Artikelilmiahs

Menampilkan 9.561-9.580 dari 48.943 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
95619560F1D009045KEBERPIHAKAN BIROKRASI TERHADAP PASANGAN
CALON PEMENANG DALAM PEMILIHAN
UMUM KEPALA DAERAH DI KOTA
BEKASI TAHUN 2012
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang keberpihakan birokrasi terhadap pasangan calon pemenang dalam Pilkada kota Bekasi tahun 2012. Dengan menggunakan metode kualitatif hasil penelitian ini menjelaskan bahwa besarnya kekuasaan birokrasi dan posisi yang strategis sebagai lembaga pemerintahan membuat potensi penyalahgunaan kewenangan yang besar secara institusional maupun individual. Dalam Pilkada Kota Bekasi birokrasi pemerintahan membantu memenangkan pasangan incumbent melalui modus yang dilakukan seperti menghilangkan hak pilih serta memanipulasi data DPT sehingga banyak masyarakat kota Bekasi tidak bisa berpartisipasi dalam Pilkada karena tidak tedaftar. Mobilisasi birokrasi juga dilakukan oleh pasangan incumbent dengan menunggangi kegiatan-kegiatan pemerintahan untuk melakukan deklarasi calon dengan memanfaatkan posisi jabatan ke seluruh kecamatan di Kota Bekasi. Hal itu membuat dua pasangan calon walikota mengambil jalur hukum yang meliputi gugatan ke Makhamah Konstitusi dengan tuduhan pasangan incumbent memobilisasi birokrasi untuk mendukungnya. Hal ini menempatkan birokrasi tidak hanya sebagai alat penerapan kebijaksanaan publik yang netral. Seharusnya, birokrasi pemerintahan dituntut bertindak profesional antara menjaga netralitas dalam memberikan pelayanan sekaligus tetap menjunjung loyalitas terhadap atasan, meskipun beda warna politiknya. Sehingga birokrasi pemerintahan tidak mudah terbawa arus pusaran politik atau terkooptasi oleh kepentingan politik atasannya.This research aims at describing and explaining about alignments bureaucracy to candidate couple winner in elections head the city bekasi 2012. By using the method qualitative this research result explained that the power bureaucracy and strategic position as an institution government makes potential abuse of authority a large in institutional and individual. In the election bekasi city government bureaucracy help won couples incumbent through mode which taken such as deprive suffrage and manipulate data dpt so many people bekasi city not able to participate in the election because not registered. Mobilizations bureaucracy also performed by couples incumbent latching onto the coattails activities government to do declaration prospective by utilizing post to all sub-districts in bekasi city. It makes two candidate couple mayor take legal covering a lawsuit to makhamah constitution for allegedly couples incumbent mobilizing bureaucracy to back it up. This places bureaucracy not only as a tool application of wisdom public neutral. Supposed, government bureaucracy prosecuted act professional between keeping neutrality in providing services and fixed esteems loyality of superiors, though different color his politics. So that government bureaucracy not easily carried away current a vortex political or coopted by political interests his superiors.
95625905E1A008235Tinjauan Yuridis terhadap Pemilihan Kepala Desa Berdasarkan PERDA Nomor 4 Tahun 2007 Tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan, Dan Pemberhentian Petinggi (Studi di kabupaten Jepara)Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mekanisme pemilihan kepala desa dan untuk mengetahui hambatan normatif Pemilihan Kepala Desa berdasarkan Perda Nomor 4 Tahun 2007 Tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan, Dan Pemberhentian Petinggi di Kabupaten Jepara. guna mencapai hal tersebut maka penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, lokasi penelitian di Pusat Informasi Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Jenderal soedirman, Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan Pusat Universitas Jenderal Soedirman, dan Kantor Kepala desa Ngabul, kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dengan cara mengumpulkan dan mempelajari bahan hukum primer dan sekunder. disajikan secara sistematis, logis dan rasional. Kemudian menggunakan analisis data secara normatif kualitatif.
Hasil dari penelitian ini memberikan kesimpulan mengenai mekanisme pemilihan kepala desa berdasarkan Perda Nomor 4 Tahun 2007 Tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan, Dan Pemberhentian Petinggi di Kabupaten Jepara adalah: 1) Pembentukan penitia pemilihan, 2) Pendaftaran pemilih, 3) Pencalonan kepala desa, 4) kampanye, 5) pelaksanaan pemilihan. 6) Pemungutan dan Perhitungan suara, 7) Penetapan calon terpilih, 8) Pelantikan kepala desa, 9) penentuan biaya pemilihan. Selain itu penelitian ini juga memperlihatkan hambatan normatif dalam pelaksanaan Perda Kabupaten Jepara Nomor 4 Tahun 2007.
This research in conducted to understand the mechanism of village head selections and to understand normative obstruction of village head elections based of regulation Number 4 of 2007 on the Regulation of Candidacy, Election, Inauguration, and Termination of village head in Jepara Regency. In order to accomlish the goal of research used a normative juridical approach with state approach, location of research at the Scientific Information Center Faculty of Law Jenderal Sudirman University, Technical Unit Central Library of Jenderal Sudirman University, and the Office of village head of ngabul, Tahunan subdistrict, Jepara regency. Methods of data collectiing to use literary study by collect and study the primary and secondary legal materials. To present in a systematic, logical and rational. Than, to use data analysis by qualitative normative.
The result of this research gives a conclusion the mecanism of village head selection based of regulation Number 4 of 2007 on the Regulation of Candidacy, Selection, Inauguration, and Termination of village head in Jepara Regency is: 1) Establishment of election committee, 2) Voter registration, 3) Candidacy of village head, 4) Campaign, 5) Elections. 6) The collection and calculation of vote, 7) Determination of selected candidates, 8) Inauguration of village head, 9) determination of election expenses. besides this research also shows normative obstruction in the implementation of Jepara Regencial Regulations Number 4 of 2007.
95639563F1D009024Politik Lingkungan: Interaksi Aktor dalam Pengelolaan Limbah Pabrik Gula Pangka di Desa Pangkah, Kecamatan Pangkah, Kabupaten TegalPenelitian ini berjudul “Politik Lingkungan: Interaksi Aktor dalam Pengelolaan Limbah Pabrik Gula Pangka di Desa Pangkah, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal”. Secara umum, penelitian ini membahas tentang deskripsi pengelolaan limbah, faktor kontekstual penghambat dan pola interaksi aktor yang terlibat dalam pengelolaan limbah di Pabrik Gula Pangka. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan paradigma non positivis dan menggunakan pendekatan studi kasus. Sementara, teknik pemilihan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling untuk menambah informasi. Pola interaksi tiga aktor yaitu pemerintah, perusahaan dan masyarakat dalam pengelolaan limbah Pabrik Gula Pangka. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktor yang mendominasi dalam interaksi pengelolaan limbah yaitu Pabrik Gula Pangka. Di sisi lain, pendirian pabrik memberikan kontribusi besar terhadap masyarakat dengan penyerapan tenaga kerja besar-besaran. Sehingga, pabrik sendiri mengindahkan proses pengelolaan limbah yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, hal ini nampak ketika masih ditemukan gangguan lingkungan. Dengan demikian, kondisi seperti ini dianggap menjadi hal yang biasa saja dan bukan menjadi suatu permasalahan di masyarakat. Implikasi dari penelitian ini yaitu berkaitan dengan permasalahan adanya dominasi aktor dalam pengelolaan limbah di Pabrik Gula Pangka yaitu sikap tegas dari pemerintah dalam mengimplementasikan Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tentang pengelolaan limbah.The study is titled " Political of Environmental: Interaction of Actors in the Management Waste of Sugar Factory in Pangkah Village, Pangkah District, Tegal Regency". Generally, this study aims to discuss about description of the waste management and contextual factors inhibiting and interaction patterns of actors involved in it. The method used is descriptive qualitative research, using a non-positivist paradigm and uses a study case approach. Meanwhile, techniques selection informant used in study is purposive sampling to add information. The pattern interaction of three actors, namely governments, companies and communities in waste management Pangka Sugar Factory. The results indicated the interaction of the actors who dominate in the waste management is “Pangka Sugar Factory”. On the other hand, “Pangka Sugar Factory” much contribute to society by providing jobs. Thus, “Pangka Sugar Factory” not care about the waste management process that can cause damage the environment, this condition found when environmental disturbance. So, this condition considered as a matter of course and not a problem. The implications of this research related to main problem of the dominance of the actors in the waste management company in “Pangka Sugar Factory” is the government action in implementing the regulation No. 32 of 2009 on waste management.
95649564E1A007274PENGATURAN PRAKTIK LOKALISASI
(Tinjauan Yuridis Gang Sadar di Kabupaten Banyumas)
Abstrak
Lokalisasi sebagai tempat untu melakukan kegiatan prostitusi menggejala di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu lokalisasi berada di Kabupaten Banyumas yang bernama Gang Sadar. Lokalisasi ini memiki keunikan karena tidak mendapat larangan dari Pemerintahan Daerah Kabupaten Banyumas dan berbeda dari dari daerah lain yang mendapatkan larangan tegas dari Pemerintahannya.
Penilitian ini bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan dan menganalisis Pengaturan Praktik Lokalisasi secara yuridis. Pengaturan secara yuridis meninjau aturan-aturan hukum formal (perundang-undangan) yaitu melalui perangkat hukum khususnya Peraturan Daerah yang terkait dengan pengaturan lokalisasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan menginventerasir dan menganalisa peraturan menganai Praktik Lokalisasi, kemudian peraturan ini digambarkan dan dijelaskan untuk memperoleh kesimpulan.
Pengaturan menganai praktik lokalisasi Gang Sadar di Kabupaten Banyumas terdapat dalam Peraturan Daeran Nomor 1 Tahun 1972 juncto Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 1973 Tentang Pembatasan Pelacuran yang mengatur Perizinan Tempat Pelacuran, Larangan Terhadap Mucikari dan Pelacur, Hak dan Kewajiban mucikari dan pelacur, sanksi dan Petugas yang menindak atas setiap pelanggarannya secara . Peraturan Daerah ini dianalisis dan mendapat kesimpulan bahwa lokalisasi Gang Sadar bukan lokalisasi murni sehingga tidak dapat dikenai Peraturan Daerah ini, Praktik pengaturan dilakukan oleh Satuan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, dan lokalisasi Gang Sadar tidak lokalisasi murni sehingga praktik lokalisai dan pengelolaan sepenuhnya dikelola oleh Paguyuban Warga Kost Gang Sadar.
Abstract
Prostitute area as a place for conducting activites prostitution indicated in varios place. One of the prostitute area are in the District of Banyumas named “Gang Sadar”. This protitute area having a uniguness because it had no prohibition from government of Banyumas District and its different from other region whose get prohibition forcefully from the government.
This research aiming to discribe, explained, and analyzing the regulation of prostitute area in a yuridical manner. Regelatory in yuridical manner review the rule of law formaly (legeslation) trough legal structure especially local regulation related to the prostitute area port set up. This research use yuridical normative methode with inventoried and analyzed regulation regarding prastice of prostitute area, than discribed and explained the regulation to obtain a conclusion.
Regulation of gang sadar protitute area in Banyumas District are in local regulation Number 1 of 1972 juncto local regulation Number 2 of 1973 About Prostitute Restrictions governming the prostitution, licensing the prohibition against pimps adn prostitute, right, obligations, and prostitutesions. The local rule were analyzed and a conclusion was reached that Gang Sadar prostitution area is not fully involved in prostitution, there force the local laws can not be applied to the entire area. The rules was applied by Dinas Kesehatan and Dinas Sosial, and Gang Sadar prostitution site not pure prostition site so the activity and it’s management is fully managed by the native called “Paguyuban Warga Kost Gang Sadar”.
956511369H1D010048ANALISIS KINERJA PELAYANAN ANGKUTAN BUS TIPE ANTAR KOTA ANTAR PROVINSI (STUDI KASUS RUTE PURWOKERTO-YOGYAKARTA)Transportasi merupakan bagian dari kebutuhan pokok masyarakat. Namun kinerja
pelayanan pada bus antar kota antar provinsi (AKAP) semakin menurun. Sehingga
belum sesuai Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang dikeluarkan oleh
pemerintah. Oleh sebab itu dilakukan analisis kinerja pelayanan angkutan bus
dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan
Customer Satisfaction Index (CSI).
Parameter dari penelitian ini adalah SPM Angkutan Massal Berbasis Jalan Nomor
10 Tahun 2012 dan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam
Trayek Nomor 98 Tahun 2013. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara
kepada 100 orang responden penumpang Bus Efisiensi yang telah melakukan
perjalanan lebih dari 1 kali.
Dari hasil analisis metode IPA terhadap 17 atribut terdapat 4 atribut yang masuk
dalam kuadran I (prioritas utama), yaitu: (1) Ketepatan waktu tiba Bus Efisiensi di
tempat tujuan, (2) Jarak kursi penumpang yang bisa distel, (3) Ketersediaan shuttle
atau angkutan umum lainnya bagi pengguna jasa bus yang melanjutkan perjalanan
ke tempat tujuan selanjutnya, dan (4) Tarif bus yang ditetapkan pada Bus Efisiensi.
Hasil analisis CSI diperoleh nilai sebesar 0,6732 yang berada pada interval 0,66-0,80 yang menunjukkan bahwa persepsi penumpang merasa “puas” terhadap
kinerja yang dilakukan.
Transportation is part of the primary necessary of the society. However service
performance of Inter City Inter Province (AKAP) Bus is decreasing. So that is not
appropriate with Standar Pelayanan Minimum (SPM) who issued by the
government. Therefore, to analyze the service performance of bus by using
Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI).
The parameters of this research are SPM Angkutan Massal Berbasis Jalan Nomor
10 Tahun 2012 dan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam
Trayek Nomor 98 Tahun 2013. The data was collected through an interview to 100
respondents of Efisiensi bus passengers who had travelled more than 1 time.
The analysis of the IPA method from 17 attributes there are 4 atrributes that
included in the first quadrant (top priority), there are: (1) Efficiency Bus Punctuality
arrive at the destination , (2) adjustd passenger seat, (3) Availability shuttle or other
public transport for bus service users who want to go to the next destination, and
(4) Bus fares are set at the Efisiensi bus . CSI analysis results obtained value of
0.6732 which is in the interval from 0.66 to 0.80 which shows that the perception
of passengers feel " satisfied " towards performance given.
956611370H1D010032ANALISIS KINERJA PELAYANAN ANGKUTAN BUS TIPE
ANTAR KOTA DALAM PROVINSI
(Studi Kasus Bus Cebong Jaya)
Transportasi merupakan bagian dari kebutuhan pokok masyarakat. Namun, kinerja pelayanan pada bus AKDP semakin menurun sehingga belum sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang dikeluarkan oleh pemerintah. Oleh sebab itu dilakukan analisis kinerja pelayanan untuk mengetahui penilaian penumpang bus dari segi kinerja dan harapan, sehingga dapat diketahui atribut mana saja yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan.
Metode yang digunakan untuk mengalisis kinerja pelayanan tersebut adalah Importance Performance Analysis (IPA) dan Gap Analysis. Parameter dari penelitian ini adalah SPM Nomor 10 Tahun 2012 (Angkutan Massal Berbasis Jalan) dan Nomor 98 Tahun 2013 (Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada 83 orang responden penumpang bus Cebong Jaya yang telah melakukan perjalanan lebih dari 1 kali.
Hasil analisis kuisioner dengan metode IPA terhadap 13 atribut menunjukan bahwa terdapat 6 atribut yang menjadi prioritas utama, yaitu: (1) Tanda pengenal pada sopir dan kondektur bus, (2) Tingkat keamanan di bus, (3) Perilaku berkendara sopir bus, (4) Kondisi fisik bus, (5) Lampu penerangan di dalam bus, dan (6) Kebersihan di dalam bus. Nilai gap tertinggi ada pada atribut cara sopir mengemudikan bus, dengan nilai gap -2,241 dan nilai gap terendah ada pada atribut jarak antar kursi penumpang dengan nilai gap -0,771.
Transportation is the part of primary necessary for society. However, service performance of the bus Inter City in the Province (Angkutan Kota Dalam Provinsi/AKDP) is descreasing, so that is not appropriate with Standar Pelayanan Minimum (SPM) who issued by the government. Therefore, the analysis of service performance evaluation to determine the passanger bus in terms of performance and expectations, so that we can know which attributes are a top priority for improved.
The methods to service performance analysis uses Importance Performance Analysis (IPA) and Gap Analysis. The parameters of this research are the SPM Number 10 of 2012 (Angkutan Massal Berbasis Jalan) and Number 98 of 2013 (Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek). The data was collected through an interview to 83 respondents bus Cebong Jaya passengers who had traveled more than 1 time.
The results of the questionnaire analysis by the method of IPA to the 13 attributes, show that there are 6 attributes which becomes top priorty, they are: (1) Identification mark on the driver and the bus conductor, (2) The level of security on the bus, (3) Attitude driving by driver, (4) Physical conditions of bus, (5) Lamp lighting on the bus, and (6) Cleanness in the bus. The highest value of existing gaps in the attributes performance how the way the driver to drive the bus, is -2.241 and the lowest value of existing gaps in the distance performance between the passenger seat with a gap value is -0.771.
956711133C1C011034ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PENGARUH PEMAHAMAN AKUNTANSI, BUDAYA PERUSAHAAN, DAN PENGUASAAN TEKNOLOGI TERHADAP PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI SERTA PENGARUH TERHADAP PENINGKATAN KINERJA UKM PRODUK UNGGULAN DI KABUPATEN PURBALINGGATantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 memacu upaya UKM terutama UKM produk unggulan untuk meningkatkan produktivitasnya. Namun, adanya permasalahan UKM produk unggulan tidak memiliki cukup informasi, baik informasi dari dalam ataupun luar usaha. Kurangnya informasi akuntansi menjadi masalah vital yang melatarbelakangi penelitian ini. Faktor – faktor yang digunakan dalam penelitian ini dengan dua sub model yaitu pemahaman akuntansi, budaya perusahaan, dan penguasaan teknologi mempengaruhi penggunaan informasi serta penggunaan informasi akuntansi dan sistem pengendalian internal mempengaruhi peningkatan kinerja UKM produk unggulan di Kabupaten Purbalingga.
Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode survei. Lokasi penelitian dilakukan di Kabupaten Purbalingga dan menggunakan 30 sampel UKM produk unggulan. UKM produk unggulan yang digunakan sebagai sumber data adalah yang terdaftar di Disperindagkop Kabupaten Purbalingga dan sesuai dengan kriteria purposive sampling yang diajukan penulis. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian pada sub model pertama menemukan bahwa pendidikan pemilik, pemahaman akuntansi, dan budaya perusahaan dapat meningkatkan penggunaan informasi akuntansi sedangkan pada sub model kedua, sistem pengendalian internal dapat meningkatkan kinerja disisi lain penggunaan informasi tidak berpengaruh dalam meningkatkan kinerja UKM produk unggulan di Kabupaten Purbalingga. Dengan demikian melalui penelitian ini diharapkan UKM produk unggulan yang menjadi potensi daerah terutama di Kabupaten Purbalingga dapat meningkatkan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan informasi akuntansi dan peningkatan kinerja untuk efisiensi dan efektivitas operasional UKM produk unggulan.





Challenges of the ASEAN Economic Community (AEC) in 2015 spurred the efforts of SMEs especially SMEs superior products to increase productivity. However, the existence of the problems SMEs superior product does not have enough information, whether the information from inside or outside the business. The lack of accounting information into a vital issue underlying this research. The factors that used in this research with two sub-models, namely the understanding of accounting, culture of enterprises, and technology affect the use of information; the use of accounting information and internal control systems affecting SMEs superior product performance enhancement in Purbalingga.
This quantitative research using a survey method. Location of the research conducted in Purbalingga and using 30 samples SMEs superior product. SMEs superior product that is used as the data source is listed in Disperindagkop Purbalingga and in accordance with the criteria proposed by purposive sampling. The analysis in this research using path analysis (path analysis). The results of the research found that the first sub-model of understanding of accounting, culture of enterprises and technology can improve the use of accounting information while in the second sub-models, the internal control system can improve the performance on the other hand does not affect the use of information to improve the performance of SMEs superior product in Purbalingga. Thus through this research is expected that SMEs superior product as the potential product, can increase the factors that influence the use of accounting information and increased performance for efficiency and effectiveness in operational activity of SMEs superior product in Purbalingga.



956811402A1L009191PENGARUH BERBAGAI FORMULA LARUTAN NUTRISI DAN MEDIA STERIL PADA PEMBENIHAN KENTANG (Solanum tuberosum L) DALAM SISTEM RUMAH JARING Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) Media tanam yang sesuai pada
pembenihan kentang, 2) Nutrisi yang sesuai pada pembenihan kentang, 3)
Interaksi media tanam dengan penggunaan nutrisi pada pembenihan kentang.
Penelitian telah dilaksanakan di Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan
Kabupaten Brebes pada bulan Juli sampai Oktober 2013. Rancangan yang
digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diuji yaitu
media tanam (M) : Arang sekam, serbuk gergaji dan serbuk sabut kelapa dan
larutan nutrisi (L) : AB Mix, sundstrom, dan NPK. Pengamatan dianalisis dengan
menggunakan (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
perlakuan media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap semua variabel yang
diamati. Perlakuan larutan nutrisi berpengaruh terhadap jumlah daun, jumlah
cabang, bobot tajuk segar, bobot akar segar, bobot total tanaman segar, bobot
tajuk kering, panjang total stolon, jumlah stolon, jumlah umbi per stolon, diameter
umbi, jumlah umbi, bobot umbi, hasil produksi. Terdapat interaksi antara macam
media dengan larutan nutrisi pada jumlah daun, bobot umbi dan hasil produksi.
The aims of this research is to know: 1. Planting media which is
appropriate in potato’s seeding, 2. Knowing the nutrition which is appropriate
with potato’s seeding, 3. Knowing the planting media interaction by using
nutrition through potato’s seeding. This research was done in july to october
2013 in Pandansari, Paguyangan sub-district, Brebes regency. It was used
random design group (RDG). The result showed that the treatment of planting
media effected so real to all variable which was observed. The analyzed
observation using the event continued with (DMRT) at 5% level. The treatment of
liquid nutrition effected the amount of leaf, amount of branch, fresh crown
weights, weight of fresh roots, weight of total fresh plant, weight of dry crown,
long of total stolon, amount of stolon, amunt of tuber per stolon, diameter of
tuber, amount of tuber, weight of tuber and result production. There were
interactions between various media with liquid nutrition in the amount of leafs,
weight of tuber and amount of production.
95699549H1A010010KOMBINASI BIODEGRADASI DAN SOLVOLISIS TERHADAP POLIETILEN TEREFTALAT (PET) KOMERSIALTelah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh biodegradasi sebagai perlakuan awal terhadap degradasi Polietilen Tereftalat (PET). Degradasi pada penelitian ini dilakukan secara kombinasi yaitu biodegradasi kemudian dilanjutkan dengan solvolisis. Biodegradasi ini dilakukan dengan cara mengubur botol plastik yang telah dipotong-potong ukuran 1x1 cm pada kedalaman 10 cm dalam tanah dengan variasi waktu penguburan selama 10, 20, dan 30 hari. Botol plastik yang telah dibiodegradasi kemudian disolvolisis menggunakan pelarut benzil alkohol dan seng asetat dihidrat sebagai katalis. Solvolisis dilakukan selama 24 jam pada suhu 145 - 150 ℃. Hasil akhir dikarakterisasi dengan persentase kehilangan berat, titik leleh dan spektrum FTIR. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin lama biodegradasi dalam tanah, semakin banyak PET yang terdegradasi pada solvolisis. Hasil terbaik didapat pada botol plastik yang dibiodegradasi selama 30 hari dengan kehilangan berat biodegradasi 0,91 % dan kehilangan berat solvolisis 82,71 %. Titik leleh produk akhir yang didapat yaitu 78 - 83 ℃.This research had been done to determine combination of biodegradation and solvolysis against plastic bottle. In this research, the biodegradation process was done by burying a plastic bottle which has been cut into pieces. The size was 1x1 cm. The plastic was buried into the soil at 10 cm of the depth. The various time of biodegradation process were 10, 20, and 30 days. Biodegradation process was combined with solvolysis using benzyl alcohol and zinc acetat dihydrate as catalyst. Solvolysis process was performed for 24 hours at 145-150 ℃. The result is characterized by the percentage of weight loss, melting point and FTIR spectra. The result shows that the longer biodegradation period, the more PET degradated by solvolysis. Base on weight loss data the best result is the 30 days biodegradation process. The weight loss from biodegradation is 0.91% and combination biodegradation-solvolysis is 82.71%. The melting point of the final product is 78-83 ℃.
95709562A1M010011PENGUJIAN ANTIMIKROBA LARU ALAMI BERBAHAN DASAR DAUN SIRIH HIJAU, KULIT BUAH MANGGIS DAN KAPUR TERHADAP MIKROBA KONTAMINAN PADA NIRA KELAPANira kelapa merupakan bahan baku dari gula kelapa yang diperoleh dari hasil penyadapan malai kelapa yang masih belum terbuka. Nira kelapa mudah mengalami kerusakan karena adanya kontaminasi mikroba. Kontaminasi tersebut dapat dicegah dengan menggunakan bahan pengawet alami yang dapat dibuat dari campuran bubuk daun sirih hijau, bubuk kulit buah manggis dan bubuk kapur. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh proporsi bubuk daun sirih hijau : bubuk kulit buah manggis dalam menghambat mikroba kontaminan nira kelapa, 2) mengetahui pengaruh proporsi campuran bubuk daun sirih - bubuk kulit manggis : bubuk kapur dalam menghambat mikroba kontaminan nira kelapa, dan 3) mengetahui pengaruh kombinasi kedua proporsi yang menghasilkan penghambatan mikroba kontaminan nira kelapa paling kuat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok yang memiliki 9 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba meliputi proporsi bubuk daun sirih hijau : bubuk kulit manggis (A) yang terdiri dari (b/b) 1:1 (A1), 1:3 (A2), dan 3:1 (A3) dan proporsi campuran bubuk daun sirih - bubuk kulit manggis : bubuk kapur (B) yang terdiri dari (b/b) 5:95 (B1), 10:90 (B2), dan 15:85 (B3). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah total koloni mikroba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang menghasilkan penghambatan terkuat adalah 1:3 dan 15:85 (A2B3) yang menghasilkan total mikroba sebanyak 61,33 x 103 cfu/ml.Coconut sap is the raw material of palm sugar obtained from tapping of coconut’s panicle which is still not open yet. Coconut sap is easy to get damage because of microbial contamination. Sap’s damage will lead to the decreasing of palm sugar’s quality. The contamination can be prevent by using the natural preservative which can be make by mixing green betel leaf powder, mangosteen rind powder and lime powder. The purpose of this research are 1) to know the effect of proportion of green betel powder : mangosteen rind powder to inhibit microbial contamination of sap coconut, 2) to know the effect of the proportion of green betel leaf powder – mangosteen rind powder: lime powder to inhibit microbial contamination of sap coconut, and 3) to know the effect of combination from voth of proportion that will give the strongest effect to inhibit microbial contamination of sap coconut. This research used the experimental method with Randomized Block Design which has 9 combinations and 3 blocks. The factors that include were proportion of green betel leaf powder : mangosteen rind powder (A) which consist of (b/b) 1 : 1(A1), 1 : 3 (A2), and 3 : 1 (A3) and proportion of green betel leaf powder – mangosteen rind powder: lime powder (B) which consist of (b/b) 5 : 95 (B1), 10 : 90 (B2), and 15 : 85 (B3). Variable that observed on this research is total of microbe’s colony in sap coconut. The result showed the treatment that gave the strongest inhibit is 1 : 3 and 15 : 85 (A2B3) which resulted the total of microbe’s colony as many as 61,33 x 103 cfu/ml.
95719565E1A010135Pembatalan Putusan Pernyataan Pailit PT. Telkomsel
(Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 704/K/Pdt.Sus/2012)
Putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Nomor: 48/PAILIT/2012/PN.NIAGA.JKT.PST. yang putusannya dibacakan pada tanggal 14 September 2012 merupakan putusan yang mengabulkan permohonan pernyataan pailit yang diajukan PT. Prima Jaya Informatika terhadap PT. Telkomsel. Dalam putusannya, Majelis Hakim menyatakan bahwa PT. Telkomsel dinyatakan pailit. Putusan tersebut telah menimbulkan pertanyaan besar mengapa PT. Telkomsel sebagai perusahaan yang reputable dan capable secara financial tersebut dinyatakan pailit. Dengan putusan tersebut, maka PT. Telkomsel mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 21 September 2012 dengan Nomor: 704/K/Pdt.Sus/2012 yang putusannya dibacakan pada tanggal 21 November 2012. Dalam putusannya, Majelis Hakim Agung membatalkan Putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Nomor: 48/PAILIT/PN.NIAGA.JKT.PST. tanggal 14 September 2012. Kini dengan adanya putusan Mahkamah Agung tersebut memiliki arti bahwa PT. Telkomsel batal pailit.
Akibat adanya putusan Mahkamah Agung Nomor: 704/K/Pdt.Sus/2012 yang memiliki arti bahwa PT. Telkomsel batal pailit inilah yang membuat penulis tertarik untuk mengetahui apa pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang menyatakan PT. Telkomsel pailit hingga pertimbangan hukum Hakim Mahkamah Agung yang membatalkan putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Nomor: 48/PAILIT/PN.NIAGA.JKT.PST.
Penelitian ini disusun menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan menggambarkan suatu objek atau peristiwa. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku-buku literatur, peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, dan situs-situs internet dengan cara studi pustaka, yaitu dengan menginventarisasi data-data tersebut yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Data-data yang diperoleh dianalisa dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian.
Tulisan ini mengkaji pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam mengabulkan permohonan pernyataan pailit terhadap PT. Telkomsel pada putusan Nomor: 48/PAILIT/2012/PN.NIAGA.JKT.PST. didasarkan pada ketentuan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang yang mengatur mengenai syarat kepailitan, serta pertimbangan hukum Hakim Mahkamah Agung dalam membatalkan putusan pernyataan pailit terhadap PT. Telkomsel pada putusan Nomor: 704/K/Pdt.Sus/2012 didasarkan pada ketentuan Pasal 8 ayat (4) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang yang mengatur mengenai pembuktian secara sederhana.
Central Jakarta Commercial Court Decision No. 48/PAILIT/2012/PN.NIAGA.JKT.PST. that was read on September 14th, 2012 is a decision to grant a bankruptcy petition filed by PT. Prima Jaya Information on PT. Telkomsel. In his decision, the judges stated that PT. Telkomsel declared bankruptcy. The verdict has raised a big question why PT. Telkomsel as the reputable company and financially capable is declared bankrupt. With the decision, PT. Telkomsel filed a cassation to the Supreme Court on September 21st, 2012 with No. 704/ K/Pdt.Sus/2012 the decision was read on November 21st, 2012. In his decision, the judges of the Supreme canceled the Central Jakarta Commercial Court Decision No. 48/PAILIT/2012/PN.NIAGA.JKT.PST. on September 14th, 2012. Now with the Supreme Court's decision it means that the PT. Telkomsel off bankruptcy.
Due to the decision Supreme Court Number: 704/K/Pdt.Sus/2012 which means that the PT. Telkomsel off bankruptcy that makes the writer interested to know what the legal considerations of the Central Jakarta Commercial Court Judge stating PT. Telkomsel bankruptcy until the legal reasoning of the Supreme Court Judge who overturned the Central Jakarta Commercial Court Number: 48/PAILIT/2012/PN.NIAGA.JKT.PST.
This research is using normative juridical approach method to describe an object or event. The data used are secondary data from literature books, legislation, official documents, and internet sites by way of literature, with an inventory of these data are then presented in the form of a systematic description. The data obtained were analyzed and described based on legal norms relating to the object of research.
This paper examines legal considerations of the Commercial Court Judge in the Central Jakarta District Court granted a bankruptcy petition against PT. Telkomsel in decision No. 48/PAILIT/2012/PN.NIAGA.JKT.PST. based on the provisions of Article 2 (1) of Regulation No. 37 of 2004 on Bankruptcy and Suspension of Payment governing the terms of bankruptcy, as well as legal considerations Supreme Court Judge overturned the bankruptcy declaration against PT. Telkomsel in decision No. 704/K/Pdt.Sus/2012 based on the provisions of Article 8 paragraph (4) of Regulation No. 37 of 2004 on Bankruptcy and Suspension of Payment regulating the simple proof.
95729566C1K010031THE EFFECTS OF PRODUCT ATTRIBUTES, INTERNET PACKAGE PRICE, SIGNAL QUALITY,AND LIFESTYLE ON PURCHASE DECISION OF CELLULAR CARD Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Product Attributes, Internet Package Price, Signal Quality And Lifestyle On Purchase Decision. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unsoed Purwokerto. Untuk menentukan ukuran sampel menggunakan metode interval taksiran.Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode regresi berganda. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Product Attributes memiliki pengaruh positif terhadapa keputusan pemebelian; (2) Internet package Price memiliki pengaruh positif terhadapa keputusan pemebelian; (3) Signal Qualitymemiliki pengaruh positif terhadapa keputusan pemebelian kartu seluler Tri; (4) Lifestyle memiliki pengaruh positif terhadapa keputusan pemebelianThe aims of this research were to examine the effects of Product Attributes, Internet Package Price, Signal Quality and LifestyleonPurchace Decision. The research population in this study was student of the Economics and Business faculty of Unsoed Purwokerto. The sample size determined used interval estimation method. This research used 120 respondents as sample. This study used multiple regression analysis as the method. The results of this research indicated that: (1) Product Attribute has a positive effect on purchase decisions; (2) Internet Package Price has a positive effect on purchase decisions; (3) Signal Quality has a positive effect on purchase decisions of Tri cellular cards; (4) Lifestyle has a positive effect on purchase decisions
957310779B1J011100STRUKTUR POPULASI IKAN PALUNG Hampala macrolepidota (C.V.)
DI WADUK PANGLIMA BESAR JENDERAL SOEDIRMAN KABUPATEN BANJARNEGARA.
Hampala macrolepidota (C.V.) merupakan sasaran utama penangkapan di Waduk P.B. Soedirman. Aktivitas penangkapan secara terus-menerus mempengaruhi struktur populasi ikan. Penelitian dilakukan di Waduk P.B. Soedirman, Kabupaten Banjarnegara dengan menggunakan metode survei dan teknik purposive random sampling pada 10 stasiun yang ditentukan berdasarkan pada lokasi yang mewakili aliran air yaitu inlet, tengah, dan outlet. Variabel yang diamati adalah struktur populasi ikan palung dan kualitas air. Kajian sebaran ukuran panjang dianalisis dengan Walpole, pendugaan pertumbuhan dengan metode Bhattacharya dan Response Surface, pendugaan mortalitas dengan rumus Pauly, dan hasil per rekruitmen relatif dengan persamaan Beverton & Holt. Analisis parameter kualitas air yang berpengaruh terhadap jumlah ikan palung menggunakan PCA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan palung yang tertangkap di inlet memiliki sebaran ukuran panjang terbanyak pada selang 112-136 mm, dan di outlet pada selang kelas 119-150 mm. Pendugaan panjang maksimum ikan palung di inlet yaitu 301,95 mm dan di outlet 355,00 mm dengan laju pertumbuhan cepat (0,51 per tahun) pada kedua lokasi. Pendugaan laju mortalitas alami di inlet lebih tinggi (0,9411 per tahun) dibandingkan laju mortalitas penangkapan (0,7815 per tahun), sebaliknya laju mortalitas penangkapan di outlet lebih tinggi (87,2636 per tahun) dibandingkan mortalitas alami (1,6764 per tahun). Pendugaan hasil per rekruitmen relatif menunjukkan bahwa di inlet terdapat 0,0367 g.ind-1 dan di outlet terdapat 246,9280 g.ind-1 ikan yang dapat diperoleh sebagai hasil tangkapan. Kondisi kualitas air di Waduk P.B. Soedirman masih layak dalam kelangsungan kehidupan ikan. Kualitas air yang berpengaruh terhadap jumlah ikan palung pada lokasi inlet adalah kedalaman, sedangkan pada lokasi outlet adalah pH.Hampala macrolepidota (C.V.) is the main target for fishing in P. B. Soedirman Dam. Continuous fishing activity affects fish population structure. Study was conducted in P.B. Soedirman Dam, Banjarnegara Regency by using survey method with purposive random sampling on 10 stations which was determined based on locations that represent water flow such as inlet, middle, and outlet. Observed variables were hampala barb population structure and water quality. Study of length measurement distribution was analyzed with Walpole, growth prediction was analyzed with Bhattacharya method and Response Surface, mortality prediction was analyzed with Pauly formula, and yield per recruitment relative was analyzed with Beverton & Holt equation. Analysis of water quality parameter that affects total number of hampala barb used PCA. Study results showed that hampala barbs was captured in inlet had the highest length measurement distribution in class interval of 112-136 mm, while the outlet had the highest length measurement distribution in class interval of 119-150 mm. Maximum length prediction of hampala barb in inlet was 301,95 mm and in outlet was 355,00 mm with fast growth rate (0,51 per year) in both location. Natural mortality rate prediction in inlet was higher (0,9411 per year) than fishing mortality rate (0,7815 per year), meanwhile the fishing mortality rate in outlet was higher (87,2636 per year) than natural mortality rate (1,6764 per year). Prediction of yield per recruitment relative showed that there were 0,0367 g.ind-1 barb in inlet and 246,9280 g.ind-1 barb in outlet that can be acquired as haul from fishing. Water quality condition in P.B. Soedirman Dam is still viable for hampala barb survivality. Water quality that affects total number of hampala barb in inlet location was depth, while in outlet location it was pH.
957410374B1J010019PERTUMBUHAN EMPAT ISOLAT Lentinula edodes PADA MEDIUM FERMENTASI CAIR DAN DETEKSI
METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK
ETIL ASETAT DAN KLOROFORM
Lentinula edodes (Berk.) Pegler adalah jamur kayu yang dikenal sebagai jamur pangan yang paling populer di seluruh dunia. Jamur tersebut selain dikenal sebagai jamur pangan, juga dikenal sebagai jamur obat, karena mampu menghasilkan metabolit sekunder yang dapat diperoleh dari biomassa miselium dan filtrat medium. Golongan senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan dari jamur makroskopis L. edodes berupa alkaloid, fenolik, terpenoid, steroid dan flavonoid yang terakumulasi dalam sel dan filtrat kultur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bobot miselium kering empat isolat L. edodes pada medium YEMR dan kandungan senyawa golongan terpenoid, flavonoid dan alkaloid dalam ekstrak kloroform dan etil asetat filtrat kultur dan biomassa miselium keempat isolat L. edodes.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), variabel yang digunakan adalah variabel bebas berupa empat isolat L. edodes dan variabel tergantung berupa pertumbuhan miselium dan senyawa metabolit sekunder. Parameter utama yang diukur berupa biomassa miselium kering, golongan senyawa terpenoid, flavonoid dan alkaloid. Parameter pendukung berupa pH awal dan akhir medium YEMR. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut kloroform dan etil asetat, deteksi metabolit sekunder dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT). Data bobot biomassa miselium kering yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% dan 99%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata bobot miselium kering tertinggi terdapat pada isolat Jambo sebesar 0,7 g.; Keempat isolat L. edodes mengandung dua golongan senyawa metabolit sekunder yaitu golongan senyawa flavonoid dan terpenoid.

Kata kunci : Lentinula edodes, senyawa metabolit sekunder, KLT
Lentinula edodes (Berk.) Pegler is edible mushrooms which known as the most popular edible mushrooms in the world. This mushroom not only known as edible mushroom, but also as medicinal mushrooms, because it’s capable to produces secondary metabolites which could be obtained from mycelium biomass and filtrate medium. The group of secondary metabolites produced by macroscopic L. edodes like alkaloids, phenolics, terpenoids, steroids and flavonoids which accumulated in cells and culture filtrate. The purpose of this study were to determine dried off weight of 4 mycelium isolates on YEMR medium and to determine contensof terpenoids, flavonoids and alkaloids in chloroform extracts and ethyl acetate of culture filtrate and mycelium biomass of these 4 L. edodes isolates.
The method used was experimental design with completely randomized design (CRD), four isolates of L. edodes was used as independent variable and dependent variables were mycelium growth and secondary metabolites. The main parameters measured was dried off mycelium biomass, group of terpenoid compounds, flavonoids and alkaloids. Supporting parameters were early and final pH value of the YEMR medium, a maceration method with chloroform and ethyl acetate was used as an extraction method, detection of secondary metabolites using thin-layer chromatography (TLC). The data of the dried off weight of mycelium were analyzed by analysis of variance (ANOVA) at 95% and 99% level of trust.
The results showed that the highest average of weights of dried off mycelium as Jambo isolates which was 0.7 g; These four isolates of L. edodes contains two classes of secondary metabolites that was flavonoids and terpenoids.

Key words : Lentinula edodes, secondary metabolites, TLC
95759567C1C010002ANALISIS KINERJA PROFITABILITAS PDAM BANJARNEGARA BERBASIS BALANCE SCORECARDPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif mengenai proksi dari perspektif balance scorecard pada PDAM Banjarnegara. Penelitian ini mengambil judul “Analisis Kinerja Profitabilitas PDAM Banjarnegara Berbasis Balance Scorecard ”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan angka kebocoran air, sistem pengaliran, dan cakupan pelayanan dengan profitabilitas PDAM Banjarnegara.
Data utama penelitian berupa data angka kebocoran air yang ditunjukkan oleh jumlah air yang hilang, sistem pengaliran yang ditunjukkan oleh jam operasi produksi dan distribusi, cakupan pelayanan yang ditunjukkan oleh jumlah penduduk yang terlayani, dan kinerja profitabilitas yang ditunjukkan oleh Return On Asset (ROA) periode tahun 2011 dan 2012. Data berupa laporan operasional teknik dan laporan keuangan.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan konsep balance scorecard dan sistem Du Pont menunjukkan bahwa turunnya angka kebocoran air berkontribusi pada peningkatan jam operasional dalam sistem pengaliran, peningkatan jam operasional dalam sistem pengaliran berkontribusi pada meningkatnya penduduk yang terlayani (cakupan pelayanan), cakupan pelayanan yang meningkat berkontribusi pada peningkatan volume air terdistribusi, peningkatan volume air terdistribusi berkontribusi pada meningkatnya pendapatan penjualan air sehingga kinerja profitabilitas meningkat.
Implikasi dari kesimpulan tersebut yaitu dalam upaya memperbaiki kinerja profitabilitas adalah dengan meningkatkan laba bersumber dari penjualan air sebagai bisnis utama PDAM dengan penggunaan aktiva secara optimal. Penjualan air diupayakan dengan memperluas cakupan pelayanan melalui peningkatan pelayanan dalam hal jam operasional distribusi dengan cara penambahan volume air dan optimalisasi harga pokok dan mempertahankan biaya operasional. Penambahan volume air dengan meningkatkan produksi air dan menekan angka kebocoran air dengan cara mengganti water meter pelanggan dan memperbaiki jaringan distribusi yang rusak secara bertahap. Hal tersebut diupayakan dengan berinvestasi dalam pengembangan jaringan distribusi air sehingga semakin luas dan volume air terdistribusi meningkat. Antisipasi kebocoran air dilaksanakan dengan operasi penertiban pelanggan dan koordinasi dengan instansi lain untuk menghindari galian tanah atau jalan yang dapat merusak pipa air PDAM.
This research is a qualitative research of the proxy from the perspective of the balanced scorecard in PDAM Banjarnegara. Data was taken from form of leak figure of water data indicated by the amount of water lost, drainage system indicated by the operation hours of production and distribution, service coverage indicated by the number of people served, and profitability performance shown by Return on Assets (ROA) period in 2011 and 2012. Data from operating report of technical and financial reports. The analysis use the concept of the balanced scorecard and Du Pont system.
The research result showed that the reduction in the leak figure of water contributed to increase operating hours in the drainage system, improvement of operating hours in the drainage system contribute to increase population served (service coverage), the service coverage improvement contributed to increase volume of water distributed, improvement of volume of water distributed contribute to increase water sales revenue thus increase profitability performance.
The implications of this research, an effort to repair profitability performance is to increase the profit derived from the sale of water as the main business with optimal use of assets. Sales of water sought to expand the scope of services through increased operational hours of service in terms of distribution by the addition of water volume and optimizing the cost of operating and maintaining costs. To increase the volume of water by increasing water production and reduce the leak figure of water by replacing water meters and repair customer distribution channel gradually damaged. This is pursued by investing in the development of water distribution channel and the more widely distributed and the volume of water increases. Anticipation to the leak figure of water enforcement operation carried out with customers and coordinating with other agencies to avoid ground excavation or road which could damage PDAM pipe.
95769568C1C010036EVALUASI KINERJA PT TELKOM PURWOKERTO DENGAN METODE BALANCED SCORECARDPT Telkom adalah perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi di Indonesia. Sebagai salah satu organisasi sektor publik yang bersifat profit motive dan public service oriented, PT Telkom Purwokerto harus berusaha keras untuk melayani masyarakat. Di sisi lain harus memperoleh keuntungan guna operasional perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja PT Telkom Purwokerto dari keempat perspektif dalam balanced scorecard. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada responden dan juga data sekunder berupa laporan keuangan PT Telkom Purwokerto. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode trend least square, uji Z, dan uji t.
Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, hipotesis dalam penelitian ini adalah diterima. Dan kesimpulan dalam penelitian ini adalah kinerja PT Telkom Purwokerto bila diukur dengan metode balanced scorecard dinilai belum baik.
PT Telkom is a company as well as information and communication service providers and telecommunication network in Indonesia. As one of the public sector organizations that are profit motive and public service oriented, PT Telkom Purwokerto must strive to serve the community. On the other hand must make a profit to the company's operations.
This study aims to analyze the performance of PT Telkom Purwokerto from four perspectives in the balanced scorecard. The data used in this study are primary data obtained through a questionnaire given to respondents and secondary data from the financial statements of PT Telkom Purwokerto. The data were analyzed by the method of least square trend, Z test and t-test.
Based on the results of data analysis has been carried out, this hypothesis is accepted. And conclusions in this study is the performance of PT Telkom Purwokerto when measured with the balanced scorecard method has not been well assessed.
95779569D1E010270KEEMPUKAN, DAYA IKAT AIR, DAN SUSUT MASAK DAGING SAPI BAGIAN PAHA (Biceps femoris) PADA LAMA PERENDAMAN LARUTAN PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman larutan perasan jeruk nipis terhadap keempukan, daya ikat air, dan susut masak pada daging sapi bagian paha (Biceps femoris). Bahan penelitian yaitu daging sapi bagian paha, air perasan jeruk nipis, aquades dan alat yang digunakan yaitu baskom, pisau, alat pemeras jeruk nipis, saringan, tiang penggantung daging, kertas whatman 41, plat kaca, beban 35 kg, stopwatch, plastik transparan, milimeterblok, timbangan, kantong plastik, waterbath, penetrometer, oven, cawan porselin, dan tissue gulung. Metode penelitian secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan ulangan sebanyak 5 kali. Rataan keempukan yang diperoleh adalah 0,167 mm/g/dt, rataan daya ikat air yang diperoleh adalah 49,04 %, sedangkan rataan susut masak yang diperoleh adalah 71,03 %.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman menggunakan larutan perasan jeruk nipis dengan konsentrasi 10% berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap keempukan, daya ikat air, dan susut masak pada daging sapi bagian paha. Kesimpulan dari penelitian bahwa lama perendaman daging sapi bagian paha (Biceps femoris) menggunakan larutan perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dengan konsentrasi 10% dan lama perendaman 15, 30, dan 45 menit menghasilkan keempukan, daya ikat air, dan susut masak yang relatif sama.The purpose of this research was to determine the effect of immersion time in a solution of lime juice on the tenderness, water holding capacity and cooking losses of thigh part beef meat (Biceps femoris). The research materials consisted of thigh part beef meat, lemon juice, distilled water, tool table, bowl, knife, lemon squeezer, strainer, meat pole hanger, paper whatman 41, glass plate, balance of 35 kg capacity, stopwatch, transparent plastic, milimeterblock, scales, plastic bags, water bath, penetrometer, oven, porcelain cup, and tissue rolls. The research method was experiment, using completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replication. The mean obtained for tenderness was 0.167 mm/g/s, the average of water holding capacity obtained was 49.04 %, while the average of obtained cooking losses was 71.03 %. The data obtained were included in the tabulation and analyzed using analysis of variance. The results showed that the immersion time using a solution of lime juice with a concentration of 10% did not affect significantly (P> 0.05) on tenderness, water holding capacity and cooking losses of thigh part beef meat. The conclusion of this research is, thigh part beef meat (Biceps femoris) using a solution of lime juice (Citrus aurantifolia) with a 10 % concentration immersion time of 15, 30, and 45 min. Resulted in relatively similar tenderness, water holding capacity and cooking losses were relatively the same.
95785921A1C007067Analisis Motivasi Berprestasi dan Pengaruhnya Terhadap Produksi dalam Berusahatani Padi Sawah di Kecamatan Baturaden Kabupaten BanyumasPadi merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan yang merupakan bahan pangan beras. Semakin bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan akan beras juga semakin meningkat. Namun di sisi lain, produksi padi sawah cenderung mengalami fluktuasi, dimana yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah tingkat motivasi berprestasi dari para petani dalam menjalankan usahataninya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1) tingkat motivasi berprestasi petani padi sawah, (2) komponen pembentuk motivasi berprestasi petani padi sawah dan (3) perbedaan produksi usahatani padi sawah antara petani yang memiliki tingkat motivasi berprestasi kuat dengan petani yang memiliki tingkat motivasi berprestasi sedang dan lemah. Metode penelitian yang digunakan adalah survai dengan teknik analisis data menggunakan pengukuran Likert’s Summated Ratings, Method of Successive Intervals dan analisis variance dengan uji F. Berdasarkan hasil pengukuran Likert’s Summated Ratings diperoleh nilai rata-rata tingkat motivasi berprestasi berada dalam kategori lemah. Komponen pembentuk lemahnya tingkat motivasi berprestasi petani adalah curahan modal dan benih. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis variance (ANOVA) terbukti bahwa produksi usahatani padi sawah pada petani dengan tingkat motivasi berprestasi kuat lebih besar dibanding petani dengan tingkat motivasi sedang dan produksi usahatani padi sawah pada petani dengan tingkat motivasi berprestasi sedang lebih besar dibanding petani dengan tingkat motivasi lemah. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat motivasi berprestasi petani berpengaruh positif terhadap pencapaian produksi usahatani padi sawah di Kecamatan Baturaden.
Paddy is one of the excellent agricultural commodities which produce food ingredients such as rice. The increase of population, the demand for rice is increasing. But on the other hand, rice production tends to fluctuate, where it is influenced by several factors such as the achievement motivation level of the farmers in performing their farm. The aims of research are to analyze: (1) the level of achievement motivation of rice farmers, (2) the components of achievement motivation and (3) comparative between farming rice production in farmer with a high level of achievement motivation and the production of rice farming of farmers with medium and low levels of achievement motivation. The method of research is survey with technique data analysis using Likert’s Summated Ratings measurement, Method of Successive Interval and variance analysis with F-test. Based on the result of Likert’s Summated Ratings measurement was obtained the mean value of achievement motivation level of farmers for rice farming in sub-district of Baturaden included in the low category. The components of achievement motivation of rice farmers in sub-district of Baturaden are flow of capital and seeds. Furthermore, based on the results of variance (ANOVA) was shown that the rice farming production of farmers with high level of achievement motivation is greater than the rice farming production of farmers with medium and low levels of achievement motivation, it means that achievement motivation has effect on rice farming production of farmers in sub-district of Baturaden.
95799570C1K009020ANALYSE THE IMPACT OF GREEN BRAND EQUITY TOWARDS REPURCHASE INTENTION ON TOYOTA PRODUCT IN PURWOKERTOTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh green brand image, green brand satisfaction juga green brand trust terhadap green brand equity dari Toyota, dan untuk menganalisa pengaruh dari green brand equity terhadap preferensi konsumer. Terakhir untuk menganalisa pengaruh preferensi konsumer terhadap niat pembelian produk Toyota. Jenis dari research ini adalah metode survey. Penelitian ini dilakukan di Purwokerto. Populasi dari penelitian ini adalah konsumer Toyota di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan 150 responden. Teknik pengambilan sampel dari data analisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) analisis. Mengacu pada hasil dari SEM analisis, dapat disimpulkan bahwa green brand image, green brand satisfaction, dan juga green brand trust memiliki pengaruh yang signifikan terhadap green brand equity, green brand equity memiliki pengaruh yang signifikan terhadap preferensi konsumen, dan preferensi konsumen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat pembelian lagi. Berdasarkan pada kesimpulan, dinyatakan bahwa sebagai usaha untuk meningkatkan green brand equity, manajemen dari Toyota di indonesia perlu membuat prioritas dalam green brand image, green brand satisfaction, dan green brand trust, lalu sebagai usaha untuk meningkatkan preferensi konsumen, manajemen Toyota perlu memprioritaskan di dalam green brand equity, dan juga sebagai usaha untuk meningkatkan niat pembelian, manajemen perlu memprioritaskan preferensi konsumen.The purposes of research were to analyze the effects of green brand image, green brand satisfaction as well as green brand trust on green brand equity of Toyota, and to analyze the effects of green brand equity on consumer preference. In the end, to analyse the effects of consumer preference on repurchase intention on Toyota product. Type of this research was a survey method. This research was conducted at Purwokerto. Population of this research was consumer of Toyota in Purwokerto. This research used 150 respondents. Sampling technique used was convenience sampling. The technique of data analysis used was Structural Equaltion Modelling (SEM) analysis. Refers to the result of SEM analysis, it can be concluded that green brand image, green brand satisfaction as well as green brand trust have significant effects on green brand equity, green brand equity has significant effects on consumer preference and so consumer preference have significant effects on repurchase intention. Based on the conclusions, it can be implied that as an effort to increase green brand equity, the management of Toyota in Indonesia needs to make priority on green brand image, green brand satisfaction and green brand trust, then as an effort to increase consumer preference, the management of Toyota in Indonesia needs to make priority on green brand equity and so as an effort to increase repurchase intention, the management of Toyota in Indonesia needs to make priority on consumer preference.
958010795A1L009049KAJIAN PEMBERIAN MACAM DAN TAKARAN BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH PASIR PANTAIPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh pemberian macam bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah pasir pantai, (2) mengetahui dan menentukan takaran bahan organik yang baik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah pasir pantai, (3) mengetahui bentuk interaksi untuk dapat menetapkan kombinasi perlakuan yang baik atas dasar pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah pasir pantai. Penelitian dilaksanakan Maret sampai Juli 2013 di rumah plastik Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, pada ketinggian tempat 110 m dpl. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah macam bahan organik yang terdiri dari empat jenis yaitu kompos orok-orok, kompos kacang tanah, kompos kotoran sapi, dan kompos kotoran kambing. Faktor kedua adalah takaran bahan organik yang terdiri dari tiga taraf yaitu 0, 2, dan 4%. Bawang merah yang digunakan adalah varietas Tiron. Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam bahan organik memberikan pengaruh yang tidak berbeda dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah pasir pantai. Takaran bahan organik yang baik yaitu 2%, pada takaran 2 dan 4% menunjukkan hasil yang tidak berbeda sehingga takaran 2% dikatakan lebih efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah pasir pantai. Terjadi pengaruh interaksi antara macam dan takaran bahan organik pada variabel jumlah anakan. Kompos orok-orok takaran 2 dan 4% menurunkan jumlah anakan jika dibandingkan tanpa perlakuan. Kompos kacang tanah takaran 2 dan 4% meningkatkan jumlah anakan secara nyata. Kompos kotoran sapi takaran 2 dan 4% tidak berpengaruh terhadap peningkatan jumlah anakan. Kompos kotoran kambing takaran 2 dan 4% meningkatkan jumlah anakan jika dibandingkan tanpa perlakuan. Kombinasi perlakuan yang baik untuk meningkatkan jumlah anakan yaitu kompos kacang tanah pada takaran 2%.The aims of this research were to know and determine: (1) a good type of organic matter for improving the growth and yield of shallot in coastal sandy soil, (2) a proper dose of organic matter for increasing the growth and yield of shallot in coastal sandy soil, and (3) the best combination of type and dose of organic matter for increasing the growth and yield of shallot in coastal sandy soil. This research was conducted from March to July 2013 in the plastic house of the Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, which is located at 110 meters above sea level. The experiment using a randomized completely block design with 2 factors. The first factor was the type of organic matter which consisted of: 1) sun hemp compost, 2) peanut compost, 3) cow manure compost and 4) goat manure compost. The second factor, which was the dose of compost, consisted of 3 levels i.e. 0, 2%, and 4%. Each level equals to 0, 62, and 124 tons/ha of compost respectively. The variety of shallot used was Tiron. The results of this experiment showed that the type of compost applied to coastal sandy soil did not give a different effect on the growth and yield of shallot. As the dose of 2% and 4% of all types of compost applied did not give a significant effect on the growth and yield of shallot, then the dose of 2% compost could be determined more efficient in improving the growth and yield of shallot grown in coastal sandy soil. Interaction effect between the type and dose of compost was only found in one of the parameters measured i.e. number of clumps. Compared with control, sun hemp compost with the dose of 2 and 4% reduced the number of clumps. On the contrary, this parameter increased significantly when peanut compost with the dose of 2 and 4% were applied. Cow manure with the dose of 2 and 4% did not give significant effect in increasing the number of clumps, but goat manure on both dose levels could increase this parameter if compared with control. The best combination for increasing the number of clumps was peanut compost with the dose of 2%.