Artikelilmiahs
Menampilkan 11.021-11.040 dari 48.977 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 11021 | 3944 | A1D005044 | PEMBUATAN BIO GREASE MENGGUNAKAN MINYAK JELANTAH: KOMPARASI PENGADUKAN DENGAN MIXER DAN SECARA MANUAL | Pemanfaatan minyak jelantah di bidang pangan tidak memungkinkan untuk dilakukan karena telah mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh, maka perlu dicari alternatif pemanfaatan di bidang non pangan yang dapat meningkatkan nilai ekonomis minyak jelantah, salah satunya sebagai bahan dasar grease. Pengolahan minyak jelantah menjadi bahan dasar grease ini diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mendirikan home industry. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui nilai tertinggi karakteristik grease yang dihasilkan dari perbedaan perlakuan dan (2) Mengetahui komparasi karakteristik grease yang dihasilkan dan perbedaan metode pengadukkan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian dan Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada bulan Juni 2011 sampai dengan bulan November 2011. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan 2 sub penelitian. Setiap sub penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 12 kombinasi dan 2 kali ulangan sehingga diperoleh 48 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah daya tahan korosi, tingkat penetrasi, pH, rendemen, tingkat konsumsi gas dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tertinggi karakteristik grease pada pengadukan manual untuk variabel ketahanan korosi adalah 11,5 yaitu pada perlakuan bobot minyak 2 kg dengan waktu pengadukan 3 jam dan untuk variabel tingkat penetrasi adalah 231,5 yaitu pada perlakuan bobot 4 kg tanpa pengadukan. Sedangkan nilai tertinggi karakteristik grease pada pengadukan menggunakan mixer untuk variabel ketahanan korosi adalah 11 yaitu pada perlakuan dengan lama pengadukan 1 dan 2 jam pada bobot 2 kg dan pada lama pengadukan 0, 1 dan 2 jam pada bobot 3 kg dan untuk variabel tingkat penetrasi adalah 231,5 yaitu ada perlakuan bobot 5,5 kg dengan waktu pengadukan 1 jam dan bobot 4 kg tanpa pengadukan. Hasil pengukuran pH mempunyai kecenderungan yang sama baik pada bio grease dengan pengadukan menggunakan mixer maupun pada grease dengan pengadukan manual yaitu sebesar 9. Hasil pengukuran rendemen memiliki kencenderungan yang sama yaitu sebesar 100 % pada setiap variasi perlakuan baik pada pengadukan manual maupun mixer. Perbedaan metode pengadukan berpengaruh nyata terhadap variabel daya tahan korosi. Pengadukan dengan metode pengadukan manual menghasilkan bio grease dengan daya tahan korosi yang lebih baik. Metode pengadukan secara manual memiliki rata-rata daya tahan korosi sebesar 10,75 sedangkan untuk metode pengadukkan dengan menggunakan mixer memiliki rata-rata daya tahan korosi sebesar 9,63. | Utilization of used fried oil in the food sector is not possible to do because it already contains substances that are harmful to the body, so it is necessary to find alternative use in the field of non-food which can increase the economic value of used fried oil, one of them is as a base material of the grease. Processing of used fried oil as a base material of the grease is expected to open up opportunities for communities to set up a home industry. The aims of this research are 1) to know the highest grease characteristic which is produced from different characteristic, 2) to know the comparison of grease characteristic and the difference of stirring. This research was held at Agriculture Technology Laboratory of Agriculture Faculty and Livestock Product Technology Laboratory of Animal Science Faculty Jenderal Soedirman University, start from June 2011 until November 2011. This research was held experimentally with two sub research. Every single sub research used Randomized Block Design (RBD) which contain 12 combination and 2 replication that resulted 48 units of treatments. The observation variable are corrosion resistance, penetration rate, pH, rendemen, the rate of gas consumption and color. The result of this research are grease on stirring manual for corrosion resistance variable is 11.5 in the treatment of oil weight 2 kg with the stirring time is 3 hours and for a variable penetration rate was 231,5 in the treatment of weights 4 kg without stirring. While the highest value the characteristics of grease on a stirring using a mixer for variable corrosion resistance is 11 in the old stirring treatment 1 and 2 hours on the weight of 2 kg and in long stirring 0, 1 and 2 hours on the weighting 3 kg and for variable penetration rate is 231,5 i.e. There is a 5.5 kg weight with treatment time 1 hour stirring and weighs 4 kg without stirring. The results of the measurement of the pH has the same tendency in both bio grease with stirring using a mixer or grease with a manual stirring that amounted to 9. The results yield measurements have the same tendencies are of 100% on every variation of treatment either on manual as well as stirring mixer. The difference method of stirring effect of variable resistance to corrosion. Stirring with a manual stirring method produces bio grease with corrosion-resistant power better. Manually stirring method has an average of 10.75 corrosion durability as for stirring method by using the mixer has an average corrosion durability of 9.63. | |
| 11022 | 3947 | G1B008063 | PERAN GURU DALAM MEMBERIKAN INFORMASI DAN KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA UNTUK MENGATASI KECEMASAN PADA REMAJA (Studi Kualitatif pada Siswa SMP Negeri 3 Kalibagor) | Masa remaja merupakan waktu kematangan fisik, kognitif, sosial, dan emosional yang cepat. Perhatian remaja sangat besar terhadap penampilan dirinya, mereka sering mencemaskan bentuk tubuhnya yang kurang proporsional. Permasalahan yang terjadi pada remaja dapat diatasi dengan berbagai cara, salah satunya dengan pemberian pendidikan kesehatan reproduksi melalui program Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peran guru dalam memberikan informasi dan konseling kesehatan reproduksi remaja untuk mengatasi kecemasan pada remaja di SMPN 3 Kalibagor. Desain penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Subyek penelitian terdiri dari 5 orang informan utama dan 3 informan pendukung. Teknik penentuan subyek penelitian dilakukan secara purposive. Teknik pengambilan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja. Sikap yang positif ditunjukkan oleh guru terhadap kegiatan pendidikan informasi dan konseling kesehatan reproduksi remaja. Peran guru sebagai fasilitator adalah dengan menyiapkan materi dengan baik, memfasilitasi siswa mengenai apa yang diperlukan, sehingga siswa dapat menerima materi lebih mudah. Peran guru sebagai motivator adalah mengupayakan pada hal-hal yang positif, memotivasi anak untuk menjaga diri, supaya anak menjadi pribadi yang baik, terutama yang berhubungan dengan hal reproduksi. Sarana dan prasarana yang ada adalah film, gambar, puzzle, LCD, satu set meja, papan pengurus, buku, dan alat peraga. | Adolescents have insightful attention on their appearance; they are often concerned about the lack of proportional body shape. Problems that occur on adolescents can be solved in various ways, one of which is by giving reproductive health education through the Information Center and Counseling of Adolescent Reproductive Health Program. The purpose of this study was to describe the teachers’ role in providing information and counseling to overcome adolescent reproductive health anxiety on adolescents in SMPN 3 Kalibagor. Research design used qualitative methods. The study subjects consisted of five key informants and three supporting informants. The technique of determining the subject of the research was performed purposively. Techniques of data collection were interviews, observation, and documentation. The results showed that teachers had the knowledge in accordance with the concept of adolescent reproductive health. Positive attitude is shown by teachers to the educational activities of reproductive health information and counseling. The role of the teachers as facilitator was to prepare the material well, facilitated the students about what they need, so that the students could understand the material more easily. The role of the teachers as motivator was to strive for on the positive things, motivated the students to take care of themselves, so that they became a good individual, particularly those associated with reproduction. Facilitations that could be used were movies, pictures, puzzles, LCD, a set of tables, board trustees, books, and teaching/visual aids. | |
| 11023 | 3938 | A1H008049 | TEKNIK PENGOLAHAN CITRA DIGITAL UNTUK MEMPREDIKSI KADAR AIR TANAH SAWAH MENGGUNAKAN SENSOR INFRARED WEBCAM (STUDI KASUS DI KELURAHAN KARANGWANGKAL, KECAMATAN PURWOKERTO UTARA, KABUPATEN BANYUMAS) | Pengukuran kadar air tanah secara real time menjadi sangat penting, karena pengukuran dengan metode gravimetrik membutuhkan waktu lama. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran kadar air tanah berdasarkan perubahan warna tanah.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengembangkan program pengolahan citra digital untuk mendapatkan parameter visual citra tanah menggunakan Visual Basic 6.0.(2) menganalisis hubungan antara kadar air tanah dengan parameter visual citra tanah lahan sawah (3) menentukan parameter visual yang tepat untuk dijadikan parameter pendugaan kadar air tanah lahan sawah (4) menemukan pengaruh perbedaan penggunaan sensor dengan webcam biasa dan infrared webcam terhadap citra yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter visual citra yang paling teliti dan tepat digunakan untuk mengukur nilai kadar air adalah intensitas. Nilai MPE intensitas dengan menggunakan infrared webcam adalah 9,78% sedangkan dengan menggunakan sensor webcam adalah 12,28%. | Real time measurement of soil moisture content becomes very important asusing gravimetric method is very time consuming.In this research, soil moisture content was measured based on its color change.This study aimed to (1) develop a program of digital image processing to obtain soil visual image parameters using Visual Basic 6.0. (2) analyze the relationship between soil moisture content and visual image parameters (3) determine the most appropriate visual parameters to be used as the estimation parameter of paddy field soil moisture content. (3) figure out the differences of images resulted by both regular webcam and infrared webcam. The results showed thatthe most appropriate visual parameter to predict the water content was intensity. MPE values of intensity using both regular and infrared webcam were 12.28% and 9.78%, respectively | |
| 11024 | 3939 | A1M008006 | AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FORMULA BUAH KECOMBRANG BERBENTUK SUSPENSI: PENGARUH PROPORSI GELATIN-MALTODEKSTRIN DAN PROTEIN KEDELAI-MALTODEKSTRIN SEBAGAI BAHAN PENGISI | Pengujian aktivitas antioksidan ini dilakukan dari ekstrak buah kecombrang. Pada formulasi ekstrak buah kecombrang diperlukan bahan tambahan lain yakni bahan pengisi dan penstabil yang bertujuan melindungi komponen aktif kecombrang serta menstabilkan formula. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis bahan pengisi, pengaruh proporsi bahan pengisi, pengaruh konsentrasi bahan pengisi, serta pengaruh interaksi antara jenis bahan pengisi, proporsi bahan pengisi dan konsentrasi bahan pengisi terhadap aktivitas antioksidan dan total fenolik formula buah kecombrang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua kali ulangan. Faktor yang dicoba yaitu jenis bahan pengisi gelatin-maltodekstrin (E1), protein kedelai-maltodekstrin (E2); proporsi bahan pengisi (b/b) 1:1 (P1), 1:2 (P2), 2:1 (P3) dan konsentrasi bahan pengisi (b/b) 2% (K1) dan 6% (K2) sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan. Variabel yang diamati adalah kadar total fenolik dan aktivitas antioksidan. Data dianalisis dengan analisis ragam (uji F) dlanjutkan dengan DMRT 5 persen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula dengan jenis bahan pengisi gelatin-maltodekstrin proporsi 1:2 (b/b) dan konsentrasi 2% (E1P2K1) memiliki nilai total fenolik tertinggi yaitu 16,2 mg/ml, sedangkan aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh dari formula dengan jenis bahan pengisi gelatin-maltodekstrin, proporsi 1:1 (b/b) dan konsentrasi 6% (E1P1K2) yaitu 29,22%. | The observation of antioxidant activity is conducted from kecombrang fruit extract. Kecombrang fruit extract formulation needs some other additional material such as filler and stabilizer material that directing to protect the active component from kecombrang and to stabilizing the formulation. The purposes from this observation are to find the effect from kinds of filler material, effect of filler material proportions, effect of filler material concentrations, and effect of interaction between the kinds of filler material, filler material proportions and filler material concentrations against antioxidant activity and total phenolic of kecombrang fruit formulations. This observation use factorial Cluster Random Scheme (CRS) with twice tests. Factors tried are kinds of filler material gelatin-maltodextrin (E1), soy bean protein-maltodextrin (E2); filler material proportions (w/w) 1:1 (P1), 1:2 (P2), 2:1 (P3); and filler material consentrations (w/w) 2% (K1); 6% (K2) so that gets 12 treating combinations. Variable observed are phenolic content and antioxidant activity. The data is analyzed with sort analysis (F test) continued by DMRT 5 percent. The results from this observation showed that formulation with kind of gelatin-maltodextin filler material proportion 1:2 (w/w) and consentration 2% (E1P1K1) has highest total phenolic content 16.2 mg/ml, meanwhile highest antioxidant activity obtains from formulation with kind of gelatin-maltodextrin filler material with proportion 1:1 (b/b) and consentration 6% (E1P1K2) such 29.22%. | |
| 11025 | 3490 | E1E004018 | KEKUASAAN YUDIKATIF SEBAGAI PELAKSANAAN TEORI TRIAS POLITIKA | kekuasaan negara berdasarkan teori demokrasi terutama mengacu pada teori trias politika. menurut ajaran teori trias politika, dalam setiap pemerintahan negara harus ada tiga jenis kekuasaan yang tidak dapat dipegang oleh satu tangan saja, melainkan masing-masing kekuasaan itu harus terpisah, yaitu kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif. kekuasaan yudikatif sebagai salah satu kekuasaan yang diselenggarakan oleh negara berdasarkan undang-undang dasar 1945 disebut sebagai kekuasaan kehakiman. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : (1) bagaimanakah pelaksanaan yudikatif sebagai pelaksanaan teori trias politika? (2) bagaimanakah kekuasaan yudikatif dalam penerapannya di indonesia? metodi pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah perundang-undangan (statute approadh). spesifikasi dalam penelitian ini adalah deskripsi analitis. bahan yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis normatif kualitatif. berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa kekuasaan yudikatif sebagai pelaksana teori trias politika adalah kekuasaan membentuk undang-undang. kekuasaan yudikatif memiliki fungsi mengadili yang berdiri sendiri dan terlepas dari pengaruh kekuasaan lain. kekuasaan yudikatif dalam penerapan nya di indonesia adalah kekuasaan kehakiman yang dilakukan oleh mahkamah agung (dan badan peradilan yang ada dibawahnya dalam lingkungan peradilan umum, peradilanmiliter, dan lingkungan peradilan tata usaha negara) dan oleh sebuah mahkamah konstitusi. | the power of national according to conception of democracy, especially refers to theory of trias political. based on the teaching of trias political, in every state governance there are three kinds of power that can not be hold by one by hand only.,each of the power must be separated that is the power of executive, legislative, and judicative. the power of judicative isas one the power that is implemented by the state based on the UUD1945 it is called as the judical power. based on the background of problem above, so is can be formulated the problems as follow (1) how is the jucative power as the implementation of trias political theory? (2) how is the judicative power in ist implementations in indonesia? the method of approach that is used in this research is judicial approach. this research specification in this short thesis is analyticaldescriptif. material of law that is used in this research is material of primary law and material of secondary law. material of law that has been collected subsequently is analyzed by using the method of qualitative normative analysis. based on the research result and descussion so it can be concluded that the judicative power as the theory implementer of trias political is the power to enforce the ordinance. the judicative power has the function to judge that has being autonomous and separated from the influence of other power. the judicative power in the its implementation is the judical power that is conducted by supreme court (and other sub judiciary board in the general court environment, religion court environment, military court environment, and administrative court environment) and by a constitution of supreme court. | |
| 11026 | 3940 | B1J008092 | VIABILITAS Lactobacillus sp. SS1nTERENKAPSULASI MATRIKS PATI YANG DIUJIKANPADA IKAN MAS (Cyprinus carpio) | Lactobacillus sp. SS1n merupakan bakteri asam laktat yang digunakan sebagai probiotik.Penelitian bertujuan untuk mengetahui viabilitas Lactobacillus spp. SS1n yang terenkapsulasi pada matriks pati dan diujikan pada ikan mas (Cyprinus carpio). Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 4 dengan ulangan sebanyak 3 kali. Variabel bebas berupa jenis pakan yang diberikan dan lama waktu pemberian pakan, Variabel tergantungnya adalah viabilitas jumlah sel probiotik dan perubahan pada gambaran darah ikan mas. Perlakuan yang dicobakan meliputi: (1) ikan mas yang diberi pakan pelet dan kapsul probiotik selama 0 hari, 7 hari, 14 hari, dan 21 hari, (2) ikan mas yang diberi pakan pelet dengan probiotik yang disemprotkan pada pelet tersebut selama 0 hari, 7 hari, 14 hari, dan 21 hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa viabilitas enkapsulasi Lactobacillus sp. SS1n menggunakan matriks pati dan dengan penyemprotan pada pelet komersil tidak memberikan pengaruh yang berbeda (P>0,05) pada total bakteri dalam isi intestinum, total bakteri asam laktat dalam isi intestinum. | Lactobacillus SS1n SP. is a lactic acid bacteria used as probiotics. The research aims to know the viability of encapsulated Lactobacillus spp. SS1n are on a starch matrix and tested on carp (Cyprinus carpio). Research using experimental methods with the experimental design used was Complete Random Design (RAL) factorial pattern 2 x 4 with Deuteronomy as much as 3 times. The free variables of a given type of feed and feeding of time dependent Variable, is the viability of probiotic cells and changes in the blood picture of goldfish. Treatment for customers include: (1) carp fed on feed pellets and probiotic capsules for 0 days, 7 days, 14 days, and 21 days, (2) carp fed on feed pellets with probiotics that are sprayed on pellet for 0 days, 7 days, 14 days, and 21 days. The results showed that the viability of the encapsulation of Lactobacillus SP. using a SS1n matrix of starch and by spraying on commercial pellets do not provide a different influence (P>0,05) on total bacteria in intestinal, total lactic acid bacteria in the contents of the intestinal. | |
| 11027 | 3941 | A1H008002 | Prototipe Alat Pengukur Kematangan Buah Mangga (Mangifera Indica L.) Menggunakan Deret Sensor LDR. | Sebagaian besar, kematangan buah mangga biasanya ditandai dengan perubahan warna kulit buah. Perubahan warna kulit buah dapat dibaca dengan sensor LDR melalui prinsip pemantulan cahaya yang dikenakan terhadap buah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun alat pengukur kematangan buah mangga berbasis deret sensor LDR, mengkaji karakteristik luaran deret sensor LDR terhadap indikator kualitas (warna, kekerasan, kadar padatan terlarut) buah mangga merumuskan hubungan perubahan indikator kualitas buah mangga dengan respon deret sensor LDR. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu, perancangan alat, meliputi perancangan struktural dan perancangan fungsional. Tahap kedua pembuatan alat dan tahap ketiga uji unjuk kerja yang meliputi uji fungsional, uji keandalan, uji tanpa beban dan uji menggunakan beban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat secara fungsional dan struktural dapat beroperasi sesuai rancangan. Alat ini terbagi dalam tiga bagian utama, yaitu bagian sumber cahaya, ruang pendistribusi cahaya dan ruang sensor. Pada uji unjuk kerja tanpa beban didapatkan waktu recovery selama 1 menit setelah alat dinyalakan, waktu yang baik untuk pengukuran pada bahan, yaitu menit ke-1 sampai 2 dan suhu lampu, 60oC pada pengukuran selama 10 menit. Uji unjuk kerja menggunakan beban diperoleh hasil bahwa dari ketiga perlakuan yang dibuat, semakin jauh jarak jatuh cahaya, maka respon sensor semakin kurang peka yang diindikasikan dengan rentang hambatan yang semakin kecil. Jarak jatuh cahaya 1,5 cm memiliki rentang 31,79 – 29,58 ohm, 2,5 cm 10,98 – 10,69 ohm dan 3,5 cm 7,44 – 7,22 ohm. Hubungan antara respon sensor dengan kekerasan cukup linier, dengan koefisien determinasi R2 = 0,979 dan persemaan regresi yang didapatkan adalah y = 0,139x – 3,782. Hubungan respon sensor dan kadar padatan terlarut, koefisien determinasinya sebesar R2 = 0,955, dan persamaan regresinya adalah y = 0,135x2 -8,451x + 144,2. | Mostly, mango maturity is usually marked by changes in skin color of fruit. Changes in fruit color can be read by LDR sensor through light reflection principle that imposed on the fruit. The aim of this research is to design a grader maturity mango using LDR sensor, to know the characteristics of output LDR sensor to quality indicators(color, hardness and levels of dissolved solids) and to determine the relationship of LDR sensor response to changes in mango maturity indicators. This research is divided into three phases, namely, design tools include structural and functional design, manufacture of tools and performance testing include functional testing, reliability testing, and performance testing with or without using weights. The results of the research showed that the tool can operated as designed both in functional and structural.The tool is divided into three main parts, namely light source, distributor of light and sensors space. In the no-load test performance, it can be concluded that the tool needs one minute of recovery after it is turned on. A good time to measure the object are in the first to the second minute and 60 ° C light temperature for 10 minute of measurement. In addition, the results of performance test using weights are from three treatments made, the greater the distance of light falls can be the less sensitive the sensor response as indicated by the smaller range of resistance. Distance of 1.5 cm falling light has a range from 31.79 to 29.58 ohm, 2.5 cm from 10.98 to 10.69 ohms and 3.5 cm from 7.44 to 7.22 Ohm. The relationship between the sensor response to hardness is quite linear, with the value of determination coefficient R2 = 0.979 and regression equation was y = 0.139 x - 3.782. Sensor response relationships and levels of dissolved solids, the determination coefficient was R2 = 0.955, and the regression equation was y = 0,135x2 -8,451 + 144,2. | |
| 11028 | 3942 | A1L008091 | RESPONS PEMBERIAN BERBAGAI JENIS PUPUK ORGANIK CAIR ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica Juncea L) SECARA HIDROPONIK RAKIT APUNG | Teknologi hidroponik muncul sebagai salah satu alternatif budidaya tanaman di lahan sempit. Penggunaan limbah ternak sebagai pupuk organik cair alami merupakan langkah awal dalam penerapan teknologi hidroponik yang aplikatif bagi para petani dilihat dari segi teknis dan penyediaan nutrisi yang relatif lebih murah dan mudah didapatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pemberian jenis dan konsentrasi limbah ternak sebagai pupuk organik cair terhadap pertumbuhan tanaman sawi secara hidroponik rakit apung. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F. Pengujian secara split plot digunakan untuk variabel pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun. Apabila terdapat perbedaan antar perlakuan dilakukan uji lanjut dengan DMRT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pupuk yang berasal dari kotoran ayam memberikan hasil terbaik pada beberapa variabel tanaman. Perlakuan konsentrasi memberikan hasil terbaiknya pada perlakuan dengan konsentrasi 15 ml/L. Interaksi terbaik pada tinggi tanaman didapat pada perlakuan menggunakan pupuk yang berasal dari kotoran ayam dengan konsentrasi 20 ml/L. Interaksi terbaik pada jumlah daun dan bobot segar tajuk didapat pada perlakuan menggunakan pupuk yang berasal dari urine kelinci dengan konsentrasi 15 ml/L. | Hydroponic technology comes as the one of alternative solution in plant cultivation on limited field. Using organic fertilizer on mustard hydroponic cultivation is the one step in applying technology which is achievable for farmer refer to technique and suppliying nutrition for plant. The aim of this research to know the response growth and result of mustard with giving type and concentration of organic fertilizer based on floating hydroponic system. This research used Randomized Completely Block Design (RCBD). The obtained data were analyzed using F test. Split Plot test used for growth variable consist of plant height and leaf number. When there is difference, it will be continue with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at the level error of 5%. The results showed that type of organic fertilizer from chicken feses give the best result for some plant variables. Concentration treatment give the best result on treatment with concentration is 15 ml/L. The best interaction on plant height is treatment which used chicken feces with concentration is 20 ml/L. The best interaction on leaf number and fresh leaf weight is treatment which used rabbit urine with concentration is 15 ml/L. | |
| 11029 | 3991 | G1F007082 | PENETAPAN KADAR IODIUM DALAM GARAM DAPUR BERYODIUM DENGAN PENGOMPLEKS POLIVINILPIROLIDON MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS | Penetapan Kadar Iodium Dalam Garam Dapur Beryodium Dengan Pengompleks Polivinilpirolidon Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis Ranti Pratiwi, Tuti Sri Suhesti, Hendri Wasito Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu – Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Tiwi_328165@yahoo.co.id INTISARI Penentuan kandungan iodium dalam garam dapur beryodium memerlukan metode analisis yang tepat karena informasi kuantitatif sangat diperlukan oleh masyarakat dan institusi pemerintah. Iodium yang dikompleks memberikan hasil yang stabil sehingga dapat mencegah terjadinya oksidasi I- oleh oksigen. Polivinilpirolidon (PVP) merupakan polimer yang dapat membentuk kompleks stabil dengan iodium melalui ikatan hidrogen. Tujuan penelitian ini adalah menentukan parameter validasi dan kadar iodium dalam garam dapur beryodium melalui pembentukan kompleks PVP-Iodium menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental laboratorium. Garam beryodium (dihitung sebagai KIO3) direaksikan dengan KI dalam suasana asam agar terbentuk iodin bebas, kemudian dikompleks dengan PVP sehingga terbentuk kompleks PVP-Iodin berwarna kuning yang stabil dan ditentukan parameter validasinya. Data disajikan secara deskriptif dalam bentuk rerata dan simpangan baku. Kadar Iodium (dihitung sebagai KIO3) dalam garam beryodium dapat ditetapkan dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunakan pengompleks polivinilpirolidon pada panjang gelombang maksimum 520,5 nm. Hasil analisis memenuhi parameter validasi yang dipersyaratkan dengan nilai persen perolehan kembali (recovery) sebesar 102,5% dan nilai HORRAT sebesar 0,24. Kadar Iodium (dihitung sebagai KIO3) dalam sampel garam beryodium sebesar 80,76 ± 3,157 ppm. Kata kunci: iodium, polivinilpirolidon, spektrofotometri UV-Vis, garam beryodium | ABSTRACT Determination of iodine content in iodized salt requires analytical method properly for quantitative information is needed both society and goverment institutions. Complexing iodine-PVP gives stabe result so it can prevent the oxidation of I- by oxygen. Polyvinylpyrrolidone (PVP) is a polymer that can make stable complexes with iodine through hydrogen bond. The purpose of this research is to determine validation parameters and level of iodine in iodized salt through complexing PVP-iodine using UV-Vis spectrophotometry method. This research is carried out by laboratory experimental method. Iodized salt (calculated as KIO3) is reacted with KI in acidic condition to form free iodine, then it complexed with PVP so it became PVP-iodine complex with colour yellow is stable and then validation parameters. The data are presented descriptively in the form of mean and standard deviation. Iodine levels (calculated as KIO3) in iodized salt can be determined by UV-Vis spectrophotometry method using polyvinylpyrrolidone complexing at maximum wavelength of 520.5 nm. The results of analyzes meet the required validation parameter with a value of percent recovery (recovery) of 102.5% and a value of 0.24 HORRAT. Iodine levels (calculated as KIO3) in samples of iodized salt at 80,76 ± 3,157 ppm. Key words: Iodine, Polyvinylpyrrolidone, UV-Vis spectrophotometry, Iodized salt | |
| 11030 | 3970 | B1J008181 | STUDI KEKERABATAN IKAN FAMILIA CYPRINIDAE YANG TERTANGKAP DI SUNGAI SERAYU KABUPATEN BANYUMAS | Cyprinidae merupakan familia ikan air tawar yang memiliki anggota spesies cukup banyak dan tersebar hampir di seluruh penjuru dunia. Familia tersebut memiliki peran penting dalam menunjang kehidupan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah spesies ikan familia Cyprinidae yang tertangkap di Sungai Serayu serta hubungan kekerabatannya. Metode yang digunakan adalah survei dengan pengambilan sampel secara Purposive Random Sampling. Materi penelitian meliputi spesies ikan anggota familia Cyprinidae yang merupakan koleksi dari Ibu Dian Bhagawati yang di ambil dari Sungai Serayu Kabupaten Banyumas. Cara kerja penelitian meliputi pengambilan sampel, pengawetan sampel serta pengamatan di laboratorium yang meliputi identifikasi, determinasi, penentuan karakter morfologi, penentuan spesies ikan dan kekerabatannya. Variabel yang diamati adalah karakter morfologi yang meliputi bentuk dan warna tubuh, spesifikasi sirip pada tubuh, bentuk garis rusuk, bentuk sirip ekor, letak mulut, panjang total dan panjang standar, tinggi badan dan tinggi batang ekor. Data yang diperoleh dihitung koefisien asosiasi antar spesies (S) kemudian dilakukan pengelompokan dengan metode UPGMA Cluster Analysis melalui program Numerical Taxonomy System (NTSYS) versi 2.02i, dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan fenogram yang diperoleh. Hasil pengambilan sampel diperoleh 8 spesies ikan, yiatu Puntius orphoides, Barbodes gonionotus, Osteochilus sp., Osteochilus vittatus, Osteochilus hasselti., Labiobarbus leptocheilus, Cyprinus carpio, dan Rasbora sp.. Hasil analisi menunjukkan bahwa kekerabatan paling dekat berdasarkan sifat morfologi yaitu antara Puntius orphoides dan Rasbora sp. yang memiliki nilai koefisien asosiasi terbesar yaitu 0,8292. Nilai asosiasi terkecil dimiliki oleh P. orphoides dan Osteochilus sp. yaitu dengan nilai 0,3000. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang kekerabatan fenetik spesies ikan familia Cyprinidae yang tertangkap di Sungai Serayu Kabupaten Banyumas. | Cyprinidae is a family of freshwater fish that has quite a lot of important members and spread almost all over the world. The purposes of this study were to determine the number of fish species caught under the family Cyprinidae in Serayu River and their relationships are. The method used was survey with purposive random sampling. Research materials included members of Cyprinidae fish species which is the collection of Mrs. Dian Bhagawati taken from the River Serayu Banyumas. The sequence of research included sampling, sample preservation, observation in the laboratory i.e identification, determination of morphological characters, species of fish and their relationships. Observed variables were morphological characters that included body shape, colors, fins specification total and standard on the body, the shape of lateral line, caudal fin shape, the location of the mouth, body length, height and height of caudal tail. Data analysis were with calculated coefficient of association among species (S) was analysis with UPGMA Cluster Analysis through the Numerical Taxonomy System (NTSYS) version 2.02i, and analyzed descriptively based on phenogram obtained. The fish obtained were 8 species i.e, Puntius orphoides, Barbodes gonionotus, Osteochilus sp., Osteochilus vittatus, Osteochilus hasselti., Labiobarbus leptocheilus, Cyprinus carpio, and Rasbora sp.. The results showed that the closest relationship based on morphological characteristics, ie between Puntius orphoides and Rasbora sp. which had the greatest association coefficient of 0.8292. The smallest value of the association was followed P. orphoides and Osteochilus sp. with the value of 0.3000. This study was expected to provide information of fish species collection in the familia of Cyprinidae in Serayu River and their phenetic relationship. | |
| 11031 | 3421 | F0A009077 | Upaya Peningkatan Kosakata Bahasa Inggris Menggunakan Kuis Audio-Visual pada Siswa Kelas 3 di Sekolah Dasar Negeri III Purwokerto Lor The Use of Audio-Visual Quiz To Increase Vocabulary Skill on the 3rd Grade Students of Purwokerto Lor 3 State Elementary School | RINGKASAN Kerja Praktik ini berjudul Upaya Peningkatan Kosakata Bahasa Inggris Menggunakan Kuis Audio-Visual pada Siswa Kelas 3 di Sekolah Dasar Negeri III Purwokerto Lor. Tujuan dari Kerja Praktik ini adalah untuk mengetahui kemampuan kosakata bahasa Inggris dan meningkatkan minat belajar siswa menggunakan media audio-visual. Penggunaan media audio-visual diharapkan mampu mengatasi kendala dalam pembelajaran bahasa Inggris pada anak-anak. Pembelajaran bahasa Inggris pada kelas 3 di SDN III Purwokerto Lor masih sangat sederhana. Guru hanya menggunakan buku dan jarang menggunakan media untuk menyampaikan materi. Hal itu menyebabkan siswa menjadi bosan dan mudah kehilangan konsentrasi. Dengan menggunakan kuis audio-visual diharapkan mampu mengatasi masalah yang ada. Penggunaan kuis audio-visual adalah sebuah inovasi yang baru untuk membuat siswa merasa belajar sambil bermain sehingga mudah dalam mempelajari kosakata bahasa Inggris. Dalam penggunaan kuis audio-visual tidak lepas dari beberapa kendala. Kendala tersebut yaitu penguasaan kosakata bahasa Inggris (vocabulary) yang rendah, kondisi kelas yang tidak kondusif baik siswanya yang ribut maupun ruang kelas yang tidak memadai untuk penggunaan kuis audio-visual dan kemampuan siswa yang berbeda-beda. Untuk mengatasi kendala saat penggunaan media kuis media audio-visual maka dilakukan beberapa tindakan solusi, yaitu : 1. Perencanaan Yaitu dengan cara membuat kuis media audio-visual yang sesuai dengan kemampuan siswa. Hal itu perlu diperhatikan karena kuis media audio-visual bersifat untuk memudahkan siswa dalam mengingat vocabulary yang telah diajarkan. 2. Peralatan Kondisi kelas yang kurang memadai bisa diselesaikan dengan cara mempersiapkan peralatan. Peralatan yang diperlukan seperti komputer dan LCD harus sudah dipersiapkan, bahkan peralatan tambahan juga perlu dipersiapkan untuk medukung penggunaan media audio-visual. 3. Pengawasan Pengawasan dibutuhkan untuk mengurangi keributan saat sesi kuis media audio-visual. Pengawasan bisa dilakukan dengan cara mendekati siswa kemudian menanyakan apakah terdapat kesulitan atau bahkan menegur siswa yang ribut. Akhirnya penggunaan kuis audio-visual memberikan efek yang baik pada pembelajaran bahasa Inggris khususnya pembelajaran vocabulary. Siswa menjadi lebih tertarik belajar bahasa Inggris dan fokus pada saat pembelajaran. Berdasarkan data setelah penggunaan kuis audio-visual, terdapat 80% siswa mengalami peningkatan dalam vocabulary. | SUMMARY The title of this Job Training is The Use of Audio-Visual to Increase Vocabulary Skill on The 3rd Grade Students of Purwokerto Lor 3 State Elementary School. This is aimed at knowing the vocabulary skill and increasing in English learning. Audio-visual media is used to overcome the barriers in English learning of children. The learning of English language in 3rd grade at Public Elementary School III Purwokerto Lor is still very simple. Teacher just uses textbooks and rarely uses the media to teach the material. It causes the students get bored and easily loss the concentration. By using the quiz of audio-visual it is hoped to overcome the problem. The usage of quiz audio-visual is a new innovation to make the students feel like learning by playing so it will make them easier in learning the vocabularies of English language. Using the quiz of audio-visual can not be separated from some obstacles. These obstacles are the low usage of vocabularies of English language, the class condition that is not conducive in which the students always make noise or insufficient of class room in learning quiz of audio-visual and the difference of student ability. To overcome the obstacles of using the media audio-visual quiz so it is conducted there are some solutions as follows : 1. Planning That is by making quiz of audio-visual is appropriate with the students ability. It is important because quiz of audio-visual has the characteristic to make easier students in remembering the vocabularies that have been studied. 2. Equipment Class condition that is insufficient can be overcome by preparing the equipments. The equipments that are needed like computer and LCD must be prepared and the supplementary equipments is also prepared to support the usage of the media of audio-visual. 3. Controlling Controlling is needed to reduce the noisy while the session quiz of audio-visual. It can be conducted by coming closer to students then asking if there any difficulties or even remind students to quiet. Finally the usage of the quiz of audio-visual can give the good effect in learning the English language especially in learning the vocabulary. The students become more interesting in learning the English language and more focusing while studying. Based on the data after the usage of the quiz of audio-visual there are 80% students who experience the increment in vocabulary. | |
| 11032 | 3946 | G1B008049 | PERILAKU SEKSUAL REMAJA AKIBAT PAPARAN MEDIA PORNOGRAFI (Studi Kualitatif pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu–Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto) | Remaja akan mengalami berbagai perubahan dalam hidupnya, salah satunya adalah meningkatnya minat seksual remaja yang dapat mendorong remaja melakukan perilaku seksual. Paparan media pornografi disinyalir dapat berpengaruh terhadap perilaku seksual remaja. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pengetahuan, sikap, dan aktivitas seksual remaja akibat paparan media pornografi. Desain penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Informan utama berjumlah 6 orang dan informan pendukung berjumlah 5 orang. Teknik penentuan subyek penelitian secara snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan jenis media pornografi yang digunakan remaja adalah film, video, gambar, majalah, dan situs porno. Frekuensi paparan antara 1 sampai 3 kali dalam seminggu. Faktor pendorong adalah jenuh, pusing, stress, butuh hiburan, iseng, dan pengaruh teman. Sumber pengetahuan yang diperoleh dari media pornografi berupa jenis media pornografi, proses hubungan seksual, bentuk fisik wanita, cara merayu dan merangsang wanita serta istilah tentang seksualitas. Remaja setuju dengan aktivitas seksual selama masih dalam batas kewajaran. Bentuk aktivitas seksual yang dilakukan adalah masturbasi, pegangan tangan, rangkulan, pelukan, ciuman, meraba bagian sensitif, dan petting. Kepada pihak terkait disarankan agar meningkatkan informasi dan edukasi mengenai media pornografi dan perilaku seksual, serta remaja dapat melakukan upaya pencegahan dari dampak paparan media pornografi dan perilaku seksual. | Adolescents will experience various changes in their life, one of which is the growing of sexual interest that may lead adolescent to commit sexual behavior. The exposure of pornography media allegedly may affect the adolescents sexual behavior. The aim of this research was to describe adolescents knowledge, attitude, and sexual activities as the effects of pornography media exposure. The research design used qualitative descriptive method. There were six key informants and five supporting informants. Technique of determining the research subject was by snowball sampling. The result of the research showed that the types of pornography media used by adolescents were movies, videos, pictures, magazines, and porn sites. Exposure frequencies were once to three times a week. The supporting factors were boredom, dizziness, stress, amusement need, just for fun, and influence from peers. The knowledge obtained from pornography media were the types of pornography media, sexual intercourse processes, female’s physical appearance, way to seduce and stimulate female as well as the terms related to sexuality. Adolescents stated that they agreed in sexual activities as long as still in acceptable limit. The forms of sexual activities were masturbation, holding hands, embracing, hugging, kissing and petting. For the concerned parties, it is suggested to improve in providing information and education about pornography media and sexual behavior and adolescents can take steps to prevent the impact of pornography media exposure and sexual behavior. | |
| 11033 | 3957 | C1C008075 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN (STUDI PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2007-2011) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan ke Bursa Efek Indonesia, antara lain variabel profitabilitas, leverage keuangan, likuiditas, total aset, kepemilikan publik, dan reputasi Kantor Akuntan Publik (KAP) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara tahun 2007 hingga tahun 2011. Data yang digunakan adalah laporan keuangan dan laporan auditor independen yang dipublikasikan melalui website www.idx.co.id dan data tanggal publikasi ke BEI diperoleh dari BEI Corner Universitas Diponegoro. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Model analisis yang digunakan adalah regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel profitabilitas berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ketepatan waktu dengan nilai koefisien sebesar -0.743 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.342, variabel leverage keuangan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ketepatan waktu dengan nilai koefisien sebesar -0.028 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.588, likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketepatan waktu dengan nilai koefisien sebesar 2.741 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.046, variabel total aset berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap ketepatan waktu dengan nilai koefisien sebesar -0.063 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.730, variabel kepemilikan publik berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ketepatan waktu dengan nilai koefisien sebesar 1.283 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.414, sedangkan variabel reputasi KAP berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketepatan waktu dengan nilai koefisien 2.324 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000. | The purpose of this research is to test factors affecting timeliness of publication to Bursa Efek Indonesia (BEI), which are profitability, leverage, liquidity, total assets, public ownership, and public accountant reputation on banking companies which are registered in BEI between year of 2007 to 2011. The data used was financial statement and independent auditor statement released from website www.idx.co.id and the data of the date of publication to BEI was from BEI Corner of Diponegoro University. The method of sampling used was purposive sampling method. Analysis model used was logistic regression. The result of the research shows that profitability has negative but no significant correlation which is -0.743 as coefficient and 0.342 as significance level, leverage has negative but no significant correlation which is -0.028 as coefficient and 0.588 as significance level, liquidity has positive and significant correlation which is 2.741 as coefficient and 0.046 as significance level, total assets has negative but no significant correlation which is -0.063 as coefficient and 0.730 as significance level, public ownership has positive but no significant correlation which is 1.283 as coefficient and 0.414 as significance level, and public accountant reputation has positive and most significant correlation which is 2.324 as coefficient and 0.000 as significance level. | |
| 11034 | 3948 | G1B008111 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN PENDIDIKAN SEKSUALITAS REMAJA PADA ORANG TUA DI DESA KUDAILE KABUPATEN TEGAL | Pendidikan seksual adalah suatu usaha sadar untuk menyiapkan dan membentuk manusia-manusia dewasa yang dapat menjalani kehidupan yang bahagia, dapat mempergunakan fungsi seksnya serta bertanggungjawab baik dari segi individu, sosial maupun agama. Setelah dilakukan studi pendahuluan di Desa Kudaile ada remaja berusia 10-24 tahun yang seharusnya masih usia sekolah tetapi sudah menikah. Orang tua merupakan salah satu diantara komponen sosial yang ikut mempengaruhi sikap anak dan mempunyai peran penting dalam memberikan pendidikan seks kepada anaknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pendidikan, persepsi dan akses informasi terhadap pemberian pendidikan seksual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Papulasi penelitian sebanyak 442 KK dengan sampel 80 KK diambil secara acak menggunakan Cluster Random Sampling. Teknik analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (p=0,000), pendidikan (p=0,000), persepsi (p=0,007) berhubungan dengan pemberian pendidikan seksual sedangkan akses informasi (p=0,310) tidak ada hubungan dengan pemberian pendidikan seksual. Saran bagi orang tua diharapkan dapat lebih mengawasi pergaulan anak remaja nya dan lebih meningkatkan kembali perannya dalam pendidikan kesehatan reproduksi. | Sexual education is a conscious effort to prepare and establish adult humans that can live a happy life, be able to use the sexual function and responsible both in individual, social and religious aspects. After performing preliminary study in the Kudaile village, it was found that there were teenagers aged 17-20 who should be in school age but actually are married. Parents are among the social components that influence the teenagers’ attitudes and have an important role in providing sex education to their children. The purpose of this study was to determine whether there were relationships between knowledge, education, perception of and access to information on the provision of sexual education. This study used analytic descriptive by cross-sectional approach. Research population amounted to 442 households with the samples of 80 households drawn randomly using Cluster Random Sampling. Data analysis techniques included univariate and bivariate analyses. The results showed that knowledge (p = 0,000), education (p = 0,000), and perception (p = 0,007) variables associated with the provision of sex education while the access to information (p = 0,310) had no connection with the provision of sexual education. As a suggestion, parents are expected to give more supervision on their children’s social relationships and further enhance their role in reproductive health education. | |
| 11035 | 3949 | E1E005044 | PEMBIAYAAN MIKRO (StudiTentangKesadaranHukumNasabahTerhadapRisikodalamPemberianPembiayaan di Bank SyariahMandiriCabangPurwokerto) | ABSTRAK Penelitian ini mengambil judul PEMBIAYAAN MIKRO (Studi Tentang Kesadaran Hukum Nasabah Terhadap Risiko dalam Pemberian Pembiayaan di Bank Syariah Mandiri Cabang Purwokerto) .Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kesadaran hokum nasabah terhadap risiko dalam pemberian Pembiayaan di Bank Syariah Mandiri Cabang Purwokerto dan untuk mengetahui pengaruh faktor motivasi dan pendidikan terhadap kesadaran hukum nasabah dalam risiko pemberian Pembiayaan di Bank Syariah Mandiri cabang Purwokerto. Metode pendekatan yang dipakai adalah yuridis sosiologis, yaitu pendekatan dengan melihat fenomena masyarakat atau peristiwa social budaya sebagai jalan untuk memahami hukum yang berlaku dalam masyarakat. Spesifikasi Penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Data yang diperlukan adalah data Primer yang bersumber dari individu-individu nasabah pembiayaan mikro di Bank Syariah Mandiri Cabang Purwokerto dan data Sekunder yang bersumber dari hasil dokumen-dokumen resmi, literatur-literatur, artikel ilmiah, jurnal ilmiah, hasil-hasil penelitian, internet dan sebagainya sebagai penunjang terhadap masalah yang diteliti yang berhubungan dengan faktor motivasi dan pendidikan dalam pembiayaan mikro di Bank Syariah Mandiri Cabang Purwokerto. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tersebut diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa : 1. Tingkat Kesadaran Hukum Nasabah terhadap Risiko Pemberian Pembiayaan di Bank Syariah Mandiri Cabang Purwokerto adalah sedang. Hal ini dapat dibuktikan dengan indikator. a. Sedangnya tingkat pengetahuan nasabah terhadap resiko pemberian pembiayaan mikro. b. Sedangnya tingkat pemahaman nasabah terhadap resiko pemberian pembiayaan mikro. c. Netralnya sikap nasabah terhadap resiko pemberian pembiayaan mikro, dan d. Kurang sesuainya pola perilaku nasabah dalam menghadapi resiko pemberian pembiayaan mikro. 2. Faktor motivasi sedang, cukup berpengaruh terhadap kesadaran hukum nasabah dalam resiko pemberian pembiayaan mikro, sedangkan faktor pendidikan ternyata cenderung tidak mempengaruhi terhadap kesadaran hukum nasabah tersebut. | This study took the title MICRO FINANCE (Studies Legal Awareness Against Risk in Providing Customer Financing at Bank Syariah Mandiri Branch Purwokerto). Purpose of this study was to determine the legal awareness of the risks in giving customers in Bank Syariah Mandiri Finance Branch Purwokerto and to determine the effect of motivational factors legal awareness and education to clients in the risk of giving Financing Bank Syariah Mandiri branch in Purwokerto. The method used is the juridical approach to sociology, the approach by looking at the phenomenon of cultural or social events as a way to understand the laws that apply in the community. Specifications research is descriptive research that is intended to gather information on the status of an existing symptoms, the symptoms according to what the circumstances at the time of the study. The required data is Primary Data sourced from individuals microfinance clients in Bank Syariah Mandiri Branch Purwokerto and Secondary Data sourced from the official documents, literature, scientific articles, scientific journals, research results, and the internet so as a supporter of the problems examined factors related to motivation and education in microfinance in Bank Syariah Mandiri Branch Purwokerto. Based on these results and the above discussion, the authors conclude that: 1. Legal Awareness Level Giving Customer Risk Financing Bank Syariah Mandiri branch in Navan is looking. This can be evidenced by the indicator. a. Minimum level of knowledge of the customer against the risk of micro-finance provision. b. Minimum customer's level of understanding of the risks of granting microfinance. c.Neutral attitude to risk giving customers microfinance, and d. Lack of due customer behavior patterns in the provision of micro-financing risk. 2. Motivational factors were, enough to affect the customer's legal awareness in the risk of micro-finance provision, while the factor likely to affect education is the customer's awareness of the law. | |
| 11036 | 3978 | C1H008052 | EVALUASI EKSTENSIFIKASI PAJAK MELALUI PROGRAM PEMBERIAN NPWP WAJIB UNTUK SETIAP KARYAWAN TERHADAP PENINGKATAN PENERIMAAN PAJAK PPh PASAL 21 KARYAWAN PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA PURWOKERTO | EVALUASI EKSTENSIFIKASI PAJAK MELALUI PROGRAM PEMBERIAN NPWP WAJIB UNTUK SETIAP KARYAWAN TERHADAP PENINGKATAN PENERIMAAN PAJAK PPh PASAL 21 KARYAWAN PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA PURWOKERTO | EXTENSIFICATION EVALUATION PROGRAM AWARDING TAX THROUGH TAX ID FOR EVERY EMPLOYEE AGAINST THE INCREASING REVENUE FROM INCOME TAX IN (PPh PASAL 21 KARYAWAN) IN KPP PRATAMA PURWOKERTO | |
| 11037 | 3950 | C1B005114 | ANALISIS PENGARUH STRES KERJA DAN SELF EFFICACY TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AJIBARANG | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh stres kerja, self efficacy terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang dengan kepuasan kerja sebagai mediasi. Penelitian ini menggunakan survei. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian adalah 76 responden. Cluster sampling proporsional digunakan dalam penentuan responden. Metode pengumpulan data dengan memberikan kuesioner dan literarture. Data dianalisis dengan menggunakan regresi ganda dengan uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) stres kerja memiliki efek negatif pada kepuasan kerja, 2) keberhasilan Diri memiliki efek positif terhadap kepuasan kerja, 3) stres kerja memiliki efek negatif terhadap kinerja karyawan, 4) efikasi diri memiliki kinerja efek positif karyawan , kepuasan kerja 5) memiliki positif terhadap kinerja karyawan, 6) kepuasan kerja memiliki pengaruh sebagai mediator antara stres kerja terhadap kinerja karyawan, 7) kepuasan kerja memiliki pengaruh sebagai mediator antara efikasi diri terhadap kinerja karyawan. | The purpose of this research is to analyze the influences of work stress, self efficacy toward the employee performance in General District Ajibarang Hospital with job satisfaction as mediation. This research uses survey. The number of respondents is taken in the study were 76 respondents. Proportional cluster sampling used in the determination of the respondent. Methods of data collection by providing questionnaires and literarture. They was analized using multiple regression with a test of validity, reliability, and the assumption of classical. The results showed that 1) Work stress has a negative effect on job satisfaction, 2) Self efficacy has a positive effect on job satisfaction, 3) Work stress has a negative effect on employee performance, 4) Self efficacy has a positive effect employee performance, 5) job satisfaction has a positive on employee performance, 6) Job satisfaction has mediator between Work stress on the employee performance, 7) Job satisfaction has mediator between Self efficacy on the employee performance. | |
| 11038 | 3952 | E1A005090 | TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA JASA LAUNDRY TUJUH DALAM HAL HILANGNYA PAKAIAN KONSUMEN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN | Jasa laundry dalam penyelenggaraan kegiatan usahanya masih sering menimbulkan peristiwa–peristiwa yang merugikan konsumennya selaku pengguna jasa, misalnya seperti kasus kehilangan pakaian yang sering dialami oleh konsumen pada saat mencuci pakaiannya. Pada saat konsumen meminta ganti rugi, konsumen tidak mendapatkan pertanggungjawaban ganti rugi apapun dari pelaku usaha jasa laundry tersebut, sehingga konsumen sangat dirugikan oleh sikap pelaku usaha tersebut yang tidak bertanggungjawab atas kerugian akibat perbuatannya. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian yang bersifat deskriptif dengan menggunakan data sekunder dan data primer. Data akan disajikan secara deskriptif analitis dan data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian terhadap tanggung jawab Laundry Tujuh sebagai pelaku usaha jasa laundry terhadap konsumen berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen adalah pelaku usaha telah bertanggungjawab atas kerugian yang di derita oleh konsumen dengan membayar uang ganti rugi setengah harga dari pakaian yang hilang. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. | Laundry services in the operation of its business is still often cause adverse events consumers as users of the service, such as the case of loss of clothing that is often experienced by consumers when washing clothes. At the moment consumers seek redress, consumers do not receive any compensation liability of laundry services businesses, so that consumers are harmed by the attitude of these businesses are not liable for damages caused by his actions. The method used in this research is the legal regulatory approach, the specification of a descriptive study using secondary data and primary data. Data will be presented in descriptive and analytical data obtained are then analyzed qualitatively normative. Based on the research results responsibilities as entrepreneurs Seven Laundry laundry services to consumers pursuant to Act No. 8 of 1999 on The Protection of Consumer is responsible businesses have for losses suffered by consumers by paying compensation money half the price of the clothes are missing. This is in accordance with the provisions of Article 19 of Law No. 8 of 1999 on The Protection of Consumer. | |
| 11039 | 3953 | E1A007403 | PERANAN KEPOLISIAN DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN SENJATA API DI WILAYAH HUKUM POLRES BANYUMAS | ABSTRAK Kepemilikan senjata api oleh masyarakat sipil mengakibatkan kasus kriminalitas menggunakan senjata api semakin meningkat, hal tersebut menyebabkan korban penyalahgunaan senjata api semakin bertambah. Kondisi ini tentu sangat meresahkan dan menggangu ketertiban masyarakat. Dengan adanya penyalahgunaan senjata api yang sering terjadi, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku maka perbuatan tersebut merupakan suatu perbuatan yang melanggar hukum. Kepolisian menempati posisi sebagai lembaga terdepan untuk mengatasi penyalahgunaan senjata api sesuai dengan tugas pokok kepolisian dalam pasal 13 Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian. Peranan dan tugas Kepolisian dalam kasus penyalahgunaan senjata api, dipertegas dalam pasal 6 Undang- Undang Nomor 12/Drt tahun 1951 tentang Senjata Api dan Bahan Peledak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menelaah peranan Kepolisian dalam pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan senjata api di wilayah hukum Polres Banyumas dan menjelaskan faktor-faktor apa yang menghambat peranan Kepolisian dalam pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan senjata api di wilayah hukum Polres Banyumas. Untuk mencapai tujuan tersebut dan memperoleh data yang sifatnya mendalam maka penelitian ini digunakan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis secara kualitatif dan memilih lokasi penelitian di Kepolisian Resor Banyumas, dengan informan anggota Kepolisian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mencapai kepercayaan dan keakuratan maka dilakukan wawancara dan studi pustaka, oleh karena itu informan yang diambil berdasarkan purposive sampling dan snow ball sampling, dan metode uji mutu data yang digunakan adalah dengan menggunakan Triangulasi sumber. Data yang terkumpul kemudian diolah, disajikan dalam matriks data, dan di analisis secara kualitatif dengan content analysis. Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran bahwa peranan kepolisian dalam pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan senjata api berperan secara baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan indikator : ( a) terlaksananya pembinaan terhadap pemilik senjata api, sebagai bentuk langkah preemtif dalam pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan senjata api, (b) terlaksananya penjagaan, patroli, pemeriksaan rutin administrasi izin kepemilikan senjata api, sebagai bentuk langkah preventif dalam pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan senjata api, (c) terlaksananya proses penyelidikan dan penyidikan kasus penyalahgunaan senjata api dengan melakukan penangkapan, penahanan, penggledahan dan penyitaan sebagai bentuk langkah represif dalam pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan senjata api. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui faktor-faktor yang menghambat peranan kepolisian dalam pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan senjata api adalah faktor peraturan perundang-undangan, faktor peran serta masyarakat, faktor Sumber daya manusia anggota Kepolisian dalam hal kuantitas anggota Polres Banyumas tidak sebanding dengan luas wilayah Kabupaten Banyumas dan letak geografis Kabupaten Banyumas. Kata kunci: Peranan Kepolisian, Senjata Api, Penyalahgunaan | Abstract Firearm propietary by civilian resulted in increased criminality case using firearm, that problem causing victim in firearm missapplication case increased. This condition certainly verry worrying and interfering society law and order. With the presence of firearm missapplication recently, according to the legal authorized law then that evidence is breaking the law. Police force is taking forward role as institution to solving firearm missapplication in appropriate with Police main order in section 13, years 2002, law number is 2 about Policy. Police role and order within firearm missapplication case, affirmed in section 6 law number 12/ Drt year 1951 about Firearm and explosive material. This research aimed to find out and beat out Police role in firearm missapplication preventing and tackling at Polres Banyumas law area and explaining factors that obstruct Police role in firearm missapplication preventing and tackling at Polres Banyumas law area. To fullfill that objective and acquiring accurate date this research use sosiologis yuridis approach method with qualitative and choose research location in Banyumas Resor Pollice Office, with police informan.The method that used in this research to achieve reliabicity and accurability then used interview and literature study, therefore informan that have taken based on purposive sampling and snow ball sampling, and test methode of date quality used resourse Triangular. Collected date being procces later, presented in matriks date, and being qualitative analyzed with content analysis. Result from this research could give an image that Police role in firearm missapplication preventing and tackling finely played. This fact could be proven with with indicator: a. Presence of firearm owner development, as a form of preemtif step in firearm missapplication preventing and tackling. b. Presence of keeping, patrol, routine check of firearm propietary legal administration, as a form of preventive step in firearm missapplication preventing and tackling c. Presence of investigation procces in firearm missapplication case as a form of represif step in firearm missapplication preventing and tackling. According to this research could be understand factors that obstruct police role in firearm missapplication preventing and tackling, there are law factor, society role factor, human resource factor because in quantity side, police pesonel in Polres Banyumas have disproportionately with wide area of Banyumas regency and geographical location of Banyumas regency. Keyword : police, Firearm, abuse, | |
| 11040 | 3968 | B1J007121 | DEKOLORISASI LIMBAH BATIK MENGGUNAKAN LIMBAH MEDIUM TANAM Pleurotus ostreatus PADA WAKTU INKUBASI YANG BERBEDA | Limbah batik merupakan salah satu sumber pencemaran air yang tinggi, untuk mengurangi pencemaran tersebut maka dilakukan pengolahan limbah sebelum dibuang ke lingkungan. Teknologi pengolahan limbah batik dilakukan secara biologi, kimia, fisika, maupun kombinasi antara ketiga proses tersebut. Penelitian ini menerapkan teknologi pengolahan kombinasi antara biologi dan fisika, yaitu dengan memanfaatkan limbah medium tanam Pleurotus ostreatus sebagai agen dekolorisasi. Secara biologi adalah dengan memanfaatkan miselium P. ostreatus dan secara fisika yaitu memanfaatkan selulosa dalam limbah medium tanam jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah medium tanam P. ostreatus dengan lama waktu inkubasi berbeda terhadap dekolorisasi limbah batik, serta mengetahui waktu inkubasi paling baik pada penggunaan limbah medium tanam P. ostreatus yang menghasilkan persentase dekolorisasi tertinggi pada limbah batik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data persentase dekolorisasi yang diperoleh dianalisis menggunakan uji varian (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95% dan 99% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan variasi lama waktu inkubasi dekolorisasi limbah batik menggunakan limbah medium tanam P. ostreatus berpengaruh sangat nyata terhadap dekolorisasi limbah batik. Lama waktu inkubasi paling baik dalam dekolorisasi limbah batik adalah 60 jam (LW5), dengan persentase dekolorisasi sebesar 85,64%. | The colour of the liquid batik waste industry is one source of water pollution. It must be done batik waste treatment before discharged into the environment. Batik waste treatment technologies are biologically, chemistrically, physically, or combination of three processes. This research applied a combination of biology and physics technologies, namely used spent mushroom of Pleurotus ostreatus as the decolorization agent. Biologically is use mycelium of P. ostreatus, and physically is use cellulose from spent mushroom. The aims of research are to determine the effect of spent mushroom with variation incubation time on batik waste decolorization, and to know the optimum incubation time with highest decolorization batik waste percentage using spent mushroom of P. ostreatus. The method used in this research is experimental by the experimental design of completely randomized design (CRD). The data obtained were statistically analyzed using Varian Test (ANOVA) on confidence level of 95% and 99% and continued with Honest Significant Difference Test (BNJ) with 95% confidence level. The result show that variation incubation time treatment of batik waste decolorization used spent mushroom of P. ostreatus provide a highly signification effect on batik waste decolorization. The optimum incubation time is 60 hour (LW5), with decolorization percentage is 85,64%. |