Artikelilmiahs
Menampilkan 10.941-10.960 dari 50.456 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 10941 | 3851 | B1J007086 | KAJIAN MIKROBIOLOGI BIOFILM PERIFITON YANG DIINTRODUKSI Bacillus sp. PADA SUBSTRAT YANG BERBEDA | Perifiton merupakan komunitas organisme yang hidup dipermukaaan substrat yang tenggelam. Perifiton dapat tumbuh pada substrat buatan seperti bambu dan kaca. Pertumbuhan perifiton dimulai dengan pembentukan biofilm yang diinisiasi oleh mikroorgansime khususnya bakteri. Mikroorganisme penyusun biofilm akan menentukan ragam dan sifat perifiton yang akan tumbuh. Berdasarkan hal tersebut maka usaha perbaikan kuantitas perifiton melalui manipulasi mikroorganisme penyusun biofilm dilakukan melalui induksi probiotik Bacillus sp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan substrat bambu dan kaca terhadap jumlah dan ragam mikroorganisme penyusun biofilm perifiton dan pengaruh penggunaan Bacillus sp. terhadap peningkatan jumlah dan jenis mikroorganisme penyusun biofilm perifiton. Rancangan percobaan yang digunakan adalah metode split plot dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam untuk jumlah log Bacillus sp dan bakteri selain Bacillus sp. sedangkan untuk ragam alga dianalisis secara deskriptif komparatif. Berdasarkan data penelitian menunjukkan bahwa ragam mikroalga penyusun perifiton yang berada pada bak tanpa penambahan Bacillus sp. dengan subtrat kaca dan bambu lebih banyak ditemukan dibandingkan dengan ragam mikroalga yang ditemukan pada bak induksi Bacillus sp. | Periphyton is a community of organisms that live in the submerged substrate surface. Periphyton can grow on artificial substrates such as bamboo and glass. Periphyton growth begins with the formation of biofilms initiated by microorgansms especially bacteria. Microorganisms constituent of biofilm will determine the range and nature of periphyton that grow later. Based on this fact, effort to improve the periphython quality may be developed through manipulation of microorganisms as initial agent to develop periphyton biofilm through induction of Bacillus sp. The purpose of this study was to determine the effect of the use of bamboo and glass substrates to the number and variety of microorganisms constituent of biofilm periphyton and influence the use of Bacillus sp. to increase the number and types of microorganisms constituent of biofilm periphyton. Experimental design used was a split plot method with completely randomized design. Data were analyzed using analysis of variance for the number of log bacteria other than Bacillus sp and Bacillus sp. while for a variety of algae was analysed using comparative descriptive. Based on data from the study showed that the various constituent periphyton microalgae growth on glass and bamboo substrate control showed more variety and numerous than induced by Bacillus sp. | |
| 10942 | 3852 | B1J008131 | PENGARUH PEMUPUKAN EKSTRAK Salvinia molesta DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP KEPADATAN DAN PRODUKSI BIOMASSA SEL MIKROALGA Spirulina platensis KULTUR SEMI MASSAL | Spirulina platensis adalah ganggang renik (mikroalga) berwarna hijau kebiruan yang sering dikultur sebagai pakan alami ikan dan makanan kesehatan. Mikroalga ini banyak mengadung nutrisi seperti protein, asam lemak, vitamin, dan anti oksidan yang tinggi. Salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan S. platensis adalah mengontrol kandungan nutrien baik makro maupun mikro pada lingkungan budidaya. Gulma air merupakan tumbuhan pengganggu alami pertanian, namun kandungan unsur haranya cukup tinggi, sehingga berpotensi sebagai pupuk organik dalam kultur S. platensis yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak gulma Salvinia molesta terhadap kepadatan populasi dan produksi biomassa S. platensis pada kultur semi massal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan masing-masing diulang 3 kali. Faktor yang dicobakan adalah penambahan konsentrasi ekstrak gulma S. molesta dengan konsentrasi 300 ppm, 500 ppm, 700 ppm, dan 900 ppm. Parameter utama yang diukur adalah pertumbuhan populasi sel S. platensis. Parameter pendukung meliputi suhu, pH, dan salinitas. Metode analisis yang digunakan adalah uji F untuk mengetahui pengaruh perlakuan dan apabila berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak S. molesta memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kepadatan populasi dan produksi biomassa S. platensis. Penambahan pupuk S. molesta dengan konsentrasi 900 ppm menghasilkan kepadatan populasi tertinggi sebesar 1117 sel/ml dan produksi biomassa S. platensis tertinggi 0,058 g/l. Kata kunci: Spirulina platensis, Ekstrak Salvinia molesta, Kultur Semi Massal. | Spirulina platensis is a microscopic bluish green algae (microalgae) that are often cultured as a natural food for fish and health food. This microalgae contains many nutrients such as protein, fatty acids, vitamins, and high anti-oxidants. One way to increase the growth of S. platensis is controlling the content of both macro and micro nutrients in the cultivation environment. Aquatic weed is a natural distuber plant of agriculture, but it contains of quite high nutrient, so it has potential to be an organic fertilizer in S. platensis culture that environmentally friendly. This research is aimed to determine the effect of extracts of weed Salvinia molesta on population density and biomass production of S. platensis on semi mass culture. The method used in this research is experimental with complete randomized design , consisting of 4 treatments and each repeated 3 times. Factor to be tested are increasing the concentration of extract weed S. molesta with concentration of 300 ppm, 500 ppm, 700 ppm, and 900 ppm. The primary parameter measured is the growth of the cell population of S. platensis. Supporting parameter include temperature, pH, and salinity. The analysis method used is the F-test to determine the effect of treatment and, if significantly different, then continued by BNT test to determine differences between treatments. The results showed that the concentration of the extract S. molesta give a significantly different effect on the population density and biomass production of S. platensis. The addition of fertilizer S. molesta with a concentration of 900 ppm produced the highest population density of 1117 cells / ml and the highest biomass production of S. platensis 0.058 g / l. Key words: Spirulina platensis, Salvinia molesta extract, semi mass culture. | |
| 10943 | 3883 | A1H008008 | PENGUKURAN LENGAS TANAH BERPASIR DENGAN PENAMBAHAN KOMPOS MENGGUNAKAN SENSOR BERBASIS RESISTANSI MODEL MULTI PARALLEL PROBE | Penentuan kebutuhan air untuk pertanian sangat erat kaitannya dengan kondisi tanah dan tanaman. Tanah berpasir merupakan tanah yang bertekstur kasar dengan ukuran partikel tanahnya 0,05-2,0 mm, sehingga tidak mampu menahan air yang dibutuhkan tanaman dengan baik. Dengan demikian, diperlukan adanya peningkatan air dan nutrisi dengan menambahkan kandungan bahan organik ke dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur lengas tanah berpasir pada beberapa kandungan bahan organik dengan menggunakan sensor berbasis resistansi listrik model multi parallel probe. Sensor yang digunakan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sensor arus AC dan DC dengan dua ulangan. Analisis regresi polinomial digunakan untuk membandingkan hasil pengukuran sensor resistasi dengan gravimetri. Root Mean Square Error (RMSE) juga digunakan untuk mengevaluasi keluaran dari data yang diukur oleh sensor. Hasil penelitian menunjukan bahwa sensor berbasis resistansi dengan arus DC baik digunakan untuk mengukur lengas tanah kandungan bahan organik 5% dengan nilai R sebesar 0,958-0,973 dibandingkan dengan arus AC. Selain itu, kandungan bahan organik sangat mempengaruhi kinerja sensor, semakin banyak bahan organik semakin kecil resistasi listrik yang dihasilkan. Hal ini disebabkan meningkatnya total porositas dan kapasitas tukar kation tanah. | Determination of water demand for agriculture is closely related to soil and crop conditions. Sandy soil is categorized as a coarse-textured soils having particel sizes 0.05-2.0 mm,so that it is unable to retain sufficient water available to plants. Therefore, it is necessary to improve its water and nutrient holding capacity by adding organic matter content into the soil. This research was aimed to measure soil moisture content of sandy soil with various organic matter content by using electrical resistance-based sensor of multi parallel probe type. There are two type of sensor used, namely AC and DC currents sensor with two replication each. The polynomial regression analysis was performed the measured by comparing electrical resistance and gravimetric data. Root mean square error (RMSE) was also used to evaluate the accuracy of the measured data by sensor. The result showed that the DC-current resistance sensor was better to use for measuring sandy soil having 5% organic matter content the value R of 0.958-0.973, was compared to AC-current ones. Moreover, the organic matter content significantly affected the sensor performance, in which higher the content, lower the resistance outputted due to increasing total porosity and cation exchange capacity of the soil. | |
| 10944 | 3854 | C1B007122 | PENGARUH KOMUNIKASI KONDISI LINGKUNGAN KERJA DAN PENGAWASAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT KAI DAOP V PURWOKERTO | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Komunikasi, Kondisi Lingkungan Kerja, dan Pengawasan terhadap Kinerja Karyawan PT KAI DAOP V Purwokerto”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh komunikasi, kondisi lingkungan kerja, dan pengawasan terhadap kinerja karyawan. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap PT KAI DAOP V Purwokerto yang berjumlah 65 yang sudah mewakili sampel dari total jumlah karyawan 185 orang. Pengumpulan data menggunakan metode penyebaran kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS Statistic 17.0 menunjukkan bahwa: (1) Komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, (2) Kondisi lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, (3) Pengawasan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, (4)Komunikasi, kondisi lingkungan kerja dan pengawasan secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan, (5) Komunikasimempunyaipengaruh paling besar terhadap kinerja karyawan dibanding variabel kondisi lingkungan kerja dan pengawasan. | This study entitled "The Effect of Communication, Working Conditions and Monitoring of Employee Performance PT KAI Daop V Purwokerto". The purpose of this study was to examine the influence of communication, working conditions, and supervision on employee performance. The population in this study were permanent employees of PT KAI Daop V Purwokerto, amounting to 65 who already represent a sample of the total number of employees is 185 people. The data collection method for distributing questionnaires. Based on the results of research and data analysis using SPSS Statistics 17.0 indicates that: (1) Communication significant effect on the performance of employees, (2) workplace conditions have a significant impact on employee performance, (3) monitoring significant effect on the performance of employees, (4) Communications, working conditions and supervision jointly have a significant influence on employee performance improvement, (5) Communication has the most impact on employee performance than variable working conditions and supervision. | |
| 10945 | 3855 | G1A008040 | PERBEDAAN LAMA RAWAT INAP ANTARA PASIEN SINDROMA STEVEN-JOHNSON DENGAN DAN TANPA DEBRIDEMENT OPERATIF DI RUMAH SAKIT MARGONO SOEKARJO PERIODE TAHUN 2007-2012 | Sindroma-Steven Johnson (SSJ) dan nekrolisis epidermal toksik (NET) adalah penyakit kulit dengan angka kejadian yang langka, namun angka mortalitasnya tinggi. Terdapat berbagai macam penatalaksanaan kasus SSJ-NET ini, salah satunya adalah tindakan debridement operatif yang sebenarnya masih kontroversional, namun beberapa literatur merekomendasikan untuk dilakukan debridement operatif pada kasus SSJ-NET. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan adanya perbedaan lama rawat inap antara pasien SSJ/NET tanpa debridement operatif dan SSJ/NET dengan debridement operatif dari tahun 2007-2012. Penelitian dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data rekam medik di RSUD Prof. Margono Soekarjo Purwokerto periode 2007-2012, sebanyak 25 pasien rawat inap yang didiagnosis SSJ/NET dan NET. Variabel yang diukur meliputi lama rawat inap, tindakan debridement operatif, skor SCORTEN, dan persentase luas permukaan tubuh yang mengalami pengelupasan epidermis. Rata-rata lama rawat inap pasien SSJ-NET tanpa debridement operatif adalah 13,23 ± 5,43 hari dan pasien SSJ-NET dengan debridement operatif adalah 9,33 ± 5,06 hari. Analisis komparatif antara lama rawat inap pasien SSJ dengan dan tanpa debridement operatif menggunakan uji Mann-Whitney dengan nilai p 0,01 (p<0,05). tindakan debridement operatif dapat mempersingkat waktu lama rawat inapsecara signifikan pada pasien SSJ-NET di RSUD Prof. Margono Soekarjo Purwokerto | Steven-Johnson Syndrome and toxic epidermal necrolysis (SJS/TEN) are rare with high mortality skin disease. There are many treatment options in SJS/TEN, which one of them is surgical debridement procedure. This procedure was still controversial, but many studies recommended to be used in treatment of SJS/TEN cases. The objective of this study was to investigate the difference in length of stay hospitalization between SJS/TEN patient under and without surgical debridement procedure. We conducted a retrospective study by gathering 25 SJS/TEN and TEN patients data from Prof. Margono Soekarjo General Hospital Purwokerto from 2007-2012. Variables that were evaluated included length of stay of hospitalization, surgical debridement procedure, SCORTEN score, and epidermal detachment percentage of total body surface area. Length of stay of hospitalization for SJS/TEN patients with surgical debridement procedure were 9,33 ± 5,06 days, and 13,23 ± 5,43 for for SJS/TEN patients without surgical debridement procedure. Analysis between the groups was using Mann-Whitney test with p value 0,01 (p<0,05). There was a signifficant difference in length of stay of hospitalization between SJS/TEN patient under surgical debridement procedure and without surgical debridement procedure at Prof. Margono Soekarjo General Hospital Purwokerto | |
| 10946 | 3817 | C1A007063 | ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI BUAH NAGA DI KABUPATEN KULON PROGO | Penelitian ini berjudul “Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usahatani Buah Naga di Kabupaten Kulon Progo“. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh faktor produksi langsung (direct input) terhadap produksi buah naga di Kabupaten Kulon Progo, apakah penggunaan faktor – faktor produksi pada usahatani buah naga di Kulon Progo sudah efisien, dan bagaimanakah return to scale usahatani buah naga di Kabupaten Kulon Progo pada saat ini. Hipotesis penelitian ini adalah faktor produksi tenaga kerja, benih, pupuk, dan luas lahan beroengaruh secara signifikan terhadap produksi usahatani buah naga di Kabupaten Kulon Progo, penggunaan faktor – faktor produksi usahatani buah naga di Kabupaten Kulon Progo tidak efisien, dan skala usaha pada usahatani buah naga di Kabupaten Kulon Progo bersifat Increasing Return to Scale. Berdasarkan hasil analisis regres diperoleh nilai Fhitung sebesar 73,293 dan Ftabel sebesar 2,61. Sedangkan hasil penghitungan uji t diperoleh t hitung X1 sebesar 2,272, t hitung X2 sebesar 2,156, t hitung X3 sebesar 2,212, t hitung X4 sebesar 2,336 dan t tabel 1,960. Jadi dengan demikian baik secara keseluruhan variabel tenaga kerja, bibit, pupuk dan luas lahan berpengaruh signifikan terhadap produksi usahatani buah naga di Kabupaten Kulon Progo, berdasarkan hasil analisis efisiensi penggunaan faktor produksi dengan menggunakan rumus NPMx/Px diperoleh nilai efisiensi tenaga kerja sebesar 0,096, jumlah benih 0,085, pupuk 0,492, dan luas lahan 0,499, jadi penggunaan faktor – faktor produksi pada usahatani buah naga di Kabupaten Kulon Progo tidak efisien, dan berdasarkan analisis return to scale menggunakan pengujian CRTS dengan uji t diperoleh nilai thitung sebesar 0,198 dan nilai ttabel sebesar 1,96 jadi (thitung kurang dari ttabel) , sehingga skala usaha pada usahatani buah naga di Kabupaten Kulon Progo mengikuti kaidah Constant Return to Scale. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan faktor produksi tenaga kerja,jumlah benih, pupuk, dan luas lahan berpengaruh secara signifikan terhadap produksi buah naga di Kabupaten Kulon Progo, penggunaan faktor produksi tenaga kerja,jumlah benih, pupuk, dan luas lahan di Kabupaten Kulon Progo tidak efisien, dan keadaan skala usaha ekonomi pada usahatani buah naga di Kabupaten Kulon Progo mengikuti kaidah Constant Return to Scale. Implikasi dari penelitia ini adalah perlu adanya kombinasi penggunaan input dalam berbagai ukuran untuk menghasilkan tingkat produksi yang optimal, perlu adanya penyuluhan secara langsung oleh dinas – dinas terkait kepada kelompok tani khususnya oleh dinas pertanian kabupaten Kulon Progo, dan dalam proporsi penambahan faktor produksi hendaknya diimbangi dengan kualitas faktor produksinya, | This research is entitled “Efficiency Analysis on The Use of Production Factors of Dragon Fruit (Hylocereus sp) in kulon progo region”. The problem of this research are how the direct production factor (direct input) affects the production of dragon fruit in Kulon Progo region, are the use of production factors in dragon fruit farming in Kulon Progo region efficient, and how is the resent condition of the return to scale of dragon fruit in Kulon Progo region. The hypotheses of this research are the production factors of labour, seed, fertilizer, and the width of the area affect significantly toward the production of dragon fruit in Kulon Progo region, the use of production factors in dragon fruit farming in Kulon Progo region is not efficient, and the scale of dragon fruit farming in Kulon Progo region is categorized as increasing return to scale. Based on the result of regressive analysis, it is known that the value of Fcount is 73,293 and Ftable is 2,61. Meanwhile, the result of t test shows that t count X1 is 2,272, tcount X2 is 2,156, t count X3 is 2,212, t count X4 is 2,336 and ttable 1,960. Thus, the variables of labour, seed, fertilizer, and the width of the area affect the production of dragon fruit significantly in Kulon Progo region. Based on the result of the efficiency analysis the use of production factors by using NPMx/Px shows that efficiency value of the labour 0,096, the number of the seed 0,085, fertilizer 0,492, and the width of the area 0,499. Thus, the use of the production factors in dragon fruit farming in Kulon Progo region is not efficient. Then, based on the return to scale analysis by using CRTS test an t-test, it is gained the value of tcount less than ttable (0,198 less than 1,960), so that the effort scale of dragon fruit in kulon region follows the model of constant return to scale. Based on the result of the research, it can be concluded that the production factors of labour, the total of the seed, fertilizer, and the width of the area affect significantly toward the production of dragon fruit in Kulon Progo region; the use of production factors of labour, the total of the seed, fertilizer, and the width of the area in kulon Progo region is not effective; and the condition of the economic scale of dragon fruit farming in Kulon progo region follows the model of constant return to scale. A combination on the use of input in various size is needed to produce the optimum production level, there should be direct conselling from the related departments for the group of farmers in Kulon Progo region. And the proportion of the production factors should be balance with the quality of the production factors. | |
| 10947 | 3865 | B1J008102 | KELIMPAHAN CHLOROPHYTA PADA MEDIA BUDIDAYA IKAN NILA YANG DIBERI PAKAN FERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG KULIT UBI KAYU DAN PROBIOTIK | Chlorophyta merupakan organisme autotrof yang mempunyai peranan penting di perairan tawar sebagai salah satu divisio alga terbesar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan Chlorophyta dan struktur kesamaan Chlorophyta antar perlakuan pada media budidaya ikan nila yang diberi pakan fermentasi dengan penambahan tepung kulit ubi kayu dan probiotik MEP+. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari empat perlakuan dan ulangan sebanyak empat kali yaitu: (A) pakan fermentasi tanpa penambahan tepung kulit ubi kayu atau 0% dan pemberian probiotik MEP+ pada media; (B) 25 %; (C) 50%; dan (D) 75%. Pengambilan sampel sebanyak 6 kali dengan interval waktu 2 minggu. Parameter utama yang diukur adalah jumlah spesies dan jumlah individu Chlorophyta, sedangkan parameter pendukung adalah sifat fisik (suhu dan TDS) dan kimia (DO, BOD, pH, NO3, NO2 dan total PO4). Data kelimpahan Chlorophyta dianalisis secara deskriptif dan struktur kesamaan antar perlakuan dianalisis menggunakan analisis Cluster. Dilanjutkan dengan analisis SIMPER untuk mengetahui kontribusi spesies terhadap kesamaan kelimpahan dengan bantuan program komputer PRIMER-E v.5. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelimpahan Chlorophyta terdiri dari 33 spesies dengan jumlah rata-rata 10.412 ind/l. Hasil analisis Cluster berdasarkan indeks kesamaan Bray-Curties memiliki kesamaan cukup tinggi yaitu berkisar antara 57,79%-68,84%. Hasil analisis SIMPER menunjukkan spesies yang memberikan kontribusi tertinggi adalah Kircheneriella lunaris (31,03%), Selenastrum sp. (21,69%), dan Gonatozygon monotaenium (12,96%). | Chlorophyta is autotroph organisms which have an important role in fresh waters as one of the largest algae division. This study aims to determine the abundance and similarity structure of Chlorophyta in tilapia culture media which was given fermented feed with the addition of cassava peel flour and MEP+ probiotic. The treatments tested consist of four treatments and repeated four times were: (A) fermented feed without addition of cassava peel flour or 0% and addition of MEP+ probiotic in media, (B) 25%, (C) 50% and (D) 75%. Sampling was carried out 6 times at intervals of 2 weeks. The main parameters are the number of Chlorophyta species and individuals, while supporting parameters are physical (temperature and TDS) and chemical (DO, BOD, pH, NO3, NO2 and total of PO4). The abundance of Chlorophyta data were analyzed descriptively and its similarity structure were analyzed using Cluster analysis. Then, continued with SIMPER analysis to determine the contribution of species to abundance similarity with PRIMER-E v.5 software. Analysis results showed that the abundance of Chlorophyta consists of 33 species with the average number of 10.412 individuals/liter. Cluster analysis results based on Bray-Curtis similarity index had a quite high similarity and it ranged between 57.79% -68.84%. SIMPER analysis results showed that the species which given highest contribution are Kircheneriella lunaris (31,03%), Selenastrum sp. (21,69%), and Gonatozygon monotaenium (12,96%). | |
| 10948 | 3858 | F1D008025 | Partisipasi Masyarakat Dalam Proses Pembuatan Peraturan Desa (PERDes) Nomor 1 Tahun 2011 Tentang APBDes Di Desa Kedungmalang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas | Hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami partisipasi masyarakat di desa tersebut dalam proses pembuatan (formulasi) Perdes tentang APBDes. Secara umum partisipasi masyarakat Desa Kedungmalang dalam ikut merumuskan kebijakan APBDes ditinjau secara empiris memang sangat baik dan sangat antusias sekali warganya. Hal ini karena partisipasi masyarakat desa dalam proses pembuatan Perdes tentang APBDes dapat dilihat dari dua sisi. Pertama adalah sisi legalitas atau segi formalitas yaitu tingkat kehadiran masyarakat desa dalam forum-forum yang diselenggarakan oleh pemerintah desa untuk menjaring aspirasi masyarakat desa. Kedua adalah sisi substansi yaitu pada tingkatan esensi demokrasi terutama dikaitkan dengan proses pemberdayaan (empowerment) masyarakat desa yang mempersyaratkan adanya transformasi kesadaran politik masyarakat desa dalam ikut merumuskan dan mengarahkan pembangunan desa. | Result of this research was to know and understand the participation of society in this village in the process of making (formulation) Perdes about APBdes. Generally, the society’s participation was’in the village of Kedungmalang to participat in formulating the policy of APBDes if it was viewed empirically it was very good and very enthusiastic of the villagers. The participation of village society was’in the process of making Perdes about APBDes could be seen from two sides. First, the side of legality or side of formality that was the level of attendance of village society to gather the aspiration of village society. Secondly, the side of substance that was in the level of the essence of democracy especially related to the process of empowerment of village society that was required the transformation of the political awareness of village society in participating to formulate and guided the development of village. | |
| 10949 | 3859 | F1A008007 | PERSEPSI SISWA SMP NEGERI 1 PURWOKERTO MENGENAI RSBI | Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi siswa mengenai RSBI. Persepsi siswa tersebut dilihat dari beberapa unsur antara lain, pengetahuan, penilaian, dan pengalaman siswa di kelas RSBI. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling dengan alasan pengambilan sampel penelitian berstrata secara proporsional yaitu diambil dari kelas VIII dan kelas IX. Jumlah populasi penelitian adalah 360 siswa. Sampel diambil sebesar 180 Responden dengan pertimbangan sampel diambil 50% dari jumlah populasi. Selain membagikan kuesioner dan obersevasi untuk menunjang data yang diperoleh, peneliti juga melakukan wawancara dengan beberapa siswa. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang positif antara persepsi siswa di SMP negeri 1 Purwokerto dengan proses pembelajaran di kelas RSBI. Namun berdasarkan hasil kuesioner menunjukan bahwa siswa tidak memiliki pengetahuan mengenai RSBI sebesar 122 siswa atau 67,8%. Berdasarkan hasil observasi mengenai penilaian dan pengalaman siswa di kelas VIII dan IX pada mata pelajaran matematika dan biologi menunjukan proses pembelajaran sudah menerapkan penggunaan teknologi sebagai proses belajar. Penggunaan bahasa Inggris di kelas juga sudah berjalan cukup baik. | This research aims to describe the perception of the student about RSBI. The student perceptions seen by several elements, namely knowledge, judgment and experience of students in RSBI class. The sampling technique used Proportionate Stratified Random Sampling the reasons is due to sampling stratified proportionally, specifically taken from eighth and ninth grade students. Total population of the research was 360 students. Sample of 180 respondents was taken in consideration of the samples taken 50% of the total population. Besides distributing the questionnaire and observations, to support the data obtained, the research also conducted interviews with some students. The result shown has positive relation exists between perception of students in junior high school 1 Purwokerto to the learning process in RSBI class. However, based on the result of questionnaire shows the students do not know about RSBI, it’s around 122 students or 67.8%. Based on the observations of the assessment and the experience of students by eighth and ninth grade in math and biology shown In the learning process has implemented the use of technology as a learning process. The aplication of using in class has worked well. | |
| 10950 | 3861 | C1A007084 | ANALISIS PENAWARAN BERAS DI KABUPATEN BANYUMAS PERIODE 1995-2009 | Penelitian ini berjudul “Analisis Penawaran Beras di Kabupaten Banyumas Periode 1995- 2009”. Variable bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga beras, harga pupuk, luas panen, dan penawaran beras tahun sebelumnya. Fungsi penawaran beras disajikan dalam bentuk logaritma natural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) secara parsial dan bersama-sama variabel harga beras, harga pupuk, luas panen, dan penawaran beras tahun sebelumnya memiliki pengaruh yang berarti terhadap penawaran beras di Kabupaten Banyumas. (2) variabel yang paling berpengaruh dalam adalah luas panen. (3) nilai elastisitas harga beras, harga pupuk, luas panen, dan penawaran beras tahun sebelumnya bersifat inelastis. | The research is entitled “The Supply of Rice in Banyumas Regency period 1995-2009”. Independent variables where used in the research are rice prices, fertilizer prices, harvest spacious, and supply of rice from the previous year. The function of rice supply is presented in the form of natural logaritma. The result of the research show that : (1) according together and partial the variable of rice prices, fertilizer prices, harvest spacious, and supply of rice from the previous year has a significant influence to the supply of rice in Banyumas Regency. (2) the significant influence variable is harvest spacious. (3) the value elasticity of rice prices, fertilizer prices, harvest spacious, and supply of rice from the previous year is inelastic. | |
| 10951 | 3864 | C1B006116 | ANALISIS PENGARUH BID-ASK SPREAD, MARKET VALUE DAN VARIANCE OF RETURN TERHADAP HOLDING PERIOD SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERCATAT DI LQ45 PERIODE 2009-2011 | Dalam mengambil keputusan menahan atau melepas saham para investor selalu memerlukan informasi diantaranya adalah bid-ask spread, market value dan variance of return. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh bid-ask spread, market value, dan variance of return terhadap holding period saham perusahaan-perusahaan yang selalu listing di Indeks LQ 45 selama tahun 2009-2011. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan holding period saham sebagai variabel dependen dan variabel bid-ask spread, market value dan variance of return saham sebagai variabel independen. Periode yang digunakan adalah dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2011 dengan 17 emiten sebagai sampel. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji asumsi klasik sertaanalisis regresi linier berganda,. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan, variabel bid-ask spread, market value danvariance of return saham memiliki pengaruh signifikan terhadap holding period saham pada perusahaan-perusahaan manufaktur yang selalu listing dalam Indeks LQ 45 periode 2009 sampai 2011. Secara parsial, variabel bid-ask spread dan variance of return memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap holding period saham. Sedangkan market value memiliki pengaruh positif dan signifikan. Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap holding period saham dalam penelitian ini adalah market value. | In taking a decision to hold or sell stock investors always need information such as bid- ask spread, market value and variance of return. The purpose of this study was to analyze the effect of the bid-ask spread, market value, and the variance of return on the holding period of companies stock which always listed on LQ 45 index during the year 2009-2011. This study used multiple linear regression analysis with a holding period of shares as the dependent variable and variable bid-ask spread, market value and the variance of stock returns as the independent variable. The period used was from 2009 to 2011 with 17 companies as the sample. Sampling was done by purposive sampling. Hypothesis testing is done by using the classicalassumption test and linear regression analysis. The results of this study indicate that simultaneously, variable bid-ask spread, market value and the variance of stock returns have significant influence on the holding period of the shares in the manufacturing companies which always be listed in LQ 45 during period 2009 to 2011. Partially, the variable bid-ask spread and the variance of return have a negative and significant effect on holding period of common stock. While the market value has a positive and significant. The most dominant variable influence on stock holding period in this study is the market value. | |
| 10952 | 3866 | H1G007033 | Potensi Zeolit Tasikmalaya dalam Berbagai Ukuran untuk Menurunkan Kadar Kadmium (Cd) pada Limbah Cair Batik Sokaraja | Kadmium (Cd) dalam limbah cair batik merupakan sumber pencemar yang dapat menurunkan kualitas perairan. Dampak kadmium bagi biota perairan bersifat akut dan kronis. Penelitian ini berjudul ”Potensi Zeolit Tasikmalaya dalam Berbagai Ukuran untuk Menurunkan Kadar Kadmium (Cd) pada Limbah Cair Batik Sokaraja”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan zeolit Tasikmalaya dalam menurunkan kadar kadmium pada limbah cair batik, mengetahui ukuran zeolit Tasikmalaya yang optimal untuk menurunkan kadar kadmium dan mengetahui apakah hasil pengolahan limbah cair batik menggunakan zeolit Tasikmalaya sesuai dengan standar baku mutu limbah cair untuk industri tekstil. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran kadar kadmium (Cd) dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian menunjukkan zeolit Tasikmalaya dapat menurunkan kadar kadmium pada limbah cair batik dengan penurunan kadmium berkisar berkisar 0,0268-0,0310 mg/L (69,12-80,04%) dengan rata-rata 0,0219±0,0021 mg/L. Zeolit Tasikmalaya dengan ukuran 20 mesh (840 μm) merupakan zeolit yang paling optimal dalam menurunkan kadar kadmium sebesar 0,0268±0,0021mg/L (69,12±5,50%). Pengolahan limbah cair batik menggunakan zeolit sesuai dengan standar baku mutu air limbah. | Cadmium (Cd) in liquid waste from batik Manufacturing process is a contaminant source reducing water quality. Its impact towards aquatic biotas is not only chronic but also acute. This research, entitling “The Potency of the Various Sizes Tasikmalaya Zeolite for Reducing the Content of Cadmium (Cd) in Liquid Waste of Batik Sokaraja”, aimed to investigate the capability and optimal sizes of Tasikmalayan zeolite in reducing cadmium content in batik liquid waste, and to find out whether batik liquid waste processed using Tasikmalayan zeolite is in conform with basic standard quality of liquid waste for textile industry. applying Completely Randomised Design (CRD) for 4 treatments in quadruplicates. Data of cadmium (Cd) content were F-tested, with Least Significantly Difference Test. The results showed that Tasikmalayan zeolite was able to reduce cadmium content in batik liquid waste with a range of 0.0268-0.0310 mg/L (69.12-80.04%), and with 0.0219±0.0021 mg/L in average. The optimal size of zeolite was 20 mesh (840 μm) being able to reduce cadmium content 0.0268±0.0021 mg/L (69.12 ± 5.50%) in average. Finally, batik liquid waste processing using Tasikmalayan zeolite was in Conform with basic standard quality of liquid waste. | |
| 10953 | 3868 | B1J008011 | ISOLASI Bifidobacterium spp. DARI FESES BAYI LAHIR SECARA CAESAR DAN UJI POTENSINYA TERHADAP Escherichia coli | Kelompok bakteri yang mendominasi usus besar manusia pada umumnya adalah bakteri asam laktat. Salah satu jenis bakteri asam laktat adalah Bifidobacterium. Bifidobacterium berperan penting dalam fungsi fisiologi saluran pencernaan yaitu menyumbangkan enzim pencernaan amilase, protease dan lipase serta membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi, mengurangi resiko alergi maupun penyakit infeksi seperti diare yang disebabkan oleh E. coli. Oleh karena itu, isolasi dilakukan untuk mengkaji lebih mendalam tentang Bifidobacterium. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keragaman Bifidobacterium spp. dari hasil isolasi feses bayi dengan proses kelahiran secara caesar dan menguji kemampuan metabolitnya dalam menghambat pertumbuhan E. coli. Penelitian dilakukan dengan metode survey dan dianalisis secara deskriptif-analitik. Isolasi Bifidobacterium spp. diambil dari feses bayi dengan proses kelahiran secara caesar. Identifikasi Bifidobacterium spp. yang diamati mencakup pengamatan morfologi, uji biokimiawi, dan uji gula. Pengamatan morfologi mencakup morfologi koloni dan morfologi sel. Adapun pengujian biokimia mencakup uji katalase, indole, Voges-Proskauer, oksidase, kisaran pH pertumbuhan, dan resistensi terhadap lysozyme. Setiap isolat bakteri yang ditemukan dilakukan uji penghambatan terhadap E. coli. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 4 Bifidobacterium spp. yang diisolasi dari feses bayi lahir secara caesar dengan keragaman antara lain: Bifidobacterium sp. (BCa1, BCb1, BCc6), B. thermophilum (BCc2, BCc3, BCc4, BCc8), B. infantis (BCa2) dan B. longum (BCc5). Uji aktivitas penghambatan terhadap E. coli menunjukkan bahwa metabolit Bifidobacterium spp. mampu menghambat pertumbuhan E. coli. Hal tersebut ditunjukkan dengan terbentuknya zona jernih disekitar kertas cakram dengan kemampuan penghambatan yang berbeda-beda. | The comman group of bactery which is dominated large intestine is lactid acid bactery. One of lactid acid bactery is Bifidobacterium. The main purpose of Bifidobacterium in system digesty of physiology function is to serve enzyme amilase, protease, lipase. Bifidobacterium also aims to increase immunity of infant, reduce the risk of allergic and infection such as dhiarrhea that caused by E. coli. Furthermore, the isolation was conducted to get deeper analyse about Bifidobacterium. The purpose this research was to know the diversity of Bifidobacterium spp. from the result of isolation of caesar infant faeces and to examine the ability of its methabolic in inhibit the growth of E. coli. The research was conducted with survey methode and analysed in description-analytic. Isolation of Bifidobacterium spp. was taken from caesar infant faeces. The identifications of Bifidobacterium consist of was morphology observed, biochemical test and carbohydrate test. The observation of morphology included colony and cell morphology. In addition, biochemical test include catalase test, indole, Voges-Proskauer, oxydase, growth at different pH and resistance to lysozyme. The inhibition activity of E. coli was treated in every finding of bactery isolate. The result of this research found 4 isolate Bifidobacterium spp. from caesar infant faeces with some varieties. Those are Bifidobacterium sp. (BCa1, BCb1, BCc6), B. thermophilum (BCc2, BCc3, BCc4, BCc8), B. infantis (BCa2) and B. longum (BCc5). The inhibition activity test of E. coli showed that methabolic of Bifidobacterium spp. was able to inhibit the growth of E. coli. It was showed by the form of zone of inhibition around paper-disk with different inhibit ability. | |
| 10954 | 3895 | A1L008188 | PEMANFAATAN MIKROBA ANTAGONIS UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU BAKTERI PADA TANAMAN KENTANG | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mikroba antagonis terhadap intensitas serangan penyakit layu bakteri, kandungan senyawa fenol, serta pertumbuhan dan hasil tanaman kentang. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Mei sampai dengan Desember 2011. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 11 perlakuan dan 3 kali ulangan, yang terdiri atas kontrol, bakterisida; Bacillus sp. B2; Bacillus sp. B4; Pseudomonas flourescens P19; Pseudomonas flourescens. P20; Pseudomonas flourescens P21; Penicillium sp. Pn1; Penicillium sp. Pn2; Gliocladium sp. G1; Gliocladium sp. G3. Variabel yang diamati meliputi: masa inkubasi, kejadian penyakit, kepadatan populasi antagonis, bobot segar tanaman, bobot umbi per tanaman, dan analisis jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan mikroba antagonis Bacillus sp. B4 berpotensi dalam menekan penyakit layu bakteri pada tanaman kentang, dengan menurunkan kejadian penyakit sebesar 79,59%, perlakuan Pseudomonas flourescens P20, Pseudomonas flourescens P21 dan Gliocladium sp. G1 mampu meningkatkan kandungan fenol dalam tanaman kentang, serta perlakuan Penicillium sp. Pn2 mampu meningkatkan bobot segar tanaman 9,99%. | This research was aimed at knowing the effect of antagonistic microbes to the intensity of attacks bacterial wilt disease, against plant phenolic compounds, along on growth and yield of potato. This research was carried out at the Laboratory of Plant Protection and Experimental Field Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Serang Village, Karangreja Sub District, Purbalingga Regency, started from May up to December 2011. Randomized Block Design used with 11 treatments i.en: control, bactericida, Bacillus sp. B2; Bacillus sp. B4; Pseudomonas flourescens. P19; Pseudomonas flourescens. P20; Pseudomonas flourescen sp. P21; Penicillium sp. Pn1; Penicillium sp. Pn2; Gliocladium sp. G1; Gliocladium sp. G3. Variables observed were incubation period, disease incident, final density of antagonistic, fresh weight of crop, weight of yield/crop, and tissue analysis. Results of the research indicated the treatment of microbial antagonists Bacillus sp. B4 has the potential to suppress bacterial wilt disease in potato plants, by decrease the incidence of disease by 79.59%, the treatment Pseudomonas flourescens. P20, Pseudomonas flourescens. P21 and Gliocladium sp. G1 has increasing phenolic compound on potato crop and treatment Penicillium sp. Pn2 has increasing fresh weight of crop 9,99%. | |
| 10955 | 3869 | B1J007191 | STUDI KOMUNITAS RUMPUT LAUT PADA BERBAGAI SUBSTRAT DI PERAIRAN PANTAI PERMISAN KABUPATEN CILACAP | Rumput laut di alam ada yang tumbuh pada substrat pasir, campuran antara pasir, lumpur dan pecahan cangkang karang serta pada substrat karang. Beberapa penelitian sebelumnya ada jenis-jenis rumput laut tertentu dapat tumbuh pada lebih dari satu macam substrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunitas yang meliputi keanekaragaman, dominansi, kemerataan dan kesamaan rumput laut pada berbagai substrat di pantai Permisan, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survai dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode kuadrat dengan plot berukuran 1 x 1 m2 secara acak terpilih pada masing – masing substrat. Berdasarkan hasil penelitian di Pantai Permisan Cilacap, Jawa tengah ditemukan rumput laut sebanyak 20 jenis dengan total biomassa sebesar 4,669g. Jenis rumput laut yang tumbuh pada substrat pasir sebanyak 7 jenis dengan biomassa sebesar 0,636g, substrat karang sebanyak 20 jenis dengan biomassa sebesar 2,399g dan substrat campuran sebanyak 12 jenis dengan biomassa sebesar 1,634g. Nilai indeks keanekaragaman di Pantai Permisan berkisar 0,064 - 0,828 dalam kriteria rendah. Nilai indeks dominansi berkisar antara 0,213-1,193 artinya terdapat jenis yang mendominansi. Nilai indeks kemerataan berkisar 0,021-0,276 artinya komunitas dalam kondisi labil. Nilai indeks kesamaan tertinggi terdapat pada substrat karang – campuran sebesar 75%. Kata kunci : Rumput Laut, Komunitas, Substrat dasar, Pantai Permisan, Cilacap | Seaweed naturally grows in substrate of sand, mixing between sand, mud and shells fragment, and also coral. Some past researches stated that there were types of seaweed that able to grow in more than one substrate. This research aims to know the community such as diversity, domination, evenness, and similarity from seaweed on various substrates in Permisan beach, Central java. Survey was this research method by using quadrate with plot measurement of 1 x 1 m2 as sampling method and randomly selected for each substrate. The research found that 20 kinds of seaweeds with biomass for about 4.669g. 7 kinds of seaweeds that grow in sand substrate with biomass for about 0.636g, 20 kinds of seaweed in coral substrate with biomass for about 2.399g, and 12 kinds of seaweeds in mixing substrate with biomass for about 1.634g. Diversity index value in Permisan beach was ranging between 0.064 – 0.828 and categorized as low. Domination index value was ranging between 0.213 – 1.193, which means there was dominating variety. Evenness index value was ranging between 0.021 – 0.276, which means the community was unstable. The highest similarity index value was coral substrate – mixing for about 75%. Key words: Seaweed, Community, Based Substrate, Permisan Beach, Cilacap | |
| 10956 | 3497 | E1A008083 | KEKUATAN SAKSI YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN DARAH DENGAN TERDAKWA (Studi Terhadap Putusan Perkara Nomor:82/pid. B/2009/PN.Pwt) | Penelitian dengan judul KEKUATAN SAKSI YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN DARAH DENGAN TERDAKWA (Studi Terhadap Putusan Nomor 82/Pid. B/2009/PN.Pwt ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan alat bukti keterangan saksi yang mempunyai hubungan darah dengan terdakwa dalam tindak pidana pencurian dalam keluarga berdasarkan putusan Nomor : 82/Pid.B/2009/PN.Pwt. Berdasarkan putusan tersebut Kekuatan alat bukti keterangan saksi yang mempunyai hubungan darah dengan terdakwa sama dengan alat bukti yang lain, karena Saksi telah diambil sumpahnya sebelum memberikan keterangannya di depan persidangan, Keterangan saksi dinyatakan dalam sidang pengadilan dan Keterangan saksi apabila dihubungkan dengan keterangan saksi-saksi lainnya saling persesuaian dan saling menguatkan. Dalam memberikan keterangannya, saksi yang mempunyai hubungan darah dengan terdakwa harus mempunyai kehendak untuk memberikan keterangan sebagai saksi dan kehendak itu disetujui secara tegas oleh Hakim, penuntut Umum dan Terdakwa. Kata kunci: alat bukti, saksi yang mempunyai hubungan darah dengan terdakwa. | The study with title STRENGTH OF WITNESS WHO HAS HAEMATICAL RELATIONSHIP WITH DEFENDANT (Study Of Decision With Number 82/Pid. B/2009/PN.Pwt). It purposes to determine the strength of witness’s testimony as an evidence, who has haematical relationship with defendant, in the crime of theft within family based on decision No. 82/Pid.B/2009/PN.Pwt. Based on that decision, the strength of witness’s testimony who has haematical relationship with defendant, is similarly with other evidence, because the witness had been sworn before giving testimony in front of the court, witness testimony is revealed in court, and when linked with others are mutual rapprochement and mutual reinforcing. In giving testimony, the witness who has haematical relationship with defendant must has willing to testify as a witness, and it must be agreed by the judge, prosecutor and defendant. Keywords: evidence, witness who has haematical relationship with the defendant. | |
| 10957 | 3873 | E1A005370 | Peran World Health Organization dalam Bidang Kesehatan menurut Hukum Internasional (Kajian terhadap Penanganan Flu Burung oleh WHO di Indonesia) | Munculnya kasus flu burung pada manusia di Indonesia merupakan suatu hal yang harus diwaspadai. Indonesia sebagai anggota dari masyarakat dunia juga tidak menutup diri tentang keberadaan penyakit ini. Keberadaan Indonesia sebagai anggota dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara langsung juga meminta pertimbangan dan peran aktif dari lembaga di bawah naungan PBB yang khusus mengurusi tentang kesehatan yaitu WHO (World Health Organization). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitis, sumber bahan hukum bahan hukum primer, sekunder dan tersier, metode pengumpulan bahan hukum dalam penelitian ini dilakukan dengan inventarisasi peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan studi kepustakaan, metode penyajian bahan hukum disajikan dalam bentuk teks naratif, dan metode analisis yang dipergunakan adalah analisis normatif kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal. Pengaruh WHO dalam penanganan flu burung di Indonesia dapat disimpulkan tidak terlalu memegang peranan. WHO memang memberikan bantuan kepada pemerintahan Indonesia namun bantuan itu bukanlah bentuk bantuan yang paling dibutuhkan Indonesia dalam usahanya menangani serangan flu burung di masyarakat. Hal yang paling dibutuhkan Indonesia, yakni anti virus (vaksin) malah ditemukan sendiri oleh orang Indonesia. hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak terlalu memerlukan campur tangan WHO. | The emergence of human cases of avian flu in Indonesia is something to watch. Indonesia as a member of the world community did not shut up about the existence of this disease. The existence of Indonesia as a member of the United Nations (UN) also directly ask for consideration and the active role of institutions under the auspices of the United Nations special care about the health of the WHO (World Health Organization). The research method used in this study is a normative juridical approach, the specification of research used is descriptive analytical research, sources of primary legal materials legal materials, secondary and tertiary methods of collection of legal materials in the study conducted by an inventory of legislation, documentation and studies literature, legal methods of presenting material presented in narrative text form, and analytical methods used are normative analysis of qualitative models of systematic and grammatical interpretation. Effect of WHO in the handling of avian flu in Indonesia can be concluded not too plays a role. WHO is providing assistance to the government of Indonesia but it is not a form of relief is most needed help Indonesia in its handling of avian flu in the community. The most needed by Indonesia, the anti-virus (vaccine) instead found himself by the people of Indonesia. it shows that Indonesia is not too requires the intervention of WHO. | |
| 10958 | 3849 | B1J008110 | KEMAMPUAN PREDASI TUNGAU PREDATOR Amblyseius sp. TERHADAP TUNGAU HAMA Tetranychus urticae Koch | Tetranychus urticae Koch adalah salah satu tungau hama pada tanaman singkong (Manihot esculenta Crantz) yang menyerang bagian permukaan bawah daun. Amblyseius sp. yang tergolong dalam familia Phytoseiidae merupakan salah satu musuh alami yang potensial untuk mengendalikan tungau hama dari familia Tetranychidae, termasuk diantaranya T. urticae. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah masing-masing stadia tungau hama T. urticae terhadap kemampuan predasi Amblyseius sp. selama 24 jam. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dicobakan terdiri atas 4 stadium yaitu telur, larva, nimfa, dan dewasa dari tungau hama T. urticae masing-masing 5 individu dengan diberi masing-masing 1 individu dewasa Amblyseius. sp. dan diulang masing-masing sebanyak 4 kali. Data hasil kemampuan predasi yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam pada tingkat kesalahan 5 % dan dilanjutkan dengan uji berjarak Duncan pada tingkat kesalahan yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan predasi tungau predator Amblyseius sp. berbeda nyata terhadap berbagai stadium tungau hama T. urticae Koch (P kurang dari 0,05). Kemampuan predasi tungau predator Amblyseius sp. tertinggi pada stadium telur T. urticae. | Tetranychus urticae Koch is one of pest mite on cassava (Manihot esculenta Crantz) that attack the underside of leaves. Amblyseius sp. belonging to the Phytoseiidae familia is one of potential natural enemies to control pest mites of the familia Tetranychidae, including T. urticae. The research purpose is was to determine the effect of sum each pest mite stadia T. urticae providing on predation ability of Amblyseius sp. for 24 hours. The research method is using experimental methods with Completely Randomized Design (CRD). The treatments consisted of four stadiaum ie eggs, larvae, nymphs, and adults of the pest mite T. urticae each 5 individuals were given each 1 individual adult Amblyseius sp. and each one repeated 4 times. The result data obtained were analyzed predation ability with various analyzes on the error rate of 5% and is continued with Duncan's test at the same error rate. The results show that the predation ability of predator mites Amblyseius sp. is significantly different to the stadium various of pest mites T. urticae Koch (P is more less than 0.05). Predation ability of predator mite Amblyseius sp. was highest is when predation egg stadium T. urticae. | |
| 10959 | 7810 | B1J008140 | Indeks Hepatosomatik, Viscerasomatik dan Model Lipostatik Ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lac.) yang Diberi Pakan Protein dan Energi yang Berbeda. | Pakan memegang peranan penting dalam pertumbuhan ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac,). Perbedaan rasio protein dan energi pakan dapat mempengaruhi indeks hepatosomatik (IHS), viscerasomatik (IVS) dan model lipostatik yang digunakan sebagai parameter pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks hepatosomatik, viscerasomatik dan model lipostatik ikan gurami yang diberi pakan dengan rasio protein dan energi yang berbeda. Materi yang digunakan adalah ikan gurami dengan kelompok berat berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 2x4. Faktor pertama adalah ikan gurami dengan berat ±30 g (I1) dan ±80 g (I2). Faktor kedua adalah pakan berbentuk pelet dengan rasio protein energi sebagai berikut: 35%/3,5 kkal (P1); 35%/2,8 kkal (P2); 27%/2,2 kkal (P3) dan 27%/2,2 kkal (P4). Parameter yang diamati adalah berat hati dan berat viscera. Metode analisis yang digunakan yaitu two way anova dan dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan bahwa IHS dan IVS dipengaruhi oleh berat ikan dan jenis pakan (P<0,5). Ikan dengan berat ±30 g memiliki IHS dan IVS lebih tinggi dibanding ikan dengan berat ±80 g, dengan nilai masing 1,66% dan 1,42% untuk IHS dan 7,60% dan 6,88%. Untuk jenis pakan, pakan dengan rasio protein energi 35%/3,5 kkal memberikan IHS tertinggi yaitu sebesar 1,73%, namun memberikan hasil tidak berbeda nyata untuk IVS (P>0,5). Sementara untuk lipostatik kombinasi perlakuan ikan dengan berat ±80 g yang diberi pakan dengan kadar 35%/3,5 kkal memiliki nilai lipostatik tertinggi yaitu sebesar 0,34%. dapat disimpulkan bahwa ikan berat ±30 g memiliki IHS dan IVS lebih tinggi dibanding ikan berat ±80 g, sedangkan untuk jenis pakan secara umum pakan dengan kadar protein dan energi 35%/3,5 kkal memiliki nilai tertinggi diantara semua jenis pakan pada IHS, IVS dan model lipostatik. | The aims of this study determine hepatosomatic, viscerasomatic index and lipostatic models of carp fed with different ratio of protein and energy . The average initial body weights of the two groups tested were 30 g and 80 g. The other factor were tested are four groups feed with different protein and energy ratios, 35%/3,5 kcal (P1), 35%/2,8 kcal (P2), 27%/2,7 kcal (P3) and 22%/2,2 kcal (P4). Analytical method used two way anova continued with least significant difference (LSD). The results showed that IHS and IVS were affected by weigth of fish and type of feed (P<0,05), whereas the interaction between weight of fish and type of feed do not affect IHS and IVS (P>0,05). IHS and IVS decreased with increasing body size but increased with increasing protein and energy levels. For lipostatic model, combination fish weight 80 g fed with protein and energy ratios 35%/3,5 kcal has highes value. It is suggested that fish with weigth 30 g has higher value for IHS and IVS than fish with weight 80g, whereas for general type of feed, feed with ratio protein energy 35%/3,5 kcal has highest value among all types of feed in IHS, IVS and lipostatic model. | |
| 10960 | 3871 | B1J006179 | DAYA ANTIMIKROBA BAKTERI ENDOFIT ANGGREK TERHADAP BAKTERI PATOGEN Erwinia sp. | Anggrek adalah salah satu tanaman hias yang memiliki beragam jenis dan corak sehingga banyak dikoleksi oleh masyarakat khususnya pecinta tanaman hias. Dalam usaha budidaya tanaman anggrek masih sering dijumpai berbagai permasalahan. Kendala utama antara lain berupa tingkat kegagalan yang tinggi pada saat pemindahan seedling dari botol kultur ke dalam pot yang dapat mencapai 90%. Tujuan penelitian adalah mengetahui isolat bakteri endofit yang memiliki daya antimikroba terbaik terhadap bakteri patogen Erwinia sp. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui daya antimikroba bakteri endofit. Variabel yang diamati adalah variabel bebas (jenis isolat) dan variabel tergantung (daya antimikroba). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bakteri yang berhasil diisolasi dari tanaman anggrek yaitu Pseudomonas luteola, Rhizobium radiobacter, Ochrobactrum anthropi, dan Burkholderia cepacia. Pseudomonas luteola merupakan bakteri yang memiliki daya hambat terbaik terhadap bakteri patogen Erwinia sp. | Orchids are one of plants that have various types and styles, many people who loved it collected those plants. Cultivation of orchids are often encountered various problems. The constraint is about high mortality while seedling relocated from culture botle to the pot, and it can reach up to 90% mortality. The aim of this research is knowing endophytic bacteria isolates that have the best antimicrobial effect to bacterial pathogens namely Erwinia sp. Experimental method with a completely randomize design (RAL) was used to determine the antimicrobial endophytic bacteria. Independent variables (isolates type) and the dependent variable (the antimicrobial power of life) were used in this research. These results indicated that the bacteria isolated from theorchids were Pseudomonas luteola, Rhizobium radiobacter, Ochrobactrum anthropi, and Burkholderia cepacia. Bacteria Pseudomonas luteola has the best inhibition effect to the bacterial pathogens Erwinia sp. |