Artikelilmiahs
Menampilkan 8.301-8.320 dari 48.905 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 8301 | 11037 | B1J010201 | KARAKTERISTIK ANATOMI DAUN TIGA KULTIVAR SALAK LOKAL [Salacca zalacca (Gaertn.) Voss] DI KABUPATEN BANYUMAS | Salak [Salacca zalacca (Gaertn.) Voss] merupakan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini memiliki ragam kultivar yang dapat dibedakan berdasarkan asal daerah, warna kulit, warna daging, aroma dan rasa buah. Di kabupaten Banyumas terdapat tiga kultivar salak lokal yaitu S. zalacca ‘Kedung Paruk’, S. zalacca ‘Kalisube’ dan S. zalacca ‘Candinegara’. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui struktur dan karakter anatomi daun pada tiga kultivar salak lokal di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah survai, dengan pengambilan sampel secara Purposive Random Sampling sedangkan pembuatan preparat anatomi menggunakan metode parafin. Variabel yang diamati berupa karakter anatomi daun. Parameter yang diukur meliputi ketebalan kutikula, ketebalan epidermis, ketebalan mesofil, ukuran stomata, jumlah stomata serta jumlah trikoma. Data kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ketiga kultivar tanaman salak mempunyai struktur anatomi daun yang sama terdiri dari tiga sistem jaringan yaitu epidermis, mesofil, dan berkas pembuluh serta adanya kristal ca-oksalat. Perbedaannya terletak pada Kultivar Kalisube memiliki kutikula paling tebal 5,48 µm sedangkan paling tipis dimiliki oleh kultivar Candinegara 5,00 µm. Kultivar Candinegara memiliki lapisan epidermis paling tebal 13,13 µm sedangkan lapisan epidermis paling tipis dimiliki kultivar Kalisube 11,63 µm. Kultivar dengan mesofil paling tebal adalah Kedung Paruk 133,50 µm sedangkan salak Kalisube memiliki mesofil paling tipis 115,50 µm. Ukuran stomata bervariasi dengan panjang antara 14-16,50 µm dan lebar 3,20-3,35 µm. Kultivar Kalisube memiliki jumlah stomata paling tinggi yaitu 28,80 stomata per 1 mm2 luas epidermis daun sedangkan paling rendah dimiliki Kedung Paruk 20,80 stomata per 1 mm2 luas daun. Kultivar Kedung Paruk dan Kalisube memiliki 1 trikoma per 1 mm2 luas daun, sedangkan pada kultivar Candinegara tidak memiliki trikoma. | Salak [Salacca zalacca (Gaertn.) Voss] is native of Indonesia. This plants has cultivars that can be distinguished based on region of origin, rind color, fruit flesh color, scent and taste of the fruit. In Banyumas regency, there are three local salak cultivars namely S. zalacca 'Kedung Paruk', S. zalacca 'Kalisube' and S. zalacca 'Candinegara'. The aim of this study was to determine the structure and character of the leaf anatomy of three local salak cultivars in Banyumas Regency. The method used was a survey, with Purposive Random Sampling while the creation of anatomy preparations was a paraffin method. The variables were leaf anatomical characters. i.e the cuticle thickness, mesophyll thickness, epidermis thickness, stomata size, number of stomata, and trichomes. The data was then analyzed descriptively. The results showed that three cultivars have the same leaf anatomy structure. The leaf anatomy structure consisted of three tissue system there are epidermal, mesophyll, tissue transport and presence of ca-oxalate crystals. The differences in the cultivar of Kalisube have the thickness cuticle was 5.48 µm while Candinegara with thinnest was 5.00 µm. cultivars of Candinegara with thickness the epidermal layer was 13.13 µm while Kalisube with thinnest was11.63 µm. Cultivar of Kedung Paruk with thickness of mesophyll was 133.50 µm while Candinegara with thinnest of mesophyll was 115.50 µm. The varies of stomata size with the length and width of between 14 to 16.50 µm from 3.20 to 3.35 µm. Kalisube had the highest number of stomata per 1 mm2 unit of leaf area which were 28.80 stoma. Kedung Paruk had the fewest number of stomata which were 20.80 stoma. Trichomata on Kedung Paruk and Kalisube was the only one trichomes per 1 mm2 unit of leaf area, while the cultivars of Candinegara didn’t have not trichomes. | |
| 8302 | 8866 | F1F008016 | The Struggle of the Main Characters in The Heretic’s Daughter to Fight the Absurdity of Life. | Kata Kunci: absurdisme, keadaan yang absurd, perjuangan, penjara, hukuman mati, kematian. Penelitian berjudul The Struggle of the Main Characters in The Heretic’s Daughter to Fight the Absurdity of Life bertujuan untuk menganalisa perjuangan para karakter utama pada novel dalam menghadapi keadaan absurd di kehidupan mereka. Novel ini bercerita tentang keluarga Carrier yang berjuang keras untuk menghadapi keadaan absurd yang menerpa hidup mereka. Dalam penelitian ini, metode deskriptif telah diterapkan untuk menganalisa data. Sumber data dari penelitian ini adalah novel karya Kathleen Kent berjudul The Heretic’s Daughter yang terfokus pada analisis mengenai isu-isu Absurdisme. Ada beberapa langkah yang dilakukan untuk menganalisis jawaban dari rumusan masalah dalam penelitian ini. Langkah pertama adalah mengumpulkan data-data dari novel. Kemudian, data-data tersebut diklasifikasikan sesuai dengan rumusan masalah. Selanjutnya, data-data akan dianalisis dan kemudian dihubungkan dengan teori Absurdisme. Lalu, data-data itu akan dicek untuk menemukan kebenarannya; dan yang terakhir adalah membuat kesimpulan dari seluruh penjelasan yang telah dipaparkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para karakter utama dalam novel, Martha, Sarah, Tom, dan Andrew Carrier, sebagai manusia yang hidup di dunia yang kejam telah mengahdapi berbagai situasi yang sulit yang dikenal dengan keadaan absurd. Martha dan anak-anaknya dibenci oleh warga kota tempat mereka tinggal; mereka dituduh sebagai keluarga penyihir; mereka dipenjarakan untuk suatu kesalahan yang tidak mereka lakukan; dan yang paling buruk adalah, Martha dihukum mati hanya karena dia berpegang teguh pada keyakinan dan kebenaran yang ia percayai. Mereka menghadapi keadaan absurd ini dengan penuh keberanian tanpa menunjukkan sedikitpun tanda menyerah pada keadaan dan mereka terus berjuang. Semua perjuangan mereka akhirnya membuahkan hasil yang lebih baik bagi hidup mereka, kecuali Martha yang sudah mati. Namun, kematiannya juga mengandung kemenangan karena dia rela mati demi kebenaran yang dia percayai selama ini. Sedangkan bagi anggota keluarga yang lain, mereka akhirnya dibebaskan dan memulai hidup baru dengan penuh kedamaian karena orang-orang mulai menyadari bahwa mereka adalah kelurga yang pantas dihormati karena perjuanangan mereka dalam berjuang demi keadilan dan hak-hak manusia. | Keywords: absurdism, absurdity, struggle, jail, death sentence, death. The research entittled The Struggle of the Main Characters in The Heretic’s Daughter to Fight the Absurdity of Life is conducted to analyze the struggle of the main characters in the novel in facing the absurdity in their lives. This novel tells about the Carriers family who struggle hard to face some absurdities that exist in their lives. In this research, descriptive method is applied to analyze the data. The data source of this research is Kathleen Kent’s The Heretic’s Daughter which is focused on the analysis of the Absurdism issues. There are some steps done in analyzing the answers of the research question of this study. The first step is to collect the data from the novel. Then, clasify the data based on the research question. Next is to analyze the data and link it with the theory of Absurdism. Later on, the data will be checked to see the trustworthiness; and the last one is to draw the conlcusion of all the explanations. The result of the analysis shows that the main characters of the novel, Martha, Sarah, Tom, and Andrew Carrier, as human beings living in the hostile world have faced some difficult situation in life known as absurdity. Martha and her children are hated by the people in town; they are accused as witches; they are being jailed for something that is not done by them; and worst, Martha is death-sentenced just because she keeps her faith and truth within her. They face all the absurdities bravely by not showing any single sign of giving up on struggling. From all these struggles, they finally gain something better in their live, except Martha who is dead. However, her death is triumphant because she dies holding what she believes to be true. As for the rest of the family, they are finally freed and then live their lives peacefully as people start to see that they are a respectable family who struggle for human rights and justice. | |
| 8303 | 8867 | F1F008006 | An Analysis Address Term Used by Po in Kungfu Panda 2 Movie. | Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menjelaskan panggilan yang digunakan oleh Po pada saat berbicara dengan karakter lain dalam film Kungfu Panda 2, (2) untuk menjelaskan konteks yang digunakan oleh Po pada saat berbicara dengan karakter lain dalam film Kungfu Panda 2 Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan metode purposive sampling untuk memilih sempel dari populasi. Sedangkan data dari penelitian ini adalah ujaran-ujaran yang digunakan Po pada saat berbicara dengan karakter lain. Data tersebut kemudian dianalisis untuk menemukan panggilan serta menjelaskan pengaruh pada perbedaan panggilan yang digunakan oleh Po dalam film Kungfu Panda 2. Setelah peneliti melaksanakan penelitian ini, peneliti menemukan 26 panggilan yang berbeda dalam ungkapan-ungkapan Po pada film Kungfu Panda 2. Penemuan tersebut terdapat empat kategori yaitu: TLN (title dan nama belakang), T (title), FN (nama depan) dan nama keluarga. Yang pertama, untuk TLN ditemukan 5, untuk T, hanya 3, untuk FN 15, dan untuk nama keluarga ditemukan 3. | Keywords: address term, context, Kungfu Panda 2 movie. The purposes of this research are (1) to explain of address term that is used by Po character in his dialogue with other characters in Kungfu Panda 2movie (2) to explain the context in addressing that is used by Po when he talks to other characters in Kungfu Panda 2 movie This research applied qualitative research method. The purposive sampling was used to take the data of the research. The data of the research were utterances said by Po’s in his conversations with the other characters. Those data were analyzed to find out the address term that is used by Po and to describe the influence of diffrence in addressing term that used by Po in Kungfu Panda 2 movie. After conducting the analysis, the researcher found 26 address term that in Po’s utterances in Kungfu Panda 2 movie. They consist of four categories: TLN (title and the last name), T (title), FN (first name) and kindship. The first one is TLN found 5, and only 3 for T, FN found 15, and the last for kinship found 3. | |
| 8304 | 8868 | F1F009019 | WOMEN OBJECTIFICATION IN PROSTITUTION REFLECTED IN CHARLIE DANIEL’S NOVEL PRICELESS | Peneliti melaksanakan penelitian berjudul Women Objectification in Prostitution reflected in Charlie Daniel’s novel Priceless. Penelitian ini bertujuan untuk melukiskan bagaimana objektifikasi wanita dalam kehidupan prostitusi dalam novel Priceless karya Charlie Daniel. Peneliti menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dijalankan, novel Priceless yang digunakan peneliti sebagai objek penelitan dapat menggambarkan tujuh kriteria dari objektifikasi wanita melalui kehidupan karakter yang ada didalam novel. Yang pertama, Instrumentality digambarkan melalui kehidupan tokoh Chrissie yang tubuhnya menjadi konsumsi masyarakat. Yang kedua, Denial of Autonomy digambarkan saat Hak Chrissie untuk bertindak atau berbicara di abaikan oleh pengadilan dan masyarakat dikarenakan ia seorang pekerja seks komersial. Yang ketiga adalah Inertness, hal ini terlihat dalam kehidupan Chrissie dimana setiap pria yang datang dalam kehidupannya hanya singgah sebentar dan kemudian pergi meninggalkannya dan ia dianggap tidak berharga. Selanjutnya, Fungibility terlihat saat mucikari menganggap pekerja seks komersial sebagai komoditas yang dapat di tukar dengan tipe yang sama ataupun berbeda. Violability terlihat ketika Chrisiie mendapatkan serangkaian kekerasan dari kekasihnya yang bernama Hector. Yang keenam, Ownership digambarkan oleh para pekerja seks komersial yang menjadi properti dari seseorang. Denial of Subjectifity, terlihat saat pacar Chrissie memperlakukannya sebagai sesuatu yang nyata tetapi perasaannya tidak pernah dihargai. | The research is entitled an Analysis of Women Objectification in Prostitution reflected in Charlie Daniel novel’s Priceless. The aim of the research is to describe women objectification in prostitution reflected in the novel Priceless by Charlie Daniel. The researcher uses qualitative method. Based on the research, the novel reflects the seven criteria of women objectification through the life of the character of the novel. Firstly, Instrumentality is described in Chrissie’s life which becomes public consumption when her body is used as tools to promote one of magazine sport. Second, Denial of Autonomy is described when Chrissie is accused as murderer although she never does it. Her autonomy is denied by the justice and society because she is a prostitute. Third, Inertness is shown in Chrissie’s life, everyman who comes into her life stays for a while and leaves her because they think she is worthless. Next, Fungibility is reflected when the pimp considers prostitute as commodity which can be exchange with same type or different type every week. Then, Violability is shown when Chrissie gets a series of violence from her boyfriend, Hector. Ownership is described by prostitutes who become someone’s property. Denial of Subjectivity shown when Chrissie’s boyfriend treat her as something entity but her feeling is not regarded. Keywords: prostitute, women, women objectification. | |
| 8305 | 4477 | A1C008025 | Penerapan Strategi Bauran Pemasaran Jeniper Sirup dan Fresh Drink pada CV Mustika Flamboyant Kabupaten Kuningan | Kecamatan Ciawigebang merupakan sentra produksi minuman sirup di Kabupaten Kuningan. Hal ini ditunjukan dengan berkembangnya perusahaan yang mengelola jeruk nipis dikawasan ini, salah satunya adalah CV Mustika Flamboyant. Adanya pesaing dalam bidang usaha yang sama yaitu jeruk nipis peras, maka diperlukan strategi keunggulan bersaing yaitu dengan melakukan kegiatan pemasaran yang efektif. Pengambilan keputusan di bidang pemasaran hampir selalu berkaitan dengan variabel-variabel bauran pemasaran (marketing mix). Agar perusahaan dapat meningkatkan laba, maka upaya untuk menjual barang dengan tepat dan cepat adalah melalui kegiatan bauran pemasaran. Oleh karena itu, penilitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi bauran pemasaran yang telah diterapkan oleh CV Mustika Flmboyant. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menerapkan strategi bauran pemasaran dalam memasarkan produknya guna meningkatkan penjualan Jeniper. Adapun startegi bauran pemasaran yang diterapkan perusahaan yaitu; (1) produk meliputi merk, kualitas, fungsi, varian produk, kemasan, dan label, (2) harga meliputi kesesuaian harga berdasarkan varian produk, harga ekonomis, potongan harga, dan syarat pembayaran, (3) distribusi meliputi saluran distribusi dan lembaga saluran ditribusi, (4) promosi meliputi publisitas, personal selling, dan promosi penjualan. | Sub-district Ciawigebang a beverage syrup production center in Kuningan regency. This is evidenced by the development company lime processing this region, one of which is the CV Mustika Flamboyant. The existence of competitors in the same business that is lime juice, it requires a strategy of competitive advantage namely the effective marketing activities. Decision making in marketing is almost always associated with marketing mix variables. For the company to increase profits, then attempt to sell the goods properly and quickly is through the marketing mix. Therefore, The studies aimed to determine the marketing mix strategies that have been implemented by CV Mustika Flmboyant. The method of data analysis is descriptive data analysis. The results showed that the company's marketing mix strategy in marketing their products in order to increase sales Jeniper. The strategy adopted corporate marketing mix, namely: (1) products include brands, quality, function, variant products, packaging, and labeling, (2) the price includes the price of conformity based on product variants, economically priced, discounted rates, and payment terms, (3) the distribution channels of distribution include distribution of channels and institutions, (4) promotion includes publicity, personal selling, and sales promotion. | |
| 8306 | 8869 | H1F008037 | GEOLOGI DAN STUDI LINGKUNGAN PENGENDAPAN BERDASARKAN FOSIL JEJAK PADA FORMASI TAPAK DAERAH TANGKISAN DAN SEKITARNYA KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAH | Lokasi penelitian berada didaerah Tangkisan dan sekitarnya, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Posisi geografis daerah penelitian terletak pada 109.3700 - 109.3960 BT dan 7.235980 - 7.270150 LS. Satuan geomorfologi daerah penelitian terbagi menjadi lima satuan, yaitu Satuan Punggungan Antiklin Onje, Satuan Punggungan Sinklin Banjarkerta, Satuan Lembah Antiklin Tangkisan, Satuan Aliran Lahar Lambur, dan Satuan Dataran Aluvial Slinga-Kalapacung. Stratigrafi daerah penelitian terbagi menjadi empat satuan, yaitu Satuan Batulempung (Formasi Kalibiuk, umur N18-19) , Satuan Batupasir (Formasi Tapak, umur N19), Satuan Endapan Lahar (umur kuarter), Satuan Endapan Aluvial (umur kuarter). Satuan Batupasir Formasi Tapak di daerah penelitian merupakan tempat di lakukan analisis Fosil jejak (Bioturbasi). Lingkungan Pengendapan satuan batupasir Formasi Tapak berdasarkan adanya Fosil jejak Planolites, Terebellina, Thalassinoides, moluska Gastropoda dan Pelecypoda dan Foraminifera bentonik cibicides sp, yaitu Neritik Dalam – Neritik Tengah. | Study site located in Tangkisan, Mrebet distrik, Purbalingga regency, Central java. The geographical position of the study area is located on 109.3700 - 109.3960 BT and 7.235980 - 7.270150 LS. Geomorphological units of the study area is divided into five units, namely Onje Ridge Anticline Unit, Syncline Ridge Banjarkerta Unit, Valley Anticline Tangkisan Unit, Lava Flow Lambur Unit, and Alluvial Plain Slinga-Kalapacung Unit. Stratigraphic study area is divided into four units, namely claystone unit (Kalibiuk Formation, the age of N18-19), Sandstone Unit (Tapak Formation, age N19), Lava Deposition Unit (age quarter), Alluvial Deposition Unit (age quarter). Sandstone Unit of Tapak Formation is where the trace fossil analysis (Bioturbation). Environmental Precipitation sandstone unit of Formation Tapak by the presence of trace fossils Planolites, Terebellina, Thalassinoides, and Pelecypoda Gastropoda molluscs and Foraminifera bentonik cibicides sp, is Edge Neritic - Middle Neritic. | |
| 8307 | 10525 | E1A009128 | Implikasi Sistem Proporsional Terbuka Dalam Pemilihan Umum Legislatif Terhadap Demokrasi Di Indonesia | Pemilihan umum adalah tatacara untuk mewujudkan demokrasi, dengan cara perwakilan. Pemilihan umum memiliki arti penting sebagai salah satu prosedur utama dalam demokrasi, serta sebagai sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat yang diamanatkan dalam Konstitusi yang tercantum dalam Pasal 22E Undang-Undang Dasar 1945. Undang-Undang Dasar 1945 tidak menentukan model sistem pemilihan umum, pilihan sistem pemilu akan sangat tergantung kepada legal policy pembentuk undang-undang. Sistem Pemilu menjadi sangat penting karena, berimplikasi secara sistemik terhadap kehidupan berdemokrasi yang berlangsung, yaitu mempengaruhi hasil pemilu, mempengaruhi sistem kepartaian, mempengaruhi perilaku politik masyarakat, mempengaruhi demokratisasi dan mempengaruhi stabilitas politik. Perkembangan empat kali sistem pelaksanaan pemilihan umum setelah perubahan UUD 1945, memperlihatkan bahwa sistem pemilu Indonesia masih terus berdinamika dari satu bentuk ke bentuk lainnya, mencari formatnya yang paling sesuai dengan prinsip kedaulatan rakyat (Demokrasi) yang ada dalam UUD 1945. Penelitian ini akan menguraikan berkaitan dengan implikasi sistem proporsional terbuka dalam pemilihan umum legislatif terhadap demokrasi di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konsep, dan pendekatan analisis. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan sumber bahan hukum primer dan sekunder dengan metode normatif kualitatif. Metode pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan studi kepustakaan, internet browsing, dan telaah artikel ilmiah. Metode penyajian bahan hukum disajikan dalam bentuk teks deskriptif naratif. Hasil penelitian diperoleh bahwa implikasi langsung sistem proporsional terbuka dalam pemilihan umum legislatif terhadap demokrasi di Indonesia, telah memberikan ruang yang luas terhadap kedaulatan rakyat dalam menentukan pilihannya kepada siapa saja calon legislatif yang dianggap layak dan mampu mewakili aspirasi masyarakat di dalam lembaga perwakilan (DPR,DPRD). Sistem penentuan calon terpilih berdasarkan suara terbanyak, dirasa lebih adil bagi calon anggota legislatif dan masyarakat yang menggunakan hak pilihnya, karena kemenangan seorang calon tidak bergantung kepada partai politik (Oligarki Parpol), melainkan disebabkan faktor dukungan suara rakyat yang diberikan kepada calon tersebut. | An election is an embodiment of democracy, in the way of representation. General elections bare an essential role as one of the major procedures of democracy, as well as the means to manifest the people's sovereignty mandated in the Constitution, clause 22E of UUD 1945. UUD 1945 does not define the model of the electoral system; the choice of electoral system will depend on the legal policy of the legislators. Electoral system becomes very important because it systemically influences the democratic event taking place, affects the outcome of the election, the party system, people's political behavior, democratization, and also the political stability. The four times development of the system of elections after the 1945 amendments shows that the Indonesian electoral system remains dynamically improving from one form to another, searching for the most appropriate format to the principle of sovereignty of the people (democracy) as guided by UUD 1945. This study will elaborate regarding the implications of the open proportional system in legislative elections towards democracy in Indonesia. The method used in this research is normative juridical approach to legislation, concept approach, and analysis approach. The research specification is descriptive study using primary sources and secondary legal materials with normative qualitative methods. Methods of collection of legal materials conducted using literature study, internet browsing, and study of scientific articles. Method of presentation of legal materials is presented in the form of descriptive narrative text. The results showed that the direct implication of open proportional system in legislative elections towards democracy in Indonesia has given ample scope to the sovereignty of the people in determining their rights to choices to any candidates deemed worthy and able to represent the aspirations of the people in the representative institutions (DPR,DPRD). Election system of candidates determined by majority vote, considered to be more fair for the potential members of the legislature and the people who use their voting rights, as the victory of a candidate does not depend on political parties (Oligarchy political party), but due to the supports of the people's votes given to the candidate. | |
| 8308 | 10526 | A1L011112 | PERENCANAAN PERTANIAN KONSERVASI PADA BEBERAPA TINGKAT KELERENGAN DI KECAMATAN BANJARMANGU KABUPATEN BANJARNEGARA | Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi erosi aktual, menduga indeks bahaya erosi dan menentukan perencanaan pertanian konservasi pada beberapa tingkat kelerengan di Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel tanah berdasarkan satuan lahan homogen. Variabel yang diamati meliputi faktor erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kecuraman lereng (LS), pengelolaan tanaman dan tanah (CP), nilai indeks bahaya erosi (IBE) dan nilai toleransi erosi (T). Prediksi erosi ini menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation). Pembuatan rencana pertanian konservasi dilakukan dengan pendekatan perhitungan faktor P minimal untuk perbandingan nilai erosi dengan nilai toleransi. Hasil menunjukkan bahwa prediksi erosi yang terjadi pada kelerengan 0%-8% sebesar 0,81 ton/ha/tahun, 8%-15% sebesar 5,49 ton/ha/tahun, 15%-25% sebesar 7,31 ton/ha/tahun, 25%- 40% sebesar 126,62 ton/ha/tahun, >40% sebesar 233,81 ton/ha/tahun. Arahan penggunaan lahan pada kelerengan 15%-25% adalah kebun campuran kerapatan sedang dan penggunaan mulsa sisa tanaman atau penanaman rumput Brachiaria decumbens (tahun pertama), kelerengan 25%-40% adalah kebun campur kerapatan tinggi ditutupi mulsa sisa tanaman, dan kelerengan >40% adalah hutan produksi tebang pilih ditutupi mulsa sisa tanaman dan rumput Brachiaria decumbens (tahun pertama) disertai dengan pembuatan teras bangku. | This research aimed to predict actual erosion, to predict index of hazard erosion and to determine agricultural conservation planning in some level of slope in Subdistrict of Banjarmangu Banjarnegara Regency. This Research methodology used is method of survey with soil sampling was carried out based on a homogeneous land units. The variables are the rainfall erosivity factors (R), erodibility soil factor (K), the length and steepness slope factor (LS), the cover management and support ptactice factor (CP), index of hazard erosion (IBE) and tolerance value erosion (T). Erosion predict withUSLE method (Universal Soil Loss Equation). Making plan conservation of agriculture is done with minimal P factor calculation approach for comparison of erosion to the value of tolerance. The results showed the prediction erosion that occurs in 0%-8% slope wich amount 0,81 tons/ha/year, 8%-15% slope wich amount 5,49 tons/ha/year, 15%-25% slope wich amount 7,31 tons/ha/year, 25%-40% slope wich amount 126,62 tons/ha/year, and >40 % slope wich amount 233,81 tons/ha/year. The directions of land use on slopes of 15% -25% is medium density mixed farms with mulch crop residues or the cropping of grass Brachiaria decumbens (first year), 25%-40% slope is high density mixed farms with mulch crop residues, and slope > 40% is production forest select covered mulch debris and grasses Brachiaria decumbens (first year) accompanied by making a terrace a bench . | |
| 8309 | 11038 | G1B009030 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM PENGOBATAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIJAGA KOTA CIREBON | Diare merupakan penyebab nomor satu kematian balita di seluruh dunia.Provinsi Jawa Barat termasuk 10 provinsi yang memiliki prevalensi diare lebih tinggi dari angka prevalensi nasional (9%).Terdapat peningkatan kasus diare di Kota Cirebon pada tahun 2012 dengan kejadian tertinggi di Puskesmas Kalijaga sebanyak 1.642 kasus.Adanya perilaku pengobatan yang buruk dapat menyebabkan kegagalan pengobatan dan beresiko kecacatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pengobatan diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kalijaga Kota Cirebon.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian analytic observasional, metode rancangan yang digunakan adalah pendekatan potong lintang (Cross-Sectional). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita penderita diare yang tercatat selama bulan Januari-Juni 2014 yakni sebanyak 186 balita di wilayah kerja Puskesmas Kalijaga Kota Cirebon. Sampel dalam penelitian ini adalah balita penderita diare yang terpilih dan bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Kalijaga Kota Cirebon sejumlah 66 orang yang diambil dengan menggunakan teknik proportional random sampling.Responden dalam penelitian ini adalah ibu dari balita. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam pengobatan diare pada balita adalah tingkat pendidikan (p= 0.001), tingkat pendapatan (p= 0.036), pengetahuan (p=0.019) dan sikap (p=0.033). Faktor-faktor yang tidak berpengaruh adalah jenis pekerjaan, peran dokter dan keterjangkauan pelayanan kesehatan.Saran dalam penelitian ini adalah ibu meningkatkan pengetahuan dengan mengikuti kegiatan penyuluhan yang ada di posyandu. | Diarrhea is number one cause of toddler mortality around the world. West java province including 10 provinces with higher prevalence of diarrhea from a national prevalence ( 9 % ). There are increased case of diarrhea in cirebon city in 2012 with the highest case in kalijaga public health centre as much as 1.642 cases. Bad treatment behavior can cause the failure of treatment and at risk of disability. The purpose of this research was to know about the associated factors with treatment behavior of diarrhea in toddlers in the region work of Kalijaga public health centre Cirebon City. This research was quantitative research, with the kind of observational analytic study, the method used cross sectionalapproach. Thepopulation in this research were the toddlers with diarrhea who were noted during January until June 2014 and there are 186 toddlers in the region work of Kalijaga public health centre. The sample in this research were the toddlers with diarrhea who were selected and reside in region work of Kalijaga public health centre Cirebon City, it is around 66 people, this sample is taken by using proportional random sampling techniques. Therespondents in this research was the mother of that toddler.The results of this research showed that the concern with the mother in the treatment of diarrhea in toddlers are the education level ( p = 0.001 ) , income level ( p = 0.036 ) , knowledge ( p = 0.019 ) and the attitude ( p = 0.033 ). The factors that did not affect is kind of work , the role of doctors and affordability of health services. Advice in this research is the mother should increase her knowledge by following extension activities in integrated post service. | |
| 8310 | 11036 | B1J010001 | DAYA SERAP KARBONDIOKSIDA PADA BUDIDAYA SINGKONG (Manihot esculenta) DI DESA BANTERAN KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Permasalahan lingkungan global yang menjadi isu penting adalah pemanasan global. Pemanasan global disebabkan karena meningkatnya emisi gas rumah kaca, terutama karbondioksida (CO2). Salah satu upaya untuk mengurangi konsentrasi CO2 di atmosfer adalah melalui peningkatan proses fotosintesis melalui tanaman budidaya. Tanaman budidaya yang banyak diusahakan oleh masyarakat Desa Banteran adalah singkong (Manihot esculenta). Penyerapan CO2 pada tanaman singkong dan tanaman lainnya dapat terjadi karena tanaman tersebut memiliki kemampuan untuk berfotosintesis menggunakan karbondioksida dan air sebagai bahan baku. Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan tanaman menyerap CO2, diantaranya ialah jenis tanaman, indeks luas daun, indeks stomata, dan umur tanaman. Umur tanaman merupakan penentu dari berbagai faktor tersebut. Perbedaan umur tanaman akan mengakibatkan terjadinya perbedaan penyerapan CO2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%, serta analisis korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara umur tanaman singkong dengan daya serap karbondioksida. Umur singkong yang paling optimal dalam menyerap karbondioksida adalah umur 3 bulan dengan daya serap per hektar per waktu sebesar 2745.0160 g.ha-1.waktu-1. | The global environmental problems as an important issue is global warming. Global warming due to increasing greenhouse gas emissions, especially carbon dioxide (CO2). One effort to reduce the concentration of CO2 in the atmosphere is through increased photosynthesis trough crops. Cultivated plants that many cultivated by the people in Banteran village is cassava (Manihot esculenta). Carbon dioxide (CO2) equestration can occur in cassava plants because these plants have the ability to photosynthesize using carbon dioxide and water as raw materials. Many factors affect the ability of plants to absorb CO2, of which is the type of plant, leaf area index, stomatal index, and age of the plant. Age of plants is a determinant of various factors. The difference in age of the plant will result in differences in the absorption of CO2. This research was used survey methods with the sampling technique stratified random sampling. The data obtained will be analyzed using analysis of variants (ANOVA) with the rate of trust 95% and 99%, as well as correlation and regression analysis. The results showed that there is a relationship between the age of cassava plants with carbon dioxide absorption. The most optimal age of cassava plant to absorb carbon dioxide is 3 months with the absorption per hectar per time at 2745.0160 g.ha-1.time-1. | |
| 8311 | 8870 | A1H010047 | KAJIAN UNSUR IKLIM MIKRO PADA SISTEM AEROPONIK DENGAN PENDINGINAN PERAKARAN UNTUK PRODUKSI BENIH KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI DATARAN RENDAH | Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh iklim mikro dan pendinginan daerah perakaran terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil benih kentang di daerah dataran rendah pada sistem aeroponik. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan yaitu kontrol, suhu pendinginan nutrisi 20 oC dan pH nutrisi 6,5 (perlakuan 1), suhu pendinginan nutrisi 15 oC dan pH nutrisi 6,5 (perlakuan 2) dan suhu pendinginan nutrisi 15 oC dan pH nutrisi 7,5 (perlakuan 3). Data iklim mikro rata-rata di greenhouse yaitu suhu udara 27 oC, kelembaban udara 83 %, kecepatan angin 0,02 m/s, dan tekanan udara 102 kPa. Data evapotranspirasi tanaman untuk masing-masing perlakuan kontrol, perlakuan 1, perlakuan 2 dan perlakuan 3, berturut-turut adalah 0,88 mm/hari, 2,33 mm/hari, 1,57 mm/hari dan 2,29 mm/hari. Perlakuan 1 memiliki evapotranspirasi tertinggi yang menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun tertinggi diantara perlakuan yang lain. Pendinginan daerah perakaran pada perlakuan 1 juga menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, bobot umbi, diameter umbi tertinggi diantara perlakuan yang lain. | Purpose of this study is to know the influence of microclimate and zone cooling on crop growth and yield of potato in aeroponic system inside the greenhouse. The study consisted of four treatments: control, nutrition cooling temperature of 20 oC and nutrition pH of 6,5 (first treatment), nutrition cooling temperature of 15 oC and nutrition pH of 6,5 (second treatment) and nutrition cooling temperature of 15 oC and nutrition pH of 7,5 (third treatment). The microclimate data in the greenhouse are 27 °C air temperature, 83 % humidity, 0,02 m/s wind speed, and 102 kPa air pressure. The crop evapotranspiration data for each of the control treatment, first treatment, second treatment and third treatment, respectively 0,88 mm/day, 2,33 mm/day, 1,57 mm/day and 2,29 mm/day. First treatment has the highest rate of evapotranspiration which resulted the highest height of plant and number of leaves among other treatments. Root zone cooling at first treatment also resulted the highest height of plants, number of leaves, number of tubers, weight of tubers, diameter of tubers, among other treatments. | |
| 8312 | 4489 | F1A007005 | Peran single parent dalam keluarga (Studi Tentang Usaha Single Parent dalam Memenuhi kebutuhan Hidup Keluarga di Desa Bumiayu) | Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif , lokasi penelitian di Desa Bumiayu Kecamatan Bumiayu, kabupaten Brebes. Perempuan single parent berusia 30 sampai 50 tahun yang memiliki anak dan yang ditinggal meninggal dunia menjadi sasaran utama penelitian ini dan jumlah informan utama adalah 15 orang. Sasaran pendukungnya adalah keluarga besar, tetangga, kerabat, tokoh masyarakat setempat yang berjumlah 4 orang. Teknik menentukan informan menggunakan purposive sampling, metode pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan model Analisis Interaktif, yang komponennya terdiri atas pengolahan data, reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Penemuan dari penelitian ini perempuan single parent yang tidak ingin menikah lagi setelah ditinggal meninggal suaminya. | The Method is utilized in this research that is qualitatif descriptive, location of research is Bumiayu viilage , Bumiayu district, Brebes regency. Female single parent gets age 30 until 50 years that have child and that remained die by her husband is become main target of this observational and totalof main informan is 15 persons. The supporting target is a big family, neighbours, relative, local society figure that its total are 4 persons. Tech of determine informan utilize purposive sampling, methods data collecting are interview visceral, observation, and documentation. Data source comprise of data primary and data skundery. Analisis data is done by analisis interactive model, that its component comprise of data management, data reduction, data representation, and conclusion pull (verification). Invention of this research female single parent that doesn’t want to get married again afters was remained die by her husband. | |
| 8313 | 10527 | E1A011005 | KAJIAN YURIDIS PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kajian yuridis Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga Nomor 28 Tahun 2012 Tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Perda TSP) terhadap Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (UU PT) dan realisasi Pasal 26 Perda TSP yang mengamanatkan pengelola tanggung jawab sosial perusahaan sudah harus terbentuk paling lambat satu tahun sejak diundangkannya Perda ini. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis berupa gabungan antara metode penelitian yuridis normatif dan yuridis sosiologis. Yuridis normatif dalam penelitian hukum ini menggunakan pendekatan taraf sinkronisasi hukum untuk mengkaji Perda TSP terhadap Pasal 74 UU PT. Sedangkan yuridis sosiologis dalam penelitian hukum ini digunakan untuk mengkaji realisasi Pasal 26 Perda TSP yang mengamanatkan pengelola tanggung jawab sosial perusahaan sudah harus terbentuk paling lambat satu tahun sejak diundangkannya Perda ini. Hasil penelitian tentang kajian yuridis Perda TSP terhadap Pasal 74 UU PT adalah beberapa Pasal dalam Perda TSP yaitu Pasal 1 angka (6), Pasal 1 angka (9) dan Pasal 20 ayat (1) bertentangan dengan Pasal 74 UU PT dan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 Tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Pasal 26 Perda TSP belum dapat direalisasikan dengan baik karena sampai penelitian hukum ini dilakukan belum ada koordinator atau leading sektor dalam pembentukan tim pengelola TSP, hal ini dikarenakan beberapa faktor, yaitu: a. Kurangnya koordinasi antar instansi/lembaga Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga; b. Kurangnya kesadaran dikalangan sumber daya manusia di instansi/lembaga Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga; c. Kurangnya fungsi pengawasan baik berupa pemantauan maupun evaluasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Purbalingga untuk lebih mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga untuk segera membentuk peraturan pelaksana Perda TSP ini. | This research aims to find out how is the juridical review about the Regional Regulation in the Regency of Purbalingga Number 28 in 2012 about the Corporation Social Responsibility (Perda TSP) to the Article 74 Ordinance Number 40 in 2007 about the Limited Company (UU PT) and Realization of the Article 26 Perda TSP that explains the stakeholders of corporation social responsibility have to be established at least one year since establishment of this Regional Regulation (Perda). The method of approach in this research uses the sociological juridical by combining between the method of normative juridical research and sociological juridical. Normative juridical in this law research uses the approach of law synchronization level to examine the regional regulation TSP (Perda TSP) to the Article 74 of Ordinance PT. And the sociological juridical in this law research is used to examine the realization Article 26 Perda TSP that explains the stakeholder of corporate social responsibility that must be established at least one year since the establishment of this Perda. The results of research about the juridical examination Perda TSP to the Article 74 of Ordinance PT, they are some of articles in Perda TSP that are Article 1 number (6), Article 1 Number (9) and Article 20 sub article (1) they are contradiction with the Article 74 Ordinance PT and Government Regulation Number 47 in 2012 about the Social Responsibility and Limited Company Environment. Article 26 Perda TSP can not be realized yet well because until this law research is conducted there does not has the coordinator or leading sector in the establishment of the stakeholder team TSP, it is caused there are some of factors, that are: a. Lack of the coordination between the department/regional government institution in the Regency of Purbalingga; b. Lack of the awareness in the human resources in the department/regional government institution in the regency of Purbalingga; c. Lack of the controlling function such as the observation or evaluation from the regional legislative assembly in the regency of Purbalingga to insist the regional government in the Regency of Purbalingga to establish the stakeholder regulation of Perda TSP. | |
| 8314 | 11039 | B1J010065 | DAYA SERAP KARBONDIOKSIDA (CO2) PADA TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis) DI DESA TAMBAKSOGRA KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Kerusakan lingkungan sudah sangat mengkhawatirkan akibat adanya perubahan suhu atmosfer bumi secara global yang disebut dengan global warming. Dampak dari adanya pemanasan global diantaranya adalah terjadinya perubahan iklim yang berpengaruh terhadap kepunahan organisme beserta ekosistemnya. Oleh karena itu dibutuhkan penanggulangan untuk mengurangi pemanasan global. Penanggulangan yang paling efektif diantaranya adalah melalui penanaman tumbuhan yang berfungsi sebagai penyerap gas CO2. Salah satu tanaman yang potensial menyerap CO2 adalah kacang panjang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Variabel yang digunakan adalah variabel bebas berupa umur tanaman dan variabel tergantung berupa daya serap karbondioksida oleh daun. Parameter yang diukur adalah daya serap karbondioksida berupa massa karbohidrat, massa karbondioksida, luas daun, jumlah daun, dan kerapatan tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%, serta korelasi dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara umur tanaman dengan penyerapan CO2. Tanaman kacang panjang yang menyerap CO2 paling optimal per hektar per musim adalah umur 3 bulan dengan daya serap sebesar 2076,7883 g.ha-1.musim-1. | Environmental preservation is very worrying issue as a consequence of temperature alteration of the Earth's atmosphere in the world, which is called global warming. The most effective tackling is through the cultivation of plants that function as an absorption of CO2. One of the plants which can potentially absorb CO2 is the string beans. The method used in this study is a survey method with the sampling technique stratified random sampling. The variables used in this research are the age of string beans as independent variable and the absorption of CO2 in string beans leaf as dependent variable. The parameter were used consists of carbohydrates mass of leaf, number of leaf per tree, leaf surface area, plant density, and CO2 contents on leaves in three string beans plant age stratas. The data obtained will be analyzed using analysis of variants (ANOVA) with the rate of trust 95% and 99%, as well as correlation and regression analysis. The results showed that there are correlation between age of plant with CO2 absorption. String beans plants which most optimal absorb CO2 is the String beans of 3 month with the highest average of CO2 absorption per hectare per season is 2076,7883 g.ha-1.season-1. | |
| 8315 | 13710 | G1A012009 | PROFIL EKSPRESI MSH-2 (MutS Homolog-2) DAN KLINIKOPATOLOGIK KARSINOMA KOLOREKTAL DI WILAYAH BANYUMAS | Latar Belakang: Lebih dari satu juta kasus karsinoma kolorektal di dunia, kanker ini menempati urutan ketiga. Insidensi karsinoma kolorektal di Indonesia diduga cukup tinggi. Di Banyumas belum pernah dilakukan penelitian mengenai ekspresi MSH-2. Tujuan: Mengetahui profil ekspresi MSH-2 dan klinikopatologik karsinoma kolorektal di wilayah Banyumas, berdasarkan usia, jenis kelamin, topografi, stadium dukes, dan derajat diferensiasi histopatologis. Metode: Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional, total sampel 57, kemudian 45 sampel untuk pewarnaan imunohistokimia. Hasil: Presentase ekspresi MSH-2 positif (35,5%), MSH-2 negatif (64,5%). Jenis kelamin laki-laki (56,1%) lebih tinggi daripada perempuan (43,9%). Kelompok usia ≤40 tahun (19,3%) lebih rendah daripada usia >40 tahun (80,7). Stadium Dukes paling banyak stadium B (70,2%), stadium C (17,5%), stadium D (12,3%), stadium A (0%). Derajat differensiasi histopatologi paling banyak derajat baik (84,2%), derajat moderat (14,0%), dan derajat buruk (1,8%). Kesimpulan: Penderita karsinoma kolorektal terbanyak pada jenis kelamin laki-laki dan kelompok usia >40 tahun, topografi sering ditemukan pada kolon kiri. Stadium dukes pada stadium B dan derajat diferensiasi terbanyak diferensiasi baik. Ekspresi MSH-2 negatif lebih dominan. | Background: One million cases of colorectal carcinoma in the world, this cancer ranks as the third major. The insidence of colorectal carcinoma in Indonesia is high. In Banyumas, had never done the study on MSH-2 expression. Objective: Determine the expression profile of MSH-2 and clinicopathologic of colorectal carcinoma in Banyumas region based on age, sex, topography, dukes stages and degree of histopathologic differentiation. Method: Observational descriptive with cross sectional approach. Total of the samples are 57, and 45 samples were taken for immunohistochemical staining. Result: Percentage of MSH-2 positive expression (35,5%), negative expression (64,5%). Men (56,1%) than women (43,9%), the age less of 40 years (19,3%) than 40 years (80,7%), the dukes stages mostly of stage B (70,2%), stage C (17,5%), stage D (12,3%), and stage A (0%), degree of histopathologic differentiation good (84,2%), moderate (14,0%), poor (1,8%). Conclusion: Highest percentage of patients colorectal carcinoma is the men, age more than 40 years, topography often found in the left colon, dukes stage is stage B and degree of differentiation good either. MSH-2 negative expression is more often found. | |
| 8316 | 8871 | E1A010004 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PEMBELIAN BARANG DI TOKO MEUBEL ANANDA PEMALANG | ABSTRAK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PEMBELIAN BARANG DI TOKO MEUBEL ANANDA PEMALANG OLEH : HALLA FATMALA E1A010004 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perlindungan hukum bagi konsumen pembelian barang di Toko Meubel Ananda Pemalang. Metode yang digunakan dalam penulisan hukum ini yuridis normatif dan spesifikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah spesifikasi penelitian deskriptif normatif. Data penelitian yang digunakan adalah data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan literatur lain yang berkaitan dengan perlindungan konsumen serta didukung oleh data primer yang di peroleh dari wawancara, data yang disajikan adalah dengan uraian yang disusun secara sistematis, serta dalam menganalisis data menggunakan metode normatif kualitatif. Ketentuan mengenai hak-hak konsumen diatur dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dan berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui bahwa perlindungan hukum yang diberikan kepada konsumen di Toko Meubel Ananda telah dilaksanakan sesuai dengan yang diatur dalam Pasal 4 huruf a, b, d, e, f, g, h Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Kata kunci : Perlindungan hukum; Konsumen; Toko Meubel. | ABSTRACT LEGAL PROTECTION OF CONSUMERS PURCHASE GOODS IN THE FURNITURE STORE ANANDA PEMALANG BY : HALLA FATMALA E1A010004 The purpose of the study is for know and analytic legal protection Meubel Ananda shop the method is using in this writing law spesification, research, descriptive normative. The data used in this study is secondary data form of laws and regulation and other literature relating to consumer protection and supported by primary data obtained from interviews. The data presented are the description are arranged systematically, and analyzing the data using qualitative methods of normative. Provisions regarding consumer rights set out in article 4 of law No 8 of 1999 on consumer protection. And based on the results of the study it can be seen that the legal protection given to consumers at furniture stores Ananda has been carried out in accordance with that set out in article 4 letters a, b, d, e, f, g, h law No 8 of 1999 on consumer protection. Keywords : legal protection; consumers; furniture store. | |
| 8317 | 10528 | H1C010004 | OPTIMASI LEBAR CELAH UDARA ROTOR STATOR TANPA INTI GENERATOR AXIAL MAGNET PERMANEN PUTARAN RENDAH 1 FASA MENGGUNAKAN FEMM 4.2 | Pengembangan generator menggunakan magnet permanen dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Pada penelitian ini membahas simulasi generator magnet permanen dengan menggunakan dua buah rotor dan satu buah stator tanpa inti. Simulasi dan analisis optimasi lebar celah udara pada generator Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) divariasikan antara 2mm,3mm,4mm,dan 5mm sedangkan bagian magnet tertanam pada rotor divariasikan antara 0%,5%,10%,dan 50% dari tebal magnet yang terpasang menggunakan perangkat lunak terbuka Finite Element Method Magnetics (FEMM 4.2). Konstruksi generator terdapat 10 kutub per rotor dan 10 buah kumparan stator tanpa inti dimana magnet permanen yang digunakan adalah neodymium iron boron (NdFeB). Fluks magnet yang dianalisis adalah pada lebar celah udara rotor stator, karena sangat berpengaruh pada hasil keluaran, sehingga semakin besar kerapatan fluks celah udara yang dihasilkan maka semakin besar tegangan yang didapatkan. Dari hasil simulasi pengujian didapat hasil bahwa tegangan terbesar didapat pada jarak celah udara sebesar 2mm pada penempatan magnet 0% sebesar 87,254 V dan 73,86 V pada penempatan magnet 50%. Sedangkan tegangan terendah didapat pada jarak 5mm dengan tegangan sebesar 62,16 V pada penempatan magnet 0% dan 52,853 V pada penempatan magnet 50%. | Development of a generator using permanent magnets can be utilized as a source of renewable energy. This study discusses the simulation of permanent magnet generator by using two rotors and one stator without a core. Simulation and optimization analysis on the generator air gap width of Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) varied between 2mm, 3mm, 4mm, and 5mm while the magnets embedded in the rotor was varied between 0%, 5%, 10%, and 50% of the thick magnetic installed using open software Finite Element Method Magnetics (FEMM 4.2). Construction generator contained 10 per rotor poles and 10 stator coil without a core in which permanent magnets are neodymium iron boron used (NdFeB). Magnetic flux is analyzed on the width of the rotor stator air gap, because it is very influential in the output, so the larger the air gap flux density, the greater the resulting voltages are obtained. From the simulation results obtained testing results that the largest stress obtained at a distance of 2 mm air gap in the magnet placement of 0% at 87.254 V and 73.86 V at 50% magnet placement. While the lowest voltage obtained at a distance of 5 mm with a voltage of 62.16 V at 0% and the placement of the magnet on the placement of the magnet 52.853 V 50%. | |
| 8318 | 10529 | E1A009118 | PELANGGARAN KODE ETIK OLEH WARTAWAN (Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers) | ABSTRAK Kebebasan Pers merupakan salah satu ciri dari negara demokrasi. Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa kemerdekaan berserikat, berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-Undang. Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 menjadi landasan dibuatnya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Salah satu fungsi Dewan Pers adalah menetapkan dan mengawasi Kode Etik Jurnalistik. Data Dewan Pers pada tahun 2012 menyebutkan terdapat 167 pengaduan terhadap pelanggaran Kode Etik Jurnalistik. Kode Etik Jurnalistik merupakan himpunan etika profesi kewartawanan. Dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik, wartawan memiliki dan menaati Kode Etik Jurnalistik agar tidak menyalahgunakan profesi dan mendukung profesionalisme. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis fungsi kode etik dalam kegiatan jurnalistik, dan untuk menganalisis akibat pelanggaran kode etik jurnalistik. Jenis penelitian yang digunakan adalah Yuridis Normatif, dengan metode pendekatan perundang-undangan untuk menganalisis kode etik jurnalistik dalam perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi kode etik antara lain untuk melindungi masyarakat dari malpraktik oleh praktisi yang kurang profesional, mendorong persaingan sehat antarpraktisi, sebagai bantuan dalam melindungi masyarakat dari ketidaketisan tampilan media, juga dapat melindungi pekerja media dari tekanan internal. Akibat atas adanya pelanggaran Kode Etik Jurnalistik yaitu munculnya pengaduan yang diajukan kepada Dewan Pers. Penilaian akhir atas terjadinya pelanggaran Kode Etik Jurnalistik dilakukan oleh Dewan Pers, sanksi atas pelanggaran Kode Etik Jurnalistik dilakukan oleh perusahaan pers dan atau organisasi wartawan. Kata Kunci: Pers, Kode Etik Jurnalistik, Dewan Pers. | ABSTRACT Freedom of the Press is one of the characteristic of the democratic country. Under article 28 the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia states that the freedom of association and assembly, the freedom of thought expressed verbally or in writing and similar rights are to be determined by law. Article 28 of the 1945 Constitution considered as a foundation for Act Number 40 of 1999 about Press. One of the main functions of the Press Council is to establish and oversee the Journalistic Code of Ethics. The Press Council’s data in 2012 stated that there were 167 reports about violations of the Code of Ethics of Journalistic. The Journalistic Code of Ethics is a set of professional ethics of journalism. In their professional activities, all the journalists should commit themselves to Journalistic Code of Ethics in order to support the professionalism of their position and prevent violations of it. This study was conducted to analyze the function of the Code of Ethics in journalism activities, and to analyze the result of violation of journalistic as well. This type of research is normative juridical, with the statutory approach to analyze the journalistic code of ethics legislation. The results showed that the function code of ethics is to protect the public from malpractice by the lack of professional practitioners, encouraging healthy competition among practitioners, as an aid in protecting the public from the lack of proper in media displayed, it can also protect media workers from the internal pressure. The violation of the Code of Journalistic, will lead to complaints submitted to the Press Council. The final assessment of the occurrence of violations of the Code of Journalistic conducted by the Press Council, sanctions for violations of the Code of Ethics of Journalistic carried out by the Press Company and/or journalist organization. Keywords: Press, Journalistic Code of Ethics, Press Council. | |
| 8319 | 12041 | F1A009041 | Eksistensi Pasar Tradisional di tengah Pasar Modern (Strategi Pedagang Pasar Tradisional Terhadap Keberadaan Minimarket di Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap). | Penelitian “Eksistensi Pasar Tradisional di tengah Pasar Modern (Strategi Pedagang Pasar Tradisional Terhadap Keberadaan Minimarket di Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap)” bertujuan untuk mengetahui persepsi dari pedagang pasar tradisional dan strategi yang dipakai pedagang pasar tradisional dalam menghadapi persaingan dengan pasar modern di Kecamatan Karangucung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan sasaran utamanya adalah pedagang pasar tradisional Karangpucung, dan sasaran pendukungnya adalah tokoh masyarakat dan warga sekitar pasar Karangpucung. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis data interaktif, yang meliputi: proses pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi atau pengamatan, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa persepsi pedagang pasar tradisional Karangpucung terhadap keberadaan minimarket atau pasar modern di Karangpucung memiliki kesamaan persepsi yaitu menganggap keberadaan pasar modern berdampak negatif, karena keberadaan minimarket menimbulkan berbagai masalah bagi eksistensi pedagang pasar tradisional Karangpucung. Dampak dari keberadaan minimarket tersebut memunculkan berbagai strategi bertahan yang dipakai oleh para pedagang pasar tradisional Karangpucung, salah satunya adalah inovasi display barang dan promosi produk, hal itu bertujuan untuk menjaga eksistensi pedagang pasar tradisional Karangpucung. | Research "Existence Traditional Market in Modern Market (Traditional Market Traders Strategies Against Presence Karangpucung Minimarket In District Cilacap)" aims to determine the perception of traditional traders and strategies employed traditional market traders in the face of competition with modern market in District Karangucung. The method used is qualitative, the main target is the traditional market traders Karangpucung, and target supporters are community leaders and residents around the market Karangpucung. Informant selection technique used was purposive sampling. Analysis of data using interactive data analysis, which includes: data collection, data reduction, and data presentation. Data collection methods used in this study were interviews, observation or observation, and documentation. Results from this study showed that the traditional market traders Karangpucung perception of the existence of minimarket or modern market in Karangpucung have a common perception that assume the existence of a modern market have a negative impact, because the existence of minimarket cause various problems for the existence of traditional market traders Karangpucung. Impact of the existence of minimarket raises a variety of coping strategies used by traditional market traders Karangpucung, one of which is the innovation of display items and promotional products, it aims to maintain the existence of traditional market traders Karangpucung. | |
| 8320 | 13199 | H1F011019 | GEOLOGI, ALTERASI, DAN MINERALISASI EMAS PADA ENDAPAN EPITERMAL SULFIDA TINGGI LAPANGAN BRAVO PROVINSI SULAWESI UTARA | Daerah penelitian terletak di Lapangan Bravo yang berada di bagian selatan Sulawesi Utara. Secara lito-tektonik daerah penelitian termasuk mandala Sulawesi Barat yang berupa busur magmatik. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi dan alterasi serta mineralisasi. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa pemetaan geologi permukaan dan pemboran inti serta pengambilan conto batuan untuk analisa laboratorium. Dari analisa geomorfologi diketahui bahwa daerah penelitian terletak pada sebuah kaldera gunungapi purba. Tersusun atas batuan piroklastik dasitik dan endapan danau. Alterasi yang berkembang pada Lapangan Bravo yakni alterasi Silisik tersusun atas mineral seperti kuarsa + dikit + alunit , alterasi Argilik lanjut tersusun atas alunit + kuarsa + dikit + kaolinit dan alterasi Argilik tersusun atas mineral monmorilonit + kaolinit + ilit + karbonat. Batuan pembawa mineralisasi berupa Konglomerat, Tuf Dasitik dan Breksi Tuf Dasitik. Mineralisasi terdapat pada tubuh silika yang membentuk kelurusan yang searah dengan struktur geologi lokal yang berarah timur laut – barat daya. Berdasarkan ukuran material ore, mineralisasi yang terjadi mempunyai karakteristik distribusi kadar emas yang semakin menuju keluar zona alterasi maka kadar tertinggi semakin berada pada ukuran material ore kasar. | The research area is located on Bravo Field in the southern part of North Sulawesi. In litho-tectonic research areas including West Sulawesi magmatic arc. The research was conducted to determine the condition of geology and alteration and mineralization. Data collection methods used surface geological mapping and core drilling and sampling rock for laboratory analysis. Geomorphological analysis known that the study area is located in an ancient volcanic caldera. Composed of dacitic pyroclastic rocks and lacustrine deposit. Alteration developed at Bravo Field such as silicic alteration which is composed of minerals quartz + dickite + alunite, advanced argillic alteration composed by minerals such as alunite + quartz + dickite + kaolinit and Argillic alteration composed by minerals such as montmorillonite + kaolinit + illite + carbonate. Host rock mineralization are conglomerates, Breccia Tuff Dasitic and Tuff Dasitic. Mineralization is contained in the body of silica that form the alignment direction of the local geological structures trending northeast - southwest. Based on the size of the ore mineralization occurring material has the characteristics of the distribution of gold grades are increasingly heading out alteration zones, the highest levels increasingly be on the size of the coarse ore material. |