Artikelilmiahs

Menampilkan 10.421-10.440 dari 50.313 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1042110089F1F007149SELFISH AND UNSELFISH WAY OF LOVE AS DEPICTED BY THE FOUR CHARACTERS IN WILKIE COLLINS' THE MOONSTONEPenelitian yang berjudul “Selfish and Unselfish Love as Depicted by the Four Characters in Wilkie Collins’ The Moonstone” bertujuan untuk meneliti bagaimana cara mencintai yang egois dan yang tidak egois digambarkan oleh empat karater dalam novel The Moonstone. Keempat karakter itu adalah Franklin Blake, Rachel Verinder, Godfrey ABlewhite, dan Rosanna Spearman.
Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data yang berupa naskah dalam novel karya Wilkie Collins berjudul The Moonstone. Data utama dari penelitian ini kemudian diteliti dengan teori Barnet dan Murphy tentang karakter dan karakterisasi dan teori Fromm dan referensi lainnya tentang cinta, serta pendekatan objektif.
Terdapat beberapa langkah yang dilakukan dalam menganalisis dan mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan dalam penelitina ini. Peneliti menentukan objek yang akan dianalisis, yaitu novel The Moonstone, kemudian mendapatkan data berupa ujaran dari karakter utama yang dapat dilihat dari naskah novel tersebut. Data-data inilah yang kemudian diklasifikasikan menjadi dua, yaitu cara mencintai yang egois dan cara mencintai yang tidak egois. Kedua klasifikasi itu membantu peneliti dalam menganalisa karakter yang muncul dalam novel apakah ia egois atau tidak dalam mencintai. Lalu, peneliti menganilsa data-data tersebut dengan menggunakan teori tentang cinta Fromm dan referensi lainnya.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Franklin dan Rachel memiliki cara yang tidak egois dalam mencintai pasangannya dan Rosanna dan Godfrey memiliki cara yang egois dalam mencintai pasangannya. Franklin dan Rachel benar-benar mencintai pasangannya setulus hati; mereka memiliki sikap yang mendasar dalam mencintai dengan tidak egois, seperti toleransi, sensitifitas, tidak memikirkan diri sendiri, dan jujur. Di sisi lain, Rosanna dan Godfrey mencintai pasangannya dengan tujuan tertentu; mereka mencintai pasangannya tanpa memikirkan pasangannya, hanya memikirkan diri mereka sendiri.
The research entitled “Selfish and Unselfish Love as Depicted by the Four Characters in Wilkie Collins’ The Moonstone” is aimed to analyze how selfish and unselfish way of love depicted by the four characters in The Moonstone novel. The four characters are Franklin Blake, Rachel Verinder, Godfrey Ablewhite, and Rosanna Spearman.
In this research, descriptive qualitative method is used to analyze the data which are the script of The Moonstone novel by Wilkie Collins. The primary data of this research, then, is analyzed through character and characterization by Barnet and Murphy and theory about love by Fromm and other references, and also objective approach.
There are steps done in analyzing the novel as the answer of the research question. The researcher determines the object which is going to be analyzed that is the novel The Moonstone, and then obtains the data which are the utterances of the main characters that can be seen in the dialogues of the novel. Those data are classified into two, namely unselfish way of love and selfish way of love. Those classifications help the researcher in analyzing the characters who are unselfish in loving someone and who are selfish in loving someone. Then, the researcher analyzes the data by using Fromm’s theory about love and other references.
From the analysis, it is shown that Franklin and Rachel’ way of loving someone is considered to be unselfish and Rosanna and Godfrey’s way of love is considered to be selfish love. Franklin and Rachel truly love their beloved ones; they own the essential attitude of unselfish love, like tolerance, sensitivity, selflessness, and honesty. On the other hand, Rosanna and Godfrey love someone else with specific intent; they love someone else without considering their beloved ones, only thinking about their own goodness.
1042210090H1C010005DESAIN, IMPLEMENTASI DAN PERBANDINGAN ALGORITMA DETEKSI RADAR CA, CAGO DAN CASO CFAR PADA FPGADalam Pendeteksian dalam sistem radar sering kali terjadi masalah pada penentuan target yang mengalami sebuah perbedaan dalam penerimaan sinyal. Dalam bidang deteksi sistem radar, algoritma Constan False Alarm Rate (CFAR) dapat mengatur treshold adaptif sesuai dengan tingkat intensitas dasar. Beberapa contoh prosesor cfar yaitu ' Cell Average ' ( CA ) cfar, ' Greatest Of' ( GO ) cfar, dan ‘Smallest Of’' (SO) CFAR. Setiap tipikal CFAR sendiri memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing sehingga agar lebih baik pada efektifan pendeteksian maka terdapat beberapa pengembangan dari tipikal CFAR. Seperti CAGO CFAR dan CASO CFAR dengan pengembangan dari CA CFAR dengan tipe CFAR yang lain. Sehingga mendapatkan hasil pendeteksian target yang lebih efektif dan efisien dari CFAR. Dan dengan mengimplementasikan CFAR pada FPGA dengan menggunakan Quartus agar dapat mengetahui kapasitas dari tiap tipikal CFAR yang akan diteliti. Pada penggunaan FPGA Stratix II GX terdapat Adaptive Look-UP Table (ALUT) sebagai pengganti elemen logika. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapat bahwa jumlah ALUT yang dibutuhkan pada detektor CA CFAR yaitu 805 sedangkan untuk CAGO dan CASO CFAR ALUT yang digunakan sebanyak 813 dari total ALUT sebanyak 27.104. Untuk laju data pada detector CAGO dan CASO CFAR sebanyak 684,63 x 106 lebih cepat dibandingkan dengan CA CFAR sebanyak 751,11 x 106. Dengan pemakaian Equivalent Logic Elemen pada CA CFAR sebanyak 1006 elemen logic dan pemakaian equivalent logic elemen pada CAGO dan CASO CFAR sebannyak 1016 elemen logic. Sedangkan Frekuensi Maksimum pada detector CA CFAR bernilai 233,37 Mhz dan frekuensi maksimum yang dihasilkan dari detector CAGO dan CASO CFAR sebesar 213,95 Mhz. There is so many errors in detection system in determining a target having a differential in receiving signal on Doppler Effect in detection. In the detection system, CFAR logarithm can adjust the adaptive threshold depend on the basic intensity. Some examples of CFAR processor is ' Cell Average' (CA) CFAR, 'Greatest Of' (GO) CFAR, and 'Smallest Of' '(SO) CFAR. Each of CFAR has both advantages and disadvantages which make some development in CFAR for a better function. For example, CAGO CFAR and CASO CFAR with the development from CA CFAR with other CFAR types. Those development make the detection more effective and efficient. Thus, by implementing CFAR on FPGA using Quartus in order to determine the capacity of each CFAR which will be investigated. On the use of fpga stratix ii gx there are adaptive look-up table ( alut ) as a substitute for a logic element.From the research conducted by acquired that the number of alut needed on a detector ca cfar namely 805 while for cago and caso cfar alut used as many as 813 of the total alut as many as 27.104. To the rate of data on detector cago and caso cfar as many as 684,63 x 106 faster than ca cfar as many as 751,11 x 106.Equivalent to the use of logic element on ca cfar as many as 1006 logic element and use of equivalent logic element on cago and caso cfar as many as 1016 logic element. While the maximum frequency on detector ca cfar worth 233,37 mhz and the maximum frequency resulting from detector cago and caso cfar of 213,95 mhz.
1042310091F1B010110EVALUASI KESESUAIAN PENGEMBANGAN KAWASAN PERUMAHAN DENGAN TATA RUANG WILAYAH PURWOKERTO

Pentingnya penataan ruang dalam pengembangan kawasan perumahan bertujuan untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan agar proses pembangunan berkelanjutan dapat terlaksana. Banyaknya pengembangan kawasan perumahan yang tidak disesuaikan dengan tata ruang wilayah menjadi faktor penyebab penurunan kualitas lingkungan di suatu wilayah. Purwokerto sebagai bagian dari Kabupaten Banyumas menjadi wilayah dengan pengembangan kawasan perumahan yang terbilang cukup besar dalam kurun waktu belakangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana keberhasilan kesesuaian pengembangan kawasan perumahan di Purwokerto dengan tata ruang wilayah. Evaluasi adalah menilai keberhasilan/kegagalan kebijakan berdasarkan indikator-indikator yang telah ditentukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan adalah pengembangan kawasan perumahan di Purwokerto sudah sesuai dengan tata ruang wilayah yang ada. Hal ini dikarenakan pengembangan kawasan perumahan di Purwokerto sudah sesuai dengan pola ruang Purwokerto yang diperuntukkan sebagai kawasan budidaya. Hanya saja dampak yang ditimbulkan dari adanya pengembangan kawasan perumahan tersebut menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. The importance of spatial development in the residential district aims to maintain the sustainability of nature and the environment so that the process of sustainable development can be fulfilled. Number of residential area development are not adjusted to the spatial region into factors causing decrease in the quality of environment sector in region. As part of the regency of Banyumas, Purwokerto becoming the region with the development of the residential area is quite large in recent years. This reseacrh aims to look at the extent to which the success of the development of residential area in Purwokerto with spatial territory. The evaluation was assess success/failure of policies based on indicators. The methods used in this research is descriptive qualitative approach with purposive sampling technique. The result concludes that , the development of residential area in Purwokerto is in suitability with the existing area. This is due to the development of the residential district in Purwokerto is in suitability with the pattern space is allocated as regions Purwokerto cultivation. It’s just that the impact of the development of the residential area pose a negative impact for the community.

1042410092H1C008075ANALISIS PENGARUH PANJANG SALURAN TERHADAP PARAMETER KUALITAS LAYANAN SPEEDY Speedy adalah produk terbaru dari PT. TELKOM yang bergerak dalam bidang Internet Service Provider (ISP) yang memberikan akses internet kecepatan tinggi. Namun Speedy, sebagai teknologi baru, masih menimbulkan beberapa persoalan. Kualitas pada Speedy dapat dilihat dari 3 parameter, yaitu signal to noise ratio (SNR), redaman, dan attainable rate.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Jauh jarak dari Multi-Service Access Node (MSAN) di sentral sangat berpengaruh terhadap SNR. Di titik terjauh 1.310 m nilai SNR menurun hingga 11,5 dB pada upstream dan pada downstream nilainya 8,8 dB. Jadi semakin panjang saluranya semakin kecil SNR nya. Untuk redaman tidak berpengaruh pada nilai upstream hal ini terbukti bahwa jarak 1.310 m masih dibawah 55 dB, sedangkan nilai yang tertinggi yang terukur adalah 78 dB pada downstream di pelanggan yang berjarak 1.310 m dari sentral. Untuk attainable rate pada titik 830 untuk pelanggan 5 mempunyai nilai pengukuran 1.772 Mbps, hal ini dipengaruhi oleh nilai SNR yang kecil hanya 13,6 dB. dapat dikatakan SNR berbanding lurus dengan Attainable Rate.
Speedy is the latest product from PT.TELKOM which is engaged in the Internet Service Provider (ISP), which provides high speed internet access. However, as new technologies, still poses some problems. The quality of the Speedy can be seen from the three parameters, namely the signal to noise ratio (SNR), attenuation, and attainable rate.
The results showed that the far distance of the Multi-Service Access Node (MSAN) in a central influence on the SNR. At the farthest point 1310 m value decreases to 11.5 dB SNR on the upstream and the downstream value of 8.8 dB. So the length of the smaller SNR saluranya her. For damping has no effect on the upstream value this proves that distance is 1310 m below 55 dB, while the highest value was measured at 78 dB in the downstream customers within 1310 m of the central. To attainable rate at point 830 to the customer 5 has a value of 1772 Mbps measurement, it is influenced by only a small SNR value of 13.6 dB. SNR can be said to be directly proportional to the Attainable Rate.
1042510093F1F007125ANALYSIS OF APOLOGY USED BY THE CHARACTERS IN P.S. I LOVE YOUHidayati, Inayah Nurul. 2014. Analysis of Apology Used by the Characters in “P.S. I Love You”. English Language and Literature Study Program. Humanities Department. Jenderal Soedirman University. Purwokerto. Dibimbing oleh Tuti Purwati, S.S, M.Pd, Ika Maratus Sholikhah, S.S, MA dan R.Pujo Handoyo, S.S, M.Hum.
Kata kunci: Tindak Tutur, Strategi Permintaan Maaf, Pragmatik, Film P.S. I Love You
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mmenjelaskan strategi permintaan maaf yang digunakan oleh para pemain di film P.S. I Love You, (2) Mengidentifikasi tipe-tipe kesalahan yg memotifasi para pemain di film P.S I Love You, (3) Menjelaskan tentang situasi tindak permintaan maaf yang digunakan oleh para pemain di film P.S. I Love You.
Hidayati, Inayah Nurul. 2014. Analysis of Apology Used by the Characters in “P.S. I Love You”. English Language and Literature Study Program. Humanities Department. Jenderal Soedirman University. Purwokerto. Supervised by Tuti Purwati, S.S, M.Pd., Ika Maratus Sholikhah, S.S, MA and R. Pujo Handoyo, S.S, M.Hum.
Keywords: Speech Acts, Apology, Pragmatics, P.S. I Love You movie
The purposes of this research are (1) to find out apology strategy used by the characters in P.S I Love You, (2) to identify the types of offences that motivate each of characters in using the strategy and (3) to explain apology situation which the characters perform each of strategy.
1042610094C1B009082ANALISIS PENGARUH LDR, BOPO, SIZE, LAR DAN NIM TERHADAP NON PERFORMING LOAN Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR), Rasio Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), Size, Loan to Assets Ratio (LAR) dan Net Interest Margin (NIM) terhadap Non Performing Loan (NPL). Sampel dari penelitian ini adalah 70 Bank Perkreditan Rakyat Konvensional di Wilayah Jawa Tengah dari tahun 2010 sampai 2012 yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling.
Untuk membuktikan hipotesis, penelitian ini menggunakan model analisis regresi linier berganda dan model fixed effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rasio Biaya Operasional Pendapatan Operasional dan Size berpengaruh signifikan terhadap Non Performing Loan (NPL), sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR), Loan to Assets Ratio (LAR), dan Net Interest Margin (NIM) tidak berpengaruh signifikan terhadap Non Performing Loan (NPL).
The purpose of this research was to analyze influence of Loan to Deposit Ratio (LDR), Operational Efficiency (BOPO), Size, Loan to Assets Ratio (LAR) and Net Interest Margin (NIM) towards Non Performng Loan (NPL). The sample of this research were 70 respondents of Conventional Rural Banks (Bank Perkreditan Rakyat) in Jawa Tengah region during 2010 until 2012, they were selected using purposive sampling technique.
To prove the hypothesis, this research is applied Multivariate Linear Regression Model and use fixed effect model. The result of this research shows that Operational Efficiency (BOPO) and Size had significant influence on Non Performing Loan (NPL), while Loan to Deposits Ratio (LDR), Loan to Assets Ratio (LAR) and Net Interest Margin (NIM) had no significant influence on Non Performing Loan (NPL).
1042710095H1B010056Analisis Tingkat Kepuasan Pelanggan terhadap Kualitas Produk Majalah TRAX Menggunakan Importance Performance AnalysisTujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan pelanggan atau pembaca majalah TRAX pada PT Media Tiara Victory. Tingkat kepuasan diukur melalui tingkat kinerja dan tingkat kepentingan dari kualitas pelayanannya, serta menentukan posisi atribut-atribut pelayanan pada kuadran diagram kartesius yang diukur melalui lima dimensi kualitas jasa yaitu bukti langsung, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Metode penelitian yang digunakan yaitu Importance Performance Analysis (IPA). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa besarnya tingkat kesesuaian masing-masing dimensi atribut berada di atas 90%, yang berarti kualitas produk majalah TRAX telah memenuhi harapan pembaca atau dengan kata lain, pembaca merasa puas terhadap kinerja majalah TRAX. Kemudian, dari hasil analisis dua diagram kartesius, atribut dimensi kualitas produk majalah TRAX yang harus terus dipertahankan kinerjanya yaitu jenis kertas yang tebal dan tidak mudah rusak, isi artikel yang up to date, ketahanan/kestabilan topik bahasan, desain majalah, kejelasan pembahasan topik, dan pemberian informasi cara berlangganan.The goal of this research is to know customer’s or reader’s satisfaction of TRAX magazine produced by PT Media Tiara Victory. It was done by measuring performance and importance of service quality as well attributes service in cartecius diagram through five dimensions of service quality such as tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. This research used IPA (Importance Performance Analysis) method. According to result of analysis the suitability of each dimension attribute was more than 90%. It meant product of TRAX magazine has fulfilled reader’s expectation. In other words, readers were satisfied towards performance of TRAX magazine. Based on the analysis of two cartecius diagrams, attribute dimension of TRAX magazine’s product quality that should be retained are types of sheet thick and not perishable, up to date contains, topic suitability, magazine design, topic clarity, and given information how to subscribe.
104286780G1F009068HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KEHALALAN PRODUK OBAT DENGAN SIKAP MASYARAKAT TERKAIT PEMILIHAN PRODUK OBAT YANG HALAL DI KABUPATEN BANYUMASBerbagai jenis produk makanan, minuman, dan obat – obatan yang beredar di masyarakat dan masih diragukan kehalalannya. Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam yang berarti sangat memperhatikan prinsip agama islam untuk menjauhkan diri dari sesuatu yang diharamkan. Kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap obat yang dikonsumsinya masih kurang. Hal ini diduga berkaitan dengan tingkat pengetahuan masyarakat yang menjadi penentu bagaimana sikap masyarakat terkait pemilihan obat yang halal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap masyarakat terkait pemilihan produk obat yang halal.
Jenis penelitian ini adalah survei analitik menggunakan rancangan penelitian korelasional, dengan pendekatan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat Kabupaten Banyumas. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan tentang kehalalan dan variabel terikatnya adalah sikap masyarakat terkait pemilihan produk obat yang halal. Cara pengambilan sampel adalah dengan Proportional Random Sampling. Analisa data menggunakan analisis univariat yang meliputi : jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat. Kemudian analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui korelasi antara tingkat pengetahuan dengan sikap masyarakat dengan menggunakan uji statistik Spearman Rank.
Analisis univariat menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 76% memiliki tingkat pengetahuan tinggi, 17% memiliki tingkat pengetahuan sedang, dan 7% memiliki tingkat pengetahuan rendah. Selanjutnya, Sikap masyarakat dalam kategori baik sebanyak 52%, cukup sebanyak 37%, dan kurang sebanyak 11%. Analisis bivariat dengan menggunakan uji Spearman Rank didapatkan nilai r = 0.744 dan p value = 0.001. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan sikap masyarakat terkait pemilihan produk obat yang halal di masyarakat Kabupaten Banyumas.


Several types of food products, beverages, and medications drugs that circulate in the community and is questionable halal status. The majority of Indonesia's population is Muslim which means considering the principles of the religion of Islam to abstain from things that are forbidden. Awareness and public awareness of the drugs consumed are still lacking It is believed to be related to the level of public knowledge that Determines how public attitudes related to selection of halal medicine. The purpose of this study was to Determine the relationship between knowledge of public attitudes associated with medicinal product selection is permitted .
The type of this research is an analytical survey using correlational study design, with cross-sectional research approach in this study were all Banyumas society. The independent variable in this study is the level of knowledge about the halal and the dependent variable is the attitude of the public related to the selection of halal medicinal products. Sample collection method is done by Proportional Random Sampling. Analysis of the data using univariate analysis included: gender, age, education, occupation, level of knowledge and attitudes. Bivariate analysis performed for correlation between the level of knowledge with public attitude using Spearman Rank statistical test.
Univariat analysis from 100 respondents showed that 76% had a high level of knowledge, 17% lower knowledge level, and 7% lower knowledge levels. Then, the score of good public attitude is 52%, quite 37%, and less 11%. Bivariat analysis indicated by the results of the Spearman Rank Test r = 0.744 and p value = 0.001. Thus, the results of this study concluded that there is a statistically significant relationship between the level of knowledge with public’s attitudes concerning the selection of halal medicinal products in Banyumas society.
104293370G1B008031ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN JAMBAN DI DESA BULAK KECAMATAN ARJAWINANGUN KABUPATEN CIREBONTantangan yang dihadapi Indonesia terkait dengan masalah air bersih, higiene dan sanitasi masih sangat besar. Menurut hasil Sensus Penduduk 2010, hampir satu dari setiap lima rumah tangga tidak menggunakan fasilitas jamban untuk buang air besar. Oleh sebab itu, Pemerintah menetapkan Open Defecation Free (ODF). Salah satu desa yang menjadi desa intervensi ini adalah Desa Bulak Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon dengan cakupan penggunaan jamban tertinggi se Kecamatan yaitu 87,3%. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan jamban. Jenis dan metode penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 83 responden. Data didapatkan melalui wawancara responden dengan menggunakan kuesioner dan observasi langsung. Variabel-variabel yang diteliti adalah pengetahuan tentang jamban sehat, penyuluhan jamban sehat, ketersediaan air bersih, kepemilikan jamban, dan peran perempuan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (uji Chi-Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan signifikan dengan perilaku menggunakan jamban adalah pengetahuan tentang jamban sehat (p = 0,035), ketersediaan air bersih (p = 0,004), dan kepemilikan jamban (p = 0,000), sedangkan variabel yang tidak berhubungan signifikan yaitu penyuluhan jamban sehat (p = 0,876) dan peran perempuan (p = 0,146). Disarankan perlu adanya kegiatan penyuluhan dan Focus Group Discution (FGD) untuk pemicuan rasa malu tidak menggunakan jamban serta mengikutsertakan perempuan di Desa Bulak.The challenges faced by Indonesia in relation to the issue of clean water, hygiene and sanitation are still prominent. Based on the Population Census 2010, nearly one of every five households does not use the toilet facility to defecate. Therefore, the government has given attention in the field of hygiene and sanitation by setting Open Defecation Free (ODF). One of the village in which become the intervention village is Bulak village on Arjawinangun district in Cirebon with the coverage of highest toilet usage of the district; that is 87.3%. The purpose of this study is to analyze the factors related to the use of toilet. The type and method of this study is observational study using cross sectional approach. The total numbers of samples are 83 respondents. Data are obtained through interviews with respondents using questionnaires and direct observation. The variables studied are knowledge of toilet sanitary, toilet sanitary education, water supply, toilet proprietary, and women role. Data analysis is performed by univariate and bivariate (Chi-Square test). The results showed that the variables significantly related to the behavioral activities of toilet usage are knowledge of toilet sanitary (p = 0.035), availability of clean water (p = 0.004), and toilet proprietary (p = 0.000), while the variables that are not significantly related are toilet sanitary education (p = 0.876) and women role (p = 0.146). It is suggested that it is necessary to perform health promotion activities and Focus Group Discution (FGD) by educational media and guided discussion in Bulak Village for triggering a shame not to use toilet and include women in Bulak Village.
1043010096C1B010015ANALISIS PENGARUH EKUITAS MEREK TERHADAP NIAT BELI ULANG KOPI INSTAN GOOD DAY DENGAN KETERIKATAN MEREK DAN SIKAP KONSUMEN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
(Studi Kasus Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh ekuitas merek terhadap niat pembelian kembali di Good Day instan kopi dengan merek lampiran dan sikap konsumen sebagai mediasi variabel. Populasi penelitan ini adalah konsumen yang baik hari instan kopi. Penelitian ini menggunakan ukuran sampel dari 120 responden. Teknik sampling menggunakan metode simple random sampling. Structural Equation Modelling (SEM) adalah untuk menganalisis variabel. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa ekuitas merek, lampiran merek, sikap berpengaruh positif terhadap niat pembelian kembali. Jika tidak, ekuitas merek memiliki pengaruh positif terhadap lampiran merek, ekuitas merek juga memiliki pengaruh positif terhadap sikapThe purpose of this research was to analyze the influence of brand equity on repurchase intention in Good Day instan coffee with brand attachment and consumer attitude as mediating variable. The population of this researh was the consumer good day instan coffee. The research using a sample size of 120 respondent. The sampling technique was used simple random sampling method. Structural Equation Modelling (SEM) was to analyze the variable. Based on the results of data analysis, it can concluded that brand equity, brand attachment, attitude had positive influence to repurchase intention. Otherwise, brand equity had positive influence to brand attachment, also brand equity had positive influence to attitude
1043111206A1L010257PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG
(Zea mays L.) PADA POLA TANAM GANDA JAGUNG DAN KEDELAI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh saat tanam jagung pada tumpangsari jagung kedelai terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung, (2) pengaruh pola tanam pada tumpangsari jagung kedelai terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung, (3) mengetahui saat tanam dan pola tanam yang baik pada tumpangsari jagung kedelai terhadap pertumbuhan dan hasil jagung.
Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman di Kelurahan Karangwangkal, mulai Juni 2014 sampai Oktober 2014. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan rancangan dasar yaitu rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan main plot saat tanam yang terdiri dari T1 (saat tanam jagung bersamaan kedelai), T2 (saat tanam jagung 1 mst kedelai), T3 (saat tanam jagung 2 mst kedelai) dan sub plot yang terdiri dari P1 (2 tanaman kedelai, 1 tanaman jagung), P2 (3 tanaman kedelai, 1 tanaman jagung), P3 (4 tanaman kedelai, 1 tanaman jagung). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, indeks luas daun, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, kandungan klorofil, bobot tongkol persempel, bobot tongkol perpetak, bobot 100 biji, bobot biji perpetak, diameter tongkol, panjang tongkol, bobot biji sempel kedelai, bobot biji perpetak kedelai, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman dan nilai kesetaraan lahan. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT pada tingkat kesalahan 5%.
Hasil penelitian menunjukan bahwa saat tanam jagung berpengaruh terhadap peningkatan jumlah daun, laju pertumbuhan tanaman, laju asimilasi bersih dan bobot biji perpetak kedelai. Jumlah daun, laju pertumbuhan tanaman dan laju asimilasi bersih tertinggi dicapai pada T1 dan bobot biji perpetak kedelai terbesar dicapai pada T3. Pola tanam berpengaruh terhadap bobot basah tanaman dengan bobot terbesar dicapai pada P1 dengan nilai 1101,11 gr, bobot kering tanaman dengan bobot terbesar dicapai pada P1 dengan nilai 190,05 gr, laju pertumbuhan tanaman dengan laju pertumbuhan terbesar dicapai pada P1 dengan nilai 97,05 gr/m2/hari, bobot tongkol perpetak tanaman dengan bobot terbesar dicapai pada P1 dengan nilai 4,46 kg, bobot biji perpetak tanaman dengan bobot terbesar dicapai pada pola P1 dengan nilai 3,16 kg, bobot biji sempel kedelai tanaman dengan bobot terbesar dicapai pada P3 dengan nilai 8,88 gr, bobot biji perpetak kedelai tanaman dengan bobot terbesar dicapai pada P3 dengan nilai 260,69 gr. Kombinasi saat tanam dan pola tanam berpengaruh terhadap peningkatan indeks luas daun, dengan indeks terbesar dicapai pada T2P2 dengan nilai 9,57 cm2, dan bobot basah tanaman dengan bobot terbesar dicapai pada T3P1 dengan nilai 1485 gr.
This research was aimed to knowing 1) the effect of corn planting periode on intercropping between corn and soybean against growth and yields of corn plants, 2) the effect of cropping pattern on intercropping between corn and soybean against growth and yields of corn plants, 3) knowing the better planting periode and cropping pattern on intercropping between corn and soybean against growth and yields of corn plants.
The research was carried out at land experiment of Agriculture Faculty of Jenderal Soedirman University in Karangwangkal District, from June 2014 until October 2014. The research use Split Plot Design with Completely Randomized Block Design (CRBD) as the basic design with main plot the planting periode consist of T1 (corn planting periode at same time with soybean), T2 (corn planting periode 1 week after planting soybean), T3 (corn planting periode 2 weeks after planting soybean) and sub plot consist of P1 (2 soybean plants, 1 corn plants), P2 (3 soybean plants, 1 corn plants), P3 (4 soybean plants, 1 corn plants). Observed variables are plant height, number of leaves, broad leaves index, the weight of fresh plants and dried plants, chlorophyll content, the weight of corncob per sample, the weight of corncob per field, the weight of 100 seeds, the weight of seeds per field, corncob diameter, the length of corncob, the weight of soybean seeds sample, the weight of soybean seeds per field, the net assimilation rate, the growth rate, and Equality of land. The data which collected will be analyzed use the F test, when the result is significant continued with the DMRT test with 5% standard error.
Result of the research performed that corn planting periode affect on the increasing of number of leaves, the growth rate, the net assimilation rate and the weight of soybean seeds per field. The highest number of leaves, the growth rate, and the net assimilation rate found in T3. Cropping pattern affect on the weight of fresh plants with the highest worth 110,11 g in P1, the weight of dried plants in P1 worth 190,05 g/m2/day, the weight of corncob per field with the highest worth 4,46 kg in P1, the weight of seeds per field with the highest worth 3,16 kg in P1, the weight of soybean seeds sample with the highest worth 8,88 g in P3, the weight of soybean seeds per field with the highest worth260,69 g in P3. The combination of planting periode and cropping pattern affect on the increasing of broad leaves index which worth 9,57 cm2 in T2P2, the weight of fresh plants in T3P1 which worth 1485 g.
1043211330C1A011075"Pengaruh Produksi, Konsumsi, PDB per Kapita, Harga Dalam Negeri, dan Harga Internasional Terhadap Volume Impor Kedelai di Indonesia Periode 2000-2013"Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh secara bersamasama dan secara parsial variabel selisih konsumsi dan produksi, PDB per kapita, harga kedelai dalam negeri, dan harga kedelai internasional terhadap volume impor kedelai di Indonesia, serta untuk menganalisis tingkat elastisitas variabel yang berpengaruh terhadap volume impor kedelai di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan hasil bahwa (1) secara bersama-sama variabel selisih konsumsi dan produksi kedelai, PDB per kapita, harga kedelai dalam negeri, dan harga kedelai internasional memiliki pengaruh signifikan terhadap vo lume impor kedelai di Indonesia, dan secara parsial variabel PDB per kapita signifikan terhadap volume impor kedelai di Indonesia, sedangkan variabel selisih konsumsi dan produksi, harga kedelai dalam negeri, dan harga kedelai internasional tidak berpengaruh terhadap volume impor kedelai di Indonesia. (2) Variabel PDB per kapita merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap impor kedelai di Indonesia dengan nilai elastisitas terbesar dibandingkan dengan variabel lain yaitu sebesar 2,030.The purposes of this study is to analyze the influence in common and partial variable the difference of production and consumption, PDB per capita, soybean domestic price in Indonesia, and to analyze the level of variables elasticity that influence on soybean import volume in Indonesia. Based on the result the study showed that (1) in common variable differences soybean consumption and production, PDB per capita, soybean domestic price, and soybean international price have significant influence on soybean import volume in Indonesia, and partially variable of PDB per capita has significant influence on soybean import volume in Indonesia, while differences of consumption and production variable, soybean domestic price, and soybean international price was not influence on soybean import volume in Indonesia. (2) PDB per capita variable is the most influential variable on soybean import in Indonesia with the highest elasticity values compared to others variable of 2,030.
104333340G1G008009UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Porphyromonas gingivalisJURUSAN KEDOKTERAN GIGI
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2012

INTISARI


Mila Yuniarti
UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Porphyromonas gingivalis

Periodontitis adalah penyakit periodontal yang dapat mengakibatkan kerusakan pada jaringan pendukung gigi. Bakteri P. gingivalis merupakan salah satu bakteri pathogen yang berperan penting dalam penyakit periodontitis. Daun sirih merah (Piper crocatum) merupakan salah satu bahan alam yang dapat menjadi alternatif dalam pengobatan penyakit periodontitis karena mengandung senyawa-senyawa antibakteri, salah satunya adalah senyawa tanin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi senyawa tanin dalam ekstrak daun sirih merah secara kualitatif dan kuantitatif serta mencari konsentrasi ekstrak daun sirih merah yang mampu menghambat 50% pertumbuhan bakteri P. gingivalis yang dinyatakan dengan nilai IC50. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan post test only control group design. Metode yang digunakan dalam ekstrak adalah maserasi, identifikasi senyawa dilakukan menggunakan KLT (Kromatografi Lapis Tipis) dan densitometri. Uji daya hambat antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran dan data yang diperoleh berupa diameter zona hambat yang akan diolah untuk mengetahui nilai IC50. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun sirih merah mengandung senyawa tanin sebesar 0,26% dan hasil uji antibakteri menunjukkan nilai IC50 sebesar 6,46%. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka semakin besar pula zona hambatnya.

Kata kunci : Daun Sirih Merah (Piper crocatum), Antibakteri, IC50, Porphyromonas gingivalis.
DEPARTEMENT OF DENTISTRY
FACULTY OF MEDICAL AND HEALTH SCIENCE
JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
PURWOKERTO
2012


ABSTRACT

Mila Yuniarti
ANTIBACTERIAL TEST OF RED BETEL LEAF (Piper Crocatum)
EXTRACT TO GROWTH OF Porphyromonas gingivalis BACTERIA


Periodontitis is periodontal disease that can cause damage to tissues supporting the teeth. Porphyromonas gingivalis bacteria is a bacterial pathogen that has an important role in periodontitis. Red betel (Piper crocatum) is one of the natural ingredients that can be an alternative for treatment of periodontitis because it contains antibacterial compounds and one of that in tanin. The purpose of this study is to indentify the tanin in red betel with qualitative and quantitative and finding red betel leaf’s concentration with can inhibit growth of 50% P.gingivalis bacterial that’s expressed by IC50. This study is an experimental reaserch laboratory with post test control only group design. The method is maceration, identification of compound with KLT (Thin Layer Kormathography) and densitometry. Inhibition antibacterial test is done by diffusion method and the data obtained is the diameter of inhibition zone that will be processed to know the IC50 value. The result showed that red betel leaf extract contain 0,26%, tanin and antibacterial test showed that the value of IC50 is 6,46%. So, the higher concentration of extract the biggerof inhibition zone.

Key words: Red betel leaf (Piper crocatum), antibacterials, IC50, Porphyromonas gingivalis.
1043411459A1H011029OPTIMASI POLA TANAM USAHA TANI JAHE GAJAH, JAGUNG DAN SINGKONG MENGGUNAKAN PROGRAM LINIER
(STUDI KASUS DESA TEGALPINGEN KABUPATEN PURBALINGGA JAWA TENGAH)
Jahe gajah, jagung dan singkong merupakan tanaman yang berasal dari Indonesia. Permintaan konsumen terhadap ketiga komoditas meningkat setiap tahunnya, namun tingginya permintaan tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan produksi yang ada, hal ini disebabkan keterbatasan sumber daya pada budidaya pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai optimal dari lahan pertanian jahe gajah, jagung dan singkong agar dapat memberikan keuntungan yang maksimal dengan mempertimbangkan aspek ekonomi di tingkat usaha tani, serta mengetahui faktor-faktor produksi yang menjadi kendala utama dalam proses produksi. Penelitian dilakukan dengan cara mensurvei 50 petani di Desa Tegalpingen, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2014 sampai Februari 2015. Pemrograman linier digunakan untuk menganalisis data, menghasilkan fungsi obyektif, dan kendala. Hasil penelitian dari studi ini menunjukan bahwa pola tanam optimal akan menghasilkan pendapatan maksimal sebesar Rp 68.425.230 pada musim tanam pertama (MT I) dari bulan September sampai dengan Januari untuk ketiga komoditas. Berdasarkan luasan tanam yang dapat dioptimalkan jahe sebesar 0,9933 hektar, jagung 0 hektar, singkong 6,7633 hektar. Kendala utama dalam penelitian adalah alokasi air awal tanam dan alokasi air pertengahan tanam. Ginger, maize and cassava are original plantation from Indonesia. The demand for these three commodities increases every year, but the number of supply is not adjusted with the increase of production in some areas, this is due to the limited resources for agriculture. Under these conditions, the aim of this study is to determine the optimization of agricultural land ginger, maize and cassava in order to give maximum profit, by considering economical aspect in farmer level, then knowing the main constraints in the production process. This study is conducted by interviewing 50 farmers in the Tegalpingen Village, Pengadegan District, Purbalingga Regency. The study was conducted from November 2014 to February 2015. Linear programming was employed to analyze data, generate objective used function, and constraint. The results obtained by the maximum profit of Rp 68.425.230 million in the first growing season (MT I) from September to January for the third commodities. Based on the planting area that can be optimized ginger is 0,9933 hectares, maize is 0 hectares, while cassava is 6,7633 hectares. The main constraints in this study is allocation of water in the initial season, and allocation of water in the mid season.

104353371G1B008014ANALISIS FAKTOR INPUT PUSKESMAS DALAM IMPLEMENTASI
PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK)
DALAM PROGRAM PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT
DI PUSKESMAS I KEMBARAN TAHUN 2011
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang ditujukan bagi pembiayaan kesehatan promotif dan preventif. Puskesmas I Kembaran adalah Puskesmas yang mampu menyerap dana BOK sebesar 100% pada tahun 2011. Tujuan penelitan ini menganalisis faktor input puskesmas yang terdiri dari SDM, keuangan, metode, sarana prasarana dan perlengkapan dalam implementasi program BOK dalam program perbaikan gizi masyarakat pada tahun 2011. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Penelitian dilakukan di Puskesmas I Kembaran Kabupaten Banyumas. Informan penelitian adalah pengelola BOK dan petugas gizi di puskesmas. Hasil penelitian yaitu SDM sudah cukup memadai dan semua tenaga bekerja sesuai dengan keahlian dan latar belakang pendidikannya masing-masing. Tingkat keaktifan tenaga program perbaikan gizi masyarakat adalah sebesar 92%. Keuangan BOK dikelola secara teknis oleh petugas gizi puskesmas dan secara umum dikelola oleh bendahara BOK Puskesmas I Kembaran. Penggunaan dana BOK selama tahun 2011 sudah mencapai 100% dan alokasi terbanyak adalah untuk program perbaikan gizi masyarakat. Metode program perbaikan gizi masyarakat dibagi menjadi dua yaitu yang terdiri dari program promotif-preventif dan bersifat kuratif-rehabilitatif. Sarana prasarana program tidak ada karena pemanfaatan dana BOK sesuai dengan juknisnya. Penggunaan dana BOK untuk program perbaikan gizi masyarakat lebih banyak digunakan untuk penyediaan komponen material. Kesimpulan: implementasi program BOK tahun 2011 di Puskesmas I Kembaran sudah berjalan dengan baik dan memenuhi sebagian besar indikator keberhasilan program BOK.The Ministry of Health Republic of Indonesia issued a Health Operational Assistance (BOK) which intended for promotive and preventive health care financing. Kembaran I health center that is able to absorb the funds BOK 100% in 2011. The purpose of this research is to analyzes the input factors consisting of man, money, method, machine and material in the implementation of the BOK program in improvement program of community nutrition in 2011. This type of research was descriptive study with qualitative approach. Methods of data collection with indepth interviews. The study was conducted at the Kembaran I health center in Banyumas Regency. Informant study was managers BOK and nutrition officer at the Kembaran I health center. The results are sufficient human resources and all personnel working in accordance with the expertise and each educational background. Power level of activity in a community nutrition improvement program was 92%. BOK Financial is technically managed by the nutrition officers and generally managed by the manager of the BOK Kembaran I health center. The use of BOK funds during the year 2011 has reached 100% and the largest allocation is to improve people's nutrition program. Methods of community nutrition improvement program is divided into two section: promotive-preventive and curative-rehabilitative program. Infrastructure programs do not exist for the utilization of funds in accordance with the guidelines of BOK. The use of BOK funds for public nutrition improvement program more widely used for the provision of material components. Conclusion: The implementation of the BOK program in 2011 at the Kembaran I Health Center have run well and get success for most of the indicators of program BOK.
104363372G1B008074STUDI TENTANG PEMANFAATAN PERSALINAN DENGAN JAMPERSAL DI DESA KALIJARAN KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN PURBALINGGAAngka Kematian Ibu dan Bayi masih menjadi masalah di Indonesia. Salah satu faktornya adalah keterlambatan dalam mengakses pelayanan kesehatan, keterlambatan ini dikarenakan adanya hambatan finansial dalam mengakses pelayanan kesehatan. Pemerintah pada tahun 2011 meluncurkan program Jampersal untuk mengatasi hambatan tersebut. Namun, bantuan pemerintah berupa Jampersal ini tidak menjadikan semua ibu bersalin dengan Jampersal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan subyek penelitian utama sebanyak 4 orang dan subyek penelitian pendukung 4 orang yakni Bidan di desa, keluarga informan maupun Dukun bayi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Instrumen penelitian adalah peneliti sebagai instrumen pokok, pedoman wawancara, dan alat perekam suara. Hasil wawancara mendalam kepada ibu yang tidak memanfaatkan persalinan dengan Jampersal di Desa Kalijaran Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga, menunjukan bahwa masih adanya kepercayaan akan nilai budaya yang ada di masyarakat yaitu persalinan yang ditolong oleh dukun. Persepsi masyarakat tentang Jampersal adalah baik meskipun salah satu ibu memiliki persepsi yang buruk terhadap Jampersal yang mendorong ibu tersebut tidak mau bersalin dengan Jampersal. Fasilitas kesehatan bersalin yang ada di desa Kalijaran yaitu Bidan dengan tempat yang mudah dijangkau dan mutu pelayanannya baik. Pengambilan keputusan pertolongan persalinan dilakukan setelah tanda persalinan datang baik oleh suami, keluarga ataupun sendiri karena pengalaman persalinan sebelumnya bersalin di rumah. Kebutuhan persalinan dengan Jampersal dengan melihat kondisi kehamilan, namun ibu hamil merasa yakin persalinannya akan cepat dan mudah karena persepsinya ataupun karena pernyataan dari tenaga kesehatan, sehingga ibu hamil melakukan persalinan di rumah. Perlu adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya kesehatan terutama saat kehamilan maupun persalinan dan juga pendekatan tenaga kesehatan agar tercipta hubungan yang baik sehingga bisa mengalahkan peran Dukun.Infant and maternal mortality is still a problem in Indonesia. One of the factors is the delay in accessing healthcare, this delay is due to the existence of financial barriers in accessing health services. The government launched jampersal in 2011 program for overcoming resistance. However, Government assistance in the form of Jampersal this does not make all mother delivery with Jampersal.
This descriptive study with qualitative approach with respondent main as 4 people and respondent supporter 4 people namely midwife in the village, family of an informer or quacksalver baby. The technique of collecting data with an indepth interview and examine documents. Research instrument is a researcher as principal instruments, guidelines interview and recorder sound.
In-depth interview results to mothers who do not delivery by Jampersal in the village Kalijaran sub-district Karanganyar Purbalingga regency indicates that there still belief in cultural values in a society namely delivery that were being helped by quacksalver baby. The public perception of Jampersal is good although one mother had a bad perception of the Jampersal is not going to encourage maternity mother with Jampersal. Maternity health facilities that existed in the village of Kalijaran is Midwife practicioner that is easily accessible and good quality of service. Decision making aid delivery is done after delivery sign comes by husband or family. Decision making by own because delivery experience before is at home. Needs delivery with Jampersal by looking at the condition of pregnancy, but pregnant women feel confident that delivery will be quick and easy because his perception or because the statement of the health worker, so that pregnant women do childbirth at home.
Need to increase knowledge of a community about the importance of health especially during pregnancy and childbirth and also approach health workers to created good relationship so that can defeat the role of a quacksalver baby.
104373373G1F008088FORMULASI SEDIAAN GEL ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DENGAN BASIS METHOCEL K15MKulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan tanaman yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk membuat formula sediaan gel dari ekstrak etanol kulit buah manggis dengan basis methocel K15M yang memenuhi syarat uji evaluasi sifat fisik dan stabilitas fisik gel.
Kulit buah manggis dimaserasi menggunakan etanol 70%. Sediaan gel antioksidan ekstrak etanol kulit buah manggis dibuat sebanyak 4 formula dengan variasi kadar methocel K15M (2%, 3%, 4% dan 5%) sebagai basis gel dan konsentrasi ekstrak sebesar 0,1gr/100mL. Evaluasi sediaan gel meliputi pengujian sifat fisik, uji kestabilan fisik dan uji aktivitas selama 4 minggu penyimpanan. Pengujian aktivitas antioksidan sediaan gel dilakukan secara kualitatif menggunakan metode DPPH. Data homogenitas, pengukuran pH, stabilitas sediaan gel dan uji aktivitas dianalisis secara deskriptif sedangkan data viskositas, daya sebar, dan daya lekat dianalisis menggunakan uji ANAVA satu jalan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasilnya terdapat perbedaan yang signifikan antarformula untuk pengukuran viskositas dan daya sebar. Sedangkan untuk pengukuran daya lekat terjadi perbedaan signifikan antarformula, kecuali antara formula 2 dengan formula 1 dan 3.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan gel ekstrak etanol kulit buah manggis memenuhi syarat stabilitas fisik, viskositas gel mengalami peningkatan. Daya sebar mengalami penurunan, sebaliknya daya lekat mengalami peningkatan. Hasil uji aktivitas antioksidan secara kualitatif menggunakan DPPH 0,2% terhadap ekstrak etanol kulit buah manggis dalam sediaan gel menunjukkan bahwa terdapat aktivitas antioksidan, hal tersebut terlihat dengan adanya perubahan warna ungu menjadi kuning pucat.


Peel of mangosteen fruit (Garcinia mangostanaL.) known have antioxidant activity and potential as antioxidants. This research aims to make formulations gel preparations of ethanol extract peel of mangosteen fruit with base methocel K15M qualified evaluation of the physical properties and physical stability of the gel.
Peel of mangosteen fruit macerated using 70% ethanol. Antioxidant gel preparations of ethanol extract peel of mangosteen fruit made by as much as 4 formula of concentration variations with methocel K15M (2%, 3%, 4% and 5%) as a base gel and extract consentration as much as 0,1gr/100mL. Evaluation of gel prepare include of the physical properties, physical stability test and test activities storage for 4 weeks. Testing antioxidant activity of gel preparations is carried out by using DPPH methods. Homogeneity, pH, physical stability and activity were analyzed descriptively, while the viscosity measurement, ability to spread, ability to stick were analyzed by ANAVA with the confidence 95%. There is a significant difference between formula to the measurement of viscosity and ability to spread in the result. While for measurements the ability to adhesive occurring distinction significant between formula, except between formula 2 with formula 1 and 3.
The results showed that ethanol extract gel peel of mangosteen fruit qualified physical stability, viscosity increases. Ability to spread decreases, otherwise the ability to adhesive increases. The results of the test antioxidant activity in a qualitatively using DPPH 0,2% to ethanol extract gel preparation peel of mangosteen fruit indicated that there are antioxidant activity in the preparation gel it was seen by the presence of the change of color purple become pale yellow.

104383374G1F008066AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana)TERHADAP BAKTERI Gardnerella vaginalis
Keputihan dalam ilmu kedokteran disebut flour albus, leukorea, atau white discharge merupakan semua pengeluaran cairan alat genetalia yang bukan darah. Salah satu penyebab keputihan adalah bakteri Gardnerella vaginalis. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana) mengandung saponin, tanin, xantone dan flavonoid, merupakan senyawa pada tumbuhan yang mempunyai aktivitas antibakteri.
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi senyawa yang terdapat dalam kulit buah manggis dan mengetahui aktivitas antibakteri yang terdapat dalam kulit buah manggis terhadap bakteri G.vaginalis. Metode yang digunakan untuk identifikasi adalah dengan pereaksi warna dan untuk aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram menggunakan 3 kelompok ekstrak kulit buah manggis yaitu 100ppm, 200ppm dan 300ppm. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis probit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah manggis mengandung golongan senyawa saponin, tanin, xantone dan flavonoid. Ekstrak kulit buah manggis mempunyai nilai IC50 pada konsentrasi 181,552ppm.
Whitish that was also known as flour albus, leukorea, or white discharge was all liquid expense that produces by genetalia organ which wasn’t blood. One of the causes of whitish was Gardnerella vaginalis bacteria. Mangosteen skin fruit (Garcinia mangostana) contain saponins, tanin, xantone and flavonoids, compounds in plants that had antibacterial activity
The purpose of this research was to identify the compounds contained in the mangosteen fruit skins and knowing the antibacterial activity that was contained in the mangosteen fruit skin against G.vaginalis bacteria. The methods was used for identification was colouring reactan and for antibacterial activity, the method was disc diffusion using 3 groups of mangosteen skin fruit extract that was 100ppm, 200ppm and 300ppm. The data that was obtained then analysed using probit.
The results showed that mangosteen skin fruit extracts contained saponins, tanin, xantone and flavonoids. Mangosteen skin fruit extract had IC50 value at concentrations 181,552ppm
104393375G1F008086EVALUASI PENGGUNAAN RISEDRONATE PADA PASIEN OSTEOPOROSIS DI RUMAH SAKIT ORTHOPAEDI PURWOKERTORisedronate salah satu dari golongan bifosfonate merupakan pilihan dalam terapi osteoporosis. Evaluasi penggunaan risedronate penting dilakukan karena risedronate tergolong obat spesifik yang hanya digunakan untuk osteoporosis, memiliki adverse event terhadap GI dan harganya mahal. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan risedronate pada pasien osteoporosis di Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto berdasarkan kriteria yang meliputi indication, process indicators, complication dan outcome measure. Kriteria dibuat berdasarkan jurnal-jurnal ilmiah dan text book (Drug Use Evaluation) yang relevan.
Metode yang digunakan adalah deskriptif evaluatif dengan sampel sejumlah 23 data rekam medik pasien rawat inap yang menggunakan risedronate. Analisis data dilakukan dengan membandingkan antara data dan kriteria.
Hasil penelitian ini menunjukkan ketepatan indikasi sudah tepat (100%). Process indicators meliputi dosis sudah tepat (100%), faktor risiko yang mengakibatkan gangguan GI sejumlah 6 pasien (26,09%), kontra indikasi dengan ClCr < 30 ml/menit sejumlah 1 pasien (4,35%), interaksi yang potensial terjadi terhadap NSAID sejumlah 6 pasien (26,09%) dan terhadap antasida 2 pasien (8,70%). Complication yang mungkin terjadi dengan efek mual muntah, diare, dyspepsia dan abdominal pain sejumlah 10 pasien (43,49%). Outcome measure dengan pasien yang memeriksakan kembali nilai BMD (T-score) dan mengalami kenaikan hanya ada 5 pasien (21,74%), sedangkan pasien yang berkurang keluhan klinisnya sejumlah 22 pasien (95,65%).
Kata kunci : osteoporosis, risedronate, Evaluasi Penggunaan Obat (EPO), Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto (RSOP)
Risedronate is the group of bifosfonate. It was used as an option the treatment of osteoporosis. Evaluation of using risedronate is being important because risedronate is spesific drug for osteoporosis, has adverse event to GI, and has expensive price. The purpose of this study is to evaluate utilization of risedronate to patients with osteoporosis at Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto based on criterias that include the indication, process indicators, complication and outcome measure. The criterias are based on relevant scientific journals and text books (Drug Use Evaluation).
The method of this study was descriptive evaluative which observed medical record of 23 patients using risedronate. Data was analysized by comparing data and criteria.
The results of this study demonstrated that the reliability of indications are correct (100%). Process indicators include the dosage is correct (100%), the risk factors that lead to GI disorders by 6 patients (26.09%), contraindications to ClCr <30 ml/min number 1 patient (4.35%), potential interactions that occur against NSAID was amount 6 patients (26.09%) and the antacid was 2 patients (8.70%). Complication that may occur with the effects of nausea, vomiting, diarrhea, dyspepsia and abdominal pain was amount 10 patients (43.49%). Outcome measure of patients examined BMD (T-score) and has increased only 5 patients (21.74%), whereas patients with clinical complaints reduced amount of 22 patients (95.65%).
Key words: osteoporosis, risedronate, Drug Use Evaluation (DUE), Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto (RSOP)
104403376G1F008006AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN KEMBANG MERAK (Caesalpinia pulcherrima) TERHADAP Bacillus cereus

Kembang merak (C. pulcherrima) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang terdapat didalamnya diduga mempunyai aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun kembang merak terhadap Bacillus cereus dan untuk mengidentifikasi golongan senyawa aktif yang terkandung dalam daun kembang merak yang memiliki aktivitas antibakteri.

Ekstraksi daun kembang merak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan metanol. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan cara mengukur diameter zona hambat. Identifikasi kandungan golongan senyawa aktif dari ekstrak metanol daun kembang merak dilakukan dengan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT).

Hasil analisis probit terhadap persentase daya hambat diperoleh nilai IC50 ekstrak terhadap B. cereus adalah 29,309 mg/mL. Hasil Identifikasi golongan senyawa menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun kembang merak mengandung golongan senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin.
Caesalpinia pulcherrima is a well known advantagous herbal, containing flavonoid, alkaloid, tannin, and saponin that may be antibacterial. The aim of this research was to examine the antibacterial activity of methanol extract of C. pulcherrima leaves against Bacillus cereus and to identify classes of active compounds contained in the C. pulcherrima leaves that has antibacterial activity.

Extraction of Caesalpinia pulcherrima leaves was made by maceration method using methanol. Antibacterial activity test used the disc diffusion method by measuring the diameter of inhibition zone. Identification of classes of active compounds from the methanol extract of C. pulcherrima leaves was identified by Thin Layer Chromatography (TLC) test.

Probability analysis against inhibition percentage was obtained values of IC50 extract against Bacillus cereus is 29,309 mg/mL. The results of the identification of classes of compounds showed that the methanol extract of Caesalpinia pulcherrima leaves containing the compound flavonoid, alkaloid, tannin, and saponin.