Artikelilmiahs

Menampilkan 9.361-9.380 dari 48.940 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
936111733G1G010047PENGARUH PENAMBAHAN GLASS FIBERS 1% TERHADAP PENYERAPAN AIR DAN KEKUATAN TRANSVERSA BASIS GIGITIRUAN NILON TERMOPLASTIK DERAJAT KRISTALIN TINGGI
Perendaman gigitiruan dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan penyerapan air sehingga kekuatan bahan basis gigitiruan menurun. Penambahan glass fibers 1% dalam bahan basis gigitiruan dapat menurunkan penyerapan air serta meningkatkan kekuatan transversa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan glass fibers 1% terhadap penyerapan air dan kekuatan transversa basis gigitiruan nilon termoplastik derajat kristalin tinggi. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan 34 sampel nilon termoplastik derajat kristalin tinggi yang dibagi secara acak menjadi dua kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 17 sampel. Kelompok kontrol tidak diberikan penambahan glass fibers, sedangkan kelompok perlakuan diberikan penambahan glass fibers 1% (w/w). Setiap kelompok direndam dalam aquades selama 10 hari dan disimpan dalam inkubator dengan suhu 370 C. Uji penyerapan air dilakukan dengan neraca digital dan uji kekuatan transversa dilakukan dengan alat Torsee’s Electronic System Universal Testing Machine. Uji Independent T-Test menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada besar penyerapan air dan kekuatan transversa antara kedua kelompok dengan p = 0,000 (p < 0,005). Kelompok perlakuan memiliki nilai penyerapan air yang lebih rendah (14,22 μg/mm3) dibandingkan dengan kelompok kontrol (20,91 μg/mm3). Kelompok perlakuan juga memiliki nilai kekuatan transversa yang lebih tinggi (93,62 MPa) dibandingkan dengan kelompok kontrol (67,99 MPa). Penambahan glass fibers 1% (w/w) terhadap bahan basis gigitiruan nilon termoplastik derajat kristalin tinggi dapat menurunkan besar penyerapan air dan meningkatkan kekuatan transversa.Water immersion in certain time can cause water absorption and change in strength material of denture base. 1% glass fibers reinforcement can decrease water absorption and increase flexural strength of denture base. This research is aimed to determine the effect of 1% glass fibers reinforcement on water absorption and flexural strength of high crystalline degree nylon thermoplastic denture base. This study was an experimental laboratory research using 34 samples of high crystalline degree nylon thermoplastic denture base that were randomly divided into 2 groups: treatment group (reinforced by 1% w/w glass fibers) and control group (without any treatment) in which each of them consisted of 17 samples. Each sample was immersed in distilled water for 10 days and stored in an incubator that the temperature was 370C. Water absorption test was conducted by using an analytical scale, while flexural strength test was determined with Torsee’s Electronic System Universal Testing Machine. Independent T-Test revealed that there were statistically significant differences on water absorption and flexural strength between the treatment and control group p=0,000 (p<0,005). The water absorption value of the treatment group (14,22 μg/mm3) was lower than that of the control group (20,91 μg/mm3). The flexural strength value of the treatment group (93,62 MPa) was higher than that of the control group (67,99 MPa). The reinforcement of 1% (w/w) glass fibers could decrease the water absorption and increase the flexural strength of high crystalline degree nylon thermoplastic denture base.
93629443B1J009182BIOEKOLOGI IKAN KETING Mystus micracanthus, Blkr
DI WADUK PB. SOEDIRMAN, BANJARNEGARA
Penelitian Bioekologi Ikan Keting Mystus micracanthus, Blkr di Waduk PB. Soedirman Banjarnegara bertujuan untuk mengetahui hubungan kelimpahan ikan keting dengan kualitas air, hubungan panjang berat dan sifat pola pertumbuhan ikan keting, serta aspek reproduksi meliputi sex rasio, IKG, fekunditas, dan diameter telur ikan keting. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive Random Sampling pada 9 stasiun yang berbeda berdasarkan inlet dan outlet air waduk PB. Soedirman. Pengambilan sampel dilakukan 3 kali ulangan dalam waktu 2 bulan. Hasil analisis korelasi dari suhu berpengaruh terhadap kelimpahan ikan keting. Hubungan panjang dan berat (nilai b) ikan keting menunjukkan sifat pola pertumbuhan allometrik negatif yaitu perumbuhan panjang lebih cepat dibandingkaN dengan pertumbuhan berat. Aspek reproduksi yang didapat pada Sex rasio ikan keting pada ulangan 1 didapat sebanyak 5 ekor, dengan 2 ekor ikan jantan dan 3 ekor ikan betina dengan perbandingan 1 : 1,5 atau 40 % jantan dan 60 % betina, sedangkan pada ulangan 2 yang didapat sebanyak 12 ekor, dengan 11 ekor ikan jantan dan 1 ekor ikan betina, sedangkan pada ulangan 3 didapat sebanyak 7 ekor ikan betina yang artinya tidak dapat dibandingkan sex rasio ikan jantan dan ikan betina. Pada IKG yang didapat pada ulangan 1 pada ikan jantan 3,714 % dan ikan betina 4,459 % sedangkan pada ulangan 2 pada ikan IKG jantan 1,360 % dan ikan betina 3,502 %. Pada ulangan 3 hanya terdapat IKG ikan betina sebesar 10,21%. Fekunditas pada ulangan 1 sebesar 3465 butir dan pada ulangan 2 sebesar 1751 butir, sedangkan pada ulangan 3 sebesar 6685 butir. Diameter telur ulangan 3 yang berkisar 2,40 – 3,76 µm lebih banyak dibandingkan ulangan 1 yang berkisar 2,24 - 2,68 µm dan ulangan 2 yang berkisar 2,23 µm. Research bioecology Fish Mystus micracanthus, Blkr in Reservoir PB. Sudirman Banjarnegara aims to determine the relationship of fish abundance heights with water quality, relationship length and weight of fish growth patterns heights properties, as well as covering aspects of reproductive sex ratio, IKG, fecundity, and the diameter of heights fish eggs. The method used is the method of survey sampling techniques purposive random sampling at 9 different stations based on the inlet and outlet water reservoirs PB. Sudirman. Sampling was done 3 times repetition within 2 months. Results of correlation analysis of temperature effect on fish abundance heights. Relationship length and weight (value b) heights fish showed negative allometric growth patterns of nature that is long perumbuhan faster than the growth in weight. Reproductive aspects of sex ratio obtained at an altitude of fish in replicates 1 obtained by 5 tails, with 2 fish tail male and 3 females with a ratio of 1: 1.5 or 40% males and 60% females, whereas in 2 replicates were obtained as 12 tail, fish tail with 11 male and 1 female fish, whereas the 3 replicates obtained by 7 female fish which means not comparable sex ratio of male fish and female fish. In IKG obtained in replicates 1 male fish and female fish 3.714% 4.459% while the 2 replicates at 1.360% fish IKG male and female fish 3.502%. At only contained 3 replicates IKG female fish by 10.21%. Fecundity in replicates 1 of 3465 grains and the grain replicates 2 of 1751, while the 3 replicates of 6685 grains. 3 replicates egg diameter ranged from 2.40 to 3.76 lm more than 1 replicates ranged from 2.24 to 2.68 lm and 2 replicates the range of 2.23 lm.
936310759A1L010107UJI KEEFEKTIFAN BEBERAPA AGENSIA HAYATI TERHADAP PENYAKIT PEMBULUH KAYU (Oncobasidium theobromae Talbot & Keane) PADA BIBIT TANAMAN KAKAO (Theobroma Cacao L.)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan beberapa agensia hayati (Pseudomonas fluorescens P60, Trichoderma sp. isolat jahe, dan Trichoderma sp. isolat bawang merah) dalam mengendalikan penyakit pembuluh kayu yang disebabkan patogen O. theobromae pada bibit tanaman kakao. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli sampai Oktober 2014, di Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, dengan dua rancangan percobaan, yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam percobaan in vitro dan Rancangan Acak Kelompok (RBD) di dalam percobaan in planta. Faktor-faktor yang diuji dalam kedua percobaan tersebut adalah Trichoderma sp. isolat jahe, Trichoderma sp. isolat bawang merah, P. fluorescens P60, fungisida berbahan aktif mankozeb, dan kontrol. Kedua percobaan diulang 7 kali dengan dua sampel pada masing-masing faktor. Variabel yang diamati adalah daya hambat, masa inkubasi, intensitas penyakit, jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah akar, panjang akar, bobot akar segar dan bobot akar kering. Hasil penelitian menunjukkan pada percobaan in vitro, P. fluorescens P60 adalah agensia hayati yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan patogen O. theobromae, dengan zona hambat tertinggi sebesar 64,1% dibandingkan dengan agensia hayati lainnya, atau 20,42% dibandingkan dengan fungisida. Trichoderma sp. isolat bawang merah adalah agensia hayati yang paling efektif dalam percobaan in planta dengan penurunan intensitas penyakit sebesar 56,8% yang tidak berbeda nyata dengan P. fluorescens P60 dengan keefektifan 41,1% dibandingkan dengan kontrol. P. fluorescens P60 mampu meningkatkan tinggi tanaman, dan kandungan senyawa fenol pada bibit tanaman kakao.This study aimed at determining the effectiveness of biological agents (Pseudomonas fluorescens P60, Trichoderma sp. ginger isolates, and Trichoderma sp. shallot isolates) in the control of the disease on cocoa seedlings. The research was conducted from July to October 2014, in the Banteran Village, Sumbang District, Banyumas Regency with two designs, i.e completely randomized design (CRD) in in-vitro test and a randomized block design (RBD) in in-planta one. Factors tested in experiments was Trichoderma sp. ginger isolates, Trichoderma sp. shallot isolates, P. fluorescens P60, fungicide with active ingredient of Mankozeb, and control. Both test repeated 7 times with two samples of each. Variables observed were inhibiton zone, incubation period, desease intensity, number of leaves, plant height, number of root, root length, fresh and dry root weight. Results of the research showed that in in-vitro test, P. fluorescens P60 was the most effective bilogical agent in inhibiting O. theobromae pathogen growth with the highest inhibition zone as 64,1% compared to other agents, or 20,42% compared to the fungicide. Trichoderma sp. shallot isolates was the most effective biological agent in in-planta test with decreasing intensity as 56,8% that was not significantly different with P. fluorescens P60 with control effectiveness of 41,1% compared to control. P. fluorescens P60 could increase crop height, and fenolic compound content in cacao seedlings.
936410762A1L010180Kajian Keanekaragaman Tanaman Hias Pada Lahan Pekarangan di Tiga Desa Sekitar Kawasan Baturraden Kabupaten BanyumasLahan pekarangan merupakan tempat kegiatan usaha tani yang mempunyai peranan penting terhadap pemenuhan kebutuhan keluarga. Tanaman yang dibudidayakan di lahan pekarangan pada umumnya adalah komoditas hortikultura meliputi tanaman hias, tanaman buah, tanaman sayur dan tanaman obat. Komoditas hortikultura yang belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah adalah tanaman hias.
Tanaman hias di Indonesia mempunyai keunggulan kompetitif dibandingkan dengan tanaman asal impor dalam hal adaptasi terhadap lingkungan dan mudahnya pemeliharaan. Mutu tanaman dan kontinuitas ditentukan oleh faktor teknik budidaya dan penanganan pasca panen yang diterapkan. Kontinuitas produk ditinjau dari hasil produktivitas tanaman hias. Kecamatan Baturraden merupakan salah satu pusat penjualan tanaman hias yang ada di Kabupaten Banyumas. Hal yang berkaitan dengan meningkatnya permintaan tanaman hias disuatu daerah karena berkembangnya kawasan wisata.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis tanaman hias di lahan pekarangan, mengetahui kendala yang dijumpai dalam membudidayakan tanaman hias di lahan pekarangan, dan mengetahui tujuan responden menanam tanaman hias.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan teknik sampling yang digunakan ialah clustered purposive sampling. Penelitian dilaksanakan di 3 desa yang berbatasan dengan kawasan wisata Baturraden, yaitu Desa Kemutug Kidul, Desa Kemutug Lor, dan Desa Ketenger. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni 2014 sampai September 2014.
Variabel yang diamati meliputi jenis dan jumlah tanaman yang dibudidayakan dilahan pekarangan, aspek budidaya tanaman hias, kendala yang dijumpai dalam pemanfaatan lahan pekarangan.Hasil menunjukkan bahwa jenis tanaman hias di Kecamatan Baturraden setiap wilayahnya di pekarangan rumah responden, antara lain: sri rejeki, puring, anggrek, mawar, palem merah, antherium, bigonia tapak macan, bougenvil, asoka, euphorbia, lidah mertua, kuping gajah, cemara udang, suplir, andong, pucuk merah, dan palem kuning. Kendala yang dijumpai antara lain : kurangnya pengetahuan responden terkait budidaya tanaman hias, serta persepsi pemilik lahan yang memanfaatkan hasil pekarangan untuk pemenuhan kebutuhan sendiri saja.

Land yard is a place for farming activity which has an important role for fulfill needs of the family. Plants that cultivated in land yard generaly are horticultural commodities include ornamental plants, fruit plants, vegetables plants and medicinal plants. Horticultural commodities which have not received special attention from the government is an ornamental plant.
Ornamental plants in Indonesia have a competitive advantage compared to plants imported in terms of adaptation to the environment and easy maintenance. Crop quality and continuity determined by cultivation techniques and post-harvest handersthat applied. The continuity of products rivewed from the yield of ornamental plants. BaturradenSubdistrict is one of the center ornamental plants sales in Banyumas Regency. Thing that is related to the increasing the demand for ornamental plants because expanding tourism.
This research was aimed to knowing the diversity of ornamental plants that cultivated in land yard, to knowing the obstacle that can be found in cultivating ornamental plants in land yard, to knowing the reason respondents planting ornamental plants. Research methods that used was a survey method, clustered purposive sampling as sampling techniques. The research done in 3 rural tourism baturraden, bordering on kemutug kidul, kemutug lor, and ketenger. The research was don from June 2014 until September 2014.
Observed variable include the kind and number of plants that cultivated in land yard, the cultivated aspect of ornamentalplants, and the obstacles that can be found in used of land yard. The results showed the kind of ornamental plants which cultivated in land yard in Baturraden District for each area are respondents,include: aglonema, croton, orchids, rose, red palm, antherium, bigonia tread tiger, bougenvil, ashoka, euphorbia, sanseviera, flamingo lily, casuarinaceae, maidenhair ferns, cordyline, syzigium oleina, and yellow palm. The obstacles that can be found are lack respondents knowledge about the cultivation of ornamental plants, as well as the perception of landholders who utilize the results of the land yard for the fulfill they own needs only.

936510763A1L010103PENGGUNAAN BIO P60 UNTUK MENGENDALIKAN NEMATODA PURU AKAR (Meloidogyne spp) PADA TOMATPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh Bio P60 dalam mengendalikan populasi nematoda puru akar (Meloidogyne sp.) pada tanaman tomat, 2) mengetahui pengaruh penggunaan Bio P60 dalam menekan tingkat kerusakan akar yang ditimbulkan oleh serangan nematoda puru akar (Meloidogyne sp.) pada tanaman tomat, 3) mengatahui pengaruh penggunaan Bio P60 terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan dari bulan September sampai November 2014 di lahan percobaan fakultas pertanian universitas jendral soedirman, purwokerto. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan masing - masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali ulangan, Perlakuan yang digunakan yaitu kontrol, aplikasi Bio P60 3 hari sekali, aplikasi Bio P60 5 hari sekali, aplikasi Bio P60 7 hari sekali, nematisida (furadan). Variabel yang diamati adalah tingkat kerusakan akar, populasi akhir nematoda, tinggi tanaman (cm), jumlah cabang, Bobot segar tanaman (g), jumlah bunga, bobot segar akar (g) , jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman.Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi Bio P60 mampu menekan tingkat kerusakan akar tanaman tomat, perlakuan terbaik yaitu pemberian Bio P60 7hari sekali dengan penekanan tingkat kerusakan akar sebesar 14,81%, aplikasi Bio P60 belum mampu menekan populasi nematoda puru akar tanaman tomat, aplikasi Bio P60 belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat.The aims of this research were to: 1) know the effect of Bio P60 in reducing root knot nematode (Meloidogyne sp.) populations, 2) know the effect of using Bio P60 to reduce level of root damage cause by root knot nematode (Meloidogyne sp.) in tomato plants, 3) know the influence of using bio P60 for the growth of tomato plants. The research was conducted from September to November 2014 onthe eksperimental field Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. This research used Randomized Block Design (RBD) with 5 treatments and 5 replications. The traetments consist of control, applications of Bio P60 i.e once in 3 days, 5 days, and 7 days, and nematicide (Furadan). Variables observed were level of root damage, nematode population, plant height (cm), quantity of branch, plant fresh weight (g),quantity of flower, plant fresh weight (g), quantity of fruit, and fruit weight. The results showed that application of Bio P60 could reduce level of root damage, the best treatment was application Bio P60 once in 7 days with 14,81% disease suppresion intensity. Application of Bio P60 was not able to reduceroot knot nematode populations and improved crop growth on tomato plants.
93669444G1B010010PERBEDAAN STATUS GIZI DAN PENGETAHUAN IBU PADA BALITA GIZI KURANG SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DAN LEAFLET
(STUDI KASUS DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN)
Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk anak yang indikasikan oleh berat badan dan umur.. Laporan F3 Gizi di Kecamatan Purwokerto Selatan bulan September 2013 ditemukan sebanyak 3 anak balita menderita gizi buruk dan 117 menderita gizi kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status gizi sebelum dan sesudah pemberian makanan tambahan dan juga untuk mengetahui pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian leaflet. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimen. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan teknik one group pre test and post tes design. Jumlah sampel sebanyak 17 orang ibu yang mempunyai balita gizi kurang. Alat bantu untuk pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Uji hipotesis menggunakan uji statistik Wilcoxon ditentukan oleh nilai p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Z Skorenya mengalami peningkatan sebelum dan setelah pemberian makanan tambahan yaitu -2,26 dan -1,67. Pengetahuan responden sebelum pemberian leaflet 41,2 % baik dan setelah pemberian leafet menjadi 52,9 % baik, ada peningkatan sebesar 11,7% dan ada perbedaan status gizi balita dan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukan intervensi (p value 0,002) dan (p value = 0,000). Saran untuk instansi terkait adalah agar bisa melanjutkan Program Pemberian Makanan Tambahan ini untuk balita gizi kurang dengan komitmen iuran dari masing-masing Posyandu agar program ini dapat berjalan sehingga status gizi balita yang ada di Kecamatan Purwokerto Selatan menjadi meningkat

Kata Kunci : status gizi, pengetahuan,leaflet,pemberian makanan tambahan
Kepustakaan : 44 (2004-2014)
Normal nutritional status or nutritional status optimum occurs when the body are getting enough nutrients are used efficiently, thereby allowing the physical growth, brain development, employability, and general health at the highest possible level. Nutritional status is a measure of success in nutrition for the child indicated by height and weight. Report F3 Nutrition in District South Purwokerto in September 2013 found as many as three children under five suffer from malnutrition and 117 suffering from malnutrition. This research is an experimental study Quasi Experiment. The approach taken in this study is a technique degan one group pre-test and post-test design. The total sample of 17 mothers have underweight children less. Data collector used was a questionnaire. Hypothesis testing using statistical tests of significance determined by Wilzoxon with p values <0.05. Analysis of the data using univariate and bivariate analysis. The results showed that there are differences in nutritional status of children and mothers' knowledge before and after the intervention (p value 0.002) and (p value = 0.000). The advice given is conducted studies with a longer duration.

Keywords: nutritional status, knowledge
93679445G1B010085PERBEDAAN STATUS GIZI DAN TINGKAT KESEGARAN JASMANI PADA ANAK SEKOLAH DASAR PERDESAAN DAN PERKOTAAN
DI KABUPATEN BANYUMAS
(Studi di SDN 1 Purwojati dan SD Santo Yosep)
Anak sekolah usia 6-12 tahun memerlukan perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan zat gizi dalam tubuh untuk mencapai status gizi seimbang. Selain kebutuhan zat gizi, aktivitas fisik juga dibutuhkan oleh tubuh untuk peningkatan kesegaran jasmani agar dapat melakukan aktifitas sehari-hari dengan baik. Perbedaan letak geografis tempat tinggal memiliki pengaruh terhadap pola makan dan aktifitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan status gizi dan tingkat kesegaran jasmani pada anak sekolah dasar perdesaan dan perkotaan di Kapubaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas V sebanyak 52 anak. Analisis data menggunakan uji Independent sample t-test. Hasil: kategori status gizi lebih pada anak sekolah dasar di perdesaan (11.5%) lebih rendah dibandingkan dengan anak sekolah dasar di perkotaan (38.5%) sebaliknya kategori tingkat kesegaran jasmani sedang, pada anak sekolah dasar di perdesaan (57.7%) lebih tinggi dibandingkan anak sekolah dasar di perkotaan (15.4%). Kesimpulan: terdapat perbedaan status gizi (p=0.02) dan tingkat kesegaran jasmani (p=0.00) pada anak sekolah dasar di perdesaan dan perkotaan. Saran: siswa diharapkan meningkatkan aktivitas fisik di luar jam pelajaran sekolah agar memperoleh kondisi fisik yang baik.
School age children 6-12 years require attention to meet the needs of nutrients in the body to achieve a balanced nutritional status. In addition to nutritional status, physical activity is also needed to increase physical activity by the body in order to perform daily activities. The difference of geographical location of domicile has an influence on eating pattern and daily activities. This research aimed to know the difference of nutritional status and physical fitness level between rural and urban elementary school children in Banyumas district. The type of research used was descriptive quantitative with cross-sectional approach. Sampling used purposive sampling technique. Sample used was 52 students of class V elementary school. The data analysis used Independent sample t-test. Result showed category overweight of nutritional status for children in rural (11.5%) was lower than children in urban (38.5%). Conversely, physical fitness level for children in rural (57.7%) was higher than children in urban(15.4%). Conclusion: there were differences in nutritional status (p=0.02) and physical fitness level (p=0.00) on elementary school children in rural and urban areas. Suggestion: students are expected to increase physical activity outside of school hours in order to obtain good physical condition.
93689447G1F009025ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP LAYANAN
KEFARMASIAN DI PUSKESMAS DENGAN APOTEKER DAN TANPA
APOTEKER (Studi Kasus Di Puskesmas Padamara Dan Bojongsari)
Tenaga Kefarmasian adalah tenaga yang melakukan pekerjaan
kefarmasian, yang terdiri atas Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian, sesuai
dengan PP No. 51 tahun 2009. Salah satu pelayanan yang ada di Puskesmas
adalah pelayanan kefarmasian yang membutuhkan apoteker. Penelitian ini
bertujuan untuk membandingkan indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan
kefarmasian antara Puskesmas dengan apoteker (Padamara) dan Puskesmas tanpa
apoteker (Bojongsari) di Kabupaten Purbalingga.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan pendekatan
cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah
menggunakan teknik accidental sampling, yaitu pasien yang datang untuk berobat
ke Puskesmas saat ditemui oleh peneliti sebanyak 150 responden tiap puskesmas.
Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat dan analisis data dilakukan dengan
menggunakan angket dengan 14 pertanyaan baku berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. KEP/25/M.PAN/2/2004. Analisis
untuk perbedaan karakteristik responden menggunakan uji Chi Square dan uji
Kolmogorov Smirnov. Analisis perbedaan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat
menggunakan uji Mann Whitney.
Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan karakteristik
responden antara Puskesmas dengan apoteker dan Puskesmas tanpa apoteker.
Berdasarkan hasil analisis indeks kepuasan masyarakat Puskesmas dengan
apoteker termasuk dalam kategori sangat baik (83,01) dan pada Puskesmas tanpa
apoteker termasuk dalam kategori baik (79,82). Perbedaan tingkat kepuasan
dalam pelayanan kefarmasian antara Puskesmas dengan apoteker dan Puskesmas
tanpa apoteker terdapat perbedaan secara bermakna (p < 0,001). Kesimpulan dari
penelitian ini, terdapat perbedaan secara bermakna nilai indeks kepuasan
masyarakat terhadap layanan kefarmasian di Puskesmas dengan apoteker dan
Puskesmas tanpa apoteker
Pharmacologist is the who doing pharmaceutical, which is consist from
pharmacist and pharmaceutical technicians, in accordance to PP No.51 Tahun
2009. One of health center services is pharmaceutical care which requires a
pharmacist. Research is aimed to compare index public satisfaction to service
pharmaceutical between health center with a pharmacist (Padamara) and health
center without a pharmacist (Bojongsari) in the district of Purbalingga.
This is the kind of research descriptive analytic to a draft of the approach
of cross sectional. The technique of the sample in this research is to use sampling
techniques accidental, namely patients who had come to medicines to a clinic
when he was met by researchers as many as 150 respondents every health center.
The measurement of the Index Public Satisfaction and analysis of data was done
using poll questions with 14 raw a letter issued on the decision of minister of
utilization of the state apparatus no. Kep/25/M.PAN/2/2004. Analysis to
differences characteristic of respondents had to use Chi Square test and
Kolmogorov Smirnov test. Analysis of the difference in value Index Public
Satisfaction using test Mann Whitney.
The research showed that no difference between characteristic of
respondents health center with pharmacist and health center without a pharmacist.
Index based on the result analysis complacence society health center with
pharmacist included in a category excellent (83,01) and in health center without a
pharmacist included in a category either (79,82). The different levels of
satisfaction in pharmaceutical service between health center with pharmacists and
health center without pharmacist there are significant differences (p < 0,001).
Conclusions from these studies, there are differences index value complacence
people to pharmaceutical service in health center padamara and bojongsari
93699446G1B010071FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL DI PUSKESMAS KALIBAGORKelas ibu hamil merupakan kelompok belajar bersama dengan jumlah peserta maksimal 10 orang disetiap kelasnya. Kelompok belajar tersebut saling berbagi informasi dan pengetahuan tentang kehamilan. Berdiskusi tentang informasi kehamilan, persalinan dan perawatan bayi baru lahir. Desa Pekaja dan Desa Srowot telah lebih dahulu melaksanakan kelas ibu hamil jika dibandingkan desa-desa lainnya di tahun 2014, akan tetapi tidak semua ibu hamil mengikuti kelas ibu hamil tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan kelas ibu hamil di Puksesmas Kalibagor. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel adalah semua ibu hamil dengan usia kehamilan 4 minggu sampai 36 minggu (mendekati melahirkan) dari bulan Januari – Juli 2014 yang berjumlah 47 ibu hamil. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (Chi-Square). Hasil penelitian, semua variabel dalam penelitian berkategori baik meliputi pengetahuan, sikap, akses sarana prasarana, peran tenaga kesehatan dan peran keluarga. Kesimpulannya, variabel yang berhubungan dengan keikutsertaan kelas ibu hamil yaitu variabel sikap, peran tenaga kesehatan dan peran keluarga, sedangkan variabel pengetahuan dan akses sarana prasarana tidak terdapat hubungan, karena nilai p value > α (0,05). Sarannya yaitu perlu kerjasama antara tenaga kesehatan dan keluarga untuk mendukung ibu hamil dalam mengikuti kelas ibu hamil sebagai salah satu upaya dalam perawatan kehamilan.Prenatal class is a group with maximal number of participants up to 10 pregnant women, where they can share information and knowledge of pregnancy. They can discuss any information of pregnancy, childbirth and newborn care. Pekaja and Srowot village formerly held prenatal class compared to the other villages in 2014, but not all the pregnant women participated in this class. This research aimed to find factors associated with class participation of pregnant women in Kalibagor community health center. This is quantitative study with cross-sectional approach. The population and sample is all pregnant women with gestational age of 4 to 36 weeks (approaching childbirth) since January - July 2014, which consists of 47 pregnant women. Data anlalyzed by univariat and bivariate(chi-square). The research results all of the variables in this research is in a good category, which are knowledge, attitudes, access of infrastructure, the role of health workers and family roles. In conclusion, the variables associated with participation of the prenatal class are attitude, the role of health professionals and the role of the family, while the other variable which are knowledge and access of infrastructure have no relationship, because the p value > α (0.05). As suggestion, cooperation between health workers and families is needed to support pregnant women in following prenatal class as one of the efforts in pregnancy care.
93709448B1J007142KARAKTERISTIK PREDASI TUNGAU Amblyseius sp. TERHADAP TUNGAU HAMA Tetranychus urticae Koch PADA TANAMAN SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) SKALA RUMAH KACATungau Amblyseius sp. adalah salah satu tungau predator dari Familia Phytoseiidae sebagai agen pengendali hayati yang potensial dalam mengendalikan tungau hama Tetranychus urticae.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik predasi tungau Amblyseius sp. terhadap tungau hama T. urticae skala rumah kaca. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tungau predator Amblyseius sp., tungau hama T. urticae dan tanaman singkong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), untuk perlakuannya adalah tahap telur, larva, nimfa dan dewasa T. urticae yang diberikan pada tungau predator Amblyseius sp., setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati adalah lama waktu menunggu dan mencari, lama waktu menangani dan lama waktu mempredasi untuk setiap individu tungau predator Amblyseius sp.dalam 24 jam waktu pengamatan. Data yang diperoleh saat penelitian dianalisis menggunakan metode analisis ragam (Uji F) pada tingkat kesalahan 5% dan 1%. Apabila terdapat perbedaan yang nyata atau sangat nyata, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada tingkat kesalahan yang sama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tungau predator Amblyseius sp. sebagai agen pengendali hayati tungau T. urticae lebih cenderung memiliki karakteristik (lying-in wait type) menunggu dan mengamati mangsanya terlebih dahulu sebelum melakukan serangan terhadap mangsanya. Tingkat mobilitas, ukuran tubuh dan lapisan kulit pada tiap stadium perkembangan mangsa (T. urticae) mempengaruhi karakteristik predasi tungau Amblyseius sp. sebagai agen pengendali hayati pada saat menangani dan mempredasi mangsanya.
Amblyseius sp. is one predators mite of the Familia Phytoseiidae as potential biological control agents to control pest mites Tetranychus urticae. The purpose of this study was to determine the characteristics of predation mite Amblyseius sp. against T. urticae mite pests of greenhouse scale. The material used in this study is the predatory mite Amblyseius sp., T. urticae mite pests and plant cassava (M. esculenta Crantz). The method used in this study is an experimental method with a sampling technique using Completely Randomized Design (CRD), for the treatment is the stage of egg, larva, nymph and adult T. urticae given the predatory mite Amblyseius sp., Each the treatment was repeated in 4 times. The observed variables is a long time waiting and searching, long time a long handle and predationing for each individual time predatory mite Amblyseius sp. within 24 hours of observation time. The data obtained during the study were analyzed using the analysis of variance method (F test) at the 5% and 1% error rate. If there is a significant or highly significant, continued using multiple range test Duncan's at the same level of error.
The results showed that the predatory mite Amblyseius sp. as a biological control agent of T. urticae mites are more likely to have characteristics (lying-in-wait type) wait and observe their prey prior to attack its prey. Mobility rate, body size and skin layers at each life stage of prey (T. urticae) affect predation characteristics mite Amblyseius sp. as a biological control agent during handling and predatoring prey.
93715673H1D009011ESTIMASI BIAYA TIDAK LANGSUNG PADA PROYEK KONSTRUKSI JALAN
OLEH KONTRAKTOR KABUPATEN PURBALINGGA
Komponen-komponen biaya konstruksi terdiri dari biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya tidak langsung sangat berpengaruh terhadap kemenangan kontraktor pada proses pelelangan proyek. Kontraktor harus pandai memperhitungkan nilai biaya tidak langsung dengan cermat, apabila terlalu besar maka kecil kemungkinan memenangkan proyek, apabila terlalu kecil maka kontraktor akan merugi. Maka dari itu diperlukan informasi mengenai besarnya biaya tidak langsung khususnya pada infrastruktur jalan di wilayah Purbalingga. Tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik kontraktor, komponen biaya tidak langsung yang dominan, mekanisme estimasi biaya tidak langsung, dan menghasilkan model estimasi biaya tidak langsung pada proyek jalan di Kabupaten Purbalingga. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, kuisioner, dan pengumpulan data mengenai biaya proyek dengan responden kontraktor kualifikasi kecil di Purbalingga yang menangani proyek rehabilitasi jalan pada tahun 2011-2012. Data dianalisis dengan pendekatan regresi non-linier untuk mendapatkan persamaan matematis. Hasil survei menyebutkan kontraktor di Kabupaten Purbalingga cukup berpengalaman dalam proyek jalan dan telah fokus dalam mengestimasi biaya. Komponen-komponen biaya tidak langsung yang paling berpengaruh pada penawaran yaitu resiko yang terdiri dari profit dan biaya tak terduga. Mekanisme kontraktor di Purbalingga dalam menentukan biaya tidak langsung adalah dengan persentase terhadap nilai proyek. Persamaan yang dihasilkan dari analisis regresi pada proyek rehabilitasi jalan oleh kontraktor di Purbalingga yaitu Y = 0,082e-5E-1x.Construction cost components consist of direct costs and indirect costs. Indirect costs greatly affect the contractor victory on the project tender process. Contractors must be clever calculating the value of indirect costs, if it is too large then small possibility of winning the project,if it is too small then contractor will lose money. There has not obtained information about how much percentage of indirect costs especially on road infrastructure in Purbalingga. The purpose of this study was to determine the characteristics of the contractor, the dominant component of
indirect costs, indirect cost estimates mechanisms, and produce indirect cost estimation model on road projects in Purbalingga. Data were collected by interviews, questionnaire, and actual data collection about the cost of the project with respondents from small contractors domiciled in Purbalingga who handle road rehabilitation in 2011-2012. Then the data were analyzed by non-linear regression approach to obtain the relationship between the parameters and mathematical equations to estimate indirect costs. The survey mentions contractor in Purbalingga quite experienced in road projects and has been focus in estimating costs. Components of indirect costs that most affect the bid price is risk, which consists of profits and incidental charges. Mechanism of contractors in Purbalingga in determining indirect costs is with the percentage of the project value. Equation resulting from the regression analysis on road rehabilitation projects by contractors in Purbalingga is Y = 0.082 e-5E-1x.
937211120C1A011112PENGARUH VARIABEL MAKROEKONOMI TERHADAP INFLASI DI INDONESIA, THAILAND DAN KOREA SELATAN PERIODE 1983-2013Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator kinerja makro yang dapat menggambarkan pembangunan ekonomi suatu negara. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2013 sebesar 5,78 persen, di Thailand sebesar 1,77 persen dan Korea Selatan sebesar 2,97 persen. Stabilitas perekonomian pun diharapkan dapat dicapai dengan meningkatkan sistem koordinasi antara otoritas fiskal dan otoritas moneter.
Pertumbuhan jumlah uang beredar, tingkat suku bunga kredit, nilai tukar dan pendapatan nasional bruto merupakan variabel makroekonomi. Variabel- variabel tersebut diteliti pengaruhnya terhadap inflasi di Indonesia, Thailand dan Korea Selatan periode 1983 sampai 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif, yaitu melihat gambaran data-data variabel masing-masing negara.
Dari hasil analisis menggunakan analisis regresi linier berganda di masing-masing negara, pertumbuhan jumlah uang beredar berpengaruh positif di Indonesia dan Thailand, sedangkan di Korea tidak berpengaruh terhadap tingkat inflasi.Tingkat suku bunga kredit di ketiga negara berpengaruh positif terhadap inflasi. Kemudian nilai tukar di Indonesia berpengaruh positif, di Thailand tidak berpengaruh, dan di Korea Selatan berpengaruh negatif terhadap inflasi. Pendapatan nasional bruto di Indonesia tidak berpengaruh, sedangkan di Thailand dan Korea Selatan berpengaruh positif.
Economic growth is one of macroeconomy performance indicators that able to show the economic development of a country. The economic growth of Indonesia in 2013 is 5.78 percent, while Thailand 1.77 percent, and South Korea 2.97 percent. The economic stability is also expected to be achieved by enhancing coordination system between fiscal and monetary authorities.
The growth of money supply, interest rates of credit, the exchange rates and gross national income are part of macroeconomy variables. The variables will be researched for its influence toward inflation rates in Indonesia, Thailand, and South Korea during 1983 until 2013. The method which used on this research is quantitative descriptive, which show the variables data description of in each countries.
By using multiple linear regression in each country, the growth of money supply has positive effect for Indonesia and Thailand, while South Korea does not show the similar result to the inflation rate. The interest rates of credit of three countries has positive effect. Meanwhile, the exchange rates in Indonesia has positive effect, but South Korea has positive effect to the inflation rate. Indonesian Gross National Product variable does not have significant effect, while Thailand and South Korea has positive effect significantly to the dependent variable.
937311428H1F010063PEMODELAN PETROFISIKA RESERVOIR KARBONAT BUILD UP, FORMASI KAIS, LAPANGAN “OKTA”, CEKUNGAN SALAWATI, PAPUA BARAT, INDONESIAEksploitasi minyak bumi di Lapangan Okta yang berada di Cekungan Salawati sudah dilakukan sejak lama dan sampai sekarang masih memberi kontribusi sebagai sumber minyak bumi di cekungan ini. Karakterisasi reservoir Formasi Kais perlu dilakukan untuk mengetahui kualitas reservoir sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman untuk merencanakan pengembangan lapangan lebih lanjut.
Studi karakteristik reservoir meliputi korelasi dengan pendekatan stratigrafi, lingkungan pengendapan, pemetaan geometri reservoir, dan pemodelan 3D petrofisika reservoir. Data yang digunakan adalah 15 sumur dengan 1 sumur yang memiliki batuan inti, dan seismik 3D di Lapangan Okta. Analisis petrofisika dilakukan meliputi analisa kualitatif maupun kuantitatif. Pemetaan geometri reservoir diawali dengan pembuatan peta struktur bawah permukaan berdasarkan hasil korelasi, kemudian korelasi lingkungan pengendapan berdasar data core. Pemodelan petrofisika reservoir dilakukan dengan mendistribusikan hasil Vshale dan porositas efektif di setiap sumur yang telah dianalisis, scaled up log, dan dimodelkan dengan metode Sequential Gaussian Simulation yang dikontrol oleh geometri fasies modeling.
Hasil analisis petrofisika didapat nilai rata-rata Vshale berkisar 9,08 % - 23,93 % , porositas berkisar 15,75 % - 22,29 % dan saturasi air berkisar 47,23 % - 65,3 %. Hasil pemodelan geometri reservoir menunjukkan bahwa Lapangan Okta memiliki geometri berupa build up terbentuk pada Miosen Tengah dengan dibatasi oleh sesar-sesar turun yang membentuk struktur Horst dan Graben, sehingga yang menjadi perangkap bagi reservoir ini adalah perangkap stratigrafi dan struktur. Hasil pemetaan geometri reservoir menunjukkan bahwa endapan-endapan tersebut memiliki arah trend utara-selatan (N-S). Hasil distribusi nilai Vshale dan porositas menunjukkan bahwa daerah prospek untuk dilakukan pengeboran dan eksplorasi lebih lanjut adalah di tengah dan di utara Lapangan Okta. Jumlah cadangan minyak pada Lapangan Okta adalah 38,82 MMSTB (Million Stock Tank Barrel), sedangkan cadangan minyak yang dapat diambil adalah 9,7 MMSTB.
Oil exploitation in Okta Field in Salawati Basin have been exploited since many years ago till now and still contribute as oil source in this basin. Reservoir characterization Kais Formation need more study to know about reservoir quality so it can be a guidance to planning next step of development.
Reservoir characterization study consist of correlation from stratigraphic environmental deposition, geometry reservoir mapping, and petrophysics reservoir 3D modeling. This study use 15 wells with 1 well which have core data, and 3D seismic in Okta Field. Petrophysics analysis consist of qualitative and quantitative analyze. Geometry reservoir mapping start from making a depth structure map based on correlation and then environmental deposition correlation from core data. Petrophysic reservoir modeling have been made with distributing of Vshale and effective porosity result in every well that have been analyzed, scaled up log, and modeling with Sequential Gaussian Simulation method that controlled by facies geometry modeling.
The result of petrophysics analysis produce average of Vshale around 9,08 % - 23,93%, porosity around 15,75 % - 22,29 %, and Water Saturation around 47,23 % - 65,3 %. The result of geometry reservoir modeling showing that Okta field have geometry like build up that made from Middle Miocene which controlled by normal faults that made a Horst and Graben structure, it can make stratigraphic and structure reservoir trap. The result of geometry reservoir mapping showing that deposits have trend north-south (N-S). The result of Vshale and porosity distribution show that prospect area which best for drilling and advanced exploration placed in the middle area and north area of Okta Field. Oil reserves (Original Oil in Place) in Okta Field is 38,82 MMSTB (Million Stock Tank Barrel), whereas oil estimated ultimate recovery is 9,7 MMSTB.
93749449G1D010049Pengaruh Bibliotherapy Terhadap Tingkat Depresi Pasien Diabetes Mellitus Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo PurwokertoLatar Belakang : Diabetes mellitus merupakan penyakit kronik yang dapat menimbulkan dampak psikologis berupa depresi. Salah satu terapi yang dapat menurunkan tingkat depresi adalah bibliotherapy. Terapi ini dapat merubah pola pikir negatif individu menjadi pola pikir positif melalui media buku dengan tema tertentu untuk memperoleh cara-cara yang lebih positif dalam menghadapi masalahnya.
Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh bibliotherapy terhadap tingkat depresi pasien diabetes mellitus.
Metode : Penelitian ini menggunakan pre experiment dengan pendekatan pre test and post test without control group design dilakukan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa Beck Depression Inventory-II (BDI-II). Analisa data yang digunakan adalah uji statistik non parametrik Wilcoxon.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh bibliotherapy terhadap tingkat depresi pasien diabetes mellitus dengan p value<0,05 (p value=0,000). Hal ini dibuktikan dengan adanya perubahan presentasi tingkat depresi pasien, sebelum terapi terdapat 52% pasien dengan depresi sedang dan 48% depresi ringan. Setelah diterapi terdapat 4% depresi sedang, 84% depresi ringan dan 12% tidak depresi.
Kesimpulan : Ada pengaruh yang signifikan bibliotherapy terhadap tingkat depresi sedang pada pasien diabetes mellitus.

Background : Diabetes mellitus is a chronic disease that can cause psychological effects such as depression. One of the therapies that can reduce the level of depression is bibliotherapy. This therapy can change negative mindset someone into positive mindset through a book as a media with specific theme to obtain more positive mindset of dealing problems.
Objective : The purpose of this study was to determine the effect of bibliotherapy on depression on level in diabetes mellitus patients.
Methods : The study used pre experiment design with approaching pre test and post test design without control group conducted in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Sampling used purposive sampling with total sampel were 25 respondents. The instruments that used in this research was the Beck Depression Inventory-II (BDI-II). Data analysis that used in this research was Wilcoxon non-parametric statistical test.
Results : The result shows that there is influence of bibliotherapy towards depression level in patients diabetes mellitus with p value<0,05 (p value=0,000). This result is proved by changing of depression level presentation in patients, before therapy is found 52% patients with moderate depression and 48% patients with mild depression. After therapy is found 4% patients with moderate depression, 84% patients with mild depression, and 12% patients without depression.
Conclusion : There is significant influence of bibliotherapy toward moderate depression level in diabetes mellitus patients.

93759450H1K007011Kajian Sebaran Total Suspended Solid (TSS) Di Plawangan Barat Laguna Segara Anakan CilacapPenelitian ini berjudul “Kajian Sebaran Total Suspended Solid (TSS) Di Laguna Segara Anakan Bagian Barat”. TSS adalah bahan-bahan tersuspensi (diameter lebih dari 1μm) terdiri dari lumpur dan pasir halus serta jasad-jasad renik yang tertahan pada saringan milipore dengan diameter pori 0.45 μm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran total suspended solid di Laguna Segara Anakan bagian barat, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini terbagi menjadi 3 stasiun pengamatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Van Dorn Water Sampler, selanjutnya sampel dianalisis dengan metode gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada permukaan perairan stasiun 1 memiliki konsentrasi TSS sebesar 51,2 mg/L dan pada dasar perairan yaitu 209,4 mg/L, pada stasiun 2 nilai konsentrasi TSS pada permukaan perairan yaitu 6,08 mg/L dan dasra perairan sebesar 11,4 mg/L, dan pada stasiun 3 nilai konsentrasi TSS pada permukan perairan yaitu 30,26 mg/L dan pada dasar perairan sebesar 36,7 mg/L.

This study entitled "Study of Distribution of Total Suspended Solid (TSS) in the Western Laguna Segara Anakan". TSS was suspended materials (more than 1μm in diameter) consists of silt and fine sand as well as remains of microorganisms retained on the filter with a pore diameter milipore 0:45 lm. This study aims to determine the distribution of total suspended solids in the lagoon Segara Anakan western Cilacap district. This study is divided into three observation stations. The method used in this study is the observation. Sampling was done using the Van Dorn Water Sampler, further samples were analyzed by gravimetric methods. The results showed that the surface waters of station 1 has a TSS concentration of 51.2 mg/L and at the bottom is 209.4 mg/L, at station 2 TSS concentration value on the water surface of 6.08 mg / L and bootom waters of 11.4 mg /L, and at station 3 TSS concentration values in surface waters is 30.26 mg / L and at the bottom of 36.7 mg /L
93769451H1F007059GEOLOGI DAN STUDI KARAKTERISTIK PEPERIT DAERAH TUNJUNGMULI DAN SEKITARNYA KECAMATAN KARANGMONCOL KABUPATEN PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH
Lokasi penelitian secara administratif berada di Desa Tunjungmuli Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. Secara Geografis daerah penelitian terletak pada 109.460˚BT - 109.500˚BT dan 7.250˚LS – 7.290˚LS, Daerah penelitian memiliki luas 25 km2 dengan ukuran 5 x 5 km. Penelitian bertujuan untuk memahami kondisi geologi dari karakteristik peperit didaerah penelitian.
Satuan geomorfologi daerah penelitian berupa Satuan Perbukitan Hogback Balekrasa dan Satuan Perbukitan Homoklin Panusupan. Tahapan geomorfik daerah penelitian adalah muda ke tua dan Pola aliran sungai pada daerah penelitian adalah pola aliran sungai dendritik.
Struktur gelogi yang ditemukan di daerah penelitian merupakan sesar mendatar kanan naik (thrust right slip fault) yang berarah Baratlaut-Tenggara. Arah tegasan utama berarah Timurlaut-Baratdaya.
Tatanan stratigrafi daerah penelitian terdiri atas tiga satuan batuan. Urutan stratigrafi daerah penelitian dari tua kemuda yaitu Satuan Breksi, Satuan Patupasir, Satuan Batulempung.
Pada daerah penelitian peperit ditemukan berasosiasi dengan lava bantal, secara megaskopis tampak berwarna hijau dengan kekerasan 6,5-7 skala mohs dan tekstur umum yang halus, sedangkan dilihat dari segi petrogarifis peperit berwarna kehijauan, bertekstur klastik, terdiri atas butiran berupa 2 % plagioklas, 2 % Mineral opak, dan 2 % kuarsa. Tertanam dalam 94 % matriks pecahan gelas berukuran sangat halus, yang sebagian besar telah terubah menjadi mineral lempung klorit. Analisis kimia dilakukan dengan analisis XRF, dimana terlihat perbedaan SiO2 pada peperit dengan lempung dikarenakan adanya proses silisifikasi antara basalt dan lempung.
This research was conducted administratively in Tunjungmuli Village, Karangmoncol, Purbalingga, Central Java. Geographically, the research area lies in 109.460˚ EL – 109.500˚ EL and 7.250˚SL – 7.290˚SL. The research area was 25 km2 with a size of 5 x 5 km. The study aims to know about geological conditions of the characteristic peperit in the research areas.

Geomorphology unit area of the research was in the form of Hogback Balekrasa and Panusupan Homoklin Hills Units. Research geomorphic stages area were youth to old age. River flow patterns in the research area were dendritic stream pattern.

Geological structure found in the research area was a right thrust slip fault trending Northwest-Southeast. The principal stress trending was Northeast-Southwest.

Stratigraphic order of the research area consists of three stones with stratigraphic sequence of the research areas were old age to youth. They were Breccia, Sandstone, and Claystone Unit.

In the research area, peperit found associated with pillow lava, in megaskopis were a green with hardness 6,5-7 mohs scale and the textures that are glassy, in commonly peperit are greenish while seen in terms of petrogarifis, it is clastic textured, it consists of granules in the form of 2 % plagioclase, 2 % mineral opac, and 2 % quartz. Embedded in 94 % of matrices a cracked glasses were undersized very fine, most of which have been changed into mineral of chlorite clays. The chemical analysis to be done with an analysis XRF, it show differences SiO2 on peperit with clay, because it exist the process of silicification between basalt and clay.
93779452B1J007192Keragaman Gastropoda Di Perairan Hutan Mangrove Bulaksetra Pangandaran Jawa BaratKeragaman adalah gabungan antara jumlah species dan jumlah individu masing – masing species dalam satu komunitas. Istilah diversitas dalam ekologi umumnya mengarah pada keanekaraman species. Selain itu diversitas juga merupakan suatu keragaman /perbedaan diantara anggota-anggota sekelompok populasi baik hewan maupun tumbuhan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman Gastropoda yang terdapat di perairan hutan mangrove Bulaksetra Pangandaran Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2014. Materi penelitian ini adalah semua species Gastropoda yang ditemukan di lokasi penelitian. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara Simple Random Sampling. Tempat pengambilan sampel dimulai dari bibir pantai sampai hutan mangrove. Hasil yang didapat di perairan hutan mangrove Bulaksetra Pangandaran Jawa Barat terdapat 9 species yang terbagi dalam 6 familia. Sembilan species tersebut yaitu Nerita lineata (Chemnitz, 1781), Neritina violacea (Gmelin, 1791), Littoraria scabra (Linne, 1758), Telescopium telescopium (Linne, 1758), Cerithidea quadrata (Sowerby, 1866), Pomacea sp. (Lamarck, 1801), Cassidula aurisfelis (Bruguiere, 1789), Ellobium aurisjudae (Linnaaeus, 1758), Chicoreus capucinus (Lamarck, 1822),. Faktor lingkungan yang diamati adalah temperatur berkisar antara 270C - 300C, salinitas daerah bibir pantai berkisar 29.000/00 - 33.00/00. dan pH air laut berkisar antara 6.5-7.
Diversity is a combination between the number of species and number of individuals of each type in a single community. The term of diversity in ecology generally leads to variety of types. Beside that, diversity is also a variety / differences among members of a population group, either animal or plant.
The purpose of this research was to find out the diversity of gastropods found in Bulaksetra Pangandaran West Java area. This research was conducted in May-June 2014, of this research materials are all kinds of gastropods were found at the sites. This research uses a survey method with simple random sampling technique. Sampling started from the shoreline to the mangrove forest. The results obtained in the waters of the mangrove forests Bulaksetra Pangandaran West Java, there are 9 species that are divided into 6 familia. Nine of these species is Nerita lineata (Chemnitz, 1781), Neritina violacea (Gmelin, 1791), Littoraria scabra (Linne, 1758), Telescopium telescopium (Linne, 1758), Cerithidea quadrata (Sowerby, 1866), Pomacea sp. (Lamarck, 1801), Cassidula aurisfelis (Bruguiere, 1789), Ellobium aurisjudae (Linnaaeus, 1758), Chicoreus capucinus (Lamarck, 1822),. Environmental factors measured were the temperature range between 270C - 300C, salinity 29,000/00 - 33.00/00 and pH of the water ranged between 6.5-7.
93789453G1D007051HUBUNGAN KONSUMSI AIR MINUM DARI AIR HUJAN DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DI DESA WANGON KABUPATEN BANYUMASLatar belakang: Karies gigi adalah sebuah penvakit infeksi yang merusak struktur gigi. Pemanfaatan air hujan untuk air minum dalam jangka panjang dikhawatirkan karena air hujan mempunyai kelemahan yaitu mempunyai pH dan kandungan fluor yang lebih rendah dari standar kualitas air minum sehingga akan menyebabkan rapuhnya tulang dan gigi.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan konsumsi air minum dari air hujan dengan kejadian karies gigi di Desa Wangon Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan waktu pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu cross sectional. Responden yang akan di observasi adalah anak dengan usia 12-18 tahun untuk menentukan jenis karies gigi. Sampel pada penelitian ini diambil secara simple random sampling. Sampel penelitian berjumlah 81 orang. Metode analisa data yang digunakan adalah uji statistik Chi square.
Hasil: Berdasarkan uji chi-square didapatkan nilai ρ sebesar 0,000 kurang dari α=0,05 yang artinya terdapat hubungan konsumsi air minum dari air hujan dengan kejadian karies gigi.
Kesimpulan: Terdapat hubungan konsumsi air minum dari air hujan dengan kejadian karies gigi.
Background: Caries is an infection which damages the teeth structure. Rainwater utilization for drinking in long-term is worried because rainwater has the lower pH and fluor content of drinking water quality standard which lead brittle bones and teeth.
Objective: To determine the relation between rainwater consumption and caries in Wangon Village, Banyumas Regency.
Methods: Observational analytical with cross sectional. The respondents in this research were 81 children in 12-18 years old. Sampling technique was used simple random sampling. Data analysis was used Chi-Square test.
Results: Chi-Square test results showed ρ=0,000 <α=0,05.
Conclusions: There is a significant relations between rainwater consumption and caries.
93799454H1C007021ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN IPTV TERHADAP KUALITAS JARINGAN INTERNET SPEEDY DI PT. TELKOM, Tbk DIVISI ACCESS SITE OPERATION PURWOKERTOSaat ini teknologi telah berkembang dengan pesat, termasuk bidang telekomunikasi. Dengan adanya teknologi MSAN (Multy Service Access Node), memungkinkan Telkom memberikan layanan tripleplay, yaitu menyalurkan layanan high speed internet access (HSIA), Voice packet dan layanan IPTV secara bersamaan melalui infrastruktur yang sama. IPTV merupakan layanan Video atau TV yang disalurkan melalui media yang berbasis IP, misalnya jaringan xDSL/Speedy. IPTV tidak seperti TV biasa yang ditransmisikan secara broadcast melalui kabel atau satelit, tetapi IPTV merupakan sistem yang tertutup serta siarannya memiliki hak paten. Kelebihan layanan IPTV adalah kita bisa menerima layanan televisi dan video disamping layanan-layanan multimedia lain dengan memanfaatkan koneksi berbasis IP (Internet Protocol).Nowadays technology has grown by leaps and bounds, including telecommunications. With the technology of MSAN (Multi Service Access Node), allowing Telkom provide tripleplay services, which distribute high speed internet access (HSIA), packet voice and IPTV services simultaneously over the same infrastructure. IPTV is a video or TV services are routed through IP-based media, such as xDSL network / Speedy. IPTV is not like the regular TV broadcast transmitted via cable or satellite, but IPTV is a closed system and broadcasts have a patent. Excess IPTV service is that we can receive television services and video in addition to other multimedia services by utilizing connections based on IP (Internet Protocol).
93809455G1F010078AKTIVITAS HASIL FERMENTASI FUNGI ENDOFIT UMBI BAWANG MERAH TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA DARAH PADA TIKUS WISTAR JANTANBawang merah (Allium cepa) telah terbukti memiliki aktivitas menurunkan trigliserida. Fungi endofit mampu menghasilkan metabolit yang memiliki aktivitas sama dengan tanaman inangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas penurunan trigliserida dari fermentasi fungi endofit bawang merah pada tikus jantan yang mengalami hipertrigliserida dan melakukan identifikasi golongan senyawa yang diduga sebagai penurun trigliserida darah.
Penelitian ini dilakukan dengan cara mengelompokkan tikus secara acak menjadi 4 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 ekor tikus yang diberi pakan tinggi lemak selama 21 hari. Kelompok 1 (kontrol negatif) diberi aquades. Kelompok 2 (kontrol positif) diberi gemfibrozil dosis 10,8 mg/200 gram tikus 2 kali sehari. Kelompok 3 diberi fermentasi isolat 1 fungi endofit sebesar 12,5 ml/kg BB/hari p.o. Kelompok 4 diberi fermentasi isolat 2 fungi endofit sebesar 12,5 ml/kg BB/hari p.o. Pemberian fungi endofit dilakukan pada hari ke 8 sampai hari ke 21. Pengamatan penurunan kadar trigliserida dilakukan dengan mengambil darah tikus pada hari ke-0, 8 dan 21. Data dianalisis normalitas dengan Kolmogorov smirnov dilanjutkan dengan analisis paired t test. Identifikasi golongan senyawa menggunakan Kromatografi Lapis Tipis.
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar trigliserida sebesar 51,0% pada tikus yang diberi fermentasi isolat 2 fungi endofit secara signifikan, sedangkan fermentasi isolat 1 fungi endofit tidak dapat menurunkan kadar trigliserida. Identifikasi golongan senyawa menunjukkan adanya senyawa flavonoid dengan hasil bercak coklat kuning, sedangkan golongan senyawa saponin tidak ada.
Red onion (Allium cepa) has been shown to have activity lowers triglycerides. Endophytic fungi capable of producing metabolites that have the same activity with its host plant. The purpose of this study is to determine the activity of the triglyceride decrease of endophytic fungi fermentation onion in male rats that experienced hypertriglyceride and identify classes of compounds suspected as lowering blood triglycerides.
The research is done by classifying the rats randomized into 4 groups, each group consisted of 6 mice fed a high-fat for 21 days. Group 1 (negative control) is given distilled water. Group 2 (positive control) is given gemfibrozil dose of 10,8 mg/200gr BW 2 times a day. Group 3 is given fermentation of endophytic fungi isolates 1 of 12,5 ml/kg BW/day p.o. Group 4 is given fermentation of endophytic fungi isolates 2 of 12,5 ml/kg BW/ day p.o. Provision of endophytic fungi on day 8 until 21 day observations conducted decrease triglyceride levels by taking blood rats on days 0, 8 and 21 analyzed for normality with the Kolmogorov Smirnov followed by paired t test analysis. Identification of classes of compounds using Thin Layer Chromatography.
The results showed a decrease in triglyceride levels by 51,0% in mice fed fermentation of endophytic fungi isolates 2 significantly, while fermentation of endophytic fungi isolates 1 can not lower triglyceride levels. Identification of class of flavonoid compounds showed the results of a yellow brown spots, whereas no group of saponin compounds.