Artikelilmiahs
Menampilkan 10.441-10.460 dari 48.974 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 10441 | 3373 | G1F008088 | FORMULASI SEDIAAN GEL ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DENGAN BASIS METHOCEL K15M | Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan tanaman yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk membuat formula sediaan gel dari ekstrak etanol kulit buah manggis dengan basis methocel K15M yang memenuhi syarat uji evaluasi sifat fisik dan stabilitas fisik gel. Kulit buah manggis dimaserasi menggunakan etanol 70%. Sediaan gel antioksidan ekstrak etanol kulit buah manggis dibuat sebanyak 4 formula dengan variasi kadar methocel K15M (2%, 3%, 4% dan 5%) sebagai basis gel dan konsentrasi ekstrak sebesar 0,1gr/100mL. Evaluasi sediaan gel meliputi pengujian sifat fisik, uji kestabilan fisik dan uji aktivitas selama 4 minggu penyimpanan. Pengujian aktivitas antioksidan sediaan gel dilakukan secara kualitatif menggunakan metode DPPH. Data homogenitas, pengukuran pH, stabilitas sediaan gel dan uji aktivitas dianalisis secara deskriptif sedangkan data viskositas, daya sebar, dan daya lekat dianalisis menggunakan uji ANAVA satu jalan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasilnya terdapat perbedaan yang signifikan antarformula untuk pengukuran viskositas dan daya sebar. Sedangkan untuk pengukuran daya lekat terjadi perbedaan signifikan antarformula, kecuali antara formula 2 dengan formula 1 dan 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan gel ekstrak etanol kulit buah manggis memenuhi syarat stabilitas fisik, viskositas gel mengalami peningkatan. Daya sebar mengalami penurunan, sebaliknya daya lekat mengalami peningkatan. Hasil uji aktivitas antioksidan secara kualitatif menggunakan DPPH 0,2% terhadap ekstrak etanol kulit buah manggis dalam sediaan gel menunjukkan bahwa terdapat aktivitas antioksidan, hal tersebut terlihat dengan adanya perubahan warna ungu menjadi kuning pucat. | Peel of mangosteen fruit (Garcinia mangostanaL.) known have antioxidant activity and potential as antioxidants. This research aims to make formulations gel preparations of ethanol extract peel of mangosteen fruit with base methocel K15M qualified evaluation of the physical properties and physical stability of the gel. Peel of mangosteen fruit macerated using 70% ethanol. Antioxidant gel preparations of ethanol extract peel of mangosteen fruit made by as much as 4 formula of concentration variations with methocel K15M (2%, 3%, 4% and 5%) as a base gel and extract consentration as much as 0,1gr/100mL. Evaluation of gel prepare include of the physical properties, physical stability test and test activities storage for 4 weeks. Testing antioxidant activity of gel preparations is carried out by using DPPH methods. Homogeneity, pH, physical stability and activity were analyzed descriptively, while the viscosity measurement, ability to spread, ability to stick were analyzed by ANAVA with the confidence 95%. There is a significant difference between formula to the measurement of viscosity and ability to spread in the result. While for measurements the ability to adhesive occurring distinction significant between formula, except between formula 2 with formula 1 and 3. The results showed that ethanol extract gel peel of mangosteen fruit qualified physical stability, viscosity increases. Ability to spread decreases, otherwise the ability to adhesive increases. The results of the test antioxidant activity in a qualitatively using DPPH 0,2% to ethanol extract gel preparation peel of mangosteen fruit indicated that there are antioxidant activity in the preparation gel it was seen by the presence of the change of color purple become pale yellow. | |
| 10442 | 3374 | G1F008066 | AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana)TERHADAP BAKTERI Gardnerella vaginalis | Keputihan dalam ilmu kedokteran disebut flour albus, leukorea, atau white discharge merupakan semua pengeluaran cairan alat genetalia yang bukan darah. Salah satu penyebab keputihan adalah bakteri Gardnerella vaginalis. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana) mengandung saponin, tanin, xantone dan flavonoid, merupakan senyawa pada tumbuhan yang mempunyai aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi senyawa yang terdapat dalam kulit buah manggis dan mengetahui aktivitas antibakteri yang terdapat dalam kulit buah manggis terhadap bakteri G.vaginalis. Metode yang digunakan untuk identifikasi adalah dengan pereaksi warna dan untuk aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram menggunakan 3 kelompok ekstrak kulit buah manggis yaitu 100ppm, 200ppm dan 300ppm. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah manggis mengandung golongan senyawa saponin, tanin, xantone dan flavonoid. Ekstrak kulit buah manggis mempunyai nilai IC50 pada konsentrasi 181,552ppm. | Whitish that was also known as flour albus, leukorea, or white discharge was all liquid expense that produces by genetalia organ which wasn’t blood. One of the causes of whitish was Gardnerella vaginalis bacteria. Mangosteen skin fruit (Garcinia mangostana) contain saponins, tanin, xantone and flavonoids, compounds in plants that had antibacterial activity The purpose of this research was to identify the compounds contained in the mangosteen fruit skins and knowing the antibacterial activity that was contained in the mangosteen fruit skin against G.vaginalis bacteria. The methods was used for identification was colouring reactan and for antibacterial activity, the method was disc diffusion using 3 groups of mangosteen skin fruit extract that was 100ppm, 200ppm and 300ppm. The data that was obtained then analysed using probit. The results showed that mangosteen skin fruit extracts contained saponins, tanin, xantone and flavonoids. Mangosteen skin fruit extract had IC50 value at concentrations 181,552ppm | |
| 10443 | 3375 | G1F008086 | EVALUASI PENGGUNAAN RISEDRONATE PADA PASIEN OSTEOPOROSIS DI RUMAH SAKIT ORTHOPAEDI PURWOKERTO | Risedronate salah satu dari golongan bifosfonate merupakan pilihan dalam terapi osteoporosis. Evaluasi penggunaan risedronate penting dilakukan karena risedronate tergolong obat spesifik yang hanya digunakan untuk osteoporosis, memiliki adverse event terhadap GI dan harganya mahal. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan risedronate pada pasien osteoporosis di Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto berdasarkan kriteria yang meliputi indication, process indicators, complication dan outcome measure. Kriteria dibuat berdasarkan jurnal-jurnal ilmiah dan text book (Drug Use Evaluation) yang relevan. Metode yang digunakan adalah deskriptif evaluatif dengan sampel sejumlah 23 data rekam medik pasien rawat inap yang menggunakan risedronate. Analisis data dilakukan dengan membandingkan antara data dan kriteria. Hasil penelitian ini menunjukkan ketepatan indikasi sudah tepat (100%). Process indicators meliputi dosis sudah tepat (100%), faktor risiko yang mengakibatkan gangguan GI sejumlah 6 pasien (26,09%), kontra indikasi dengan ClCr < 30 ml/menit sejumlah 1 pasien (4,35%), interaksi yang potensial terjadi terhadap NSAID sejumlah 6 pasien (26,09%) dan terhadap antasida 2 pasien (8,70%). Complication yang mungkin terjadi dengan efek mual muntah, diare, dyspepsia dan abdominal pain sejumlah 10 pasien (43,49%). Outcome measure dengan pasien yang memeriksakan kembali nilai BMD (T-score) dan mengalami kenaikan hanya ada 5 pasien (21,74%), sedangkan pasien yang berkurang keluhan klinisnya sejumlah 22 pasien (95,65%). Kata kunci : osteoporosis, risedronate, Evaluasi Penggunaan Obat (EPO), Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto (RSOP) | Risedronate is the group of bifosfonate. It was used as an option the treatment of osteoporosis. Evaluation of using risedronate is being important because risedronate is spesific drug for osteoporosis, has adverse event to GI, and has expensive price. The purpose of this study is to evaluate utilization of risedronate to patients with osteoporosis at Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto based on criterias that include the indication, process indicators, complication and outcome measure. The criterias are based on relevant scientific journals and text books (Drug Use Evaluation). The method of this study was descriptive evaluative which observed medical record of 23 patients using risedronate. Data was analysized by comparing data and criteria. The results of this study demonstrated that the reliability of indications are correct (100%). Process indicators include the dosage is correct (100%), the risk factors that lead to GI disorders by 6 patients (26.09%), contraindications to ClCr <30 ml/min number 1 patient (4.35%), potential interactions that occur against NSAID was amount 6 patients (26.09%) and the antacid was 2 patients (8.70%). Complication that may occur with the effects of nausea, vomiting, diarrhea, dyspepsia and abdominal pain was amount 10 patients (43.49%). Outcome measure of patients examined BMD (T-score) and has increased only 5 patients (21.74%), whereas patients with clinical complaints reduced amount of 22 patients (95.65%). Key words: osteoporosis, risedronate, Drug Use Evaluation (DUE), Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto (RSOP) | |
| 10444 | 3376 | G1F008006 | AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN KEMBANG MERAK (Caesalpinia pulcherrima) TERHADAP Bacillus cereus | Kembang merak (C. pulcherrima) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang terdapat didalamnya diduga mempunyai aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun kembang merak terhadap Bacillus cereus dan untuk mengidentifikasi golongan senyawa aktif yang terkandung dalam daun kembang merak yang memiliki aktivitas antibakteri. Ekstraksi daun kembang merak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan metanol. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan cara mengukur diameter zona hambat. Identifikasi kandungan golongan senyawa aktif dari ekstrak metanol daun kembang merak dilakukan dengan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil analisis probit terhadap persentase daya hambat diperoleh nilai IC50 ekstrak terhadap B. cereus adalah 29,309 mg/mL. Hasil Identifikasi golongan senyawa menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun kembang merak mengandung golongan senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. | Caesalpinia pulcherrima is a well known advantagous herbal, containing flavonoid, alkaloid, tannin, and saponin that may be antibacterial. The aim of this research was to examine the antibacterial activity of methanol extract of C. pulcherrima leaves against Bacillus cereus and to identify classes of active compounds contained in the C. pulcherrima leaves that has antibacterial activity. Extraction of Caesalpinia pulcherrima leaves was made by maceration method using methanol. Antibacterial activity test used the disc diffusion method by measuring the diameter of inhibition zone. Identification of classes of active compounds from the methanol extract of C. pulcherrima leaves was identified by Thin Layer Chromatography (TLC) test. Probability analysis against inhibition percentage was obtained values of IC50 extract against Bacillus cereus is 29,309 mg/mL. The results of the identification of classes of compounds showed that the methanol extract of Caesalpinia pulcherrima leaves containing the compound flavonoid, alkaloid, tannin, and saponin. | |
| 10445 | 3405 | G1B008104 | HUBUNGAN HYGIENE PENJAMAH DAN SANITASI ALAT MAKAN DENGAN KANDUNGAN BAKTERI Coliform PADA MAKANAN YANG DIJUAL DI WARUNG MAKAN DI TERMINAL PURWOKERTO TAHUN 2012 | Makanan dengan kandungan zat gizinya sangat dibutuhkan oleh mahluk hidup termasuk manusia untuk tumbuh dan berkembang biak. Sebaliknya melalui makanan dapat juga dipindahkan beberapa penyakit yang ditularkan melalui makanan seperti diare dan keracunan makanan. Hygiene penjamah dan sanitasi alat makan yang tidak memenuhi syarat dapat menyebabkan kontaminasi bakteri salah satunya bakteri Coliform. Adanya bakteri coliform pada makanan merupakan suatu indikator sanitasi yang buruk. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan hygiene penjamah meliputi personal hygiene, pengetahuan dan perilaku penjamah serta sanitasi alat makan dengan kandungan bakteri Coliform pada makanan yang dijual di warung makan di terminal Purwokerto. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87,2% makanan tidak sesuai dengan standar BPOM RI. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara personal hygiene dengan kandungan bakteri pada makanan yang dijual diwarung makan yang terdapat di Terminal Purwokerto dengan nilai p= 0,015 (<0,05). Ada hubungan antara pengetahuandengan kandungan bakteri pada makanan yang dijual diwarung makan yang terdapat di Terminal Purwokerto dengan nilai p=0,011 (<0,05). Ada hubungan antara pengetahuandengan kandungan bakteri pada makanan yang dijual diwarung makan yang terdapat di Terminal Purwokerto dengan nilai p=0,020 (0,05). Ada hubungan antara sanitasi alat makandengan kandungan bakteri pada makanan yang dijual diwarung makan yang terdapat di Terminal Purwokerto dengan nilai p=0,047 (<0,05).Pedagang makanan perlu meningkatkan personal hygiene, pengetahuan dan perilaku, agar keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat tetap terjaga. Kata Kunci : Kandungan Bakteri, Hygiene Penjamah, Sanitasi Alat Makan Pustaka : 13 (1990-2009) | The nutritional content of food are needed by living things including human beings to grow and multiply. Conversely, food can also be moved several food-borne diseases like diarrhea and food poisoning. Hygiene and sanitary utensils handlers who do not qualify can cause bacterial contamination of one of Coliform bacteria. Presence of Coliform bacteria in food is an indicator of poor sanitation. This study examined the association handler hygiene includes personal hygiene, knowledge and behavior of food handlers and sanitary equipment with bacteria content Coliform on food that is sold at booth eats at Purwokerto's terminal. Types of studies that used the quantitative research using survey methods of analytic cross sectional approach. The sample in this study uses full scale sampling method. Data analysis using Chi-square test. The results showed that 87.2% of food is not in accordance with the standards BPOM RI. analisis's result bivariate points out available relationship among personal hygiene with bacteria content on alimentary one is sold at booth eats that available at Purwokerto's terminal by assesses p= 0,015 ( <0,05). There is a relationship between knowledge of the bacterial content on alimentary one is sold at booth eats that available at Purwokerto's terminal by assesses p=0,011 ( <0,05). There is a relationship between knowledge of the bacterial content on alimentary one is sold at booth eats that available at Purwokerto's terminal by assesses p=0,020 (0,05). There is a relationship between sanitation and utensils with bacteria content on alimentary one is sold at booth eats that available at Purwokerto's terminal by assesses p=0,047( <0,05). Food vendors need to improve personal hygiene, knowledge and behavior, so that the security of food consumed is maintained. Key word: Bacteria content, Hygiene handlers, Sanitasi is Tool Eats Reference : 13 (1990-2009) | |
| 10446 | 3377 | G1F008053 | FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LOTION ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) | Daun sirsak (Annona muricata L.) merupakan salah satu sumber antioksidan alami dengan kandungan senyawa berupa flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah membuat formula sediaan lotion dari ekstrak daun sirsak yang memenuhi syarat evaluasi sifat fisik dan stabilitas fisik selama penyimpanan, serta mengetahui aktivitas antioksidan dari sediaan lotion tersebut. Formula sediaan lotion dibuat dengan variasi konsentrasi trietanolamin sebesar 2%, 3%, dan 4%. Sediaan lotion yang telah dibuat dievaluasi sifat fisik dan stabilitas sediaan. Uji aktivitas antioksidan dilakukan sebelum dan setelah penyimpanan dengan menggunakan metode peredaman radikal DPPH. Hasil uji pengukuran pH, homogenitas dan kestabilan fisik dianalisis secara deskriptif. Hasil uji daya sebar, daya lekat dan viskositas dianalisis menggunakan ANOVA satu jalan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirsak dapat diformulasikan menjadi sediaan lotion. Formula dengan konsentrasi trietanolamin 2% memenuhi syarat sifat fisik serta kestabilan selama penyimpanan. Formula dengan konsentrasi trietanolamin 3% dan 4% tidak memenuhi syarat kestabilan fisik karena mengalami creaming. Semua formula mengalami penurunan aktivitas antioksidan setelah disimpan selama 4 minggu. Penurunan aktivitas antioksidan tertinggi terjadi pada Formula 3 yaitu sebesar 19,19%. | Soursop leaves (Annona muricata L.) is one source of natural antioxidant content of flavonoid compounds. The aim of this study is to make preparation of lotion of soursop leaf extract qualified evaluation of the physical properties and physical stability during storage, and to know the antioxidant activity of the preparation lotion. Formula lotion preparations made by varying the concentration Triethanolamine 2%, 3% and 4%. Lotion preparations have been made about the physical properties and evaluated the stability of the preparation. Antioxidant activity assay performed using the DPPH method at before and after storage. Test results of measurement pH, homogeneity and physical stability were analyzed in descriptive. Test results of the spreadability, stickiness and viscosity were analyzed using one way ANOVA with 95% confidence level. The results showed that ethanol extract of soursop leaves can be formulated into a lotion preparation and physical properties are eligible as well as stability during storage for Formula with 2% consentration of triethanolamine. In the Formula wit 3% and 4% consentration of triethanolamine are not eligible physical stability due to creaming. All preparations lotion has antioxidant activity after storage, but a decrease in antioxidant activity. Decrease in antioxidant activity was highest in the Formula 3 is equal to 19,19%. | |
| 10447 | 3407 | G1F008031 | FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN KRIM ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) | Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) diketahui memiliki banyak senyawa aktif yang berfungsi sebagai antioksidan seperti flavonoid, senyawa fenolik, antosianin, dan vitamin C. Penggunaan Rosella sebagai senyawa aktif dalam formulasi topikal masih jarang digunakan, sehingga perlu dilakukan pengembangan formulasi dalam bentuk sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi krim ekstrak etanol kelopak bunga Rosella yang memenuhi syarat evaluasi sifat fisik dan stabilitas serta mengetahui aktivitas antioksidan sediaan krim sebelum dan sesudah penyimpanan. Pembuatan ekstrak etanol kelopak bunga Rosella dengan cara maserasi. Formula sediaan krim dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak Rosella sebesar 0,5% (b/b), 1% (b/b), dan 1,5% (b/b). Sediaan krim dilakukan evaluasi sifat fisik dan stabilitas serta uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Analisis hasil untuk uji sifat fisik dan stabilitas menggunakan analisis data secara deskriptif dan ANOVA satu jalan dengan taraf kepercayaan 95% dan uji aktivitas antioksidan krim sebelum dan sesudah penyimpanan selama 1 bulan menggunakan uji T berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kelopak bunga Rosella dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan memenuhi syarat sifat fisik dan stabilitas selama penyimpanan. Semua sediaan krim memiliki aktivitas antioksidan sebelum dan sesudah penyimpanan. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada Formula III dengan 1,5% (b/b) ekstrak dengan nilai persen peredaman sebelum penyimpanan sebesar 61,35% dan sesudah penyimpanan sebesar 59,43%. Kata kunci: formulasi, ekstrak, Rosella (Hibiscus sabdariffa L.), krim, antioksidan | Roselle (Hibiscus sabdariffa L.) was known had many active compounds that act as antioxidants such as flavonoids, phenolic compounds, anthocyanins, and vitamin C. Roselle as active compound in a topical formulation was rarely used, so necessary to develop cream formulations in dosage forms. This study aims were to make the cream formulation of ethanol extract of Roselle calyx that qualified in physical properties and stability evaluation and discover the antioxidant activity of cream preparations before and after storage. Roselle extract was made by maceration. The formulation of creams were made with concentration of Roselle extract of 0,5% (w/w), 1% (w/w), and 1,5% (w/w). The cream was evaluated about physical properties and stability and antioxidant activity by DPPH method. Analysis of test results for physical properties and stability using descriptive analyzed and one way ANOVA with 95% confidence level and the antioxidant activity of the cream before and after storage for 1 month using a paired T test. The results showed that ethanol extract of Roselle calyx can be formulated into cream preparations and qualified physical properties and stability during storage. All of cream preparations had antioxidant activity before and after storage. The highest antioxidant activity obtained in Formula III with 1,5% (w/w) extract with the percent reduction of 61,35% before storage and after storage by 59,43%. Keywords: formulations, extract, Rosella (Hibiscus sabdariffa L.), cream, antioxidant | |
| 10448 | 3379 | G1F008043 | IDENTIFIKASI INTERAKSI OBAT YANG POTENSIAL PADA PASIEN STROKE RAWAT INAP DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Interaksi obat dapat terjadi pada pasien stroke karena berbagai faktor resiko yang juga menjadi penyakit penyertanya sehingga pasien harus mengkonsumsi lebih dari dua macam obat (polifarmasi). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi interaksi obat dengan menentukan besar angka kejadian juga besar masing – masing mekanisme, tingkat signifikansi, onset, tingkat keparahan, dokumentasi interaksi obat serta obat atau golongan obat yang potensial sering menimbulkan interaksi obat pada pasien stroke rawat inap di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian observasional ini bersifat deskriptif evaluatif dengan teknik total sampling. Pengambilan data secara retrospektif dari seluruh rekam medik pasien stroke (n = 57) dengan atau tanpa penyakit penyerta bulan Desember 2011 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data tersebut dianalisis menggunakan buku standar Drug Interaction Facts (Tatro, 2009) dan Stockley’s Drug Interaction (Baxter, 2009). Hasil penelitian menunjukkan dari 57 pasien terdapat 28 pasien (49,12 %) yang potensial mengalami interaksi obat. Mekanisme interaksi obat yang paling banyak adalah interaksi farmakokinetika (55,26 %), tingkat signifikansi yang paling banyak adalah 2 dan 5 (30,26 %), onset yang paling banyak adalah delayed (71,05 %), tingkat keparahan yang paling banyak adalah moderate (53,95 %) dan dokumentasi yang paling banyak adalah suspected (30,26 %). Obat atau golongan obat yang potensial sering menimbulkan interaksi obat adalah captopril dan aspirin yaitu sebanyak 9 kejadian (11,84 %). | Drug interactions can occur in stroke’s patient because of some risk factors which also becomes disease so patients should consume more than two kinds of drugs (polypharmacy). This research was conducted with the aim of identifying drug interactions by determining the number of events is also a great individual - each mechanism, the level of significance, onset, severity, documentation of drug interactions and drug or class of drugs often lead to potential drug interactions in hospitalized stroke patients in the hospital of Prof. Dr. Margono Soekarjo. The observational study was a descriptive evaluative total sampling technique. Data is collected retrospectively from the medical records of all patients with stroke (n = 57) with or without co-morbidities in December 2011 that met inclusion and exclusion criteria. The data were analyzed using standard book Drug Interaction Facts (Tatro, 2009) and Stockley's Drug Interaction (Baxter, 2009). The results showed there were 57 patients of the 28 patients (49,12%) had potential drug interactions. The mechanism of drug interaction is at most pharmacokinetic interaction (55,26%), the significance level is at most 2 and 5 (30,26%), the onset of which most are delayed (71,05%), the severity of the most is moderate (53,95%) and most documentation is suspected (30,26%). Drugs or classes of drugs of potential drug interactions is often captopril and aspirin as many as nine events (11,84%). | |
| 10449 | 3380 | G1F008037 | EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA SECTIO CAESAR DI RSUD BANYUMAS | Pasien sectio caesar tanpa penanganan yang baik akan menimbulkan resiko infeksi terhadap ibu dan bayi. Resiko infeksi dapat dicegah dengan pemberian antibiotik, sehingga perlu dilakukan evaluasi penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik pada sectio caesar dan ketepatan penggunaan antibiotik dengan kriteria tepat obat, tepat pasien, dan tepat dosis. Penelitian ini bersifat deskriptif evaluatif dengan metode pengambilan data secara retrospektif dan simple random sampling. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi jumlah sampel yang didapatkan pada penelitian ini sebanyak 80 rekam medik pasien . Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk data kuantitatif. Data kuantitatif untuk mengetahui karakteristik pasien, untuk menentukan pola penggunaan antibiotik dan ketepatan penggunaan antibiotik. Ketepatan obat dibandingkan Standar Pelayanan Medik RSUD Banyumas 2009, Ketepatan pasien dan Ketepatan dosis dibandingkan dengan Drug Information Handbook 2010. Penelitian ini menunjukkan antibiotik yang digunakan pada pasien sectio caesar di RSUD Banyumas adalah ceftazidime (40,6%), cefotaxime (7,5%), cefadroxyl (46,2%), meropenem (3,8%), dan amoxicillin (1,9%), sedangkan hasil evaluasi penggunaan antibiotik menunjukkan tepat obat (94,37%), tepat pasien (100%), dan tepat dosis (96,88%). | The patients of caesarean sectio without good handling would pose a risk of infection to the mother and the baby. The risk of infection can be prevented by giving an antibiotic, so that it needs to carry out the evaluation of drug use. This study aimed to determine patterns of antibiotic used in caesarean sectio and to appropriate of antibiotic usage in the criteria of rights drugs, right patients, and right dosage. This research was designed by retrospective method, descriptive evaluative with and simple random sampling. Based on the inclusion and exclusion criteria for the number of samples obtained in this study were 80 medical records of patients. The data, obtained, then analyzed to determine the pattern of antibiotic usage and the appropriate of antibiotic usage. The right drugs compared with RSUD Banyumas standars of Medical Care 2009, right patients and right dosage compared with Drug Information Handbook 2010. The result showed that antibiotic were used in patients caesarean sectio in RSUD Banyumas were ceftazidime (40,6%), cefotaxime (7,5%), cefadroxyl (46,2%), meropenem (3,8%), and amoxicillin (1,9%), while the results of the evaluation of the use antibiotics showed right drugs (94,37%), right patients (100%), and right dosage (96,88%). | |
| 10450 | 3399 | F1C007038 | Proses Komunikasi Terapeutik Yang Dilakukan Perawat Kepada Pasien Gangguan Jiwa Depresi Halusinasi Di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas | Tenaga kesehatan adalah orang yang bekerja di bidang kesehatan misalnya dokter, perawat, bidan, dan terapis. Komunikasi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan pasien disebut dengan komunikasi terapeutik. Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien Di Indonesia peningkatan gangguan jiwa cukup banyak, RSUD Banyumas merupakan tempat rujukan bagi penderita gangguan jiwa Skripsi ini mengambil judul “ Proses Komunikasi Terapeutik yang Dilakukan Perawat Kepada Pasien Gangguan Jiwa Depresi Halusinasi di RSUD Banyumas” yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh perawat kepada pasien gangguan jiwa depresi halusinasi, menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui analisis interaktif, dengan teknik pemilihan informan secara purposive sampling, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh perawat kepada pasien gangguan jiwa di RSUD Banyumas dimulai dari memberikan salam dan senyum, kemudian perawat memperkenalkan diri pada pasien, dan perawat mencoba mendapatkan respon dari pasien. Setelah pasien memberikan respon terhadap komunikasi yang dilakukan oleh perawat mulai ada interaksi diantara keduanya. Ketika perawat dan pasien sudah dapat berinteraksi dengan baik mulailah perawat melakukan Strategi Pelaksanaan / SP dimulai dari SP1. Untuk Pasien gangguan jiwa depresi halusinasi terdiri dari empat strategi pelaksanaan yang dilakukan secara bertahap atau biasa disebut SP4. Dalam proses interaksi terjadi transaksi antara perawat dengan pasien, perawat dapat memperoleh pengetahuan tentang diri pasien sehingga memudahkan dalam mengkaji pasien dan memperlancar proses komunikasi terapeutik, sedangkan bagi pasien akan mendapatkan pengetahuan bagaimana cara untuk membantu kesembuhan diri. Pada pertemuan berikutnya berdasarkan kontrak ulang untuk melanjutkan ke SP2 perawat harus melakukan pengkajian kembali dari catataan-catatan hasil SP1, apabila SP1 sudah bisa dilaksanakan dengan baik maka akan dilanjutkan dengan SP2 dan seterusnya sampai SP4. | Health workers are people who work in the health field such as doctors, nurses, midwives and health workers therapis. Communicattion by health workers to patients is therapeutic communication. Therapeutic communication is consciously planned communication, aims and activities are focused on the patient. In Indonesia increased quite a lot of mental disorder, Banyumas’s hospital isa referral of mental disorders This thesis took the title "Therapeutic Communication Process By Nurse To Patient Mental Disorders Depression Hallucinations In General Hospital District Banyumas" that aims to determine how therapeutic communication process conducted by the nurse to patient mental depression hallucinations, by using the method of qualitative descriptive of interactive analysis, by using the technique of informan selection with puposive sampling, collection data through the observation, interview, and documentation. The research result shows that therapeutic communication process conducted by nurses to mental patients in hospitals Banyumas starting greetings and a smile, and introduce yourself to the patient's nurse, and the nurse tried to get a response from the patient. After the patient is responding to communications made by a nurse from an interaction between the two. When the nurse and the patient was able to interact, nurses start to Implementation Strategies from SP1. For Patients mental depression hallucinations consist of four implementation strategies undertaken in stages that usually call SP4. In the process of interaction between nurses and patients occur transaction, nurses can get knowledge of the patient making it easier to assess the patient and expedite the process of therapeutic communication, whereas for patients will get knowledge of how to help themself. At the next meeting based rcontract to continue to SP2 nurses must perform reexamination of data from SP1, if SP1 can already implemented properly it will continue with SP2 to SP4 onwards. | |
| 10451 | 3414 | F1C008093 | POLA KOMUNIKASI ANTAR UMAT BERAGAMA Studi Kasus Pola Komunikasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam Menumbuhkan Kerukunan Antarumat di Purwokerto | Penelitian ini berjudul “POLA KOMUNIKASI ANTAR UMAT BERAGAMA, Studi Kasus Pola Komunikasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam Menumbuhkan Kerukunan Antarumat di Purwokerto“. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi dalam Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) dalam menumbuhkan kerukunan antar umat di Purwokerto. Untuk tujuan tersebut peneliti menggunakan pendekatan studi kasus dan kajian teori pola komunikasi sebagai theoretical framework. Informan dalam penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil dari Penelitian ini adalah pola komunikasi yang terdapat di dalam dalam FKUB adalah komunikasi dua tahap, dimana dalam mengambil kebijakan dilakukan secara terbuka dan musyawarah. Komunikasi formal yang dilakukan antar tokoh agama dalam FKUB di Purwokerto dengan umatnya dilaksanakan secara rutin dan sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan oleh FKUB Purwokerto. Sedangkan komunikasi informal yang dilakukan oleh antar tokoh agama di Purwokerto dengan umatnya dilaksanakan dalam berbagai bentuk, seperti kunjungan biasa atau silaturahmi, mengadakan diskusi terbuka, penyelenggaraan perlombaan dan lainnya. Interaksi tokoh agama dengan umatnya dilakukan secara rutin degan mengadakan pertemuan tiap bulannya agar para tokoh agama dapat menumbuhkan hubungan kerukunan umatnya sehingga potensi konflik yang terdapat didalam umat beragama dapat diredam dan dikendalikan, sehingga konflik antar agama dapat dihindarkan. | This research entitled “Interfaith Community Communication Pattern (Case Study of Communication Pattern in Religious Community Harmony Forum (FKUB) in Growing Community Harmony in Purwokerto)” the research aims to know communication pattern in religious community harmony forum (FKUB) in growing community harmony in Purwokerto. Thus, researcher was using case study and communication pattern theoretical study approaches as theoretical framework. Purposive sampling was the sampling method. The result shows that communication pattern inside FKUB was two stages, whereas in decision making was done openly and discussion. Every religion representative was able to give opinion and it will be considered by FKUB advisor to make decision, thus the decision was not one-sided. Formal communication between religious figure in FKUB Purwokerto with their follower was done routinely and based on program that has been set by FKUB Purwokerto. While, informal communication was done by many forms, such as silaturahmi or visiting, holding open discussion, holding competition and others. Religion figure interaction with their follower was done routinely by holding meeting every month to raise harmony among followers in reducing conflict and able to control, thus interfaith conflict can be avoided. | |
| 10452 | 3400 | G1F008026 | AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana) DAN KOMBINASINYA DENGAN DOKSISIKLIN TERHADAP Vibrio cholerae | Kulit buah manggis mengandung senyawa flavonoid, saponin, tannin, dan xantone yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol kulit buah manggis terhadap bakteri Vibrio cholerae dan mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol kulit buah manggis dengan doksisiklin. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi kertas cakram. Uji aktivitas kombinasi ekstrak dengan doksisiklin dilakukan dengan membandingkan aktivitas antibakteri doksisiklin dan aktivitas ekstrak yang ditambahkan doksisiklin. Diameter zona hambat dianalisis probit untuk mendapatkan nilai IC50 dari ekstrak. Diameter zona hambat ekstrak etanol kulit buah manggis dan kombinasi ekstrak dengan doksisiklin dianalisis secara deskriptif, yang dilanjutkan dengan Paired T Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dapat menghambat pertumbuhan bakteri dengan nilai IC50 rata – rata ekstrak sebesar 406,2 ppm. Kombinasi ekstrak dan doksisiklin dapat meningkatkan aktivitas antibakteri doksisiklin terhadap bakteri Vibrio cholerae berdasarkan besar zona hambatnya. | The mangosteen rind contained flavonoids, saponins, tannins, and xantone as antibacterial activity. The purpose of this research is the antibacterial activity of ethanol extract of mangosteen fruit skin against bacteria Vibrio cholerae is knowing the antibacterial activity of ethanol extracts skin mangosteen and knowing antibacterial activity combined ethanol extracts skin mangosteen with doxycycline. Antibacterial test performed with paper disc diffusion method. Test combined extracts with doxycycline activity performed by comparing the antibacterial activity of doxycycline and activity of the extract were added doxycycline. Inhibition zone diameter probit analysis to obtain IC50 value of the extract. Inhibition zone diameter of ethanol extracts skin mangosteen and combined extracts with doxycycline were analyzed descriptively, followed by paired T test. The results showed that the extract can inhibit the growth of bacteria with IC50 values average - average of 406.2 ppm extract. Paired T Test results of the analysis indicate that the combined of extracts and doxycycline doxycycline may increase antibacterial activity against the bacterium Vibrio cholerae by the hambatnya zone. | |
| 10453 | 3408 | G1F008030 | OPTIMASI FORMULA TABLET DISPERSIBEL KALIUM DIKLOFENAK DENGAN KOMBINASI BAHAN PENGHANCUR EXPLOTAB DAN BAHAN PENGIKAT AVICEL PH-101 | Kalium diklofenak adalah obat golongan antiinflamasi nonsteroid (AINS) yang sering digunakan sebagai terapi analgesik pada kondisi inflamasi maupun nyeri pada penyakit Osteoarthritis dan Rheumatoid Arthritis. Kalium diklofenak dibuat dalam bentuk tablet dispersibel yang penggunaannya didispersikan terlebih dahulu ke dalam larutan, agar onset tercapai lebih cepat dan mudah digunakan, terutama bagi pasien yang kesulitan menelan tablet secara utuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi dan proporsi optimum campuran Explotab dan Avicel pH-101 dalam formulasi tablet dispersibel Kalium diklofenak dengan metode Simplex Lattice Design 2 faktorial. Formula tablet berdasarkan metode SLD dengan eksipien Explotab (A) dan Avicel pH-101 (B) yaitu: FI (100%A), FII (75%A:25%B), FIII (50%A:50%B), FIV (25%A:75%B), dan FV (100%B). Tablet dibuat dengan metode kempa langsung. Kemudian diuji sifat fisiknya yang meliputi kekerasan, kerapuhan, keseragaman ukuran, keseragaman bobot, waktu hancur, waktu terdispersi, waktu terbasahi, dan uji penetapan kadar. Berdasar hasil penelitian didapatkan pengaruh kombinasi Explotab dan Avicel pH-101 pada sifat fisik tablet, yaitu menurunkan nilai keseragaman bobot, meningkatkan kekerasan tablet, menurunkan kerapuhan tablet, dan memperlama waktu hancur serta waktu terdispersi tablet dispersibel Kalium diklofenak. Formula optimum tablet dispersibel Kalium diklofenak didapat pada campuran 40% Explotab dan 60% Avicel pH-101. Pemilihan formula optimum didasarkan pada perhitungan nilai respon total yang tertinggi menggunakan metode Simplex Lattice Design 2 Faktorial. Kata kunci: Tablet Dispersibel, Kalium Diklofenak, Simplex Lattice Design. | A Potassium diclofenac is a non-steroidal anti-inflammatory (NSAID) drug that are frequently used as an analgesic in inflammatory and pain of Osteoarthritis as well as Rheumatoid Arthritis diseases. In the term of this research, the potassium diclofenac is made in a dispersible tablet, which by the use of the tablet is previously dispersed through a liquid, in order to attain a faster onset and easier to use, particularly to the patients who cannot swallow a whole tablet. The research aims to determine the combination impacts and the optimum proportion of Explotab also Avicel pH-101 in the formulation of the Potassium diclofenac dispersible tablet by doing a Simplex Lattice Design 2 factorial. The tablet formulation based on the SLD method with Explotab (A) and Avicel pH-101 (B) excipients as follows: FI (100%A), FII (75%A:25%B), FIII (50%A:50%B), FIV (25%A:75%B) and FV (100%B). The tablet is made by a direct compression method, and then evaluated for hardness, friability, size uniformity, weight variation, dispersion time, wetting time, disintegration time and determination of drug amount. According to the result of the research, the combination of Explotab and Avicel pH-101 have an impact on the physical properties of the tablet such as decreasing the weight uniformity and the fragility of tablet, increasing the hardness, lengthening the disintegration time and dispersed time of dispersible Potassium diclofenac tablet. The formula containing 40% Explotab and 60% Avicel pH-101 were consideribly selected as the optimum formula. Its determination is based on the calculation of the maximum total response value by doing the Simplex Lattice Design 2 factorial method. Keyword: Dispersible Tablets, Diclofenac Potassium, Simplex Lattice Design. | |
| 10454 | 3403 | F1C008036 | Pola Komunikasi Keluarga Buruh Migran Perempuan (Studi tentang Relasi Gender terhadap Pola Asuh Anak Pada Keluarga Buruh Migran Perempuan di Desa Binangun Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap) | Abstrak Permasalahan ekonomi disinyalir sebagai salah satu penyebab perempuan yang berstatus istri bekerja di luar negeri.Migrasi ketenagakerjaan yang berimplikasi kepada keluarga idealnya menjadi salah satu fokus yang direncanakan seperti pengelolaan keuangan, pengasuhan anak dan pembagian wewenang selama salah satu anggota keluarga bekerja di luar negeri patut diperhatikan. Penelitian berjudul Pola Komunikasi Keluarga Buruh Migran Perempuan (Studi tentang Relasi Gender terhadap Pola Asuh Anak Pada Keluarga Buruh Migran Perempuan di Desa Binangun Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap) ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi keluarga buruh migran menyangkut pola asuh anak dan untuk mengetahui polarelasi gender dalam pengasuhan anak pada keluarga buruh migran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paparan yang bersifat deskriptif. Lokasi penelitian ini berada di Desa Binangun Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap. Sasaran utama penelitian ini adalah para istri yang pernah menjadi buruh migran perempuan yaitu empat istri keluarga buruh migran. Sasaran pendukungnya adalah keluarga luas buruh migran. Data yang diperoleh melalui wawancara dengan informan, observasi dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data yang dipakai adalah model analisis interaktif dan analisis Harvard. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi yang ada dalam keluarga buruh migran perempuan ini adalah pola komunikasi persamaan dan seimbang terpisah. Pola komunikasi ini mengarah pada persamaan hubungan tetap terjaga, namun dalam pola ini tiap orang memegang kontrol atau kekuasaan dalam bidangnya masing-masing. Hal tersebut disebabkan secara alami, suami tidak dapat menggantikan posisi istri selama menjadi buruh migran. Pola komunikasi persaaman merupakan pola komunikasi yang ideal dalam keluarga yang mana tidak adanya batasan kekuasaan dalam keluarga. Relasi gender dalam pengasuhan anak pada keluarga buruh migran perempuan masih sangat terlihat dominasi perempuan dalam pengasuhan anak. Mayoritas keluarga buruh migran perempuan menyerahkan pengasuhan anak pada keluarga luasnya yang masih dalam area perempuan. Suami masih pada koridornya yaitu bekerja di luar rumah. Hal tersebut disebabkan karena munculnya permasalahan ketika suami harus menjalankan peran ganda dalam keluarga. Kurangnya komunikasi yang efektif antara istri dan suami selama istri menjadi buruh migran merupakan alasan yang paling mendasar pada rapuhnya kondisi anak. Menjaga hubungan yang interaktif antara suami dan istri menjadi solusi agar anak merasa tetap mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Selain itu juga perlunya kesadaran dari pihak suami untuk dapat membagi waktu guna memperhatikan perkembangan anak. | Abstract Economic problem usually is considered as one of the factors that triggers woman who has marital status as wife to work overseas. Work-related migration often yield some implication toward the family, such as financial management, as well as upbringing children while one of the family member work overseas is an important thing to be considered. The research is entitled Pattern of Communication in migrant worker family: review from Gender relation Aspect (study of pattern in upbringing children on family of female migrant worker in Binangun village, Binangun District, Cilacap Regency). The aim of the research itself is to know the pattern of communication in migrant worker family regarding to the pattern in upbringing children and to find out the pattern of gender relation in upbringing children on migrant worker family. The method of research used is descriptive qualitative, and the location of the research is in Binangun village, Binangun District, Cilacap Regency. The main subjects of the research are 4 wives who used to be migrant worker, as for the supplementary subjects are the distant relatives of the migrant workers. The data are acquired by interview with the informant, observation, and documentation. The sampling method is purposive sampling, as for the technique of data analysis used in interactive analysis and Harvard analysis model. The result of the research shows that the pattern of communication in the female migrant worker family is equality pattern and pattern of equal-separate communication. This pattern of communication upheld the equality in marital relationship, but each person has control or power in his/her own specialty. This pattern naturally occurred as the husband could not replace the wife’s position while the wife is away as migrant worker. Gender relation in upbringing children in the female migrant worker family apparently showed female domination in upbringing children. Majority of the female migrant worker family relied on to the female distant relatives in upbringing their children as the husband still in his area of control, working outside the house. This kind of things happened since there would be problems when the husband had to do multiple roles in the family. The lack of effective communication between husband and wife while the latter is working as migrant worker actually is the main cause on why their children grow up in a fragile condition. Keeping a constant an intense communication between husband and wife came up as the way out in order to make the children have the feeling of being cared by their parent. Another solution is to provide a great deal of time from the husband to give his attention in nurturing and raising children as well as the children development it self. | |
| 10455 | 3404 | F1B006012 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA TENAGA KESEHATAN PADA PENANGANAN KEMATIAN BAYI DI PUSKESMAS-PUSKESMAS KECAMATAN KUTOARJO KABUPATEN PURWOREJO | Pada tahun 2010 angka kematian bayi di Kecamatan Kutoarjo mencapai 11 kejadian kematian bayi. Angka tersebut merupakan yang tertinggi diantara kecamatan-kecamatan di Kabupaten Purworejo. Sedangkan kinerja tenaga kesehatan dalam penanganan kematian bayi di Kabupaten Purworejo masih di bawah target Standar Pelayanan Minimal (SPM) 2010, seperti cakupan bayi resiko tinggi tertangani hanya tercapai 47,38% dari target SPM sebesar 80%, kemampuan dengan sarana pelayanan kesehatan gawat darurat yang dapat diakses hanya tercapai 41,67% dari target SPM sebesar 80%, serta cakupan ibu hamil yang mendapat Fe 90 hanya tercapai 88,71% dari target SPM sebesar 90%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor kemampuan dan motivasi terhadap kinerja tenaga kesehatan pada penanganan kematian bayi di Puskesmas-Puskesmas Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan jumlah sampel 54 orang. Sedangkan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan uji t dan uji F. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : kemampuan berpengaruh terhadap kinerja tenaga kesehatan, motivasi berpengaruh terhadap kinerja tenaga kesehatan, serta kemampuan dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja tenaga kesehatan. | In 2010 the infant mortality rate in the District Kutoarjo incidence of infant mortality reaches 11. The figure is the highest among the districts in Purworejo. While the performance of health personnel in the handling of infant mortality in Purworejo still below the target of Minimum Service Standards (MSS) 2010, such as coverage of high risk infants handled only achieved 47.38% of the target by 80% MSS, with the ability of emergency health care facilities that can be accessed only achieved 41.67% of the target by 80% MSS, as well as coverage of pregnant women who received Fe 90 only reached 88.71% of the target by 90% MSS. This study aims to determine the influence of factors on the performance capability and motivation of health personnel in the handling of infant mortality in the sub-district health centers Kutoarjo Purworejo. The method used is survey method, with a sample of 54 people. While the methods of collecting data using questionnaires, observation, and documentation. Techniques of qualitative data analysis performed using the t test and F test These results indicate that: the ability to affect the performance of health personnel, motivational effect on the performance of health personnel, and ability and motivation together affect the performance of health personnel. | |
| 10456 | 3455 | A1L008039 | PENGARUH NAUNGAN TERHADAP KARAKTER AGRONOMIK BEBERAPA GENOTIPE KEDELAI (Glycine max (L) Merrill) HASIL PERSILANGAN KEDELAI LOKON X ANJASMORO | Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh naungan terhadap karakter agronomik dari beberapa galur serta varietas kedelai. Penelitian dilaksanakan di lahan SRDC Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2011 sampai dengan Januari 2012 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan yang dicoba yaitu tujuh genotip kedelai yang terdiri dari empat galur kedelai dengan pemberian tiga taraf naungan (0%, 55%, dan 75%) hasil dari persilangan kedelai Lokon x Anjasmoro serta tiga varietas pembanding yaitu varietas Lokon, Anjasmoro, dan Tidar. Data hasil pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Anova Gabungan. Jika nyata dilanjutkan dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dan LSD pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh naungan yang terjadi berbeda untuk tiap genotip pada variabel tinggi tanaman, luas daun, jumlah cabang, jumlah cabang produktif, jumlah polong total, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, panjang ruas, jumlah biji per tanaman, dan bobot biji pertanaman. | The purpose of this research is to determine the agronomic characters of several lines and soybean varieties to the effects of shade. The research was conducted at SRDC field of Agriculture Faculty in Jenderal Soedirman University. The research was conducted in October 2011 until January 2012 using a Group Random Design. The treatment was attempted which is seven soybean genotypes consisting of four lines of soybeans by administering the auspices of three levels (0%, 55%, and 75%), the results of crosses Lokon x Anjasmoro soybean and three varieties of comparative. There are varieties of Lokon, Anjosmoro, and Tidar. The data were obtained were analyzed using joint analysis of variance. If significance, continued by DMRT (Duncan's Multiple Range Test) and LSD at 5% error level. The results showed the effect of shade differently for each genotypes occurred on variables of plant height, leaf area, number of branches, number of productive branches, the total number of pods, number of pods, number of empty pods, length of internode, number of seeds per plant and seed weight per plant. | |
| 10457 | 3425 | G1F008062 | PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP APOTEKER DI KABUPATEN BANYUMAS DALAM PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL UNTUK HIPERTENSI DAN DISLIPIDEMIA | Tingginya penyakit hipertensi dan dislipidemia di Kabupaten Banyumas, ditambah lagi dengan adanya gerakan tren back to nature, maka penggunaan obat tradisional saat ini cenderung meningkat. Apoteker memiliki peran yang sangat penting karena apoteker merupakan sumber informasi obat bagi masyarakat. Dalam pelayanan kesehatan sangat penting adanya pemberian edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap salah satunya dengan memberikan edukasi berupa modul. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi berupa modul terhadap pengetahuan dan sikap apoteker. Penelitian ini merupakan quasi experimental dengan pretest-posttest control group. Sampel sebanyak 82 apoteker 41 apoteker kelompok perlakuan dan 41 apoteker kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan wawancara dengan kuesioner, data di analisis menggunakan wilcoxon signed-rank test untuk mengetahui pengaruh edukasi di dalam satu kelompok dan Mann-Whitney test untuk mengetahui pengaruh edukasi antar kelompok. Hasil analisis pretest dan posttest pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan bermakana pada variabel pengetahuan p=0,937 dan variabel sikap p=0,315. Hasil pretest dan posttest pada kelompok perlakuan terdapat perbedaan bermakna pada variabel pengetahuan p=0,001 dan variabel sikap p=0,003. Hasil pretest antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan tidak terdapat perbedaan bermakna pada variabel pengetahuan p=0,052 dan variabel sikap p=0,233. Hasil posttest antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan terdapat perbedaan bermakna pada variabel pengetahuan p=<0,001 dan variabel sikap p=0,012. Edukasi berupa modul yang diberikan kepada apoteker dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap apoteker di Kabupaten Banyumas dalam penggunaan obat tradisional untuk hipertensi dan dislipidemia. Perlu dilakukan edukasi yang berbeda untuk membandingkan efektivitas metode edukasi yang digunakan. | High insidency hypertension and dyslipidemia in Banyumas, coupled with the movement trend back to nature, the use of traditional medicine is now likely to increase. Pharmacists have an important role as a source of drug information for the community. In providing health service, the provision of education is essential to improve the knowledge and attitudes, one of them by providing education in the form of modules. The purposes of this study were to know the effect of education in the form of modules on knowledge and attitude of pharmacists. This research was a quasi experimental study with pretest-posttest control group. Samples were 82 pharmacists 41 pharmacists as group treatment and 41 pharmacies as control group. Collecting data using questionnaires, data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test to determine the effect of education in one group and the Mann-Whitney test to determine the effect of education between groups. Based on statistical tests, the results of the pretest and posttest in the control group there was no significant difference knowledge p=0,937 and attitudes p=0,315. The results of the pretest and posttest in the treatment group there were significant differences knowledge p=0,001 and attitudes p=0,003. Pretest results between the control group and the treatment group there was no significant difference knowledge p=0,052 and attitudes p=0,233. Posttest results between the control group and the treatment group there were significant differences knowledge p=<0,001 and attitude p=0,012. In conclusion there is effect of education in the form of modules because it can increase the knowledge and attitudes of pharmacists in Banyumas in the use of traditional medicine for hypertension and dyslipidemia. Different educational methods need to be done to compare the effectiveness of the education methods. | |
| 10458 | 3406 | F1C008033 | PENGGUNAAN BAHASA JAWA BANYUMASAN DALAM KELUARGA DI PERUMAHAN KARANG ASRI KELURAHAN KARANGRAU KECAMATAN SOKARAJA (Studi Etnografi Tentang Pola Komunikasi Bahasa Jawa Banyumasan) | Judul penelitian ini adalah “Penggunaan Bahasa Jawa Banyumasan Dalam Keluarga di Perumahan Karang Asri Desa Karangrau Kecamatan Sokaraja (Studi Etnografi Tentang Pola Komunikasi Bahasa Jawa Banyumasan). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana aktivitas komunikasi yang terjadi dalam sebuah keluarga, komponen dan kompetensi komunikasi serta varietas bahasa yang digunakan oleh keluarga pengguna bahasa Jawa Banyumasan di Perumahan Karang Asri Desa Karangrau Kecamatan Sokaraja. Subjek penelitian ini mengambil tiga keluarga yang dalam keluarga tersebut bapak/suami dan ibu/istri adalah warga Banyumas serta memiliki anak yang sudah mampu untuk berkomunikasi verbal secara aktif. Metode yang digunakan dalam menganalisis data penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan dua jenis data yaitu primer dan sekunder. Teknik pemilihan informannya menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi atau pengamatan dan wawancara mendalam. Teknik yang disimpulkan guna mendapatkan validitas data yaitu menggunakan triangulasi data, dengan cara membandingkan data yang diperoleh dari sumber yang berbeda-beda dan membandingkan data yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data yang berbeda-beda. Berdasarkan data yang dihimpun selama proses penelitian berlangsung, dapat ditarik beberapa kesimpulan. Pertama, penggunaan bahasa Jawa Banyumasan di lingkungan Perumahan Karang Asri Desa Karangrau Kecamatan Sokaraja sudah mengalami pergeseran yang ditandai dengan banyak ditemukan anak-anak dan remaja yang berkomunikasi sehari-hari dengan menggunakan bahasa Indonesia. Kedua, pergeseran dalam penggunaan bahasa Jawa Banyumasan menjadi sebuah keprihatinan besar bagi para orangtua yang juga menyadari kekurangannya dalam memberikan pengajaran bahasa ibu kepada anaknya, walaupun begitu mereka masih tetap mengajarkan unggah-ungguh dan etika Jawa sebagai bekal bagi kehidupan anak nantinya. Ketiga, kemampuan seorang anak dalam berbahasa, bersikap dan bertindak ditentukan pada bagaimana cara orangtuanya mengajarkan dan mendidiknya sehingga diharapkan orangtua memiliki ilmu kompetensi yang dapat digunakan sebagai patokan agar dia mampu memberikan pengajaran yang benar pada anak. Keempat, pada saat ini remaja lebih memilih untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan beberapa alasan yang diantaranya yaitu keterbatasan kemampuan yang dimiliki individu dalam menguasai bahasa Jawa Banyumasan sehingga bahasa Indonesia dipilih sebagai bahasa komunikasi agar tidak terjebak dan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang dapat terjadi ketika berkomunikasi serta didukung oleh faktor orangtua yang kurang dalam memberikan pengajaran bahasa Jawa Banyumasan karena bagi mereka bahasa Indonesia lebih praktis dan mudah untuk dimengerti sedangkan bahasa Jawa adalah sulit. Kata kunci : Etnografi, Penggunaan Bahasa Jawa Banyumasan, Perumahan Karang Asri Desa Karangrau Kecamatan Sokaraja. | This research is entitled “Usage of Banyumasan Language Within Families at Perumahan Karang Asri, Karangrau Village, Sokaraja District (An Ethnographic Study About Communication Pattern of Banyumasan Language)”. This research is aimed in analyzing activity, components, and competency of communication, as well as variety of language within families that using Banyumasan language at Perumahan Karang Asri, Karangrau Village, Sokaraja District. Moreover, this research is using three family units as subject which consist of both husbands and wifes as parents from Banyumas people, and their children that actively capable in verbal communication. Using qualitative method in analyzing both primary and secondary data, this research is applying purposive sampling in selecting the informant. Moreover, using observation and in-depth interview for data collecting, this research is also applying data triangulation for the validity, which comparing different data sources and collecting techniques. This research concludes on several points. First, the usage of Banyumasan language is gradually decreasing, as the young and teenagers communicates in Indonesian for daily language. Second, this decreasing becomes a deep regret among the parents, as they realized their lack in teaching the mother language, instead of keep teaching Javanese etiquette and polite-manner of unggah-ungguh for the sake of regeneration. Third, both verbal and non verbal ability among the children depends on their parents; therefore a suitable competency is required in order to make a good lesson for the learning process. Fourth, nowadays teenager is prefer to use Indonesian language to communicate each other, due to some reasons, including their limited ability in mastering Banyumasan language, preventing mistakes during verbal communication, and practically, Indonesian language is easier to understand. Keywords: Ethnography, Usage of Banyumasan language, Perumahan Karang Asri Karangrau Village Sokaraja District | |
| 10459 | 3409 | G1F008032 | OPTIMASI FORMULA TABLET DISPERSIBEL KALIUM DIKLOFENAK DENGAN BAHAN PENGIKAT AVICEL PH-101 DAN BAHAN PENGHANCUR AMPROTAB | Tablet dispersibel merupakan salah satu bentuk sediaan tablet yang digunakan dengan cara mendispersikan tablet terlebih dahulu. Kalium Diklofenak merupakan salah satu obat analgesik kuat yang sering digunakan dalam terapi analgeseik pada osteoarthritis dan Rhematoid Artrhitis. Kalium diklofenak dibuat dalam sediaan tablet dispersible dimaksudkan untuk mempercepat onset. Kombinasi Avicel PH-101 sebagai bahan pengisi dengan amprotab sebagai bahan disintegrasi dalam pembuatan tablet dispersible Kalium Diklofenak diharapkan dapat mempercepat waktu terdispersi tablet. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui proporsi optimum campuran Avicel PH 101 dan amprotab dalam formulasi tablet dispersibelKalium diklofenak dengan metode Simplex Lattice Design. Formula tablet di rancang berdasarkan metode SLD dengan eksipien Avicel PH-101 (A) dan Amprotab (B) yaitu : F1(100%A), F2(100%B), F3 (50%A:50%B), F4 (75%A:25%B), F5 (25%A:75%B). Tablet dispersibel kalium diklofenak dibuat dengan metode kempa langsung. Kemudian diuji sifat fisiknya yang meliputi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan, waktu disintegrasi, waktu terdispersi, waktu terbasahi, dan penetapan kadar. Untuk memilih formula optimum digunakan metode Simplex Lattice Design 2 faktorial. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa campuran Avicel PH 101 – Amprotab dapat mempengaruhi karakteristik fisik tablet dengan meningkatkan variasi keseragaman bobot, meningkatkan kekerasan, memperlama waktu terdispersi dan memperlama waktu hancur tablet dispersibel kalium diklofenak. Berdasar perhitungan respon total, formula optimum diperoleh pada campuran 10% Avicel PH 101 dan 90% Amprotab. Perhitungan tentang formula optimum didasarkan pada perhitungan nilai respon total yang tertinggi. Kata Kunci : Tablet Dispersibel, Kalium Diklofenak,Simplex Lattice Design. | Dispersibel tablets is a dosage fromused by dispersing the tablet in advance. Potassium Diclofenac is one of strong analgesic drug that is often used in the treatment of osteoarthritis and rheumatoid Artrhitis. Potassium Diclofenac was made in dispersible tablets intended to accelerate the onset. The combination of Avicel PH-101 as a filler with amprotab as disintegrator in the formulation of dispersible tablet Potassium Diclofenac were expected to accelerate time-dispersible of tablet. The research objective was to determine the optimum mix proportion of Avicel PH 101 and amprotab in a formulation of diclofenac potassium dispersibel tablet using Simplex Lattice Design method. Tablet formula is designed based on Simplex Lattice Design method with excipients Avicel PH-101 (A) and Amprotab (B), namely: F1 (100% A), F2 (100% B), F3 (50% A: 50% B), F4 (75% A: 25% B), F5 (25% A: 75% B). Dispersibel tablets Potassium Diclofenac was made by direct compression method. Then the physical properties which were uniformity of weight, size uniformity, hardness, friability, disintegration time, dispertion time, wetting time, and content of the tablet were tested. Simplex Lattice Design 2 factorial method was used to select the optimum formula. Based on the research known that a combination of Avicel PH 101 - Amprotab can affect the physical characteristics of tablets by increasing variation variety of weight, increasing hardness, prolong the dispertion time and prolong the disintegration time of diclofenac potassium dispersibel tablets. Based on the calculation of the total response, optimum formula obtained in a mixture of 10% Avicel PH 101 and 90% Amprotab. The calculation of the optimum formula is based on the calculation of the highest total response. Keywords:, Dispersible Tablets, Diclofenac Potassium,Simplex Lattice Design. | |
| 10460 | 3413 | F1A008002 | INDUSTRIALISASI SEPAKBOLA DI INDONESIA (Studi Kasus Persib Bandung) | Tujuan penelitian ini adalah mengungkap bagaimana strategi dan upaya-upaya yang dilakukan manajemen PT. Persib Bandung Bermartabat (PT. PBB) untuk menerapkan industri sepakbola di Persib Bandung serta bagaimanakah dampak-dampak yang dialami klub Persib Bandung sebelum dan sesudah industri sepakbola diterapkan. Penelitian ini mengambil lokasi di Kota Bandung. Sasaran penelitian ini adalah manajemen PT. PBB sebagai informan utama dan kelompok suporter Persib (Bobotoh, Viking atau Bomber) serta masyarakat Kota Bandung sebagai informan pendukung. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah, PT. PBB melakukan tiga strategi untuk menempuh industri sepakbola di Persib Bandung, yaitu merubah status klub yang berbadan hukum, mencari investor dan sponsor, serta membentuk manajemen yang profesional dengan upaya-upaya terkait. Dari segi dampaknya bagi klub, Persib Bandung mengalami dampak positif setelah menempuh langkah industri sepakbola dibandingkan sebelum menempuh langkah industri sepakbola. Kata Kunci : Industri, Sepakbola, Persib Bandung | This research is aimed to reveal how strategies and efforts are done by management of PT. Persib Bandung Bermartabat (PT. PBB) to apply the industrial football in Persib Bandung and what effects experienced by Persib before and after the system is applied. This research took place in Bandung. The target of this research is the management of PT. PBB, as the main informant, and the supporter club of Persib (bobotoh, Viking or Bomber) and the people in Bandung as the supporting informants. The conclusion of this research is PT. PBB does five strategies to endure the football industry in Persib Bandung. The strategies are: changing the status of the club become law cooperated club, looking for investors and sponsor, making a professional management team, join the ISL competition and cooperate with local government with some related efforts. The effects for the club itself is that Persib Bandung gets more positive effects after enduring the football industry than before the club applied this system. Key Words : Industry, Football, Persib Bandung |