Artikelilmiahs

Menampilkan 10.481-10.500 dari 48.974 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
104813460G1F008008AKTIVITAS GEL EKSTRAK PETROLEUM ETER DAUN KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L) SEBAGAI PENUMBUH RAMBUT
Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) telah terbukti memiliki aktifitas sebagai penumbuh rambut secara preklinis. Penelitian ini bertujuan untuk menformulasikan ekstrak petroleum eter daun kembang sepatu menjadi sediaan gel dengan basis carbopol, mengetahui hasil evaluasi gel selama penyimpanan dan mengetahui aktivitas penumbuh rambutnya.
Ekstrak daun kembang sepatu yang diperoleh dengan maserasi menggunakan pelarut petroleum eter dibuat sediaan gel dengan basis carbopol dengan variasi ekstrak daun kembang sepatu yaitu 0,5 gr, 1 gr dan 1,5 gr. Selanjutnya gel diuji kestabilan, sifat fisiknya dan aktivitas pertumbuhan rambut. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95% dan khusus untuk data homogenitas, pH dan stabilitas fisik, dilakukan analisis data secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak petroleum eter daun kembang sepatu dapat diformulasikan menjadi sediaan gel dan memenuhi syarat sifat fisik dan stabilitas selama penyimpanan. Semakin banyak konsentrasi ekstrak daun Kembang Sepatu yang terdapat dalam sediaan gel, aktivitas penumbuh rambutnya semakin meningkat. Aktivitas penumbuh rambut tertinggi diperoleh pada Formula 3 dengan Average Growth Daily (AGD) sebesar 0,241 mm.
Hibiscus rosa-sinensis leaves had been proven to have hair growth activity preclinically. The aims of this research were to formulate a petroleum ether extract of hibiscus leaves into gel with carpobol as base, evaluate the gel during stored and discovered the hair growth activity.
Hibiscus leaves extract were obtained by maceration using petroleum ether as solvent, then formulated into gel with carbopol as base and hibiscus leaves extract with variation 0,5 gr, 1 gr and 1,5 gr. The stability, physical properties and hair growth activity of the gel were examined. The result were analyzed using one-way ANOVA with 95% confidence level and especially for homogeneity, pH and physical stability were analyzed descriptively.
The results showed that petroleum ether extract of hibiscus leaves can be formulated into a gel and qualified physical properties and stability during storage. The higher concentration of leaves extract of Hibiscus contained in the gel, hair growth activity was increasing. The highest hair growth activity was obtained in Formula 3 with Average Growth Daily (AGD) 0.241 mm.
104823343G1G008043EFEKTIFITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK
DAUN PETAI CINA (Leucaena leucocephala (Lmk.) De Wit.)
TERHADAP PERTUMBUHAN Porphyromonas gingivalis


Penyakit yang sering menyerang jaringan periodontal adalah periodontitis. Salah satu bakteri penyebab periodontitis adalahP. gingivalis. Alternatif untuk pengobatan periodontitis adalah dengan memanfaatkan bahan alam. Daun petai cina (Leucaena leucocephala (Lmk.) De Wit.)merupakan salah satu alternatif bahan alam yang berpotensi sebagai antibakteri.Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kandungansaponin, alkaloid, tanin, dan flavonoid dalam ekstrak daun petai cina secara kualitatif dan kuantitatif serta mencari konsentrasi konsentrasi ekstrak daun petai cina yang mampu menghambat 50% pertumbuhan bakteri P. gingivalis yang dinyatakan dengan nilai IC50.Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan post test only control group design. Preparasi ekstrak menggunakan metode maserasi,identifikasi senyawa dilakukan menggunakan KLT (Kromatografi Lapis Tipis)dan spektrovotometri serta uji daya hambat dilakukan dengan metode sumuran. Data yang diperoleh dari uji daya hambat antibakteri berupa diameter zona hambat untuk menentukan persentase daya hambat kemudian dilakukan analisis probit untuk mengetahui nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun petai cina mengandung saponin, flavonoid, alkaloid, dan tanin. Kandungan flavonoid ekstrak daun petai cina sebesar 15,65%. Ekstrak daun petai cina mempunyai efek antibakteri terhadap P. gingivalis yang dinyatakan dengan nilai IC50 sebesar 35,75%. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka semakin besar pula zona hambatnya. Simpulan yang diperoleh yaitu ekstrak daun petai cina mempunyai kandungan saponin, flavonoid, alkaloid, dan tanin. Kandungan flavonoid ekstrak daun petai cina sebesar 15,65%, mempunyai efek antibakteri terhadap P. gingivalis dan dapat menghambat 50% pertumbuhan bakteri pada konsentrasi 37,75%.

Kata kunci : Petai Cina, Leucaena leucocephala (Lmk.) De Wit. , Antibakteri, IC50, Porphyromonas gingivalis.





The most commonly periodontal disease is periodontitis. One of bacteria which can effect periodontitis is P. gingivalis.Leucaena leucocephala (Lmk.) De Wit leaves is one of the alternative natural material that has potential as antibacterial.The purpose of this study is to identify the content of saponin, alkaloid, tanin, dan flavonoid in the Leucaena leucocephala (Lmk.) De Wit leaves extract qualitatively and quantitatively and to find the concentration of the Leucaena leucocephala (Lmk.) De Wit leaves extract that can inhibit 50% bacteria P. gingivalis expressed by IC50 values. This research method using laboratory experimental method with post-test only control group design. Ekstrak preparation using maceration method,, identification of compounds made using TLC (Thin Layer Cromathography) and spectrovotometry and the inhibition test carried out by the diffusion cuplet method. The data obtained is diameter of inhibition zone was analyzed by probit analysis to determine IC50.The research result showed that Leucaena leucocephala (Lmk.) De Wit leaves extract had saponin, flavonoid, alkaloid, and tanin. Leucaena leucocephala (Lmk.) De Wit leavesextract had flavonoids level15,65%. Leucaena leucocephala (Lmk.) De Wit leaves extracthas an antibacterial effect to bacteria P. gingivalis expressed with IC50 value of 35,75%. The higher concentration of the extract, the greater diameter of inhibition zone was formed. The conclusions obtained areLeucaena leucocephala (Lmk.) De Wit leaves extracthad saponin, flavonoid, alkaloid, and tannin. Leucaena leucocephala (Lmk.) De Wit leavesextract had flavonoids level15,65%, has an antibacterial effect to bacteria P. gingivalis and can inhibit 50% growth of bacteria at concentrations of35,75%.


Keywords:Leucaena leucocephala (Lmk.)De Wit, antibacterials,IC50,Porphyromonasgingivalis.
104833385F0A009056PROSES PENDISTRIBUSIAN GAS LPG 3KG PADA PT KARYA MANDIRI SEJAHTERA UTAMA KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMASPraktik kerja telah dilaksanakan pada tanggal 22 Februari sampai dengan 7
Maret 2012 di PT Karya Mandiri Sejahtera Utama yang berlokasi di Jalan Raya
Ajibarang – Wangon KM 04 Tipar Kidul, Ajibarang. Perusahaan tersebut adalah
perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang pendistribusian bahan bakar
bersubsidi berupa gas LPG 3 kg dan merupakan satu-satunya Stasiun Pengangkutan
Bulk Elpiji (SPBE) yang melayani kebutuhan energi berupa gas LPG di Kecamatan
Ajibarang dengan mengelola kegiatan operasi yang terintegrasi dengan PT Pertamina
dan agen di sektor gas LPG bersubsidi. Sesuai dengan salah satu visinya, PT Karya
Mandiri Sejahtera Utama selalu berusaha untuk meningkatkan pelayanannya dalam
proses pendistribusian agar dapat selalu memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun
dalam melaksanakan tugasnya, perusahaan ini seringkali menghadapi beberapa
kendala yang digolongkan menjadi dua faktor yaitu: faktor internal dan faktor
eksternal. Faktor internal meliputi keterbatasan bahan baku, kerusakan alat-alat kerja,
gangguan jaringan koneksi Internet dan human error. Sedangkan faktor eksternal
meliputi: keterlambatan agen dalam pengambilan Loading Order (LO),
ketidaksesuaian agen dengan Standard Operational Procedure (SOP), dan masalah
transportasi agen.
Setelah melakukan beberapa pengamatan dalam pelaksanaan praktik kerja
lapangan ini, penulis mendapatkan beberapa strategi. Untuk mengatasi kendala dari
faktor internal adalah bekerjasama dengan SPBE terdekat lain jika bahan baku tidak
tersedia, pemeriksaan peralatan kerja secara rutin dan menyediakan peralatan
cadangan, menggunakan penyedia jaringan internet yang berkualitas baik atau
menggunakan modem saat terjadi gangguan atau surat jalan manual dan melakukan
briefing sebelum kegiatan kerja dimulai. Sedangkan untuk faktor eksternal
perusahaan menyediakan surat LO di tempat, melakukan pemeriksaan secara ketat kepada agen yang akan melakukan pengisian, dan menyediakan kendaraan khusus
untuk mengantar tabung gas kepada agen jika terjadi masalah di jalan. Berbagai
upaya yang telah dilakukan oleh PT Karya Mandiri Sejahtera Utama sudah cukup
bagus, meskipun masih perlu adanya monitoring dan evaluasi terutama dalam hal
distribusi produk sehingga dapat berjalan dengan maksimal, efisien dan efektif.
The job training was conducted from February 22nd until March 7th, 2012. It
was done at PT KaryaMandiri Sejahtera Utama, that is located at Jalan Raya
Ajibarang – Wangon KM 04 TiparKidul, Ajibarang. It is a private company that
distributies subsidized-fuel in the form of 3kg LPG and it is the only Filling Station
of Bulk Elpiji (SPBE) that supplies Liquefied Petroleum Gas(LPG) in Ajibarang. Its
management is integrated with PT Pertamina and some agents that also distribute this
subsidized-gas. In accordance with one of their visions, PT KaryaMandiri Sejahtera
Utama always tries to improve their services in the distribution process to always
meet the people’s needs. However,in carrying out their duties, they often face some
obstacles that are caused by two main factors: internal factors and external factors.
The internal factors are raw material shortages, some broken working tools, Internet
connection problem, and human error; whereas the external factors are the agent’s
lateness of taking Loading Order (LO), the agent’s non-compliance with Standard
Operational Procedure (SOP) and the agent’s transportation problem.
After doing some observations, the writer found some ways of solving the
problems. The internal problems are solved by cooperating with other nearby gas
station if the raw material is not available, checking the tools regularly and providing
the backup tools, having access to better service provider or using a modem when a
problem occurs, and giving a full briefing before working. On another hand, the
external problems are overcome by providing the LO letters in the office, making a
thorough check on the agents when filling up gas tanks, providing particular vehicles
if there is a transportation problem.
In general, PT KaryaMandiri Sejahtera Utama has made every effort to
improve their performance. However, they still have to monitor and evaluate the distribution system so that it can be better.
104843510F1C009088Pengaruh Visualisasi Iklan Televisi Dan Word Of Mouth Terhadap Minat Membeli Produk Wall’s Magnum Classic Di Kalangan Mahasiswa Fisip Unsoed PurwokertoPenelitian ini berjudul “Pengaruh Visualisasi Iklan Televisi Dan Word Of Mouth Terhadap Minat Membeli Produk Wall’s Magnum Classic Di Kalangan Mahasiswa Fisip Unsoed Purwokerto”. Penelitian ini menguji secara parsial dan simultan Pengaruh Visualisasi Iklan Televisi dan Word of Mouth terhadap Minat membeli produk Wall’s Magnum Classic di kalangan Mahasiswa FISIP Unsoed Purwokerto.
Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda, yaitu untuk melihat seberapa besar/kuat pengaruh Visualisasi Iklan Televisi (X1) dan Word of Mouth (X2) terhadap Minat membeli (Y) produk Wall’s Magnum Classic di kalangan Mahasiswa FISIP Unsoed Purwokerto. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa FISIP Unsoed Purwokerto dan jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 96 responden.
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda menghasilkan persamaan, Y = -2,1462 + 6,086 Vis_Iklan_TV (X1) + 4,352 Word_of_Mouth (X2). Nilai t hitung untuk masing-masing variabel berpengaruh signifikan yang menunjukan bahwa variabel Visualisasi Iklan Televisi (X1) dan Word Of Mouth (X2) berpengaruh terhadap Minat Membeli (Y) produk Wall’s Magnum Classic. F hitung sebesar 98,416 yang berarti positif dan signifikan, menunjukkan bahwa variabel Visualisasi Iklan Televisi (X1) dan Word of Mouth (X2) secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap Minat membeli (Y) produk Wall’s Magnum Classic. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,6791, yang berarti 67,9% diterima, sedangkan sisanya sebesar 32,1% dipengaruhi variabel lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian
This research entitled "The Influence of Television Advertising Visualization and Word Of Mouth toward Interests of Purchasing Wall's Magnum Classic Product of Students of the Faculty of Social and Political Science Jenderal Soedirman University Purwokerto”. This study examined partial and simultaneous influence of Television Advertising Visualization and Word of Mouth toward Interests of Purchasing Wall's Magnum Classic products.
Data analysis method used is multiple linear regression to see the influence of Television Advertising Visualization (X1) and Word of Mouth (X2) toward Interests of Purchasing (Y) Wall's Magnum Classic Product. Respondents in this study were of Students of the Faculty of Social and Political Science Jenderal Soedirman University Purwokerto” and the numbers of respondents in were 96 respondents.
Based on the results of multiple linear regression analysis produced the equation, Y = -2.1462 + 6.086 Television Advertising Visualization (X1) + 4.352 Word of Mouth (X2). t value for each variable is significant, which means that the variable Television Advertising Visualization (X1) and Word of Mouth (X2) influence toward Interests of Purchasing Wall's Magnum Classic product. F count equal to 98.416 which means and significant, indicating that the variable Television Advertising Visualization (X1) and Word of Mouth (X2) simultaneously also has positive significant influence toward Interests of Purchasing (Y) Wall's Magnum Classic Product of Students of the Faculty of Social and Political Science Jenderal Soedirman University Purwokerto. Coefficient of determination of 0.6791, which means 67.9% be accepted, while the remaining 32.1% is affected variables that are not included in the study.
104853511F1A007034BUDAYA JEPANG DI INDONESIA
(Studi Tentang Potret Komunitas Penyuka Budaya Populer Jepang di Purwokerto)
Penelitian ini bertujuan menganalisa cara anggota komunitas penyuka Budaya Populer Jepang mengimplementasikan Budaya Populer Jepang dalam kesehariannya, dan peran komunitas dalam perkembangan Budaya Jepang di Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan informannya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis kualitatif pada penelitian ini berpedoman pada model analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa Implementasi Budaya Jepang dilakukan dengan cara mengimitasi Budaya Jepang yang mereka sukai dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara makan, penggunaan bahasa jepang, gaya berpakaian, pola pikir, penggunaan nick name Jepang, Cosplay, dan bahan pembicaraan yang diambil saat bercengkrama dengan orang lain secara tidak langsung dikaitkan dengan Budaya jepang. Hal tersebut membentuk gaya hidup yang berbeda dengan orang lain pada umumnya, sehingga tidak jarang mereka disebut aneh. Berkembangnya Budaya Populer Jepang di Purwokerto tidak lepas dari peran Komunitas. Peran komunitas dalam hal ini adalah komunitas mempunyai andil dalam pengadaan penyelenggaraan acara - acara bertemakan Jepang.

Abstract

The objective of this research was to analyze the way of this community implementing the Japanese culture in their daily life, and its part in the development of Japanese culture in Purwokerto. This research was a qualitative one and used purposive sampling technique in taking decision of its informants. Data collecting was done by interview, observation, and documentation. The analysis qualitative method of this research was based on analysis interactive model.The result of this research found that the implementation of Japanese culture was done by imitating the preferred Japanese culture in their daily, for example: the way Japanese eat the food, the language, dressing, thought, and use of the Japanese nick name, Cosplay, and topic taken in conversation was related to indirectly to Japanese culture. This stuff created different life style to common people, therefore it’s not strange they were called freak. the moment there are a lot of non community people are holding Japanese event.

104863678F1C008011HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI ANTARPRIBADI TERHADAP
UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA BANYUMASAN
(Studi Korelasional Tentang Komunikasi Antarpribadi Orangtua dan Anak
Terhadap Upaya Pemertahanan Bahasa Banyumasan di Perumahan Griya Teluk
Baru Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan)
Penelitian ini memiliki latar belakang sebuah fenomena dalam masyarakat,
yaitu semakin terpinggirkannya bahasa daerah terutama bahasa Banyumasan.
Salah satu penyebabnya adalah derasnya arus globalisasi yang berpengaruh
terhadap penggunaan bahasa daerah, berdasarkan latar belakang tersebut maka
judul penelitian ini adalah “Hubungan Antara Komunikasi Antarpribadi Terhadap
Pemertahanan Bahasa Banyumasan (Studi Korelasional Tentang Komunikasi
Antarpribadi Orangtua dan Anak Terhadap Pemertahanan Bahasa Banyumasan di
Perumahan Griya Teluk Baru Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan)”,
sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi
antarpribadi orangtua dan anak terhadap upaya pemertahanan bahasa Banyumasan
khususnya di Perumahan Griya Teluk Baru, serta untuk mengetahui peran
orangtua dalam melestarikan bahasa Banyumasan dalam keluarga.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif
dengan studi korelasional. Lokasi penelitian ini dilakukan di Perumahan Griya
Teluk Baru, Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan dengan pupolasi
anak berusia 13-15 tahun yang berasal dari keluarga asli Banyumas dan tinggal di
Perumahan Griya Teluk Baru, yang berjumlah 43 orang. Cara pengambilan
sampel dilakukan dengan metode total sampling. Seluruh anak berusia 13-15
tahun menjadi sampel dalam penelitian ini.
Pengujian hipotesis menggunakan teknik korelasi product moment. Dari
hasil perhitungan korelasi membuktikan bahwa terdapat hubungan yang kuat
antara komunikasi antarpribadi orangtua dan anak dengan upaya pemertahanan
bahasa Banyumasan di Perumahan Griya Teluk Baru. Berdasakan analisis statistik
tersebut diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,587. Hal ini berarti bahwa
variabel bebas dapat menjelaskan tentang variabel terikat sebesar 58.7%
sedangkan sisanya sebesar 41.3% dapat dijelaskan oleh variabel di luar dari
variabel penelitian. Dengan demikian koefisien korelasi sebesar 0.587,
berdasarkan interpretasi koefisien asosiasi, nilai ini berada diantara kategori 0,40-
0,70 yang menunjukkan besarnya asosiasi (hubungan) antara komunikasi
antarpribadi dengan upaya pemertahanan bahasa Banyumasan memiliki hubungan
yang cukup berarti. Jadi kesimpulannya bahwa Hipotesis Kerja (Ha) yang
menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara komunikasi antarpribadi
dengan upaya pemertahanan bahasa Banyumasan dapat diterima, karena t hitung
> t tabel, yaitu 4.643 yang ternyata lebih besar nilai ttabel 2,021 dengan taraf
kesalahan 5% dan n=43. Dan sebaliknya Hipotesis Nol (H0) yang menyatakan
bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara komunikasi antarpribadi dengan
upaya pemertahanan bahasa Banyumasan dapat ditolak.
Background of this study is a society phenomenon, where is happen the
marginalization of regional language especially Banyumasan Language. One of
the reasons is strong influx of globalization which influence to using regional
language that because there English which are recognized as International
language. Based on the background, so this study entitled “The Relation between
Interpersonal Communication to the efforts of maintaining Banyumasan Language
(Correlation Study About Interpersonal Communication to the efforts of
maintaining Banyumasan Language in Perumahan Griya Teluk Baru sub-district
Teluk, district Purwokerto Selatan)”, so the destination of this study is to know
the relation between Interpersonal Communication to the efforts of maintaining
Banyumas language in Perumahan Griya Teluk Baru sub-district Teluk, district
Purwokerto Selatan and to know role of parents to the efforts of maintaining
Banyumasan language.
In this study, researcher use quantitativ with correlational study. Location
in this study was did in Perumahan Griya Teluk Baru sub-district Teluk, district
Purwokerto Selatan, with the population is children aged 13-15 years old who
came from Banyumas original family and lived in Perumahan Griya Teluk Baru,
which consisted 43 persons. The sample was taken by using total sampling
method. All 13-15 years old children become sample in this study.
Hypothesis testing used product moment correlation technique. From the
correlation calculation result proves that there is a strong relation between parents
and children interpersonal communication in effort to maintain Banyumasan
Language in Perumahan Griya Teluk Baru. Upon on that statistical analysis were
obtained the correlation coefficient value is 0.587. It means that independent
variables could explain 58.7% to dependent variable, while the rest 41.3% could
be explained by other variable outside the study. Thus the 0.587 correlation
coefficient value based on the association coefficient interpretation, this value are
among 0.40-0.70 category which is indicate the magnitude of association
(relation) between parents and children interpersonal communication in effort to
maintain Banyumasan Language have a strong enough relationship. So in
conclusion the working hypothesis (Ha) which state there is a significant
relationship between interpersonal communication in effort to maintain
Banyumasan Language is acceptable, because t count > t table, that is 4.643 t
count is higher than 2.021 t table value with the standard error 5% and n=43.
Otherwise Zero hypothesis (H0) which state there is no significant relationship
between interpersonal communications in effort to maintain Banyumasan
language could be rejected.
Keywords : communication, interpersonal communication, S-O-R, language
maintaining, Banyumasan language, quantitativ
104873532F1A008021HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIFASI merupakan makanan bayi yang paling ideal, berisi semua nutrisi dalam perbandingan ideal yang sangat dibutuhkan oleh bayi. Sedangkan ASI eksklusif adalah pemberian ASI pada bayi tanpa makanan tambahan lain atau cairan lainnya seperti susu formula, jeruk, madu,teh, air putih dan tanpa makanan padat apapun.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan perilaku pemberian ASI ekskusif.Penelitian ini mengambil lokasi di desa Madusari Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap.Jenis penelitian yang digunakan adalah metode survey dan menggunakan crosstabs dan metode analisis korelasi ganda dengan uji hipotesis.Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh karena jumlah bayi 7-12bulan berjumlah 81 bayi dan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar Ibu memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang rendah sehingga perilaku pemberian ASI eksklusifnya pun rendah.Ketiga variabel tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat antara pengetahuan Ibu (X1) dan sikap Ibu(X2) dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (Y).

Breastfeeding is the ideal baby food containing all the nutrients in the ideal ratio that is needed by the baby. While exclusive breast milk is breastfeeding baby without any additional food or other liquids such as formula milk, juice, mead, tea, water and without any solid food.
This study aimed to determine the corelation between knowledge and attitudes of mothers with breastfeeding behavior exclusively to baby. This study took place in the village Madusari Wanareja Cilacap district. Type of research was a survey method by using crosstabs and multiple correlation analysis methods to test the hypothesis. The technique used to take the sample in this study was saturated sampling because the number of baby between 7-12 months was only about 81 and for collecting data using questionnaires.
The results of the research shows that most of the mother had low level of knowledge and attitude, so that exclusive breastfeeding behavior was also low. Those three variables indicates that there is an enough strong corelation between mother’s knowledge (X1) and attitude (X2) toward breastfeeding behavior exclusively to the baby(Y).
104883390A1H008003PENGARUH MEDIA PENGHANTAR PANAS DAN SUHU PENYANGRAIAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KADAR AIR
DAN SENSORI KOPI ROBUSTA
Umumnya penyangraian kopi dilakukan tanpa menggunakan media penghantar panas. Penambahan media penghantar panas dengan menggunakan pasir dan kerikil diduga akan mempangaruhi karakteristik kopi sangrai. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui pengaruh media penghantar panas dan suhu penyangraian terhadap karakter fisik, kadar air dan sensori kopi sangrai (2). Mengetahui perubahan sifat fisik dan kadar air selama penyangraian dan membuat model matematik untuk memprediksi masing-masing karakteristik yang diamati. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu media penyangraian yang terdiri dari tiga jenis (tanpa menggunakan media, pasir dan kerikil) dan suhu penyangraian yang terdiri dari tiga taraf (1900C; 2000C; 2100C). Sifat fisik yang diamati dalam penelitian ini meliputi, densitas, kekerasan dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media berpengaruh terhadap karakteristik fisik kopi robusta. Masing-masing kombinasi perlakuan memiliki pola perubahan yang berbeda. Laju perubahan tercepat untuk densitas dan warna terdapat pada kopi yang disangrai tanpa menggunakan media pada suhu 2100C (Kρ=0,2153; Kc=0,02). Laju perubahan kadar air dan kekerasan tertinggi terjadi pada kopi sangrai dengan media pasir (Km=0,1732 dan Kσ=0,2986) . Diperoleh model matematik untuk memprediksi sifat fisik kopi sangrai, model tersebut mengikuti persamaan umum kinetika pangan orde pertama dengan rata-rata eror 15,16% (kadar air), 6,93% (densitas) dan 5,95% (kekerasan). Hasil uji Friedman untuk karakteristik sensori menunjukan bahwa aroma dan tingkat kesukaan kopi sangrai tidak dipengaruhi oleh suhu ataupun media.
Generally coffee is roasted without heat conductive media. The addition of the heat conductive media using sand and gravel are affect to characteristic of roasted coffee. The aims of this research were: (1) Determine the effect of heat transfer media and temperature to the physical properties, water content and sensory attributes of roasted coffee (2). Knowing the changes in physical properties during coffee roasting and create mathematical models to predict the physical properties each of these. This research used Completely Randomized Design (CRD) factorial with two factors roasting temperature, which consists of three levels (1900C; 2000C; 2100C) and roasting media, which consists of three types (without media, sand and gravel ). Physical properties observed in this study include density, hardness and color. The results showed that the media affects the physical properties of robusta coffee. Each treatment combination has a different pattern of change. The rate of change of water content and hardness occured in roasted coffee with sand (Km = 0.1732 and Kσ = 0.2986). The fastest rate of change for the density and color found in roasted coffee without using the media at a 2100C (Kρ = 0.2153; Kc = 0.02). Obtained mathematical model to predict the physical properties of roasted coffee, the model follows the general equation of first-order kinetic of foods with an average error 15.16% (moisture content), 6.93% (density) and 5.95% (hardness). Friedman test result showed that the sensory attributes of roasted coffee is not affected by temperature or media.
104893386F0A009036SISTEM PENEGAKAN KEDISIPLINAN KERJA KARYAWAN PADA KANTOR DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN CILACAPDisiplin adalah salah satu hal terpenting yang harus dimiliki oleh setiap karyawan. Hal ini bertujuan agar sebuah perusahaan mampu mendapatkan kualitas dan pencapaian yang terbaik dalam setiap kerjanya. Dalam hal ini, sistem penegakkan kedisiplinan sangatlah dibutuhkan agar setiap karyawan memahami dan mematuhi setiap peraturan yang ada.
Dalam masalah kedisiplinan, masyarakat mengetahui bahwa ada beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara kita yang sangat kurang kesadarannya. Dengan adanya hal tersebut maka sebuah sistem penegakan kedisiplinan dibuat meskipun terkadang masih sangat sering diabaikan.
Dalam hal ini, tidak ada perbedaan umum antara peraturan kedisiplinan pada PNS secara keseluruhan dengan PNS yang ada di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap. Peraturan tentang kedisiplinan yang ada di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap sama dengan peraturan yang ada pada Kantor Pemerintah Daerah Cilacap, yang mana semua peraturan telah tercantum dalam Undang-Undang. Namun, ada beberapa spesifikasi tentang sistem penegakan kedisplinan pegawai pada Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap.
Sistem Penegakan Kedisiplinan yang terdapat pada Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudyaan Kabupaten Cilacap adalah :
1. Semua karyawan diwajibkan datang tepat waktu, yaitu 15 menit sebelum jam masuk kerja yang telah ditentukan.
2. Adanya presensi (kehadiran) dan apel pagi yang dilakukan setiap pagi dan sore hari.
3. Pemberian sanksi bagi siapa saja karyawan yang tidak menghadiri apel dan tidak masuk kerja dengan alasan yang tidak jelas.
4. Penggunaan seragam yang sesuai dengan peraturan yang ada, seperti pakaian kheki pada hari Senin dan Selasa, batik lurik pada hari Rabu dan Kamis, dan pakaian olahraga pada hari Jumat.
Hal tersebut di atas merupakan sistem penegakan kedisiplinan kerja yang dimiliki oleh kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap. Sanksi dan hukuman yang diberikan juga tidak berbeda dengan peraturan yang berlaku bagi seluruh PNS. Dalam hal ini, atasan merekalah yang berhak untuk memberikan sanksi.

Discipline is one of the most important things for all of the employees. It has a main goal to make a good quality company. It means that a company should have employees with a very good discipline if they want to have a good achievement for their company. A discipline enforcement system’s needed here, in order to make the employees understand and also obey the rules.
In this case, people know that some of the civil workers (usually called PNS) in our country are lack of discipline. Therefore, a discipline enforcement system and rule are made although they are sometimes againts them.
Actually, there is no general difference in the discipline enforcement system and rules between the civil workers of Region and Government Office and the civil workers in Civilization and Tourism Office of Cilacap Regency. The whole rules are similar to the rules that have been written in Constitution, but there are some specifications from it.
The discipline enforcement system of Civilization and Tourism Office of Cilacap Regency cover :
1. All employees are expected to come 15 minutes before the time of work.
2. There is a presence list that is checked every morning and evening.
3. There is a sanction or punishment for the employees who don’t come on time and are absent without a clear information.
4. The use of uniforms based on the rules, “kheki” on Monday and Tuesday , “batik lurik” on Wednesday and Thursday, and sport outfit on Friday.
They’re all the discipline enforcement system that the Civilization and Tourism Office of Cilacap Regency has. The sanction or punishment is similar to the whole rules for all of the civil workers. In this case, their superiors have the right to punish them.
104903388F0A009055STRATEGI PENGELOLAAN ADMINISTRASI KANTOR PADA PT KARYA MANDIRI SEJAHTERA UTAMA AJIBARANG, KABUPATEN BANYUMASSetiap kegiatan di dalam perusahaan mempunyai peranan masing-masing terhadap keberlangsungan perusahaan. Salah satunya yaitu kegiatan administrasi perkantoran. Kegiatan ini sebagai upaya untuk mempermudah penyediaan informasi serta mempermudah memperoleh informasi kembali jika dibutuhkan. Kegiatan administrasi kantor tidak hanya aktivitas tulis menulis ataupun surat-menyurat, tetapi juga meliputi pengelolaan, pengawasan maupun pengorganisasian terhadap hal-hal di dalam lingkungan perusahaan.
Tujuan pengelolaan administrasi yaitu membuat setiap kegiatan di dalam perusahaan menjadi lebih teroganisir, lebih efektif dan optimal. Untuk mengelola suatu administrasi kantor diperlukan strategi yang tepat agar kegiatan administrasinya berjalan dengan baik.
Untuk mengelola administrasi kantor, PT Karya Mandiri Sejahtera Utama (KMSU) juga berupaya menerapkan pengelolaan administrasi di dalam perusahaan. Selaku perusahaan swasta yang bekerja sama dengan PT PERTAMINA, perusahaan ini melakukan pengisian dan pendistribusian tabung-tabung gas kepada para distributor. Dalam hal pengelolaan administrasi PT KMSU melakukan beberapa strategi agar perusahaan mampu bertahan dan lebih baik setiap tahunnya.
Strategi yang digunakan oleh PT Karya Mandiri Sejahtera Utama dalam mengelola kegiatan admnistrasi kantor diantaranya dengan selalu melakukan pengecekan berita acara pengiriman gas LPG, pengawasan mutu, stock opname, mengecek penerimaan LPG melalui skid tank, serta pengarsipan dokumen-dokumen dan surat secara berkala. Walaupun strategi tersebut sudah cukup efektif, ada beberapa kendala yang masih dijumpai misalnya, koneksi internet yang terputus, human error, dan kesalahan pengarsipan. Hal tersebut diatasi dengan cara menggunakan modem jika internet teputus, serta lebih cermat dan teliti dalam melakukan segala aktivitas kegiatan administrasi perkantoran.
Kesimpulannya, strategi pengelolaan administrasi kantor yang tepat menjadi cara bagi PT KMSU agar proses pelaksanaan kerja berjalan maksimal. Pengelolaan tersebut juga bermaksud agar perusahaan dapat terus bersaing dengan perusahaan yang lain.
Activities in a company play their own role in improving the company’s continuity. One of them is office administratition which is an activity to provide useful information. It is not only typing and corresponding, but also managing, controlling, and organizing a company’s environment.
The goal of the office administration management is to make every activity in the company well organized, more effective, and more optimal. Thus, the management needs an appropriate strategy to achieve particular purposes of the company.
In accordance with the goal, PT Karya Mandiri Sejahtera Utama (KMSU) Ajibarang tries to apply it in its organisation. As a private company which is affiliated with PT PERTAMINA, it fills and distributes the gas tubes to the distributors. In managing the office administration, PT Karya Mandiri Sejahtera Utama develops some strategies to make the company better every year.
The strategies are by checking the official report receipt of LPG, controlling the quality, checking receipt through the LPG skid tank, and archieving documents and letters at regular intervals. Although they have been quite effective, there are some obstacles faced by PT KMSU for example, a broken delivery internet connection, human error, and also filling error. These obstacles are overcome by using a modem when the internet connection is broken, and by performing more careful activities in the office administration.
In conclusion, the right management of office administration becomes the way for PT Karya Mandiri Sejahtera Utama to run the company maximally. It also makes the company able to compete with other companies.
104913396J1A006002ANALISIS ASOSIASI ANAKAN MANGROVE DI PULAU LANCANG KEPULAUAN SERIBUPenelitian berjudul "Analisis Asosiasi Anakan Mangrove di Pulau Lancang Kepulauan Seribu" dilaksanakan pada bulan Februari 2012. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola asosiasi anakan mangrove di Pulau Lancang dengan memperhatikan struktur horizontal dan vertikal anakan mangrove. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan teknik Stratifikasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kuantitatif dengan chi-square test dan levine index for overlap. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur vertikal anakan mangrove di pulau Lancang disusun oleh 2 jenis mangrove yaitu Brugueira gymnorhiza, Rhizophora stylosa, struktur horizontal disusun oleh 4 jenis mangrove anakan mangrove yaitu bruguiera gymnorhiza, rhizophora stylosa, Ceriops decandra, Avicennia alba. Asosiasi anakan mangrove pada tahapan semai dari 36 pasangan jenis hanya 2 pasangan jenis yang berasosiasi positif yaitu Rhizophora apiculata dengan Rhizophora mucronata dan Rhizophora mucronata dengan Rhizophora stylosa. Pada pancang ada 2 jenis yang berasosiasi positif yaitu Rhizophora apiculata dengan Rhizophora mucronata dan Rhizophora mucronata dengan Rhizophora stylosa.

A research entitled "Association Analysis of Mangrove Seedlings in Lancang Island of Thousand Islands” was conducted during Febuary 2012. This research aimed to know association patterns of mangrove seedlings in Lancang Island base on the vertical and horizontal structure of mangrove observation. The research used stratification sampling technique method. Data were analyzed quantitatively by chi-square test and Levine index for overlap.
The results showed that vertical structure of mangrove seedlings in Lancang Island were constructed by 2 mangrove species i.e Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora stylosa, and the horizontal Ceriops decandra, Avicennia alba.Association of mangrove seedlings showed that, from 36 pairs of mangrove species, only two pairs had positive association being between Rhizophora apiculata and Rhizophora mucronata, and also between Rhizophora mucronata and Rhizophora stylosa. However, for younger trees, two pairs had positive association i.e between Rhizophora apiculata and Rhizophora mucronata, and also between Rhizophora mucronata and Rhizophora stylosa.
104923411H1G008003EFEK LETAL (LC50-96 jam) DAN SUBLETAL SURFAKTAN SODIUM LAURYL SULFATE (SLS) TERHADAP IKAN NILEM
(Osteochilus hasselti)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai LC50-96 jam senyawa SLS terhadap ikan nilem serta melihat efek subletal dari senyawa SLS dengan mengamati perubahan jumlah eritrosit, leukosit dan hematokrit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dibagi menjadi 3 tahapan yaitu uji pendahuluan, uji toksisitas letal (LC50-96 jam), dan uji toksisitas subletal. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dari uji toksisitas letal dianalisis menggunakan analisis probit dan data uji toksisitas subletal dianalisis menggunakan uji F. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa nilai LC50-96 jam senyawa SLS terhadap ikan nilem adalah 6,892 mg/L. Pengaruh subletal yang ditimbulkan akibat senyawa SLS terhadap ikan nilem adalah terjadinya penurunan jumlah eritrosit dan hematokrit serta meningkatnya jumlah leukosit seiring dengan meningkatnya konsentrasi SLS yang diberikan.

The research is aimed to find LC50-96 h of SLS compound on Osteochilus hasselti and find the effect of lethal and sublethal of SLS compound by observing the change of erythrocyte, leucochyte and hemathrocyte quantity. The method used experimental method with Completely Randomized Design. The research was devided into three phase; Introduction, lethal toxicity test (LC50-96 h), and sublethal toxicity test. Each treatment replicated three times. Lethal toxicity test data were analized by probit analyse and sublethal toxicity test were analized by F test. The result shows that LC50-96 hour of SLS on Osteochilus hasselti is 6,892 mg/L. The effect of sublethal resulted by SLS compound on Osteochilus hasselti is to decrease of erythrocyte and hemathrocyte quantity and increase leucochyte quantity by the time SLS concentration of SLS given increases.

104933463G1A005180Child Abuse in Kevin Lewis'
"The Kid Moves On"
Karya sastra yang dibahas dalam skripsi ini adalah sebuah novel karya Kevin Lewis’ yang berjudul The Kid Moves On. Novel ini menceritakan tentang kekerasan terhadap anak yang dialami oleh Kevin. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi. Teori yang diterapkan untuk menganalisa penelitian ini adalah teori psikoanalitik. Teori ini untuk mencari tahu jenis kekerasan terhadap anak yang dialami oleh Kevin dan akibat dari kekerasan anak terhadap kepribadian Kevin. Hasil penelitian ini adalah: (1) terdapat tiga jenis kekerasan terhadap anak yang dialami Kevin semasa dia kecil, yaitu emosional abuse, physical abuse dan verbal abuse. (2) Efek dari kekerasan anak yang dialami Kevin adalah pendiam dan menjadi anak pemberani.The literary work discussed in this research is The Kid Moves On novel by Kevin Lewis’. The novel tells about child abuse undergone by Kevin. This research uses psychological theory. The theory which is applied to analyze this research is the psychoanalytic theory. The theory is used to find out what kinds of Child Abuse undergone by Kevin experienced and the effects of the abuse to his personality. The results of this analysis are; (1) there are three kinds child abuse experienced by Kevin when he was child, namely emotional abuse, physical abuse and verbal abuse. (2) The effects of the abuse are introvert and become courageous boy.
104943494J1B006028Prevalensi dan Intensitas Ektoparasit Pada Ikan Kerong-kerong (Terapon jarbua)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan intensitas ektoparasit pada ikan kerong-kerong (Terapon jarbua). Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei. Sampel ikan diperoleh dari pasar ikan PPS Cilacap, jumlah sampel yang diambil sebanyak 35 ekor. Waktu pengambilan sampel ikan terdiri dari dua tahap pengambilan, yaitu pada bulan Januari dan bulan Maret 2011. Jenis dan jumlah ektoparasit dihitung prevalensi dan intensitasnya, kemudian data dianalisis dengan metode dominan indek Evennes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi ektoparasit pada ikan kerong-kerong adalah 91,43%. Intensitas ektoparasit pada ikan kerong-kerong adalah 11,63 individu/ekor dengan kisaran intensitas 1-52, dan Dominan indek evennes sebesar 0,0502.This aiming to determine prevalence and intensity of ectoparasites Crescent perch. A survey method was used in sampling 35 individuals of Crescent perch, from PPS Cilacap fish market. Sampling was conducted during January and March 2011. The type and number of ectoparasite were calculated obtain prevalence and intensity, and were then analyzed for Evenness dominance index. The results showed that prevalence of ectoparasite in Crescent perch were 91.43%. Intensity of ectoparasites in Crescent perch was 11.63 ind/fish ranging between 1-52, and Evenness Dominance index was 0.0502.
104953502H1A008050PENGARUH PERBANDINGAN TiO2-UREA TERHADAP AKTIVITAS FOTOKATALIS DALAM MENDEGRADASI FENOL PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK MENGGUNAKAN SINAR MATAHARIABSTRAK
TiO2-N memungkinkan pemanfaatan sinar matahari sebagai sumber energi dalam membentuk •OH yang berperan sebagai oksidator untuk mendegradasi fenol pada limbah cair industri batik. TiO2-N dibuat dengan berbagai variasi perbandingan mol TiO2:urea yaitu 75:25; 50:50; 25:75 dan 10:90. Proses fotodegradasi dilakukan penentuan kondisi terbaik yang meliputi variasi perbandingan TiO2-Urea, variasi waktu kontak, dan variasi pH limbah. Fotokatalis dikarakterisasi menggunakan DRS, SEM, dan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan besar energi celah pita untuk fotokatalis TiO2 dan TiO2-N (75:25, 50:50, 25:75, dan 10:90) yaitu 3,2523 eV; 3,2438 eV; 3,2396 eV; 3,2269 eV dan 3,2353 eV. Hasil analisis FTIR menunjukkan adanya pergeseran intensitas serapan O-Ti-O yaitu pada TiO2 (532 cm-1 dan 686 cm-1) dan TiO2-N (524 cm-1dan 678 cm-1) yang mengindikasikan telah terbentuk ikatan Ti-N. Analisis SEM menunjukkan TiO2 dan TiO2-N berbentuk granular dan tidak homogen, Perbedaan kenampakkan fisik yaitu partikel TiO2-N berbentuk aglomerasi. Aktivitas fotokatalis TiO2-N terbesar pada TiO2-N (25:75) dengan persentase degradasi 35,82%. Waktu kontak optimum pada perbandingan TiO2-urea optimum untuk degradasi fenol adalah 6 jam dengan persentase degradasi 48,59%. pH optimum degradasi fenol adalah pH basa yaitu pH 13 dengan persentase degradasi 74,67%. Hal ini menunjukkan bahwa fenol dapat didegradasi dari limbah cair batik dan metode fotodegradasi dapat diaplikasikan untuk mengatasi limbah cair organik.
ABSTRACT
TiO2-N which allows the utilization of sunlight as a source of energy in the form of •OH that acts as an oxidant to degrade phenol in batik industry waste-water has been conducted. TiO2-N was made by various ratio mol of TiO2 : urea of 75:25; 50:50; 25:75 and 10:90. The optimum conditions was determined in the photodegradation process that include variations of TiO2-urea ratio, contact time variations, and pH of waste variations. fotocatalys were characterized using DRS, SEM, and FTIR. The results showed that the band gap energy of the photocatalyst TiO2 and TiO2-N (75:25, 50:50, 25:75, and 10:90) were 3.2523 eV; 3.2438 eV; 3.2396 eV ; 3.2269 eV and 3.2353 eV respectively. FTIR analysis results showed a shift absorption intensity of O-Ti-O is decreased on TiO2 (532 cm-1 and 686 cm-1) and TiO2-N (524 cm-1 and 678 cm-1) which indicated that is formed were in Ti-N. SEM analysis showed that particles showed both granular form and were not homogeneous. The difference the physical morphology is that the particles of TiO2-N is aglomeration form. The largest activity of TiO2 photocatalyst is TiO2-N (25:75) with the percentage degradation of 35.82%. Optimum contact time on the optimum ratio of TiO2-urea for the phenol degradation was 6 hours with the percentage of degradation up to 48.59%. The optimum pH is at 13 with the percentage of degradation of 74.67%. These result that phenol can be degraded from batik waste-water and the photodegradation method can be applied to overcome the organic liquid waste.
104963508H1K008008PEMETAAN SEBARAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN KABUPATEN BANGKALAN DAN SAMPANG,
JAWA TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah penangkapan, hasil tangkapan oleh nelayan, dan wilayah lain yang potensial sebagai daerah sebaran rajungan. Metode yang digunakan adalah survei melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil yang diperoleh adalah data daerah tangkapan nelayan dengan hasil tangkapan rata-rata adalah 4,17 Kg dari 19 nelayan Desa Tengket, 3,57 Kg dari 14 nelayan Desa Jung Anyar, dan 4,78 Kg dari 18 nelayan Desa Mandangin. Hasil tersebut dipengaruhi jumlah dan jenis alat tangkap, selain itu masih banyak wilayah perairan sekitar yang potensial sebagai daerah penangkapan salah satunya di perairan Arosbaya. Data yang diperoleh dibuat dalam bentuk peta tematik, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tambahan informasi untuk nelayan.This study aims to determine the capture area, the catch by fishermen, and other areas of potensial as a regional distribution of crab. The method used was a survey through observation, interviews, and literature. The result is a data area with the catch of fishermen catch average was 4.17 kg of 19 fishermen village Tengket, 3.57 kg of 14 fishing village Jung Anyar, and 4.78 of 18 fishermen village Mandangin. The result are influenced by the number and type of fishing gear, other than there are many potential areas surrounding waters as one fishing area in the Arosbaya waters region. The data obtained is in the form of thematic maps, can be used as additional information to fishermen.
104973337G1G008020EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KAYU SIWAK
(Salvadora persica) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Porphyromonas gingivalis
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2012

INTISARI

ABINNAHL ASHSHOBIRIN A.
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KAYU SIWAK (Salvadora persica) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Porphyromonas gingivalis

Kayu siwak mengandung senyawa kimia yang diduga memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kayu siwak dengan nilai IC50 dan golongan senyawa kimia yang terkandung. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratoris. Kayu siwak yang diperoleh dalam bentuk kemasan, diekstrak mengunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Uji antibakteri dilakukan secara in vitro dengan 7 macam perlakuan yaitu: 0,753%, 1,563%, 3,125%, 6,25%, 12,5%, 25%, dan 50%. Uji daya hambat dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran, sedangkan uji efektivitas dilakukan dengan menggunakan analisis probit untuk mengetahui nilai IC50. Hasil penelitian menunjukan ekstrak kayu siwak ini mengandung senyawa kimia yang diduga memiliki aktivitas antibakteri yaitu saponin, flavonoid, tanin, alkaloid, dan terpenoid. Aktivitas zona hambat terendah dihasilkan pada konsentrasi 6,25% dengan persentase daya hambat 6,22% sedangkan zona hambat tertinggi yaitu pada konsentrasi 50% dengan persentase daya hambat 30,22%. Nilai IC50 yaitu konsentrasi yang dapat menghambat 50% pertumbuhan bakteri P. gingivalis. Nilai IC50 yang didaptkan yaitu 49,5%.

Kata kunci: Antibakteri, IC50, Porphyromonas gingivalis, Salvadora persica, Siwak,
Kepustakaan: 26 (1986-2011)
DEPARTEMENT OF DENTISTRY
FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCE
JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
PURWOKERTO
2012


ABSTRACT

ABINNAHL ASHSHOBIRIN
EFFECTIVITY OF EXTRACT Siwak (Salvadora persica) TO BACTERIA Porphyromonas gingivalis

Siwak contains chemical compounds believed to have antibacterial activity. This study aims to determine the antibacterial activity of siwak extracts with IC50 values and the chemical compound contained. The research method used was experimental laboratory. Siwak obtained in the from of packaging and extracted using maceration method using 96% ethanol. Antibacterial test conducted in vitro with 7 kinds of treatment are: 0.753%, 1.563%, 3.125%, 6.25%, 12.5%, 25%, and 50%. Tests conducted by the inhibition of diffusion method, whereas effectiveness trials conducted using probit analysis to determine the IC50 values. The results showed siwak extract contains a chemical compound that is thought to have antibacterial activity of saponins, flavonoids, tannins, alkaloids, and terpenoids. Activity lowest inhibition zone produced at a concentration of 6.25%, with the percentage inhibition of 6.22%, while the highest inhibition zone on the concentration of 50% with the percentage inhibition of 30.22%. IC50 value is the concentration that can inhibit 50% growth of bacteria P. gingivalis. IC50 values were be obtained is 49.5%.


Key words: Antibactery, IC50, Porphyromonas gingivalis, Salvadora persica, Siwak,
Bibliography: 26 (1986-2011)
104983338G1G008033ANALISIS METODE PONT PADA PENDERITA THALASSAEMIA BETA MAYOR DAN INDIVIDU NORMAL

(Studi Cross Sectional pada Penderita Thalassaemia di RSUD Kota Banjar)
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2012

INTISARI

PUTRI ARYANTIANI SUKARNA
ANALISIS METODE PONT PADA PENDERITA THALASSAEMIA BETA MAYOR DAN INDIVIDU NORMAL
(Studi Cross Sectional pada Penderita Thalassaemia di RSUD Kota Banjar)
Thalassaemia mayor adalah penyakit yang disebabkan kelainan gen globin pada kedua kromosom (kromosom 11 dan 16) yang ditandai dengan kurangnya kadar hemoglobin dalam darah. Thalassaemia beta yang disebabkan oleh adanya gangguan sintesis rantai beta. Kondisi penderita thalassaemia beta mayor menunjukkan gejala khas yaitu facies Cooley dimana penderita mengalami deformitas tulang tengkorak, perubahan muka dengan maloklusi mandibular, depresi hidung, pembesaran maksila dengan protusi bibir, dan penonjolan gigi atas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan lebar mesiodistal gigi insisivus, perbedaan lebar lengkung inter-P1, dan lebar lengkung inter-M1 rahang atas antara penderita thalassaemia beta mayor dengan individu normal. Metode yang digunakan pada penelitian ini secara analisis observasional dengan pendekatan cross sectional. Total sampel yang digunakan berjumlah 13 penderita thalassaemia beta mayor dan 13 individu normal. Penganmbilan sampel menggunakan teknik total sampling disebabkan jumlah sampel yang memenuhi criteria inklusi dan eksklusi terbatas. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Kota Banjar Jawa Barat. Metode analisis yang digunakan adalah T-test sampel independent. Berdasarkan hasil analisis hasil pengukuran menunjukkan perbedaan yang signifikan pada lebar mesiodistal gigi insisivus, perbedaan lebar lengkung inter-P1 (p<0,05), sedangkan pada lebar lengkung inter-M1 tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan ( p>0,05) antara penderita thalassaemia beta mayor dan individu normal. Simpulan pada penelitian ini adalah terdapat perbedaan lebar mesiodistal gigi insisivus dan lebar lengkung inter-P1, serta tidak terdapat perbedaan lebar lengkung inter-M1 antara penderita thalassaemia beta mayor dan individu normal. Saran yang dapat diberikan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membandingkan antara penderita thalassaemia beta mayor dengan penderita thalassaemia minor.

Kata kunci: Thalassaemia Beta Mayor, Facies Cooley, Metode Pont
DEPARTMENT OF DENTISTRY
FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCES
JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
PURWOKERTO
2012


ABSTRACT

PUTRI ARYANTIANI SUKARNA
PONT ANALYSIS METHOD IN BETA Thalassaemia MAJOR Patients AND INDIVIDUAL NORMAL (Cross Sectional Study in Patients with Thalassaemia in the District General Hospital Banjar)
Thalassaemia major is a disease that is caused by abnormalities in globins gene on the both chromosomes, chromosome 11 and 16 that is characterized by a lack of haemoglobin in the blood. Beta thalassemia is caused by the disruption of beta chain synthesis. The condition of beta thalassemia major patients shows the typical symptoms of facies Cooley. The patients have deformities of the skull, face changing with mandible malocclusion, nasal depression, maxilla enlargement with protusi lip and the protrusion of the upper teeth. This study was aimed at comparing the widening of mesiodistal incisor, the differences of wide arch inter-P1, and the wide arch inter-M1 of maxillary between beta thalassemia major patients and normal people. The research design that was used in this study was an observational analysis by using cross-sectional approach. The writer took 13 beta thalassemia major patients and 13 normal people as sample. In determining the sample, the writer used total sample technique because the number of sample that filled the inclusion and exclusion criteria was limited. This study was conducted in the District General Hospital Banjar, West Java. In analyzing the data, the writer used the independent samples T-test. Based on the analysis of the measurement results, it showed that there were significant differences in the widening of incisor mesiodistal and wide arch inter-P1 (p <0.05), but wide arch inter-M1 did not show significant difference (p> 0.05) between beta thalassemia major patients and normal people. The findings revealed that based on the observation result, there was a difference of mesiodistal incisor widening and wide arch inter-P1. In addition, there was no the difference of wide arch Inter M-1 between beta thalassemia major patients and normal people. Based on these findings, it is recommended that this topic needs to be studied further to compare between beta thalassemia major patients and thalassemia minor patients.

Key words: Beta Thalassaemia Major, Facies Cooley, Pont Methods

104993344G1G008007PERBANDINGAN KEKERASAN DAN MODULUS ELASTISITAS
KAOLIN-ZIRKONIA KONSENTRASI 40:60 DENGAN KONSENTRASI
60:40 YANG DIIMPREGNASI PMMA SEBAGAI APLIKASI MATERIAL
DENTAL BRIDGE
Dental bridge merupakan gigi tiruan yang menggantikan satu atau lebih kehilangan gigi yang dilekatkan pada gigi asli. Gigi tiruan yang terbuat dari bahan porselen banyak diminati karena mempunyai estetik yang menyerupai warna gigi dan mempunyai kekuatan yang lebih tinggi dari akrilik. Kekurangan bahan porselen adalah bersifat rapuh dan harga yang relatif mahal. Resin akrilik merupakan bahan alternatif yang biasa digunakan dalam pembuatan gigi tiruan. Pemanfaatkan kekayaan alam Indonesia dapat diaplikasikan untuk material Kedokteran Gigi, salah satunya dengan memanfaatkan kaolin dan zirkonia. Sifat dari kaolin dan zirkonia yang biokompatibel dengan sifat mekanik yang cukup baik dapat dimanfaatkan untuk membuat material dental bridge. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba untuk mensintesis material dental bridge dari bahan kaolin-zirkonia yang diimpregnasi oleh PMMA menggunakan metode ceramic foaming dengan yang diharapkan mempunyai struktur morfologi yang bagus dan sifat mekanik mendekati struktur gigi, khususnya dentin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratoris murni dengan membagi kelompok sampel menjadi 2, yaitu kelompok sampel A konsentrasi kaolin-zirkonia 40:60 dan sampel B konsentrasi kaolin-zirkonia 60:40. Hasil penelitian menunjukkan struktur morfologi yang mempunyai pori yang tidak terdistribusi sempurna dan masih belum homogen serta tidak memiliki interkoneksi antar pori dengan ukuran pori pada sampel A dan sampel B yang relatif sama. Nilai rata-rata kekerasan sampel A adalah 28,31 VHN dan sampel B adalah 39,95 VHN. Nilai rata-rata modulus elastisitas sampel A adalah 709,46 MPa dan sampel B adalah 929,43 MPa. Nilai kekerasan dan modulus elastisitas pada penelitian ini belum mencapai nilai kekerasan dan modulus elastisitas dentin, artinya dental bridge hasil sintesis dengan sifat mekanik tersebut belum dapat diaplikasikan, sehingga diperlukan penelitian selanjutnya untuk mendapatkan pasak dengan sifat mekanik yang diinginkan.Dental bridge merupakan gigi tiruan yang menggantikan satu atau lebih kehilangan gigi yang dilekatkan pada gigi asli. Gigi tiruan yang terbuat dari bahan porselen banyak diminati karena mempunyai estetik yang menyerupai warna gigi dan mempunyai kekuatan yang lebih tinggi dari akrilik. Kekurangan bahan porselen adalah bersifat rapuh dan harga yang relatif mahal. Resin akrilik merupakan bahan alternatif yang biasa digunakan dalam pembuatan gigi tiruan. Pemanfaatkan kekayaan alam Indonesia dapat diaplikasikan untuk material Kedokteran Gigi, salah satunya dengan memanfaatkan kaolin dan zirkonia. Sifat dari kaolin dan zirkonia yang biokompatibel dengan sifat mekanik yang cukup baik dapat dimanfaatkan untuk membuat material dental bridge. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba untuk mensintesis material dental bridge dari bahan kaolin-zirkonia yang diimpregnasi oleh PMMA menggunakan metode ceramic foaming dengan yang diharapkan mempunyai struktur morfologi yang bagus dan sifat mekanik mendekati struktur gigi, khususnya dentin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratoris murni dengan membagi kelompok sampel menjadi 2, yaitu kelompok sampel A konsentrasi kaolin-zirkonia 40:60 dan sampel B konsentrasi kaolin-zirkonia 60:40. Hasil penelitian menunjukkan struktur morfologi yang mempunyai pori yang tidak terdistribusi sempurna dan masih belum homogen serta tidak memiliki interkoneksi antar pori dengan ukuran pori pada sampel A dan sampel B yang relatif sama. Nilai rata-rata kekerasan sampel A adalah 28,31 VHN dan sampel B adalah 39,95 VHN. Nilai rata-rata modulus elastisitas sampel A adalah 709,46 MPa dan sampel B adalah 929,43 MPa. Nilai kekerasan dan modulus elastisitas pada penelitian ini belum mencapai nilai kekerasan dan modulus elastisitas dentin, artinya dental bridge hasil sintesis dengan sifat mekanik tersebut belum dapat diaplikasikan, sehingga diperlukan penelitian selanjutnya untuk mendapatkan pasak dengan sifat mekanik yang diinginkan.
Dental bridge is an artificial tooth that replaces one or more missing teeth attached to the natural teeth. Denture made of porcelain in great demand because it has an aesthetic that resembles the color of your teeth and have a higher strength than acrylic. Shortage of porcelain is both fragile and relatively expensive price. Acrylic resin is an alternative commonly used in the manufacture of artificial teeth. The exploitation of Indonesia's natural wealth can be applied to materials of Dentistry, one of them by using kaolin and zirconia. The nature of kaolin and a biocompatible zirconia with a fairly good mechanical properties can be exploited to create materials dental bridge. In this study, researchers tried to synthesize material from the dental bridge kaolin-zirconia materials by PMMA impregnated ceramic foaming method with which are expected to have good morphological structure and mechanical properties approaching the structure of teeth, especially the dentin. This study used pure laboratory experimental method by dividing the sample into two groups, namely the concentration of kaolin-sample A and sample B 40:60 zirconia concentration of kaolin-zirconia 60:40. The results showed that morphological structures have pores that are not distributed perfectly and still not homogeneous and have no interconnection between pores with pore sizes in the sample A and sample B are relatively the same. The average value of hardness is 28.31 VHN sample A and sample B was 39.95 VHN. The average value of the elastic modulus is 709.46 MPa sample A and sample B is 929.43 MPa. Hardness and elastic modulus values in this study have not yet reached the value of hardness and elastic modulus of dentin, which means that dental bridge synthesized by mechanical properties are yet to be applied, so that further research is needed to get the pegs to the desired mechanical properties
105003345G1G008030EFEKTIFITAS ANTIBAKTERI LARUTAN KITOSANKULIT UDANG
TERHADAP PERTUMBUHAN Porphyromonas gingivalis
Periodontitisadalah peradangan jaringan periodontal yang disebabkan oleh spesies bakteri gram negatif yang berkolonisasi pada plak gigi di area subgingiva, antara lain P. gingivalis. Penelitianinibertujuanuntuk mengetahui efektivitaslarutan kitosan dalam menghambat pertumbuhanP. gingivalis.Metodepenelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan post test only control group design. Pengujian dilakukan secara in vitro dengan 5 perlakuan konsentrasi yaitu 4%; 2%; 1%; 0,5% dan 0,25%. Sebagai kontrol negatif digunakan asam asetat 2%. Uji daya hambat dilakukan dengan menggunakan metode difusisumuran dengan mengukur zona hambatnya. Penelitianinidilaksanakan di Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Yogyakarta.Metodeanalisis yang digunakanadalah analisis probit untuk mengetahui IC50.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan kulit udang efektif menghambat pertumbuhan P. gingivalisdengan kadar IC50 sebesar 0,97%. Semakin tinggi konsentrasi yang diberikan, maka diameter zona hambat semakin besar. Persentase daya hambat terendah dihasilkan pada konsentrasi 0,25% yaitu sebesar 29,19% dan persentase daya hambat tertinggi dihasilkan pada konsentrasi 4% yaitu sebesar 76,5%.Periodontitis is an inflammation of the periodontal tissues caused by gram-negative bacterial species that colonizes the subgingival dental plaque in the area, such as P. gingivalis. The purpose of this research are to know the chitosan solution effects in inhibiting the growth of P. gingivalis. The research method used was laboratory experimental post test only control group design. The testing was conducted in vitro with 5 concentration treatment, such as 4%; 2%; 1%; 0,5% and 0,25%. Asetat acid 2% was used as negative control. The inhibition testing toward the growth of P. gingivalis which applied diffusion cup plate method by measuring the inhibition zone. The antibacteriaeffects testing of chitosan solution were analyzed by using probit analysis to find out the IC50value.The research wasconductedinBalai Laboratotium Kesehatan Yogyakarta. The research result showed that the chitosan solution have inhibitory activity againts the bacteria P. gingivalis with IC50 values 0,97%. The higher concentration of the solution, the greater diameter of inhibition zone was formed. The lowest inhibition percentage produced in 0,25% concentration with 29,19% and the highest one, produced in 4% concentration with 76,5%.