Artikelilmiahs

Menampilkan 9.441-9.460 dari 48.927 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
94419485P2CC10015ANALISIS PENENTUAN PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN INDEKS TUNGGAL UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI SAHAMPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk portofolio optimal pada saham-saham Jakarta Islamic Indeks (JII) di BEI periode 01 Januari 2012 – 31 Desember 2013.
Data yang dipergunakan pada penelitian ini adalah harga penutupan saham yang terdaftar pada Indek JII serta aktif berturut-turut dari tanggal 01 Januari 2012 sampai dengan tanggal 31 Desember 2013, dan tidak melakukan even pemecahan saham atau stock spilt.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan model indeks tunggal, terdapat 7 saham yang masuk kandidat portofolio optimal, yaitu ICBP, KLBF, INDF, PGAS, AKRA, UNVR dan LPKR.
This study aims to analyze the optimal portfolio in stocks Jakarta Islamic Index (JII) in the IDX period January 1, 2012 - December 31, 2013.
The data used in this study is the closing price of shares listed on the JII index and active in a row of dates of January 1, 2012 until December 31, 2013, and did not even stock split or stock spilled.
The results of this study indicate that the use of a single index model, there are 7 stocks included in the optimal portfolio candidates, namely ICBP, KLBF, INDF, PGAS, AKRA, UNVR and LPKR.
94429486P2CC11045PENGARUH METODE TUTOR SEBAYA DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KOMPETENSI SISWA KELAS XI ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK N 1 PURWOKERTO TAHUN 2013/2014
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) pengaruh metode tutor sebaya terhadap kompetensi siswa (2) pengaruh motivasi belajar terhadap kompetensi siswa dan (3) interaksi antara tutor sebaya dan motivasi belajar terhadap kompetensi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yaitu penelitian pembelajaran dengan tutor sebaya dan motivasi belajar terhadap kompetensi siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Administrasi Perkantoran 2 (XI AP 2) sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas XI Administrasi Perkantoran 3 (XI AP 3) sebagai kelompok kontrol. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Uji beda dengan Uji t (t-Test) : Paired Two Sample for Means, Uji beda dengan uji t (t-Test) : Two-Sample Assuming Equal Variances serta Anova (Analysis Of Variance).

Hasil dari penelitian ini berupa kesimpulan : (1) Penerapan metode tutor sebaya pada kelompok eksperiman dapat meningkatkan kompetensi siswa. (2) Nilai uji kompetensi kelompok eksperimen meningkat dengan baik jika dibandingkan dengan peningkatan nilai kelompok kontrol tanpa tutor sebaya. (3) Motivasi belajar siswa mengalami penurunan dimana motivasi belajar sebelum perlakuan lebih tinggi jika dibandingkan dengan motivasi belajar setelah perlakuan. Tetapi secara umum kelompok eksperimen dengan tutor sebaya memiliki motivasi belajar yang lebih baik jika dibandingkan dengan motivasi belajar kelompok kontrol tanpa tutor sebaya. (4) Motivasi intrinsik untuk kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak terdapat perbedaan. Artinya kedua kelompok memiliki motivasi intrinsik yang hampir sama tingginya. Sedangkan motivasi ekstrinsik dari kedua kelompok siswa terdapat perbedaan.

Implikasi dari penelitian ini adalah : (1) Pembelajaran dengan metode tutor sebaya dapat diimplikasikan pada pembelajaran praktik pada khusunya dan pelajaran teori pada umumnya. (2) Untuk meningkatkan nilai uji kompetensi baik pelajaran praktik maupun pelajaran teori dapat dilakukan dengan berbagai metode pembelajaran, salah satunya dengan metode pembelajaran tutor sebaya. (3) Motivasi belajar dapat ditingkatkan melalui pendekatan instrisik maupun ekstrinsik agar dapat meningkatkan kompetensi siswa.
This study aims to analyze : (1) the effects of peer tutoring methods on student competencies, (2) the influences of learning motivation toward students’ competence, and (3) the interactions between peer tutors and learning motivation toward students’ competency. The research was using an experience research that was a learning research with peer tutors and learning athmosphere toward students’ competence. The research subjects were students of class XI Administration Office 2 (XI AP2) as the experimental group and the students of class XI and Office Administration 3 (XI AP3) as a control group. Analysis of the data in this study was using different test witht-Test : Paired Two Sample for Means, difference test witht-Test : Two Sample Assuming Equal Variances and ANOVA(Analysis of Variances).

This study concludes that : (1) Application of the method of peer tutors in the experimental group could increase the students’ competence, (2) The value of competency test of the experimental group increased well when compared with the value of competency test of the control group without peer tutoring, (3) student learning motivation decreased in which learning motivation before treatment is higher than the learning motivation after treatment. But in general the experimental group with peer tutors has better motivation than the control group without peer tutors, (4) intrinsic motivation for the control group and the experimental group there had no differences. This means that both group shave the intrinsic motivation that is almost the same height while the extrinsic motivation of both groups of students had differences.

The implications of this study are: (1) learning with peer tutoring methods may be implicated in the practice of learning and theory in general, (2) to increase the value ofthe competency test both theoretical and practical lessons can be done with a variety of learning methods, one of them is with peer tutoring learning methods, (3) learning motivation can be enhanced through intrinsic and extrinsic approaches in order to improve the competence of students.
94439487P2CA11003PENGARUH KOMPENSASI, BIAYA TRANSPORTASI, JUMLAH ANGGOTA RUMAH TANGGA, TINGKAT PENDIDIKAN DAN MASA KERJA TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN GURU SMK MA’ARIF DI KABUPATEN KEBUMEN
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh secara bersama-sama dan dan secara sendiri-sendiri dari kompensasi, biaya transportasi, jumlah anggota rumah tangga, tingkat pendidikan, dan masa kerja terhadap tingkat kesejahteraan guru SMK Ma’arif di kabupaten Kebumen serta untuk menganalis variabel yang memberikan pengaruh paling besar terhadap tingkat kesejahteraan. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner sebanyak 167 responden. Model regresi logistik (logit) digunakan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan guru masih rendah atau sudah baik/tinggi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesejahteraan guru SMK Ma’arif di kabupeten Kebumen masih rendah. Nilai Exp(B) untuk variabel kompensasi (1,494), biaya transportasi (0,752), jumlah anggota rumah tangga (0,034), tingkat pendidikan (1,487) dan masa kerja (1,217) dengan signifikasi (p-valuenya) sebesar 0,000 (artinya < 5 %), artinya kompensasi mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap peluang kesejahteraan yang baik / tinggi. Untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan yang baik bagi guru SMK, maka pemerintah Kabupaten Kebumen perlu mengupayakan kebijakan yang lebih tepat dalam rangka peningkatan kinerja guru sehingga kesejahteraan yang baik dapat dapat tercapai. The aims of this research are analyze simultaneous and partial effect of compensation , the cost of transportation , number of household members , education level and length of work to the welfare of teachers of SMK Maarif in Kebumen regency as well as to analyze the variables that provide the most impact on the level of welfare . This research uses primary data obtained from questionnaires as much as 167 respondents . Logistic regression model ( logit ) is used to analyze the level of welfare of teachers is low or has been a good / high . These results indicate that the welfare of teachers SMK Maarif in kabupeten Kebumen regency still low. Value of Exp(B) for variable compensation ( 1,494 ) , transportation costs ( 0.752 ) , number of household members ( 0,034 ), education level ( 1,487 ) and length of work ( 1.217 ) with significance ( p - valuenya ) of 0.000 (ie < 5 % ) , meaning that compensation has the greatest influence on the chances of a good welfare / high . For increase the level of good welfare vocational school teachers, the government should pursue policies Kebumen more precise in order to improve the performance of a good teacher so that welfare can be achieved.
94449488P2FB11016PARADOKS PARTISIPASI PETANI (Studi Partisipasi Masyarakat Dalam Pelaksanaan Land Reform di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung)
UUPA 1960 yang menjadi acuan implementasi land reform belum mampu terlaksana dan mencapai tujuannya. Dampaknya, konflik terkait tanah terus meninggi dan terjadi gelombang gerakan masyarakat. Di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, buruh tani yang terorganisasi dalam Forum Tani Pangalengan (FTP) melakukan aksi reclaiming terhadap tanah yang dikuasai Perusahaan Daerah Pertambangan dan Agrobisnis (PDAP) Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dua hal pokok yakni implementasi land reform di lahan hasil reclaiming serta partisipasi masyarakat didalamnya menggunakan perspektif bottom—up, interaksi dan neo—marxian. Dengan metode studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa FTP mengimplementasikan land reform secara bottom-up sebagai hasil interpretasi terhadap UUPA 1960. Namun, pemerintah memiliki interpretasi berbeda dan terjadi konflik. Melalui pertimbangan legal-formal, pemerintah cenderung bersikap kontra terhadap FTP. Sebaliknya, FTP menggunakan pertimbangan secara sosiologis dan kontekstual dalam proses interpretasi. Keduanya terus berada dalam spektrum konflik, hingga di tahun 2007 FTP melebur kedalam organisasi tani nasional bernama Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA). Adapun, implementasi land reform dalam kondisi tersebut mengalami proses redefinisi dan reinterpretasi secara terus—menerus. Disamping itu, penelitian ini menemukan terdapat empat karakteristik partisipasi: radikal, sektoral, transaksional dan apolitis, yang mana masing-masing memiliki kecenderungan karakter partisipasinya serta kecenderungan yang berbeda dalam konteks relasi terhadap pemerintah dan pencapaian konsensus. Kemudian, interaksi yang terjadi antara AGRA dan pemerintah mewujud sebagai interaksi paradoksal ditengah dinamika konflik dan kontestasi antar aktor.Basic Agrarian Law (BAL) 1960 which becomes reference of the implementation of land reform has not been able implemented and reached its goal yet. The impact, number of land disputes and peasant movement kept increasing. At Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, landless peasants who organized in Forum Tani Pangalengan (FTP) have done reclaiming action of the authorized land of Local Company provincial government Mining and Agribusiness enterprise of West Java (Perusahaan Daerah Agrobisnis dan Pertambangan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat). This research aimed to analyze two main issues; the implementation of land reform in the reclaimed-land, and peasant participation within which used bottom-up, interaction and neo-Marxian perspectives. By using study case method, this research found out that FTP implemented the land reform with bottom-up way as interpretation result of BAL 1960. Nevertheless, the government interpreted differently that cause conflict. Throught legal-formal reason, government preferred stand opposite with FTP. Otherwise, FTP using sociological and real-life context reason on the interpretation proccess. Both government and FTP were always in the spectrum of conflict until at the end of 2007 FTP joined with national peasant organization, named Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA). Thus, land reform implementation in that condition experienced redefinitions and reinterpretations continuously. Besides, this research found four characteristics of participation: radical, sectoral, transactional and apolitical, which each of those characteristic tends to have its own participation character and also different inclinations in the context of relation of government and consensus achievement. Moreover, interaction between AGRA and government embodied as a paradoxical interaction between dynamical conflict and contestation between actors.
94459489A1M010013Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Lada Terhadap Sifat Sensori Minuman Nira LadaLada putih dan lada hitam diketahui memiliki banyak manfaat. Penambahan lada putih dan lada hitam pada pembuatan konsentrat nira lada dapat menambah nilai fungsional minuman nira lada. Minuman nira lada yang dihasilkan bisa memberikan sensasi hangat dan aroma lada yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh jenis lada terhadap sifat sensori minuman nira lada, 2) Mengetahui pengaruh konsentrasi lada terhadap sifat sensori minuman nira lada, 3) Mengetahui kombinasi perlakuan yang menghasilkan minuman nira lada yang paling disukai. Metode yang dilakukan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktorial, yaitu jenis lada dan konsentrasi lada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lada hitam menghasilkan minuman nira lada dengan skor warna dan sensasi hangat yang lebih tinggi dibandingkan dengan lada putih. Semakin tinggi konsentrasi lada yang ditambahkan, maka sensasi hangat minuman nira lada akan semakin meningkat namun kesukaan semakin menurun. Kombinasi perlakuan antara lada hitam dan konsentrasi 0,5% menghasilkan minuman nira lada yang paling disukai. Produk ini memiliki warna coklat kekuningan (3,17), sensasi hangat yang agak kuat (3,00) dan kesukaan yang agak suka (3,07).White pepper and black pepper are known have many benefits. The addition of white pepper and black pepper on the production of sap pepper’s concentrate can add value of functional drinks of sap pepper. The result of sap pepper’s drink can give hot sensation and specific aroma of pepper. This research aims to 1) know the effect of type of pepper towards sensory characteristic of sap pepper drinks, 2) know the effect of the concentration of pepper towards sensory characteristic of sap pepper drinks, 3) know the combination treatments which produces sap pepper drinks which the most preferred. The method taken is factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with 2 factor, which is type of pepper and the concentration of pepper. The result showed that the use of black pepper produced sap pepper drinks with color score and hot sensation higher than the white pepper. The higher concentration of the pepper is addition, then the hot sensation of sap pepper drinks will be increasing but preference is decreased. Combination treatment of black pepper and it concentration at 0.5% produced sap pepper drinks with the most preference. This product has a yellowish brown color (3.17), level of hot sensation is rather strong (3.00) and level of preferences is rather like (3.07).
944611366P2EA13004PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PERJUDIAN ONLINE (Studi di Kepolisian Resor Banyumas)
Dwinanda Linchia Levi Heningdyah Nikolas Kusumawardhani, Program Pascasarjana Magister Ilmu Hukum, Universitas Jenderal Soedirman, Pembimbing Utama Tesis Dr. Noor Aziz Said, S.H., M.S., dan Pembimbing Pendamping Tesis Dr. Budiyono, S.H., M.Hum.
Penelitian dengan judul “Penanggulangan Tindak Pidana Perjudian Online (Studi di Kepolisian Resor Banyumas)”, bertujuan untuk menganalisis upaya Polres Banyumas dalam menanggulangi tindak pidana Perjudian Online dan untuk menganalisis hambatan Polres Banyumas dalam menanggulangi tindak pidana Perjudian Online.
Metode penelitian dengan pendekatan yuridis sosiologis sedangkan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis. Penelitian ini dilakukan di Polres Banyumas. Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah sumber data primer dalam hal ini penulis menggunakan data hasil wawancara dengan Sat Binmas, Sat Intelkam, Sat Reskrim, Sat Sabhara Polres Banyumas, pemilik wanet, petugas/penjaga warnet, masyarakat diwilayah hukum Banyumas, tokoh agama, tokoh pemuda, pelaku yang bisa mempengaruhi perjudian online, sedangkan sumber data sekunder dalam hal ini penulis menggunakan data Putusan Nomor: 102/ PID.B/ 2012/ PN. Pwt. Metode penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk uraian-uraian yang tersusun secara sistematis dan metode analisis data dengan model analisis kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diajukan dalam tesis ini, maka dapat disimpulkan upaya Polres Banyumas dalam menanggulangi tindak pidana perjudian online melakukan upaya pre-emtif khususnya dilakukan oleh Sat Binmas Polres Banyumas dengan cara melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan mengadakan dialog atau tatap muka guna mengajak dan menghimbau masyarakat agar tidak melakukan tindak pidana, untuk upaya preventif dilakukan oleh Sat Intekam dan Sat Sabhara Polres Banyumas dengan cara mencari informasi dan melakukan operasi atau patroli tertutup maupun patroli terbuka, kemudian untuk upaya Represif dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Banyumas melakukan pemberantasan dan pengungkapan tindak pidana perjudian online mulai dari tahapan penyelidikan, penindakan, penyidikan, sampai ke pemberkasan untuk selanjutnya diserahkan kepada penuntut umum serta menjerat pelaku tersebut dengan Pasal 303 bis ayat (1) ke-2 KUHP jo Pasal 2 ayat (4) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian dan hambatan yang ditemui Kepolisian Resor Banyumas dalam menanggulangi tindak pidana perjudian online adalah tindak pidana perjudian online dapat dilakukan oleh siapa saja dan dilakukan dimana saja, sehingga pihak Kepolisian Resor Banyumas dalam melakukan tindakan pendeteksiannya mengalami kesulitan, kemampuan aparat kepolisian dalam teknologi informasi sebagai basis tindak pidana perjudian online masih kurang, serta kurangnya kesadaran masyarakat yang masih enggan untuk melaporkan adanya pelaku atau tempat-tempat yang melakukan perjudian online.
Dwinanda Linchia Levi Heningdyah Nikolas Kusumawardhani, Graduate Program Master of Law, University of General Sudirman, Main Supervisor Thesis Dr. Noor Aziz Said, SH, M.S, and companion Thesis Advisor Dr. Budiyono, S.H., M.Hum.
The study titled ‘’Combating Crime Online Gambling (Studies in Banyumas Police)’’, aims to analyze the Banyumas Police efforts in tackling the crime of Online Gambling and to analyze obstacles Banyumas district police in tackling the crime of Online Gambling.
Methods of sociological research with juridical approach while the specification is descriptive analytical study. This research was conducted at the police station Banyumas. Source of data used in the research is the primary data source in this case the authors use data from interviews with Binmas Sat, Sat Intelkam, Criminal Sat, Sat Sabhara Banyumas Police, wanet owners, officers / guards cafe, community law Banyumas region, religious leaders, leaders youth, actors can affect the online gambling, while secondary data sources in this case the authors use data Decision No. 102 / Pid.B / 2012 / PN. PWT. Informants determination methods used in this study was purposive sampling. The results of the study are presented in the form of descriptions systematically arranged and methods data analysis with qualitative analysis model.
Based on the research results and discussion presented in this thesis, it can be concluded Banyumas Police efforts in tackling the crime of gambling online pre-emptive efforts specifically by Sat Binmas Banyumas Police by way of approaching the community by holding a dialogue or face to face in order to encourage and urged people not to commit a crime, for preventive efforts undertaken by Sat Intelkam and Sat Sabhara Banyumas Police by seeking information and conduct patrol operations or closed or open patrol, then for Repressive efforts made by Sat Criminal Police and disclosure Banyumas eradicating criminal acts online gambling from the stage of investigation, prosecution, investigation, to filing for conveying it to the public prosecutor and ensnare these actors with Article 303 bis paragraph (1) to-2 of the Criminal Code in conjunction with Article 2 paragraph (4) of Law No. 7 of 1974 on Regulating Gambling and the obstacles encountered Banyumas Police in tackling the crime of online gambling is online gambling a criminal offense can be done by anyone and be done anywhere, so the police resort to taking action detection Banyumas experiencing difficulties, the ability of the police in information technology as a base the crime of online gambling is still lacking, and the lack of public awareness are still reluctant to report the perpetrators or places that do online gambling.
944712190H1C011039DESAIN DAN ANALISIS SENSOR REGANGAN BERBASIS KABEL FIBER OPTIK SINGLEMODE YANG TERTANAM DI DALAM BETON MENGGUNAKAN 3 KONFIGURASI BERBEDA
Beton merupakan salah satu material yang banyak digunakan dalam bidang konstruksi. Sangat penting untuk memonitor kondisi beton agar dapat mengetahui apabila terjadi kerusakan pada beton seperti halnya retakan. Dengan memanfaatkan rugi lekukan fiber optik, dapat dibuat suatu sensor yang mampu mendeteksi retakan pada beton. Pada penelitian ini digunakan fiber optik SMF-28e yang tertanam di dalam beton. Sumber cahaya menggunakan laser dengan panjang gelombang 1550 nm, dan detektor cahaya menggunakan optical power meter (OPM). Fiber optik disusun ke dalam 3 konfigurasi yaitu konfigurasi spiral, konfigurasi gelombang A dan konfigurasi gelombang B. Beton diberi beban bervariasi mulai dari 2 ton hingga 18 ton. Dari percobaan yang dilakukan untuk ketiga konfigurasi diperoleh hasil bahwa beban yang diberikan terhadap beton berpengaruh pada rugi daya fiber optik, nilai rugi daya yang dihasilkan berbanding lurus dengan nilai beban yang diberikan. Retakan yang terjadi pada beton dapat dideteksi melalui perubahan nilai rugi daya yang ditimbulkan sedangkan nilai regangan yang dihasilkan sebanding dengan perubahan nilai rugi daya. Konfigurasi spiral, konfigurasi gelombang A dan konfigurasi gelombang B menghasilkan koefisien kemiringan secara berturut-turut sebesar 0,075 dB/ton, 0,3078 dB/ton dan 1,3421 dB/ton, serta menghasilkan nilai linierisasi grafik berturut-turut sebesar 0,4375, 0,9341 dan 0,501. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa konfigurasi gelombang A merupakan konfigurasi yang paling baik untuk digunakan karena memiliki sensitifitas yang tinggi.Concrete is one of composite structure which used in many civil engineering application. Monitoring it condition is important to anticipate if cracks was occured. Utilization of fiber optic bending loss to design a sensor that can use for monitor cracks and measure strain has been done. At this research, used SMF-28 fiber optic which embedded to concrete. For light source using a laser with length wave at 1550 nm, and for light detector using optical power meter (OPM). Fiber optic was arranged to 3 configuration, spiral configuration, wave configuration A and wave configuration B. Concrete was be given load variety from 2 ton to 18 ton. From 3 configuration, the result is load that given to concrete take effect to power losses of fiber optic, which value of power losses is straight propotionate with value of load. Crack that happen to concrete can be detect with change over value of power losses while strain value is propotional with change over of power losses. Spiral configuration, wave configuration A and wave configuration B produce slope coefficients respectively for 0,075 dB/ton, 0,3078 dB/ton and 1,3421 dB/ton, and produce linierization chart value respectively for 0,4375, 0,9341 and 0,501. Based on the results obtained it can be concluded that wave configuration A is the best configuration to be used because it has a high sensitivity.
94489490P2PA11041KAJIAN KUALITAS AIR DAN PERILAKU TENTANG PEMANFAATANNYA OLEH MASYARAKAT SEKITAR BENDUNG KALIMATI DESA ADIRAJA KECAMATAN ADIPALA KABUPATEN CILACAP
Bendung Kalimati dimanfaatkan sebagai sumber irigasi lahan pertanian pada musim kemarau dan lokasi budidaya ikan keramba jaring tancap. Aktivitas pemanfaatan masyarakat di sekitar dan di dalam bendung akan mempengaruhi kualitas perairan Bendung Kalimati. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kondisi kualitas air Bendung Kalimati Desa Adiraja Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap; mengkaji perilaku masyarakat tentang pemanfaatan Bendung Kalimati; serta menganalisis hubungan antara perilaku masyarakat tentang pemanfaatan Bendung Kalimati dan kualitas air perairannya. Penelitian menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel kualitas air dan perilaku masyarakat dilakukan secara purposive sampling. Pengambilan sampel dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2013. Sampel air diambil dari empat stasiun didalam Bendung Kalimati meliputi kawasan inlet, kawasan keramba, kawasan irigasi dan outlet, serta sebagai kontrol di Sungai Tipar dalam 4 kali ulangan. Perilaku masyarakat diukur dengan wawancara menggunakan kuisioner kepada 73 orang responden. Analisis kualitas air menggunakan metode STORET. Perilaku masyarakat dianalisis menggunakan skor jawaban dari kuisioner yang diberikan. Hubungan antara perilaku masyarakat tentang pemanfaatan Bendung Kalimati dan kualitas air dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas air Kualitas air Bendung Kalimati berada dalam status tercemar berat (Skor STORET ≤ -30) dengan skor STORET terburuk berada pada Stasiun II (Skor = -56), diikuti oleh Stasiun IV (Skor = -54), Stasiun III (Skor = -52) dan Stasiun I (Skor = -50). Seluruh stasiun telah tercemar bahan organik, kecuali Stasiun III yang tercemar bahan anorganik. Perilaku masyarakat tentang pemanfaatan Bendung untuk pertanian dan budidaya keramba jaring tancap termasuk dalam kategori kurang efektif dan efisien dengan perilaku terburuk berada pada Stasiun II (Skor = 2,42), diikuti oleh Stasiun IV (Skor = 2,52), Stasiun III (Skor = 2,65), dan Stasiun I (Skor = 2,97). Secara umum, hubungan perilaku tentang pemanfaatan Bendung Kalimati untuk pertanian dan budidaya keramba jaring tancap yang kurang efektif dan efisien memiliki kecenderungan yang sama dengan kualitas air yang tercemar berat.Kalimati Dam is used to supply as well as reserve water in the dry season and to be the area of embedded net cages for fishery. People activity around and in Kalimati Dam effect water quality of the dam. This study is aimed at studying the water quality of Kalimati Dam in Adiraja Village, Adipala District, Cilacap Regency. studying the people’s attitude towards the use of Kalimati Dam; and analysing the correlation between the people’s attitude towards the dam and the water quality. The research carries out a survey in June-August 2013; and determines the samples of water quality and the people’s attitude by a purposive sampling technique.The water is taken four times from the four stations that become the areas of inlet, net cages, near agricultural land, and outlet. People’s attitude measure with correspondecing by quisionare to 73 correspondences.Water quality analyzed by STORET method. People’s attitude analyzed by scoring the answer from quisionare. The correlation between between the people’s attitude towards the dam and the water quality analyzed descriptively.The result reveals that the water quality is heavy polluted (Skor STORET ≤ -30) which is highly contaminated is in Station II (STORET score = -56), Station IV (score = -54), Station III (score = -52), and Station I (score = -50) respectively. All stations have been contaminated by organic substances except Station III that is only contaminated by inorganic substances. The people’s attitude towards the use of the dam and the embedded net cages is less effective and efficient which the worst attitude at Station II (score = 2.42), in Station IV (score = 2.52), in Station III (score = 2.65) and in Station I (score = 2.97) respectively. In general, the correlation between people’s attitude towards the use of Kalimati Dam for agriculture and embedded net cage for fishery that less effective and efficient tends to be its water quality which highly contaminated.

94499491P2PA11028KAJIAN KUALITAS AIR RAWA BENDUNGAN CILACAP DAN PERILAKU TENTANG PEMANFAATANNYA OLEH MASYARAKAT SEKITAR
Rawa Bendungan merupakan salah satu sumberdaya perairan milik bersama yang bersifat open access. Kondisi tersebut menyebabkan usaha pemanfaatannya cenderung berlebihan dan tidak memperhatikan aspek keberlanjutan. Limbah dari aktivitas budidaya ikan, industri tahu, pertanian, dan peternakan sapi yang masuk ke perairan Rawa Bendungan menyebabkan penurunan kualitas perairan dan mengancam keberlangsungan fungsi ekologis, manfaat, dan keberadaan Rawa Bendungan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kualitas perairan Rawa Bendungan berdasarkan parameter fisik, kimiawi, dan biologik perairan. Mengkaji perilaku masyarakat sekitar tentang pemanfaatan perairan Rawa Bendungan. Menganalisis hubungan antara kualitas air dan perilaku pemanfaatan perairan Rawa Bendungan. Analisis kualitas air dilakukan dengan penentuan status kualitas air menggunakan analisis STORET. Perilaku masyarakat dianalisis secara deskriptif berdasarkan pengetahuan, sikap, dan tindakan. Hubungan antara perilaku masyarakat dan kualitas air dianalisis menggunakan Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi perairan Rawa Bendungan termasuk dalam kategori tercemar berat oleh limbah industri tahu dan pertanian, tercemar sedang oleh limbah budidaya ikan, serta tercemar ringan oleh limbah peternakan sapi. Masyarakat sekitar Rawa Bendungan memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang kualitas perairan, sikap negatif untuk menjaga dan meningkatkan kualitas perairan, serta tindakan yang kurang baik tentang pemanfaatan perairan Rawa Bendungan. Secara umum, tindakan masyarakat yang kurang baik memiliki kecenderungan yang sama dengan kondisi perairan yang tercemar berat.Rawa Bendungan is one of the water resources of the commons which is open access. The condition causes excessive utilization and ignored the aspects of sustainability. The waste from fishery, agriculture, tofu industry, and cow farm can decrease the water quality and endanger the sustainability of ecological functions, benefits, and the presence of Rawa Bendungan. This study is aimed at studying the water quality of Rawa Bendungan based on the physical, chemical, and biological parameter. It also studies the people’s behavior towards the use of Rawa Bendungan and analyses the correlation between utilization the people’s behavior and the Rawa Bendungan water quality. Water quality analysis performed by determination of water quality status using STORET analysis. The people’s behavior analyzed descriptively based on people’s knowledge, attitude, and action. The correlation between the people’s behavior and the water quality is analyzed by the correlation analysis of Spearman rank. The result reveals that the Rawa Bendungan waters are included in the category of heavily polluted by tofu industry and agriculture waste, moderately polluted by fishery waste, and lightly polluted by cow farm waste. The other result shows that the people’s around Rawa Bendungan have limited knowledge of water quality, so they have negative attitude to preserve as well as improve the water quality and they take ineffective actions to make use of the Rawa Bendungan. In general, the negative behavior is related to heavily polluted waters.
94509492P2PA11035PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PENCEMARAN DI PERMUKIMAN SEKITAR INDUSTRI PENGOLAHAN
MINYAK BUMI CILACAP DAN HUBUNGANNYA DENGAN KUALITAS AIR SUMUR DI CILACAP
Industri pengolahan minyak bumi Cilacap terletak di Kelurahan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap. Kegiatan industri memberikan dampak positif dan dampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan. Dampak negatif keberadaan industri berupa penurunan kualitas air sumur mulai dirasakan oleh masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang pencemaran di permukiman sekitar industri pengolahan minyak bumi Cilacap; mengetahui kualitas fisik, kimiawi, dan biologik air sumur di permukiman sekitar industri pengolahan minyak bumi Cilacap; menganalisis hubungan antara persepsi masyarakat tentang pencemaran dan kualitas air sumur di permukiman sekitar industri pengolahan minyak bumi Cilacap. Persepsi masyarakat tentang pencemaran diketahui dengan penggunaan kuisioner. Responden adalah warga Kelurahan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap. Penentuan jumlah responden ditentukan berdasarkan metode random sampling. Jumlah responden dihitung berdasarkan rumus Slovin. Pengambilan sampel air sumur bor di Kelurahan Donan Cilacap dilakukan dengan metode survai. Teknik pengambilan sampel air sumur dilakukan dengan metode purposive sampling. Titik sampling ditentukan berdasarkan jarak antara sumur dan industri pengolahan minyak bumi. Jumlah stasiun pengambilan sampel adalah tujuh stasiun dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Persepsi masyarakat serta kualitas fisik, kimiawi, dan biologik air sumur dianalisis secara deskriptif. Status mutu air sumur ditentukan berdasarkan metode STORET. Hubungan antara persepsi masyarakat tentang pencemaran dan kualitas air sumur di sekitar industri pengolahan minyak bumi Cilacap dianalisis menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi negatif terbesar pada Stasiun 2 yang diikuti oleh Stasiun 3, Stasiun 5, Stasiun 4, Stasiun 6, Stasiun 7, dan Stasiun 1. Kualitas air sumur yang tercemar berada di Stasiun 2 yang diikuti oleh Stasiun 3, Stasiun 4, Stasiun 5, Stasiun 6, Stasiun 7, dan Stasiun 1. Secara umum, kualitas air sumur yang tercemar memiliki kecenderungan yang sama dengan persepsi negatif tertinggi.Industri pengolahan minyak bumi Cilacap terletak di Kelurahan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap. Kegiatan industri memberikan dampak positif dan dampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan. Dampak negatif keberadaan industri berupa penurunan kualitas air sumur mulai dirasakan oleh masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang pencemaran di permukiman sekitar industri pengolahan minyak bumi Cilacap; mengetahui kualitas fisik, kimiawi, dan biologik air sumur di permukiman sekitar industri pengolahan minyak bumi Cilacap; menganalisis hubungan antara persepsi masyarakat tentang pencemaran dan kualitas air sumur di permukiman sekitar industri pengolahan minyak bumi Cilacap. Persepsi masyarakat tentang pencemaran diketahui dengan penggunaan kuisioner. Responden adalah warga Kelurahan Donan, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap. Penentuan jumlah responden ditentukan berdasarkan metode random sampling. Jumlah responden dihitung berdasarkan rumus Slovin. Pengambilan sampel air sumur bor di Kelurahan Donan Cilacap dilakukan dengan metode survai. Teknik pengambilan sampel air sumur dilakukan dengan metode purposive sampling. Titik sampling ditentukan berdasarkan jarak antara sumur dan industri pengolahan minyak bumi. Jumlah stasiun pengambilan sampel adalah tujuh stasiun dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Persepsi masyarakat serta kualitas fisik, kimiawi, dan biologik air sumur dianalisis secara deskriptif. Status mutu air sumur ditentukan berdasarkan metode STORET. Hubungan antara persepsi masyarakat tentang pencemaran dan kualitas air sumur di sekitar industri pengolahan minyak bumi Cilacap dianalisis menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi negatif terbesar pada Stasiun 2 yang diikuti oleh Stasiun 3, Stasiun 5, Stasiun 4, Stasiun 6, Stasiun 7, dan Stasiun 1. Kualitas air sumur yang tercemar berada di Stasiun 2 yang diikuti oleh Stasiun 3, Stasiun 4, Stasiun 5, Stasiun 6, Stasiun 7, dan Stasiun 1. Secara umum, kualitas air sumur yang tercemar memiliki kecenderungan yang sama dengan persepsi negatif tertinggi.
94519493P2PA10020KAJIAN KUALITAS AIR SALURAN IRIGASI TERSIER SUNGAI SERAYU DI MAOS DAN PERILAKU MASYARAKAT DI SEKITARNYA DALAM PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH TANGGA
Saluran irigasi tersier Sungai Serayu di Desa Maos Kidul dimanfaatkan PDAM Cabang Maos sebagai sumber air baku air minum. Saluran irigasi tersier Sungai Serayu di Desa Maos Kidul melintasi pemukiman Desa Maos Lor dan Maos Kidul. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas air saluran irigasi tersier Sungai Serayu di Desa Maos Kidul, mengkaji perilaku masyarakat Desa Maos Lor dan Maos Kidul, serta menganalisis hubungan antara kualitas air saluran irigasi tersier Sungai Serayu dan perilaku masyarakat Desa Maos Lor dan Maos Kidul. Penelitian dilaksanakan dengan metode survai terhadap parameter fisika, kimia, dan biologi air saluran irigasi tersier Sungai Serayu dan perilaku masyarakat. Pengambilan sampel dilaksanakan pada bulan November 2013. Sampel untuk kualitas air diambil pada 7 (tujuh) stasiun, sebanyak tiga kali ulangan dengan interval waktu dua minggu. Data perilaku masyarakat diperoleh menggunakan kuisioner kepada 97 responden. Analisis kualitas air dilakukan dengan menggunakan metode STORET. Analisis untuk perilaku masyarakat dengan menggunakan analisis univariat. Analisis hubungan antara kualitas air dan perilaku masyarakat dengan menggunakan Chi Kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air saluran irigasi tersier Sungai Serayu sudah tercemar, dan termasuk kategori Kelas D (buruk) pada semua stasiun. 44,33% (cukup baik) masyarakat mempunyai pengetahuan tentang limbah rumah tangga. 55,67% (cukup baik) masyarakat mempunyai sikap tentang membuang limbah rumah tangga ke saluran irigasi. 51,55% (cukup baik) masyarakat tidak membuang limbah rumah tangganya ke saluran irigasi, dan 13,4% berperilaku kurang baik. Hubungan antara kualitas air saluran irigasi tersier Sungai Serayu dan perilaku masyarakat adalah kuat dengan nilai koefisien kontigensi (C) 0,745 dan nilai signifikansi 0,002.
Tertiary irrigation canals of Serayu River in Maos Kidul is used by Local municipal waterworks (PDAM) as a source for drinking water. Tertiary irrigation canals of Serayu River in Maos Kidul village across the Maos Lor and maos Kidul’s settlement. This study is purposed to analyze the quality of water of tertiary irrigation channels Serayu River in Maos Kidul, examine the villagers behavior of Maos Lor and Maos Kidul, and analyze the relationship between the quality of water oftertiary irrigation Serayu River and the villagers behavior of Maos Lor and Maos Kidul. The research was conducted by surveying method of physics, chemistry, and biology parameters of tertiary irrigation Serayu river and society behavior. Sampling was carried out in November 2013, samples for water quality taken at 7 (seven) stations, repeated for three times at intervals of two weeks. Community behavioral data was obtained using questionnaires to 97 respondents. Analysis of water quality were calculated using STORET. Analysis for their behavior by using univariate analysis. Analysis of the relationship between water quality and people's behavior by using Chi Square. The results showed that the quality of irrigation water of irigation tertiary Serayu river has been polluted, and included the category of Class D (bad) at all stations. 44.33% (pretty good) citizens have knowledge of household waste. 55.67% (pretty good) citizens have attitudes about household waste into irrigation canals. 51.55% (pretty good) people do not dispose of their household waste into irrigation canals, and 13.4% are less well behaved. The relationship between water quality of irigation tertiary Serayu River and society behavior is strong with the value of contingency coefficient (C) 0.745 and significance value of 0.002.
94529494P2DA11008KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK KERBAU DENGAN TIGA JENIS PAKAN BERBASIS JERAMI PADIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan bahan kering (KBK), kecernaan bahan organik (KBO) pada pakan kerbau betina berbasis jerami padi. Materi yang digunakan adalah 12 ekor kerbau betina dengan kisaran bobot badan awal 248-344 kg. Penelitian menggunakan metode eksperimental, yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan bobot badan awal kerbau sebagai kelompok dan masing-masing kelompok menerima 3 perlakuan jenis pakan, yaitu A (jerami padi 100%), B (jerami padi 80 % +konsentrat 20%), C (jerami padi amoniasi 80% + konsentrat 20%). Pakan disusun untuk memenuhi kebutuhan bahan kering 3%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan chi-square dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pakan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan bahan kering dan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan bahan organik Kesimpulannya adalah kerbau betina yang diberi jerami padi amoniasi dengan penambahan konsentrat meningkatkan kecernaan nutrien (kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik).This study aims to determine the dry matter digestibility (KBK), organic matter digestibility (KBO) in female buffalo feed based on rice straw. The mat12 female buffaloes with initial body weight range of 248-344 kg were used. Research using Experimental methods, using a randomized block design (RBD) were applied with initial body weight of buffalo as a group and each group consist of 3 treatments of feed types, namely A (100% rice straw), B (80% rice straw + concentrate 20 %), C (rice straw ammoniation 80% + 20% concentrate). Feed structured to meet the needs of 3% dry matter. Analysis of variance and chi-square and continued with honestly significant difference test (HSD) were used. The results showed that the significant effect of feed treatment (P<0,05) the digestibility of dry matter and a highly significant effect (P <0,01) the digestibility of organic matter. Female buffalo given rice straw ammoniation with the addition of concentrates increases the digestibility of nutrients (dry matter digestibility and organic matter digestibility).

94539495P2CB11010STRATEGI KEMITRAAN DALAM SUPPLY CHAIN MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN KINERJA ORGANISASI
(Studi Pada Perusahaan Rotan Kabupaten Cirebon)
Sudadi Pranata, Program Studi Manajemen-Program Pascasarjana, Universitas Jenderal Soedirman, STRATEGI KEMITRAAN DALAM SUPPLY CHAIN MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN KINERJA ORGANISASI (Studi Pada Perusahaan Rotan Kabupaten Cirebon), Komisi Pembimbing, Ketua: Drs. Bambang Agus Pramuka, MA, Ph.D, anggota: Bina Setyawati Sahirman, Ph.D

Keunggulan bersaing dan kinerja organisasi merupakan ukuran yang penting bagi organisasi atau perusahaan untuk bisa berkompetisi dalam industrinya. Manajemen hubungan dengan supplier, Manajemen manufaktur, Pengembangan Produk dan komersialisasi adalah alat atau sarana untuk mencapai hal di atas. Perusahaan harus mampu mengelola supplier dengan baik, mengurus proses pemanufakturan yang efisien, dan membuat pola pengembangan produk dan komersialisasi yang memenuhi selera pasar. Berdasarkan keterbatasan penelitian terdahulu, maka dalam penelitian ini ditambahkan Keunggulan bersaing berperan secara positif sebagai variable intervening bagi Manajemen hubungan dengan supplier, Manajemen Manufaktur, Pengembangan Produk dan Komersialisasi terhadap Kinerja Organisasi.

Penelitian ini dilakukan pada industri rotan di kabupaten Cirebon dengan jumlah responden sebanyak 120 perusahaan rotan yang telah melakukan ekspor rotan ke mancanegara. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling untuk menentukan perusahaan rotan yang telah melakukan proses produksi dan ekspor secara mandiri ke luar negeri. Alat analisis menggunakan stuctural equation modelling dengan program AMOS.18.

Analisis yang dilakukan pada kuesioner yang memenuhi syarat menunjukkan bahwa nilai variabel manajemen hubungan dengan supplier terhadap keunggulan bersaing dengan nilai p value lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-rata terendah. nilai variabel manajemen hubungan dengan supplier terhadap kinerja organisasi dengan nilai p value lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata terendah. Nilai variable manajemen manufaktur terhadap keunggulan bersaing dengan nilai p value lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata. Nilai variable manajemen manufaktur terhadap kinerja organisasi dengan nilai p value lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata. Nilai variabel pengembangan produk dan komersialisasi terhadap keunggulan bersaing dengan nilai p value lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata. Nilai variabel pengembangan produk dan komersialisasi terhadap kinerja organisasi dengan nilai p value lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-rata. Nilai variabel Keunggulan bersaing sebagai variable intervening bagi Manajemen hubungan dengan supplier, Manajemen Manufaktur, Pengembangan Produk dan Komersialisasi terhadap Kinerja Organisasi dengan nilai p value lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata terendah.

Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa manajemen hubungan dengan supplier berpengaruh terhadap keunggulan bersaing, manajemen hubungan dengan supplier tidak berpengaruh terhadap kinerja organisasi, manajemen manufaktur tidak berpengaruh terhadap keunggulan bersaing, manajemen manufaktur tidak berpengaruh terhadap kinerja organisasi, pengembangan produk dan komersialisasi tidak berpengaruh terhadap keunggulan bersaing, pengembangan produk dan komersialisasi berpengaruh terhadap kinerja organisasi, Keunggulan bersaing tidak berperan sebagai variable intervening bagi manajemen hubungan dengan supplier, manajemen manufaktur, pengembangan produk dan komersialisasi terhadap kinerja organisasi.

Sudadi Pranata, Management Study Program – Postgraduates Program, University of Jenderal Soedirman Purwokerto, PARTNERSHIP STRATEGY IN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT TO IMPROVE THE PERFORMANCE OF ORGANIZATION (Study in Cirebon Rattan Company), Supervisor Committee, Chair: Drs. Bambang Agus Pramuka, MA, Ph.D, member: Ir. Bina Ratna Setyawati, M.Si., Ph.D

Competitive superiority and organization performance are important measurements for organization or company to compete in industry. Supplier Relationship Management, Manufacturing Management, Product Development and Commercialization are tools or means to achieve the goal above. Company must manage the suppliers well, maintain the manufacturing process efficiently, and make the patterns of product development and commercialization which fits the market’s tastes. Based on the limitation of the previous study, so that in this research is added about the competitive superiority which plays positively as intervening variable for Supplier Relationship Management, Manufacturing Management, Product Development and Commercialization to Organization Performance.

The research was conducted in Rattan Company in Cirebon with 120 rattan companies which has exported the products abroad. Sampling was done by cluster random sampling to determine which companies independently produced and exported abroad. The analysis tool had been used was structural equation modeling using AMOS.18 program.

The results of the analysis are as follow; the variable value of Supplier Relationship Management to Competitive Superiority with p value is lower than the lowest average value. The variable value of Supplier Relationship Management to Organization Performance with p value is higher than the lowest average value. The variable value of Manufacturing Management to Competitive Superiority to Organization Performance with p value is higher than the average value. The variable value of Manufacturing Management to Organization Performance with p value is higher than the average value. The variable value of Product Development and Commercialization to Competitive Superiority with p value is higher than the average value. The variable value of Product Development and Commercialization to Organization Performance with p value is lower than the average value. The variable value of Competitive Superiority as an Intervening Variable for Supplier Relationship Management, Manufacturing Management, Product Development and Commercialization to Organization Performance with p value is higher than the lowest average value.

From the analysis result, it can be concluded that the Supplier Relationship Management affect Competitive Superiority, supplier Relationship Management doesn’t affect Organization Performance, Manufacturing Management doesn’t affect Competitive Superiority, Manufacturing Management doesn’t affect Organization Performance, Product Development and Commercialization doesn’t affect Competitive Superiority, Product Development and Commercialization affects Organization Performance, Competitive Superiority doesn’t play as an Intervening Variable for Supplier Relationship Management, Manufacturing Management, Product Development and Commercialization to the Organization Performance.
945410773A1L010127Pemberian Arang Aktif dan Mikofer untuk Meningkatkan Serapan P, K, Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah di InceptisolPenelitian pemberian arang aktif dan mikofer untuk meningkatkan serapan P, K, pertumbuhan dan hasil kacang tanah di Inceptisol bertujuan untuk: 1) mengkaji pengaruh pemberian arang aktif dan mikofer terhadap beberapa sifat kimia Inceptisol (pH, KTK, dan C-organik), 2) mengkaji pengaruh pemberian arang aktif dan mikofer terhadap serapan P, K, pertumbuhan dan hasil kacang tanah, dan 3) menentukan kombinasi dosis pemberian arang aktif dan mikofer yang terbaik untuk meningkatkan hasil kacang tanah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Faktor pertama: 4 dosis arang aktif, A0: kontrol, A1: 60 g/polybag setara 13,33 ton/ha, A2: 120 g/polybag setara 26,66 ton/ha dan A3: 240 g/polybag setara 53,32 ton/ha. Faktor kedua: 3 dosis mikofer, M0: kontrol, M1: 5 g/polybag setara 1,11 ton/ha dan M2 10 g/polybag setara 2,22 ton/ha. Variabel yang diamati meliputi pH tanah, KTK, C-organik, serapan P, serapan K, tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah polong total per tanaman, jumlah polong isi per tanaman, bobot polong per tanaman dan bobot biji per tanaman. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: 1) pemberian arang aktif mampu memperbaiki pH dari masam menjadi netral dan KTK dari sedang menjadi tinggi, 2) pemberian arang aktif dan mikofer mampu meningkatkan serapan P walaupun berharkat sangat kahat dan K berharkat memadai, serta tidak mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang tanah dan 3) tidak diperoleh kombinasi dosis pemberian arang aktif dan mikofer yang terbaik untuk meningkatkan hasil kacang tanah.The research of activated charcoal and mikofer applications to increase the adsorption of P, K, growth and peanuts yield in the Inceptisols were aims to: 1) determines the effect of activated charcoal and mikofer applications on chemical properties of Inceptisol (soil pH, CEC, C-organic) 2) determines the effect of activated charcoal and mikofer applications to increases the adsorption of P, K, growth and peanuts yield, and 3) determines the best dose combination of activated charcoal and mikofer to increase peanuts yield. The research used Completely Randomized Design (CRD) with 3 replications. The first factor were 4 doses of activated charcoal application, A0: control, A1: 60 g/polybag equal to 13,33 ton/ha, A2: 120 g/polybag equal to 26,66 ton/ha and A3: 240 g/polybag equal to 53,32 ton/ha. The second factor were 3 doses of mikofer application, M0: control, M1: 5 g/polybag equal to 1,11 ton/ha and M2: 10 g/polybag equal to 2,22 ton/ha. Observed variables were soil pH, CEC, C-organic, adsorption of P and K, plant height, flowering age, total pods per plant, filled pods per plant, pods weight per plant and seed weight per plant. The research results showed that: 1) activated charcoal application was able to improve the soil pH from acid to neutral and CEC from average to high, 2) activated charcoal and mikofer applications increased the adsorptions of P even severely deficient and K adequate, and were not able to increase growth and peanuts yield, and 3) the best dose combination involving activated charcoal and mikofer to increase peanuts yield cannot be found.
94559510F1A010069N.A Muslimah Hafsari (Life History : Bu Mus Ibunda Guru Anak-anak Laskar Pelangi dari Pulau Belitung)Pendidikan adalah salah satu pilar penting pembangunan. Pendidikan tidak lepas dari tenaga pendidiknya itu sendiri. Muslimah seorang guru yang mewakili karakter pendidik ideal berdasarkan novel “Laskar Pelangi”. Ia mengajar di SD Muhammadiyah Gantung, Belitung Timur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kehidupan Bu Muslimah Hafsari sebagai pengajar di SD Muhammadiyah Gantung
dan juga mendeskripsikan bagaimana ia berperan dalam mendidik anak-anak didiknya, bagaimana ia berkomitmen untuk terus mengajar, serta bagaimana ia memberikan motivasi kepada anak didiknya untuk terus bersekolah. Guna meneliti penelitian ini adalah mendeskripsikan kehidupan bu Muslimah sebagai guru. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan life history. Atas dasar wawancara yang dilakukan diketahui bahwa Muslimah berasal dari keluarga pendidik dan keluarga Muhammadiyah. Peran mengajar Bu Muslimah sebagai guru dengan cara pendekatan terhadap anak didiknya dengan cara keibuan. Komitmen ia terhadap pendidikan cukup baik, dimana ia tetap memberikan pelajaran terhadap anak didiknya meskipun cuaca sedang tidak baik. Motivasi yang ia berikan terhadap anak didiknya berupa tindakan terus mengajar dan dengan ajakan langsung kepada anak didiknya supaya terus belajar demi merubah nasib. Kesimpulan dan analisis kritis penelitian adalah Muslimah banyak terbantu oleh media sehingga terkenal seperti sekarang. Peran ia sebagai guru terlihat timpang ketika berperan sebagai ibu rumah tangga. Hal ini karena tidak adanya bantuan materil maupun moral dari sekitarnya untuk membantu anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan yang tinggi dan menjadi sukses.
Education is one of development pillar. Education cannot be seperated from its teacher. Muslimah is a teacher that represent the ideal teacher based on “Rainbow Troops” Novel. Teaching in SD Muhammadiyah Gantung, Belitung Timur. The aim of the research is to describe about Muslimah’s life history as the teacher in SD Muhammadiyah Gantung and describe how her role in educated her’s pupil, how she is commitment to keep teaching, and how she can motivated her teacher to keep in school. The purpose of this research is to discribing Muslimah’s life as teacher. The method used in this research is a qualitative method and using life history approachment. Based on interview that been held, has been confirmed that Muslimah is from educator family and Muhammadiyah family. Muslimah role to teach as a teacher is using a mother to son approach. Her commitment to education is good, for example is she keep teaches her student when the weather is not good. The motivation she gave to the student is keep teacheing her student and persuade her student to keep studying in order to have better future. Conclussion and critical analythic of the reasearch is Muslimah being helped so much by the Media that been made her so famous as now. Her role as teacher unbalanced while act as house wife. This is because there is no help in materil terms and moral terms from the environment around her to help the children so the children can keep schooling and became succes.
945610774F1C011024Representasi Rasisme dalam Film "The Help"Dalam penelitian ini peneliti berusaha mengkaji penandaan tentang Representasi
Rasisme dalam Film The Help. Melalui ide cerita yang dibuat dengan latar Amerika
Serikat tahun 1960an film ini mencoba manggambarkan krisis antarras kulit putih dan
kulit hitam pada satu wilayah bernama Mississippi. Penelitian ini menggunakan dua
teori besar dari kajian semiotika yaitu pemaknaan secara denotatif dan konotatif dari
Roland Barthes serta teori tiga tipologi pemaknaan (ikon, indeks, simbol) oleh
Charles Sander Peirce. Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah bahwa
penandaan terkait aspek rasisme dalam film ini sebagian besar digambarkan dalam
satu adegan yang memperlihatkan sisi dominan yang menyangkut aspek stereotip,
prasangka, kekerasan fisik dan diskriminasi kulit putih terhadap kulit hitam.
In this research is trying to recite the sign about Racism Representation in The Help
movie. Through the idea of the story in Mississippi, United States background at
1960’s this movie capturing the era when race’s crisis between white and black skin
is on the fire. This research using two theories of semiotic study from Roland Barthes
including denotative and connotative, and three tipologies (icon, index, symbol) from
Charles Sander Peirce. The result showed that the signing about the racism
representation between white and black skin mostly appeared in the scene from the
side which is including stereotype, prejudice, violence and discrimination.
94579496A1M010041PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI LADA TERHADAP SIFAT SENSORI KONSENTRAT NIRA LADAKonsentrat nira merupakan produk olahan nira yang dipekatkan dengan konsentrasi padatan terlarut
berkisar antara 25-68 oBrix. Penambahan lada putih dan lada hitam pada pembuatan konsentrat diharapkan dapat menambah aroma khas lada pada konsentrat nira. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh jenis lada terhadap sifat sensori konsentrat nira lada, 2) pengaruh konsentrasi lada terhadap sifat sensori konsentrat nira lada, serta 3) kombinasi perlakuan antara jenis dan konsentrasi lada yang menghasilkan konsentrat nira lada dengan sifat sensori terbaik. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diuji terdiri dari 2 faktor yaitu
jenis lada (L) yang terdiri dari lada putih (L1) dan lada hitam (L2) serta konsentrasi lada (K) yang terdiri dari 0,5% b/v (K1), 1,0% b/v (K2), 1,5% b/v (K3), 2,0% b/v (K4) dan 2,5% b/v (K5), sehingga diperoleh 10 kombinasi perlakuan. Masing-masing kombinasi perlakuan tersebut diulang sebanyak 3 kali sehingga
diperoleh 30 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah sifat sensori meliputi warna dan aroma khas lada. Data sifat sensoris yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (Uji F), apabila hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lada hitam menghasilkan konsentrat nira lada dengan skor warna yang lebih tinggi dibandingkan lada putih. Perbedaan konsentrasi lada yang diberikan, maka tidak mempengaruhi warna maupun aroma khas lada pada konsentrat nira lada. Kombinasi perlakuan antara jenis lada hitam dengan konsentrasi 1,5% menghasilkan konsentrat nira lada terbaik yaitu warna coklat kehitaman (3,95) serta aroma khas lada agak kuat (2,63).
Coconut sap concentrate is a product of sap processed that is concentrated with total soluble solids
ranges 25-68 ºBrix. The addition of white pepper and black pepper on the production of coconut sap
concentrate is expected to add a distinctive aroma of pepper. This research aims to know: 1) the effect of
pepper type on the sensory properties of concentrate, 2) the effect of pepper concentration on the sensory
properties of concentrate, and 3) the best treatment that produced concentrate with the best sensory
properties. The research was done by an experimental method using a randomized block design (RBD). The
factors that were tested consist of two factors: the type of pepper (L), that consist of white pepper (L1) and
black pepper (L2); and the concentration of pepper (K), that consist of 0.5% w / v (K1), 1.0 % w / v (K2),
1.5% w / v (K3), 2.0% w / v (K4) and 2.5% w / v (K5). The combination treatments was repeated three times
so there were 30 experimental units. The variables measured were sensorial attributes include color and
distinctive aroma of pepper. Sensory properties of the data were analyzed using analysis of variance (F test),
when the results of the analysis showed the influence of treatment, then followed by Duncan's Multiple Range
Test Test (DMRT) at 5% level. The results showed that the used of black pepper in concentrate produces a
higher color scores than white pepper. The difference concentration pepper of added, it does not affect the
color and aroma of pepper in the pepper sap concentrate. The treatment of black pepper and a
concentration of 1.5% resulted in the best pepper sap concentrate is dark brown (3.95) and the distinctive
aroma of pepper is rather strong (2.63).
94589212H1B008053APLIKASI ANALISIS MULTIVARIAT DALAM INDEKS HARGA KONSUMEN DI KABUPATEN BANYUMASMengkaji besarnya angka indeks harga konsumen tahun 2000-2013 yang digambarkan melalui suatu teknik analisis multivariat. Analisis yang digunakan adalah analisis komponen utama dan analisis biplot. Analisis komponen utama mampu menerangkan informasi yang sangat baik dalam menerangkan variansi data asal yaitu diperoleh dua komponen utama yang mampu menjelaskan 98,47% variansi data asal. Selanjutnya, analisis biplot menggambarkan grafik berdimensi dua yang mampu memberikan informasi dengan sangat baik yaitu 98,5% variansi data asal. Korelasi antara variabel dengan objek pengamatan berkorelasi positif sangat erat kecuali pada tahun 2008 yang berkorelasi negatif terhadap kelompok tahun yang lain.Analyze the amount of index number of consumer price in 2000-2013 that displayed through a technique of multivariat analysis. Analysis used the principal component analysis and biplot analysis. Principal component analysis tell about the excellent information to tell about domain data variance is get two main components which is can explain 98.47% domain data variance. Further more, biplot analysis shows graphic with two-dimensional which is can give the best information that is 98.5% domain data variance. The corelation amoung variable with object of observation have positif relation. Except in 2008 that the corelation is negatif to the other group of gears.
94599497C1C010054ANALISIS FAKTOR PELATIHAN YANG MEMPENGARUHI PEMAHAMAN PELAKU USAHA MENGENAI PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SAK ETAPTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji faktor-faktor pelatihan yang mempengaruhi pemahaman pelaku usaha mengenai penyusunan laporan keuangan SAK ETAP. Studi ini dilaksanakan di usaha kecil menengah binaan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan 6 variabel bebas yang merupakan faktor teknis pelatihan yang meliputi peserta, pemateri, materi, metode, modul, dan waktu pelatihan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer mengenai persepsi pelaku usaha sebagai peserta pelatihan yang diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada responden. 20 set data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis regresi berganda menggunakan software SPSS versi 16.

Hasil studi menunjukkan bahwa keenam variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap pemahaman pelaku usaha mengenai penyusunan laporan keuangan SAK ETAP sebagai variabel terikatnya. Akan tetapi secara parsial hanya variabel peserta, materi, dan metode pelatihan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel terikatnya, sedangkan variabel pemateri, modul, dan waktu pelatihan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat.
The purpose of this research is to test training factors affecting entrepreneurs’ understanding about the formation of SAK ETAP-based financial reports. This research conducted in Small and Medium Entreprises (SMEs) in Banyumas Regency which is trained by Disperindagkop (Department of Trade, Industry, and Cooperatives) in Banyumas Regency. This research use 6 independent variables belong to technical factors of training consist of participant, presenter, material, method, module, and time factors. There are 20 sets of data that are gathered by questionnaiers. The data about entrepreneurs’ perception as trainer participant are analyzed using multiple regressions technique with the SPSS v. 16.

The result shows that all the six independent variables simultaneously affect toward entrepreneurs’ understanding about the formation of SAK ETAP-based financial report as the dependent variable. Meanwhile, partially only participant, material, and method of research that significantly affect the dependent variable, since the presenter, module, and time of training are not significantly affect the dependent variable.
94609511H1A010058FOTOREDUKSI CO2 DARI HASIL DEGRADASI LIMBAH CAIR TAHU MENGGUNAKAN FOTOKATALIS LAPIS TIPIS TiO2-Zn DENGAN BANTUAN LAMPU TUNGSTENIndustri tahu dalam proses produksinya menghasilkan limbah cair dan padat. Limbah cair yang dihasilkan dari proses produksi 15 kuintal kedelai sebesar 10-20 m3. Limbah cair tahu jika dibuang ke lingkungan secara langsung dapat mengganggu dan menimbulkan penyakit. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengolahan. Metode fotoreduksi dengan fotokatalis bisa menjadi inovasi baru untuk mengolah limbah cair tahu. Fotokatalis yang telah teruji secara intensif adalah TiO2. Namun fotokatalis TiO2 memiliki kekurangan yaitu hanya bisa aktif oleh sinar UV untuk mengeksitasi elektronnya. Maka dari itu, perlu dimodifikasi sehingga terjadi pergeseran penyerapan spektrum sinar ke daerah sinar tampak. Modifikasi dilakukan dengan penambahan dopan logam Zn. Fotokatalis TiO2-Zn dibuat dalam bentuk plat lapis tipis. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan kemampuan fotokatalis TiO2-Zn dengan bantuan sinar tampak (lampu tungsten) untuk mereduksi CO2 sebagai hasil degradasi limbah cair tahu menjadi senyawa aseton dan mengetahui perbandingan dopan yang optimum dan pH limbah cair tahu yang optimum. Pendopingan dilakukan dengan metode fotodeposisi. Perbandingan rasio mol TiO2-Zn sebesar (99:1), (98:2), (97:3) dan (96:4). Pembuatan lapis tipis TiO2 dan TiO2-Zn dibuat dengan teknik dip-coating. Hasil penelitian fotoreduksi CO2 dengan TiO¬2 dan TiO¬2-Zn menghasilkan aseton. Aseton yang dihasilkan dari TiO2 sebesar 0,04522 μmol, TiO2-Zn (99:1) sebesar 0,04579 μmol, TiO2-Zn (98:2) sebesar 0,04554 μmol, TiO2-Zn (97:3) sebesar 0,04535 μmol dan TiO2-Zn (96:4) sebesar 0,04525 μmol. Perbandingan fotokatalis TiO2-Zn yang menghasilkan aseton paling optimum adalah TiO2-Zn (99:1) yaitu sebesar 0,04579 μmol dan pH 5 merupakan pH optimum dengan aseton yang dihasilkan sebesar 0,04579 μmol.Tofu Industry the production process produces liquid and solid waste. Liquid waste produced from the production of 15 quintals of soybean by 10-20 m3. Tofu liquid waste if directly discharged into the environment can interfere and cause disease. Therefore, it is necessary to processing. Photoreduction with photocatalytic method could be a new innovation for treating Tofu liquid waste. Photocatalysts that have been tested intensively is TiO2. However TiO2 photocatalyst has the disadvantage that can only be activated by UV light to excite electrons. Therefore, it needs to be modified so that a shift in the absorption spectrum of rays into visible light region. Modifications carried out by the addition of metal dopant Zn. Photocatalyst TiO2-Zn were made in the form of thin-layer plate. This study aims to prove the ability of photocatalyst TiO2-Zn with the help of visible light (tungsten lamp) to reduce CO2 as a result of degradation of Tofu liquid waste out into compounds acetone and determine the optimum dopant ratio and pH optimum Tofu liquid waste. Dope performed using photodeposition. Comparison of TiO2-Zn mol ratio of (99:1), (98:2), (97:3) and (96:4). Making a thin layer of TiO2 and TiO2-Zn were made by dip-coating technique. CO2 photoreduction research results with TiO2 and TiO2-Zn produces acetone. Acetone produced by TiO2 of 0.04522 μmol, TiO2-Zn (99:1) of 0.04579 μmol, TiO2-Zn (98:2) of 0.04554 μmol, TiO2-Zn (97:3) at 0, 04 535 μmol and TiO2-Zn (96:4) of 0.04525 μmol. Comparison of Zn-TiO2 photocatalyst that produced optimum acetone is TiO2-Zn (99:1) that is equal to 0.04579 μmol and a pH optimum of pH 5 with acetone produced by 0.04579 μmol.