Artikelilmiahs

Menampilkan 9.641-9.660 dari 48.942 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
964110801F1G011002IDIOM BERUNSUR NAMA HEWAN DALAM BAHASA SUNDAPenelitian ini berjudul “Idiom Berunsur Nama Hewan dalam Bahasa Sunda”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis, makna dan fungsi idiom berunsur nama hewan dalam bahasa Sunda.
Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data digunakan metode simak dengan teknik dasar sadap, teknik lanjutannya yaitu teknik simak libat cakap (SLC), teknik catat dan teknik rekam. Data yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 idiom berunsur nama hewan dalam bahasa Sunda. Pada tahap analisis data digunakan metode agih dengan teknik dasar yaitu teknik bagi unsur langsung dengan teknik lanjutan teknik sisip, perluas dan balik untuk menentukan data tersebut merupakan idiom berupa kata majemuk atau frase. Peneliti juga menggunakan metode padan referensial untuk menetukan jenis, makna dan fungsi idiom berunsur nama hewan dalam bahasa Sunda. Teknik dasarnya adalah teknik pilah unsur penentu dan teknik lanjutannya teknik hubungbanding menyamakan, dengan menghubungbandingkan makna dan fungsi idiom berunsur nama hewan dalam bahasa Sunda. Penyajian hasil analisis data dalam penelitian ini bersifat informal yaitu dengan menggunakan kata-kata biasa.
Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, jenis idiom berunsur nama hewan dalam bahasa Sunda dapat dikelompokan menjadi dua macam, yaitu idiom penuh dan idiom sebagian. Dua macam idiom tersebut berupa kata majemuk karena tidak dapat disisipi, diperluas dan dibalik. Kedua, untuk mengetahui makna yang tersirat dalam idiom bahasa Sunda adalah dengan cara mengasosiasikan dengan kenyataan yang sebenarnya. Ketiga, idiom berunsur nama hewan dalam bahasa Sunda mempunyai fungsi bagi masyarakatnya sebagai harapan, ejekan dan nasihat.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi peneliti-peneliti selanjutnya untuk meneliti tentang idiom dengan objek yang berbeda dan dapat mengkaji idiom bahasa Nusantara lainnya selain bahasa Sunda, misalnya bahasa Jawa, Batak bahkan bahasa Asing dengan lebih baik lagi.



The title of this research is “Idiom Berunsur Nama Hewan dalam Bahasa Sunda”. The aim of this research is to describe the kind, meaning, and function of the name of animal idiomatic in Sundanese language.
The form of this research is descriptive qualitative. In collecting the data the researcher is using observation method with the basic technique of tapping, in subsequent technique to technique involved proficient (SLC), technical note and technical recording. The data that used in this research are 20 animals name idiomatic in sundanese language. In the step of analysis of the data is used distributional method, and as the basic technique is direct element share and as the next step is inserting technique, extension technique, and reversed technique. The aim of the techniques used is to determine the data that the idiom is a compound sentence or just a phrase. The researcher also uses equaling identity method to determine the kind, meaning, and function of animal idiomatic in Sundanese language. The basic technique used is sorting determine substance technique, and as the next technique the researcher uses connect compare equaling technique by the connect compare technique the meaning with the function of animal idiomatic in Sundanese language. The presentation result of the analysis data in this research is having informality style, using unscrientific language proofs that is informal.
Based on the analysis of data the researcher has done, it can be concluded to be some conclusions. The first is the kind of animal idiomatic in Sundanese language, it can be classified to be two kinds. They are complete idiom and partial idiom. The both of them are the compound sentence, because it is not inserted, expanded, and reversed. The second one is to know the implicit meaning in sundenese idiom by the associating with the actual fact. The last one is animal idiomatic in sundanese language has function as the expectation, mockery, and advice.
This research is expecting to give the description for the next researchers to research about idiom that has different object and can be reviewing about idiom in other community in Indonesia besides sundanese. As the sample Javanese language, Batak language, moreover foreign language with the best way.
96429607F1C010017Strategi Humas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam Mengelola Media RelationsPenelitian yang berjudul “Strategi Humas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam Mengelola Media Relations” ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penyusunan serta implementasi strategi Humas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengelola media relations. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan berjumlah enam orang yang terdiri dari tiga narasumber utama yaitu Humas Pemprov DKI Jakarta dan tiga narasumber pendukung yaitu wartawan yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling (sampling bertujuan) dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data digunakan triangulasi sumber.
Berdasarkan data yang diperoleh selama penelitian berlangsung, didapatkan beberapa hasil penelitian. Pertama, humas Pemprov DKI telah menyusun dan mengimplementasikan strategi pengelolaan media relations dengan baik. Hal ini terlihat dari persepsi wartawan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, yang menganggap humas telah memberi pelayanan lebih baik dibandingkan instansi pemerintah lain. Kedua, penyusunan strategi media relations, dimulai dari rapat perencanaan kegiatan rutin setiap satu tahun sekali dan rapat pimpinan analisa monitoring berita setiap hari Jumat. Ketiga, strategi yang dirancang humas dalam mengelola media relations terbagi menjadi dua strategi, yaitu mengelola relasi dan mempertahankan networking (jaringan). Keempat, Implementasi dari strategi mengelola relasi adalah pertemuan kemitraan, press gathering, mengoptimalkan media internal, dan memfasilitasi media. Sedangkan implementasi dari strategi memperkuat networking adalah bekerjasama dengan media dalam membuat event dan monitoring berita.





This study entitled “Public Relations strategies Jakarta Provincial Government in managing media relations”. Aims to determine how the preparation and implementation of Public Relations strategies Jakarta Provincial Government in managing media relations. This study used a descriptive method with qualitative approach for selecting the six informants with interview techniques, observation, and documentation. In analyzing the data, researcher used a model approach to the analysis Miles and Huberman Interactive Data. The validity of the data used is the model of source triangulation, by comparing and rechecking the degree of information trust which is obtained with different time and tools in qualitative methods.
Based on the data was obtained during the study, obtained some research results. First, Jakarta Provincial government public relations has been designing and implementing management strategies of media relations well. It is seen from the point of journalists in Jakarta Provincial Government, which considers the city government public relations is better if compared to other government agencies. Second, preparation of media relations strategy, starting of the routine planning meetings annually and analysis monitoring news of leadership meeting every Friday. Third, public relations strategy which designed to manage media relations strategy is divided into two, namely managing and maintaining relationships networking. Fourth, implementation of strategies to manage the relations such as partnership meetings, press gathering, optimizing internal media, and facilitating media. While the implementation of the strategy of strengthening the networking is working with the media in creating events and news monitoring.
96439595F1A009004MODUS OPERANDI DALAM PERKOSAAN
(ANALISIS ISI TERHADAP BERITA PERKOSAAN DI SURAT KABAR POS KOTA EDISI JANUARI - DESEMBER 2012)
Maraknya kasus perkosaan merupakan sebuah fenomena yang menarik untuk diteliti. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk perkosaan yang paling banyak terjadi pada surat kabar Pos Kota edisi Januari hingga Desember 2012 dan untuk mengetahui modus operandi yang paling sering digunakan oleh pelaku perkosaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan jumlah sampel yang digunakan berjumlah 89 berita perkosaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perkosaan yang paling banyak terjadi adalah perkosaan akibat dorongan seksual pelaku, yaitu dengan persentase sebesar 58,4 persen. Atas dasar hal tersebut dapat dipahami bahwa secara alamiah, laki-laki cenderung lebih mudah memiliki dorongan seksual daripada perempuan. Pada praktiknya, pelaku lebih sering menggunakan kekuatan fisik, seperti merangkul atau menindih untuk memuluskan aksinya, yaitu dengan persentase sebesar 22,5 persen. Hal tersebut dapat terjadi karena secara alamiah pula laki-laki cenderung dapat lebih kuat secara fisik dibandingkan dengan perempuan. Pada penelitian ini, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa pada bentuk perkosaan yang terjadi maupun pada modus operandi yang digunakan, sama-sama disebabkan oleh faktor alami yang sudah secara umum dimiliki oleh laki-laki, sehingga saran yang dapat diberikan adalah perlu adanya upaya dari aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan secara tegas terhadap kasus-kasus perkosaan yang telah terungkap, sehingga diharapkan dapat memberikan efek segan bagi calon pelaku yang hendak melakukan perkosaan.The high of the rape case is an interesting phenomena to be researched. The purpose that want to be achieved in this research is to find out the form of the most rape that often happens in the Newspaper of Pos Kota in Edition on January – December 2012 and to find out the operation mode that the most used by the rape suspect. This research uses the method of content analysis with the total sample that has been used it is 89 rape news. The result of research shows that the form of rape most happens is the rape that cause the sexual desire of suspect that is with the percentage 58.4 percent. From that research above, it can be understood that naturally the male is tend to be easier to have the sexual desire that female. In practice, the suspect often uses the physical strength such as hugging, huddling up, or weighing on to do his action that is by percentage 22.5 percent. It can be happened because naturally male is tends to be stronger physically than female. In this research, it can be concluded there is the form of rape that happens or in the operation mode that is used, similarly it is caused by the natural factor that has been generally owned by male, so the suggestion that can be given that there needs to efforts from the law enforcement officers to conduct the punishment firmly to the rape cases that has been revealed, so it hopefully can give the unwilling to the suspect who want to do the rape act.
96449605E1A110007CALON INDEPENDEN DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAHPenelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (statute approach), spesifikasi penelitian adalah deskriptif analitis, sedangkan sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang dikumpulkan melalui identifikasi dan inventarisasi terhadap peraturan perundang-undangan dan buku kepustakaan serta dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
This research uses juridical approach, research specification is analytical descriptive, and the material source of law uses the material la w of primary and secondary that have been collected through the identification and inventory to the the law regulation and book literature then they are analyzed by using method of qualitative normative.
96456018I1A006040OPTIMALISASI PERANCANGAN FILTER PASIF UNTUK MENGURANGI HARMONIK JARINGAN 3 FASA DILABORATORIUM KOMPUTER FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DENGAN MEMBANDINGKAN
JENIS FILTER PASIF
Bertambahnya beban nonlinear pada sistem tenaga listrik berakibat bertambahnya distorsi harmonik (THD) yang terjadi. Bertambahnya distorsi harmonik ini membawa berbagai pengaruh buruk pada komponen sistem tenaga listrik. Beban nonlinear dapat menyebabkan gelombang keluaran arus dan tegangan memiliki karakteristik yang berbeda dengan gelombang arus dan tegangan masukannya pada setiap siklusnya. Hal ini yang disebutt distorsi harmonic. Distorsi harmonic memiliki efek negative terhadap kinerja perlatan listrik. Salah satu contohnya adalah kesalahan ukur dari alat KWH meter.
Dengan melakukan pengukuran pada beban non linear penghasil harmonik, maka dapat diketahui karakteristik arus dan THD (Total Harmonic Distortion) pada setiap beban yang berbeda-beda.berdasarkan data-data hasil pengukuran, dilakukan analisis untuk kemudian dirancang filter yang tepat untuk mereduksi harmonic arus. dimana setelah diketahui harmonic, maka kita dapat membandingkan jenis filter pasif yang paling efektif untuk mereduksi harmonic arus yang timbul. Selanjutnya, hasil dari perancangan filter disimulasi pada program MATLAB Simulink 7.0.1. Setelah dirancang menggunakan software MATLAB Simulink 7.0.1 maka dapat diketahui jenis filter pasif high pass lebih efektif mengurangi harmonic dari pada jenis filter band pass yaitu sebesar 7,24%.
Non-linear loads increasing on a power system results in harmonic distortion (THD)increasing. Harmonic distortion increasing bring bad influences on power system component. Nonlinear loads can cause the current and voltage output wave to have different characteristics with the respective current and voltage input wave on its each cycle. This is called harmonic distortion. Harmonic distortion has some negative effect to electric devices. The one of examples is measurement error from KWH meters.
By measuring non-linear loads that produce harmonic, current and THD (Total Harmonic Distortion) characteristic can be recognize on every different load. Based on the result data of measurement, analysis is made for further accurate filter design in order to reduce harmonic current. Where after unknown harmonic then we can compare the passive filter types are most effective for reducing harmonic currents that arise. Furthermore, result of filter design is simulated by using Matlab Simulink 7.0.1 simulation program. After using software designed matlab simulink 7.0.1 then it can be known to be passive filter types are most effective for reducing harmonic distortion the passive filter type high pass of 7.24%.
96469606F1F007061An Analysis of the Translation of Phrasal Verbs in Diary of a Wimpy Kid by Jeff Kinney
ABSTRAK
Mustikaningrum, Triana Anggun, 2014. Penelitian ini berjudul “An Analysis of the Translation of Phrasal Verbs in Diary of a Wimpy Kid by Jeff Kinney” . Skripsi, Program Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Tahun Akademik 2014/ 2015. Pembimbing 1: Tuti Purwati, M.Pd., Pembimbing 2: Asrofin Nur Kholifah, M.Hum.Penguji Eksternal: Dyah Raina, S.S., M.Hum.
Kata kunci: Tipe frase kata kerja, pergeseran makna, novel, Diary of a Wimpy Kid, Diary si Bocah Tengil.
Penelitian ini berjudul The Analysis of Phrasal Verb In a Cartoon Novel Diary of a Wimpy Kid. Penelitian ini mencoba mengetahui tipe- tipe frase kata kerja yang terdapat pada novel Diary of a Wimpy Kid, dan mendeskripsikan bagaiman pergeseran makna yang terjadi pada frase kata kerja bahasa Inggris yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Diary si Bocah Tengil.
Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan metode ini untuk menganalisis tipe- tipe frase kata kerja berdasar pada teori milik Delahunty dan pergeseran makna terjemahan milik Catford.
Setelah melakukan analisis, peneliti menemukan tiga tipe frase kata kerja yaitu tipe 1 (kata kerja + partikel) terdiri dari intransitip dan transitip dengan adanya objek setelah partikel atau diantara kata kerja dan partikel, tipe 2 (kata kerja + preposisi) yang terdiri dari intrinsitif dan trinsitif dan terakhir tipe 3 (kata kerja + dua partikel/ dua preposisi/ keduanya partikel dan preposisi). Terdapat dua tipe pergeseran makna terjemahan dalam penelitian ini yaitu Pergeseran Tingkatan dan Pergeseran Kelompok.Pergeseran Kelompok dibagi menjadi empat yaitu perggeseran satuan kata, kelas kata, struktur dan intra- sistem. Semua frase kata kerja yang ditemukan sudah diteliti menggunakan pergeseran makna milik Catford, dalam penelitian ini ditemukan beberapa frase dimana satu frase kata kerja dapat tergolong dalam satu pergeseran makna atau lebih.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pembaca, khususnya bagi para mahasiswa bahasa dan sastra inggris tentang bagaimanakah tipe- tipe frase kata kerja dan pergeseran makna pada terjemahan
ABSTRACT
Mustikaningrum, Triana Anggun, 2014. The title of this research is “An Analysis of the Translation of Phrasal Verbs in Diary of a Wimpy Kidby Jeff Kinney”. Thesis, English Language and Literature Department, Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University Purwokerto. Academic year 2014/ 2015. Supervisor 1: Tuti Purwati, S.S., M.Pd., Supervisor2: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum., External Examiner: Dyah Raina P., S.S.,M.Hum.
Keywords: Type of phrasal verb, shift of translation, novel, Diary of a Wimpy Kid, Diary si Bocah Tengil.
The title of this research is The Translation Analysis of Phrasal Verb in a Cartoon Novel Diary of a Wimpy Kid. This research tries to find out the phrasal verbs which occur in a cartoon novel Diary of a Wimpy Kid, and to describe how the shift of translation phrasal verbs in the English cartoon novel are translated into Indonesian entitled Diary si Bocah Tengil.
Method of this research is qualitative descriptive. The researcher used this method to analyze and describe the types of phrasal verb based on Delahunty’s theory and shift of translation based on Catford’s theory.
After conducting the analysis, the researcher founds three types of phrasal verbs. There are which are type 1 (verb + particle) that consists of intransitive and transitive with object after particle or object between verb and particle, type 2 (verb + preposition)that consist of intransitive and transitive and the last type is type 3 (verb + double particle/ double preposition/ both of them particle and preposition). Then, there are two types of shift translations of this research, namely Level Shift and Category Shift. Further, Category Shift is divided into four shifts namely unit shift, class shift, structure shift and intra- system shift. All of phrasal verbs found in the novel Diary of a Wimpy Kid already had been analyzed using shift of translation by Catford. In this analysis, the researcher founds that one phrasal verb has one shift of translation or more.
The thesis is projected to give some advantages for those who are interested in it. It can be as an additional reference, especially for student about types of phrasal verb and shift of translation.
964711118H1F010006STUDI TEKTONIK DAN KAITANNYA DENGAN PEMBENTUKAN CEKUNGAN KUARTER DI PERAIRAN TARAKAN KALIMANTAN UTARA
Cekungan Tarakan merupakan cekungan sedimen yang berumur tersier yang terletak di timur laut Pulau Kalimantan, Indonesia. Cekungan ini dibatasi oleh Tinggian Samporna di bagian utara, Tinggian Kuching di bagian barat, Semenanjung Mangkalihat di bagian selatan dan membuka ke arah timur hingga ke Laut Sulawesi. Pembentukan Cekungan Kuarter tidak bisa dipisahkan dengan sejarah tektonik Cekungan Tarakan, dimana Cekungan Tarakan memiliki tiga fase sejarah tektonik, mulai dari Eosen Tengah-Miosen Tengah. Miosen Tengah-Pliosen dan Pliosen-Resen. Pada fase terakhir ini, Cekungan Tarakan mengalami kompresi dari arah baratdaya-timurlaut lalu kemudian menghasilkan struktur yang berarah baratdaya. Penelitian ini dilakukan pada laut dangkal hingga laut dalam, Perairan Tarakan, Kalimantan Timur.Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi tektonik daerah penelitian dan menghubungkannya dengan pembentukan cekungan kuarter.
Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penarikan horison berdasarkan kenampakan reflektor yang kuat dan menerus serta penarikan sesar yang dilihat dari kenampakan horison atau reflektor yang putus secara tiba-tiba. Sehingga menghasilkan peta horison, peta struktur dan peta ketebalan dasar laut.
Pada daerah penelitian banyak ditemukan sesar-sesar normal. Hal ini menunjukkan adanya indikasi proses rifting. Sesar-sesar normal dan proses rifting sangat berhubungan dengan pembentukan cekungan kuarter dan hal ini lah yang akan menjadi kajian pada penelitian ini.
The Tarakan basin is a Tertiary sedimentary basin which located in the Northeast Kalimantan, Indonesia. Tarakan basin is bounded by Samporna High in the north, Kuching High in the west, Mangkalihat High in the south and opened to the east up to Sulawesi Sea. Quaternary basin forming can not be separated from the tectonic history of Tarakan Basin which is consisting three phases, from the Middle Eocene-Middle Miosen, Middle Miocene-Pliocene and Pliocene-Recent. At last phase, Tarakan Basin compressed by northeast-southwest directions and then produce a northeast trending structures. This research was conducted in the shallow marine to the deep sea, Tarakan Basin, East Kalimantan. The goal is determining the condition of the tectonic area of research and connect it to the quarter basin forming.
The methods that already done in this researched are correlation the horisons that based on the appearance of a strong and continuous reflector.
In this area, normal faults are commonly found. This condition indicates rifting or tectonic divergent. Rifting and normal faults are interrelated with the basin quarter forming and these will be studied in this research
96489608A1M010032PEMBUATAN COOKIES DENGAN BAHAN UTAMA TEPUNG TEMPE KORO PEDANG (Canavalia ensiformis L) DENGAN SUBSTITUSI TAPIOKA DAN PATI GARUTCookies dengan substitusi tepung tempe koro pedang merupakan salah satu alternatif diversifikasi pangan dari produk olahan kacang koro pedang. Selain itu, cookies dengan substitusi tepung tempe koro pedang dapat meningkatkan kandungan zat gizi cookies, sedangkan penambahan pati dapat meningkatkan nilai kerenyahan cookies. Tujuan penelitian ini adalah 1) menentukan jenis pati yang tepat pada pembuatan cookies dengan bahan utama tepung tempe koro pedang dari aspek sifat sensori yang baik, 2) menentukan proporsi terbaik tepung tempe koro pedang dan pati yang menghasilkan cookies dengan sifat kimia terbaik, dan 3) menentukan unit kombinasi terbaik antara proporsi berat tepung tempe koro pedang dengan jenis pati untuk menghasilkan cookies dengan mutu kimia dan sensori yang baik. Kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan sifat kimia dan sensori yaitu tapioka yang dikombinasikan dengan tepung tempe koro pedang dengan proporsi berat 70:30 memiliki kadar air 4,76% (bb), kadar abu 0,86% (bk), kadar protein terlarut 0,39% (bk), kadar protein total 14,01% (bk), kadar lemak 13,20% (bk), kadar karbohidrat by difference 72,04% (bk), dan kadar HCN 4,6x10-4% (bk) yang telah memenuhi standar dengan batas < 50 ppm atau mg/kg, tekstur renyah (3,10), bau agak langu (3,03), cita rasa “agak enak” (2,91), dan kesukaan “agak suka” (2,55).Cookies which is substituted with jack bean tempe flour is one alternative diversification of jack bean-based products. The cookies with addition of jack bean tempe flour will increase its nutrients contents of cookies, while the addition of starch can increase the value of crispy cookies. The purpose of this study was 1) to determine the better type of starch to be added to the main ingredient of making cookies with jack bean tempe flour based on sensory properties, 2) determine the best proportion of jack bean tempe flour and starch of preparing cookies based on chemical properties, and 3) determine the best combination of weight proportion jack bean tempe flour and starch type to produce the best of jack bean-based cookies on chemical and sensory quality. The best combination of treatments based on chemical and sensory properties was the tapioca combined with the jack bean tempe flour with the weight proportion of 70:30 which had a moisture content of 4.76% (wb), ash content of 0.86% (db), soluble protein content of 0.39% (db), total protein of 14.01% (db), fat content of 13.20% (db), carbohydrate by difference 72.04% (db), and HCN content of 4.6x10-4% (db) which comply with the limits < 50 ppm or mg/kg, crunchy texture (3.10), a rather unpleasant odor (3.03), somewhat “unpleasant taste” (2.91), and was “better preferred” (2.55).
964911305B1J011159STUDI KARAKTER ANATOMI DAUN DAN ANALISIS KANDUNGAN KLOROFIL BEBERAPA KULTIVAR
UBI JALAR (Ipomoea batatas L.)
Penelitian ini berjudul “Studi Karakter Anatomi Daun dan Analisis Kandungan Klorofil Beberapa Kultivar Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.)”, bertujuan mengetahui perbedaan struktur dan karakter anatomi daun serta kandungan klorofil beberapa kultivar Ipomoea batatas L.. Metode penelitian survai dengan teknik pengambilan sampel acak terpilih (purposive random sampling) di wilayah Purwokerto dan sekitarnya. Pembuatan preparat anatomi daun menggunakan metode parafin dengan pewarnaan safranin 1% dalam alkohol 70% dan spektrofotometer untuk mengukur kandungan klorofil. Variabel berupa karakter anatomi dan kandungan klorofil daun, dengan parameter tebal kutikula dan mesofil, ukuran panjang dan lebar stomata, kerapatan stomata dan trikomata per mm², rasio palisade, dan kandungan klorofil. Analisis data secara deskriptif untuk menginterpretasikan perbedaan struktur dan karakter anatomi serta kandungan klorofil. Berdasarkan hasil survai didapatkan sepuluh kultivar I. batatas L. yaitu I. batatas L. ‘Antin’, ‘Beta’, ‘Borobudur’, ‘Cangkuang’, ‘Cilembu’, ‘Kidal’, ‘Sari’, ‘Solosa Kuning’, ‘Sukuh’ dan ‘Ungu Tua’. Kesepuluh kultivar memiliki struktur anatomi daun yang seragam. Karakter anatomi pada kesepuluh kultivar diperoleh hasil beragam. Kutikula paling tebal pada ‘Cangkuang’ 4,25 µm, mesofil paling tebal pada ‘Cilembu’ 175,5 µm. Panjang dan lebar stomata paling tinggi Ungu tua pada permukaan adaksial 30,5 µm dan 5 µm, pada permukaan abaksial paling panjang pada Antin 35,5 µm dan paling lebar pada ‘Borobudur’ dan ‘Sukuh’ 4,75 µm. Kerapatan stomata paling tinggi di permukaan adaksial pada ‘Cangkuang’ dan ‘Sukuh’ yaitu 8 sel/mm2, di permukaan abaksial pada ‘Borobudur’ yaitu 17 sel/mm2. Kerapatan trikomata pada permukaan adaksial antara 1-2 sel/mm2, pada abaksial paling tinggi ‘Beta’ yaitu 3 sel/mm2. Rasio palisade per 4 sel epidermis didapatkan jumlah sel palisade tertinggi pada ‘Cilembu’ yaitu 13 sel. Analisis kandungan klorofil a, klorofil b, dan klorofil total tertinggi yaitu pada ‘Cilembu’ sebesar 1,44 mg.l-1, 0,725 mg.l-1, dan 1,787 mg.l-1.

A research entitled “Study of Leaf Anatomy Character and Analysis Chlorophyll Content on Sweet Potato Cultivars (Ipomoea batatas L.)”, aimed to determine the differentiation of structural and anatomical characters of leaf and chlorophyll contents in sweet potato cultivars. The method of this research was survey with purposive random sampling at Purwokerto arounds. Leaf anatomy slide were made by using paraffin method and were dyed with 1% of safranine in 70% of alcohol and spectrophotometry method was used to determine the content of chlorophyll. Variables observed were leaf anatomical characters and chlorophyll content of sweet potato cultivars, with measured parameters were cuticule and mesophyl thickness, length and wide of stomata, stomata and trichome density per mm2, palisade ratio, and leaf chlorophyll content. Data analysed descriptively to interpret leaf different structure, anatomical character, and chlorophyll content. The results of this research were ten cultivars of sweet potato i.e., I. batatas L. ‘Antin’, ‘Beta’, ‘Borobudur’, ‘Cangkuang’, ‘Cilembu’, ‘Kidal’, ‘Sari’, ‘Solosa Kuning’, ‘Sukuh’ and ‘Ungu Tua’. Those cultivars have the same or uniform anatomical structure. Anatomical characters of those cultivars were varied in size and cell number in particular character. The highest cuticule thickness was in ‘Cangkuang’ with 4,25 µm. The biggest stomata density in adaksial surface were in ‘Cangkuang’ and ‘Sukuh’ with 8 cell/mm2, meanwhile in abaksial surface was in ‘Borobudur’ with 17 cell/mm2. Trichome density in adaksial surface ranged from 1 to 2 cell/mm2, meanwhile the highest density in abaksial surface was in ‘Beta’ with 3 cell/mm2. The greatest palisade cell number was in ‘Cilembu’ with 13 cells out of 4 epidermis cells palisade ratio. The highest chlorophyl content was in ‘Cilembu’ with 1,44 mg.l-1 for chlorophyl a; 0,725 mg.l-1 for chlorophyl b; and 1,787 mg.l-1 for total chlorophyl.

Keywords: Ipomoea batatas L., cultivar, characters of leaf anatomy, analysis of chlorophyll
96506035H1A008033UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN CEMPEDAK (Artocarpus integer Spreng) DENGAN METODE DPPH (1,1-Difenil-2 pikrilhidrazil) DAN IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDERAntioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat radikal bebas. Daun pada umumnya mengandung senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan seperti terpenoid, flavonoid, dan fenolat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun cempedak dan mengidentifikasi golongan senyawa kimia yang terdapat dalam ekstrak daun cempedak yang mempunyai aktivitas antioksidan paling tinggi. Daun cempedak dimaserasi menggunakan pelarut metanol sehingga diperoleh ekstrak metanol (EM), ekstrak metanol dimaserasi secara berturut-turut menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat. Masing-masing ekstrak dan fraksi ekstrak daun cempedak dievaporasi sampai pekat kemudian ditimbang dan ditentukan aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH. Ekstrak atau fraksi ekstrak daun cempedak yang mempunyai aktivitas antioksidan paling tinggi selanjutnya diuji senyawa metabolit sekundernya dengan uji fitokimia dan dianalisis menggunakan spektrofotometer IR.Uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol (EM), fraksi n-heksana ekstrak metanol (FH), fraksi etil asetat ekstrak metanol (FE), dan fraksi residu etil asetat ekstrak metanol (FR) daun cempedak memiliki nilai ES50 masing-masing sebesar 266,37, 204,05, 194,66 dan 705,81. Uji senyawa metabolit sekunder pada fraksi etil asetat daun cempedak menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, fenolat dan saponin. Hasil analisis menggunakan spektrofotometer IR menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun cempedak memiliki gugus fungsi O-H, C-H alifatik, C=C alkena, C=C aromatik dan C-OAntioxidants are compounds that can inhibit free radicals. Leaves generally contain potent antioxidant compounds such as terpenoids, flavonoids, and phenolic. This study aims to determine the antioxidant activity of leaf extract and identify cempedak’s class of chemical compounds contained in cempedak’s leaf extract that has the highest antioxidant activity. Cempedak’s leaves macerated using methanol to obtain a methanol extract (EM). Extract methanol macerated in a row using the solvent n-hexane and ethyl acetate. Each leaf extract and fraction cempedak leaf is evaporated until dense then weighed and determined antioxidant activity using DPPH method. cempedak’s leaf extract which has the highest antioxidant activity of compounds were then tested for secondary metabolites by phytochemical test and analyzed using a spectrophotometer IR. Experiment of antioxidant activity of extracts of methanol, n-hexane fraction (FH), ethyl acetate fraction (FE) and residue ethyl acetate fraction (FR) extract of cempedak’s leaves has value ES50 respectively 266.37, 204.05, 194.66 and 705.81. From the results showed that the antioxidant activity of ethyl acetate fraction of cempedak’s leaves has the highest antioxidant activity with a value of 194.66 ppm ES50. Test compounds secondary metabolites in ethyl acetate of leaves showed cempedak alkaloids class of compounds secondary metabolites, flavonoids, phenolic and saponins. analysis using IR spectrophotometer showed that the ethyl acetate fraction of cempedak’s leaves has O-H functional groups, aliphatic CH, C=C alkene, aromatic C=C, C-C, and C-O.
965111141G1A009086Hubungan Penggunaan Pil Kontrasepsi dengan Kejadian Stroke di RS Margono SoekarjoLatar belakang: Stroke merupakan penyebab kematian nomor tiga di dunia setelah penyakit jantung, dan kanker. Di Indonesia, diperkirakan setiap tahunnya 500.000 penduduk Indonesia terkena serangan stroke, dan 125.000 penduduk meninggal akibat stroke, sisanya mengalami cacat ringan dan berat. Salah satu faktor risiko stroke yang masih menjadi perdebatan hingga saat ini adalah penggunaan pil kontrasepsi. Kombinasi dari estrogen dan progesteron menghasilkan koagulan dalam jumlah tinggi. Hal tersebut menyebabkan terbentuknya trombus. Trombus yang menyumbat arteri besar pemasok darah ke otak dapat menyebabkan stroke.
Tujuan: Mengetahui hubungan penggunaan pil kontrasepsi dengan kejadian stroke di RS Margono Soekarjo.
Metode: Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan studi case control yang melibatkan 46 sampel yang terdiri dari 23 pasien wanita stroke dan 23 pasien non-stroke. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Analisis multivariat menggunakan regresi logistik.
Hasil: Rerata umur pasien stroke 46,35 tahun, sebagian besar merupakan pasien stroke iskemik (52,2%), berpendidikan menengah (52,2%), tidak bekerja (56,5%), menggunakan pil kontrasepsi 1 bulan – 5 tahun sebelum serangan stroke/current user (17,4%), memiliki riwayat penggunaan pil kontrasepsi >5 tahun sebelum serangan stroke/ past user (21,7%), menderita hipertensi (73,9%) dan mengalami obesitas (60,9%). Hasil uji Chi Square terhadap penggunaan pil kontrasepsi menunjukkan nilai p=0,300 OR 2,078 IK 95% antara 0,514 dan 8,401. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa hipertensi merupakan faktor perancu yang paling mempengaruhi kejadian stroke di RS Margono Soekarjo (p=0,004 OR 6,476 IK 95% 1,789-23,444).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara penggunaan pil kontrasepsi dengan peningkatan risiko kejadian stroke di RS Margono Soekarjo. Hipertensi berhubungan dengan peningkatan risiko kejadian stroke sebesar 6,5 kali lebih besar dibanding yang tidak menderita hipertensi.
Background: Stroke is the third cause of death in the world after heart disease and cancer. In Indonesia, every year 500.000 people had a stroke which 125.000 people died and had mild-severe dissabilty. One of the risk factors of stroke are still debating today is use of oral contraceptive. Estrogen contained in the pill is well-known cause the endothelial imbalance that can reduce of NO. The combination of estrogen and progesteron produces high amount of coagulant that lead to the formation of thrombus. Thrombus can plug an arteries supplier blood to the brain and its cause stroke.

Objective: Determining the association between use of oral contraceptive and stroke in Margono Soekarjo Hospital.

Methods: Observational analytic with case control study, which involving 46 woman (stroke and non-stroke), and consist of 23 stroke and 23 non-stroke patient who were treated in Margono Soekarjo Hospital period 1 September 2013-1 Oktober 2014. Purposive sampling was used for technique sampling. Chi Square was used for analyze the data. Logistic regression was used for analyze confounding factors (hypertension and obecity).

Results: Founded mean aged of stroke patients is 46,35 year, 52,2% as an ischemic stroke patients, 52,2% had an primary school level of education, 59,5% worked as a housewife, 17,4% as a current user of oral contraception, 21,7% as a past user of oral contraception, 73,9% had hypertension, and 60,9% had an obesity. The result of Chi Square was showed that p value is not statistically significant or p>0.05 (p=0,300 OR 2,078; 95% CI, 0,514-8,410). Logistic regression showed that stroke in Margono Soekarjo Hospital was influenced by hypertension (p=0,004 OR 6,476 95% CI, 1,789-23,444).

Conclusion: There was no association between used of oral contraceptive with an increased risk of stroke in Margono Soekarjo Hospital. Hypertension was associated with increased of risk of stroke in Margono Soekarjo Hospital.
965211304G1A010063PERBANDINGAN LAMA PERAWATAN (LENGTH OF STAY) PASIEN APENDIKTOMI PESERTA JKN DAN PESERTA NON JKN DI
RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
LatarBelakang :Pemerintah Indonesia menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai bentuk asuransi kesehatan sosial untuk masyarakat Indonesia.JKN menerapkan metode pembayaran untuk pelayanan kesehatatan rawat inap berupa case payment yang dikenal sebagai INA-CBG. Perubahan metode pembayaran ini diperkirakan memberikan dampak terhadap efisiensi dalam pelayanan kesehatan yang dilakukan RS. Untuk itu perlu diteliti dampa kpenerapan INA-CBG terhadap efisiensi pelayanan RS yang diukur dari length of stay. Kasus Apendiktomi sebagai kasus bedah yang paling sering terjadi di RS Margono Soekarjo dipilih sebagai kasus yang diteliti.
Tujuan :Mengetahui Perbandingan length of stay perawatan pasien Apendiktomi peserta non JKN dengan pasien Apendiktomi peserta JKN.
Metode :Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. variabel bebas adalah kepesertaam JKN, sedangkan variabel tergantung adalah length of stay. Sampel adalah pasien Apendiktomi peserta JKN dan non JKN sebanyak 55 pasien diambil dari bulan Januari – September 2014. Data penelitian berupa data sekunder yang didapatkan dari rekam medik. Analisis univariat menggunakan rerata dan simpang baku untuk mendapatkan gambaran mengenai karakteristik dasar subjek. Analisis bivariat menggunakanuji t independen untuk menentukan perbedaan rerata length of stay pada kedua kelompok subjek penelitian.
Hasil :Tidak terdapat perbedaan bermakna length of stay pasien Apendiktomi non pesertaJKN dibandingkan dengan peserta JKN (p = 0,464). Rerata LOS pada pasien JKN (4,60 ± 1,98 hari) lebih besar dibandingkan dan untuk pasien non JKN (4,15 ± 1,57 hari).

Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan perbedaan bermakna LOS pasiena pendiktomi peserta JKN dibandingkan dengan peserta non JKN. Rerata LOS pasien apendiktomi peserta JKN lebih tinggi.
Background: Indonesian government held a National Health Insurance program (JKN) as a form of social health insurance for the people of Indonesia. JKN applied case payment method for inpatient care known as INA-CBG. This method adjustment will give impact on healthcare provided by hospital measured in length of stay. Appendictomy is the most frequent surgery cases at MargonoSoekarjo Hospital, therefore it was selected as sample of the study.
Objective: To compare thelength of stay of appendectomy cases between non-JKN beneficiaries with JKN beneficiaries.
Methods: This is an observational analytic study with cross-sectional approach. The independent variable was the membership of JKN, while the dependent variable was length of stay. Samples were patients Apendiktomi JKN participants and non JKN many as 55 patients were taken from January - September 2014
Data were collected from medical record. Univariate analysis used mean and standard deviation to describe basic subject characteristics. Independent t-test were used to compare the length of stay between two groups.
Results: There is no significant difference of appendectomy cases length of stay between JKN beneficiaries with non-JKN beneficiaries (p = 0.464). The mean of LOS in JKN beneficiaries (4.60 ± 1.98 days) is longer than for non JKN beneficiaries (4.15 ± 1.57 days).
Conclusion: There is no significant difference of appendectomy cases length of stay between JKN beneficiaries with non-JKN beneficiaries Themean of LOS in JKN beneficiaries is longer than for non JKN beneficiaries.
96539609F1D010041DIMENSI POLITIK KEKOSONGAN JABATAN
SEKRETARIS DESA DI DESA WANADADI
KABUPATEN BANJARNEGARA
Penelitian ini berjudul “Dimensi Politik Kekosongan Jabatan Sekretaris Desa di Desa Wanadadi Kabupaten Banjarnegara”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimanakah dimensi politik dalam hubungan Pemerintah Desa Wanadadi dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berkaitan dengan kekosongan jabatan sekretaris desa dan menjelaskan strategi pemerintah Desa Wanadadi dalam mengatasi dampak kekosongan sekretaris desa Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik penetapan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling.Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini adalah Dimensi politik kekosongan jabatan sekretaris desa di Desa Wanadadi disebabkan oleh adanya unsur politis dalam proses pengisian jabatan sekretaris desa tersebut. Dimensi politik tersebut berpengaruh besar pada lamanya proses pengisian sekretaris desa pada birokrasi desa tersebut. Dimensi politik kekosongan sekretaris desa tersebut terlihat dalam proses pengisian yang dilakukan dari tahun 2010-2013 yang meliputi aspek proses tawar-menawar antara pihak pemerintah desa dengan pemerintah kabupaten, relasi aktor dalam pengisian jabatan sekretaris desa tersebut, serta strategi yang dilakukan pihak pemerintah desa untuk mengatasi dampak kekosongan sekretaris desa tersebut.
Pada proses tawar-menawar yang terjadi antara pihak pemerintah desa dengan pihak pemerintah kabupaten dalam pengisian sekretaris desa tersebut adanya penekanan yang kuat dari pihak pemerintah desa terhadap pemerintah kabupaten untuk segera mengisi kekosongan sekretaris desa tersebut, Namun demikian, pemerintah desa tidak punya posisi tawar yang kuat,karena semenjak kekosongan terjadi dari tahun 2010 sampai tahun 2013 belum ada upaya pengisian dari pemerintah kabupaten. Dalam hal ini, terdapat kesan bahwa pemerintah kabupaten mengangap kekosongan sekretaris desa bukanlah permasalahan yang begitu serius untuk segera diatasi, dengan demikian menjadikan kekosongan sekretaris desa berlangsung lama. Proses tawar-menawar tersebut juga menempatkan pihak DPRD posisi tawarnya lemah karena tidak bisa untuk mempengaruhi pemerintah kabupaten untuk segera mengisi kekosongan sekretaris desa tersebut. Relasi aktor dalam pengisian jabatan sekretaris desa tersebut menempatkan pemerintah kabupaten dalam posisi tawar yang kuat. Dalam hal ini, pemerintah kabupaten tidak terpengaruh oleh penawaran dan penekanan untuk segera mengisi kekosongan sekretaris desa tersebut yang dilakukan pihak DPRD maupun pemerintah desa. Strategi yang dilakukan pemerintah Desa Wanadadi untuk mengatasi dampak kekosongan jabatan sekretaris desa dilakukan dengan dua strategi, yaitu strategi rangkap bergilir jabatan sekretaris desa dan juga lelang jabatan sekretaris desa.

This study is entitled “Political Dimension of Job Vacancy Village Secretary at Villages Wanadadi Banjarnegara”. The purpose of the study is to describe how the political dimension in connection with the vacancy of secretary position at Banjarnegara District Goverment and explain the goverment strategy Wanadadi village in the overcome the effect for the unit district secretary. This study used qualitative method with an informant technic which used purposive sampling and snowball sampling. The data taken in this study is done by intervewing, observation and documentation.
The result of the study was political dimension of job vacancy village secretary at Villages Wanadadi Banjarnegara basically caused by some politic factors in the process of filling the vacancy of secretary position where that political dimension has big influence to the long process of unit district secretary in that village. The vacancy of political dimension secretary at that village was seen from the filling process which done in 2010 through 2013 which also involved bargaining process between the district government and the village government themselves, the actor relation in filling the position of the secretary, and the strategy arranged by village government to overcome the effect of the vacancy of secretary position in that village.
In the bargaining process which was happen between the district government and village government in the process of filling village secretary position because the pressure from the village government to the district government in filling process of the secretary position, that the secretary should be a government employee from Wanadadi village itself because their close relation factor that they have good relation and know more about the character of the condition there. There are some actors relation in filling the secretary position of Wanadadi village side which have strong bargain position at Wanadadi village, government employees which are from Wanadadi village itself and who have weak bargain position which are the village government and the district government. The strategy of Wanadadi village government to overcome the affect of the vacancy position was done by double position and conducting auction office position among the officials. The strategy of double position was done by the village government officials to fill in the vacancy position. Furthermore, the strategy of auction office was conducted by offering to the government officials at Wanadadi village government to fill in the vacancy position.


96549610H1A010055PENGARUH RADIASI SINAR MATAHARI DAN KATALIS SENG ASETAT PADA DEGRADASI POLIETILEN TEREFTALAT (PET)Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh radiasi sinar matahari dan katalis seng asetat pada degradasi polietilen tereftalat (PET). Degradasi polietilen tereftalat (PET) pada penelitian ini didahului dengan degradasi menggunakan radiasi sinar matahari kemudian dilanjutkan dengan alkoholisis. Degradasi menggunakan radiasi sinar matahari dilakukan dengan cara menjemur botol plastik di bawah sinar matahari selama 0, 30, dan 60 hari. Botol plastik kemudian dipotong-potong ukuran 2x2 mm. Degradasi kemudian dilanjutkan dengan alkoholisis menggunakan pelarut benzil alkohol dan seng asetat sebagai katalis. Katalis seng asetat yang digunakan divariasikan sebanyak 0; 0,3; 0,6; dan 0,9 g. Alkoholisis dilakukan secara refluks pada suhu 145-150 °C. Hasil degradasi dikarakterisasi titik leleh dan spektrum FTIR. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin lama botol plastik didegradasi menggunakan radiasi sinarmatahari, titik leleh botol plastik semakin rendah. Titik leleh botol plastik terendah yaitu botol plastik yang dijemur selama 60 hari yaitu 238-250 °C. Katalis seng asetat yang digunakan juga mempengaruhi produk alkoholisis, semakin banyak katalis seng asetat yang digunakan, titik leleh produk semakin kecil. Produk akhir alkoholisis yang memiliki titik leleh terendah yaitu botol plastik dengan waktu penjemuran 30 hari dan katalis seng asetat 0,6 g yaitu 79-86 °C.This research has been done to determine the effect of solar radiation and zinc acetate catalyst towards the degradation of polyethylene terephthalate (PET). The degradation of polyethylene terephthalate (PET) in this research is preceded by degradation using solar radiation then was followed by alcoholysis. Degradation using solar radiation is done by drying plastic bottles in the sun for 0, 30, and 60 days. The plastic bottles then cut into pieces of size 2x2 mm. The degradation was followed by alcoholysis which used benzyl alcohol and zinc acetate as catalyst. Zinc acetate catalyst variation that was used are 0; 0.3; 0.6; and 0.9 g. Alcoholysis was carried by reflux at temperature of 145-150 °C. The results of this study indicate that the longer a plastic bottle was dried using solar radiation, the lower melting point. Lowest melting point of the plastic bottle dried for 60 days is 238-250 °C. Zinc acetate catalyst also affects the alcoholysis product. The more zinc acetate catalyst is used, the lower melting point. Final product of alcoholysis that has the lowest melting point is the plastic bottle with a drying time of 30 days and 0.6 g of zinc acetate catalyst. The lowest melting point is 79-86 °C.
96559614A1M010058PENGARUH VARIASI KEMASAN DAN LAMA SIMPAN TERHADAP PERTUMBUHAN MIKROBA PADA GULA KELAPA CETAKPemilihan kemasan yang baik dan waktu lama simpan yang tepat diharapkan mampu mempertahankan kualitas gula kelapa cetak. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh variasi kemasan terhadap pertumbuhan mikroba pada gula kelapa cetak. 2) Mengetahui pengaruh lama simpan terhadap pertumbuhan mikroba pada gula kelapa cetak. 3) Mengetahui pengaruh kombinasi variasi kemasan dan lama simpan terhadap pertumbuhan mikroba pada gula kelapa cetak, serta mendapatkan kombinasi variasi kemasan dan lama simpan yang menghasilkan gula kelapa cetak dengan total total koloni mikroba yang masih memenuhi SNI. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan Split Plot. Perlakuan yang dicoba terdiri dari 2 faktor yaitu: variasi kemasan (K) yang terdiri dari 4 variasi kemasan dan lama simpan (B) yang terdiri dari 4 bulan. Sehingga diperoleh 16 kombinasi perlakuan, diulang sebanyak 5 kali, diperoleh 80 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) variasi kemasan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan mikroba pada gula kelapa cetak. Kemasan polipropilen 0,05 mm + polietilen 0,01 mm + karton adalah kemasan dengan total koloni mikroba paling rendah. 2) Lama simpan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan mikroba pada gula cetak. 3) Kombinasi variasi kemasan dan lama simpan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan mikroba pada gula kelapa cetak. Kombinasi lama simpan 2 bulan dan variasi kemasan polipropilen 0,05 mm + polietilen 0,01 mm + karton adalah kombinasi yang menghasilkan gula kelapa cetak dengan total koloni mikroba yang masih memenuhi SNI yaitu maksimal 3x 〖10〗^3koloni/g atau 3,48 log10 CFU/ml.The choosing of good packaging and proper save lfe time expected to maintain the qualities of coconut sugar block. The research aims to 1) Knowing the influence of packaging variation to the microbe’s growth in coconut sugar block. 2) Knowing the influence of save life time to the microbe’s growth in coconut sugar block. 3) Knowing the combination influence of packaging variation and save life time to the microbe’s growth in coconut sugar block, and get the combination of packaging variation and save life time that produces coconut sugar block with total colonies of microbes that are still occupy with SNI. This research was used the experimental design with split plot design. Treatment attempted consist of two factors: packaging variation (K) which consist of 4 variation for packs coconut sugar block and save life time (B) consist of 4 months. So there were 16 combination repeated as much as 5 times for coconut sugar block. There were 80 unit experiment in total. The result showed that 1) the variations of packaging gave impact to the microbe’s growth in coconut sugar block. Polypropylene package 0,05 mm polyethylene + 0.01 mm + cardboard was packaging with the lowest total colonies microbes in coconut sugar block. 2) Save life time gave impact to the microbe’s growth in coconut sugar block. 3) Combination of packaging variaton and save life time gave impact to the microbe’s gworth in coconut sugar block. Combinations of save life time as long as 2 months and polypropylene packaging 0.05 mm + polyethylene 0.01 mm + cardboard were combinations that produced coconut sugar block with total colonies of microbes that are still according to SNI, maximum 3x 10-3 koloni/g or 3,48 log10 CFU/ml.
96569611A1L009190PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH GIBERELIN DAN PEMANGKASAN AKAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL UMBI BENIH KENTANG DENGAN SISTEM AEROPONIKPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil umbi benih kentang dalam sistem aeroponik, 2) mengetahui pengaruh pemangkasan akar terhadap pertumbuhan dan hasil umbi benih kentang dalam sistem aeroponik, 3) mengetahui interaksi pemberian giberelin dan pemangkasan akar terhadap pertumbuhan dan hasil umbi benih kentang dalam sistem aeroponik.Penelitiandilaksanakan pada Screen House di Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes dengan ketinggian tempat 1200 m dpl dari bulan Juli sampai Oktober 2013.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang dicoba yaitu konsentrasi giberelin (G) dan pemangkasan akar (P), masimg-masing terdiri dari 3 taraf dengan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F taraf kesalahan 5%, apabila terdapat keragaman maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan giberelin berpengaruh nyata terhadap tnggi tanaman, bobot segar dan kering tanaman, bobot segar dan kering akar, panjang stolon komulatif, dan jumlah umbi per stolon. Perlakuan pemangkasan akar berpengaruh nyata terhadap jumlah stolon, jumlah umbi per stolon, dan jumlah umbi per tanaman. Terdapat interaksi sangat nyata pada jumlah umbi per stolon dan terdapat interaksi nyata pada jumlah stolon dan jumlah umbi per tanaman.of potato seed tubers in aeroponic system , 2 ) determine the effect of root pruning on the growth and yield of potato seed tubers in the aeroponic system , 3 ) the interaction of gibberellins and root pruning on the growth and potato seed tuber yield aeroponic system . The experiment was conducted on Screen House in the Village District of Paguyangan Pandansari Brebes with altitude of 1200 m above sea level from July to October 2013 . Research used randomized block design (RBD ) . The Treatment wes gibberellin concentration ( G ) and root pruning ( P ) , each consisted of 3 levels with 3 replications . Data were analyzed by F test at error level 5% . If there diversity then tested further by using Duncan's Multiple Range Test ( DMRT ) at error rate 5 % . The results showed thatgibberellin plant treatment significantly affected heigh, fresh and dry weight of plant , fresh and dry weight of roots, cumulative stolon length , and number of tubers per stolon . Root pruning treatment significantly affected the amount of stolon , number of tubers per stolon , and the number of tubers per plant . There is a signifeanet interaction on the number of tubers per stolon and there is a real interaction on the number of stolons and number of tubers per plant.
96579612E1A007120PERUBAHAN KEWENANGAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN BERDASARKAN UUD 1945 SETELAH AMANDEMENKedudukan dan fungsi BPK pada hakikatnya terkait erat dengan fungsi pengawasan oleh DPR, maka sangat wajar jika ditafsirkan bahwa yang seharusnya mengambil inisiatif untuk mengajukan calon anggota BPK adalah DPR sendiri melalui mekanisme internal berdasar peraturan tata tertib DPR. BPK adalah mitra kerja yang erat bagi DPR dalam mengawasi kinerja pemerintahan, khususnya yang berkenaan dengan soal-soal keuangan dan kekayaan negara. Pengaturan mengenai kewenangan BPK mengalami perubahan yang mendasar dengan dilakukannya amandemen UUD 1945. Berdasarkan hal tersebut, maka kajian dalam penelitian ini adalah menganalisis tentang perubahan kewenangan Badan Pemeriksa Keuangan berdasarkan UUD 1945 setelah amandemen.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai perubahan kewenangan Badan Pemeriksa Keuangan berdasarkan UUD 1945 setelah amandemen, dapat disimpulkan bahwa tugas BPK berdasarkan UUD 1945 sebelum amandemen adalah mengawasi dan memeriksa keuangan negara. Atas dasar tugas tersebut, maka BPK mempunyai wewenang untuk melakukan pemeriksaan keuangan negara yang terkait dengan pengelolaan APBN. Kewenangan BPK untuk memeriksa keuangan negara yang hanya terkait dengan pengelolaan APBN tersebut sejalan dengan diadopsinya pengertian keuangan negara yang bersifat sempit, yaitu hanya terkait dengan pengertian APBN saja.
Tugas BPK berdasarkan UUD 1945 setelah amandemen adalah mengawasi dan memeriksa keuangan negara. Atas dasar tugas tersebut, maka BPK mempunyai wewenang untuk melakukan pemeriksaan keuangan negara yang terkait dengan pengelolaan keuangan negara secara keseluruhan. Kewenangan BPK untuk memeriksa pengelolaan keuangan negara secara keseluruhan tersebut sesuai dengan berubahnya pengertian keuangan negara yang mencakup pengelolaan APBN dan APBD serta pengelolaan keuangan dan kekayaan negara dalam arti luas, kemudian menyampaikan hasil pemeriksaan kepada DPR, DPD, DPRD, dinyatakan terbuka untuk umum dan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.
The position and function of Financial Checker Board (BPK) basically is more related with the supervising function by DPR, so it is very relevant if it is appraised they who should take initiative to propose the member candidate of BPK is DPR through the internal mechanism based on the order of regulation of DPR. BPK is the work partner for DPR in controlling the government performance, especially that related with the financial dispute and state property. The regulation about the authority of BPK get the core change by doing the amendment 1945 Constitution. Based on the explanation above, so the examination in this research is analysis about the change of authority of Financial Checker Board (BPK) based on 1945 Constitution after amendment.
Based on the result of research and discussion about the change of authority of Financial Checker Board (BPK) based 1945 Constitution after amendment, it can be concluded that the duty of BPK based of 1945 Constitution before amendment it is to control and check the state financial. For that reason, so BPK has the authority to do the checking of state financial related with the management of APBN (National Budget) in accordance with the adoption of state financial definition that has narrow characteristic, that is related with the definition of APBN.
The duty of BPK based on 1945 Constitution after amendment is controlling and checking of state financial. For that duty above, so BPK has the authority to do the checking of state financial that related with the management of state financial entirely. The authority of BPK for checking of financial management entirely based on the change of state financial definition that involves the management of APBN and APBD and the management of financial and state property in the wide definition, then explains the result of checking to the DPR, DPD, DPRD, it is explained openly for public and followed up by the law enforcement officer.
96589613F1F007111THE EFFECT OF ENGLISH WALL MAGAZINE AS A MEDIUM TO IMPROVE STUDENTS’ WRITING SKILL
(A Case Study of Tenth Grade Students in SMA Diponegoro 1 Purwokerto, Academic Year 2011/2012)
Skripsi ini berjudul The Effect of English Wall Magazine as a Medium to Improve Students’ Writing Skill (A Case Study of Tenth Grade Students in SMA Diponegoro 1 Purwokerto, Academic Year 2011/2012). Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kondisi kemampuan menulis siswa kelas X SMA Diponegoro Purwokerto saat ini, (2) untuk mengetahui efek penggunaan majalah dinding berbahasa Inggris sebagai media untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa, (3) untuk mengetahui persepsi guru dan siswa mengenai teknik penggunaan majalah dinding berbahasa Inggris sebagai media untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Post-test dilakukan untuk mengetahui kondisi kemampuan writing siswa sesudah diberi perlakuan. Selanjutnya t-test dihitung untuk mengetahui korelasi antara kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Diponegoro Purwokerto, dengan siswa kelas sepuluh tahun akademik 2011/2012 sebagai sample-nya.
Berdasarkan hasil pasca-tes, dapat terlihat bahwa pada kelas kontrol, terdapat enam siswa (60%) dikategorikan sebagai cukup, sedangkan sisanya (40%) termasuk dalam kategori buruk. Sedangkan pada kelas eksperimen, terdapat tujuh siswa (70%) yang termasuk dalam kategori cukup, dua siswa (20%) dikategorikan sebagai buruk, dan satu siswa (10%) termasuk dalam kategori baik. Lalu nilai t dihitung dengan menggunakan program SPSS. Hasilnya adalah 0.821. kemudian berdasarkan kuisioner, tujuh siswa (70%) setuju bahwa penggunaan majalah dinding efektif untuk meningkatkan kemampuan writing mereka, sedangkan sisanya (30%) tidak setuju.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) kemampuan writing siswa termasuk dalam kategori cukup, (2) dari hasil t-test, dapat disimpulkan bahwa penggunaan majalah dinding berbahasa Inggris mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap kemampuan writing siswa, (3) guru Bahasa Inggris dan para murid memberikan respon yang positif atas penggunaan majalah berbahasa Inggris sebagai media meningkatkan kemampuan writing siswa.
The research is entitled The Effect of English Wall Magazine as a Medium to Improve Students’ Writing Skill (A Case Study of Tenth Grade Students in SMA Diponegoro 1 Purwokerto, Academic Year 2011/2012). The aims of this thesis are (1) to find out the present condition of writing skill of the tenth grade students of SMA Diponegoro Purwokerto, (2) to find out the effect of the use of English wall magazine as a medium to improve students’ writing skill, (3) to find out the perception of the teacher and students to the technique of using wall magazine to improve students writing skill. This research is an experimental design. Post-test were conducted to discover the condition of students’ writing skill after the treatment. The result of the test then calculated with t-test to gain the correlation between the experimental and control group. The research was held at SMA Diponegoro Purwokerto, with the tenth grade students in academic year 2011/2012 as the sample.
Based on the pre-test result, it could be seen that in the control class, there were six students (60%) categorized as fair, while the rest of the students (40%) were in poor category. While in experimental class, there were seven students (70%) who were in fair category, two students (20%) were categorized as poor, and one student (10%) was belonging to good category. Next, by employing SPSS progam, the t-value was calculated. The result was 0.821. Then based on the questionnaire, seven students (70%) agreed that the use of wall magazine was effective to improve their writing skill, while the rest (30%) did not agree.
The conclusions of the research are: (1) the students’ writing skill was in fair category, (2) from the t-test result, it could be concluded that the use of English wall magazine was not significantly affect the students’ writing skill, (3) the English teacher and most of the experimental class gave positive respond to the use of wall magazine as a medium to improve the tenth grade students’ writing skill. This research is expected to be beneficial for the readers, mainly the students of English Department, as a reference for them who are interested in conducting a research in the field of applied linguistic.
965910791A1L008071PENGARUH JUMLAH BUAH MUDA PERDOMPOL TERHADAP KERONTOKAN DAN KUALITAS BUAH JERUKPenelitian ini bertujuan guna mengetahui pengaruh jumlah buah muda per dompol terhadap pola kerontokan buah, bobot per buah jeruk saat panen, dan kandungan gula pada buah jeruk saat panen. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan, dari bulan Maret sampai dengan Juni 2014 di Desa Karangdadap Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan surve yang bersifat deskriptif eksploratif. Sampel ditentukan secara acak. Perlakuan yang diteliti adalah jumlah buah per dompol yang terdiri atas 1, 2, dan 3 buah. Variabel yang diamati meliputi jumlah buah per dompol, diameter buah umur 60, 90, 120, dan 150 hsf, bobot per buah, dan kandungan gula buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah buah muda per dompol tidak berpengaruh terhadap semua variabel yang di amati.Research is aimed to know effect of the number of fruits per panicle on pattern of fruit drop, citrus fruit weight at harvest, and sugar content in citrus fruit. This research was conducted for four months , from March until June 2014 in Karangdadap village Kalibagor sub-district Banyumas district. This research was a descriptive exploratory surve. Samples were determined randomly . The treatment was the number of young fruits per panicle namely 1, 2, and 3 fruits. The variables observed were the number of fruits per panicle, fruit diameter at 60, 90, 120, and 150 daf, fruit weight, and fruit sugar content. The results showed that the number of young fruits per panicle didnot influence all of observed variables.
966010803H1L010057RANCANG BANGUN SISTEM REPORTING REGIONAL SPSE
(SISTEM PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK)
BERBASIS OPEN SOURCE DAN MULTIPLATFORM
Studi Kasus : LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa) Jakarta Selatan
Sistem reporting regional SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) merupakan sistem yang berbasis open source dan multiplatform yang dibuat dengan tujuan agar dapat diinstal secara terdistribusi di masing-masing LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) seluruh Indonesia. Pembuatan sistem ini menggunakan Play Framework versi 1.2.5.3. Sistem ini hanya dirancang untuk menampilkan view reporting tanpa adanya proses bisnis didalamnya.
Kata kunci : sistem, reporting, Play Framework, Open source, Multiplatform.
Regional reporting SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) system is a system which based on open source and multiplatform to purpose that can be installed and distributed in each LPSE (Layanan Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah) in Indonesia. This system developed using Play Framework 1.2.5.3. This system designed to show the reporting view only without any process business itself.