Artikelilmiahs

Menampilkan 10.961-10.980 dari 48.977 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
109613497E1A008083KEKUATAN SAKSI YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN DARAH DENGAN TERDAKWA
(Studi Terhadap Putusan Perkara Nomor:82/pid. B/2009/PN.Pwt)
Penelitian dengan judul KEKUATAN SAKSI YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN DARAH DENGAN TERDAKWA (Studi Terhadap Putusan Nomor 82/Pid. B/2009/PN.Pwt ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan alat bukti keterangan saksi yang mempunyai hubungan darah dengan terdakwa dalam tindak pidana pencurian dalam keluarga berdasarkan putusan Nomor : 82/Pid.B/2009/PN.Pwt. Berdasarkan putusan tersebut Kekuatan alat bukti keterangan saksi yang mempunyai hubungan darah dengan terdakwa sama dengan alat bukti yang lain, karena Saksi telah diambil sumpahnya sebelum memberikan keterangannya di depan persidangan, Keterangan saksi dinyatakan dalam sidang pengadilan dan Keterangan saksi apabila dihubungkan dengan keterangan saksi-saksi lainnya saling persesuaian dan saling menguatkan. Dalam memberikan keterangannya, saksi yang mempunyai hubungan darah dengan terdakwa harus mempunyai kehendak untuk memberikan keterangan sebagai saksi dan kehendak itu disetujui secara tegas oleh Hakim, penuntut Umum dan Terdakwa.

Kata kunci: alat bukti, saksi yang mempunyai hubungan darah dengan terdakwa.
The study with title STRENGTH OF WITNESS WHO HAS HAEMATICAL RELATIONSHIP WITH DEFENDANT (Study Of Decision With Number 82/Pid. B/2009/PN.Pwt). It purposes to determine the strength of witness’s testimony as an evidence, who has haematical relationship with defendant, in the crime of theft within family based on decision No. 82/Pid.B/2009/PN.Pwt. Based on that decision, the strength of witness’s testimony who has haematical relationship with defendant, is similarly with other evidence, because the witness had been sworn before giving testimony in front of the court, witness testimony is revealed in court, and when linked with others are mutual rapprochement and mutual reinforcing. In giving testimony, the witness who has haematical relationship with defendant must has willing to testify as a witness, and it must be agreed by the judge, prosecutor and defendant.

Keywords: evidence, witness who has haematical relationship with the defendant.
109623873E1A005370Peran World Health Organization dalam Bidang Kesehatan menurut Hukum Internasional (Kajian terhadap Penanganan Flu Burung oleh WHO di Indonesia)Munculnya kasus flu burung pada manusia di Indonesia merupakan suatu hal yang harus diwaspadai. Indonesia sebagai anggota dari masyarakat dunia juga tidak menutup diri tentang keberadaan penyakit ini. Keberadaan Indonesia sebagai anggota dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara langsung juga meminta pertimbangan dan peran aktif dari lembaga di bawah naungan PBB yang khusus mengurusi tentang kesehatan yaitu WHO (World Health Organization).
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitis, sumber bahan hukum bahan hukum primer, sekunder dan tersier, metode pengumpulan bahan hukum dalam penelitian ini dilakukan dengan inventarisasi peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan studi kepustakaan, metode penyajian bahan hukum disajikan dalam bentuk teks naratif, dan metode analisis yang dipergunakan adalah analisis normatif kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal.
Pengaruh WHO dalam penanganan flu burung di Indonesia dapat disimpulkan tidak terlalu memegang peranan. WHO memang memberikan bantuan kepada pemerintahan Indonesia namun bantuan itu bukanlah bentuk bantuan yang paling dibutuhkan Indonesia dalam usahanya menangani serangan flu burung di masyarakat. Hal yang paling dibutuhkan Indonesia, yakni anti virus (vaksin) malah ditemukan sendiri oleh orang Indonesia. hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak terlalu memerlukan campur tangan WHO.
The emergence of human cases of avian flu in Indonesia is something to watch. Indonesia as a member of the world community did not shut up about the existence of this disease. The existence of Indonesia as a member of the United Nations (UN) also directly ask for consideration and the active role of institutions under the auspices of the United Nations special care about the health of the WHO (World Health Organization).
The research method used in this study is a normative juridical approach, the specification of research used is descriptive analytical research, sources of primary legal materials legal materials, secondary and tertiary methods of collection of legal materials in the study conducted by an inventory of legislation, documentation and studies literature, legal methods of presenting material presented in narrative text form, and analytical methods used are normative analysis of qualitative models of systematic and grammatical interpretation.
Effect of WHO in the handling of avian flu in Indonesia can be concluded not too plays a role. WHO is providing assistance to the government of Indonesia but it is not a form of relief is most needed help Indonesia in its handling of avian flu in the community. The most needed by Indonesia, the anti-virus (vaccine) instead found himself by the people of Indonesia. it shows that Indonesia is not too requires the intervention of WHO.
109633849B1J008110KEMAMPUAN PREDASI TUNGAU PREDATOR Amblyseius sp. TERHADAP TUNGAU HAMA Tetranychus urticae KochTetranychus urticae Koch adalah salah satu tungau hama pada tanaman singkong (Manihot esculenta Crantz) yang menyerang bagian permukaan bawah daun. Amblyseius sp. yang tergolong dalam familia Phytoseiidae merupakan salah satu musuh alami yang potensial untuk mengendalikan tungau hama dari familia Tetranychidae, termasuk diantaranya T. urticae. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah masing-masing stadia tungau hama T. urticae terhadap kemampuan predasi Amblyseius sp. selama 24 jam. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dicobakan terdiri atas 4 stadium yaitu telur, larva, nimfa, dan dewasa dari tungau hama T. urticae masing-masing 5 individu dengan diberi masing-masing 1 individu dewasa Amblyseius. sp. dan diulang masing-masing sebanyak 4 kali. Data hasil kemampuan predasi yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam pada tingkat kesalahan 5 % dan dilanjutkan dengan uji berjarak Duncan pada tingkat kesalahan yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan predasi tungau predator Amblyseius sp. berbeda nyata terhadap berbagai stadium tungau hama T. urticae Koch (P kurang dari 0,05). Kemampuan predasi tungau predator Amblyseius sp. tertinggi pada stadium telur T. urticae.Tetranychus urticae Koch is one of pest mite on cassava (Manihot esculenta Crantz) that attack the underside of leaves. Amblyseius sp. belonging to the Phytoseiidae familia is one of potential natural enemies to control pest mites of the familia Tetranychidae, including T. urticae. The research purpose is was to determine the effect of sum each pest mite stadia T. urticae providing on predation ability of Amblyseius sp. for 24 hours. The research method is using experimental methods with Completely Randomized Design (CRD). The treatments consisted of four stadiaum ie eggs, larvae, nymphs, and adults of the pest mite T. urticae each 5 individuals were given each 1 individual adult Amblyseius sp. and each one repeated 4 times. The result data obtained were analyzed predation ability with various analyzes on the error rate of 5% and is continued with Duncan's test at the same error rate. The results show that the predation ability of predator mites Amblyseius sp. is significantly different to the stadium various of pest mites T. urticae Koch (P is more less than 0.05). Predation ability of predator mite Amblyseius sp. was highest is when predation egg stadium T. urticae.
109647810B1J008140Indeks Hepatosomatik, Viscerasomatik dan Model Lipostatik Ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lac.) yang Diberi Pakan Protein dan Energi yang Berbeda.Pakan memegang peranan penting dalam pertumbuhan ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac,). Perbedaan rasio protein dan energi pakan dapat mempengaruhi indeks hepatosomatik (IHS), viscerasomatik (IVS) dan model lipostatik yang digunakan sebagai parameter pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks hepatosomatik, viscerasomatik dan model lipostatik ikan gurami yang diberi pakan dengan rasio protein dan energi yang berbeda. Materi yang digunakan adalah ikan gurami dengan kelompok berat berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 2x4. Faktor pertama adalah ikan gurami dengan berat ±30 g (I1) dan ±80 g (I2). Faktor kedua adalah pakan berbentuk pelet dengan rasio protein energi sebagai berikut: 35%/3,5 kkal (P1); 35%/2,8 kkal (P2); 27%/2,2 kkal (P3) dan 27%/2,2 kkal (P4). Parameter yang diamati adalah berat hati dan berat viscera. Metode analisis yang digunakan yaitu two way anova dan dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan bahwa IHS dan IVS dipengaruhi oleh berat ikan dan jenis pakan (P<0,5). Ikan dengan berat ±30 g memiliki IHS dan IVS lebih tinggi dibanding ikan dengan berat ±80 g, dengan nilai masing 1,66% dan 1,42% untuk IHS dan 7,60% dan 6,88%. Untuk jenis pakan, pakan dengan rasio protein energi 35%/3,5 kkal memberikan IHS tertinggi yaitu sebesar 1,73%, namun memberikan hasil tidak berbeda nyata untuk IVS (P>0,5). Sementara untuk lipostatik kombinasi perlakuan ikan dengan berat ±80 g yang diberi pakan dengan kadar 35%/3,5 kkal memiliki nilai lipostatik tertinggi yaitu sebesar 0,34%. dapat disimpulkan bahwa ikan berat ±30 g memiliki IHS dan IVS lebih tinggi dibanding ikan berat ±80 g, sedangkan untuk jenis pakan secara umum pakan dengan kadar protein dan energi 35%/3,5 kkal memiliki nilai tertinggi diantara semua jenis pakan pada IHS, IVS dan model lipostatik.
The aims of this study determine hepatosomatic, viscerasomatic index and lipostatic models of carp fed with different ratio of protein and energy . The average initial body weights of the two groups tested were 30 g and 80 g. The other factor were tested are four groups feed with different protein and energy ratios, 35%/3,5 kcal (P1), 35%/2,8 kcal (P2), 27%/2,7 kcal (P3) and 22%/2,2 kcal (P4). Analytical method used two way anova continued with least significant difference (LSD). The results showed that IHS and IVS were affected by weigth of fish and type of feed (P<0,05), whereas the interaction between weight of fish and type of feed do not affect IHS and IVS (P>0,05). IHS and IVS decreased with increasing body size but increased with increasing protein and energy levels. For lipostatic model, combination fish weight 80 g fed with protein and energy ratios 35%/3,5 kcal has highes value. It is suggested that fish with weigth 30 g has higher value for IHS and IVS than fish with weight 80g, whereas for general type of feed, feed with ratio protein energy 35%/3,5 kcal has highest value among all types of feed in IHS, IVS and lipostatic model.
109653871B1J006179DAYA ANTIMIKROBA BAKTERI ENDOFIT ANGGREK TERHADAP BAKTERI PATOGEN Erwinia sp. Anggrek adalah salah satu tanaman hias yang memiliki beragam jenis dan corak sehingga banyak dikoleksi oleh masyarakat khususnya pecinta tanaman hias. Dalam usaha budidaya tanaman anggrek masih sering dijumpai berbagai permasalahan. Kendala utama antara lain berupa tingkat kegagalan yang tinggi pada saat pemindahan seedling dari botol kultur ke dalam pot yang dapat mencapai 90%. Tujuan penelitian adalah mengetahui isolat bakteri endofit yang memiliki daya antimikroba terbaik terhadap bakteri patogen Erwinia sp. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui daya antimikroba bakteri endofit. Variabel yang diamati adalah variabel bebas (jenis isolat) dan variabel tergantung (daya antimikroba). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bakteri yang berhasil diisolasi dari tanaman anggrek yaitu Pseudomonas luteola, Rhizobium radiobacter, Ochrobactrum anthropi, dan Burkholderia cepacia. Pseudomonas luteola merupakan bakteri yang memiliki daya hambat terbaik terhadap bakteri patogen Erwinia sp. Orchids are one of plants that have various types and styles, many people who loved it collected those plants. Cultivation of orchids are often encountered various problems. The constraint is about high mortality while seedling relocated from culture botle to the pot, and it can reach up to 90% mortality. The aim of this research is knowing endophytic bacteria isolates that have the best antimicrobial effect to bacterial pathogens namely Erwinia sp. Experimental method with a completely randomize design (RAL) was used to determine the antimicrobial endophytic bacteria. Independent variables (isolates type) and the dependent variable (the antimicrobial power of life) were used in this research. These results indicated that the bacteria isolated from theorchids were Pseudomonas luteola, Rhizobium radiobacter, Ochrobactrum anthropi, and Burkholderia cepacia. Bacteria Pseudomonas luteola has the best inhibition effect to the bacterial pathogens Erwinia sp.
109663872E1A005104GUGATAN GANTI KERUGIAN AKIBAT PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM MENDIRIKAN BANGUNAN DI ATAS JALAN UMUM
(Studi Terhadap Putusan No 66 / Pdt.G / 2010/ PN.Bjm)
Skripsi ini berjudul “GUGATAN GANTI KERUGIAN AKIBAT PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM MENDIRIKAN BANGUNAN DI ATAS JALAN UMUM (Studi Terhadap Putusan No 66 / Pdt.G / 2010/ PN.Bjm). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan Hukum Hakim dalam mengkualifisir unsur-unsur perbuatan melawan hukum dan ganti kerugian akibat perbuatan melawan hukum dalam Putusan No 66 / Pdt.G / 2010/ PN.Bjm)
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan hukum secara yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa Putusan Perkara Pengadilan Negeri Banjarmasin No. 66 / Pdt.G / 2010/ PN.Bjm dan Peraturan Daerah Kota Banjarmasin No.8 Tahun 2009 tentang Retribusi dan Ijin Bangunan Gedung, undang-undang serta buku-buku literatur yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Data yang diperoleh disajikan secara sistematis dan terperinci, dan analisis data dilakukan secara normatif.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa para Tergugat terbukti telah dianggap melakukan perbuatan melawan hukum, dengan alasan membangun bangunan di atas jalan umum tanpa memberitahukan dahulu kepada para penggugat, sehingga merugikan kepentingan umum. Perbuatan para Tergugat telah memenuhi unsur-unsur PMH (Perbuatan Melawan Hukum) yaitu bertentangan (melanggar) hak orang lain dan bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku serta bertentangan dengan kepatutan dalam memperhatikan kepentingan orang lain dalam masyarakat. Hakim menolak ganti kerugian materiil dan immateriil serta menolak gugatan penggugat selebihnya. Hakim mengabulkan tuntutan yaitu berwujud dalam bentuk natura atau pengembalian keadaan pada keadaan semula, dan Majelis Hakim memutuskan menghukum tergugat 1 dan tergugat 2 untuk membayar uang paksa (dwangsom) kepada penggugat sebesar Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) per bulannya, bila tergugat lalai tidak melaksanakan putusan Pengadilan Negeri Banjarmasin terhitung sejak putusan ini berkekuatan hukum tetap.
This undergraduate thesis titled is " Claims to Change Loss with Deed in Tort Caused Build a Public Building in The Public Street (A Study of the District Court Decision on Case In Banjarmasin No 66 / Pdt.G / 2010 / PN.Bjm). This study aims to determine the considerations Law Judge in qualify the elements of deed in tort and Loss caused in District Court Decision on Case In Banjarmasin No 66 / Pdt.G / 2010 / PN.Bjm).
This study used normative juridical approach as a law, using specification of descriptive research. In this study, The Data Resource is using the secondary data from the District Court Decision in Banjarmasin Case No. 66 / Pdt.G / 2010 / PN.Bjm and Local Regulations In Banjarmasin District No.8 of 2009 about Fees and Building Permission, and literature of law books related to research problems. The data obtained are presented in a systematic and Prepared with detail, and normative data analysis.
From the results of this research is about The defendants have proven to be committed an Deed of Tort, because build a Public building on a public street without giving notice to the litigants, So it attack the detriment of the public interest. The Actions of the defendants have met the elements of Tort (Deed In Tort) that is against (violate) the rights of others, in contrary with legal obligations of the offender and in contrary to propriety in taking into account the interests of others in the community. The judge rejected the material and immaterial loss and rejected the litigants claims of the remaining. The judge granted the demands to refund to make a way back to the original state before the deed in tort has begun, and the judges decided to punish the defendants 1 and 2 to pay the defendant forced (dwangsom) to the Litigants of Rp 50,000,000, - (fifty million rupiah) per month, if the defendant was not negligent implement court decisions as of final and binding decision.
109673904D1E008059PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN WARU (Hibiscus tiliaceus) SEBAGAI PAKAN TAMBAHAN DALAM RANSUM SAPI POTONG LOKAL TERHADAP PRODUKSI GAS TOTAL DAN PROPIONAT SECARA IN VITROPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan level optimum pemberian ekstrak daun waru sebagai pakan tambahan dalam ransum sapi potong lokal terhadap produksi gas total dan propionat secara in vitro. Penelitian menggunakan metode eksperimental yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas tiga blok. Sebagai blok adalah periode pengambilan cairan rumen. Perlakuan yang diuji merupakan level pemberian ekstrak daun waru (Hibiscus tiliaceus) yang dicampur dalam konsentrat (BK konsentrat 87,95%). Level pemberian ekstrak daun waru tersebut adalah 0 ppm (w/w), 50 ppm (w/w), 100 ppm (w/w), dan 150 ppm (w/w) masing-masing untuk R1, R2, R3, dan R4. Imbangan bahan kering pakan komplit yang digunakan terdiri dari 45% jerami padi amoniasi dan 55% konsentrat. Peubah yang diukur adalah produksi gas total dan propionat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rataan produksi gas total dan propionat berkisar antara 26,67-28,32 ml/200mgBK dan 13,13-21,07 mMol. Analisis variansi menunjukkan, pemberian ekstrak daun waru sampai dengan level 150 ppm dalam ransum sapi potong lokal tersebut, tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap produksi gas total dan propionat. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun waru tidak efektif untuk mengurangi produksi gas dan meningkatkan produksi propionat ketika ditambahkan pada ransum sapi potong yang mengandung konsentrat tinggi (55% dari total BK ).

This study was aimed to determine the optimum level of extracted hibiscus leaves as a feed supplement to local beef cattle rations on total gas production and propionate production in vitro. The research was designed using randomized block design with three group. Grouping was based on the time period of rumen fluid collections. Treatments tested consist of extracted Hibiscus tiliaceus leaves supplementation levels mixed in concentrate (DM 87,95%). Supplementation ratio of extracted hibiscus leaf were 0 ppm (w/w), 50 ppm (w/w), 100 ppm (w/w), and 150 ppm (w/w) for R1, R2, R3, and R4 respectivenly. Complete feed dry matter ration consisted of 45% amoniated rice straw and 55% concentrate. The variables measured was total gas production and propionate production. Based on the results, the average total gas production and propionate production ranged from 26.67 to 28.32 and from 13.13 to 21.07 mmol ml/200mgDM. Variance analysis showed that, extracted waru leaves supplementation up to 150 ppm to the rations of local beef catle did not affect (P>0,05) on total gas and propionate production. It was concluded that supplementation of exstracted waru leaves was not effective to reduce gas production and increase propionate production when it was added to the high concentrate ration (55% of DM) of local beef cattle.

109683925A1L008213PENGARUH MIKORIZA BERAGENSI Bacillus subtillis B46 DAN PENGURANGAN DOSIS PUPUK N-P-K TERHADAP KETERSEDIAAN DAN SERAPAN P OLEH TANAMAN KEDELAI PADA
INCEPTISOL LINGGASARI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk mikoriza beragensi Bacillus subtilis B46 dan pengurangan dosis pupuk NPK terhadap ketersediaan P, serapan P, pertumbuhan dan ukuran biji tanaman kedelai. Penelitian dilakukan dari bulan Juni 2011 sampai dengan April 2012, pada lahan Inceptisol di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Analisa tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah variasi dosis pupuk NPK yang terdiri atas 3 taraf yaitu 50%, 75%, dan 100% dosis anjuran dan faktor kedua adalah pupuk mikoriza beragensi Bacillus subtillis B46 yang terdiri atas 2 taraf yaitu 1 dan 1,5 gram per tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F dan data yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji kontras orthogonal taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) serapan P pada tanaman kedelai meningkat pada pemberian pupuk mikoriza beragensi Bacillus subtilis B46 dan pengurangan pupuk NPK sampai dengan 50%. 2) pemberian pupuk NPK sesuai dosis anjuran dan tanpa penggunaan pupuk mikoriza beragensi Bacillus subtilis B46 (kontrol) meningkatkan kadar P tersedia pada Inceptisol Linggasari. 3) Pemberian pupuk mikoriza beragensi Bacillus subtilis B46 yang dikombinasikan dengan pengurangan dosis pupuk NPK dapat menghasilkan bobot basah, bobot kering, dan bobot 100 biji yang lebih tinggi.The research aimed to find out the effects of mycorrhiza-Bacillus subtillis B46 bio fertilizer and the reduction of NPK fertilizer dose on P-uptake, P-availablity, growth, and seed size of soybean.The research was conducted in Juny 2011 up to April 2012 at Inceptisol at Linggasari, Kembaran, Banyumas. Soil analysis was conducted at Laboratory of Soil Sciences, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman. The experiment design was Randomized Block Design (RBD) consisted of two factors, the first factor was NPK fertilizer dosage which arranged in three levels, there were 50%, 75%, and 100% from fertilizer dosage recommendation, and the second factor was mycorrhiza-Bacillus subtillis B46 bio fertilizer which arranged in two levels, there were 1 gram per crop and 1,5 gram per crop. The data was analyzed using the F test and the data that had significant effect was analyzed with Contras Orthogonal test at 5%. The research showed that 1) P-uptake by soybean was increased in using of mycorrhiza-Bacillus subtillis B46 bio fertilizer and could decreased the usage of NPK fertilizer until 50% of recommendation dosage. 2) the application of NPK fertilizer in recommendation dosage without using mycorrhiza and Bacillus subtillis B46 could increased P availability in Inceptisol Linggasari. 3) the application of mycorrhiza-Bacillus subtillis B46 bio fertilizer and combined with the reduction of NPK fertilizer recommendation dosage resulted higher crop fresh weight, crop dry weight, and 100 seed weight.
109693874B1J008061Kadar Hormon Progesteron Pada Mencit (Mus musculus L.) Diabetik
Yang Diberi Ekstrak Buah Pare (Momordica charantia L.)
Selama Kehamilan




Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hormon progesteron pada mencit (Mus musculus L.) diabetik yang diberi ekstrak buah pare (Momordica charantia L.) selama kehamilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas enam perlakuan. Dua kelompok digunakan sebagai kontrol (positif dan negatif), empat kelompok digunakan sebagai kelompok uji dengan perlakuan dosis ekstrak buah pare dengan variasi dosis 500 mg/kg bb, 1000 mg/kg bb, 1500 mg/kg bb, atau 2000 mg/kg bb diberikan sehari sekali pada pagi hari secara oral. Kadar hormon progesteron dalam serum darah diukur menggunakan metode ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar progesterone tidak berbeda secara signifikan (p>0,05). tetapi pada perlakuan P2000 terjadi penurunan kadar hormon progesteron sepanjang periode kehamilan yaitu 7 dpc (6,30±7,91 ng/dL), 14 dpc (2,03±0,20 ng/dL), dan kelahiran (0,51±0,06 ng/dL). Semakin besar dosis EBP yang diberikan cenderung menurunkan jumlah korpus luteum (r = -0,706; p = 0,04). The aim of this research was to evaluate the serum level of progesteron in diabetic mice (Mus musculus L.) treated with bitter melon extract during the pregnancy. This research was conducted experimentally applying Completely Randomized Design with six groups of treatments. Two groups serve as positive control and negative control whereas the other four groups were treated with bitter melon extract as much as 500 mg/kg BW, 1000 mg/kg BW, 1500 mg/kg BW, or 2000 mg/kg BW. The progesteron level in the serum was measured using ELISA. The results showed that progesterone level in all experimental groups was not significally different (p>0,05). The progesterone level in the diabetic mice receiving bitter melon extract 2000 mg/kg BW was steadily decrease from 7 dpc (6,30±7,91 ng/dL) to the day of birth (0,51±0,06 ng/dL). A negative correlation was observed between the dose of bitter melon extract and the number of corpus luteum (r = -0,706; p = 0,04). In conclution, the bitter melon extract of 2000 mg/kg BW reduced the progesterone level.
109703875B1J008170HUBUNGAN FILOGENETIK ANGGOTA ORDO SILURIFORMES DARI DAERAH HULU SUNGAI CILIWUNG KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT
Ikan merupakan sumberdaya hayati yang berperan penting dalam berbagai aspek kehidupan. Ordo Siluriformes memiliki anggota yang dicirikan dengan adanya sungut, tidak bersisik, memiliki sirip lemak, licin, dan bentuk tubuh memanjang simetri bilateral. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui spesies ikan ordo Siluriformes yang tertangkap di Sungai Ciliwung dan hubungan filogenetiknya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survei dengan teknik pengambilan sampel dengan tujuan tertentu purposive sampling. Materi penelitian adalah spesies ikan anggota ordo Siluriformes dan spesies dari ordo Cypriniformes (outgroup) yang merupakan hasil koleksi Dr. Agus Nuryanto yang disimpan di Laboratorium Taksonomi Hewan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman yang ditangkap di Sungai Ciliwung. Cara kerja penelitian meliputi identifikasi, determinasi dan penentuan karakter morfologi, pengamatan dan pengukuran sampel, serta penentuan hubungan kekerabatannya. Variabel yang diamati meliputi karakter morfologi (sirip, tipe sisik, bentuk garis rusuk, bentuk sirip ekor, letak mulut, panjang tubuh seluruhnya, panjang tubuh baku, tinggi badan, tinggi batang ekor), dan jumlah spesies dari anggota ordo Siluriformes. Karakter yang diamati kemudian dianalisis dalam bentuk skoring. Hubungan kekerabatan dalam bentuk kladogram akan diperoleh melalui analisis kladistik dengan bantuan software PAUP v.4b10. Hasil identifikisasi didapatkan sebanyak 3 spesies yang ditemukan di Sungai Ciliwung Kabupaten Bogor, yaitu Hemibagrus planiceps, Clarias teijsmanni, dan Glyptothorax platypogon. Berdasarkan analisis kladistik diperoleh satu kladogram dengan panjang langkah 26, indeks konsistensi (CI) = 1 dan indeks retensi (RI) = 1. Hubungan filogenetik dalam ordo Siluriformes menunjukkan bahwa anggota ordo Siluriformes bersifat monofiletik dengan Clarias teijsmanni yang merupakan spesies yang lebih primitif (basal species), sedangkan Hemibagrus planiceps dan Glyptothorax platypogon merupakan spesies yang paling maju (derived species).Fish are important biological resources that play important role in various aspects of humanbeing. Order Siluriformes are characterized by the barbells, without scale, adipose fin, smooth and elongated body shape, and bilateral symmetry. The study was conducted to identify the member of Siluriformes collected at upper stream of Ciliwung River and their phylogenetic relationships. A survey method was used by applying purposive sampling technique. The materials used in this study were fish species that belong to Siluriformes and out-group species from Cypriniformes. The specimens were collected by Dr. Agus Nuryanto and were deposited at the Laboratory of Animal Taxonomy, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University. The research activities include species identification and determination based on morphological characters measurement and phylogenetic relationships analysis. The observed variables were morphological characters with the parameters includes fin rays, scales type, lateral line shape, type of caudal fin, mouth position, total body length, standard body length, body height, and caudal peduncle. The second variable was species abundance with parameter was individual number per species. Morphological characters were transformed into binary data and analyzed using parsimony test. Phylogenetic tree was reconstructed using PAUP version 4b10 software. The identification and determination processes resulton three species of Siluriformes, namely Clarias teijsmanni, Hemibagrus planiceps, and Glyptothorax platypogon. The cladistic analysis resulted one cladogram with 26 steps, consistency index (CI) = 1 and retention index (RI) = 1. Phylogenetic relationships within Siluriformes showed that the members of the order were monophyletic group with Clarias teijsmanni as primitive species (basal species), while Hemibagrus planiceps and Glyptothorax platypogon were the most advanced species (derived species).
109713876B1J008146KARAKTERISASI BEBERAPA STRAIN GURAMI (Osphronemus gouramy Lac.) MENGGUNAKAN MARKA RAPD Petani gurami di Bogor membedakan gurami menjadi enam strain berdasarkan daya produksi telur, kecepatan tumbuh, dan ukuran atau bobot maksimal gurami dewasa. Beranekaragamnya strain ikan gurami mendorong perlunya dilakukan penelitian mengenai hubungan kekerabatan genetik di antara strain-strain tersebut dengan menggunakan penanda molekuler RAPD (random amplified polymorphic DNA). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan primer yang dapat menghasilkan marka RAPD yang konsisten dan polimorfik pada beberapa strain ikan gurami, menentukan marka RAPD spesifik untuk beberapa strain ikan gurami, dan mengetahui hubungan kekerabatan genetik di antara beberapa strain ikan gurami. Objek yang diteliti ialah ikan gurami strain soang, jepang, dan blue saphire. Metode yang digunakan ialah survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive random sampling. DNA genomik total diisolasi menggunakan Genjettm genomic DNA purificationkit (Fermentas), yang kemudian digunakan sebagai templat untuk amplifikasi marka RAPD menggunakan primer OPA-07, OPA-09, OPA-11, OPA-20, OPAH-01, OPAH-08, OPAH-09, dan OPAC-14. Penentuan keanekaragaman genetik diawali dengan mengubah pola pita RAPD yang bersifat kualitatif menjadi data biner kuantitatif. Analisis hubungan genetik dilakukan menggunakan metode kladistik dengan bantuan piranti lunak PAUP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari delapan primer tersebut hanya lima primer yang dapat menghasilkan marka RAPD yang konsisten dan polimorfik pada beberapa strain ikan gurami, yaitu OPA-11, OPA-20, OPAH-1, OPAH-8, dan OPAH-9. Marka RAPD spesifik yang dapat digunakan untuk membedakan antarstrain ikan gurami ialah hasil amplifikasi dengan OPA-20 berukuran 786 pb, OPA-20 berukuran 1.176 pb, OPAH-8 berukuran 1.000 pb, dan OPAC-14 berukuran 1.607 pb. Secara filogenetik, marka RAPD tidak dapat digunakan untuk menentukan hubungan kekerabatan genetik antarstrain ikan gurami dengan jelas.Giant gouramy (Osphronemus gouramy Lac.) is a popular fish species in Indonesia, especially in Java and Sumatera as this freshwater fish species has a high economic value of stable price. Fish farmers in Bogor divide giant gouramy into six strains based on egg productivity, growth rate, and maximum weight of the adult. They are soang, jepang, blue saphire, paris, bastar, and porselin. These various strains lead to the need of study on the genetic relationship among them, which can be performed by the use of RAPD (random amplified polymorphic DNA) marker. This study aims to determine primers producing consistent and polymorphic RAPD markers, determine specific RAPD markers, and know the genetic relationship among several giant gouramy strains. The strains used in this study are soang, jepang, and blue saphire. Survey method was applied employing purposive random sampling technique. Total genomic DNA was isolated using Genjettm genomic DNA purification kit (Fermentas), which was then used as template to amplify RAPD markers with primers OPA-07, OPA-09, OPA-11, OPA-20, OPAH-01, OPAH-08, OPAH-09, and OPAC-14. The variables examined were patterns and numbers of specific DNA fragments as the PCR amplification products. Selected primers were determined descriptively on the basis of specific DNA bands appearing on the agarose gel. Genetic diversity was predetermined by changing qualitative band pattern into quantitative binnary data. Genetic relationship was analyzed using cladistic method with PAUP software. The results showed that only five of the eight primers produce consistent and polymorphic RAPD markers, i.e. OPA-11, OPA-20, OPAH-1, OPAH-8, and OPAH-9. Specific RAPD markers which can be used to distinguish several gouramy strains are those amplified with OPA-20 of 786 bp, OPA-20 of 1,176 bp, OPAH-8 of 1,000 bp and OPAC-14 of 1,607 bp. Nervertheless, it was found that RAPD markers cannot be used to clearly determine genetic relationship among gouramy strains.
109723877B1J008189KARAKTER MORFOLOGI COLUMNA VERTEBRALIS ORDO SILURIFORMES YANG TERTANGKAP DI SUNGAI SERAYU KABUPATEN BANYUMASSiluriformes termasuk spesies ikan yang hidup di perairan tawar. Hampir semua ikan ordo Siluriformes memiliki sungut di sekeliling mulutnya. Bentuk, jumlah, bagian-bagian dari columna vertebralis dari satu ikan dengan ikan lainnya dapat berbeda. Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakter morfologi columna vertebralis ordo Siluriformes yang tertangkap di Sungai Serayu Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan yaitu survei dengan teknik pengambilan sampel Purposive Random Sampling. Materi penelitian adalah Mystus gulio, Mystus nigriceps, Hemibagrus nemurus dan Clarias gariepinus hasil koleksi Dian Bhagawati, dkk dari Sungai Serayu Kabupaten Banyumas. Cara kerja penelitian meliputi identifikasi ikan dan pengamatan morfologi columna vertebralis. Variabel yang diamati yaitu karakter morfologi columna vertebralis ikan, sedangkan parameternya meliputi bentuk, jumlah dan bagian-bagian columna vertebralis. Hasil dianalisis secara deskriptif berdasarkan persamaan dan perbedaan morfologi ikan dan columna vertebralisnya. Bentuk columna vertebralis yakni pada bentuk neural spine dan haemal spine mempunyai perbedaan baik antar spesies maupun antar individu dalam satu spesies. Jumlah columna vertebralis memiliki perbedaan yaitu masing-masing pada Mystus gulio 32 ruas, Mystus nigriceps 39 ruas, Hemibagrus nemurus 38 ruas, Clarias gariepinus 59 dan 61 ruas. Keempat spesies ikan anggota ordo Siluriformes yang ditemukan di Sungai Serayu Kabupaten Banyumas memiliki bagian-bagian columna vertebralis dengan struktur dasar sama.
Kata kunci: ikan, siluriformes, columna vertebralis.
Siluriformes belongs to the fish that live in freshwater, however some species in the familia plotosidae and aridae can be found in estuaries and the sea. The Siluriformes ordo has misae around their mouth for almost the species. Columna vertebralis for some fish could have so many variation such as forms, parts, and numbers. The study was conducted to determine the morphological characteristics of the Siluriformes ordo’s columna vertebralis that was caught in the River Serayu Banyumas regency. The study was conducted by purposive sampling technique of random sampling used survey method. There were four species of Siluriformes was observed. They were Mystus gulio, Mystus nigriceps, Hemibagrus nemurus and Clarias gariepinus, these species obtained from collection of Dian Bhagawati. The identification and the morphological observation of columna vertebraliswas utilized. The observation variable was morphological characters of columna vertebralis of the fish, while the parameters were shape, number, and part of columna vertebralis. The results were analyzed descriptively based on the similarities and the differences of morphology and columna vertebralis amongst the fish. Columna vertebralis parts on four species was basically the same, there were a vertebral centrum, neural spine, neural arch, processus praec-neuralis,processus post_neural, haemal spine, processus prae-haemalis, processus post-haemalis, haemal arch, parapophyses, and urostyl on the caudal. The number of the columna vertebralis section of species was differ, it was respectively 32 M. gulio, 39 M. nigriceps, 38 H. nemurus, 59 and 61 C. gariepinus. All of the species of Siluriformes ordo which were found in Serayu River in the Banyumas regency have the same basically structure of columna vertebralis.
Keywords: fish, Siluriformes, columna vertebralis.

109733878I1B006044PEMROGRAMAN NUMERIK EFEK MUTU BAJA PROFIL TERHADAP KAPASITAS PENAMPANG KOLOM KOMPOSIT BERPENAMPANG LINGKARAN DAN PERSEGI Analisa kapasitas penampang kolom komposit rumit, maka dari itu analisa dilakukan secara numerik sehingga lebih efisien dan cepat. Peraturan yang digunakan untuk analisa merujuk pada peraturan SNI 03-2847-2002. Analisa dilakukan pada kolom beton bertulang dan komposit baik pada penampang lingkaran maupun persegi. Kemudian, efek penambahan mutu baja profil pada BJ 34, BJ 37, BJ 41, dan BJ 50, dapat diketahui dengan melihat hasil analisa berupa diagram interaksi kedua jenis kolom tersebut. Baja profil yang digunakan dalam studi kasus adalah WF 100x100x6x8 dan WF 428x407x35x20, oleh karena baja profil WF memiliki momen inersia arah x dan y yang berbeda, kapasitas penampang kolom ditinjau terhadap sumbu kuat dan sumbu lemah.
Dari hasil analisa yang dilakukan terhadap studi kasus menunjukkan bahwa, pada kolom komposit lingkaran dengan WF 100x100x6x8 penambahan mutu baja profil memberikan penambahan kapasitas penampang pada beban aksial sebesar 10.47% sampai 13,70 %, sedangkan pada momen memberikan penambahan sebesar 7.82% sampai 10.76 %. Pada kolom komposit persegi, penambahan mutu baja profil memberikan penambahan kapasitas penampang pada aksial sebesar 10.94% sampai 14.06 %, sedangkan pada momen memberikan penambahan sebesar 8.18% sampai 9.95 %. Untuk WF 428x407x35x20 pada kolom komposit lingkaran, penambahan mutu baja profil memberikan penambahan kapasitas penampang pada beban beban aksial sebesar 31.04% sampai 37.85 %, sedangkan pada momen memberikan penambahan sebesar 25.81% sampai 34.75 %. Pada kolom komposit persegi, penambahan mutu baja profil memberikan penambahan kapasitas penampang pada beban aksial sebesar 37.85% sampai 44.33%, sedangkan pada momen memberikan penambahan sebesar 26.51% sampai 39.42 %.
The analysis of column cross-section capacity is complicated. The analysis can be done in numerical way, so it will be more efficient and faster. The rule that used to the analysis is referring to the regulatory of SNI 03-2847-2002. The analysis was conducted on the reinforced concrete and composite columns in both square and circular cross section. Then, the adding quality effect of steel profiles on BJ 34, BJ 37, BJ 41 and BJ 50, can be determined by looking at the results of the analysis in the form of two types of interaction diagrams column. Steel profile that used in the case study is 100x100x6x8 WF and WF 428x407x35x20, because the WF profile steel has a moment of inertia in the different direction of x and y, the capacity of the column cross section in considering of the strong axis and weak axis.
Based on the analysis of the case study, it shows that, in the circular composite columns with WF 100x100x6x8 the addition in the quality of steel profiles provide additional capacity on the sectional axial load of 10,47% to 13.70%, whereas at the moment of giving increments of 7.82% to 10.76%. In the square composite columns, the addition of quality steel profiles provide additional capacity on the axial cross-section of 10.94% to 14.06%, whereas at the moment of giving increments of 8.18% to 9.95%. For 428x407x35x20 WF composite circular column, the addition of quality steel sectional profiles provide additional capacity on the load axial load of 31.04% to 37.85%, whereas at the moment gives an addition of 25.81% to 34.75%. In the square composite columns, the addition of quality steel profiles provide additional capacity on the sectional axial load of 37.85% to 44.33%, whereas at the moment gives an addition of 26.51% to 39.42%.
109743884A1L008085PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL WORTEL DI LAHAN PASIR PANTAIPenelitian ini bertujuan untuk menentukan jarak tanam yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil wortel. Penelitian dilakukan di lahan pasir pantai Desa Harjobinangun, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo. Percobaan dilakukan dari bulan Januari sampai April 2012. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 1 faktor, faktor pertama adalah jarak tanam yang terdiri dari tiga taraf yaitu J1 = 10 x 20 cm, J2 = 15 x 20 cm dan J3 = 20 x 20 cm. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F dan untuk membedakan antar perlakuan digunakan uji lanjut DMRT dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa jarak tanam 10 x 20 mampu memberikan hasil tertinggi mencapai 25,66 t/ha.The purpose of this research was to determine the influence of plant spacing on growth and carrot result.The research was conducted in sand land Village Harjobinangun, Grabag’s District, Purworejo’s regency. The Research is passed from January to April 2012. Experimental design was used that was complete randomized block design (Rancangan Acak Kelongkop = RAKL) which consists of one factors, first factor is the plant spacing which consists of three standards which is J1 =10 x 20 cm, J2 =15 x 20 cm and J3 =20 x 20 cm. A result of Data research was analyzed with using the F test and to significantly different followed by DMRT with an error rate of 5%. The research showed that the plant spacing of 10 x 20 is to provide the highest yield at 25 t/ha.
109753885D1D006022PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI TERHADAP
PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHA PETERNAK KELINCI
DI KABUPATEN BANYUMAS
HARI TRIASTONO, “Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan dan Efisiensi Usaha peternak Kelinci di Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pendapatan dan efisiensi usaha ternak kelinci di Kabupaten Banyumas serta mengkaji faktor – faktor yang mempengaruhi pendapatan dan efisiensi usaha ternak kelinci di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Sasaran penelitian adalah peternak kelinci di Kabupaten Banyumas. Pengambilan sampel wilayah menggunakan metode Purposive Sampling. Variabel jumlah ternak berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan dengan P value 0,004 (P<0,01) pada tingkat kepercayaan 99 persen. Variabel lama beternak berpengaruh nyata terhadap pendapatan dengan P value 0,027 (P<0,05). Variabel pakan konsentrat berpengaruh nyata terhadap efisiensi peternak 0,009 ( P<0,05 ). Variabel lama beternak berpengaruh nyata terhadap pendapatan dengan P value 0,027 (P<0,05). Hasil penelitian diperoleh pendapatan usaha ternak kelinci di Kabupaten Banyumas berkisar Rp. 953.840,00/tahun dan efisiensi senilai 1,43.
HARI TRIASTONO, "The Influence of Socio Economic Factors To Income and Enterprises Efficiency of Rabbit Breeders in Banyumas". The purpose of this study was to evaluate the revenue and efficiency of rabbits farming in Banyumas and examines the factors that affected revenue and efficiency of rabbits farming in Banyumas. The research method used was survei method. The objective of this research were rabbit farmings in Banyumas. The samplied were taken by purposive sampling method, based on districts that had rabbit farmings in Banyumas. The sampling area using purposive sampling method. Variable number of animals was highly significant with a P value of revenue 0.004 (P <0.01) at the 99 percent confidence level. Variable time raising significant effect on earnings with P value 0.027 (P <0.05).Variable feed concentrate significantly affect the efficiency of the breeder 0.009 (P <0.05). Variable time raising significant effect on earnings with P value 0.027 (P <0.05). The results showed that the income of rabbits farming in Banyumas was around Rp. 3,069,600.00/year and Efficiency value 1,43.
109763882C1H007075Penerapan Tax Planning Biaya Pegawai Terhadap Beban Pajak Terhutang Wajib Pajak Badan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Dharma Kota SurakartaPenelitian ini merupakan penelitian studi kasus pada wajib pajak badan PDAM Tirta Dharma Kota Surakarta. Penelitian ini mengambil judul “Penerapan Tax Planning Biaya Pegawai Terhadap Beban Pajak Terhutang Wajib Pajak Badan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Dharma Kota Surakarta”. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui selisih penghematan beban pajak terhutang atas penerapan tax planning biaya pegawai pada wajib pajak badan PDAM Tirta Dharma Kota Surakarta; (2) Untuk mengetahui tingkat perbedaan beban pajak terhutang yang signifikan atas penerapan tax planning biaya pegawai pada wajib pajak badan PDAM Tirta Dharma Kota Surakarta.
Objek penelitian ini adalah biaya pegawai pada laporan keuangan laba/rugi tahun 2010 & 2011. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis komparatif deskriptif dan uji t dua rata-rata untuk observasi berpasangan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan dengan analisis komparatif deskriptif diperoleh hasil bahwa terdapat penghematan beban pajak sebesar 18% untuk tahun 2010 dan sebesar 16% untuk tahun 2011. Sedangkan perhitungan uji t dua rata-rata untuk observasi berpasangan diperoleh t hitung untuk beban pajak terhutang sesudah dilakukannya tax planning sebesar 24,421 > t tabel 12,706.
Dari hasil analisis dapat disimpulkan: (1) Penerapan tax planning biaya pegawai pada PDAM Tirta Dharma Kota Surakarta dapat menghemat beban pajak terhutang perusahaan; (2) Penerapan tax planning biaya pegawai pada PDAM Tirta Dharma Kota Surakarta menghasilkan perbedaan beban pajak terhutang yang signifikan dibandingkan dengan sebelum penerapan.
This research constitute case study research on assessable PDAM Tirta Dharma's Surakarta's City. This research takes title “Implement Tax Planning Clerk cost to Taxes Charges most Bodies Assessable debt corporate PDAM Tirta Dharma's Surakarta's City”. To the effect this research is: (1 ) To know charges thrift differences taxes most implemented upstairs debts tax planning clerk cost on assessable PDAM Tirta Dharma's Surakarta's City; (2 ) To know charges difference zooms taxes most debts that signifikan on implemented tax planning clerk cost on assessable PDAM Tirta Dharma's Surakarta's City.
This observational object is clerk cost on unrealized financial statement / lossy year 2010 & 2011. analisis's tech data that is utilized in this research is analisis descriptive comparability and quiz t two averages for observation in pairs. Base observational result and analisis is data that did by analisis descriptive comparability to be gotten that result available taxes charges thrift as big as 18% for year 2010 and as big as 16% for year 2011. Meanwhile quiz count t two averages for observation in pairs acquired t computing for taxes charges most debt after be done tax planning as big as 24,421> t table 12,706.
Of result analisis can be concluded: (1 ) Implement tax planning clerk cost on PDAM Tirta Dharma City Surakarta can economize taxes charges most corporate debt; (2 ) Implements tax planning clerk cost on PDAM Tirta Dharma Surakarta's City results distinctive taxes charges most debt that signifikan is compared with before implement.
109773890A1H008019PENGUKURAN KADAR AIR TANAH BERPASIR DENGAN
KANDUNGAN BAHAN ORGANIK YANG BERBEDA BERBASIS SENSOR
RESISTANSI MODEL PROBE EMPAT KAKI
Pengukuran kadar air tanah sangat penting untuk menunjang kegiatan pertanian.
Penggunaan sensor blok gipsum merupakan salah satu pengukuran kadar air tanah berbasi
resistansi listrik. Namun, penggunaan sensor blok gipsum kurang efisien, karena terlalu sensitif
dengan kandungan larutan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dari
pengembangan sensor resistansiterhadap kadar air tanah berpasir dengan kandungan bahan organik
yang berbeda. Sensor yang digunakan adalah sensor probe empat kaki berpelindung ( shielded) dan
tanpa pelindung (unshielded) dengan perlakuan tanah berpasir tanpa penambahan bahan organik,
penambahan bahan organik 5% dan 20%. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan pengambilan
data resistansi listrik dan kadar air tanah gravimetrik. Pengukuran resistansi dilakukan dengan
menanam sensor, kemudian dihubungkan dengan skuisisi dan komputer. Setelah pengukuran
resistansi, dilakukan pengambilan sampel tanah untuk analisis kadar air tanah se cara gravimetrik.
Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis garis dan Root Mean Square Error.Hasil
penelitian menunjukan bahwa resistansi listrik akan semakin besar dengan menutunnya kadar air
tanah, tetapi semakin kecil dengan meningkatnya kandungan bahan organik. Hal tersebut
disebabkan, karena bahan organik dapat meningkatkan kemampuan tanah mengikat air dan
kapasitas tukar kation. Sensor tanpa pelindung memiliki persamaan kalibrasi dengan tingkat
korelasi yang sangat kuat, sebesar 0,93 dan sensor berpelindung mamiliki nilai korelasi sebesar
0,85. Hasil perhitungan RMSE sensor tanpa pelindung dan berpelindung adalah 1,52 dan 1,82.
Measurement of sandy soil water content is essensial for agricultural activities. Gypsum
block sensor is one of the popular indirect methods for measuring soil water content based on
electrical resistance parameter. However, the sensor are insufficeiently reliable to apply, due to
over sensitive response upon soil solution. This research was aimed to identify the response of
developed electrical resistance sensor with four point probe model against water content of sandy
soil having various organic matter composition. There were two type of four point probe sensor,
namely sehielded and unshielded sensor, used in this research. The sensor was applied into sandy
soil having 0%, 5% and 20% organic matter added. Output resistance was recorded by personal
computer with software inside. Each treatment was repeated two times, and then the water
content was measured gravimetrically. The least square method was applied into the measured
data to identify the relationship between electrical resistance of the sensors and gravimetric water
content. The accuracy of predicted water content (by sensor) was analysed by root mean square
error. The results showed that the electrical resistance increased with decreasing soil water
content, but decreased with increasing organic matter content. The high capability of organic
matter added to enhance water holding capacity and cations exchange capacity of sandy soil,
might corroborated the above result. The calibration data produced by unshielded sensor was
2
higher in its correlation coeficient than shielded sensor, namely 0.93 and 0.85 respectely. The
RMSE of predicted water content unshielded and shielded sensor, namely 1.52 and 1.82.
109783891A1L008022UJI APLIKASI BIO P60 TERHADAP PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI
PADA PADI SAWAH VARIETAS IR 64 IN PLANTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Bio P60 dalam
mengendalikan penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi sawah in planta, serta
dalam memengaruhi pertumbuhan dan hasil padi sawah in planta. Penelitian
dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas
Jenderal Soedirman dan di rumah kasa Fakultas Pertanian Universitas Jenderal
Soedirman Purwokerto, dari bulan April sampai Agustus 2012. Penelitian
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 7 perlakuan dan 4
kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi, kontrol, bakterisida, perendaman benih
dengan Bio P60 selama 30 menit, perendaman benih dengan Bio P60 selama 30
menit dan penyemprotan Bio P60 1, 3, 5, dan 7 kali. Variabel yang diamati meliputi:
masa inkubasi, intensitas penyakit, saat berbunga, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot
basah akar, bobot kering akar, bobot basah gabah, bobot kering gabah, bobot tanaman
dan analisis jaringan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan
perendaman maupun penyemprotan Bio P60 sebanyak 7 kali cenderung berpotensi
untuk menekan penyakit hawar daun bakteri. Aplikasi Bio P60 yang diberikan
dengan cara disemprotkan ke daun tanaman padi mampu mengimbas ketahanan
tanaman. Perendaman dan penyemprotan Bio P60 belum mampu meningkatkan
pertumbuhan dan hasil tanaman padi.
This study aimed at determining the ability of Bio P60 in controlling bacterial
leaf blight, and in affecting growth and yield of rice in planta. The experiment was
conducted at the Laboratory of Plant Protection, and the screen house of the Faculty
of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from April to August 2012. Randomized block design was used with 7 treatments and 4 replicates. The
treatments tested were, control, bactericide, soaking seeds with Bio P60 for 30
minutes, soaking seed with Bio P60 for 30 minutes and spraying Bio P60 for 1, 3, 5,
and 7 times. Observed variables were, incubation period, disease intensity, flowering
time, difference of plant height, number of leaves, roots fresh and dry weight, grain
fresh and dry weight, crop weight and plant tissue analysis qualitatively. Result of the
research showed that treatment of soaking or spraying Bio P60 for 7 times tended to
suppress the disease. Application of Bio P60 by soaking and spraying could induce
plant resistance. All treatments could not able to improve the growth and yield of
rice.
109793892A1L008086EFEK RESIDU APLIKASI BATUAN FOSFAT ALAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI GOGO PADA ULTISOLTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek residu aplikasi batuan fosfat alam terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo pada ultisol. Penelitian pot ini dilaksanakan selama empat bulan, yaitu pada bulan Januari 2012 sampai bulan Mei 2012, dilaksanakan di rumah plastik Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Grendeng, Purwokerto. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) satu faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba adalah residu batuan fosfat alam F0=0 kg/ha, F1=200 kg/ha, F2=300 kg/ha, dan F3=400 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa residu batuan fosfat alam masih memberi efek terhadap pH tanah, P tersedia dalam tanah, dan serapan P pada musim tanam berikutnya.The aim of this research is to determine the effects of application of rock phosphate on the growth and yield of upland rice in the Ultisol. Pot research was conducted for four months, in January 2012 until May 2012, held in plastik house Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Grendeng, Purwokerto. The design used was Randomized Complete Block Design (RCBD) one factor with three replications. Factors tested were phosphate rock residue F0=0 kg/ha, F1=200 kg/ha, F2=300 kg/ha, and F3=400 kg/ha. The results showed that the residue of rock phosphate was given effect on soil pH, available of P in soil and P uptake in the next planting season.
109803893D1E008068PENGARUH LEVEL CaCl2 YANG BERBEDA TERHADAP KANDUNGAN KALSIUM, KEKERASAN, DAN MELTABILITY PADA KEJU SUSU KAMBINGPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian level CaCl2 yang berbeda serta untuk menentukan level CaCl2 yang paling optimal terhadap kandungan kalsium, kekerasan, dan meltability keju dari susu kambing. Materi penelitian yang digunakan adalah 25 liter susu kambing segar dari peternak kambing di Desa Gumelar, 1 tablet microbial rennet (Marschall rennet produksi Danisco), 2 kultur bakteri yaitu Streptococcus thermophillus, dan Lactobacillus bulgaricus, 750 gram CaCl2, dan 50 liter aquades. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu tanpa penambahan CaCl2 (R0), penambahan CaCl2 0,15% (R1), penambahan CaCl2 0,3% (R2), penambahan CaCl2 0,45% (R3), dan penambahan CaCl2 0,6% (R4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan level CaCl2 0% sampai dengan 0,6% pada proses pembuatan keju susu kambing memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kandungan kalsium akan tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kekerasan dan meltability keju susu kambing yang dihasilkan. Total rataan kandungan kalsium keju sebesar 520,7 mg. Total rataan kekerasan keju sebesar 151,68 mm/gr/detik, dan total rataan meltability keju sebesar 13,4 cm2. Kesimpulan, Penambahan level CaCl2 0% sampai dengan 0,6% pada pembuatan keju dari susu kambing mampu meningkatkan kandungan kalsium pada keju, akan tetapi menghasilkan keju dengan kekerasan dan meltability yang relatif sama.The research aimed to study the effect’s of different levels of CaCl2 and to determine the optimal level of CaCl2 on the calcium content, hardness, and meltability goat milk cheese. The material used in this research was 25 liters of fresh goat’s milk, 1 tablet microbial rennet (rennet by Marschall Danisco), bacterial culture containing Streptococcus thermophillus, and Lactobacillus bulgaricus, 75 gr of CaCl2, and 50 liters of aquades. The research method used was experimental method using a Completely Randomized Design (RAL) with 5 treatments and 5 replications. The treatment were R0= without the addition of CaCl2, R1= the addition of CaCl2 0,15%, R2= the addition of CaCl2 0,3%, R3= the addition of CaCl2 0,45%, and R4= the addition of 0,6% CaCl2. The results showed that the addition of CaCl2 0% to 0,6% in the process of making goat's milk cheese significantly influenced on the calcium content but not significantly influenced on hardness and meltability goat's milk cheese produced. On average, the calcium content of cheese was 520,7 mg/100gr, hardness 151,68 mm/gr/sec, and meltability of 13,4 cm2. In conclusion, the addition of CaCl2 level of 0% to 0,6% in the manufacture of cheese from goat's milk increased the calcium content of the cheese, but produced cheese with similiar hardness and meltability.