Home
Login.
Artikelilmiahs
3944
Update
MUCHNI PRIYONO
NIM
Judul Artikel
PEMBUATAN BIO GREASE MENGGUNAKAN MINYAK JELANTAH: KOMPARASI PENGADUKAN DENGAN MIXER DAN SECARA MANUAL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pemanfaatan minyak jelantah di bidang pangan tidak memungkinkan untuk dilakukan karena telah mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh, maka perlu dicari alternatif pemanfaatan di bidang non pangan yang dapat meningkatkan nilai ekonomis minyak jelantah, salah satunya sebagai bahan dasar grease. Pengolahan minyak jelantah menjadi bahan dasar grease ini diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mendirikan home industry. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui nilai tertinggi karakteristik grease yang dihasilkan dari perbedaan perlakuan dan (2) Mengetahui komparasi karakteristik grease yang dihasilkan dan perbedaan metode pengadukkan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian dan Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada bulan Juni 2011 sampai dengan bulan November 2011. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan 2 sub penelitian. Setiap sub penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 12 kombinasi dan 2 kali ulangan sehingga diperoleh 48 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah daya tahan korosi, tingkat penetrasi, pH, rendemen, tingkat konsumsi gas dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tertinggi karakteristik grease pada pengadukan manual untuk variabel ketahanan korosi adalah 11,5 yaitu pada perlakuan bobot minyak 2 kg dengan waktu pengadukan 3 jam dan untuk variabel tingkat penetrasi adalah 231,5 yaitu pada perlakuan bobot 4 kg tanpa pengadukan. Sedangkan nilai tertinggi karakteristik grease pada pengadukan menggunakan mixer untuk variabel ketahanan korosi adalah 11 yaitu pada perlakuan dengan lama pengadukan 1 dan 2 jam pada bobot 2 kg dan pada lama pengadukan 0, 1 dan 2 jam pada bobot 3 kg dan untuk variabel tingkat penetrasi adalah 231,5 yaitu ada perlakuan bobot 5,5 kg dengan waktu pengadukan 1 jam dan bobot 4 kg tanpa pengadukan. Hasil pengukuran pH mempunyai kecenderungan yang sama baik pada bio grease dengan pengadukan menggunakan mixer maupun pada grease dengan pengadukan manual yaitu sebesar 9. Hasil pengukuran rendemen memiliki kencenderungan yang sama yaitu sebesar 100 % pada setiap variasi perlakuan baik pada pengadukan manual maupun mixer. Perbedaan metode pengadukan berpengaruh nyata terhadap variabel daya tahan korosi. Pengadukan dengan metode pengadukan manual menghasilkan bio grease dengan daya tahan korosi yang lebih baik. Metode pengadukan secara manual memiliki rata-rata daya tahan korosi sebesar 10,75 sedangkan untuk metode pengadukkan dengan menggunakan mixer memiliki rata-rata daya tahan korosi sebesar 9,63.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Utilization of used fried oil in the food sector is not possible to do because it already contains substances that are harmful to the body, so it is necessary to find alternative use in the field of non-food which can increase the economic value of used fried oil, one of them is as a base material of the grease. Processing of used fried oil as a base material of the grease is expected to open up opportunities for communities to set up a home industry. The aims of this research are 1) to know the highest grease characteristic which is produced from different characteristic, 2) to know the comparison of grease characteristic and the difference of stirring. This research was held at Agriculture Technology Laboratory of Agriculture Faculty and Livestock Product Technology Laboratory of Animal Science Faculty Jenderal Soedirman University, start from June 2011 until November 2011. This research was held experimentally with two sub research. Every single sub research used Randomized Block Design (RBD) which contain 12 combination and 2 replication that resulted 48 units of treatments. The observation variable are corrosion resistance, penetration rate, pH, rendemen, the rate of gas consumption and color. The result of this research are grease on stirring manual for corrosion resistance variable is 11.5 in the treatment of oil weight 2 kg with the stirring time is 3 hours and for a variable penetration rate was 231,5 in the treatment of weights 4 kg without stirring. While the highest value the characteristics of grease on a stirring using a mixer for variable corrosion resistance is 11 in the old stirring treatment 1 and 2 hours on the weight of 2 kg and in long stirring 0, 1 and 2 hours on the weighting 3 kg and for variable penetration rate is 231,5 i.e. There is a 5.5 kg weight with treatment time 1 hour stirring and weighs 4 kg without stirring. The results of the measurement of the pH has the same tendency in both bio grease with stirring using a mixer or grease with a manual stirring that amounted to 9. The results yield measurements have the same tendencies are of 100% on every variation of treatment either on manual as well as stirring mixer. The difference method of stirring effect of variable resistance to corrosion. Stirring with a manual stirring method produces bio grease with corrosion-resistant power better. Manually stirring method has an average of 10.75 corrosion durability as for stirring method by using the mixer has an average corrosion durability of 9.63.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save