Artikelilmiahs
Menampilkan 8.281-8.300 dari 48.905 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 8281 | 10521 | E1A011221 | TINJAUAN YURIDIS HUKUM PERDATA INTERNASIONAL TERHADAP PENYELESAIAN KEPAILITAN LINTAS NEGARA DI INDONESIA | Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 01/Pdt.Sus/Pembatalan Perdamaian/2014/Pn.Niaga.Jkt.Pst. merupakan putusan yang menimbulkan persoalan kepailitan lintas negara. Akibat adanya putusan pernyataan pailit semua harta debitor disita untuk memenuhi kewajibannya kepada kreditor. Putusan pailit dikatakan lintas negara karena adanya harta/aset debitor pailit di luar negeri, dalam penelitian ini harta pailit debitor yaitu PT. Gold Bullion Indonesia diduga dibawa kabur ke Malaysia oleh pemilik perusahaan yang merupakan w arga negara Malaysia, sehingga harta pailit yang ada di luar negeri tidak bisa dieksekusi karena perbedaan jurisdiksi antara Indonesia dan Malaysia. Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 01/Pdt.Sus/Pembatalan Perdamaian/2014/Pn.Niaga.Jkt.Pst. yang merupakan tinjauan yuridis Hukum Perdata Internasional terhadap penyelesaian kepailitan lintas negara di Indonesia, yang terdiri dari tiga aspek yaitu kewenangan pengadilan dalam mengadili perkara kepailitan lintas negara, hukum yang berlaku dalam perkara kepailitan lintas negara dan pengakuan serta pelaksanaan putusan pengadilan perkara kepailitan lintas negara. Penelitian ini disusun menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan menggambarkan suatu objek atau peristiwa. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku-buku literatur, peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, dan situs-situs internet dengan cara studi pustaka, yaitu dengan menginventarisasi data-data tersebut yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Data-data yang diperoleh dianalisa dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa melalui titik pertalian primer dan sistem hukum dari negara Indonesia dan Malaysia diketahui bahwa pengadilan yang berwenang mengadili perkara kepailitan lintas negara adalah Pengadilan Niaga. Berdasarkan titik pertalian sekunder dan teori kualifikasi dalam Hukum Perdata Internasional diketahui bahwa sistem hukum yang digunakan dalam mengadili perkara kepailitan lintas negara menggunakan sistem hukum Indonesia. Pengakuan dan pelaksanaan putusan pengadilan kepailitan lintas negara dapat dilakukan dengan renvoi oleh hakim melalui UNCITRAL Model Law on Cross-Border Insolvency with Guide and Enactment serta perjanjian internasional yang dilakukan oleh negara Indonesia. Harmonisasi hukum kepailitan dapat dilakukan Indonesia dengan meratifikasi dan mengadopsi UNCITRAL Model Law on Cross-Border Insolvency with Guide and Enactment 1997 dan membuat Konvensi Kepailitan Lintas Negara di wilayah ASEAN, oleh karena itu Indonesia perlu merevisi Undang-Undang Kepailitan Indonesia agar mengatur mengenai perkara kepailitan lintas negara, selain itu Indonesia dapat pula mengadakan insolvency agreement dengan negara lain berkaitan dengan kepailitan lintas negara dan sesuai dengan asas kesopanan dalam pergaulan internasional yaitu prinsip resiprositas (timbal balik), maka Indonesia harus mengesampingkan prinsip teritorialitas bagi putusan pailit pengadilan asing agar putusan pailit pengadilan Niaga Indonesia dapat diakui oleh asing. | The Judgment of the Commercial Court in Central Jakarta Court No. 01/Pdt.Sus/Pembatalan Perdamaian/2014/Pn.Niaga.Jkt.Pst. a judgment which is caused cross-border insolvency issue. Due to the Bankruptcy Judgment, so all property of the debtor is seized to fulfill its obligations for creditors. The Bankruptcy Judgment is said to be a cross-border when the property / assets of the insolvent debtor is in abroad, in this research, the assets of the insolvent debtor that is PT. Gold Bullion Indonesia is taken away by the owner of the company who is a citizen of Malaysia, so that the bankruptcy assets is in abroad can not be executed because of jurisdictional differences between Indonesia and Malaysia. The Judgment of the Commercial Court in Central Jakarta Court No. 01/Pdt.Sus/Pembatalan Perdamaian/2014/Pn.Niaga.Jkt.Pst. which is a juridicial of the Private International Law toward cross-border insolvency settlement in Indonesia, which consists of three aspects: the authority of the court in adjudicating the case of cross-border insolvency, law applicable in the case of cross-border insolvency and also the recognition and execution of court judgment in cross-border insolvency cases. This research is using normative juridical approach method to describe an object or event. The data used are secondary data from literature books, legislation, official documents, and internet sites by way of literature, with an inventory of these data are then presented in the form of a systematic description. The data obtained were analyzed and described based on legal norms relating to the object of research. This research show that based on primary points of contract and the legal system of the state in Indonesia and Malaysia was known that the court with jurisdiction over cross-border insolvency cases is the Indonesian Commercial Court. Based on the secondary points of contract and theory qualifications in Private International Law was known that the legal system used in prosecuting cross-border insolvency cases using the Indonesian legal system. Recognition and enforcement of a Cross-border insolvency Judgment can be done with renvoi by Judges through the UNCITRAL Model Law on Cross-Border Insolvency with Guide and Enactment, and also through international agreements made by the Indonesian state. Harmonization of bankruptcy law can be done by Indonesia through ratify and adopt the UNCITRAL Model Law on Cross-Border Insolvency with Guide and Enactment 1997 and also make the Bankruptcy Convention Cross-Border in the ASEAN region, therefore Indonesia should revise Indonesian Bankruptcy Act in order to regulate on the cross-border insolvency cases, moreover Indonesia could also make insolvency agreements with other countries with regard to cross-border insolvency and in accordance with the principle of modesty in the international society, namely the principle of reciprocity (mutual), then Indonesia should override the principle of territoriality for Bankruptcy Judgment of a foreign court that The Bankruptcy Judgment of the Indonesian Commercial Court can be recognized by foreigners. | |
| 8282 | 8854 | F1A010063 | FENOMENA JUVENILE DELINQUENCY SISWA SMK DI PURWOKERTO (JUVENILE DELINQUENCY PHENOMENON OF SMK (VACATIONAL SCHOOL) IN PURWOKERTO) | Abstrak Kenakalan remaja adalah hal-hal yang dilakukan oleh remaja, namun menyimpang dari norma dan nilai yang berlaku di masyarakat dan hal tersebut juga mendapat penilaian negatif dari masyarakat. Kenakalan remaja merupakan salah satu permasalahan sosial yang banyak terjadi di masyarakat, bahkan sekarang ini bentuk dari kenakalan remaja yang dilakukan semakin beragam. Mulai dari kenakalan yang dianggap wajar seperti membolos sampai kenakalan yang lebih parah seperti mengkonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang. Penelitian ini mengambil lokasi penelitian di Kota Purwokerto dengan menjadikan informan utama pada penelitian ini adalah remaja yang bersekolah di SMK dan berdasarkan data dari pihak sekolah, siswa tersebut tergolong nakal, sedangkan informan pendukungnya adalah orang tua dan guru. Cara menentukan sasaran penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan teknik pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, dokumentasi, dan participant as observer. Hasil dari penelitian ini adalah terjadinya kenakalan remaja disebabkan karena adanya beberapa faktor, yaitu faktor keluarga dan faktor lingkungan. Upaya yang dilakukan oleh orang tua untuk menanggulangi kenakalan remaja adalah memberi nasihat kepada anak terutama saat memasuki usia remaja, sedangkan upaya yang dilakukan oleh sekolah adalah dengan melakukan pendekatan yang dilakukan oleh kepala sekolah, home visit, dan pemberian sanksi. | Abstract Juvenile delinquency are the things that was done by the adolescent, but deviating from the norm and the prevailing in the society which has negative judgment from the society. Juvenile delinquency is one of social problems that more go on the society, even as the form of juvenile delinquency is so various now. Beginning from the fairly delinquency, such as absent going to school till a complex delinquency such as alcohol consuming and drugs. This research took place the observation on Purwokerto by using the main informants of SMK students for this research which based on the school data that the students rated of naughty, whereas the support informants are the parent and teacher. The ways decide the observation target is using purposive sampling. Then, data removal technique is done by indepth interview, documentation and participant as observer. The result that was got from this research is the factor juvenile delinquency occurred cause of some factors, such as family factor and surroundings factor. The ways that is done by the parent to overcome the juvenile delinquency is giving an advice to the children especially when entering adult age, whereas the ways have been done by the school are approaching by the head master, home visit, and giving punishment. | |
| 8283 | 11032 | P2FB11026 | PENGARUH STRUKTUR ORGANISASI, PROSEDUR KERJA DAN KOMPETENSI APARATUR TERHADAP KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA | Pentingnya kualitas pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah, dimana Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu instansi pemerintah yang menyelenggarakan tugas negara di bidang administrasi dan manajemen kepegawaian di wilayah Kabupaten Banjarnegara dituntut untuk memberikan pelayanan yang prima dalam bidang kepegawaian, sehingga kualitas pelayanan pegawai harus diperhatikan. Namun kenyataannya dalam pelayanan masih ditemukan keluhan para pengguna pelayanan tentang kualitas layanan baik mengenai prosedur maupun sikap dari para pemberi layanan.Untuk menganalisa dan mendiskripsikan besarnya pengaruh struktur organisasi, prosedur kerja dan kompetensi aparatur terhadap kualitas pelayanan administrasi kepegawaian pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Banjarnegara baik secara parsial maupun majemuk digunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori (Explanatory Research) dengan jumlah responden sebanyak 198 orang. Dari hasil penelitian dan analisa data diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara struktur organisasi, prosedur kerja dan kompetensi aparatur terhadap kualitas pelayanan administrasi kepegawaian dengan arah positif baik secara bersama-sama maupun secara parsial. Artinya semakin baik struktur organisasi, prosedur kerja, dan kompetensi aparatur maka akan semakin baik pula kualitas pelayanan administrasi kepegawaian. | The importance of service quality performed by the government, in which the Regional Employment Board of Banjarnegara district is one of the government agencies that administer state duties in administration and Employment management in district Banjarnegara. This agency is required to provide excellent service in the field Employment, in case the quality of employees‘service must be noticed. Nevertheles, there are so many clients’ complaints toward the service quality both in the procedures and attitudes of service providers. Analyze and describe the influence of the organizational structure, work procedures and apparatus competence on the quality service of employment administration in the Regional Employment Board of Banjarnegara both in partial and compound used a quantitative approach foccusing in Explanatory Research with 198 respondents. The research and data analysis is concluded that there is significant influence between organizational structure, work procedures and apparatus competence toward the the quality of employment administration service in a positive direction both in compound and partial. It means the better the organizational structure, work procedures, and competence of personnel will raise the service quality of employment administration. | |
| 8284 | 11033 | B1J010202 | Karakterisasi Patogenitas Fusarium spp. Dari Rizosfer Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Di Desa Sumbang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas | Tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman semusim yang diperlukan oleh sebagian besar lapisan masyarakat sebagai penyedap masakan dan penghangat badan. Tanaman ini dapat tumbuh di lingkungan tropis, dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Selain itu tanaman ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat di wilayah Banyumas, tepatnya di wilayah Sumbang. Peningkatan produksi cabai sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, seperti iklim, curah hujan, unsur hara, dan juga kondisi tanah. Tanah merupakan faktor penting dalam pertumbuhan tanaman cabai. Kandungan nutrisi dalam tanah sangat penting bagi tanaman, selain itu interaksi mikroorganisme dalam tanah juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Mikroorganisme dalam rizosfer tanaman cabai merah terdiri dari bakteri, nematoda maupun fungi yang memiliki potensi yang belum diketahui. Seperti halnya Fusarium sp. yang mampu menyebabkan penyakit layu pada tanaman dan juga terdapat Fusarium sp. yang mampu menekan pertumbuhan patogen lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Parameter yang diamati adalah sifat Fusarium sp tersebut patogen atau non-patogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis Fusarium yang terdapat pada rizosfer tanaman cabai merah di Desa Sumbang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas serta mengetahui karakter patogenitas dari jenis-jenis Fusarium sp. yang ditemukan. Berdasarkan identifikasi diperoleh 6 isolat Fusarium sp. yang dibedakan berdasarkan ciri makroskopis dan mikroskopis. Uji patogenitas terhadap tanaman cabai merah tidak menunjukkan adanya patogenitas Fusarium sp. yang diperoleh. | Red pepper plants (Capsicum annuum L.) is an annual plant that is needed by the society as a food seasoning and body warmers. This plant can be grown in tropical environments, from lowland to highland. In other hand, this plants cultivated by the people in Banyumas, precisely in the Sumbang area. Increased production of chili is influenced by various environmental factors, such as climate, rainfall, nutrients, and soil conditions. Soil is an important factor in the growth of pepper plants. The content of nutrients in the soil is very important for plants, in addition the interaction of microorganisms in the soil also affects plant growth. Microorganisms in the rhizosphere of red pepper plant consists of bacteria, nematodes and fungi that have the unknown potential. As with Fusarium sp. which are capable of causing disease in plants wilt Fusarium sp., and which is able to suppress the growth of other pathogens. This method was used a survey method, the sampling technique was done by simple random sampling. Parameters measured the nature of the pathogenic Fusarium sp or non-pathogenic.The purpose of this study was to determine the types of Fusarium found in red pepper plant rhizosphere in the Sumbang Village, Banyumas district and know the character of pathogenicity the types of Fusarium sp. was found. Based on the identification of Fusarium isolates obtained 6 isolat of Fusarium sp. are distinguished by the macroscopic and microscopic characteristic. Pathogenicity experiment in red pepper plants showed nonpathogenicity of Fusarium sp. were obtained. | |
| 8285 | 8852 | C1K010003 | THE EFFECT OF LIQUIDITY LEVERAGE TURNOVER AND PROFITABILITY RATIOS ON STOCK RETURN Empirical Study on the LQ45 Index in Indonesia Stock Exchange | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Rasio Likuiditas, Leverage, Turnover, dan Profitabilitas terhadap Return Saham (Studi Empiris pada Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia)”.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh rasio-rasio keuangan seperti likuiditas, leverage, turnover dan profitabilitas terhadap return saham. Populasi dalampenelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam kategori indeksLQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2010-2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan 21 perusahaan terpilih sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan regresi berganda sebagai metode analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) current ratio tidak berpengaruh terhadap return saham diindeks LQ45; (2) debt equity ratiotidak berpengaruh terhadap returnsaham di indeks LQ45; (3) total asset turnover berpengaruh positif terhadapreturnsaham di indeks LQ45; (4) return on asset berpengaruh positif terhadap return saham di indeks LQ45; (5) net profit margin berpengaruh positif terhadap return saham di indeks LQ45. Implikasi dari penelitian ini adalahrasio total asset turnover (TAT), return on asset(ROA) dan net profit margin (NPM) dapat digunakan sebagai dasar informasi atau panduan bagi para investor untuk berinvestasi pada perusahaan. Manajer pada perusahaan yang tergolong dalam Indeks LQ45 harus memperhatikan rasio total asset turnover (TAT), return on asset (ROA) dan net profit margin (NPM) karena sudah terbukti memiliki pengaruh yang positif terhadap return saham. | This research is entitled ”The Effect of Liquidity, Leverage, Turnover, and Profitability Ratios on Stock Return (Empirical Study on the LQ45 Index in Indonesia Stock Exchange)”.The aims of this research were to examine the effect of liquidity, leverage, turnover, and profitability ratios on stock return. The research population were companies listed on Indonesia Stock Exchange categorized as LQ45 Index 2010 until 2013. Purposive sampling method was used to take the sample and 21 companies were collected as samples. This study used multiple regression analysis as the method. The result of this research indicated that: (1) current ratio had no effect on stock return in LQ45 index companies; (2) debt equity ratio had no effect on stock return in LQ45 index companies; (3) total asset turnover had positive effect on stock return in LQ45 index companies; (4) return on asset had positive effect on stock return in LQ45 index companies; (5) net profit margin had positive effect on stock return in LQ45 index companies. The implication of this result was, total assets turnover (TAT), return on assets (ROA), and net profit margin (NPM) can be used as primary information or guidance for investors to decide whether willing to invest or not in a company.Manager in LQ45 index companies should pay attention to total assets turnover (TAT), return on assets (ROA), and net profit margin (NPM) because they had positive effect on stock return. Finally, the company should pay attention to its performance because it will reflected through financial ratios. | |
| 8286 | 8853 | H1H010037 | DETEKSI VIRUS MrNV DAN INVENTARISASI EKTOPARASIT PADA INDUK UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii de Man) GI Macro II | Serangan virus Macrobrachium rosenbergii Nodavirus (MrNV) dan ektoparasit dapat menyebabkan penurunan produksi udang galah (Macrobrachium rosenbergii), termasuk strain hasil seleksi (GI Macro II). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan MrNV dan jenis ektoparasit yang menginfeksi induk udang galah GI Macro II. Informasi tentang serangan patogen tersebut diperlukan sebagai upaya pencegahan penularan penyakit dari induk kepada keturunanya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan data dianalisis secara deskriptif. Enam sampel induk udang galah GI Macro II diambil untuk skrining MrNV dan sebanyak 40 ekor (20 jantan dan 20 betina) diambil untuk pengamatan ektoparasit. Hasil penelitian menunjukan virus MrNV tidak terdeteksi pada induk udang galah. Enam jenis ektoparasit ditemukan pada induk udang galah yaitu Temnochepala sp. Epistylis sp., Vorticella sp., Zoothamnium sp., Adineta sp., Philodina sp. Jenis ektoparasit yang memiliki nilai prevalensi diatas 60 % adalah Temnochepala sp. Epistylis sp., Vorticella sp. dan Zoothamnium sp. baik pada udang galah jantan maupun betina. Jenis ektoparasit yang memiliki intensitas lebih dari 5 individu parasit/ekor adalah Vorticella sp., Epistylis sp., Temnochepala sp., dan Zoothamnium sp. pada induk udang galah betina, sedangkan pada induk jantan yaitu Zoothamnium sp., Adineta sp. dan Temnochepala sp. Pada induk udang galah betina jenis ektoparasit yang paling mendominasi adalah Vorticella sp. sekitar 29,73% sedangkan pada jantan adalah Temnochepala sp. sekitar 36,87% | Macrobrachium rosenbergii nodavirus (MrNV) and ectoparasites could decrease production of giant freshwater prawn, including breeding selected strain GIMacro II. The purpose of this study were to determine the presence of viral MrNV and to examine ectoparasites on brooder of giant freshwater prawns (GI Macro II). Information of pathogen organisme important for diseases transmission prevention from brooder to descendants. Survey method was used and the data was descriptively analyzed. Six individuals of prawns were taken for the viral screening and a number of 40 individuals (20 males and 20 females) was colected for ectoparasites observation. The result showed that virus MrNV was not detected in the brooder prawn. Six species of ectoparasites were found on the prawn, i.e. Temnocephala sp., Epistylis sp., Vorticella sp., Zoothamnium sp., Adineta sp. and Philodina sp. On both male and female prawn, Temnocephala sp. Epistylis sp., Vorticella sp. and Zoothamnium sp. revealed prevalence value more than 60%. Ectoparasites which had intensity more than 5 individuals/prawn are Vorticella sp., Epistylis sp., Temnochepala sp., and Zoothamnium sp. on the female prawns, and Zoothamnium sp., Adineta sp. and Temnochepala sp. on the male prawns In the female prawn Vorticella sp. was the most dominant parasite (29.73%), while on the male prawn Temnochepala sp. was the most dominant (36.87%). | |
| 8287 | 8857 | F1F008009 | The Causes and Effects of Anna’s Anxiety as Reflected in Anna Maria Character in Vivaldi’s Virgins by Barbara Quick | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebab dan akibat kegelisahan Anna dalam mencari ibunya, karena itu penulis menggunakan pendekatan psikologi, dan teori kegelisahan sebagai cara untuk menganalisa isu dalam novel ini. Kemudian analisis tersebut dijabarkan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Terdapat beberapa langkah dalam meneliti novel ini. Langkah pertama yaitu membaca novel Vivaldi’s Virgins. Langkah kedua adalah mengidentifikasi teks yang berisi sebab dan akibat dari kegelisahan Anna. Langkah terakhir adalah pemeriksaan pengumpulan Berdasarkan analisis yang ada, penulis menemukan sebab dan akibat dari kegelisahan Anna. Penyebabnya adalah dia merasa cemburu dengan teman-temannya yang lain, yang mana mereka memiliki seorang ibu. Kemudian, adanya Sister Laura, biarawati yang paling dekat dengan Anna yang menyuruh Anna untuk menulis surat, yang menyebabkan Anna gelisah karena dia tidak menyangka karena ibunya masih hidup. Siklus kegelisahan Anna yang berlanjut hingga dia menua. Kemudian kegelisahan yang Anna alami mengakibatkan keburukan dalam diri Anna. Akibat dari kegelisahan Anna adalah: hubungannya dengan Sister Laura memburuk; sering terjadi pertengkaran di antara mereka. Kemudian, Anna yang suka berimajinasi tentang ibunya. | The research is aimed to find out the causes and effects of Anna’s anxiety in seeking her mother. Hence, the reseach uses psychological approach and anxiety theory to analyze the issue of the novel. Furthermore, the analysis is explained by using descriptive qualitative method.There are some steps done in analyzing the novel. The first step is reading Vivaldi’s Virgins novel. The second step is identifying the data. The last step is checking the collected data. Based on the analysis, the reseacher has found the causes and effects of Anna’s anxiety. The causes are: she feels envy with her friends who has mother. Then, there is Sister Laura, the closest nun to Anna who asks Anna to write a letter, which causes Anna feels anxious because she does not expect that her mother is still alive. Furthermore, her cycle of anxiety keeps going on as she gets older. Meanwhile, the anxiety has effects bad attitudes in Anna. The effects are: the relationship between Anna and Sister Laura breaks down a little. Then, Anna also begins to have imaginations of her mother. | |
| 8288 | 8858 | C1C009131 | Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Pendapatan Pedagang Pasar Segamas Purbalingga | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat literasi keuangan yang dimiliki pedagang pasar Segamas Purbalingga dan pengaruhnya terhadap pendapatan yang diperoleh. Penelitian in menggunakan data primer dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode convenience sampling. Responden dalam penelitian ini adalah 30 pedagang pasar Segamas Purbalingga. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif terhadap pendapatan pedagang pasar Segamas Purbalingga, literasi kuangan dapat diiukur dari 3 aspek literasi keuangan yaitu sikap, pengetahuan dan perilaku, literasi keuangan pedagang pasar Segamas belum optimum, managerial pedagang pasar masih rendah terbukti dari mayoritas pedagang tidak menyelenggarakan catatan akuntansi dan tidak memisahkan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha. | The purpose of this research was to determine the level of financial literacy held Segamas Purbalingga market traders and theirs effects on income earned. This research uses primary data to the questionnaire as a research instrument. Methods used in this research is convenience sampling method. Respondent in this research were 30 Segamas Purbalingga market traders. Analysis in this research using simple regression. The results of the research showed financial literacy has positive effect on income Segamas Purbalingga market traders, financial literacy can be measured from 3 aspect : attitudes, knowledge, and behavior, financial literacy of Segamas Purbalingga market traders not optimum, managerial of Segamas Purbalingga market traders still low proven from the majority of traders do not organize accounting records and do not distinguish between personal finance and business finance. | |
| 8289 | 10522 | G1F011026 | AKTIVITAS FRAKSI ETIL ASETAT BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa) SEBAGAI ANTIHIPERURISEMIA PADA MENCIT GALUR Balb/C | Brotowali (Tinospora crispa) secara empiris digunakan untuk mengobati gouthiperurisemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fraksi etil asetat (FEA) batang brotowali berdasarkan profil KLT dan aktivitas FEA sebagai antihiperurisemia pada mencit jantan Balb/C yang diinduksi potassium oksonat berdasarkan persentase penurunan kadar asam urat serum. Identifikasi kandungan kimia dalam FEA dilakukan dengan metode KLT. Uji aktivitas antihiperurisemia dilakukan dengan mencit jantan Balb/C dibagi menjadi 6 kelompok (n=6) terdiri dari kontrol normal (Na-CMC 0,5%), kontrol negatif (potassium oksonat i.p 250 mg/kgBB), kontrol positif (allopurinol 10 mg/kgBB per oral), serta 3 kelompok perlakuan diberi FEA dosis 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB per oral. Darah diambil dua jam setelah induksi potasium oksonat, kemudian diukur kadar asam uratnya menggunakan spektrofotometer. Kadar asam urat dan data persen penurunan kadar asam urat dianalisis statistika Kolmogorov Smirnov kemudian dilanjutkan ANOVA satu arah dan dilanjutkan uji BNT (data berdistribusi normal). Berdasarkan profil KLT, FEA lebih dominan mengandung flavonoid. Hasil uji aktivitas antihiperurisemia FEA menunjukkan persentase penurunan kadar asam urat kelompok FEA dosis 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB adalah 49,03±23,39%, 52,41±12,44%, dan 170,17±16,67%. Hasil uji statistik menunjukkan FEA dosis 200 mg/kgBB memiliki persentase penurunan kadar asam urat yang berbeda signifikan jika dibandingkan kontrol positif (allopurinol). Hal ini mengindikasikan bahwa FEA dosis 200 mg/kgBB memiliki potensi sebagai antihiperurisemia. | Brotowali (Tinospora crispa) empirically used to treat gout. This study aims to determine the content of brotowali ethyl acetate fraction (EAF) by TLC profile and activity of EAF as antihiperurisemia in male mice Balb/C strain induced potassium oksonat based on the percentage decrease in blood serum uric acid levels. Identification of chemical constituents in the FEA was conducted by TLC. Male mice Balb/C were divided into 6 groups (n = 6) consisted of normal controls (Na-CMC 0.5%), negative control (oksonat potassium 250 mg/kg i.p), positive control (allopurinol 10 mg/kg orally), and 3 treatment groups were given EAF dose of 50 mg/kg, 100 mg/kg and 200 mg/kg orally. Blood was taken two hours after induction, and then uric acid levels were measured using a spectrophotometer. Uric acid level and decreasing percentage data were analyzed statistically Kolmogorov Smirnov followed one-way ANOVA and LSD test (normal distribution of data). Based on TLC profile showed EAF more dominant contains flavonoid.The results of activity test antihiperurisemia brotowali ethyl acetate fraction showed that the decreasing percentage of uric acid leves treatment group EAF dose of 50 mg/kg, 100 mg/kg and 200 mg/kg was 49,03±23,39%, 52,41±12,44%, and170,17±16,67%. This data showed the greater dose had greater antyhiperurisemic activity. Statistical analysis showed that the EAF dose of 200 mg/kg has a percentage decrease in uric acid levels were significantly different when compared with the positive control (allopurinol). This indicates that the EAF dose of 200 mg/kg potential as an anti hyperuricemia. | |
| 8290 | 10523 | F1D008008 | HUBUNGAN KELEMBAGAAN PEMERINTAH DAERAH DAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN WISATA SUNAN GUNUNG JATI KABUPATEN CIREBON | Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana hubungan kelembagaan Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam pengelolaan wisata Sunan Gunung Jati Kabupaten Cirebon serta mengetahui faktor apa saja yang mendukung dan menghambat hubungan kelembagaan dalam pengelolaan wisata Sunan Gunung Jati Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui purposive samping sebagai teknik pemilihan informan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif yang meliputi proses pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Andasan teori yang digunakan daam peneitian ini adaah teori Good Governance, Teori Keembagaan. Sasaran peneitiannya adaah Pemerintah Daerah, Masyarakat setempat. | The research have the purpose to describe and understanding how relationship between local government and the society in manage tour of Sunan Gunung Jati Cirebon regency, and also to knowing about every something that support and constraint this relationship local government and the society in manage Sunan Gunung Jati tour Cirebon regency. The research uses qualitative method with case study perspective. And also with purposive sampling method as a technique to get the selected responder. The aggregation of data is acquisition with observation, depth interview, and documentation. The method of analyze data that used is interactive analyze method who including aggregation processing data, reduction data, dish data, and getting the conclusion. The theory who used in this research is Good Governance Theory, Institutionalism Theory. Target of the research is local government and the society. | |
| 8291 | 8865 | A1H010007 | Penggunaan Edible Coating Berbasis Pati Talas dengan Variasi Sorbitol dan Asam Sitrat pada Buah Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) Terolah Minimal | Buah nangka merupakan buah yang memerlukan proses olah minimal dahulu sebelum disajikan. Penurunan mutu akibat kerusakan fisik maupun fisiologis selama olah minimal dapat dikurangi dengan edible coating. Edible coating adalah lapisan tipis pada makanan umumnya terbuat dari bahan biologis salah satunya polisakarida berupa pati. Tanaman berpati tinggi sebagai bahan dasar edible coating adalah talas. Efektivitas edible coating dapat ditingkatkan dengan cara menambahkan bahan tambahan lain seperti plasticizer dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pati talas sebagai bahan dasar edible coating dengan tambahan sorbitol sebagai plasticizer serta asam sitrat sebagai antioksidan terhadap mutu buah nangka terolah minimal selama masa penyimpanan. Buah nangka dilapisi edible coating dengan berbagai variasi sorbitol dan asam sitrat yaitu sorbitol 1,5% asam sitrat 0,9%; sorbitol 1,5% asam sitrat 1,4%; sorbitol 2,5% asam sitrat 0,9%; sorbitol 2,5% asam sitrat 1,4%; serta tanpa edible coating sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda nyata terhadap parameter mutu kekerasan, total padatan terlarut dan kecerahan warna, serta tidak berbeda nyata pada nilai kadar air dan warna kekuningan buah. Laju penurunan terendah parameter mutu kadar air terjadi pada buah nangka yang dilapisi edible coating dengan variasi sorbitol 2,5% asam sitrat 0,9%; nilai kekerasan terjadi pada buah nangka yang dilapisi edible coating dengan variasi sorbitol 1,5% asam sitrat 0,9%; penurunan tingkat kecerahan dan warna kekuningan serta peningkatan nilai total padatan terlarut terjadi pada buah nangka yang dilapisi edible coating dengan variasi sorbitol 2,5% asam sitrat 1,4%. | Jackfruit is the fruit needs a minimal process before presented. Degradation of quality effect from physical and physiological damage during minimal process can be reduce by edible coating. Edible coating is a thin layer of the food made from biological materials generally, such as starch polysaccharides. High starchy crops as edible coating base substance is taro. Edible coating effectivity can be increase by adding other substance such as plasticizers and antioxidants. This research aims to determine the effect of the use taro starch as an edible coating with addition of sorbitol as plasticizer and citric acid as antioxidants on quality of minimalyl processed jackfruit during storage. Jackfruit covered by edible coating with a variety of sorbitol and citric acid is 1,5% sorbitol 0,9% citric acid; 1,5% sorbitol 1,4% citric acid; 2,5% sorbitol 0,9% citric acid; 2,5% sorbitol 1,4% citric acidc; and without edible coating as control. The results indicated there was significant difference effect on the quality parameters of hardness, total dissolved solids and color brightness and not significant difference effect on the value of water content and yellowish color. The lowest rate of decline on the quality parameters of the water content occurs in jackfruit coated with edible coating variation of 2.5% sorbitol 0,9% citric acid, hardness value occurs in jackfruit coated with edible coating variation of 1.5% sorbitol 0,9% citric acid, decreased levels of brightness and color yellowish as well as increased total dissolved solids occur on jackfruit coated with edible coating variation of 2,5% sorbitol 1,4% citric acid. | |
| 8292 | 11034 | P2CA11031 | PENGARUH INFRASTRUKTUR TERHADAP KESEJAHTERAAN RAKYAT MELALUI PERTUMBUHAN EKONOMI DI JAWA TENGAH | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh infrastruktur jalan, layanan kesehatan dan air bersih terhadap kesejahteraan melalui pertumbuhan ekonomi dengan mengambil sampel terdiri dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah selama kurun waktu tahun 2007-2012. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis jalur melalui program statistic AMOS adalah (1) bahwa infrastruktur jalan, air bersih berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan ekonomi sementara infrastruktur kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan ekonomi (2) Infrastruktur jalan, air bersih, kesehatan dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat (3) Pengaruh langsung infrastruktur jalan, air bersih, kesehatan, pertumbuhan ekonomi terhadap kesejahteraan adalah 0,273 ; 0,408 ; 0,226 0,316 sedangkan pengaruh tidak langsung infrastruktur jalan, air bersih terhadap kesejahteraan melalui pertumbuhan ekonomi adalah 0,103 dan 0,074. | This study aimed to to analyze the effect of road infrastructure, health and clean water to welfare through economic growth by taking a sample consisting of 35 regency/ cities in Central Java during the period of 2007-2012. The results of the research conducted with path analysis through AMOS statistical program were (1) Road infrastructure and clean water affected significantly and positively on economic growth in Central Java province, while health infrastructure had no significant effect on economic growth, (2) Road infrastructure, clean water, health, and economic growth effected positively and significantly on the welfare of the people in Central Java Province (3) The direct effects of road infrastructure, clean water, health, and economic growth on welfare were 0.273; 0.408; 0.226; and 0.316, while the indirect effects of road infrastructure and clean water on the welfare through economic growth were 0.103 and 0.074. | |
| 8293 | 11429 | H1E011023 | APLIKASI METODE TIME DOMAIN INDUCED POLARIZATION DALAM EKSPLORASI EMAS DI BLOK “X” GUNUNG PONGKOR KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT | Penelitian geofisika dengan metode Time Domain Induced Polarization di blok “X” Gunung Pongkor Kabupaten Bogor Jawa Barat telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona mineralisasi emas di daerah tersebut. Setelah akuisisi data maka dilakukan pengolahan data yang meliputi perhitungan resistivitas dan chargeabilitas hingga diperoleh penampang 2D nilai true resistivitas dan true chargeabilitas daerah penelitian. Pemodelan dilakukan menggunakan software Res2Dinv yang kemudian diinput ke dalam software Surfer 10. Berdasarkan distribusi nilai resistivitas dan chargeabilitas pada penampang 2D menunjukkan bahwa bahwa tidak setiap line terdapat zona mineralisasi emas. Pada line IP-1 tidak terdapat zona mineralisasi emas tetapi hanya terdapat zona alterasi argilik. Zona mineralisasi emas hanya ditemukan pada line IP-2 hingga line IP-5, dimana zona mineralisasi emas berawal dari line IP-2 dan berlanjut hingga line IP-4, kemudian bercabang menjadi 2 pada saat di line IP-5 pada kedalaman rata-rata 50 meter dari permukaan tanah dengan ketebalan 50 meter pada satuan batuan andesit. Keberadaan zona mineralisasi emas ditandai dengan adanya nilai high resistivitas dan high chargeabilitas. Sedangkan pada daerah dengan nilai low resistivitas dan high chargeabilitas merupakan zona alterasi argilik. Satuan batuan yang menyusun bawah permukaan daerah penelitian adalah berupa top soil, tuff dan andesit. | Geophysical research with Time Domain Induced Polarization method in block "X" Pongkor Mountain Bogor Regency of West Java has been done. This study aims to interpret the zones of gold mineralization in the area. After data acquisition, then data processing have been carried out which includes the calculation of the resistivity and chargeability to obtain a 2D cross section of true resistivity and true chargeability areas of research. Modeling was performed using the software Res2Dinv which then extracted in the format Surfer 10. Based on the distribution of resistivity and chargeability values on 2D cross section shows that were not every line there are zones of gold mineralization. In line IP-1 there are not zones of gold mineralization but only argillic alteration zone. Zones of gold mineralization was found only in line 2 to line IP-5, where the gold mineralized zone starts from the line of IP-2 and continued until the line IP-4, then branched into two part in line IP-5 at an average depth 50 meters from the ground with a thickness of 50 meters on andesit rock formation. The existence of the gold mineralized zone is characterized by high resistivity and high chargeability. Whereas in areas with low resistivity and high value chargeability is argillic alteration zone. Rock units that make up the bottom surface area of research is in the form of top soil, tuff and andesite. | |
| 8294 | 8859 | A1C010058 | PREFERENSI DAN SIKAP KONSUMEN DALAM MEMLILH PRODUK JENANG KUDUS KAROMAH | Jenang Kudus merupakan makanan khas dari Kabupaten Kudus. Kondisi pasar yang terus berkembang menyebabkan tingginya persaingan antar produsen. Semakin banyak variasi merk produk Jenang Kudus yang tersedia di pasar, maka konsumen memiliki kesempatan untuk memilih produk Jenang Kudus yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Hal tersebut menyebabkan Perusahaan Jenang Kudus Karomah perlu mengetahui preferensi dan sikap konsumennya. Penelitian ini bertujuan (1) Menganalisis ada atau tidaknya perbedaan preferensi konsumen terhadap atribut Jenang Kudus Karomah (2) Menganalisis kategori atribut yang menjadi preferensi konsumen dalam membeli produk Jenang Kudus Karomah dan (3) Menganalisis sikap konsumen terhadap berbagai atribut Jenang Kudus Karomah. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 24-31 Maret dan 19-30 Mei 2014 di outlet Jenang Kudus Karomah dengan sasaran penelitian konsumen yang membeli Jenang Kudus Karomah. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan metode Accidental Sampling dan diperoleh sebanyak 100 responden. Data penelitian berupa data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara, kuisioner, dan studi pustaka. Atribut yang menjadi preferensi konsumen dalam memilih produk Jenang Kudus Karomah adalah rasa, harga, ukuran berat, dan bentuk kemasan, sedangkan atribut sikap konsumen terhadap Jenang Kudus Karomah adalah rasa, harga, ukuran berat, bentuk kemasan, kemudahan mendapatkan produk dan daya simpan. Data dianalisis menggunakan Analisis Chi Square (x2) dan Analisis Multiatribut Fishbein. Hasil analisis menunjukkan : (1) Terdapat perbedaan preferensi konsumen terhadap atribut Jenang Kudus Karomah. Atribut yang diteliti dalam penelitian yaitu rasa, harga, ukuran berat, dan bentuk kemasan. (2) Kategori atribut yang menjadi preferensi konsumen dalam membeli produk Jenang Kudus Karomah yaitu Jenang Kudus yang mempunyai rasa coklat susu, dengan harga Rp24.000,00/kg , yang mempunyai ukuran berat 1000 gram dan dengan bentuk kemasan mika. (3) Sikap konsumen terhadap berbagai atribut Jenang Kudus Karomah berada pada kategori keempat yaitu kategori baik. | Jenang Kudus is a traditional food of Kudus Regency. Evolving market conditions led to high competition among manufacturers. The more variation of Jenang Kudus product brands available in market, so consumers have the opportunity to choose Jenang Kudus product that suits their wants and needs. It causes the Jenang Kudus Karomah Company need to know the preferences and attitudes of consumers. This research was aimed to : (1) analyze whether or not the difference in consumer preferences towards attributes of Jenang Kudus Karomah (2) analyze the attribute category in consumer preference to buy the Jenang Kudus Karomah’s products and (3) analyze consumer attitudes toward various attributes of Jenang Kudus Karomah. This research was conducted on 24th to 31th March 2014 and to 19th to 30th May 2014 at Jenang Kudus Karomah outlets. Obtained to consumers who bought Jenang Kudus Karomah. The research method is survey method. Sampling was conducted by accidental sampling method and obtained 100 respondents. The research data in the form of primary data and secondary data. Attributes of the preference of consumers in selecting Jenang Kudus Karomah products are flavour, price, size, weight, and shape of packaging, while consumer attitudes toward the attributes of the Jenang Kudus Karomah are flavour, price, size, weight, form of packaging, ease of getting products and shelf life. Data were analyzed using chi-square analysis (x2) and Fishbein Multiatribut Analysis. The research results : (1) There are differences in the preferences of Jenang Kudus Karomah attributes (2) The category attributes into consumer preferences in buying the Jenang Kudus Karomah product are Jenang Kudus that has flavour of milk chocolate, with prices Rp24.000,00 / kg, which has a weight of 1000 grams and the packaging form mica. (3) Consumer attitudes toward various attributes of the Jenang Kudus Karomah is in fourthcategory, namely good category. | |
| 8295 | 8860 | A1C010014 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN PEMBELIAN GULA KELAPA KRISTAL ORGANIK DI KOTA PURWOKERTO | Gula adalah salah satu sumber kalori dalam struktur konsumsi masyarakat selain bahan pangan. Sejalan kemajuan teknologi dan pola konsumsi masyarakat, dewasa ini produksi gula kelapa tidak hanya terbatas pada gula kelapa cetak, tetapi sudah mulai berkembang dalam bentuk gula kelapa kristal organik. Pembuatan gula kelapa kristal ini merupakan salah satu bentuk usaha diversifikasi produk gula kelapa yang dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah gula kelapa. Kota Purwokerto merupakan salah satu kota yang masyarakatnya mengkonsumsi gula kelapa kristal organik. Penelitian ini bertujuan untuk 1)Mengetahui tingkat pengetahuan konsumen terhadap gula kelapa kristal organik di Kota Purwokerto, 2)Mengetahui persepsi konsumen terhadap gula kelapa kristal organik di Kota Purwokerto dan 3)Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen terhadap keputusan pembelian gula kelapa kristal organik di Kota Purwokerto. Penelitian ini dilakukan di Kota Purwokerto April-Mei 2014. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah survey. Metode Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode snowball sampling dan diperoleh sebanyak 58 responden konsumen gula kelapa kristal organik. Data penelitian berupa data primer dan data sekunder diperoleh melalui wawancara, kuisioner, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan skala Likert’s, dan Regresi Linier Berganda. Skor jawaban responden yang berupa data ordinal diubah ke dalam bentuk data interval menggunakan metode Successive Interval. Hasil analisis menunjukkan 1)Tingkat pengetahuan konsumen terhadap produk gula kelapa kristal organik di Kota Purwokerto sebesar 74,34 persen, hal tersebut termasuk dalam kategori “tinggi”. 2)Persepsi konsumen terhadap produk gula kelapa kristal organik di Kota Purwokerto sebesar 68,65 persen termasuk dalam kategori “tinggi”. 3)Variabel tingkat pendidikan, pendapatan, usia, harga, keunggulan produk, inovasi rasa dan aroma secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Sedangkan secara parsial hanya variabel tingkat pendidikan, pendapatan, usia, dan keunggulan produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian. | Sugar is one source of calories in the structure of society in addition to food consumption. Along with technology advance and society consumption pattern, now production of palm sugar not only limited at palm sugar, but already developed into organic crystal palm sugar. The production of this organic crystal palm sugar was on of the form of diversification efforts of the palm sugar in order to increase the added value of palm sugar. Purwokerto town is one of the cities where people consume organic crystal palm sugar. The research was aimed to 1) Know the level of knowledge of consumers toward organic crystal palm sugar in Purwokerto City 2)Know the consumer perceptions of organic crystal palm sugar in Purwokerto City and 3)Analyze the factors that influence consumers' purchasing decisions of organic crystal palm sugar in Purwokerto City. The research was conducted on April-May 2014 in Purwokerto City. The research methodology is survey. The sampling method in this research uses snowball sampling and obtained 58 respondents of organic crystal palm sugar. The research data form of primary data and secondary data obtainable through interviews, questionnaires, and literature. Data were analyzed using Likert's scale, and Regression Analysis. The score of the respondent’s answer that formed in ordinal data was changed in to the interval data form using the Successive Internal Method. The analysis showed:1) The level of knowledge of consumers toward organic crystal palm sugar in Purwokerto City 74.34 percent, it is included in the "high" category. 2) Consumer perceptions of organic crystal palm sugar in Purwokerto City 68.65 percent included in the "high" category. 3) The variables levels of education, income, age, price, product excellence, flavor innovation and aroma were jointly influenced significant on purchase decisions. While partially only variables level of education, income, age, and product excellence influence significant on purchase decisions. | |
| 8296 | 8862 | B1J008010 | PERTUMBUHAN Sargassum duplicatum YANG DIBUDIDAYA DENGAN SISTEM JARING DAN BOBOT AWAL BERBEDA DI PANTAI NUSAKAMBANGAN TIMUR CILACAP | Sargassum duplicatum merupakan rumput laut yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, tetapi belum dibudidayakan secara intensif. Pertumbuhan rumput laut dipengaruhi oleh bobot dan sistem budidaya. Penerapan metode budidaya dan sistem budidaya disesuaikan dengan lahan yang digunakan sehingga pertumbuhan dapat optimal. Penggunaan bobot awal bibit dapat mempengaruhi pertumbuhan S. duplicatum. Penanaman rumput laut menggunakan sistem jaring dapat dimodifikasi menjadi jaring tabung dan jaring tubuler. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sistem jaring dan bobot awal berbeda terhadap pertumbuhan S.duplicatum sehingga menghasilkan pertumbuhan optimal di Pantai Nusakambangan Timur. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial dengan ulangan sebanyak tiga kali. Perlakuan-perlakuan yang dicobakan adalah sistem budidaya sebagai Faktor A yang terdiri dari sistem jaring tabung, sistem jaring tubuler dan sisitem tali tunggal, sedangkan Faktor B adalah bobot awal berbeda yaitu bobot 80 g, 100 g dan 120 g. Variabel yang diamati pertumbuhan S. duplicatum, dengan parameter utama adalah bobot talus S. duplicatum. Parameter penujang yang diukur antara lain salinitas air, suhu air, pH, kecerahan air, pospat serta nitrat. Data pertumbuhan dianalisis dengan menggunakan Uji F dengan taraf kepercayaan 95%, apabila terdapat perbedaan yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bobot awal dan sistem budidaya berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut S. duplicatum yang dibudidaya di Pantai Nusakambangan Timur Cilacap pada umur 7 hst, 14 hst, 21 hst, 28 hst. Perlakuan menggunakan sisitem jaring tabung dengan bobot 100 g menghasilkan pertumbuhan tertinggi yaitu 8,40 g.hari-1 | Sargassum duplicatum is the high economyc value seaweed but have not been intensively cultivated. The growth of cultivated seaweed is influenced by seed and cultivation technique. Cultivation methods and planting systems matched by the land and also using of initial weight are expected to make optimally growing. Seaweed cultivation system can be modified become net tube and net tubuler. This study was aimed to determine the effect of net system and different initial weights to the growth of Sargassum duplicatum to get optimally growing in East Nusakambangan Beach. This research used experimental method with Randomized Complete Block Design (RCBD) by factorial design and 3 repetition. Cultivation systems as Factor A is contain of net tube raft system, net tubular system, and monoline system while Factor B is initial weight of thallus, 80 g, 100 g dan 120 g. Variable observed was weight. Parameters measured were water salinity, water temperature, pH, and water transparency. Growing data was analyzed by F test with a level of 95% if are real difference, then followed by LSD test. The results showed that the use of cultivation systems and initial weight affect the growth of seaweed S. duplicatum cultivated in East Nusakambangan Beach of Cilacap at age 7 dap, 14 dap, 21 dap, 28 dap. The highest growing is 8.40 g.day- 1 by net tube system of 100 g. | |
| 8297 | 8863 | D1F012016 | PENGARUH LEVEL Saccharomyces cereviceae TERHADAP WARNA DAN KADAR PROTEIN TEPUNG PUTIH TELUR AYAM RAS | Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji level Saccharomyces cereviceae yang menghasilkan tepung putih telur dengan warna paling putih dan kadar protein tertinggi. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 kg putih telur ayam ras, 6 g Saccharomyce cereviceae, seperangkat alat analisa protein beserta bahan kimianya dan tintometer . Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan yaitu : T0 = kontrol, T1 = level Saccharomyces cereviceae 0,2% dari berat putih telur, T2 = level Saccharomyces cereviceae 0,4% dari berat putih telur, T3 = level Saccharomyces cereviceae 0,6% dari berat putih telur. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Peubah yang diukur adalah warna dan kadar protein. Data dianalisis menggunakan analisis variansi kemudian dilanjutkan dengan uji Orthogonal polynomial. Analisis variansi menunjukkan bahwa level Saccharomyces cereviceae berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap warna mengikuti persamaan y = 45,5x2 – 44,5x + 20,49 (r = 0,89) di titik maksimum pada (0,5 ; 9,61) dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar protein tepung putih telur. Kesimpulannya bahwa level Saccharomyces cereviceae yang menghasilkan tepung putih telur paling putih pada level 0,5% sedangkan kadar protein sampai level Saccharomyces cereviceae 0,6% relatif sama. | The purpose of the research was to examine the level of Saccharomyces cereviceae that produced the whitest albumen powder with the highest protein concentration. The material used in this research were two kilogram of commercial chicken albumen, six gram of Saccharomyce cereviceae, a set of instrument analysis of the protein and its chemical material and tintometer. The research method used was Completely Randomized Design (CRD), with four treatments, namely: T0 = control, T1 = Saccharomyces cereviceae 0.2% of the weight of the albumen, T2 = Saccharomyces cereviceae 0.4% of the weight of albumen, T3 = Saccharomyces cereviceae 0.6% of the weight of albumen. Each treatment was repeated as many as five times. The variables measured were color and protein concentration albumen powder. The data were analysed using analysis of variance then further tested using of Orthogonal polynomial. The variance analysis showed that the level of Saccharomyces cereviceae had highly significant effect (P < 0.01) on the color with the equation Y = 45.5x2 – 44.5x + 20.49 (r = 0.89) at the point of maximum on (0.5 ; 9.61) and had no effect (P > 0.05) on albumen powder’s protein concentration. The conclusion is the level of Saccharomyces cereviceae that yields whitest albumen powder is at the level of 0.5 %, while protein concentration until the level of 0.6 % Saccharomyces cereviceae is relatively similar. | |
| 8298 | 8864 | D1F012017 | PEMANFAATAN LIMBAH IKAN TONGKOL DIHIDROLISIS MENGGUNAKAN BROMELIN DAN POLLARD FERMENTASI SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN PUYUH DITINJAU DARI INDEKS TELUR DAN KETEBALAN KERABANG | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah ikan tongkol dihidrolisis menggunakan bromelin dan pollard fermentasi terhadap indeks telur dan ketebalan kerabang telur puyuh. Materi yang digunakan adalah 100 ekor puyuh umur 4 minggu, dipelihara selama 2 bulan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental secara in-vivo, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri 4 perlakuan dan 5 ulangan, setiap unit terdiri 5 ekor puyuh. Perlakuan 4 macam pakan yaitu R0 (menggunakan konsentrat pabrik 30%), R1, R2, dan R3 masing-masing 10%, 20%, 30% menggunakan limbah ikan tongkol dihidrolisis menggunakan bromelin dan pollard fermentasi. Peubah yang diamati adalah indeks telur dan ketebalan kerabang telur puyuh. Hasil penelitian dari rataan indeks telur (%) untuk R0, R1, R2, dan R3, berturut-turut 78,77; 78,89; 77,80; dan 78,86% dengan kisaran rataan indeks telur 77,00-83,34%. Rataan untuk ketebalan kerabang (mm) untuk perlakuan R0, R1, R2, dan R3, berturut-turut 0,165; 0,170; 0,168; dan 0,163mm dengan rataan ketebalan kerabang 0,155-0,182mm. Hasil analisis variansi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap indeks telur dan ketebalan kerabang telur puyuh, dapat disimpulkan penggunaan konsentrat terdiri dari limbah ikan tongkol dihidrolisis menggunakan bromelin dan pollard fermentasi sebanyak 30% mengganti konsentrat pabrik dalam pakan burung puyuh pada indeks dan ketebalan kerabang telur relatif sama. Kata Kunci: Limbah ikan tongkol, Hidrolisis, Fermentasi, Indeks telur, Ketebalan Kerabang. | The purpose of the research was to know the effect of tuna waste hydrolyzed by bromelin and fermented Pollard on shape index and egg shell thickness of quail egg. The materials used were 100 quails aged of 4 weeks, maintained for 2 months. The study used experimental method by in-vivo, using Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications, each replication consisted of 5 quails. The treatments used were R0 (using factory concentrate 30%), R1, R2, and R3 respectively using 10%, 20%, 30% of tuna waste hydrolyzed by bromelain and fermented pollard. The results of the study knowed that the averages of shape index (%) for R0, R1, R2, and R3, respectively were 78.77; 78.89; 77.80; and 78.86% with a mean range of shape index 77.00 to 83.34%. The averages of egg shell thickness (mm) for the treatments of R0, R1, R2, and R3, respectively were 0.165; 0.170; 0.168; and 0.163 mm with a mean range of shell thickness 0.155 to 0.182 mm. The results of analysis of variance showed that was not significant (P> 0.05) on the shape index and egg shell thickness of quail egg, These result indicates the use of tuna waste hydrolyzed by bromelin and fermented pollard may be used as quail feedstuff up to the level of 30% replacing factory concentrate and produces the relatively similar of shape index and egg shell thickness of quail egg. Keywords : Tuna Waste, Hydrolyzed, Fermented, Shape Index, Egg Shell Thickness. | |
| 8299 | 10524 | H1K010066 | KANDUNGAN LOGAM BERAT CADMIUM (Cd) PADA AIR DANDAGING KERANG HIJAU (Mytilus viridis) DI PERIARAN TANJUNG EMAS SEMARANG | Studi konsentrasi Cd pada air dan daging Mytilus viridis telah dilakukan di sekitar perairan pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Cd air dan daging M.viridis dan memahami hubungan keduanya. Metode survei dan purposive random sampling yang digunakan untuk menggambarkan konsentrasi di tiga stasiun Banjir Kanal Barat, Pelabuhan Tanjung Emas dan Banjir Kanal Timur. Konsentrasi Cd dianalisis menggunakan AAS (Spektrofotometri Serapan Atom) dan ANOVA digunakan untuk menguji statistik konsentrasi Cd pada air antar stasiun menunjukkan pada Banjir Kanal Barat sebesar 0.081 ppm, Pelabuhan Tanjung Emas 0.133 ppm, Banjir Kanal Timur 0.089 ppm telah melebihi nilai ambang batas menurut KMN LH dan daging M.viridis yaitu pada Banjir Kanal Barat 0.26 ppm, Pelabuhan Tanjung Emas 0.41 ppm, Banjir Kanal Timur 0.39 ppm belum melebihi nilai ambang batas menurut BPOM dan Foods Spesified in Regulation. Kosentrasi logam Cd di air memiliki hubungan positif dengan kosentrasi Cd di daging kerang | The study of Cd concentration on water and M.viridis meat have conducted in Tanjung Emas port Semarang adjacent waters. This study aimed to determine the Cd concentration of water and M.viridis meat and understanding the realitionship of them. Survey method and poorposive random sampling used to describe the concentration in three station Banjir Kanal Timur, Tanjung Emas port and Banjir Kanal Barat. The Cd concentration analized using AAS (Automic Absorbstion Spectrofotometry) and ANOVA used to test the Cd concentration between stations statistically. The result showed that Cd concentration in water in Banjir Kanal Barat 0.081ppm, Tanjung Emas port 0.133 ppm, and Banjir Kanal Timur 0.089 ppm. That concentration over from the limit value from KMN LH. The Cd concentration in M.viridis meat Banjir Kanal Barat 0.26 ppm, Tanjung Emas port 0.41 ppm, and Banjir Kanal Timur 0.39 ppm. That concentration under from the limit value from BPOM and Foods Spesified in Regulation. There was a positive relationship between heavy metals Cd concentration in the water and M.viridis meat. | |
| 8300 | 11035 | B1J010203 | KARAKTER PATOGENIK Fusarium spp PADA RIZOSFER TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum) DI DESA KEBANGGAN KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Cabai merah (Capsicum annuum) merupakan jenis tanaman sayur yang menjadi salah satu bahan penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Tanaman ini banyak ditanam di wilayah Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas sebagai mata pencaharian penduduk. Cabai merah dapat tumbuh di lingkungan tropis, dapat ditanam di sawah, maupun di tegalan. Terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan cabai merah antara lain iklim, ketinggian tempat, dan kondisi tanah. Budidaya penanaman cabai merah terdapat hambatan seperti serangan cendawan Fusarium yang bersifat patogen sehingga berdampak kelayuan pada tanaman. Terdapat jenis Fusarium yang diketahui bersifat non-patogen. Fusarium non-patogen merupakan jamur yang mampu menginduksi ketahanan terhadap beberapa patogen tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis Fusarium yang terdapat di pertanian rakyat Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas tersebut dan mengetahui sifat patogenitas dari jenis-jenis fusarium yang diperoleh. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel tanah bagian perakaran tanaman cabai merah yang berupa tanah. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan tehnik pengambilan sampel secara simple random sampling (sampel acak sederhana). Parameter yang diamati adalah sifat Fusarium sp tersebut apakah patogen atau non-patogen. Hasil penelitian ini ditemukan 8 Fusarium yang telah diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis. Isolat yang diperoleh yaitu Fusarium Isolat A, Fusarium Isolat B, Fusarium Isolat C, Fusarium Isolat D, Fusarium Isolat E, Fusarium Isolat F, Fusarium Isolat G dan Fusarium Isolat H. Uji patogenisitas diketahui bahwa Fusarium Isolat D dan Fusarium Isolat E bersifat patogenik terhadap tanaman cabai merah, sedangkan yang lainnya bersifat non-patogenik. | Red chili (Capsicum annuum) is a kind of vegetables which is also one of the most prominent seasoning among Indonesian. People in Sumbang Sub district, Banyumas Regency plant it as their bread and butter. It can grow in tropical areas. It also can be planted on field or on the dry part near rice field as a secondary crop. There are three major factors that influence the growth of red chili; they are climate, altitude, and soil condition. The attack of pathogenic Fusarium is a common obstacle faced by the farmer in the red chili planting and it causes the plants to wilt. However, it is discovered that there is also a non-pathogenic Fusarium which is a kind of fungus that can induce the resistance of some pathogenic plant. The purpose of this research is to find out the kinds and the pathogenic characteristic of Fusarium in the farms in Kebanggan, Sumbang sub district, Banyumas Regency. The material used in this research is the sample of soil on the part of the red chili’s roots. The research used survey method with sample collecting technique by simple random sampling. The parameter used is the characteristic of Fusarium sp whether it is pathogenic or non-pathogenic. In the result of this research, it was found that there were eight kinds of Fusarium sp identified macroscopically and microscopically. The isolation results were isolated Fusarium A, isolated Fusarium B, isolated Fusarium C, isolated Fusarium D, isolated Fusarium E, isolated Fusarium F, isolated Fusarium G, isolated Fusarium H. The test of pathogenic characteristic showed that isolated Fusarium D and isolated Fusarium E was pathogenic towards red chili plant while the rest were non-pathogenic. |