Home
Login.
Artikelilmiahs
11063
Update
INTAN MEGA NURAZIZAH
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN KOSMETIKA PEMUTIH WAJAH PADA SISWI SMA NEGERI DI KOTA TASIKMALAYA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Meluasnya pemakaian kosmetika akhir-akhir ini telah menyebabkan meningkatnya insidensi penyakit atau kelainan kulit akibat pemakaian kosmetika. Dengan adanya berbagai macam merek kosmetika pemutih yang beredar di pasaran telah menarik minat remaja putri untuk menggunakannya, maka mereka cenderung mencoba-coba dan berharap kulitnya menjadi putih dan cantik. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden remaja putri di SMA Negeri Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibuat oleh peneliti. Kuesioner terdiri dari karakteristik responden, pengetahuan tentang kosmetika pemutih serta perilaku penggunaan kosmetika pemutih. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan statistik. Uji validitas dan reliabilitas kuesioner menggunakan uji korelasi Product Moment dan Cronbach Alpha. Data hubungan variabel pengetahuan dengan variable perilaku penggunaan kosmetika pemutih dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan 68 responden yang mempunyai pengetahuan baik sebagian besar mempunyai perilaku cukup yaitu 53 orang (53,0%) dan pada 32 responden yang mempunyai pengetahuan buruk sebagian besar mempunyai perilaku cukup yaitu 28 orang (28,0%). Hasil uji korelasi dengan uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan yang sejalan antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan kosmetika pemutih pada remaja putri SMA Negeri Kota Tasikmalaya (p≤0,001). Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya pengawasan dan penyuluhan oleh tenaga kesehatan dan tenaga pendidik tentang penggunaan kosmetika pemutih untuk meningkatkan pemahaman remaja putri dalam menggunakan kosmetika pemutih wajah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Widespread use of cosmetics lately has led to increased incidence of diseases or disorders of the skin due to the use of cosmetics. The wide range of whitening cosmetics brands on the market has attracted young women to use it, then they tend to try and hope his skin became white and beautiful. The samples in this study were 100 respondents of senior high school girls in Tasikmalaya. This study used a cross-sectional method. Primary data were collected using a questionnaire designed by the researchers. The questionnaire consisted of the characteristics of the respondents, knowledge of cosmetic bleaching and whitening cosmetics usage behavior. Data were processed and analyzed descriptively and statistically. Validity and reliability of the questionnaire were done by Product Moment correlation and Cronbach Alpha. the relationship data between the knowledge and whitening cosmetic use behavior was analyzed using Chi Square The results showed 68 respondents who have a good knowledge largely behave well as many as 53 people (53.0%) and in 32 respondents who have poor knowledge largely behave well as many as 28 people (28.0%). The result of correlation test with Chi Square test showed there is a relationship between knowledge and whitening cosmetic use behavior in senior high school girls at Tasikmalaya (p = 0.000). Based on this research, the need for supervision and counseling by health workers and teachers about the use of whitening cosmetic to improve the understanding of the young women in using whitening cosmetics.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save