Artikel Ilmiah : G1B010031 a.n. TRI SUMADYA ADI TIYA
| NIM | G1B010031 |
|---|---|
| Namamhs | TRI SUMADYA ADI TIYA |
| Judul Artikel | EFEKTIVITAS METODE ELEKTROKOAGULASI DENGAN BERBAGAI VARIASI WAKTU DALAM MENURUNKAN KADAR COD (Chemical Oxygen Demand) PADA AIR LIMBAH BATIK DI BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Proses pembangunan industri yang sedang gencar dilaksanakan pemerintah, memberikan dampak buruk bagi lingkungan karena adanya limbah yang dihasilkan dalam proses produksinya. Salah satunya adalah industri batik, dengan karakteristik limbah memiliki warna yang pekat dan berbau menyengat serta memiliki suhu, keasaman (pH), Biological Ocygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand, Total Suspended Solid (TSS) yang tinggi. Elektrokoagulasi adalah salah satu metode pengolahan limbah yang bisa diterapkan, metode ini melibatkan fenomena kimia dan fisik dengan menggunakan elektroda untuk menghasilkan ion yang digunakan untuk mengolah air limbah. Penelitian ini menggunakan pasangan elektroda Al-Al. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL),dengan variasi waktu kontak elektrokoagulasi selama 10, 15, 20, 25, dan 30 menit menggunakan elektroda alumunium dengan 4 kali pengulangan. Analisis yang digunakan adalah Paired t test, One Way Anova, LSD, Kruskal-Wallis, U-Mann Whitney dengan signifikansi α=0,05. Waktu kontak yang paling efektif dalam menurunkan kadar COD adalah selama 25 menit dengan penurunan sebesar 41,97 %, sedangkan pada menit ke 30 penurunannya sebesar 33,55%; menit ke 20 penurunannya sebesar 31,80 %; menit ke 15 penurunannya sebesar 26,44%; dan pada menit ke 10 penurunannya sebesar 10,09%. Kadar COD yang dihasilkan dalam metode ini belum memenuhi baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 03 Tahun 2010. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The process of industrial development which encouraged by the governments have a negative impact on the environment because of the wastes generated in the production process. One of the industries that contributed waste is batik industry, which has a characteristic dark color and pungent smell and has a high temperature, acidity (pH), Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) danTotal Suspended Solid (TSS). Electrocoagulation is one of the waste treatment method that can be applied, this method involves chemical and physical phenomena by using electrodes to produce ions which are used to treat wastewater. This study uses the Al-Al electrode pair. The research design used a completely randomized design (CRD), the variation of contact time electrocoagulation for 10, 15, 20, 25, and 30 minutes using aluminum electrodes with 4 repetitions. The analysis used are Paired t test, One Way ANOVA, LSD, Kruskal-Wallis, Mann-Whitney significance α = 0.05. The most effective contact time in lowering the levels of COD are for 25 minutes with a decrease of 41.97%, while the 30 minutes the decrease is 33.55%; 20 minutes the decrease is 31.80%; 15 minutes the decrease is 26.44%; and at 10 minutes the decrease is 10.09%. COD levels produced in this method has not met the quality standard based on the Regulation of the Minister of Environment No. 03 2010. |
| Kata kunci | elektrokoagulasi, limbah batik, COD, alumunium |
| Pembimbing 1 | Agnes Fitria W., SKM., M.Sc |
| Pembimbing 2 | Saudin Yuniarni, SKM, M.Kes |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2014-08-19 20:42:10.453896 |