Artikel Ilmiah : F1C008024 a.n. SALINDRI WANDANSARI

Kembali Update Delete

NIMF1C008024
NamamhsSALINDRI WANDANSARI
Judul ArtikelSTUDI FENOMENOLOGI PENARI BEDHAYA KETAWANG DI KERATON KASUNANAN SURAKARTA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul Studi Fenomenologi Penari Bedhaya Ketawang di Keraton Kasunanan Surakarata. Keberadaan Tari Bedhaya Ketawang yang merupakan tari sakral di Keraton Kasunanan Surakarta menjadi sebuah daya tarik tersendiri yang menarik minat peneliti untuk melakukan pengkajian lebih dalam. Sebagi sebuah bentuk budaya, Tari Bedahya Ketawang tentunya memiliki nilai-nilai moral yang melekat erat didalamnya dan memiliki pesan-pesan yang mendalam yang dapat kita ambil pelajarannya. Dengan mengunakan pendekatan fenomenologi, penelitian ini berusaha menelisik lebih jauh tentang Tari Bedhaya Ketawang terutama kehidupan dari para penari sebelum menjadi penari, saat menjadi penari dan pengalaman-pengalaman mereka. Pada akhirnya dalam proses ini akan tergali nilai-nilai luhur yang menjadi pesan budaya dari tari Bedhaya Ketawang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data-data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi, serta penelaahan dokumentasi.
Hasil penelitian yang berjudul Studi Fenomenologi Penari Bedhaya Ketawang di Keraton Kasunanan Surakarata ini menunujukkan bahwa proses untuk menjadi penari Bedhaya Ketawang tidaklah mudah jika dibandingkan dengan tari-tari yang lain. Tari Bedhaya Ketawang memiliki syarat-syarat tertentu bagi para penarinya, salah satunya adalah tentang “kesucian” dari para calon penarinya, kesucian disini memiliki makna bahwa para penari harus masih perawan. Selain masalah kesucian ini, untuk menjadi penari Bedhaya Ketawang juga harus melalui proses tertentu dan melakukan ritual-ritual yang erat kaitannya dengan tradisi jawa. Dalam penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa because motive dari para penari adalah dengan menjadi penari Bedhaya Ketawang menjadi bentuk dari sebuah pengabdian terhadap keraton. Implikasi dari menjadi penari tarian sakral ini maka akan timbul rasa bangga dan memiliki prestasi tersendiri dan menjadi lebih dekat dengan lingkungan keraton, hal ini dapat dikategorikan dalam in-order motive menjadi penari Bedhaya Ketawang. Hal yang terakhir dari kesimpulan penelitian ini adalah bahwa tarian yang mengandung daya magis ini memiliki pesan moral yang berkaitan dengan kesucian seseorang dan sebuah proses yang harus dijalani untuk menjadi sesuatu, dalam hal ini menjadi penari Bedhaya Ketawang. Proses yang panjang, syarat yang tidak mudah memberikan cerminan bahwa kehidupan memang memerlukan sebauh proses untuk menapaki tangga kehidupan yang lebih tinggi.
Abtrak (Bhs. Inggris)The research is entitled “Phenomenology Study of Bedhaya Ketawang Dancers in Kasunanan Surakarta Palace”. The existence of this sacred Bedhaya Ketawang dance in Kasunanan Surakarta Palace has its own special way in attracting researchers to study about it deeper. As a form of cultural activity, Bedhaya Ketawang indeed has certain moral values and it has meaningful messages for the people. By using phenomenology approach, the research aims to further analyze the dance especially the life of the dancers both before and after becoming dancers as well as their personal experiences. In the end of the process, there will be values which are parts of the cultural messages of Bedhaya Ketawang dance. The research is done by using qualitative methods. Data are collected through deep interview, observation, and documentation analysis.
The result of the research entitled “Phenomenology Study of Bedhaya Ketawang dancers in Kasunanan Surakarta Palace” shows that the process in becoming Bedhaya Ketawang dancers is not easy compared to other dances. Bedhaya Ketawang has special requirements for the dancers, including the “purity” of the dancers, meaning that the dancers should be virgin. Aside from this, there are several steps and rituals related to Javanese tradition to do in order to become the dancers. It can also be concluded that the because motive of the dancers is that being a dancer is a noble service to the Palace. The implication of becoming the dancers of Bedhaya Ketawang is the pride and achievement, as well as becoming familiar with the palace environment, or categorized in in-order motive of becoming a Bedhaya Ketawang dancer. The final conclusion of the research is that this magical dance has moral messages related to human’s purity and a process to go through in achieving something, in this case becoming a dancer of Bedhaya Ketawang. The long process and not easy requirements show that life indeed needs a process in order to achieve a higher step in life.
Kata kunciBedhaya Ketawang, Fenomenologi, pesan budaya
Pembimbing 1Tri Nugroho Adi, M. Si.
Pembimbing 2Chusmeru, M. Si.
Pembimbing 3Drs. Bambang Widodo, M. Par.
Tahun2014
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2014-11-17 17:07:43.31723
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.