Artikelilmiahs
Menampilkan 10.401-10.420 dari 50.313 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 10401 | 11201 | H1B010014 | PENYELEKSIAN BEASISWA DI PROGRAM STUDI MATEMATIKA, KIMIA, DAN FISIKA UNSOED DENGAN MENGGUNAKAN METODE TOPSIS | Multiple Attribute Decision Making (MADM) metode TOPSIS merupakan suatu sistem yang mampu memecahkan masalah secara efisien dan efektif, dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Pada penelitian ini MADM metode TOPSIS diaplikasikan untuk penyeleksian beasiswa di Program Studi Matematika, Kimia, dan Fisika Unsoed. Atribut yang digunakan dalam penyeleksian beasiswa di Program Studi Matematika, Kimia, dan Fisika Unsoed adalah atribut IPK, jumlah SKS, penghasilan orang tua, dan jumlah tanggungan keluarga. Perhitungan metode TOPSIS dilakukan secara manual dan dengan menggunakan Program. Hasil mengenai penerima beasiswa yang diperoleh dengan menggunakan metode TOPSIS memiliki persentase kesamaan 66% hingga 100% dengan penerima yang dipilih oleh tim penyeleksi beasiswa Program Studi Matematika, Kimia, dan Fisika. Namun demikian, hasil yang diperoleh dengan menggunakan aplikasi metode TOPSIS lebih konsisten dibandingkan hasil yang diperoleh tim penyeleksi beasiswa dari ketiga program studi tersebut. | TOPSIS method of Multiple Attribute Decision Making (MADM) is a system which is able to solve problems efficiently and effectively, and can be used in decision-making. In this study TOPSIS method of MADM is applied to select the grantees of scholarship in Mathematics Department, Chemistry Department, and Physic Department Unsoed. Here we use IPK, SKS, income of students’ parents, and number of family dependes as attributes. The calculation is done manually and by using a program. The result shows that the TOPSIS method provides 66% till 100% similarity to the result given by Mathematics Department, Chemistry Department, and Physic Department. However, the result of TOPSIS method is more consistent compare to that of the three department. | |
| 10402 | 11387 | H1F010050 | STUDI KONTROL STRUKTUR GEOLOGI DAN KETERDAPATAN MINERALISASI HIDROTHERMAL PUNGGUNGAN BAWAH LAUT KOMBA DI PERAIRAN FLORES TIMUR, NUSA TENGGARA TIMUR BERDASARKAN PENAFSIRAN SEISMIK REFLEKSI DAN PERCONTOHAN BATUAN | Gunungapi Komba (Batutara) terletak di Perairan Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gunungapi ini memiliki puncak di atas permukaan laut dan menunjukkan aktivitas vulkanisme. Terdapat 3 gunung bawah laut yang berada di sebelah tenggara dari gunungapi Komba dan yang pertama adalah gunung bawah laut Baruna Komba yang ditemukan di sebelah selatan gunungapi Komba. Dua gunung bawah laut yang lain adalah gunung Bawah laut Abang Komba dan Ibu Komba yang terletak di sebelah tenggara dari gunung bawah laut Baruna Komba (Sarmili et al, 2003). Data magnetik kelautan menunjukkan bahwa anomali negatif pada gunung bawah laut Baruna Komba sedangkan pada gunung bawah laut Abang Komba dan Ibu Komba menunjukkan anomali positif. Data tersebut menunjukkan bahwa gunung bawah laut Baruna Komba bukan terbentuk karena aktivitas vulkanik, akan tetapi morfologi tersebut terbentuk dari material vulkaniklastik yang dikeluarkan oleh gunungai Komba. Pada ketiga gunung bawah laut tersebut diduga merupakan sesar besar yang dalam. Sampel batuan dilakukan di gunung bawah laut Komba dengan 3 Metode yaitu gravity core, grab sampling dan dredging sampling. Dari hasil sampling yang dilakukan ditemukan batuan yang telah mengalami alterasi, selain itu ditemukan juga mineral - mineral sulfida yang mengindikasikan di lokasi tersebut terjadi aktifitas hidrothermal. | Komba (Batutara) volcano is located in the East Flores Waters, East Nusa Tenggara. This volcano had peaks up above sea level and still showing volcanism activity. There are three submarine ridges in southwest of Komba vulcano. One of them is Baruna Komba Submarine found on south of Komba (Batutara) vulcano. Two others are Abang and Ibu Komba located more of the southeast of the Baruna Komba (Sarmili et al, 2003). Data of marine magnetism shows that a low or negative anomaly on Baruna Komba submarine but on Abang and Ibu Komba submarine are high and positive anomalies. These data indicate that the Baruna Komba ridge is not volcanic ridge but morfology formed by volcanic detritus or non magmatized. The lineation around these submarine ridges gives northwest to southeast lineation and we interpreted also as a big of these ridges. The rock sampling is done in the Abang Komba sumarine using three methods, they are gravity core, grab sampling and dredging sampling. From the results of this sampling found some rocks that have alteration and also has sulphide minerlas which indicate the of hydrothermal activity. | |
| 10403 | 10081 | C1A010089 | Pengaruh Jumlah Hotel, Jumlah Wisatawan Yang Menginap Di Hotel, Dan Tingkat Hunian Hotel Terhadap Penerimaan Pajak Hotel di Kabupaten Banyumas. | Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis variabel yang dapat mempengaruhi penerimaan pajak hotel di Kabupaten Banyumas periode tahun 2003-2012, untuk menganalisis pengaruh secara parsial masing-masing variabel terhadap penerimaan pajak hotel di Kabupaten Banyumas periode tahun 2003-2012, untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap penerimaan pajak hotel di Kabupaten Banyumas periode tahun 2003-2012. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa variabel jumlah hotel, jumlah wisatawan yang menginap di hotel, dan tingkat hunian hotel mempunyai pengaruh positif terhadap penerimaan pajak hotel, secara parsial variabel tingkat hunian hotel adalah yang berpengaruh secara signifikan, dan untuk variabel yang paling berpengaruh adalah tingkat hunian hotel. Dalam meningkatkan realisasi penerimaan pajak hotel di Kabupaten Banyumas, Pemerintah sebaiknya memaksimalkan informasi berbagai hal mengenai hotel yang ada di Banyumas, dan membuat suatu pagelaran seni adat budaya secara periodik, contoh kirab budaya dan yang lainnya agar para wisatawan mau berkunjung dan menginap di hotel untuk waktu yang lama. Untuk para perusahaan hotel upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan pelayanan yang ada di hotel itu sendiri, seperti fasilitas, sosialisi hotel, maupun promo dengan potongan harga (discount), atau marketting promo khusus contohnya paket menginap di hotel sekaligus berwisata ke suatu objek. | The purpose of this study are to analyze the variables that can affect the hotel tax revenue in Banyumas year period 2003-2012, to analyze the effect of partially each variable to the hotel tax revenue in Banyumas the period 2003-2012, to determine which variables are most influential of the hotel tax revenue in the period 2003-2012 Banyumas. Based on the results of the analysis showed that a variable number of hotels, number of tourists staying at the hotel, and hotel occupancy rates have a positive impact on hotel tax revenue, in partial occupancy rates are having a significant effect, and for the most influential variable is the level of occupancy. In raising the hotel tax revenue in Banyumas, the Government should maximize the information about the various things that the hotel is in Banyumas, and create a culture of indigenous art performance on a periodic basis, for example carnival culture and the other for tourists wishing to visit and stay for a long time. For hotel companies attempt to do is to improve the existing services in the hotel itself, such as facilities, hotel socialization, as well as a promo with the rebate (discount), or a special promo marketting example package staying at the hotel at once traveled to an object. | |
| 10404 | 3341 | G1G008003 | PENGARUH PENAMBAHAN KARBONAT APATIT TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR PORI SCAFFOLD BERBASIS ALGINAT UNTUK APLIKASI BONE GRAFT DENGAN METODE FREEZE DRYING | Scaffold merupakan struktur tiga dimensi yang digunakan sebagai media penyangga sementara proses perbaikan suatu jaringan tubuh. Beberapa sifat yang harus dimiliki oleh scaffold adalah porus, biokompatibel, biodegradable, bioaktif, dan memiliki kekuatan meknik yang cukup untuk menopang sementara proses pertumbuhan jaringan baru. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Alginat dan karbonat apatit. Alginat merupakan bahan polimer alami yang bersifat biokompatibel dan biodegradable yang berperan memberikan sifat fleksibilitas dan kekuatan mekanik pada scaffold. Karbonat apatit merupakan salah satu bentuk mineral yang banyak terdapat pada tulang sehingga bertujuan untuk memicu pertumbuhan jaringan tulang baru dengan lebih cepat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoris. Hasil pengujian SEM menunjukkan adanya sifat porus pada scaffold dengan diameter pori pada rentang 65-300 mikron, Hasil pengujian FTIR menunjukkan scaffold yang stabil dantidak terjadi perubhan gugus fungsi. Hasil uji kekuatan tekan menunjukkan hasil 18893,13517 Pa, hasil kekuatan tekan ini hampir menyerupai kekuatan tekan tulang cancellous yaitu 20000 Pa. Keyword: Scaffold, | Effect of The Addition of Carbonate Apatite on The Mechanical Properties and Pore Structure of The Alfinate Base Scaffold For Bone Graft Applications with Freeze Drying Method Gung Putri Wistari1 Bambang Sunendar Purwasasmita2 Haris Budi Widodo3 1Mahasiswa Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah 2Staf Pengajar Jurusan Fisika Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat 3Staf Pengajar Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah Alamat Korespondensi: Kampus Unsoed Karangwangkal Jalan Dr. Soeparno Purwokerto 53123 Telepon (0281) 634744 Email: mahindrakgunsoed@gmail.com ABSTARCT Scaffold is a three dimensional structure that can be used as temporary supporting media in body tissue repairmen process. Some properties that must be owned by the scaffold are porous, biocompatible, biodegradable, bioactive, and have sufficient mechanical strength to sustain the new tissue growth. the scaffold will be synthesized using alginate and carbonate apatit. Alginate is natural polymeric materials that are biocompatible and biodegradable that contributes in giving the scaffold flexibility and mechanical strength properties. Carbonate apatite is one of the minerals that was found in bones, so its use on a scaffold intended to trigger the growth of new bone tissue more rapidly. SEM test results showed that porous scaffold was successfully synthesized with a pore diameter in the range of 65-300 microns, The FTIR test result showed that a stable scaffold was successfully synthesized using alginate and carbonate apatite due to the unchanged functional groups which represent the existence of such materials after the freeze drying treatment. Keyword: Scaffold, Alginate, Carbonate Apatit Bibliography: 28 (2000-2012) | |
| 10405 | 10082 | C1B010118 | PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN INTELEKTUAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI MODERATING VARIABEL | Penelitian ini berjudul :Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Intelektual Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Moderating Variabel (Studi Kasus pada Karyawan Bank Mandiri Purwokerto). Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual terhadap kinerja karyawan dengan komitmen organissi sebagai moderating variabel. Hipotesis yang diajukan adalah kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja karyawan dan komitmen organisasi mampu menjadi variabel moderasi pada pengaruh kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual terhadap kinerja karyawan Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi dengan uji F, uji t dan regresi moderasi dengan uji selisih mutlak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Komitmen organisasi mampu menjadi variabel moderasi pada pengaruh kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual terhadap kinerja karyawan. Implikasi dari penelitian ini bahwa utuk meningkatkan kinerja karyawan, manajemen Bank Mandiri dapat melakukannnya dengan memperbaiki kecerdasan emosional pada karyawan. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain senantiasa meningkatkan kesadaran karyawan agar mau introspeksi diri sehingga mampu mencari penyebab timbulnya emosi dan terus meningkatkan semangat pada karyawan untuk meningkatkan prestasinya sehingga kinerja juga akan meningkat. Hal ini dapat dilakukan dengan mengikutsertakan karyawan dalam pelatihan ESQ sehingga emosional karyawan akan lebih matang dan mampu mempunyai kesadaran diri, pengaturan diri, mampu memotivasi diri sendiri, berempati dan memiliki ketrampilan sosial.Peningkatkan kinerja juga dapat dilakukan dengan terus memperbaiki kecerdasan intelektual pada karyawan. Hal-hal yang perlu ditingkatkan adalah meningkatkan kemampuan karywan dalam berkomunikasi secara urut, runtun, tertata, tepat, sistematis dalam penepatan posisi diri, meningkatkan logika dalam berpikir untuk menemukan fakta yang akurat serta untuk memprediksi resiko yang ada dan meningkatkan kemampuan dalam hal berhitung (angka-angka). Karena itulah perlu adanya pelatihan secara berkala guna mengasah kemampuan intelektual karyawan baik yang dilakukan secara internal dalam lingkungan perusahaan maupun dalam pelatihan yang diadakan oleh instansi lainnya.Untuk meningkatkan kinerja, perusahaan juga dapat melakukannya dengan meningkatkan komitmen pada karyawan. Komitmen organisasional pada karyawan dapat ditingkatkan dengan memberikan suatu perhatian, penghargaan serta keterlibatan peran langsung karyawan sehingga loyalitas dan dedikasinya semakin meningkat yang akhirnya dapat meningkatkan kinerja perusahaan. | This study entitled: Effect of Emotional Intelligence and Intellectual Intelligence on Employee Performance With Organizational Commitment as Moderating Variable (Case Study on Employee Bank at Purwokerto). The purpose of this study is to analyze the influence of emotional intelligence and intellectual intelligence on the performance of employees with secret societies commitment as a moderating variable. The hypothesis is emotional intelligence and intellectual intelligence has a significant positive effect on employee performance and commitment to the organization is able to be a moderating variable in the influence of emotional intelligence and intellectual intelligence on employee performance The analytical tool used is regression analysis with F test, t test and regression test of moderation with an absolute difference. Based on the results of this study concluded that emotional intelligence and intellect provide a positive and significant influence on employee performance. Commitment to the organization is able to be a moderating variable in the influence of emotional intelligence and intellectual intelligence on employee performance. The implications of this study that the weeks to improve employee performance, management of the bank can melakukannnya to improve emotional intelligence on employees. Some things can be done such as constantly raising awareness of employees to want to look inward so as to seek the causes of emotions and continue to improve the spirit of the employee to improve his performance so that performance will also increase. This can be done by involving employees in the ESQ training so that employees will be more emotionally mature and able to have self-awareness, self-regulation, able to motivate oneself, empathy and social skills. The increase in performance can also be done by continuously improving intellectual intelligence on employees. Things that need to be improved is to improve employees' ability to communicate in order, an orderly, organized, precise, systematic You keep positioning themselves, improve logical thinking to find accurate facts and to predict risk and enhance capabilities in terms of numeracy (numbers -angka). That's why there needs to be training regularly to hone intellectual skills of employees whether conducted internally within the company as well as in the training organized by other agencies. To improve performance, the company can also do it to increase the commitment of employees. Organizational commitment of employees can be improved by providing a caring, appreciation and involvement of the direct role of employee loyalty and dedication that is increasing which can eventually improve the performance of the company. | |
| 10406 | 10083 | C1B010017 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAPITAL ADEQUACY RATIO | Penelitian ini bertujuan untuk meneliti variabel apa saja yang berpengaruh terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) pada bank umum yang mengalami tren penurunan dari tahun 2006-2013. Penelitian ini menggunakan 20 sampel bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2009-2013 yang dipilih berdasarkan beberapa kriteria yang ditetapkan untuk kepentingan penelitian. Variabel yang dipilih adalah Return on Equity (ROE), Giro Wajib Minimum (GWM), Net Interest Margin (NIM), dan Return on Assets (ROA). Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan data panel dan model fixed effect. Pengujian hipotesis menggunakan uji t-statistic dengan tingkat α sebesar 5%. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ROE dan GWM memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap CAR, NIM tidak berpengaruh terhadap CAR, dan ROA memiliki pengaruh positif signifikan terhadap CAR. | The purpose of this study is to examine the influence of the variables to the Capital Adequacy Ratio (CAR) of commercial banks that facing downward trend from 2006 to 2013. This study use 20 samples of commercial banks that listed on Indonesian Stock Exchange on the period of 2009-2013 which selected based on several criteria established for the research purposes. The selected variables are Return on Equity (ROE), Reserve Requirement Ratio (GWM), Net Interest Margin (NIM), and Return on Assets (ROA). The technique of analysis used are multiple regression analysis with panel data and fixed effect model. Hypothesis testing using t test statistics with α level of 5 percent in particular and analyzed by regression. The result showed that the ROE and GWM has a significant negative effect on CAR, NIM has no effect, and ROA has a significant positive effect on CAR. | |
| 10407 | 10084 | H1E009035 | INTERPRETASI MODEL GEOLOGI PANTAI CILACAP JAWA TENGAH BERDASARKAN DATA ANOMALI MEDAN GRAVITASI CITRA SATELIT GEOSAT DAN ERS-1 | Struktur bawah permukaan daerah pantai Cilacap menarik untuk dipelajari. Hal ini karena pantai Cilacap langsung berhadapan dengan Samudra Hindia. Pemodelan struktur geologi bawah permukaan di kawasan pantai Cilacap telah dilakukan dengan menggunakan metode gravitasi. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan interpretasi dan pemodelan untuk mengetahui struktur bawah permukaan tanah pantai Selatan Pulau Jawa berdasarkan data anomali medan gravitasi. Pengolahan data gravitasi yang dilakukan meliputi koreksi Bouguer, koreksi medan, reduksi ke bidang datar, dan pemisahan anomali regional dan residual. Anomali residual kemudian diberi lintasan sehingga bisa dilakukan pemodelan. Pemodelan dilakukan menggunakan software Grav2dc. Pemodelan yang dilakukan sebanyak 4 lintasan yaitu lintasan AB, CD, EF dan GH. Pada lintasan AB, CD dan EF masing – masing lintasan mempunyai dua lapisan yang terdiri dari batuan basalt dengan densitas 3,07 g/cm3, dan endapan alluvium dengan densitas 2,37 g/cm3. Lintasan GH mempunyai tiga lapisan yang merupakan batuan beku yaitu batu asam beku 2,61 g/cm3, batu andesit dengan densitas 2,57 g/cm3 dan batu andesit basaltik dengan densitas 2,67 g/cm3. Lintasan AB dengan panjang lintasan 5328,9 mmemiliki nilai error sebesar 1,34 %. Lintasan CD dengan panjang lintasan 3960,4 mmemiliki nilai error sebesar 0,62 %. Lintasan EF dengan panjang lintasan 5225,2 mmemiliki nilai error sebesar 1,79 %. Lintasan GH memiliki kedalaman 0 - 100 km dengan panjang lintasan 10497,7 m. Struktur geologi penampang menunjukan adalah patahan/sesar naik. | The subsurface structure Cilacap coastal is interesting to be learned. This is because the Cilacap coast directly facing the Indian Ocean. Modeling of subsurface geological structure of the coast of Cilacap been carried out using the gravity method. The purpose of this study is to perform interpretation and modeling to determine the subsurface structure of the South coast of Java based anomaly data gravitational field. Data processing was conducted on the gravity Bouguer correction, terrain correction, reduction to a flat plane, and the separation of regional and residual anomalies. Residual anomaly is then given trajectory so that it can be done modeling. The modeling was done using software Grav2dc. Modeling is done as much as 4 tracks that path AB, CD, EF and GH. In trajectory AB, CD and EF respectively - each track has two layers consisting of basalt rock with density 3.07 g/cm3, and the precipitate alluvium with density of 2.37 g/cm3. Tracks GH has three layers which are igneous rocks are acid igneous 2.61 g/cm3, amdesite with a density of 2.57 g/cm3 and andesite basaltik with a density of 2.67 g/cm3. AB trajectory path length 5328.9 m has a value of error of 1.34%. Tracks CD with a path length of 3960.4 m has a value of error of 0.62%. EF trajectory path length 5225.2 m has a value of error of 1.79%. Tracks GH has a depth of 0-100 km path length 10497.7 m. The geological structure is a cross section showing the reverse fault. | |
| 10408 | 11204 | A1L010148 | Pengaruh Iradiasi Gamma Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang Varietas Granola Di Dataran Medium | Perakitan varietas baru dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya yaitu dengan mutagen iradiasi sinar gamma. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh radiasi terhadap pertumbuhan dan hasil klon kentang yang ditanam di dataran medium, 2) mengetahui pengaruh radiasi terhadap warna umbi dan warna kulit umbi klon kentang yang ditanam di dataran medium 3) mendapatkan klon kentang hasil radiasi sinar gamma yang berpotensi dikembangkan di dataran medium. Penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai Agustus 2014 dengan iradiasi sinar gamma yaitu 30, 35 dan 40 Gy yang dilakukan di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi, Badan Tenaga Nuklir Nasional Jakarta. Setelah umbi diradiasi kemudian ditanam di Desa Gandatapa, Sumbang. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan tersarang (Augmented Design) dengan tiga varietas cek. Variabel yang diamati meliputi saat muncul tunas (hst), persentase tanaman tumbuh (%), tinggi tanaman (cm), jumlah daun (daun), diameter batang (mm), bobot umbi per tanaman (g), jumlah umbi (umbi), diameter umbi (mm), warna kulit umbi, warna umbi, bobot tanaman segar (g), dan bobot tanaman kering (g). Hasil penelitian adalah radiasi menyebabkan pertumbuhan dan hasil tanaman kentang di dataran medium beragam. Radiasi tidak merubah warna umbi dan warna kulit umbi. Klon GD1-44 dan GD2-33 menghasilkan bobot umbi dan diameter umbi yang melebihi ceknya sehingga berpotensi untuk dikembangkan di dataran medium. | Plant breeding can be undertaken by using gamma irradiation. Aims of this research were: 1) to know effect of radiation on growth and production of granola planted on medium elevation, 2) to know effect of radiation on bulb and skin color of bulb planted on medium elevation, 3) to select potato clon resulted from gamma irradiation that is potential to be developed on medium elevation. The research was conducted from April to August 2014 with gamma irradiation dose is 30, 35, and 40 Gy were done in “Technology Isotop and Radiation, Badan Tenaga Nuklir Nasional” Jakarta. Irradiated tubers were planted in the Gandatapa village, Sumbang. Augmented design was used in this reserch with three checked varieties. Variable observed in this research were time of shoot emerge (days after planting), percentage of plant growth (%), plant height (cm), number of leaves (leaves), diameter of plant stem (mm), weight of tuber crops (g), number of tubers (tubers), diameter of tuber (mm), tuber skin color, color bulb, fresh weight (g) and dry weight (g) of plants. The results showed that radiation cause variation on growth and production medium elevation. Gamma irradiation did not change color of tuber and tuber skin. Clone GD1-44 and GD2-33 produced tuber weight and tuber diameter higher than that of checked varietis and potential to be developed medium elevation. | |
| 10409 | 10085 | F1F007042 | POLLY MILTON’S STRUGGLE IN RETAINING HER MODESTY IN VICTORIAN ERA AS DEPICTED IN AN OLD FASHIONED GIRL BY LOUISA MAY ALCOTT | Abstrak Penelitian ini menganalisa bagaimana cara Polly Milton berusaha untuk memperthanakna kesederhaannya pada masa Victoria. Polly berasal dari keluarga sederhana kelas menengah, dy mengunjungi temannya, Fanny, yang berasal dari kelas menengah atas. Perbedaan cara hidup di antara Polly dan Fanny membuat Polly harus menjaga mempertahankan kesederhaannya dalam interaksinya dengan Fanny dan orang-orang dari kelas menengah atas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Polly menjaga kesederhaannya dalam kelas sosial pada masa Victoria. Referensi tentang identitas dari Allport dan referensi lainnya tentang masa Victoria dipilih untuk memahami dan menguak makna yang terlihat pada perjuangan Polly. Hasil dari penelitian ini menunjukan bagaimana kesederhanaan Polly dipertahankan dilihat dari sisi keluarga, pertemanan, dan kelas sosial. Melihat keluarga Fanny, Polly menemukan bahwa orang tua hanya memikirkan tentang uang; bagaimana mereka memberikan kekayaan pada anak-anaknya, mereka tidak memperhatikan bagaimana membesarkan anak-anaknya. Mengetahui pergaulan Fanny, Polly melihat bahwa Fanny dan teman-temannya terlihat lebih tua dari umur mereka, bagaimana mereka berpakaian, bagaimana mereka bersikap, mereka seperti wanita. Perbedaan kelas sosial membuat Polly dan Fanny memiliki cara berpikir yang berbeda pula; Polly beripikir bahwa ia harus bekerja untuk mendapatkan uang dan menjalani kehidupannya, sedangkan Fanny berpikir bahwa orang tuanya lah yang harus bekerja untuk memberinya uang. Bagaimanapun juga perbedaan keluarga, pertemanan, dan kelas sosial antara Polly dan Fanny tidak membuat Polly berubah menjadi orang lain, namun membuat dia untuk tetap menjadi dirinya sendiri. | Abstract This research discusses the way Polly Milton struggles in retaining her modesty in Victorian era. Polly comes from a middle modest family, she visits her friend, Fanny, who comes from middle-upper class. The difference living between Polly and Fanny makes Polly needs to retain her modesty in interact with Fanny and other people from the middle-upper class society. This research aims to explain how Polly retains her modesty in her social life in Victorian era. The references of identity by Allport and other references of Victorian era are chosen to understand and uncover the meanings that are emerged in Polly’s struggle. The result of this research shows that how modesty of Polly Milton is retained looking at family’s side, friendships’ side, and social class’ side. Seeing Fanny’s family, Polly finds that parents only think about income; how they give their children a wealth, they do not give much attention in raising their children. By knowing Fanny’s friendships, Polly sees that children in their age look older than they should be; how they dress up, how they behave, they are just like ladies. Social class difference makes Polly and Fanny have different way of thinking; Polly thinks she has to work to get money so she can live her life well, but Fanny thinks that her parents are the ones who should work to give her money. However, the difference of family, friendships, and social class between Polly and Fanny do not make Polly change into someone else, but she keeps being herself. | |
| 10410 | 10920 | F1G009025 | ANALISIS GAYA BAHASA TEKS TEMBANG DOLANAN JAWA | Penelitian ini berjudul “Analisis Gaya Bahasa Teks Tembang Dolanan Jawa”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan makna gaya bahasa teks tembang dolanan Jawa. Data penelitian ini berupa penggalan-penggalan teks tembang dolanan Jawa. Bentuk penelitian adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode simak dan metode cakap. Metode analisis data menggunakan metode padan, teknik dasar yang digunakan dalam metode padan ini adalah teknik pilah unsur penentu. Penyajian hasil analisis data pada penelitian ini menggunakan metode informal. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat dikemukakan kesimpulan bahwa teks tembang dolanan Jawa terkandung beberapa jenis gaya bahasa. Jenis gaya bahasa yang terdapat pada tembang dolanan Jawa meliputi (a) gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat (b) gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna (c) gaya bahasa retoris dan (d) gaya bahasa kiasan. Dari dua puluh empat data, jenis gaya bahasa yang paling banyak digunakan adalah gaya bahasa repetisi. Makna gaya bahasa pada teks tembang dolanan Jawa yang ditemukan dalam penelitian ini adalah makna konseptual dan makna asosiatif. Pemaknaan secara asosiatif atau kiasan digunakan untuk menyampaikan pesan yang terdapat pada tembang dolanan Jawa. Gaya bahasa yang dimaknai secara asosiatif adalah gaya bahasa paralelisme, repetisi yang terdiri dari repetisi epizeuksis dan repetisi anafora, gaya bahasa retoris yang terdiri dari perifrasis, hiperbol, oksimoron dan epitet. | This research is entitled “Analisis Gaya Bahasa Teks Tembang Dolanan Jawa”. This research purposes are to describe the kind and meaning of figurative language of Javanese folk songs. Furthermore, the research data are parts of Javanese folk songs lyrics. This research is qualitative descriptive analysis. The methods used in this research are listening and speaking method. Data analysis is conducted using equal method with classifying determined element technique. Finally, the data in this research are published by means of informal method. Based on the analysis and the discussion, it can be concluded that there are some figurative languages in Javanese folk songs. Those figurative languages are (a) figurative language based on sentence structure (b) figurative language based on direct or indirect meaning (c) rhetorical figurative language (d) analogical figurative language. From twenty four parts of Javanese folk songs, the most figurative language used is rhetorical figurative language. The meanings of figurative language found in this research are conceptual and associative meaning. Associative meaning or analogical reasoning is used to deliver message of Javanese folk songs. Finally, figurative languages which have associative meanings are parallel figurative language, repetitions which are divided into epizeuxsis repetition and anaphora repetition, and rhetorical figurative languages which consists of periphrasis, hyperbolism, oxymoron, and epithet. | |
| 10411 | 10919 | F1G009032 | ANALISIS TEMATIK NOVEL RELUNG-RELUNG GELAP HATI SISI KARYA MIRA WIDJAJA | Skripsi ini berjudul "Analisis Tematik Novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi Karya Mira Widjaja". Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui tentang tematik novel Relung–Relung Gelap Hati Sisi. Penelitian ini menggunakan tinjauan struktur yang terdiri dari alur, tokoh dan penokohan, latar atau setting, amanat, dan sudut pandang. Manfaat penelitian ini yaitu untuk memberikan sumbangan bagi ilmu sastra mengenai analisis tematik novel, diharapkan dapat menambah pengetahuan pembaca tentang tematik pada novel Relung–Relung Gelap Hati Sisi Karya Mira Widjaja". Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu mendeskripsikan struktur novel karya fiksi kemudian menganalisis untuk menunjang analisis tematik. Sumber data yang digunakan adalah novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi Karya Mira Widjaja. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan ialah mendeskripsikan dan menganalisis struktur novel Relung Relung–Relung Gelap Hati Sisi Karya Mira Widjaja. Novel tersebut bercerita tentang kisah hidup tokoh Sisi dan Airin mewakili kehidupan kaum homoseksual, terutama kaum lesbian di Indonesia. Alur dalam novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi adalah menggunakan alur campuran. Tokoh yang mendominasi dalam Relung-Relung Gelap Hati Sisi, adalah Sisi dan Airin. Dari awal cerita hingga akhir, pengarang juga lebih banyak menceritakan tentang penokohan atau karakter Sisi dan Airin tersebut. Selain itu tokoh tambahan yang mendukung jalannya cerita dalam novel tersebut adalah Handi, Linda, Dokter Candra, Suster Nia, Aziz, Bing, Pak Camat dan Ibu Camat, Pak Yasin, Frans dan Ibu Airin. Latar atau setting pada novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi, terbagi menjadi tiga, yaitu latar sosial, latar fisik, dan latar waktu. Amanat yang ingin pengarang memberi amanat kepada pembaca tentang ajaran jangan menyesali takdir Tuhan. Sudut pandang Pada novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi karya Mira Widjaja, menggunakan sudut pandang third person-omniscient atau dia mahatahu. Setelah dilakukan analisis terhadap struktur alur, tokoh dan penokohan, latar, amanat, dan sudut pandang dalam novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi, selanjutnya dapat ditemukan tema yang terkandung dalam novel tersebut. Tema dibagi menjadi lima jenis yaitu: (a) tema jasmaniah, (b) tema organik, (c) tema sosial, (d) tema egoik, (e) tema ketuhanan. | The research is entitled “Analisis Tematik Novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi Karya Mira Widjaja.” This research aims at analyzing the thematic elements from the novel of Mira Widjaja's Relung-Relung Gelap Hati Sisi. This research employs the structure analysis consisting of plot, character and characterization, setting, message and value, and point of view. It is also expected to contribute the discussion of literary analysis, particularly by employing the thematic analysis; secondly, it is to contribute the readers' understanding about the thematic analysis on Mira Widjaja's Relung-Relung Gelap Hati Sisi. This research employs the descriptive analysis in order to describe the structure of the novel and then to analyze it to support the thematic analysis. The data source is Mira Widjaja's Relung-Relung Gelap Hati Sisi. The data collection is done by reading and note taking. The data analysis is by describing and analyzing the structure of Mira Widjaja's Relung-Relung Gelap Hati Sisi. This novel tells about the life story of Sisi and Airin as the characters of the novel representing the life of homosexual, particularly the lesbians in Indonesia. The plot of Mira Widjaja's Relung-Relung Gelap Hati Sisi is using the mixed plot. The dominating characters in Mira Widjaja's Relung-Relung Gelap Hati Sisi are Sisi and Airin. From the beginning until, the end of the story, the author talks more about the characters and their characterization of those two characters namely Sisi and Airin. Besides, there are some other supporting characters e.g. Handi, Linda, Doctor Candra, Suster Nia, Azis, Bing, Pak Camat and Ibu Camat, Pak Yasin, Frans and Ibu Airin. The setting of the Mira Widjaja's Relung-Relung Gelap Hati Sisi is divided into three, namely setting of society, setting of place and setting of time. The message delivered by the author to the readers about how not to be so regretful about what has been written by God. The point of view in Mira Widjaja's Relung-Relung Gelap Hati Sisi uses the third-person omniscient or the know-all point of view. After analyzing the structure of the plot, character and characterization, setting, message and point of view in Mira Widjaja's Relung-Relung Gelap Hati Sisi, the researcher is able to decide the theme embodied in the novel. Those themes are (a) physical theme, (b) organic theme, (c) social theme, (d) ego-based theme, (e) religious theme. | |
| 10412 | 11205 | A1L010222 | PENAMPILAN TANAMAN KENTANG VARIETAS ATLANTIK HASIL MUTASI PADA DATARAN MEDIUM | Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh radiasi sinar gamma terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kentang varietas Atlantik. 2) Mengetahui pengaruh radiasi sinar gamma terhadap variabel kualitatif tanaman kentang. 3) Mengetahui klon mutan kentang yang berproduksi tinggi pada dataran medium (580 m dpl) setelah perlakuan radiasi sinar gamma. Penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai September 2014 di lahan percobaan Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan Rancangan Bersekat (Augmented Design) dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang dicoba adalah 4 taraf radiasi sinar gamma, yakni: 0 (kontrol), 30, 35, dan 40 Gy. Variabel yang diamati meliputi saat muncul tunas, persentase tanaman hidup, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, potensi berbunga, warna daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi, warna kulit umbi, dan warna daging umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan radiasi sinar gamma 30, 35, dan 40 Gy memberikan hasil yang beragam terhadap pertumbuhan dan hasil kentang di dataran medium. Perlakuan radiasi sinar gamma 30, 35, dan 40 Gy tidak mempengaruhi perubahan warna daun, kulit dan daging umbi, tetapi mempengaruhi tingkat ketahanan terhadap penyakit layu bakteri dan busuk daun. Klon mutan kentang AD1-13 dan AD3-154 mempunyai diameter umbi dan bobot umbi terbaik, serta tahan terhadap penyakit layu bakteri dan busuk daun sehingga berpotensi untuk dikembangkan di dataran medium. | This research was aimed to know 1) effects of γ ray radiations on growth and yield of Atlantic potato variety, 2) effects of γ ray radiation on potato qualitative variables, and 3) potato mutant clone producing high yield at medium elevation (580 m asl) after treatment of γ ray radiation. The research was conducted from April until September 2014 at an experimental land of Gandatapa Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency. It used an Augmented Design with the basic design was Randomise Completely Block Design (RCBD). The treatments tested were 4 radiation levels of γ rays, namely 0 (control), 30, 35, and 40 Gy. Observed variables were periods of shoot emergency, alive plant percentage, plant hight, stem diameter, leaf quantity, flowering potential, leaf color, plant fresh weight, plant dry weight, tuber quantity, tuber skin color, and tuber flesh color. Results of the research performed that γ ray radiations at 30, 35, and 40 Gy gave varied produces on growth and yield of potato planted at medium elevation. Treatments of these γ ray radiations did affect changes of leaf color, skin and flesh of tuber color, but they affected resistance level to bacterial wilt and late blight diseases. The potato mutant clones of AD1-13 and AD3-154 showed the best tuber diameter and weight, and they were also resistant to the bacterial wilt and late blight diseases, so they are potential to inflate at the medium elevation. | |
| 10413 | 11331 | E1A011165 | TINJAUAN YURIDIS KEWENANGAN WALI DALAM MELAKUKAN TINDAKAN HUKUM MENJUAL KEKAYAAN ANAK DI BAWAH PERWALIAN | Penelitian ini berjudul; “Tinjauan Yuridis Kewenangan Wali Dalam Melakukan Tindakan Hukum Menjual Kekayaan Anak Di Bawah Perwalian”. Penelitian ini berlatar belakang putusnya perkawinan yang disebabkan oleh kematian salah satu pihak dari pasangan suami-istri yang mempunyai anak dari hasil perkawinan antara keduanya. Anak tersebut menjadi ahli waris pengganti bapak/ ibunya yang meninggal atas harta warisan dari kakeknya. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakana dalam penelitian ini yaitu Penetapan Nomor 964/Pdt.P/2013/Pn.Cbn. dan Penetapan Nomor 140/Pdt.P/2014/Pn.Cbi. Penelitian ini membahas sinkronisasi hukum dan harmonisasi hukum antara Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam dan KUH Perdata, khususnya pengaturan mengenai perwalian. Sifat penelitian ini yaitu deskriptif analitis. Berdasarkan analisis diperoleh hasil bahwa kewenangan melakukan tindakan penjualan harta kekayaan anak yang berada dibawah perwalian menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dilakukan demi kepentingan anak. Sedangkan KUH Perdata menambahkan 2 (dua) syarat lain, yakni adanya izin dari pengadilan dan dilakukan dengan cara lelang umum. Sehingga ketentuan KUH Perdata tersebut seharusnya diakomodir oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dengan menambahkan ketentuan tersebut didalam Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan itu sendiri. Seharusnya hakim menyertakan dasar hukum dan pertimbangan yang cukup dan jelas dalam menjatuhkan penetapan sehingga penetapan tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara objektif ilmiah serta mempunyai landasan yuridis yang pasti. | The research’s title is “The Judicial Review of Trustee’s Authority in Law Action Selling Children’s Wealth Under the Guardianship”. The background of this research is dissolution of marriage caused by one of spouses passed away which they already had a child. The child became heir replacement of his passed away father/ mother on the estate of his grandfather. The judicial normative approach method has been used in this research. The data which have been used in this research are Determination Number 964/Pdt.P/2013/Pn.Cbn. and Determination Number 140/Pdt.P/2014/Pn.Cbi. The research discussed about law synchronization and law harmonization between Law Number 1 Year 1974 about Marriage, Islamic Law Compilation and Civil Code, in particular regulation about guardianship. The research’s character is descriptive analytic. Based on analysis the result has been obtained which authority to sell the child’s wealth under the guardianship based on Law Number 1 Year 1974 about Marriage and Islamic Law Compilation. The authority could be done for the sake of the child. Meanwhile Civil Code added 2 (two) others requirement, there are permission from the court and could be done by public auction. The Civil Code requirements should be accommodated by Law Number 1 Year 1974 about Marriage. The judges should give the right and clear institutes and consideration in case they assign the determination so that the determination justified objectively and scientifically and have a definite juridical basis. Key word: guardianship, minors, wealth. | |
| 10414 | 10086 | B1J010236 | PRODUKSI INOKULUM MIKORIZA VESIKULA ARBUSKULA MENGGUNAKAN Pueraria javanica DAN Sorghum bicolor PADA MEDIA PASIR DAN ARANG SEKAM DENGAN KOMPOSISI BERBEDA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara jenis tanaman inang dan jenis media tanam pasir dan arang sekam dengan komposisi berbeda terhadap produksi inokulum MVA dan mengetahui Interaksi antara jenis tanaman inang dan jenis media tanam dengan komposisi pasir dan arang sekam yang paling baik untuk produksi inokulum MVA. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama berupa jenis tanaman yaitu S. bicolor dan P. javanica. Faktor ke dua adalah komposisi media tumbuh yang terdiri atas 100% pasir, campuran 75% pasir + 25% arang sekam, campuran 50% pasir + 50% arang sekam, campuran 25% pasir + 75% arang sekam dan 100% arang sekam. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati meliputi derajat infeksi dan jumlah spora. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam pada tingkat kesalahan 5% dan 1%, perlakuan yang berpengaruh nyata atau sangat nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara jenis tanaman inang dan jenis media tanam dengan komposisi berbeda terhadap produksi inokulum MVA. Tanaman inang dan media tumbuh yang paling baik untuk produksi inokulum MVA adalah S. bicolor dan 100% pasir. | A research aimed to find out the interaction effect between host plants i.e. Sorghum bicolor and Pueraria javanica and plant growth medium i.e. sand and rice charcoal with different composition to the production of vesicular arbuscular mycorrhiza (VAM) and to find out the best interaction between host plants and growth medium to the production of VAM. This research used an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) in a factorial pattern with two factors. The first factor was the plant growth i.e. S. bicolor and P. javanica, while the second factor was the growth medium consisted of 5 levels i.e. 100% sand, the composition of 75% sand + 25% rice charcoal, 50% sand + 50% rice charcoal, 25% sand + 75% rice charcoal and 100% rice charcoal. Furthermore, each treatment was replicated 3 times. Parameters were the number of spore and the percentage of root infection of VAM. Results of this experiment showed that there were no interaction effect between host plants and medium composition to the inoculum production of VAM. The best host plant and growth medium to the inoculum production was S. bicolor and 100% sand. | |
| 10415 | 10921 | F1B009069 | ANALISISIS KEPUASAN MASYARAKAT (Studi Kasus Tentang Pengguna Jasa Kereta Api Rel Diesel Elektrik (KRDE) Kaligung Mas DAOP IV Semarang Di Stasiun Besar Tegal) | Penyelenggaraan pelayanan publik masih dihadapkan pada kondisi yang belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat. PT. KAI yang memberikan pelayanan dalam bidang transportrasi terus membenahi guna menciptakan kepuasan bagi para penggunanya.Penelitian ini mencoba untuk mengungkap kepuasan pelayanan di Stasiun Besar Tegal. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian survey. Untuk pengambilan sampel disini digunakan dengan teknik nonprobability sampling yaitu teknik insidental sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu kuisioner, wawancara dan dokumentasi. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu dimensi Kinerja terlihat dari tabel distribusi frekuensi mengarah ke taraf cukup. Dimensi kesesuaian desain spesifikasi terlihat dari tabel distribusi frekuensi mengarah ke taraf yang tinggi. Dimensi ciri – ciri atau keistimewaan tambahan mengarah ke taraf yang tinggi. Dimensi keandalan terlihat dari tabel distribusi frekuensi mengarah ke taraf yang tinggi. Dimensi estetika terlihat dari tabel distribusi frekuensi mengarah ke taraf sedang. Dimensi kualitas yang dipersepsikan terlihat dari tabel distribusi frekuensi cenderung mengarah ke taraf tinggi. Dimensi service ability terlihat dari tabel distribusi frekuensi mengarah ke taraf sedang. | Public service is still faced with conditions that do not fit the needs of the community. PT. KAI which provides services in the field of transport continoues to reorganize in order to create satisfaction for users. This research attempts to uncover the Big Station service satisfaction in Tegal. The research method is survey research methods. For sampling is used here with a non-probability sampling technique that is incidental sampling technique. Data collection methods used were questionnaires, interviews and documentation. The conclusion of this study is the dimension visible performance of the frequency distribution table leads to a sufficiant extent. Dimensions suitability of design specifications visible from the frequency distribution table leads to a high level. Dimensions traits-traits or additional privileges leads to high rates. Dimensions reliability visible from the frequency distribution table leads to high level. Dimensions aesthetic look of a frequency distribution table leads to a moderate. Dimensions of perceived quality can be seen from the table of frequency distribution tends to leads to a high level. Dimensions of service abilities seen from the frequency distribution table leads to a moderate. | |
| 10416 | 11202 | P2CA12017 | ANALISIS KINERJA DAN KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH KOTA TEGAL | Kinerja dan Kemandirian Keuangan Daerah merupakan konsep yang sangat penting bagi Pemerintah Daerah dalam mengukur tingkat ketergantungan daerah terhadap pusat sebagai wujud otonomi daerah, sehingga penting bagi pemerintah daerah untuk menaruh perhatian yang lebih besar terhadap kinerja pengelolaan keuangan daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja pengelolaan keuangan daerah dan tingkat kemandirian daerah Kota Tegal. Alat analisis yang digunakan dalam mengukur kinerja pengelolaan keuangan daerah Kota Tegal adalah rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas, rasio aktivitas dan rasio pertumbuhan. Sedangkan untuk mengukur kemandirian keuangan daerah Kota Tegal menggunakan alat analisis Kapasitas Fiskal, Kebutuhan Fiskal, Derajat Desentralisasi Fiskal dan Rasio PAD. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa secara umum kinerja pengelolaan keuangan daerah Kota Tegal terus membaik, hal itu terlihat dari rasio kemandirian, rasio efektivitas, rasio aktivitas dan rasio pertumbuhan yang menunjukkan trend positif. Demikian juga dari kemandirian keuangan daerah dilihat dari kapasitas fiskal, kebutuhan fiskal, derajat desentralisasi fiskal dan rasio PAD yang secara rata-rata masuk dalam kategori sedang. | Performance and Financial independence of the region is a very important concept for local governments in measuring the level of dependence on central area as a form of regional autonomy, so it is important for local authorities to pay greater attention to the regional financial management perfomance. The purpose of this research is to know the performance until financial management areas and the level of independence of the City of Tegal. Analysis tools are used in measuring the performance of the financial management of the City of Tegal is : the ratio of the financial independence of the region, the ratio of the effectiveness, ratio activity and ratio growth. As for the measure of financial independence of the City of Tegal using analysis fiscal capasity, the necessity of fiscal, fiscal decentralization and degrees of ratio PAD. From the results of analysis it can be concluded that in general financial management performance areas City of Tegal getting better,it is visible from the ratio of the financial independence of the region, the ratio of the effectiveness, ratio activity and ratio growth that shows positive trend, likewise from measures of financial independence of the City of Tegal that fiscal capasity, the necessity of fiscal, fiscal decentralization and degrees of ratio PAD that averages fall into the category of being. | |
| 10417 | 11203 | A1L010181 | EFEKTIVITAS PUPUK KANDANG BERBASIS KOMPOS Azolla microphylla DAN PEMAKAIAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL TOMAT CHERRY | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh penggunaan pupuk kandang berbasis kompos Azolla microphylla dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat cherry, 2) mengetahui pengaruh penggunaan pupuk kandang berbasis kompos Azolla microphylla dan pupuk NPK terhadap efisiensi penggunaan pupuk NPK pada tanaman tomat cherry. Penelitian dilaksanakan di screen house Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dengan ketinggian 110 m dpl Juli 2014 sampai November 2014. Penelitian merupakan percobaan pot dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 faktor masing-masing 3 perlakuan dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang berbasis kompos Azolla microphylla dan pupuk NPK menurunkan diameter batang, jumlah cabang, jumlah daun, dan jumlah bunga per tanaman, namun pemberian kompos Azolla microphylla sebesar 25% dengan penurunan dosis pupuk NPK sebesar 50% meningkatkan bobot tanaman kering sebesar 0,89% dan meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk sebesar 25,76%. | This research was aimed to 1 ) knowing the effect of dung based of Azolla microphylla compost and NPK fertilizer against growth and yields of cherry tomato plants, 2) knowing the effect of dung based of Azolla microphylla compost and NPK fertilizer against efficiency use of NPK fertilizer on cherry tomato plants. The research was carried out at the screen house of Jenderal Soedirman University, Purwokerto with an altitude of 110 metres above sea level from July 2014 until November 2014. The research was pot experiment with Randomized Block Design (RBD) factorial pattern with two factors each three treatments with three replication. The results of research show that the treatment of dung based of Azolla microphylla compost and NPK fertilizer reducing diameter of plant stem, number of leaves and the number of flowers, but the treatment of Azolla microphylla compost worth 25% with the decrease of NPK fertilizer dose worth 50% increasing the dry weight of plants worth 0,89% and the efficiency of fertilizer use worth 25,76%. | |
| 10418 | 6936 | F1A006064 | KETERLIBATAN PASIEN DALAM TERAPI BERMAIN ALAT MUSIK ANGKLUNG DI KARMEL STROKE CENTER DI JALAN KEMANGGISAN RAYA JAKARTA BARAT | Stroke didefinisikan sebagai defisit (gangguan) fungsi sistem saraf yang terjadi mendadak dan disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak. Stroke terjadi akibat gangguan pembuluh darah di otak. Gangguan peredaran darah otak dapat berupa tersumbatnya pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah di otak. Dampak yang terjadi dari akibat serangan stroke tersebut berpengaruh pada kognitif atau penalaran manusia. Disamping itu penyakit stroke sering disertai dengan berbagai masalah seperti stress berkepanjangan, depresi, gangguan tidur, disfungsi ereksi, osteoporosis. Untuk mengembalikan kerusakan fungsi akibat serangan stroke, salah satunya dengan menggunakan terapi bermain alat musik angklung seperti yang dilakukan oleh Karmel Stroke Center (Klinik Neuropsikiotri dan Revitalisasi) di Jalan Kemanggisan Raya Jakarta Barat. Pasien pasca stroke dituntut aktif dan fokus dalam menjalani terapi bermain angklung untuk dapat memperbaiki organ tubuh atau sistem motorik serta saraf yang rusak akibat serangan stroke. Terapi bermain angklung dalam penelitian ini yaitu pasien secara individual akan memainkan angklung dengan nada yang berbeda-beda kemudian daya ingat serta konsentrasinya akan dilatih ketika mereka harus memainkan nada masing-masing sesuai dengan tempo lagu dan penempatan nada yang sudah ditentukan. Proses percepatan kesembuhan pasien dibantu oleh terapi bermain angklung yang dipilih karena cara memainkannya bisa dikatakan cukup mudah, hanya dengan menggerak-gerakkannya atau menggetarkannya. Bermain angklung dapat melatih lebih dari satu saraf untuk saling berintegrasi. Selain itu, pola interaksi yang terbangun antara pasien dengan terapis, pasien dengan pasien dalam berbagi pengalaman, berbagi motivasi, membuat para pasien melatih cara berkomunikasi kembali dan memulihkan rasa percaya diri yang sempat runtuh akibat kehilangan fungsi normal tubuh mereka yang artinya pintu harapan akan kesembuhan pasien dapat terwujud. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keterlibatan pasien pasca stroke dalam terapi bermain alat musik angklung, serta dampaknya terhadap pasien pasca stroke yang tergabung dalam klub stroke di Karmel Stroke Center yang berlokasi di Jalan Kemanggisan Raya, Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan pasien pasca stroke dalam terapi bermain alat musik angklung yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kesehatan mental dan fisik pada para pasien pasca stroke yang tergabung dalam Klub Stroke Karmel mengalami perkembangan setelah menjalani terapi bermain alat musik. Yang awalnya kurang ekspresif, reaksi lambat, gagap berbicara, setelah menjalani tahap terapi bermain angklung mereka menjadi lebih ekspresif, reaksi cepat, periang, serta daya ingat meningkat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi bermain alat musik angklung memberikan peningkatan positif pada kognitif para pasien pasca stroke. Sejauh ini proses terapi bermain angklung yang dilakukan di Karmel Stroke Center sudah berjalan dengan baik. Namun perlu adanya memberikan sistem PR atau pekerjaan rumah kepada para pasien agar dampak serta manfaat dari terapi tersebut semakin signifikan karena tidak hanya dilakukan satu kali dalam satu minggu. | Stroke is defined as a deficit (disorder) function of the nervous system that occur suddenly and are caused by the brain circulatory disorders. Stroke occurs due to disturbance in the blood vessels of the brain. Circulatory disorders of the brain may be a blockage of blood vessels or rupture of blood vessels in the brain. Impact that occurs from a stroke due to the effect on cognitive or reasoning manusia. Besides stroke is often accompanied by a variety of problems such as prolonged stress, depression, sleep disorders, erectile dysfunction, osteoporosis. To restore impaired function due to stroke, one is to using play angklung theraphy as was done by Karmel Stroke Center (Neuropsychiatric Clinic and Revitalization) at Kemanggisan Raya Street, West Jakarta. Post-stroke patients are actively and focus on play therapy angklung to be able to repair organs or the nervous system and the motor is damaged by a stroke. Playing angklung theraphy in this study that patient will be play angklung individually with different tones then their memory and concentration will be trained when they have to play each note according to the tempo of the song and the placement of the tone that has been determined. Acceleration of the healing process of patients assisted by selected playing angklung theraphy as how to play it can be quite easy, just to move it or vibrates it. Playing angklung can train more than one nerve to integrate with each other. In addition, the pattern of interaction between the patient awoke with a therapist, patients with patients in shared experiences, shared motivation, make the train patients how to communicate back and restoring the confidence that had collapsed due to loss of normal function of their body which means door in hopes of healing the patient can be realized. This study was conducted to determine the involvement of post stroke patients in play angklung theraphy conducted in Karmel Stroke Center that located in Kemanggisan Raya Street, West Jakarta. This study uses a descriptive research method. Informant selection techniques using purposive sampling. Techniques of data collection using in-depth interviews, observation and documentation. The results showed that the involvement of post stroke patients in play angklung theraphy have shown positive results. Based on the research that has been done, mental and physical health in post-stroke patients who are members of the Stroke Club of Karmel experiencing growth after playing music theraphy. Were initially less expressive, slow reaction, stuttering speech, after undergoing play angklung theraphy stage they become more expressive, fast reaction, cheerful, and increased memory. It can be concluded that the playing angklung theraphy provide a positive improvement in cognitive post-stroke patients. So far the process of playing angklung therapy conducted in Carmel Stroke Center already well. But there needs to be give HW system or homework to the patient so that the impact and benefits of the therapy the more significant because not only do once a week. | |
| 10419 | 10087 | H1F009026 | GEOLOGI DAN ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI DAERAH SOMO LETER, KECAMATAN BRUNO, KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH | Daerah penelitaian terletak di Desa Somo Leter dan sekitarnya, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dengan luasan dareah penelitian 25 Km2 dan skala 1:25.000. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kondisi geologi dan memahami struktur geologi daerah penlitian. Penelitian ini mengunakan metode survey pemetaan geologi dan metode analisis data yang terdiri dari analisis geomorfologi, analisis pertrografi, dan analisis mikropaleontologi. Satuan geomorfologi daerah penelitian terdiri dari dua satuan, yaitu satuan perbukitan struktural bergelombang lemah (S1) dan satuan perbukitan struktural bergelombang kuat (S3). Stratigrafi daerah penelitian terdiri atas tiga satuan tidak resmi dari tua ke muda, yaitu satuan batulempung-batupasir, satuan batupasir, dan satuan breksi andesit. Berdasarkan analisis stereografi struktur geologi daerah penelitian terjadi dua periode. Periode pertama terjadi sesar turun menganan Gowong dengan bidang sesar N263°E/21°NW, picth 62o arah bukaan hampir ke utara, dan sesar turun menganan Blimbing dengan bidang sesar N275°E/33°NE, picth 74° arah hampir ke utara berumur Pliosen. Periode kedua terjadi sesar geser kiri menurun Blimbing dengan bidang sesar N52oE/37oSE, picth 42o arah bukaan ke timur, sesar geser kiri menurun Puspo dengan bidang sesar N51oE/37oSE, picth 32o arah bukaan ke timur, sesar geser kiri menurun Somo Leter 1 dengan bidang sesar N56°E/12°SE, picth 44° arah bukaan ke timur, dan sesar geser kiri menurun Somo Leter 2 dengan bidang sesar N49°E/42°SE, picth 38° arah bukaan ke timur berumur Pleistosen. | The research area is located on Somo Leter, Bruno subdidtrict, Purworejo Regency, Central Java, with research area is about 25 km2 and use the scale 1:25.000 of map. The purpose of this research is to learn about geological condition and comprehend geological structure. The research used geological mapping survey method and data analysis method that consists of geomorphology analysis, petrography analysis, and micropaleontology analysis. The research area consists of two geomorphology units, structure undulating to rolling topography unit (S1) and structure rolling to hill topography unit (S3). The stratigraphy of research area consist of three lithology units, mudstone-sandstone unit, sandstone unit, and brecia andesite unit. Base on stereographic analysis known that the structures geology of research area occurred two period. First period about Gowong right lag slip fault with fault plane N263°E/21°NW, picth 62o direction to north, and Blimbing right lag slip fault with fault plane N275°E/33°NE, picth 74° direction to north be old Pliosen. Second period about Blimbing lag left slip fault with fault plane N52oE/37oSE, picth 42o direction to east, Puspo lag left slip fault with fault plane N51oE/37oSE, picth 32o direction to east, Somo Leter 1 lag left slip fault with fault plane N56°E/12°SE, picth 44° direction to east, Somo Leter 2 lag left slip fault with fault plane N49°E/42°SE, picth 38° direction to east be old Pleistosen. | |
| 10420 | 10088 | H1E009026 | INTERPRETASI MODEL CEKUNGAN BAWAH PERMUKAAN DAERAH KARANGPUCUNG - SIDAREJA CILACAP BERDASARKAN DATA ANOMALI BOUGUER | Penelitian untuk interpretasi model cekungan bawah permukaan daerah Karangpucung-Sidareja Cilacap berdasarkan data anomali Bouguer telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan struktur bawah permukaan berdasarkan nilai densitasnya. Pengambilan data pada penelitian ini adalah data sekunder. Proses pengolahan data dilakukan dengan mendigitasi peta anomali Bouguer, proyeksi anomali Bouguer lengkap di bidang datar dan data anomali Bouguer lengkap dipisahkan antara anomali Bouguer lokal dengan regional menggunakan metode pengangkatan ke atas (upward continuation). Nilai anomali Bouguer yang dihasilkan berada pada kisaran 34 – 46 mGal dengan pola kenaikan nilai kontur anomali Bouguer cenderung berarah Tenggara – Barat laut. Data anomali lokal diinterpretasikan menggunakan software Grav2dc for windows. Hasil interpretasi pada pemodelan struktur bawah permukaan menunjukkan adanya suatu cekungan yang tersusun atas tiga lapisan, yaitu lapisan pertama berupa batuan kerikil dengan densitas (2,08 - 2,39 g/cm3), lapisan kedua berupa lempung dengan densitas (2,41 – 2,63 g/cm3) dan lapisan ketiga berupa batu gamping dengan densitas (2,80 – 3,03 g/cm3). | The research for interpretation of basin model subsurface of Karangpucung-Sidareja Cilacap based on data Bouguer anomaly had been done. This research aimed to interpret the subsurface structure based on the value of density. Collecting data in this study were secondary data. Data processing was done by digitizing Bouguer anomaly maps, complete Bouguer anomaly projection in a horizontal plane and the complete Bouguer anomaly data was separated between the local regional Bouguer anomaly using the method of appointment to the top (upward continuation). Bouguer anomaly values generated in the range of 34-46 mgal with the increase in the value of the contour patterns tend trending Bouguer anomaly Southeast - Northwest. Local data anomaly were interpreted using Grav2dc software. The results of the interpretation of subsurface structure modeling indicates a basin that was composed of three layers, namely the first layer in the form of rock gravel with density (2.08 - 2.39 g / cm3), the second layer in the form of clay with density (2.41 - 2.63 g / cm3) and the third layer in the form of limestone with density (2.80 - 3,03 g / cm3). |