Artikelilmiahs
Menampilkan 9.541-9.560 dari 48.942 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 9541 | 9553 | C1A010070 | EFEKTIVITAS PINJAMAN BERGULIR PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERKOTAAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT (KSM) DI KOTA TASIKMALAYA (STUDI KASUS KECAMATAN TAWANG) | Penelitian ini merupakan penelitian survey pada penerima pinjaman bergulir PNPM Mandiri Perkotaan di Kelurahan Empangsari dan Kelurahan Lengkongsari. Penelitian ini mengambil judul : “Efektivitas Pinjaman Bergulir Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan terhadap Peningkatan Pendapatan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di Kota Tasikmalaya (Studi Kasus Kecamatan Tawang)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pinjaman bergulir meliputi : ketepatan sasaran, mekanisme penyaluran dana, mekanisme kesiapan masyarakat dan mekanisme kemampuan masyarakat dan pengaruhnya terhadap peningkatan pendapatan anggota KSM. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penerima pinjaman bergulir PNPM Mandiri Perkotaan di Kelurahan Empangsari dan Kelurahan Lengkongsari. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 42 orang dari Kelurahan Empangsari dan 41 orang dari Kelurahan Lengkongsari. Dalam penentuan responden digunakan Simple Random Sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan : 1) Tabel Distribusi Frekuensi menunjukkan bahwa efektivitas pinjaman bergulir di Kelurahan Empangsari dan Kelurahan Lengkongsari sudah mencapai sangat efektif, 2) Analisis Regresi Berganda menunjukkan bahwa : a. Efektivitas ketepatan sasaran berpengaruh negatif terhadap peningkatan pendapatan di Kelurahan Empangsari, sementara efektivitas ketepatan sasaran berpengaruh positif terhadap peningkatan pendapatan di Kelurahan Lengkongsari. b. Efektivitas mekanisme penyaluran dana berpengaruh positif terhadap peningkatan pendapatan di Kelurahan Empangsari dan Kelurahan Lengkongsari. c. Efektivitas mekanisme kesiapan masyarakat berpengaruh positif terhadap peningkatan pendapatan di Kelurahan Empangsari, sementara efektivitas mekanisme kesiapan masyarakat berpengaruh negatif terhadap peningkatan pendapatan di Kelurahan Lengkongsari. d. Efektivitas mekanisme kemampuan masyarakat berpengaruh positif terhadap peningkatan pendapatan di Kelurahan Empangsari dan Kelurahan Lengkongsari. 3) T-test dua sampel menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara efektivitas pinjaman bergulir di Kelurahan Empangsari dan Kelurahan Lengkongsari. | This research is survey research on receiver of PNPM Mandiri Perkotaan loan in Empangsari and Lengkongsari village. This research entitled “Effectiveness of PNPM Mandiri Perkotaan loan to Increase Income Local Community in Tasikmalaya (Case Study of Tawang Sub-District). The aims of research is to find out the effectiveness of PNPM Mandiri Perkotaan loan including ; target accuracy, mechanism of funds distribution,mechanism of community preparedness, and mechanism of community power and the impact to local community income. Based on result of research and data analysis using : 1) Frequency distribution table it has got the conclusions PNPM Mandiri Perkotaan loan effectiveness in Empangsari and Lengkongsari village has reached a very effective. 2) Multiple regression analysis it has got conclusions : a. Effectiveness of target accuracy has a negative effect on increasing income in Empangsari village, meanwhile effectiveness of target accuracy has a positive on increasing income in Lengkongsari village. b. Effectiveness of mechanism of fund distribution has a positive effect on increasing income in Empangsari and Lengkongsari village. c. Effectiveness of mechanism of community preparedness has a positive effect on increasing income in Empangsari village, meanwhile Effectiveness of mechanism of community preparedness has a positive effect on increasing income in Lengkongsari village. d. Effectiveness of mechanism of community power has a positive effect on increasing income in Empangsari and Lengkongsari village. 3) T-test two sample it has got conclusions that there are statically no difference between effectiveness of PNPM Mandiri Perkotaan loan in Empangsari and Lengkongsari village. | |
| 9542 | 9554 | E1A009078 | Penanganan Tindak Pidana Korupsi Sebelum dan Sesudah Berlakunya Undang-Undang Nomor 46 tahun 2009 Tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Kejaksaan Negeri Purwokerto | Abstraksi Penelitian ini berjudul “Penanganan Tindak Pidana Korupsi Sebelum dan Sesudah berlakunya Undang-Undang Nomor 46 Tahun 2009 Tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Kejaksaan Negeri Purwokerto. Korupsi adalah kejahatan yang luar biasa, yang penanganannya tidak dapat diberlakukan seperti kejahatan yang biasa/ tindak pidana umum. Dalam penangananya diperlukan cara-cara untuk dapat mengungkap perkara korupsi. mulai dari proses penyelidikan, penyidikan, Pra Penuntutan, Penuntutan. Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 46 Tahun 2009 Tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanganan tindak pidana korupsi sebelum dan sesudah berlakunya pengadilan tindak pidana korupsi di Kejaksaan Negeri Purwokerto dan faktor pendorong dan faktor penghambatnya. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara dengan Jaksa yang berkerja di Kejaksaan Negeri Purwokerto pada lingkup Pidana Khusus, inventarisasi peraturan perundang-undangan, doktrin, dan buku literatur.kemudian hasilnya dilakukan Analisa data dengan model analisis interaktif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa dalam penyidikan tindak pidana korupsi sebelum dan sesudah berlakunya Undang-undang Pengadilan tindak pidana korupsi sama, hal ini dikarenakan penyidikannya masih dalam lingkup wilayah hukum Kejaksaan Negeri Purwokerto. sedangkan dalam Penuntutan mengalami perubahan tempat yang semula di Pengadilan Negeri setempat berubah ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang letaknya di Ibukota Provinsi Jawa Tengah yaitu Semarang. | Abstrack This study entitled "handling of the criminal offence of corruption before and after the enactment of law No. 46 of 2009 about the criminal acts of corruption in the courts of the State of Purwokerto. Corruption is a that is ordinary crime, the handling is unenforceable as the usual crime/criminal acts in General. In needed ways to uncover cases of corruption. starting from the process of the investigation, Pre-trial investigation, prosecution, prosecution. With the enactment of law No. 46 of 2009 About Court Criminal Act corruption. therefore, this research aims to know the handling of criminal acts of corruption before and after enactment of the Court of a criminal offence of corruption Research is done by the method of interview with an attorney who worked in the Prosecutor's Office in the Criminal sphere Purwokerto, an inventory of legislation, doctrine, and the result is then performed the literature. data analysis with model analysis. Results of the study showed that crime investigation in corruption before and after the enactment of the Statute the Court corruption a criminal offence is the same as is still within the scope of the ruling, State Prosecutor Purwokerto. whereas in changes place originally in the local District Court turned to the Court of criminal acts of Corruption that is located in the capital of Central Java province, Semarang | |
| 9543 | 5885 | D1E009010 | KINERJA PRODUKTIVITAS KAMBING PADA PROGRAM SARJANA MEMBANGUN DESA (SMD) TAHUN 2009–2012 | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui produktivitas kambing pada pogram Sarjana Membangun Desa (SMD) dan (2) mengetahui perbedaan produktivitas kambing antar kelompok maupun antar periode penerimaan bantuan program Sarjana Membangun Desa (SMD) periode 2009-2012. Penelitian dilakukan di wilayah Karasidenan Banyumas menggunakan metode survey yang melibatkan 31 kelompok Tani Ternak program SMD (diterapkan secara sensus). Variabel penelitian yang diamati adalah Litter size (ekor), mortalitas cempe pra sapih (%) dan bobot badan cempe pra sapih (Kg). Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif, chi-square dan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan (P<0,05) litter size kambing yang dimiliki oleh masing-masing kelompok ternak maupun periode penerimaan bantuan program SMD (litter size pada masing-masing periode 2009-2012 yaitu 1,66, 1,74, 1,62 dan 1,44 ekor). Namun, tidak terjadi perbedaan secara signifikan (P>0,05) terhadap mortalitas dan bobot badan cempe pra sapih. Rataan litter size, mortalitas dan bobot badan pra sapih masing-masing adalah 1,61±0,58 ekor, 33,56 persen dan 10,32±1,76 kg. Dilihat dari karakteristik sistim secara umum pemeliharaan kambing pada program SMD dilakukan secara tradisional pada lahan terbatas. Perbedaan jenis atau bangsa kambing dan potensi produksi yang dimiliki pada masing-masing kelompok serta wilayah dan menejemen pemeliharaan yang berbeda diduga menjadi faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan produktivitas antar kelompok dan periode SMD. | The purposes of the research were (1) to investigate goat productivity in the Sarjana Membangun Desa; (2) to investigate the difference in goat productivity amongst the Sarjana Membangun Desa program period yearS 2009 through year 2012. The survey method was applied in the Ex-Karisendenan Banyumas covering Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap and Kebumen regency. A total of 31 farmer groups in the Sarjana Membangun Desa Program were involved in the current survey. Variables observed were litter size (head), pre-weaned mortality (%) and pre- weaned liveweight (kg). Statistic analisys used were descriptive, chi-square and analisys of variance. The results of the survey showed that there was significant diverence (P<0.05) in litter size amongst farmer groups in the Sarjana Membangun Desa Program and amongst periods (years 2009 through 2012). Litter size for years 2009, 2010, 2011, 2012 was 1.66, 1.74, 1.62 and 1.44 head, respectively. However, there was no significant difference (P>0.05) in mortality and pre weaned live weight. The average number of litter size, mortality and pre-weaned liveweight in the sarjana Membangun Desa Program were 1.61 ± 0.58 head (ranging from 1 through 3 head), 33.99 percent and 10.31±1.76 kg respectively. In terms of production system of each farmer groups was characterized by traditional rearing system in very limited land. The differences in breed and production potency for each groups and locations and rearing management might result in the difference in productivity amongst groups and program years. | |
| 9544 | 9555 | F1D009054 | Interaksi Pemerintah Daerah, Swasta dan Masyarakat Dalam Pengembangan Industri Kerajinan Rotan di Kabupaten Cirebon | Penelitian ini membahas tentang Interaksi Pemerintah Daerah, Swasta dan Masyarakat Dalam Pengembangan Industri Kerajinan Rotan di Kabupaten Cirebon. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan serta menjelaskan interaksi pemerintah daerah, swasta dan masyarakat dalam pengembangan industri kerajinan rotan di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil Penelitian ini mengungkapkan dimana interaksi pemerintah daerah, swasta dan masyarakat dalam pengembangan industri kerajinan rotan di Kabupaten Cirebon mengalami kesulitan akibat diberlakukannya sebuah peraturan berupa SK MenDag (No.12/M-Dag/6/2005 yang memperbolehkan mengekspor bahan mentah rotan ke luar negeri, hal tersebut berdampak terhadap penurunan produksi kerajinan rotan di Kabupaten Cirebon. SK Mendag terlihat jelas adanya suatu kepentingan yang menguntungkan daerah penghasil rotan dan merugikan daerah pengolah bahan mentah rotan seperti di Kabupaten Cirebon. Interaksi pemerintah daerah lebih dibatasi dengan adanya peraturan dari pusat, sehingga upaya pengembangan industri kerajinan rotan di Kabupaten Cirebon mengalami kesulitan dan mengakibatkan para pemilik industri kerajinan rotan menutup usahanya, dan masyarakat yang bekerja sebagai penganyam kerajinan rotan kehilangan pekerjaannya. Interaksi yang dilakukan berupa pelatihan anyam rotan, sosialisasi perizinan usaha industri dan memfasilitasi untuk mendapatkan bahan baku rotan melalui kerjasama antar pemerintah daerah Kabupaten Cirebon dengan daerah seperti Sulawesi dan Kalimantan. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah pengembangan industri kerajinan rotan di Kabupaten Cirebon masih belum bisa berkembang dengan masih diberlakukannya SK MenDag (No.12/M-Dag/6/2005, sehingga upaya pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupten Cirebon dengan bekerjasama dengan swasta untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat dirasa percuma, jika bahan baku yang menjadi inti industri kerajinan rotan masih langka dan lebih banyak diekspor ke luar negeri. | This research discuss about the interaction of the regional governments, private companies and the local community in the development of rattan industry in the district of Cirebon. The aim of this research is to understand and described as well as explain the interaction of the regional governments, private companies and the local community in the development of rattan industry in the district of cirebon. This research using qualitative methods by case study approach. The results of this study revealed that the interaction of the local government, the private companies and the local community in the development of rattan industry in Cirebon suffered from the imposition of a rule in the form of Minister Decree (12 / M-Dag / 6/2005) which allows export of rattan raw materials to the outside country, this may impact production decline in Cirebon rattan. Trade Minister Decree clearly visible that there are a beneficial interest rattan producing regions however regional disadvantage of rattan raw material processing such as in Cirebon. Local government more limited interaction with the regulations of the center, so that the industrial development efforts in Cirebon rattan difficulties and resulted in the rattan industry owners to close down, and the people who work as rattan weavers lost their jobs. Interaction is done in the form of woven rattan training, socialization and facilitate business licensing industry to obtain raw materials of rattan through cooperation between local governments Cirebon with areas like Sulawesi and Kalimantan. The result of this research is the development of rattan industry in Cirebon are still unable to develop due to the occuring of a decree trade minister (12 / M-Dag / 6/2005), so that the training efforts undertaken by local governments to cooperate Cirebon with the private companies to provide training to the local community is considered useless, if the raw material is at the core of rattan industry is still scarce and more widely exported abroad. | |
| 9545 | 11360 | C1A009045 | ANALISIS SOSIAL EKONOMI PERAJIN KERAJINAN RAMBUT (Studi Kasus Industri Rumah Tangga Fair Lady di Desa Karangbanjar Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga) | Penelitian ini berjudul “Analisis Sosial Ekonomi Perajin Kerajinan Rambut (Studi Kasus Industri Rumah Tangga Fair Lady di Desa Karangbanjar Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan sosial ekonomi, kontribusi pendapatan perajin terhadap pendapatan keluarga, mengetahui tingkat kesejahteraan perajin berdasarkan KHL Kabupaten Purbalingga tahun 2014, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan perajin kerajinan rambut di Industri Rumah Tangga Fair Lady di Desa Karangbanjar. Penelitian ini menggunakan data primer. Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui kuisioner serta wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik korelasi, analisis regresi berganda, uji kontribusi, dan uji kesejahteraan. Berdasarkan hasil perhitungan, secara bersama-sama semua variabel mempunyai korelasi dan pengaruh terhadap pendapatan. Variabel lama bekerja, jumlah tanggungan, usia, pendidikan mempunyai korelasi dan pengaruh positif, dan variabel jarak kerja mempunyai korelasi dan pengaruh negatif terhadap pendapatan perajin rambut Fair Lady di Desa Karangbanjar Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga. Kontribusi pendapatan perajin terhadap pendapatan rumah tangga perajin sebesar 54,74%. Berdasarkan pemenuhan KHL Purbalingga tahun 2014 masih ada 74,29% perajin yang pendapatannya masih dibawah KHL. Dari hasil penelitian dan perhitungan dapat disimpulkan bahwa lama bekerja, jumlah tanggungan, jarak kerja, usia, dan pendidikan berpengaruh pada pendapatan perajin kerajinan rambut dan kontribusi pendapatan perajin terhadap pendapatan rumah tangga perajin cukup besar, namun masih banyak perajin yang masih hidup dibawah KHL. Implikasi yang dapat diambil dari penelitian ini, bahwa pemerintah perlu memberikan pembinaan kepada perajin agar dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. | This research titled is “Socio Economic Crafters of Hair (Case Study of Fair Lady Household Industry in Karangbanjar Village, Bojongsari Subdistrict, Purbalingga District.)”. This research aims to determine the socio-economic circumstances, the contribution income of crafters to their the family income, total income (KHL) to analyze the living standard of crafters, and the factors that affect to revenue of crafters hair in Fair Lady Household Industry in Karangbanjar Village. This study uses primary data. Primary data in this research was obtained by questionnaires and interviews. The data analysis technique that are used in this study are correlation statistics, multiple regression analysis, contribution test, and economic welfare analyze. Based on calculations, the test results together all variables were detected correlation and significant effect to the revenue. The variable of working time, number of family member, age, and education gave a correlation and positive affect, and variable of working distance gave a correlation and negative affect on revenue of Fair Lady hair crafters in the Karangbanjar Village, Bojongsari Subdistrict, Purbalingga District. The revenue contribution of crafters to family income is 54.74% on average, According to Purbalingga KHL 2014 standard, 74.29% crafters had lived below the standard level. The results of this research and calculation it can be concluded that the working time, number family member, working distance, age, and education have significant corellation on the value of hair crafters revenue and crafters revenue contribution to their family income relatively high, even many crafters live under the Purbalingga KHL standar. The implication that can be drawn from this research that by government need to give guidance to crafter to increase their skill and education level. | |
| 9546 | 9556 | F1A010002 | CITRA PERADUAN PEREMPUAN DALAM IKLAN KONDOM SUTRA VERSI JULIA PEREZ DI TELEVISI | Media massa memiliki peran strategis dalam membentuk opini masyarakat, tidak sekadar menjadi cermin realitas sosial akan tetapi membentuknya sekaligus. Media sangat bergantung pada iklan. Iklan sebagai sarana promosi produk telah ikut menciptakan dan menginternalisasikan tentang kecantikan tubuh maupun prilaku gender. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan citra peraduan perempuan dalam iklan produk kondom versi Julia Perez di televisi. Penelitian ini dilakukan dengan, pertama pengumpulan data terkait dan relevan dengan penelitian ini. Kedua, mengindentifikasi atau memilah-milah scene yang berkaitan dengan citra peraduan dan melakukan kategorisasi terhadap data. Kemudian dianalisis secara sosiologis dengan metode pemahaman semiotika milik Roland Barthes. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, ada empat kategorisasi yang terdapat dalam iklan kondom ini meliputi: fisik, pakaian, gerakan tubuh, dan mimik. Fisik perempuan telah “dipotong-potong” oleh media, hal tersebut itulah menjadi tanda dan citra perempuan yang telah dikontruksikan sebuah ideologi patriarki. Pakaian menjadi skenario media, warna merah membara yang terlihat kontras membuat semua orang yang iklan ini akan terfokus kepada tubuh Julia Perez. Gerakan tubuh Julia Perez yang terkesan merujuk kepada hubungan seksual, membuat semua individu yang melihat iklan ini percaya bahwa perempuan memang diciptakan sebagai obyek seks. Ekspresi wajah yang ditampilkan secara sensual dengan mengucapkan beberapa kata ambigu yang terkesan mengajak hubungan seks, meyakinkan bahwa perempuan dalam iklan “dimanfaatkan” secara berlebih demi keuntungan semata. Tanda atau simbol dari empat katigorisasi tersebut memunculkan sebuah citra perempuan yaitu citra peraduan. Citra peraduan digambarkan bahwa perempaun diciptakan sebagai obyek seks laki-laki. | The mass media has a strategic role in shaping public opinion, not only repsenting social reality but shaping it as well. Image created by the mass media associated with attitudes and behaviors idealized by society, and creating values and norms that once consumed. Media rely heavily on advertisements. Advertisements as a means of product promotion has helped create and internalize about the beauty of the body and gender behavior. The purpose of this study was to describe the image of women contest in advertisements condom products version of Julia Perez on television. This research was conducted by, first data collection related and relevant to this research process. Second, identify or sort out scenes relating to the image of the contest and categorization of the data. Then analyzed by the method of a sociological understanding of sign ( semiotic ) belongs to Roland Barthes. The results of this study shows, there are four categorization contained in this condom advertisements include: physical, clothing, gestures, and expressions. Physical women have been "cut to pieces" by the media, it is that a sign and image of women who have contrast been constructed by a patriarchy ideology. Clothes become a media scenario, glowing red color that looks constrast makes everyone that sees this advertisements will focus on the body of Julia Perez. Julia Perez gestures that is shows as if refers to sexual intercourse, making all the individuals who viewed this ad to believe that women were created as sex objects. Facial expressions displayed in sensual by saying a few ambiguous words that seem to invite sexual intercourse, assuring that women in advertisements "used" excessive for the sake of profit alone. Sign or symbol of the four categorization raises an image of women that is the image of the contest. The image of the contest illustrated that women were created as object of the male sex | |
| 9547 | 3781 | F1A005047 | Pemaknaan Tradisi Ruwahan bagi masyarakat Desa Wareng Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana masyarakat Desa Wareng Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo memaknai tradisi Ruwahan menjelang bulan Ramadhan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, metode pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling, metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi perubahan-perubahan dalam pelaksanaan tradisi Ruwahan diantaranya waktu untuk melaksanakan Ruwahan yang dahulu tanggal 1 Ruwah sekarang menjadi tanggal 15 Ruwah. Menu yang disajikan yang dahulunya adalah makanan tradisional seperti weku, sengkulun dan lemper sekarang menjadi makanan ringan seperti bakwan, roti dan agar-agar. Bingkisan untuk para tamu undangan acara Ruwahan yang dahulu berupa berkat atau besek yang berisi makanan seperti nasi, mie, telur dan sayur-sayuran yang sudah dimasak sekarang diganti dengan mi instan. Masyarakat desa Wareng mempunyai pemaknaan yang beragam tentang tradisi Ruwahan. Makna tradisi Ruwahan bagi Masyarakat Desa Wareng diantaranya adalah membersihkan lahir dan batin untuk menghadapi bulan Ramadhan, mengirim doa kepada leluhur, pengabdian kepada orang tua, bersedekah dan bersosialisasi serta kerja sama. | The purpose of this study was to determine how the village of Wareng District Butuh Purworejo Ruwahan interpret tradition before the month of Ramadan. This research method using qualitative descriptive methods, sampling methods using purposive sampling techniques, data collection methods used in-depth interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that there are any changes in the implementation of the tradition Ruwahan Ruwahan them time to carry out the first date 1 Ruwah now be on 15 Ruwah. The menu is presented which used traditional food like weku, sengkulun and lemper now become like bakwan snacks, bread and jelly. Gifts for the guests of the event that used to be a blessing Ruwahan or baskets containing food such as rice, noodles, eggs and vegetables are cooked now replaced with instant noodles. Wareng Villagers have diverse meanings of tradition Ruwahan. Meaning Ruwahan tradition for Wareng Villagers are clearing them are physically and mentally to face the month of Ramadan, send a prayer to the ancestors, devotion to parents, as well as charity and social cooperation. | |
| 9548 | 11132 | F1A011077 | Industri Kreatif Film (Studi Tentang Upaya Komunitas Film ‘Lingkar Biru di Purwokerto Dalam Pengembangan Eksistensi) / Creative Industry (A Study About The Effort of 'Lingkar Biru Studios’ Film Community in Purwokerto in The Existence Development) | Skripsi dengan judul Industri Kreatif Film (Studi Tentang Upaya Komunitas Film ‘Lingkar Biru Studios’ di Purwokerto Dalam Pengembangan Eksistensi) ini adalah laporan tentang bagaimana Komunitas Film Lingkar Biru Studios sebagai salah satu industri kreatif di bidang film atau video ini menjaga dan mengembangkan eksistensinya di Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan wacana, serta menambah wawasan dan cakrawala pengetahuan kepada masyarakat luas mengenai fenomena dan pola-pola komunitas ekonomi kreatif yang ada dalam masyarakat, khususnya pada subsektor film di Purwokerto. Penelitian ini juga menganalisis upaya yang dilakukan oleh komunitas tersebut dalam mengembangkan eksistensinya. Informan utama dalam penelitian ini adalah Komunitas Film Lingkar Biru Studios, yang merupakan salah satu komunitas film yang dinilai cukup berkembang di Purwokerto. Sedangkan informan pendukung sebagai sasaran validasinya adalah orang-orang yang pernah melakukan kerja sama dengan Komunitas Film Lingkar Biru. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan informannya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Metode analisis kualitatif pada penelitian ini berpedoman pada model analisis interaktif. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa upaya yang dilakukan oleh LB dalam mengembangkan eksistensinya adalah menjaga kualitas dengan cara terus belajar dan berkreasi dan mempertahankan kualitas, karena dengan kualitas, orang dapat menilai sesuatu sehingga eksistensi akan hadir sebagai bonus bagi mereka yang terus belajar dan mengasah kreativitas. Selain itu, LB berusaha menghindari konflik antar anggota, memanfaatkan hasil dari proyek untuk membelii alat-alat yang baru, dan yang terpenting adalah memperluas jaringan dengan cara memperbanyak link. Proses interaksi internal yang dimiliki LB dalam proses produksi dan pemasaran sangat cair dan fleksibel, tiap-tiap anggotanya menguasai keterampilan hampir semua bidang yang dibutuhkan dalam produksi sehingga dapat saling meng-handdle satu sama lain. Kendala yang ditemukan selama perjalanan LB lebih pada persoalan teknis dan waktu saja, karena kendala dalam interaksi dapat diatasi secara mudah mengingat satu sama lain telah saling memahami karakter dan kapasitasnya masing-masing. LB berusaha tetap menjaga kualitas dengan mencari sesuatu yang selalu baru dari ide dan gagasan yang ingin mereka wujudkan menjadi sebuah karya. Hal itu yang menjadi poin paling penting dalam upaya mengasah kreativitas LB guna mewujudkan eksistensi sebagai ekonomi kreatif. | The thesis entitled Film Creative Industry (A Study about The Effort of 'Lingkar Biru Studios’ Film Community in Purwokerto In The Existence Development) is a report about the way of The Lingkar Biru Studios Film Community as one of the creative industries maintains and develops its existence in Purwokerto. This research aims to provide information and discourse, and to increase the insight and knowledge to the public about the phenomena and the patterns of creative economies community in society, especially in the sub-sector of film in Purwokerto. This research also analyzes the efforts made by the community in enhancing its existence. The main informants in this study are Lingkar Biru Studios Film Community which is one of the film community considered as a sufficiently developed one in Purwokerto.The supporting informants as the target of validation are people who have cooperated with The Lingkar Biru Studios Film Community. This research is a qualitative research using purposive sampling technique in determining the informants. The techniques in collecting data are in-depth interviews and observation. The qualitative analysis methods in this research used interactive analysis model. From the research results, it can be concluded that the efforts are made by LB in developing its existence is maintaining the quality by keep learning, creating and maintaining the quality. By maintaining the quality, one can assess the existence of something so the existence will come as a bonus for those who continue to learn and sharpen the creativity. Besides, LB also tries to avoid conflict among members, and to utilize project results to purchase new tools, and the most important is widening the network by raising the link. The internal interaction done by LB in the production and marketing process is very friendly and flexible. The members of the community master in almost all required skills in many areas of production so they can rely on each other. The obstacles found during the process of LB found were more on the technical issues and time, because the obstacles on the interaction can be overcome easily since the members have understand the characters and capacities each other. LB tries to keep the quality by always looking for new ideas that they want to create into a masterpiece. This is the most important point in the effort to sharpen the LB creativity in order to raise up the existence as creative economy. | |
| 9549 | 10788 | H1B011047 | ANALISIS REGRESI SPASIAL UNTUK DATA PERSENTASE RUMAH TANGGA MISKIN DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2011 | Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi variabel PPLS11 yang berpengaruh terhadap persentase rumah tangga miskin di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan analisis regresi spasial. Hasil analisis menunjukkan bahwa model regresi spasial terbaik adalah spatial error model (SEM). Terdapat tiga variabel PPLS11 yang berpengaruh posistif yaitu variabel persentase kepala rumah tangga dengan pendidikan di bawah 9 tahun, persentase individu usia sekolah yang bekerja, dan persentase rumah tangga dengan sumber air minum tidak terlindung. Sementara itu, terdapat dua variabel PPLS11 yang berpengaruh negatif yaitu variabel persentase individu yang menderita kecatatan dan persentase rumah tangga yang tidak dilengkapi listrik. Meskipun SEM model terbaik, namun model ini mempunyai permasalahan kekonsistenan. Hal ini ditunjukkan oleh fakta bahwa terdapat dua variabel yang memberikan pengaruh negatif, padahal koefisien korelasi Pearson dan scatterplot untuk masing-masing menunjukkan pola hubungan linier positif. | This research was conducted to identify variables of PPLS11 that influence the percentage of poor households in Banyumas by using spatial regression analysis. The analysis results showed that the spatial error model (SEM) was the best spatial regression model. There were three variables that give positive influences, namely the percentage of heads of household having education less than 9 years, the percentage of working school-age individual, and the percentage of households with unprotected water resources. Meanwhile, there were two variables that give negative influences, namely the percentage of individuals with disabilities and the percentage of households that having no electricity. Eventhough SEM was the best model, but it has a problem in consistency. This was showed by the fact that there were two variables gives negative influence to the model but the Pearson’s correlation coefficient of each variables shows a positive linear correlation. | |
| 9550 | 11302 | G1G010004 | EFEKTIVITAS PASTA GIGI ENZIM AMILOGLUKOSIDASE DAN GLUKOSA-OKSIDASE DALAM MENURUNKAN JUMLAH Porphyromonas gingivalis PADA PERIODONTITIS PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE-2 | Periodontitis merupakan suatu penyakit inflamasi jaringan penyangga gigi yang disebabkan adanya bakteri periodontopatogen salah satunya P.gingivalis. Faktor penunjang periodontitis adalah penyakit sitemik seperti Diabetes Mellitus (DM) khususnya DM Tipe 2 yang paling umum terjadi. Perawatan yang sesuai pada jaringan periodontal maka dapat menjaga kondisi rongga mulut penderita DM yaitu dengan menyikat gigi secara teratur. Salah satu pasta gigi yang beredar di masyarakat memiliki kandungan enzim amiloglukosidase dan glukosa-oksidase Kedua enzim tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri dengan meningkatkan kerja sistem laktoperosidase sehingga menghasilkan hipotiosianat yang memiliki sifat bakteriostatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pasta gigi yang mengandung enzim amiloglukosidase dan glukosa-oksidase dalam menurunkan jumlah P. gingivalis. Jenis penelitian yaitu eksperimental klinis dengan metode kuantitatif dan rancangan pre-test post-test with control group design. Jumlah sampel sebanyak 24 subyek penderita DM tipe 2 dengan periodontitis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dan memenuhi kriteria inklusi. Subyek terbagi menjadi kelompok perlakuan (menyikat gigi dengan pasta gigi enzim) dan kelompok kontrol (menyikat gigi dengan pasta gigi non enzim). Sampel yang digunakan berupa plak subgingiva dan diambil menggunakan paper point pada kedalaman >4mm. Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara rerata sebelum (85,92x103CFU/ml) dan setelah (41,75x103CFU/ml) pemakaian pasta gigi enzim. Pada uji independent t-test juga menunjukkan adanya perbedaan antara penurunan jumlah bakteri P. gingivalis pada pemakaian pasta gigi enzim dan non enzim (p<0,005). Penurunan yang terjadi setelah pemakaian pasta gigi enzim selama 2 minggu mencapai 51,7%. Hal tersebut membuktikan bahwa pasta gigi yang mengandung enzim amiloglukosidase dan glukosa-oksidase lebih efektif menurunkan jumlah P. gingivalis pada periodontitis penderita DM tipe 2. | Periodontitis is an inflammatory disease on the supporting tissue surrounding the teeth initiated by pathogenic bacteria, mostly P.gingivalis. Systemic diseases, such as Diabetes Mellitus (DM) especially type 2 DM, recognized as one of the affecting factors for periodontitis. Such proper treatment should be implemented to keep maintaining oral hygiene by brushing teeth frequently. A toothpaste containing enzyme amyloglucosidase and glucose-oxidase is now can easily be found in the market and is accessible. Those enzyme-formula claimed to inhibit bacterial growth by increasing the lactoperoxide-system ability to produce hypothiocyanite that has a bacteriostatic effect. The aim of the study was to determine the effect of brushing with toothpaste containing enzyme amyloglucosidase and glucose-oxidase on reducing P.gingivalis in periodontitis patients with type-2 DM. This study was an clinical experimental study, with quantitative method and post-test pre-test control group design. The study was carried on total 24 type 2 DM patients in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital, Purwokerto that meet the criteria. The subjects were randomly divided into two groups according to the treatment as follows: control group (brushing with conventional toothpaste/without enzyme) and treatment group (brushing with toothpaste containing enzyme). The subgingival plaque sample was obtained from each patient by inserting sterile paper point to gingival sulcus up to 4 mm deep. Paired T-test revealed that there was statistically significant differences in mean bacteria count before (86,5 x 103CFU/ml) and after (41,75 x 103CFU/ml) brushing with toothpaste containing enzyme. Independent T-test revealed that that there was statistically significant differences between the control and treatment group (p<0,005). The bacteria count reduced until 51,7% after brushing with toothpaste containing enzyme in 2 weeks. It was concluded that the enzyme ingredients added to the toothpaste evaluated in this study provided additional benefit to reducing P. gingivalis in Type 2 Diabetes Mellitus with periodontitis. | |
| 9551 | 9557 | E1A109013 | KRITERIA PENENTUAN FORMASI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KABUPATEN KEBUMEN | Sebelum di adakannya rekrutmen calon pegawai negeri sipil di setiap kabupaten memiliki kriteria tersendiri dalam penentuan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil. Tipe penelitan yang digunakan adalah Yuridis Normatif. Spesifikasi penelitian bersifat deskirptif dengan menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan metode kepustakaan dan dokumentar dan disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat di simpulkan kesimpulan bahwa kriteria penentuan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten kebumen karena persediaan Pegawai Negeri Sipil dalam pelayanan publik tidak seimbang, adanya Pegawai Negeri Sipil yang naik pangkat, adanya Pegawai Negeri Sipil yang berhenti, pensiun atau meninggal dunia. kedala dalam penentuan formasi calon pegawai negeri sipil adalah APBD kabupaten kebumen tidak memenuhi syarat, jumlah pegawai negeri sipil yang pensiun, meninggal dunia, berhenti setiap tahunnya meningkat, jumlah pegawai negeri yang naik pangkat tidak diimbangi dengan penambahan Pegawai Negeri Sipil. Kata Kunci : Kriteria, Formasi,Calon Pegawai Negeri Sipil | Before the recuitment of civil sevant candidate, every regency has its own criteria determining the formation of thoes candidate. The type used in this research is juridica norms. The research spesification is descriptive by using primary sources and secondary sources which is the law its self. The collecting of sources by library research and documentary and served in a form of narative text was qualitative analysis method. This research and discussion shows the criteria of determining the civil sevant candidate formation in kebumen regency is because of unbalance number of the suppy of the civil servant in public service, employee promotion, employee resignments, employee retirement, mortalities. The obstacle in determining the formation of civil servant candidate is on regional monetary fund, amount of retirements, mortalities, and resignments are increasing years by years, also the number of are civil servant in promotion doesn’t equal to recruitment of civil servant itself. Keyword : criteria of formation the civil servant candidate | |
| 9552 | 9559 | E1A010229 | PENGANGKATAN SEKRETARIS DESA MENJADI PEGAWAI NEGERI SIPIL (Studi di Desa Pakuncen, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga) | Sekretaris Desa merupakan salah satu perangkat desa yang membantu tugas Kepala Desa dalam menyelenggarakan Pemerintahan Desa. Pada Pasal 202 ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan bahwa Sekretaris Desa diisi dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi persyaratan. Peraturan pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2007 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan Sekretaris Desa (Sekdes) Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Perumusan masalahnya adalah Bagaimanakah Pelaksanaan Pengangkatan Sekretaris Desa menjadi Pegawai Negeri Sipil di Desa Pakuncen, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Metode Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif, Metode Penelitian adalah menggunakan Pendekatan Perundang-undangan dan pendekatan analisis, serta menggunakan Spesifikasi Penelitian Perskriptif, yaitu suatu penelitian yang menetapkan standar prosedur ketentuan-ketentuan, rambu-rambu dalam melaksanakan aturan hukum, sehingga apa yang senyatanya berhadapan dengan apa yang seharusnya agar dapat memberi rumusan tertentu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan pengangkatan Sekretaris Desa menjadi Pegawai Negeri Sipil di Desa Pakuncen, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga telah sesuai dengan prosedur yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2007 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan Sekretaris Desa (Sekdes) Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang salah satu tujuannya dimaksudkan sebagai penguatan pemerintahan desa. | Secretary of the village is one of the villagers who helped in organizing tasks Village Chief Village Government. In Article 202 paragraph (3) of Law No. 32 of 2004 on Regional Government mandates that filled the village secretary of the Civil Service who meet the requirements. Its implementing regulations stipulated in Government Regulation No. 45 Year 2007 on the Terms and Procedure for Appointment of Secretary Desa (village secretary) Being a Civil Servant (PNS). The formulation of the problem is How the Implementation of Appointment Secretary of the Village into the Civil Service Pakuncen Village, District Bobotsari, Purbalingga. Methods The approach used in this study is normative juridical, Research Methods approach is to use legislation and analysis approach, and use Specifications Perskriptif research, ie research that establishes a standard procedure provisions, the guidelines in implementing the rule of law, so what which is in fact dealing with what is supposed to be able to give a specific formula. The conclusion of this research is the implementation of the removal of the secretary of the village into the Civil Service Pakuncen Village, District Bobotsari, Purbalingga in accordance with the procedure set out in Government Regulation No. 45 Year 2007 on the Terms and Procedure for Appointment of Secretary Desa (village secretary) Being a Civil Servant (PNS), which is one of the objectives intended to be a strengthening of the village administration. | |
| 9553 | 10789 | A1C010003 | Persepsi dan Partisipasi Anggota Koperasi Unit Desa (KUD) di Kabupaten Banyumas | Penelitian ini bertujuan: 1) menganalisis persepsi anggota terhadap kualitas pelayanan KUD, 2) menganalisis partisipasi anggota terhadap KUD, 3) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi anggota KUD dan 4) menganalisis korelasi antara persepsi dan partisipasi anggota KUD. Penelitian dilakukan pada 9 September sampai 30 September 2014 di lima Koperasi Unit Desa dalam wilayah Kabupaten Banyumas, yaitu KUD ARIS, KUD Patikraja, KUD Bahtera, KUD Rukun Tani dan KUD Mustika dengan sasaran penelitian anggota KUD yang merupakan anggota aktif dan berpengalaman lebih dari sepuluh tahun menjadi anggota KUD. Pengambilan sampel digunakan dengan metode purposive sampling sebanyak 100 responden. Data penelitian berupa data primer dan sekunder diambil dengan cara wawancara, kuisioner, dan studi pustaka. Indikator pada persepsi antara lain ketersediaan saprodi, persediaan saprodi, pelayanan simpan pinjam, kecepatan pelayanan, keramahan pelayanan, kepedulian terhadap anggota dan kinerja KUD. Indikator partisipasi antara lain keaktifan setoran wajib, keaktifan setoran sukarela, keaktifan transaksi dan keikutsertaan dalam pengawasan dan membangun koperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor persepsi sebesar 28,04 yang termasuk dalam kategori cukup baik dan skor partisipasi sebesar 21,57 yang termasuk dalam kategori kurang baik. Faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi adalah pendapatan anggota, jarak rumah dan pengalaman menjadi anggota yang memiliki pengaruh sebesar 44,9 persen. Korelasi antar variabel persepsi dan partisipasi dihitung dengan menggunakan korelasi rank-spearman dan menunjukkan skor rank-spearman sebesar 71,5 persen, ini berarti terdapat korelasi yang kuat antara variabel persepsi dan partisipasi. | This research aims to: 1) Analyzing quality perception of members of KUD, 2). 3) identified the factors that affect the participation of KUD’s members and 4). Analyzing the correlation between perception and participation of the members of the KUD. This research conducted on 9th September to 30th Sepetember 2014 at five KUD in Banyumas regency: KUD ARIS, KUD Patikraja, KUD Bahtera, KUD Rukun Tani and KUD mustika. The main target of this research that is active members an experienced more than ten years to be KUD’s member. The sample collection method is purpossive sampling, used with as many as 100 respondents. Primary and secondary data of this research was taken by means of an interview, qoutionaire and the study of literature. Indicators of perception is the agricultural production facilities, the stock of agricultural production facilities, savings and loan service, dexirity of service, hospitality service, concern for members and performance of the KUD. Indicator of participation is persistance of paying compulsory and voluntary dues. Persistance of transaction, supervision to KUD and contribution in developing KUD. Results of this research shows 28,04 total score of perception, this score include to quite good category and the total score of the participation is 21,57 this score include to less good category. Factors that affect the level of participation is monthly income of members, distance between member’s house and KUD and experience of being member of KUD which have influence of 44,9 percent. The correlation between perception and variable participation is calculated using rank-spearman and show a correlation of 71,5 percent rank-spearman score, this means there is strong correlation between variables perception and participation. | |
| 9554 | 11135 | C1C011012 | ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN, DAN UKURAN DEWAN KOMISARIS TERHADAP PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PADA BANK SYARIAH DI INDONESIA | Islamic Social Reporting (ISR) adalah suatu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang terkait dengan prinsip-prinsip Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan pada perbankan syariah di Indonesia menggunakan Islamic Social Reporting Index (ISR). Ulasan beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan ketidakkonsistenan yang berkontribusi besar terhadap keragaman hasil. Penelitian ini mencoba untuk memperjelas hasil penelitian sebelumnya dengan menggunakan empat karakteristik perusahaan sebagai variabel penjelas. Variabel penjelas yang digunakan adalah profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, dan ukuran dewan komisaris. Sampel penelitian ini ditentukan dengan metode purposive sampling. Populasi adalah 11 bank syariah yang terdaftar di Bank Indonesia. Laporan tahunan 28 bank syariah dianalisis sebagai sampel. Teknik untuk pengujian hipotesis adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS 18.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan ukuran dewan komisaris memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial bank syariah, tetapi profitabilitas dan leverage gagal menunjukkan efek signifikan. | Islamic Social Reporting (ISR) is a form of companies social responsibility which related with the principles of Islam. This study aimed to analyze the disclosure of corporate social responsibility on Islamic banking in Indonesia using Islamic Social Reporting Index (ISR). Review of previous researches show the inconsistencies. These inconsistencies contribute substantially to the diversity of result. This research attempts to correct with used four corporate characteristics as explanatory variables. They are profitability, leverage, company size, and size of board of commissioner. The sample of this research was extracted with purposive sampling method. The population is 11 Islamic banks, which are listed at Indonesian Bank. The 28 Islamic banks annual reports were analyzed as a sample. The technique for examining hypothesis is multiple linear regression analysis by using SPSS 18.00 programs. The results indicate that company size and size of board of commissioner have a significant influence on the Islamic bank social responsibility disclosure, but profitability and leverage failed to show its significant effect. | |
| 9555 | 11739 | F1C010056 | Stereotip dalam Film The Dictator (Analisis Semiotika Terhadap Representasi Stereotip dalam Film The Dictator) | Penelitian ini mengambil judul “Stereotip dalam Film The Dictator (Analisis Semiotika Terhadap Representasi Stereotip dalam Film The Dictator)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna representasi stereotip yang ada dalam film The Dictator. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan pendekatan semiotika, khususnya semiotika milik Roland Barthes. Sedangkan untuk metode pengumpulan data adalah dengan cara observasi film dan studi pustaka meliputi buku dan literatur lain yang berkaitan dengan stereotip. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah film The Dictator merupakan film yang menceritakan tentang seorang pemimpin diktator dari Negara fiksi Wadiya. Representasi stereotip yang ada dalam film ini diperlihatkan dalam scene tertentu, lewat dialog-dialog dan adegan-adegan yang ada dalam film. Representasi stereotip dalam film ini dilakukan dengan dua cara, yaitu pemaknaan secara denotasi dan konotasi, dan ditujukan kepada etnis-etnis tertentu yang ada di dunia. Secara denotasi, stereotip dalam film ini menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi melalui dialog antar tokoh dan adegan dalam film. sedangkan secara konotasi, dialog antar tokoh dan adegan dalam film mengandung makna mengenai stereotip terhadap suatu etnis secara tersirat. Stereotip yang muncul dalam film ini merupakan stereotip negatif yang merendahkan etnis tertentu. Etnis yang muncul dalam scene terpilih untuk penelitian ini adalah etnis Arab, Negro, Asia, dan Amerika. Etnis arab dalam scene-scene tersebut digambarkan sebagai teroris yang berbahaya, dan gila seks. Orang negro digambarkan sebagai pelaku kriminal dan orang yang hidupnya terbelakang. Orang Asia dianggap tidak bisa berbahasa Inggris, dan orang Amerika mempunyai stereotip negatif sebagai orang-orang yang rasis. | The title of this research is “Stereotype In Movie (Semiotic Analysis Of Stereotype Representation In The The Dictator Movie)”. The purpose of this research is to know the meaning of stereotype representations in the movie titled The Dictator. The method used in this research is qualitative method with semiotic approach, especially Roland Barthes’ semiotic approach. Data collection method is observation of film content and literature study that related to stereotypes. The research result is The Dictator is a movie that describe a dictatorship leader of the fiction country named Wadiya. Stereotypes representations in this movie appear in particular scenes, through dialogues among the characters and visual actions in the movie. Stereotypes representations in this movie appear in denotation and connotation form, and aimed to particular ethnics in the world. Denotation form of stereotypes representations illustrated what actually happened in movie’s scenes through dialogues and visual actions. In connotation form, dialogues and visual actions in the scenes indicate the stereotypes representations implicitly. Stereotypes that appear in this movie are negative stereotypes of particular ethnics in the world. Ethnics that appear in the chosen scenes in this movie are Arabian, Negroid, Asian, and American. In those scenes, Arabian illustrated as a dangerous terrorist and hypersex person, Negroid illustrated as a criminal and under-developed person, Asian illustrated as a people who bad in English, whereas American illustrated as racist people. | |
| 9556 | 11742 | F1A009014 | THE JAK VS VIKING (Studi Tentang Konflik Antara Suporter Sepak Bola Persija Jakarta dan Persib Bandung di Jakarta dan Bandung) | Penelitian “THE JAK VS VIKING (Studi Tentang Konflik Antara Suporter Sepak Bola Persija Jakarta dan Persib Bandung di Jakarta dan Bandung)” bertujuan untuk mendapatkan bentuk konflik yang terjadi antara suporter sepak bola Persija Jakarta dan Persib Bandung, mengetahui penyebab konflik yang terjadi antara suporter Persija Jakarta dan Persib Bandung, dan mengetahui resolusi konflik yang terjadi antara The Jak Mania dengan Viking. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan sasaran utamanya adalah kelompok suporter Persija Jakarta dan Persib Bandung yang ada di Jakarta dan Bandung. Sasaran pendukungnya adalah suporter dari klub lain dan pihak kepolisian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah puposive sampling. Analisis data menggunakan analisis data interaktif, yang meliputi proses pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi atau pengamatan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik yang terjadi pada The Jak Mania dan Viking paling besar terdapat di dunia maya, dengan akun tertentu salah satu pihak mudah memprovokasi pihak lain sehingga perseteruan kedua suporter ini sulit diredam. Konflik kedua suporter ini juga terjadi dengan bentrokan fisik, tidak hanya di dalam stadion tapi juga saat di luar stadion. Penyebab konflik keduanya adalah yel – yel yang berbau rasis, adanya gengsi terhadap klub kebanggaan antara Jakarta dan Bandung, dan rivalitas antara tim yang berasal dari kota besar antara lain, Jakarta dengan Bandung. | The research "THE JAK VS. VIKING (study of the conflict between the Football Supporters of Persija Jakarta and Persib Bandung in Jakarta and Bandung)" aims to get a form of the conflict between the football supporters of Persija Jakarta and Persib Bandung, to find out the cause of the conflict between the football supporters of Persija Jakarta and Persib Bandung, and know the resolution that occurs between The Jak Mania and The Vikings. The research method used was qualitative, with the main target was a group of supporters of Persija Jakarta Persib Bandung in Jakarta and Bandung. The secondary target was football supporter of other clubs and the police. Sampling technique used was purposive sampling. Data analysis using interactive data analysis, which includes the process of data collection, data reduction and data presentation. Data collection methods used in this study is an in-depth interviews, observation, and documentation. The results of this research indicates that the conflict between The Jak Mania and the Viking greatestly occurs in cyberspace, a particular account from one of the parties that easy to provoke the other party, therefore this makes the conflict is hard to solved. The conflict also includes supporters clashed physically, not only inside the stadium but also outside the stadium. The causes of the conflict betweem both supporter are some words that smells of racist, the prestige of each club between Jakarta and Bandung, and a rivality between teams that come from the big city, Jakarta and Bandung. | |
| 9557 | 9561 | G1A010023 | HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA DOKTER INTERNSHIP | HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA DOKTER INTERNSHIP Ratih Paringgit ABSTRAK Latar belakang : Program internship adalah proses pemantauan mutu profesi bagi dokter yang baru lulus pendidikan dokter. Namun, beberapa dokter mengalami tingkat kecemasan dengan kategori tidak normal. Beberapa pakar mengungkapkan bahwa ketidaknormalan kecemasan disebabkan karena tingkat kecerdasan emosi masing-masing individu. Semakin tinggi tingkat kecerdasan emosi, maka semakin rendah tingkat kecemasan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat kecerdasan, maka seseorang akan semakin mudah merasa cemas (Jahangirpour, 2012; Yadyari et.al , 2007, dan Haddadikohsar et.al, 2006). Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi terhadap tingkat kecemasan pada dokter internship. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juni – Juli 2014. Jumlah responden adalah 69 yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Data penelitian bersumber dari lembar informed consent, lembar identitas responden dan lembar kuesioner. Sampel penelitian didapat dengan cara total sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah uji bivariat chi square. Hasil : Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dengan tingkat kecemasan pada dokter internship dengan nilai p=0,000. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dengan tingkat kecemasan pada dokter internship Kata kunci : Kecerdasan Emosi, Tingkat Kecemasan | THE ASSOCIATION BETWEEN EMOTIONAL INTELLIGENCE AND LEVEL OF ANXIETY IN THE DOCTOR’S INTERNSHIP Ratih Paringgit ABSTRACT Background: Internship program is the monitoring quality process of medical doctor who graduated from medical education. However, some of them have anxiety levels with abnormal category. Some scholar argue that it is caused by the abnormal level of emotional intelligence. If they have high emotional intelligence, they will have lower of anxiety level. In addition, they with lower level of intelligence, they will be easier to feel anxious. Purpose: This study aims to determine the association between emotional intelligence and level of anxiety in the doctor’s internship Methods: This is an observational analityc with cross sectional design. The study was conducted in June–July 2014. The number of respondents was 69 who met inclusion and exclution criteria. The data comes from the informed consent sheet, respondent identity sheet, and questionnaire sheet. The research sample is obtained by total sampling. Statistical analysisis is used bivariate chi-square test. Results: The results of chi-square that there is a relationship beetwen emotional intelligence and level of anxiety in the doctor’s internship with p = 0,000 Conclusion: there is a relationship between emotional intelligence and level of anxiety in the doctor’s internship Keywords: Emotional Intelligence, Levels of Anxiety | |
| 9558 | 9558 | G1A009079 | PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH PADA NEONATUS ANTARA RAPID TEST DENGAN ALAT SPEKTROFOTOMETER | Latar Belakang: Kadar glukosa darah dapat diperiksa dengan menggunakan Rapid Test maupun dengan alat baku Spektrofotometer. Untuk itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui perbandingan hasil pengukuran kadar glukosa darah antara pemeriksaan dengan Rapid Test dan alat Spektrofotometer. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan hasil pemeriksaan glukosa darah pada neonatus antara Rapid Test dengan alat Spektrofotometer. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional (potong lintang) dengan jumlah masing-masing 49 sampel darah neonatus. Analisis bivariat dalam penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar glukosa darah pada neonatus antara Rapid Test dan alat Spektrofotometer. Hasil: Hasil penelitian didapatkan rerata kadar glukosa darah pada neonatus yang diperiksa dengan menggunakan alat Spektrofotometer didapatkan sebesar 79,06 mg/dL, sementara rerata kadar glukosa darah neonatus yang diperiksa dengan menggunakan Rapid Test adalah 88,81 mg/dL. Hasil tersebut tidak berbeda secara bermakna berdasarkan hasil uji statistik Mann-Whitney dengan p=0,185 (p>0,05). Uji analisis Mann-Whitney pada kelompok hipoglikemia didapatkan nilai p=0,774 (p>0,05), pada kelompok normal diperoleh nilai p=0,842 (p>0,05) dan pada hiperglikemia diperoleh nilai p=0,333 (p>0,05). Dengan demikian tidak terdapat perbedaan bermakna kadar glukosa darah antara yang diperiksa dengan menggunakan Rapid Test dan alat Spektrofotometer pada masing-masing kelompok. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan bermakna kadar glukosa darah pada neonatus yang diperiksa dengan menggunakan Rapid Test dan alat Spektrofotometer. | Background: Blood glucose levels can be measured using Spectrophotometer and Rapid Test. Therefore, we need a study to compare the result of blood glucose levels examination between Rapid Test and Spectrophotometer. Purpose: This study aimed to compare the results of the examination of blood glucose in neonates between Rapid Test and Spectrophotometer. Method: This study used an observational analytic with cross-sectional approach with the number of each blood sample of 49 neonates. Bivariate analysis in this study aimed to compare blood glucose in neonates between Rapid Test and Spectrophotometer. Result: The results showed a mean blood glucose levels in neonates were examined by using a Spectrophotometer was 79,06 mg/dL, while the mean blood glucose levels neonates were examined by using Rapid Test was 88,81 mg/dL. These results were not different significantly based on the results of the Mann-Whitney statistic test with p=0,185 (p>0,05). Mann-Whitney test analysis on hypoglycemia group obtained p value = 0,774 (p>0,05), in the normal group obtained p value = 0,842 (p>0,05) and in the hyperglycemia obtained p value = 0,333 (p>0,05 ). Thus there is no significant difference between the blood glucose levels were checked by using the Rapid Test and Spectrophotometer instrument on each group. Conclusion: There was no significant difference in blood glucose levels in neonates were examined by using the Rapid Test and Spectrophotometer (p=0,185). | |
| 9559 | 10793 | A1C007060 | ANALISIS PENDAPATAN BURUHTANI DAN PEMILIK LAHAN DALAM USAHATANI PADI DI KECAMATAN ADIPALA KABUPATEN CILACAP | Analisis usahatani sudah banyak sekali dilakukan, namun tidak pernah ada yang memperhatikan pendapatan dari buruhtani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya sumbangan biaya upah buruhtani terhadap biaya usahatani padi serta perbedaan pendapatan antara petani padi pemilik dengan buruhtani. Metode penelitian yang digunakan adalah survai. Sasaran penelitian adalah pendapatan petani dan buruhtani padi di Desa Adipala Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Jumlah sampel petani pemilik 60 orang dan buruhtani 47 orang. Analisis data yang digunakan adalah deskripsi dan analisis dengan uji Z. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Besarnya sumbangan biaya tenaga kerja terhadap biaya total usahatani padi mencapai 73,63%. Biaya total rata-rata yang dikeluarkan petani pemilik selama satu musim tanam adalah Rp 5.118.733,33 per luas lahan rata-rata. Adapun untuk biaya tenaga kerja mencapai Rp 3.768.766,67 per luas lahan rata-rata. (2) Pendapatan petani pemilik dalam satu musim tanam sebesar Rp.11.731.300,00 per luas lahan rata-rata, sedangkan penerimaan rata-rata buruhtani sebesar Rp.1.745.744,68. Pendapatan buruhtani ditambah dengan pendapatan dari usaha lain sebesar Rp. 2.609.574,47. | Analysis of farming has a lot to do, but no one ever noticed the income of farm laborers. This study aims to analyze the contribution of agricultural labor costs to the cost of rice farming and to analyze the differences in income between the owners of rice farmers and their workers. The method used was a survey. The target of this research is the income of farmers and farm workers in the village paddy Adipala Adipala District of Cilacap Regency. The sampling method used is simple random sampling. Total sample holder farmers and farm workers 60 people 47 people. Analysis of the data used is a description of the costs and revenues as well as analysis of variance with a paired t test (paired sample t test). The results showed that: (1) The amount of the contribution of labor costs on the cost of rice production reached 73.63%. The average total cost incurred during the peasant proprietors growing season is Rp 5,118,733.33 per land average area. As for labor costs reached Rp 3,768,766.67 per land average area. (2) Income owning farmers in the planting season for Rp.11.731.300,00 per land average area. As for the farm worker Rp.1.745.744,68. Income farm workers coupled with income from other businesses Rp. 2,609,574.47. | |
| 9560 | 10792 | H1D010055 | PEMANFAATAN SUPERPLASTICIZER UNTUK MENINGKATKAN KADAR POTONGAN BAN BEKAS SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS PADA BATAKO RINGAN HEMAT ENERGI DAN RAMAH LINGKUNGAN | Ban bekas adalah ban yang sudah tidak terpakai dan tidak dapat teruai dengan mudah apabila dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, perlu mengubah ban bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat yaitu dengan memanfaatkan ban bekas sebagai campuran pada batako. Ban bekas mempunyai sifat isolasi yang baik sehingga dapat diaplikasikan sebagai bahan pembuat dinding ruangan untuk menstabilkan suhu ruangan. Untuk memudahkan dalam mengerjakan, maka digunakan superplasticizer agar batako mampu memadat sendiri tanpa proses pemadatan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan ukuran batako 34,5 cm x 12,5 cm x 9 cm dan potongan ban bekas dengan ukuran 0,4 cm x 0,4 cm x 2 cm dengan kadar potongan ban bekas terhadap agregat adalah 50%, 55%, 60%, 65%, 70% dan 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konduktivitas thermal terbesar sebesar 0,37 W/mᵒC pada kadar potongan ban bekas 50% dan terkecil 0,22 W/mᵒC pada kadar potongan ban bekas sebesar 75%. Untuk kehilangan energi panas atau efektivitas panas yang diserap batako pada kadar potongan ban bekas 50% sebesar 1,724 watt/jam lebih besar dibandingkan dengan kadar potongan ban bekas 75% yaitu sebesar 1,56 watt/jam. Sehingga dengan kadar potongan ban bekas 75% dapat menghemat energi listrik sebesar 3,19 watt/jam. | Wasted tire is a tire that are not used and can not decompose easily. Therefore, we need to change wasted tire into something useful is to use the wasted tire as a mixture of the concrete blocks. Tire has a good isolatic, it can be applied as a material in a wall to stabilize room temperature. To increase workability, then used a superplasticizer so the concrete blocks can be compacted without compaction process. This research uses experimental method with dimension 34,5cm x 12,5 cm x 9 cm and pieces of wasted tire with dimension 0,4 cm x 0,4 cm x 2 cm with proportions 50%, 55%, 60%, 65%, 70%, and 75% toward aggregate. The result showed that the biggest thermal conductivity value was 0,37 W/m with proportion of wasted tire 50% and the smallest was 0,22 W/m with proportion of wasted tire 75%. The heat that absorbed by concrete blocks on proportion 50% as 1,724 watt/h bigger than 75% as 1,56 watt/h. So proportion of wasted tire 75% can save electrical energy for 3,19 watt/h. |