Home
Login.
Artikelilmiahs
10594
Update
ARIEF IKHSANUDIN
NIM
Judul Artikel
Perilaku Politik Komunitas Film dalam Mengkritisi Pengelolaan TPA Banjaran di Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menggambarkan perilaku politik komunitas film dalam mengkritisi pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir Banjaran di Kabupaten Purbalingga. 2) Mengetahui alasan perlilaku politik dari komunitas film dalam mengkritisi pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir Banjaran di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Komunitas film yang menjadi subjek penelitian adalah Cinema Lover Community atau CLC. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Informan utama yang diambil dalam penelitian ini adalah Pengurus CLC. Kemudian untuk Informan Pendukung diambil dari Warga Banjaran, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Purbalingga, serta Rekanan dari CLC. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview), observasi dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif. Validitas data menggunakan trianggulasi data. Hasil penelitian ini yaitu: 1) CLC melakukan perilaku politik untuk mengkritisi pengelolaan TPA Banjaran. Perilaku politik yang dilakan adalah perilaku kelompok dengan Bowo Leksono sebagai aktor utama. Sikap CLC terhadap pengelolaan TPA Banjaran adalah TPA Banjaran telah melakukan pencemaran dan membuat sengsara masyarakat desa Banjaran. Oleh karena itu, TPA Banjaran harus ditutup. Beberapa tindakan yang dilakuan oleh CLC untuk mengkritisi TPA Banjaran adalah membuat film dokumenter Banjaran Menolak Sampah, membuat ruang kritis bernama Kado Buat Kota Tercinta, pemutaran film Banjaran Menolak Sampah, dan mendampingi masyarakat Banjaran. 2) Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku politik dari CLC dalam mengkritisi TPA Banjaran. faktor tersebut adalah: lingkungan sosial poltik tidak langsung, lingkungan sosial poltik langsung, struktur kepribadian yang tercermin dari sikap individu, faktor sosial politik langsung.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Abstract The study aims to: 1) Describe the political behavior of the film community in criticizing the management of Banjaran landfill, Purbalingga. 2) Acknowledge the reason for the political behavior of the film community in criticizing the management of Landfill Banjaran, Purbalingga. This is a qualitative descriptive study. The case study research is conducted as the method to investigate this case. The film community which acts as the subject of research is Cinema Lover Community or CLC. Sources are selected using purposive sampling technique. The main sources involved in this research are part of CLC board. In addition, we take other sources from Banjaran locals, Purbalingga agency of public works, and CLC colleagues by which the data are collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The analysis is conducted by means of interactive model. The Validity is conducted by triangulasi model. The results of this study: 1) CLC doing political behaviour to criticizing management of Banjaran landfill. The Political behaviour provide by CLC is a Group Behaviour with Bowo Leksono as the main actor. CLC belief that the management of Banjaran Landfill is making pollution and also making Banjaran people in misery. So, management of Banjaran Landfill must be close. Some action that CLC do to critizing management of Banjaran Landfill is making documentary film titled “Banjaran Menolak Sampah”, making critical sphere called “Kado Buat Kota Tercinta”, watching Banjaran Menolak Sampah film, and providing assistance to people of Banjaran. 2) There is some factor that influence CLC Political Behaviour when criticizing management of Banjaran landfill. Those factor is : indirect social politic environment, direct social politic environment, personality structure that shows from individual attitude, and direct social politic factor.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save