Artikelilmiahs

Menampilkan 9.321-9.340 dari 48.943 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
93219419G1A010046PERAN KELUARGA DALAM PENANGANAN KORBAN PASCA KEJADIAN KEJAHATAN SEKSUAL PADA ANAK DI KABUPATEN BANYUMAS PERIODE 2012-2013I Ngurah Ardhi Wiratama*, M. Zaenuri S.H., Sotyania Wardhianna
*Jurusan Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia

ABSTRAK
Latar Belakang : Komnas Perlindungan Anak dan Badan Perlindungan Masyarakat Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas mencatat Kasus KTA jenis kejahatan seksual pada anak menempati kejadian paling tinggi. Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam perlindungan pada anak. Nilai-nilai moral untuk pertama kali diperoleh dari lingkungan keluarga, khususnya orang tua. Idealnya anak mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental, sosial, maupun spiritual. Sayangnya, pada kenyataannya di masyarakat, banyak yang memperlakukan anak secara kurang manusiawi
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran fungsi-fungsi keluarga dalam penanganan pada anak yang menjadi korban pasca kejahatan seksual di wilayah Kabupaten Banyumas periode tahun 2012-2013.
Metode : Penelitian ini merupakan studi kualitatif terhadap 6 orang perwakilan keluarga korban dan 2 wawancara ahli. Semua informan dilakukan wawancara mendalam untuk mengetahui masing-masing dari aspek peran fungsi keluarga dalam penanganan anak yang menjadi korban kejahatan seksual beserta kronologi kejadian. Wawancara ahli dilakukan untuk mengkonfirmasi hasil wawancara dengan informan. Data dideskripsikan dalam bentuk transkrip wawancara dan dilakukan triangulasi data.
Hasil : Data menunjukkan peran fungsi keluarga dalam penanganan dari aspek afektif, sosialisasi peran, dan perawatan kesehatan, telah diterapkan dalam keluarga korban, dalam penanganan terhadap anak. Peran fungsi keluarga dalam penanganan korban kejahatan seksual pada anak dapat memperbaiki kondisi psikososial agar dapat melanjutkan kehidupan anak seperti semula. Dampak kondisi psikologis anak sebenarnya tidak dapat dilihat secara kasat mata, sehingga perlu di konfirmasi oleh psikolog. Keluarga korban belum sepenuhnya mengerti mengenai definisi kesehatan secara holistik, namun mereka telah menerapkan fungsi perawatan kesehatan secara holistik.
Kesimpulan : Peran fungsi keluarga dapat memperbaiki kondisi anak dari semua aspek seperti psikososial, membuat rasa aman dan kasih sayang dalam pemulihan rasa percaya diri pada anak, serta perawatan kesehatan secara holistik dalam pemeliharaan anak untuk melanjutkan kehidupannya.
ABSTRACT
Background : The National Commission for Child Protection and Family Planning Agency Public Protection Cases Banyumas noted KTA types of sexual crimes on children occupy the highest incidence. The family has a very important role in the protection of the child. Moral values obtained for the first time from the family, especially the parents. Ideally, the child gets the widest possible opportunity to grow and develop optimally, both physically, mentally, socially, and spiritually. Unfortunately, the reality in society, much less treat children humanely.
Objective : This study aimed to determine the role of family functions in the treatment of children who are victims of sexual crimes in the post-Banyumas regency period 2012-2013.
Methods : This study is a qualitative study of the 6 representatives of families of the victims and two expert interviews. All informant interviews were conducted to determine the depth of each of the aspects of the role of family functioning in handling children who are victims of sexual crimes and their chronology of events. Expert interviews conducted to confirm the results of interviews with informants. The data will be described in the form of transcripts of interviews and triangulation of data.
Results : The data indicate the role of family functioning in the treatment of affective aspects, role socialization, and health care, has been applied to the victim's family, in the treatment of children. The role of family functioning in the treatment of victims of sexual crimes on children can fix psychosocial conditions in order to continue the child's life as before. The impact of childhood psychological condition actually can not be seen, so it needs to be confirmed by psychologists. Families of the victims have not fully understood the definition of holistic health, but they have implemented holistic health care function.
Conclusion : The role of family functioning can improve the condition of children of all aspects such as psychosocial, make sense and compassion in the recovery of self-confidence in children, as well as holistic health care in the maintenance of the child to continue his life.
93229420C1B009118Analisi Pengaruh Pengetahuan Merek, Hubungan Merek, Niat Perilaku, Pengalaman Masa Lalu dan Persepsi Kualitas terhadap Niat Beli Big Colaujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengetahuan merek, hubungan merek, niat perilaku, pengalaman masa lalu, dan persepsi kualitas terhadap niat pembelian. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Kebumen 1 SMA berjumlah 100 orang. Untuk membuktikan hipotesis dari penelitian ini, regresi linier berganda, dan uji asumsi klasik diterapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan merek, hubungan merek, niat perilaku, pengalaman masa lalu, dan persepsi kualitas memiliki pengaruh positif terhadap niat beli.The purposes of this research were to analyze the influence of brand knowledge,brand relationship, behavioral intention, past experience, and perceived quality on purchase intention. The samples in this study were students of the Kebumen 1 Senior High School totaling 100 peoples. To prove the hypothesis of this research, a multiple linear regression, and classic assumption test was applied. The result of this research showed that brand knowledge,brand relationship,behavioral intention,past experience,and perceived quality had positive influence on purchase intention.
93239421C1A008019ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHA PADA KELOMPOK TANI PEMBENIHAN IKAN GURAMI DI DESA BEJI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2012
Penelitian ini mengambil judul “ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHA PADA KELOMPOK TANI PEMBENIHAN IKAN GURAMI DI DESA BEJI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2012”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan dan efisiensi usaha pada kelompok usahatani pembenihan gurami di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya, meliputi: umur, luas lahan, pengalaman, tingkat pendidikan dan pakan.
Penelitian ini menggunakan metode survey, informasi dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuisioner dan wawancara terstruktur.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa usahatani pembenihan gurami di daerah penelitian sudah cukup menguntungkan dan efisien, hal ini dilihat dari angka R/C rasio yang diperoleh lebih besar dari satu yaitu sebesar 3,15, sedangkan rata-rata pendapatan yang diperoleh adalah sebesar Rp633.127,00. Dari hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang berpengaruh signifikan adalah umur petani, luas lahan serta pakan yang digunakan selama proses pembenihan.
Implikasi dalam penelitian ini adalah usahatani pembenihan gurami di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas layak untuk lebih dikembangkan lagi, apabila petani pembenihan gurami ingin meningkatkan usahataninya, mereka perlu memperhatikan faktor luas lahan dan pakan yang digunakan.
The title of this study is ANALISYS OF OPERATING INCOME AND EFFICIENCY IN CARP HATCHERY FARMERS GROUP AT BEJI VILLAGE SUB-DISTRICT KEDUNG BANTENG DISTRICT BANYUMAS 2012. The purpose of this study is to analyze the operating income and efficiency in carp hatchery farmers group at Beji village, sub-district Kedungbanteng, district Banyumas and also to analyze the affecting factors, including to: age, landmass, experience, education level and feed.
This study uses survey methods. Information is collected from respondents by using questionnaires and structured interviews.
Result of the study shows that carp hatchery farms in the study area is quite profitable and efficient. It is detected from the rate of the R / C ratio which is greater than one, or equal to 3.15, while the average income earned is Rp633.127,00. From the results of the regression analysis, it can be detected that the factors that have significant effect. There are the age of the farmers, landmass and the feed used during the seeding process.
The implication of this study is that the carp hatchery farms in the study area in Beji village, sub-district Kedungbanteng, district Banyumas, is reasonable to developed, whether the carp hatchery farmers want to increase their carp hatchery, they need to observe the important factors: landmass and feeding used during the seeding process.

932410748A1L010099KERAGAMAN GENETIK KARAKTER AGRONOMIK POPULASI F2
HASIL PERSILANGAN VARIETAS PADI HITAM
DENGAN MENTIK WANGI
Beras mengandung karbohidrat, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi
kesehatan. Peningkatan kualitas beras penting untuk memperbaiki gizi masyarakat.
Perbaikan kualitas gizi beras dapat dilakukan dengan merakit varietas yang memiliki
sifat unggul. Padi hitam dan mentik wangi adalah padi yang memiliki sifat unggul
yang dapat dirakit menjadi varietas baru yaitu varietas padi hitam yang kaya
antosianin dengan tekstur nasi pulen, serta wangi. Penelitian keragaman genetik
karakter agronomik populasi F2 hasil persilangan varietas padi hitam dengan mentik
wangi bertujuan untuk: 1) mengetahui keragaman karakter agronomi dari populasi F2
hasil persilangan padi hitam dengan mentik wangi dan 2) mendapatkan tanaman F2
terpilih dari persilangan padi hitam dan mentik wangi untuk dilanjutkan menjadi
generasi F3. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei sampai September 2014 di lahan
sawah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Desa Karangwangkal
Kecamatan Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Rancangan percobaan yang
digunakan adalah RAKL ter-augmented dengan perlakuan 8 galur F2 dan 3 ulangan
untuk varietas pembanding. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah
anakan total, jumlah anakan produktif, umur berbunga, panjang malai, jumlah gabah
per malai, bobot gabah per rumpun, dan bobot 1000 biji. Hasil penelitian
menunjukan: 1) Karakter agronomik pada populasi F2 memiliki keragaman yang
sangat tinggi pada empat variabel (tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah gabah
per malai, bobot 1000 biji) dan 2) Hasil evaluasi terhadap populasi F2 hasil
persilangan varietas padi hitam dan metik wangi diperoleh 15 tanaman yang dapat
dilanjutkan menjadi generasi F3 yaitu: PHMW481-15, PHMW481-16, PHMW481-
23, PHMW482-1, PHMW482-17, PHMW482-2, PHMW482-8, PHMW483-30,
PHMW485-15, PHMW485-28, PHMW485-7, PHMW487-19, PHMW487-25,
PHMW487-28, PHMW488-28.
Rice contains carbohydrate, vitamin, and mineral that function for health.
Increasing rice quality is important to repair the community nutrition. The reparation
of rice nutrition quality can compound the variety which has good quality. Black
paddy and mentik wangi paddy are paddies which have good quality and can
compound to new variety which rich of antocyanine, fluffier texture, and fragrance.
The aim of this research are: 1) to know diversity of agronomic characters of F2
populations resulted of intersecting black rice and mentik wangi to be continues into
F3 generation and 2) to get f2 plants from crosses of black rice and mentik wangi to
be continued into F3 generation. The research was carried out from May to
September 2014 in paddy field. Agriculture Faculty of Jenderal Soedirman
University, Karangwangkal Village sub district of Purwokerto, Banyumas Regency.
The experimental design used the augmented-RCBD with 8 treatments of F2 trains
and 3 replicates for varieties comparison. The observed variables are the plant
heigt, the total number of saplings, the number of productive saplings, the flowering
age, the leght of panicle, number of grain per panicle, grain weight per clump, and
the weight of 1000 seeds. Results of the study showed 1) the diversity of agronomic
characters have very high on four variables (the plant heigt, the total number
of saplings, number of grain per panicle, and the weight of 1000 seeds) and 2) results
of the evaluation of F2 population retrieved 15 plants that can be extendedinto the F3
generation are: PHMW481-15, PHMW481-16, PHMW481-23, PHMW482-1,
PHMW482-17, PHMW482-2, PHMW482-8, PHMW483-30, PHMW485-15,
PHMW485-28, PHMW485-7, PHMW487-19, PHMW487-25, PHMW487-28,
PHMW488-28.
932510751G1G009050PENGARUH APLIKASI MEMBRAN AMNION FREEZE-DRIED DAN LARUTAN ASAM HIALURONAT KONSENTRASI 1% TERHADAP JUMLAH PEMBULUH DARAH KAPILER PADA PENYEMBUHAN LUKA GINGIVA TIKUS SPRAGUE DAWLEYPenyembuhan luka dapat dipercepat dengan pemberian obat-obatan baik secara oral maupun topikal. Pemilihan membran amnion sebagai penyembuhan luka karena jaringan epitel dan stroma amnion mengandung growth factor sedangkan asam hialuronat dipilih untuk memaksimalkan kinerja membran amnion yang telah diawetkan secara freeze-dried. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi membran amnion freeze-dried dan larutan asam hialuronat konsentrasi 1% terhadap jumlah pembuluh darah kapiler. Dua puluh empat tikus dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok perlakuan satu diberi membran amnion freeze-dried, kelompok dua diberi larutan asam hialuronat konsentrasi 1%, kelompok tiga diberi kedua bahan tersebut. Perlukaan pada gingviva dibuat dengan punch biopsy. Dekapitasi tikus pada hari ke-7. Jaringan perlukaan dibuat preparat histologi dengan pengecatan Hematoksilin Eosin (HE) untuk mengamati jumlah pembuluh darah kapiler. Data rata-rata jumlah pembuluh darah kapiler dianalisis menggunakan uji statistik One Way ANOVA dilanjutkan dengan uji Post-Hoc LSD. Pada uji beda LSD menunjukkan bahwa rata-rata jumlah pembuluh darah kapiler pada kelompok perlakuan yang telah diberi gabungan kedua bahan lebih banyak dibandingkan dengan kelompok yang lainnya. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh aplikasi membran amnion freeze-fried dan larutan asam hialuronat konsentrasi 1% terhadap jumlah pembuluh darah kapiler pada proses penyembuhan luka.Wound healing can be accelerated by administration of orally or topically medication. Selection of amniotic membrane as a wound healing agent is based on several considerations such as the existence of growth factor in amnion epithelial tissue and stroma while the hyaluronic acid was chosen to maximize the performance of the amniotic membran that has been preserved as a freeze-dried. Levels of growth factors inside of them decreased significantly when the growth factor is required to synthesize hyaluronic acid that plays an important role in the process of angiogenesis. The aim of this study was to determine the effect of amniotic membrane applications freeze-dried and Concentration 1% of Hyaluronic Acid Solution of the number of capillary blood vessels. Twenty-four rats were divided into 2 groups: control and treatment group (1, 2 and 3). Group 1 was given with a freeze-dried amniotic membrane, group 2 was given with Concentration 1% of Hyaluronic Acid Solution, group 3 was given with both of the material. Injury in gingviva was made with punch biopsy. Decapitation mice was performed on day 7th. Histology preparations of injured tissue with hematoxylin eosin (HE) staining were made to observe the number of capillary blood vessels. Data with average number of capillary vessels were analyzed using one-way ANOVA statistical test followed by post-hoc LSD test. Result of LSD different test showed that the average number of capillary blood vessels in group 3 was higher than the other groups. Conclusions of the study is there was an effect of amniotic membrane applications freeze-fried and Concentration 1% of Hyaluronic Acid Solution to the he number of capillary blood vessels in the wound healing process.
932610752E1A111002MAJORITY OPINION DAN DISSENTING OPINION HAKIM PADA PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG TENTANG PERMOHONAN KASASI YANG DITOLAK DALAM PERKARA PERJANJIAN JUAL-BELI DENGAN PAKSAAN (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor : 472 K/Pdt/2012)Kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan yang bebas dan merdeka dari pihak-pihak di luar kekuasaan kehakiman. Sebagai salah satu wujud kekuasaan kehakiman yang bebas dan merdeka, hakim diberi kebebasan dalam memeriksa dan memutus suatu perkara. Majelis hakim mengadakan rapat permusyawaratan hakim yang bersifat rahasia sebelum menjatuhkan putusan, Dalam rapat permusyawaratan hakim dapat terjadi perbedaan pendapat (Dissenting Opinion) diantara hakim.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa dasar pertimbangan dari pendapat mayoritas (Majority Opinion) hakim adalah Judex Factie tidak melakukan kesalahan dalam penerapan hukum karena perjanjian pengikatan jual-beli nomor 225 tanggal 23 juni 2009 telah sah memenuhi syarat formil dan materiil sahnya akta otentik yang bersifat partai. Sedangkan dasar pertimbangan dari hakim yang menyatakan perbedaan pendapat (Dissenting Opinion) adalah Judex Factie telah melakukan kesalahan dalam penerapan hukum yaitu tidak mempertimbangkan bahwa perjanjian tersebut melanggar Pasal 1320, Pasal 1338, Pasal 1474, dan Pasal 1513 KUHPerdata. Akibat terdapatnya perbedaan pendapat (Dissenting Opinion) dalam putusan No. 472 K/Pdt/2012 adalah putusan tersebut mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Selain itu, terdapatnya perbedaan pendapat (Dissenting Opinion) dalam putusan tersebut menimbulkan akibat positif (kelebihan) dan negatif (kelemahan).
Judicial power is power that is freedom and independent from outside the judicial power. As one existance of judicial power that is free and independent, judges are given the freedom to investigate and decide a case. The judges have a conference meeting confidential before decide a case. In a conference meeting of judges may occur dissent of opinion among the judges.
Based on the results of the study indicated that the consideration of majority opinion are Judex factie does not make mistakes in the application of the law, because the sale and purchase agreement number 225 dated 23 June 2009, has been legitimately qualify formal and material validity of an authentic deed. While the consideration of the judges who expressed dissent of opinion is Judex factie have made a mistake in the application of that law does not consider that the agreement contravene at Section 1320, Section 1338, Section 1474 and Section 1513 of the KUHPerdata. Effect of there are Dissent in Decision No. 472 K / Pdt / 2012 was that decision to have legally enforceable. In addition, the presence of a difference of opinion in the decision have positive consequences (excess) and negative (weakness).
93279417C1J007033SOCIO-ECONOMY ANALYSIS OF COCONUT SUGAR FARMERS IN
KALIWUNGU VILLAGE KEDUNGREJA SUB DISTRICT
CILACAP REGENCY
Desa Kaliwungu merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap sebagian besar penduduknya hidup dari sektor pertanian. Pendapatan diperoleh berasal dari pekerjaan pokok sebagai petani gula kelapa dan pekerjaan sampingan seperti buruh tani, berdagang, beternak atau kegiatan usaha lainya. Di Desa Kaliwungu gula kelapa menjadi tumpuan hidup ratusan keluarga, terutama yang tidak memiliki sawah. Sebagian besar hanyalah buruh penderes yang sudah berumur sekitar 40 tahun keatas. Salah satu dusun di Desa Kaliwungu yaitu Dusun Wungureja, usaha gula kelapa merupakan usaha pokok. Dengan pengolahan gula kelapa yang masih sederhana dan tradisional. Perempuan diserahi tanggung jawab untuk membuat gula kelapa (mengindel) sementara kaum lelaki bertugas menyadap (menderes) nira dari pohon kelapa. Sebagian besar waktu sehari-hari para pengrajin gula kelapa digunakan untuk menderes dan memasak gula kelapa. Seorang penderes menghabiskan 3-8 jam waktunya untuk memanjat pohon kelapa, bekerja setiap hari dari mulai pagi hingga siang, dan dari sore hingga petang, mulai menyiapkan peralatan menyadap nira, menyadap nira (menderes), hingga memasak nira, sampai akhirnya mencetak gula kelapa.
Rata-rata penderes hanya melanjutkan sekolah pada jenjang pendidikan yang menengah bahkan ada yang tidak lulus SD, sehingga pengetahuannya kurang baik dan belum menyadari benar pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya. Jumlah pengeluaran berasal dari keperluan pokok seperti kebutuhan sehari-hari, kebutuhan pangan ditambah pengeluaran tidak terduga seperti acara hajatan atau sumbangan orang meninggal dunia. Jumlah anggota keluarga yang besar menyebabkan pemenuhan kebutuhan semakin besar pula, termasuk pemenuhan pendidikan anak sehingga menyebabkan pemenuhan kebutuhan kurang maksimal. Jenis rumah yang mereka tempati sebagian besar yaitu non permanen atau semi permanen dengan status kepemilikan adalah milik sendiri. Dilihat dari keaadaan rumah, listrik hanya untuk penerangan, MCK yang sederhana , kebersihanya kurang terjaga sehingga dapat menimbulkan berbagai penyakit, kondisi rumah umumnya belum dilengkapi dengan sarana lingkungan untuk rumah yang sehat dan bersih. Barang-barang yang mereka miliki hanya jenis barang kebutuhan pokok atau sekunder seperti TV, sepeda, peralatan elektronik, atau kendaraan bermotor.
ABSTRACT
The title of this research is ” the Analysis of the Social Economy of the
Coconut SugarFarmer inthe Village of Kaliwungu, Subdistrict of Kedungreja,
Regencyof Cilacap”. The background of research is the low household income,
income per capita, education level of the head of household is low, coconut sugar
farmer most of the in the old age, high of responsibility for the family member,
simple house condition, small land of trees, and even many of them does not has
their own land trees and become the farm worker. Beside that, the infrastructure
is not in good condition such as road, rice field irrigation these make worse the
condition of social economy of society. The purpose of this research is to analyze
the social economy of the coconut sugar farmer in the Village of Kaliwungu and
analyze the prosperity level of the household of coconut sugar farmer in the
Village of Kaliwungu. Type of this research is the survey research. Adnthe
method of takingsample uses the method of Snowball Sampling. Respondents
inthis research are 92 respondents. Methodof analysis inthis research uses
analysis of tabulation and crossed tabulation thatisthe data arrangement in the
formof table.
From the result of research it is obtained that the condition of social
economy of the coconut sugar famer in the Village of Kaliwungu, Sub district of
Kedungreja, Regency of Cilacap most of them is classified into low condition in
social and economy. It can be known from the education level of the head of
household that is relative low, family income is low, and total responsibility of
family that is relative high so the income per capita of family is low. It can be
seen from the size of prosperity according to Disserved Life Need (KHL), it can
be known that there is still many of families of coconut sugar famer who still
living in the not prosperous condition, that is 83 people. And according to BPS
there is 71 respondents are in the prosperous condition and the rest of them is
in the poor condition.
Implication from the conclusion above that in order to the condition of
social and economy of the coconut sugar famer in the Village of Kaliwungu, Sub
district of Kedungreja, Regency of Cilacap can increase, produces the income
from the outside of the agriculture business and income per capita can increase,
realize the important of the education especially for their children to get the
higher education, and control the total children to avoid the hig h expenditure
for family and follow the planning program that has been made by government.
Beside that the coconut sugar famer add the total trees and they need to have
the innovation in making the coconut sugar in order to the coconut sugar
production is increase and can attract the consumer in the market.
93289422H1F009059GEOLOGI DAN STUDI LINGKUNGAN PENGENDAPAN
FORMASI NGRAYONG
DAERAH KARANGANYAR DAN SEKITARNYA
KECAMATAN TODANAN KABUPATEN BLORA
PROVINSI JAWA TENGAH
Daerah penelitian terletak di daerah Karanganyar dan sekitarnya, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Satuan geomorfologi daerah penelitian terdiri dari Satuan Punggungan Homoklin Kepohkencono dan Satuan Punggungan Antiklin Karanganyar dengan pola pengaliran subdendritik. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi lima satuan yaitu Satuan Batupasir diendapkan pada awal miosen tengah di lingkungan transisi hingga neritik tengah, Satuan Batugamping pada akhir miosen tengah di lingkungan neritik tengah hingga neritik luar, Satuan Batulempung Karbonatan di lingkungan neritik tengah, Satuan Batupasir – Batugamping diendapkan pada awal miosen akhir di neritik luar hingga bathyal atas dan Satuan Napal diendapkan di neritik luar hingga bathyal atas. Struktur geologi pada daerah penelitian adalah Antiklin Karanganyar dan sesar diperkirakan Sesar Geser Kanan Morotoko. Formasi Ngrayong pada daerah ini diendapkan di lingkungan transisi hingga laut dangkal dengan beberapa kali transgresi – regresi. Asosiasi fasies mengindikasikan bahwa Formasi Ngrayong diendapkan dengan sistem tidal pada zona Intertidal hingga Inner Ramp dengan litofasies Batupasir wavy lamination (Sw), Batupasir flaser bedding (Sf), Batupasir lempungan lenticular bedding (SL) dan Batugamping parallel lamination (Lp). Keterdapatan sedimen berbutir kasar dan pecahan cangkang moluska mengindikasikan pengaruh arus kuat dari channel dan atau shoreward. Genus Elphidium, Spiroloculina, Quinqueloculina, Textularia, Cibicides dan Anomalina sebagai fosil penciri lingkungan transisi hingga neritik.
The research area is located in Karanganyar area, Todanan District , Blora Regency, Central Java. Geomorphological unit of research area consist of Punggungan Homoklin Kepohkencono and Punggungan Antiklin Karanganyar. Drainage pattern in this area is subdendritic. Stratigraphy units in this research area are devided into five units, start from Sandstone Unit there was deposited at early middle miocene in transitional environment until middle neritic, Limestone Unit at late middle miocene in middle neritic until outer neritic, Carbonaceous Mudstone in middle neritic, Sandstone – Limestone Unit at early late miocene in outer neritic until upper bathyal and Marl Unit in outer neritic until upper bathyal. Structural geology that has been found in this research area are Karanganyar Anticline and Morotoko Right Slip Fault as estimated fault. Ngrayong Formation in this area was deposited in transitional until shallow marine environment with transgression – regression cycle. Facies association indicated there Ngrayong Formation was deposited by tidal system on Intertidal and Inner Ramp zone which is marked by lithofacies such as wavy lamination sandstones (Sw), flaser bedding sandstones (Sf), lenticular bedding muddy sandstones (SL) and parallel lamination limestones (Lp). Coarse sediment and mollusca’s shells fragment indicated this location influented by strong wave from channel and shoreward. Elphidium, Spiroloculina, Quinqueloculina, Textularia, Cibicides and Anomalina are genera fosil marker for transitional until neritic environment there were found in this area.
93299423H1F007016GEOLOGI DAN STUDI KARAKTERISTIK TUF PADA FORMASI HALANG DAERAH PENUSUPAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CILONGOK, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAHLokasi penelitian berada pada batas koordinat Bujur 10909’32” – 109012’15” (296827 mE – 301834 mE), Lintang -7025’59” – -7028’41” (9177962 mN – 912988 mN) yang memiliki luas 25 km2 dengan ukuran 5 x 5 km, terletak disebelah barat kota Purwokerto, sebelah selatan Gunung Slamet, sebelah utara Kab. Cilacap, dan sebelah timur Kota Cilongok. Semua data lapangan sampai pengolahannya dilakukan secara mandiri.
Satuan geomorfologi daerah penelitian berupa Satuan Punggungan Homoklin Tamansari, Satuan Punggungan Homoklin Sawangan, Satuan Dataran Fluvial-Aluvial Logawa, dan Satuan Dataran Homoklin Penusupan. Tahapan geomorfik daerah penelitian adalah muda ke tua dan Pola aliran sungai pada daerah penelitian adalah pola aliran sungai Pararel dan Sub pararel.
Struktur gelogi yang ditemukan di daerah penelitian merupakan sesar mendatar kiri menurun Sawangan berarah timurlaut – baratdaya. Arah tegasan utama berarah Utara-Selatan.
Tatanan stratigrafi daerah penelitian terdiri atas lima satuan batuan dan satu satuan endapan yang dibedakan dari ciri litologi yang dijumpai di lapangan. Urutan stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda yaitu Satuan Batupasir (Tufan), Satuan Breksi, Satuan Batupasir (Lempungan) Satuan Batulempung, Satuan Batupasir (Gampingan), Satuan Endapan Aluvial.
Kaji Tuf Formasi Halang di daerah penelitian adalah melakukan pengukuran penampang stratigrafi dengan detail pada lintasan-lintasan yang memiliki keterdapatan Tuf. Karakteristik tuf yang hadir di lapangan, tuf tersebut diendapkan melalui mekanisme endapan piroklastik jatuhan yang merupakan hasil endapan explosif dari dari gunung api yang diendapkan melalui udara. Keterdapatan tuf ditemukan sebagai sisipan dalam satuan batupasir yang berumur setara dengan batupasir Formasi Halang.
Location of research area is on the coordinates Longitude 10909'32"- 109012'15" (mE 296 827 - 301 834 mE), Latitude -7025'59 " - -7028'41" (9177962 mN - 912 988 mN) which has an area of 25 km2 with or 5 x 5 km, located to the west of Kota Purwokerto, south of Gunung Slamaet, north of Kabupaten Cilacap, and the east of Kota Cilongok. All data until the processing has been done independently.
Geomorphological Unit research areas such as Punggungan Homoklin Tamansari Unit, Punggungan Homoklin Sawangan Unit, Dataran Aluvial Logawa Unit, Punggungan Korok Sawangan Unit and Dataran Homoklin Penusupan Unit. Geomorphic stages of the research area is young to mature and stream patterns in the research area is the parallel and sub parallel stream patterns.
Gelogical structure found in the research area is a Sawangan normal left-slip fault trending North East – South West. Sharpness towards the main North-South trending.
Stratigraphic order on research area consists of five rock units and one unit of the sediment, which differentiated characteristics lithology encountered in the location area. Sequence stratigraphy of the research area from old to young is Tufaceous Sandstone Unit, Breccia Unit, Clayyi Sandstone Unit, Claystone unit, and Limes Sandstone Unit, and Aluvial Sediment Unit.
Tuff study on Halang Formation in the research area is a stratigraphic cross-section measuring in detail the trajectories that have Tuff. Tuff characteristics are present in the field, tuff is deposited by pyroclastic fall Deposition mechanisms that result from the explosive deposition of volcanic deposited by air. Tuff found as inserts in Sandstone Units equivalent to the Halang Formation sandstones.
93309424C1C010092FAKTOR-FAKTOR PERILAKU OPORTUNISTIK PENYUSUNAN ANGGARAN
(Studi Pada Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah)
RINGKASAN

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang menetukan perilaku oportunistik penyusunan anggaran Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Tengah. Ada beberapa fakta yang berkaitan dengan penyimpangan pada penggunaan APBD, dimana penyimpangan dari proses penganggaran bermula karena praktek perilaku oportunistik pemangku kepentingan (stakeholders).
Objek penelitian ini adalah Oportunistik Penyusunan Anggaran (OPA) Pendapatan Asli Daerah (PAD), Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA), Dana Alokasi Umum (DAU) pada Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda, penelitian berdasarkan data panel (time series dan cross-sectional), dan spread anggaran belanja pada Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Tengah pada tahun anggaran 2010-2012.
Penelitian ini menemukan bukti yang mendukung penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan faktor yang menentuka perilaku oportunistik penyusunan anggaran pada Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Tengah. Penemuan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 1) Semakin tinggi Pendapatan Asli Daerah (PAD) maka akan semakin besar perilaku Oportunistik Penyusunan Anggaran (OPA) di Provinsi Jawa Tengah 2) Semakin tinggi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) maka akan semakin besar perilaku Oportunistik Penyusunan Anggaran (OPA) Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah 3) Semakin tinggi Dana Alokasi Umum (DAU) maka akan semakin besar perilaku Oportunistik Penyusunan Anggaran (OPA) Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah 4) Dana Alokasi Umum memberikan pengaruh paling besar pada Oportunistik Penyusunan Anggaran.
Pelaku oportunistik penyusunan anggaran dapat dikurangi dengan memperbaiki mekanisme perencanaan, yaitu dengan melaksanakan perencanaan partisipatif yang melibatkan masyarakat sehingga perencanaan anggaran lebih transparan dan aspiratif. Perilaku oportunistik penyusunan anggaran terjadi karena adanya kesempatan atau sebagai reaksi dari lemahnya regulasi, oleh karena itu regulasi hatus dibuat lebih ketat dan jelas

ABSTRACT


This study analyzes factors that determine the behavior of opportunistic budgeting at the district/city in Central Java. There are several facts related irregularities (fraud) in the use of APBD, where the deviation of the budgeting process begins allegedly because the practice of opportunistic behavior of stakeholders.
Objects in this study is the opportunistic behavior of budgeting (OPA), income (PAD), Excess of Budget Financing (SiLPA), General Allocation Fund (DAU) at the district/city in Central Java. Using multiple regression analysis techniques, research based on panel data (time series and cross-sectional), the form of PAD, SiLPA, DAU and the spread of expenditures in the budget at the district/city in Central Java fiscal year 2010-2012.
This study found the evidence to support several previous studies associated with the factors that determine the behavior of opportunistic budgeting at the district/city in Central Java. The findings of this study it can be concluded that 1) the greater the amount of revenue (PAD) that is owned by Regency/City in Central Java, the greater the opportunistic behavior of budget preparation, 2) the greater amount of Excess of Budget Financing (SiLPA) in APBD, the greater the budgeting opportunistic behavior, 3) the greater the amount of DAU, the greater the opportunistic behavior of budgeting.
Budgeting opportunistic behavior can be reduced by improving the planning system, i.e. by carrying out participatory planning involving the community so that a more transparent budget planning and aspirational. Budgeting opportunistic behavior occurs because of chance or as a reaction to weak regulation, therefore regulations should be made more firm and clear.
93319425B1J009040Hubungan Kekerabatan Ikan Ordo Siluriformes dari Sungai Cijalu Kecamatan Majenang Kabupaten CilacapSiluriformes merupakan salah satu ordo ikan yang sebagian besar hidup di perairan tawar. Hampir semua ikan ordo Siluriformes memiliki sungut di sekeliling mulutnya. Siluriformes adalah salah satu ordo pada Classis Pisces yang mempunyai keragaman hayati dan nilai ekonomis tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies ikan Ordo Siluriformes yang tertangkap dari Sungai Cijalu dan hubungan kekerabatan filogenetiknya. Materi penelitian meliputi beberapa spesies ikan anggota Ordo Siluriformes yang merupakan hasil koleksi Dr. Agus Nuryanto yang disimpan di Laboratorium Taksonomi Hewan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman dan ditangkap dari Sungai Cijalu Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan adalah survei, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Cara kerja penelitian yaitu memilih ikan dengan ukuran > 8 cm dari Ordo Siluriformes yang telah diawetkan di Laboratorium Taksonomi Hewan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, kemudian diidentifikasi dan dideterminasi. Karakter morfologi yang diamati meliputi sirip, bentuk garis rusuk, bentuk sirip ekor, tipe sisik, letak mulut, panjang tubuh total, panjang tubuh standar, tinggi badan, tinggi batang ekor, jumlah spesies, jumlah individu per spesies, dan jenis ikan. Data morfologi ikan dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui deskripsi lengkap masing-masing spesies. Analisis hubungan kekerabatan dilakukan menggunakan metode kladistik dengan algoritma maximum parsimony dan melalui software computer yaitu program PAUP (Phylogenetic Analysis Using Parsimony) versi 4.0.b agar terbentuk pohon evolusi atau kladogram dan hasilnya disajikan dalam bentuk kladogram. Hasil pengambilan sampel diperoleh 6 spesies ikan, yaitu Pterygoplichthys pardalis, Hemibagrus nemurus, Glyptothorax platypogon, Channa striata, Mystus gulio, dan Mystus micracanthus. Hasil analisis menunjukkan bahwa Ordo Siluriformes bersifat monofiletik. Pohon filogenetik (kladogram) menunjukkan Mystus micracanthus merupakan kelompok monofiletik bersama Mystus gulio (sebagai sister taxa) dengan nilai bootstrap 100%, nilai indeks konsistensi (CI) sebesar 0,753 dan nilai indeks retensi (RI) sebesar 0,5714. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang jumlah spesies ikan dari Ordo Siluriformes yang tertangkap di Sungai Cijalu Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap serta hubungan filogenetik berdasarkan morfologinya.Siluriformes is one order of fish that live in freshwater. Almost all the fish of the order Siluriformes has barbells around the mouth. Order Siluriformes is one of the Classis Pisces and biodiversity that have high economic value. Purpose of this study is determine the number of fish species on Siluriformes caught in the Cijalu River and their phylogenetic relationships based on their morphological characters. The materials used in this study were fish species that belong to order Siluriformes and out-group species from the order of Cypriniformes. The specimens are collection of the Laboratory of Animal Taxonomy Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University. A survey method was used by applying purposive sampling technique. How the research is to choose fish with size > 8 cm of the order Siluriformes which has been preserved in the Laboratory of Animal Taxonomy Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University, then include species identification and determination morphological character measurement and phylogenetic relationship analysis. The morphological character is fin, linea lateralis, caudal fin, scales type, mouth position, total length, standard length, body height, caudal peduncle, number of species, number of individuals per species, and species of fish were observed to variables. The data were analyzed descriptively by observing similarities and differences in their morphology. Phylogenetic relationships was estimated using cladistic analysis based on maximum parsimony algorithm as implemented in PAUP (Phylogenetic Analysis Using parsimony) software version 4.0.b. Phylogenetic tree was presented in a cladogram. Identification and determination process resulted on 6 fish species, namely Pterygoplichthys pardalis, Hemibagrus nemurus, Glyptothorax platypogon, Channa striata, Mystus gulio, and Mystus micracanthus. The analysis showed that order Siluriformes formed monophyletic group on the tree. Phylogenetic tree also shows that Mystus micracanthus formed a monophyletic group with Mystus gulio (as sister taxa) with a bootstrap value = 100%, the value of consistency index (CI) = 0.753 and a retention index values (RI) = 0.5714. This research is expected to provide information about the number of species of fish of the order Siluriformes caught in the Cijalu River and their phylogenetic relationships based on morphological.
933211300H1A010048Validasi Metode Spektrofotometri Sinar Tampak untuk Analisis Formaldehida dalam Buah ImporFormaldehida merupakan bahan berbahaya, beracun, dan bersifat karsinogenik yang digunakan sebagai pengawet atau lebih dikenal dengan nama formalin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kadar formaldehida pada buah impor serta melakukan validasi spektofotometri sinar tampak dengan beberapa parameter validasi yaitu selektivitas, presisi, linearitas, akurasi, batas deteksi, batas kuantifikasi, serta rentang metode. Pereaksi Nash ditambahkan pada larutan formaldehida untuk menghasilkan warna dan diukur dengan spektrofotometri pada panjang gelombang 412 nm. Hasil penelitian menunjukkan kadar formaldehida yang terkandung dalam buah impor adalah 13,712 ppm untuk buah Apel Merah USA, 17,025 ppm untuk buah Anggur R/G USA, dan 19,306 ppm untuk buah Jeruk Navel Afrika. Serta validasi metode analisis formaldehida pada buah impor dengan spektrofotometri sinar tampak dinyatakan valid untuk presisi dengan KV 0,727%dan HORAT 0,045; linearitas 0,9993; akurasi 103,31%; batas deteksi 1,394 ppm; batas kuantifikasi 4,063 ppm, serta rentang metode untuk formaldehida adalah 4,063 ppm–25,089 ppm.
Formaldehyde is a hazardous, toxic, and carsinogenic material that used as preservative with commercial name formalin. The aim of this research are to detect formaldehyde in imported fruits and validating spectrophotometric method that determine by several validation method such as selectivity, precision, linearity, accuracy, Limit of detection (LOD), Limit of quantification (LOQ), and range of method. Formaldehyde was added Nash reagent to colored then detected using spectrophotometer at wave length 412 nm. The results of the research showed that each imported fruits contain formaldehyde 13,712 ppm for Red USA Apple, 17,025 ppm for R/G USA Grape, and 19,306 ppm for African Navel Orange. Validation parameters values for imported fruit was valid for precision study shows coefficient variation 0,727% and HORAT 0,045; linearity with R2 value was 0,9993; accuracy was 103,31%; LOD was 1,394 ppm, LOQ was 4,063 ppm, and range of method for formaldehyde from 4,063 ppm–25,089 ppm.

93339428G1F010011Cost Analysis Pasien Rawat Inap Ulang (Readmission) Di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto Tahun 2012Pasien readmission adalah pasien yang kembali dirawat ke rumah sakit dalam jangka waktu hingga 1 tahun dari tanggal awal mereka keluar. Readmission cukup merugikan secara finansial untuk sistem kesehatan maupun bagi para pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total biaya yang dikeluarkan oleh pasien yang mengalami readmission di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif non analitik secara retrospektif, dengan pengambilan sampel secara total sampling. Sampel adalah semua pasien readmission dalam jangka waktu 30 hari sebanyak 115 pasien. Data penelitian berupa catatan rekam medik pasien, standar tarif pelayanan rumah sakit dan kuitansi keuangan pasien kemudian diolah menggunakan statistik deskriptif. Cara pengumpulan data adalah dengan menggunakan lembar pengumpul data yang terdiri dari biaya obat, biaya pemeriksaan laboratorium, biaya kamar, biaya administrasi, biaya alat kesehatan. Analisis data menggunakan analisis biaya (cost analysis) dengan melihat komponen dan rata-rata besaran biaya medik langsung dan biaya non-medik langsung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 114 pasien, 28,07% adalah perempuan dan 71,93% laki-laki. Pasien yang mengalami readmission banyak terjadi pada golongan lansia awal (46-55 tahun) 22,60% dan lansia akhir (56-65 tahun) 19,13%. Total biaya medik langsung pasien yang mengalami readmission adalah Rp 4.646.238,12. Rata-rata biaya langsung pasien masuk pertama kali, yaitu sebesar Rp 2.266.201,78 dan Rp 2.380.036,34 untuk pasien readmission.
Patient readmission of patients who are re-admitted to the hospital within a period of up to 1 year from the date of their early exit. Readmission financially quite harm enough to the health system and for the patients. This study aims knowing total costs incurred by patients with readmission in RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
This research using methods research descriptive non analytic in retrospective, and the sample uses the technique total of sampling. The sample is the readmission of all patients within a period of 30 days about 115 patient . Of lab data in the form of a record rollin medical patient, standard tariff hospital services and financial kwitansi patient then processed uses statistics descriptive. A way of collecting data is by using sheets of a gatherer of data consisting of a drug charge, inspection cost the laboratory, charge of a chamber, administrative expenses, the cost of medical equipment. Analysis of data using cost analysis with see the amount of components and the average cost of medical direct and non-medik directly.
The result showed that of 115 patients, 28, 07% are women and 71, 93% man. Patient that experience readmission of many occurs in the elderly early (46-55 year) 22,60% and elderly end (56-65 year) 19,13%. Total cost of direct medical each patient Rp 4.646.238,12. Average cost of direct first time Rp 2.266.201,78 and average cost of direct readmission of Rp 2.380.036,34.
933411301D1E011120PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SEMEN TERHADAP MOTILITAS, INTEGRITAS MEMBRAN, DAN pH SPERMATOZOA PADA CAPUT DAN CAUDA EPIDIDYMIS SAPI SIMMENTAL POSTMORTEMTujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh perbedaan lama penyimpanan semen pada caput dan cauda epididymis sapi Simmental post mortem terhadap motilitas, integritas membran dan pH spermatozoa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan 18 buah testis sapi Simmental usia kisaran 2 sampai 3 tahun. Data dianalisis menggunakan analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL), kemudian dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Nilai motilitas masing – masing perlakuan yaitu P1 pada bagian caput dan cauda sebesar 65.8 ± 6.6 dan 75.83 ± 6.1, P2 pada bagian caput dan cauda sebesar 54.2 ± 13.2 dan 70 ± 3.2, serta P3 pada bagian caput dan cauda sebesar 45.8 ± 12.8 dan 66.7 ± 4.1. Hasil uji Beda Nyata Jujur (BNJ) menunjukkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap motilitas spermatozoa sapi Simmental (P<0.01). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin lama penyimpanan semen maka motilitas spermatozoa akan semakin menurun, akan tetapi lama penyimpanan semen tidak mempengaruhi integritas membran dan pH spermatozoaThe aim of this research was to determine the effects of semen storage time on sperm motility, membrane integrity and pH in caput and cauda epididymis of postmortem simmental cattle. This research method used was an experimental laboratory using 18 testis of Simmental cattle in range of age about 2 to 3 years. Data were analyzed using analysis variances of completely randomized design (CRD), followed by a Honestly Significant Difference (HSD) test. Motility values on each treatment of P1 in the caput and cauda were 65.8 ± 6.6 and 75.83 ± 6.1, P2 in the caput and cauda were 54.2 ± 13.2 and 70 ± 3.2, and P3 in the caput and cauda were 45.8 ± 12.8 and 66.7 ± 4.1. The results of HSD test showed that storage time has significant effect (P<0.01) on sperm motility of Simmental cattle. The conclusion of this study is the longer storage of semen then the value of sperm motility decreases, nevertheless the longer storage of semen does not affect (P<0.05) on the membrane integrity and the pH value of spermatozoa
933511726G1G010015PENGARUH PAPARAN TIMBAL (Pb) PADA SALIVA TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI ANAK DI KELURAHAN DONAN KECAMATAN CILACAP TENGAH KABUPATEN CILACAP
TAHUN 2014
Pencemaran logam berat timbal (Pb) banyak terjadi pada area industri kilang minyak, seperti yang terjadi pada Sungai Donan Cilacap. Kandungan dalam air sumur gali sering mengandung timbal (Pb) dalam konsentrasi tinggi. Penggunaan air sumur gali untuk kebutuhan sehari-hari menyebabkan timbal (Pb) masuk ke dalam saliva. Kadar logam timbal (Pb) pada saliva dengan konsentrasi tinggi dapat menyebabkan terjadinya karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan timbal (Pb) pada saliva terhadap kejadian karies gigi anak. Penelitian ini menggunakan metode survei observasional analitik, dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 52 sampel saliva anak dan 52 subjek penelitian yang diperiksa skor karies gigi dengan menggunakan indeks def-t, DMF-t dan pengukuran timbal (Pb) pada saliva dengan menggunakan Spektofotometri Serapan Atom. Uji normalitas data dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan hasil p>0,05 menunjukkan distribusi data normal. Uji pengaruh dengan menggunakan uji Regresi Linier dengan hasil nilai p=0,000. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh timbal (Pb) pada saliva terhadap kejadian karies gigi anak secara bermakna. Saran yang dapat diberikan pada penelitian ini adalah masyarakat disarankan untuk menjaga kebersihan rongga mulut untuk meminimalisasi terjadinya karies gigi.Heavy metal pollution, including lead (Pb), widely occurs in oil refinery industrial area, like in the Donan River, Cilacap. The high concentration of lead (Pb) often found in the water from the wells around the river. The water is being used by the citizen for daily needs, enhance the lead to contaminate saliva. The etiology of dental caries is multifactorial and one such factor is exposure to trace element such as high concentration of lead in saliva. The aims of the study is to determine the effect of lead (Pb) contamination in saliva on the dental caries incidence among children of Donan District, Central Cilacap. A cross-sectional analitic-observational survey method is used for this study. The study carried out on total 52 saliva samples obtained from the children of Donan District. The subjects were examined for dental caries according to def-t, DMF-t form. The contamination of lead (Pb) from the saliva sample is measured by Spectrophotometry. Kolmogorov-Smirnov test was used to examine normal distribution of the population, and the result is p>0,05, indicates a normal data distribution. Linear Regression analysis was used, and the conclusion is there was significant correlations between lead (Pb) contamination and the dental caries incidence among the children of Donan District, Central Cilacap (p=0,000). Regular dental checkups and practice of routine oral hygiene procedures are suggested to minimize the dental caries incidence in that area.
933610753A1C109009EFISIENSI PEMASARAN GULA KELAPA ORGANIK ASAL DESA BOJONG KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGAKabupaten Purbalingga merupakan daerah penghasil gula kelapa dengan jumlah unit usaha yang cukup banyak. Desa Bojong merupakan salah satu desa yang menghasilkan gula kelapa. Gula kelapa yang dihasilkan oleh sebagian perajin di desa tersebut merupakan gula kelapa cetak organik yang sekarang ini banyak permintaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui ; (1) besarnya marjin pemasaran gula kelapa cetak organik pada setiap saluran pemasaran, (2) farmer share, (3) Profit marjin yang diterima oleh masing-masing pedagang pada setiap saluran pemasaran, (4) mengetahui efisiensi saluran pemasaran gula kelapa cetak organik asal Desa Bojong.
Metode survei dan rancangan pengambilan sampel mengguakan simple random sampling untuk menentukan sampel pengrajin gula kelapa. Sehingga diperoleh sempel sebanyak 46 pengrajin gula kelapa, dan pengambilan sampel pedagang menggunakan metode snowball sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis marjin pemasaran, famer share, analisis profit marjin, efisiensi teknis dan ekonomis.
Hasil penelitian menujukan bahwa 1. Marjin pemsaran gula kelapa organik paling besar pada saluran pemasaran I sebesar Rp4.500,00/kg, saluran II sebesar Rp3.500,00/kg, saluran III sebesar Rp2.750,00/kg. 2. Farmer`s share pada pola saluran pemasaran III menunjukkan tingkat farmer’s share yang tertinggi yaitu sebesar 70 persen. 3. Profit margin paling besar diperoleh pedagang pengecer pada pola saluran pemasaran III yaitu sebesar 55 persen, pengumpul pada pola saluran III sebesar 31,65 persen, agen pada pola saluran I sebesar 12,5 persen dan pedagang besar saluran II sebesar 42,86 persen. 4. Berdasarkan perhitungan efisiensi teknis dan ekonomis diketahui bahwa saluran III adalah saluran yang paling efisien, karena mempunyai indeks efisiensi teknis terkecil dan mempunyai indeks efisiensi ekonomis yang terbesar.
Purbalingga is a region of coconut sugar producing with many unit product. Bojong is the one of the organic coconut sugar villages. Demand of organic sugar has been growth. The study was aimed to finding out (1) marketing margin of the organic sugar on distribution channel (2) the farmer share, (3) Profit margin received by each trader in every distribution channel, (4) The most efficient of marketing channels of organic coconut sugar.
Method was applied in this research with the simple random sampling to determine sample coconut sugar producers. Thus obtained sample of coconut sugar on 46 craftsmen. Techniques sampling for trader use snowball sampling method. The analysis are used marketing margins, farmer share, profit margin analysis, technical and economic efficiency.
Base on the research have concluded that 1. Marketing margin of organic coconut sugar in Bojong District of Mrebet Purbalingga are: marketing channel I is Rp4.500,00 / kg, the second channel of Rp3.500,00 / kg, channel III Rp2,750, 00 / kg. 2. Farmer`s share of the marketing channel III is produced 70 percent and it’s meaning highest level of the farmer's share. 3. The greatest profit margin 50 on channel IV of 1.55. percent has retailers in the third marketing channel, channel Collectors III has 31,65 percent, Agent channel I has 12.5 percent and wholesaler channel II has 42.86 percent. 4. Technical efficiency that channel III is produced of 29,21 and economically efficient on channel IV of 1,55.

93379426G1B010086STUDI DESKRIPITIF SIKAP IBU DAN DAYA TERIMA PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) LOKAL PADA BALITA GIZI KURANG DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATANMasalah gizi kurang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, walaupun pemerintah telah berupaya menanggulanginya, gizi kurang menjadi salah satu permasalahan pokok bangsa indonesia karena berdampak pada rendahnya kualitas sumberdaya manusia. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui gambaran sikap ibu dan daya terima balita gizi kurang terhadap PMT. Penelitian ini dilakukan dari bulan April-juni 2014 dengan sampel 17 balita tekhnik sampel yang digunakan purposive sampling, hasil penelitian menunjukan daya terima PMT dengan kategori habis 50-74,9% sebanyak 2 balita (11,7%) dan 15 balita (88,3%) dengan kategori habis 75%-999% dengan menu yang paling disukai yaitu es jagung manis, arem-arem dan bubur kacang hijau dimana es jagung manis dan bubur kacang hijau termasuk dalam kategori camilan.Sikap ibu yang paling baik terdapat pada peryataan ibu balita tentang penyajian makan PMT, rasa dan jumlah yang sudah sesuai dengan kebutuhan gisi balita.Rata-rata penambahan berat badan balita sebelum pemberian PMT yaitu 10,05 kg dan setelah PMT 11,31 kg dengan rata-rata peningkatan 0,45 kg. Disarankan program PMT yang sudah berjalan 70 hari dapat dilanjutkan sebagai program penanggulangan gizi kurang di Puskesmas Purwokerto Selatan. Disarankan adanya upaya promosi kesehatan tentang manfaat pemberian PMT pada ibu dengan balita gizi kurang guna meningkatkan sikap dan pengetahuan ibu terhadap PMT.The problem of malnutrition is a public health problem in Indonesia, although the government has tried to preventation them, malnutrition became one of the main problems in Indonesia because it has an affects toward the quality of human resources. The purpose of this study is to know the description of the attitude of the mother and toddler malnutrition acceptance of the PMT. This study was conducted from April-June 2014, with 17 samples toddler sample technique used purposive sampling, research results indicate acceptance of PMT with deplete category from 50%-74.9% by 2 toddlers (11.7%) and 15 toddlers (88.3%) with 75% -99% depleted category with the most preferred menu is sweet corn ice, arem-arem and pureed green beans where sweet corn ice and the green bean porridge included in the snack category. The best attitude of mother is in the mother's statement about a presentation of toddler eating PMT, taste and amount that is appropriate with the nutritional needs of toddlers. Average weight gain toddlers before giving PMT is 10.05 kg and 11.31 kg after PMT with an average increase of 0.45 kg. Suggested PMT program that has been running 70 days to continue as malnutrition prevention programs in South Purwokerto health center. Suggested health promotion efforts on the benefits of PMT in mothers with infants less nutrition in order to improve the mother's attitude and knowledge of the PMT.
93389427H1D009049ANALISIS PERILAKU LENTUR BALOK BETON BERTULANG TAMPANG T YANG DIPERKUAT DENGAN WIRE ROPE YANG DIBERI GAYA PRATEGANG AWAL PADA DAERAH MOMEN NEGATIF MENGGUNAKAN ATENAPengamatan perilaku lentur balok beton bertulang pada umumnya dilakukan melalui pengujian secara eksperimental. Pengujian secara eksperimental mampu menghasilkan data yang aktual namun membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Perkembangan teknologi saat ini memungkinkan penggunaan program komputer untuk menganalisis perilaku lentur balok beton bertulang.
Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan benda uji balok beton bertulang tampang T yang diperkuat pada daerah momen negatif dengan wire rope dan gaya prategang awal yang dibuat oleh Haryanto, dkk. (2012), menganalisis model tersebut terhadap perilaku lentur menggunakan ATENA dan membandingkannya dengan hasil eksperimentalnya. Analisis dilakukan terhadap 5 model yang terdiri dari balok tanpa perlakuan (BK), balok dengan perkuatan wire rope dengan gaya prategang awal sebesar 0% (BP1), 10 % (BP2), 20 % (BP3), dan 30 % (BP4).
Hasil dari analisis numerik memperlihatkan bahwa pemberian wire rope meningkatkan kapasitas beban lentur seperti yang terjadi pada penelitian secara eksperimental. Rasio BP1, BP2, BP3, dan BP4 terhadap BK berturut-turut 1,48, 1,52, 1,53, dan 1,53 sedangkan rasio terhadap hasil eksperimental BK, BP1, BP2, BP3, dan BP4 berturut-turut 1,25, 1,16, 1,12, 1,01, dan 1,10. Indeks daktilitas model BP1, BP2, BP3, dan BP4 mengalami penurunan terhadap BK dengan rasio berturut-turut 0,31, 0,42, 0,43, dan 0,51 sedangkan rasio terhadap hasil eksperimental BK, BP1, BP2, BP3, dan BP4 berturut-turut 1,32, 1,26, 4,78, 4,59, dan 3,43. Kekakuan awal hasil numerik terhadap hasil eksperimental untuk BK, BP1, BP2, BP3, dan BP4 berturut-turut adalah 1,04, 4,54, 4,86, dan 3,32, sedangkan kekakuan efektif model numerik terhadap benda uji eksperimental BK, BP1, BP2, BP3, dan BP4 berturut-turut adalah 1,45, 1,08, 1,76, 2,13, dan 2,46. Dari pola retak yang terjadi, seluruh model numerik mengalami keruntuhan lentur dengan retakan berawal dari tengah bentang menuju tumpuan tanpa adanya retakan memanjang sumbu balok.
Flexural behavior investigation of reinforced concrete beam is usually observed experimentally. Experimental investigation provides actual result but expend much time and money. Technology development enables people to do investigation of flexural behavior throug h computer software.
The objective of this research is to modelize reinforced concrete “T” beam
strengthened in the negative moment region by wire rope and initial strain that is created by Haryanto, et. al., (2012), analyze its flexural behavior using ATENA and compare it with its experimental result. The analysis is applied to 5 models consist of beam without reinforcement (BK), beam with wire rope reinforcement and 0% of initial strain (BP1), 10% of initial strain (BP2), 20% of initial strain (BP3), and 30% of initial strain (BP4).
The result of this numerical analysis showed that mounting the beam with wire rope increased its flexural load capacity as well as the experimental analysis. Flexural load capacity ratio of BP1, BP2, BP3, and BP4, respectively, to BK is 1,48, 1,52, 1,53, and 1,53 whereas the ratio of BK, BP1, BP2, BP3, and BP4, respectively, to experimental result was 1,25, 1,16, 1,12, 1,01, and 1,10. Ductility index of BP1, BP2, BP3, and BP4 declined at respective ratio of 0,31, 0,42, 0,43, and 0,51 to BK whereas the ratio of BK, BP1, BP2, BP3, and BP4, respectively, to experimental result was 1,32, 1,26, 4,78, 4,59, and 3,43. Initial stiffness ratio for numeric analysis of BK, BP1, BP2, BP3, and BP4 was 1,32, 1,26, 4,78, 4,59, and 3,43, respectively, to experimental model whereas effective stiffness ratio for numeric analysis of BK, BP1, BP2, BP3, and BP4 to experimental model respectively was 1,45, 1,08, 1,76, 2,13, and 2,46. From the crack pattern, the entire model was categorized as flexural failure case where the crack was beginning from the lower middle of the beam and spreading toward the beam’s support without any longitudinal crack.
93399430G1F009054AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas) PADA TIKUS PUTIHDaun jarak pagar telah terbukti memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang dapat dikembangangkan dalam sediaan topikal, sehingga dapat digunakan sebagai terapi inflamasi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas) dalam sediaan gel sebagai antiinflamasi.
Uji kualitas sediaan gel yang dilakukan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan konsistensi. Uji efektivitas gel dilakukan pada 5 kelompok (n=5) masing-masing diinduksi karagenan 1%. Kelompok perlakuan diberi gel daun jarak pagar dengan konsentrasi 5% (F1), 10% (F2), dan 15% (F3), kelompok kontrol positif (gel Na diklofenak 1%), dan kelompok kontrol negatif (gel tanpa zat aktif). Data homogenitas, pH, kestabilan dianalisis secara deskriptif dan data viskositas, daya sebar, daya lekat dan AUC0-4 dianalisis menggunakan ANOVA Satu Arah dan dilanjutkan dengan HSD Tukey.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sediaan gel ekstrak etanol daun jarak pagar memenuhi syarat stabilitas fisik, sedangkan viskositas dan daya lekat gel mengalami peningkatan selama penyimpanan. Daya sebar mengalami penurunan seiring peningkatan viskositas. Hasil uji aktivitas antiinflamasi gel menunjukan nilai persentase daya antiinflamasi tertinggi pada dosis 15% (59,51%), diikuti dosis 10% (53,38%), dan dosis 5% (44,85%). Aktivitas antiinflamasi gel ekstrak daun jarak pagar meningkat pada peningkatan dosis.
Jatropha (Jatropha curcas) leaves have been shown to have activity as antioxidant and anti-inflammatory that may be developed in topical preparation, so can be used as therapy theraphy inflammatory local. The research is aimed to know the activity of extract jatropha (Jatropha curcas) leaves in the preparation gel as antiinflammatory.
Evaluation of preparation gel includes of test organoleptic, homogenity, pH, spread, and consistency. The effectiveness of gel testing performs at 5 group in which is induced karagenan 1%. The group treatment was given extract consentration 5% (F1), 10% (F2), dan 15% (F3), control positive (Gel Na diklofenac 1%), and control negative (Preparation gel without an active substance). While the viscosity measurement, spreading ability, sticking ability, and AUC0-4 were analyzed by one-way ANOVA methods and continued with HSD Tukey.
The research showes that ethanol extract gel of Jatropha curcas leaves is qualified physical stability, viscosity, and sticking ability increase during storage. Spreading ability decreases during storage over an increase in viscosity. The result of the test anti-inflammatory activity show value percentage potency of anti-inflammatory highest at dose of 15% (59,51%), followed by dose of 10% (53,38%), and dose of 5% (44,85%). Activity anti-inflammatory gel J. curcas leaves extract increases in increasing dose.
Key words: Jatropha curcas leaves, Formulation, Gel, Inflammatory.
93409431G1F010021STUDI AWAL VALIDASI KIT RIA MIKROALBUMINURIA
METODE COATED TUBE UNTUK PENENTUAN
MIKROALBUMIN DALAM URIN
Penentuan kadar albumin dalam urin pasien penting dilakukan untuk deteksi dini gagal ginjal. Teknik radioimmunoassay merupakan teknik yang sensitif dan spesifik sehingga dapat mendeteksi kadar mikroalbumin dalam orde mikrogram. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui teknik RIA menggunakan kit RIA metode coated tube yang digunakan sebagai penentuan mikroalbumin dalam urin yang tervalidasi yang meliputi parameter akurasi, presisi, selektivitas dan sensitivitas.
Penelitian ini merupakan ekperimental laboratorium yang diawali dengan pembuatan kit RIA metode coated tube yang terdiri dari perunut (HSA-I125), larutan standar HSA yang dimasukkan ke dalam tabung berlapis antibodi kemudian dilanjutkan dengan studi awal validasi kit RIA Mikroalbuminuria yang meliputi : ketepatan (akurasi), ketelitian (presisi), selektivitas dan sensitivitas.
Hasil pengujian yang dilakukan didapatkan bahwa kit RIA mikroalbuminuria yang dibuat mempunyai kualitas yang baik. Dari hasil penelitian validasi menjukkan bahwa kit RIA mikroalbuminuria yang dibuat cukup baik karena dari hasil pengujian ketepatan tinggi (recovery = 99,68 %) dengan ketelitian yang memenuhi persyaratan intra assay dan inter assay dengan nilai berturut turut untuk % CV QC M senilai 7,93 % dan 12,34 % sedangkan untuk QC H senilai 10 % dan 4,74%. Kit RIA mikroalbuminuria juga sensitif dengan konsentrasi ED 90 yang di dapat baik yaitu 0,0223 µg/mL dan selektif dimana kurva penurunan QC M dan QC H mengikuti pola penurunan kurva standar selektivitas.
Kata kunci : Validasi, Mikroalbumin, Radioimmunoassay, Tabung berlapis antibodi
Determination of microalbumine consentration in patient’s urine is essential for early detection of kidney failure. Radioimmunoassay, a sensitive and specific technique can detect of microalbumin consentration in micrograms. The aim of this initial study is to validate the coated tube RIA kit in RIA technique uses parameter as follow : accuracy, precision, selectivity and sensitivity parameters.
This study was an experimental laboratory that began with the production of RIA kit using coated tube method that consisted of tracer (HSA- I 125 labeled) and HSA standard solution that inserted and mixed into the coated tube then followed by the initial validation study of microalbuminuria RIA kit uses parameter as follow: accuracy, precision, selectivity and sensitivity.
The results showed that coated tube microalbuminuria RIA kit which had been made has a good quality. From the results of validation study showed that microalbuminuria RIA kit was quite reliable because of the high accuracy test results (recovery = 99.68%) with an accuracy that meets the requirements, where the % of intra-assay CV and % of CV inter assay with consecutive values for the % of CV for QC M worth 7.93% and 12.34% while for QC H worth 10% and 4.74%. Microalbuminuria RIA kit was also sensitive and selective with good ED 90 concentration of 0.0223 mg / ml and the decrease in the curve of QC M and QC H follows the pattern of decrease in standard QC curve.
Keywords : Validation, Microalbumine, Radioimmunoassay, Coated tube