Artikelilmiahs

Menampilkan 9.621-9.640 dari 48.948 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
96219591C1C010113PENGARUH PENGENDALIAN INTERNAL, KESESUAIAN KOMPENSASI, DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD PENGADAAN BARANG/JASA DAN IMPLIKASINYA PADA KINERJA KEUANGAN
(Studi pada Rumah Sakit Pemerintah Kabupaten Banyumas)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pencegahan fraud pengadaan barang/jasa yang dihubungkan dengan pengaruh pengendalian internal, kesesuaian kompensasi, dan komitmen organisasi, serta implikasinya pada kinerja keuangan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai yang terlibat dalam pengadaan barang/jasa pada rumah sakit pemerintah Kabupaten Banyumas. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 38 responden.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi berganda dan analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa: (1) pengendalian internal berpengaruh positif signifikan terhadap pencegahan fraud pengadaan barang/jasa; (2) kesesuaian kompensasi berpengaruh positif signifikan terhadap pencegahan fraud pengadaan barang/jasa; (3) komitmen organisasi tidak berpengaruh positif signifikan terhadap pencegahan fraud pengadaan barang/jasa; (4) pengendalian internal tidak berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan; (5) kesesuaian kompensasi tidak berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan; (6) komitmen organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan; dan (7) pencegahan fraud pengadaan barang/jasa berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan.
The purpose of this study is to investigate the implementation of procurement of goods/services fraud prevention that are associated with the influence of internal control, the suitability of compensation, and organizational commitment, as well as the implications on financial performance. The population in this study were all employees involved in the procurement of goods/services at government hospitals of Banyumas Regency. The number of respondents who were taken in this study was 38 respondents. The data have been collected by questionnaire.
Based on the results of this research and data analysis using multiple regression analysis and simple regression analysis showed that: (1) internal control has positive and significant effect on the procurement of goods/services fraud prevention; (2) the suitability of compensation has positive and significant effect on the procurement of goods/services fraud prevention; (3) organizational commitment has no positive and significant effect on the procurement of goods / services fraud prevention; (4) internal control has no positive and significant effect on financial performance; (5) the suitability of the compensation has no positive and significant effect on financial performance; (6) organizational commitment has positive and significant effect on financial performance; and (7) prevention of fraudulent procurement of goods/services has positive and significant effect on financial performance.
96229593F1B010078Pengaruh Kemampuan dan Koordinasi Pelaksana Terhadap Efektivitas Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) di Kelurahan Wonokriyo.
Isu permasalahan lingkungan yang ingin diselesaikan di kelurahan Wonokriyo adalah permasalahan sampah dan mengenai ruang terbuka hijau dan ingin diselesaikan melalui program PLPBK. Kemampuan pelaksana dan koordinasi pelaksana menjadi faktor yang mempengaruhi efektivitas program PLPBK. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kemampuan pelaksana dan koordinasi pelaksana terhadap efektivitas program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) di Kelurahan Wonokriyo, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif dengan mengambil jumlah responden secara keseluruhan yang berjumlah 70 orang yang merupakan anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) program PLPBK di kelurahan Wonokriyo. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, tabulasi silang, kendall tau, serta regresi. Hasil penelitian menunjukkan faktor kemampuan pelaksana dan koordinasi pelaksana baik secara masing-masing maupun secara bersama-sama mempengaruhi efektivitas program PLPBK. Faktor kemampuan pelaksana dalam hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang lebih besar terhadap efektivitas program PLPBK di kelurahan Wonokriyo daripada koordinasi pelaksana. Peningkatan kemampuan pelaksana dapat dilakukan melalui penambahan pelatihan serta bimbingan yang dilakukan secara rutin oleh pihak fasilitator dari kabupaten. Peningkatan koordinasi bisa dilakukan dengan memperjelas aturan dan prosedur serta penetapan tujuan, rencana-rencana yang lebih matang disesuaikan dengan tujuan awal programEnvironmental problem that will be solved by PLPBK are about garbage problem and green open space problem, especially in Wonokriyo, a village of Gombong Sub-District. Implementer’s ability and implementer’s coordination effect the PLPBK effectiveness. The objective of the research is to determine the effect of implementer’s ability and implementer’s coordination toward PLPBK effectiveness in Wonokriyo, a village of Gombong Sub-District, Kebumen District. The method used this study is quantitative method with respondents taking through census system. All of the respondents are members of Self-Help Group (SHG) of PLPBK program in the village mentioned, totally 70 persons. Data analysis of thus study use descriptive statistics, cross tabulations, kendall tau, and eventually regression step. The results of this study shows that implementer’s ability and implementer’s coordination have effect for PLPBK effectiveness. Implementer’s ability has greater effect to PLPBK effectiveness in Wonokriyo than implementer’s coordination. Implementer’s ability is important factor to determine PLPBK effectiveness. Increased capacity implementer can be done through additional training and guidance done routinely by the facilitator of district. The improved coordination be done in the clarify rules and procedures determination of purpose and plans a more mature adapted to its previous program
96235985A1L009045PENGARUH PENGGUNAAN URIN KAMBING DAN PENGURANGAN DOSIS PUPUK UREA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL PADIPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji: pengaruh kosentrasi urin kambing pada pertumbuhan dan hasil padi; dan pengaruh pengurangan dosis urea yang digantikan dengan urin kambing serta interaksinya percobaan dilakukan dalam screen house di desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, mulai bulan Desember 2012 sampai Mei 2013. Dua faktor dicoba dalam percobaan ini, pertama konsentrasi urin kambing terdiri dari tanpa urin kambing (U0), 5 ml/l (U1), 10 ml/l (U2) dan 15 ml/l air (U3); faktor kedua pengurangan dosis pupuk urea terdiri tanpa pengurangan pupuk urea (P0, tanpa urin kambing, pupuk urea 100 %), pengurangan urea 100 % (P1, tanpa pupuk urea), pengurangan urea 75 % (P2, pemberian urea 25 %); pengurangan urea 50 % (P3, pemberian urea 50 %). Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, luas daun, warna daun, panjang malai, jumlah anakan produktif, berat kering tanaman, jumlah gabah isi per malai, jumlah gabah hampa per malai, bobot gabah isi per malai, bobot gabah isi per rumpun, bobot gabah hampa per rumpun, dan bobot 1000 gabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konsentrasi urin kambing tidak berbeda nyata pada hampir semua variabel yang diamati, kecuali pada warna daun, kosentrasi urin kambing sebanyak 10 ml/l memberikan nilai yang paling tinggi. Pemberian pupuk urea berpengaruh nyata pada hampir semua variabel yang diamati kecuali pada luas daun dan jumlah gabah hampa per malai. Tidak terjadi interaksi nyata antara kedua faktor yang dicoba kecuali pada warna daun. Kombinasi perlakuan yang memberikan nilai BWD tertinggi adalah kosentrasi urin kambing 10 ml/l air dengan pengurangan dosis pupuk urea 50 % (U2P3) yaitu 3,97.The objective of this research was to study: effect of goat urine on growth and yield of rice, effect of reducing urea fertilizer which were substitute by goat urine and their interactions. The experiment was conducted in a screen house at Banjasari Wetan, Sumbang District, Banyumas Regency, from December 2012 to May 2013. Two factor were treated in this experiment, fist goat urine concentration consist of no goat urine (U0), 5 ml/l (U1), 10 ml/l (U2) and 15 ml/l of water (U3), second factor reduation of urea fertilizer, consist of no reduation urea fertilizer (P0, no goat urine and no urea fertilizer), urea reduction as much as 100 % (P1, no urea fertilizer), urea reduction as much as 75 % (P2, urea application as much as 25 %), urea reduction as much as 50 % (P3, urea application as much as 50 %). Ramdomized Block Design was use in this experiment with three replications. Variabel observed were plant height, leaf area, color leaf, panicle length, number of productive tiller, plant dry weight, number of filled grains per panicle, number of empty grains per panicle, filled grains per panicle weight, grain weight per hill contents, empty grain weight per hill and 1000 grain weight. The result showed that effect of goat urine concentrations did not differ significantly for all of variable observed except on leaf color, goat urine as much as 10 ml/l gave highest value. Applications of urea fertilizer gave significantly affet on almost of all of variabel except on leaf area and number of empty grain per panicle. No interact significantly between two factors treated, except on leaf color. Treatment combination that gave highest value on leaf color chart is goat urine concentration as much as 10 ml/l of water with urea fertilizer reduction as much as 50 %, that is 3,97.
962410800E1A010188PENEGAKAN HUKUM PIDANA DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHATPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Penegakan Hukum Pidana dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dan mengetahui faktor yang menghambat dan mendorong dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian yuridis sosiologis. Data primer dan data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian teks naratif dan matriks data.
Hasil penelitian menyatakan bahwa, penegakan hukum dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat hingga saat ini hanya sebatas secara administratif saja oleh KPPU sedangkan secara pidana belum pernah ditegakkan karena tidak terdapat kejelasan dalam Undang-Undang mengenai siapa yang berwenang untuk melakukan penyidikan terhadap tindak pidana persaingan usaha. Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat antara lain faktor pendorongnya adalah tindakan tanggap masyarakat dalam hal ini pelaku usaha yang mengawasi praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang mencerminkan kebudayaan hukum yang tinggi bahwa terdapat nilai ketertiban dan ketentraman yang diinginkan oleh masyarakat, sedangkan faktor penghambatnya adalah Undang-Undang yang tidak mengatur secara komperhensif mengenai mekanisme pidana, penegak hukum yang memiliki keterbatasan dalam penguasaan bidang terkait dan sarana dan prasarana yang kurang menunjang karena pengaruh Undang-Undang memiliki kelemahan yang tidak mengatur wewenang penyidik tindak pidana yang berakibat sistemik dalam pelaksanaan penegakan hukum.
This aim of the research is to determine how the Criminal Law Enforcement Act No. 5 of 1999 on the Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Competition and determine the factors that inhibit and encourage the Act No. 5 of 1999 on the Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Competition. This research includes sociological jurisprudence research. Primary data and secondary data were collected and processed, presented and analyzed qualitatively with the presentation of narrative text and data matrix.
The results stated that, enforcement of Act No. 5 of 1999 on the prohibition of monopolistic practices and unfair competition to date have only limited administratively by the Commission while the criminal has never been enforced because there is no clarity in the law regarding who authorized to conduct an investigation into the crime of competition. Factors that give an affect the enforcement of Act No. 5 of 1999 on the Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Competition, among others, the factors driving force is the public response actions in this regard business actors who supervise monopolistic practices and unfair competition laws that reflect culture high that there is a value of order and peace desired by the public, while the inhibiting factor is the Act who does not regulate comprehensively about the mechanism criminal, law enforcement has limitations in controlling the related fields and infrastructure is less support for the influence of the Law has a weakness that does not regulate the authority of investigator criminal acts that result systemic in the implementation of law enforcement.
96259594E1A009150TINDAK PIDANA MENYEMBUNYIKAN ASAL-USUL PERKAWINAN
OLEH PRAJURIT TNI (Tinjauan yuridis terhadap Penerapan Pasal 279 ayat (1) KUHP Pada Putusan Pengadilan
Militer III-12 Surabaya Nomor :178 K/PM.III-12/AD/VIII/2012)
Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 perkawinan yang sesungguhnya berasas monogami, namun undang-undang nomor 1 Tahun 1974 juga mengizinkan poligami dengan syarat dan ketentuan berlaku sesuai ketentuan pasal 4 dan 5 Undang-undang perkawinan.
Penelitian ini mengkaji sebuah tindak pidana menyembunyikan asal-usul perkawinan yang dilakukan oleh seorang anggota TNI. Adapun tindak pidana menyembunyikan asal usul perkawinan merupakan perbuatan yang melanggar ketentuan pasal 279 ayat (1) ke-1 KUHP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan unsur-unsur pasal 279 ayat (1) ke-1 KUHP terhadap putusan pidana Pengadilan Militer III-12 Surabaya Nomor :178–K/PM.III-12/AD/VIII/2012, serta untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan pidana terhadap terdakwa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif. Data-data yang digunakan adalah data sekunder, yang terdiri dari berkas putusan pidana Pengadilan Militer III-12 Surabaya Nomor :178–K/PM.III-12/AD/VIII/2012. Spesifikasi yang digunakan dalam penelitian adalah Deskriptif. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Normatif Kualitatif. Adapun hasil putusan tersebut menjatuhkan terdakwa pidana penjara selama 8 (delapan) bulan.
Mariagge is a bond between a man and a woman as husband and wife to purpose of forming a family or household, who are happy and everlasting based on the God. In the terms of Indonesian Marriage laws, Marriage is monogamous, but the polygamy allowed with terms and condition apply acoordance with article 4 and 5 Indonesian marriage laws.
This Research examine Criminal act to hide the origin of marriage carried by a Indonesian soldier. Criminal act to hide the origin of marriage is acts in violations of article 279 the book of criminal law. The purpose of this research is to determine the applications of the elements article 279 the book of criminal law againts the penal decision of Surabaya military court No:178–K/PM.III-12/AD/VIII/2012, as well as to know the legal considerations by the judge in passed a penal decision against deferdant.
The methode used in this research is normative approach. The data used is secondary data, consisting of the penal decision Surabaya Military Court No: 178–K/PM.III-12/AD/VIII/2012. The specification used in this research is Descriptive. The Method of analysis used in this research is normative qualitative method. Finally, the result of a court decision is sentence defendant impose imprisonment for 8 (eight) mounths.
96269596C1L009036ANALYSIS ON FACTORS INFLUENCING THE PREDICTION OF DIRECT EXPENDITURES
(Study At Local Government Regencies/Cities In Central Java)
tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi prediksi dari belanja langsung.Populasinya pemerintah daerah kabupaten / kota di Jawa Tengah. sampel yang digunakan semua kabupaten / kota di jawa tengah 2011/2012 yang terdiri dari 29 kabupaten dan 6 kota. analisa data dari penelitian ini adalah mengandalkan data sekunder dari dokumen-dokumen dari laporan realisasi APBD kabupaten / kota di jawa tengah yang diperoleh dari situs resmi direktorat jenderal perimbangan keuangan-kementrian keuangan ( www.djpk.depkeu.go.id ).Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linear berganda adalah analisis tentang beberapa variabel independen dengan satu variabel dependen.Berdasarkan analisis dan diskusi, hal ini dapat disimpulkan bahwa belanja langsung, pendapatan asli daerah, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus tahun sebelumnya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap belanja langsung tahun berjalan.The objective of this research was to analyze the factors influencing the prediction of direct expenditure. The population were local government regencies/cities in Central Java.The samples were all regencies/cities in JawaTengahduring 2011to 2012 consisting of 29 regencies and 6 cities.
Data analyzed of this research were secondary data sourced from the documents of the statement of APBD realization of Regency/City in Central Java Province obtained from official sites of Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan – Kementrian Keuangan (www.djpk.depkeu.go.id).
This research employed quantitative approach,and multiple linear regression analysis was the analysis tool. Multiple regression analysis is an analysis about several independent variables with one dependent variable.
Based on the analysis and discussion, it can be concluded that the previous year’s Direct Expenditures, Original Regional Income, General Allocation Fund have a significant effect on Direct Expenditure of the following year at Local Government of Regencies/Cities in Central Java Province. The previous year’s Specific Allocation Fund has no significant effect on Direct Expenditures of the following year at Local Government of Regencies/Cities in Central Java Province.
96279597D1E010194MELTABILITY, KEMULURAN, DAN KADAR AIR KEJU MOZZARELLA YANG DIBUAT DARI
SUSU KAMBING DENGAN KADAR LEMAK SUSU YANG BERBEDA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kadar lemak susu yang berbeda terhadap meltability, kemuluran, dan kadar air keju mozzarella yang dibuat dari susu kambing. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode experimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diterapkan terdiri atas susu kambing rendah lemak (P1), susu kambing penuh (P2) dan susu kambing tinggi lemak (P3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Peubah yang diukur terdiri atas meltability (cm2), kemuluran (cm), dan kadar air (%). Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar lemak susu yang berbeda memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap meltability, kemuluran, dan kadar air keju mozzarella yang dibuat dari susu kambing. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keju mozzarella yang dibuat dari susu kambing dengan kadar lemak susu yang berbeda menghasilkan meltability, kemuluran, dan kadar air yang relatif sama.This research aimed to determine the effect of the use of different milk fat content on meltability, stretchability, and moisture content of mozzarella cheese made of goat milk. The method used in this research was experimental method using a Completely Randomized Design (CRD). The treatment applied i.e. low-fat goat milk (P1), full of goat milk (P2) and high-fat goat milk (P3). Each treatment was repeated 6 times. Variables measured consisted of meltability (cm2), stretchability (cm), and moisture content (%). The data were analyzed by analysis of variance. The result showed that the different milk fat content were not significant effect on meltability, stretchability, and moisture content of mozzarella cheese made of goat milk. The conclusion of this research was mozzarella cheese made of goat milk with different milk fat content produced meltability, stretchability, and moisture content were the same relatively.
96289598D1E010256KADAR AIR, KEMULURAN, DAN MELTABILITY KEJU MOZARELLA YANG DIBUAT DARI SUSU SAPI DENGAN KADAR LEMAK SUSU YANG BERBEDAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kadar lemak susu yang berbeda terhadap kadar air, kemuluran dan meltability keju mozarella yang dibuat dari susu sapi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 3 perlakuan yaitu susu sapi rendah lemak (P1), susu sapi penuh (P2) dan susu sapi tinggi lemak (P3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Peubah yang diukur terdiri atas kadar air, kemuluran, dan meltability. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi kemudian dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar lemak susu yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap meltability keju mozarella. Kadar lemak susu yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, dan kemuluran keju mozarella. Disimpulkan bahwa Keju mozarella yang dibuat dari susu sapi dengan kadar lemak susu yang berbeda menghasilkan meltability yang semakin meningkat namun kadar air dan kemuluran keju mozarella yang dihasilkan relatif sama.The research aimed to study the effect of different milk fat content on moisture content, stretchability and meltability of mozarella cheese made from cow milk. Research was done experimentaly using a Completely Randomized Design. There were 3 treatments, i.e. skim milk (P1), full milk (P2), and high fat milk (cream milk+full milk (P3). Each treatment was repeated 6 times. Variables measured were moisture content (%), stretchability (cm) and meltability (cm2). Data were analyzed by analysis of variance followed by a Honestly Significant Difference test (HSD). The results showed that different milk fat content was significant effect on meltability of mozarella cheese, whereas other results indicated that different milk fat content were not significant effect on moisture content and stretchability of mozarella cheese. In conclusion, mozarella cheese was made of cow milk with different milk fat content produced meltability increase but moisture content and stretchability of mozarella cheese were the same relatively.
962911140A1G012005KAJIAN KELAYAKAN USAHA TERNAK SAPI POTONG DENGAN SISTEM KEREMAN
(Studi kasus: Peternakan Cablaka Farm di Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas)
Peternakan Cablaka Farm merupakan salah satu usaha di bidang peternakan yang melakukan pemeliharaan dan penggemukan sapi potong. Usaha ini dimulai sejak tahun 2009 yang didirikan oleh pemiliknya Bapak Januar Akhmad. Peternakan Cablaka Farm berlokasi di Desa Datar Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan di Peternakan Cablaka Farm dengan tujuan 1) Mengetahui pengaruh input faktor (bibit, pakan, obat-obatan dan tenaga kerja) terhadap produksi usaha ternak sapi potong di daerah penelitian, 2) Mengetahui kelayakan usaha ternak sapi potong, untuk dikembangkan di daerah penelitian.
Penelitian ini dilakukan pada Desember 2014 sampai januari 2015 di Peternakan Cablaka Farm dengan sasaran peternakan Cablaka Farm di Desa Datar Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Data penelitian berupa primer dan sekunder diambil dengan cara wawancara, observasi, pencatatan dan studi pustaka. Pengaruh faktor produksi dianalisis dengan menggunakan analisis fungsi produksi Cobb Douglas dan kelayakan usaha dianalisis dengan menggunakan ROI (Return On Investment).
Hasil penelitian menunjukan Penggunaan faktor produksi bibit, obat-obatan, jerami, konsentrat, dan tenaga kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap produksi usaha ternak sapi potong. Penggunaan faktor produksi secara parsial, untuk faktor produksi jerami (X3) merupakan faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi usaha ternak sapi potong, sedangkan faktor produksi bibit, obat-obatan, konsentrat, dan tenaga kerja merupakan faktor produksi yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usaha ternak sapi potong Peternakan Cablaka Farm di Desa Datar Kecamatan Sumbang. Peternakan Cablaka Farm layak dikembangkan secara ekonomi di daerah penelitian oleh karena nilai ROI selama satu periode adalah sebesar 21,07 %, nilai ini lebih besar dari pada suku bunga pinjaman yang berlaku yakni sebesar 12,25 %.

Kata Kunci: Kelayakan Usaha, Sapi Potong, Sistem Kereman.
Cattle ranch Cablaka Farm is one of cattle which concern in caring and fattening cattle. The business is started since 2009 by Januar Akhmad. Cattle ranch Cablaka Farm is located in Datar village, district Subang, Banyumas Regency. The purpose of this research is 1) to know the implication of input several factors (seed, woof, chemical preparation, and manpower) toward productivity of cattle in research field, 2) to know feasibility of cattle, to be develope in research field.
The research is started on December 2014 to January 2015 in Cablaka Farm within purpose Cablaka Farm in Datar village, district Subang, Banyumas Regency. The data consists of primary data and secondary data which is taken by interview, observation, register, and literature study. Implication factor of production is analyzed with analysis production function by Cobb Douglas and feasibility product with ROI (Return On Investment)
The result of the research shows using factor of production such as seed, chemical preparation, straw, concentrate, and manpower in common implicate production of cattle. Using factor of production partially for straw (X3) took tangible implication towards productivity of cattle, whereas seed, chemical preparation, concentrate, and manpower isn’t take tangible implication towards productivity cattle Cablaka Farm in Datar village, district Subang. Cablaka Farm is feasible to be developed in research field caused ROI in one period is 21,07%, it is bigger than today interest 12,25%.

Keywords : Feasibility Production,Cattle, Kereman System.
96309599F1D009051KEPENTINGAN AKTOR POLITIK DALAM PERUMUSAN KEBIJAKAN TENTANG PAJAK HIBURAN KARAOKE DI KOTA TASIKMALAYATujuan Penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan serta menjelaskan Kepentingan aktor politik dalam perumusan kebijakan tentang pajak hiburan karaoke di Kota Tasikmalaya. Selain itu, penelitian juga bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor yang mendukung atau menghambat dalam proses pembuatan kebijakan publik khususnya mengenai peraturan daerah mengenai pajak hiburan karaoke. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus.
Proses perumusan kebijakan pajak hiburan karaoke di Kota Tasikmalaya dilatarbelakangi oleh menjamurnya tempat hiburan karaoke di Tasikmalaya. Hiburan karaoke yang berada di Kota Tasikmalaya sudah tidak terkendali dikarenakan disiplin penyelenggaraannya yang banyak menimbulkan kerugian baik secara moril maupun materil. Sebelum meninjau masalah tersebut terlebih dahulu dibuat naskah Akademik oleh Universitas Sekolah Tinggi Hukum Galunggung yang di dalamnya terdapat tinjauan filosofis dalam hal ini agama yang diyakini oleh mayoritas penduduk Kota Tasikmalaya, tinjauan yuridis atau ketentuan hukum yang mengatur hiburan Karaoke sebagai konsep hiburan Keluarga dan tinjauan sosiologis berarti melihat keaadaan masyarakat Kota Tasikmalaya yang mempunyai budaya Agama yang cukup Religi. Setelah itu barulah muncul Perda.
Aktor politik yang terlibat langsung dalam penetapan kebijakan pajak hiburan karaoke di Kota Tasikmalaya adalah pemerintah yang meliputi partai politik, badan legislatif, kabinet, dan birokrasi. Selain pemerintah, Ormas dan pengelola tempat hiburan karaoke juga turut serta dalam mempengaruhi kebijakan. kepentingan aktor politik dari unsur pemerintah adalah sebagai penengah antara Ormas Islam yang menuntut agar usaha hiburan karaoke di Kota Tasikmalaya ditutup dan pengusaha tempat hiburan tersebut yang berusaha mempengaruhi kebijakan agar pajak hiburan karaoke hanya sebesar 35%. Pihak pemerintah memainkan peranan kepentingannya terhadap elemen perusahaan dan Ormas. Menaikan pajak hiburan dengan tujuan agar Ormas Islam tidak terlalu depan dalam menolak tempat hiburan karaoke, dalam hal ini pihak pemerintah lebih suka menggunakan bahasa untuk kebaikan masyarakat untuk melestarikan nila-nilai religi dalam kehidupan bermasyarakat, untuk membina generasi mendatang dengan baik dll. Akan tetapi kenyataanya tidak seperti demikian, hal tersebut hanyalah sebagai alasan pemerintah untuk melancarkan kepentinganya. Kepentinganya adalah posisi pemerintah aman tidak di gonjang-ganjing dalam artian memberi harapan palsu baik ke pihak pengusaha maupun ke pihak Ormas. Karena dengan pajak 75% otomatis Ormas Islam tidak akan terlalu depan mempermasalahkan tempat karaoke dan adapun kepada pihak pengusaha pemerintah tidak terlalu ketat dalam mengawasi dan meng-eksekusi realisasi pembayaran pajaknya, karna bagaimanapun angka 75% itu adalah angka yang sangat besar.
The purpose of this research was to understand and describe and also explained the policy formulation of karaoke entertainment tax in Tasikmalaya city.Furthermore, the study also aimed to determine the factors that support or obstruct the making process of public policy, especially regarding to local regulations for karaoke entertainment tax. This study used a qualitative research method and a case study approach.
The process policy formulation of karaoke entertainment tax in Tasikmalaya city was motivated by the proliferation of karaoke entertainment in Tasikmalaya. Karaoke entertainment in Tasikmalaya city had been unmanageable due to the many disciplines implementation which causing damaged both morally and materially Before reviewing the problem. Sekolah tinggi Hukum Galunggung made the religion philosophical review that is believed by the majority of Tasikmalaya population, judicial riview and law regulation that organize karaoke entaiment as a family entertainment and sociological riview and reviewing sosiology means look stuation the population Tasikmalaya has been religion culture after that established the government regulation.
Political actors who are directly involved in setting tax policy for karaoke entertainment in Tasikmalaya is a government that includes political parties, the executive, the legislatif the bureaucracy. In addition to governments, society organizations and karaoke entertainment places also participate in influencing the policy. Interests of political actors from the gov ernment is as a mediator between the Islamic society organizations demanding the closing of karaoke entertainment business in Tasikmalaya City and businessman of entertainment venues are trying to influence the policy for setting karaoke entertainment tax only 35%. The government plays a role in their importance toward company element and society organization. Raising the entertainment tax with the goal that Islamic society organizations not too forward in rejecting a karaoke entertainment, in this case the government would prefer to use the language for the good of the community to preserve the values of religion in public life, to foster the next generation of well etc. But the fact is not like that, Its only just a reason the government to launch the rules. The interest is that the government position can be save in the sense giving unhopefully to the businessman and the Islamic society organizations. Because with tax 75% automaticly Islamic society organizations won’t to be concerned Karaoke and to the businessman, government authority not too tight oversee and execute realize payment tax because the nominee 75% is too big
963111303G1A011015Hubungan Antara Kadar Kadmium Darah dengan Kdar Prostate-Specific Antigen Darah Pada Pekerja Bengkel Las Purwokerto dan Karyawan FKIK UnsoedLatar belakang : Manusia dapat terpapar kadmium melalui berbagai cara, misalnya melalui makanan, air, udara, dll. Paparan kadmium diketahui memiliki efek yang kurang baik bagi kesehatan, salah satunya diduga menimbulkan karsinogenesis. PSA darah merupakan salah satu penanda terjadinya kanker. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara kadar kadmium darah dengan kadar prostate-specific antigen (PSA) darah. Metode : Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan comparative cross sectional Jumlah responden penelitian ini sebanyak 85 orang. Darah yang diambil dari vena responden diperiksa kadar kadmium serum dengan menggunakan Spektrofotometer serapan atom (SSA) dan kadar PSA darah dengan menggunakan metode ELISA. Hasil : Kadar kadmium darah responden berkisar antara 1,18-11,30 µg/dl dan terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar kadmium darah pada kedua kelompok responden (p<0,05). Kadar PSA darah responden berkisar antara 0,15-22,66 ng/dl dan terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar PSA darah pada kedua kelompok responden (p<0,05). Terdapat korelasi yang bermakna antara kadar kadmium darah dan kadar PSA darah (p<0,05, r=0,445). Kesimpulan : Terdapat korelasi yang bermakna antara kadar kadmium darah dengan kadar PSA darah. Background : Human could be exposed of cadmium in variety of ways, for example by foods, water, air, etc. Cadmium exposures are known has any negative effects for health, one of the example is carcinogenesis. Blood PSA is one of a tumor marker. Purpose : To know the correlation between blood cadmium with blood PSA. Method : The design of this research is observational analytic with comparative cross sectional. Total of respondent in this research is 85 sample. The blood which is taken from respondent’s vein is measured for serum cadmium level with atomic absorption spectrophotometry (AAS) and blood PSA with ELISA. Result : The range of respondent’s blood cadmium is between 1,18-11,30 µg/dl and there is a siginificant difference in blood cadmium of both groups (p<0,05). The range of respondent’s blood PSA is between 0,15-22,66 ng/dl and there is a siginificant difference in blood PSA of both groups (p<0,05). There is a significant correlation between blood cadmium with blood PSA (p<0,05; r=0,445). Conclusion : There is a significant correlation between blood cadmium with blood PSA.
963211499E1A011012ANALISIS YURIDIS PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM KASUS FLORENCE SIHOMBINGABSTRAK
ANALISIS YURIDIS PERBUATAN MELAWAN HUKUM
DALAM KASUS FLORENCE SIHOMBING
Nama : Fithri Rochmawati
NIM : E1A011012

Penelitian ini berjudul : “Analisis Yuridis Perbuatan Melawan Hukum Dalam Kasus Florence Sihombing”. Penelitian ini berlatar belakang dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat membawa dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Dampak positif dari perkembangan tersebut adalah penyebaran informasi akan semakin cepat. Akan tetapi apabila kita tidak hati-hati dalam pemanfaatan teknologi tersebut, dapat mengakibatkan terjadinya suatu permasalahan hukum.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pendekatan yuridis normatif atau hukum normatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Surat Dakwaan Nomor Register Perkara : PDM – 145/Euh.2/JOGJA/10/2014 dan Surat Keterangan tentang amar putusan dalam kasus Florence Sihombing dengan Nomor Register Perkara : 382/Pid.Sus/2014/Pn.Yyk. Penelitian ini membahas penerapan syarat perbuatan melawan hukum dalam kasus Florence Sihombing. Sifat penelitian ini adalah deskriptif analitis.
Berdasarkan analisis diperoleh hasil bahwa perbuatan yang dilakukan Florence Sihombing memenuhi syarat-syarat perbuatan melawan hukum secara komulatif sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), yaitu perbuatan melawan hukum, kesalahan, kerugian dan hubungan kausal antara perbuatan dan kerugian. Perbuatan yang dilakukan oleh Florence Sihombing termasuk ke dalam ranah penghinaan. Saran yang diberikan atas kasus tersebut adalah sebaiknya sebagai manusia normal yang wajar harus berhati-hati dalam segala sikap dan tindakannya terutama dalam pemanfaatan teknologi agar tidak menimbulkan permasalahan hukum sebagaimana kasus Florence Sihombing.


KATA KUNCI : kasus Florence Sihombing, perbuatan melawan hukum, penghinaan.
ABSTRACT
JURIDICAL ANALYSIS ACT AGAINST THE LAW
IN CASE OF FLORENCE SIHOMBING


The research title is : “Juridical Analysis of Act against The Law in case of Florence Sihombing”. The research background is the development of science and technology that bring harm and good for society. Good effect of its development is spreading information faster. But if it is carelessly used, it will cause the problem of justice.
The research method is normative juridical or normative justice. Data of the research is The Indictment Register Case Number : PDM – 145/Euh.2/JOGJA/10/2014 and The Verdict letter of Florence Sihombing case Register Case Number : 382/Pid.Sus/2014/Pn.Yyk. The research is discussing about the implementation of elements of the act against the law. The research characteristic is analytic descriptive.
Based on the research result, it can conclude that the act committed by Florence Sihombing is fulfilling the requirements of the act against the law cumulatively as regulated in Article 1365 Civil Law Book, that is act against the law, fault, loss and causal relation between action and loss. The act committed by Florence Sihombing is in the realm of defamation. The advice given over the case is every single normal person should be carefully in every attitudes and actions especially in the use of technology so that it will not trigger any justice problem as Florence Sihombing case.


Keywords : Florence Sihombing case, Act against the Law, defamation

963311372A1C111003EFISIENSI PEMASARAN MELATI PUTIH (Jasminium sambac)
DI KECAMATAN KRAMAT KABUPATEN TEGAL
Melati putih termasuk komoditas utama pengembangan tanaman hias dataran rendah di Indonesia. Jika bagian atau keuntungan yang diterima produsen cukup besar, maka mereka akan lebih meningkatkan usahataninya. Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Mengidentifikasi saluran pemasaran melati putih di Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal, (2) Menghitung besarnya marjin pemasaran melati putih pada setiap saluran pemasaran, (3) Menghitung bagian harga yang diterima petani (farmer’s share), persentase biaya dan keuntungan, (4) Mengevaluasi saluran pemasaran yang paling efisien berdasarkan indeks efisiensi teknis dan indeks efisiensi ekonomis.
Penelitian dilakukan di Desa Maribaya, Plumbungan, dan Kramat Kecamatan Kramat dengan sasaran penelitian petani melati putih dan pedagang perantara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pengambilan sampel petani melati putih menggunakan metode Simple Random Sampling. Jumlah petani yang menjadi responden sebanyak 42 orang.dan pengambilan sampel pedagang perantara melati putih menggunakan metode snowball sampling dan diperoleh sebanyak 11 orang. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis marjin, farmer’s share, persentase biaya, keuntungan dan analisis efisiensi teknis dan ekonomis.
Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Terdapat 4 pola saluran pemasaran melati putih di Kecamatan Kramat yakini saluran I yaitu petani – pengumpul – pedagang besar – eksportir, saluran II yaitu petani – pengumpul – pedagang besar – pabrik teh, saluran III yaitu petani – pedagang besar – eksportir, dan saluran IV yaitu petani – pengumpul – pengecer – konsumen. (2) Besarnya marjin pemasaran melati putih Kecamatan Kramat di setiap saluran pemasaran yaitu: saluran I sebesar Rp21.808,00/kg, saluran II sebesar Rp24.000,00/kg, saluran III sebesar Rp17.500,00/kg dan saluran IV sebesar Rp19.500,00/kg. Marjin pemasaran yang paling kecil terdapat saluran III (petani – pedagang besar - konsumen). (3) Farmer’ s share terbesar ada pada saluran pemasaran III sebesar 55,69 persen. Persentase biaya terkecil ada pada saluran III sebesar 26,08 persen. Persentase keuntungan terbesar pada saluran pemasaran III sebesar 73,92 persen. (4) Berdasarkan nilai indeks efisiensi teknis dan indeks efisiensi ekonomis diketahui saluran pemasaran melati putih yang paling efisien terdapat pada saluran III, karena memiliki nilai indeks efisiensi teknis terkecil dan indeks efisiensi ekonomis terbesar.
White jasmine including major commodities in the priority development of low-lying plants in Indonesia. By looking at the marketing of white jasmine, it can be seen gains (share) received by farmers. If part or benefits received is large enough, then the farmers will further intensify farming producers. The research aims to, (1) Identify the marketing channels of white jasmine in District Kramat Tegal,(2) Calculate the magnitude of marketing margins of white jasmine on each marketing channel, (3) Calculating part of the price received by farmers (farmer's share), the percentage of costs and benefits and, (4) Determine the marketing channel most efficient based on the index of technical efficiency and economic efficiency index.
The study was conducted in the village Maribaya, Plumbungan, and Kramat Kramat District of targeted research onion farmers and middlemen. The method used was a survey, and sampling of white jasmine farmers use a Simple Random Sampling The number of farmers who responded to as many as 42 people and sampling white jasmine middlemen obtained using snowball sampling as many as 11 people. Data analysis using descriptive analysis, margin analysis, the farmer's share, the percentage of the costs, benefits, and analysis of technical and economic efficiency.
The results showed that : (1) There are three patterns of white jasmine marketing channels in the District Kramat channel I are farmers - collectors - wholesaler – tea factory, channe III that farmers - wholesaler – exportir ,and channels IV that farmers - collectors - retailers - consumers. (2) Marketing margin of white jasmine in District Kramat on each channel marketing are: Channel I have a marketing margin of Rp21.808/kg, marketing channel II of Rp24.000/kg, channel marketing III of Rp17.500/kg and marketing channels IV of Rp19.500/kg. (3) Farmer's largest share for the third marketing channel by 55.69%. The smallest percentage of the cost is in line III of 26.08%. The largest percentage gain in channel marketing III of 73.92%. (4) Based on the value of the index of technical efficiency and economic efficiency, the most efficient marketing channels for white jasmine are on the third line because it has the smallest technical efficiency index and the biggest economical efficiency index.
96349600A1L009160SELEKSI KETAHANAN 20 GENOTIPE PADI GOGO (Oryza sativa L.)
TARHADAP CEKAMAN KEKERINGAN PADA FASE VEGETATIF
MENGGUNAKAN POLYETHYLENE GLYCOL (PEG) 6000
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Memperoleh genotipe padi gogo yang toleran cekaman kekeringan, 2) Mengetahui pengaruh cekaman kekeringan terhadap pertumbuhan 20 genotipe padi gogo. Penelitian ini dilaksanakan di Green House dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Pertanian Unsoed. Waktu penelitian dimulai dari bulan Juli sampai dengan Agustus 2013. Rancangan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 ulangan. Perlakuan dengan 2 taraf cekaman kekeringan (0% dan 25%) ditempatkan pada petak utama dengan 22 genotipe ditempatkan pada anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi cekaman kekeringan taraf 25% diperoleh 5 genotipe yang tergolong toleran kekeringan, yaitu genotipe G 50-3-1-2, G 50-5-1-2, G 69-1-1-2, G 69-5-3-3, dan G 69-3-4-4.
This research aimed to: 1) Obtained upland rice genotype that are tolerant to drought stress, 2) Determine the effect of drought stress on the growth of 20 genotypes upland rice. The research was conducted at the Green House and the Laboratory of Agricultural Plant Breeding and Biotechnology Unsoed. The study started from July to August 2013. The design was a split plot design with basic was Randomized Block Design (RBD) with 3 replications. The Treatment with 2 stage drought stress (0% and 25%) were placed on the main plot with 22 genotypes on the subplot. The results showed 5 genotypes as drought tolerant at 25% level of drought stress, i.e genotype G 50-3-1-2, G 50-5-1-2, G 69-1-1-2, G 69-5-3-3, dan G 69-3-4-4.
96359601H1A010028SINTESIS NANOKOMPOSIT POLIANILIN/ZnO DAN UJI AKTIVITAS FOTODEGRADASINYA TERHADAP ZAT WARNA RHODAMIN B PADA CAHAYA LAMPU TUNGSTENTeknologi fotokatalis menggunakan bahan semikonduktor untuk mengatasi permasalahan polutan limbah telah banyak dilakukan. Nanokomposit polianilin/ZnO merupakan senyawa alternatif yang dapat digunakan sebagai fotokatalis dengan aktivitas yang tinggi. Senyawa polianilin (emeraldine salt) dan nanokomposit PANI/ZnO dapat disintesis menggunakan metode polimerisasi interfasial dua fasa organik/air. Karakterisasi menggunakan UV-Vis menunjukkan adanya transisi-transisi elektron yang dimiliki oleh PANI. Pengujian dengan FT-IR menunjukkan puncak serapan PANI. Analisis SEM dengan software image-J menunjukkan adanya penurunan ukuran partikel akibat semakin banyaknya kandungan ZnO. Penentuan berat molekul polimer dengan viskometer Ostwald menunjukkan berat molekul PANI sebesar 2.835,03 g/mol. Hasil penelitian menunjukkan PANI dan PANI/ZnO memiliki aktivitas fotokatalitik dalam menurunkan konsentrasi rhodamin B pada penyinaran lampu tungsten. Penurunan konsentrasi rhodamin B pada penyinaran lampu tungsten selama 240 menit mencapai 67,9% untuk polianilin dan 85,09% untuk polianilin/ZnO.Photocatalyst technology using semiconductor material to overcome the problem of waste pollutants have been carried out. Nanocomposite polyaniline/ZnO is an alternative compound that can be used as high activity photocatalysts. Emeraldine salt of PANI and nanocomposite PANI/ZnO can be synthesized using interfacial polymerization method of two-phase organic/water. UV-Vis characterization showed the presence of electron transitions in PANI compound. FT-IR characterization showed absorption peaks of PANI. SEM analysis with image-J software showed a decrease particle size due to the increasing content of ZnO. Determination of molecular weight polymer with Ostwald viscometer showed a molecular weight PANI at 2835.03 g/mol. The experiment showed PANI and PANI/ZnO had photocatalytic activity in lowering the concentration of rhodamine B on tungsten lamp irradiation. Reduction of concentration of rhodamine B in tungsten lamp irradiation for 240 minutes reach 67.9% for polyaniline and 85.09% for PANI/ZnO.
96369592H1A010030Penurunkan BOD Limbah Batik Menggunakan Sistem FeSO4/UVIndustri batik menghasilkan limbah yang mengandung zat warna, zat padat tersuspensi, pencemar organik, minyak dan lemak yang perlu pengolahan sebelum dibuang ke badan air. Pada penelitian ini digunakan metode AOPs dengan sistem FeSO4/UV yang diradiasi selama 24 jam untuk menurunkan kadar BOD limbah batik Sokaraja Banyumas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa persentase penurunan BOD mencapai 95,43%Batik industries produce waste of a containing dye, suspended solids, organic pollutants, oils and fats that need treatment before being discharged to environment. In this research, the method AOPs with FeSO4/UV system irradiated UV light for 24 hours to reduce the percentage of BOD levels in the effluent Sokaraja Banyumas batik. Results obtained percentage reached BOD decrease to 95,43%
96379602D1E010266JUMLAH BAKTERI ASAM LAKTAT, YEAST, DAN TOTAL ASAM LAKTAT KEFIR SUSU KAMBING DENGAN KONSENTRASI BIJI KEFIR DAN LAMA PENYIMPANAN YANG BERBEDA

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi biji kefir dengan lama penyimpanan yang berbeda pada pembuatan produk kefir terhadap jumlah bakteri asam laktat, yeast dan total asam laktat. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial 2x4 dengan ulangan 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi biji kefir dan lama penyimpanan yang berbeda berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap jumlah bakteri asam laktat dan jumlah yeast kefir susu kambing, tetapi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total asam laktat konsentrasi biji kefir 1% dengan persamaan garis Y = 0.634725 + 0.024942 X dengan koefisien determinasi (r2) = 92.89% dan koefisien korelasi 0,96. Konsentrasi biji kefir 3% dengan persamaan garis Y = 0.615008 + 0.042001 X dan koefisien determinasi (r2) = 96.11% dan koefisien korelasi 0,98. Kesimpulan penelitian ini, lama penyimpanan sampai dengan 21 hari pada konsentrasi biji kefir sampai dengan 3% jumlah bakteri asam laktat dan jumlah yeast relatif sama, lama penyimpanan sampai dengan 21 hari meningkatkan total asam laktat, dan total asam laktat tertinggi terjadi pada penambahan konsentrasi biji kefir sebanyak 3%.

The research aimed to assess the influence of the concentrations of kefir grains and different storage time on the development of lactic acid bacteria, yeast and total lactic acid. The research method used was Completely Randomized Design, 2x4 factorial, with 3 replications. The results showed that the concentration of kefir grains and the effect of different storage time were not significant (P> 0,05) on the levels of lactic acid bacteria and yeast, but highly significant (P <0,01) on total lactic acid concentration with a line equation, Y = 0,634725 + 0,024942 X with a coefficient of determination (r2) = 92,89% and a correlation coefficient of 0,96. The Concentration of 3% kefir grains with a line equation, Y = 0,615008 + 0,042001 X, and the coefficient of determination (r2) = 96,11% and a correlation coefficient of 0,98. In conclusion of this research, storage time up to 21 days at a concentration of kefir grains up to 3% resulted in similar number of lactic acid bacteria and yeast, duration of storage up to 21 days increased the total lactic acid, and total lactic acid concentration was highest in the addition of kefir grains as much as 3%.

96389604F1F007060ROMANCE NOVEL FORMULA IN TWILIGHT SAGA SERIES
BY STEPHENIE MEYER
Prihanto Dwi Cahyo, Agi, 2014. Romance Novel Fromula in Twilight Saga Series by Stephenie Meyer. Pembimbing 1: Rosyid Dodiyanto, M. Hum. Pembimbing 2: Mia Fitria Agustina, S.S, M.A, Penguji: M. Hum. Tribuana Sari, S.S, M.Si. Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Jurusan Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.
Kata kunci: formula, percintaan.
Penelitian ini berjudul “Romance Novel Formula in Twilight Saga Series by Stephenie Meyer”. Peneletian ini tentang cerita percintaan antara Isabella Swan (Bella) and Edward Cullen. Namun, laki-laki yang dia cintai bukanlah manusia. Edward adalah seorang vampir. Tidak hanya vampir yang disebutkan dalam cerita percintaan ini, tetapi juga ada manusia serigala. Berdasarkan pada latar belakang penelitian, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan formula novel percintaan dalam Twilight Saga Series dan juga untuk menemukan apakah novel ini masih mengikuti formula novel percintaan dari Pamela Regis.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisa data. Sumber data penelitian ini adalah novel-novel karya Stephenie Meyer yang berjudul Twilight, New Moon, Eclipse, and Breaking Dawn yang dianalisis menggunakan formula kesusasteraan dari John G. Cawelti dan formula novel percintaan dari Pamela Regis.
Setelah melaksanakan penelitian, peneliti menemukan bahwa dalam ketetapan masyarakat, identitas dan latar belakang sosial tokoh utama pria dan wanita digambarkan dengan kondisi yang berlawanan. Dalam pertemuan, pertemuan pertama antara tokoh utama pria dan wanita tidak langsung memberikan dampak yang baik terhadap hubungan asmara mereka. Dalam rintangan, terdapat tiga rintangan eksternal. Rintangan tersebut yaitu masyarakat yang memiliki kekuatan pada awal cerita, geografi, kekasih palsu. Rintangan internal berasal dari tokoh utama pria, Edward. Dalam daya tarik, terdapat tiga motif yang membuat Edward dan Bella selalu saling tertarik dan tetap bersama. Motif-motif tersebut yaitu perasaan, ketertarikan seksual, dan pengharapan masyarakat. Dalam pernyataan, tokoh utama pria adalah yang pertama kali mengungkapkan perasaannya terhadap tokoh utama wanita. Setelah itu, mereka berdua saling mengungkapkan perasaan. Cerita percintaan ini merupakan cerita yang bertipe cinta pada pandangan pertama. Dalam pokok ritual kematian, istilah “dunia bawah” dan “kematian” terjadi dalam hubungan tokoh utama pria dan wanita. Dalam pengakuan, hal ini terjadi karena tokoh utama wanita menyadari perasaan cintanya dan tokoh utama pria bisa mengatasi rintangan internalnya. Pertunangan dibagi menjadi adegan pelamaran dan penerimaan yang ditunjukan oleh tokoh utama wanita. Kemudian, hasil penelitian yang lainnya, mengenai analisis secara umum, peneliti menemukan bahwa Twilight Saga Series karya Stephenie Meyer mengikuti delapan peristiwa cerita dari Pamela Regis.
Prihanto Dwi Cahyo, Agi, 2014. Romance Novel Fromula in Twilight Saga Series by Stephenie Meyer. Advisor 1: Rosyid Dodiyanto, M. Hum. Advisor 2: Mia Fitria Agustina, S.S, M.A, Examiner: Tribuana Sari, S.S, M.Si. English Language and Literature Study Program, Department of Humanities, Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto.
Keywords: formula, romance.
This research is entitled “Romance Novel Formula in Twilight Saga Series by Stephenie Meyer”. It is about romance story between Isabella Swan (Bella) and Edward Cullen. Unfortunately, the man that she loves the most is not human being. He is a vampire. It is not only vampire, werewolf is also mentioned in this romance story. Based on the background of the research, the aims of this research are to describe the romance novel formula in Twilight Saga Series (Twilight, New Moon, Eclipse, and Breaking Dawn) and to find out whether these novels follow romance novel formula from Pamela Regis.
This research uses qualitative method to analyze the data. The data source of this research is Stephenie Meyer’s novels entitled Twilight, New Moon, Eclipse, and Breaking Dawn that are analyzed using literary formula by John G. Cawelti and romance novel formula by Pamela Regis.

After conducting the research, the researcher finds that in society defined, the identity and social background of hero and heroine are presented as an opposite. In the meeting, the first meeting between the hero and heroine, it does not directly give a good impact for their relationship. In the barrier, there are two kind of barrier, external and internal. There are three kinds of external barrier found. Those are the society in power at the beginning of the book, geography, and false hero. The internal barrier, it comes from the hero, Edward. In the attraction, there are three motives that keep Edward and Bella attracted each other and keeps them stay together. Those are feeling, sexual chemistry, and society expectation. In declaration, it is the hero who confesses his feeling toward the heroine for the first time. After that, both of the hero and heroine declare their feeling. This romance story uses love at the first sight type. In point of ritual death, the term of “underworld” and “death” happen in the hero and heroine relationship. In the recognition, this condition is fulfilled because the heroine realizes her true feeling and the hero is able to overcome his internal barrier. The betrothal splits into proposal scene declared by the hero (it happens twice) and acceptance scene showed by the heroine. Then, the other result, about general analysis, the researcher finds that Stephenie Meyer’s Twilight Saga Series follows the eight narrative events by Pamela Regis.
96399603H1D007086PENERAPAN REKAYASA NILAI PADA PEMBANGUNAN
GEDUNG PERAWATAN RSU ANANDA PURWOKERTO
Rekayasa nilai adalah suatu usaha agar tujuan proyek konstruksi dapat diwujudkan dengan biaya yang paling murah, metode pelaksanaan yang mudah, dan dalam waktu yang singkat.
Harga per m2 Proyek Pembangunan Gedung Perawatan RSU Ananda Purwokerto di atas harga berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 33 Tahun 2013, Tanggal 11 Juni 2013 Tentang Standarisasi Biaya Kegiatan dan Honorarium, Biaya Pemeliharaan dan Standarisasi Harga Pengadaan Barang/Jasa Kebutuhan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Lampiran No. II.D.1 Indek Harga Satuan Tertinggi Per m2 Bangunan Gedung Bertingkat Tidak Sederhana.
Tujuan yang hendak dicapai dalam study ini adalah menemukan alternatif material terbaik sebagai pengganti dan menganalisis penghematan biaya. Item pekerjaan yang memungkinkan untuk dilakukan value engineering dari desain awal adalah item pekerjaan rangka atap, dinding dan plat lantai.
Hasil studi menunjukkan adanya penurunan rencana anggaran biaya sebesar 3,29 %. Pekerjaan Rangka Atap dengan menggunakan bahan alternatif baja ringan harganya lebih mahal 41,14 % atau (Rp. 21.238.666) dari anggaran perencanaan awal. Akan tetapi terjadi penurunan beban sebesar 64 %. Pekerjaan Lantai menggunaan Hollow Core Slab (HCS) menghasilkan penghematan biaya lebih murah Rp 175.547.989,- atau 24,95% dari anggaran perencanaan plat lantai beton cor konvensional, penurunan beban sebesar 31,25 %. Harga pekerjaan pasangan dinding dengan menggunakan bahan alternatif bata ringan lebih mahal (Rp 2.201.615,-) atau 0,16 % dari anggaran perencanaan pekerjaan dinding batu bata merah. Berat jenis bata ringan signifikan dalam menurunkan pembebanan yaitu sebesar 80,9 %.
Penggunaan bahan alternatif menyebabkan penurunan beban mati yang diterima oleh struktur. Dampak ikutan penurunan beban yang bekerja pada struktur adalah penurunan dimensi tulangan struktur secara keseluruhan sehingga diperoleh penghematan baja tulangan.
Value engineering is a enterprises that construction project goals can be realized with the cheapest cost, easy implementation methods, and in a short time.
Price per m2 Project Ananda General Hospital Purwokerto on the price based on the regulations of the Governor of Central Java Number 33 by 2013, June 11, 2013 About Standardization Activities and costs of Honorarium, maintenance costs and standardization of Pricing goods/services Procurement needs of Central Java Province Government Appendix No. II.D. the highest Unit Price Index 1 Per m2-floor Building is not simple.
The goal was achieved in this study is to find the best material in lieu of alternatives and analyzes the cost savings. Work Item which allows to perform value engineering is a work order to the roof, walls and floor plate.
Results of the study showed a decrease in budget plan costs 3.29%. The work order to the roof by using alternative materials mild steel cost more expensive 41,14% or (Rp. 21.238.666) of budget planning early. However, the decline amounted to 64% load. The work Floor employ the Hollow Core Slab (HCS) produce cheaper cost savings of Rp 175.547.989,-or 24.95% of budget planning conventional cast concrete floor plate, decreasing the burden of 31,25%. Pricing jobs the wall using alternative materials more expensive lightweight brick (Rp 2.201.615,-) or 0.16% of the budget planning of the work of the red brick wall. Light weight brick types significantly in lowering the imposition that amounted to 80.9%.
The use of alternative materials, causing a decrease in the burden of death received by the structure. The impact of the burden of loss to follow-up work on the structure of a dimension is a decrease in the overall structure of the reinforcement so that the steel reinforcement savings obtained.
96406014G1A006126An Analysis of Sexual Terms Translation in The Film "American Pie 3 (The Wedding)"Penelitian ini dilakukan untuk memaparkan strategi yang digunakan penerjemah dalam menerjemahkan istilah-istilah seksual dalam film “American Pie 3 (The Wedding)” dan untuk mengetahui keberterimaan dari hasil terjemahaan tersebut.
Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diambil dari subtitle film American Pie 3 (The Wedding) dan ditemukan 74 data. Sementara itu data sekunder diambil dari penilaian oleh tiga rater dalam mengukur tingkat keberterimaan terjemahan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif sebab penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan, pengklasifikasian, analisis, yang diikuti dengan penarikan simpulan berdasarkan analisis data. Dalam mengambil data primer penelitian ini menerapkan teknik total sampling sebagai teknik pengambilan sampel dan sampling bertujuan dalam memilih rater sebab rater harus memenuhi beberapa kriteria yang dipersyaratkan.
Analisis strategi penerjemahan istilah-istilah seksual ini menunjukkan ada lima strategi yang diterapkan penerjemah dalam menerjemahkan istilah-istilah seksual dalam film American Pie 3 (The Wedding). Strategi-strateginya adalah; by using more general word (4 data atau 5%), by using loan word (6 data atau 8%), by using a related word (42 data atau 57%), by using omission (12 data atau 16%), dan by cultural substitution (10 data atau 14%). Hasil dari kuesioner yang dibagikan pada tiga rater dalam mengukur tingkat keberterimaan terjemahan menunjukan bahwa sebagian besar data dapat diterima meliputi 64 data atau 96%, 10 data 14% kurang dapat diterima, dan 0 atau 0% data tidak dapat diterima. Ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pesan yang terkandung dalam teks bahasa sumber dapat diterjemahkan dengan baik dalam bahasa sasaran. Pada intinya, penerjemah sukses dalam menerjemahkan teks tersebut.
This research is conducted to describe the strategies employed by the translator in translating sexual terms in the film American Pie 3 (The Wedding) and to know how the acceptability of the translation itself.
This research used two kinds of data source that are primary and secondary data. The primary data were taken from the subtitle of film American Pie 3 (The Wedding). There are 74 data found. While the secondary data, they were taken from the assessment of the questionnaire given by three raters in measuring the acceptability of the translation.
This research is descriptive qualitative research since it uses the technique of collecting, classifying, analyzing, and followed by drawing conclusion based on the data analysis. In taking the primary data, this research employed total sampling as the sampling technique and purposive sampling in choosing the raters because the raters must fulfill some required criteria.
The analysis of sexual terms translation strategies shows that there are five translation strategies used by translator to translate sexual terms in the film “American Pie 3 (The Wedding)”. The strategies are; by using more general word (4 data or 5%), by using loan word (6 data or 8%), by using a related word (42 data or 57%), by using omission (12 data or 16%), and by cultural substitution (10 data or 14%). The result of the questionnaire distributed to the three raters in measuring the acceptability of translation shows that most of the data are acceptable amounted 64 data or 86%, 10 data or 14% are less acceptable, and 0 data or 0% are not acceptable. It can be concluded that most of the messages contained in source language text are acceptable into the target language text. In short the translator has succeeded in translating the text.