Home
Login.
Artikelilmiahs
10073
Update
YOSAFAT MURTIWIDI BASUSENO
NIM
Judul Artikel
EZIO’S MOTIVES TO BECOME AN ASSASSIN IN ASSASSIN’S CREED: RENAISSANCE BY OLIVER BOWDEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian yang berjudul "Ezio’s Motives to Become an Assassin in Assassin’s Creed: Renaissance by Oliver Bowden" ini menganalisis karakteristik dari para Assassin dan motif seorang Assassin bernama Ezio Auditore da Firenze. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik para Assassin di dalam novel Assassin’s Creed: Renaissance dan untuk mengetahui motif dari Ezio Auditore untuk menjadi seorang Assassin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisa data. Sumber data penelitian ini adalah novel berjudul Assassin’s Creed: Renaissance karya Oliver Bowden yang dianalisis menggunakan karakterisasi dan pendekatan psikologis dengan Teori Motivasi Manusia dan Hirarki Kebutuhan, keduanya oleh Abraham H. Maslow. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada empat karakteristik para Assassin, yang merupakan misteri, penyamaran, kemampuan, dan etika. Karakteristik yang mendefinisikan seseorang sebagai Assassin dan membedakan Assassin dari pembunuh pada umumnya. Ezio Auditore adalah salah satu Assassin yg paling ditakuti di Semenanjung Italia. Motif Ezio menjadi seorang Assassin awalnya didorong oleh kebutuhan keamanan untuk dia dan keluarganya. Kemudian, ia mengejar kebutuhan harga dirinya, yang meliputi kebutuhan untuk memiliki kebebasan dan kemerdekaan bagi rakyat Florence. Pencariannya sebagai Assasin mendorongnya untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang apa tujuan Ordo Assassin dibentuk dan apa misinya. Hal ini mendorong dia untuk memenuhi kebutuhan kognitif nya dengan mengungkap misteri di balik halaman-halaman Codex dan kebenaran tentang Ordo Templar. Pada akhirnya, Ezio menemukan tujuan sejati dalam menjadi pembunuh saat ia masuk ke dalam Vault. Di dalam, ia diberikan pengetahuan dan misi untuk menyelamatkan umat manusia dari kehancuran total.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research, entitled “Ezio’s Motives to Become an Assassin in Assassin’s Creed: Renaissance by Oliver Bowden”, analyses the characteristics of an Assassins and the motives of an Assassin named Ezio Auditore da Firenze. The aims of this research are to find the characteristics of Assassins in Assassin’s Creed: Renaissance novel and to find out the motives of Ezio Auditore to become an Assassin. This research uses qualitative method to analyse the data. The data source of this research is Oliver Bowden’s novel entitled Assassin’s Creed: Renaissance that are analysed using characterization and psychological approach with Theory of Human Motivation and Hierarchy of Needs, both by Abraham H. Maslow. The result of this research shows that there are four characteristics of Assassins, which are the mystery, the disguise, the abilities, and the ethics. Those characteristics define a person as an Assassin and distinguish Assassins from ordinary killers and/or murderers. Ezio Auditore is one of the most feared Assassins in Italian Peninsula. The motives of Ezio to become an Assassin are initially driven by the need of security for him and his family. Later on, he pursue his esteem needs, which include the need to have freedom and independence for the people of Florence. His quests as an Assassin leads him to gain deeper insight of how the Assassins Order came to be and what are its missions. This drives him to fulfil his cognitive needs by uncovering the mysteries behind the Codex pages and the truth about the Templars Order. Ultimately, Ezio finds his true purpose in becoming an Assassin when he goes into the Vault. Inside, he is given the knowledge and the mission to save mankind from utter destruction.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save