Home
Login.
Artikelilmiahs
10038
Update
DEVITA WULANINGTYAS
NIM
Judul Artikel
Happiness in Some Countries as Portrayed in Eric Weiner's "The Geography of Bliss: One Grump's Search for the Happiest Places in the World"
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini menganalisis pengalaman Eric dalam menemukan kebahagiaan di perjalanannya. Studi budaya digunakan dalam mendukung analisis ini. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang membahas fenomena pengalaman Eric Tentang kebahagiaan di beberapa negara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Eric Weiner mendapat beberapa konsep kebahagiaan. Perjalanan Eric di Belanda membuat dia tahu bahwa Belanda kebahagiaan adalah sensual atau hedonis, sedangkan Swiss menempatkan konsep keteraturan dalam kebahagiaan dan kehidupan yang terorganisir. Kemudian, perjalanan Eric di Bhutan membuatnya tahu bahwa kebahagiaan Bhutan adalah dalam hubungan yang baik dengan orang lain dan alam, sedangkan Qatar menempatkan kebahagiaan mereka didasarkan pada keyakinan mereka tentang Tuhan. Islandia menempatkan kebahagiaan mereka dalam imajinasi mereka karena sifat tak terduga yang membatasi upaya mereka untuk menciptakan kondisi yang menyenangkan. Eric menemukan bahwa sumber-sumber sejarah status dan tanah berpengaruh terhadap kebahagiaan orang Moldova. Di Inggris, Eric belajar beberapa faktor yang mempengaruhi kebahagiaan. Sementara di Thailand dan India, Eric belajar bahwa kebahagiaan berasal dari dalam setiap orang, mereka akanbahagia jika mereka merasa bahagia. Eric mulai menyimpulkan bahwa kebahagiaan tidak bisa dicari dengan persepsi lain.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research analyzes the story of Eric in finding the happiness in his journey. The cultural studies is used in supporting the analysis.The method of this research is descriptive qualitative that discusses the phenomenon of Eric'sexperienceof happiness in several countries. The result of this research shows that Eric Weiner experiences several concept of happiness. Eric’s journey in Netherland makes him know thatthe Dutchtakes its point of sensual or hedonist happiness, whereas Switzerland puts regularity of rhythmic concept of happiness in the well-organized life. Then, Eric’s journey in Bhutan makes him know that Bhutan takes the point of happiness in good relationship with other people and nature, whereas Qatar puts their happiness based on their belief of God. Eric learns that Icelanders put their happiness in their imagination because the unpredictable nature which limits their effort to create a pleasurable condition. Whereas, Eric finds that historical status and land resources are affecting to the happiness of Moldovan people.In England,Eric learns several factors that affecting happiness. While in Thailand and India, Eric learns that happiness comes from inside of every person, they will be happy if they feel happy. Eric starts to conclude that happiness cannot be search with other’s perception.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save