Artikelilmiahs

Menampilkan 8.341-8.360 dari 48.904 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
83418892H1H010028“PENAMBAHAN MINYAK IKAN DENGAN DOSIS BERBEDA PADA PAKAN TERHADAP INDEKS HEPATOSOMATIK DAN EFISIENSI PAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) VARIAN LARASATI“Penelitian ini berjudul “Penambahan Minyak Ikan Dengan Dosis Berbeda Pada Pakan Terhadap Indeks Hepatosomatik Dan Efisiensi Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Varian Larasati “. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak ikan dengan dosis yang berbeda pada pakan buatan terhadap Indeks Hepatosomatik (IHS) dan Efisiensi Pakan (EP) benih ikan Nila Larasati, serta dosis minyak ikan yang optimal untuk Indeks Hepato Somatik (IHS) dan Efisiensi Pakan (EP) benih Ikan Nila Larasati. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Metode penelitian yang digunakan secara eksperimental. Ikan Nila Larasati sebanyak 160 ekor dipelihara pada 16 akuarium dengan dosis penambahan minyak ikan sebesar 0%, 4%, 8% dan 12% (P1, P2, P3 dan P4). Data utama Indeks Hepatosomatik (HIS), Efisiensi pakan (EP) dan data pendukung berupa Survival Rate (SR) dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan minyak ikan tidak memberikan pengaruh signifikan pada tiap perlakuan. Nilai IHS berkisar antara 0.65 – 0.78 % . Nila efisiensi pakan berkisar 26.42-36.19% , sedangkan untuk nilai survival rate berkisar antara 92.5 – 75%. Kualitas air untuk suhu berkisar 27-30 0 C, pH berkisar 6 – 7dan oksigen terlarut berkisar 3,14 – 4,29 ppm.This research entitled "Different Doses of Fish Oil Addition in Artificial Feed and Its Effect on Hepatosomatic Index and Feed Efficiency of Tilapia (Oreochromis niloticus) seed Variant Larasati ". This study aimed to determine the effect of different doses of fish oil addition in artificial feed on hepatosomatic index (IHS) and feed efficiency (EP) of Tilapia Larasati fish seeds, as well as the optimal dose of fish oil for Hepato Somatic Index (HSI) and feed efficiency (EP) of Tilapia Larasati fish seed. This research was carried out experimentally. The research method used was a completely randomized design. One hundred sixty Tilapia Larasati were used and maintained in16 aquariums with the addition of 0%, 4%, 8% and 12% (P1, P2, P3 and P4) fish oil doses. The main data consisted of hepatosomatic index (HSI), feed efficiency (EP) and supported by Survival Rate (SR) and water quality data. The results showed that fish oil addition did not give a significant impact on each treatments. HSI value ranged from 0.65 to 0.78%. Tilapia feed efficiency ranged from 26.42 to 36.19%, while the survival rate values ranged between 92.5 - 75 %. Water quality data , including temperature, pH and dissolved oxygen were 27-30 0 C, pH 6 - 7 and 3.14 to 4.29 ppm, respectively.
83428885F1C007012STRATEGI KOMUNIKASI PUBLIC RELATIONS (PR) LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN (LPS) DALAM MEMBANGUN CITRA POSITIFDalam era globalisasi, mulai banyak organisasi baik bersifat yang profit maupun non-profit yang diselenggarakan oleh Negara atau pemerintah yang menggunakan jasa hubungan masyarakat (Public Relations). Keberadaan Public Relations ditujukan untuk mendapatkan serta mencapai citra (image) yang baik di masyarakat. Hal tersebut telah membuat banyak perusahaan atau organisasi serta lembaga-lembaga lainnya sadar akan fungsi Public Relations bagi perusahaan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah Public Relations Lembaga Penjamin Simpanan yang khusus nya Sekretariat Lembaga Humas Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih informan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan model interaktif.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa strategi komunikasi Public Relations di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berada di dalam Sekretariat Lembaga meliputi publications (publikasi), events (kegiatan), community involvement (keterlibatan masyarakat), lobbying dan social investment (investasi sosial). Tujuan dari Public Relations Lembaga Penjamin Simpanan yaitu menjaga hubungan yang baik dengan peserta yaitu bank, pengenalan atau sosialisasi kepada masyarakat tentang fungsi dan peran Lembaga Penjamin Simpanan. Adapun strategi lain yang dilakukan oleh Public Relations Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam membangun citra positif yaitu program penyampaian informasi dan kebijakan serta peran dan fungsi Lembaga Penjamin Simpanan kepada lembaga atau sekolah-sekolah; program kegiatan sosial; promosi dan iklan.



In the era of globalization, many organizations both profit or non-profit held by the state or government have using the services of public relations. Main purposes of public relation existence is to create a good image of the company in the community. This has risen company’s awareness of public relations uses and functions for their institutions.
The method used in this research is descriptive qualitative method. The target of this study was Public Relations at Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) specifically its Public Relations Secretariat. Data collections technique used are interviews and documentation. This study used purposive sampling to choose informants. Data analysis method used is descriptive qualitative analysis with an interactive model.
Conclusion made based on the study is that the communication strategy at LPS specifically its Public Relations Secretariat covered publications, events, community involvement, lobbying and social investment. The purposes of LPS’s Public Relations Secretariat are maintaining good relationship with bank participants, provide introductory and socialization to the public about the function and role of LPS. As for the strategies used by LPS’s Public Relations Secretariat in building a positive image in the community are; policy and information delivery program as well as the role and the function of LPS to institutions or schools; social activities; promotion campaign and advertising.



83438886D1E010032KUALITAS EKSTERNAL TELUR AYAM NIAGA PETELUR STRAIN ISA BROWN DAN LOHMANN BROWN PADA TIGA PERIODE UMUR BERTELUR DI PETERNAKAN HRJ FARMPenelitian ini berjudul Kualitas Eksternal Telur Ayam Niaga Petelur Strain Isa Brown dan Lohmann Brown pada Tiga Periode Umur Bertelur Di Peternakan HJR Farm. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas eksternal telur berdasarkan strain ayam, mengetahui kulitas ekstarnal telur berdasarkan periode umur bertelur (periode awal, periode puncak, periode akhir). Materi penelitian menggunakan ayam niaga petelur strain Isa Brown dan Lohmann Brown,jumlah ayam yang digunakan yaitu 60 ekor untuk masing-masing strain, keseluruhan jumlah telur yang digunakan yaitu 120 butir. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola tersarang, sebagai grup strain ayam niaga petelur (Isa Brown dan Lohmann Brown), sebagai sub grup awal produksi, puncak produksi, dan akhir produksi. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strain berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kualitas eksternal telur dan periode umur bertelur berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas eksternal telur. Rataan bobot telur terkecil hingga terbesar 57,45 + 3,30 g dan 67,60 + 6,59 g. Rataan indeks telur terkecil hingga terbesar 74,35 + 0,84% dan 79,10 + 1,15%. Rataan volume telur terkecil hingga terbesar 55,69 + 1,32 ml3 dan 67,10 + 3,64 ml3. Rataan warna kerabang terkecil hingga terbesar 1,55 + 0,27 dan 2,60 + 0,37. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas eksternal telur ayam niaga petelur dari strain Isa Brown dan Lohmann Brown relatif sama karena berasal dari galur murni yang sama. Periode peneluran menghasilkan kualitas eksternal telur yang berbeda. This research entitled External Quality of Strain Isa Brown and Lohmann Brown Commercial Laying Chicken on Three Periods of Laying Age in HRJ Farm. The aim of this research was to determine the external quality chicken egg based on strains and to know the external quality of laying eggs by age period(the beginning period, the peak period, the end period). The material which of the research were commercial laying chicken strains Isa Brown and Lohmann Brown, it was divided into three periods. The number of chickens that used were 60 birds for each strain and the overall number of eggs that used were 120. The method of the research was experimental method with used completely randomized design (CRD) nested pattern, as a group were of commercial strains of layer chickens (Isa Brown and Lohmann Brown), as a sub-group were early production, peak production, and the end of production. Data was analyzed using analysis of variance followed by honestly significant difference test (HSD). The results showed that the period of egg-laying age significantly affected egg-laying age period (P<0.05). The average weight from the smallest to the largest were 57.45 + 3,30 g and 67.60 + 6,59 g. The average index from the smallest to the largest were 74.35 + 0,84 % and 79.10 + 1.15%. The average volume from the smallest to the largest were of 52.75 + 3 ml3 and 67.10 + 3,64ml3. The average egg shell from the smallest to the largest were 1.55 + 0.27 and 2.60 + 0.37. The results of this study concluded that the external quality of commercial laying chicken of strain Isa Brown and Lohmann Brown was relatively same because it came from the same pure lines. Laying period produces different external quality eggs.
83448887D1E010056JUMLAH PEMBENTUKAN ZIGOT DAN BLASTOSIS HASIL FERTILISASI INVITRO ANTARA OOSIT BRAHMAN CROSS DENGAN SPERMATOZOA SAPI BALI DAN BRAHMANABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui spermatozoa yang lebih baik dalam menghasilkan zigot dan blastosis secara invitro. Penelitian dilaksanakan di Balai Embrio Ternak Cipelang Bogor pada tanggal 26 Juni 2014 sampai dengan 18 Juli 2014. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei. Parameter yang diamati meliputi tingkat pembentukan zigot pada hari ke-2 sebagai indikator keberhasilan fertilisasi dan pembentukan blastosis hari ke-6 hingga ke-9. Data yang digunakan adalah data produksi zigot dan blastosis invitro hasil fertilisasi menggunakan semen sapi Bali dan sapi Brahman pada tahun 2011. Data yang diperoleh diuji menggunakan uji beda rata-rata dua sampel tidak berhubungan (t-test two sample independent). Hasil penelitian diketahui bahwa dari 850 oosit yang difertilisasi menggunakan spermatozoa sapi Brahman menghasilkan 204 zigot (35,93%) dan total blastosis yang dihasilkan sebanyak 50 (24,51%), sedangkan hasil fertilisasi menggunakan spermatozoa sapi Bali dari 875 oosit menghasilkan 224 zigot (36,90%) dan 95 (42,41%) blastosis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semen sapi Bali memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghasilkan zigot (p < 0,01) dan blastosis (p < 0,05) dibandingkan sapi Brahman.
ABSTRACT
The purpose of this study was to know better spermatozoa from different bull breeds in producing zygote and blastocyst invitro. This study was conducted at Livestock Embryo Center in Cipelang, from June 26th, 2014 to July 18th, 2014. This study was conducted using survey method. The parameters that measured were number of zygote formation at day 2nd (48 h) as an indicator of fertilization rate and blastocyst formation from day 6th to day 9th. Data that used is zygote and blastocyst production after invitro fertilization using Brahman and Bali spermatozoa at year 2011. T-test two sample independent was used to analyze the data. Results showed that of 850 oocytes that were fertilized by Brahman spermatozoa produce 204 zygotes (35.92%) and 50 blastocysts (24.51%). Whereas 875 oocytes that were fertilized by Bali spermatozoa produce 224 zygotes (36.90%) and 95 blastocysts (42.41%). It can be concluded that spermatozoa of Bali bull had a better competence to produce fertilized oocyte (p<0.05) and blastocyst (p<0.01) invitro than those of Brahman bull.
834510535C1B010050
ANALISIS PENGARUH KECERDASAN SPIRITUAL, MOTIVASI, KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAN KEKAYAAN DAERAH (DPKKD) KABUPATEN ACEH BARAT
Penelitian ini merupakan penelitian survei pada pegawai negeri sipil di Dinas Pengelolaan Keuangan Dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Pengaruh Kecerdasan Spiritual, Motivasi, Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pengelolaan Keuangan Dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Kabupaten Aceh Barat”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kecerdasan spiritual, motivasi, kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pengelolaan Keuangan Dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Kabupaten Aceh Barat.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai negeri sipil pada Dinas Pengelolaan Keuangan Dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Kabupaten Aceh Barat. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 93 responden. Saturation sampling digunakan untuk menentukan responden.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi berganda menunjukkan bahwa: (1) Kecerdasan spiritual berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai, (2) Motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai,(3) Kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu Instansi perlu memperhatikankecerdasan spiritual untuk meningkatkan kinerja pegawai. Karena tingkat kecerdasan spiritual yang tinggi dapat mewujudkan hak-hak sipil dan ekonomi masyarakat secara optimal. Dalam masalah motivasi suatu organisasi harus memperhatikan dan mengelola sumber daya manusia yang dimiliki dengan baik karena sumber daya manusia merupakan aset yang paling penting bagi organisasi. Suatu organisasi juga harus memperhatikan kepuasan kerja pegawainya dan memberikan balas jasa yang adil dan layak sesuai dengan apa yang sudah dilakukan pegawai selama ini.



This research is a survey research on employee of DPKKD West Aceh District.The analisys of “The Effect of Spiritual Intelligence, Motivation, and Job Satisfaction to Employee Performance in the DPKKD West Aceh District”. The aims of research is to find out the effect of spiritual intelligence, motivation, and job satisfaction to employee performance. The research population are all employees of DPKKD West Aceh district.There were 93 employees chosen as respondents of the research. Then saturation sampling method was used to determine the respondents.
Based on result of research and data analysis using analysis regressionit has got the conclusions: (1) spritual intelligence has a positive effect on employee performance, (2) motivation has a positive effect on employee performance, (3) job satisfaction has a positive effect on employee performance.
The implications of the above conclusion that spiritual intelligence agencies need to pay attention to improving employee performance . Due to the high level of spiritual intelligence can realize civil rights and community economic optimum . On the issue of motivation of an organization must consider and manage human resources owned by either because human resources is the most important asset for the organization . An organization must also consider the job satisfaction of employees and provide a fair remuneration and decent in accordance with what has been done for this employee.

83468888H1K010013POLA DISTRIBUSI VERTIKAL DAN HORIZONTAL SUHU, SALINITAS, DAN DENSITAS DI PERAIRAN SELAT BALIPerairan Selat Bali mendapat dua sumber interusi massa air. Masukan massa air selat bagian utara diduga berasal dari Laut Jawa dan Selat Makassar, sedangkan bagian selatan adalah massa air dari Samudera Hindia. Pola distribusi massa air sangat dipengaruhi oleh bentuk topografi Selat Bali bagian utara yang sempit dan dangkal, sedangkan bagian selatan lebih lebar dan dalam. Pengukuran suhu, salinitas, dan densitas dilakukan pada Bulan April dan Bulan Mei 2013 menggunakan CTD tipe Valeport Midas Plus. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan meridional suhu pada kedalaman yang bersesuaian lebih dingin bagian utara, sedangkan salinitas bagian utara selat lebih tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa densitas bagian utara lebih tinggi daripada bagian selatan. . Perbedaan massa air ini menunjukkan dua sumber massa air yang berbeda. Hal ini diperkuat oleh profil diagram T-S yang menunjukkan perbedaan densitas antara massa air selat bagian utara dan bagian selatan. Sebaran vertikal secara zonal di bagian selatan selat menunjukkan bahwa massa air dengan densitas tinggi masuk melalui bagian tengah selat di kedalaman 60-100 m, yang merupakan interusi dari Samudera Hindia.Bali Strait Waters had two sources of water mass input. Northern strait inlet water mass to be assumed from Java Sea and Makassar Strait, and the southern part originated from the Indian Ocean. The water mass distribution pattern was influenced by Bali’s Strait topography that are shallow and narrow in the northern part, while in the southern part are wide and deep. Temperature, salinity, and density data were observed in April and May 2013 using a Valeport Midas Plus CTD-type. The research result determined that meridional comparison of temperature at the same depth was cooler in the northern part, while the salinity in the northern was higher than the southern part. It could be determined that the density in the northern was higher than the southern part. The water mass difference showed two different water mass sources. Furthermore, the TS diagram profile also revealed the differences of water mass density in the northern and southern part. Vertical distribution in the southern strait indicated high density water masses enter the middle of the strait at a depth of 60-100 m, as an intrusion of the Indian Ocean.
834710534A1L010049PENGARUH KEPADATAN INOKULASI AZOLLA DAN DOSIS NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI SAWAHPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1). Dosis inokulasi azolla terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi sawah, 2). Pengaruh dosis N terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah, 3). Potensi azolla sebagai pengganti pupuk N, 4). Interaksi inokulasi azolla dan dosis N. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 kali ulangan. Faktor yang diuji adalah (1) Dosis inokulasi azolla yaitu 0 g/m2 (A0) , 100 g/m2 (A1) dan 200 g/m2 (A2). (2) dosis N dari dosis rekomendasi (200 kg N/ha) yaitu, 100% (N0), 75% (N1), dan 50% (N2). Hasil penelitian menunjukkan dosis inokulasi azolla berpengaruh terhadap saat penutupan azolla hingga menutup 100%, produksi biomassa azolla saat penutupan 100% dan serapan N. Dosis N berpengaruh terhadap variabel bobot jerami kering per rumpun dan bobot gabah kering per petak efektif, serapan N, tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, bobot seribu biji. Pengaruh inokulasi azolla dan dosis N berpengaruh pada variabel serapan N.This research was aimed to know: 1). The best doses of azolla innoculation to increase growth and yield of lowland rice 2). Effect of N fertilizer doses on growth and yield of lowland rice, 3). The potensial of Azolla to substitute N fertilizer 4). The interaction inoculation of azolla and the doses of N fertilizer. The experimental design was factorial randomized block design (RBD) with 3 replications. First Factor was azolla inoculation doses 0 g/m2, 100 g/m2 and 200 g/m2. Second factor was the doses of N fertilizer consisted of 100% N, 75% N, and 50% N from recommended doses (200 kg urea/ha). The result showed that innoculation of azolla significantly affect azolla surface coverage close to 100%, biomass production of Azolla at the closing of 100% and N uptake. N fertilizer doses significantly affect the dry weight of straw for hill and grain dry weight per effective plot, N uptake, plant height, number of seedlings, number of productive seedlings and weight of 1000 grans. The was an Interaction between azolla inoculation and N doses on N uptake variable.
83484528F1D008017DINAMIKA RELASI AKTOR DALAM PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR LIMBAH PADA INDUSTRI RAMBUT PALSU DI KABUPATEN PURBALINGGAPenelitian ini membahas tentang dinamika relasi aktor dalam penanggulangan pencemaran air limbah pada industri rambut palsu di Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dinamika relasi yang muncul dalam penanggulangan pencemaran air limbah industri di Kabupaten Purbalingga menunjukan ketidakidealan peran yang melekat pada masing-masing aktor tersebut. Belum adanya perda yang mengatur tentang pengolahan air limbah industri menjadikan pencemaran air yang disebabkan oleh limbah industri, khususnya limbah rambut palsu terus berlangsung. Signifikansi kurang terlihat dari Relasi dan interaksi yang muncul, hal ini menghambat interaksi yang terjadi didalamnya. Keputusan untuk bekerjasama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan air limbah industri rambut palsu dianggap sebagai tindakan solutif untuk mengatasi persoalan limbah rambut palsu yang sampai saat ini belum terselesaikan. Pencemaran air di sekitar pabrik rambut palsu masih terus berlangsung dan menjadikan masyarakat di sekitar kawasan pabrik tersebut mulai merasakan dampaknya. Dinamika relasi yang terbangun diantara aktor-aktor yang kurang asosiatif menjadikan upaya penanggulangan pencemaran air limbah industri tidak optimal, sehingga pencemaran air tersebut masih terus berlangsung. Hubungan yang demikian ini sangat tidak memberikan manfaat dalam menyelesaikan kasus ini yang sebenarnya menjadi tanggungjawab semua lapisan masyarakat (aktor).

Kata Kunci: Relasi dan interaksi aktor, Pencemaran air, Limbah industri rambut palsu.
This research discussed about the dynamics of the relationship actors in tackling water pollution of industrial waste on fake hair industry in Purbalingga. The results of this research show that the dynamics of the relations that arise in industrial waste water pollution countermeasures in Purbalingga showed an unideal role attached to each of the actors. Yet the existence of district regulation about industrial waste water treatment of making water pollution caused by industrial waste, especially waste of wigs continues. Relationships that do not give rise to significant interactions are also not very significant and inhibits the interactions that occur in it. The decision to cooperate with third parties in waste management industry toupee regardes as the act of solution to surmount problems of wigs waste there has been overcome. Thus, water pollution around plant toupee still continued that the people area around the factory is already felt its impact. Dynamics relation who awakes among actors less associative make effort to combat water pollution industrial wastes not optimum so that water pollution the still goes on. Relations, so not provide benefit in completing the case who actually become responsibility and society (actor).
834910536G1B010025Angka Kuman pada Ruang Kelas Ber-AC di Kampus Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
(Studi Kasus pada Bulan Juli-September Tahun 2014)
Penggunaan Air Conditioner (AC) di gedung-gedung publik tidak lagi menjadi hal yang langka. Akan tetapi, AC yang jarang dibersihkan akan menjadi tempat berkembang biak mikroorganisme seperti bakteri. Kebersihan ruangan yang buruk juga menjadi salah satu faktor penyebab munculnya mikroorganisme di udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis angka kuman pada ruang kelas ber-AC di kampus FKIK Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara, untuk pemeriksaan angka kuman dengan uji laboratorium menggunakan metode PCA. Sampel berjumlah 22 ruang kelas kampus FKIK Universitas Jenderal Soedirman. Analisis data secara univariat. Hasil penelitian terdapat sebanyak 14 ruang kelas memiliki frekuensi pembersihan AC yang buruk, sebanyak 11 ruang kelas memiliki frekuensi pembersihan ruang kelas yang baik, sebanyak 20 ruang kelas memiliki suhu yang memenuhi persyaratan, seluruh ruang kelas memiliki kelembaban melebihi ambang batas, dan seluruh ruang kelas memiliki nilai angka kuman tidak memenuhi persyaratan. Disarankan untuk secara rutin melakukan pembersihan AC minimal 1 bulan sekali, perbaikan sistem ventilasi, dan upaya pembersihan lingkungan lainnya.Use of air conditioner (ac) in public buildings is no longer a rare thing. However, the AC which is rarely cleaned will become a breeding ground for microorganisms such as bacteria. Cleanliness of the room was bad too be one factor contributing to the emergence of microorganisms in the air. The purpose of this research to analysis the number of bacteria in the air conditioned classrooms on Faculty of Medicine and Health Science Jenderal Soedirman University. Kind of research is a descriptive study with a quantitative approach. Collecting data using observation and interviews, for examination number of bacteria by laboratory tests using PCA. Samples totaling 22 classrooms. Univariate data analysis. research results with 14 classrooms have poor cleaning frequency AC, 11 classrooms have a good grade cleaning frequency, 20 classrooms have been eligible temperature, all classrooms have the humidity that exceeds the threshold, all classrooms have a value number of bacteria that do not qualify. Suggestions for the research is to perform cleaning of air conditioning at least 1 month, improvement of ventilation systems, and other environmental cleanup efforts.
83508890D1E010156JUMLAH PEMBENTUKAN ZIGOT DAN BLASTOSIS HASIL FERTILISASI INVITRO ANTARA OOSIT SAPI BRAHMAN CROSS DENGAN SPERMATOZOA SAPI ONGOLE DAN SIMMENTALTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui spermatozoa yang lebih baik dalam menghasilkan zigot dan blastosis secara invitro. Penelitian dilaksanakan di Balai Embrio Ternak Cipelang Bogor pada tanggal 26 Juni 2014 sampai dengan 18 Juli 2014. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei. Parameter yang diamati meliputi jumlah pembentukan zigot pada hari ke-2 sebagai indikator keberhasilan fertilisasi dan pembentukan blastosis hari ke-6 hingga ke-9. Data yang digunakan adalah data produksi zigot dan blastosis invitro hasil fertilisasi menggunakan spermatozoa sapi Simmental dan sapi Ongole pada tahun 2011. Data yang diperoleh diuji menggunakan uji beda rata-rata dua sampel tidak berhubungan (t-test two sample independent). Hasil penelitian diketahui dari 394 oosit yang difertilisasi menggunakan spermatozoa sapi Ongole menghasilkan 99 zigot (25,13%) dan total blastosis yang dihasilkan sebanyak 16 (16,16%), sedangkan fertilisasi menggunakan spermatozoa sapi Simmental dari 435 oosit menghasilkan 188 zigot (40,28%) dan 71 blastosis (37,77%). Disimpulkan bahwa spermatozoa sapi Simmental memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghasilkan zigot (p<0,01) dan blastosis (p<0,05) secara invitro. The aim of this study was to determine better spermatozoa from different bull breeds to produce zygote and blastocyst invitro. This study was conducted at National Livestock Embryo Center in Cipelang Bogor, from June 26th, 2014 to July 18th, 2014. This study was conducted using survey method. The parameters that measured were number of zygote formation at day 2nd (48 h) as an indicator of fertilization rate and blastocyst formation from day 6th to day 9th. Data that used is zygote and blastocyst production after invitro fertilization using Simmental and Ongole spermatozoa at year 2011. T-test two sample independent was used to analyze the data. Results showed that of 394 oocytes that were fertilized by Ongole spermatozoa produce 99 zygotes (25.13%) and 16 blastocysts (16.16%). Whereas 435 oocytes that were fertilized by Simmental spermatozoa produce 188 zygotes (40.28%) and 71 blastocysts (37.77%). It can be concluded that spermatozoa of Simmental bull had a better competence to produce zygote (p<0.01) and blastocyst (p<0.05) invitro than those of Ongole bull.
83518893H1H010010PENGKAYAAN MINYAK IKAN PADA PAKAN BUATAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN
LELE DUMBO (Clarias gariepinus)
Penelitian berjudul Pengkayaan Minyak Ikan pada Pakan Buatan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengkayaan minyak ikan pada pakan buatan yang terbaik terhadap pertumbuhan dan sintasan benih ikan Lele dumbo. Penelitian dilaksanakan Juni sampai Juli 2014 di Balai Benih Ikan Pandak, Baturaden. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Empat perlakuan dalam penelitian yaitu pakan buatan yang tidak diperkaya minyak ikan; pakan buatan diperkaya minyak ikan 2,5%; pakan buatan diperkaya minyak ikan 5% dan pakan buatan diperkaya minyak ikan 7,5%. Ikan uji untuk penelitian mempunyai berat tubuh rata-rata 0,75±0,09 g/ekor, dipelihara dalam 16 akuarium berukuran 45 x 48 x 40 cm3 dan masing-masing ditebar dengan kepadatan 10 ekor dipelihara 30 hari. Variabel yang diamati pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, laju pertumbuhan harian, efisiensi pemanfaatan dan sintasan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan mutlak berkisar 2,89-7,87 g; laju pertumbuhan spesifik berkisar 6-98-9,34%/hari; laju pertumbuhan harian berkisar 0,10-0,28 g/hari; efisiensi pemanfaatan pakan berkisar 16,77-20,70%; dan sintasan 55-95%. Pakan yang diperkaya dengan minyak ikan berpengaruh terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan dan sintasan Lele dumbo. Kualitas air untuk suhu berkisar 24-29ºC, pH berkisar 6-7, oksigen terlarut 4,23-4,88 mg/L dan amonia terlarut 0,01-0,05 mgThis study entitled “Fish Oil Enrichment in Artificial Feed and Its Effect on Growth and Survival of Dumbo Catfish (Clarias gariepinus)”. The study aimed to determine the effect of fish oil enrichment in the best artificial feed on growth and survival rate of African catfish (Clarias gariepinus). The experiment was conducted from June to July 2014 in Pandak Fish Hatchery, Baturaden. This study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. Four treatments were applied in this research. They were artificial feed which was not enriched with fish oil; artificial feed enriched with 2.5% fish oil; artificial feed enriched with 5% fish oil and artificial feed enriched 7.5% fish oil. Fish sample which were used in this study had an average body weight of 0.75 ± 0.09 g g/fish, maintained in 16 aquariums (45 x 48 x 40 cm3) and spreaded at a density of 10 animals during 30 days. Variable which were observed in this study, includes absolute growth, spesific growth rate, daily growth rate, efficiency of feed utilization and survival rate. The results showed the absolute growth ranged from 2.89 to 7.87 g; spesific growth rate ranged 6.98 to 9.34%/day; daily growth rate ranged from 0.10 to 0.28 g/day; efficiency of feed utilization from 16.77 to 20.70% feed; and survival rate ranged from 55 to 95%. Feed enriched with fish oil affects the growth, efficiency of feed and survival rate of African catfish. Water quality temperature ranged from to 24-29ºC, pH ranged from 6-7, dissolved oxygen ranged from 4.23-4.88 mg/L and ammonia ranged from 0.01-0.05 mg/L.
835210537G1B010068GAMBARAN PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH (PJPD) TAHUN 2009-2013 DI INSTALASI RAWAT INAP (Studi Kasus di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo)Modernisasi gaya hidup meningkatkan terjadinya PJPD, sehingga diperlukan program pencegahan agar PJPD agar tidak semakin tinggi dan terjadi pada usia yang lebih muda. RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo adalah rumah sakit yang berlokasi di Purwokerto dengan pelayanan unggulan di antaranya yaitu pelayanan jantung dan stroke center. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran PJPD (PJK, hipertensi dan stroke) tahun 2009-2013 di Instalasi Rawat Inap RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Jenis penelitian yaitu studi deskriptif. Sampel adalah 100 rekam medis pasien PJK, hipertensi dan stroke di Instalasi Rawat Inap RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo tahun 2009-2013, ditentukan dengan teknik systematic random sampling. Penelitian menemukan kasus PJPD paling banyak pada laki-laki pada PJK dan stroke, perempuan pada kasus hipertensi; rata-rata berumur 56 tahun, bekerja sebagai IRT; tekanan darah di atas normal yaitu prehipertensi pada PJK, hipertensi derajat 2 pada kasus hipertensi dan stroke; tidak memiliki komplikasi penyakit; memiliki kadar trigliserida normal; dan kadar kolesterol total normal pada PJK dan stroke, dan kadar kolesterol total tinggi pada hipertensi. Mayoritas pasien berasal dari Kabupaten Banyumas; dan tinggal di daerah perkotaan. Kasus PJPD tahun 2009-2013 mengalami tren yang cenderung naik, rata-rata dirawat selama 4-5 hari. Semua kalangan masyarakat diharapkan untuk memperhatikan pola hidup sehat karena saat ini PJPD tidak hanya diderita oleh orang yang berusia lanjut, namun dapat terjadi pada semua umur, termasuk bayi.Modernization of life style increased the prevelance of CVD, preventive programe is needed to prevent the increasing CVD cases and happen in the younger ages. Margono Soekarjo Hospital is the biggest and the most comprehensive hospital in west south Central Java, and has excellent service, especially for heart service and
stroke center. This study was to showed the description of CVD; CHD, hypertention, and stroke in 2009-2013 in inpatient installation of Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. The research was descriptive, the sample was 100 patients of CHD, hypertention and stroke in 2009-2013 in inpatient installation of Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital getting by systematic random sampling. The highest proportion of CVD were men in CHD and stroke, and women in hypertention and stroke; the aged mean was 56 years, were housewife; with high blood preasure; had no complication disease; had normal trygliceride level; had normal total cholesterol level in CHD and stroke, and high total cholesterol level in hypertention. Majority of all patients were from Banyumas Regency; and lived in urban area. The cases of CVD in 2009-2013 were increased, and the average length of stay were 4-5 days. Society have to concern and do health life style, because CVD was not found in old age, but also in infant.
835310538F1G011012ANALISIS TEMATIK NOVEL GARIS TEPI SEORANG LESBIAN
KARYA HERLINATIENS
Skripsi ini berjudul “Analisis Tematik Novel Garis Tepi Seorang Lesbian Karya Herlinatiens”. Ruang lingkup penelitian ini adalah ilmu susastra. Penelitian ini dilatarbelakangi pendapat bahwa pada tahun 2000-an pengangkatan tema dalam karya sastra yang ditulis oleh pengarang perempuan cenderung lebih berani mendobrak dunia sastra di Indoensia dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Adanya tema membuat karya sastra jauh lebih penting daripada sekedar bacaan hiburan.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode ini tidak menggunakan angka-angka melainkan penghayatan terhadap interaksi antarkonsep yang sedang dikaji. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca keseluruhan isi novel yang akan diteliti agar dapat memahami isi novel dengan baik, mencatat data penting sesuai dengan fokus penelitian yang berkaitan dengan penelitian, dan mengklasifikasikan data-data yang didapat dengan permasalahan yang akan diteliti. Analisis data yang dilakukan melalui pendekatan strukturalisme.
Dari penelitian ini ditemukan bahwa novel Garis Tepi Seorang Lesbian memiliki tokoh utama bernama Ashmora Paria yang merupakan seorang lesbian. Dia memiliki kekasih bernama Rie Shiva Ashvagosha yang juga “suami” sahnya. Di tengah-tengah masyarakat yang menganut heteroseksual, pasangan ini berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan yang menjadi haknya.
Dari hasil analisis ditemukan tema yang terdapat dalam novel Garis Tepi Seorang Lesbian karya Herlinatiens ini adalah Lesbianisme. Akan tetapi, lesbianisme yang terdapat dalam novel ini tidak semata menceritakan percintaan sepasang manusia belaka. Namun dalam novel ini sang pengarang memiliki niatan tersendiri dengan tema yang ia ambil, yaitu ingin membuka mata pembaca bahwa kaum lesbian ini ada di sekitar kita, mereka banyak, dan mereka tidak mengganggu kehidupan masyarakat. Kaum lesbian ini hanya ingin diakui sebagai manusia yang memiliki cinta seperti layaknya manusia heteroseksual.
This study entitled “Analisis Tematik Novel Garis Tepi Seorang Lesbian Karya Herlinatiens”. The scope of this research is the study of literature.This research is motivated opinion that in the 2000s the appointment of a theme in literature written by female authors have been able to break the world of literature in Indonesia compared with previous years. The presence of theme makes literature is much more important than just an entertainment readings.
The method used is descriptive qualitative method.This method does not use numbers, but the understanding of the interaction between concepts are being studied.The data collection was done by read an entire novel to be researched in order to properly understand the content of the novel, note important data in accordance with the focus of research related to the research, and classify data obtained with the issues to be investigated. Data analysis was performed through strukturalism approach.
From this study it was found that novel Garis Tepi Seorang Lesbian has a main character named Ashmora Paria who is a lesbian.She has a girlfriend named Rie Shiva Ashvagosha are also her legitimate "husband". In the middle of the people who embrace heterosexual, this pair struggled to find happiness which their right.
From the analysis found themes contained in the novel Garis Tepi Seorang Lesbian by Herlinatiens is lesbianism. However, lesbianism contained in this novel is not merely tell the pair of sheer romance. But in this novel the author has its own intentions with the theme that he took, which is to open the eyes of the reader that these lesbians are all around us, they are many, and they do not interfere with people's lives. Lesbians just want to be recognized as human beings who have a love like heterosexual man.
83544538E1A009148KEDUDUKAN PENYIDIK INDEPENDEN KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI DALAM SISTEM PERADILAN PIDANAPenarikan penyidik Polri yang bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi oleh instansi Polri, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk segera membentuk penyidik independen. Pembentukan Penyidik independen Komisi Pemberantasan Korupsi inilah yang menjadi pro dan kontra bagi para ahli hukum di Indonesia apabila ditinjau dari Pasal 6 ayat (1) Kitab Undang- Undang Hukum Acara Pidana. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul: Kedudukan Penyidik Independen Komisi Pemberantasan Korupsi Dalam Sistem Peradilan Pidana. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui kebutuhan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap adanya penyidik independen dan keberadaan penyidik independen apabila ditinjau dari Kitab Undang- Undang Hukum Acara Pidana.
Berdasarkan uraian diatas melalui penelitian yuridis normatif dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan perundang- undangan dan pendekatan analitis. Metode tersebut digunakan untuk mengetahui sinkronisasi diantara Undang- Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi dan Undang- Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang- Undang Hukum Acara Pidana, dan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam istilah yang digunakan dalam perundang- undangan tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian, keberadaan penyidik independen dalam Komisi Pemberantasan Korupsi tidak bertentangan dengan Kitab Undang- Undang Hukum Acara Pidana, karena berlaku asas Lex Specialis Derogate Legi Generalis diantara kedua peraturan perundang- undangan tersebut. Dan Komisi Pemberantasan Korupsi membutuhkan adanya penyidik indepeden dalam lembaganya karena Komisi Pemberantasan Korupsi kekurangan penyidik, efektifitas pemberantasan korupsi yang telah menumpuk dan menghindari konflik kepentingan antara lembaga.
Withdrawal of police investigators assigned to the KPK by POLRI, urged the Corruption Eradication Commission (KPK) to immediately form an independent investigator. The establishment of the independent Corruption Eradication Commission investigator is at the pros and cons for Indonesian legal expert in terms of Article 6, paragraph (1) of the Criminal-Law Procedural code. Thus, the authors are interested in conducting research entitled: Independent Investigators Position of Corruption Eradication Commission in the Criminal Justice System. Aiming to determine the needs of the KPK for the independent investigatorsand it’sexistence in terms of the Criminal-Law Procedural code.
Based on the description above through a normative studywere calculated using regulatory approach and an analytical approach. The method used to determine the synchronization between the Law No. 30 of 2002 on the Corruption Eradication Commission,and the Law No. 8 of 1981 on the Code of Criminal Law Procedure, and to know the meaning contained in terms used by the legislation.
Based on these results, the existence of an independent investigator in the KPK is not contrary to the Criminal-Law Procedural Code, because it applies the principle of Lex Specialis Derogate Legi Generalis between these two. And The Corruption Eradication Commission (KPK) requires the presence of an independent investigator in the institute for the lack effectiveness of their job have been pile up and to avoid conflicts of interest between the agencies.
835510539A1L010191PENGURANGAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN dan HASIL DUA VARIETAS TANAMAN WORTEL (Daucus carrota L.) di DATARAN RENDAHPenelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) varietas wortel yang memberikan respon baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel, 2) mengetahui respon dua varietas wortel terhadap pengurangan pupuk anorganik, dan 3) mengetahui pengaruh dosis pupuk anorganik yang tepat pada dua varietas wortel di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan bulan April sampai Juli 2014 di lahan Fakultas Pertanian. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu V1: Varietas Corona, V2: Varietas Shin Kuroda. Faktor kedua yaitu pengurangan pupuk anorganik D1: 100%, D2: 75%, dan D3: 50% dari dosis anjuran. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, bobot umbi, bobot basah tanaman, dan bobot tanaman kering. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Kedua varietas wortel yang di uji terdapat perbedaan pada tinggi tanaman, panjang umbi, diameter umbi, bobot umbi, bobot tanaman segar dan bobot tanaman kering, namun dengan hasil umbi yang belum optimal. Varietas wortel yang memiliki nilai lebih tinggi adalah Corona dibanding dengan Shin Kuroda, 2) Pengurangan pupuk anorganik dari 0%, 25% dan 50% tidak memiliki perbedaan terhadap dua varietas tanaman wortel di dataran rendah, dan 3) Tidak ada pengaruh interaksi antara dua varietas wortel dengan pengurangan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman di dataran rendah.The study aims to determine: 1) carrot varieties that give the best response, 2) Knowing the response of two varieties of carrots against inorganic fertilizer dose reduction, 3) Determine the influence of inorganic fertilizers are most appropriate to the two varieties of carrots in the lowlands. The study was conducted in April ssampai July 2014 at the Faculty of Agriculture land. The experimental design used was a Randomized Complete Blok Design (RCBD) with 2 factors and 3 replications. The first factor is V1: Corona varieties, V2: Shin Kuroda varieties. The second factor is the reduction of inorganic fertilizer D1: 100%, D2: 75%, and D3: 50% of the recommended dose. The variables measured were plant height, number of leaves, length of tubers, tuber diameter, tuber weight, plant fresh weight and dry weight of plants. The results showed: 1) Both varieties of carrots in the test there is a difference in plant height, tuber length, diameter of the bulb, tuber weight, plant fresh weight and dry weight of plants, but the results are not optimal tuber. Carrot varieties that have a higher value is Corona compared with Shin Kurida, 2) reduction of inorganic fertilizer of 0%, 25% and 50% do not have a difference of two varieties of carrot plants in the lowlands, and 3) There is no interaction effect between the two varieties carrots with reduction of inorganic fertilizer on the growth and yield of plants in the lowlands.
83568896H1F010015PEMODELAN GENESA FASIES PADA ZONA HIGHSTAND SYSTEM TRACT “AKB” FORMASI TABUL BERDASARKAN DATA LOG SUMUR, BATUAN INTI DAN SERBUK BOR DI LAPANGAN “AKBAR”, CEKUNGAN TARAKAN, KALIMANTAN UTARALapangan “Akbar” dimiliki oleh PT.Pertamina EP yang terletak di provinsi Kalimantan Utara, 80 km ke arah barat laut dari Pulau Tarakan, menempati area seluas kurang lebih 23,37 km2. Pemodelan fasies pengendapan dalam eksplorasi minyak dan gas bumi menjadi salah satu dasar dalam penentuan titik pemboran pada tahap eksplorasi selanjutnya. Zona “AKB” merupakan zona Highstand System Tract (HST). Zona ini dipilih karena tubuh batupasir yang terbentuk tebal dan menerus. Pemodelan fasies HST ini menjadi dasar pemikiran dalam menganalisis kualitas reservoir pada tahap selanjutnya. Secara geologi, Lapangan “Akbar” terletak di Sub Cekungan Tidung, dibatasi oleh Tinggian Semporna di sebelah utara. Formasi Tabul di Lapangan “Akbar” didominasi oleh batupasir berselingan dengan batulanau dan serpih. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian berupa antiklin dengan sumbu berarah barat laut-tenggara dan sesar naik dengan pola positive flower structure berarah barat laut-tenggara. Struktur ini merupakan produk dari fase tektonik terakhir Plio-Pleistosen pada Cekungan Tarakan. Berdasarkan data log sumur dari 68 sumur, batuan inti 1 sumur dan serbuk bor 17 sumur, Formasi Tabul di daerah penelitian diendapkan di lingkungan delta. Formasi Tabul terdiri dari fasies batupasir distributary channel dan mouth bar, dimana fasies mouth bar penyebarannya lebih luas. Berdasarkan model fasies yang telah dibuat, geometri dan distribusi fasies distributary channel dan mouth bar menunjukkan semakin maju ke arah timur. Paleogeografi daerah penelitian dari barat ke timur yaitu delta plain, delta front dan prodelta. Suplai sedimen berasal dari arah barat yang diendapkan ke arah timur. Letak deposenter diinterpretasikan terletak di sebelah timur karena terjadi penebalan sedimen.“Akbar” Field is owned by PT.Pertamina EP which is located in the province of North Kalimantan, about 80 kilometres northwestern of the Tarakan Island, occupies an area of approximately 23.37 km2. Depositional facies modeling in oil and gas exploration becomes one of the basis for determining the point of drilling in the next exploration phase.”AKB” zone is Highstand System Tract (HST) zone. This zone had been chosen which tends to form thick sandstone bodies and being connected to each other. Facies modeling in HST can be the basis of thought in analyzing the quality of the reservoir at a later stage. Geologically, “Akbar” field is located in the Tidung Sub Basin, bounded by Semporna High in the north. Tabul Formation in the “Akbar” field is dominated by sandstone interbedded with siltstone and shale. Geological structures that developed in areas of study such as the northwest-southeast trending anticline and thrust fault with a pattern of positive flower structure. These structures are the product of the last tectonic phase Plio-Pleistocene in the Tarakan Basin. Based on data from 68 wells wireline logs, 1 well conventional core and 17 wells cutting, Tabul Formation in the study area was deposited in the delta environment. Tabul Formation consisting of distributary channel and mouth bar sandstone facies, where mouth bar facies spread wider. Based on facies models that had been created, geometry and facies distribution of distributary channel and mouth bar indicated prograde to the east. Paleogeography of the west towards the east are delta plain, delta front and prodelta. Sediment supply comes from the west were deposited eastward. Interpreted depocenter located in the east due to the thickening of the sediments.
83578897H1H010019TINGKAT INFEKSI DAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI Trichodina spp. YANG MENGINFEKSI IKAN SIDAT (Anguila sp.)Tingkat infeksi dan karakteristik morfologi Trichodina spp. pada sidat dipelajari dalam penelitian ini. Sampel sidat diambil dari Cilacap (alam) dan Kebumen (alam dan budidaya) yang masing-masing diambil sebanyak dua kali pada bulan Mei dan Juni. Hasil prevalensi pada permukaan tubuh Kebumen 1 sebesar 80%, Kebumen 2 44% , Cilacap 1 48% dan Cilacap 2 64%. Prevalensi pada insang Kebumen 1 sebesar 76%, Kebumen 2 32%, Cilacap 1 64%, dan cilacap 2 36%. Intensitas pada permukaan tubuh berturut-turut Kebumen 1, Kebumen 2, Cilacap 1 dan Cilacap 2 yaitu 7; 1; 2; 2 Trichodinid/sidat. Intensitas pada permukaan tubuh berturut-turut Kebumen 1, Kebumen 2, Cilacap 1 dan Cilacap 2 yaitu 4; 1; 2; 3 Trichodinid/sidat. Hasil pengamatan karakteristik morfologi didapat tiga jenis Trichodina yang digolongkan menjadi tipe 1, tipe 2, dan tipe 3. Trichodina tipe 1 dan tipe 3 memiliki bagian tengah adhesive disc yang terang sedangkan Trichodina tipe 2 memiliki memiliki struktur khusus pada bagian tengah adhesive disc. Rata-rata diameter adhesive disc tipe 1, 2 dan 3 berturut-turut 32,75; 25,35; 44 µm, ata-rata diameter denticle ring 18,65 ; 13,5; 30,5 µm dan rata-rata jumlah denticle ring sebanyak 22,1; 21,2; 23,5.Infection level and morphological characteristic of Trichodina spp. were studied in this research. Eel samples were collected from Cilacap (wild) and Kebumen (wild and cultured) in May and June. Results showed that Kebumen 1 eel sample (cultured) have the highest parasite prevalencei, 80% on body surface and 76% on gill. Kebumen 1 sample showed also the highest intensity among the samples, 7 Trichodinid/eel on body surface and 4 Trichodinid/eel on gill. Based on morphological characteristics three types of Trichodina were found from eel samples. Trichodina type 1 had clear centre of adhesive disc. Diameter average of adhesive disc was 32,75 µm, while average of diameter denticle ring was 18,65 µm and average numbers of denticle ring as much 22,1. Type 2 had special structure in the centre of adhesive disc. Diameter average of adhesive disc was 25,35 µm, diameter average of denticle ring was 13,5 µm and average numbers of denticle ring was 21,2. Type 3 had clear centre in adhesive disc. Diameter average of adhesive disc was 44 µm, diameter average of denticle ring was 30,5 µm and average numbers of denticle ring was 23,5.
83588894G1B008088Faktor YAng Berhubungan Dengan Status Tumbuh Kembang Anak Usia 0-2 Tahun Di Desa Beji Kecamatan Kedung Banteng Kabupaten BanyumasFase terpenting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak adalah ketika masa bayi dan balita, karena pada masa itulah saat yang paling vital bagi orang tua dalam membangun fondasi pertumbuhan dan perkembangan buah hati.Desa Beji merupakan salah satu daerah wilayah kerja Puskesmas Kedung Banteng yang pada periode Februari tahun 2014 ditemukan 2 anak (0,7%) menderita kasus gizi buruk. Jumlah anak di Desa Beji pada periode Februari 2014 yaitu 294 anak. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada masa bayi dan balita merupakan proses yang teramat penting dalam menentukan masa depan anak baik secara fisik, mental maupun perilaku. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan tumbuh kembang anak usia 0-2 tahun di Desa Beji Kecamatan Kedung Banteng Kabupaten Banyumas.Metode yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study.Sampel yang digunakan adalah 73 balita yang berusia 0-2 tahun. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji chi square. Berdasarkan uji bivariat, diketahui bahwa asupan energi tidak berhubungan dengan tumbuh kembang anak, asupan protein,status kesehatan, pemberian stimulus berhubungan dengan tumbuh kembang anak. Upaya mempertahankan asuapan energi dan protein agar tidak terjadi ketertinggalan pertumbuhan,selain itu juga meningkatkan perkembangan stimulus agar tidak terjadi keterlambatan perkembangan.The most important phase in the growth and development of the child is when the babies and toddlers, because during that time the most vital for older people in build the foundations of growth and development of the fruit of the heart. The child in the village of beji In the period to february 2014 namely 294 child. The process of growth and development in babies and toddlers is a process which is very important in determining the future of the child either physically, mentally or behavior. Knowing factor related to growth development toddler in age 0-2 years in the village of beji sub-districts kedung banteng banyumas regency.The method in use was a survey method with Cross Sectional Study. The sample used were 73 toddler (0-2) years. Analyzed usingunivariate, bivariate, withchi square test.Based on thebivariatetest, known thatenergyintakeit did not correlate with growth development children, energy intake,while the healthstatus,Grantingstimulation correlate with growth development children. The effort to maintain intake energy and protein to avoid lead down growth, it also increase development stimulus to avoid delay the development.
835911271A1M009028PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK SAWIT MERAH DAN JENIS KEMASAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA GULA KELAPA CETAK SELAMA PENYIMPANANGula kelapa cetak merupakan produk olahan dari nira yang diproduksi pada skala rumah tangga dan industri. Sebuah inovasi dilakukan pada gula kelapa cetak untuk meningkatkan kandungan gizi khususnya vitamin A, dengan cara mengganti minyak sayur dengan minyak sawit merah yaitu crude palm oil (CPO) dan red palm oil (RPO) untuk proses penurunan buih (defoaming). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa gula kelapa CPO mempunyai kadar air, kadar FFA, gula reduksi yang lebih tinggi daripada gula RPO. Namun gula RPO mempunyai tekstur yang lebih keras dibandingkan gula CPO. Nilai rerata kadar air, kadar FFA, gula reduksi dan tekstur pada gula RPO dan CPO berturut-turut : 6,8%bb dan 7,14 %bb, 0,124 % dan 0,274 %, 2,813 % dan 3,207 % dan 0,005 mm/g/dtk dan 0,009 mm/g/dtk. Penyimpanan gula kelapa selama 1,5 bulan (6 minggu) mengakibatkan peningkatan kadar air, kadar FFA, kadar gula reduksi, kadar gula total dan tekstur baik pada gula RPO dan gula CPO, yaitu berturut-turut sebesar 0,78 %bb dan 1,073 %bb, 0,036 % dan 0,027 %, 0,806 % dan 0,88 %, 2,906 % dan 3,049 % dan 0,004 mm/g/dtk dan 0,008 mm/g/dtk. Kemasan ganda (plastik polipropilen + kertas berwarna coklat) (P2) lebih mempertahankan mutu gula kelapa yang diperkaya provitamin A selama penyimpanan, dibandingkan dengan kemasan tunggal (plastik polipropilen) (P1). Setelah disimpan selama 6 minggu mutu gula kelapa baik gula RPO maupun gula CPO memenuhi standart SNI untuk mutu gula kelapa cetak.Coconut palm sugar is a sap’s processed produced in a household or industrial scales. An innovation is done in palm sugar processing to improve it’s nutrient contents, especially vitamin A, by replacing vegetable oil with red palm oil in forms of crude palm oil (CPO) and refined palm oil (RPO) on the defoaming step process. Result of research showed that the CPO-coconut palm sugar has a water content, FFA levels, reduction sugar higher compare to the RPO-coconut palm sugar. However the RPO sugar had a harder texture. The average value of water content, FFA levels, reducing sugar and texture of RPO and CPO-coconut palm sugar were: 7.14 and 6.8% wb, 0.124 and 0.274%, 2.813 and 3.207% and 0.005 and 0.009 mm/g/sec. Respectively sugar for 6 weeks resulted in an increasing of water content, FFA content, reducing sugar content, total sugar content and better texture both sugar and RPO CPO, they were 0.78 and 1.073% wb, 0.036 and 0.027%, 0.806 and 0.88%, 2.906 and 3.049 and 0.004 and 0.008 mm/g/sec. Double packaging (plastic polypropylene + brown paper) (P2) was proved can maintain the quality of coconut sugar enriched provitamin A during storage, compared to a single packaging (plastic polypropylene) (P1). After being stored for 6 weeks both RPO and CPO coconut palm sugar maintain good quality that meet the SNI standarts for coconut palm sugar
836011272H1E010003IDENTIFIKASI SEBARAN BIJIH BESI MENGGUNAKAN METODE INDUCED POLARIZATION (IP) KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE DI KECAMATAN DAMANG BATU KABUPATEN KUALA KURUN KALIMANTAN TENGAHPenelitian geolistrik untuk mengidentifikasi sebaran mineral bijih besi dengan menggunakan data sekunder induced polarization (IP) konfigurasi dipole-dipole di Kecamatan Damang Batu Kabupeten Kuala Kurun Kalimantan Tengah telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan melakukan pengolahan data sekunder IP pada kawasan waktu sehingga diperoleh model inversi 2D dan menentukan sebaran bijih besi berdasarkan model inversi 2D penampang resistivitas dan chargeabililty. Pengolahan data meliputi melakukan perhitungan resistivity semu dan chargeability dengan software Microsoft Excel yang kemudian dilanjutkan dengan proses inversi. Proses inversi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak RES2DINV yang menghasilkan model penampang 2D resistivitas dan chargeability. Berdasarkan hasil pemodelan diperoleh struktur litologi bawah permukaan yaitu lapisan pertama dengan resistivitas >1000 Ω.m yang berada di atas permukaan merupakan soil, lapisan kedua dengan resistivitas 200 – 1000 Ω.m adapun rembesan air yang masuk ke dalam lapisan bedrock lapuk memiliki resistivitas <200 Ω.m, dan lapisan paling bawah dengan resistivitas >1000 Ω.m merupakan bedrock berupa batuan beku. Mineral bijih besi ditandai dengan chargeability >35 m.sec dan berada dikisaran resistivitas >1000 Ω.m dengan formasi batuan bedrock berupa batuan beku pada kedalaman antara 5 – 40 m. Lapisan struktur litologi bawah permukaan meliputi soil, bedrock lapuk, bedrock berupa batuan beku dan ditemukan mineral bijih besi.Geoelectric research for identifying the distribution of iron ore minerals by using secondary data induced polarization (IP) dipole-dipole configuration in the subdistrict of Damang Batu Kuala Kurun district Central Kalimantan has been done. This study aims to perform secondary data processing IP in the region in order to obtain a 2D inversion models and determining the distribution of iron ore based on 2D cross-sectional resistivity inversion models and chargeabililty. Processing datas includes performing calculations resistivity apparent and chargeability with software Microsoft Excel followed by inversion process. Inversion is done by using the software RES2DINV which produces cross-sectional model of the 2D resistivity and chargeability. Based on the modeling results obtained subsurface lithology structure that is the first layer with a resistivity of >1000 Ω.m which is above the surface of the soil, the second layer with a resistivity 200-1000 Ω.m As for water seepage into the weathered bedrock layer has a resistivity of <200 Ω.m, and the bottom layer with resistivitas >1000 Ω.m a bedrock form igneous rock. Iron ore mineral is characterized by chargeability >35 m.sec and is estimated resistivity of >1000 Ω.m with rock formations in the form of igneous rock bedrock at a depth of 5-40 m. Layer structure of the subsurface lithology includes soil, weathered bedrock, bedrock form igneous rocks and minerals found iron ore.