Artikelilmiahs
Menampilkan 10.981-11.000 dari 48.977 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 10981 | 3896 | A1L008141 | KUMBANG SKARAB YANG MENYERANG TANAMAN KENTANG DI DESA DIENG KULON KECAMATAN BATUR KABUPATEN BANJARNEGARA | Tanaman kentang di kawasan Dieng Kabupaten Banjarnegara diserang oleh hama lundi. Lundi merupakan tahap larva dari kumbang skarab (Scarabaeidae, Coleoptera). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kumbang dan dinamika populasinya. Untuk mengetahui dinamika populasi kumbang digunakan lampu perangkap. Tiga unit lampu perangkap ditempatkan pada pertanaman kentang. Kumbang yang tertangkap dicatat setiap minggu dan selanjutnya diidentifikasi. Data hasil tangkapan dianalisis dan disajikan dalam bentuk gambar dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga spesies kumbang skarab yang tertangkap lampu. Ketiga spesies itu adalah Holotrichia sp., Papuana sp. dan Anomala sp. Kumbang Holotrichia sp dominan di kawasan tersebut. Kumbang akan muncul pada awal musim hujan (Oktober), populasinya mencapai puncak pada minggu kedua dan setelah itu menurun. | Potato crops at Dieng Highland Area attacked by white grubs. White grub is a larva stadium of scarab beetle. The goal of research was to identify the species of beetles and describe their population dynamics. For monitoring the beetles population was used light traps. Three light traps were placed at potato crops. The caught beetles were recorded and examined weekly. Then, beetles were identified. The numbers of beetles were analyzed, and then presented in pictures and tables. The result showed there were 3 species of scarab beetles. There were Holotrichia sp., Papuana sp. and Anomala sp. Species of Holotrichia sp was dominant species at this area. These beetles emerged at early of the rainy season (October), reached a peak population at the second week, and then decreased. | |
| 10982 | 3897 | A1L008206 | POTENSI BIO P60 TERHADAP PENYAKIT HAWAR DAUN (Phytophthora infestans (Mont.) de Bary) PADA TANAMAN KENTANG IN VIVO | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Bio P60 dengan bahan aktif Pseudomonas fluorescens P60 dalam mengendalikan penyakit hawar daun yang disebabkan Phytophthora infestans (Mont.) de Bary serta pertumbuhan dan produksi tanaman kentang. Penelitian dilakukan di lahan yang berada di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga serta di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari bulan April 2012 sampai Juli 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas enam perlakuan dengan empat kali ulangan. Perlakuan meliputi kontrol, perendaman bibit 15 menit, penyiraman dan penyemprotan Bio P60 sebanyak 1, 3, 5, dan 7 kali dengan dan aplikasi fungisida. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, kepadatan akhir Pseudomonas fluorescens P60, selisih tinggi tanaman, panjang akar, bobot segar dan kering tanaman, jumlah umbi, jumlah cabang, jumlah daun, bobot segar dan kering akar, dan bobot hasil/tanaman dan analisis jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Bio P60 7 kali belum efektif menunda masa inkubasi dan menekan intensitas penyakit hawar daun pada tanaman kentang. Perlakuan Bio P60 7 kali meningkatkan selisih tinggi tanaman dan bobot hasil/tanaman masing-masing sebesar 15,48 dan 43,06%. | This research was aimed at knowing the effect of Bio P60 with material active Pseudomonas fluorescens P60 on controlling late blight disease caused by Phytophthora infestans (Mont.) de Bary and on growth and yield of potato. The Research was carried out at potato field at Serang village, Karangreja subistrict, Purbalingga regency and at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from April 2012 until July 2012. Randomized Block Design was used which six treatments and four replicates. The treatments tested were control, soaking of seedling for 15 minutes,dranching, and spraying Bio P60 for 1, 3, 5, and 7 times and spraying the fungicide. Variables observed were incubation period, disease intensity, infection rate, late population of Pseudomonas fluorescens P60, difference of crop height, root length, fresh and dry of crop weight, number of tubers, number of branches, number of leafs, fresh and dry of root weight, weight of yield/crops, and tissues analysis. Results of the research showed treatment Bio P60 for 7 times could not slowness the incubation period, and supress the disease intensity on potato. However, both treatment could increased the difference of crop height and yield crops as 14.38 and 43.06%, respectively. | |
| 10983 | 3898 | A1L008027 | KAJIAN POPULASI DAN SERANGAN HAMA TUNGAU PADA TANAMAN STROBERI PADA KETINGGIAN TEMPAT YANG BERBEDA DI DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, populasi, mengukur berat, intensitas dan luas serangan hama tungau pada tanaman stroberi pada ketinggian tempat yang berbeda di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian survey yang menggunakan purposive random sampling yaitu: zona I (<1000 m dpl), Zona II (1000-1100 m dpl), Zona III (>1100 m dpl). Data yang bersifat kuantitatif dianalisis dengan uji sidik ragam apabila berbeda nyata diuji lanjut dengan BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 3 jenis tungau yang menyerang tanaman stroberi yaitu, Tetranychus, Eurytetranychus, dan Panonychus. Populasi Eurytetranychus 694 individu, Tetranychus 438 individu, ketiga adalah Panonychus 122 individu. Rerata intensitas serangan terbesar terdapat pada zona III sebesar 6,60%, tetapi luas dan berat serangan terbesar terdapat pada zona I sebesar 25,43% dan 5,12%. Rerata intensitas, luas dan berat serangan terkecil terjadi pada zona II sebesar 3,11%, 15,87% dan 2,86% | This research was aimed to know, sort of strawberry mites, populations of strawberry mites, attack intensity, attack widespread, and attack weight of strawberry mites in Purbalingga regency. The method of the research used was a survey, purposive random sampling to choose the village which cultivate strawberry plants and was a altitude difference : Zone 1 (< 1,000m asl), Zone II (1,000-1,100m asl), Zone III (>1,100m asl). Quantitative data, were analyzed using variance examination, and when significant then continued by using LSD 5%.Result of the research performed that there were three kinds of the mites found in strawberry plans, namely Tetranychus, Eurytranychus, and Panonychus. Eurytranychus indicated the most amount mites reaching 694 individuals, Tetranychus reached 438 individuals, and Panonychus performed the smallest quantity namely only 122 individuals. The average measurement of intensity attack for the aggression in Zone III reached 6.60%.But, widespread, and weight for the aggression in Zone I reached 25.43% and 5.12%, and the smallest average was in Zone II as many as 3.11%, 15.87% and 2.86% | |
| 10984 | 3908 | A1C008051 | KAJIAN FINANSIAL PADA USAHA PENGOLAHAN KAYU ALBASIA (Albizia falcataria) DI PT ARUMBAI KASEMBADAN KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS | PT Arumbai Kasembadan merupakan pabrik pengolah kayu jenis albasia menjadi papan laminated board dan bare core. Tujuan usaha pada PT Arumbai Kasembadan adalah untuk mendapatkan laba dan dapat mempertahankan kelangsungan hidup usahanya dalam jangka panjang. Masalah yang dihadapi yaitu biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan pendapatan yang diterima perusahaan. Perhitungan analisis finansial sangat membantu perusahaan untuk mengukur dan mengetahui sejauh mana keberhasilan usaha yang telah dijalankan. Hasil analisis finansial perusahaan pada tahun 2011 menunjukkan pendapatan bersih yang diterima dari penjualan 2.161,28 m3 produk laminated board adalah Rp202.575.643,00, serta memiliki nilai BEP sebesar Rp8.742.862.183,00 dan volume BEP sebesar 1.460,34 m3, angka Margin of Safety sebesar 32,43 persen, nilai Shut Down Point sebesar Rp7.220.378.228,00 dan angka Degree of Operating Leverage sebanyak 3,08 kali. Produk bare core menerima pendapatan bersih setelah dikurangi pajak dari penjualan 2.113,37 m3 adalah sebesar Rp552.407.350,00 serta memiliki nilai BEP sebesar Rp2.486.451.105,00 dan volume BEP sebesar 836,85 m3, angka Margin of Safety sebesar 60,4 persen, nilai Shut Down Point sebesar Rp2.031.336.895,00 dan angka Degree of Operating Leverage sebanyak 1,66 kali. Nilai R/C ratio pada produk laminated board sebesar 1,016 dan produk bare core sebesar 1,11. | Arumbai Kasembadan Inc. is the factory of manufacture to process albasia timber to be laminated board and bare core board. The aimed of Arumbai Kasembadan Inc. are getting the profits and survive in long term. The problem that faced in defending the enterprise is the production cost is not suitable than accepted income to the company. The Counting of financial analysis is very helpful for the company to measure and know how far the successful of the company. The Results of the financial analysis in 2011 show that the net profit that accepted from the selling is 2.161,28 m3 products laminated board is IDR202,575,643.00 then having value BEP as big as IDR8,742,862,183.00 and volume BEP as big as 1.460,34 m3, number Margin of Safety as big as 32,43 percent, value Shut Down Point as big as IDR7,220,378,228.00 and Degree of Operating Leverage number as much as 3,08 times. Product bare core accepting net profit after decreased tax of selling 2.113,37 m3 as big as IDR552,407,350.00 then having value BEP as big as IDR2,486,451,105.00 and volume BEP as big as 836,85 m3, number Margin of Safety as big as 60,4 percent, value Shut Down Point as big as IDR2,031,336,895.00 and Degree of Operating Leverage number as much as 1,66 times. R/C ratio value of product laminated board as big as 1,016 and product bare core as big as 1,11. | |
| 10985 | 3903 | A1C008053 | KAJIAN FAKTOR SOSIAL INTERNAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI KEBUTUHAN PETANI DALAM BERUSAHATANI MELATI (Studi Kasus di Kelompok Tani Bina Tani Kecamatan Suradadi KabupatenTegal) | Tujuan penelitian ini adalah menganalisis motivasi kebutuhan petani dalam berusahatani melati dan menganalisis keeratan hubungan antara faktor sosial internal petani dalam berusahatani yang meliputi usia petani, tingkat pendidikan petani, jumlah tanggungan keluarga, pengalaman berusahatani, dan luas lahan dengan motivasi kebutuhan petani berusahatani melati. Penelitian ini dilakukan di Desa Sidoharjo Kecamatan Suradadi, desa ini dipilih karena merupakan sentra produksi melati di Kabupaten Tegal.Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep motivasi Maslow. Analisis yang digunakan yaitu uji validitas dan reliabilitas, metode likert summated ratings yang dilanjutkan dengan MSI, korelasi range spearman dan uji t. Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa petani melati dalam berusahatani melati, termotivasi karena kebutuhan fisiologis, rasa aman, dan kasih sayang. Faktor sosial internal petani dalam berusahatani yang memiliki hubungan signifikan dengan motivasi petani yaitu tingkat pendidikan, jumlah tanggungan, dan pengalaman usahatani, sedangkan untuk usia dan luas lahan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi petani. | The aim of this research is to analyze farmers needs motivation in farming jasmine and analyze the close relation between farmers internal social factors in farming which include the farmers age, the farmers education level, the family’s total charge, the farming experience and the total area of the field with the farmers needs motivation in farming jasmine. The research was conducted in Sidoharjo village, Sub District of Suradadi, Tegal Regency, this village was chosen because it is the center of production of jasmine in Tegal regency. Concepts used in this reseach is the concept of motivation Maslow. The analysis used the validity and reliability, method Summated Likert ratings were followed by MSI, Spearman correlation and t test range. The result of the research showed that the needs motivation of Sidoharjo village farmers only reached over physiological needs, security and affection.The farmers internal social factors in farming which have a relation with the motivation were the education level, the family’s charge and the farming experience, whereas the age and the total area of the field have no relation with the farmer’s motivation. | |
| 10986 | 3900 | A1H008031 | ESTIMASI BIAYA PRODUKSI TANDAN BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT (Studi Kasus di PTPN VIII, Unit Bisnis Perkebunan Kelapa Sawit Kertajaya, Lebak, Banten) | ABSTRAK Kelapa sawit merupakan komoditi pertanian yang sedang popular saat ini. Produk utama dari perkebunan kelapa sawit adalah Tandan Buah Segar (TBS). Proses produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit memerlukan perencanaan biaya demi meminimalkan biaya yang timbul dari produksi.. Hal tersebut dapat dicapai melalui estimasi total biaya dari kepemillikan asset, termasuk biaya pembelian, operasi, perawatan, renovasi, dan lain-lain selama umur proyek dengan time value of money .Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah (1) Mengetahui estimasi biaya produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di PTPN VIII Kertajaya, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dan (2) Mempelajari faktor-faktor apa saja yang secara signifikan mempengaruhi besarnya estimasi biaya produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di PTPN VIII Kertajaya, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Variabel pengukuran yang digunakan dalam estimasi biaya produksi tandan buah segar (TBS) mencakup semua kegiatan perkebunan yang dipertimbangan diantaranya initial cost dan operation cost.Dasar yang digunakan yaitu Asumsi tingkat suku bunga per periode bunga tidak mengalami perubahan yaitu 5,57% pada suku bunga BI rate 2011dengan variabel perhitungan yang digunakan yaitu Biaya modal (initial cost), Biaya operasional (operation costs),Nilai pada masa kini (present value), Nilai anuitas (annuity value),. Titik Impas (break event point) dan Payback Period. Seluruh komponen biaya (initial cost dan operation cost) dihitung dengan mengakumulasikan keseluruhan biaya , menggunakan perhitungan rumus bunga, nilai pada masa kini (present value) menggunakan media pembantu pemrogaman computer Microsoft Excel. Dilakukan analisis kelayakan dengan menggunakan beberapa kriteria investasi berupa Break Even Point (BEP) dan Payback Period. Hasil analisa Estimasi Biaya Produksi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di PTPN VIII Kertajaya, Unit Bisnis Perkebunan Kelapa Sawit Kertajaya, Lebak, Provinsi Banten dari tahun 1982 hingga tahun 2011 adalah Rp 131,80 Milyar. Hasil pengubahan dari cash flow selama life cycle ke annuity value sebesar Rp 9,32 Milyar. Total keseluruhan 596.877 ton TBS dengan jumlah ratarata setiap tahunnya 19.895,9 ton TBS, dengan nilai Rp 468.482,-/Ton TBS dan Rp 468,-/Kg TBS. Komponen biaya sebagai faktor yang secara signifikan mempengaruhi Estimasi Biaya Produksi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit adalah pengelolaan perkebunan dengan nilai biaya keseluruhan Rp 131,80 Milyar. Dari perhitungan kelayakan finansal diperoleh nilai Titik Impas (break event point) yang menyatakan bahwa produksi TBS akan mencapai titik impas jika harga jual mencapai Rp220.827/ton atau Rp 220/kg atau bisa dikatakan saat volume produksinya mencapai angka 87.871.427 Kg dan dengan Payback Period ±147 bulan. | ABSTRACT Palm oil is an agricultural commodities that are popular today. The main products of the oil palm plantations are Fresh Fruit Bunches (FFB). The process of production of fresh fruit bunches (FFB) of oil palm requires planning costs by minimizing the costs of production. This can be achieved through ownership estimated total cost of the asset, including the cost of purchase, operation, maintenance, renovation, and others over the life of the project to the time value of money. Purpose to be achieved in this study were (1) Determine the estimated cost of production fresh fruit bunches (FFB) of oil palm in PTPN VIII Kertajaya, Lebak regency, Banten province, and (2) Learn what are the factors that significantly affect the amount of the estimated cost of production of fresh fruit bunches (FFB) of oil palm in PTPN VIII Kertajaya, District Lebak, Banten province. Measurement variables used in the estimation of the cost of production of fresh fruit bunches (FFB) estate includes all activities considered include initial cost and operation cost. Base assumption used is the interest rate per period interest rate is unchanged at 5.57% interest rate BI 2011 with variable rate calculations used the capital cost (initial cost), operational costs (operation costs), on the present value (present value), the value of the annuity (annuity value). Break even point (break even point) and Payback Period. All components of cost (initial cost and operation cost) is calculated by accumulating the overall cost, using the calculation formula rate, the present value (present value) using the auxiliary media of computer programming Microsoft Excel. Feasibility analysis using several criteria of investment of Break Even Point (BEP) and Payback Period. Estimating the Cost of Production Analysis results of Fresh Fruit Bunches (FFB) of oil palm in PTPN VIII Kertajaya, Business Unit Oil Palm Kertajaya, Lebak, Banten Province from 1982 to 2011 was Rp 131.80 billion. The results of the conversion of cash flow over the life cycle of the annuity value of Rp 9.32 billion. Total 596,877 tonnes of FFB with the average number of 19895.9 tonnes FFB per year, with a value of Rp 468,482, Rp -/Ton FFB and 468, -/Kg FFB. Component cost as a factor that significantly affects the estimated cost of production of fresh fruit bunches (FFB) of oil palm plantations is the management with the overall cost of Rp 131.80 billion. Finansal feasibility of earned value calculations Breakeven point (break even point) which states that the production of FFB will break even if the sale price reached Rp 220/kg or Rp220.827/ton or to say when production volume reached 87.871.427 kg and with Payback Period ± 147 months. | |
| 10987 | 3911 | D1C006011 | UPAYA PENINGKATAN KUALITAS KULIT SINGKONG MELALUI FERMENTASI MENGGUNAKAN LEUCONOSTOC MESENTEROIDESPENGARUHNYA TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SECARA IN VITRO | Penelitian bertujuan mengkaji penggunaan kulit singkong yang di fermentasi menggunakan Leuconostoc mesenteriodes terhadap kecernaan bahan kering (KBK) dan bahan organik(KBO) pakan kambing.Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu cairan rumen kambing yang diambil dari Rumah Potong Hewan (RPH)Karanglewas Purwokerto. Penelitian dilakukan secara eksperimental yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan adalah konsentrat tanpa kulit singkong fermentasi (P1), konsentrat yang di tambahkan 10% kulit singkong fermentasi (P2), konsentrat yang di tambahkan 20% kulit singkong fermentasi (P3), dan konsentrat yang di tambahkan 30% kulit singkong fermentasi (P4).Kulit singkong yang di fermentasi menggunakan Leuconostoc mesenteriodes selama 4 minggu di gunakan sebagai pengganti bekatul dalam konsentrat. Pakan terdiri atas rumput lapang dan konsentrat dengan imbangan60 :40. Variabel yang diukur yaitu kecernan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi. Hasil penelitian diperoleh rataan KBK dan KBO untuk masing-masing perlakuan P1, P2, P3 dan P4 adalah 47,59%;42,26%, 47,26%; 40,60%, 44,31,%; 39,76% dan 48,91%; 44,91%. Analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05) baik terhadap kecernaan bahan kering maupun bahan organik.Kulit singkong yang di fermentasi secara anaerob menggunakan L. Mesenteroides dapat menggantikan bekatul dalam pakan kambing. | The aim of this research was to assessingthe use ofcassava peel using Leuconostoc mesenteriodes the digestibility ofdry matterand organic matterof cassava peel silage.The materials used in this research were goatrumen fluid taken from slaughter house of Karangluwas Purwokerto. This experiment used experimental method design according to Completely Randomized Design. The treatments tested were unfermentedcassava peelas control (P1), while for P2, P3and P4 same as P1, but adding of coupled with fermented cassava peel using Leuconostoc mesenteroides 10%, 20%, 30% respectively. Feedconsists of grass fieldand concentrate the balance 60: 40.The variable measured and recorded were Dry Matter Digestibility (DMD) and Organic Matter Digestibility (OMD). Data were analysed by anava and continued Orthogonal Polinomial.The result showed that the average of digestible dry matter and organic matter digestibility were 47,59%;42,26%, 47,26%; 40,60%, 44,31%; 39,76% dan 48,91%; 44,91%for P1, P2, P3 and P4 respectively. Analysis of variance showed that treatment were no significant effect (P > 0.05) on dry matter and organic matter digestibility. It can be concluded that Cassava peel silage whichuses L.mesenteroidescan replacerice braningoatfeed | |
| 10988 | 3901 | D1E008054 | ANALISIS FINANSIAL USAHA PETERNAKAN AYAM NIAGA PETELUR DI KECAMATAN KADEMANGAN KABUPATEN BLITAR | Penelitian menggunakan metode survey, penetapan sampel kecamatan dilakukan dengan metode purposive sedangkan metode penetapan sampel wilayah dan pengambilan data dengan cara menggunakan metode stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner dan observasi. Materi penelitian yang digunakan adalah peternakan ayam niaga petelur sebanyak 108 peternak yang dibagi dalam 3 strata yaitu strata I dengan kepemilikan < 2000 ekor, strata II 2000-5000 ekor, sedangkan strata III > 5000 ekor. Variabel yang diamati meliputi jumlah ternak, curahan jam kerja, lama beternak, dan pengalaman beternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya profitabilitas peternakan ayam niaga petelur selama satu tahun di Kec. Kademangan pada masing-masing strata I,II,III adalah Rp. 42.152.821,00; Rp. 194.856.489,00; dan 659.103.714,00. Rentabilitas usaha pada masing-masing strata I,II,III adalah 10.17 persen, 17.77 persen, 20, 79 persen.Kesimpulan penelitian ini yaitu faktor jumlah ternak dan pengalaman beternak berpengaruh terhadap profitabilitas, sedangkan faktor jumlah ternak dan curahan jam kerja berpengaruh terhadap rentabilitas usaha peternakan ayam niaga petelur di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar | The research used survey method, the method of determination of the sample area data retrieval was by using purposive random sampling method. Data collection was done using a detailed questionnaire and observation to dig the that were data received from a business unit of commercial laying chicken farm. The research materials used were commercial laying chicken farms many 108 that were divided into strata : stratum I with ownership of 2000 ; stratum II 2000 – 5000 heads, whereas strata III > 5000 heads. The observed variables included the number of livestock, the out-pouring of work hours and raising and breeding experience. The result showed that the magnitude of the profitability of commercial laying chicken farm for one year in the district of Kademangan on each stratum of I, II, III was Rp. 42.152.821 per person ; Rp. 194.856.489 per person ; and Rp. 659.103.714 per person. Earning ration effort at each level of I, II, III was 10,17 percent, 17,77 percent, and 20,79 percent respecieved. The conclusion of the experiment is that the factors of the number of chicken and farming signification effect profitability and the number of chicken and the linght of work hour affect the rentability of commercial laying chicken farm. | |
| 10989 | 3927 | G1D007061 | Pengaruh Latihan Body Fat Loss Selama 6 Bulan Terhadap Penurunan Berat Badan Laki-Laki dan Perempuan di Hercules Fitness and Aerobic Center Purwokerto Barat | Latar belakang: Masalah kelebihan berat badan atau obesitas makin mengancam kesehatan masyarakat dunia. Laki-laki memiliki jumlah otot lebih banyak dibandingkan perempuan dan memiliki hormon testosteron yang membantu membakar lemak. Hormon progesteron pada perempuan memicu rasa lapar. Fat loss atau weight loss adalah program pembentukan berat badan yang bertujuan untuk menghilangkan lemak berlebih dengan cara berolahraga, pengaturan pola makan, suplementasi, dan istirahat yang cukup. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan body fat loss selama 6 bulan terhadap penurunan berat badan laki-laki dan perempuan di Hercules Fitness and Aerobic Center Purwokerto Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan kohort retrospektif. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan mengambil seluruh anggota populasi sebagai responden atau sampel dengan jumlah sampel 40 responden. Pengolahan data menggunakan program komputer, dan data dianalisis dengan menggunakan t test dependent dan t test independent. Hasil: Hasil analisis didapatkan perbedaan berat badan sebelum dan setelah latihan pada laki-laki dengan p = 0,00 dan pada perempuan dengan p = 0,00. Rata-rata (mean) berat badan perempuan sebelum diberikan latihan body fat loss adalah 82,55 dan sesudah latihan body fat loss adalah 76,91. Rata-rata penurunan berat badan laki-laki adalah 9,34 sedangkan pada perempuan 5,63. Ada pengaruh latihan body fat loss selama 6 bulan terhadap penurunan berat badan laki-laki dan perempuan dengan p = 0,00. Kesimpulan: Latihan body fat loss selama 6 bulan dapat menurunkan berat badan pada laki-laki dan perempuan. | Background: The problem of being overweight or obesity is increasingly threatening the health of people around the world. Men have more muscle mass than women and have a testosterone which helps burn fat. Hormone progesterone in women triggers hunger. Fat loss or weight loss is weight-building program that aims to eliminate excess fat by doing exercise, dietary rules, supplementation, and adequate rest. Objective: This research aimed to know the effect of body fat loss exercise for 6 months on weight loss at Hercules Fitness and Aerobic Center West Purwokerto. Methods: This research was an observational research using retrospective cohort design. The sampling used total sampling technique that is a sampling technique taking all population as respondents or samples with the sample amount is 40 respondents. Processing data used computer programs, and data were analyzed using dependent t test and independent t test. Results: The results should a difference in the weight before and after exercise of men with p = 0,00 and women with p = 0,00. The average of woman weight (mean) before being given body fat loss exercise was 82.55 and after body fat loss exercise was 76,91. The average weight loss of men was 9,34, while in women 5,63. There was an effect of body fat loss exercise for 6 months on weight loss of men and women with p = 0.00. Conclusion: Body fat loss exercise for 6 months can weight loss of men and women. | |
| 10990 | 3902 | A1H008059 | PENGARUH JUMLAH PEREKAT TERHADAP KUALITAS BRIKET TONGKOL JAGUNG MELALUI PROSES KARBONISASI DAN TANPA KARBONISASI | Potensi biomassa di Indonesia cukup tinggi. Biomassa yang berasal dari limbah hasil pertanian dan kehutanan merupakan bahan yang tidak berguna, tetapi dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi bahan bakar alternatif, yaitu dengan mengubahnya menjadi briket bioarang. Briket bioarang yang diteliti adalah briket bioarang dengan komposisi tongkol jagung yang dicampur dengan bahan perekat lempung. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas briket tongkol jagung melalui proses karbonisasi dan tanpa karbonisasi, mengetahui pengaruh jumlah perekat dan mendapatkan jumlah perekat yang baik pada pembuatan briket tongkol jagung melalui proses karbonisasi dan tanpa karbonisasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 6 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, kadar karbon terikat dan nilai kalor. Nilai kadar air briket tongkol jagung paling tinggi didapat pada kombinasi briket tanpa karbonisasi dan konsentrasi perekat 20% yaitu 5,18%. Nilai kadar abu tertinggi didapat pada kombinasi briket karbonisasi dan konsentrasi perekat 20% yaitu 5,82%. Zat mudah menguap paling tinggi didapat pada kombinasi briket karbonisasi dan konsentrasi perekat 15% yaitu 5,08%. Fixed carbon tertinggi didapat pada kombinasi briket tanpa karbonisasi dan konsentrasi perekat 20% yaitu 86,49% dan nilai kalor tertinggi didapat pada kombinasi briket karbonisasi dan konsentrasi perekat 15% yaitu 3967, 01 kal/g. | The potential of biomass in Indonesia is high. Biomass derived from the wastes the result of agriculture and forestry is an ingredient which does not profit, but it can be used a source of alternative fuel energy, namely by converting it into charcoal briquettes. Charcoal briquette subjects is charcoal briquettes with a composition of corncobs mixed an adhesive material clay. The research has purpose to know the quality of corncob briquettes through the process of carbonization and without carbonization, know the effect of total glue’s and get a good amount of adhesive in the product of briquettes corncob carbonization process and without carbonization. The research method that used was experiment block randomized design with consists of 6 treatment combination 3 times repeats. The variable observed in this research were moisture content, ash content, volatile matter, fixed carbon and caloric value. The highest value of water content corncob briquettes was obtained a combination of briquettes without carbonization in combination with adhesive 20% which was 5.18%. The value of ash content of briquette corncobs loam at a combination of briquette carbonization with combinations of adhesive 20% which was 5.82 %. The highest value of volatile matter briquettes corncobs most high loam at a combination of briquette carbonization with combinations of adhesive 15 % which was 5.08 %. The fixed carbon briquette corncob was obtained combination of briquettes without carbonization in combination with adhesive 20% which was 89.49% and caloric value of briquette corncobs acquired at a combination of briquette highest of carbonization with combinations of adhesive 15 % which was 3,967.01 cal/g. | |
| 10991 | 3905 | A1C008001 | MANFAAT POLA KEMITRAAN DALAM BERUSAHATANI CABAI MERAH DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI DESA KUTABAWA KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Usahatani cabai merah saat ini masih mengalami berbagai masalah, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Salah satu solusinya adalah dengan menjalin kemitraan. Salah satunya adalah kemitraan antara petani cabai merah di Desa Kutabawa dan Koperasi Serba Usaha (KSU) Sejahtera Abadi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis manfaat petani dalam kerjasama kemitraan usahatani dan (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani untuk bermitra usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kemitraan antara petani cabai merah di Desa Kutabawa dan KSU Sejahtera Abadi ini perlu dikembangkan, karena memberikan manfaat khususnya kepada petani diantaranya manfaat berupa bantuan permodalan, jaminan harga jual, kepastian pasar, keuntungan yang lebih tinggi, bantuan dalam penyediaan sarana produksi, dan bimbingan teknis budidaya. Hasil analisis regresi logistik (logit) menunjukkan bahwa dari enam variabel yang dimasukkan ke dalam model, terdapat empat variabel yang signifikan terhadap pengambilan keputusan petani untuk bermitra dengan KSU Sejahtera Abadi. Keempat variabel tersebut adalah pengalaman berusahatani, pendidikan, pendapatan, dan luas lahan. | The chili farming is still experiencing problems, both internal and external. One of the most dominant internal problems is capital, while the main external problem is the fluctuation of price. As for how to overcome these problems, one of which is a partnership. The one of partnership is established between chili farmers at Kutabawa Village and Koperasi Serba Usaha (KSU) Sejahtera Abadi. This research aims to: (1) analyze the benefit of farmers in the farming partnership. (2) Analyze the factors that influence the farmer's decision to have farming partnership. The results showed that the partnership between chili farmers at Kutabawa Village and KSU Sejahtera Abadi should be developed, because it provided particular benefits to farmers include capital assistance, assurance of selling prices, market certainty, higher profits, input assistance, and technical guidance of farming. The results of logistic regression analysis showed that from the six variables included in the model, there were four variables that influenced significantly to farmers decision to be partner with KSU Sejahtera Abadi. The four variables are farming business experience, education, income and land area. | |
| 10992 | 3899 | A1C008071 | MOTIVASI PETANI UNTUK BERUSAHATANI SAYURAN CAISIM ORGANIK DI DESA MELUNG KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS | Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah yang membudidayakan caisim organik. Kesediaan petani tersebut untuk berusahatani caisim organik sering disebut dengan istilah motivasi. Motivasi dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu faktor sosial dan faktor ekonomi. Hasil analisis menunjukkan bahwa usahatani caisim organik menguntungkan dengan biaya produksi per hektar efektif Rp18.749.627,50 dan penerimaan Rp29.390.000,00, motivasi petani termasuk kategori rendah, faktor sosial ekonomi yang memiliki korelasi dengan motivasi petani menanam caisim organik adalah tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, dan pendapatan usahatani sedangkan usia, pengalaman berusahatani, luas lahan, modal kerja dan biaya produksi caisim organik tidak memiliki korelasi dengan motivasi petani menanam caisim organik. | Melung Village Kedungbanteng District Banyumas Regency is one of the areas that grow organic mustard. The willingness of farmers to farm organic mustard is often refered to as motivation. Motivation is influenced by various factors named social and economic factors. The results of this analysis showed that (1) the implementation of organic mustard farm is profitable with production cost is IDR 18.749.627,50, and revenue IDR 29.390.000,00, (2) motivation of farmers that is means lower category, (3) socio economic factors that have correlation with the motivation of farmers to plant organic mustard is the level of education, number of dependents, and farm income where as the age, farming experience, area of land, and working capital and the production cost of organic mustard farm do not have any correlation with the motivation of farmers to plant organic mustard. | |
| 10993 | 3906 | A1I006034 | TINJAUAN PRODUKTIVITAS TANAMAN WORTEL (Daucus carota L) PADA BERBAGAI TINGKAT ELEVASI LAHAN YANG BERBEDA DI DATARAN TINGGI SERANG | Wortel (Daucus carota L.) merupakan komoditas hortikultura yang mempunyai manfaat luas bagi kehidupan masyarakat di Indonesia. Penelitian dilaksanakan di tiga desa dengan ketinggian berbeda, desa Serang ( 1200 m dpl sampai 1500 m dpl), desa Kutabawa (1000 m dpl sampai 1200 m dpl) dan desa Siwarak (800 m dpl sampai 1000 m dpl), kecamatan Karangreja, kabupaten Purbalingga, Jawa tengah. Penelitian ini merupakan penelitian survey, dengan menggunakan metode Stratified Purposive Random Sampling. Besarnya jumlah sampel masing-masing elevasi yaitu 10 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di wilayah studi terdapat perbedaan produktivitas yang nyata antar elevasi. Berdasarkan hasil survey, desa Serang mempunyai produktivitas sebesar 6,61 ton/ ha, desa Kutabawa mempunyai produktivitas sebesar 6,06 ton/ ha dan desa Siwarak sebesar 5,61 ton/ha. Terdapat 86,67 % petani yang membudidayakan wortel varietas Lokal. | Carrots (Daucus carota L.) is a horticultural commodities that have broad benefits to indonesian people's. The experiment was conducted in 3 villages with different elevations, Serang village (1200 m asl to 1500 m asl), Kutabawa village (1000 m asl to 1200 m asl) and Siwarak village (800 m asl to 1000 m asl), Karangreja subdistrict, Purbalingga district , Central Java. The study is a survey research, which is using the method of purposive Stratified Random Sampling. There are 10 samples on each elevations. The results showed that in the study area there are real differences in productivity between the elevation. Based on survey results, Serang village has a 6.61 tonnes / ha productivity of carrots, Kutabawa village has a 6.06 tonnes / ha productivity of carrots and Siwarak villages has 5.61 tons / ha productivity of carrots. There are 86.67% local varieties of Carrot which was planting by a farmers. | |
| 10994 | 3907 | A1M008056 | PENGARUH PENGGUNAAN KOMPOSIT PEKTIN DENGAN PATI TAPIOKA TINGGI AMILOSA SEBAGAI EDIBLE COATING DAN LAMA WAKTU PRE-DRYING PADA FRENCH FRIES | French fries merupakan produk olahan yang menunjukkan kecenderungan semakin populer di Indonesia. Masalah utama yang terjadi pada produk ini adalah tekstur yang kurang renyah dan kenampakanya yang berminyak. Untuk memperbaiki tekstur dan kenampakanfrench fries dapat dilakukan dengan aplikasi edible coating dan pre-drying. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi perlakuan yang tepat antara proporsi komposit pektin dengan pati tinggi amilosa dan lama waktu pre-drying agar menghasilkan french fries dengan warna yang cerah, tekstur renyah, kenampakan yang tidak berminyak dan memiliki flavor yang enak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor yaitu proporsi pektin dengan pati tinggi amilosa (P) yaitu: 90:10, 80:20, 70:30 dan lama pre-drying (L) yaitu: 0, 30 dan 60 menit. Perlakuan disusun secara faktorial dengan 9 kombinasi perlakuan dan dilakukan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Pengamatan dilakukan terhadap kadar air, kadar abu, kadar lemak, tingkat penyerapan minyak dan sensori (warna, tekstur, kenampakan, flavor dan kesukaan). Data variabel kimia dianalisis menggunakan uji F apabila berpengaruh nyata dilanjutkan uji DMRT pada taraf kepercayaan 95 persen. Data uji sensori dianalisis dengan uji Friedman apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji banding ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik yaitu proporsi komposit pektin dengan pati tinggi amilosa 70:30 dan lama pre-drying 30 menit (P3L2) yang menghasilkan french fries dengan warna kuning (3,35); flavor mendekati enak (2,71); tekstur agak renyah (2,39); kenampakan agak berminyak (3,03) dan kesukaan mendekati suka (2,67) serta memiliki kadar air 63,41% bb, kadar abu 3,21% bk, kadar lemak 17,42% bk dan tingkat penyerapan minyak 4,89%. | French fries is product which becomes more popular in Indonesia. The main problems are common in this product is less crunchy texture and the oily appearance. To improve texture and appearance of friench fries can be made with edible coating and pre-drying treatment. This study aims to determine the best combination treatment between the proportion of composites pectin and high-amylose starch and the period of pre-drying to improve the quality of french fries that are bright in color, absorbs little tumble, crispy texture, good appearance and delicious flavor. This research used randomized complete block design include two factors: the proportion of pectin-high amylose starch (P) consisting of 70:30, 80:20, 90:10, and pre-drying period (L) which include 0, 30 and 60 minutes. The observations carried out on the water content, ash content, fat content, degrees of oil absorbtion and sensory evaluation (color, appearance, flavor, texture and preference). The data of chemical variables were analyzed using F test if the real effect followed by DMRT Test. Observations of sensory data were analyzed with Friedman test. The results showed that the best treatment is P3L2 (a proportion of pectin and high-amylose starch 70:30 with pre-drying treatment 30 minutes). French fries resulted from P3L2 combination have the sensory properties of yellow (3.35), the flavor was slightly good (2.71), texture was rather crispy (2.39), slightly oily appearance (3.03) and preference slightly like (score 2.67), and has 63.41% wb water content, 3.21% db ash content and 17.42% db fat content the degrees of oil absorption 4.89%. | |
| 10995 | 3910 | J1A006030 | Status Guild dan Distribusi Spasial Spesies Introduksi di DAS Serayu | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi penyebaran Spesies Introduksi dan mengetahui Status Guild Spesies di sungai-sungai dalam lingkup DAS Serayu. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan dari bulan Agustus sampai November 2011 dengan metode survey. Sampling ikan dilakukan dengan teknik Stratified Random Sampling di 30 stasiun pengamatan. Pengamatan diet dilakukan dengan mengamati isi dari lambung ikan dengan metode Indeks Bagian Terbesar (Indeks of Preponderance) dan Distribusi Spasial Spesies Introduksi dianalisis dengan cara pemetaan (mapping). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa materi tumbuhan merupakan pakan utama Osteocheilus hasseltii, Orechromis mossambicus, Oreochromus niloticus, Lipocarpus multiradiatus dimana nilai indeks of preponderance (IP) menunjukkan angka >25 %, sedangkan Oxyeleotris marmorata dan Pangasius pangasius pakan utamanya berupa materi hewan dan Distribusi penyebaran Spesies Introduksi tersebar di sungai-sungai dalam lingkup DAS SerayuPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi penyebaran Spesies Introduksi dan mengetahui Status Guild Spesies di sungai-sungai dalam lingkup DAS Serayu. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan dari bulan Agustus sampai November 2011 dengan metode survey. Sampling ikan dilakukan dengan teknik Stratified Random Sampling di 30 stasiun pengamatan. Pengamatan diet dilakukan dengan mengamati isi dari lambung ikan dengan metode Indeks Bagian Terbesar (Indeks of Preponderance) dan Distribusi Spasial Spesies Introduksi dianalisis dengan cara pemetaan (mapping). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa materi tumbuhan merupakan pakan utama Osteocheilus hasseltii, Orechromis mossambicus, Oreochromus niloticus, Lipocarpus multiradiatus dimana nilai indeks of preponderance (IP) menunjukkan angka >25 %, sedangkan Oxyeleotris marmorata dan Pangasius pangasius pakan utamanya berupa materi hewan dan Distribusi penyebaran Spesies Introduksi tersebar di sungai-sungai dalam lingkup DAS Serayu | This research aims to determine the distribution deployment Species Introductions and Guild Status Species in river DAS Serayu. The experiment was conducted for 4 month starting at August till November 2011 with using survey method. Sampling of fish was done by using stratified random sampling at 30 observation stations located in river DAS Serayu. Observations diet done by observe the contents of the stomach of fish with method IP (Indeks of Preponderance) and Spatial distribution Introduced Species analyzed by mapping. The result of study showed that plant material is a major feed Osteocheilus hasseltii, Oreochromus mossambicus, Oreochromus niloticus, Lipocarpus multiradiatus where the value of indeks of preponderance (IP) show number >25 %, while Oxyeleotris marmorata and Pangasius pangasius the main form of animal feed material and Distribution of species introductions spread in river DAS Serayu. | |
| 10996 | 3913 | A1M008061 | FORMULASI KERUPUK IKAN TENGIRI DENGAN PATI GARUT YANG DITAMBAH RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii | Penelitian ini menggunakan pati garut, ikan tengiri, dan Eucheuma cottonii. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui pengaruh proporsi pati : ikan tengiri terhadap aroma ikan pada kerupuk yang dihasilkan; 2) mengetahui pengaruh penambahan rumput laut terhadap kenampakan dan kesukaan kerupuk ikan tengiri yang dihasilkan; 3) menentukan interaksi dan kombinasi antara penambahan rumput laut dan ikan tengiri terbaik yang menghasilkan kerupuk ikan dengan kenampakan, aroma ikan, dan disukai panelis, serta memiliki kandungan kimia yang baik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor-faktor yang dicoba yaitu Proporsi pati dengan daging ikan (b/b) terdiri atas 1 : 0,25 (A1), 1 : 0,50 (A2), 1 : 0,75 (A3), dan penambahan rumput laut yang terdiri atas penambahan 0% (B1), 20% (B2), 40% (B3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kombinasi perlakuan proporsi pati-ikan 1 : 0,75 dan penambahan rumput laut 20% menghasilkan kerupuk terbaik. Hasil perlakuan tersebut memiliki kenampakan agak halus (2,44), aroma ikan agak terasa sampai terasa (3,36), dan disukai panelis (3,8), serta memiliki kadar air 11,50% bb, kadar abu 2,91% bb, kadar lemak 2,35% bb, kadar protein 11,02% bb, dan karbohidrat by difference 72,79% bb. | The research used arrowroot starch, tengiri fish, and Eucheuma cottonii. This research were aimed 1) to know proportional effects of starch and tengiri fish on fish aroma of the product; 2) to know effects of the seaweeds addition on appearance of the tengiri kerupuks produced; 3) to determine interaction and combination between the best seaweeds addition and the tengiri fish which produced the tengiri kerupuks with the best texture, appearance, fish aroma, and liked by the panelist, and had good chemical content. This research used a factorial randomized block design. Factors tested were the starch proportions with fish meat (w/w) consisting of 1 : 0.25 (A1), 1 : 0.50 (A2), and 1 : 0.75 (A3); and the addition of seaweeds comprising 0% (B1), 20% (B2), and 40% (B3). Result of the research showed the treatment combination for the starch-fish proportion of 1 : 0.75 and the addition of the seaweeds until 20% (A3B2) produced the best kerupuks. This treatment resulted in moderately soft appearance (2.44), the fish aroma was somewhat felt until felt (3.36), tended liked by the panelist (3.8); and had water content of 11.50% wb, ash content of 2.91% wb, fat content of 2.35% wb, protein content of 11.02% wb, and carbohydrate by difference of 72.79% wb. | |
| 10997 | 3929 | G1D008068 | PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP FREKUENSI PERNAPASAN BAYI PREMATUR DI RUANG PERINATOLOGI RSUD BANYUMAS | Latar belakang: Bayi prematur merupakan bayi yang lahir dengan usia gestasi kurang dari dan sama dengan 37 minggu. Bayi prematur rentan mengalami gangguan paru-paru karena sistem organ pada bayi prematur belum matang secara sempurna. Terapi musik klasik Mozart sangat membantu kesehatan bayi prematur. Adanya musik klasik Mozart dapat membantu menurunkan frekuensi pernapasan bayi prematur. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh musik klasik Mozart terhadap frekuesni pernapasan bayi prematur di ruang Perinatologi RSUD Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperiment. pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Jumlah sampel pada penelitian 14 bayi prematur yang terdiri dari 7 responden kelompok dengan durasi 15 menit dan 7 responden kelompok dengan durasi 30 menit. Setiap responden diberikan terapi selama 6 hari. Analisis data yang digunakan adalah uji Statistik repetead Anova dan uji t independent. Hasil: Tidak ada perbedaan yang signifikan pada kelompok dengan durasi 15 menit (p value=0,649). Ada perbedaan yang signifikan di durasi 30 menit (p value=0,017) pada waktu setelah hari ke 3 (p value=0,028) dan hari ke 6 (p value=0,003). Diantara kelompok durasi 15 menit dan 30 menit ada perbedaan yang signifikan setelah hari ke 3 (p value=0,026) dan setelah hari ke 6 (p value=0,014). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pada kelompok dengan durasi 30 menit dan terdapat perbedaan diantara kelompok dengan durasi 15 menit dengan durasi 30 menit. | Background: Premature babies are babies that born with a gestasional age of less than and equal to 37 weeks. Premature babies prone to lung problems due to organ system in preterm infants immature perfectly. Classsical music Mozart is helpful to the respiratory health of premature babies. Objective: To determine the effect classical music Mozart toward premature infants respiratory frequency in perinatologi room of banyumaas hospital Method: This research used design quasy experiment with consecutive sampling. This research had amount sample that is consist of 14 of premature baby wich had 7 respondents of treatment group with duration 15 minutes and 7 respondents of treatment group that had duration 30 minute. Each respondents was given therapy during 6 days. The analysis of data that was used it was statistic experiment of repetead Anova and t test independent. Result: No significants differences in the group duration of 15 minutes (p value=0,649). The are significant differences in the group duration 30 minutes (p value=0,017) wich at the time before the after 3 days (p value=0,028) and the time before the after 6 days (p value=0,003). Between 2 groups there is a significant difference after 3 days (p value=0,026) and 6 days (p value=0,014) Conclusion: There is an effect on the group with a duration of 30 minutes and there is diffrence between the groups with a duration of 15 minutes and 30 minutes | |
| 10998 | 3926 | G1D008114 | FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP SUAMI DALAM MEMENUHI HAK – HAK REPRODUKSI PEREMPUAN DI KELURAHAN BOBOSAN KECAMATAN PURWOKERTO UTARA | FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP SUAMI DALAM MEMENUHI HAK – HAK REPRODUKSI PEREMPUAN DI KELURAHAN BOBOSAN KECAMATAN PURWOKERTO UTARA Siti Septriani Samsyiah1 Hartati 2 Rosana Nurwulandari3 1). Mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman 2). Dosen Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soediaman 3). Dosen Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soediaman ABSTRAK Latar Belakang: Kurangnya pemahaman suami mengenai hak-hak reproduksi yang harus dipenuhi dan masih kurang dalam menyikapi dengan baik 12 hak reproduksi untuk pasangan/istri. Sikap adalah respon tertutup seseorang terhadap stimulus atau objek tertentu, yang sudah melibatkan faktor pendapat dan emosi yang bersangkutan. Tujuan: bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi sikap suami dalam memenuhi hak-hak reproduksi perempuan di Kelurahan Bobosan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan crossectional, populasi penelitian ini adalah pasangan usia subur (PUS). Sampel penelitian berjumlah 60 responden. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan uji regresi logistic pada taraf kepercayaan 95 %. Hasil: Hasil uji statistik terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor kebudayaan dan media massa terhadap sikap suami dalam memenuhi hak-hak reproduksi perempuan dengan (p = 0,005) dan (p = 0,000) (α<0.05), tidak ada pengaruh yang signifikan antara faktor pengalaman pribadi dan pengaruh orang yang dianggap penting terhadap sikap suami dalam memenuhi hak-hak reproduksi perempuan dengan (p = 0,11), dan (p = 0,19), (α>0.05). Dari hasil uji regresi logistik faktor media massa merupakan faktor yang paling dominan dengan nilai exp B = 16.265 artinya bahwa faktor media massa mempunyai resiko 16 kali lebih besar mempengaruhi sikap suami dalam memenuhi hak-hak reproduksi perempuan di Kelurahan Bobosan. Kesimpulan: faktor paling dominan dalam mempengaruhi sikap suami dalam memenuhi hak-hak reproduksi perempuan adalah faktor media massa. Kata Kunci : Sikap, Hak-hak Reproduksi Perempuan. Pustaka : 49 (1990-2011) | THE FACTORS WHICH AFFECT THE HUSBANDS’ ATTITUDE IN FULFILLING WOMEN REPRODUCTION RIGHTS IN BOBOSAN DISTRICT NORTH PURWOKERTO SUBDISTRICT Siti Septriani Samsyiah1 Hartati 2 Rosana Nurwulandari3 1). The Student of Nursing Department of Jenderal Soedirman University 2). Lecturer of Nursing Department of Jenderal Soedirman University 3). Lecturer of Nursing Department of Jenderal Soedirman University ABSTRACT Background: Husbands normally have lack of understanding at reproduction rights which is must to do and cannot deal with the twelve rights of spouse/wife correctly. Attitude is a closed response of stimulus or certain object involving the factor of ideas and pertinent emotions. Purpose: to analyze the factors which affect the husbands’ attitude in fulfilling women reproduction rights in Bobosan district. Method: Analytic Observational with crossectional approach is used in this research in which the respondents are 60 fertile age spouses. Data analysis uses study of Chi Square and of logistic regression in the level of reliance 95%. Result: Statistic output shows that there are significant influences in between factor of culture and of mass media to husbands’ attitude in fulfilling women reproduction rights with (p = 0,005) and (p = 0,000) (α<0.05). On the other hand, there is no significant influence in between factor of personal experience and of influences from the most important person in husbands’ attitude with (p = 0,11), and (p = 0,19), (α>0.05). Based on the study of logistic regression, mass media is dominant factor with value exp B = 16.265, which means that the factor of mass media risks sixteen times greater at affecting husbands’ attitude in fulfilling women reproduction rights in Bobosan district. Conclusion: the most dominant factor in affecting husbands’ attitude in fulfilling women reproduction rights is mass media. Keywords : Attitude, Women Reproduction Rights Reference : 49 (1990-2011) | |
| 10999 | 3914 | A1L008026 | PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI PADA DUA RAKITAN TEKNOLOGI PRODUKSI PADI ORGANIK BERBASIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN PESTISIDA NABATI DI DATARAN MEDIUM | Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan satu rakitan teknologi produksi padi organik berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati yang memiliki produktivitas tinggi di dataran medium. Penelitian dilaksanakan selama 5 bulan sejak bulan Mei sampai September 2011 di lahan petani Desa Karangsalam Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Rancangan yang digunakan adalah rancangan berpasangan dengan 2 perlakuan dan ulangan sebanyak 16 kali. Data yang diperoleh dianalis dengan uji t pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rakitan teknologi berupa jerami dihamparkan + pupuk kandang 5 ton/ha + POC tanah (4 ml/l) + kombinasi POC daun dan pestisida nabati maja-gadung (6 %) + nira fermentasi memiliki produktivitas tertinggi sebesar 2,63 ton GKP/ha. | This research was aimed to get a technological assembly of theorganic riceproduction based on the liquid organic fertilizer and botanical pesticide having a high productivity at the medium area. It was concuted for five months starting from May to September 2011 at the farmer land located at Karangsalam Village, Baturraden Sub District Banyumas Regency. The design used was a paired design with two treatments and 16 replicates. Data observed were analyzed by t test at confident limit of 95%. Result of the research performed that the assembly consisting of spread straw + animal manure (5 tones/ha) + soil LOF (4ml/l) + leaf of LOF and botanical pesticide (6%) in combination + fermentated coconut sap resulted in the highest productivity many as 2.63 tonesof the dry grain yield per hectare. | |
| 11000 | 3923 | A1H008017 | PENGARUH SUHU PENGERINGAN DAN KOMPOSISI BAHAN PADA PEMBUATAN RAGI Penicillium roquiforti | Penicillium roquiforti adalah salah satu jenis kapang yang pemanfaatanya sudah banyak dilakukan di negara-negara Eropa dan Amerika untuk pembuatan keju. Keberadaan jamur Penicillium roquiforti di Indonesia masih sangat terbatas. Pembuatan ragi merupakan cara memperbanyak Penicillium roquiforti dengan media yang terjangkau dan mudah didapat. Sehingga bisa menjadi langkah awal untuk memproduksi keju biru di Indonesia karena selama ini masih bergantung pada keju import. Penelitian ini untuk mengetahui komposisi bahan yang tepat dan suhu pengeringan ragi Penicillium roquiforti yang optimum. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan, yaitu suhu pengeringan pada pembuatan ragi yang terdiri dari 3 taraf (30oC; 40oC;50oC) dan penambahan susu skim yang terdiri dari tiga taraf (0 gram; 2,5 gram; 5 gram). Variabel yang diamati meliputi jumlah konidia awal, jumlah konidia akhir, prosentase pertumbuhan konidia, kadar air, dan uji organoleptik tekstur dan warna. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dengan α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan suhu 30oC dan penambahan susu skim sebanyak 5 gram menghasilkan ragi dengan kadar air 18,21% diukur pada rata-rata RH 53,3% dan prosentase pertumbuhan konidia (viabilitas) terbesar yaitu 76,37%. Jumlah konidia awal dan jumlah konidia akhir berturut-turut adalah 9,8 x 103 konidia/ml dan 4,5 x 104 konidia/ml. Penilaian panelis untuk tekstur yang dihasilkan yaitu 3,02 (normal) dan warna 3,66 (putih kecoklatan). | Penicillium roquiforti is one of the kinds of mould whom uses have been implemented in European and American countries for producing cheeses. The availability of Penicillium roquiforti in Indonesia is very inadequate. Mold production is a method in reproducing Penicillium roquiforti with cheap and easy to obtain medium. Hence, it could be an initial action to produce blue cheese in Indonesia due to the country’s dependence on import cheeses. This research intends to find out the precise composition of materials and the optimum dehydrating temperature of Penicillium roquiforti mold. This research applied the method of Complete Randomized Design (CDR) with 2 treatments, those are the temperature adjustment of three levels (30ºC; 40ºC; 50ºC) in mold dehydration and the addition of skim milk of three levels (0 gram; 2,5 grams; 5 grams). The variables include the amount of initial spore, the amount of late spore, the percentage of spore growth, water concentration and organopletic test on texture and color. The data obtained were analyzed using analysis of variance with α = 5%. The result of the research demonstrates that the combination of the treatment of temperature adjustment for 30oC and the addition of skim milk for 5 grams produced mold with water concentration 18.21% was measured on average RH for 53.3% and the highest spore growth percentage (viability) for 76.37%. The amounts of initial spore and late spore are 9.8 x 103 spore/ml and 4.5 x 104 spore/ml.. The assessment of the panelists for the produced texture was 3.02 (normal) and for color was 3.66 (brownies white). |