Artikelilmiahs

Menampilkan 10.401-10.420 dari 48.974 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1040110078F1D010020PERILAKU MEMILIH KOMUNITAS SUPORTER SEPAKBOLA AREMANIA PADA PEMILIHAN UMUM WALIKOTA MALANG TAHUN 2013ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Perilaku Memilih Komunitas Suporter Sepakbola Aremania Pada Pemilihan Umum Walikota Malang Tahun 2013”. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana perilaku memilih komunitas Aremania pada pilwakot Malang tahun 2013, dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku memilih komunitas Aremania pada pilwakot Malang tahun 2013. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, sehingga penelitian ini menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata.
Data dalam penelitian ini di dapatkan dari hasil wawancara mendalam dan studi dokumentasi, baik dalam bentuk buku, jurnal, maupun internet. Metode analisis data yang digunakan adalah model interaktif Milles and Huberman. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling. Validitas data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik triangulasi data. Penelitian ini dilakukan di Kota Malang sebagai pusat dari komunitas Aremania serta sebagai kota yang unik dan berbeda dengan penyelengaraan Pilwakot di daerah lain, karena pada Pilwakot Malang tahun 2013 banyak kontestan Pilwakot yang menggunakan nama atau identitas klub sepakbola Arema dan Komunitas Aremania dalam tagline kampenyenya.
Pada pemilihan umum walikota Malang tahun 2013, Komunitas aremania menjadi target politik praktis dari para calon walikota untuk meraih suara dari anggota komunitas ini. Perilaku memilih pada komunitas Aremania independen, tidak ada paksaan dalam komunitas untuk memilih calon walikota. Dari tokoh komunitas Aremania memang tidak ikut memihak salah satu calon walikota dan tidak ada paksaan mengenai pilihan politik anggota Komunitas Aremania, akan tetapi di akar rumput masih banyak ditemui anggota komunitas Aremania membawa nama Aremania pada Pilwakot Malang tahun 2013. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku memilih, terutama dari faktor lingkungan atau environment determinist Komunitas Aremania, diantaranya adalah: 1) Tokoh pada komunitas Aremania tidak ikut langsung untuk mendukung salah satu calon Pada Pilwakot Malang tahun 2013; 2) Relasi antara PT. Arema Cronus dengan komunitas Aremania tidak dimanfaatkan dalam bidang politik praktis; 3) Tidak adanya keseriusan dalam komunikasi politik dari calon walikota terhadap komunitas Aremania yang ingin memobilisasi massa Aremania untuk dijadikan dukungan; 4) Tidak adanya aturan hukum yang mengikat serta tidak ada badan hukum dari komunitas yang berhak memberi sanksi ketika nama Aremania di catut ke dalam dunia politik praktis. Sehingga penggunaan nama Aremania pada dunia politik praktis masih tetap ada pada Pilwakot Malang tahun 2013, dan belum ada upaya untuk menanggulangi hal tersebut.

Kata Kunci: perilaku memilih, komunitas, pemilihan umum kepala daerah.



ABSTRACT
This research entitled “Voting Behavior of Aremania Football Supporter Community on General Election of Malang Mayor in 2013”. The purpose of this research is to explain how the voting behavior of Aremania Community, and determine the factors that influence voting behavior of Aremania community on general election of Malang mayor in 2013. The research method used in this research is qualitative descriptive method with case study approach, so this research generates descriptive data in the form of words.
Data in this research was obtained from in-depth interview and documentation, either in the form of book, journal or internet. The data analysis method used was Milles and Hubberman interactive model. The selection informant technique in this research used purposive sampling and snowball sampling method. Data validity used in this research was triangulation data technique. This research was conducted in Malang city as the center of Aremania community as well as unique and different with the other areas in organizing general election of mayor, because there are many participant of general election of Mayor who use the name or identity of Arema football club and Aremania community as their tagline of campaign.
In the general election of Malang mayor in 2013, Aremania community was the target of political practice of the candidate of mayor to achieve the voice of this member of community. The voting behavior of Aremania community is independent; there is no compulsion in the community to elect the candidate of mayor. Indeed, the community leaders did not take a side to one of the candidates of mayor and there was no compulsion on the political choice of Aremania members. However in the grassroots, there were still many Aremania community members who bring Aremania’s name in general election of Malang mayor in 2013. The factors that influence voting behavior, especially from environment determinist of Aremania community are: 1) Public figure in Aremania community do not directly participate to support one of the candidates in general election of Malang mayor in 2013; 2) the relation between PT. Arema Cronus and Aremania community was taken the advantage in the political practice; 3) there is no seriousness in political communication from the candidate of mayor on Aremania community who want to mobilize the mass of Aremania to be used as supporter; 4) the absence of binding legal rules and no legal entity of the community that have a right to give a sanction when the name of Aremania was cheated in the world of political practice. So, the use of Aremania’s name in the world of political practice still exists in the general election of Malang mayor in 2013, and there has been no effort to overcome it.

Word keys: voting behaviour, community, general election.
1040210079H1E009027INTERPRETASI DATA ANOMALI MEDAN GRAVITASI UNTUK MEMETAKAN SEBARAN BATUAN DASAR (BASEMENT) DI KABUPATEN BANYUMASPemodelan struktur geologi telah dilakukan di daerah yang memiliki potensi adanya sebaran batuan dasar (basement) di Kabupaten Banyumas dengan menginterpretasi data anomali medan gravitasi. Tujuan dari penelitian ini untuk memetakan variasi densitas batuan bawah permukaan bumi berdasarkan pemodelan data gravitasi dalam bentuk kontur anomali Bouguer guna mengetahui potensi sumberdaya alam di Kabupaten Banyumas. Pemodelan ini dilakukan dengan cara menginterpretasi model bawah permukaan dari suatu penampang anomali Bouguer. Data yang digunakan tidak diambil secara langsung di lapangan melainkan data sekunder yang diambil dari satelit GEOSAT dan ERS-1 yang sudah terkoreksi free air yang kemudian dilakukan koreksi Bouguer dan koreksi medan sehingga diperoleh anomali Bouguer lengkap di topografi. Proses selanjutnya adalah reduksi ke bidang datar, serta untuk pemisahan anomali lokal dan regional menggunakan metode pengangkatan ke atas (upward continuation). Nilai densitas yang digunakan yaitu 2,67 g/cm3. Pemodelan 2D dilakukan dengan menggunakan software Grav2DC. Hasil interpretasi pada pemodelan penampang lintasan AB, CD, EF, dan GH didapatkan tiga lapisan batuan di bawah permukaanyaitu batu pasir (2,37 g/cm3), andesit (2,67 g/cm3), dan basalt (2,97 g/cm3).
The modeling of geological structure had been done in the area being had the potential for the spread of the basement in Banyumas to interpret anomalies gravitational field data. The purpose of this study was to map the variation in the density of rocks below the earth's surface based modeling gravity data in the form of Bouguer anomaly contour to determine the potential of natural resources in Banyumas. This modeling was done by interpreting subsurface models of a cross section Bouguer anomaly. The data used were not taken directly in the field but secondary data takenfrom satellites GEOSAT and ERS-1 being had been corrected free air which was then made corrections Bouguer and terrain corrections in order to obtain a complete Bouguer anomaly in the topography. The next process was the reduction to a flat surface, as well as for local and regional anomaly separation using the method of appointment to the top (upward continuation). Density value was used 2.67g/cm3. 2D modeling performed using software Grav2DC. The results of cross-sectional interpretation of the modeling trajectory AB, CD, EF, and GH obtained three layers of rock below the surface was sandstone (2.37 g/cm3), andesite (2.67 g/cm3), and basalt (2.97g/cm3).
1040310080C1C010053Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Return Saham pada Perusahaan-Perusahaan dalam Jakarta Islamic Index (JII).Informasi mengenai aktivitas perusahaan atau kinerja perusahaan sangat penting diperlukan bagi para investor karena informasi kinerja perusahaan mampu menggambarkan kondisi ekonomi perusahaan, serta prospek pertumbuhan perusahaan sehingga dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan investor dalam memilih investasi pada suatu perusahaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh return on assets (ROA), return on equity (ROE), current ratio (CR), debt to equity ratio (DER) dan total assets turnover (TAT) terhadap return saham. Penelitian ini juga menggunakan variabel kontrol yang diproksikan oleh volume perdagangan saham (VPS).
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan - perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2008-2013 secara keseluruhan yang berjumlah 56 perusahaan. Perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, dengan kriteria : terdaftar dalam JII pada periode 2008-2013, tidak delisting selama periode 2008-2013, menerbitkan laporan keuangan pada periode 2008-2013, menyajikan informasi saham pada periode 2008-2013. Metode analisis penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial variabel ROA, ROE, dan VPS secara parsial memberikan pengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan-perusahaan dalam Jakarta Islamic Index, sedangkan variabel CR, DER, dan TAT tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan-perusahaan dalam Jakarta Islamic Index. Secara simultan variabel ROA, ROE, CR, DER, TAT dan VPS memberikan pengaruh yang signifikan terhadap return saham perusahaan-perusahaan dalam Jakarta Islamic Index.
Implikasi dari penelitian ini yaitu perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index dalam mengendalikan kinerja keuangan perusahaan lebih memperhatikan rasio profitabilitas, hal ini dikarenakan variabel return on assets dan return on equity memiliki pengaruh yang signifikan dibandingkan dengan rasio lainnya seperti likuiditas, leverage, dan aktivitas. Bagi investor atau calon investor yang hendak melakukan investasi di Jakarta Islamic Index hendaknya perlu menjadikan return on assets, return on equity, dan volume perdagangan saham sebagai acuan dalam pengambilan keputusan investasi karena ketiga variabel tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham pada perusahaan-perusahaan dalam Jakarta Islamic Index tahun 2008 – 2013.
Information on the company's activities or performance of the company is very important because it is necessary for investors to describe the company’s economic conditions, and company's growth prospects so that it can be used as basis for investor’s decision making in selecting investments in a company. The purpose of this study is to understand the influence of return on assets (ROA), return on equity (ROE), current ratio (CR), debt to equity ratio (DER) and total asset turnover (TAT) on stock returns. This study also uses the control variables which proxied by trading volume stock (VPS).
The population in this study are companies which listed on the Jakarta Islamic Index (JII) 2008-2013 the total is 56 companies. Companies sampled in this study were taken by using purposive sampling method, with the following criteria: listed in JII in the period 2008-2013, not delisted during the period 2008-2013, published financial statements in the period 2008-2013, presenting stock information on the period 2008- 2013. The method of analysis of this study using multiple regression analysis.
These study’s results show that the variable ROA, ROE, and VPS partially give a significant influence on companies’s stock returns in the Jakarta Islamic Index, while the variable CR, DER, and TAT did not give a significant influence on stock returns of companies in Jakarta Islamic Index. Simultaneously ROA, ROE, CR, DER, TAT and VPS have a significant influence on companies’s stock returns in the Jakarta Islamic Index.
The implications of this research that the companies which listed on the Jakarta Islamic Index in controlling the financial performance of companies more concerned with profitability ratios, this is because the variable return on assets and return on equity have a significant effect compared with other ratios such as liquidity, leverage, and activity. For investors or potential investors who want to invest on the Jakarta Islamic Index should have to make the return on assets, return on equity, and stock trading volume as a reference in making investment decisions for these three variables has a significant influence on stock returns for companies on Jakarta Islamic Index on the period 2008-2013.
1040410916G1F011020ANALISIS BIAYA MINIMAL KONVERSI TERAPI PARASETAMOL INTRAVENA KE ORAL DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTORumah sakit dapat melakukan efisiensi ekonomi salah satunya dengan konversi terapi intravena ke oral. Parasetamol adalah salah satu obat yang dapat dilakukan konversi terapi intravena ke oral karena memiliki bioavailabilitas absolut berkisar antara 85-98%. Konversi terapi intravena ke oral dapat dilakukan jika kondisi pasien sudah memenuhi kriteria tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat besarnya persentase penghematan biaya jika diasumsikan konversi terapi parasetamol intravena ke oral dilakukan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Jenis penelitian ini merupakan deskriptif dengan data yang diperoleh secara retrospektif dari catatan rekam medik pasien di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Terapi diasumsikan dapat dikonversi dari intravena ke oral jika pasien memenuhi kriteria konversi yang meliputi suhu <38,3oC, tekanan darah sistol >90 mmHg, nadi <100 kali/menit dan respiratory rate <24 kali/menit. Data dianalisis menggunakan analisis biaya minimal.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 pasien. Sebanyak 85% pasien dapat dilakukan konversi terapi sedangkan 15% lainnya tidak dapat dilakukan konversi. Penghematan yang dapat dilakukan dengan konversi terapi ini sangat besar yaitu mencapai Rp.48.268.686,- atau sebesar Rp.567.867,- (Rp.65.210,5-Rp.2.072.880) per pasien. Konversi terapi dapat menghasilkan biaya yang lebih minimal dibandingkan dengan terapi tanpa konversi. Penghematan yang diperoleh dari konversi terapi yaitu sebesar 76,25% (5,69%-99,77%) terhadap biaya parasetamol tanpa konversi.
Hospitals can perform economic efficiency by doing conversion from intravenous to oral therapy. Paracetamol is one of a drug that can be converted because it has absolute bioavailability between 85-98%. The conversion from intravenous to oral therapy could be done, if the patient condition have already met certain criteria. The aim of this research is to know the percentage of cost that could be saved if the intravenous paracetamol therapy assumed being converted to oral therapy in RSUD.Prof.Dr.Margono Soekarjo.
This study was descriptive study with the data collected restrospectivly from patient medical record in RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Sample were selected using simple random sampling method. This therapy conversion can be applied to the patient if they meet this criteria, such as temperature >38,3oC, sistole blood pressure >90 mmHg, pulse <100/minute and respiratory rate <24/minute. Data were analyzed using cost minimization analysis.
The total sample that used intravenous paracetamol in this study was 100 patients. 85 patients (85%) were converted, while 15 patients (15%) were not converted. Cost savings that could be achieved when the conversion of paracetamol from intravenous to oral therapy done was Rp.48.268.686,- or Rp.567.867,- (Rp.65.210,5-Rp.2.072.880) per patient. Conversion therapy resulted minimum cost with percentage of saving 76,25% (5,70%-99,77%).
1040511201H1B010014PENYELEKSIAN BEASISWA DI PROGRAM STUDI MATEMATIKA, KIMIA, DAN FISIKA UNSOED DENGAN MENGGUNAKAN METODE TOPSISMultiple Attribute Decision Making (MADM) metode TOPSIS merupakan suatu sistem yang mampu memecahkan masalah secara efisien dan efektif, dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Pada penelitian ini MADM metode TOPSIS diaplikasikan untuk penyeleksian beasiswa di Program Studi Matematika, Kimia, dan Fisika Unsoed. Atribut yang digunakan dalam penyeleksian beasiswa di Program Studi Matematika, Kimia, dan Fisika Unsoed adalah atribut IPK, jumlah SKS, penghasilan orang tua, dan jumlah tanggungan keluarga. Perhitungan metode TOPSIS dilakukan secara manual dan dengan menggunakan Program. Hasil mengenai penerima beasiswa yang diperoleh dengan menggunakan metode TOPSIS memiliki persentase kesamaan 66% hingga 100% dengan penerima yang dipilih oleh tim penyeleksi beasiswa Program Studi Matematika, Kimia, dan Fisika. Namun demikian, hasil yang diperoleh dengan menggunakan aplikasi metode TOPSIS lebih konsisten dibandingkan hasil yang diperoleh tim penyeleksi beasiswa dari ketiga program studi tersebut.
TOPSIS method of Multiple Attribute Decision Making (MADM) is a system which is able to solve problems efficiently and effectively, and can be used in decision-making. In this study TOPSIS method of MADM is applied to select the grantees of scholarship in Mathematics Department, Chemistry Department, and Physic Department Unsoed. Here we use IPK, SKS, income of students’ parents, and number of family dependes as attributes. The calculation is done manually and by using a program. The result shows that the TOPSIS method provides 66% till 100% similarity to the result given by Mathematics Department, Chemistry Department, and Physic Department. However, the result of TOPSIS method is more consistent compare to that of the three department.



1040611387H1F010050STUDI KONTROL STRUKTUR GEOLOGI DAN KETERDAPATAN MINERALISASI HIDROTHERMAL PUNGGUNGAN BAWAH LAUT KOMBA DI PERAIRAN FLORES TIMUR, NUSA TENGGARA TIMUR BERDASARKAN PENAFSIRAN SEISMIK REFLEKSI DAN PERCONTOHAN BATUANGunungapi Komba (Batutara) terletak di Perairan Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gunungapi ini memiliki puncak di atas permukaan laut dan menunjukkan aktivitas vulkanisme. Terdapat 3 gunung bawah laut yang berada di sebelah tenggara dari gunungapi Komba dan yang pertama adalah gunung bawah laut Baruna Komba yang ditemukan di sebelah selatan gunungapi Komba. Dua gunung bawah laut yang lain adalah gunung Bawah laut Abang Komba dan Ibu Komba yang terletak di sebelah tenggara dari gunung bawah laut Baruna Komba (Sarmili et al, 2003). Data magnetik kelautan menunjukkan bahwa anomali negatif pada gunung bawah laut Baruna Komba sedangkan pada gunung bawah laut Abang Komba dan Ibu Komba menunjukkan anomali positif. Data tersebut menunjukkan bahwa gunung bawah laut Baruna Komba bukan terbentuk karena aktivitas vulkanik, akan tetapi morfologi tersebut terbentuk dari material vulkaniklastik yang dikeluarkan oleh gunungai Komba. Pada ketiga gunung bawah laut tersebut diduga merupakan sesar besar yang dalam. Sampel batuan dilakukan di gunung bawah laut Komba dengan 3 Metode yaitu gravity core, grab sampling dan dredging sampling. Dari hasil sampling yang dilakukan ditemukan batuan yang telah mengalami alterasi, selain itu ditemukan juga mineral - mineral sulfida yang mengindikasikan di lokasi tersebut terjadi aktifitas hidrothermal.

Komba (Batutara) volcano is located in the East Flores Waters, East Nusa Tenggara. This volcano had peaks up above sea level and still showing volcanism activity. There are three submarine ridges in southwest of Komba vulcano. One of them is Baruna Komba Submarine found on south of Komba (Batutara) vulcano. Two others are Abang and Ibu Komba located more of the southeast of the Baruna Komba (Sarmili et al, 2003). Data of marine magnetism shows that a low or negative anomaly on Baruna Komba submarine but on Abang and Ibu Komba submarine are high and positive anomalies. These data indicate that the Baruna Komba ridge is not volcanic ridge but morfology formed by volcanic detritus or non magmatized. The lineation around these submarine ridges gives northwest to southeast lineation and we interpreted also as a big of these ridges. The rock sampling is done in the Abang Komba sumarine using three methods, they are gravity core, grab sampling and dredging sampling. From the results of this sampling found some rocks that have alteration and also has sulphide minerlas which indicate the of hydrothermal activity.

1040710081C1A010089Pengaruh Jumlah Hotel, Jumlah Wisatawan Yang Menginap Di Hotel, Dan Tingkat Hunian Hotel Terhadap Penerimaan Pajak Hotel di Kabupaten Banyumas.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis variabel yang dapat mempengaruhi penerimaan pajak hotel di Kabupaten Banyumas periode tahun 2003-2012, untuk menganalisis pengaruh secara parsial masing-masing variabel terhadap penerimaan pajak hotel di Kabupaten Banyumas periode tahun 2003-2012, untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap penerimaan pajak hotel di Kabupaten Banyumas periode tahun 2003-2012. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa variabel jumlah hotel, jumlah wisatawan yang menginap di hotel, dan tingkat hunian hotel mempunyai pengaruh positif terhadap penerimaan pajak hotel, secara parsial variabel tingkat hunian hotel adalah yang berpengaruh secara signifikan, dan untuk variabel yang paling berpengaruh adalah tingkat hunian hotel. Dalam meningkatkan realisasi penerimaan pajak hotel di Kabupaten Banyumas, Pemerintah sebaiknya memaksimalkan informasi berbagai hal mengenai hotel yang ada di Banyumas, dan membuat suatu pagelaran seni adat budaya secara periodik, contoh kirab budaya dan yang lainnya agar para wisatawan mau berkunjung dan menginap di hotel untuk waktu yang lama. Untuk para perusahaan hotel upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan pelayanan yang ada di hotel itu sendiri, seperti fasilitas, sosialisi hotel, maupun promo dengan potongan harga (discount), atau marketting promo khusus contohnya paket menginap di hotel sekaligus berwisata ke suatu objek.The purpose of this study are to analyze the variables that can affect the hotel tax revenue in Banyumas year period 2003-2012, to analyze the effect of partially each variable to the hotel tax revenue in Banyumas the period 2003-2012, to determine which variables are most influential of the hotel tax revenue in the period 2003-2012 Banyumas. Based on the results of the analysis showed that a variable number of hotels, number of tourists staying at the hotel, and hotel occupancy rates have a positive impact on hotel tax revenue, in partial occupancy rates are having a significant effect, and for the most influential variable is the level of occupancy. In raising the hotel tax revenue in Banyumas, the Government should maximize the information about the various things that the hotel is in Banyumas, and create a culture of indigenous art performance on a periodic basis, for example carnival culture and the other for tourists wishing to visit and stay for a long time. For hotel companies attempt to do is to improve the existing services in the hotel itself, such as facilities, hotel socialization, as well as a promo with the rebate (discount), or a special promo marketting example package staying at the hotel at once traveled to an object.
104083341G1G008003PENGARUH PENAMBAHAN KARBONAT APATIT TERHADAP SIFAT
MEKANIK DAN STRUKTUR PORI SCAFFOLD BERBASIS ALGINAT
UNTUK APLIKASI BONE GRAFT DENGAN
METODE FREEZE DRYING
Scaffold merupakan struktur tiga dimensi yang digunakan sebagai media
penyangga sementara proses perbaikan suatu jaringan tubuh. Beberapa sifat yang
harus dimiliki oleh scaffold adalah porus, biokompatibel, biodegradable, bioaktif,
dan memiliki kekuatan meknik yang cukup untuk menopang sementara proses
pertumbuhan jaringan baru. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
Alginat dan karbonat apatit. Alginat merupakan bahan polimer alami yang bersifat
biokompatibel dan biodegradable yang berperan memberikan sifat fleksibilitas
dan kekuatan mekanik pada scaffold. Karbonat apatit merupakan salah satu
bentuk mineral yang banyak terdapat pada tulang sehingga bertujuan untuk
memicu pertumbuhan jaringan tulang baru dengan lebih cepat. Metode penelitian
yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoris. Hasil pengujian SEM
menunjukkan adanya sifat porus pada scaffold dengan diameter pori pada rentang
65-300 mikron, Hasil pengujian FTIR menunjukkan scaffold yang stabil dantidak
terjadi perubhan gugus fungsi. Hasil uji kekuatan tekan menunjukkan hasil
18893,13517 Pa, hasil kekuatan tekan ini hampir menyerupai kekuatan tekan
tulang cancellous yaitu 20000 Pa.
Keyword: Scaffold,
Effect of The Addition of Carbonate Apatite on The Mechanical Properties
and Pore Structure of The Alfinate Base Scaffold For Bone Graft
Applications with Freeze Drying Method
Gung Putri Wistari1 Bambang Sunendar Purwasasmita2 Haris Budi Widodo3
1Mahasiswa Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Jenderal Soedirman,
Purwokerto,
Jawa Tengah
2Staf Pengajar Jurusan Fisika Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat
3Staf Pengajar Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Jenderal Soedirman,
Purwokerto,
Jawa Tengah
Alamat Korespondensi: Kampus Unsoed Karangwangkal Jalan Dr. Soeparno
Purwokerto 53123 Telepon (0281) 634744 Email:
mahindrakgunsoed@gmail.com
ABSTARCT
Scaffold is a three dimensional structure that can be used as temporary
supporting media in body tissue repairmen process. Some properties that must be
owned by the scaffold are porous, biocompatible, biodegradable, bioactive, and
have sufficient mechanical strength to sustain the new tissue growth. the scaffold
will be synthesized using alginate and carbonate apatit. Alginate is natural
polymeric materials that are biocompatible and biodegradable that contributes in
giving the scaffold flexibility and mechanical strength properties. Carbonate
apatite is one of the minerals that was found in bones, so its use on a scaffold
intended to trigger the growth of new bone tissue more rapidly. SEM test results
showed that porous scaffold was successfully synthesized with a pore diameter in
the range of 65-300 microns, The FTIR test result showed that a stable scaffold
was successfully synthesized using alginate and carbonate apatite due to the
unchanged functional groups which represent the existence of such materials after
the freeze drying treatment.
Keyword: Scaffold, Alginate, Carbonate Apatit
Bibliography: 28 (2000-2012)
1040910082C1B010118PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN INTELEKTUAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI MODERATING VARIABELPenelitian ini berjudul :Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Intelektual Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Moderating Variabel (Studi Kasus pada Karyawan Bank Mandiri Purwokerto). Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual terhadap kinerja karyawan dengan komitmen organissi sebagai moderating variabel.
Hipotesis yang diajukan adalah kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja karyawan dan komitmen organisasi mampu menjadi variabel moderasi pada pengaruh kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual terhadap kinerja karyawan
Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi dengan uji F, uji t dan regresi moderasi dengan uji selisih mutlak.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Komitmen organisasi mampu menjadi variabel moderasi pada pengaruh kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual terhadap kinerja karyawan.
Implikasi dari penelitian ini bahwa utuk meningkatkan kinerja karyawan, manajemen Bank Mandiri dapat melakukannnya dengan memperbaiki kecerdasan emosional pada karyawan. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain senantiasa meningkatkan kesadaran karyawan agar mau introspeksi diri sehingga mampu mencari penyebab timbulnya emosi dan terus meningkatkan semangat pada karyawan untuk meningkatkan prestasinya sehingga kinerja juga akan meningkat. Hal ini dapat dilakukan dengan mengikutsertakan karyawan dalam pelatihan ESQ sehingga emosional karyawan akan lebih matang dan mampu mempunyai kesadaran diri, pengaturan diri, mampu memotivasi diri sendiri, berempati dan memiliki ketrampilan sosial.Peningkatkan kinerja juga dapat dilakukan dengan terus memperbaiki kecerdasan intelektual pada karyawan. Hal-hal yang perlu ditingkatkan adalah meningkatkan kemampuan karywan dalam berkomunikasi secara urut, runtun, tertata, tepat, sistematis dalam penepatan posisi diri, meningkatkan logika dalam berpikir untuk menemukan fakta yang akurat serta untuk memprediksi resiko yang ada dan meningkatkan kemampuan dalam hal berhitung (angka-angka). Karena itulah perlu adanya pelatihan secara berkala guna mengasah kemampuan intelektual karyawan baik yang dilakukan secara internal dalam lingkungan perusahaan maupun dalam pelatihan yang diadakan oleh instansi lainnya.Untuk meningkatkan kinerja, perusahaan juga dapat melakukannya dengan meningkatkan komitmen pada karyawan. Komitmen organisasional pada karyawan dapat ditingkatkan dengan memberikan suatu perhatian, penghargaan serta keterlibatan peran langsung karyawan sehingga loyalitas dan dedikasinya semakin meningkat yang akhirnya dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
This study entitled: Effect of Emotional Intelligence and Intellectual Intelligence on Employee Performance With Organizational Commitment as Moderating Variable (Case Study on Employee Bank at Purwokerto). The purpose of this study is to analyze the influence of emotional intelligence and intellectual intelligence on the performance of employees with secret societies commitment as a moderating variable.
The hypothesis is emotional intelligence and intellectual intelligence has a significant positive effect on employee performance and commitment to the organization is able to be a moderating variable in the influence of emotional intelligence and intellectual intelligence on employee performance
The analytical tool used is regression analysis with F test, t test and regression test of moderation with an absolute difference.
Based on the results of this study concluded that emotional intelligence and intellect provide a positive and significant influence on employee performance. Commitment to the organization is able to be a moderating variable in the influence of emotional intelligence and intellectual intelligence on employee performance.
The implications of this study that the weeks to improve employee performance, management of the bank can melakukannnya to improve emotional intelligence on employees. Some things can be done such as constantly raising awareness of employees to want to look inward so as to seek the causes of emotions and continue to improve the spirit of the employee to improve his performance so that performance will also increase. This can be done by involving employees in the ESQ training so that employees will be more emotionally mature and able to have self-awareness, self-regulation, able to motivate oneself, empathy and social skills. The increase in performance can also be done by continuously improving intellectual intelligence on employees. Things that need to be improved is to improve employees' ability to communicate in order, an orderly, organized, precise, systematic You keep positioning themselves, improve logical thinking to find accurate facts and to predict risk and enhance capabilities in terms of numeracy (numbers -angka). That's why there needs to be training regularly to hone intellectual skills of employees whether conducted internally within the company as well as in the training organized by other agencies. To improve performance, the company can also do it to increase the commitment of employees. Organizational commitment of employees can be improved by providing a caring, appreciation and involvement of the direct role of employee loyalty and dedication that is increasing which can eventually improve the performance of the company.
1041010083C1B010017ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAPITAL ADEQUACY RATIOPenelitian ini bertujuan untuk meneliti variabel apa saja yang berpengaruh terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) pada bank umum yang mengalami tren penurunan dari tahun 2006-2013. Penelitian ini menggunakan 20 sampel bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2009-2013 yang dipilih berdasarkan beberapa kriteria yang ditetapkan untuk kepentingan penelitian.
Variabel yang dipilih adalah Return on Equity (ROE), Giro Wajib Minimum (GWM), Net Interest Margin (NIM), dan Return on Assets (ROA). Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan data panel dan model fixed effect. Pengujian hipotesis menggunakan uji t-statistic dengan tingkat α sebesar 5%. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ROE dan GWM memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap CAR, NIM tidak berpengaruh terhadap CAR, dan ROA memiliki pengaruh positif signifikan terhadap CAR.
The purpose of this study is to examine the influence of the variables to the Capital Adequacy Ratio (CAR) of commercial banks that facing downward trend from 2006 to 2013. This study use 20 samples of commercial banks that listed on Indonesian Stock Exchange on the period of 2009-2013 which selected based on several criteria established for the research purposes. The selected variables are Return on Equity (ROE), Reserve Requirement Ratio (GWM), Net Interest Margin (NIM), and Return on Assets (ROA). The technique of analysis used are multiple regression analysis with panel data and fixed effect model. Hypothesis testing using t test statistics with α level of 5 percent in particular and analyzed by regression. The result showed that the ROE and GWM has a significant negative effect on CAR, NIM has no effect, and ROA has a significant positive effect on CAR.
1041110084H1E009035INTERPRETASI MODEL GEOLOGI PANTAI CILACAP JAWA TENGAH BERDASARKAN DATA ANOMALI MEDAN GRAVITASI CITRA SATELIT GEOSAT DAN ERS-1Struktur bawah permukaan daerah pantai Cilacap menarik untuk dipelajari. Hal ini karena pantai Cilacap langsung berhadapan dengan Samudra Hindia. Pemodelan struktur geologi bawah permukaan di kawasan pantai Cilacap telah dilakukan dengan menggunakan metode gravitasi. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan interpretasi dan pemodelan untuk mengetahui struktur bawah permukaan tanah pantai Selatan Pulau Jawa berdasarkan data anomali medan gravitasi. Pengolahan data gravitasi yang dilakukan meliputi koreksi Bouguer, koreksi medan, reduksi ke bidang datar, dan pemisahan anomali regional dan residual. Anomali residual kemudian diberi lintasan sehingga bisa dilakukan pemodelan. Pemodelan dilakukan menggunakan software Grav2dc. Pemodelan yang dilakukan sebanyak 4 lintasan yaitu lintasan AB, CD, EF dan GH. Pada lintasan AB, CD dan EF masing – masing lintasan mempunyai dua lapisan yang terdiri dari batuan basalt dengan densitas 3,07 g/cm3, dan endapan alluvium dengan densitas 2,37 g/cm3. Lintasan GH mempunyai tiga lapisan yang merupakan batuan beku yaitu batu asam beku 2,61 g/cm3, batu andesit dengan densitas 2,57 g/cm3 dan batu andesit basaltik dengan densitas 2,67 g/cm3. Lintasan AB dengan panjang lintasan 5328,9 mmemiliki nilai error sebesar 1,34 %. Lintasan CD dengan panjang lintasan 3960,4 mmemiliki nilai error sebesar 0,62 %. Lintasan EF dengan panjang lintasan 5225,2 mmemiliki nilai error sebesar 1,79 %. Lintasan GH memiliki kedalaman 0 - 100 km dengan panjang lintasan 10497,7 m. Struktur geologi penampang menunjukan adalah patahan/sesar naik.The subsurface structure Cilacap coastal is interesting to be learned. This is because the Cilacap coast directly facing the Indian Ocean. Modeling of subsurface geological structure of the coast of Cilacap been carried out using the gravity method. The purpose of this study is to perform interpretation and modeling to determine the subsurface structure of the South coast of Java based anomaly data gravitational field. Data processing was conducted on the gravity Bouguer correction, terrain correction, reduction to a flat plane, and the separation of regional and residual anomalies. Residual anomaly is then given trajectory so that it can be done modeling. The modeling was done using software Grav2dc. Modeling is done as much as 4 tracks that path AB, CD, EF and GH. In trajectory AB, CD and EF respectively - each track has two layers consisting of basalt rock with density 3.07 g/cm3, and the precipitate alluvium with density of 2.37 g/cm3. Tracks GH has three layers which are igneous rocks are acid igneous 2.61 g/cm3, amdesite with a density of 2.57 g/cm3 and andesite basaltik with a density of 2.67 g/cm3. AB trajectory path length 5328.9 m has a value of error of 1.34%. Tracks CD with a path length of 3960.4 m has a value of error of 0.62%. EF trajectory path length 5225.2 m has a value of error of 1.79%. Tracks GH has a depth of 0-100 km path length 10497.7 m. The geological structure is a cross section showing the reverse fault.
1041211204A1L010148Pengaruh Iradiasi Gamma Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang Varietas Granola Di Dataran MediumPerakitan varietas baru dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya yaitu dengan mutagen iradiasi sinar gamma. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh radiasi terhadap pertumbuhan dan hasil klon kentang yang ditanam di dataran medium, 2) mengetahui pengaruh radiasi terhadap warna umbi dan warna kulit umbi klon kentang yang ditanam di dataran medium 3) mendapatkan klon kentang hasil radiasi sinar gamma yang berpotensi dikembangkan di dataran medium. Penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai Agustus 2014 dengan iradiasi sinar gamma yaitu 30, 35 dan 40 Gy yang dilakukan di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi, Badan Tenaga Nuklir Nasional Jakarta. Setelah umbi diradiasi kemudian ditanam di Desa Gandatapa, Sumbang. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan tersarang (Augmented Design) dengan tiga varietas cek. Variabel yang diamati meliputi saat muncul tunas (hst), persentase tanaman tumbuh (%), tinggi tanaman (cm), jumlah daun (daun), diameter batang (mm), bobot umbi per tanaman (g), jumlah umbi (umbi), diameter umbi (mm), warna kulit umbi, warna umbi, bobot tanaman segar (g), dan bobot tanaman kering (g). Hasil penelitian adalah radiasi menyebabkan pertumbuhan dan hasil tanaman kentang di dataran medium beragam. Radiasi tidak merubah warna umbi dan warna kulit umbi. Klon GD1-44 dan GD2-33 menghasilkan bobot umbi dan diameter umbi yang melebihi ceknya sehingga berpotensi untuk dikembangkan di dataran medium.
Plant breeding can be undertaken by using gamma irradiation. Aims of this research were: 1) to know effect of radiation on growth and production of granola planted on medium elevation, 2) to know effect of radiation on bulb and skin color of bulb planted on medium elevation, 3) to select potato clon resulted from gamma irradiation that is potential to be developed on medium elevation. The research was conducted from April to August 2014 with gamma irradiation dose is 30, 35, and 40 Gy were done in “Technology Isotop and Radiation, Badan Tenaga Nuklir Nasional” Jakarta. Irradiated tubers were planted in the Gandatapa village, Sumbang. Augmented design was used in this reserch with three checked varieties. Variable observed in this research were time of shoot emerge (days after planting), percentage of plant growth (%), plant height (cm), number of leaves (leaves), diameter of plant stem (mm), weight of tuber crops (g), number of tubers (tubers), diameter of tuber (mm), tuber skin color, color bulb, fresh weight (g) and dry weight (g) of plants. The results showed that radiation cause variation on growth and production medium elevation. Gamma irradiation did not change color of tuber and tuber skin. Clone GD1-44 and GD2-33 produced tuber weight and tuber diameter higher than that of checked varietis and potential to be developed medium elevation.

1041310085F1F007042POLLY MILTON’S STRUGGLE IN RETAINING HER MODESTY
IN VICTORIAN ERA AS DEPICTED IN
AN OLD FASHIONED GIRL BY LOUISA MAY ALCOTT
Abstrak

Penelitian ini menganalisa bagaimana cara Polly Milton berusaha untuk memperthanakna kesederhaannya pada masa Victoria. Polly berasal dari keluarga sederhana kelas menengah, dy mengunjungi temannya, Fanny, yang berasal dari kelas menengah atas. Perbedaan cara hidup di antara Polly dan Fanny membuat Polly harus menjaga mempertahankan kesederhaannya dalam interaksinya dengan Fanny dan orang-orang dari kelas menengah atas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Polly menjaga kesederhaannya dalam kelas sosial pada masa Victoria. Referensi tentang identitas dari Allport dan referensi lainnya tentang masa Victoria dipilih untuk memahami dan menguak makna yang terlihat pada perjuangan Polly. Hasil dari penelitian ini menunjukan bagaimana kesederhanaan Polly dipertahankan dilihat dari sisi keluarga, pertemanan, dan kelas sosial. Melihat keluarga Fanny, Polly menemukan bahwa orang tua hanya memikirkan tentang uang; bagaimana mereka memberikan kekayaan pada anak-anaknya, mereka tidak memperhatikan bagaimana membesarkan anak-anaknya. Mengetahui pergaulan Fanny, Polly melihat bahwa Fanny dan teman-temannya terlihat lebih tua dari umur mereka, bagaimana mereka berpakaian, bagaimana mereka bersikap, mereka seperti wanita. Perbedaan kelas sosial membuat Polly dan Fanny memiliki cara berpikir yang berbeda pula; Polly beripikir bahwa ia harus bekerja untuk mendapatkan uang dan menjalani kehidupannya, sedangkan Fanny berpikir bahwa orang tuanya lah yang harus bekerja untuk memberinya uang. Bagaimanapun juga perbedaan keluarga, pertemanan, dan kelas sosial antara Polly dan Fanny tidak membuat Polly berubah menjadi orang lain, namun membuat dia untuk tetap menjadi dirinya sendiri.

Abstract

This research discusses the way Polly Milton struggles in retaining her modesty in Victorian era. Polly comes from a middle modest family, she visits her friend, Fanny, who comes from middle-upper class. The difference living between Polly and Fanny makes Polly needs to retain her modesty in interact with Fanny and other people from the middle-upper class society. This research aims to explain how Polly retains her modesty in her social life in Victorian era. The references of identity by Allport and other references of Victorian era are chosen to understand and uncover the meanings that are emerged in Polly’s struggle. The result of this research shows that how modesty of Polly Milton is retained looking at family’s side, friendships’ side, and social class’ side. Seeing Fanny’s family, Polly finds that parents only think about income; how they give their children a wealth, they do not give much attention in raising their children. By knowing Fanny’s friendships, Polly sees that children in their age look older than they should be; how they dress up, how they behave, they are just like ladies. Social class difference makes Polly and Fanny have different way of thinking; Polly thinks she has to work to get money so she can live her life well, but Fanny thinks that her parents are the ones who should work to give her money. However, the difference of family, friendships, and social class between Polly and Fanny do not make Polly change into someone else, but she keeps being herself.

1041410920F1G009025ANALISIS GAYA BAHASA TEKS TEMBANG DOLANAN JAWAPenelitian ini berjudul “Analisis Gaya Bahasa Teks Tembang Dolanan Jawa”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan makna gaya bahasa teks tembang dolanan Jawa. Data penelitian ini berupa penggalan-penggalan teks tembang dolanan Jawa.
Bentuk penelitian adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode simak dan metode cakap. Metode analisis data menggunakan metode padan, teknik dasar yang digunakan dalam metode padan ini adalah teknik pilah unsur penentu. Penyajian hasil analisis data pada penelitian ini menggunakan metode informal.
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat dikemukakan kesimpulan bahwa teks tembang dolanan Jawa terkandung beberapa jenis gaya bahasa. Jenis gaya bahasa yang terdapat pada tembang dolanan Jawa meliputi (a) gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat (b) gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna (c) gaya bahasa retoris dan (d) gaya bahasa kiasan. Dari dua puluh empat data, jenis gaya bahasa yang paling banyak digunakan adalah gaya bahasa repetisi. Makna gaya bahasa pada teks tembang dolanan Jawa yang ditemukan dalam penelitian ini adalah makna konseptual dan makna asosiatif. Pemaknaan secara asosiatif atau kiasan digunakan untuk menyampaikan pesan yang terdapat pada tembang dolanan Jawa. Gaya bahasa yang dimaknai secara asosiatif adalah gaya bahasa paralelisme, repetisi yang terdiri dari repetisi epizeuksis dan repetisi anafora, gaya bahasa retoris yang terdiri dari perifrasis, hiperbol, oksimoron dan epitet.
This research is entitled “Analisis Gaya Bahasa Teks Tembang Dolanan Jawa”. This research purposes are to describe the kind and meaning of figurative language of Javanese folk songs. Furthermore, the research data are parts of Javanese folk songs lyrics.
This research is qualitative descriptive analysis. The methods used in this research are listening and speaking method. Data analysis is conducted using equal method with classifying determined element technique. Finally, the data in this research are published by means of informal method.
Based on the analysis and the discussion, it can be concluded that there are some figurative languages in Javanese folk songs. Those figurative languages are (a) figurative language based on sentence structure (b) figurative language based on direct or indirect meaning (c) rhetorical figurative language (d) analogical figurative language. From twenty four parts of Javanese folk songs, the most figurative language used is rhetorical figurative language. The meanings of figurative language found in this research are conceptual and associative meaning. Associative meaning or analogical reasoning is used to deliver message of Javanese folk songs. Finally, figurative languages which have associative meanings are parallel figurative language, repetitions which are divided into epizeuxsis repetition and anaphora repetition, and rhetorical figurative languages which consists of periphrasis, hyperbolism, oxymoron, and epithet.
1041510919F1G009032ANALISIS TEMATIK NOVEL RELUNG-RELUNG GELAP HATI SISI
KARYA MIRA WIDJAJA
Skripsi ini berjudul "Analisis Tematik Novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi Karya Mira Widjaja". Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui tentang tematik novel Relung–Relung Gelap Hati Sisi. Penelitian ini menggunakan tinjauan struktur yang terdiri dari alur, tokoh dan penokohan, latar atau setting, amanat, dan sudut pandang. Manfaat penelitian ini yaitu untuk memberikan sumbangan bagi ilmu sastra mengenai analisis tematik novel, diharapkan dapat menambah pengetahuan pembaca tentang tematik pada novel Relung–Relung Gelap Hati Sisi Karya Mira Widjaja".
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu mendeskripsikan struktur novel karya fiksi kemudian menganalisis untuk menunjang analisis tematik. Sumber data yang digunakan adalah novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi Karya Mira Widjaja. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan ialah mendeskripsikan dan menganalisis struktur novel Relung Relung–Relung Gelap Hati Sisi Karya Mira Widjaja. Novel tersebut bercerita tentang kisah hidup tokoh Sisi dan Airin mewakili kehidupan kaum homoseksual, terutama kaum lesbian di Indonesia.
Alur dalam novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi adalah menggunakan alur campuran. Tokoh yang mendominasi dalam Relung-Relung Gelap Hati Sisi, adalah Sisi dan Airin. Dari awal cerita hingga akhir, pengarang juga lebih banyak menceritakan tentang penokohan atau karakter Sisi dan Airin tersebut. Selain itu tokoh tambahan yang mendukung jalannya cerita dalam novel tersebut adalah Handi, Linda, Dokter Candra, Suster Nia, Aziz, Bing, Pak Camat dan Ibu Camat, Pak Yasin, Frans dan Ibu Airin. Latar atau setting pada novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi, terbagi menjadi tiga, yaitu latar sosial, latar fisik, dan latar waktu. Amanat yang ingin pengarang memberi amanat kepada pembaca tentang ajaran jangan menyesali takdir Tuhan. Sudut pandang Pada novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi karya Mira Widjaja, menggunakan sudut pandang third person-omniscient atau dia mahatahu. Setelah dilakukan analisis terhadap struktur alur, tokoh dan penokohan, latar, amanat, dan sudut pandang dalam novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi, selanjutnya dapat ditemukan tema yang terkandung dalam novel tersebut. Tema dibagi menjadi lima jenis yaitu: (a) tema jasmaniah, (b) tema organik, (c) tema sosial, (d) tema egoik, (e) tema ketuhanan.
The research is entitled “Analisis Tematik Novel Relung-Relung Gelap Hati Sisi Karya Mira Widjaja.” This research aims at analyzing the thematic elements from the novel of Mira Widjaja's Relung-Relung Gelap Hati Sisi. This research employs the structure analysis consisting of plot, character and characterization, setting, message and value, and point of view. It is also expected to contribute the discussion of literary analysis, particularly by employing the thematic analysis; secondly, it is to contribute the readers' understanding about the thematic analysis on Mira Widjaja's Relung-Relung Gelap Hati Sisi.
This research employs the descriptive analysis in order to describe the structure of the novel and then to analyze it to support the thematic analysis. The data source is Mira Widjaja's Relung-Relung Gelap Hati Sisi. The data collection is done by reading and note taking. The data analysis is by describing and analyzing the structure of Mira Widjaja's Relung-Relung Gelap Hati Sisi. This novel tells about the life story of Sisi and Airin as the characters of the novel representing the life of homosexual, particularly the lesbians in Indonesia.
The plot of Mira Widjaja's Relung-Relung Gelap Hati Sisi is using the mixed plot. The dominating characters in Mira Widjaja's Relung-Relung Gelap Hati Sisi are Sisi and Airin. From the beginning until, the end of the story, the author talks more about the characters and their characterization of those two characters namely Sisi and Airin. Besides, there are some other supporting characters e.g. Handi, Linda, Doctor Candra, Suster Nia, Azis, Bing, Pak Camat and Ibu Camat, Pak Yasin, Frans and Ibu Airin. The setting of the Mira Widjaja's Relung-Relung Gelap Hati Sisi is divided into three, namely setting of society, setting of place and setting of time. The message delivered by the author to the readers about how not to be so regretful about what has been written by God. The point of view in Mira Widjaja's Relung-Relung Gelap Hati Sisi uses the third-person omniscient or the know-all point of view. After analyzing the structure of the plot, character and characterization, setting, message and point of view in Mira Widjaja's Relung-Relung Gelap Hati Sisi, the researcher is able to decide the theme embodied in the novel. Those themes are (a) physical theme, (b) organic theme, (c) social theme, (d) ego-based theme, (e) religious theme.
1041611205A1L010222PENAMPILAN TANAMAN KENTANG VARIETAS ATLANTIK HASIL MUTASI PADA DATARAN MEDIUMPenelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh radiasi sinar gamma terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kentang varietas Atlantik. 2) Mengetahui pengaruh radiasi sinar gamma terhadap variabel kualitatif tanaman kentang. 3) Mengetahui klon mutan kentang yang berproduksi tinggi pada dataran medium (580 m dpl) setelah perlakuan radiasi sinar gamma. Penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai September 2014 di lahan percobaan Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan Rancangan Bersekat (Augmented Design) dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang dicoba adalah 4 taraf radiasi sinar gamma, yakni: 0 (kontrol), 30, 35, dan 40 Gy. Variabel yang diamati meliputi saat muncul tunas, persentase tanaman hidup, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, potensi berbunga, warna daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi, warna kulit umbi, dan warna daging umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan radiasi sinar gamma 30, 35, dan 40 Gy memberikan hasil yang beragam terhadap pertumbuhan dan hasil kentang di dataran medium. Perlakuan radiasi sinar gamma 30, 35, dan 40 Gy tidak mempengaruhi perubahan warna daun, kulit dan daging umbi, tetapi mempengaruhi tingkat ketahanan terhadap penyakit layu bakteri dan busuk daun. Klon mutan kentang AD1-13 dan AD3-154 mempunyai diameter umbi dan bobot umbi terbaik, serta tahan terhadap penyakit layu bakteri dan busuk daun sehingga berpotensi untuk dikembangkan di dataran medium.This research was aimed to know 1) effects of γ ray radiations on growth and yield of Atlantic potato variety, 2) effects of γ ray radiation on potato qualitative variables, and 3) potato mutant clone producing high yield at medium elevation (580 m asl) after treatment of γ ray radiation. The research was conducted from April until September 2014 at an experimental land of Gandatapa Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency. It used an Augmented Design with the basic design was Randomise Completely Block Design (RCBD). The treatments tested were 4 radiation levels of γ rays, namely 0 (control), 30, 35, and 40 Gy. Observed variables were periods of shoot emergency, alive plant percentage, plant hight, stem diameter, leaf quantity, flowering potential, leaf color, plant fresh weight, plant dry weight, tuber quantity, tuber skin color, and tuber flesh color. Results of the research performed that γ ray radiations at 30, 35, and 40 Gy gave varied produces on growth and yield of potato planted at medium elevation. Treatments of these γ ray radiations did affect changes of leaf color, skin and flesh of tuber color, but they affected resistance level to bacterial wilt and late blight diseases. The potato mutant clones of AD1-13 and AD3-154 showed the best tuber diameter and weight, and they were also resistant to the bacterial wilt and late blight diseases, so they are potential to inflate at the medium elevation.
1041711331E1A011165TINJAUAN YURIDIS KEWENANGAN WALI DALAM MELAKUKAN TINDAKAN HUKUM MENJUAL KEKAYAAN ANAK DI BAWAH PERWALIANPenelitian ini berjudul; “Tinjauan Yuridis Kewenangan Wali Dalam Melakukan Tindakan Hukum Menjual Kekayaan Anak Di Bawah Perwalian”. Penelitian ini berlatar belakang putusnya perkawinan yang disebabkan oleh kematian salah satu pihak dari pasangan suami-istri yang mempunyai anak dari hasil perkawinan antara keduanya. Anak tersebut menjadi ahli waris pengganti bapak/ ibunya yang meninggal atas harta warisan dari kakeknya.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakana dalam penelitian ini yaitu Penetapan Nomor 964/Pdt.P/2013/Pn.Cbn. dan Penetapan Nomor 140/Pdt.P/2014/Pn.Cbi. Penelitian ini membahas sinkronisasi hukum dan harmonisasi hukum antara Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam dan KUH Perdata, khususnya pengaturan mengenai perwalian. Sifat penelitian ini yaitu deskriptif analitis.
Berdasarkan analisis diperoleh hasil bahwa kewenangan melakukan tindakan penjualan harta kekayaan anak yang berada dibawah perwalian menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dilakukan demi kepentingan anak. Sedangkan KUH Perdata menambahkan 2 (dua) syarat lain, yakni adanya izin dari pengadilan dan dilakukan dengan cara lelang umum. Sehingga ketentuan KUH Perdata tersebut seharusnya diakomodir oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dengan menambahkan ketentuan tersebut didalam Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan itu sendiri. Seharusnya hakim menyertakan dasar hukum dan pertimbangan yang cukup dan jelas dalam menjatuhkan penetapan sehingga penetapan tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara objektif ilmiah serta mempunyai landasan yuridis yang pasti.
The research’s title is “The Judicial Review of Trustee’s Authority in Law Action Selling Children’s Wealth Under the Guardianship”. The background of this research is dissolution of marriage caused by one of spouses passed away which they already had a child. The child became heir replacement of his passed away father/ mother on the estate of his grandfather.
The judicial normative approach method has been used in this research. The data which have been used in this research are Determination Number 964/Pdt.P/2013/Pn.Cbn. and Determination Number 140/Pdt.P/2014/Pn.Cbi. The research discussed about law synchronization and law harmonization between Law Number 1 Year 1974 about Marriage, Islamic Law Compilation and Civil Code, in particular regulation about guardianship. The research’s character is descriptive analytic.
Based on analysis the result has been obtained which authority to sell the child’s wealth under the guardianship based on Law Number 1 Year 1974 about Marriage and Islamic Law Compilation. The authority could be done for the sake of the child. Meanwhile Civil Code added 2 (two) others requirement, there are permission from the court and could be done by public auction. The Civil Code requirements should be accommodated by Law Number 1 Year 1974 about Marriage. The judges should give the right and clear institutes and consideration in case they assign the determination so that the determination justified objectively and scientifically and have a definite juridical basis.
Key word: guardianship, minors, wealth.
1041810086B1J010236PRODUKSI INOKULUM MIKORIZA VESIKULA ARBUSKULA MENGGUNAKAN Pueraria javanica DAN Sorghum bicolor
PADA MEDIA PASIR DAN ARANG SEKAM
DENGAN KOMPOSISI BERBEDA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara jenis tanaman inang dan jenis media tanam pasir dan arang sekam dengan komposisi berbeda terhadap produksi inokulum MVA dan mengetahui Interaksi antara jenis tanaman inang dan jenis media tanam dengan komposisi pasir dan arang sekam yang paling baik untuk produksi inokulum MVA. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama berupa jenis tanaman yaitu S. bicolor dan P. javanica. Faktor ke dua adalah komposisi media tumbuh yang terdiri atas 100% pasir, campuran 75% pasir + 25% arang sekam, campuran 50% pasir + 50% arang sekam, campuran 25% pasir + 75% arang sekam dan 100% arang sekam. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati meliputi derajat infeksi dan jumlah spora. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam pada tingkat kesalahan 5% dan 1%, perlakuan yang berpengaruh nyata atau sangat nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur.
Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara jenis tanaman inang dan jenis media tanam dengan komposisi berbeda terhadap produksi inokulum MVA. Tanaman inang dan media tumbuh yang paling baik untuk produksi inokulum MVA adalah S. bicolor dan 100% pasir.
A research aimed to find out the interaction effect between host plants i.e. Sorghum bicolor and Pueraria javanica and plant growth medium i.e. sand and rice charcoal with different composition to the production of vesicular arbuscular mycorrhiza (VAM) and to find out the best interaction between host plants and growth medium to the production of VAM. This research used an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) in a factorial pattern with two factors. The first factor was the plant growth i.e. S. bicolor and P. javanica, while the second factor was the growth medium consisted of 5 levels i.e. 100% sand, the composition of 75% sand + 25% rice charcoal, 50% sand + 50% rice charcoal, 25% sand + 75% rice charcoal and 100% rice charcoal. Furthermore, each treatment was replicated 3 times. Parameters were the number of spore and the percentage of root infection of VAM. Results of this experiment showed that there were no interaction effect between host plants and medium composition to the inoculum production of VAM. The best host plant and growth medium to the inoculum production was S. bicolor and 100% sand.
1041910921F1B009069ANALISISIS KEPUASAN MASYARAKAT (Studi Kasus Tentang Pengguna Jasa Kereta Api Rel Diesel Elektrik (KRDE) Kaligung Mas DAOP IV Semarang Di Stasiun Besar Tegal) Penyelenggaraan pelayanan publik masih dihadapkan pada kondisi yang belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat. PT. KAI yang memberikan pelayanan dalam bidang transportrasi terus membenahi guna menciptakan kepuasan bagi para penggunanya.Penelitian ini mencoba untuk mengungkap kepuasan pelayanan di Stasiun Besar Tegal. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian survey. Untuk pengambilan sampel disini digunakan dengan teknik nonprobability sampling yaitu teknik insidental sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu kuisioner, wawancara dan dokumentasi. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu dimensi Kinerja terlihat dari tabel distribusi frekuensi mengarah ke taraf cukup. Dimensi kesesuaian desain spesifikasi terlihat dari tabel distribusi frekuensi mengarah ke taraf yang tinggi. Dimensi ciri – ciri atau keistimewaan tambahan mengarah ke taraf yang tinggi. Dimensi keandalan terlihat dari tabel distribusi frekuensi mengarah ke taraf yang tinggi. Dimensi estetika terlihat dari tabel distribusi frekuensi mengarah ke taraf sedang. Dimensi kualitas yang dipersepsikan terlihat dari tabel distribusi frekuensi cenderung mengarah ke taraf tinggi. Dimensi service ability terlihat dari tabel distribusi frekuensi mengarah ke taraf sedang. Public service is still faced with conditions that do not fit the needs of the community. PT. KAI which provides services in the field of transport continoues to reorganize in order to create satisfaction for users. This research attempts to uncover the Big Station service satisfaction in Tegal. The research method is survey research methods. For sampling is used here with a non-probability sampling technique that is incidental sampling technique. Data collection methods used were questionnaires, interviews and documentation. The conclusion of this study is the dimension visible performance of the frequency distribution table leads to a sufficiant extent. Dimensions suitability of design specifications visible from the frequency distribution table leads to a high level. Dimensions traits-traits or additional privileges leads to high rates. Dimensions reliability visible from the frequency distribution table leads to high level. Dimensions aesthetic look of a frequency distribution table leads to a moderate. Dimensions of perceived quality can be seen from the table of frequency distribution tends to leads to a high level. Dimensions of service abilities seen from the frequency distribution table leads to a moderate.
1042011202P2CA12017ANALISIS KINERJA DAN KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH KOTA TEGAL
Kinerja dan Kemandirian Keuangan Daerah merupakan konsep yang sangat penting bagi Pemerintah Daerah dalam mengukur tingkat ketergantungan daerah terhadap pusat sebagai wujud otonomi daerah, sehingga penting bagi pemerintah daerah untuk menaruh perhatian yang lebih besar terhadap kinerja pengelolaan keuangan daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja pengelolaan keuangan daerah dan tingkat kemandirian daerah Kota Tegal. Alat analisis yang digunakan dalam mengukur kinerja pengelolaan keuangan daerah Kota Tegal adalah rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas, rasio aktivitas dan rasio pertumbuhan. Sedangkan untuk mengukur kemandirian keuangan daerah Kota Tegal menggunakan alat analisis Kapasitas Fiskal, Kebutuhan Fiskal, Derajat Desentralisasi Fiskal dan Rasio PAD. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa secara umum kinerja pengelolaan keuangan daerah Kota Tegal terus membaik, hal itu terlihat dari rasio kemandirian, rasio efektivitas, rasio aktivitas dan rasio pertumbuhan yang menunjukkan trend positif. Demikian juga dari kemandirian keuangan daerah dilihat dari kapasitas fiskal, kebutuhan fiskal, derajat desentralisasi fiskal dan rasio PAD yang secara rata-rata masuk dalam kategori sedang.Performance and Financial independence of the region is a very important concept for local governments in measuring the level of dependence on central area as a form of regional autonomy, so it is important for local authorities to pay greater attention to the regional financial management perfomance. The purpose of this research is to know the performance until financial management areas and the level of independence of the City of Tegal. Analysis tools are used in measuring the performance of the financial management of the City of Tegal is : the ratio of the financial independence of the region, the ratio of the effectiveness, ratio activity and ratio growth. As for the measure of financial independence of the City of Tegal using analysis fiscal capasity, the necessity of fiscal, fiscal decentralization and degrees of ratio PAD. From the results of analysis it can be concluded that in general financial management performance areas City of Tegal getting better,it is visible from the ratio of the financial independence of the region, the ratio of the effectiveness, ratio activity and ratio growth that shows positive trend, likewise from measures of financial independence of the City of Tegal that fiscal capasity, the necessity of fiscal, fiscal decentralization and degrees of ratio PAD that averages fall into the category of being.