompleks tersebut menjadi zat lebih sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan dosis rendaman dedak yang diperkaya biostimulan terhadap pertumbuhan populasi Daphnia sp. dan mengetahui dosis yang menghasilkan populasi Daphnia sp. tertinggi. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) perlakuan berupa dosis rendaman dedak 0 g/ℓ, 8 g/ℓ, 10 g/ℓ, dan 12 g/ℓ yang diperkaya biostimulan dengan dosis 2 ml/ℓ. Parameter utama yang diamati berupa kelimpahan populasi Daphnia sp. serta parameter pendukung fisika-kimia air yaitu temperatur media, temperatur udara, pH, DO, BOD, NH3, NO3, NO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis rendaman dedak yang diperkaya biostimulan pada media kultur Daphnia sp. sangat meningkatkan pertumbuhan populasi Daphnia sp. Media kultur dosis rendaman dedak 10 gr/ ℓ yang diperkaya biostimulan dengan konsentrasi 2 ml/ℓ. Menyebabkan peningkatkan pertumbuhan populasi Daphnia sp. tertinggi yang dicapai pada masa pemeliharan hari ke-10 .


Abstract
Daphnia sp. is one of the zooplankton potentially as natural feed of fish larvae, which is easy to be cultured because it has a high reproducibility. Soaked rice bran is organic material which can be used as Daphnia sp. culture media. One way to increase the abundance of Daphnia sp. population is by the application of bio-stimulant. Uses of bio-stimulant containing microbes degrade complex compounds into simpler substances through a fermentation process. This study aims to determine the effect of different doses of soaked rice bran enriched with bio-stimulant on the growth of Daphnia sp. population and to determine the dose that produce highest Daphnia sp. population. The research was carried out using experimental methods with Completely Randomized Design (CRD) with treatments such as doses of soaked rice bran, i.e.: 0 g/ℓ, 8 g/ℓ, 10 g/ℓ, and 12 g/ℓ, enriched with dose of bio-stimulant 2 ml/ℓ. The observed main parameters are the abundance of Daphnia sp. population and supporting parameters are the physic-chemical parameters of water, i.e.: media temperature, air temperature, pH, DO, BOD, NH3, NO3, and NO2. The results showed that the doses of soaked rice bran enriched with bio-stimulant in the Daphnia sp. culture media give a significantly different effect on the growth of Daphnia sp. population. Culture media with dose of soaked rice bran 10 g/ℓ enriched with bio-stimulant 2 ml/ℓ was able to increase the highest peak of Daphnia sp. population reached on the 10th day of cultivation,