Home
Login.
Artikelilmiahs
11535
Update
NUR ALVI ANISA
NIM
Judul Artikel
EFEK GAYA PRATEGANG PADA BALOK BETON BERTULANGAN LIMBAH BAN (PRESTRESSED EFFECTS AT WASTE TIRES-REINFORCED CONCRETE)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kebutuhan produksi ban di dunia selalu meningkat dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor, namun dalam hal pemusnahannya limbah ban ini sulit dilakukan dikarenakan membutuhkan temperatur yang tinggi. Karet memiliki sifat fleksibilitas yang tinggi, sehingga layak untuk dijadikan alternatif sebagai pengganti baja. Ban bekas yang digunakan sebagai pengganti tulangan diberi variasi gaya prategang untuk memberi optimalisasi nilai regangan karet yang tinggi. Pada penelitian ini metode yang digunakan dalam pemberian gaya prategang adalah sistem pra-tarik (pre-tension system). Dimensi penampang ban karet adalah 10 mm x10 mm berjumlah 10 buah. Benda uji yang dibuat berjumlah 7 buah, yaitu balok beton tanpa tulangan sebagai balok kontrol 1 (BK1), balok beton dengan tulangan berdiameter 6 mm (BK2), balok beton bertulangan ban karet dengan gaya prategang 0% (BU1), balok beton bertulangan ban karet dengan gaya prategang 17% (BU3), balok beton bertulangan ban karet dengan gaya prategang 25%, balok beton bertulangan ban karet dengan gaya prategang 40% (BU4), dan balok beton bertulangan ban karet dengan gaya prategang 60% (BU6). Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil kapasitas lentur dari tulangan ban bekas memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan hasil kapasitas lentur BK1, kecuali pada nilai kapasitas lentur BU1. Hasil nilai daktalitas dari semua benda uji memiliki nilai lebih tinggi dari daktalitas BK1. Namun secara keseluruhan benda uji bersifat tidak daktail. Nilai kekakuan pada kekakuan awal maupun kekakuan ekuivalen memiliki nilai yang sebanding dengan penambahan gaya prategang, kecuali pada BU3. Pola keruntuhan pada semua benda uji mengalami pola keruntuhan lentur kecuali pada BK1.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The necessity of tire production in the world is increasing with the growing number of motor vehicles, but in terms of waste tire destruction is difficult to do because it requires high temperature. Rubber has high flexibility, making it suitable as an alternative to become the substitute of steel. Ex-tires that used as a substitute for reinforcement are given various prestressing force styles to give the optimization for the high value of rubber strain. In this research, the method that used in the give of prestressing force is pre-tension system. Dimensional area of the tire rubber is 10 mm x 10 mm amounted 10 pieces. The test specimens made amounted 7 pieces, that is concrete beam without reinforcement as a control beam 1 (BK1), reinforced concrete beam with 6 mm of diameter (BK2), rubber tires-reinforced concrete beam with 0% prestressing force (BU1), rubber tires-reinforced concrete beam with 17% prestressing force (BU3), rubber tires-reinforced concrete beam with 25% prestressing force, rubber tires-reinforced concrete beam with 40% prestressing force (BU4), and rubber tires-reinforced concrete beam with 60% prestressing force (BU6). The experimental result shows that the results of the flexural capacity of used tires-reinforced concrete has a higher value than the flexural capacity of BK1, unless the value of BU1 flexural capacity. Result shows that the ductility value of all specimens has higher value than the ductility of BK1. However, the whole test objects are not ductile. Stiffness value at the initial and the equivalent has a proportional value with the addition of prestressing force, except at BU3. The collapse pattern at all specimens has a flexural collapse pattern unless at the BK1.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save