Artikelilmiahs

Menampilkan 8.381-8.400 dari 48.904 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
838111042G1D009055Hubungan Mekanisme Koping Dengan Tingkat Kecemasan Pasca Bencana Angin Puting Beliung Di Desa Karang Duren Kecamatan Sokaraja Kabupaten BanyumasHUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASCA BENCANA ANGIN PUTING BELIUNG
DI DESA KARANG DUREN KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS

ABSTRAK
Latar Belakang: Bencana puting beliung merupakan jenis bencana terbanyak di Indonesia, serta dapat menimbulkan kecemasan karena menimbulkan jatuh korban jiwa. salah satu yang berpengaruh terhadap kecemasan adalah mekanisme koping yang efektif. mekanisme dan proses koping pada seseorang yang efektif berfungsi sebagai. Tanpa koping yang efektif, mekanisme tidak dapat dicapai secara optimal
Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pasca bencana angin puting beliung di Desa Karang Duren Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas.
Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuntitatif dengan pendekatan cross sectional study (satu potong lintang). Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Besarnya sampel adalah 40 responden yang memenuhi criteria inklusi. Analisis data menggunakan Gamma dan somers’d.
Hasil: hasil dari uji statistik mendapatkan nilai p= 0,469 lebih besar dari α= 0,05 dapat diartikan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pasca bencana angin puting beliung di desa Karang Duren Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Hal ini diperkuat dengan adanya nilai r=-0,383.
Kesimpulan: tidak ada hubungan yang bermakna antara mekanisme koping dan kecemasan dalam menghadapi bencana angin puting beliung, warga belum terbiasa menghadapi bencana alam angin puting beliung.

THE RELATIONSHIP BETWEEN COPING MECHANISMS WITH ANXIETY OF POST-DISASTER CYCLONES IN RURAL KARANG DUREN SUB-DISTRICT SOKARAJA BANYUMAS REGENCY

ABSTRACT
Background: Disaster cyclones is most types of disasters in Indonesia, and can cause anxiety for causing the loss of life. one which affects the anxiety is an effective coping mechanism. coping mechanisms and processes to effectively function as a person. Without effective coping mechanisms can not be achieved optimally
Objective: This study aimed to determine the relationship of coping mechanisms in anxiety levels after cyclones in Karang Duren Sokaraja District of Banyumas.
Methods: This study is a quantitative study with cross sectional study (one cross-sectional). Sampling using total sampling technique. The amount of sample is 40 respondents who meet the inclusion criteria. Data analysis using Gamma and somers'd.
Results: The results of the statistical test p = 0.469 scores greater than α = 0.05 means that there is no significant relationship between coping mechanisms at the level of anxiety after cyclones in Karang Duren Sokaraja District of Banyumas. This is reinforced by the value of r = -0.383.
Conclusion: there is no significant relationship between coping mechanisms and levels of anxiety in the face of cyclones, people are not accustomed to dealing with natural disasters tornado.

838211470A1H010062EVALUASI KARAKTERISTIK MUTU DAN ANALISIS EKONOMI PENGGORENGAN MAKARONI DENGAN MEDIA PASIR MENGGUNAKAN ALAT HSF D-50 (hot sand frier diameter 50cm)Makaroni merupakan salah satu makanan ringan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Makaroni salah satu komoditi yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Pada umumnya produk olahan makaroni yang disukai yaitu makaroni goreng dengan cara digoreng menggunakan minyak goreng. Sekarang ini banyak permasalahan akibat penggorengan dengan menggunakan minyak goreng. Oleh karena itu perlu adanya suatu media alternatif, salah satunya adalah dengan media pasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lamanya waktu proses penggorengan, perubahan kadar air, karakteristik mutu yang dihasilkan, tingkat penerimaan konsumen, tingkat kekerasan, rasio volume pengembangan, dan kelayakan usaha penggorengan makaroni dengan media pasir menggunakan alat HSF D-50. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Variabel pengamatannya adalah lama waktu penggorengan, kadar air, penilaian konsumen, tingkat kerenyahan, volume pemekaran, dan analisis ekonomi.Didapatkan hasil penelitian waktu pematangan makaroni 120 detik, 100 detik, 80 detik. Persamaan penurunan kadar air Mθ = Mi.exp{(-2483054,47e^((-9055,7)/T))θ} dengan nilai error rata-rata 2,46%. Hasil uji organoleptik diperoleh warna putih kecoklatan, rasa enak, tekstur renyah, dan disukai panelis. nilai rasio volume pengembangan ,dan kerenyahan yaitu antara 0,254-0,152 N/m2 , 6,36-7,12. Serta berdasarkan analisis ekonomi, diperoleh nilai BEP produksi sebesar 796,65 Kg/tahun; 585,64 Kg/tahun; dan 574,15 Kg/tahun, serta nilai rasio R/C > 1 (1,133; 1,200; 1,209) sehingga usaha tersebut layak untuk dijalankan. Macaroni is one of snack that much-loved by indonesian people. Macaroni it’s one commodity that has a high economic value. Generally, some consumer preffered the macaroni product is processed cooked by used cooking oil. Nowadays a lot of problems due to fry is using cooking oil. Hence the need for an alternative media, which is the sand. This study aims to determine the length of time the frying process, changes in water levels, the resulting quality characteristics, the level of consumer acceptance, the level of violence, the ratio of the volume of development, and feasibility of the frying pan of macaroni with sand media using tools HSF D-50. This research was conducted at the Laboratory of Agricultural Technology, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman Purwokerto. Variable long time observations are frying, moisture content, consumer ratings, the level of crispness, volume expansion, and analysis of the results of research economic. The macaroni be obtained ripening time of 120 seconds, 100 seconds, 80 seconds. Equation moisture reduction Mi.exp Mθ = Mi.exp{(-2483054,47e^((-9055,7)/T))θ} with an average error rate of 2.46%. Organoleptic test results obtained brownish-white color, taste delicious, crunchy texture, and preferably panelists. the value of the ratio of the volume of development, and the crispness of between .254 to 0.152 N / m2, 6.36 to 7.12. And based oneconomic analysis, the value of BEP production of 796.65 kg / year; 585.64 Kg / year; and 574.15 kg / year, and the value of the ratio R / C> 1 (1.133; 1.200; 1.209) so that the business feasible.
83838907A1L010010UJI KISARAN INANG Ralstonia solanacearum ASAL TOMAT
DATARAN RENDAH
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi R. solanacearum asal tomat dataran rendah dan 2) menguji kisaran inang R. solanacearum asal tomat dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, dan di rumah plastik. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, tahap 1 identifikasi R. solanacearum asal tomat dataran rendah, tahap 2 uji kisaran inang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 jenis tanaman (tomat, terung, cabai merah), masing-masing perlakuan ditanam dalam bak plastik (12 tanaman) dan diulang sebanyak 8 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa R. solanacearum memiliki beberapa ciri yaitu, aliran masa bakteri berwarna putih keruh, pada medium CPG-TTC koloni bakteri berbentuk tidak beraturan, berlendir, dan berwarna putih susu dengan warna merah di tengahnya, sedangkan pada medium YPGA koloni bakteri berbentuk tidak beraturan, berwarna putih susu dan fluidal. Hasil uji Gram dan katalase, menunjukkan bahwa bakteri R. solanacearum merupakan bakteri Gram negatif dan katalase positif, hasil uji hipersensitivitas pada daun tembakau dan cocor bebek menunjukkan bahwa bakteri bersifat virulen. Pada uji kisaran inang tanaman yang menunjukkan gejala layu adalah tomat dan terung, masa inkubasi masing-masing 17 hari dan 24 hari, intensitas penyakit 50% dan 0,01% dengan laju infeksi 0,0771 unit/hari dan 0,0092 unit/hari, dan nilai AUDPC (Area Under Disease Progress Curve) 282,5% dan 0,005%.This aims of the research were 1) identify of R. solanacearum from lowlands tomato and 2) test the host range of R. solanacearum from lowlands tomato. This research was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, and in plastic house. The study was conducted in two phases, the first phase was identification of R. solanacearum from lowland tomato, second phase is to test the host range using completely randomized design with 3 types of plants (tomato, eggplant and red pepper), each were planted in tray (12 plants) and repeated 8 times. The results showed that R. solanacearum has some characteristics of bacterial mass flow cloudy white, the medium of CPG-TTC the colonies shaped of bacteria is irregular, fluidal, and has white milk colour with red in the middle, while the bacterial colonies on the medium YPGA shaped irregular, has color white milk and fluidal. Gram and catalase test results of R. solanacearum showed that R. solanacearum is a negative Gram bacteria and positive catalase, the result of hypersensitivity test on tobacco leaves and cocor bebek (Kalanchoe pinnata) showed that bacteria are virulent. In host range tests showed symptoms of wilting plants are tomato and eggplant, the incubation period each 17 days and 24 days, the intensity of diseases 50% and 0,01% with an infection rate of 0,0771unit/day and 0,0092 unit/day, and AUDPC (Area Under Disease Progress Curve) value 282,5% and 0,005%.
83848908A1L010170EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz dan Pav.) TERHADAP MORTALITAS DAN PERKEMBANGAN
ULAT KROP KUBIS (Crocidolomia pavonana Fabricius.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi efektif ekstrak daun sirih merah dalam mengendalikan ulat krop kubis (Crocidolomia pavonana), mengetahui penghambatan aktivitas makan ulat krop kubis (C. pavonana) yang diperlakukan dengan ekstrak daun sirih merah, serta mengetahui perkembangan ulat krop kubis (C. pavonana) yang diperlakukan dengan ekstrak daun sirih merah. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan dimulai pada bulan Febuari 2014 sampai Mei 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan untuk tiap-tiap perlakuan. Perlakuan yang dicoba adalah, K0 : Kontrol (akuades); K1 : ekstrak daun sirih merah konsentrasi 6,25%; K2 : ekstrak daun sirih merah konsentrasi 12,5%; K3 : ekstrak daun sirih merah konsentrasi 18,75%; K4 : ekstrak daun sirih merah konsentrasi 25%; K5 : ekstrak daun sirih merah konsentrasi 31,25%; K6 : ekstrak daun sirih merah konsentrasi 37,5%; K7 : ekstrak daun sirih merah konsentrasi 43,75%; dan K8 : ekstrak daun sirih merah konsentrasi 50%. Perlakuan konsentrasi ekstrak daun sirih merah ditentukan berdasarkan nilai LC50 dari uji pendahuluan. Nilai LC50 ekstrak daun sirih merah pada C. pavonana adalah 24,55%. Variabel yang diamati adalah mortalitas larva, penghambatan aktivitas makan, jumlah pupa terbentuk, lama stadium pupa dan jumlah imago terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah berpengaruh sangat nyata terhadap terhadap mortalitas dan perkembangan larva C. pavonana khususnya terhadap penghambatan aktivitas makan, jumlah pupa terbentuk, jumlah imago terbentuk dan berpengaruh nyata terhadap lama stadium pupa. Namun dari hasil penelitian ini penggunaan ekstrak daun sirih merah belum efektif untuk mengendalikan C. pavonana karena hanya mematikan 50% larva uji.

Kata kunci : Ekstrak daun sirih merah, Crocidolomia pavonana
Aims of this research were to know the effective concentration of red betel leaf extract to control Crocidolomia pavonana, to know the feeding inhibitory activity of C. pavonana which were treated with red betel leaf extract, and to know the development of the C. pavonana which were treated with red betel leaf extract. The research was conducted in the Laboratory of Plant Protection of the Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto and started from February 2014 to May 2014. The research design used a randomized block design (RBD) with three replications. The treatments were, K0: control (Aquades); K1: red betel leaf extract concentrations of 6.25%; K2: 12.5%; K3: 18.75%; K4: 25%; K5: 31.25%; K6: 37.5%; K7: 43.75%; K8: 50%. Treatment of red betel leaf extract concentration was determined based on LC50 values of preliminary test. LC50 values of red betel leaf extract on C. pavonana was 24.55%. Variables abvserved were larvae mortality, inhibition of feeding activity, number of formed pupae, duration of the pupae stage and number of formed adults. Results of the research showed that the extract of red betel leaf had very significant effects on the mortality and larvae development of C. pavonana especially on the inhibition of feeding activity, number of formed pupae, number of formed adults and significantly affected the duration of the pupae stage. However, from the results of this research the used of red betel leaf extract was ineffective to control C. pavonana because it just killed 50% of the tested larvae.

Key word : Red betel leaf extract, Crocidolomia pavonana
83858909A1L010024KEMAMPUAN NEMATODA ENTOMOPATOGEN ISOLAT CIKIDANG DALAM MEMATIKAN LARVA DAN MEMPENGARUHI SIKLUS HIDUP ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.) HAMA PADA TANAMAN KUBIS (Brassica oleracea L.)Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi nematoda entomopatogen asal Cikidang, 2) mengetahui kemempanan nematoda entomopatogen isolat Cikidang dalam mematikan ulat Spodoptera litura F., dan 3) mengetahui pengaruh nematoda entomopatogen terhadap perkembangan S. litura. Penelitian dilaksanakan Januari - April 2014 di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini dilakukan secara in vivo dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 10 perlakuan dan 3 kali ulangan, data dianalisis menggunakan anova dan dilanjutkan dengan DMRT. Nematoda yang diperoleh dari Desa Cikidang Kecamatan Cilongok termasuk genus Heterorhabditis. Nematoda entomopatogen isolat Cikidang tersebut bersifat patogenik terhadap larva S. litura. Kematian tertinggi terjadi pada konsentrasi 990 Jl/ml, sebesar 86,7 persen. Nematoda tersebut memperpanjang stadia larva sampai 11 hari, mengurangi persentase pupa yang terbentuk 86,7 persen, menurunkan bobot pupa sampai bobot terendah seberat 0,2 gram, dan menurunkan persentase imago yang terbentuk 90 persen. Namun demikian, nematoda tersebut tidak mempengaruhi lama stadia pupa.The purpose of this study was: 1) to identify entomopathogenic nematodes, 2) to test the entomopathogenic nematodes of Cikidang isolate in killing caterpilar S. litura, and 3) to determine the effect of entomopathogenic nematodes on the development of S. litura. The reseach was carried out at the laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, on January - April 2014. The design of experiment was used randomized complete block design (RCBD) that consisted of 10 treatments and 3 replications, data analyzed using anova test, and followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The nematodes from Cikidang was identified as genus Heterorhabditis. Cikidang isolate were pathogenic on S. litura’s larvae. The highest mortality occurred on 990 Jl / ml, as many as 86.7 percent. Nematodes extended the stadia of larvae until 11 days, reduced the pupae’s percentage 86.7 percent, reduced pupal weight by the lowest weight 0.2 grams, and reduced the imago’s percentage 90 percents. However, the treatments didn’t have any effects on pupal stadia.
83864747B1J008081KERAGAMAN DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA IKAN
GURAMI (Osphronemus gouramy Lac.) PENDEDERAN I YANG
DI BUDIDAYAKAN DI BBI KUTASARI KABUPATEN
PURBALINGGA
Budidaya ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.) dapat dilakukan melalui
tahap pemijahan, penetasan, pendederan I, II, III dan pembesaran. Balai Benih Ikan
(BBI) Kutasari sebagai sentral kegiatan budidaya diharapkan dapat memproduksi
benih yang berkualitas seperti bebas dari penyakit. Pendederan I menjadi periode
rawan parasit karena daya tahan tubuh ikan masih rendah. Tujuan dari penelitian ini
untuk mengetahui keragaman dan prevalensi ikan gurami pendederan I yang di
budidayakan di BBI Kutasari Kabupaten Purbalingga yang terinfestasi oleh
ektoparasit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik
pengambilan sampel secara random sampling. Data keragaman ektoparasit yang
diperoleh dianalisis dengan indeks Shannon-Wiener, dan besarnya jumlah ikan yang
terinfeksi ektoparasit diketahui dengan menghitung prevalensinya.. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tingkat keragaman ektoparasit yang ditemukan pada ikan
gurami pendederan I yang dibudidayakan di BBI Kutasari Kabupaten Purbalingga
tergolong rendah (H’= 0,394) dengan ditemukannya 4 jenis ektoparasit yaitu
Trichodina sp., Ichtyophtirius multifiliis, Epistylis sp. dan Oodinium sp. Prevalensi
ikan gurami pendederan I yang terinfestasi ektoparasit cukup tinggi mencapai 73%.
Raising carp (Osphronemus gouramy Lac.) can be done through stages of
spawning, hatchery, nursery I, II, III and grown. Local Fish Seed (BBI) Kutasari as
the central farming activities expected to produce qualified seeds and disease free.
First nursery become vulnerable period of the parasite because the immune system
of fish is low. The purpose of the study was to determine the diversity and prevalence
of ectoparasites in carp nursery I is cultivated in BBI Kutasari Purbalingga. The
method usedis the method of survey sampling with random sampling technique. Data
of diversity were analyzed with the Shannon-Wiener index, and the amount of fish
infected by ectoparasites was determined with counting its prevalence. The results
showed that the type of ectoparasites found in carp nursery I cultivated in BBI
Kutasari Purbalingga are Trichodina sp., Ichtyophtirius multifilis, Epistylis sp. and
Oodinium sp. Diversity of ectoparasite clasified low (H’=0,394). Prevalence
gouramy nursery I that infection ectoparasites is 73%.
83878918A1L010023UJI KEMAMPUAN NEMATODA ENTOMOPATOGEN ISOLAT BANTERAN UNTUK PENGENDALIAN SERANGGA HAMA ULAT GRAYAK
(Spodoptera litura F.) PADA TANAMAN KUBIS (Brassica oleracea L.)
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui genus nematoda entomopatogen yang berasal dari Banteran, 2) menguji patogenitas nematoda entomopatogen terhadap S. litura, 3) mengetahui perkembangan hidup hama ulat grayak pada tanaman kubis setelah pemberian nematoda entomopatogen isolat Banteran. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dari bulan Januari sampai April 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok sebanyak 10 perlakuan dengan 3 kali ulangan dan identifikasi nematoda entomopatogen yang ditemukan dilakukan dengan pencocokkan kunci determinasi Poinar (1990). Perlakuan yang diuji terdiri atas kontrol dan 9 taraf konsentrasi nematoda entomopatogen, yaitu 102 JI/ml, 204 JI/ml, 306 JI/ml, 408 JI/ml, 510 JI/ml, 612 JI/ml, 714 JI/ml, 816 JI/ml dan 918 JI/ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil identifikasi nematoda entomopatogen isolat Banteran termasuk dalam genus Heterohabditis. Nematoda entomopatogen isolat Banteran bersifat patogenik terhadap larva S. litura. Konsentrasi nematoda yang efektif, yaitu 918 JI/ml dapat mematikan 86,70% larva S. litura. Nematoda entomopatogen mampu memperlambat lama stadia larva mencapai 4 hari dari waktu normal, dapat menekan jumlah pupa terbentuk mencapai 13,30%, menurunkan bobot pupa hingga 0,2 gram, serta menekan jumlah imago yang muncul hingga 6,70%, tetapi tidak mempengaruhi lama stadia pupa.ABSTRAK
The research was aimed: 1) to determine identification of entompathogenic nematodes Banteran isolate, 2) to pathogenicity test of entompathogenic nematodes Banteran isolate from S. litura, 3) to determine life development of armyworms pest on cabbage crops after gave of entompathogenic nematodes Banteran isolate. The research was carried out at laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. Purwokerto from January to April 2014. This research using randomized block design which consisted of 10 treatments with 3 replications and entompathogenic nematodes identified based on determination key of Poinar (1990). The treatments consisted of control and 9 level Entompathogenic nematodes concentrations, including 102 JI/ml, 204 JI/ml, 306 JI/ml, 408
2
JI/ml, 510 JI/ml, 612 JI/ml, 714 JI/ml, 816 JI/ml and 918 JI/ml. The result showed that entompathogenic nematodes Banteran isolate was identified as genus Heterorhabditis. Entompathogenic nematodes Banteran isolate were pathogenic on S. litura’s larvae. The effective concentration of entompathogenic nematodes was 918 JI/ml causing 86.70% of larva mortality. Entompathogenic nematodes was able to slow duration of larvae stage reach for 4 days from normal times, able to suppress number of emerged pupa until 13.30%, to drop of pupal’s weight until 0,2 gram and suppress number of emerged imago until 6.70%. However, it did not affect the duration of pupal stage.
83888910C1A009112ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FUNGSI INTERMEDIASI PERBANKAN DI PURBALINGGA (STUDI KASUS PADA BANK UMUM PERIODE 2005.III - 2012.IV)Penelitian ini merupakan penelitian mengenai faktor apa saja yang mempengaruhi fungsi intermediasi pada Bank Umum di Purbalingga. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fungsi Intermediasi Perbankan di Purbalingga (Studi Kasus Pada Bank Umum Periode 2005.III – 2012.IV). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Loan to Asset Ratio (LAR), Non Performing Loan (NPL), BI Rate dan PDRB terhadap fungsi intermediasi / Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Umum di Purbalingga periode 2005.III – 2012.IV).
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang bersumber dari Bank Indonesia Purwokerto, website resmi Bank Indonesia (www.bi.go.id) dan Badan Pusat Statistik Purbalingga selama periode penelitian. Penelitian ini menggunakan dua teknik analisis data, yaitu dengan Analisis Regresi Linier Berganda dengan SPSS dan Error Correction Model (ECM) dengan Eviews.
Berdasarkan hasil analisis data yang sudah dilakukan, dapat diketahui bahwa: (1) Secara simultan, variabel LAR, NPL, BI Rate dan PDRB berpengaruh signifikan terhadap LDR sebesar 94,3%, (2) Secara Parsial, variabel LAR berpengaruh positif dan seginifikan terhadap LDR baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, (3) Secara parsial variabel NPL berpengaruh positif tidak segnifikan terhadap LDR dalam jangka pendek sedangkan berpengaruh negatif signifikan terhadap LDR dalam jangka panjang, (4) Secara parsial, variabel BI Rate berpengaruh positif tidak signifikan terhadap LDR dalam jangka pendek, sedangkan berpengaruh negatif signifikan terhadap LDR dalam jangka panjang, (5) Secara parsial, variabel PDRB berpengaruh positif dalam jangka pendek dan berpengaruh negatif dalam jangka panjang, namun tidak signifikan dalam jangka pendek maupun jangka panjang, (6) Variabel LAR memberikan pengaruh paling besar terhadap LDR.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu bank diharapkan (1) tetap dapat menjaga komposisi total aset yang dapat cair sewaktu-waktu serta menciptakan aset baru, (2) menjaga kredit dengan batas maksimum NPL 5%, (3) melaksanakan kegiatan operasional seefisien mungkin agar biaya operasional tidak terlalu besar demi menjaga suku bunga kredit yang tidak terlalu tinggi, (4) mempertimbangkan besarnya penyaluran kredit dengan PDRB suatu daerah serta, (5) menjaga keseimbangan antara kredit dengan modal/dana/aset yang dimiliki bank.
This research is about what factors that influence Commercial Banks’ intermediatery function at Purbalingga. The research’s title is “The Analysis of Factors that Influence Intermediatery Function of Banking at Purbalingga (a case study on commercial banks 2005.III – 2012.IV period). The aims of research is to know the effect of loan to asset ratio, non performing loan, bi rate and GDP on intermediatery function / loan to deposit ratio of commercial banks at purbalingga from 2005.III – 2012.IV. This research is a descriptive and quantitative analysis with using secondary data which are from Bank of Indonesia at Purwokerto, the official website of Bank of Indonesia (www.bi.go.id) and The Central Institution of Statistics at Purbalingga during research’ period. This research is using two data analysis techniques named are multiple linier regression analysis with SPSS and error correction model with Eviews.
Based on result of research and data analysis, it has got the conclusions: (1) simultaneously, LAR, NPL, BI Rate and GDP has significant effect towards LDR around 94,3%, (2) partially, LAR has a positive significant effect towards LDR on both short and long term, (3) partially, NPL has a positive insignificant effect towards LDR on short term whereas has a negative significant effect towards LDR on long term, (4) partially, BI Rate has a positive insignificant effect towards LDR on short term whereas has a negative significant effect towards LDR on long term, (5) partially, GDP has a positive effect on short term and has a negative effect on long term but insignificant on both term, (6) LAR gives the biggest effect on LDR.
As implication of the conclusions above, banks are expected to (1) still be able to keep the composition of total assets that could be liquid anytime and create new asset, (2) keep the credits with maximum limit of NPL 5%, (3) implement the operational activities as efficiently as possible so that operational costs aren’t too large in order to keep lending rates aren’t too high, (4) counted the loans with GDP and, (5) keep the balance of loans with capital/fund/asset’ bank.
83898911H1H010009LAJU PERTUMBUHAN HARIAN DAN RASIO KONVERSI PAKAN IKAN BAWAL AIR TAWAR (Colossoma sp.) DENGAN PAKAN BERBAHAN BAKU LIMBAH RUMPUT LAUT TERFERMENTASIPenelitian ini berjudul Laju Pertumbuhan Harian dan Rasio Konversi Pakan Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma sp.) dengan Pakan Berbahan Baku Limbah Rumput Laut Terfermentasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian substitusi pakan dengan bahan baku tepung limbah rumput laut terfermentasi terhadap laju pertumbuhan harian serta rasio konversi pakan ikan Bawal air tawar. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas lima perlakuan dan empat ulangan. Penelitian dilakukan dengan cara memelihara ikan Bawal air tawar selama 4 minggu didalam akuarium berukuran 30x30x40 cm3. Perlakuan penelitian yaitu subtitusi dedak halus dengan tepung limbah rumput laut dengan perbandingan yang berbeda, P1 = 100%:0%; P2 = 90%:10%; P3 = 80%:20%; P4 = 70%:30%; dan P5 = 60%:40%. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari dengan dosis 3% dari berat total ikan. Variabel yang diamati adalah Laju Pertumbuhan harian dan Rasio Konversi Pakan ikan Bawal air tawar. Hasil LPH dan RKP dalam penelitian ini berkisar antara 0,16-0,41 g/hari dan 0,76-2,63. Hasil ANAVA menunjukkan bahwa substitusi dedak halus dengan tepung limbah rumput laut terfermentasi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap Laju Pertumbuhan Harian dan Rasio Konversi Pakan ikan Bawal air tawar.
The title of this research is Daily Growth Rate and Feed Conversion Ratio of freshwater Tambaqui (Colossoma sp.) fed with raw material of fermented seaweed waste. The aim of this research was to determine the effect of feed substitution with fermented seaweed waste against the daily growth rate and feed conversion ratio of freshwater Tambaqui. The completely randomized design (CRD) was used as experimental design. It consisted of five treatments and four replication. The research was conducted by culturing freshwater Tambaqui fish for 4 weeks in the aquarium (30x30x40 cm3). Totally five substitution treatments were applied in this study. Fine bran were subtitued with fermented seaweed waste at different ratio i.e. P1 = 100%:0%; P2 = 90%:10%; P3 = 80%:20%; P4 = 70%:30%; dan P5 = 60%:40%, respectively. Feeding were done twice a day with total dose wre 3% of fish body weight. The observed variables were Daily Growth Rate and Feed Conversion Ratio of freshwater Tambaqui. Results of Daily Growth Rate (DGR) and Feed Conversion Ratio (FCR) in this study ranged from 0,16 – 0,41 g/day dan 0,76 – 2,63. ANOVA results showed that the subtitution of fine bran with fermented seaweed waste was not significantly affect (P>0,05) the Daily Growth Rate and Feed Conversion Ratio of freshwater Tambaqui.
83908912H1H010033RETENSI ENERGI DAN INDEKS HEPATOSOMATIK IKAN BAWAL AIR TAWAR (Colossoma sp.) DENGAN PAKAN BERBAHAN BAKU LIMBAH RUMPUT LAUT TERFERMENTASIPenelitian ini berjudul Retensi Energi dan Indeks Hepatosomatik Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma sp.) dengan Pakan Berbahan Baku Limbah Rumput Laut Terfermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari pemberian pakan dengan penambahan limbah rumput laut terfermentasi terhadap nilai retensi energi (RE) dan indeks hepatosomatik (IHS) ikan Bawal Air Tawar. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima macam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu penambahan 40%, 30%, 20%, 10%, dan tanpa penambahan limbah rumput laut terfermentasi dengan kandungan protein sebesar 35%. Ikan diberi pakan 3% dari bobot tubuh mingguan. Variabel yang diamati meliputi retensi energi dan indeks hepatosomatik dengan parameter pendukung berupa kualitas air. Hasil retensi energi dan indeks hepatosomatik berkisar antara 18% - 23% dan 0,03% - 0,05%. Hasil ANOVA menunjukkan tidak adanya pengaruh dari penambahan limbah rumput laut terfermentasi terhadap nilai retensi energi dan indeks hepatosomatik ikan Bawal Air Tawar. Parameter kualitas air yang diamati berada dalam kisaran yang optimal untuk pemeliharaan ikan Bawal Air Tawar.The title of this research is Energy Retention and Hepatosomatic Index of Freshwater Tambaqui fish (Colossoma sp.) by Feed Made from Raw Fermented seaweed waste. The purpose of this reasearch was to determine the effect of feeding with the addition of fermented seaweed waste against the energy retention value and hepatosomatic index (HSI) of freshwater Tambaqui fish. The research design used was a completely randomized design (CRD) with five treatments and four replications. Five kinds of treatment used in this study were the addition of 40%, 30%, 20%, 10%, and without the addition of fermented seaweed waste with a protein content of 35%. The fish were fed 3% of weekly body weight. Observed variables include the energy retention and hepatosomatic index and also supported by water quality parameters Results of energy retention and hepatosomatic index in this study ranged from 18% - 23% and 0,03% - 0,05%. ANOVA results indicate that there is no influence of fermented seaweed waste addition on energy retention values and hepatosomatic index of freshwater Tambaqui fish. Water quality parameters observed were ranging within the optimal condition for the culture of freshwater Tambaqui fish.
839110544A1L010039PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI GOGO JSPGA 136 YANG
DIPERLAKUKAN DENGAN KOMPOS LIMBAH NILAM DAN
PUPUK ORGANIK CAIR BIOAKTIVATOR LIMBAH
KEPALA UDANG DIPERKAYA KHAMIR BAMBU
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh aplikasi kompos limbah nilam terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo JSPGA 136, 2) mengetahui pengaruh aplikasi POC bioaktivator limbah kepala udang diperkaya khamir bambu terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo JSPGA 136, 3) mengetahui interaksi antara aplikasi kompos limbah nilam dan POC bioaktivator limbah kepala udang diperkaya khamir bambu terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo JSPGA 136. Penelitian dilaksanakan September 2013 sampai Januari 2014 di rumah kasa, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah aplikasi kompos limbah nilam (N), terdiri atas 3 taraf yaitu 0 ton/ha (N0), 40 ton/ha (N1), 80 ton/ha (N2). Faktor kedua adalah aplikasi POC bioaktivator limbah kepala udang diperkaya khamir bambu (C), terdiri atas 4 taraf yaitu 0 L/ha (C0), 10 L/ha (C1), 20 L/ha (C2), dan 80 L/ha (C3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kompos limbah nilam meningkatkan tinggi tanaman awal generatif, jumlah anakan per rumpun awal pertumbuhan, jumlah anakan produktif per rumpun, bobot jerami segar, bobot jerami kering, bobot akar kering, jumlah gabah per malai, jumlah gabah hampa per rumpun, dan bobot gabah hampa per rumpun. Aplikasi POC bioaktivator limbah kepala udang diperkaya khamir bambu (POCuKb) meningkatkan tinggi tanaman awal pertumbuhan dan bobot jerami segar. Interaksi kompos limbah nilam dan POCuKb meningkatkan tinggi tanaman awal pertumbuhan.This research was aimed to: 1) determine the effect of patchouli waste compost application toward the growth and yield of paddy gogo JSPGA 136, 2) determine the effect of POC bioactivator of shrimp head waste enriched with yeast bamboo toward the growth and yield of paddy gogo JSPGA 136, 3) determine the interaction between the application of patchouli waste compost and POC bioactivator of shrimp head waste enriched with yeast bamboo toward the growth and yield of paddy gogo JSPGA 136. This research was conducted on September 2013 until January 2014 in the screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research used a complete randomized block design (CRBD) with 2 factors and 3 replications. The first factor was the application of patchouli waste compost (N) consisted of 3 levels: they were 0 ton/ha (N0), 40 ton/ha (N1), 80 ton/ha (N2). The second factor was the application of POC bioactivator of shrimp head waste enriched with yeast bamboo (C) consisted of 4 levels: they were 0 L/ha (C0), 10 L/ha (C1), 20 L/ha (C2), and 80 L/ha (C3). The result of the research showed that application of patchouli waste compost can increase plant height early generative, the number of tiller per clump in the early of the growth, the number of productive tillers per clump, weight of fresh hay, weight of dry hay, weight of dry root, the number of grains per panicle, the number of empty grains per clump, and weight of empty grains per clump. The application of POC bioactivator of shrimp head waste enriched with yeast bamboo (POCsYb) can increase plant height in the early of the growth and weight of fresh hay. The interaction of patchouli waste compost and POCsYb can increase plant height in the early of the growth.
83924573H1B006029LAPANGAN PERLUASANLapangan adalah ring komutatif dengan elemen satuan dan setiap elemen tak nolnya mempunyai invers terhadap operasi perkalian. Lapangan perluasan dari lapangan F adalah suatu lapangan yang memuat F sebagai sublapangannya. Suatu elemen pada lapangan perluasan dinamakan elemen aljabarik apabila elemen tersebut merupakan nilai nol dari polinomial tak nol pada ring polinomial yang dibentuk dari lapangan F. Sublapangan terkecil dari lapangan perluasan yang memuat lapangan F dan suatu elemen aljabarik dinamakan perluasan sederhana yang dibentuk oleh elemen aljabarik tersebut. Selanjutnya, perluasan sederhana ini merupakan ruang vektor atas lapangan F.Field is a commutative ring with unity and every nonzero element has multiplicative inverse. An extension field of field F is a field which containing F as it’s subfield. An element of an extension field is called algebraic element if it is a zero of some nonzero polynomial in ring polynomial formed by field F. The smallest subfield of an extension field of field F which containing both field F and an algebraic element is called a simple extension formed by the algebraic element. This simple extension is a vector space over the field F.
839310545E1A011003KAJIAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN PASAL 9 AYAT (1) HURUF K DAN PASAL 10 HURUF C UNDANG-UNDANG NO. 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 659 K/PDT.SUS/2012Iklan merupakan salah satu media yang digunakan oleh pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka. Konsumen menggunakan iklan sebagai sarana untuk memperoleh informasi mengenai barang dan atau jasa pada tahap pratransaksi. Pada beberapa kasus sengketa konsumen, telah terjadi pelanggaran oleh pelaku usaha terkait dengan penyampaian informasi melalui iklan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya mengenai suatu barang yang mengarah kepada iklan menyesatkan. Informasi mengenai kondisi suatu barang dan atau jasa merupakan hak konsumen yang diatur dalam Undang-Undang sehingga pelaku usaha berkewajiban untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi suatu produk secara benar, jelas, dan jujur kepada konsumen. Kasus sengketa konsumen terkait dengan iklan menyesatkan yang telah diadili pada tingkat Mahkamah Agung yaitu kasus antara PT. Nissan Motor Indonesia selaku pelaku usaha melawan Ludmilla Arif selaku konsumen. Ludmilla Arif merasa dirugikan akibat ketidaksesuaian informasi terkait penggunaan bahan bakar produk PT. Nissan Motor Indonesia yang pada iklan dinyatakan irit namun setelah penggunaan selama kurang lebih 2 bulan, konsumsi bahan bakar produk PT. Nissan Motor Indonesia tidak sesuai dengan yang diiklankan. Putusan Mahkamah Agung Nomor 659 K/Pdt.Sus/2012 memutus bahwa PT. Nissan Motor Indonesia terbukti melanggar ketentuan Pasal 9 ayat (1) huruf k dan Pasal 10 huruf c Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen karena pelaku usaha telah menawarkan suatu janji atau kondisi yang tidak benar dan menyesatkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dimana data diperoleh melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hakim dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 659 K/Pdt.Sus/2012 sudah tepat dalam menerapkan hukumnya karena PT. Nissan Motor Indonesia memenuhi unsur-unsur yang dimuat dalam Pasal 9 ayat (1) huruf k dan Pasal 10 huruf c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Kosumen. Penerapan hukum oleh hakim pada putusan tersebut kurang lengkap. PT. Nissan Motor Indonesia dalam pertimbangan hukum hakim pada putusan tersebut seharusnya juga dinyatakan melanggar Pasal 1458 KUHPerdata dan Pasal 1474 KUHPerdata terkait tanggung jawab penjual untuk menanggung kebendaan yang dijualnya serta melanggar Pasal 4 huruf c Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang memuat mengenai hak konsumen terkait informasi mengenai kondisi barang dan atau jasa.Advertisement is a media used by business to introduce their products. Consumers use it as a mean to obtain the information about the goods and or services before they do transaction. In some cases of consumer disputes, there has been a violation by business associated with the information delivered by the advertisement that does not correspond to the actual conditions of the goods which leads to the misleading advertisement. To know the actual information about the conditions of the goods or services is the consumers right set out in the act, so that businesses oblige to pass the actual information about the products to the consumers. The case of consumer disputes related to the misleading advertisement that has been tried in the Supreme Court is the case between PT. Nissan Motor Indonesia as the business against Ludmilla Arif as the consumer. Ludmilla Arif felt disadvantaged due to a mismatch information related to the use of fuel products of PT. Nissan Motor Indonesia because the advertisement stated that the product was economical, but in fact after about two month use t was not as what it was advertised. Supreme Court decision Number 659 K/Pdt.Sus/2012 concluded that PT. Nissan Motor Indonesia has proven to violate the provisions of Article 9 paragraph (1) letter k and Article 10 letter c of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection because business had offered a promise or condition that is not true and misleading. This study used normative juridical method where data obtained from library research. The results of this study stated that the judge in the Supreme Court Decision Number 659 K/Pdt.Sus/2012 was right in applying the law as PT. Nissan Motor Indonesia met the elements contained in Article 9 paragraph (1) letter k and Article 10 letter c of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection. Application of the law by the judge in the decision is less complete. PT. Nissan Motor Indonesia in the legal considerations should also be declared that it also violated the Article 1458 Civil Code and 1474 Civil Code related to the responsibility of the seller to bear the material it sells, and it also violated the Article 4 letter c of law No. 8 of 1999 on Consumer Protection which contains the consumers rights related to the actual information of the goods or services.
83948914A1G011027PERANAN KOPERASI NIRA SATRIA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI GULA SEMUT ANGGOTA DAN NON ANGGOTA DI KABUPATEN BANYUMASKelapa merupakan salah satu komoditi subsektor perkebunan di Indonesia. Berbagai hasil kelapa seperti kopra, air kelapa, sabut, batang dan nira dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang bermanfaat dan memiliki nilai jual tinggi di banding hasil mentahnya. Pengolahan hasil tanaman kelapa yang paling banyak di Kabupaten Banyumas salah satunya adalah industri pengolahan gula semut yang dilakukan oleh Koperasi Nira Satria. Penelitian dilakukan pada Desember sampai Februari 2013 di Koperasi Nira Satria yang membawahi Desa Kedungurang, Desa Rancamaya, Desa Pageraji, Desa Sokawera, Desa Sunyalangu, Desa Kemawi, Desa Gununglurah, Desa Banjarpanepen, Desa Klinting. Penggunaan sampel adalah simple random sampling dan snowbal sampling dengan jumlah 48 responden. Data primer diperoleh melalui wawancara kepada petani gula semut, data sekunder diperoleh dari buku-buku literatur, jurnal, skripsi, internet dan Koperasi Nira Satria. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, regresi linear berganda, biaya dan pendapatan dan uji beda pendapatan. Pelayanan Koperasi Nira Satria secara keseluruhan berpengaruh positif terhadap peningkatan pendapatan anggota. Rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan dalam kurun waktu satu bulan oleh petani anggota koperasi adalah sebesar Rp2.109.322,31 dan non anggota adalah sebesar Rp1.942.391,22 dan rata-rata penerimaan untuk anggota adalah sebesar Rp3.182.400,00 dan non anggota sebesar Rp2.882.704,11. Pendapatan anggota koperasi adalah sebesar Rp1.073.077,69, dan non anggota adalah Rp940.312,88.Coconut is one of agricultural commodities in Indonesia. Many processed coconuts like copra, coconut water, layers, trunk and sap can be processed to be more useful and expensive products. One of the most productive sugar in Banyumas is palm sugar conducted by Nira Satria Cooperative. The research has started from December until February 2013 in Nira Satria Cooperative which included Kedungurang, Rancamaya, Pageraji, Sokawera, Sunyalangu, Kemawi, Gununglurah, Banjarpanepen and Klinting Villages. It uses simple random sampling and snowball sampling involves 48 respondents. The primary data of this research are taken by the interview to palm sugar farmers, while the secondary data are taken by related books, journals, thesis, internet and Nira Satria Cooperative. The methods used in this research are descriptive analysis, double linear regression costs and incomes and different income test. Overall, the services of Nira Satria Cooperative give positive influences to the member to increase their incomes. The average of production costs each month for members are around Rp. 2.109.322,31 and for non members are around Rp. 1.942.391,22 while the average incomes for the members are around Rp. 3.182.400,00 and non members are around Rp. 2.882.704,11. The members' incomes are Rp. 1.073.077,69 and non members' are Rp. 940.312,88
83958915A1L009138KAJIAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) PADA KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR YANG BERBEDAPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui komposisi media tanam yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada, (2) mengetahui pemberian jenis pupuk organik cair yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada, dan (3) mengetahui interaksi antara komposisi media tanam dan pemberian jenis pupuk organik cair yang digunakan. Penelitian dilaksanakan di rumah kasa Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwokerto Utara, Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2013 sampai September 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Faktor yang dicoba dalam penelitian ini adalah komposisi media tanam yang terdiri dari 3 jenis yaitu komposisi tanah : pupuk kandang ayam : arang sekam (2:1:1), komposisi pasir : pupuk kandang ayam : arang sekam (2:1:1), serta komposisi tanah : pasir : pupuk kandang ayam : arang sekam (1:1:1:1) dan faktor pemberian pupuk organik cair (POC) yang terdiri dari 4 jenis yaitu kontrol (tanpa pemberian POC), pemberian POC Mastofol Tristar, pemberian POC Supermes dan pemberian POC Super Bionik. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), panjang akar terpanjang (cm), bobot segar tanaman (g), bobot kering tanaman (g) dan luas daun (cm2). Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) komposisi media tanam terbaik adalah komposisi tanah : pupuk kandang ayam : arang sekam (2:1:1) dengan hasil tertinggi pada tinggi tanaman sebesar 36,13 cm, panjang akar terpanjang sebesar 17,67 cm, luas daun sebesar 110,70 cm2, dan bobot segar tanaman sebesar 64,71 g, (2) pemberian pupuk organik cair memberikan hasil terbaik adalah pupuk organik cair Supermes dengan hasil pada tinggi tanaman sebesar 36,06 cm, panjang akar terpanjang sebesar 16,00 cm, luas daun sebesar 117,95 cm2, serta bobot segar tanaman sebesar 66,82 g, (3) tidak terjadi interaksi antara komposisi media tanam dan pemberian pupuk organik cair.This research aims to (1) find out the composition of the media the right to plant growth and yield of lettuce plants, (2) the granting of this type of aware of liquid organic fertilizer that is right for plant growth and yield of lettuce, and (3) knowing the interaction between composition and cropping media giving some type of liquid organic fertilizer is used. The research was carried out at screen house Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Karangwangkal, Purwokerto Utara, Banyumas. The research was carried from July 2013 until September 2013. This research using Randomized Complete Block Design (RCBD). The factors tested in this study was the planting media compositions consisting of 3 kinds namely composition of soil : chicken manure : charcoal chaff (2:1:1), composition of sand : chicken manure : charcoal chaff (2: 1: 1), and composition of soil : sand : chicken manure : charcoal chaff (1: 1: 1: 1) and provision of liquid organic fertilizer consisting of 4 kinds namely control (without giving a liquid organic fertilizer), provision of liquid organic fertilizer Mastofol Tristar, provision of liquid organic fertilizers Supermes and provision of liquid organic fertilizer Super Bionic. The observed variable is the height of the plant (cm), number of leaves (blades), the longest root length (cm), fresh plant weight (g), plant dry weight (g) and leaf area (cm2). Research results are analyzed using the F test, when the real continued with different DMRT on 5% error level. The results showed that (1) the composition of the growing medium is right for growth and yield composition of lettuce plants are soil composition: charcoal chicken manure: husk (2: 1: 1) with the highest results in high plants of 36,13 cm, root length 17,67 cm, for the longest of broad leaves 110,70 cm2, and a fresh crop of weighting 64,71 g, (2) provision of liquid organic fertilizer that is optimal for plant growth and yield of lettuce is organic liquid fertilizer which is Supermes with best results on high plants 36,06 cm, the longest of root length 16.00 cm, for the longest of broad leaves 117,95 cm2, and a fresh plant weight of 66,82 g,, and (3) does not occur the interaction between composition and cropping media giving liquid organic fertilizer.

839610548A1L010250LAJU AKUMULASI BAHAN KERING ENAM VARIETAS
BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)
Program pemuliaan tanaman bertujuan untuk mendapatkan genotip tanaman yang unggul. Perakitan genotip unggul dapat dilakukan dengan persilangan diikuti seleksi. Salah satu kriteria seleksi yang dapat digunakan adalah laju akumulasi bahan kering (LABK). Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui laju akumulasi bahan kering dari enam varietas bawang merah, dan 2) mengetahui pertumbuhan dan hasil enam varietas bawang merah. Penelitian dilaksanakan di rumah plastik lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, mulai Nopember 2013 sampai Januari 2014. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan yang dicoba adalah varietas (Kuning Tablet, Bima Tarmo, Bima Juna, Philip, Tiron dan Blekok). Setiap perlakuan diulangi 6 kali. Variabel yang diamati adalah laju akumulasi bahan kering (LABK), tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan total, bobot segar dan kering tajuk, serta bobot segar dan kering akar, jumlah umbi, diameter umbi, bobot segar dan kering umbi per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan LABK enam varietas bawang merah pada [30-40] hst dan [40-50] hst adalah sama. LABK [40-50] hst lebih tinggi dibandingkan LABK [30-40] hst. Pertumbuhan enam varietas bawang merah tertinggi berdasarkan bobot tajuk kering adalah Bima Tarmo dan hasil bobot umbi kering adalah Kuning Tablet.Plant breeding program aims to obtain elite plant genotypes. Elite genotype assembly can be done by crossing followed selection. One of the selection criteria is the rate of dry matter accumulation. The rate of dry matter accumulation is the total dry weight of plant biomass produced by metabolic processes within a certain time. The aim of the research are: 1) knowing the rate of dry matter accumulation of six shallot varieties, and 2) determining the growth of shallot varieties. The research was carried out in Screen House Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto on November 2013 to January 2014. The experimental design that used was a Randomized Complete Block Design (RCBD) non factorial. Treatment applied was varieties (Kuning Tablet, Bima Tarmo, Bima Juna, Philip, Tiron and Blekok). The variables observed was the rate of dry matter accumulation, plant height, the number of leaves, the number of tillers, fresh and dry shoot weight, fresh and dry root weight, the number of tubers, tubers diameter, fresh and dry tuber weight per hill. The results of this research showed the rate of dry matter accumulation in [30-40] days period and [40-50] days period are the same. The rate of dry matter accumulation in period [40-50] days higher than [30-40] days The highest growth of six shallot varieties based on dry shoot weight is Bima Tarmo and the highest yield of six shallot varieties based on dry tuber weight per hill is Kuning Tablet.
83974584F1G009050Pesan Moral dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak) karya Ahmad TohariPESAN MORAL
DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK
(Catatan Buat Emak)
KARYA AHMAD TOHARI




SKRIPSI


Oleh:
ESTER LANY INDRIANI HANDOYO
F1G009050




Diajukan
Untuk Menempuh Salah Satu Persyaratan Pada Program
Sarjana Strata Satu (S1) Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia
Jurusan Ilmu Budaya Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Universitas Jenderal Soedirman





KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
PURWOKERTO
2013

PESAN MORAL DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK “CATATAN BUAT EMAK” KARYA AHMAD TOHARI
Oleh : Ester Lany Indriani Handoyo
F1G009050

A. Latar Belakang Masalah
Moral dan etika adalah dua hal yang tidak terpisahkan karena pada dasarnya moral adalah tingkah laku yang telah diatur atau ditentukan oleh etika. Moral sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu moral baik dan moral jahat. Moral baik ialah segala tingkah laku yang dikenal pasti oleh etika sebagai baik, begitu juga sebaliknya dengan moral yang jahat. Moral adalah faktor motivasi yang berhubungan dengan produktivitas dan produk atau hasil kualitas pelayanan. Jenis ajaran moral itu sendiri dapat mencakup masalah yang bersifat tidak terbatas. Hal tersebut dapat mencakup seluruh persoalan kehidupan dan martabat manusia. Secara garis besar persoalan hidup dibedakan ke dalam persoalan hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan hubungan lain dalam lingkup sosial termasuk hubungannya dengan alam, dan Tuhan (Nurgiyantoro, 2009:323-324).
Salah satu sastrawan terkenal yang berasal dari Purwokerto yaitu Ahmad Tohari. Ahmad Tohari adalah seorang sastrawan Indonesia. Lelaki ini telah menamatkan SMTA di SMAN II Purwokerto. Setelah menamatkan SMTA, sastrawan ini melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi. Beberapa fakultas yang pernah dijelajahi oleh lelaki ini
Novel Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak) menggambarkan beberapa moral yang ditunjukkan oleh Rasus dan warga desa lainnya. Rasus memiliki moral yang baik pada waktu itu, karena ia menolong Srintil untuk menjadi seorang ronggeng. Srintil menawarkan diri kepada Rasus untuk melakukan hubungan suami istri dua kali dalam sehari. Pertama saat mereka berada di makam Ki Secamenggala, tetapi Rasus menolaknya karena mengingat mitos-mitos tentang kuburan tersebut. Kedua saat berada di rumah Kartareja, sebelum Srintil melakukan dengan orang lain ia memberikannya kepada Rasus. Akan tetapi, saat itu Rasus tidak dapat menolaknya karena ia tidak rela orang yang dicintainya diperkosa oleh orang lain.
Keadaan Dukuh Paruk saat itu sekitar tahun 1946, pola pikir masyarakat desa masih sempit. Mereka hanya mengikuti adat istiadat desa, tidak mengetahui mana yang baik dan benar. Pada saat Rasus menerima tawaran Srintil untuk berhubungan layaknya suami istri, awalnya Rasus menolak. Akan tetapi, ia menerima tawaran tersebut saat berada di rumah Kartareja. Dibandingkan dengan keadaan saat ini, Rasus dapat dikatakan sebagai seorang pemuda desa yang tidak memiliki moral baik terhadap wanita. Tidak dapat menghargai dan menghormati seorang wanita. Terlihat jelas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak) ini Rasus memperlakukan Srintil sesuka hatinya. Dalam dunia nyata kejadian yang dilakukan oleh Rasus dan Srintil merupakan kejadian yang tidak bermoral. Dalam cerita novel itu Srintil tidak rela kalau keperawanan dirinya diberikan kepada orang lain, ia lebih memilih menyerahkan kepada Rasus. Walaupun diantara keduanya tidak ada ikatan pernikahan.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut.
1. Bagaimanakah struktur intrinsik yang terdiri atas tema, alur, tokoh, dan latar dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak) karya Ahmad Tohari?
2. Pesan moral apa saja yang terdapat dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak) karya Ahmad Tohari?

C. Landasan Teori
1. Teori Struktural
Pendekatan strukturalisme murni biasa disebut juga dengan pendekatan objektif, yaitu pendekatan penelitiaan sastra yang mendasarkan pada karya sastra tersebut. Secara keseluruhan (otonom) pendekatannya dilihat dari eksistensi sastra itu sendiri berdasarkan konvensi sastra yang berlaku. Konvensi tersebut adalah aspek-aspek instrinsik karya sastra yang meliputi di dalamnya kebulatan makna, diksi, rima, struktur kalimat, tema, alur, latar, tokoh, dan lain sebagainya. Penilaian yang diberikan dilihat dari sejauh mana kekuatan atau nilai karya sastra tersebut berdasarkan keharmonisan semua unsur-unsur pembentuknya tadi. Konsep teori strukturalisme murni yang paling pokok ditunjukkan ialah peranan unsur-unsur dalam pembentuk totalitas, kaitannya secara fungsional di antara unsur-unsur tersebut, sehingga totalitas tidak dengan sendirinya sama dengan jumlah unsur-unsurnya. Prosedur (metode) teori yang digunakan adalah metode struktural, yaitu suatu metode yang cara kerjanya membongkar secara struktural unsur-unsur intrinsik karya sastra yang meliputi di dalamnya kebulatan makna, diksi, rima, struktur kalimat, tema, alur, latar, tokoh, dan lainnya. Dalam unsur-unsur yang dipaparkan tadi berperan sebagai pembentuk totalitas. Selanjutnya terjadi saling keterkaitan antar unsur tadi (transformatif) dan terakhir regurasi diri (self regulating) yakni unsur-unsur tadi saling mengatur dirinya sendiri (Endraswara, 2003:50).
Pendekatan strukturalisme adalah memandang karya sastra sebagai teks mandiri. Penelitian ini dilakukan secara objektif, yaitu menekankan aspek intrinsik karya sastra. Penelitian struktural akan memandang karya sastra sebagai sosok yang berdiri sendiri, mengesampingkan unsur di luar karya sastra (Endraswara, 2003:51-52).

2. Struktur Novel
Novel merupakan salah satu dari hasil karya sastra, dalam novel juga terdapat unsur-unsur yang membangun yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur instrinsik membangun karya sastra dari dalam, sedangkan unsur ekstrinsik membangun karya sastra dari luar. Unsur intrinsik sangat membantu secara langsung dalam membantu cerita tersebut terlihat seakan-akan nyata. Pada penelitian ini unsur intrinsik yang akan dibahas meliputi tema, alur, tokoh, dan latar. Akan dibahas juga tentang pesan moral yang terkandung dalam novel tersebut.
a. Tema
Tema adalah sesuatu yang menjadi pikiran atau sesuatu yang menjadi pokok persoalan yang diungkap dalam sebuah karya sastra, yang di dalamnya terbayang pandangan hidup atau cita pengarang. Tema dapat berwujud satu fakta dari pengalaman kemanusiaan yang digambarkan oleh cerita seperti keberanian, ilusi, dan masa tua (Stanton, 2007:7).
b. Alur
Alur menurut Stanton dalam Nurgiyantoro (2009:113) adalah cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat. Peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan terjadinya adalah segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam suatu karya sastra.
c. Tokoh
Istilah tokoh mengacu pada orangnya, pelaku cerita. Tokoh dan penokohan, watak dan perwatakan atau karakter dan karakterisasi secara bergantian dengan merujuk pada pengertian yang sama. Tokoh adalah salah satu unsur yang penting dalam suatu novel atau cerita rekaan (Nurgiyantoro, 2009: 165). Menurut Abrams dalam Nurgiyantoro (2009:165) tokoh cerita merupakan orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif atau drama oleh pembaca kualitas moral dan kecenderungan-kecenderungan tertentu, seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan dilakukan dalam tindakan.
d. Latar
Latar dibedakan menjadi tiga, yaitu latar waktu, latar tempat,
dan latar suasana. Latar waktu adalah waktu (masa) tertentu ketika
peristiwa dalam cerita itu terjadi juga ada kaitannya dengan “kapan” yaitu di mana berlangsungnya cerita tersebut, biasanya “kapan” dapat dikaitkan dengan kisah-kisah masa lalu atau sejarah. Latar tempat adalah lokasi atau bangunan fisik lain yang menjadi tempat terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cerita. Suasana adalah salah satu unsur intrinsik yang berkaitan dengan keadaan psikologis yang timbul dengan sendirinya bersamaan dengan jalan cerita. Suatu cerita menjadi menarik karena berlangsung dalam suasana tertentu, misal suasana gembira, sedih, tegang, penuh semangat, tenang, damai, dan sebagainya. Latar memiliki fungsi untuk memberi konteks cerita. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa sebuah cerita terjadi dan dialami oleh tokoh di suatu tempat, pada suatu masa, dan lingkungan masyarakat tertentu (Wiyatmi, 2006:227).

D. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif mempunyai arti penelitian yang diurai dalam bentuk kata-kata atau gambar jika diperlukan, bukan dalam bentuk angka. Adapun secara kualitatif tidak mengutamakan penelitian dalam bentuk angka-angka, tetapi mengutamakan penghayatan terhadap interaksi antar konsep yang dikaji secara empiris (Endraswara, 2008:5). Dalam ilmu bahasa dan sastra sumber data yang diperoleh dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif adalah berupa karya, naskah, data penelitian. Data formal yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu kata-kata, kalimat, dan wacana. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural, yang bertujuan meneliti keterjalinan antarunsur dalam sebuah karya sastra, dan menganalisis pesan moral dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak) karya Ahmad Tohari.
E. Analisis
1. Tema
Novel Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak) karya Ahmad Tohari memiliki tema atau gagasan utama tentang sosok wanita yang telah mengandung, dan melahirkan Rasus, yaitu sosok Emak Rasus. Emak meninggal akibat keracunan tempe bongkrek di Desa Dukuh Paruk ketika Rasus berusia tiga tahun. Di dalam novel tersebut diceritakan bayangan Emak selalu muncul dalam pikiran Rasus ketika ia bertemu dengan Srintil. Bayangan Emak semakin kuat terlihat pada diri Srintil, ketika Rasus berusia empat belas tahun.
2. Alur
Dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak) alur yang digunakan oleh pengarang adalah alur maju dan mundur. Alur maju, terdapat juga alur mundur yang menceritakan tentang kejadian sebelas tahun lalu saat terjadinya malapetaka tempe bongkrek. Pembuat tempe bongkrek itu Sakarya. Sakarya adalah ayah dari Srintil, seperti biasanya kedua orangtuanya membuat tempe bongkrek untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar. Namun pada saat itu, tempe yang dibuatnya berakibat delapan orang warga desa Dukuh Paruk meninggal secara mendadak ketika memakan masakan tempe bongkrek tersebut. Emak, dan kedua orangtua Srintil menjadi korban dari malapetaka itu. Setelah menceritakan kejadian sebelas tahun lalu, pengarang kembali becerita tentang kehidupan Rasus yang dijalaninya hingga ia berusia dua puluh tahun. Bayangan Emak muncul saat Rasus mulai mengagumi dan mencintai Srintil. Saat Srintil memutuskan untuk menjadi ronggeng dan melakukan beberapa syarat-syarat menjadi ronggeng, Rasus mulai membencinya dan seketika itu juga bayangan Emak hilang dari diri Srintil.
3. Tokoh
a. Rasus
Rasus merupakan tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak) karya Ahmad Tohari. Ia adalah tokoh yang paling sering muncul dalam setiap latar ataupun cerita dalam novel ini. Rasus yang dilahirkan Emak dan dibesarkan oleh neneknya di Dukuh Paruk ini, merupakan sosok pemuda desa yang pada saat itu berusia antara tiga belas atau empat belas tahun. Rasus mempunyai pola pikir atau kecerdasan yang lebih unggul dibandingkan dengan pemuda desa lainnya. Adapun karakter dari tokoh ini, yaitu cerdas, pendiam, suka mengkhayal, suka menolong.

b. Srintil
Srintil merupakan tokoh tambahan yang ada dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak) karya Ahmad Tohari. Srintil adalah seorang anak perempuan yang pada saat itu berusia sebelas tahun. Perempuan yang lahir dan dibesarkan di Desa Dukuh Paruk ini awalnya merupakan gadis desa yang tidak cantik, bau, dan tidak disukai banyak orang. Akan tetapi, setelah ia berhasil menjadi seorang ronggeng banyak orang yang memujinya. Berikut beberapa karakter dari Srintil. Pandai menari dan menyanyi, sabar,
c. Emak
Emak adalah sosok wanita yang hidup dalam angan-angan Rasus. Ia adalah wanita yang telah mengandung, dan melahirkan Rasus sebelum malapetaka tempe bongkrek datang. Karakter Emak hanya hidup dalam imajinasi atau bayangan Rasus, tidak terlihat wujudnya dalam cerita novel ini.
d. Warta
Warta merupakan tokoh tambahan dalam novel ini. Ia merupakan seorang pemuda Desa Dukuh Paruk yang berteman dengan Rasus dan Dasun. Di antara ketiganya Warta yang paling polos. Beberapa karakter Warta yang terlihat dalam novel ini, yaitu perhatian dan suka bernyanyi.
e. Darsun
Darsun adalah seorang anak laki-laki dari Desa Dukuh Paruk yang bersahabat dengan Rasus. Dalam novel ini tokoh Darsun hanya muncul satu kali pada awal cerita, yaitu pada saat Rasus dan teman-temannya sedang bermain. Darsun memiliki karakter suka mengejek teman-temannya.
f. Sakarya
Sakarya adalah tetua Desa di Dukuh Paruk yang sangat dihormati oleh warganya. Ia merupakan kakeknya Srintil. Adapun beberapa karakter Sakarya yang terlihat dalam novel ini, yaitu suka mengkhayal dan penyanyang.
g. Kartareja
Seorang kakek tua yang mempunyai kedudukan sebagai dukun ronggeng yang disegani oleh seluruh warga Desa Dukuh Paruk. Kalau tidak ada beliau berarti tidak ada ronggeng pula di desanya. Karakter yang dapat terlihat dalam novel ini adalah sebagai berikut. Mudah tersinggung, dan licik.
h. Nyai Kartareja
Tokoh ini adalah tokoh tambahan, beliau sebagai istri dari dukun ronggeng di Desa Dukuh Paruk. Sebagai seorang istri dari dukun ronggeng tersebut Nyai Kartareja ini juga berperan sebagai dukun dari ronggeng itu. Nyai Kartareja dapat mengubah penampilan ronggeng yang biasa-biasa saja menjadi ronggeng yang cantik jelita. Ada beberapa karakter atau watak yang terlihat dari Nyai Kartareja, yaitu pandai merias dan licik.

i. Nenek Rasus
Tokoh nenek ini merupakan nenek dari tokoh utama Rasus. Beliau adalah seorang nenek yang telah membesarkan Rasus sejak kedua orangtua Rasus meninggal dunia saat malapetaka tempe bongkrek terjadi. Nenek Rasus mempunyai watak yang lain dari lainnya, berikut beberapa karakter sang nenek sebagai berikut. Mempunyai indera keenam, mudah lupa, dan penyayang.
j. Dower
Tokoh yang satu ini adalah tokoh tambahan dalam cerita ini. Seorang pemuda kaya raya yang tinggal di Pecikalan sebuah desa sangat jauh jaraknya dari Dukuh Paruk, merupakan pemuda yang berhasil memenangkan sayembara bukak-klambu yang diselenggarakan oleh Kartareja. Pemuda yang berasal dari Desa Pecikalan ini mempunyai watak yang tidak disukai oleh Srintil selaku ronggeng Dukuh Paruk. Berikut beberapa wataknya. Mudah marah, dan berkata-kata kasar.
k. Sulam
Sulam juga tokoh tambahan dalam novel ini. Pemuda ini berperan kurang lebih sama seperti Dower yang berhasil memenangkan sayembara bukak-klambu itu. Sulam merupakan pemenang kedua dari sayembara ini, berkat kelicikan Kartareja dan Nyai Kartareja. Berikut beberapa karakter Sulam yang tampak jelas dalam novel ini. Angkuh, dan suka berjudi.
l. Sersan Slamet
Tokoh tentara ini merupakan atasan dari Rasus setelah dia memutuskan untuk keluar dari desanya dan bekerja di pasar. Seorang tentara yang ditakuti oleh kebanyakan warga Desa Dukuh Paruk, ternyata mempunyai karakter yang berbeda dari tentara lainnya. Berikut beberapa karakternya. Ramah dan baik hati.
4. Latar
Latar dibedakan menjadi tiga, yaitu latar waktu, latar tempat, dan latar suasana. Ketiga latar tersebut mempunyai permasalahan yang berbeda-beda, dan dapat berdiri sendiri. Akan tetapi, pada umumnya ketiga unsur tersebut berkaitan untuk dapat menghasilkan suatu hasil karya fiksi yang baik.
a. Latar Waktu
Latar waktu yang dimaksud di sini adalah kapan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam suatu karya sastra. Dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk waktu yang diperlihatkan untuk mengetahui kapan berlangsungnya kejadian di dalam novel ini. Waktu dalam novel ini memberikan keterangan kapan berlangsungnya kejadian tersebut. Pada awal cerita novel ini memperlihatkan keadaan desa yang mengalami musim kemarau panjang. Pada saat itu desa mengalami kekeringan, sawah tidak terlihat air, bahkan hanya selebar telapak kaki pun tidak ada. Selain latar waktu yang menunjukkan keadaan musim kemarau di pedukuhan itu, novel ini menceritakan juga tentang kejadian sebelas tahun lalu. Saat itu terjadi malapetaka tempe bongkrek yang menyebabkan delapan warga desa meninggal dunia. Pada saat malapetaka di Dukuh Paruk terjadi Srintil masih berusia sekitar lima bulan, sedangkan Rasus berusia tiga tahun. Saat kejadian itu kondisi Dukuh Paruk masih terbilang desa terpecil jauh dari kota
b. Latar Tempat
Latar tempat dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak) adalah sebagai berikut. Dukuh Paruk, di bawah pohon nangka, kuburuan Ki Secamenggala, rumah Kartareja, dan pasar Dawuan. Latar tempat di atas terdapat dalam cerita novel tersebut.
c. Latar Suasana
Dalam novel ini jelas menunjukkan tentang bagaimana Rasus mengalami suatau suasana yang menimbulkan bayangan sosok Emak ada pada diri Srintil. Selama bertahun-tahun Rasus menggambarkan sosok Emaknya seperti Srintil, akan tetapi setelah Srintil berhasil menjadi seorang ronggeng bayangan itu sekan-akan hancur seketika itu juga. Kebencianlah yang akhirnya muncul dalam pikirannya. Sebelum Srintil dinyatakan menjadi seorang ronggeng bayangan Emak masih terlihat jelas dalam angan-angan Rasus, akan tetapi setelah Srintil melewati beberapa upacara yang merupakan syarat untuk menjadi seorang ronggeng dan telah berhasil menjadi ronggeng saat itu juga Rasus mulai membencinya. Seakan-akan bayangan tentang Emak yang ada pada diri Srintil telah hilang begitu saja.
5. Pesan Moral
Dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak) terlihat pesan moral yang tersirat secara tidak langsung. Adapun pesan moralnya sebagai berikut. Manusia harus saling menghargai dan menghormati. Manusia tidak dapat hidup sendiri. Tidak boleh dendam, harus memaafkan kesalahan orang lain. Cinta bukanlah akhir dari kehidupan.

F. Kesimpulan
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan penulis dapat meyimpulkan bahwa novel Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak) karya Ahmad Tohari merupakan salah satu novel yang berisikan tentang suatu desa kecil yang jauh dari perkotaan, dan desa ini ditinggali orang-orang keturunan dari moyang mereka yaitu Ki Secamenggala. Dalam novel ini digambarkan hampir semua anak di Dukuh Paruk tidak ada yang bersekolah, pengetahuan mereka sangat sempit. Terlihat jelas saat terjadinya malapetaka keracunan tempe bongkrek, mereka hanya dapat mengira itu disebabkan oleh keracunan tempe bongkrek yang dibuat oleh keluarga Srintil.
Di dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak) alur yang digunakan oleh pengarang adalah alur maju dan mundur. Alur maju, terdapat juga alur mundur yang menceritakan tentang kejadian sebelas tahun lalu saat terjadinya malapetaka tempe bongkrek. Pembuat tempe bongkrek itu Sakarya. Sakarya adalah ayah dari Srintil, seperti biasanya kedua orangtuanya membuat tempe bongkrek untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar. Namun pada saat itu, tempe yang dibuatnya berakibat delapan orang warga desa Dukuh Paruk meninggal secara mendadak ketika memakan masakan tempe bongkrek tersebut. Emak, dan kedua orangtua Srintil menjadi korban dari malapetaka itu. Setelah menceritakan kejadian sebelas tahun lalu, pengarang kembali becerita tentang kehidupan Rasus yang dijalaninya hingga ia berusia dua puluh tahun. Bayangan Emak muncul saat Rasus mulai mengagumi dan mencintai Srintil. Saat Srintil memutuskan untuk menjadi ronggeng dan melakukan beberapa syarat-syarat menjadi ronggeng, Rasus mulai membencinya dan seketika itu juga bayangan Emak hilang dari diri Srintil.
Dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak) karya Ahmad Tohari pengarang menjadi tokoh utama, yaitu diperankan oleh Rasus. Dalam novel ini Rasus sering sekali berangan-angan tentang sosok Emak yang sudah meninggal ada pada diri Srintil. Namun, setelah Srintil telah menyelesaikan syarat terakhirnya bukak-klambu ia dinyatakan telah menjadi seorang ronggeng. Saat itu juga Srintil dikeluarkan dari hati Rasus.
Dalam novel ini latar tempat yang digunakan adalah desa Dukuh Paruk pada tahun 1957 dan tahun 1946 yang pada masa itu belum mengenal ilmu pengetahuan dan alat-alat modern.
Selain unsur-unsur intrinsik di atas, penulis menyimpulkan pesan moral yang tersirat dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak) adalah sebagai berikut. Pertama, sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri dalam menjalani hidup pasti memerlukan bantuan dari orang lain. Kedua, sesama manusia harus saling menghormati dan menghargai, terutama seorang laki-laki memperlakukan seorang wanita dengan selayaknya. Ketiga, cinta bukanlah akhir dari segalanya, ketika Rasus merasa cintanya telah direnggut oleh Dukuh Paruk ia tidaklah putus asa melainkan tetap menjalani kehidupannya yang baru di luar desanya. Keempat, manusia tidak boleh mendendam atau tidak memaafkan kesalahan orang.






Daftar Pustaka

Endraswara, Suwardi. 2008. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta : Medpress

Nurgiyantoro, Burhan. 2009. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

Stanton, Robert. 2007. Teori fiksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tohari, Ahmad. 2000. Ronggeng Dukuh Paruk. Cetakan keenam. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Wiyatmi, 2006. Pengantar Pengkajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka.



SUMMARY
The research entitled "Pesan Moral dalam Novel Rongeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak)" by Ahmad Tohari. The research aims to describe the intrinsic elements presented in the novel, specifically, theme, plot, characters and background. In addition, the research also investigates the moral messages delivered by the novel Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak) by Ahmad Tohari.

The research has two benefits, namely the theoretical benefit dan the practical benefit. The theoretical benefit of the research is that the research can be a model or reference for the next research and gives contribution and widens the horizon for both the researchers and readers regarding the analysis of literature works, especially the structural theory. Besides, the practical benefit of the research is to show the moral messages presented in the novel Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak) by Ahmad Tohari and to inform the good moral which is suitable for the ethics of human being.

The method used in the research was descriptive qualitative. The result showed that the novel Ronggeng Dukuh Paruk (Catatan Buat Emak) by Ahmad Tohari had two plots, flash back and forward. The forward plot told about the condition of Dukuh Paruk at a certain time and some advanced years. The flash back plot was used to tell the condition of Dukuh Paruk eleven years ago. The other analyzed intrinsic elements were theme, characters, and background of the novel. The moral message gathered by the novel was as human being, we had to appreciate and respect each other, forgive other mistakes since we were created in need one another and love was not the end of life.
83988916C1C010071PENGARUH PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAN AKSESIBILITAS TERHADAP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGANPENGARUH PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAN AKSESIBILITAS TERHADAP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGANEFFECT OF FINANCIAL STATEMENT PRESENTATION AND ACCESSIBILITY OF FINANCIAL STATEMENT FOR ACCOUNTABILITY IN FINANCIAL MANAGEMENT
83998917A1C010026PERBANDINGAN PENDAPATAN USAHA TERNAK AYAM PEJANTAN SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN MEP+ PADA KWTT “WANITA KARYA” DI DESA KARANGGUDE KULON KECAMATAN KARANGLEWAS – BANYUMASAyam pejantan adalah ayam jantan dari petelur. Dahulu Day Old Chicken (DOC) ayam pejantan tidak laku dijual. Saat ini usaha ternak ayam pejantan sudah dibudidayakan untuk diambil dagingnya. Salah satu produsen dari ayam pejantan adalah Kelompok Wanita Tani Ternak (KWTT) “Wanita Karya” di Desa Karanggude Kulon Kecamatan Karanglewas. Hasil panen yang kurang memuaskan, menjadikan KWTT “Wanita Karya” mencoba mengaplikasikan penggunaan MEP+ melalui pakan ayam yang diharapkan dapat meningkatkan bobot ayam. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui besarnya pendapatan Kelompok Wanita Tani Ternak sebelum dan sesudah menggunakan MEP+ terhadap usaha ternak ayam pejantan; 2) menganalisis efisisensi pendapatan usaha ternak ayam pejantan setelah pemberian MEP+ pada pakan ayam. Metode penelitian menggunakan studi kasus pada KWTT “Wanita Karya”. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, R/C, Break Even Point (BEP), Uji beda, Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH). Hasil penelitian meunjukkan bahwa biaya total sebelum MEP+ sebesar Rp 19.741.444 dan sesudah MEP+ sebesar Rp 21.308.658, dan pendapatan sebelum sebesar Rp 2.426.556 dan sesudah sebesar Rp 6.725.262. Nilai R/C sebelum sebesar 1,12 dan sesudah sebesar 1,32. Nilai BEP sebelum adalah 342,29 kg atau 403 ekor dan Rp 10.953.230 dan sesudah sebesar 228,28 kg atau 245 ekor dan Rp 7.304.868. Hasil perhitungan uji beda menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bobot ayam sebelum dan sesudah menggunakan MEP+. Nilai PBBH sebelum yaitu 12,54 gram dan sesudah yaitu 13,73 gram. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pendapatan sesudah menggunakan MEP+ dan efisien.Chicken stud is a cock layer chicken. Formerly DOC chicken stud was unsold. Currently chicken stud breeding has been raising for meat. One of the producers of chicken stud is Livestock Women Farmers Group (KWTT) in the Karanggude Kulon Village Karanglewas District. Unsatisfactory yields, making KWTT “Wanita Karya” trying to apply the use of MEP + through the feed that is expected to increase the weight of the chicken. This study was aimed to 1) determine the revenues of Livestock Women Farmers Group before and after giving MEP+of the chicken stud’s farming; 2) analyze the efficiency of chicken stud business revenues after giving MEP+ in chicken’s feed. The research method using a case study on KWTT “Wanita Karya”. Data analysis methods used are the analysis of costs and revenues, the R / C, Break Even Point (BEP) and the Chicken Body Weight Growth (ADG). Research results showed that the total cost before the MEP+ Rp 19,741,444 and after MEP+ Rp 21,308,658, and revenues before and after implemanted the MEP+ Rp 2,426,556 and Rp 6,725,262. R / C value of before and after implemanted the MEP+ 1.12 and 1.32. BEP values before was 342.29 kg or 403 tail and Rp 10,953,230 and after of 228.28 kg or 245 tail and Rp 7,304,868. Research results showed there have differences between chicken body weight before anf after implemanted the MEP+.ADG values before is 12.54 gram and after 13.73 gram. It shows that there is an increase in revenue after using MEP+ and efficiently.
840010546D1F013001TOTAL BAKTERI DAN KENAMPAKAN PELENDIRAN TELUR ASIN DENGAN METODE PEMASAKAN YANG BERBEDA SAMPAI PENYIMPANAN EMPAT BELAS HARI PADA SUHU RUANGPenelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode pemasakan yang berbeda terhadap total bakteri dan kenampakan pelendiran telur asin sampai penyimpanan 14 hari pada suhu ruang. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah telur itik sebanyak 93 butir umur 1 hari yang berasal dari Peternakan Itik Lestari, Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, dengan sistem pemeliharaan ekstensif. Bahan yang digunakan meliputi garam 1674 gram, serbuk batu bata merah 6696 gram, dan air secukupnya. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 macam perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali untuk uji total bakteri. P1 = metode pemasakan dengan cara direbus, P2 = metode pemasakan dengan cara dikukus dan P3 = metode pemasakan dengan cara dioven. Penilaian kenampakan pelendiran dengan pendekatan Rancangan Acak kelompok (RAK) menggunakan 25 panelis semi terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pemasakan yang berbeda berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap total bakteri telur asin, tetapi berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap kenampakan pelendiran telur asin. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa total bakteri telur asin sama dan kenampakan pelendiran terbanyak pada telur asin yang direbus.The research aimed to study the effect of the different cooking methods on total bacteria and appearance of slime of salted duck eggs until 14 days storage at room temperature. The materials used in this research were 93 day old duck eggs obtained from an extensive Lestari duck farm, Sumpiuh, Banyumas, 1674 g of salt, 6696 red brick powder and water. The research methods used a Completely Randomized Design with 3 treatments and 6 replications. Treatment were T1 = boiling method, T2 = steaming method and T3 = roasting method. Appearance of slime was assesed using organoleptic test (25 semi-trained panels) by Group Randomized Design. Data were analyzed by analysis of variance followed by Honesty Significant Difference Test. The results showed that the different cooking methods were not significantly affect (P> 0,05) total bacteria of salted duck eggs, but significantly affect (P <0,05) appearance of slime of salted duck eggs. In conclusion, different cooking methods and storage up to 14 days at room temperature produce salted eggs with similiar total bacteria. Boiling produce salted eggs with most prominent slime appearance.