Artikelilmiahs

Menampilkan 9.401-9.420 dari 48.927 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
94015716E1A009165CERAI TALAK KARENA MURTAD (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor 1566/Pdt.G/2012/PA.Pwt)Peralihan agama atau murtad merupakan salah satu alasan perceraian yang diatur dalam Pasal 116 Kompilasi Hukum Islam. Peralihan agama dalam perkawinan dapat mengakibatkan percekcokan karena salah satu pihak yaitu suami atau istri tidak menginginkan pasangannya untuk berpindah agama. Percekcokan tersebut dapat menimbulkan keretakan dalam rumah tangga hingga akhirnya salah satu pihak memutuskan untuk mengajukan perceraian ke pengadilan. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini yaitu pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan cerai talak dengan alasan murtad yang terjadi di Pengadilan Agama Purwokerto pada putusan nomor 1566/Pdt.G/2012/PA.Pwt. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum yang dipakai hakim Pengadilan Agama Purwokerto pada putusan nomor 1566/Pdt.G/2012/PA.Pwt masih kurang walaupun cukup memadai. Hakim dalam putusannya hanya mengacu pada ketentuan Pasal 116 huruf (h) Kompilasi Hukum Islam (KHI) mengenai peralihan agama atau murtad, dengan meninggalkan ketentuan Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) KHI mengenai perselisihan dan pertengkaran terus menerus serta tidak adanya harapan akan hidup rukun kembali dalam rumah tangga. Selain itu, hakim dalam menjatuhkan talak hanya berpedoman pada ketentuan Pasal 119 ayat (2) huruf (c) mengenai talak bain sughra. Seharusnya hakim juga mendasarkan pada ketentuan Pasal 70 ayat (5) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 yang pada intinya menegaskan bahwa suami atau wakilnya dapat menjatuhkan talak tanpa hadirnya istri atau wakilnya.
The change of religion or apostate is an reason of divorce that regulated in Article 116 in Islamic Law Compilation. Apostate can cause the household quarrel or conflict when the husband or wife disagree with the change of religion decision. The quarrel can cause the rift for the couple’s affair then finally one of them decide to submit the divorce suit to the court. The problem in this research is the judge consideration for granting the divorce suit that based on the apostate. The case has been presided by the Religion Court Purwokerto with the register number 1566/Pdt.G/2012/PA.Pwt. The method of this research is yuridis normatif with case approach.
The result of this research shows that the materials that used for judge’s consideration is proper but not really complete. In the decision, the judge only considers Article 116 point h of Islamic Law Compilation about the change of religion and leave the rule of Article 19 point f Goverment Regulation 9/1975juncto Article 116 point f Islamic Law Compilation about the continuous conflict in household with no hope to get the harmony and reconciliation. Apart from that, the judge only refers to the Article 119 clause (2) point c about bain sughra divorce. The judge should also consider the rule of Article 70 clause (5) in Act 7/ 1989 that regulate the husband or the representative can pass a divorce decision without the attendance of the wife or the representative.
94029468B1J007144EFEKTIVITAS EM4 (Effective Microorganism) DALAM PENURUNAN KADAR BOD5, NH3 DAN BAU LIMBAH CAIR TAHU Limbah cair tahu mengandung bahan organik seperti protein, karbohidrat dan lemak. Pembuangan limbah cair tahu ke badan air tanpa proses pengolahan akan berdampak pada turunnya kualitas lingkungan, sehingga diperlukan suatu pengolahan , salah satunya dengan menggunakan EM4. EM4 (Effective Microorganism) mengandung bakteri fotosintetik, ragi, Lactobacillus sp. dan Actinomycetes. Penelitian menggunakan prinsip kolam aerasi dengan cara mencampurkan reaktan dalam suatu reaktor dengan perlakuan aerasi selama waktu tertentu.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara petak terpisah, untuk perlakuan adalah limbah cair tahu volume 5 lt dengan konsentrasi EM4 0%, 3%, 5%, 7%. Perlakuan lama aerasi adalah 0, 3 dan 6 hari. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, dengan parameter utama yang diukur adalah BOD5, NH3 dan bau limbah sedangkan parameter pendukungnya adalah pH, suhu dan jumlah mikroba. Metode yang digunakan untuk analisis data yang diperoleh menggunakan metode analisis ragam (Uji F) pada tingkat kesalahan 5% dan 1%, dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil Penelitian menunjukkan perlakuan lama aerasi 6 hari dengan konsentrasi EM4 7 % menurunkan nilai NH3 hingga 80,79%, BOD5 93,54%, sedangkan untuk bau limbah belum mengalami penurunan yang optimal.
Tofu liquid waste is containing organic material such as proteins, carbohydrates and fats. The exile of tofu liquid waste in water without good treatment have decreasing of environment quality, so it needs a liquid waste treatment, there was using EM4. EM4 (Effective Microorganism) is containing photosynthetic bacteria, Yeast, Lactobacillus sp. And actinomycetes. The method in this research used RAL in separate plots. Volume of tofu liquid waste is 5lt with treatment EM4 0%, 3%, 5% and 7%. Treatment aeration is 0, 3, and 6 days. Each treatment was repeated 3 times, with main parameters measure were BOD5, NH3, smell sewage and supporting parameters are pH, temperature, amount of microbes. The method used of analysis of data obtained using analysis of variance (F test) at a 5% error rate and 1%, followed by the least significant difference test (LSD). Research shows long aeration treatment 6 days with EM4 7% lower concentration of NH3 value of 80.79%, 93.54% BOD5, while for the smell of sewage has not decreased optimal.
940310768A1L011072EVALUASI TINGKAT KERUSAKAN TANAH DI LAHAN KERING KECAMATAN BUMIJAWA KABUPATEN TEGAL DALAM UPAYA MENDUKUNG SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTANKerusakan tanah tanah dan sistem pertanian berkelanjutan adalah dua masalah yang saling terkait. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi lahan, faktor penyebab kerusakan tanah, dan upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung sistem pertanian berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2014 di Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. Analisis tanah dilakukan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta, Laboratorium Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Metoda penelitian yang digunakan adalah metode survei penentuan titik sampel menggunakan pendekatan peta satuan lahan homogen (SLH) dengan sekala 1 : 50.000; yang dapat diperoleh dengan cara melakukan tumpang susun (overlay) terhadap peta kemiringan lereng, peta jenis tanah, peta curah hujan, dan peta penggunaan lahan. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode purposive random sampling. Variabel pengamatan yang diamati meliputi ketebalan solum, kebatuan permukaan, komposisi fraksi, berat isi, porositas total, derajat pelulusan air, pH tanah, daya hantar listrik, nilai redoks, dan jumlah mikroba tanah. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode pencocokan (matching) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 150 tahun 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area penelitian dapat dikelompokkan menjadi dua kelas potensi kerusakan, yaitu sedang dan tinggi; berturut-turut 40,33 % dan 59,67 %. Faktor penyebab kerusakan tanah tersebut adalah jenis tanahnya yang miskin hara, tingkat kelerengan, dan penggunaan lahan.Soil degradation and sustainable agricultural systems are two interrelated problems. For the purpose of this study was to determine the potential of the land, causes damage to the land, and efforts should be made to support sustainable farming systems. The experiment was conducted from September to December 2014 in the District Bumijawa Tegal regency. Soil analysis carried out in the Institute for Agricultural Technology (BPTP) Yogyakarta, Laboratory of Soil Science and Land Resources, and the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, University of General Sudirman. The research method is a method of determining survey sample point using a homogeneous approach to map land units (SLH) with scale 1: 50,000; which can be obtained by overlaying (overlay) on the map of slope, soil type maps, rainfall maps, and map land use. Soil sampling conducted by purposive random sampling method. Observation variables observed were solum thickness, surface kebatuan, composition fraction, bulk density, total porosity, degree of release of water, soil pH, electrical conductivity, redox value, and the amount of soil microbes. Data were analyzed by the method of matching (matching) based on Government Regulation No. 150 of 2000. The results showed that the study area can be grouped into two classes of potential damage, ie medium and high; respectively 40.33% and 59.67%. Factors causing damage to the soil is nutrient-poor soil type, slope levels, and land use.
94049437B1J008143Pengaruh Pemupukan Ekstrak Salvinia molesta dengan Konsentrasi Berbeda Terhadap Kepadatan dan Produksi Gel Mikroalga Spirulina platensis Kultur Semi Massal Spirulina platensis adalah ganggang renik (mikroalga) berwarna hijau kebiruan yang sering dikultur sebagai pakan alami ikan dan makanan kesehatan. Mikroalga ini banyak mengandung nutrisi seperti protein, asam lemak, vitamin, dan antioksidan. Untuk kultur Spirulina platensis diperlukan pemupukan yang tidak membahayakan organisme pemangsa. Pupuk organik yang ramah lingkungan dapat diperoleh dari ekstrak gulma air. Gulma air merupakan tumbuhan pengganggu alami pertanian, namun kandungan unsur haranya cukup tinggi, sehingga berpotensi sebagai pupuk organik dalam kultur Spirulina platensis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak gulma Salvinia molesta terhadap kepadatan dan produksi gel Spirulina platensis pada kultur semi massal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan dan masing-masing diulang 3 kali. Faktor yang dicobakan adalah penambahan konsentrasi ekstrak gulma Salvinia molesta dengan konsentrasi 0 ppm, 200 ppm, 400 ppm, 600 ppm, dan 800 ppm. Parameter utama yang diukur adalah kepadatan Spirulina platensis. Parameter pendukung meliputi suhu, pH, dan salinitas. Metode analisis yang digunakan adalah uji F untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan dan berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT untuk mengetahui perbedaan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk ekstrak S.molesta memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kepadatan populasi dan produksi gel S. platensis. Penambahan pupuk S. molesta pada konsentrasi 800 ppm menghasilkan kepadatan tertinggi sebesar 1272 sel/ml dan produksi gel tertinggi sebesar 0,175 g/l
Spirulina platensis is a microscopic algae (microalgae) are often bluish green colored cultured fish as a natural food and health food. Microalgae contain many nutrients such as protein, fatty acids, vitamins, and antioxidants. Spirulina platensis culture necessary for fertilization that does not harm predatory organisms. Eco-friendly organic fertilizer can be obtained from extracts of aquatic weeds. Aquatic weed is a natural distuber plant of agricultural, but it contains of quite high nutrient, so the potential as an organic fertilizer in the culture of Spirulina platensis. This research is aimed to determine the effect of weed Salvinia molesta extract the gel density and production of Spirulina platensis on semi mass culture. The method used in this research is experimental with a complete randomized design (CRD), consisting of 5 and each treatment was repeated 3 times. Factor to be tested are increasing the concentration of the extract weed Salvinia molesta with concentrations of 0 ppm, 200 ppm, 400 ppm, 600 ppm, and 800 ppm. The primary parameter measured is the growth of the cell population of Spirulina platensis. Supporting parameter include temperature, pH, and salinity. The analytical method used is the F-test to determine the effect of different between the treatment and if it is real, then followed by LSD test to determine differences in treatment. The results showed that the concentration of the extract S. molesta provide a significantly different effect on the population density and the production of gel S. platensis. The addition of fertilizer S. molesta with a concentration of 800 ppm produced the highest population density of 1272 cells / ml and the highest gel production of S. platensis 0.175 g / l.
940512199A1L011035KARAKTER PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS DENGAN APLIKASI ASAP CAIR DAN PUPUK N,P,KPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis dengan pemberian beberapa jenis asap cair dan aplikasi pupuk N,P,K. Penelitian ini dilaksanakan mulai Februari sampai April 2015 di lahan Ex Farm Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada ketinggian tempat 110 m diatas permukaan laut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan dan diulang sebanyak empat kali. Perlakuan terdiri atas FP (Pemberian 100% pupuk N, P, K dosis rekomendasi); FTK (Pemberian 100% asap cair tempurung kelapa); FKS (Pemberian 100% asap cair kayu sobsis); FC (Pemberian 100% asap cair campuran tempurung kelapa dan kayu sobsis); ½P+TK (Pemberian ½ dosis pupuk N, P, K dosis dan asap cair tempurung kelapa); ½P+KS (Pemberian ½ dosis pupuk N, P, K dosis dan asap cair kayu sobsis); ½P+C (Pemberian ½ dosis pupuk N, P, K dosis dan asap cair campuran tempurung kelapa dan kayu sobsis). Variabel pertumbuhan yang diamati adalah tinggi tanaman, lingkar batang, luas daun, jumlah daun, dan bobot tajuk segar. Variabel hasil dan komponen hasil yang diamati adalah panjang tongkol, diameter tongkol, umur berbunga, jumlah biji, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, jumlah baris per tongkol, indeks panen, hasil panen per petak evektif, hasil panen tiap petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil jagung manis dengan perlakuan 50 % dosis pupuk rekomendasi + pemberian asap cair mampu menyamai perlakuan pemberian 100 % dosis pupuk N, P, K rekomendasi.Objective of this stady was to know the sweet corn plant growth characters and yield with application of wood vinegar and N,P,K fertilizer. This study was carried out from February until april 2015 in ex farm Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto at 110 m above sea level. Randomized Complete Block Design with reapeted four times of FP (100% of N, P and K fertilizer dosage); FTK (100% wood vinegar of coconut shell); FKS (100% wood vinegar of wood sobsis); FC (100% wood vinegar of a mixture of coconut shell and wood sobsis); ½P+TK (half dose of N, P, K recommended fertilizer dosage and wood vinegar of coconut shell); ½P+KS (half dose of N, P, K recommended fertilizer dosage and wood vinegar of wood sobsis); ½P+C (half dose of N, P, K recommended fertilizer dosage and wood vinegar from a mixture of coconut shell and wood sobsis) were tested. The variable growth observed were plant height , stalk cycle, area and number of leaf, weight of fresh shoot. The yield and yield component were the length and diameter of cob, flower age, seed number, weight of ear with and without husk, number of seeds per cob, harvest index, yield per effective plot, plot yield. The results showed that the application of wood vinegar with a half recommended dosage of N, P, K fertilizer had an equal yield and components of yield with the application 100% recommended dosage of N, P, K fertilizer.
94069471P2EA12039KEBIJAKAN PENEGAKAN HUKUM PIDANA DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR : 22 TAHUN 2001
TENTANG MINYAK DAN GAS BUMI DI PENGADILAN NEGERI CILACAP
Penelitian dengan judul “Kebijakan Penegakan Hukum Pidana dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi di Pengadilan Negeri Cilacap”, bertujuan untuk mengetahui kriminalisasi tindak pidana Migas dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 dan untuk mengetahui penegakan hukum terhadap tindak pidana Migas di Pengadilan Negeri Cilacap.
Metode penelitian dengan pendekatan yuridis normatif, Spesifikasi Penelitian bersifat Preskripsi. Penelitian ini dilakukan di Kantor Pengadilan Negeri Cilacap. Sumber data: Undang-undang No. 22 Tahun 2001 tentang Migas dan Putusan Pengadilan Negeri Cilacap Nomor : 484/Pid.B/2005.PN.Clp. Pengumpulan data ditempuh dengan melakukan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tesk naratif yang disusun secara sistematis, bahan hukum dianalisa secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diajukan dalam tesis ini, maka dapat dikemukakan simpulan, Pertama, bahwa perbuatan - perbuatan yang dikriminalisasikan sebagai tindak pidana dalam Undang-undang Nomor: 22 Tahun 2001 tentang Migas, adalah : Melakukan pengoplosan Bahan Bakar Minyak; Penyimpangan alokasi Bahan Bakar Minyak; Pemindahan Minyak Bumi, Gas Bumi dan/atau hasil olahannya dari wilayah kerja atau dari tempat penampungan dan pengolahan, termasuk pengangkutan Gas Bumi melalui transmisi dan distribusi: Pembelian, penjualan, ekspor, impor Minyak Bumi dan/atau hasil olahannya.
Kedua, Penegakan hukum terhadap tindak pidana Migas di Pengadilan Negeri Cilacap fakta hukum yang diperoleh dipersidangan, dakwaan Kesatu Primair Penuntut Umum, yakni Pasal 55 Undang-undang Nomor: 22 Tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo. Pasal 64 ke-1 KUHP lebih tepat diterapkan terhadap tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa, yang unsur-unsur sebagai berikut: Menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga; Bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah; Secara bersama-sama; Sebagai suatu perbuatan yang diteruskan atau berlanjut.
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cilacap menjatuhkan putusan terhadap terdakwa sebagai berikut: Menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga; Bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah; Secara bersama-sama; Sebagai suatu perbuatan yang diteruskan atau berlanjut. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cilacap menjatuhkan putusan sebagai berikut: Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana : “Secara bersama-sama menyalahgunakan niaga bahan bakar minyak yang bersubsidi Pemerintah”; Menjatuhkan pidana penjara selama 1 (satu) tahun; Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah), apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 (dua) bulan; Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan; Memerintahkan terdakwa di tahanan.
Research with title "Policy of Straightening of Criminal Law in Number 22 Year 2001 about Gas and Oil District Court Cilacap", aim to to know Migas doing an injustice penal policy in Number 22 Year 2001 and to know the straightening of law to doing an injustice Migas District Court Cilacap.
Research method with approach normatif yuridis, Specification of Research have the character of Prescription. This Research Law Court Country Cilacap. Source of data: No. 22 Year 2001 about Migas and District Court Cilacap decision. Data collecting gone through by research bibliography. Result of research presented in the form of narrative tesk which compiled systematically, law materials analysed by normatif qualitative.
Pursuant to result of solution and research which raised in this thesis, hence can be told node, first, that deed - deed which penal policy as doing an injustice in Number: 22 Year 2001 about Migas: Conducting mix Fuel Oil; Deviation Allocation Fuel Oil; Evacuation Petroleum, Gas Earth and/or result its its from region work or from relocation place and processing, including the transportation of Gas Earth through distribution and transmission: Purchasing, sale, exporting, Petroleum import and/or result its its.
Second, Straightening of law to doing an injustice Migas obtained District Court Cilacap law fact conference, To one Primair Publik Prosecutor assertion, namely Section 55 Law Number: 22 Year 2001 Jo. Section 55 sentence (1) first Jo. Section 64 first KUHP more precise applied to doing an injustice conducted by defendant, which the following elements: Misusing commercial and/or transportation; subsidized Oil fuel government; By together; As an continued deed or continue.Judge assembly of district court Cilacap drop decision to the following defendant: Misusing commercial and/or transportation; subsidized Oil fuel government; By together; As an continued deed or continue. Judge assembly of district court Cilacap drop the following decision: Expressing defendant have proven validly and guilty assuring. conduct doing an injustice : " By together misuse oil fuel commercial which subsidizing Government"; Dropping crime serve a sentence during 1 (one) year; Dropping crime fine equal to Rp 20.000.000,- (twenty million rupiah), if fine do not be paid to be changed with coop crime during 2 (two) month; Specifying a period of/to detention which have been experienced defendant tapered down entirely from dropped crime; Commanding defendant prisoner.
94079472P2CC10013PENGARUH ROLE OVERLOAD TERHADAP STRES KERJA DENGAN TIPE KEPRIBADIAN SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi di PT. Matahari Department Store Tbk. Purwokerto)
Permasalahan yang ada pada PT. Matahari department store, Tbk Purwokerto adalah adanya perbedaan yang tinggi antara jumlah karyawan yang mempunyai penilaian kinerja yang baik dengan karyawan yang mempunyai penilaian kinerja yang kurang. Rendahnya kinerja karyawan PT. Matahari Department Store Tbk. Purwokerto disebabkan karena tingkat stres kerja karyawan yang didapat karena role overload karyawan yang tinggi.
Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui sejauh mana kinerja karyawan itu dipengaruhi oleh stres kerja yang disebabkan oleh role overload yang tinggi dengan diperkuat oleh tipe kepribadian karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa : 1) pengaruh role oveload terhadap stres kerja karyawan, 2) pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan, 3) apakah tipe keribadian karyawan memoderasi hubungan antara role overload dengan stres kerja karyawan, 4) perbedaan tingkat stres kerja karyawan ditinjau dari tipe kepribadian, 5) perbedaan kinerja karyawan ditinjau dari tipe kepribadian.
Penelitian dilaksanakan di PT Matahari Department Store Tbk. Purwokerto yang beralamatkan di Jalan Kyai Haji Moch Syafei No 1 Komplek Pertokoan Kebondalem Purwokerto, Propinsi Jawa Tengah dengan jumlah responden 100 karyawan. Data diolah dengan analisa regresi sederhana, analisa regresi variabel moderasi dengan metode Sub-Group, dan analisa one way ANOVA sampel k berkorelasi dengan data sampel yang tidak sama banyak dengan bantuan program IBM SPSS Statistics version 20.
Hasil pengujian terhadap kelima hipotesis menunjukkan bahwa : 1) Beban kerja berpengaruh positif terhadap stres kerja karyawan, 2) Stres kerja karyawan tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, 3) Tipe kepribadian memoderasi hubungan antara beban kerja dengan stres kerja karyawan, 4) Terdapat perbedaan tingkat stres ditinjau dari tipe kepribadian karyawan, 5) Tidak ada perbedaan kinerja karyawan ditinjau dari tipe kepribadian karyawan.
The existing problem faced by PT. Matahari Department Store, Tbk Purwokerto is the significant difference on number of well performed employees and employees who have low performance appraisal. The low performances of the employees of PT. Matahari Department Store Tbk. Purwokerto because of employee stress levels obtained due to high role overload of employees.
This study is expected to know the extent to which the employee's performance is influenced by the stress caused by high role overload to be reinforced by the personality types of employees. This study aims to analyze: 1) the influence of role overload to stress of employees, 2) the influence of stress to employee performance, 3) the role of employee personality in moderating a relationship between role overload and job stress of employee, 4) the differences in job stress levels of employees based on personality types, 5) the differences in employee performance based on personality types.
Research was conducted at PT Matahari Department Store Tbk. Purwokerto which located at Jalan Kyai Haji Moch Syafei No. 1 Kebondalem Purwokerto, Central Java Province with total respondents of 100 employees. Collected data was processed using simple regression analysis, regression analysis moderation variable with Sub-Group Method, and one way ANOVA analysis of k samples correlated with the unequal sample data assisted by IBM SPSS Statistics program version 20
The results showed that: 1) role overload positively influence on employee job stress, 2) employee job stress has no effect on the performance of employees, 3) personality type moderating the relationship between role overload and job stress of employees, 4) there is a difference in the level of employees job stress based on personality type, 5) there is no difference in the performance of employees based on personality type.
94089469H1K007015Pengaruh Pola Arus Terhadap Penyebaran Calanus sp Di Perairan Pantai Karangkandri Kabupaten Cilacap Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pola Arus Terhadap Penyebaran Calanus sp Di Perairan Pantai Karangkandri Kabupaten Cilacap”. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penyebaran Calanus sp dan pola arus serta pengaruh pola arus terhadap penyebaran Calanus sp di perairan Pantai Karangkandri Cilacap. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei, lokasi pengamatan dibagi menjadi 9 stasiun dan jarak antar stasiun ± 500 m. yang Posisi stasiun pengamatan berada diantara perairan yang dipengaruhi oleh aktivitas PLTU dan air tawar dari muara Sungai Serayu. Pengambilan sampel Calanus sp dilakukan dengan menggunakan planktonnet (# 60 μm) berdiameter 45 cm. Alat sampling ditarik dengan kapal, dengan luasan area sampling 200 m2, selanjutnya sampel diawetkan dengan lugol dan dilakukan identifikasi di laboratorium. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebaran Calanus sp bersifat tidak merata. Jumlah Calanus sp berkisar antara 1509 ind/m3 sampai 2893 ind/m3. Pola arus di perairan Karangkandri cenderung berkecepatan sedang, yaitu 47,6 cm/det sampai 55,5 cm/det, dengan arah pergerakan arus dari Tenggara dan Barat menuju Barat Laut. Penyebaran Calanus sp dipengaruhi oleh pola dan kecepatan arus.
Kata Kunci: Calanus sp; penyebaran; pola arus; perairan Karangkandri Cilacap.
This study entitled "The Effect of Flow Pattern to Calanus sp Distribution in Karangkandri Beach Cilacap". The purpose of research is to determine the distribution of Calanus sp and current patterns and the effect of flow pattern to Calanus sp distribution in the Karangkandri Beach Cilacap. The research was conducted by survey method, observation was divided into 9 stations and the distance between stations was ±500 m. The posisition of stations were affected by power center (PLTU) activity and freshwater input from Serayu River. Sampling was done by using planktonnet (mesh size 60 μm) and of 45 cm diameter. Sampler was oporated by boat, the extents of the sampling area was 200 m2, then the samples is were preserved by lugol and be identified in the laboratory. The results showed that the distributions of of Calanus sp was not spread evenly. The number of Calanus sp ranging from 1.509 indiv/m3 to 2893 indiv/m3. Flow Patterns in Karangkandri waters tend to medium speed was of 47,6 cm/sec to 55,5 cm/sec, the current movement from Southeast and West to Northwest. Distribution of Calanus sp was effected by pattern and current speed.
Keywords: Calanus sp; distribution; flow patterns; Karangkandri waters Cilacap.
94099473A1L009030PENGARUH PEMBERIAN POC BERBASIS URIN KAMBING YANG DIPERKAYA KOTORAN KAMBING, AZOLLA SERTA KONSENTRASI APLIKASINYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWIPenelitian ini bertujuan: 1) mengetahui pengaruh aplikasi POC berbasis Urin kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi organik (Brassica Juncea), 2) mengetahui pengaruh konsentrasi terbaik aplikasi POC berbasis Urin kambing, terhadap pertumbuhan dan tanaman sawi organik (Brassica Juncea), dan 3) mengetahui interaksi POC berbasis urin dan konsentrasi aplikasinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi organik (Brassica Juncea). Penelitian ini dilaksanakan di screenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas mulai 3 Maret sampai 6 April 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) terdiri atas 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah komposisi bahan Pupuk organik cair yaitu: P0 (urin kambing), P1 (Urin kambing, dan kotoran kambing), P2 (urin kambing, dan azolla), P3 (urin kambing, kotoran kambing, dan azolla). Faktor kedua adalah konsentrasi pemberiannya yaitu K0 (0%), K1 (5%), K2(10%), K3 (15%). Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot akar segar, bobot akar kering. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F dilanjutkan dengan pengujian DMRT (Duncan’s multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5% jika nyata. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan komposisi pupuk organik cair berbahan urin kambing, kotoran kambing, dan azolla (P3) memberikan pengaruh nyata pada bobot akar segar dan bobot akar kering, tetapi tidak nyata pada variabel lain. Konsentrasi POC berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan, dan konsentrasi terbaik 10% (K2). Interaksi antara pupuk organik cair dan konsentrasi berbeda nyata pada variabel pertumbuhan tinggi tanaman sawi. Interaksi terbaik dicapai POC dengan formula urin kambing, kotoran dan azolla (P3) dengan konsentrasi aplikasi 10% (K2) dengan rataan hasil tertinggi 27,50 cm.
The objectives of this experiment were: 1) to determine the effect of the composition of organic liquid fertilizer made of goat urine from on the growth and yield of mustard, 2) to find the best concentration organic liquid fertilizer application, 3) to find the interaction between formula organic liquid fertilizer and concentration of application. This research was conducted in a screen house Faculty of Agriculture. Jenderal soedirman university, Subdistrict North Purwokerto, Banyumas from 3 March to 6 April 2014. This study used a Randomized Block Design Complete with 2 factors and 3 replications. The first factor were composition is a liquid organic fertilizer : P0 (goat urine), P1 (goat urine, and goat manure), P2 (goat urine, and Azolla), P3 (goat urine, goat manure, and Azolla). Second factor were the concentration of application : K0 (0%), K1 (5%), K2 (10%), K3 (15%). Observed variables include: plant height, number of leaves, leaf area, fresh weight of the canopy, canopy dry weight, root fresh weight, dry weight of root. Data were analyzed using the F test followed by testing DMRT (Duncan's Multiple Range Test) at 5% error level if significant. The results showed that the composition of organic liquid fertilizer made from goat urine, goat manure, and azolla (P3) significantly affected root fresh weight and root dry weight, but did not significantly affected other variables. POC concentration significantly affected all the variables observed, and the best concentration was 10% (K2). Interaction between liquid organic fertilizer and concentration affected plant height growth variables,.The best interactions was found in the treatment of goat urine, goat manure and azolla (P3) with a concentration application10% (K2) with the plant height 27,50 cm
941010750F1C010034POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN REMAJA LAKI-LAKI FEMININ DI SMK NEGERI 3 PURWOKERTOFeminin pada remaja laki-laki merupakan suatu fenomena terkait dengan kepribadian seseorang. Sedangkan usia remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa transisi ini seseorang sangat memerlukan pengawasan dari orang tua. Karena dalam kondisi ini akan memposisikan individu berada pada tahap pencarian jati diri. Apabila tidak mendapat pengarahan dari orang-orang terdekat terutama orang tua, dikhawatirkan individu tersebut akan terjerumus mengarah pada tindak penyimpangan. Pengarahan yang diberikan oleh orang tua akan melalui suatu pola komunikasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan sebuah penelitian dengan tujuan untuk mengetahui Pola Komunikasi Orang Tua dengan Remaja Laki-Laki Feminin di SMK Negeri 3 Purwokerto.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah keluarga khususnya orang tua dan remaja laki-laki feminin. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Data dari penelitian ini diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Pengembangan validitas data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan pola komunikasi pluralistik dalam keluarga akan menciptakan seorang anak yang terbuka dan apa adanya. Seperti pada orang tua yang menganggap sisi feminin merupakan bentuk ekspresi dan suatu proses dalam menuju kedewasaan. Sedangkan dalam pola komunikasi protektif, orang tua menganggap sisi feminin pada remaja laki-laki merupakan hal yang harus diubah. Dalam penerapannya pola komunikasi ini dapat menciptakan karakter anak yang cenderung tertutup ketika di lingkungan keluarga demi menghindari perselisihan dalam keluarga, tetapi akan menunjukkan sisi femininnya saat berada di luar.
Hambatan yang terjadi dalam proses penyampaian stimulus yaitu ketika anak menerima nasehat dari orang tua cenderung mengarah kepada response sementara. Hal ini disebabkan karena tidak adanya feedback (umpan balik) yang diberikan anak kepada orang tua mengenai tindakan apa yang akan dia lakukan. Selain itu, kurangnya pemahaman orang tua mengenai karakter anak dan moment yang kurang tepat saat memberi nasehat akan menimbulkan proses komunikasi yang dilakukan kurang tepat sasaran.

Kata kunci : pola komunikasi orang tua, remaja laki-laki feminin
ABSTRACT


Feminine in adolescence is a phenomenon associated with the personality of a person. While adolescence is a period of transition from childhood to adulthood. In this transition period a person need of supervision from parents. Because in this condition will positioning the individual at a stage of self. If it does not receive direction from those nearby, especially the elderly, it is feared that individual will fall leads to follow irregularities. Direction given by the parents are going through a pattern of communication. Therefore, there should be a study with the aim to determine the Communication Patterns of Parents with Teenage Boys Feminine in SMK Negeri 3 Purwokerto.
The method in this research is descriptive qualitative. The target of this research is the family, especially parents and teenage boys feminine. Selection of informants using purposive sampling. Data from this study were obtained by conducting in-depth interviews, observation, and documentation. Development of the validity of the data in this study was done by using triangulation.
The result showed that pluralistic communication pattern in the family of a child who will create an open and candid. As the parents who think the feminine side is a form of expression and in the process towards maturity. In the other side in protective communication design, the parents consider feminine –side of teenage boys is should be change. In application, this communication design can create children’s character that tend to be introvert in family era to avoid quarrel, but the teenage boys will show feminine side at the outside.
Troubles that occur in the process of delivering the stimulus are when the child is receiving advices from his parent tend to lead to transient response. This is due to the absence of feedback that was given to parents on what action he would do. In addition, a lack of parental understanding of the child's character and less precise moment when giving advice will lead to less communication process is done right on target.

Keywords: communication patterns of parents, teenage boys feminine

941110741F1C010059FENOMENA BUDAYA POP KOREA DI KALANGAN MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANPenelitian ini mengambil judul Fenomena Budaya Pop Korea di Kalangan Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fenomena kehadiran Budaya Pop Korea di kalangan mahasiswa FISIP Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan untuk mengetahui kontribusi media dalam memberikan informasi kepada beberapa mahasiswi FISIP Universitas Jenderal Soedirman yang menjadi penggemar budaya Pop Korea.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah mahasiswa FISIP Universitas Jenderal Soedirman yang mempunyai kesukaan terhadap K-Pop atau budaya pop Korea. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling.Data dari penelitian ini diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.Pengembangan validitas data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena masuknya budaya Pop Korea ke Indonesia disebarluaskan oleh media massa dan diadopsi oleh beberapa mahasiswa FISIP Universitas Jenderal Soedirman yang menjadi penggemar budaya pop Korea. Produk budaya pop Korea yang diadopsi tersebut di antaranya musik, fashion, gaya bahasa, dan gaya hidup. Selain itu, media juga berperan penting bagi mereka dalam mencari informasi atau menikmati tayangan pop Korea seperti melalui twitter, internet, bahkan DVD.Dalam hal ini maka dapat terlihat bahwa media massa memiliki kontribusi yang besar terhadap masuknya budaya Pop Korea di Indonesia.



The tittle in this research is “The Phenomenon of Korean Pop Culture in FISIP University Student of Jenderal Soedirman University”. This research is conducted to determine how presence of Korean pop culture phenomenon in FISIP Jenderal Soedirman University (Unsoed)’s students and to determine the contribution of media to give information to FISIP of Jenderal Soedirman University’s students who become Korean pop culture’s devotee.
The method used in this research is qualitative. The target of this research is FISIP university students of Jenderal Soedirman University who have predilection with K-Pop or Korean Pop Culture. Selection of the informants using purposive sampling. Data of this study were obtained by conducting in-depth interviews, observation, and documentation. Development of the validity at the data in this study was done by using triangulation.
The result of this research showed that the entry of Korean pop culture phenomenon in Indonesia that disseminated by mass media and adopted by few FISIP students of Jenderal Soedirman University whose become fan of Korean pop culture. The products of Korean pop culture that are adopted such music, fashion, their style of language or diction, and lifestyle. Moreover, the media also plays an important role for them in finding information about K-Pop or enjoy impressions of K-Pop or Korean pop culture such as via twitter, internet even DVD. In this case, it can be seen that the media has a major contribution in giving effect to the influx of Korean pop culture in Indonesian.
941210769F1C010033PROSES DAN HAMBATAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA GURU DAN SISWA DALAM MEMBANTU SISWA MEMPELAJARI BAHASA INGGRIS DI SPEC PURWOKERTOPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hambatan komunikasi interpersonal antara guru dan siswa di lembaga kursus bahasa inggris SPEC Purwokerto. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi interpersonal. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam,observasi langsung dan dokumen yang terkait. Teknik pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman.
Hasil penelitian diperoleh bahwa proses komunikasi interpersonal antara guru dan siswa penting untuk menunjang efektifitas pembelajaran dalam bahasa inggris karena komunikasi interpersonal di antara keduanya dapat menimbulkan kedekatan dan sikap saling percaya sehingga siswa termotivasi untuk belajar bahasa inggris. Proses komunikasi tersebut dimulai dengan tahap perkenalan, membicarakan obrolan ringan dan kemudian penyampaian materi oleh guru. Namun di dalamnya juga ditemukan beberapa hambatan seperti hambatan semantik, hambatan psikologis dan faktor sosiologis.
This study aims to describe the process and barriers of interpersonal communication between teachers and students in the english courses institutions SPEC Purwokerto. This study uses the theory of interpersonal communication. Types of research used in this study is descriptive qualitative. Data was collected by in depth interviews, direct observation, and related documents. Informan selection techniques by purposive sampling, using data analysis Miles and Huberman’s techniques.
The result showed that the process of interpersonal communication between teachers and students is important to support the effectiveness of learning English because interpersonal communication between them can create closeness and mutual trust so that students are motivated to learn English. The communication process begins with the introductory stage, talking small talk and then delivery of content by teachers. However, in the implementation of the communication process also found some obstacles such as semantic barrier, psychological barrier and sociological factor.
941311124D1E011032TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT SEBAGAI DAYA ANTIBAKTERI Salmonella thypimurium DAN AKTIVITAS AIR (aw) PADA YOGHURT SUSU SAPI DENGAN BERBAGAI ISOLAT PROBIOTIKPenelitian bertujuan untuk mengkaji daya antibakteri Salmonella thypimurium ditinjau dari total bakteri asam laktat serta pengaruh aktivitas air (aw) dalam yoghurt terhadap pertumbuhan bakteri. Materi penelitian yang digunakan adalah yoghurt yang terbuat dari susu sapi menggunakan kombinasi lima isolat probiotik yang berbeda yaitu R1 (Yoghurt dengan Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus rhamnosus), R2 (Yoghurt dengan Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus acidophilus), R3 (Yoghurt dengan Lactobacillus rhamnosus dan Lactobacillus acidophilus), R4 (Yoghurt dengan Lactobacillus plantarum dan Bifidobacterium longum) dan R5 (Yoghurt dengan Lactobacillus rhamnosus dan Bifidobacterium longum), starter yang ditambahkan sebanyak 10 % setiap perlakuan. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 ulangan. Untuk mengetahui daya antibakteri dilakukan uji kontak dengan menambahkan 1% Salmonella thypimurium pada yoghurt. Hasil penelitian menunjukan berbagai kombinasi isolat probiotik tidak berpengaruh nyata terhadap total bakteri asam laktat (BAL) dan total Salmonella thypimurium tetapi berpengaruh nyata terhadap aktivitas air (aw). Rataan total BAL sebelum uji kontak10,578 ± 0,037 log cfu/ml; setelah uji kontak 10,483 ± 0,072 log cfu/ml; kematian 0,095 ± 0,069 log cfu/ml. Rataan total Salmonella thypimurium sebelum uji kontak 9,461 ± 0,000 log cfu/ml; setelah uji kontak 8,678 ± 0,070 log cfu/ml; kematian 0,784 ± 0,071 log cfu/ml. Rataan aktivitas air (aw) 0,756 ± 0,011. Kesimpulan, setiap kombinasi isolat probiotik memiliki kemampuan sama sebagai daya antibakteri terhadap Salmonella thypimurium sedangkan nilai aktivitas air mempengaruhi pertumbuhan bakteri didalam yoghurt.

The study aims to determine potential bacteria of Salmonella thypimurium observed from total lactic acid bacteria and water activity effects in yoghrut on bacteria growth. Material of research used was yoghurt made from cow’s milk using five different combinations of probiotic isolates, consisted of R1 (Yoghurt with Lactobacillus plantarum and Lactobacillus rhamnosus), R2 (Yoghurt with Lactobacillus plantarum and Lactobacillus acidophilus), R3 (Yoghurt with Lactobacillus rhamnosus and Lactobacillus acidophilus), R4 (Yoghurt with Lactobacillus plantarum and Bifidobacterium longum) and R5 (Yoghurt with Lactobacillus rhamnosus and Bifidobacterium longum), the number of starter supplemented was 10% in each treatment. Method used in this study was completely randomized design (CRD) and each treatments had four times repetition. To determine the antibacterial activity were given a contact test, where 1% of Salmonella thypimurium would be incorporated into the yoghurt. The result showed that those five different combinations of probiotic isolates in yoghurt were not significant (P>0,05) on total bacteria of lactic acid and total Salmonella thypimurium, however it was significant (P<0,05) on value of water activity. The average of total lactic acid bacteria before contact test 10,578 ± 0,037 log cfu/ml; after contact test 10,483 ± 0,072 log cfu/ml; dying 0,095 ± 0,069 log cfu/ml. The average of total Salmonella thypimurium before contact test 9,461 ± 0,000 log cfu/ml; after contact test 8,678 ± 0,070 log cfu/ml; dying 0,784 ± 0,071 log cfu/ml. The average of water activity (aw) 0,756 ± 0,011This study concluded that every combination has same capability as potential bacteria on Salmonella thypimurium, while value of water activity affected on bacteria growth in yoghurt.
94149474E1A007059Implementasi Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2009 Tentang Penanggulangan HIV dan AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo, PurwokertoHuman Immunodeficiency Virus adalah sejenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang menyebabkan AIDS. Aqcuired Immunodefienciency Virus atau yang biasa disebut AIDS adalah gejala penyakit yang disebabkan oleh HIV. Bagi orang dengan HIV/AIDS atau ODHA pelayanan kesehatan merupakan usaha untuk mempertahankan kesehatan dalam mempertahankan harapan hidupnya. Mereka tidak merencanakan secara sengaja untuk menjadi ODHA, tapi karena ketidaktahuan dan kurangnya informasi sehingga pola hidup merekalah yang memungkinkan mereka menjadi ODHA. Sekali seseorang divonis menjadi ODHA, maka dimulaikah berbagai diskriminasi social dan juga upaya perjuangan bertahan hidup.
Dalam kaitannya dengan Hak Asasi Manusia tiap ODHA mempunyai hak terhadap pelayanan kesehatan dan juga perlindungan terhadap diskriminasi. Sedangkan dalam kaitannya dengan pelaksanaan Otonomi daerah perlindungan dan jaminan layanan kesehatan bagi ODHA dituangkan dalam peraturan daerah (Perda) dan aturan pelaksananya di bawahnya. Hal ini seiring dengan kewenang desentralisasi dan dekonsentrasi yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Atas dasar kewenangan tersebut maka Provinsi Jawa Tengah menngeluarkan peraturan daerah (Perda) untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS. Melalui peraturan daerah propinsi Jawa Tengah nomor 5 Tahun 2009 tanggal 24 April 2009. Pemerintah propin Jawa Tengah berniat akan mengendalikan epidemi HIV/AIDS di wilayah Jawa Tengah.
Human immunodeficiency virus is a kind viruses that attack human immune system that causes AIDS. Aqcuired Immunodefienciency virus or that are usually called AIDS symptoms of disease is caused by HIV. For those with HIV/AIDS or people living with HIV/AIDS health care is an effort to maintain health in maintaining hope his life. They are not planned deliberately to people living with HIV/AIDS, but in ignorance and lack of information that pattern of life they are the ones who make it possible for them to people living with HIV/AIDS. Once a person has been sentenced to people living with HIV/AIDS, then dimulaikah discrimination on social and establish the struggle to survive.
In related to Human Rights every people living with HIV/AIDS have the right to health care and protection against discrimination. While in relation to the implementation of Regional Autonomy protection and guarantees health services for people living with HIV/AIDS laid out in regional regulation (Perda) and the rule its executive beneath him. This matter was along with kewenang decentralisation and deconcentration that have been mandated in the Law Number 32/2004 on regional government. On the basis the authority was the Central Java Province menngeluarkan local regulation (Perda) to combat the spread of HIV/AIDS. Through local regulation province of Central Java, number 5 of 2009 on April 24, 2009. The Government propin Central Java intend to control HIV/AIDS epidemic in Central Java.
94159475P2PA11036PERBEDAAN DAERAH ENDEMIS DAN NON ENDEMIS DEMAM BERDARAH DENGUE BERDASARKAN TEMPAT PERINDUKAN, KEPADATAN LARVA, DAN PERILAKU 3M DI KABUPATEN CILACAP
Pada tahun 2012, kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Cilacap mengalami peningkatan sebesar 45% dibandingkan tahun 2011. Sebaran kasus DBD di Kabupaten Cilacap tidak merata. Kecamatan Cilacap Utara merupakan daerah dengan kasus tertinggi sebesar 25,5% dan tergolong daerah endemis DBD. Kecamatan Jeruklegi yang letaknya berdekatan dengan Kecamatan Cilacap Utara justru tidak ada kasus DBD dan tergolong daerah non endemis DBD. Padahal, dua daerah tersebut mempunyai karakteristik yang sama dengan ciri ketinggian tempat yang hampir sama dan sama-sama daerah perkotaan.
Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji perbedaan kondisi tempat perindukan Aedes sp.; mengkaji perbedaan kepadatan larva Aedes sp.; mengkaji perbedaan perilaku 3M (pengetahuan, sikap dan tindakan) masyarakat di daerah endemis dan non endemis DBD; serta menganalisis perbedaan tempat perindukan, kepadatan larva Aedes sp., dan perilaku 3M masyarakat daerah endemis dan non endemis DBD.
Sampel penelitian yang diamati adalah tempat perindukan, kepadatan larva Aedes sp., dan perilaku 3M masyarakat. Lokasi pengambilan sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling yaitu daerah endemis (Cilacap Utara) dan non endemis (Jeruklegi) yang mempunyai ketinggian tempat dan kepadatan penduduk yang hampir sama. Penelitian telah dilakukan dari bulan Juli-September 2013 dengan sasaran penelitian masing-masing 100 responden di daerah endemis dan non endemis DBD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah endemis memiliki tempat perindukan yang lebih banyak dari daerah non endemis. Daerah endemis memiliki kepadatan larva Aedes sp. yang lebih tinggi dari daerah non endemis. Masyarakat daerah endemis memiliki pengetahuan 3M yang lebih baik dari daerah non endemis, tetapi memiliki sikap dan tindakan 3M yang lebih buruk dari daerah non endemis. Secara umum, masyarakat daerah endemis memiliki perilaku 3M (khususnya sikap dan tindakan) yang lebih buruk, sehingga tempat perindukan Aedes sp. yang ditemukan lebih banyak dan kepadatan larvanya lebih tinggi dibandingkan dengan daerah non endemis.
Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat dikemukakan adalah: (1) masyarakat seharusnya berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara berkelanjutan; (2) Dinas Kesehatan dan Puskesmas sebaiknya membentuk tim pemantau jentik yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan hasil pemantauannya dimonitor secara berkala setiap bulan.
In 2012, the threat of Dengue Haemorrhagic Fever (DBD) in Cilacap Regency has increased to 45% compared to that in 2011. The spread of the fever is uneven and North Cilacap Subdistrict is one of the endemic regions with the highest case (25.5%). In contrast, Jeruklegi Subdistrict, which is close to North Cilacap Subdistrict, has no case of DBD and becomes a non-endemic region; although these two regions have similar characteristics and are located in urban area.
This research is aimed at analysing the different condition of the Aedes sp. breeding grounds, analysing the Aedes sp. larvae density, and analysing the community different attitude towards 3M (knowledge, attitude, and action) both in the endemic and non-endemic regions. Moreover, it has a purpose of analysing the breeding grounds, larvae density, and the community’s attitude towards 3M in both regions.
The samples are the breeding grounds, the density of Aedes sp. larvae, and the community’s attitude to 3M. The location of the samples is determined by a purposive sampling technique that is the endemic region (North Cilacap) and the non-endemic region (Jeruklegi). They have the same population density and elevation. The research was conducted in July-September 2013 targeted to 100 respondents in the endemic and non-endemic regions of DBD.
The result reveals that the endemic area has more breeding grounds and has higher density of Aedes sp. larvae than the non-endemic one. Furthermore, compared to the non-endemic area, the people in the endemic area have better knowledge of 3M but have negative attitude and action of 3M. In general, the people in the endemic region have negative attitude (especially their behaviour and action); so that there are more breeding grounds of Aedes sp. and higher larvae density than those in the non-endemic region.
To sum up, it is suggested that (1) people should actively participate in exterminating the mosquito nests (PSN) continuously; and (2) the Health Agency and Public Clinic (Puskesmas) had better act as a team of monitoring that regularly reports the result of their observation every month.
94169476P2FB11018ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM KARTU TANDA PENDUDUK ELEKTRONIK (e-KTP) DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN
Dalam upaya implementasi kebijakan administrasi kependudukan melalui Program Strategis Nasional di Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil perlu dilakukan studi tentang implementasi kebijakan administrasi kependudukan melalui Program Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kebijakan administrasi kependudukan melalui program e-KTP dan kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasi kebijakan administrasi kependudukan melalui program e-KTP.
Penelitian dilakukan di Kecamatan Purwokerto Selatan, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari informan melalui wawancara, didukung data hasil observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode analisis interaktif, untuk mengetahui fenomena yang terjadi dari sudut pandang informan yang berbeda. Pada tahap akhir dilakukan validitas data untuk menjamin keabsahan data hasil penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan program e-KTP di Kecamatan Purwokerto Selatan masih belum optimal. Kondisi ini ditunjukkan pencapaian output program yang tidak optimal, masih banyak warga yang belum menerima KTP elektronik karena terjadi kesalahan data akibat kurang telitinya petugas pada saat perekaman data. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program e-KTP diantaranya keterbatasan alat perekaman data yang tidak sesuai dengan jumlah penduduk wajib KTP, keterbatasan operator dan petugas registrasi kependudukan dan tidak adanya kejelasan pendistribusian KTP elektronik yang sudah dicetak sehingga tidak ada upaya dari kecamatan maupun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas untuk mengkoordinasikan dengan Kementerian Dalam negeri sebagai penanggungjawab pencetakan KTP, tingginya angka mutasi penduduk. Solusi karena belum tuntasnya pelaksanaan program e-KTP, Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Kabupaten Banyumas memberlakukan kebijakan perpanjangan penggunaan KTP SIAK selama KTP elektronik belum jadi.
In an effort of implementing citizen administrative policies through the National Strategic Program in the Field of Population and Civil Registration needs to be further study of the implementation of administration policies through the Program of Electronic Identity Card (e-ID). This study aims to describe and analyze the implementation of administration policies through the e-ID program and the obstacles encountered in the implementation of administration policy through an e-ID card program.
The study was conducted in the District of South Purwokerto. This research uses descriptive qualitative method. The data obtained from informants through interviews, supported by observation and documentation of data. Analysis of the data using methods interactive model analysis, to determine the phenomena that occur from the point of view of different informants. At the final stage of the validity of the data is done to ensure the validity of the research data.
The results showed that the process of implementing the e-ID card program in the District of South Purwokerto still not optimal. This condition is indicated achievement of the program's output is not optimal, there are still many people who do not accept e-ID card due to data errors due to lack of precision as to the officer at during recording data. Factors influencing the implementation of e-ID card program including limited data recording equipment that are inconsistent with a population of compulsory ID cards, the limitations of operator and residence registration attendant and lack of clarity in the distribution of electronic ID cards that have been printed so there is no effort from the district as well as the Office of Population and Civil Registration Banyumas to coordinate with the Ministry of Home Affairs to be responsible for printing ID cards, the high mutation rate of the population. Solution due to the unfinished implementation of e-ID card program, the Ministry of Internal Affairs and the Government of Banyumas extension policy enforces the use of electronic ID cards ID cards SIAK over yet finished.
94179477P2EA12029PROBLEMATIKA PELAKSANAAN PIDANA MATI (Studi Kasus Di Kejaksaan Negeri Cilacap)
Pidana mati merupakan bentuk hukuman yang sejak ratusan tahun lalu telah menuai pro dan kontra. Pro dan kontra tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, namun terjadi hampir di seluruh Negara yang ada pada saat ini. Bukan saja secara materil pidana mati menjadi pro dan kontra, namun secara formil yaitu pelaksanaan hukuman mati pun membawa problematika. Penelitian ini, ditujukan mengetahui sebab pelaksanaan eksekusi pidana mati tidak mempunyai batasan waktu yang jelas. Selain itu ditujukan pula untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan pidana mati di Kejaksaan Negeri Cilacap. Penelitian menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologi, dengan sumber data primer dan informan dan observasi. Lokasi dilakukannya penelitian ini yaitu berada di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan danKejaksaan Negeri Cilacap.
Hasil penelitian menunjukan bahwa, sebab pelaksanaan eksekusi pidana mati tidak mempunyai batasan waktu yang jelas karena di pengaruhi beberapa faktor antara lain secara Substansi hukum, tidak ada satu Pasal pun yang mengatur waktu pelaksanaan eksekusi mati bagi si terpidana mati hal ini ditambah dengan terpidana memiliki beberapa upaya hukum baik Peninjauan Kembali dan Grasi. Secara Struktural, komponen sistem peradilan pidana pada masa post adjudikasi tetap memainkan peran para penegak hukum baik Jaksa, Kepolisian dan Lembaga Pemasyarakatan, bahkan lebih jauh daripada itu eksekusi pidana mati juga melibatkan Mahkamah Agung dan Presiden. Hal ini, saling berpengaruh karena merupakan rangkaian sistem. Terlambatnya tindakan satu sub sistem tersebut akan mengakibatkan lamanya masa tunggu eksekusi mati. Faktor-Faktor yang menghambat pelaksanaan pidana mati di Kejaksaan Negeri Cilacap antara lain faktor hukum/undang-undang yaitu tidak ada satu Pasal pun yang mengatur waktu pelaksanaan eksekusi mati bagi si terpidana mati, faktor penegak hukum yaitu kordinasi yang sulit antar penegak hukum baik Kepolisian, Kejaksaan maupun Lembaga Pemasyarakatan, faktor sarana atau fasilitas yaitu sulitnya mencari tempat pelaksanaan eksekusi, kordinasi dengan berbagai pihak, dan sterilisasi keamanan yang terkadang sulit.
The death penaltyis a form of punishment sinceh undreds of year sagohas some pro sandcons. Prosandconsnotonly in Indonesia, butin nearly all countriesthat existed atthis time. Not only isthe death penalty bematerially prosandcons, butformally the execution death penalty bring problematic. This study aimed to know becausethe execution of the death penalty does not have acertain time limit. In additionitis also aimed to determine the factor sthathinder the implementation of the death penalty in Cilacap District Attorney. Research using sociological juridical approach, with primary data sourcesand informant sand observations. The locationof this studyi slocatedin reclaiming Correctional Institutionand the State Attorney Cilacap.
The results showedthat, for the execution ofthe death penalty does nothavea cleartime frameasin thein fluence of several factors, among others, the substance of the law, nota single article ethatset the execution time for the execution of death rowconvictth is is couple dwith having several attempts Reconsideration good lawand pardon. In Structural, components of the criminal justice system during the post-adjudication continue to playthe role of both law enforcement prosecutors, policeandprison, evenfurther than the execution of the death penalty also involves the Supreme Courtandthe President. This mutua linfluenceasa series system. Delayedaction of thesub-system that will result in the length of the waiting period of execution. Factor sthathinder the implementation of the death penaltyin Cilacap District Attorney, among others factor srelevant laws /legislationthat nota single article ethatset the time for the execution of death row in matedies, the law enforcement factor between law enforcement coordination good hard police, prosecutor sand Correctional Institutions, factor means or facility that is difficult to finda place of execution, coordination with various parties, and these curitysterilizationis sometimes difficult.
94189478P2EA12020PELAKSANAAN PERLINDUNGAN KHUSUS BAGI ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM DAN ANAK KORBAN TINDAK PIDANA DALAM SISTEM PERADILAN ANAK (Studi di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Purwokerto)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tujuan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dapat terwujud.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis sosiologis, dengan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif, sumber data meliputi data primer yang bersumber dari responden, dan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, dan buku literatur serta dokumen resmi yang ada relevansinya dengan pokok permasalahan yang diteliti. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara menyajikan data yang diperoleh dalam bentuk uraian dan dianalisis secara kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan sesuai dengan pokok permasalahan yang telah diuraikan dalam pembahasan, maka penelitian terhadappelaksanaan perlindungan khusus bagi anak yang berkonflik dengan hukum dan anak korban tindak pidana dalam sistem peradilan anak, dapat dikemukakan suatu kesimpulan bahwa pelaksanaan perlindungan khusus tersebut di wilayah hukum Pengadilan Negeri Purwokerto belum sepenuhnya dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini terlihat dari masih adanya ketentuan yang belum dipatuhi secara baik oleh hakim anak Pengadilan Negeri Purwokerto yaitu ketentuan bahwa putusan pengadilan anak wajib mempertimbangkan laporan penelitian kemasyarakatan dari Pembimbing Kemasyarakatan. Selain itu pada proses pemeriksaan dalam tahap penuntutan, jaksa juga tidak selalu mematuhi ketentuan secara menyeluruh, dalam hal ini ketika melakukan pemeriksaan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum, jaksa masih seringkali menggunakan pakaian dinas.
Hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan perlindungan khusus bagi anak yang berkonflik dengan hukum dan anak korban tindak pidana dalam sistem peradilan anak, yaitu dari faktor hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana atau fasilitas yang mendukung penegakan hukum, serta faktor masyarakat.
Penegak Hukum dalam sistem peradilan anak masih mementingkan ego sektoral. Hal ini menyebabkan tidak adanya koordinasi dari masing-masing fungsi sehingga pandangan terhadap perlindungan anak menjadi beragam. Seharusnya dalam sistem peradilan anak ada keseragaman pola berpikir, sehingga tujuan dari perlindungan anak dapat tercapai secara maksimal.
The study aims to determine the extent to which goals about Law No.23of 2002on Child Protection can be realized.The research methodused isa socio-juridical approach, the specification of the research is descriptive, data sources include primary data sourced from respondents, and secondary data in the form of laws, books and literature as well as official documents relevant to the subject matter under study. The method of data collection is done by presenting the data obtained in the form of descriptions and analyzed qualitatively.
Based on the research and according to the issues that have been outlined in the discussion, so research on the implementation of special protection for children in conflict with the law and child victims of crime in the juvenile justice system, it can be argued that the conclusion is the implementation of special protection in the jurisdiction of Purwokerto district court not yet fully implemented consistent with applicable regulations, that is especially still there rule not yet obeyed well by court child that is rule that social watchfulness report considering obligatory child court decision from social guide. In addition to the inspection process in the indictment, prosecutors also did not always comply with the provisions as a whole, in this case when conducting checks on children in conflict with the law, prosecutors still often use uniforms.
Obstacles encountered in the implementation of special protection for children in conflict with the law in the juvenile justice systemare of legal factors, law enforcement factors, factor means or facility that supports law enforcement, and community factors.
Law Enforcementin in the juvenile justice system is still prioritizing their own interests. This causes a lack of coordination of each function so that the views of the child protection become diverse. Supposedly in the juvenile justice system is no uniformity patterns of thinking, so the purpose of child protection can be achieved optimally.
94199479F1C010011PROSES KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ANTARA SANTRI LAKI-LAKI DAN SANTRI PEREMPUAN DI PONDOK PESANTREN PERSATUAN ISLAM (PERSIS) 67 BENDA TASIKMALAYAPenelitian dengan judul “Proses Komunikasi Antarpribadi Antara Santri Laki-laki Dan Santri Perempuan Di Pondok Pesantren Persatuan Islam (PERSIS) 67 Benda Tasikmalaya” yang difokuskan pada penelitian di kegiatan ekstrakulikuler KIR (Karya Imliah Remaja) dan Jurnalistik ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi antarpribadi yang terjadi antara santri laki-laki dan santri perempuan pada ekstrakulikuler KIR (Karya Ilmiah Remaja) dan Jurnalistik dan hambatan komunikasi yang terjadi dalam proses komunikasi antarpribadi tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling, dengan sasaran santri laki-laki dan santri perempuan anggota ekstrakulikuler KIR (Karya Imliah Remaja) dan Jurnalistik. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Model analisis yang digunakan adalah analisis interakstif dari Milles dan Huberman, serta validitas data diuji dengan menggunakan triangulasi sumber.
Hasil di lapangan menunjukkan bahwa proses komunikasi antarpribadi yang terjadi antara santri laki-laki dan santri perempuan di kegiatan ekstrakulikuler KIR (Karya Ilmiah Remaja) dan Jurnalistik berlangsung secara sirkuler, dimana peran komunikator dan komunikan terus dipertukarkan. Pesan disampaikan secara verbal dan nonverbal melalui obrolan langsung, bahasa tubuh, ekspresi wajah serta penampilan yang ditunjukkan para santri. Media yang digunakan dalam berkomunikasi adalah surat dan buku. Umpan balik yang diberikan komunikan terhadap komunikator tergantung pada situasi, bentuk pesan, pemilihan media, jenis kegiatan dan sistem pengawasan yang ada. Hambatan komunikasi antarpribadi yang terjadi antara santri laki-laki dan santri perempuan meliputi hambatan sosiologis-antropologis-psikologis, hambatan semantis, hambatan teknis atau mekanis dan hambatan ekologis.
This research entitled “The Process Of Interpersonal Communication Between Male Santri And Female Santri (Student At Traditional Muslim Boarding School) In Pondok Pesantren Persatuan Islam (PERSIS) 67 Benda Tasikmalaya” which is focused on research in extracurricular activities of the science and journalism club members in Pondok Pesantren Persatuan Islam (PERSIS) and this research aims to find out how the process of interpersonal communications that occurs between male and female santri in the extracurricular activities, especially for science and journalism club members and to know what is the communication obstacle happended in interpersonal communications process.
This research uses qualitative descriptive method. The informant selection technique is purposive sampling technique, with male and female santri(student at traditional muslim boarding school) who are members of the science and journalism club as the subject. Data collecting techniques used in-depth interviews, observation and documentation. Analysis model that used in this research is analysis of interactive by Milles and Huberman, and data validity that tested by sources triangulation analysis.
Field result indicated that the process of interpersonal communication which occurs between male and female santri in activities of the student science and journalism club are circular, where the role of a communicator and comunican continously exchanged. A message communicated in verbal and nonverbal trough direct chatter,body language,a facial expression, and the appearance that shown by the santri. The channel that used in way to communicate is a letter and book. The feedback that given by the comunican to communicator is depends on the situation, form of a message, selection of media, and what kind of activity and monitoring system that exist. Interpersonal communication obstacles which occurs between male and female santri are sociological-anthropology-psychological obstacles, semantic obstacles, technical and mechanical obstacles , and ecological obstacles.
94209481P2FB09079KEBIJAKAN PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI
(Studi Kasus Di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kompetensi profesional guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dan kendala yang dihadapi Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kompetensi profesional guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah pegawai Dinas Pendidikan khususnya bagian program dan PPTK (Pembinaan pendidikan tenaga kependidikan) Kabupaten Banyumas Bidang Pendidikan Menengah dan guru SMK di Kabupaten Banyumas. Penentuan informan yang dijadikan sebagai narsumber menggunakan teknik model purposive sampling. Pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif deskriptif dengan memakai metode analisis interaktif.
Kesimpulan hasil penelitian ini adalah: Kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kompetensi profesional guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri hanya melanjutkan kebijakan dari provinsi. Dinas Pendidikan menyusun kegiatan pembinaan profesional guru, seperti melaksanakan workshop pembelajaran aktif, kooperatif, dan CTL. Kerjasama dengan perguruan tinggi dilakukan untuk membantu guru dengan melakukan pelatihan terkait kegiatan pembelajaran. Forum MGMP dimanfaatkan untuk kegiatan pembinaan profesional guru, meskipun keterlibatan Dinas Pendidikan masih terbatas masalah administrasi. Kendala yang dihadapi Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kompetensi profesional guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri masih bersifat klasik yaitu masalah dana. Namun dari sisi guru, selain dana juga karena tuntutan dalam kegiatan pembelajaran yang telah banyak menyita waktu, terutama dalam evaluasi hasil belajar siswa.
The objective of study to determine the policy of the Department of Education Banyumas improve the professional competence of teachers in the Vocational High School and the constraints faced by the Department of Education Banyumas improve the professional competence of teachers in the Vocational High School. The research was Banyumas Education Office. This study was a descriptive study using a qualitative approach. Objectives of this research was Bureau staff in particular parts of the program and PPTK (Fostering education teaching force). Determination of informants who server as a resource using snow ball techique. Collecting data using interviews, observations, and documentary. Analysis of data used descriptive qualitative analysis using interactive analysis methods.
Conclusion the results of study were: Banyumas Education Office policy in improving the professional competence of teachers Vocational High School only continued the policy of the province. Department of Education prepare teachers professional development activities, such as implementing active learning workshops, cooperative, and CTL. Cooperation with universities do to help teachers with training related to learning activities. Forum MGMPs be used for professional development activities of teachers, although still limited involvement of the Department of Education administrative issues. Constraints faced by the Department of Education Banyumas improve the professional competence of teachers in the Vocational High School is still a classic that is a problem of funds. But in terms of teachers, in addition to the funds as well as the demands of the learning activities that have been time-consuming, especially in the evaluation of student learning outcomes.