Artikelilmiahs

Menampilkan 8.421-8.440 dari 48.905 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
842111046P2BA12008REAKTIVITAS ANTISERUM MENCIT TERHADAP PROTEIN KAPSID MAYOR GROUPER SLEEPY DISEASE IRIDOVIRUS (GSDIV) GENUS MEGALOCYTIVIRUSMegalocytivirus merupakan salah satu virus yang sering menyebabkan kerugian dalam budidaya perikanan. Metode deteksi cepat diperlukan untuk mendukung upaya pencegahan infeksi virus ini. Imunobloting merupakan salah satu teknik sederhana yang dapat diterapkan untuk deteksi virus secara cepat. Penelitian ini menggunakan rekombinan protein kapsid mayor virus grouper sleepy disease iridovirus (rMCP-GSDIV) sebagai antigen untuk menginduksi pembentukan antibodi pada mencit. Protein rMCP-GSDIV diduga dapat menginduksi pembentukan antibodi tanpa menggunakan adjuvant. Berdasarkan hipotesis tersebut dilakukan penelitian induksi antiserum terhadap rMCP-GSDIV dengan menggunakan adjuvant (emulsi 50 µg/µl rMCP-GSDIV + Freund’s adjuvant , 1:1 v/v) dan tanpa adjuvant (suspensi 50 µg/µl rMCP-GSDIV dan akuabidest, 1:1 v/v). Imunisasi mencit dilakukan sebanyak dua kali dengan interval waktu 14 hari melalui injeksi intramuskular. Antiserum yang diperoleh menunjukkan reaktivitas terhadap rMCP-GSDIV hingga pengenceran 1/32. Reaktivitas pada tiap pengenceran dianalisis dengan uji Kappa. Antiserum yang diperoleh pada 14 hari setelah imunisasi pertama (dengan atau tanpa adjuvant) menunjukkan kesamaan reaktivitas (83.33%) dengan nilai Kappa 0,22. Demikian pula antiserum yang diperoleh pada 14 hari setelah imunisasi kedua menunjukkan kesamaan reaktivitas (95,83%) dengan nilai Kappa 0. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa antiserum yang reaktif terhadap rMCP-GSDIV dapat diperoleh dengan mengimunisasi mencit menggunakan adjuvant atau tanpa adjuvant.Megalocytivirus is the main cause of aquaculture loss in Asia including Indonesia. Early detection of this viral infection is nesessary. In accordance to this, a fast reliable method to detect viral infection is paramount. Immunoblotting is one of the favourable choices because it is simple yet reliable. In this study a recombinant Mayor Capsid Protein of Grouper Sleepy Disease Iridivirus (rMCP-GSDIV) was used as antigen to induce antibody production in mice. Considering that the protein size is big and is conjugated to tag protein, is was hypothesised that this protein capable of inducing antibody production without adjuvant. To proove this hypothesis two groups of 6 mice were immunised with emultion 50µg/µl rMCP-GSDIV and Freund’d adjuvant (ratio 1:1 v/v) and suspension of rMCP-GSDIV and aquabidest (ratio 1:1 v/v). Immunisation was given twice with 14 days interval. The mice were bleed from orbitalis vein for antisera collection. The antisera were tested for their immunoreactivity in serial dillutions up to 1/32 using dot blott on a PVDF membrane. The reactivity of each dillution level was analysed using Kappa. The results showed that rMCP-GSDIV either with or without adjuvant are capable of inducing reactive antisera at 1/32 dilution. The antisera obtained from rMCP-GSDIV induced mice (either with or without adjuvant) at 14 days post first induction showed similar reactivity (83.33%) with kappa value = 0.22. The antisera obtained at 14 days post second induction produced reactivity of 95.83% with kappa value = 0. These results suggested that a reactive antiserum against rMCP-GSDIV could be produced by immunizizing mice with the protein with or without addition of adjuvant.
842211274F1C010048PERTUNJUKAN WAYANG KULIT GAGRAG BANYUMASAN SEBAGAI MEDIA PENYAMPAIAN PESAN PENDIDIKAN KARAKTER DI KABUPATEN BANYUMASWayang kulit adalah budaya pertunjukan asli Indonesia yang tak hanya bersifat sebagai tontonan/ hiburan tapi juga tuntunan yang mengandung banyak ilmu. Sebagai media tradisional yang masih bertahan ditengah terpaan teknologi modern, wayang kulit juga digunakan sebagai penyampai pesan pendidikan karakter khususnya pada masyarakat Kabupaten Banyumas sebagai upaya pembentukan generasi bangsa yang cerdas sekaligus mempertahankan keberadaannya sebagai budaya bangsa.

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pertunjukan wayang kulit gagrag Banyumasan dalam menyampaikan pesan pendidikan karakter ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pemilihan informan adalah dengan teknik purposive dan snowball sampling. Pertunjukan yang mulai masuk ke Banyumas sekitar abad ke 16 ini memiliki ciri khas yaitu tokoh Bawor yang perangainya dianggap mencerminkan kehidupan dan sikap orang Banyumas asli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertunjukan wayang kulit gagrag Banyumasan memang digunakan sebagai media penyampaian pesan pendidikan karakter. Melalui dalang, letak pesan-pesan tersebut sebagian besar ada pada adegan cangik-limbuk dan ¬goro-goro. Semuanya disampaikan melalui tokoh tertentu yang dirasa cocok dan pantas untuk menyampaikan pesan itu, lagu-lagu yang dibawakan sepanjang pertunjukan , dan sulukan yang dilantunkan oleh dalang. Selain itu, penonton pertunjukan ini juga merasakan perubahan kehidupan yang positif ketika nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat pada saat mereka menonton dapat diterapkan dalam keseharian mereka.
Shadow puppet is an original culture show of Indonesia that not only goes as an entertaining show but also goes as something that has abundance of knowledge. As a traditional media that still exists under the exposure of advancing modern technology, shadow puppet also used as a media to deliver character education message, especially for the society in Banyumas Resident, as a n effort to create next intelligent generation also to sustain its existence as national culture.

This research, that aimed at knowing and analyzing the show of Gagrag Banyumasan Puppet Shadow in delivering character education message, uses qualitative method with descriptive approach. The selection of informants is conducted by purposive and snowball sampling. The show that entered Banyumas at 16 centuries has a unique characteristic, which is the character of Bawor that reflects the life and attitude of original Banyumas people. The result of this research shows that the show of Gagrag Banyumasan Puppet Show is really used as a media to deliver character education message. Through dalang, the messages are mainly shown by the cangik-limbuk and goro-goro acts. All messages are delivered by the suitable characters, the songs during the show, and sulukan brought by dalang. Aside from that, the audiences of the show are claimed to have positive way of life after watching the show when they actually implement the values from the show.
84238929F1D010029RELASI AKTOR DESA - SUPRA DESA DALAM PEMBANGUNAN KEKUATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI BADAN USAHA MILIK DESA (Studi kasus: BUMDes Mekar Jaya di Desa Lengkong Kulon Kabupaten Majalengka)Penelitian ini berjudul “Relasi Aktor Desa-Supra Desa dalam Pembangunan Kekuatan Ekonomi Masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekar Jaya di Desa Lengkong Kulon Kabupaten Majalengka” bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan relasi aktor desa–supra desa dalam membangun desa yang lebih baik di bidang perekonomian masyarakat serta menjelaskan mengenai faktor pendukung maupun penghambat dalam proses pembangunan dan pengembangan BUMDes Mekar Jaya di Desa Lengkong Kulon.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Kemudian data dianalisis menggunakan metode analisis model interaktif Miles dan Huberman. Untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data.

Hasil penelitian ini mendeskripskan relasi aktor desa-supra desa dalam pembangunan kekuatan ekonomi masyarakat melalui BUMDes Mekar Jaya. Dalam hal ini, aktor desa adalah pemerintah desa yang meliputi kepala desa; kepala urusan (KAUR) ekonomi pembangunan; dan badan permusyawaratan desa (BPD). Selain pemerintah desa, relasi aktor desa juga melibatkan ketua BUMDes Mekar Jaya, dan masyarakat Desa Lengkong Kulon. Sedangkan relasi aktor supra desa melibatkan badan pemberdayaan masyarakaat desa, perempuan dan keluarga berencana (BPMDPKB) khususnya ketua UM&TTG, ketua Komisi D DPRD, dan fasilitator yang dibiayai dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN). Relasi yang terjadi antara aktor desa-supra desa terdiri dari beberapa aspek. Pertama relasi antara pemerintah desa dan ketua BUMDes, lebih bersifat koordinasi dan kerjasama dalam pembangunan BUMDes yang menghasilkan regulasi berupa perdes tentang BUMDes. Kedua relasi antara ketua BUMDes dan masyarakat menunjukan sikap responsif dan partisipasif melalui musyawarah untuk melakukan berbagai kesepakatan serta melalui kegiatan swadaya masyarakat. Ketiga relasi antara BPMDPKB dan DPRD yang kemudian melahirkan regulasi berupa perda tentang BUMDes dan perbup tentang perusahaan desa. Keempat relasi antara BPMDPKB dengan fasilitator sebagai upaya pendukung dalam mendampingi pelaksanaan pengembangan BUMDes. Kelima relasi antar aktor desa-supra desa bersinergi antara satu sama lainnya. Di mana BPMDPKB selaku aktor dalam struktur pemkab membuat dan memfasilitasi desa melalui program BUMDes. Sedangkan pemdes sebagai pelaksana merespon program BUMDes dengan mengeluarkan regulasi perdes tentang BUMDes.
The title of this research was “Relations The Village’s Actors - Supra Village’s Actors in The Economic Development of Communities through The Effort Agent of Village Mekar Jaya in The Lengkong Kulon Village District Majalengka”, the main purpose of this research was for understanding and describing the relations the village’s actors - supra village’s actors in building a better village in economic affairs people, as well as explaining about the supporters and inhibitors in process of development and progression of The Effort Agent of Village (BUMDes) Mekar Jaya in the Lengkong Kulon Village.

The method was used in this reseach was descriptive qualitative method by approach case study. Data collection was got by the observation, interview, and documentation study. Data analysis used analysis model interactive miles and huberman’s method. In this research was used technique triangulation data for guarantees validity data.

The result of research described relations the village’s actors-supra village’s actors to building society’s economic power by BUMDes Mekar Jaya. In that case, actors village is the village government village head covering; head of affairs (KAUR) economic development; and village consultative bodies (BPD). In addition to the village government, village relations also involved BUMDes Mekar Jaya’s actors, and Lengkong Kulon village’s communities. While the supra village’s actors involving body empowerment village, women and family planning (BPMDPKB) especially UEM & TTG chairman, chairman of Commission D of the legislature, and facilitators was financed from the state budget revenue expenditure (APBN). Relations occured between village’s actors and supra-village’s actors consisted of several aspects. First, the relationship between the government and the head of the village BUMDes, there was more coordination and cooperation in the development of a regulation that produces BUMDes village regulations on BUMDes. Second, the relation between the chairman and the public BUMDes showed responsive and participative attitude through deliberation to perform various agreements as well as through non-governmental activities. Third, the relations between BPMDPKB and legislature which produced regulation of BUMDes about the company declaring the village. Fourth, the relations between BPMDPKB with a supplementary facilitator was in assisting the implementation of development BUMDes. Fifth, the relationships between actors rural and villages supra was balanced each other. Where BPMDPKB as an actor in the making and facilitate district government structures through the village BUMDes program. While the government as executor BUMDes’s program responded by issuing regulations on BUMDes village regulations.
84248931C1C010090ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), DANA ALOKASI UMUM (DAU) DAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) TERDAPAP KINERJA KEMANDIRIAN KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI JAWA TENGAHPenelitian yang berjudul “Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) Dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Terhadap Kinerja Kemandirian Keuangan Pemerintah Kabupaten dan Kota Di Provinsi Jawa Tengah” bertujuan untuk menguji pengaruh pendapatan asli daerah (PAD), dana alokasi umum (DAU) dan produk domestik regional bruto terhadap kinerja kemandirian keuangan pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan metode penelitian secara sekunder dimana data diambil melalui media perantara dalam pengambilan datanya.
Analisis regresi linear berganda digunakan sebagai alat analisis dalam penelitian ini. Kesimpulan yang dihasilkan adalah 1) pendapatan asli daerah (PAD), dana alokasi umum (DAU) dan produk domestik regional bruto (PDRB) secara simultan dapat meningkatkan kinerja kemandirian keuangan pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah. 2) variabel pendapatan asli daerah secara parsial dapat meningkatkan meningkatkan kinerja kemandirian keuangan pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah sedangkan untuk variabel dana alokasi umum dan produk domestik regional bruto menurunkan kinerja kemandirian keuangan pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah.
The research entitled “Analysis of Original Income Region (PAD), Lent Fund Common Allocation (DAU) And Gross Regional Domestic Product (PDRB) Influence In financial independence Performance Regency and City in Province of Central Java intent to test original income influence region (PAD), lent fund common allocation (DAU) and gross regional domestic product that is used to examine the influence of financial independence performance regency and city in Province of Central Java. This research applied quantitative research and secondary research method. The use of secondary research method is the take of data from intermediary media when it has been taken.
As the tool of analysis, the research used the analisis bifiliar linear regensi. the are two conclusion in the research 1) regions original income (PAD), lent fund common allocation (DAU) and gross regional domestic product (PDRB) that got simultan, it can be improved financial independence performance regency and city in Province of Central Java. 2 ) original propertied variables region that got partial, it can be improved commanding financial independence performances regency and cities in Province of Central Java while for variable to lent fund common allocation and gross regional domestic product will be faded away commanding financial independence performance regency and city in Province of Central Java.
84258932E1A109046HAK UJI KONSTITUSIONAL MAHKAMAH KONSTITUSI TERHADAP UNDANG-UNDANG PENGESAHAN PERJANJIAN INTERNASIONAL
(Studi Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 33/PUU-IX/2011)
Keberadaan Mahkamah Konstitusi mencerminkan bahwa Indonesia merupakan negara hukum yang demokratis yang memiliki komitmen menjadikan hukum sebagai pemegang kendali dalam penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis. Berdasarkan Pasal 24C Ayat (1) UUD NRI Tahun 1945, kewenangan Mahkamah Konstitusi untuk menguji konstitusionalitas undang-undang bertujuan sebagai upaya kontrol konstitusional bahwa Indonesia sebagai negara hukum yang memiliki UUD NRI Tahun 1945 sebagai hukum dasar penyelenggaraan negara (supreme law of the land).
Mahkamah Konstitusi berperan memberikan perlindungan kepada masyarakat agar hak-hak konstitusionalnya tidak dilanggar oleh suatu undang-undang. Seperti pada pengujian UU No 38 Tahun 2008 tentang pengesahan Piagam ASEAN, yang dalam pengujiannya Mahkamah Konstitusi mempertimbangkan hak uji konstitusionalnya apakah berwenang menguji undang-undang ratifikasi atau tidak. Hal tersebut dikarenakan UU ratifikasi berdimensi hukum internasional yang tidak menjadi objek pengujian Mahkamah Konstitusi.
Penelitian ini menjelaskan mengenai hak uji konstitusional Mahkamah Konstitusi terhadap UU ratifikasi serta implikasi dari putusannya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang, pendekatan konsepsional, dan pendekatan analisis.
Hasil penelitian diperoleh bahwa Mahkamah Konstitusi berwenang menguji undang-undang pengesahan perjanjian internasional, karena perjanjian internasional yang merupakan lampiran telah disahkan dengan undang-undang tersebut yang karenanya bersifat normatif, sehingga tidak ada alasan bagi Mahkamah Konstitusi untuk tidak dapat mengujinya. Berdasarkan kewenangannya tersebut, Mahkamah Konstitusi melalui putusannya berpotensi membatalkan atau menyatakan undang-undang pengesahan perjanjian internasional tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat dalam wilayah hukum Indonesia, sedangkan dalam wilayah hukum internasional pengakhiran atas perjanjian internasional dilakukan sesuai dengan ketentuan formal dalam perjanjian internasional terkait atau atas persetujuan para pihak dalam perjanjian Internasional.

ABSTRACT

THE CONSTITUTIONAL REVIEW RIGHT OF CONSTITUTIONAL COURT TOWARDS THE ACT OF INTERNATINAL TREATY RATIFICATION
(Study on The Constitutional Court Decision No. 33/PUU-IX/2011)


By :
FIRMAN NUGRAHA
E1A109046

The existence of the Constitutional Court reflects that Indonesia is a democratic State of law has made commitments as the holder of legal control in implementing democratic Government. Based on article 24C subsection ( 1 ) Indonesia Constitution, authority of constitutional court to reviews the constitutionality of laws aims as efforts to control constitutional legal state that indonesia as having constitution as basic laws of the state (supreme law of the land).
The constitutional court providing to protection public rights so that not violated by an act. As in constitutional reviewed on Act No 38 of 2008 about the ratification of the ASEAN Charter, which in its the constitutional court consider the rights to take constitutional reviewer whether authorities test the act of ratification or not. It was due to act of ratification had infinite-dimensional international law that cannot become review object of the constitutional court.
This research describing on constitutional review right of constitutional court against the law on ratification as well as the implications of his decision. Research methods used is juridical normative with the approach of the act, conceptional approach, and analytical approach.
The research results obtained that the Constitutional Court is authorized to review the act of treaty ratification. because the international agreement which was an attachment has been endorsed by the Act therefore was normative, So that no reasons for the constitutional court to be unable to reviewed it. Based on its power, the Constitutional Court through an decision potentially cancel or declare the act of treaty ratification have no might law bind in the territory of Indonesia. While in the area of international law, terminations over international treaties is conducted in accordance with the provisions of formal in international treaties relating to or upon agreement of the parties in international treaties.

Keywords: right of constitutional review, the act of treaty ratification, decision of the constitutional court.

842610550F1G010037Abreviasi Bahasa Indonesia dalam Media Sosial Facebook dan TwitterPenelitian ini berjudul “Abreviasi Bahasa Indonesia dalam Media Sosial Facebook dan Twitter”. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pola-pola pembentukan singkatan dan akronim bahasa Indonesia yang ada di dalam media sosial Facebook dan Twitter.
Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kalimat yang di dalamnya terdapat singkatan dan akronim bahasa Indonesia dalam Facebook dan Twitter. Sumber data dalam penelitian ini adalah akun Facebook yang sudah berteman dengan akun penulis dan akun Twitter dalam hal ini baik sebagai pengikut (followers) akun penulis, dan mengikuti (following) atau yang diikuti penulis. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik dasar teknik sadap dan teknik lanjutannya teknik catat. Metode analisis data menggunakan metode padan dengan teknik dasar berupa teknik pilah unsur penentu. Metode penyajian hasil analisis data secara informal.
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pola penyingkatan satu kata menjadi satu huruf dan pola penyingkatan satu kata menjadi beberapa huruf. Pada pola penyingkatan satu kata menjadi satu huruf terjadi penyingkatan dua kata menjadi dua huruf, tiga kata menjadi tiga huruf, empat kata menjadi empat huruf, dan lima kata menjadi lima huruf. Pada pola penyingkatan satu kata menjadi beberapa huruf terjadi penyingkatan pola KV-K-KVK menjadi KKKK, pola KV-KV-KV-KKVK menjadi KKKKK, pola KV-KV-KV menjadi KKK, pola KVK-KVKK menjadi KK, pola V-KVKK menjadi VKK, pola KVK-KV menjadi KKKV, pola KV-KV menjadi VKV, dan pola KV-KVK menjadi KVK.
Pola pembentukan akronim bahasa Indonesia dalam media sosial Facebook dan Twitter terdapat empat belas pola pembentukan akronim, (1) Pengekalan suku kata pertama, dan kedua pada kata pertama, dan pengekalan suku kata kedua, dan ketiga pada kata kedua, (2) Pengekalan suku kata pertama pada kata pertama, dan pengekalan suku kata kedua, dan ketiga pada kata kedua, (3) Pengekalan suku kata pertama pada kata pertama, dan pengekalan suku kata pertama, dan kedua pada kata kedua, (4) Pengekalan suku kata pertama, dan kedua pada kata pertama, dan pengekalan suku kata pertama pada kata kedua, (5)Pengekalan suku kata kedua, dan ketiga pada kata pertama, dan pengekalan suku kata pertama pada kata kedua, (6) Pengekalan suku kata pertama pada kata pertama, dan pengekalan suku kata pertama, dan kedua pada kata kedua, (7)Pengekalan suku kata ketiga pada kata pertama, dan pengekalan suku kata ketiga, dan keempat pada kata kedua, (8) Pengekalan suku kata pertama pada kata pertama, dan pengekalan suku kata pertama, dan kedua pada kata kedua, (9)Pengekalan suku kata pertama pada kata pertama, pengekalan suku kata pertama pada kata kedua, pengekalan suku kata pertama pada kata ketiga, dan pengekalan suku kata pertama, dan kedua pada kata keempat, (10)Pengekalansuku kata pertama, dan kedua pada kata pertama, dan pengekalan suku kata pertama pada kata kedua, (11) Pengekalan suku kata pertama, dan ketiga pada kata pertama, pengekalan suku kata kedua, dan ketiga pada kata kedua, pengekalan suku kata pertama pada kata ketiga, dan pengekalan suku kata pertama pada kata keempat, (12) Pengekalaansuku kata pertama, dan kedua pada kata pertama, dan pengekalan suku kata pertama pada kata kedua, (13)Pengekalan suku kata pertama pada kata pertama, dan pengekalan suku kata pertama, dan kedua pada kata kedua, (14) Pengekalan suku kata pertama, dan ketiga pada kata pertama, dan pengekalan suku kata pertama, dan kedua pada kata kedua.
This study is entitled "Abreviasi Bahasa Indonesia dalam Media Sosial Facebook dan Twitter". The purpose of this study to describe the patterns of formation Indonesian abbreviation and acronym that is in social media Facebook and Twitter.
This study is a descriptive qualitative. The data in this study is a sentence in which there are abbreviations and acronyms Indonesian in Facebook and Twitter. Source of data in this study is the Facebook account that had been friends with the author account and Twitter account in this case either as followers (followers) author account, and follow the (following) or are followed by the author. Methods of data collection methods refer with the basic technique of tapping techniques and subsequent techniques of noted techniques. Methods of data analysis using the identity method with the basic techniques such as sorting technique decisive element. Presentation of the results of data analysis methods informally.
The results obtained in this study is condensation pattern one word to one letter and pattern condensation the word into letters. In condensation pattern one word into one letter condensation occurstwo words to two letter, three words to three letters, four words to four letter, and five word to five letter. In condensation pattern one word into several letters occurs condensation pattern, KV-KV-KVK into KKKK, the pattern of KV-KV-KV-KKVK into KKKKK, the pattern of KV-KV-KV into KKK, the pattern of KVK-KVKK into KK, the pattern of V-KVKK into VKK, the pattern of KVK-KV into KKKV, the pattern of KV-KV into VKV, and the pattern of KV-KVK into KVK.
Pattern formation Indonesian acronym in social media Facebook and Twitter are fourteen pattern ormation acronym, (1) Perpetuation of the first and the second syllable in the first word, and the perpetuation of the second and third syllables in the second word, (2) Perpetuation of the first syllablein the first word, and the perpetuation of the second and third syllables in the second word, (3) Perpetuation of the first syllable in the first word, and the perpetuation of the first and the second syllable in the second word, (4) Perpetuation of the first and the second syllable in the first word, and the perpetuation of the first syllable in the second word, (5) Perpetuation of the second and third syllable in the first word, and the perpetuation of the first syllable in the second word, (6) Perpetuation of the first syllable in the first word, and the perpetuation of the first and the second syllable in the second word, (7) Perpetuation of the third syllable in the first word, and the perpetuation of the third and fourth syllables in the second word, (8) Perpetuation of the first syllable in the first word, and the perpetuation of the first and the second syllable in the second word, (9) Perpetuation of the first syllable in the first word, the perpetuation of the first syllable in the second word, the perpetuation of the first syllable in the third word, and the perpetuation of the first and the second syllable in the fourth word, (10) Perpetuation of the first and the second syllable in the first word, and the perpetuation of the first syllable in the second word, (11) Perpetuation of the first and third syllable in the first word, the perpetuation of the second and third syllables in the second word, the perpetuation of the first syllable in the third word, and the perpetuation of the first syllable in the fourth word, (12) Perpetuation of the first and the second syllable in the first word, and the perpetuation of the first syllable in the second word, (13) Perpetuation of the first syllable in the first word, and the perpetuation of the first and the second syllable in the second word, (14) Perpetuation of the first and third syllable in the first word, and the perpetuation of the first and the second syllable in the second word.
842710552H1H010008PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DENGAN PEMBERIAN PROBIOTIK PADA SISTEM HETEROTROFIKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh probiotik dengan dosis yang berbeda pada tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup lele dumbo (Clarias gariepimus). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen berdasarkan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali sampling ikan sebagai ulangan. Lima perlakuan tersebut adalah tanpa probiotik dan empat dosis probiotik yang berbeda (25 mL/m3, dosis 50 mL/m3, dosis 75 mL/m3, dan dosis 100 mL/m3). Berat badan awal ikan 14,05±0,03 g/ekor. Ikan dipelihara dalam kolam bundar dengan diameter 2 m, tinggi 1 m, dan kepadatan 1000 ekor/kolam selama 30 hari. Laju pertumbuhan harian berkisar 0,53-0,87 g/hari, laju pertumbuhan spesifik berkisar 2,54-3,50 %/hari, efisiensi pakan berkisar 63,02-98,32 %, dan sintasan berkisar 78,30-94,60 %. Kualitas air meliputi suhu berkisar 28,01-29,520C; pH berkisar 6,07-6,45; oksigen terlarut 3,64-4,87 mg/L; dan amoniak berkisar 0,065-60,1 mg/L. Budidaya lele dumbo dengan probiotik menunjukkan tingkat pertumbuhan yang lebih rendah, namun nilai efisiensi pakan dan tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi dibandingkan budidaya ikan tanpa probiotik.The aim of this study was to evaluate effect of probiotic in different doses in fish culture media on growth and survival rates of African catfish (Clarias gariepinus). This work was done by using experimental method based on Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and four sampling times as replicates. These five treatments were without probiotic, 25 mL/m3, 50 mL/m3, 75 mL/m3, and 100 mL/m3 of probiotic. Initial body weight of fish was 14.05±0.03 gram. Fish was reared in circular pond with diameter of 2 m, height 1 of m, and a density of 1000 fish / pond for 30 days. The results showed that daily growth rate ranged from 0.53-0.87 g / day, the specific growth rate ranged from 2.54-3.50% / day, feed efficiency ranged from 63.02-98.32%, and survival rate ranged from 78.30-94.60%. Water quality parameters ranged 28,01-29,520C of temperature; 6.07-6.45 of pH; 3.64-4.87 mg/L of dissolved oxygen; and 0.065-60.1 mg/L of total ammonia. African catfish culture with probiotic showed lower growth rate, however it performed higher feed efficiency and survival rate than fish cultivation without probiotic.
84288933E1A009032CERAI TALAK KARENA ISTERI TIDAK MENJALANKAN KEWAJIBANNYA SEBAGAI ISTERI (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Bekasi Nomor 0371/Pdt.G/2012/PA Bks)Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan memuat prinsip perkawinan untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal, sehingga salah satu azas tersebut adalah untuk mempersukar terjadinya perceraian. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadinya perceraian. Menjadi persoalan yaitu ketika keputusan hakim memberikan talak raj’I pada perceraian salah satu pihak telah murtad, hal tersebut menjadikan permasalahan dalam larangan perkawinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan talak raj’i karena isteri tidak menjalankan kewajiban sebagai isteri pada putusan Nomor 0371/Pdt.G/2012/PA Bks. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Metode analisis bahan hukum adalah Kualitatif.
Hasil penelitian bahwa pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan cerai talak yang dimohonkan oleh pemohon dengan alasan isteri tidak memenuhi kewajibannya sebagai isteri pada putusan Nomor 0371/Pdt.G/2012/PA Bekasi dengan mengabulkan talak raj’i berdasarkan pada ketentuan yang diatur dalam pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam. Bahwa lebih tepat hakim menjatuhkan talak bain shugra, bukan talak raj’i. Karena termohon telah berpindah agama, hal tersebut menjadikan adanya larangan perkawinan seperti yang diatur pada pasal 8 huruf f Undang-Undang Perkawinan jo pasal 40 huruf c Kompilasi hukum islam
Act No. 1 of 1974 on Marriage for the marriage principle to form a happy family and eternal, so that one of these principles is to embarrass the divorce occurrence. This research is aimed to finding out the issued judges consideran a determination that raj'i divorce because there are not wife duties usefull based on the Bekasi Religious Court No. 0371/Pdt.G/2012/PA Bks. In this study is used normative juridical to investigation these objectives which statute approach. The perspective is used specifications research and analytical method is qualitative legal materials.
Base on the research have conclusion on raj'i divorce licence that judges grant determination that raj'i divorce because there are not wife duties usefull on the Bekasi Religious Court No. 0371/Pdt.G/2012/PA Bks. Legal application is based on article 19 (f) of the Government Act No. 9 / 1975 jo article 116 (k) Compilation of Islamic Law. On the basis of the results and conclusions of the above discussion can be suggested that judge should impose shugra bain divorce, not raj’i divorce. It’s mean because the defendant has moved on religion. It makes the marriage prohibition base on the Article 8 f of Marriage Act in conjunction with Article 40 ( c ) Compilation of Islamic Law.
842910551E1A010140INTERVENSI TERHADAP KEDAULATAN SUATU NEGARA MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (Studi Tentang Kasus Perang Korea Tahun 1950-1953) ABSTRAK

Intervensi dapat diartikan sebagai campur tangan secara diktator oleh suatu negara terhadap urusan dalam negeri lainnya dengan maksud baik untuk memelihara atau mengubah kondisi nyata di negara tersebut. Intervensi menimbulkan kontroversi karena bertentangan dengan Prinsip Kedaulatan Negara dan Prinsip non-intervensi dalam hukum internasional.
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan intervensi dalam perang korea tahun 1950-1953 menurut hukum internasional. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Semua data dalam penelitian ini berasal dari data sekunder yang disajikan secara sistematis dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa intervensi dalam Perang Korea tahun 1950-1953 dilakukan oleh Uni Soviet, Amerika Serikat, dan China melalui operasi militer dan kebijakan politik terhadap Korea. Intervensi dalam Perang Korea tahun 1950-1953 termasuk dalam intervensi yang dilarang menurut ketentuan hukum internasional karena melanggar prinsip kedaulatan negara dan prinsip non-intervensi yang terdapat dalam pasal 2 ayat (1), pasal 2 ayat (4), dan pasal 2 ayat (7) Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa. Intervensi dalam Perang Korea tahun 1950-1953 dilakukan dengan campur tangan secara dictator yang menyerang kedaulatan negara lain dengan cara-cara kekerasan. Implikasi dari intervensi dalam Perang Korea 1950-1953 menyebabkan penyelesaian konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan menjadi sebuah kebuntuan perang serta korban jiwa yang besar di masing-masing pihak.
ABSTRACT

Intervention can be interpreted as dictatorial interference by a State in the affairs of another State for the purpose of either maintaining or altering the actual condition of things. The intervention created a controversy among the society because it has contradicted with sovereignty and non-intervention principles on international law.
The aim of the research is to know the implementation of the intervention towards sovereignty in Korean War 1950-1953 according by international law. The approach method of this research is normative with statute approach and case approach. All data of this research is taken from secondary data that served systematically and had been analyzed by qualitative normative method.
The result of the research showed that the intervention in Korean War 1950-1953 had done by Uni Soviet, United States of America, and China with military operation and political policy toward Korea. The intervention in Korean War 1950-1953 can be included as the intervention that prohibited by international law because it had offended the sovereignty and non-intervention principles on article 2 paragraph (1), article 2 paragraph (4), and article 2 paragraph (7) United Nations Charter. The intervention in Korean War 1950-1953 had done by dictatorial interference that offence the sovereignty of another country with violence ways. The implication of the intervention in Korean War 1950-1953 had caused a settlement of the conflict between North Korea and South Korea became stalemate along with a great number of victims on both side.
843010553D1F013005PENGARUH LEVEL PENAMBAHAN SKIM TERHADAP KADAR AIR, YIELD DAN pH YOGURT BUBUK SUSU KAMBINGTujuan penelitian ini adalah mengkaji level penambahan skim yang menghasilkan yogurt bubuk susu kambing dengan kadar air, pH dan yield terbaik. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu susu kambing 20 liter, dengan penambahan bahan yaitu kultur starter kering (yogourmet) 2,5 gram (S. thermophillus, L. bulgaricus dan L. acidophillus), dan skim 700 gram. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan yaitu P0 : susu kambing tanpa penambahan skim, P1 : susu kambing + skim 2%, P2 : susu kambing + skim 4%, dan P3 : susu kambing + skim 6%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Data analisis menggunakan analisis variansi kemudian dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penamabahan skim tidak berpengaruh terhadap kadar air dan pH, namun berpengaruh terhadap yield yogurt bubuk susu kambing. Rata-rata kadar air dan pH dengan penambahan skim hingg 6% yaitu kadar air 8,1% dan pH 3,93, dan menghasilkan yield tertinggi diperoleh pada penambahan skim sebesar 6% yaitu 12,28%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan skim hingga 6% mampu meningkatkan yield, namun tidak menurunkan kadar air dan pH yogurt bubuk susu kambing.
This research aimed to study the effect of addition of skim at dfferent level during manufacture of yogurt powder from goat's milk on moisture content, pH and yield. The research used 20 l fresh goat's milk, 2,5 g of starter bacteria (Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, Lactobacillus achidophilus), and skim milk 700 g. The method used was an experimental method using a completely random design with 4 treatments which were to P0: goat milk without addition of skim, P1: goat milk + skim 2%, P2: goat milk + 4% skim, P3: goat milk + 6% skim. Each treatment has 5 replications. Data were analised using variansi analysis of variance then followed by orthogonal polynomial test. Results showed that the addition of skim has not effect on moisture content and pH, but significant effect on yield of yogurt powder from goats milk. The average moisture content and pH were adding skim up to 6% was 8,1% and 3,93. The highest yield was by adding obtained 6% skim milk which was 12,28%. In conclcusion, the addition of skim up to 6% increase yield of yogurt powder from goat’s milk, without significantly affect moisture content and pH yogurt powder from goat’s milk.
843110554E1A009008Kekuatan Pembuktian Keterangan Ahli Forensik Tentang Tindak Pidana Pornografi Dalam Kasus Ariel (Tinjauan Yuridis No : 1401/Pid.B/2010/PN.Bdg)Skripsi dengan judul Kekuatan Pembuktian Keterangan Ahli Forensik Tentang Tindak Pidana Pornografi Dalam Kasus Ariel (Tinjauan Yuridis No : 1401/Pid.B/2010/PN.Bdg), dilatarbelakangi Masalah pornografi masih menjadi perdebatan yang belum selesai dikalangan masyarakat. Tayangan-tayangan televisi yang banyak menampilkan tubuh perempuan, atau majalah-majalah dan tabloid dianggap sebagai salah satu kondisi dimana telah terjadi peredaran pornografi yang akan merusak moralitas generasi bangsa. Permasalahan pornografi berhubungan erat dengan norma susila yang terdapat didalam masyarakat.
Penelitian ini akan menguraikan kekuatan pembuktian keterangan ahli forensik tentang tindak pidana pornografi dalam kasus ariel. Metode penelitian yang digunakan adalah Yuridis normatif dengan pendekatan yang digunakan yaitu Pendekatan Perundang-Undangan dan Analitis.
Hasil yang diperoleh bahwa diperlukannya keterangan ahli forensik dalam Putusan No. 1401 / Pid.B / 2010 / PN.Bdg. adalah untuk membuat jelas atau terang perkara tindak pidana pornografi dalam kasus ariel, untuk menguatkan alat bukti yang diajukan di dalam persidangan, apalagi terdakwa dan saksi korban tidak mengakui akan adanya video tersebut, untuk menguatkan dalam pembuktian mengenai kesamaan bentuk wajah dan bentuk badan. Kekuatan alat bukti keterangan ahli forensik dalam pembuktian tindak pidana pornografi pada Putusan No. 1401 / Pid.B / 2010 / PN.Bdg. dilakukan dibawah sumpah dan disampaikan di muka persidangan, berdasarkan ketentuan Pasal 186 KUHAP telah mempunyai nilai pembuktian sehingga menjadi salah satu alat bukti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 ayat (1) huruf b KUHAP.
Thesis with the title Strength of Evidence Description Crime Forensic Experts About Pornography In Case of Ariel (Judicial Review No: 1401 / Pid.B / 2010 / PN.Bdg), motivated pornography problem is still unfinished debate among the public. Shows a lot of television featuring the female body, or magazines and tabloids regarded as one of the conditions in which there has been a circulation of pornography that would undermine the morality of the nation's generation. The problem of pornography is closely linked with moral norms contained in the society.
This study will describe the strength of evidence forensic expert testimony about the crime of pornography in the case ariel. The method used is a normative juridical approach applied that approach Legislation and Analytical.
The results obtained that the need for forensic expert testimony in Decision No. 1401 / Pid.B / 2010 / PN.Bdg. is to make clear or bright pornography criminal assault in the case of ariel, to strengthen the evidence presented in court, let alone the accused and the witnesses did not recognize the existence of the video, to strengthen in the proof of the similarity shape of the face and body shape. The strength of the expert testimony of forensic evidence in proving the crime of pornography on Decision No. 1401 / Pid.B / 2010 / PN.Bdg. made under oath and presented in court, pursuant to Article 186 Criminal Procedure Code does have probative value to be one of the evidence referred to in Article 184 paragraph (1) letter b Criminal Code.
843222775C1L014028THE EFFECT OF AUDITOR'S PROFESSIONAL SKEPTICISM AND AUDITOR'S INDEPENDENCY ON FRAUD DETECTIONDalam terciptanya Good Governance, peranan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) sangat tinggi. Terlebih, semakin meningkatnya tuntutan akan terwujudnya good governance karena penerapan good governance adalah salah satu upaya untuk mencegah dan memberantas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) atau fraud yang saat ini semakin marak terjadi pada sector public di Indonesia. Sikap minimal yang harus dimiliki oleh seorang auditor/Aparat Pengawas Intern Pemerintah dalam mendeteksi kecurangan adalah skeptisisme professional dan independensi. Penelitian ini melibatkan auditor investigasi pada Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan dan juga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan menggunakan kuesioner sebagai metode pengumpulan data dan pemilihan sample menggunakan sample jenuh. SmartPLS 3 digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa skeptisisme professional auditor dan independensi auditor memiliki pengaruh positif terhadap pendeteksian fraud.In addition to establish good governance, the role of Government Internal Supervisory Apparatus (APIP) is huge. Moreover, nowadays the insistence of good governance is heightened due to the implementation of good governance is one of the ways to prevent and eradicate corruption, collusion and nepotism (KKN) or fraud which is currently increasingly prevalent in the public sector in Indonesia back then. The minimum attitudes that auditor/Government Internal Supervisor should have in detecting fraud are professional scepticism and independency. This research involved investigative auditors at the Inspectorate General of the Ministry of Finance and also the Ministry of Education and Culture. By using the questionnaire as a method of data collection and sample selection by using saturated samples then SmartPLS 3 is used to analyze the data in this study. The results of this study indicate that the level of independency and professional scepticism that the auditors professional skepticism and auditor’s independency has a positive influence on fraud de tection.
84338934A1G011021POTENSI DAN DISTRIBUSI KOMODITAS SALE PISANG DI KABUPATEN CILACAP

POTENTIAL AND DISTRIBUTION COMMODITIES OF SALE BANANA IN CILACAP REGENCY
Abstrak

Industri sale pisang adalah salah satu agroindustri yang banyak diusahakan di kalangan masyarakat pedesaan dan memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan karena jumlah kebutuhan bahan baku yang mencukupi, mudah untuk didapatkan, mampu untuk menciptakan kesempatan kerja, sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat, dan sale pisang juga meningkatkan harga jual dibandingkan dengan buah pisang segarnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi wilayah tiap kecamatan di Kabupaten Cilacap terhadap bahan baku dan produksi pada industri sale pisang, mengetahui wilayah manakah yang merupakan sentra pengembangan sale pisang di Kabupaten Cilacap, dan mengetahui tingkat pertumbuhan bahan baku dan produksi sale pisang yang ada di Kabupaten Cilacap. Penelitian dilakukan di Kabupaten Cilacap pada bulan Agustus sampai dengan September 2013. Penelitian menggunakan data sekunder dengan pengumpulan data per kecamatan mengenai hasil produksi sale pisang dan data produksi pembanding (komparatif dan kompetitif) seperti data hasil produksi tahu, tempe, petis, kripik dan stik sukun. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis location qoutient (LQ), analisis shift Analysis, analisis super impose. koefisien lokalisasi (α),dan koefisien spesialisasi (β). Wilayah yang berpotensi terhadap bahan baku dan produksi sale pisang adalah Kecamatan Majenang, Sidareja, Kedungreja, dan Gandungmangu. Wilayah yang menjadi sentra pengembangan usaha sale pisang di Kabupaten Cilacap adalah Kecamatan Majenang, Sidareja, Kedungreja, dan Gandrungmangu, hal ini didasarkan pada perhitungan analisis super impose, dimana wilayah tersebut memiliki kriteria positif pada seluruh metode analisis yang digunakan. Nilai pertumbuhan usaha sale pisang yang diusahakan di Kabupaten Cilacap cenderung menyebar di beberapa wilayah kecamatan karena nilai koefisien lokalisasi kurang dari satu, sedangkan komoditas sale pisang juga berspesialisasi pada satu kecamatan saja, hal tersebut sesuai dengan hasil analisis bahwa nilai koefisien spesialisasi mendekati satu.
Abstract

Sale banana is the one of the most popular agro-industry among the people. This agro-industry has a large potential to be developed because of the availability raw material requirements, easily obtained, make a new employment, source of income, and also sale banana increase the selling price than fresh banana. The purpose of this research is determine of potential availability raw material and production on each region cilacap, to determine growth raw materials and production sale banana in cilacap and knowing which location is the most development of sale banana. This research is done in August to September 2013. It used the secondary data with regional data collecting to regarding sale banana production and used to comparative data (comparative and competitive) such as tahu, tempe, petis, fruits chips and stick data. The analytical methods use is analysis location quotient (LQ), shift analysis, super impose analysis localization coefficient (£), and specialization coefficient (β). The area with the most potential of raw materials and sale banana production is region Majenang, Sidareja, Kedungreja, Gandrungmangu. There are some areas that became center of bussines development sale banana in Cilacap is Majenang, Sidareja, Kedungreja, and Gandrungmangu. It is based on the calculation of super impose analysis, where the region has a positive criterion in the whole to used of all method analysis. The growth net business sale of bananas in Cilacap tend to distribution some areas in districs cilacap region because the value of coefficient localization more less than one, whereas sale banana commodity also specialized in one district, it is in line with the results of the analysis that the value specialization coefficient is close than one
84348936D1E010013PENGARUH METODE RONTOK BULU PAKSA TERHADAP BOBOT BADAN DAN KONVERSI PAKAN PADA AYAM NIAGA PETELURPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rontok bulu paksa terhadap konversi
pakan dan bobot badan pada ayam niaga petelur dengan menggunakan tiga metode rontok bulu. Materi penelitian yang digunakan adalah 72 ekor ayam niaga petelur tipe medium (strain lohman) umur 96 minggu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah R0 : Kontrol, R1 : Rontok bulu paksa dengan metode California Force Moulting Program, R2 : Rontok bulu paksa dengan metode Washington Force Moulting Program, R3 : Rontok bulu paksa dengan metode Convensional Force Moulting Program. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa metode rontok bulu paksa memberikan pengaruh sangat nyata (P>0,01) terhadap bobot badan dan konversi pakan. Analisis kemudian dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur. Hasil uji BNJ (Beda Nyata Jujur) menunjukan bahwa bobot badan pemeliharaan 60 hari pada perlakuan R1 : 1.707,05±48,39 g lebih kecil dibandingkan perlakuan R0 : 1.811,11±20,47 g, R2 : 1.754,89±57,37 g, R3 : 1.743,88±27,96 g, bobot badan pemeliharaan 90 hari pada perlakuan R1 : 1.868,77±16,48 g lebih besar dibandingkan perlakuan R0 :1.814,83±15,80 g, R2 : 1.827,05±32,78 g, R3 : 1.812,56±13,13 g, sedangkan konversi pakan pada perlakuan R1 : 2,29±0,17 lebih rendah dibandingkan perlakuan R0 : 3,47±0,42, R2 : 2,78±0,254, R3 : 3,15±0,61. Kesimpulan penelitian ini bahwa program rontok bulu paksa pada ayam niaga petelur umur 96 minggu dapat menurunkan bobot badan dan menghasilkan konversi pakan yang lebih rendah dibandingkan kontrol dan rontok bulu paksa dengan metode California Force Moulting Program menampilkan nilai konversi pakan dan bobot badan yang baik.
The purpose of this research was to determine the effect of force moulting on body weight and feed conversion in commercial laying hen with use three force moulting methods. The materials research used were 72 medium type of commercial laying hen, strain Lohman, aged 96 week old. hens The methods of this research were experimental methods and used completely randomized design (RAL). The treatments of this research used were R0 : control, R1 : Force moulting methods with California Force Moulting Program, R2 : Force moulting methods with Washington Force Moulting Program, R3 : Force moulting methods with Convensional Force Moulting Program. The data obtained were analysed using analysis of variance (anova). The result analysis of variance (anova) showed that the application force moulting methods high significantly (P>0.01) in body weight and feed conversion ratio. Its had been followed by BNJ test. The The result BNJ test showed that the weight body of maintenance 60 days in treatments R1 : 1.707,05±48,39 g smaller than R0 : 1.811,11±20,47 g, R2 : 1.754,89±57,37 g, R3 : 1.743,88±27,96 g, the weight body of maintenance 90 days in treatments R1 : 1.868,77±16,48 g larger than R0 : 1.814,83±15,80 g, R2 : 1.827,05±32,78 g, R3 : 1.812,56±13,13 g, the while feed conversion in treatments R1 : 2,29±0,17 lower than R0 : 3,47±0,42, R2 : 2,78±0,254, R3 : 3,15±0,61. The Conclusion of this research is force moulting program in commercial laying hen aged 96 week old can decrease weight body and feed conversion resulted of lower than control and California Force Moulting Program showed weight body and the excellent feed conversion
843510555C1L010002ANALYSIS OF CASH OUTFLOW EFFICIENCY ON TAX PLANNING OF EMPLOYEES EXPENDITURE FOR TAXATION COMPLIANCE (A CASE STUDY AT PT. BANK SAUDARA, CIREBON)Penelitian ini berjudul “Analisis Efisiensi Cash Outflow pada Perencanaan Pajak Biaya Tenaga Kerja untuk Pemenuhan Perpajakan pada PT. Bank Saudara Kota Cirebon”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transaksi-transaksi pada biaya tenaga kerja operasional yang masih dapat dimungkinkan dibuat perencanaan pajaknya, untuk mengetahui penerapan tax planning pada biaya tenaga kerja operasional dapat menghemat cash outflow pembayaran pajak terutang perusahaan dan untuk mengetahui jumlah efisiensi pajak yang dapat dicapai.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan perencanaan pajak yang diterapkan oleh perusahaan terhadap biaya tenaga kerja operasional, pajak penghasilan dan tunjangan hari raya didapat penghematan pajaknya sebesar Rp. 59.162.605,50. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Terdapat transaksi-transaksi pada biaya tenaga kerja operasional yang masih dapat dibuat perencanaan pajaknya, (2) Penerapan tax planning pada biaya tenaga kerja operasional dapat menghemat cash outflow pembayaran pajak terutang perusahaan.
Implikasi dari penelitian ini adalah: (1) Tax Planning dapat dilakukan antara lain dengan menggantikan fasilitas dan natura kedalam bentuk tunai atau tunjangan, (2) untuk memperoleh penghematan cash outflow pembayaran pajak terutang, analisa yang dilakukan pada setiap rekening yang terdapat di laporan keuangan fiskal perusahaan.
This research entitled “Analysis of Cash Outflow Efficiency On Tax Planning Of Employees Expenditure for Taxation Compliance on PT. Bank Saudara, Cirebon. This research is to know the transactions of the operational employees’ expense that can be made into tax planning, to know the amount of company cash outflow if tax planning is applied in employee’s expense and to know how much the tax efficiency can be achieved.
Based on the results of this research showed that the implementation of tax planning that applied by the company toward operational labor costs, income tax and big holiday subsidy provided tax savings of Rp. 59.162.605,50. Conclusion of this research are: (1) There are some transactions inside the operational labor cost that can be made for the tax planning, (2) Tax planning implementation inside the operational labor cost influence in Company can tax saving cash outflow of tax payment.
Implications of this research are: (1) Changing facilities and natura into cash or allowance can be implement in order to have tax planning, (2) Analizing on every account inside Company fiscal financial report in order to get tax saving cash outflow of tax payment.
843611047B1J010042KEANEKARAGAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DI KABUPATEN BANYUMAS
Tanaman tomat (Solanum lycopersicum) merupakan tanaman perdu setahun yang tingginya 2 –3 m atau lebih. Batang menyilinder dengan permukaan batang ditumbuhi banyak rambut halus, mempunyai banyak cabang. Buah tomat memiliki bentuk bervariasi, ada yang berbentuk bulat, bulat pipih, dan lonjong. Morfologi tanaman tomat berbeda tergantung kultivar dan tempat tumbuhnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman dan hubungan kemiripan morfologi tanaman tomat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan pengambilan sampel secara acak terpilih di wilayah Kabupaten Banyumas. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, morfologi batang, daun, bunga, buah dan biji. Data dianalisis secara deskriptif, sedangkan hubungan kemiripan dianalisis dengan metode UPGMA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 6 keanekaragaman kultivar tomat yaitu Solanum lycopersicum ‘Money Maker’, ‘Cherry’, ‘Roma Cherry’, ‘Cherry Kuning’, ‘Rewako’ dan ‘Kaliurang’. Hubungan kemiripan berdasarkan jumlah biji dibagi menjadi 3 kelompok kultivar yaitu kelompok I ‘Rewako’, kelompok II yaitu ‘Kaliurang’, dan kelompok III yang terdiri dari ‘Money Maker’, ‘Cherry Kuning’, ‘Cherry’, dan ‘Roma Cherry’. S. lycopersicum ‘Roma Cherry’ memiliki hubungan kemiripan paling tinggi dengan cherry (indeks disimilaritas 0,1476), sedangkan ‘Rewako’ (indeks disimilaritas 0,3637) memiliki hubungan kemiripan yang cukup jauh dari kultivar yang lainnya.
Tomato (Solanum lycopersicum) is an annual herbaceous plant with a height of 2-3 m tall. Stem cylindrical with a silky hairs on the stems, with many branches. Tomato fruits have various forms, namely globose, drepessed globose, oval. The morphology of tomato fruit is different depending on cultivar and growing place. The purpose of this research is to know the morphology and relationship amongst tomato plants. The method used in this study is a survey method with purposive random sampling in the district of Banyumas. Parameters observed included plant height, morphology of stems, leaves, flowers, cultivar, and number of seeds. The data were analyzed using a descriptive and UPGMA method.
The result showed that there are some diversity cultivars of tomato namely Solanum lycopersicum ‘Money Maker’, ‘Cherry’, ‘Roma Cherry’, ‘Cherry Kuning’, ‘Rewako’ and ‘Kaliurang’. Similarity relations are divided into 3 groups of cultivars group I: ‘Rewako’, group II: ‘Kaliurang’, and group III consisting of ‘Money Maker’, ‘Yellow Cherry’, ‘Cherry’ and ‘Roma Cherry’. S. lycopersicum ‘Roma Cherry’ and ‘Cherry’ have relationships with the highest similarity (disimilaritas index of 0,1476) while ‘Rewako’ in the most distinct cultivars (disimilaritas index in 0,5110).
843711275H1L010068Rancang Bangun Sistem Informasi Usaha Mikro Kecil Menengah Wilayah Banyumas Berbasis WebPemerintah sedang gencar-gencarnya mendorong tumbuh kembang usaha
mikro kecil dan menengah di Indonesia, berbagai macam bidang usaha
membutuhkan sarana promosi dan pemasaran yang cepat dan tepat. Salah satu
cara untuk melakukan promosi dan pemasaran yang efisien adalah melalui
internet. Sistem informasi usaha mikro kecil menengah ini (Unyumas)
diharapkan dapat mengakomodasi berbagai bidang Usaha Mikro Kecil Menengah
dengan masing-masing keunikan yang ingin ditonjolkan khususnya yang berada
di wilayah Banyumas. Dengan adanya sistem ini semoga pemilik UMKM bisa
mendapatkan manfaat.
Nowaday the goverment give a huge support in (SMEs) Small Medium
Enteprises development in Indonesia, there are many kind of SMEs company
which need a way to advertise and sell their product rapidly. One of the most
effective way to advertise and sell SMEs product is through the internet. This
Information System is intended for SMEs company which are located around
Banyumas region so they can have a comfortable customizeable virtual
showroom, and can also show their own SMEs characteristic on this Information
System. Hopefully SMEs comapany owner will get advantages over this
Information System.
84388937A1G011018EFISIENSI PEMASARAN CABAI MERAH (Capsicum Annuum L.)
DI DESA KUTABAWA KECAMATAN KARANGREJA
KABUPATEN PURBALINGGA
Cabai merah merupakan salah satu produk hortikultura yang memiliki prospek cerah untuk dikembangkan di Indonesia. Salah satunya berada di wilayah Jawa Tengah yaitu terletak di Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Petani cabai merah menjual hasil panen kepada para pedagang pengumpul dan penentuan harga cabai merah berada di tangan pedagang pengumpul. Hal tersebut dapat menyebabkan selisih harga yang tinggi antara produsen dan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui saluran pemasaran cabai merah, menganalisis bagian harga yang diterima oleh petani (farmer share), menganalisis tingkat efisiensi pemasaran cabai merah secara teknis dan ekonomis di Desa Kutabawa.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Pengambilan sampel petani menggunakan metode Simple Random Sampling dan didapatkan 27 sampel petani. Pengambilan sampel pedagang menggunakan metode Snow Ball Sampling dan didapatkan 13 pedagang perantara sebagai sampel. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis farmer’s share dan analisis efisiensi teknis dan ekonomis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai merah di Desa Kutabawa yaitu : 1) Petani - pedagang pengumpul - pedagang besar - pedagang pengecer - Konsumen. 2) Petani - pedagang pengumpul - pedagang pengecer - konsumen. Bagian harga yang diterima oleh petani (Farmer’s share) pada saluran pemasaran I sebesar 62,56 persen, pada saluran pemasaran II sebesar 61,53 persen. Belum terdapat saluran pemasaran yang efisien secara teknis dan ekonomis pada pemasaran cabai merah di Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga.
Red chili is one of the horticultural products that have bright prospects for development in Indonesia. One of them being in the region of Central Java which is located in the Kutabawa Village Sub-District of Karangreja District Purbalingga. Red chili farmers sell their produce to middleman traders and price determination was in the hands of traders. This can lead to a high price difference between producers and consumers. The purpose of this research was to determine the marketing channel of red chili, to analyze part of the price received by farmers (farmer share), and to analyze the level of marketing efficiency red chili technically and economically in the Kutabawa Village.
This research used survey method. The sample of farmers using methods simple random sampling was obtained 27 farmers and the sample of traders uses the methods snow ball of sampling was obtained 13 middleman traders as a sample. Method of analysis used the descriptive analysis, farmer share and a technical and economic efficiency.
The results of research showed that there are two red chili marketing channels in the Kutabawa Village that was: 1) farmers - collector trades - wholesalers - retailers - Consumers, 2) Farmers - collector traders - retailers - consumers. Part of prices received by farmers (Farmer's share) on the marketing channel I of 62.56 percent, the second marketing channel by 61.53 percent. There has not been an efficient marketing channels is technicaly and economically on the marketing of red chili in the Kutabawa Village Sub-District of Karangreja District Purbalingga.
84398938A1C110012PENGARUH FAKTOR HARGA, PRODUKSI, KONSUMSI, TARIFF EKSPOR DAN NILAI KURS TERHADAP EKSPOR CRUDE PALM OIL (CPO) DI INDONESIA Crude Palm Oil (CPO) banyak digunakan sebagai bahan industri pangan (minyak goreng dan margarine), industri sabun, industri baja, industri tekstil, kosmetik, dan sebagai bahan bakar alternatif. Indonesia adalah negara produsen CPO terbesar, hal ini mengakibatkan tingkat ekspor CPO lebih tinggi dibandingkan dengan olahan pertanian lainnya untuk memenuhi kebutuhan dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh faktor-faktor harga, produksi, konsumsi, tariff ekspor dan nilai kurs terhadap ekspor CPO Indonesia, 2) faktor manakah yang paling dominan dalam mempengaruhi ekspor CPO Indonesia, 3) berapakah estimasi ekspor CPO Indonesia untuk 5 tahun yang akan datang (2014-2018). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan datanya berupa data sekunder selama 15 tahun mulai dari 1999 kuartal 1 sampai 2013 kuartal 4 dari Badan Pusat Statistik, Kementrian Perdagangan Indonesia, Bank Indonesia, Kementrian Keuangan Indonesia, World Bank, Annual and Oil World serta bahan pustaka berupa buku-buku dan jurnal. Analisis digunakan adalah regresi linier berganda dengan metode OLS dan peramalan trend. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) faktor harga CPO dunia, harga CPO domestik, produksi, konsumsi dan tariff ekspor berpengaruh nyata terhadap volume ekspor CPO, 2) faktor yang dominan mempengaruhi volume ekspor CPO adalah faktor konsumsi CPO dunia, 3) estimasi ekspor CPO untuk 5 tahun kedepan sebesar 35.991,7 ton setiap kuartalnya. Crude Palm Oil (CPO) widely used as a food ingredient industry (cooking oil and margarine), soap industry, steel industry, textiles industry, cosmetics, and as an alternative fuel. Indonesia is the largest palm oil producing countries, it is made export of CPO higher than other agricultural processed to fulfill the world needed. This study aims to 1) influence factors of price, production, consumption, export tariff and the exchange rate on CPO export of Indonesia, 2) which is the most dominant factor in influencing CPO export of Indonesia, 3) What is the estimated CPO export of Indonesia for 5 years later (2014-2018). The research method used in this study is kuantitative descriptive as a secondary data for 15 years starting from 1999 Q1 to 2013 Q4 obtained from the Central Bureau of Statistics, Ministry of Trade of Indonesia, Bank Indonesia, Ministry of Finance of Indonesia, World Bank, Annual and Oil World, books and journals. The analysis used is multiple linear regressions with OLS and trends forecasting. The results showed that 1) CPO price, domestic CPO price, production, consumption and export tariffs significantly affect to CPO export, 2) the dominant factor affecting to the volume of CPO exports is the world's consumption of CPO, 3) the estimates export of CPO for the 5 year later is 35,991.7 tons each quarter.
84408939G1B010023FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN MAKAN PADA BALITA BAWAH GARIS MERAH DI KABUPATEN BANYUMAS
(Studi Di Wilayah Puskesmas Banyumas Dan Puskesmas II Sumbang)
JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2014


INTISARI
GHINA RAHMAH FAUZIAH
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN MAKAN PADA BALITA BAWAH GARIS MERAH DI KABUPATEN BANYUMAS ( Studi di wilayah Puskesmas Banyumas dan Puskesmas II Sumbang)

Pola asuh berperan penting dalam menentukan status gizi balita, apabila pola asuh anak kurang baik dalam hal pemberian makan, dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak terutama pada balita BGM. Perilaku pemberian makan pada balita BGM di wilayah kerja Puskesmas Banyumas dan Puskesmas II Sumbang masih ditemukan ketidaksesuaian yaitu pemberian makan terlalu dini atau tidak sesuai tahapan umur dan pemberian makanan disesuaikan dengan keinginan anak tanpa memperhatikan kebutuhan gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian makan pada balita Bawah Garis Merah di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah survey explanatory dengan pendekatan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang mempunyai balita dibawah garis merah di wilayah kerja Puskesmas Banyumas dan Puskesmas II Sumbang. Jumlah sampel 78 ibu yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur dengan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi square dan dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda dengan metode backward. Hasil univariat menunjukan sebagian besar responden mempunyai umur >30 tahun (57,7%), pendidikan rendah (57,7%), jumlah anggota keluarga ≤ 4 orang (59,0%) dan pendapatan keluarga < UMK Banyumas (62,8%). Sebagian besar responden mempunyai pengetahuan yang kurang baik (59,0 %), sikap yang baik (61,5%) dan keterpaparan informasi yang rendah(79,5%). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan paparan informasi dengan perilaku pemberian makan pada balita Bawah Garis Merah di Kabupaten Banyumas. Sebagai upaya peningkatan perilaku pemberian makan pada balita Bawah Garis Merah yaitu mengadakan pembinaan kepada kader dan menyediakan sarana berupa poster di posyandu.

Kata Kunci : Faktor-faktor, BGM, Perilaku Pemberian Makan,
Kepustakaan : 72 (2003-2014)
DEPARTMENT OF PUBLIC HEALTH
FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCES
JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
PURWOKERTO
2014


ABSTRACT

GHINA RAHMAH FAUZIAH
FACTORS RELATING TO THE BEHAVIOUR IN GIVING THE FOOD FOR CHILDREN UNDER 5 YEARS UNDER NUTRITION IN DISTRICT BANYUMAS (Study in Banyumas health center and Sumbang II health center)

Parenting plays an important role in determining the nutritional status of children, if the child care is not good in terms of feeding, can affect the development of children, especially in children under 5 years old under nutrition. There was found mother behaviour who the gave the food for their children under 5 years at Banyumas and Sumbang II health center did not agree with children age and did not agree nutrition need. The purpose of this study was to determine the factors associated with feeding behavior in children under 5 years old under nutrition in Banyumas. This was survey explanatory research with cross-sectional approach. The population was all mothers who have children under the red line in the region of Banyumas and Sumbang II Health Center. The number of samples was 78 mothers taken by purposive sampling technique. The data were collected by interview using a structured questionnaire. The analysis used was univariate, bivariate analysis using chi square and multivariate analysis using multiple logistic regression with backward weild method. Univariate results showed the majority of respondents had age> 30 years (57.7%), have a low education (57.7%), had a family size ≤ 4 people (59.0%) and family income < UMK Banyumas (62.8%). Most respondents have a poor knowledge (59.0%), good manners (61.5%) and had a low exposure information(79.5%) . The results of this research show significant correlation between knowledge, attitude, and exposure information with feeding behavior in children less than five years below the red line in Banyumas and the most dominant variable is the exposure information. As an effort increase the behaviour in giving the food for children under 5 years under nutrition that give a founding to kader and provide facility such as poster in health integrated pos.


Keywords : factors ,children under five years is under nutrition, behaviour
in giving the food
Reference : 72 (2003-2014)