Artikel Ilmiah : G1B010093 a.n. FAJAR KURNIAWAN

Kembali Update Delete

NIMG1B010093
NamamhsFAJAR KURNIAWAN
Judul ArtikelPENGARUH PEMAKAIAN RANCANGAN KURSI BATIK ERGONOMIS TERHADAP KELELAHAN KERJA PEKERJA BATIK TULIS DI DESA KAUMAN SOKARAJA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pekerja batik tulis menggunakan kursi pendek untuk melakukan pekerjaan membatik. Desain kursi ini dibuat tidak mempertimbangkan antropometri pekerja, sehingga kondisi kerja ini memaksa pekerja selalu berada pada sikap dan posisi kerja yang tidak alamiah. Kondisi tersebut dapat berpotensi menimbulkan kelelahan saat bekerja. Tujuan penelitian ini adalah menemukan model kursi batik ergonomis yang dapat memperlambat timbulnya rasa lelah pekerja batik tulis di Desa Kauman Sokaraja. Metode penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan rancangan pretest posttest design. Sampel penelitian ini memiliki ukuran minimal yang dapat diterima metode penelitian eksperimental sebanyak 15 pekerja. Analisis uji data yang digunakan adalah uji paired t test, apabila tidak terdistribusi secara nomal maka menggunakan uji wilcoxon. Hasil ukuran kursi batik ergonomis untuk pembatik memiliki ketinggian minimal 35 cm dan maksimal 45 cm, panjang alas duduk 40 cm, lebar alas duduk 40 cm dan tinggi sandaran punggung minimal 25 cm dan maksimal 35 cm. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan tingkat kelelahan pekerja sebelum dan sesudah menggunakan rancangan kursi batik ergonomis selama tiga kali pengukuran. Sebaiknya pekerja batik menggunakan kursi batik ergonomis dalam melakukan pekerjaan membatik.
Abtrak (Bhs. Inggris)Batik workers using short seats to do the work of making batik. The design of this chair made did not consider the anthropometry of workers, so that the working conditions of these workers is always forced on attitude and position of the work which is not natural. The condition can potentially cause fatigue while working. The purpose of this research is to find models recliner ergonomic batik that can slow the onset of a sense of tired workers batik in Desa Kauman Sokaraja. This research method using quasi eksperimental research methods as much as 15 workers. Analysis of the test data used is the test for paired t test, if not distributed normally then using the wilcoxon test. The size of the chairs ergonomic batik has a minimum height of 35 cm and a maximum of 45 cm, lenght 40 cm, seat pedestal width 40 cm plinth sits high backrest and a minimum of 25 cm and a maximum of 35 cm. This results of this research show there is a difference in level of fatigue of workers before and after using the ergonomic chair design of batik during the three times of measurement. Preferable, batik workers using the batik ergonomic chait in doing work to make batik.
Kata kunci
Pembimbing 1Siti Harwanti, S.Kp, M.Kes
Pembimbing 2Dr. Djamaluddin Ramlan, SKM, M.Kes
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2014-08-22 11:27:59.288711
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.