Artikel Ilmiah : B1J010120 a.n. DESTIKA AMELIANINGRUM
| NIM | B1J010120 |
|---|---|
| Namamhs | DESTIKA AMELIANINGRUM |
| Judul Artikel | Uji Potensi Phanerochaete chrysosporium Dan Marasmius sp. Dalam Mendegradasi Limbah Penyulingan Daun Kayu Putih (Melaleuca leucadendron) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi P. chrysosporium dan Marasmius sp. dalam mendegradasi limbah penyulingan daun kayu putih dengan waktu inkubasi yang berbeda dan mengetahui jamur pelapuk putih yang paling efektif dalam mendegradasi limbah penyulingan daun kayu putih. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial. Faktor pertama berupa jenis jamur yang terdiri atas P. chrysosporium, Marasmius sp., dan tanpa keduanya. Faktor ke dua berupa lama waktu inkubasi yang terdiri atas 0; 10; 20; 30 hari. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 36 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi kadar lignin dan selulosa awal dan akhir. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Sidik Ragam atau Uji F pada tingkat kesalahan 5% dan 1%, dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya interaksi antara jamur pelapuk putih dengan waktu inkubasi dalam mendegradasi lignin dan selulosa limbah penyulingan daun kayu putih. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa jenis jamur pelapuk putih memiliki potensi yang berbeda sangat nyata (P<0,01) dalam menurunkan kadar lignin limbah penyulingan daun kayu putih. Kadar lignin terendah diperoleh dari perlakuan menggunakan Marasmius sp. yakni sebesar 26,20%. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research aimed to determine the potential of P. chrysosporium and Marasmius sp. in degrade waste distillation of eucalyptus leaves with different incubation times and know the white rot fungus most effective in degrade waste distillation of eucalyptus leaves. The method used experimental factorial completely randomized design. The first factor is a type of white rot fungus which is consisting of P. chrysosporium, Marasmius sp., and without both. The second factor is a long time incubation which are consisting of 0; 10; 20; 30 day. Each treatment combination was replicated 3 times so that there are 36 experimental units. The parameters observed levels of lignin and cellulose begin and end. Data were analyzed using analysis of variance or F test at an error rate of 5% and 1%, followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results of research showed that there were no interaction between the white rot funguses with incubation time in degrades lignin and cellulose waste distillation of eucalyptus leaves. Results of analysis of variance showed that type white-rot fungus have potential very significant (P<0,01) to decrease lignin waste distillation of eucalyptus leaves. The lowest lignin content has been got from treatment use Marasmius sp. is 26,20%. |
| Kata kunci | daun kayu putih, degradasi, Marasmius sp., P. chrysosporium |
| Pembimbing 1 | Dr. Nuniek Ina Ratnaningtyas, M.S. |
| Pembimbing 2 | Ari Asnani, S.Si.,M.Sc.,Ph.D. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2014-11-20 09:24:32.126754 |