Artikelilmiahs

Menampilkan 10.461-10.480 dari 48.974 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
104613415F1C008095FENOMENOLOGI POLA KOMUNIKASI WANITA BERCADAR
Penelitian ini berjudul “FENOMENOLOGI POLA KOMUNIKASI WANITA BERCADAR “. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana proses seorang wanita dapat memakai cadar dan mengetahui perubahan apa yang dirasakan setelah memakai cadar, serta mengetahui pola komunikasi wanita bercadar dengan masyarakat dalam berinteraksi. Hasil dari Penelitian menunjukan bahwa pada awal pemakaian cadar informan melewati banyak hambatan, salah satunya dari pihak keluarga yang belum menyetujui sebagian informan dalam pemakaian cadar serta pandangan negatif dari masyarakat. Meskipun begitu hambatan tersebut bukan menjadi halangan untuk menggunakan cadar, hal itu dapat dijadikan motivasi untuk menjalaninya. Interaksi bukan penghalang bagi mereka yang memakai cadar, hanya saja ada bebarapa orang yang masih belum dapat menerima kehadiran meraka. Bentuk komunikasi lah yang menentukan interaksi meraka dengan masyarakat, bagaimana mereka berinteraks dan begaimana masyarakat menilai merekai. Ada pun wanita bercadar yang menutup dirinya untuk berinteraksi, itulah yang menyebabkan masyarakat memiliki stigma negatif terhadap wanita bercadar.This research entitled “Phenomenology of Communication Pattern on Niqab Women”. The research aims to know how the process a woman wear niqab, to know the changing felt after wear niqab, and to know the communication pattern between niqab women with society. The result shows that the beginning of wearing niqab, informant faces many obstacles, such as family who disagree with niqab and society negative perception. However, the obstacles was not a hinder to wear niqab, yet as motivation. Interaction was not a hinder to wear niqab. Only some people who haven’t ready to accept niqab. The form of communication that able to determine interaction process with society, how the interaction, and how society judgment. There was niqab woman who closed herself from interaction and this was the cause of negative stigma from society to them.

104623416G1B008070ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN RHODAMINE-B PADA MINUMAN ES YANG DIJUAL
DI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS
Rhodamine-B merupakan zat pewarna sintetis yang dilarang penggunaannya dalam makanan menurut Permenkes No. 722/Menkes/Per/IX/88. Akan tetapi masih digunakan untuk mewarnai minuman es yang dijual oleh para pedagang di Sekolah Dasar dan dikonsumsi oleh siswa-siswa SD. Harga zat pewarna yang murah menjadi salah satu alasan produsen menggunakan rhodamine-B untuk mewarnai minuman es. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan rhodamine-B dan faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan rhodamine-B pada minuman es. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 30 pedagang dan produsen minuman es yang berada di lingkungan SD pada wilayah Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dengan uji chi square. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, dari 30 sampel minuman es terdapat 3 sampel (10%) mengandung rhodamine-B. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berumur 40-49 tahun (36,7%), sebagian besar adalah perempuan (80%), (76,7%) responden dengan tingkat pendidikan dasar, (56,7%) pengetahuan responden baik, (76,7%) sikap responden baik, (100%) responden menyatakan harga pewarna terjangkau, (100%) responden menyatakan mudah mendapatkan pewarna makanan, (93,3%) responden tidak pernah dilakukan pengawasan, (96,7%) responden tidak pernah mendapat penyuluhan. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara sikap dengan penggunaan rhodamine-B pada minuman es (p=0,009). Sedangkan tingkat pendidikan (p=1,000), tingkat pengetahuan (p=0,070), pengawasan (p=1,000), dan penyuluhan (p=1,000) tidak menunjukkan adanya hubungan. Disarankan pada produsen dan pedagang minuman es untuk meningkatkan kesadaran tentang penggunaan zat pewarna sintetis yang akan digunakan untuk mewarnai minuman es.
Rhodamine-B is a synthetic dye that is banned for its use in foodstuff by No. Permenkes. 722/Menkes/Per/IX/88. However, it is still used to color iced drinks sold by snack sellers at Elementary School and consumed by elementary school students. The cheap price of dye is one of the reason snack sellers use rhodamine-B to color iced drinks. This study aims to determine the content of rhodamine-B and the factors related to the use of rhodamine-B on iced drinks. This study was an analytical study using cross-sectional approach. The research samples were 30 sellers and producers of iced drinks in the surrounding area of Elementary Schools on Kembaran District in Banyumas Regency using chi square test. Based on laboratory results, 3 out of 30 samples (10%) of iced drinks contained rhodamine-B. The results showed that the majority of respondents aged 40-49 years (36,7%), the majority were women (80%), (76,7%) of respondents had Elementary education, (56,7%) of respondents had fair knowledge, ( 76,7%) of respondents had good attitude, (100%) of respondents said dye price was affordable, (100%) of respondents stated that it was easy to obtain food coloring, (93,3%) of respondents had never been in supervisory control, (96,7%) of respondents never had any counseling. The results of the bivariate analysis showed that there was relation between attitudes and the use of rhodamine-B on iced drinks (p=0,009). While the level of education (p=1,000), the level of knowledge (p=0,070), control (p=1,000), and counseling (p=1,000) showed no relation. It is suggested to iced drink producers and sellers to raise the awareness about the usage of synthetic dyes for iced drinks coloring.
104633418F1A008043Pemberdayaan Perempuan Melalui Kegiatan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP)PNPM-MDPenelitian ini berusaha melihat pelaksanaan kegiatan SPP PNPM-MD di Desa Pahonjean Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap dalam upayanya memberdayakan masyarakat khususnya perempuan miskin. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana keterlibatan perempuan dalam program PNPM-MD dan bagaimana upaya pemberdayaan perempuan melalui program tersebut. Sasaran dalam penelitian ini yaitu perempuan penerima dana SPP dan pengurus PNPM-MD Desa Pahonjean. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), observasi, dan dokumentasi. Penelitian menunjukan bahwa keterlibatan perempuan dalam tahap perencanaan yaitu dalam proses penetapan usulan atau pembentukan program, keterlibatan perempuan untuk mengikuti pertemuan tersebut masih sangat kurang; pelaksanaan yaitu sebagian kelompok mampu mengelola kelompoknya dengan baik secara managerial dan sebagian lagi belum efektif; dan evaluasi yaitu perilaku kelompok pemanfaat dana ketergantungan terhadap modal pinjaman ditandai dengan meningkatkan jumlah dana pinjaman setiap periodenya. Pemberdayaan bidang ekonomi berupa pemberian dana untuk menambah modal usaha; bidang sosial berupa peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang belum maksimal; bidang politik berupa pengarahan kelompok untuk memiliki buku administrasi sendiri serta pembentukan kepengurusan dalam masing-masing kelompok; bidang psikologi memberikan dorongan, motivasi, dan kesadaran akan permasalahan dan kebutuhan melalui pengadaan pertemuan khusus kelompok perempuan.The Study want to see the implementation of PNPM-MD SPP activity in Pahonjean village, sub-district of Majenang, district of Cilacap, in efforts to empowerment of society, especially poor women. The purpose of study is to find out how women involvement in the PNPM-MD and how their empowerment effort by this program. The target of this study is the SPP fund women and the organizer of PNPM-MD Pahonjean village. The method of technique sampling uses purposive sampling.The data by doing deep interview, focus group discussion (FGD), observation, and documentation. The result of the study shows the women involvement in the planning phase, that is in the process of idea proposition or making the program decision of women involvement to attend the meeting is very low; the implementation phase, that is a half group can well organize their group in managerial way and the rest are not able yet to do it effectively; and evaluation phase, that is the behavior of fund applied group has reliance toward the monetary capital debt which is indicated by increasing debt fund in its each period. The empowerment efforts consist of four fields, they are: economy field which gives fund to increase business monetary capital and discipline guidance in giving back the installment payment; social field which improves the quality of human resources which is not maximum yet; political field which gives group guidance to have their own administration book and the forming of management in each group; psychology field which gives encouragement, motivation, and awareness of the problem and needs by holding a special meeting for women group.
104643419F1B008048TENAGA KERJA OUTSOURCING
(STUDI IMPLEMENTASI SISTEM OUTSOURCING DI PT PLN (PERSERO) AREA PELAYANAN DAN JARINGAN PURWOKERTO)
Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian negara adalah diterapkannya sistem outsourcing dalam dunia usaha baik sektor publik maupun sektor privat. Hal ini selain untuk menciptakan efisiensi dalam pengelolaan perseroan, juga untuk menyerap tenaga kerja lebih banyak, khususnya di lingkungan BUMN. Namun dalam pengimplementasiannya tidak dirasakan seimbang manfaatnya antara pemberi kerja dengan tenaga kerja.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi sistem outsourcing di sektor publik, khususnya di PT PLN (Persero) APJ Purwokerto. Adapun fokus yang dikaji adalah konten dan konteks kebijakan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan dipilih dengan menemukan key informan dan selanjutnya menggunakan snowball sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Peneliti menggunakan metode analisis interaktif dari Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam implementasi sistem outsourcing PT PLN (Persero) APJ Purwokerto terdapat kelemahan-kelemahan. Dalam hal ini tenaga kerja yang paling ditekankan untuk bekerja maksimal tetapi kurang didukung dengan kesejahteraan yang layak dari vendor ataupun dari PT PLN. Hal ini ditambah lagi dengan kurangnya perhatian terhadap UU Ketenagakerjaan dan kurangnya tertib administrasi dari pelaksana kebijakan menambah implementasi sistem outsourcing ini lebih memberatkan tenaga kerja.
One of the government's efforts to increase the country's economy is the implementation of outsourcing in the corporate domain both public and private sectors. Besides to create efficiencies in the company’s management, it is for absorbing more manpower, especially in governance corporate. But in its implementation is not perceived balance of the benefits between the corporate and manpower.
This research aims to describe the implementation of outsourcing system in the public sector, particularly in PLN, Inc., Service and Network of Purwokerto Area. The focus of research is the content and context of the policy.
This research used qualitative research method. The informants were chosen by finding key informan and using snowball sampling. Data were collected by using interviews, documentation, and observation. Researcher used Miles and Huberman’s interactive analysis method which included data collection, data reduction, data display and drawing conclusion.
The result showed that there are some weaknesses of the implementation outsourcing system in PLN, Inc., Service and Network of Purwokerto Area. In this outsourcing system, the manpower is the most stressed to work maximally but not supported with adequate welfare from the vendor or from PLN, Inc. this is added with the lack of attention of manpower law and less administration orderly from the implementers increase the implementation of outsourcing is more burdensome manpower.
104653420G1B008101HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN OLAHRAGA DAN PEMBERIAN OBAT PEREDA NYERI DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA SISWI SMA N 2 PURBALINGGA TAHUN 2012JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2012


INTISARI


ARDINAL DENIS SETYO AFANDI
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN OLAHRAGA DAN PEMBERIAN OBAT PEREDA NYERI DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA SISWI SMA NEGERI 2 PURBALINGGA TAHUN 2012


Dismenore merupakan kekakuan atau kejang dibagian bawah perut yang terjadi pada waktu menjelang atau selama menstruasi. Banyak wanita sering mengalami dismenore dan mengganggu aktifitasnya akan tetapi penanganan dismenore kurang mendapatkan perhatian. prevalensi di Indonesia diperkirakan sebanyak 55% wanita usia produktif mengalami dismenore. Setelah dilakukan studi pendahuluan di SMA Negeri 2 Purbalingga, dari 15 remaja putri yang diwawancarai 9 diantaranya mengalami dismenore. Latihan olahraga aerobic mampu mengurangi gejala-gejala gangguan menstruasi seperti dismenore yaitu mengurangi kelelahan dan stress. Penanganan dismenore juga dapat dilakukan dengan menggunakan obat analgesik, obat tradisional dan obat luar (dioles).
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kebiasaan olahraga dan pemberian obat pereda nyeri dengan kejadian dismenore.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Papulasi penelitian sebanyak 424 siswi dengan sampel sebanyak 90 siswi diambil secara acak menggunakan stratified random sampling. Teknik analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat.
Hasil yang didapat menunjukkan bahwa variabel kebiasaan olahraga (p=0.000) berhubungan dengan kejadian dismenore sedangkan pemberian obat pereda nyeri (p=0,527) tidak ada hubungan dengan kejadian dismenore.
Saran bagi siswi diharapkan dapat meningkatkan dan membiasakan olahraga secara rutin dan terencana agar dismenore yang dialami dapat segera berkurang.

Kata Kunci : Dismenore, olahraga, obat pereda nyeri
Kepustakaan : 42 ( Tahun 2001-2011)



PUBLIC HEALTH DEPARTMENT
FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCES
JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
PURWOKERTO
2012


ABSTRACT


ARDINAL DENIS SETYO AFANDI
RELATIONSHIP BETWEEN THE CUSTOM EXERCISE AND GRANTING THE INCIDENT SEDATIVES WITH DYSMENORRHEA IN STUDENT HIGH SCHOOL ON STATE 2 PURBALINGGA YEAR 2012


Dysmenorrhea is the stiffness or lower abdominal cramps that occur at the time before or during menstruation. Many women often experience dysmenorrhea and disrupt their activities but the treatment of dysmenorrhea received less attention prevalence in Indonesian is estimated as much as 55% of women of reproductive age experience dysmenorrhea. After a preliminary study in high school on state 2 Purbalingga, of 15 young women who were interviewed 9 of them had dysmenorrhea. Aerobic exercise can reduce the symtomp of menstrual disorders such as dysmenorrhea which reduces fatigue and stress. Handling dysmenorrhea can also be done using analgesic drugs, tradisional medicine, and external medicine (topical). The purpose of this study to determine whether there is a relationship berween exercise habits and pain medication with the incidence of dysmenorrhea. This study uses descriptive analytic cross-sectional approach. Many population of study as 424 students with a sample of 90 students drawn randomly using stratified random sampling. Data analysis techniques include univariate and bivariate analysis.
The results indicate that the variable exercise habits (p= 0,000) was associated with the incidence of dysmenorrhea while giving pain medication (p= 0,527) there was no association with the incidence of dysmenorrhea.
Advice for students is expected to increase and getting regular exercise, and planned to be experienced dysmenorrhea can be immediately reduced.

Keywords : Dysmenorrhea, exercise, pain medication
Literature : 46 (years 2001-2011)


104663426F1C008004ASPEK GENDER DALAM MEROKOK
(Studi Fenomenologi Tentang Konsep Diri Mahasiswi Perokok di lingkungan Kampus FISIP Universitas Jenderal Soedirman)
Penelitian ini berjudul “ASPEK GENDER DALAM MEROKOK (Studi Fenomenologi Tentang Konsep Diri Mahasiswi Perokok di Lingkungan Kampus FISIP Universitas Jenderal Soedirman)“. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep diri mahasiswi perokok dan mengetahui cara mahasiswi perokok menyikapi stereotipe negatif terhadap aktivitas merokok di lingkungan kampus FISIP Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Untuk tujuan tersebut peneliti menggunakan pendekatan fenomenologi dan kajian teori interaksionisme simbolik sebagai theoretical framework. Informan dalam penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling.

Hasil dari Penelitian ini adalah mahasiswi perokok di lingkungan kampus FISIP Universitas Jenderal Soedirman cenderung memiliki konsep diri yang memandang dirinya positif. Mahasiswi perokok memang merasa terganggu dengan labeling negatif yang ditujukan pada diri mereka, terutama menyangkut peran mereka sebagai perempuan , tetapi hal tersebut tidak menjadikan mereka menghentikan kebiasaan tersebut karena rokok dianggap sebagai benda yang netral, merokok merupakan pilihan hidup dan hak bagi setiap manusia untuk dapat bersama-sama dinikmati tanpa dibedakan jenis kelaminnya serta sebagai pemenuh kebutuhan biologis.
The research is entitled “GENDER ASPECT IN SMOKING” (Phenomenological Study About Self-Concept Of Female Smoking Student in FISIP’s Campus of Jenderal Soedirman University). The aim of the research is finding out the self-concept of female smoking student and finding out the female smoker’s way in responding negative stereotype toward smoking in in FISIP’s campus of Jenderal Soedirman University. To answer such aims, the researcher used phenomenological approach and symbolic interactionism theory as theoretical framework. As for choosing the informant for the research, Purposive sampling technique is used.

The result shows that the female smoking studentsin FISIP’s campus of Jenderal Soedirman University tend to have a self-concept which yield a positive perspective toward themselves. The female smokers indeed felt annoyed by the negative labeling directed at them, especially when the negative labeling is attached to their role as women, but the labeling did not stop the smoking habit because cigarette is considered as neutral thing to be enjoyed by everybody, and smoking is a matter of choice in life so it is their right as human to freely enjoy smoking without being differentiated by gender. As for the female smokers, smoking is considered as the act of fulfilling biological need
104673430F1B007008KEMAMPUAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGELOLAAN JALAN KABUPATEN DI KABUPATEN BANYUMASABSTRAK
Penelitian ini menggunakan pendekatan manajemen dari Luther Gullick yaitu planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting, budgeting (POSDCoRb). Dalam penelitian ini hanya menggunakan empat fungsi saja dengan hasil pada aspek Planning (perencanaan), perencanaan pengelolaan jalan di wilayah Kabupaten Banyumas tidak melibatkan masyarakat secara langsung. Keterlibatan masyarakat adalah pada proses musrenbang desa sebagai tahap awal perencanaan pengelolaan jalan. Dalam musrenbang kabupaten tersebut akan ada penentuan melalui skala prioritas untuk memilih jalan mana yang membutuhkan pengelolaan mendesak. Aspek organizing (pengorganisasian), dalam aspek pengorganisasian ini, pembagian tugas sesuai dengan tugas SKPD per bidang. Pihak – pihak yang terlibat dalam pengelolaan jalan ditentukan melalui musrenbang kabupaten setelah sebelumnya diadakan kompetisi untuk memilih pihak yang berhak melakukan proyek pengelolaan jalan. Aspek staffing pada pengelolaan jalan diserahkan kepada pihak ketiga yakni kontraktor yang sebelumnya mengajukan diri untuk mengikuti tender yang diadakan oleh pihak pemerintah daerah. Jenis pengerjaan yang dilakukan adalah pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan jalan. Aspek budgeting (penganggaran), dana untuk pengelolaan jalan didapatkan dari APBD dan APBN melalui DAK.

Kata kunci : manajemen jalan raya, desentralisasi, pemerintah daerah.
ABSTRACT


This study uses the management approach of Luther Gullick, namely planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting, budgeting (POSDCoRb). In this study using only the four functions only with the aspects of the Planning, planning the management of roads in the district of Banyumas not involve the public directly. Community involvement is at the village budget planning as early stages of planning the management of the road. In this district there will musrenbang through priority setting to choose which path requires urgent management. Aspects of organizing, the aspect of this organization, division of tasks according to task SKPD per field. Parties - the parties involved in the management of roads is determined by the district after the previous musrenbang held a competition to choose the party entitled to do the project management of the road. Staffing aspects of the management of roads handed over to a third party contractor that previously volunteered to participate in a tender held by the local government. Type of work undertaken is the construction, maintenance and repair of roads. Aspects of budgeting, management of road funds to be obtained from the local budget and state budget through the DAK.

Key words: highways management, decentralization, local governments.

104683342G1G008016EFEK ANTI BAKTERI EKSTRAK DAGING BUAH AVOKAD
(Persea americana) TERHADAP PERTUMBUHAN
BAKTERI Porphyromonas gingivalis
Salah satu penyakit periodontal yang banyak dijumpai adalah periodontitis. Periodontitis disebabkan oleh 90% bakteri anaerob dan 75% bakteri gram negatif, salah satunya yaitu bakteri P. gingivalis. Alternatif untuk pengobatan penyakit periodontal salah satunya adalah dengan memanfaatkan bahan alam seperti buah avokad. Avokad (Persea americana) mengandung zat metabolik sekunder seperti flavonoid, tanin, glutation, lesitin, saponin, dan alkaloid yang dapat berperan sebagai antibakteri. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengidentifikasi kandungan flavonoid dalam ekstrak buah avokad secara kualitatif dan kuantitatif serta mencari konsentrasi ekstrak buah avokad yang mampu menghambat 50% pertumbuhan bakteri P. gingivalis yang dinyatakan dengan nilai IC50. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoris dengan post test only control group design. Pembuatan ekstrak dibuat dengan metode maserasi, identifikasi senyawa dilakukan menggunakan KLT serta uji daya hambat dilakukan dengan metode sumuran. Data yang diperoleh dari uji daya hambat antibakteri berupa diameter zona hambat untuk menentukan persentase daya hambat dan dilakukan analisis probit untuk mengetahui nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daging buah avokad memiliki kadar flavonoid sebesar 0,573%. Ekstrak daging buah avokad mempunyai efek antibakteri terhadap bakteri P. gingivalis yang dinyatakan dengan nilai IC50 sebesar 68,55%.
One of periodontal disease which often found is periodontitis. Periodontitis caused by 90% anaerob bacteria dan 75% gram negative bacteria, one of them is Porphyromonas gingivalis. The alternative treatment of periodontal disease is by utilizing natural ingredients such as avocado. Avocado (Persea americana) contain secondary metabolic substances such as flavonoids which can act as an antibacterial. The purpose of this study was to identify the content of flavonoids in avocado extract in qualitatively and quantitatively as well as looking for avocado extract concentration to inhibit 50% bacteria P. gingivalis which shown by IC50 values. The method research used laboratory experimental with post-test only control group design. Manufacture of extracts prepared by maceration method. Identification of compounds made using TLC and the inhibition test carried out by diffusion method. The result shows inhibition zone diameter to determine the percentage of the inhibition and done a probit analysis to know the IC50 values. The results showed that the avocado extracts had level of flavonoids 0,573%. The avocado extract have antibacterial effect to bacteria P. gingivalis stated with IC50 value is 68,55%.
104693339G1G008002UJI STRAIN IN COMPRESSION, SETTING TIME DAN REPRODUCTION
OF DETAIL TERHADAP ALGINATE IMPRESSION MATERIAL HASIL
SINTESIS MODIFIKASI BAHAN PENGISI
Bahan cetak alginat sampai sekarang masih banyak digunakan di Kedokteran Gigi dengan alasan penanganannya mudah, alat yang dipergunakan relatif sederhana, elastis, cukup akurat apabila penanganannya secara tepat dan relatif lebih murah. Tujuan penelitian ini adalah menguji strain in compression, setting time dan reproduction of detail terhadap alginate impression material hasil sintesis modifikasi bahan pengisi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoris. Sintesis menggunakan bahan-bahan kimia yang beredar di pasaran Indonesia. Pengujian strain in compression menggunakan alat uji kekuatan tarik Mesdanlab Strenght, pengujian setting time dan reproduction of detail menggunakan alat ukur kedalaman yang dimodifikasi. Data yang diperoleh untuk strain in compression optimal sebesar 1, 353 N, sedangkan standarnya adalah 0,37-0,69 N/mm, setting time yaitu 03:37,14 s, sedangkan standar fast setting (1-2 menit) atau normal setting (2-4 menit). dan reproduction of detail yaitu 9,25 mm. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan material dengan kualitas bagus dan mempunyai media penyimpanan yang tepat agar tidak terkontaminasi, komposisi yang tepat, meneliti karakteristik alginate impression material yang lain yaitu working time, recovery form deformation, compressive strength, compatibility with gypsum, deterioration dan dimensional stability.


Alginate impression material are favourite used in dentistry because easy to handle, the tool used is relatively simple, elastic, more accurate than non elastic impression material and reatively cheaper. The purpose of this study was to test the strain in compression, setting time and the reproduction of detail of the alginate impression material synthesized modified fillers. The research method used was experimental laboratory. Synthesis using chemicals on the market in Indonesia. Strain in compression testing using a tensile strength tester Mesdanlab Strength, setting time and reproduction of detail using a modified depth gauge. The result were obtained for optimal strain in compression of 1, 353 N while the standart is 0.37-0.69 N/mm, setting time is 03:37,14s while setting the standard fast (1-2 minutes) or normal setting (2-4 minutes) and reproduction of detail that is 9.25 mm. Further researcher are expected to use good quality materials and have the appropriate storage to avoid contamination, the exact composition, examines the other characteristics of alginate impression material such as working time, recovery form deformation, compressive strength, compatibility with gypsum, deterioration and dimensional stability.

104703431F1A007076PERILAKU HIDUP SEHAT PEREMPUAN OBESITAS
PADA MASYARAKAT PURWOKERTO BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku hidup sehat perempuan obesitas pada masyarakat Purwokerto Barat, baik dari pola makan, pengetahuan mengenai bahaya obesitas, dan upaya menjaga kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian ini perilaku hidup sehat perempuan obesitas pada masyarakat Purwokerto Barat mengenai pola makan penderita masih rendah dalam pengaturan pola makannya, pengetahuan bahaya obesitas dan upaya menjaga kesehatannya baik penderita obesitas yang disertai penyakit maupun tidak, dikarenakan masih kurangnya kesadaran dan konsistensi yang dimiliki penderita, kurangnya ketersediaan fasilitas edukasi konseling gizi dan upaya menjaga kesehatannya, baik dari upaya preventif, kuratif dan promotif masih cukup kurang baik. Penderita obesitas baik yang disertai penyakit maupun tidak, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang perilaku hidup sehat dan disarankan untuk berkonsultasi dengan unit-unit pelayanan kesehatan. Bagi unit pelayanan kesehatan diharapkan lebih meningkatkan sosialisasi pada masyarakat.


This research intent to describe the behavior of healthy obese women at Purwokerto West Society, both diet, knowledge about the dangers of obesity, and efforts to maintain health. The research method used is descriptive qualitative. Informant selection method used was purposive sampling. The results of this research of healthy behavior obese women at Purwokerto West Society of the diet is low in patients with diet regulation, knowledge of the dangers of obesity and efforts to maintain their health both obese and non-disease accompanied, due to the lack of awareness and consistency owned sufferers, availability of nutrition education counseling and and efforts to maintain health, both from the preventive, curative and promotive still not good enough. Whether obese people with the disease or not, expected to increase knowledge of healthy behavior and advised to consult a health care units. For health care is expected to further enhance the dissemination to the public.

104713438G1F008083EVALUASI KEAMANAN JAMU PELANGSING X TERHADAP FUNGSI HATI PADA TIKUS BETINA GALUR WISTARJamu pelangsing umumnya digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga perlu dilakukan pembuktian secara ilmiah mengenai keamananya apabila dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keamanan jamu pelangsing X terhadap fungsi hati tikus betina berdasarkan nilai ALT, serta gambaran histopatologi hati.
Jamu pelangsing X diberikan pada tikus wistar betina selama 30 hari dengan dosis 0,162 gr/200 grBB/hari; 0,486 gr/200 grBB/hari; 1,458 gr/200grBB/hari. Parameter yang diamati yaitu, perubahan kadar ALT sebelum dan sesudah perlakuan, gejala toksik dan histopatologi hati. Data kadar ALT sebelum dan sesudah perlakuan dianalisis menggunakan paired t-test, dan perbedaan nilai ALT sesudah perlakuan antar kelompok dianalisis menggunakan ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil histopatologi hati dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil pengukuran kadar ALT serum darah tikus pada kelompok kontrol maupun perlakuan antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan jamu pelangsing selama 30 hari, tidak menunjukkan adanya perbedaan bermakna. Hasil analisis uji beda antar kelompok, tidak ada perbedaan bermakna pada kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan. Pemeriksaan histopatologi hati menunjukkan adanya sel radang sekitar pembuluh darah dari kelompok dosis 0,486 gr/ 200grBB/hari dan dari kelompok dosis 1,458 gr/ 200grBB/hari, serta adanya infiltrasi sel radang pada jaringan di sekitar pembuluh darah dari kelompok dosis 0,162 gr/ 200grBB/hari.
Slimming herbal commonly was used for a long time, so we need scientific evidence regarding the savety if consumed continuously in a long time. This study aimed to evaluate the safety of slimming herbal X on liver function in female rat based on the value of ALT, and liver histopathology picture.
Slimming herbal X was given to female wistar rats for 30 days at dose of 0.162gr/200 grBB / day; 0.486 gr/200 grBB / day; 1.458 gr/200grBB/hari. Observed parameters i.e., ALT levels changes before and after treatment and liver histopathology. Data ALT levels before and after treatment were analyzed using paired t-test, and differences in post-treatment ALT values between groups were analyzed using ANOVA with a level of 95%. The result of liver histopathology were analyzed by qualitative descriptive.
The results of measurements of rat blood serum ALT levels between before and after and given a herbal slimming treatment showed no significant differences in the control group and the treatment group. The results of the analysis of different test between groups, no significant differences in the control group and the treatment group. Histopathological examination of the liver showed that there were inflammatory cells surrounding the blood vessels at dose 0.486 g / 200grBB/day and dose 1.458 g / 200grBB/hari, as well as the infiltration of inflammatory cells in the tissue around the vessels blood of dose 0.162 g / 200grBB/day.
104723442G1B007113FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PERAWATAN KESEHATAN NEONATUS PADA PRIMIPARA DI KABUPATEN PURBALINGGA (Studi Kasus di RSUD Kabupaten Purbalingga)Angka Kematian Bayi 20 per 1000 kelahiran hidup terenggut nyawanya dalam rentang waktu 0-28 hari pasca kelahiran (Riskesdas 2007). Menurut Bappenas (2004) salah satu penyebab tingginya kematian bayi adalah rendahnya perilaku masyarakat dan keluarga yang dapat menjamin kehamilan, kelahiran, dan perawatan bayi baru lahir yang lebih sehat. Rendahnya perilaku dalam perawatan bayi baru lahir disebabkan kurangnya pengetahuan akan perawatan bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku perawatan kesehatan neonatus pada primipara di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan metode crossectional. Sampel penelitian ini ibu yang melahirkan anak pertama di RSUD Kab Purbalingga yang berjumlah 56 ibu. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji Chi-Square).Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,002), dukungan keluarga (p=0,000), peran tenaga kesehatan (p=0,030) dan sumber informasi (p=0,001) dengan perilaku perawatan neonatus. Variabel yang tidak ada hubungan dengan perilaku perawatan neonatus, antara lain tingkat pendidikan (p=0,592) dan Usia (p=1,000). Saran yang dapat diberikan adalah meningkatkan penyuluhan perawatan bayi baru lahir untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu primipara beserta keluarga seperti suami ataupun orang tua yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang ada di RSUD Kabupaten Purbalingga.New-born mortality rate 20 per 1000 live births died in the time-span of 0-28 days after birth (Riskesdas 2007). According to the National Development Planning Agency (2004), one of the causes of high new-born mortality was the low behavior of communities and family that could guarantee more healthy pregnancy, birth and newborn care. The low behavior on newborn care was due to the lack of knowledge and treatments on newborn care. This study aimed to determine the factors related to neonatal health care behavior of primipara in Purbalingga. This study was an observational study using crossectional design method. This study samples were mothers who gave birth to their first child in Government Hospital of Purbalingga, amounting to 56 mothers. Analysis of data used univariate and bivariate analyses (Chi-Square test). The results showed that there were relationship between the behavior of neonatal care with knowledge (p = 0,000), behavior (p = 0,001), family support (p = 0,000), the role of health care personnel (p = 0.030) and sources of information (p = 0,001). Variables that had no relationship with the behavior of neonatal care were the level of education (p = 0,259) and age (p = 1,000). It is strongly advisable to improve education such as a simulation of newborn care to improve the knowledge and behavior of primipara mothers and their families such as husband or parents conducted by health personnel in Government Hospital of Purbalingga.
104733459G1F008013AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN PARE (Momordica charantia) SEBAGAI PENUMBUH RAMBUTDaun pare telah digunakan secara empiris oleh masyarakat untuk mengatasi rambut rontok dan menyuburkan rambut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun pare sebagai penumbuh rambut dan tingkat rasio anagen-telogen histologi folikel rambut hewan uji.
Ekstrak daun pare diperoleh dengan maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak dibuat dalam 3 dosis yaitu dosis 1,5%, 4,5% dan 13,5%. Hair tonic kina digunakan sebagai standar. Ekstrak daun pare diidentifikasi kandungan metabolit sekundernya dengan menggunakan pereaksi warna dan diuji aktivitas pertumbuhan rambutnya terhadap 3 kelinci dengan metode Tanaka yang dimodifikasi. Parameter yang diamati adalah AGD (Average Growth Daily-Gain) dan histologi folikel rambut hewan uji. Nilai AGD dari setiap perlakuan dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95%, bila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji LSD, sedangkan hasil pengamatan histologi dianalisis secara deskriptif.
Hasil identifikasi menunjukkan ekstrak etanol daun pare mengandung senyawa saponin, flavonoid dan alkaloid. Ekstrak daun pare dosis 13,5% menunjukkan aktivitas sebagai penumbuh rambut paling baik dengan nilai AGD sebesar 0,217 mm/ hari, sedangkan rasio anagen-telogen paling tinggi terdapat pada kelompok perlakuan ekstrak daun pare dosis 1,5%.
Bitter melon (Momordica charantia ) leaves used to treating hair loss and nourishing hair in the community. The aim of this research were to investigate activity of ethanolic extract of bitter melon (Momordica charantia) leaves as hair growth and investigate ratio of anagen-telogen in histology study.
Simplisia was extracted by maseration with etanol 70%. Extract was made in 3 doses, they were 1,5%, 4,5% and 13,5% b/v. Quinine hair tonic was used as standard. The secondary metabolite compound was identified and hair growth activity were examined in 3 rabbit by Tanaka methods with modification, then AGD (Average Growth Daily-Gain) was determined and hair follicles was observed histologically. The result of hair growth activity was analyzed using one way ANOVA test with 95% confidence level, if there were differences between groups then followed by LSD test.
The results showed that ethanol extract of bitter melon leaves contain saponin, flavonoid and alkaloid. Dose of 13,5% bitter melon extracts gave the best activity as hair growth promoter with AGD 0,217 mm/day, while the highest ratio anagen-telogen was 1,5% dose of bitter melon extracts leaves.
104743444G1F007018FORMULASI GEL ANTISEPTIK EKSTRAK ETANOL DAUN Mirabilis jalapa DENGAN BASIS METHOCEL K15M PREMIUM EP DAN AKTIVITASNYA TERHADAP Escherichia coli.Daun Mirabilis jalapa merupakan tananam yang mengandung flavonoid, saponin, alkaloid, dan terpenoid yang memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah membuat formula sediaan gel antibakteri dari ekstrak etanol daun M. jalapa yang memenuhi syarat evaluasi sifat fisik dan stabilitas fisik selama penyimpanan serta mengetahui aktivitas antibakterinya pada E. coli.
Ekstrak etanol 70% daun M. jalapa dibuat sebanyak 4 formula dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol M. jalapa yaitu 1%, 3%, 5%, dan 7%. Gel yang dihasilkan diuji sifat fisik dan kestabilan fisik sediaan. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran dengan menggunakan kontrol positif (gel antis) dan kontrol negatif (Gel tanpa ekstrak). Data pengukuran pH, homogenitas, dan stabilitas fisik sediaan gel dianalisis secara deskriptif sedangkan pengukuran viskositas, daya sebar, dan daya lekat dianalisis dengan uji ANAVA satu arah (P.95%) dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Data diameter zona hambat dari setiap sediaan dianalisis menggunakan uji ANAVA satu arah (P.95%) dan bila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji HSD Tukey.
Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak dan lama penyimpanan dalam sediaan gel menyebabkan daya sebar menurun, viskositas meningkat, daya lekat meningkat, pH stabil dan homogenitas pada berbagai formula gel selama penyimpanan. Semua sediaan gel menunjukkan aktivitas antibakteri. Hasil uji aktivitas antibakteri gel ekstrak etanol daun M. jalapa menunjukkan Formula IV memiliki zona hambat tertinggi yaitu sebesar 29,77 mm dan yang paling mendekati kemampuan kontrol positif. Hasil analisis statistik terdapat perbedaan signifikan antarformula kecuali antarformula 1 dan 2 untuk pengukuran viskositas, daya sebar, daya lekat dan diameter zona hambat.
Kata Kunci : Mirabilis jalapa, Formulasi gel, Escherichia coli.

Mirabilis jalapa leaves contain flavonoid, saponin, alkaloid and terpenoid which has antibacteria activity. Ethanol extract of it was gel formula used. The objective of this research were to create antibacteria gel formulation of M. Jalapa that meet the evaluation phsycal properties requirement during storage and the effectivity of it to E. coli.
Extract 70 % was used to extract ethanol leaves M. jalapa made with 4 formula with variations gel concentration extract ethanol M. jalapa 1 %, 3 %, 5 %, and 7 %. Gel produced tested physical properties and stability physical preparation. Test antibacterial activity performed with cup plate technique by using control positively (gel antis) and control negatively (gel without extract). Data of measurement of the pH of homogeneity, and stability physical preparation gel analyzed in descriptive, while the measurement of viscosity power spread, and southwestern attaching analyzed by test ANAVA one way (P.95 %) and continued with test BNT (different real smallest). The diameter of a zone obstruent of any data analysis using test preparation ANAVA one way (P.95 %), and when there is a difference continued with HSD tukey test.
The results showed that an increased concentration of extracts and long stowage in preparation gel causing power spread to decline the viscosity of increasing attaching increased resources pH stable and of homogeneity on various formula gel for storage. All preparation gel show antibacterial activity. The results of the test antibacterial activity gel extract ethanol leaves M. jalapa show formula having a zone is as much as an obstruent highest 29,77 mm and most likely the ability to control positive. The result of statistical analysis there are significant differences between formula except between formula 1 and 2, to the measurement of viscosity power spread, southwestern attaching and diameter of an obstruent zone.
Key words : Mirabilis jalapa, gel formulations, Escherichia coli.
104753651F1F007016Olivia's Bad Dream Of Murder Mystery As Reflected In Cold Blooded Novel By Lisa JacksonAbstrak
Penelitian ini berjudul “Olivia's Bad Dream Of Murder Mystery As Reflected In Cold Blooded Novel By Lisa Jackson”. Penelitian ini merupakan interpretasi mimpi-mimpi dari tokoh utama di novel Cold Blooded. Terdapat tiga mimpi yang dianalisis dalam skripsi ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang mimpi-mimpi buruk yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Cold Blooded yaitu seorang mahasiswi program pasca sarjana di New Orleans bernama Olivia Benchet.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu dengan menjelaskan tentang arti mimpi-mimpi buruk Olivia Benchet yang dilihat dari sudut pandang teori Psikoanalisis oleh Sigmund Freud. Arti mimpi-mimpi buruk tersebut diperoleh dari cara kerja mimpi dan sumber dan rangsangan mimpi. Terdapat dua arti utama mimpi yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu mimpi sebagai pemenuhan harapan (keinginan Olivia untuk mengetahui siapa pembunuh sebenarnya setelah ia membaca Koran lama dan ayahnya adalah pendeta) dan cara kerja mimpi (kondensasi, penggantian, symbol dan elaborasi).
Abstract
The research is entitled “Murder Mystery as Reflected in Cold Blooded Novel by Lisa Jackson”. It is about the interpretation of the main character’s dreams in Cold Blooded novel. There are three dreams that are analyzed in this thesis. The purpose of this research is to give more information about the meaning of dreams experienced Olivia Benchet who studied psychology in her post graduate program in All Saints. This research uses a qualitative descriptive method and that describes about the Olivia’s bad dreams’ meaning seen from psychoanalytic theory by Sigmund Freud. The dreams’ meanings come from dream work and dream source and stimuli. There were two major meanings found in this research; dream as wish fulfillment (a wish that Olivia wants to know who is the real murderer after she reads an old newspaper and she hates her father who is a priest) and dream work (Condensation, elaboration, displacement and symbolism).
104763446F1A008033NASIONALISME A LA SUPERMAN IS DEAD
(Studi Hermeneutik Terhadap Karya-Karya Grup Musik Punk Rock Asal Bali
Superman Is Dead)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karya-karya grup musik punk rock asal Bali Superman Is Dead, terutama yang berkaitan dengan semangat nasionalisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan hermeneutik sebagai alat analisisnya. Sedangkan sasaran penelitiannya adalah lirik lagu grup band Superman Is Dead, terutama yang berkaitan dengan tema nasionalisme. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa semangat nasionalisme di Indonesia saat ini dirasakan semakin menurun. Berkaitan dengan hal tersebut Superman Is Dead mencoba membangkitkan kembali semangat nasionalisme tersebut lewat jalur musik. Dalam karyanya Superman Is Dead mencoba menggambarkan bentuk nasionalisme yang pemaknaannya cukup berbeda dengan makna nasionalisme yang dikenal selama ini. Bentuk-bentuk nasionalisme tersebut antara lain berkaitan dengan pola hidup konsumtif, kelestarian lingkungan, menghargai perbedaan, serta persatuan dan kesatuan.

Kata Kunci : Nasionalisme dan Musik
This research is aimed to analyze the works of Bali’s punk rock band Superman Is Dead, especially those which are related to the spirit of nationalism. The method used in this research is a qualitative by using hermeneutics as analysis tool. While the target of this research are the lyrics of the songs of Superman Is Dead band, especially those which are related to the theme of nationalism. The result of this research note is that the spirit of nationalism in Indonesia is currently perceived declining. In relation, Superman Is Dead tried to revive the spirit of nationalism through musical path. By its works Superman Is Dead tried to describe a form of nationalism which has meaning quite different from the meaning of nationalism known so far. Those forms of nationalism, among others are related to consumptive lifestyles, environmental sustainability, respect for differences, as well as the unity and integrity.

Key Words : Nationalism and Music
104773447G1F008003EFEKTIVITAS DAN DRUG RELATED PROBLEMS PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PNEUMONIA ANAK DI RSUD BANYUMASPenanganan pneumonia yang tidak tepat dan tidak efektif dapat menimbulkan infeksi berulang yang berlanjut. Selain itu, dapat menimbulkan komplikasi atau kejadian tak diinginkan terkait drug related problems, sehingga outcome terapi tidak akan tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan efektivitas penggunaan antibiotika dan mengevaluasi drug related problems (DRPs) kategori ketepatan obat dan regimen dosis pemberian antibiotika pada pneumonia anak.
Penelitian ini bersifat retrospektif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sampel (n=20) yang digunakan adalah pasien anak (0-3 tahun) dengan diagnosis tunggal pneumonia dan data diperoleh dari rekam medis pasien. Data berupa penurunan respiratory rate (RR) disajikan dalam bentuk persentase untuk dapat menggambarkan efektivitas penggunaan terapi. Data terapi yang diberikan pada pasien dilakukan analisis kejadian DRPs (tepat obat dan tepat regimen dosis). Standar yang digunakan yaitu Drug Information Handbook 18th Edition dan Pedoman Pelayanan Medis IDAI 2010.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase efektivitas dari antibiotika yang diberikan, yaitu seftriakson sebanyak 100%, kombinasi ampisilin dan kloramfenikol sebanyak 83,33%, kombinasi ampisilin dan gentamisin sebanyak 100%, dan kombinasi sefotaksim dan amikasin sebanyak 66,67% sedangkan ampisilin 0%. DRPs kategori ketepatan obat terjadi ketidaktepatan penggunaan kombinasi sefotaksim dan amikasin sebanyak 3 kasus (12%) dan seftriakson sebanyak 1 kasus (4%), serta kategori ketepatan regimen dosis sebanyak 100% tepat regimen dosis.
The handling of pneumonia improper and ineffective may cause recurrent infections and continues. Moreover, it may cause complications or unwanted incident about drug related problems, so therapy outcome wouldn’t achieved. This research describe about the effectiveness of the antibiotics usage and the evaluation of drug related problems (DRPs) category of meditation accuracy and the dosage regimen for giving antibiotics of childhood pneumonia.
This research is a retrospective and using qualitative descriptive methods. The sample (n = 20) were used in child patients (0-3 years old) with a single diagnosis of pneumonia and the data obtained from patient records. The data is a decrease in respiratory rate (RR) that presented in a percentage in order to illustrate the effectiveness of therapy. The data which has given to the patients were analyzed the incident DRPs (right meditation and right dose regimen). The Standards used were Drug Information Handbook 18th Edition and Guidelines for Medical Services IDAI 2010.
The results showed that percentage in the effectiveness of antibiotics given, namely ceftriaxone as much as 100%, the combination of ampicillin and chloramphenicol as much as 83.33%, the combination of ampicillin and gentamicin as much as 100%, and the combination of cefotaxime and amikacin as much as 66.67% and 0% ampicillin. DRPs category of the drugs accuracy occurs combination of cefotaxime and amikacin usage as much as 3 cases (12%), categories of accuracy dosing regimens as much as 100% right dosage regimen.
104783450G1F008054EFEK SITOTOKSIK FRAKSI DARI EKSTRAK METANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata) PADA SEL KANKER PAYUDARA T47DDaun sirsak (Annona muricata) mengandung senyawa acetogenin annonaceus yang memiliki efek sitotoksik pada berbagai sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan fraksi dari ekstrak metanol daun sirsak yang memiliki aktivitas sitotoksik terbaik terhadap sel kanker payudara T47D.
Penelitian ini dilakukan dengan ekstraksi menggunakan pelarut metanol dan fraksinasi dengan metode kromatografi kolom menggunakan berbagai pelarut antara lain n-heksan, kloroform, etil asetat, dan metanol. Uji sitotoksik dilakukan dengan metode MTT assay. Data hasil absorbansi digunakan untuk menentukan persen sel hidup yang kemudian dianalisis probit menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solution) sehingga di dapat nilai IC50.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi dari ekstrak metanol daun sirsak yang memiliki aktivitas sitotoksik terbaik terhadap sel kanker payudara T47D adalah fraksi kloroform dengan IC50 sebesar 23.939 µg/mL.
The leaves of the soursop (Annona muricata) contain annonaceus acetogenin that have cytotoxic effects on various cancer cells. The purpose of this study was to determine the fraction of methanol extract of soursop that has the best cytotoxic activity against T47D human breast cancer cells.
The research was carried out by extraction using methanol and fractionation by column chromatography method that use various solvents such as n-hexane, chloroform, ethyl acetate, and methanol. Cytotoxic test performed by the method of MTT assay. The absorbance data, which were used to determine the percent of living cells, were then analyzed using the probit in SPSS (Statistical Product and Service Solution) program to obtain the IC50 values.
The results showed that the fraction of methanol extract of soursop leaves that has the best cytotoxic activity against T47D human breast cancer cells is the fraction of chloroform with IC50 values of 23.939 µg/mL.
104793452F1C007034Konsep Diri dan Komunikasi Antar Persona Ekstapol Pulau Buru di Kabupaten GarutPenelitian ini mengambil judul Konsep Diri dan Komunikasi Antar Persona Ekstapol Pulau Buru di Kabupaten Garut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep diri dan komunikasi antar persona Ekstapol pulau Buru dengan lingkungannya dan sesama Ekstapol. Berdasarkan atas analisis data kualitatif maka dapat disimpulkan bahwa Ekstapol pulau Buru di kabupaten Garut memiliki konsep diri yang positif. Komunikasi antar persona yang terjadi antara Ekstapol dan lingkungannya mampu terjalin dengan baik. Terjalinnya komunikasi antar persona yang baik tidak terlepas dari konsep diri positif yang ditunjukan para Ekstapol.This research entitled Self-Concept and Interpersonal Communication of Ekstapol (Former of Political Prisoner) Buru in Garut. The purpose of this research is to find out the self-concept and Interpersonal Communication of Ekstapol Buru with their environment and each other. Based on qualitative data analysis it can be concluded that Ekstapol Buru island in Garut has a positive self-concept. Interpersonal comunication that occurred between Ekstapol and their environment has well-maintained. And also interpersonal communication that exists between fellow Ekstapol are good. This good communication can not be separated from the positive self-concept indicated by the Ekstapol.
104803389F0A009060EVALUASI KINERJA PEGAWAI PADA KOPERASI PEKERJA PT PERTAMINA PATRA WIJAYAKUSUMA CILACAPDalam pelaksanaan Kerja Praktik ini penulis melakukan observasi di Koperasi Pegawai Pertamina (KOPAMA) Cilacap mengenai evaluasi kinerja pegawai di koperasi tersebut. Penulis mendasarkan proses observasi ini dengan menggabungkan beberapa teori ahli mengenai indikator-indikator penilaian kinerja pegawai seperti: kemampuan diri pegawai, sikap, kerja, disiplin waktu, hubungan ketenagakerjaan, dan loyalitas pegawai.
Koperasi Pegawai Pertamina (KOPAMA) adalah koperasi yang beranggotakan para pekerja PT Pertamina UP IV Cilacap.Seperti koperasi pada umumnya KOPAMA memprioritakan usahanya untuk kesejahteraan anggotanya. Keadaan personalia KOPAMA terdiri dari 27 tenaga kerja, 26 karyawan dan 1 manajer. Untuk mempermudah usahanya KOPAMA membagi kegiatan usahanya menjadi 4 bidang usahadengan fungsi dan tugas yang berbeda-beda yaitu: divisi retail, jasa keuangan, jasa kontrak dan supply, dan akunting.
Setelah kurang lebih 2 minggu melaksanakan Kerja Praktik, penulis mendapatkan gambaran mengenai kemampuan diri pegawai KOPAMA yang dapat dikatakan sesuai dengan harapan organisasi. Hal ini dilihat dari pengetahuan, motivasi, kejujuran dan kemampuan berkreativitaspegawai dalam pelaksanaan tugas-tugas.Hubungan yang terjalin antara pegawai, manajer dan pengurus KOPAMA adalah hubungan kekeluargaan.Selain itu implementasi dari pengetahuan (knowledge) dan keahlian (skill) mereka dalam memanfaatkan sumber daya atau peralatan kantor yang tersedia cukup baik. Tanggung jawab mereka sebagai tenaga kerja yang modern dan piawai serta kemauan dalam menaati peraturan yang berlaku di KOPAMA menjadi bukti loyalitas mereka sebagai pegawai KOPAMA. Namun kurangnya disiplin waktu, sikap tanggap dan inisiatif pada beberapa pegawai KOPAMA memberikan dampak negatif pada ketepatan waktu (promptness) penataan rencana kegiatan/rencana kerja; ketepatan rencana kerja dengan hasil kerja; dan ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas.
Dapat disimpulkan bahwa kinerja pegawai KOPAMA sesuai dengan hasil kerja yang ingin dicapai organisasi, pencapaian target setiap tahun tutup buku serta kemampuan pegawai memanfaatkan sumber daya (peralatan dan perlengkapan) yang ada guna menyelesaikan tugas. Hal ini menunjukkan kemampuan (skill) dan pengetahuan (knowledge) pegawai telah sesuai dengan harapan organisai. Namun tampaknya sisi kedisiplinan pegawai masih perlu ditingkatkan lagi agar tercapai tujuan, rencana, dan program kerja organisasi dengan sempurna.Dengan demikian peningkatan disiplin waktu dan inisiatif pada seluruh pegawai KOPAMA diharapkan dapat lebih meningkatkan pencapaian efisiensi dan efektivitas pada seluruh proses bisnisnya.
This job training report is the result of an observation about the evaluationof employee performance in Koperasi Pekerja Pertamina (KOPAMA) Cilacap. It is focused on some performanceindicators such asself-ability,attitude, time discipline, inter relationship, and integrity.
KOPAMA is a cooperation whose members are the workers of PT Pertamina UP IV Cilacap. It has 27 staffs, 1 as the manager and 26 as the workers. It divides its business activities into 4 divisions: Retail Division, Accounting Division, Contract and SupplyDivision, and Syariah Finance Service Division.
The writer found that the employee’s self-ability is in line with the organization purposes. They have the knowledge, motivation, integrity, and the creative thinkingrelated to their tasks. Moreover, they are good at implementing policies and using the resources. They are also responsible, motivated and obedient. However, some staff seem to have no time discipline and unable to use their inisiative that result in missing some targets. Thus, the cooperative should keep improving their employee’s quality so that they can always achieve their business targets