Artikelilmiahs

Menampilkan 9.461-9.480 dari 50.304 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
946111127C1J009031HOUSEHOLDS RICE CONSUMPTION IN SUMBER SUB DISTRICT, CIREBON REGENCY, WEST JAVAPenelitian yang berjudul "Konsumsi Beras Rumah Tangga Di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon". Beberapa tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat konsumsi beras kapita di Kecamatan Sumber per, dan untuk menemukan menganalisis ketahanan pangan di Kecamatan Kabupaten Cirebon Kabupaten Sumber.
Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan dengan menggunakan survei dan menyebarkan kuesioner kepada responden. Hipotesis dari penelitian ini adalah tingkat konsumsi beras per kapita di Kecamatan Sumber masih dalam konsumsi beras dan beras keamanan nasional per kapita di Sumber Kecamatan telah dipenuhi dari hasil produksi padi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabulasi silang dan analisis tabulasi.
Hasil penelitian ini adalah konsumsi beras per kapita per tahun dengan 77,62 kg lebih kecil dari konsumsi beras nasional dengan 130 kg dan produksi padi kapita di Kecamatan Sumber per tahun 2013 adalah 211,48 kg / jiwa, tingkat konsumsi beras di Kecamatan Sumber dapat terpenuhi dari beras produksi yang dihasilkan.
Implikasi dari masyarakat Kecamatan Sumber seharusnya mengkonsumsi sumber karbohidrat selain beras seperti singkong, ubi, jagung dll Oleh karena kurangnya karbohidrat dapat dipenuhi dari makanan tersebut. Per kapita produksi padi di Kecamatan Sumber tahun 2013 harus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga Kecamatan Sumber masih sentra produksi pertanian di Kabupaten Cirebon.
The study entitled “Households Rice Consumption In Sumber Sub Regency, Cirebon Regency”. Some purposes of the research are to find out per capita rice consumption level in Sumber Sub District, and to find analyze food security in Sumber Sub District Cirebon Regency.
This research used primary data which was collected by using a survey and distributing questionnaires to the respondents. The hypotheses of the research are per capita rice consumption level in Sumber Sub District is still under national per capita rice consumption and rice security in Sumber Sub District has been fulfilled from the rice production result. Analysis methods that are used in the research are cross tabulation and tabulation analysis.
The results of this research are Per capita rice consumption per year by 77.62 kg smaller than national rice consumption by 130 kg and per capita rice production in Sumber sub district in 2013 was 211.48 kg/soul, rice consumption level in Sumber sub district can be fulfilled from the rice production generated.
The Implications of the people of Sumber Sub District supposedly consume other carbohydrate source than rice such as cassava, tuber, corn etc. Therefore the lack of carbohydrate can be fulfilled from those foods. Per capita rice production in Sumber Sub District in 2013 should be maintained and improved, therefore Sumber Sub District still being agricultural production centre in Cirebon Regency.
94629502F1A008051Interaksi Sosial Antara Anak Autis dengan Orang Tua dan Pengajar di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Elian Center PurwokertoTujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana anak penyandang autis dari LKP Elian Center Purwokerto dalam berinteraksi dengan orang tua dan pengajar, mengetahui kendala atau hambatan yang dihadapi oleh orang tua dan pengajar LKP Elian Center Purwokerto dalam berinteraksi dengan anak penyandang autis, dan untuk mengetahui upaya orang tua dan pengajar LKP Elian Center Purwokerto dalam mengatasi keterbatasan anak penyandang autis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.Lokasi penelitian di LKP Elian Center Purwokerto.Sasaran utamanya adalah anak autis, orang tua anak autis, dan pengajar di LKP Elian Center Purwokerto serta sasaran pendukungnya adalah pengelola LKP Elian Center Purwokerto.Teknik penentuan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam (indepth interview), observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak autis mampu menjalin interaksi sosial melalui komunikasi verbal dan nonverbal.Gangguan perilaku pada anak autis ditunjukkan dengan perilakunya yang hiperaktif, hipoaktif, perilaku tidak terarah, suka berlari-larian, berputar-putar, dan mereka sering menyakiti diri sendiri (self injury).Gangguan emosi pada anak autis adalah emosinya yang tidak stabil, mereka dapat tiba-tiba marah, menangis, tertawa tanpa alasan yang jelas.Upaya yang dilakukan oleh orang tua dalam mengatasi keterbatasaan anaknya yang autis adalah dengan memberikan kasih sayang, perhatian, dan mengajarkan kemandirian.Orang tua juga mengkonsultasikan kondisi anaknya kepada dokter, melakukan upaya terapi di Rumah Sakit, di LKP Elian Center Purwokerto, dan dirumah.Orang tua memasukkan anaknya ke LKP Elian Center dengan tujuan untuk memperoleh bimbingan/ terapi yang ditangani oleh pengajar yang berkompeten dibidang tersebut. LKP Elian Center Purwokerto memberikan bimbingan/ terapi dengan mengkombinasikan antara metode Lovaas atau ABA (Applied Behaviour Analysis), metode perilaku, dan terapi bermain (play terapy).
Saran dari penelitian ini adalah agar orang tua dapat meningkatkan kebersamaan, kasih sayang, dan fungsi sosial keluarga.Pihak lembaga dapat menyediakan tenaga pengajar lebih banyak dan pelayanan untuk anak autis.Pemerintah dapat menyelengarakan pendidikan dan pusat layanan bimbingan terapi untuk anak autis.
The purpose of this study is to find out how autistic children at LKP Elian center Purwokerto conduct interaction with the parents and the teachers, to find out disruptions or obstacles which are encountered by the parents and the teachers to interact with autism children, and to find out the parents and teacher’s strategies to overcome autistic children at LKP Elian Center Purwokerto. The research method in this study is descriptive qualitative methods. The location of this study is LKP Elian Center Purwokerto. The primary objects of this study are the parents and the teacher at LKP Elian Center Purwokerto. The secondary objects are stakeholders at Elian Center. The sample of this study is purposive sampling. The research data collections in this study areindepth interview, observation, and documentation.
The result of this study showed that in fact autistic children are able to do social interaction through verbal and non-verbal communications. The behavioral disordersare shown by hyperactive, hypoactive, uncontrollable behaviour, running around, spinning and do self-injury. The emotional disorders are unstableemotion such as: suddenly angry, cry, and laugh. To overcome the autistic children the parents give love, attentions and depend. The parents also see doctor to understand their child conditions, do therapy at hospital, at LKP Elian Center and at home. The parents send their child to LKP Elian Center in order to get therapy/education which done by professional teachers. LKP Elian Center provides therapy/education by combining Lovaas or ABA (Applied Behaviour Analysis), behaviour method, and play therapy methods.
The suggestion in this research in order to the parents be able to improve togetherness, love, and family social function. The institution be able to more teachers dan service for autistic children. The government be able to provide education and center service therapy for autistic children.
94639503A1M010019Kajian Sifat Kimia dan Sensori Minuman Jeli Nira dengan Penambahan Ekstrak RempahMinuman jeli nira merupakan salah satu inovasi dari minuman jeli. Pembuatan minuman jeli berbasis nira dikombinasi dengan berbagai jenis rempah seperti temulawak, jahe dan kencur merupakan penggabungan minuman herbal tradisional dan minuman jeli. Produk ini diharapkan mampu berkembang dan dapat meningkatkan nilai tambah untuk minuman herbal serta dapat diterima oleh konsumen baik secara fisik, kimia, dan sensori. Penelitian bertujuan untuk menentukan kombinasi perlakuan terbaik terhadap sifat kimia dan sensori minuman jeli nira rempah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi skor terbaik yang menghasilkan minuman jeli nira rempah dengan total padatan tertinggi dan tingkat kesukaan tertinggi yaitu jenis ekstrak jahe dengan proporsi antara ekstrak jahe dengan nira 5 : 95. Produk ini memiliki total padatan sebesar 17,34 % bk, total asam 0,0036 %, serta memiliki tekstur agak kenyal (skor 2,12), aroma khas nira agak kuat (skor 2,21), flavor agak enak (skor 2,44), dan agak disukai (skor 2,45). Selain itu minuman jeli nira jahe juga mengandung total fenol sebesar 0,053 % serta memiliki aktivitas antioksidan sebesar 3,92 %.Coconut sap jelly drink is one of the innovations of the jelly drink. Making of jelly drink which based on coconut sap can combined by various spices like wild ginger, ginger, and Kaempferia galangal is the incorporation traditional herbs drink with jelly drink. This product is expected to grow up and can increase value added of herbal drinks, so can be accepted by consumers both physical, chemical, and sensory. This study aims to determine the type of combination of the properties of chemical treatment and sensory properties coconut sap jelly drink. The results showed that the best combination of score that produce the coconut sap jelly drink with the highest total solids and the level of preference highest that type of ginger extract with a proportion between the ginger extract with sap 5 : 95. This product had a total solids of 17.34% db, 0.0036% total acid, and has a slightly chewy texture (scale value of 2.12), sap rather strong aroma (scale value of 2.21), flavor rather good (scale value of 2.44), and rather liked (scale value of 2.45). Additionally ginger coconut sap jelly drink also contains 0.053% of the total phenol and antioxidant activity of 3.92%.
94649504A1L010057RESPON TANAMAN SELADA TERHADAP BERBAGAI KONSENTRASI
PUPUK AB-MIX DAN INTEGRASI IKAN LELE PADA
SISTEM BUDIDAYA AQUAPONIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman selada terhadap berbagai konsentrasi pupuk AB-Mix dan integrasi ikan lele pada sistem budidaya aquaponik. Penelitian dilaksanakan di greenhouse D-3 Budidaya Perikanan, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwokerto, selama 30 hari, mulai 16 Mei sampai 15 Juni 2014. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor, faktor 1 yaitu konsentrasi AB-Mix dengan taraf 2,5 ml/liter, 5 ml/liter, 7,5 ml/liter, faktor 2 yaitu ikan lele dengan taraf tanpa ikan dan pemberian ikan 10 ekor/unit. Kombinasi perlakuan dari ke 2 faktor tersebut ada 6 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, bobot tanaman segar, bobot akar kering, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F dilanjutkan dengan uji beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf kesalahan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon tanaman selada terhadap perlakuankonsentrasi AB-Mix yang diberikan tidak berpengaruh nyata, sedangkan perlakuan pemberianikan lele menghambat produksi tanaman selada sebesar 37 %, sedangkan untuk kombinasi pemberian konsentrasi pupuk AB-Mix dan ikan leletidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman selada.The purpose of this research is to find out the lettuce plant response to various AB-Mix concentrations and catfish integration in aquaponics cultivation system. Research was conducted during 30 days in D3 Fishery Cultivation greenhouse, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University, Karangwangkal, Purwokerto. from16 May to 15 June 2014. Design used was Complete Randomized Design (CRD) by using 2 factors, factor 1st was AB-Mix concentrations 2,5 ml/litter, 5 ml/litter, 7,5 ml/litter, factor 2nd was catfish integration without fish and 10 catfish/unit. Threatment combinations from both factors were 6 using 3 replications. Observed variables were plant height, leaf number, root volume, plant fresh weight, root dry weight, crown wet weight, crown dry weight. Data were analyzed using the F test and continued by Honestly Significant Difference test with 5% error level. The research result showed that AB-Mix concentration treatment had no effect on plant. However catfish integration inhibited 37 % on lettuce yield. Combination between AB-Mix concentrations and catfish did not affect the growth of lettuce.
94659501F1F008065EXPLORING STUDENTS’ ANXIETY TOWARDS THE ENGLISH LANGUAGE
(A study of the second semester students in the bilingual English class of Islamic Education Program I at State College on Islamic Study Purwokerto, Academic Year 2013/2014)
Penelitian ini berjudul “Exploring Students’ Anxiety towards the English Language (A study of the second semester students in the bilingual English class of Islamic Education Program I at State College on Islamic Study Purwokerto, Academic Year 2013/2014)”. Penelitan ini menjelaskan tentang faktor-faktor penyebab kecemasan siswa dan cara mengatasinya. Penelitian ini berutujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kecemasan siswa dan untuk mengetahui cara dosen dalam mengatasi kecemasan mahasiswa semester dua jurusan Pendidikan Agama Islam I (PAI I) di kelas bilingual bahasa Inggris. Metode diskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini.
Hasil penelitan ini menyatakan bahwa terdapat lima jenis kecemasan siswa di kelas bilingual bahasa Inggris. Pada kecemasan pribadi sebagian besar siswa kurang percaya diri dalam berpartisipasi dalam aktivitas di kelas; sedangkan pada keyakinanin struktur dalam mengajar bahasa menunjukkan bahwa siswa cemas saat dikoreksi dosen. Kemudian, pada interaksi insturkur-siswa menunjukan siswa cemas terhadap cara dosen mengoreksi kesalahan siswa; dan pada prosedur kelas menunjukkan bahwa siswa cemas saat berbicara dikelas. Terakhir, pada tes bahasa menunjukkan siswa cemas terhadap tes yang belum pernah dikerjakan sebelumnya. Disamping itu, untuk mengatasi kecemasan siswa, dosen memiliki sejumlah strategi seperti: menumbuhkan kepercayaan diri siswa melalui motivasi yang diberikan selama aktivitas di kelas, membantu siswa memahami materi yang diajarkan dalam bahasa Inggris, memberikan kesempatan siswa untuk berbicara, menyampaikan ide, praktek bahasa Inggris secara lisan. Selain itu, dosen berusaha untuk mengurangi mengoreksi siswa terutama saat siswa sedang berbicara, memberikan tugas kelompok, dan memberikan pemaparan materi sebelum tes.
The research is entitled “Exploring Students’ Anxiety towards the English Language (A study of the second semester students in the bilingual English class of Islamic Education Program I at State College on Islamic Study Purwokerto, Academic Year 2013/2014)”. It describes the influencing factors of some students’ anxiety and the strategies to reduce the anxiety. The research is aimed to find out the influencing factors of students’ anxiety and find out the strategies to reduce students’ anxiety of second semester students of Islamic Education Program I (PAI I) in bilingual English class activities. Descriptive qualitative method is applied to analyze the data in the research.
The result reveals that there are five influencing factor of students’ anxieties. The personal and interpersonal anxiety shows that most of the students are less confident in participating in the class activities; whereas the instructor’ beliefs about language teaching shows how the students are anxious while they are corrected by the lecturers. Then, the instructor-learner interaction shows how students are anxious toward the lecturers’ manner to correct students’ mistake; and the classroom procedures shows that the students are anxious in spoken classroom activities. Last, the language testing shows how the students are anxious toward a test which they never did before. In other hand, to overcome the students’ anxiety, the lecturers have a number of strategies such as: building students’ confidence through motivation which give to them during classroom activities, supporting the students to understand the materials lectured in English, and giving chance for students to speak, to share their idea, to practice English orally. In addition, the lecturers try to avoid correcting students’ mistakes more over while they are speaking, give assignment in a group, and give test exposures before the students do the test
94669506H1A010015KARAKTERISASI ENZIM SELULASE DARI Trichoderma viride MENGGUNAKAN SUBSTRAT SELULOSA AMPAS TEBU (Saccharum officinarum L) Ampas tebu merupakan salah satu limbah yang potensial sebagai sumber selulosa karena mengandung selulosa sekitar 54-58% (b/b). Konversi selulosa menjadi glukosa dapat dilakukan secara enzimatis menggunakan enzim selulase. Enzim selulase yang digunakan pada penelitian ini berasal dari kapang Trichoderma viride. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi optimum ekstrak kasar enzim selulase dari Trichoderma viride menggunakan susbtrat selulosa ampas tebu. Penentuan kondisi optimum dilakukan dengan mengukur kadar gula pereduksi yang terbentuk. Penelitian meliputi peremajaan kapang T.viride, pembuatan inokulum, produksi enzim selulase, isolasi selulosa ampas tebu, dan karakterisasi enzim selulase yang meliputi penentuan suhu optimum, pH optimum dan konsentrasi substrat optimum yang diperoleh berdasarkan kadar glukosa yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu optimum ekstrak kasar enzim selulase adalah 40 oC dan pH optimumnya adalah 6. Hidrolisis selulosa ampas tebu mencapai optimum pada konsentrasi substrat 2% dan menghasilkan glukosa sebanyak 5,298 mg/mL.Sugarcane bagasse is one of wastes which is potentially as source of cellulose because it contains cellulose around 54-58% (w/b). The conversion between cellulose into glucose can be implemented enzymatically using cellulase enzyme. The cellulase enzyme which is applied in this research is derived from Trichoderma viride. The purpose of this research is to know the optimum raw extract cellulase enzyme condition using the substrate cellulose from sugarcane bagasse. The research consisted of re-cultured the T.viride isolate, inoculums production, cellulose enzyme production, isolating the cellulose sugarcane bagasse, and characterizing cellulase enzyme which covers the determined optimal temperature, pH optimum and optimum substrate concentration which is obtained according glucose level which is produced. The result of this research indicates that the optimum raw cellulase enzyme extract temperature is 40 oC and the pH optimum is 6. The hydrolase of cellulose of sugarcane bagasse reached optimum at 2% of substrate cellulose and gave 5.298 mg/mL glucose.
946710776A1L008017KARAKTER PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI (Oryza sativa L) POTENSI TOLERAN KEKERINGAN DI LAHAN TADAH HUJANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter pertumbuhan dan hasil sebelas varietas padi gogo potensi toleran kekeringan yang ditanam dilahan tadah hujan. Penelitian ini dilaksanakan di desa Banjarsari Wetan kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dari Juni 2013 sampai Desember 2013. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok non faktorial. Faktor yang diuji yaitu Karakter pertumbuhan sebelas varietas padi gogo dan karakter hasil sebelas varietas padi gogo. Hasil pada pertumbuhan Varieatas Sunggal memiliki karakter pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan kesepuluh varietas yang diuji. Hasil pada variabel bobot biji per hektar pada sebelas varietas padi gogo potensi toleran kekering berkisaran antara 0,73-1,49 t/ha, varietas Gilirang menunjukan hasil yang relatf lebih tinggi dibanding varietas lainya. Situ Patenggang menunjukan karakter pertumbuhan terbaik pada variabel pengamatan tinggi tanaman (84,05 cm), jumlah anakan (20,43 batang), luas daun per rumpun ( 1485,39 cm2), total panjang akar (194,84 cm), bobot basah tajuk per rumpun (55,43 g), bobot basah akar per rumpun (22,93 g), bobot kering tajuk per rumpun (16,78 g), panjang malai (21,33 cm), jumlah malai (14,67 batang), jumlah biji per malai (139,67 biji), bobot biji per rumpun (22,20 g), namun dengan bobot biji per hektar lebih rendah yaitu 1,19 t/ha dibandingkan dengan Gilirang 1,49 t/ha.Research is aimed to know the characters of growth and yield of eleven variety drought tolerant potential in planted of rainfed area. This study has conducted in Banjarsari Wetan, Sub district of Sumbang, Banyumas Regency at juny to Desember
2013, The design of experiment that is used in this research is non factorials random design group. Factors tested character growth that is eleven varieties of rice gogo and the character of the eleven gogo varieties of rice. The result in growth varieatas



sunggal having the character growth that is better than the tenth varieties tested. The results of weight on the variables seeds per hectare in eleven varieties of rice gogo potential drought-tolerant ranged between 0,73-1,49 t / ha , varieties gilirang results showed relatf higher than other varieties. The Situ Patenggang showed character best growth on the variable plant height (84,05 cm), number of siller (20,43 steam), leaf area per hill (1485,39 cm2), total root length (194,84 cm), wet weigth of crown biomass (55,43 g), wet weight of root biomass ( 22,93 g), dry weight of crown biomass (16,78 g), length of panicle per hill (21,33 cm), number of panicle per hill (14,67 steam), number of grainds per panicle (139,67 grainds), weight grainds of thicket (22,20 g), and weight grains of hectare (1,19 t/ha). But with weight grainds of hectare lower is 1,19 tha compared with Gilirang (1,49 t/ha).
94689508P2CB11016ANALISIS PENGARUH ORIENTASI PASAR DAN MANAJEMEN PENGETAHUAN TERHADAP KINERJA PEMASARAN (STUDI KASUS PADA UMKM ALAS KAKI SEPATU/SANDAL DI KECAMATAN CIOMAS DAN DRAMAGA)NURTIAH, Program StudiManajemen-Program Pascasarjana, UniversitasJenderalSoedirman, AnalisisPengaruhOrientasiPasardanManajemenPengetahuanTerhadapKinerjaPemasaran (StudiKasusPada UMKM Alas Kaki Sepatu/Sandal di KecamatanCiomasdanDramaga, KomisiPembimbing, Ketua: Dr. Suliyanto, SE, MM, anggota: Dr. WitaRamadhanti, SE. M.S.A.Ak

OrientasiPasardanManajemenPengetahuanmerupakankonsep yang sangatpentingdalampengembanganproduk UMKM. Dalammempertahankankeberlangsunganusahanya, setiapusahadiperlukanpengembanganproduk agar tetapeksisdanbersaing di pasar. Berdasarkanketerbatasanpenelitianterdahulu, makadalampenelitianinimenambahkanvariabelinovasidankeunggulanbersaingsebagaivariabelmoderasi.

Penelitiandilakukandi KecamatanCiomasdanDramagadenganobjekpemilik UMKM alas kaki sepatu/sandal. Jumlahresponden 105 orang. Pengambilansampeldilakukansecaracluster random sampling. Alatanalisismenggunakanstuctural equation modelling dengan program AMOS.18.

Hasilanalisissebagaiberikut: nilaivariabel orientasipasarterhadap inovasi dengan nilai p value lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata terendah. Nilai variabel manajemenpengetahuanterhadap keunggulan bersaing dengannilai p value lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata terendah. Nilai variabel inovasiterhadap keunggulan bersaing dengan nilai p value lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-rata terendah. Nilai variabel inovasiterhadapkinerja pemasaran dengan nilai p value lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata terendah. Nilai variabel keunggulanbersaingterhadap kinerja pemasarandengan nilai p value lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-rata terendah.

Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa orientasi pasar tidak berpengaruh terhadap inovasi, manajemen pengetahuan tidak berpengaruh terhadap keunggulan bersaing, inovasi berpengaruh terhadap keunggulan bersaing, inovasi tidak berpengaruh terhadap kinerja pemasaran dankeunggulan bersaing berpengaruh terhadap kinerja pemasaran.
NURTIAH. Study Program of Management. Post-Graduate Program. JenderalSudirman University. The Analysis of the Effect of Market Orientation and Knowledge Management on the Performance of Marketing (Case Studies on SMEs Footwear of Shoes/Slippers in District of Ciomas and Dramaga, The Supervising Committee, Chairman: Dr..Suliyanto, SE.MM, Members: Dr. WitaRamadhanti, SE. M.S.A.Ak

Market orientation and knowledge management is of paramount important concept in the development of SMEsproducts. In maintaining continuity of business, every business requires the development of products so that it still exists and competes in the market. Based on the limitations of previous studies, this study added the variable of innovation and competitive advantage as a moderating variable.

The study was conducted in the districts of Ciomas and Dramaga with SME of footwear owners as the object board. The number of respondents was 105 people. The sampling technique used was cluster random sampling. The analytical tool used was Structural Equation Modeling with AMOS.18 program.

The results of the analysis was as follows: the value of market orientation variable towards innovation resulted p valuewhich was greater than the lowest average value. The value of knowledge management variable towards competitive advantage resulted p valuewhich was greater than the lowest average value. The value of innovation variable towards competitive advantage resulted p valuewhich was smaller than the lowest average value. The value of innovation variable towards marketing performance resulted p valuewhich was greater than the lowest average value. The value of competitive advantage variable towards marketing performance resulted p valuewhich was smaller than the lowest average value.

From the analysis, it could be concluded that market orientation has no effect on innovation, knowledge management has no effect on competitive advantage, innovation affects the competitive advantage, innovation does not affect the performance of the marketing and competitive advantage affects marketing performance.
94699507H1A010022PENURUNAN KADAR SIANIDA PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAPIOKA MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TiO2-Cu DENGAN BANTUAN SINAR MATAHARILimbah cair tapioka mengandung beberapa senyawa organik, salah satunya adalah senyawa sianida. Sianida merupakan senyawa organik yang bersifat toksik bagi kehidupan makhluk hidup. Berdasarkan pemeriksaan sifat fisika dan kimia pada contoh air limbah di Desa Pancasan Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, kadar sianida yang dihasilkan sebesar 3,8 mg/L sedangkan kadar maksimum sianida yang ditentukan pada baku mutu limbah cair adalah sebesar 0,5 mg/L. Oleh sebab itu, dilakukan suatu metode untuk penurunan kadar sianida pada limbah cair tapioka. Salah satu metode yang dapat digunakan yaitu dengan fotodegradasi menggunakan fotokatalis TiO2 yang didoping logam tembaga (Cu) dengan bantuan sinar matahari sebagai sumber foton. Pendopingan dilakukan dengan metode fotodeposisi dengan perbandingan rasio mol TiO2 dan Cu sebesar (99:1), (98:2), (97:3), dan (96:4). Fotokatalis TiO2 yang didoping logam Cu mampu mendegradasi sianida dengan persentase aktivitasnya sebesar 56,11 % dimana fotokatalis TiO2-Cu yang memberikan aktivitas terbesar yaitu TiO2-Cu dengan perbandingan (96:4). pH optimum degradasi sianida pada fotokatalis dengan perbandingan rasio mol TiO2-Cu (96:4) adalah pada pH basa yaitu pH 9 dengan persentase penurunan sebesar 52,41 % dengan waktu kontak optimum yaitu selama 7 jam dengan persentase penurunan sebesar 43,65 %.Tapioca waste water contained several organic compounds, one of them is a cyanide compounds. A cyanide is an organic compounds which has toxic for life living things. Based on the investigation of physics and chemistry on the example waste-water in Pancasan village Ajibarang sub-district, Banyumas district, has levels of a cyanide produced 3.8 mg/L, otherwise the maximum levels of cyanide depended on quality standard waste liquid was 0.5 mg/L. Because of that, a method of reduction levels of a cyanide on tapioca waste liquid. One of the method that can be used by photodegradation using TiO2 photocatalyst which doped by metal copper (Cu) supported by sun rays as the source of photons. The doping method conducted by photodeposition methods with the comparisons ratio of TiO2 mole and Cu (99:1), (98:2), (97:3) and (96:4). TiO2 Photocatalyst which doped by Cu metals has degraded the cyanide with the percentage of activities gained 56,11 % which TiO2-Cu photocatalyst resulted greatest activity of TiO2-Cu and the comparison (96:4). The optimum pH of cyanide degradation on the photocatalyst and the comparison of moles ratio on TiO2-Cu (96:4) was on the chemical base that pH 9 with the percentage of reduction gained 52,41% with the optimum contacts time for 7 hours, with the percentage of reduction gained 43,65%.
94705797A1L009006KARAKTERISTIK MUTU GABAH, MUTU BERAS DAN KANDUNGAN PROTEIN LIMA GALUR PADI TOLERAN SALIN DI KABUPATEN CILACAP, PEMALANG DAN PURWOREJOPeningkatan kualitas fisik dan perbaikan kandungan gizi beras terutama kandungan protein perlu dilakukan karena pengembangan galur-galur padi sangat penting sehingga kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui sifat fisik gabah, sifat giling gabah dan kandungan protein pada 5 galur padi toleran salinitas yang ditanam pada 3 lokasi yang berbeda 2) mengetahui pengaruh lokasi tanam terhadap kualitas fisik beras, mutu beras dan kandungan protein pada 5 galur padi toleran salin yang ditanam pada 3 lokasi yang berbeda 3) mengetahui pengaruh interaksi antara galur dengan lokasi tanam terhadap kualitas fisik beras, mutu beras dan kandungan protein pada 5 galur padi toleran salin yang ditanam pada 3 lokasi yang berbeda. Rancangan yang digunakan untuk tiap lokasi adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan 3 kali ulangan. Benih atau gabah yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari galur atau varietas yang di tanam di 3 wilayah Cilacap, Pemalang dan Purworejo. Genotip yang dicoba meliputi: (G1) = Siak Raya, (G2) = Dendang, (G3) = Unsoed-10, (G4) = Atomita-2, (G5) = IR78788-B-B-10-1-2-4-AJY1. Variabel yang diamati adalah bobot 1.000 butir, densitas gabah, rendemen beras giling, persentase beras kepala, persentase butir kapur dan kandungan protein. Data Pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Unsoed-10 merupakan galur yang memiliki kualitas fisik yang paling baik dibandingkan galur yang lain. Varietas pembanding (Siak Raya sebesar 8,12% yang tidak berbeda nyata dengan Dendang yaitu 8,09% dan Atomita-2 sebesar 8,07%) memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan dengan galur toleran salin yaitu Unsoed-10 sebesar 7,90% dan IR-78788 sebesar 7,78%. Lokasi tanam mempengaruhi kualitas fisik, mutu beras dan kandungan protein lima galur padi yang diuji. Kabupaten Purworejo menjadi lokasi tanam yang memiliki hasil tertinggi, selanjutnya Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Pemalang. Faktor genetik dan lingkungan yang lebih berperan menentukan karakter kualitas fisik beras.Improving the physical quality and nutritional refinement of rice protein, especially protein content is important because the development of rice strains is very important to fulfill people's nutritional needs. The research is aimed to 1) determine the physical characteristics of grain as well as its milling properties and protein content of 5 rice strains which tolerant to salinity yield that planted on 3 different locations 2) determine the effects of the physical location of planting rice to the rice quality and protein content in 5 strains-salinity tolerant rice grown on three different locations 3) determine the effect of the interaction between the strains with the physical location quality of planting rice, rice quality and protein content in 5 strains-salinity tolerant rice grown in three different locations. The experiment was conducted at the Laboratory of Plant Breeding, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Karangwangkal, Purwokerto. The study was conducted during October to December 2013. Seed or grain that is used in this study comes from strains or varieties planted in three areas: Cilacap, Pemalang and Purworejo. Experimental design for each location using Randomized Block Design (RAK) and three repetitions. Genotypes were tested include: (G1) = Siak Raya, (G2) = Dendang, (G3) = Unsoed-10, (G4) = Atomita-2, (G5) = IR78788-BB-10-1-2-4- AJY1. The observed variable is 1.000 grain weight, grain density, milled rice yield, head rice percentage, percentage of lime and grain protein content. The results showed that the Unsoed-10 is a strain that has the best physical qualities than the other strains. As a comparison varieties (Siak Raya as much as 8,12% which is not significantly different from Dendang is 8,09% and Atomita-2 as much as 8,07%) have a higher protein content compared with the rice strains tolerance to salinity is Unsoed-10 as much as 7,90% and IR-78788 as much as 7,78%. Location affects physical plant quality, rice quality and rice protein content of five strains tested. Purworejo is a planting location that has the highest results, followed by Cilacap and Pemalang. As the result, genetic and environmental factors are two important factors which decide physical characteristics of grain and rice quality.
94719512C1A010079Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Daging Sapi di IndonesiaPenelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Daging Sapi di Indonesia”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran daging sapi dalam negeri di Indonesia serta variabel yang paling respon terhadap perubahan permintaan dan penawaran daging sapi dalam negeri di Indonesia, baik secara bersama-sama maupun secara parsial.
Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Kuadrat Terkecil Biasa (OLS) dengan teknik data time series, analisis regresi linear berganda serta uji elastisitas. Data yang digunakan merupakan data time series dan data yang digunakan merupakan data tahunan dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2012 sehingga jumlah data sebanyak 16 pengamatan.
Ada empat kesimpulan penting dari hasil penelitian ini, yaitu: (1) harga daging sapi, harga barang substitusi seperti harga daging ayam dan harga daging kambing, pengaruh hari besar (Idul Fitri), dan pendapatan perkapita secara bersama-sama dan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap permintaan daging sapi selama tahun 1997-2012, namun harga daging sapi memiliki hubungan yang negatif terhadap permintaan daging sapi, (2) harga daging sapi lebih respon dibandingkan dengan harga daging ayam terhadap perubahan permintaan daging sapi di Indonesia selama tahun 1997-2012, (3) harga daging sapi, produksi barang substitusi seperti daging ayam dan daging kambing, dan populasi sapi potong secara bersama-sama dan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap penawaran daging sapi selama tahun 1997-2012, namun produksi daging ayam dan produksi daging kambing memiliki hubungan yang negatif terhadap penawaran daging sapi, (4) populasi sapi potong sangat respon terhadap perubahan penawaran daging sapi di Indonesia selama tahun 1997-2012.
This research entitled "The Factors Affect The Demand and Supply of Meat In Indonesia”. The purpose of this study were to find out the factors that affect the domestic demand and supply of meat in Indonesia and also the most responsive variables toward the domestic changes of demand and supply of meat in Indonesia, either jointly or partially.
The research use an Ordinary Least Square Method (OLS) with time series data technique, regression linear, and also elasticity method. The data were time series data and annual data from 1997 to 2012 so that the amount of data as much as 16 observations.
There are four important results, i.e: (1) the price of substitution goods such as the price of chicken and goat meat, Eid Mubarak, and per capita income either jointly or partially has a significant effect on the demand of meat from 1997 to 2012, however the price of meat have negative link to the demand of meat, (2) The price of meat is more responsive than the price of chicken meat toward the changes of demand of meat in Indonesia from 1997 to 2012, (3) The price of meat, the production substitutes such as chicken and goat meat, and the population of cattle either jointly or partially has a significant effect on the supply of meat from 1997 to 2012, however the chicken and goat production have negative link to the supply of meat, (5) The population of cattle are greatly responsive to the changes of supply of meat in Indonesia from 1997-2012.
947210772E1A009177PERLINDUNGAN HAK ANAK MEMPEROLEH PENDIDIKAN DI DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK
(Studi di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas IIA Kutoarjo, Jawa Tengah)
Anak merupakan aset bangsa yang kemudian hari akan mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan di negeri ini. Oleh karena itu, negara harus menjamin hak pendidikan bagi anak, tidak terkecuali bagi anak didik pemasyarakatan. Melalui pendidikan, potensi anak dapat muncul dan berkembang sehingga dapat bermanfaat bagi diri si anak sendiri dan bagi masyarakat pada umumnya.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jaminan perlindungan hak anak untuk memperoleh pendidikan dan implementasinya di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas IIA Kutoarjo, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah yuridis sosiologis.

Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 menyatakan bahwa Negara Indonesia merupakan negara hukum. Indonesia sebagai negara hukum sudah seharusnya menjamin hak asasi manusia bagi warga negaranya. Salah satu bentuk hak asasi manusia yang harus dijamin oleh Indonesia adalah hak memperoleh pendidikan, terutama pendidikan bagi anak-anak. Berdasarkan prinsip non diskriminasi, pendidikan merupakan hak setiap orang. Maka, baik anak-anak normal maupun anak-anak didik pemasyarakatan berhak memperoleh pendidikan.

Baik dalam Undang-Undang Dasar 1945 maupun dalam undang-undang dan peraturan pemerintah telah menjamin adanya perlindungan hak memperoleh pendidikan bagi anak didik pemasyarakatan. Namun peraturan-peraturan tersebut masih dianggap belum konkret bagi lembaga pemasyarakatan. Dalam implementasinya, banyak kesulitan yang dirasakan oleh lembaga pemasyarakatan untuk melaksanakan hak pendidikan bagi anak didik pemasyarakatan, seperti kurikulum yang sulit diterapkan, tenaga pengajar yang kurang, jam belajar pendidikan umum yang singkat, serta tidak terdapat psikolog.
Children are the future of the people who will take over the country's leadership. So, the government has to guarantee the right of education for children, no exception for correctional students. Through education, the potential of children can appear and evolve so as to benefit them and society.

The aim of this research is to analyze guarantee the protection of children’s rights to obtain education and its implementation in Correctional Institution of Children at Kutoarjo, Central Java. The method of research used is sociologist-juridical.

Article 1 of paragraph (3) of Indonesia’s Constitution declares that Indonesia is the state of law. As the state of law, Indonesia has to guarantee human rights for its citizen. One form of human rights that has to be guaranteed by Indonesia’s Government is the rights of education, especially education for children. Based on the principle of non-discrimination, education is the right of every person. Then, both normal children and correctional students entitled to receive education.

Not only in constitutional of Indonesia but also another regulation in Indonesia has been ensure the rights of education for children in correctional institution. But regulations were considered to concrete not yet for correctional institution. In its implementation, there were many difficulties experienced by correctional institution to exercise the right of education for correctional students, as a curriculum difficult to be applied, teachers less, learning hours of public education that is short, and there isn’t psychologist.
94739513H1K007009KELIMPAHAN UBUR-UBUR DI PERAIRAN PELAWANGAN BARAT SEGARA ANAKAN, CILACAPUbur- ubur merupakan salah satu biota yang dapat dijumpai di perairan Pelawangan Barat Segara Anakan Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan ubur-ubur di Pelawangan Barat Segara Anakan Cilacap. Pengambilan sampel ubur-ubur dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2013 menggunakan jaring arad yang ditarik sepanjang 200 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 jenis ubur-ubur yaitu Crambionella sp, Acromitus sp dan Chrysaora sp. Jumlah ubur-ubur yang tertangkap sebanyak 24 individu yang diperoleh dari lokasi perairan dengan vegetasi mangrove (stasiun 2) dan perairan terbuka Pelawangan Barat Segara Anakan (stasiun 3). Jumlah individu ubur-ubur terbanyak (16 individu) dan kelimpahan ubur-ubur tertinggi (66,67%) terdapat pada lokasi perairan terbuka Pelawangan Barat Segara Anakan (stasiun 3). Jellyfish is one of the organisms which are common in West Pelawangan Segara Anakan Cilacap waters. The aim of this study is to determine the species and abundance of jellyfish in the West Pelawangan Segara Anakan Cilacap waters. Sampling was conducted in July to August 2013 using the arad net drawn along 200 m. The results showed that there are 3 species of jellyfish namely Crambionella sp, Acromitus sp and Chrysaora sp. The number of jellyfish are caught as 24 individu, was obtained from the location of mangrove vetations (stations 2) and open waters of West Pelawangan Segara Anakan (station 3). The greatest jellyfish number (16 individu) and the highest jellyfiah abundance (66,67%) was found in open waters location of West Pelawangan Segara Anakan (station 3).
94749514F1A009042KETERLIBATAN SUAMI PADA PERAN DOMESTIK DALAM KELUARGA BURUH PABRIK PT SUNG CHANG INDONESIA DI DESA SUMILIR KECAMATAN KEMANGKON KABUPATEN PURBALINGGAPurbalingga merupakan salah satu kota industri yang cukup terkenal di Jawa Tengah. Pabrik yang berdiri kebanyakan pabrik bulu mata palsu dan wig. Industri ini menjadi roda penggerak perokonomian warga. Pabrik dan plasma lebih banyak menyerap buruh perempuan ketimbang laki-laki. Terjunnya wanita kedunia kerja dapat bermanfaat positif bagi perekonomian dan kesejahteraan keluarga karena pendapatan yang diperoleh dari hasil bekerja dimanfaatkan untuk menopang ekonomi keluarga akan tetapi pada sisi lain terjunnya wanita kedunia kerja juga dapat membawa perubahan tertentu terhadap keluarganya. Ketika istri bekerja sebagai buruh pabrik dengan jam kerja dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB maka ada peran yang ditinggalkan oleh istri yaitu peran domestik, dengan demikian maka ada proses penyesuaian yang harus disikapi oleh pihak keluarga untuk mengatasi ketidakseimbangan dalam keluarga. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Keterlibatan suami dalam melakukan peran domestik dibagi dalam dua kategori yaitu suami yang mengambil alih sebagian peran domestik dan suami yang tidak mengambil peran domestik sama sekali. Suami yang mengambil sebagian peran domestik dipengaruhi oleh faktor intensitas waktu suami di rumah lebih banyak dibandingkan istri sehingga suami berkewajiban untuk membantu peran istri yang tidak bisa dikerjakan karena pergi bekerja. Sementara untuk suami yang tidak mengambil peran domestik sama sekali karena mereka masih menganut budaya patriarkhi yang kuat sehingga mengganggap pekerjaan domestik merupakan pekerjaan perempuan saja. Purbalingga is one of the well-known industrial city in Central Java. Factories were established mostly plant false eyelashes and wigs. Factory and plasma absorb more women workers than men. Woman plunging into the world of work can be a positive benefit for the economy and the welfare of the family as the income derived from the results of work used to sustain the family economy but on the other hand a woman plunging into the world of work can also bring certain changes to the family. When my wife worked as a factory worker with working hours from 07.00 am until 16.00 pm then no role left by the wife of the domestic role, and thus there is a process of adjustment that must be addressed by the family to address the imbalance in the family.Based on the results of this study concluded the husband's involvement in the conduct of domestic roles are divided into two categories: the husband who took over most domestic role and the husband who does not take the domestic role at all. Husband who takes most domestic role is influenced by factors intensity husband's time in the house more than the wife that the husband is obliged to help the wife's role can not be done due to go to work. As for the husband who does not take the domestic role at all because they still adhered to the strong patriarchal culture that considers domestic work is women's work alone.
94759533F1C009069PROSES KOMUNIKASI DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN LUMBUNG PADI PADA PROGRAM POSDAYA “MEKAR JAYA” DI DUSUN CIPTOSARI, KABUPATEN CILACAPPenelitian ini berjudul “PROSES KOMUNIKASI DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN LUMBUNG PADI PADA PROGRAM POSDAYA “MEKAR JAYA” DI DUSUN CIPTOSARI, KABUPATEN CILACAP”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: kegiatan lumbung padi, pemberdayaan masyarakat, proses komunikasi, dan hambatan yang terjadi pada program POSDAYA “Mekar Jaya” di Dusun Ciptosari, Kabupaten Cilacap.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan tekhnik pemilihan informan purposive sampling. Sasaran dalam penelitian ini adalah pengurus dan anggota lumbung padidi Dusun Ciptosari, Kabupaten Cilacap. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Model analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif dari Miles dan Huberman serta validitas data diuji dengan triangulasi sumber.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa kegiatan lumbung padi yang berlangsung di Dusun Ciptosari, Kabupaten Cilacap membantu masyarakat dalam mengahadapi musim paceklik, selain itu juga dapat memberdayakan masyarakat lebih mandiri dan berdaya. Proses komunikasi dilakukan secara langsung melalui proses komunikasi kelompok (sosialisasi dan pengambilan keputusan) dan proses komunikasi antarpribadi (kunjungan pengurus kerumah – rumah). Hambatan yang dihadapi diantaranya: perbedaan tingkat pendidikan dan gangguan lingkungan terhadap proses berlangsungnya proses komunikasi. Berdasarkan pembahasan hasil penelitiam, dapat diajukan saran sebagai berikut: bagi pengurus lebih meningkatkan keaktifannya, bagi anggota untuk lebih terbuka, dan bagi peneliti selanjutnya dapat mengkaji atau mengevaluasi program pemberdayaan masyarakat dalam aspek partisipasi.

This research entitled “Communication Process in Community Empowerment through Rice Barn Activity on POSDAYA “Mekar Jaya” Program in Ciptosari Vilage, Cilacap Regency. The purpose of this research was to find out: rice barn activity, community empowerment, and obstacles in POSDAYA “Mekar Jaya” program in Ciptosari Vilage, Cilacap Regency.
The research used qualitative method with purposive sampling informant selection technique. The target in this research is rice, manager and members of a rice barn in Ciptosari Vilage, Cilacap Regency. Data collection techniques of the research are deep interview, observation, and documentation. Data analysis model used interactive analysis by Miles and Huberman and the validity was tested using triangulation.
The result of this research stated that rice barn activity conducted in Ciptosari Village, Cilacap Regency helped people in facing bad season, and moreover it can empower people to be more independent. Communication process was conducted directly through group communication process (socialization and decision making) and interpersonal communication process (house to house visit by organizer).The obstacles are: different level of education and environment disturbance to the communication process. Based on the result of the research, the suggestions given are: the organizer should be more active, the member should be more open, the next researcher should be able to review or evaluate community empowering program in participation problem.

94769515F1G009003REGISTER PERBATIKAN DI DESA GUMELEM KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARA


Penelitian yang berjudul “Register Perbatikan di Desa Gumelem Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara” ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk- bentuk register dan fungsi register Perbatikan di Desa Gumelem Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara.
Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif . Dalam Pengumpulan data digunakan metode simak dengan teknik dasar sadap, teknik lanjutannya adalah teknik cakap semuka dan teknik cakap tansemuka. Pada tahap analisis data digunakan metode padan translasional dengan teknik dasar teknik pilah unsur penentu. Teknik lanjutannya adalah hubung banding, yaitu hubung banding membedakan dan hubung banding menyamakan.
Keseluruhan data yang termasuk dalam register berjumlah 22 kata. Berdasarkan satuan lingualnya, bentuk register perbatikan di Desa Gumelem Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara, terdiri atas bentuk kata dan frase. Register yang berbentuk kata terdiri atas kata tunggal, kata kompleks, dan kata majemuk.
Fungsi sosial yang teridentifikasi, adalah fungsi konatif dan fungsi referensial , dapat ditentukan yang lebih spesifik, yaitu (a) fungsi menamai, (b) fungsi menunjukkan alat, (c) fungsi menunjukkan proses, dan (d) fungsi menunjukkan cara.

The research with tittle “The Register of Batik at Gumelem, Susukan, Banjarnegara” has purpose to describe the form and the function of batik register that find at sector Gumelem, Susukan, Banjarnegara.
This research is qualitative descriptive research. The collection of data use observation method with bug basic technique, and the next technique is using direct and undirect interview. In data analysis phase using translational comparison method with basic technique is determining element classification technique. The next technique is using comparison they are differentiating and comparing comparison.
There are 21 words in all of the data including in register. Based on lingual unit the form of batik register in Gumelem, Susukan, Banjarnegara, there are words and phrases. The word register are single words form, complex words form, and compound words form.
Identified social function, they are, conative function and referential function that determined more specific, they are (a) naming function, (b) explaining tools function, (c) explaining process funtion, and (d) explaining manner function.
94779516G1A010099Korelasi Indeks Massa Tubuh Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Dengan Lama Menjalani Hemodialisis Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo PurwokertoLatar Belakang: Penyakit ginjal kronis merupakan gangguan pada ginjal yang mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif dan dapat berakhir menjadi gagal ginjal, sehingga memerlukan terapi pengganti ginjal, salah satunya hemodialisis. Lama menjalani hemodialisis berpengaruh terhadap perubahan indeks massa tubuh (IMT) pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis.
Tujuan: Mengetahui korelasi IMT pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dengan lama menjalani hemodialisis.
Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik consecutive sampling. Subjek penelitian berjumlah 42 pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di Instalasi Hemodialisis RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Variabel terikat adalah IMT dan variabel bebas adalah lama menjalani hemodialisis.
Hasil: Rerata IMT 22,054,3. Rerata lama menjalani hemodialisis 77,637,4 minggu. Uji Spearman nilai p>0,05 dan r=0,06, sehingga tidak terdapat korelasi yang bermakna.
Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi antara IMT pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis dengan lama menjalani hemodialisis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Chronic kidney disease is a disorder of the kidney that causes a progressive decline in renal function and may end up being kidney failure, thus require renal replacement therapy, for example hemodialysis. Length undergoing hemodialysis influence the change in body mass index (BMI) of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis.
Objective: To investigate correlation of BMI chronic renal failure patients undergoing hemodialysis at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital's with length undergoing hemodialysis.
Methods: Observational studied with cross sectional approach and a consecutive sampling technique. Subjects were 42 chronic renal failure patients undergoing hemodialysis at Installation Hemodialysis of Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital's. The dependent variable was BMI and the independent variable was the length undergoing hemodialysis.
Results: The mean BMI was 22.054.3. The mean length undergoing hemodialysis was 77.637.4 week. Spearman test p values >0.05 and r = 0.06, so that there was no significant correlation.
Conclusion: There was no correlation between the BMI of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis with length undergoing hemodialysis at Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospitals.
94789517A1M010018PENGARUH PENGGUNAAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DAN TAPIOKA
TERHADAP SIFAT SENSORI DAN KIMIA SOSIS ANALOG BERBASIS TEMPE KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis)
Kacang koro pedang memiliki kandungan karbohidrat dan protein yang cukup tinggi sehingga dapat dimanfaatkan menjadi bahan pangan bergizi berbasis nabati. Pada penelitian ini dilakukan penambahan rumput laut E.cottonii dan tapioka dalam memproduksi sosis. Penambahan rumput laut E.cottonii bertujuan untuk menghasilkan sosis dengan kekenyalan yang diharapkan. Penambahan tapioka ditujukan untuk memperbaiki tekstur dan kenampakan sosis yang halus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu proporsi berat tempe koro dengan rumput laut R1 (80:20), R2 (70:30) dan R3 (60:40), serta konsentrasi tepung tapioka, K1 (5%), K2 (7,5%) dan K3 (10%). Perlakuan tersebut disusun dalam bentuk faktorial, sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Hasil formula terbaik menunjukkan bahwa penggunaan tempe kacang koro : rumput laut sebanyak 60%:40% dengan penambahan tapioka 10% menghasilkan produk dengan kadar air 57,17% bb; kadar abu 2,37% bk; protein terlarut 1,32 % bk; protein total 14,27% bk; lemak total 26,30% bk; HCN 0,06% bk; karbohidrat 60,46% bk; tekstur agak kenyal (2,04); aroma khas koro pedang “agak khas” (2,57); rasa khas koro pedang “agak khas” (2,26); kesukaan agak disukai (2,23).Jackbean contains high carbohydrates and proteins so that it can be used as a nutritious plant-based food. This research was done by addition of seaweed E.cottonii and tapioca in producing sausage. The addition of seaweed E.cottonii was aimed to produce sausages with expected texture. The addition of tapioca was intended to improve the texture and appearance of a smooth sausage. This research used a Randomized Block Design (RBD) with two factors, those were the weight proportion of jackbean tempe with seaweed R1 (80:20), R2 (70:30) and R3 (60:40), and tapioca concentration, K1 (5 %), K2 (7.5%) and K3 (10%). The treatments were arranged in a factorial form, so that obtained 9 treatment combinations. Each treatment was repeated 3 times and obtained 27 experimental units. The best formula showed that the usage of jackbean tempe : seaweed as many as 60%: 40% with the addition of 10% tapioca resulted the product with 57.17% wb water content; 2.37% db ash content; 1.32% db soluble protein; 14.27% db of total protein; 26.30% db of total fat; 0.06% db HCN; 60.46% db carbohydrate by difference; mid-chewy texture (2.04); typical aroma of jackbean “rather typical” (2.57); typical flavor of jackbean "rather typical" (2.26); overall acceptance (2,23).
94799518E1A010084TINJAUAN YURIDIS PASAL 11 PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 1/POJK.07/2014 JO. PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 10/1/PBI/2008 DALAM PENYELESAIAN SENGKETA NASABAH PERBANKAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGANTidak tercapainya kesepakatan antara nasabah dengan bank dalam proses pelayanan dan penyelesaian pengaduan nasabah, dapat menimbulkan sengketa. Berdasarkan Pasal 11 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2014 tentang Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa di Sektor Jasa Keuangan, penyelesaian terhadap sengketa tersebut dapat diupayakan melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa di sektor perbankan. Oleh karena Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa di sektor perbankan belum terbentuk, maka nasabah dapat mengajukan permohonan pemberian fasilitas penyelesaian sengketa oleh Otoritas Jasa Keuangan. Ketentuan yang mengatur mengenai fasilitasi penyelesaian sengketa oleh Otoritas Jasa Keuangan terdapat dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan baru berlaku efektif pada tanggal 6 Agustus 2014. Oleh karena itu, sampai dengan tanggal 6 Agustus 2014 peraturan yang dipakai sebagai dasar hukum dari pemberian fasilitas penyelesaian sengketa oleh Otoritas Jasa Keuangan yaitu masih memakai Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/1/PBI/2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/5/PBI/2006 tentang Mediasi Perbankan.
Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan Pasal 11 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2014 jo. Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/1/PBI/2008 dalam penyelesaian sengketa nasabah perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan melalui jalur Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS).
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (Statute Approach) yang bersifat deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari bahan kepustakaan yang didukung dengan data primer dari hasil wawancara. Data diuraikan dalam bentuk teks naratif secara sistematis. Metode analisis data yang digunakan ialah metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan telah menerapkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/1/PBI/2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/5/PBI/2006 tentang Mediasi Perbankan dalam proses fasilitasi penyelesaian sengketa antara nasabah dengan bank. Ketentuan yang mengatur mengenai proses beracara penyelesaian sengketa yang terdapat dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/1/PBI/2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/5/PBI/2006 tentang Mediasi Perbankan dengan yang terdapat dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan secara garis besar ialah sama, namun terdapat beberapa perbedaan dalam ketentuan tersebut.
Disagreement between the costumers and the bank in the process of service and completion of customer’s complaints, can inflict to disputes. Based on article 11 of the Otoritas Jasa Keuangan Regulation Number 1/POJK.07/2014 of the Institute of Alternative Dispute Resolution in The Financial Services Sector, settlement of the dispute can be pursued through the Institute of Alternative Dispute Resolution in the banking sector. Therefore The Institute of Alternative Dispute Resolution in the banking sector has not been established, then the customer can apply the provision of facilities for dispute resolution by Otoritas Jasa Keuangan. Facilitation provisions governing the settlement of disputes by Otoritas Jasa Keuangan contained in the Otoritas Jasa Keuangan Regulation Number 1/POJK.07/2013 on Consumer Protection Financial Services Sector. The Otoritas Jasa Keuangan Regulation Number 1/POJK.07/2013 on Consumer Protection Financial Services Sector recently effective on August 6, 2014. Therefore, until the date of August 6, 2014 the regulations that used as the legal basis of the dispute resolution provision of facilities by the Otoritas Jasa Keuangan is still using Bank Indonesia Regulation Number 10/1/PBI/2008 concerning Amendment to Bank Indonesia Regulation Number 8/5/PBI/2006 on The Banking Mediation.
The purpose of this study was to determine the application of Article 11 of the Otoritas Jasa Keuangan Regulation Number 1/POJK.07/2014 jo. Bank Indonesia Regulation Number 10/1/PBI/2008 in the banking customer dispute resolution by the Otoritas Jasa Keuangan through Alternative Dispute Resolution (ADR).
This study uses a normative approach to law (Statute Approach) which is descriptive. Sources of data in this study used secondary data from the literature are supported by primary data from interviews. The data described in the form of narrative text systematically. Data analysis method used is qualitative normative method.
The results showed that the Otoritas Jasa Keuangan has implemented a Bank Indonesia Regulation Number 10/1/PBI/2008 concerning Amendment to Bank Indonesia Regulation Number 8/5/PBI/2006 of the Banking Mediation in dispute settlement facilitation process between the customer and the bank. Provisions governing the proceedings of dispute resolution contained in the Bank Indonesia Regulation Number 10/1/PBI/2008 concerning Amendment to Bank Indonesia Regulation Number 8/5/PBI/2006 on the Banking Mediation contained in the Otoritas Jasa Keuangan Regulation Number 1/POJK.07/2013 on Consumer Protection Financial Services Sector in outline is the same, but there are some differences in the provision.
94805814F1D006046PERAN PEMERINTAH KELURAHAN DALAM PENGELOLAAN PASAR TRADISIONAL SEBAGAI KEKUATAN EKONOMI RAKYAT
DI PURWOKERTO
Penelitian ini mengambil judul “Peran Pemerintah Kelurahan dalam Pengelolaan Pasar Tradisional Sebagai Kekuatan Ekonomi Rakyat di Purwokerto (Studi Kasus Pasar Glempang Kelurahan Bancarkembar Kecamatan Purwokerto Utara)”. Penelitian ini memiliki perumusan masalah yaitu “Bagaimanakah peran pemerintah Kelurahan Bancarkembar dalam pengelolaan Pasar Glempang Kelurahan Bancarkembar Kecamatan Purwokerto Utara sebagai kekuatan ekonomi rakyat?” dan “Apa faktor-faktor yang mempengaruhi peran pemerintah Kelurahan Bancarkembar dalam pengelolaan Pasar Glempang Kelurahan Bancarkembar Kecamatan Purwokerto Utara sebagai kekuatan ekonomi rakyat?”
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling dan metode analisis data adalah metode interaktif. Jumlah informan yang diambil dalam penelitian ini adalah 17 informan. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran pemerintah Kelurahan Bancarkembar Kecamatan Purwokerto Utara dalam Pengelolaan Pasar Tradisional sebagai Kekuatan Ekonomi rakyat adalah sangat dominan (berkuasa) terhadap pelaksanaan pengelolaan sewa kontrak Pasar Glempang, maksudnya pemerintah Kelurahan Bancarkembar mengendalikan semua proses pengelolaan sewa kontrak Pasar Glempang. Faktor-faktor yang mendukung peran pemerintah Kelurahan Bancarkembar dalam pengelolaan Pasar Tradisional sebagai kekuatan Ekonomi rakyat adalah kemampuan aparat pemerintah kelurahan dan pengelola pasar dan kebijakan baik dari pemerintah pusat, pemerintah Kabupaten maupun pemerintah Kelurahan. Faktor penghambat peran pemerintah Kelurahan Bancarkembar adalah maraknya pembangunan pasar-pasar modern (Modernisasi), konflik antara pedagang dengan pemerintah Kelurahan Bancarkembar, adanya masalah pengumpulan retribusi dan konsep revitalisasi pasar Glempang.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah peran pemerintah Kelurahan Bancarkembar dalam pengelolaan pasar Kelurahan Glempang sangat dominan dalam segala hal baik dalam penentuan kebijakan maupun dalam pelaksanaan pengelolaan pasar Glempang.
This study took the title "Village Government Role in the Management of Traditional Markets For Power of People's Economy in Purwokerto (Case Study Glempang Village Market Bancarkembar Northern District of Purwokerto)". This study has a formulation of the problem is "How does the government's role in the management Glempang Village Market of Bancarkembar Northern District of Purwokerto as the economic power of the people?" And "What are the factors that affect the government's role in the management Glempang Village Market Bancarkembar Northern District of Purwokerto as a power people's economy? "
The method used is qualitative case study. Informant selection techniques are purposive sampling and data analysis methods is an interactive method. The number of informants is taken in this study were 17 informants. Data collection techniques are in-depth interviews, observation and documentation.
These results indicate that the role of government Village Bancarkembar Northern District of Purwokerto in the Management of Traditional Market as Economic Power of the people is very dominant (ruling) on the implementation of the management lease contract Glempang market, meaning the government controls all the Village Bancarkembar rental management contract Glempang Market. Factors that support the government's role in the management Bancarkembar Village Traditional Market as an Economic strength is the ability of the people of village government officials and managers of both markets and policies of the central government, district or urban village government. Inhibiting factor is the role of government Village Bancarkembar rampant construction of modern markets (modernization), the conflict between traders and the government Bancarkembar Village, the levy collection issues and concepts Glempang market revitalization.
Conclusions in this study is the role of government in managing Glempang market of Bancarkembar very dominant in all the good things in the determination of policy and the implementation of market management Glempang.