Artikel Ilmiah : G1B010048 a.n. INDA RISQIYANA

Kembali Update Delete

NIMG1B010048
NamamhsINDA RISQIYANA
Judul ArtikelFAKTOR-FAKTOR PENENTU KUALITAS MIKROBIOLOGI PADA SUSU SAPI PERAH DI KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Susu adalah sekresi normal dari kelenjar susu mamalia. Susu sapi merupakan bahan makanan yang baik untuk manusia dan juga untuk bakteri. Bakteri yang mengkontaminasi susu dalam waktu singkat akan berkembang biak mencapai jumlah yang banyak. Air susu yang tercemar oleh bakteri biasanya disebabkan oleh manusia dan lingkungan, seperti udara yang kotor pada saat pemerahan dan petugas yang tidak memperhatikan kebersihan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode observasional analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di Kecamatan Pekuncen dan Laboratorium Kesehatan Daerah Purbalingga. Jumlah populasi 80 peternak dengan sampel 44 peternak dan susu sapi yang diukur kualitas mikrobiologinya dengan metode Total Plate Count (TPC). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut kebersihan sapi 70,5% tidak memenuhi syarat, higiene pemerah 59,1% tidak memenuhi syarat, sanitasi kandang 61,4% tidak memenuhi syarat, kualitas fisik air 100% memenuhi syarat, sanitasi peralatan 65,9% tidak memenuhi syarat, dan kualitas mikrobiologi 77,3% memenuhi syarat. Dari hasil uji hubungan, variabel yang berhubungan dengan angka kuman adalah kebersihan sapi (0,021), higiene pemerah (0,003), sanitasi kandang (0,004), dan sanitasi peralatan (0,009), sedangkan untuk uji hubungan secara bersamaan hasil menunjukkan tidak signifikan (0,998). Berdasarkan hasil penelitian maka saran untuk peternak kedepannya akan lebih baik jika memandikan sapi secara rutin yaitu 2 kali sehari sebelum pemerahan, mencuci tangan dan menggunakan pakaian kerja sebelum dan saat pemerahan serta membersihkan peralatan perah dengan desinfektan atau air panas.
Abtrak (Bhs. Inggris)The secretion of milk is normal from the mammary glands mammals. Cow milk is goog food for human and also to bacteria. Bacteria contaminating the milk in a short time will breed reach numbers. Water milk contaminated by bacteria usually caused by human and environment as air dirty at the time of a reddening and the officers did not pay attention to hygiene. The kind of research quantitative used is with the methods of observational and analytic used the cross sectional. Research sites in district Pekuncen and laboratory ragional health in Purbalingga. A population of 80 with sampel rancher 44 and dairy milk measured quality mikrobiologi with a method of total plate count (TPC). The research risult is as follows cleanliness cow 70,5% not qualified, higiene rouge 59,1% not qualified, sanitation enclosure 61,4% not qualified, physical qualities water 100% qualified, sanitation equipment 65,9% not qualified, and quality of mikrobiology 77,3% qualified. As a result, the relationship a variabel that deals with the germ is cleaness cow (0,021) higiene rouge (0,003) sanitation enclosure (0,004) and sanitation equipment (0,009) while simultaneosly for the test results show insignificant (0,998). Based on the result of research and advise for farmers would be better if washing away cattle routinely namely 2 times a day beforfe a reddening, wash your hands and using work clothes before and when a reddening and cleaned up of dairy equipment with a desinfectant or hot water.
Kata kunciHigiene, Sanitasi, Susu Sapi
Pembimbing 1Saudin Yuniarno, SKM, M.Kes
Pembimbing 2Asep Tata Gunawan, SKM, M.Kes
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2015-02-25 14:38:59.56155
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.