Artikelilmiahs

Menampilkan 9.521-9.540 dari 48.942 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
952111368F1C011019POLA KOMUNIKASI FANS KOREAN POP
(Studi Interaksi Fans Boyband Super Junior – Ever Lasting Friend Di Purwokerto)
Penelitian ini berjudul POLA KOMUNIKASI FANS KOREAN POP (Studi Interaksi pada Fans Boyband Super Junior – Ever Lasting Friend di Purwokerto). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ; (1) karakteristik Fans Boyband Super Junior – Ever Lasting Friend di Purwokerto (2) kegiatan yang dilakukan oleh Fans Boyband Super Junior – Ever Lasting Friend di Purwokerto dan (3) pola komunikasi yang terbentuk pada Fans Boyband Super Junior – Ever Lasting Friend di Purwokerto dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah Fans Boyband Super Junior di Purwokerto yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan triangulasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Karakteristik yang dimiliki Fans Boyband Super Junior di Purwokerto adalah sebagian besar hidupnya seperti minat, pikiran, waktu, dan aktivitasnya dihabiskan untuk Super Junior. (2) Kegiatan yang dilakukan Fans Boyband Super Junior di Purwokerto terdiri atas kegitan yang dilakukan secara pribadi oleh ELF maupun kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dalam satu fanbase. (3) Pola komunikasi Fans Boyband Super Junior di Purwokerto mengalami perbedaan. Komunikasi ELF dengan keluarga berbentuk terbuka, keterbukaan ini diawali dari orang tua yang ingin mengetahui tentang kegemaran anaknya. Pada komunikasi ELF dengan teman non ELF, ELF hanya terbuka pada teman dekatnya saja. ELF membicarakan mengenai Super Junior dengan kelurga dan teman non ELFnya namun jarang dan hanya sebatas memberi informasi. Sedangkan dengan sesama ELF komunikasi dan interaksinya lebih terbuka serta intens.
This research entitled COMMUNICATION PATTERN IN KOREAN POP FANS (Interaction Study on Super Junior Boyband Fans – Everlasting Friend in Purwokerto). Its purpose is to know; (1) fans characteristic of Super Junior Boyband – Ever Lasting Friend in Purwokerto; (2) activity by Super Junior Boyband Fans – Ever Lasting Friend in Purwokerto, and (3) communication pattern that is formed to interact by Super Junior Boyband Fans – Ever Lasting Friend in Purwokerto.
This research is a qualitative research with descriptive method. Its subject is Super Junior Boyband Fans in Purwokerto which is chosen by purposive sampling. Data collections use observation, in-depth interview, and documentation. Data analysis use interactive analysis method through data reduction, data showing, and conclusion drawing. Data validity that is used is source triangulation.
This research shows that; (1) fans characteristic by Super Junior Boyband Fans is they devote their interest, mind, time, activity to Super Junior. (2) Activity that is carried out by Super Junior Boyband Fans in Purwokerto consists on personal activity by ELF or together with the other fans in one fanbase. There is different communication pattern by Super Junior Boyband Fans in Purwokerto. If they come with their family, they are more open. It is started by their family that wants to know more about their children hobby. Communication between ELF and non ELF is less intimate except with their close friend. ELF also talks about Super Junior with their family and non ELF but just to give some information infrequently. While communication among fellow ELF is more open and intimate.
952211367C1B011018Analisis Pengaruh Harga, Media Promosi, Keragaman Produk dan Kepercayaan Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Secara Online (Studi Kasus Pada Pelanggan Bianca Shop Purwokerto)The purpose of this research was to analyze the influence of price, media promotion, product diversity and trust on consumer purchasing decisions online. The population in this study are all consumers Bianca Shop Purwokerto. By using purposive sampling, this research used 96 respondents. The data was analyze by using Path analyze. The result show that price, media promotion, product diversity and trust has influence to consumer purchasing decisions online.The purpose of this research was to analyze the influence of price, media promotion, product diversity and trust on consumer purchasing decisions online. The population in this study are all consumers Bianca Shop Purwokerto. By using purposive sampling, this research used 96 respondents. The data was analyze by using Path analyze. The result show that price, media promotion, product diversity and trust has influence to consumer purchasing decisions online.
95239543D1E009088PENGARUH MASA SIMPAN YANG BERBEDA PADA SUSU PASTEURISASI TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK (RASA) DAN KADAR PROTEIN KARAMEL

(THE INFLUENCE OF DIFFERENT STORAGE PERIOD OF PASTEURIZED MILK ON ORGANOLEPTIC PROPERTIES (TASTE) AND PROTEIN LEVEL OF CARAMEL)
Satria Indra Khariswondo*), Kusuma Widayaka, Pramono Soediarto.
Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto
*)e-mail : satria_indrak@ymail.com
ABSTRAK
Susu merupakan media yang sangat disukai mikroorganisme untuk tumbuh, dalam waktu yang sangat singkat susu menjadi tidak layak dikonsumsi bila tidak ditangani secara benar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan susu pasteurisasi pada refrigerator (5°C - 10°C) terhadap sifat organoleptik (rasa) susu dan kadar protein karamel. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diulang 4 kali. Sedangkan untuk pengujian organoleptik (rasa) menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang diuji adalah lama penyimpanan susu pasteurisasi, R0 = Susu Pasteurisasi sesaat, R1 = Susu Pasteurisasi disimpan pada refrigerator (5°C-10°C) selama 4 hari, R2 = Susu Pasteurisasi disimpan pada refrigerator (5°C-10°C) selama 8 hari, R3 = Susu Pasteurisasi disimpan pada refrigerator (5°C-10°C) selama 12 hari, R4 = Susu Pasteurisasi disimpan pada refrigerator (5°C-10°C) selama 16 hari. Peubah yang diukur adalah sifat organoleptik (rasa) dan kadar protein. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa lama penyimpanan susu pasteurisasi pada refrigerator (5°C - 10°C) berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap sifat organoleptik (rasa) karamel susu dan kadar protein karamel. Kesimpulan penelitian ini, semakin lama masa simpan susu pasteurisasi pada refrigerator (5°C-10°C) sampai dengan 16 hari, sifat organoleptik (rasa) dan kadar protein karamel tidak berbeda nyata atau relatif sama.
Kata Kunci: Karamel susu, sifat organoleptik, kadar protein.
ABSTRACT
Milk is the most preferred medium for the growith of microorganisms. Therefore, in a very short time the milk is not suitable for consumption when it is not handled properly. The study aimod to determine the effect of storage time of pasteurized milk at cool case (5°C - 10°C) on the organoleptic properties (taste) and milk protein content of caramel. The method used was completely randomized design (CRD) which was repeated 4 times. The testing of the organoleptic (taste) used a randomized block design (RBD). The treatments were pasteurized milk storage time: R0 = Milk Pasteurization in a short time, R1 = Milk Pasteurization stored in a refrigerator (5°C-10°C) for 4 days, R2 = Milk Pasteurization stored in a refrigerator (5°C-10°C ) for 8 days, R3 = Milk Pasteurization stored in a refrigerator (5°C-10°C) for 12 days, R4 = Milk Pasteurization stored in a refrigerator (5°C-10°C) for 16 days. The variables measured were the organoleptic properties (taste) and protein levels. The data were analyzed using analysis of variance and tested further by Honestly Significant Difference test (HSD). The results of analysis of variance showed that pasteurized milk storage time in the refrigerator (5°C - 10°C) did not affect significantly (P> 0.05) on the organoleptic properties (taste) and protein content of milk caramel. The conclusion of this study, the longer the shelf-life of pasteurized milk in the refrigerator (5°C-10°C) up to 16 days, organoleptic properties (taste) and caramel protein levels were not significantly different or relatively similiar.
Keywords: milk caramel, taste, protein content.
95249544E1A010215TINDAKAN PREVENTIF DAN REPRESIF POLISI DALAM MENANGANI KASUS TAWURAN ANTAR PELAJAR (Studi Di Polres Metro Jakarta Timur)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tindakan preventif dan represif polisi dalam menangani kasus tawuran antar pelajar di wilayah Polres Metro Jakarta Timur serta mengidentifikasi faktor – faktor yang mendorong dan menghambat polisi dalam menangani kasus tawuran antar pelajar di wilayah Polres Metro Jakarta Timur. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis sosiologis. Data yang diperoleh kemudian dianalisi secara deskriptif kualitatif. Penentuan sampel yang digunakan adalah secara purpose sampling terdiri dari KASUBAG HUMAS Polres Metro Jakarta Timur, KANIT BIN TIBMAS Polres Metro Jakarta Timur dan anggota Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur.
Tindakan preventif yang dilakukan Polres Metro Jakarta Timur untuk menangani kasus tawuran antar pelajar sudah cukup baik. Tindakan preventif yang dilakukan adalah dengan mengadakan penyuluhan ke sekolah – sekolah, melakukan razia, menempatkan para personil polisi di titik – titik rawan tawuran, mengadakan pelatihan polisi cilik, polisi siswa dan pelatihan di SPN Lido milik Polda Metro Jaya, sedangkan tindakan represif yang dilakukan polisi adalah dengan mengamankan para pelajar yang terlibat tawuran hingga melakukan penyidikan bagi pelajar yang terindikasi melakukan tindak pidana sesuai dengan Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Dalam menangani kasus tawuran antar pelajar tentunya ada faktor yang mendorong dan menghambat polisi. Faktor yang mendorong dalam menangani kasus tawuran antar pelajar seperti tingginya tingkat profesionalisme aparat Polres Metro Jakarta Timur dan adanya kerjasama dengan instansi terkait, sedangkan faktor yang menghambat seperti tidak seimbangnya jumlah personil polisi dengan sekolah yang ada, sulitnya menyadarkan para pelajar, pendanaan yang masih kurang, faktor orang tua/wali dan kendala teknik.
Kata kunci : Tindakan preventif, tindakan represif, tawuran antar pelajar.
This research aims to know the effects of preventive and repressive measures handling students clash in the East Jakarta Metro Police Resort and to identify the driving and inhibiting factors involved. The method used is sosiological juridical approach. The data obtained and analyzed by descriptive qualitative. The samples used are purpose samplings that consist of the Head of Public Relation, the Head Unit of BIN TIBMAS, and the members of the Criminal Investigation East Jakarta Metro Police Resort.
The preventive measures undertaken bythem are quite good. Those are by conducting counseling for schools, conducting raid regulary, putting police personels at the vulnarable points, conducting the police training for kids, students, and students of LIDO State Police School owned by Metro Jaya local police. The repressive measures applied are by securing students involved in clash and investigating them who are indicated doing criminal. It is accordance in Criminal Justice System Children Act 11 of 2012. There are several driving and inhibiting factors relating to the students clash. The driving factors are high rates of professionalism in the East Jakarta Metro Police Resort and good coorporation between other relative institution. Meanwhile the inhibiting factors are imbalace between the numbers of police personels and the numbers of schools, difficulities students aware of theclash dangers, lack of funding, lack of parental participations, and technical constraints.
Keywords : Preventive measures, repressive measures, students clash.

952510766A1L010095Uji Kemempanan Empat Isolat Trichoderma sp. Terhadap Penyakit Antraknosa Cabai (Capsicum annum L)Penelitian bertujuan untuk mengetahui isolat Trichoderma sp. yang paling baik untuk mengendalikan penyakit antraknosa dan mengetahui pengaruh pemberian isolat Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2014 sampai Agustus 2014 bertempat di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 16 perlakuan dan diulang 3 kali, masing-masing perlakuan sebanyak 2 tanaman. Perlakuan terdiri atas: kontrol, fungisida berbahan aktif propineb 70%, Trichoderma sp. isolat jahe, isolat nanas, isolat pisang, isolat bawang merah, kombinasi Trichoderma sp. isolat jahe + isolat nanas, isolat jahe + isolat pisang, isolat jahe + isolat bawang merah, isolat nanas + isolat pisang, isolat nanas + isolat bawang merah, isolat pisang + isolat bawang merah, isolat jahe + isolat nanas + isolat pisang, isolat jahe + isolat nanas + isolat bawang merah, isolat nanas + isolat pisang + isolat bawang merah, serta isolat jahe + isolat nanas + isolat pisang + isolat bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan keempat isolat Trichoderma sp. baik tunggal maupun gabungan mempunyai kemampuan yang sama dalam menekan penyakit antraknosa cabai dan belum dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai.The research aimed at knowing the best Trichoderma sp. isolates for controlling antracnose disease and the effect of Trichoderma sp. isolates on the growth and yield of chili. This research was carried out at the Laboratory of Plant Protection and the experimental field of Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University, from March to August 2014. Randomized Completly Block Design (RBDC) was used with 16 treatments and 3 replicates. The treatments were control, fungicides with ingredient of active propineb 70%, Trichoderma sp. isolates ginger, pineapple, banana, and shallot, combination of isolates ginger + pineapple, ginger + banana, ginger + shallot, pineapple + banana, pineapple + shallot, banana + shallot, ginger + pineapple + banana, ginger + pineapple + shallot, pineapple + banana + shallot, and ginger + pineapple + banana + shallot. Results of the research showed the treatment of four isolates of Trichoderma sp. either alone or in combination gave the same ability to suppress the disease and had no effect to increase growth and yield of chili.
952610784F1B010030Evaluasi Dampak Pemberdayaan Masyarakat Dalam Program Kelompok Usaha Bersama Corporate Social Responsibility PT Antam (Persero) Tbk, di Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag, Kabupaten PurworejoCorporate Social Responsibility (CSR) adalah sebuah kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia untuk pihak perusahaan supaya tetap memegang kaidah keselarasan dan keseimbangan dalam pembangunan kepada masyarakat. Salah satu contoh implementasi CSR dilakukan oleh PT Antam (Persero) Tbk di wilayah eks tambang Pantai Ketawang, yaitu Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Program KUBE adalah program pemberdayaan masyarakat wilayah eks tambang khususnya di Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo. Program kelompok usaha bersama meliputi bidang pertanian-perikanan-peternakan terpadu serta lembaga keuangan ekonomi masyarakat dengan terbentuknya koperasi. Target akhir pelaksanaan Program KUBE adalah dapat terbentuknya masyarakat yang mandiri pangan, ekonomi, pendidikan, dan dalam menjaga kelestarian alam.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan menganalisis seberapa besar keberhasilan pemberdayaan kelompok treatment di bidang pangan, ekonomi, teknologi, dan kelestarian lingkungan dalam Program KUBE CSR PT Antam (Persero) Tbk, di Desa Munggangsari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif before after. Komparatif before after adalah sebuah pendekatan evaluasi dengan membandingkan keadaan sebelumnya melalui keterwakilan pada kelompok kontrol serta membandingkan kondisi setelah adanya program melalui kondisi pada kelompok treatment. Sampel yang diambil dari kedua kelompok sebagai responden dengan keseluruhan berjumlah 104 orang dengan perbandingan jumlah dan karakteristik yang sama. Analisis data penelitian ini menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas data, uji homogenitas dan uji t-test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi pemberdayaan masyarakat di Desa Munggangsari, dimana pada kelompok treatment (kelompok penerima Program KUBE) lebih berdaya dibandingkan dengan kelompok kontrol (kelompok yang tidak mendapatkan Program KUBE).


Kata Kunci : CSR, Program KUBE, Pemberdayaan Masyarakat
Implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) policy in the former mining region Ketawang beach by Group Joint Venture (KUBE). KUBE is community empowerment programs that located in the former mining area, especially in the village of Munggangsari, Purworejo Regency. Group Joint Venture is including integrated agriculture-fishery-livestock, economic, and financial institutions with the formation of cooperative societies. The final target of the impelementation of KUBE program is the establishment of an independent community in food, economy, education, and the preservation of nature.
The purpose of this study is to evaluate and analyze how much the success of the community empowerment in food, economic, technological, and environmental sustainability in the CSR Program KUBE PT Antam (Persero) Tbk, in the village of Munggangsari. The method used in this study the quantitative method with a comparative approach before after, that approach is a comparative evaluation by comparing the treatment grop and a control group, and compare the before and after situation of program. Samples were taken as respondents totaling one hundred four people consisting of two groups of samples with the same number of comparisons. For data analysis using descriptive statistics, testing normality, homogeneity test, and t-test. The result showed that the community empowerment in Munggangsari village, Purworejo Regency, where the treatment group (group receiving KUBE Program) is more powerfull than the control group (a group that does not get KUBE Program).

Keywords : CSR, KUBE Program, Community Empowerment
95279545E1A009057IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN PELAKU DAN KORBAN ANAK TINDAK PIDANA PENCABULAN WILAYAH HUKUM KOTA BEKASI (Studi Implementasi dalam Putusan :344/Pid B/2012/PN.BKS)Seiring dengan berkembang nya zaman yang modern ini semakin beragam tindak pidana salah satu nya tindak pidana yang bertentangan dengan norma kesusilaan, tindak pidana yang sering terjadi adalah pencabulan atau persetubuhan yang dilakukan oleh anak dibawah umur seperti kasus yang terjadi pada Putusan Nomor 344/Pid. B/2012/PN.Bks dalam kasus tersebut pelaku dan korban masih berusia 16tahun.Dalam proses peradilan pidana baik pelaku dan korban menghendaki keadilan. Bagi pelaku menghendaki perkaranya diperiksa secara adil dengan mengindahkan hak – haknya serta aturan main yang telah ditentukan, namun bagi korban menghendaki agar pelaku dihukum seberat – beratnya bahkan berharap adanya ganti rugi untuk memulihkan keadaan kepentingan pelaku disini lebih diperhatikan dari pada hak – hak korban. Perlindungan yang diberikan untuk melindungi pelaku dan korban merupakan salah satu hal yang menarik untuk diperhatikan
Permasalahan dan tujuan penelitian yang diambil antara lain : mengetahui dan menganalisis penerapan unsur – unsur Pasal 81 ayat 2 Pasal 81(2) UU 23 Tahun 2002 tentang Undang-undang Perlindungan Anak dalam perkara Nomor: 344/Pid.B/2012/PN.Bks. Mengetahui dan menganalisi implementasi perlindungan pelaku dan korban anak tindak pidana pencabulan dalam perkara Nomor: 344/Pid.B/2012/PN.Bks.
Metode yang digunakan dalam adalah dengan metode pendekatan yuridis sosiologis. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.
Perlindungan hukum terhadap pelaku dan korban tindak pidana pencabulan putusan perkara Nomor: 344/Pid.B/2012/PN.Bks telah sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku namun belum maksimal. Pelaku tetap dijatuhi pidana penjara dalam Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 Pasal 64 ayat 2 huruf D hakim harus memberikan penjatuhan sanksi yang tepat untuk anak demi kepentingan anak.Undang – Undang Nomor 11 tahun 2012 pidana penjara merupakan ultimatum remedium sehingga untuk kasus anak harus dilakukan upaya diversi yang mengarah pada restorative justice. Untuk perlindungan korban masih terdapat beberapa faktor yang menghambat pelaksanaan nya belum berjalan secara maksimal yaitu faktor perundang – undangan, Sumber Daya Manusia dan fasilitas.
Along with the development of modern era, there aremany emerging criminal offense increasingly. One of them is contrary to the norm of decency. It is commited by the minors such as in decision case n. 344/PLB/2012/PN.Bks. In such case, both suspect and victim is under 16 years old and want a justice during the criminal process running. The suspect wants his case examined equitably in line with his rights and the regulation. However, the victim wants the suspect will be punished, even the victim wants getting compentation for recovering her need which is in accordance with the rights. Therefor, the protection for both the suspect and the victim is intersting to be studied.
The problems and the purposes of this research are included: identifying and analyzing of elements appilcation of Children Protection Act 23 article 81(2) of 2002 accordance in case n. 344/PLB/2012/PN.Bks, knowing and analyzing the protection implementation of suspect and victim under the children sexual harrasment case n. 344/PLB/2012/PN.Bks.
The method used is sosiological juridical approach. The data obtained and analyzed by descriptive qualitative which consist of primary data and secondary one. Legal protection for the suspect and the vitim under sexual harrasment case verdict n. 344/PLB/2012/PN.Bks has comformed with the general law regulation, but it has not maximized. The suspect still sentenced in linewith the act 23 of 2002 article 64 (2) letter D that the judges have to give the imposition of appropriete sanction for beneficial children victim. The act 11 0f 2012 imprisonment is the ultimatum remendium, therefor a diversion effort relates to the restorative justice. For the victim protection, there are several inhabiting factors, such as legislation invitation factor, human resources, and facilities. Nevertheless, the implementation has not run optimally.
95289546A1L010017SEBARAN C ORGANIK PADA TANAH SAWAH DI KECAMATAN KROYA KABUPATEN CILACAP JAWA TENGAHPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar dan sebaran C organik pada lahan sawah di sebagian wilayah Kroya serta mengetahui korelasi antara kadar C organik dengan produksi padi sawah yang ada di wilayah Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. Dalam peneletian ini dilakukan dengan metode survei secara proposional sampling berdasarkan luasan SLH, yaitu setiap 100 ha di ambil 1 sampai 2 sampel tanah. Sampel tanah yang diambil berdasarkan tiga variasi kedalaman yaitu 0-20, 20-40, 40-60 cm dengan sistem komposit yang kemudian dianalisis di laboratorium guna mengetahui kadar C organiknya. Hasil penelitian menunjukan sebaran C organik di daerah penelitian dikategorikan dengan harkat rendah pada SLH I, II ,IV ,V dan VI dengan luas 1603,421 ha yang mencangkup hampir seluruh desa dengan nilai rata-rata sebesar 1,2574 % serta SLH III dikategorikan harkatnya sangat rendah dengan luas 17,953 ha dengan nilai sebesar 0,901 % yang berada di salah satu desa Pesanggrahan. Hasil analisis regresi statistik menunjukan bahwa C organik dengan produksi padi dinyatakan tidak signifikan atau tidak memiliki hubungan yang cukup kuat, karena hasil yang di dapat menunjukan korelasi yang sangat kecil, karena r2 tidak mendekati 1, hal ini karena sumbangan C organik terhadap rata-rata produksi padi hanya sebesar r2 = 0.326 atau 32,6 %.This research was aims to know the amount and distribution of C organic in the paddy soil in parts of Kroya and figure out the correlation between the levels of organic rice production with C rice paddies in the District of Kroya Cilacap Regency. In the peneletian is done by the method of proportional sampling survey based on total area of SLH, i.e. every 100 ha in take 1 to 2 samples of the soil. A soil sample taken based on three variations of the depth of 0-20, 20-40, 40-60 cm with a composite system is then analyzed in a lab to find out the levels of C organic. The results showed the distribution of organic C in the study area were categorized with low dignity at SLH I, II, IV, V and VI with an area of 1603.421 hectares which covers almost the entire village with an average value of 1.2574% and SLH III categorized dignity very low with an area 17.953 ha with a value of 0.901% which is in one of the Houses. Results of statistical regression analysis showed that organic C with Rice production is insignificant or does not otherwise have a fairly strong relationship, because the results can show that the correlation is very small, because r2 is not close to 1, this is due to the contribution of organic C to the average production rice only for r2 = 0.326 or 32.6%.
95299547H1H010017PENGARUH EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP EKTOPARASIT Trichodina spp. PADA BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus)Penggunaan obat herbal contohnya bawang putih berpotensi untuk mengobati Trichodina spp. karena tidak meninggalkan residu. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih terhadap infeksi (prevalensi, intensitas dan kelimpahan) Trichodina spp. dan sintasan benih ikan nila (Oreochromis niloticus) serta menentukan dosis ekstrak bawang putih yang paling optimum untuk mengendalikan parasit ini. Berdasarkan hasil uji toksisitas, dosis 0 ppt, 1 ppt, 1,5 ppt dan 2 ppt dengan durasi rendaman 60 menit digunakan dalam penelitian utama. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 10 ekor ikan sebagai ulangan. Hasil penelitian menunjukan semua dosis secara signifikan menurunkan nilai kelimpahan Trichodina spp. dengan nilai terkecil pada dosis 1,5 ppt yaitu 0 ind parasit/ikan. Tidak terdapat perbedaan nyata pada nilai kelimpahan antar dosis 1ppt, 1,5 ppt dan 2 ppt. Perlakuan dengan ekstrak bawang putih juga menurunkan nilai prevalensi terutama pada dosis 1,5 ppt dan 2 ppt. Hanya saja perlakuan ini menurunkan sintasan benih ikan nila 0 dan atau 7 hari setelah perendaman terutama pada dosis 2 ppt. Mortalitas yang terjadi tersebut mengakibatkan dosis optimum ekstrak bawang putih untuk pengendalian Trichodina spp. belum dapat ditentukanHerbal medicine, for example the use of garlic, has great potential to be implemented in control of Trichodina sp., a common parasitic protozoan in fish. The purpose of this study is to measure effect of garlic extract on infection level of Trichodina spp. and survival rate of the infected nile tilapia (Oreochromis niloticus) and to determine proper dose of garlic extract for treating this parasite. Based on result of toxicity test, doses of 0 ppt, 1 ppt, 1.5 ppt and 2 ppt with a duration of 60 minutes immersion were used in the main experiment. The main experiment was conducted based on completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 10 fish as replicates. The result showed all doses of garlic extract decreased prevalence, intensity, and abundance of Trichodina spp. infection. Treatment of garlic extract also lowered the prevalence, especially at doses of 1.5 ppt and 2 ppt. However these treatments decreased the survival rate of tilapia seed at 0 and or 7 days after immersion, in particular at a dose of 2 ppt. Due to mortality occured during and after treatments, optimum dose of garlic extract to remove Trichodina spp. from the fish could not be determined yet.
953011389E1A011224TINJAUAN YURIDIS BERAKHIRNYA JANGKA WAKTU SEWA RUMAH DALAM PERJANJIAN SEWA MENYEWA WAKTU TAK TERTENTU (Studi Kasus Putusan Nomor: 296/Pdt.G/2011/PN. Jkt. Tim.)Penelitian ini berjudul “TINJAUAN YURIDIS BERAKHIRNYA JANGKA WAKTU SEWA RUMAH DALAM PERJANJIAN SEWA MENYEWA WAKTU TAK TERTENTU (Studi Kasus Putusan Nomor: 296/Pdt.G/2011/PN. Jkt. Tim.)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana berakhirnya jangka waktu sewa rumah dalam perjanjian sewa menyewa waktu tak tertentu, serta benarkah pertimbangan hakim dalam memutus berakhirnya perjanjian sewa menyewa rumah dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur No. 296/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Tim. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dan spesifikasi penelitian adalah preskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode analisis data secara kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pengaturan mengenai berakhirnya perjanjian sewa menyewa rumah yang berbentuk tertulis maupun lisan yang tidak menetapkan jangka waktu diatur oleh KUH Perdata. Setelah tahun 1992 pengaturannya diatur oleh Undang-Undang No. 4 tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman yaitu berakhirnya demi hukum pada tahun 1995. Setelah tahun 1995 Undang-Undang No. 4 tahun 1992 tidak mengatur bagaimana cara berakhirnya apabila masih terdapat pejanjian sewa menyewa rumah yang tidak menetapkan jangka waktu. Maka dari itu pengaturan mengenai berakhirnya perjanjian sewa menyewa rumah yang berbentuk tertulis maupun lisan yang tidak menetapkan jangka waktu yang berlangsung setelah tahun 1995 berakhirnya kembali berdasarkan pasal 1571 KUH Perdata yaitu dengan cara pemberitahuan oleh salah satu pihak bahwa perjanjian sewa menyewanya berakhir.
This research entitled “A JURIDICAL REVIEW OF EXPIRATION OF THE LEASE HOUSE AGREEMENT INDEFINITELY (Case Study Decision Number 296/Pdt.G/2011/PN. Jkt. Tim)”. Research is aimed to determine how the expiration of the lease term of home in the lease agreement indefinitely, and what the consideration of the judge in deciding the expiration of the lease homes agreement in East Jakarta District Court Decision No. 296 / Pdt.G / 2011 / PN .Jkt. Tim. This research applies method yuridis normative and specification of research is prescriptive. The data are secondary data with qualitative data analysis.
The results of the study showed that the regulation about the expiration of the lease house with written or oral form that does not set a time period regulated by KUH Perdata. After 1992, Regulation is arranged by Law No. 4 of 1992 on Housing and Settlement was ended by law in 1995. After 1995, Law No. 4 of 1992 does not regulate how the expiration of the lease agreement if there is any renting a house that does not set a time period. Thus the regulation of expiration of the lease homes agreement written or oral form that does not set a time period which takes place after the 1995 ended up back based on Article 1571 of KUH Perdata by way of one of the parties inform the expiration of lease agreement.
953111738H1E011025IDENTIFIKASI POTENSI PENYEBARAN ZONA MINERALISASI EMAS SISTEM EPITHERMAL BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE INDUCED POLARIZATION DI DAERAH GUNUNG PONGKOR KABUPATEN BOGORPenelitian geolistrik metode Indunced Polarization menggunakan konfigurasi dipol-dipol untuk mengetahui zona potensi mineralisasi emas berdasarkan nilai resistivity dan nilai chargeability serta untuk mengetahui persebaran zona mineralisasi emas telah dilakukan di daerah Gunung Pongkor Kabupaten Bogor. Akuisisi data menggunakan alat Phoenix Geophysics terdiri dari 4 lintasan dengan panjang tiap lintasan 1600 m, jarak antar titik sebesar 100 m dan arah dari lintasan N60˚E. Pengolahan data menggunakan metode inversi dengan bantuan software RES2DINV. Selanjutnya data diinterpretasikan dengan bantuan software SURFER10 dan untuk penampang 3D menggunakan Software Oasis Montaj versi 6.4.2 (HJ). Dari pengolahan data dan interpretasi diperoleh pada lintasan-100 zona mineralisasi pada kedalaman 250 – 300 m dengan ketebalan ± 50 m yang terletak antara titik 300 – 600 m. Zona mineralisasi pada lintasan-200 berada pada kedalaman 200 – 250 m terletak antara titik 200 – 750 m dengan ketebalan ± 50 m. Pada lintasan-300 terdapat dua zona mineralisasi emas dengan kedalaman 250 – 300 m yang diperkirakan memiliki ketebalan ± 50 m terletak antara titik 0 – 200 m dan antara titik 350 – 600 m. Sedangkan pada lintasan-400 terletak dekat dengan permukaan yaitu pada kedalaman ± 100 m yang terletak antara titik 650 – 950 m dengan ketebalan ± 50 m. Arah penyebaran zona mineralisasi emas di daerah penelitian ini secara keseluruhan dapat disimpulkan mempunyai arah barat laut-tenggara.Research Induced polarization geoelectric method using dipole-dipole configuration to determine the potential for gold mineralization zones based on the value of the resistivity and chargeability values and to determine the distribution of the gold mineralized zone has been done in the area of Mount Pongkor Bogor Regency. Data acquisition using a Phoenix Geophysics there are 4 tracks with the length of each track 1600 m, the space between the point of 100 m and the direction of the tracks N60˚E. Processing data using inversion method with of software RES2DINV. Data will be interpreted with of software SURFER10 and to cross-section Oasis Montaj 3D using software version 6.4.2 (HJ). Processing and interpretation of the data obtained in the line-100 mineralized zone at a depth of 250-300 m with a thickness of ± 50 m, located between the point 300-600 m. Mineralized zones on the line-200 is at a depth of 200-250 m lies between the point 200-750 m with a thickness of ± 50 m. In line-300 there are two zones of gold mineralization to a depth of 250-300 m which is expected to have a thickness of ± 50 m lies between the point 0-200 m and between the point 350-600 m. While the line-400 is located close to the surface that is at a depth of ± 100 m, located between the point 650-950 m with a thickness of ± 50 m. Directions deployment zones of gold mineralization in the study area as a whole can be concluded to have the northwest-southeast.
95329548F1F010015A COMPARATIVE STUDY OF PERSUASION TECHNIQUE ON OBAMA’S SPEECHES IN THE LAST CAMPAIGN OF PRESIDENTIAL ELECTION 2008 AND 2012Penelitian berjudul A Comparative Study of Persuasion Technique on Obama’s Speeches in The Last Campaign of President Election 2008 and 2012 bertujuan untuk menemukan perbedaan teknik persuasi yang digunakan oleh Obama dalam pidato pada kampanye terakhir tahun 2008 dan 2012 dengan mengidentifikasi teknik persuasi yang Obama gunakan di setiap pidatonya.
Peneliti menganalisa teknik persuasi berdasarkan teori oleh Rank. Terdapat lima (5) teknik persuasi yang dikemukakan oleh Rank, yakni attention getting, confidence building, desire stimulating, urgency stressing, and response seeking.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan kualitatif deskriptif sebagai desain penelitian. Pertama data dianalisa dengan menemukan teknik persuasi dalam kedua pidato, mengklasifikasikan data ke dalam lima (5) teknik persuasi, menjelaskan teknik persuasi berdasarkan teori persuasi oleh Rank, dan membandingkan teknik persuasi dalam pidato kampanye terakhir pada tahun 2008 dan 2012.
Dari analisis data, peneliti menemukan 135 teknik persuasi pada tahun 2008 dan 236 teknik persuasi pada tahun 2012. Kedua pidato ini berisi attention getting technique, confidence building technique, desire stimulating technique, urgency stressing technique, and response seeking technique.Terdapat beberapa perbedaan yang peneliti temukan dalam kedua pidato. Perbedaan terbesar terlihat pada jumlah teknik persuasi yang digunakan Obama pada kedua pidato yang mana terlihat lebih banyak pada tahun 2012 dibandingkan pada tahun 2008. Obama memberikan solusi spesifik terhadap topik yang berkaitan dengan masalah negara. Pada pidato tahun 2012, Obama terlihat lebih nyaman dengan melakukan improvisasi dengan melibatkan penonton dalam pidatonya. Keberanian Obama juga lebih terlihat pada penyampaian pidato tahun 2012 dengan menggunakan saran-saran secara explisit mengenai pemilihan presiden yang mana tidak terlihat di pidato tahun 2008. Peneliti berharap penelitian ini dapat memotivasi peneliti lain yang tertarik untuk meneliti teknik persuasi untuk dapat menganalisa topik yang sama lebih dalam.
The research entitled A Comparative Study of Persuasion Technique on Obama’s Speeches in The Last Campaign of President Election 2008 and 2012 is aimed at describing the differences of the persuasion technique on Obama’s last campaign speeches in 2008 and 2012 by identifying the persuasion technique that Obama used in each speech.
This research analyzes persuasion technique based on Rank’s theory. There are five (5) persuasion technique published by Rank: attention getting, confidence building, desire stimulating, urgency stressing, and response seeking.
The researcher used descriptive qualitative as the type of the research. The data were analyzed firsly by finding the persuasion technique on the speech, classifying the data into five (5) techniques of persuasion, describing the persuasion technique based on Rank’s theory, and comparing persuasion technique on last campaign speech in 2008 and 2012.
From the data analysis, the researcher finds 135 persuasion technique in 2008 and 236 persuasion technique in 2012. Both of the speeches consist of attention getting technique, confidence building technique, desire stimulating technique, urgency stressing technique, and response seeking technique. There are differences that the researcher found in the speeches. The major differences is seen in the number of the persuasion technique used by Obama which was seen more in 2012 rather than in 2008. Obama used spesific solution related with the problem of the country. In 2012, Obama was seen more comfortable with the improvisation which involved more audience in his speech. The bravery of Obama also seen in 2012 by saying the explicit suggestion toward the audience which was not seen in 2008. The researcher hopes this research can motivate other researcher who are interested analyzing persuasion technique to analyze this topic more deeply.
953310786C1K010006ANALYZING THE EFFECT OF MERGER AND ACQUISITION (M&A) ANNOUNCEMENT ON RETURN, ABNORMAL RETURN AND TRADING VOLUME ACTIVITY (TVA)
(EMPIRICAL STUDY ON SHANGHAI STOCK EXCHANGE IN 2009-2013)
Merger dan Akuisisi (M & A) telah menjadi salah satu metode favorit untuk mencapai target pertumbuhan dan memenuhi tuntutan kunci pemegang saham, menjaga tujuan perusahaan dalam nilai pemegang saham untuk meningkatkan tujuan peusahaan. Dan kemudian, untuk meningkatkan total permintaan dari perusahaan dan mempengaruhi harga pasar saham. Jika harga saham meningkat dapat meningkatkan nilai perusahaan yang dapat meningkatkan kekayaan pemegang saham. Penelitian ini mengkaji untuk return, abnormal return, dan aktivitas volume perdagangan (TVA) perusahaan pengakuisisi di China pada periode 2009-2013 terhadap pengumuman merger dan akuisisi (M & A). Dalam penelitian juga menemukan research gap antara hasil penelitian hasil sebelumnya. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, penelitian ini menggunakan 25 perusahaan manufaktur sebagai sampel dan terdaftar pada Bursa Efek Shanghai (SSE) pada periode 2009-2013 dengan 25 peristiwa M&A. Penelitian ini menggunakan event studi sebagai metode untuk estimasi periode 10 hari sebelum dan 10 hari setelah M&A pengumuman. Sementara itu, penelitian ini menggunakan Market Adjusted Model dengan menggunakan model ini tidak perlu digunakan periode estimasi untuk membentuk model estimasi, karena kembali surat berharga diperkirakan sama dengan return indeks pasar. Alat statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Paired sample t-test dan alat normalitas digunakan untuk mendistribusikan data Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil perhitungan dari alat uji Wilcoxon Signed Rank Test membuktikan bahwa data return terdistribusi secara normal sedangkan abnormal return dan TVA terdistribusi tidak normal. Hasil perhitungan Paired sample t-test membuktikan bahwa M&A signifikan secara statistik pada perbedaan return pada hari t-10 dan t+10 dan tidak signifikan terhadap abnormal return dan aktivitas volume perdagangan (TVA) pada hari t-10 dan t+10 pengumuman.Merger and Acquisition (M&A) has been one of the favorite methods of achieving growth targets and appeasing key stakeholders, vigilant in their goal increase shareholder value. And then, it could be increasing the total demand of the enterprise and influence the stock market price. If the stock price is increase it can be increase the value of enterprise which can upgrade the shareholders wealth. The paper examines to the return, abnormal return, and trading volume activity (TVA) of acquiring companies in China during period 2009-2013 due to the announcement of mergers and acquisitions (M&A). The studies also find the research gap between results of previous study. By using purposive sampling, this research used 25 manufacture companies as sample list on Shanghai Stock Exchange (SSE) in period 2009-2013 with 25 events of M&A. This research used event study as the method to estimation period 10 days before and 10 days after M&A announcement. Meanwhile, this research used Market Adjusted Model by using this model it is not necessary to used estimate period to establish the estimation model because securities return was estimated are equal with market index return. Statistical tool used to test the hypothesis is Paired sample t-test and normality tool used to distributed the data is Wilcoxon Signed Rank Test. The calculation results ofWilcoxon Signed Rank Test proved that the return data are distributed normally. The calculation results of Paired sample t-test proved that M&A statistically significant on returns on the days t-10 and t+10 and not significant difference on abnormal return and trading volume activity (TVA) around t-10 and t+10 announcement.
953413450B1J011098UJI KEMAMPUAN ANTAGONIS Trichoderma spp. SEBAGAI AGENSIA PENGENDALI HAYATI PATOGEN Fusarium sp. PENYEBAB PENYAKIT LAYU TANAMAN TOMATPenyakit layu Fusarium yang disebabkan oleh patogen Fusarium sp. merupakan penyakit yang sering ditemui pada tanaman tomat dan dapat menyebabkan kerugian mencapai 35%. Pengendalian penyakit menggunakan pestisida dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan manusia, pencemaran lingkungan, dan resistensi patogen. Alternatif pengendalian yang lain adalah menggunakan agensia hayati yang bersifat antagonis. Trichoderma spp. merupakan agensia hayati yang sering digunakan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan Trichoderma spp. dalam menghambat pertumbuhan Fusarium sp. dan perkembangan penyakit layu pada tanaman tomat, serta mengetahui spesies Trichoderma yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Fusarium sp. dan kejadian penyakit layu Fusarium pada tanaman tomat. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi serta green house Fakultas Biologi Unsoed pada bulan April-Oktober 2015. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 uji, yaitu uji kompetisi, antibiosis, dan in vivo. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F dengan tingkat kesalahan 5% dan 1%, hasil yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichoderma spp. memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan Fusarium sp. dan perkembangan penyakit layu Fusarium pada tanaman tomat. T. harzianum adalah Trichoderma yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan patogen Fusarium sp. isolat tomat dan kejadian penyakit layu pada tanaman tomat.Fusarium wilt disease caused by the pathogen Fusarium sp. is a disease that is often found in tomato plants and can cause losses of 35%. Disease control the use of pesticides can cause problems for human health, environmental pollution, and pathogen resistance. Another alternative is to use a control biological agents that are antagonistic. Trichoderma spp. are the biological agents that often used. This study aims to determine the ability of Trichoderma spp. in inhibiting the growth of Fusarium sp. and the development of wilt disease in tomato plants, as well as knowing Trichoderma species are most effective in inhibiting the growth of Fusarium sp. and the incidence of Fusarium wilt disease in tomato plants. The study was conducted at the Laboratory of Mycology and Phytopathology and green house of Faculty of Biology Unsoed in April-Oktober 2015. The design used was completely randomized design (CRD) with 3 test, the test competition, antibiosis, and in vivo. Data were analyzed using the F test with an error rate of 5% and 1%, the results were significantly followed by Least Significant Difference test (LSD). The results showed that Trichoderma spp. have the ability to inhibiting the growth of Fusarium sp. and the development of Fusarium wilt disease in tomato plants. T. harzianum is most effective in inhibiting the growth of the pathogen Fusarium sp. tomato isolates and incidence of Fusarium wilt disease in tomato plants.
953511335A1C011076Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan rumah tangga petani jamur tiram putih di kota purwokertoUsahatani jamur tiram putih merupakan sumber pendapatan terbesar bagi sebagian besar petani jamur tiram putih di Purwokerto namun belum dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga secara keseluruhan, sehingga ada yang menekuni usaha lain. Perbedaan pendapatan dipengaruhi oleh luas lahan, jumlah anggota keluarga, pekerjaan di luar usahatani jamur tiram putih, umur petani, pendidikan formal dan pengalaman petani dalam berusahatani. Penelitian bertujuan untuk: (1)mengidentifikasi dan menganalisis profil usahatani jamur tiram putih (2)menghitung besarnya sumbangan pendapatan usahatani jamur tiram putih terhadap pendapatan rumah tangga keluarga petani (3)mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan rumah tangga petani. Metode yang digunakan adalah metode survei terhadap 29 petani jamur tiram putih yang diambil secara purposive. Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari hingga Februari 2015. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis income share dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Usahatani jamur tiram putih sebagian besar dilakukan oleh petani pada usia produktif dengan rata-rata jumlah baglog yang diusahakan sebesar 3793 baglog, penerimaan sebesar Rp18.104.655,00, biaya sebesar Rp11.720.482,00 dan pendapatan sebesar Rp6.384.173,00 untuk satu musimnya (empat bulan) (2) sumbangan rata-rata pendapatan yang diberikan petani dari usahatani jamur tiram putih terhadap pendapatan rumah tangganya merupakan sumbangan terbesar yaitu sebesar Rp1.596.043,00 per bulan atau 35,41 persen (3)faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan rumah tangga adalah jumlah pekerjaan di luar usahatani jamur tiram putih dan pendidikan formal yang ditempuh oleh petani. Pengaruh langsung terbesar terhadap pendapatan rumah tangga petani adalah jumlah pekerjaan di luar usahatani jamur tiram putih. Jalur tidak langsung yang paling berpengaruh terhadap pendapatan rumah tangga petani adalah jumlah pekerjaan diluar usahatani jamur tiram putih melalui luas lahan.White oyster mushroom farming is the biggest income resource for most farmers in Purwokerto. That income is not enough for the family to ful fill their needed, so they are taking other works in off farm or non farm activities. The difference among farmer’s household income could be influenced by land size, family members, number of farmer’s other job, ages, formal education and farming expiriences. The research aimed to (1) identify and analyze the profiles of white oyster mushroom farming in Purwokerto, (2) calculate the contribution income of white oyster mushroom farming to household income, (3) identify and analyze the influencing factors to white oyster mushroom farmer’s household income.
The method of the research is survey to 29 white oyster mushroom’s farmers that choosen by puposive method. The collecting data was done on January until February 2015. The method of data analysis that use are cost and income analysis, income share analysis and path analysis.
The result of the research showed that: (1) white oyster mushroom farming is a main job for some farmers at productive age in Purwokerto, that cultivate 3793 baglogs, with average revenue Rp18.104.655,00, average cost Rp11.720.482,00 and average income Rp6.384.173,00 for a season which is four months, (2) contribution income from white oyster mushroom farming is Rp1.561.561,00 each month or 34,91 percent to household income. Contribution from on farm activities is 3,26 percent, from off farm activities is 3,10 percent, from non farm activities is 23,88 percent and from family members is 34,35 percent (3) the white oyster mushroom farmer’s household income is influenced by number of famer’s other jobs and formal education. The biggest direct influence to farmer’s household income is farmer’s other jobs. The most indirect influence path to farmer’s household income is farmer’s other jobs through land size.
953612258B1J011017Aktivitas Protease dan Amilase pada Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) dengan Level Pemberian Pakan BerbedaIkan tawes (Barbonymus gonionotus) merupakan salah satu ikan air tawar yang penting di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi dan kandungan protein yang cukup tinggi. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil budidaya ikan tawes adalah dengan mengatur level pemberian pakan. Pemberian pakan dengan jumlah yang berbeda dapat berpengaruh pada aktivitas enzim digesti. Pengukuran aktivitas enzim seperti aktivitas protease dan amilase dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan suatu spesies dalam mencerna protein dan karbohidrat, serta efisiensi dalam penggunaan nutrisi pakan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas protease dan amilase pada ikan tawes dengan level pemberian pakan berbeda, serta mengetahui level pemberian pakan yang terbaik terhadap aktivitas protease dan amilase ikan tawes. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan dilakukan selama 2 minggu dengan level pemberian pakan yaitu 1% (P1), 3% (P2), 5% (P3) dan 7% (P4) dari berat tubuh per hari. Ikan tawes yang digunakan memiliki panjang rata-rata 5,66±0,15 cm dan berat rata-rata 2,31±0,13 g. Parameter yang diukur adalah banyaknya mikromol tirosin dan maltosa yang dihasilkan per menit per mg protein. Pengukuran aktivitas protease menggunakan metode hidrolisis kasein, sedangkan pengukuran aktivitas amilase menggunakan metode hidrolisis pati. Hasil penelitian menunjukkan level pemberian pakan yang berbeda menyebabkan perbedaan aktivitas protease dan amilase pada ikan tawes (P<0,05). Pemberian pakan dengan level 1% dari berat tubuh per hari menghasilkan aktivitas protease dan amilase terbaik.
Tawes fish (Barbonymus gonionotus) is one of the important freshwater fish in Indonesia because it has high economic value and protein content. One effort to increase tawes fish culture is regulate the level of feeding. The different amount of feeding can affect to the digestive enzyme activity. Measurement of the enzymes activity such as protease and amylase can be used to determine the ability of a species in digesting proteins and carbohydrates, as well as efficiency to use feed nutrients.
The aims of this study was to determine protease and amylase activity of tawes fish with different feeding levels, as well as to determine the best feeding level to protease and amylase activity. The method used in this study was experimental using completely randomized design with 4 treatments and 6 replicates. The treatments were carried out for 2 weeks with feeding level 1% (P1), 3% (P2), 5% (P3) and 7% (P4) of body weight per day. Tawes fish with 5,66±0,15 cm in body length and 2,31±0,13 g in body weight were used. Measured parameters were the amount of mikromol tyrosine and maltose produced per min per mg protein. Measurement of protease activity using casein hydrolysis method, while amylase activity using starch hydrolysis method. The results showed different feeding levels caused differences protease and amylase activity of tawes fish (P<0,05). Feeding level 1% of body weight per day resulted the best protease and amylase activity.
95379551A1C010109STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SAYURAN ORGANIK
DESA WINDUJAYA KECAMATAN KEDUNGBANTENG
KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan dan kelemahan serta ancaman dan peluang apa yang dihadapi oleh para petani dalam usahatani sayuran organik (2) merumuskan strategi pengembangan usahatani sayuran organik di desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng. Pengambilan data dilaksanakan dari bulan Maret sampai April 2014, dengan sasaran penelitian petani sayuran organik yang di Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng. Responden yang diambil sebanyak 8 orang. Analisis data menggunakan analisis IFAS , analisis EFAS, analisis Internal-Eksternal, analisis SWOT dan analisis QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kekuatan : lokasi yang strategis, kualitas sayuran, petani berpengalaman, bahan baku tersedia, penggunaan greenhouse, areal pengembangan yang tersedia, pembibitan mudah, waktu produksi tidak lama dan memiliki pasar tetap. Kelemahan : volume produksi terbatas, belum adanya pembukuan, petani berkurang, produk mudah rusak, kemasan sederhana, belum sertifikasi dan keterbatasan modal.Peluang : peningkatan permintaan, membuka lapangan pekerjaan, perubahan gaya hidup,kebijakan pemerintah, peluang pasar luas, loyalitas konsumen tinggi dan perkembangan teknologi. Ancaman : perkembangan jenis hama dan penyakit, perubahan cuaca, profesi bercabang, sulit dan mahalnya persyaratan sertifikasi organik dan mudah mendapatkan produk substitusi (2) prioritas strategi adalah meningkatkan mengembangkan volume produksi sayuran organik dengan merangkul pemerintah daerah.This research aimed (1 To identify internal and external factors as the strength, weaknesses, threat and opportunity which were faced by farmers doing organic vegetable farming (2) to formulate development strategies of organic vegetable farming in Windujaya Village, Kedungbanteng district. The respondents who had been taken were 8 people. There were some analysis to analyze the data, those were IFAS analysis, EFAS analysis, internal – external analysis, SWOT analysis, and QSPM analysis. The result of this research showed (1) Strength: the factors which were included; the strategic location, good quality of vegetables, experienced farmers, raw material availability, greenhouse utilizing, development areas availability, easy seedling, brevity of production time, and having a fixed market. Weaknesses: the weaknesses were as follows; there were limited production volume, lack of bookkeeping, reducing farmers, yet certification, and limited production. Opportunity, the opportunities were as follows; there were increased demand, creating jobs, lifestyle changed, government policy, broad market opportunities, high customer loyality and technology development. Threat: the threat were as follows; there were development of pests and diseases, the climate changed, branched profession, the organic certification requirements were difficult and expensive, easy to get substitution product. (2) Strategy priority was to increase and develop the volume of organic vegetable production that engaged the local governments.
95389550H1A010024VALIDASI PUSAT GRID DOCKING MOLEKUL PADA SISI AKTIF PROTEIN KANKER PAYUDARAPenelitian ini dilakukan untuk menentukan posisi pusat grid pada sisi aktif protein kanker payudara 17β-hydroxysteroid dehydrogenase sebagai langkah validasi metode perhitungan molecular docking. Hasil penelitian ini mampu memberikan informasi mengenai sisi aktif dari protein kanker payudara 17β-hydroxysteroid dehydrogenase, dan mampu menjadi acuan melakukan docking antara protein kanker payudara 17β-hydroxysteroid dehydrogenase dengan berbagai jenis senyawa obat kanker yang baru ditemukan. Penelitian ini dilakukan dengan lima langkah yaitu preparasi ligan, optimasi ligan, parameter docking, molecular docking dengan protein kanker payudara 17β-hydroxysteroid dehydrogenase, dan penentuan pusat grid terpilih. Hasil molecular docking didapatkan tiga pusat grid yaitu LEU 149, ASN 152, dan SER 142. This study was conducted to determine the position of the grid center on the active side of protein 17β-hydroxysteroid dehydrogenase breast cancer as a validation step of molecular docking calculations. The results of this study could provide information on the active site of the protein 17β-hydroxysteroid dehydrogenase breast cancer, and able to perform the docking between the reference protein 17β-hydroxysteroid dehydrogenase breast cancer with various types of new cancer drug compounds. This research was carried out by five steps, namely the preparation ligand, optimization ligand, docking parameter, molecular docking with breast cancer protein 17β-hydroxysteroid dehydrogenase, and the determination of the best of grid center. The three grid center obtained by the results of molecular docking is LEU 149, ASN 152, and SER 142.
95395879H1F008032Geologi dan Potensi Sumberdaya Endapan Pasir Laterit Daerah Karangreja dan Sekitarnya, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa TengahSARI
Daerah penelitian terletak pada koordinat UTM 9206000 mN- 9201000 mN dan 314000 mE – 321000 mE. Secara administratif berada di Kecamatan Karangreja, Kecamatan Sirandu, Kabupaten Purbalingga dan Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang Jawa Tengah.
Geomorfologi daerah penelitian terdiri dari 3 satuan, yaitu Satuan Volkanik Aliran Lava (V9), Satuan Struktural Pegunungan Kuesta (S6), dan Satuan Denudasional Lereng dan Bukit (D1). Berdasarkan ciri yang telah diamati dilapangan maka srtatigrafi daerah penelitian dapat dibagi menjadi tiga satuan batuan berdasarkan satuan litostratigrafi tidak resmi dalam urutan umur tua ke muda yaitu Satuan Batulempung, Satuan Batupasir, Satuan Lava Basalt. Terdapat tiga struktur utama yang diidentifikasikan di derah pemetaan, dari gaya dominan yang relative berarah northwest-southeast dan northeast-southwest, yaitu : Sesar Geser Kanan Karangreja, Sesar Geser Kanan Sirandu, Sesar Geser Kiri Purbasari.
Secara perhitungan sumberdaya endapan pasir laterit dengan metode blok regular didapat Potensi Sumberdaya sebesar 55.045.278,2 WMT Untuk tonase dengan berat jenis 5,26 ton/m3, 54.424.748,5 WMT untuk tonase dengan berat jenis 5,2 ton/m3, dan 49191599,58 WMT untuk tonase dengan berat jenis 4,7 ton/m3.
Kata kunci :Karangreja, Geologi, Laterit, Sumberdaya
ABSTRACT
The research area is an coordinat UTM 9206000 mN- 9201000 mN dan 314000 mE – 321000 mE. Administratively located in the District of Karangreja, Sirandu, Purbalingga and District Belik, Pemalang, Central Java.
Geomorphology of study area consists of 3 units, namely, volkanic lava flows hills unit (V9), structural cuesta hills unit (S6), and Denudasional slopes and hills unit (D1). Based on the characteristics that have been observed in the field then the stratigraphic study area can be divided into 3 rock units based on unofficial litho units in order to light the age old Mudstones unit, Sandstones unit, and Lava basalt unit. There are 3 main structures identified in the mapping area, the dominant style relatively trending northwest-southeast and northeast-southwest, there are, namely, Karangreja Right strike slip fault, Sirandu Right stike slip fault, and Purbasari left strike slip fault.
The normative calculations resources of lateritic ore deposit within block regular method, that the resource potential obtained by 55.045.278,2 WMT for sample with specific gravity 5,26 ton/m3; 54.424.748,5 WMT for tonnage with a specific gravity of 5,2 ton/m3; and 49.191.599,58 WMT for tonnage with a specific gravity 4,7 ton/m3.
Keyword : Karangreja, Geology, Lateritic, Resources.
95409552G1A010060PENGARUH SENAM AEROBIK TERHADAP KADAR SUPEROXIDE DISMUTASE PADA WANITA DEWASA DI SANGGAR SENAM SISCA’S PURWOKERTOABSTRAK
Latar Belakang. Saat ini mayoritas masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan bermotor dibandingkan dengan berjalan kaki atau bersepeda, hal ini berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor di kota-kota besar. Jumlah kendaraan bermotor yang meningkat memicu produksi radikal bebas yang berlebihan, radikal bebas sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh dan dapat memicu terjadinya berbagai macam penyakit seperti kanker dan jantung koroner. Salah satu cara menangkal radikal bebas adalah dengan meningkatkan kadar antioksidan di dalam tubuh atau antioksidan endogen seperti Superoxide Dismutase (SOD). Latihan fisik diduga dapat meningkatkan kadar antioksidan di dalam tubuh, salah satu bentuk latihan fisik yang digemari saat adalah Senam Aerobik.
Tujuan. Mengetahui apakah terdapat pengaruh senam aerobik terhadap kadar superoxide dismutase ?
Metodologi Penelitian. Metode Penelitian yang digunakan yaitu Experimental dengan pre and post test design pada 18 subjek diambil dengan Consequtive sampling. Subjek Penelitian diberikan intervensi Senam Aerobik 3x per minggu dengan durasi 60 menit selama 12 minggu. Kadar SOD diukur sebelum dan setelah intervensi senam aerobik dengan analisis data Saphiro-Wilk dan menggunakan uji statistik Wilcoxon.
Hasil. Terdapat pengaruh bermakna Senam Aerobik terhadap kadar SOD (p = 0,002). Kadar SOD setelah intervensi Senam Aerobik setelah 12 minggu meningkat dari 1385,0 U/g Hb (1115,2 – 1470,3 U/g Hb) menjadi 1506,0 U/g Hb (1180,4 – 1660,9 U/g Hb).
Kesimpulan. Terdapat pengaruh Senam Aerobik terhadap kadar SOD.
ABSTRACT

Background Nowadays most of people prefer to use a motor vehicle as compared to walking or cycling, it is directly proportional to the increase in the number of motor vehicles in big cities. The number of motor vehicles increased triggers excessive production of free radicals, free radicals are very harmful to the health of the body and can lead to various diseases such as cancer and coronary heart disease. One way of counteracting free radicals is by increasing the levels of antioxidants in the body or endogenous antioxidants such as superoxide dismutase (SOD). Exercise is allegedly to increase levels of antioxidants in the body, a form of exercise that is popular today is aerobic dance.
Purpose. Determine whether there was influenced of aerobic dance on levels of superoxide dismutase (SOD) ?
Research Methods. This study used an experimental method with pre and post test design while 18 subjectts were taken with a sampling consequtive sampling. Subjects given Aerobic Dance intervention 3 times a week with duration of 60 minutes for 12 weeks. SOD levels were measured before and after Aerobic Dance intervention with Saphiro-Wilk data analysis and statistics using the Wilcoxon test.
Results. There were significant levels of SOD on Aerobic Dance intervention (p = 0,002). SOD levels after Aerobic Dance intervention after 12 weeks increase from 1385,0 U/g Hb (1115,2 – 1470,3 U/g Hb) became 1506,0 U/g Hb (1180,4 – 1660,9 U/g Hb).
Conclusions. There were Aerobic dance influence on SOD levels.