Artikelilmiahs

Menampilkan 7.801-7.820 dari 48.896 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
780110419F1G010022KESANTUNAN BERBAHASA TUTURAN POLITISI
TERKAIT PILPRES 2014
Penelitian ini berjudul “Kesantunan Berbahasa Tuturan Politisi Terkait Pilpres 2014”. Tujuan penelitian ini yang pertama adalah mendeskripsikan jenis tindak tutur dari tuturan politisi terkait pilpres 2014, dan yang kedua adalah mendeskripsikan tuturan politisi tersebut santun atau tidak santun menggunakan parameter skala kesantunan Leech.
Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang diambil dan digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan dari para politisi terkait pilpres 2014. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data tulisan berupa tuturan politisi terkait pilpres 2014 pada Koran Kedaulatan Rakyat dan internet Detik.com. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik dasar yaitu teknik sadap dan teknik lanjutannya adalah teknik simak bebas libat cakap beserta teknik catat. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan selama dua bulan dimulai dari sebelum pilpres, saat pilpres dan setelah pilpres dan ditemukan dua puluh tujuh tuturan sebagai data. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu dan teknik lanjutan hubung banding. Penyajian hasil analisis data disajikan secara informal dengan kata-kata biasa yang apabila dibaca dengan serta merta dapat langsung dipahami.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan politisi terkait pilpres 2014 memiliki semua jenis tindak tutur, meliputi tiga belas tuturan representatif, tiga tuturan direktif, sembilan tuturan ekspresif, satu tuturan komisif dan satu tuturan deklaratif/isbati. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, tuturan politisi yang santun lebih mendominasi dari pada tuturan yang tidak santun jika dinilai dengan parameter skala kesantunan leech yaitu skala biaya-keuntungan, skala ketaklangsungan, dan skala keopsionalan.
This research entitled "Kesantunan Berbahasa Tuturan Politisi Terkait Pilpres 2014". The purpose of this research, first to describe the type of speech act of politicians related president election 2014, and the second is to describe the utterances of politicians using the polite manners scale parameter by Leech. The method used in this research is descriptive qualitative method. Data which are taken in this research come from a politican who expressed his ideas and opinions in 2014 president election. The source of the data come from written expression of the politician in newspapers, for example, Kedaulatan Rakyat and Detik.com. Data collection in the research used gather method with technique basic is tapping and subsequent techniques are freely refer technique involved a conversation with the techniques noted. Collecting data in this research for two months starting before the president election, when the president election and after the president election. Found twenty-seven speech as data. Data analysis methods used in this research is the method match with the basic techniques aggregated decisive element and advanced circuit techniques appeal. The result is shown in informal way to make it easy to be understood. The results shows speech politicians have all kinds of speech acts, covering thirteen representative, three directive, nine expressive, and one commissive and declarative / isbati. In terms of politeness, utterances of politicians in this research resulted in the mayority of polite speech is more dominating than the speech that are not polite assessed by Leech politeness scale parameter is the cost-benefit scale, indirect scale, and optional scale.
780210420E1A010185Penerapan Keadilan Restoratif dalam Pertimbangan Hakim Terhadap Tindak Pidana Anak (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 40/Pid.B/2013/PN.Spg).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip keadilan restoratif oleh hakim dalam menjatuhkan Putusan Perkara Nomor: 40/Pid.B/2013/PN.Spg. pada perkara anak tentang tindak pidana secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang lain serta untuk mengetahui akibat hukum dengan diterapkannya prinsip keadilan restoratif pada Putusan Nomor: 40/Pid.B/2013/PN.Spg. pada tindak pidana anak. Metode pendekatan yang digunakan penulis adalah yuridis normatif, sumber datanya adalah data sekunder dan data primer. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif yaitu dengan menjabarkan dan menafsirkan data yang akan disusun secara logis dan sistematis.
Hasil penelitian menyatakan bahwa prinsip keadilan restoratif telah diterapkan dalam Putusan Nomor: 40/Pid.B/2013/PN.Spg yang dibuktikan diintegrasikannya prinsip keadilan restoratif ini dalam pertimbangan hakim dan hal yang meringankan pada putusan tersebut serta pada vonis pidana, namun hakim masih memberlakukan sanksi pidana pada terdakwa anak yang dalam hal ini seharusnya dihindari karena telah diterapkan prinsip keadilan restoratif yang menjauhi sanksi pidana, sehingga Putusan Nomor: 40/Pid.B/2013/PN.Spg belum mencerminkan putusan yang sesuai dikehendaki prinsip keadilan restoratif walaupun dalam putusan tersebut sudah diterapkan prinsip keadilan restoratif. Akibat hukum dengan diterapkannya prinsip keadilan restoratif pada perkara tersebut hanya sebatas memperingan pidana terdakwa anak saja yaitu yang semula dijatuhi vonis pidana 4 (empat) bulan penjara dikurangi masa tahanan menjadi 2 (dua) bulan penjara dikurangi masa tahanan.


Kata kunci: Keadilan Restoratif, Tindak Pidana Anak, Pertimbangan Hakim

ABSTRACT

This study aims to determine the application of the principles of restorative justice by the judge in imposing Decision Case Number: 40/Pid.B/ 2013/PN.Spg. in the case of children of criminal acts together in public to violence against others and to determine the legal effect with the implementation of restorative justice principles in Decision Case Number: 40/Pid.B/2013/PN.Spg. on the crime of child. The approach used is a normative juridical author, source data is secondary data and primary data. The data obtained were analyzed qualitatively ie by describing and interpreting data to be arranged in a logical and systematic.
The study states that the principles of restorative justice has been applied in Decision Case Number: 40/Pid.B/2013/PN.Spg proven integration to the principles of restorative justice is the consideration of judges and mitigating factors in the decision as well as the criminal sentence, but the judge still imposed sanction the child defendants in this case should be avoided because it has applied the principles of restorative justice away from the criminal sanctions, so that the decision case number: 40/Pid.B/2013/PN.Spg not reflect the appropriate verdict desired although the principles of restorative justice in the decision has applied the principles of restorative justice. As a result of the application of the principles of law with restorative justice in the case was limited to criminal defendants lighten any child that originally convicted criminal 4 (four) month period of detention in prison reduced to 2 (two) months imprisonment reduced prison terms.


Keywords: Restorative Justice, Crime of the Child, Consideration of Justice
78038608H1A010003KARAKTERISASI MEMBRAN SELULOSA ASETAT DARI NATA DE BANANA SKIN DENGAN PENAMBAHAN POLI(ETILENA GLIKOL) SEBAGAI POROGEN
Membran sebagai salah satu alat dalam teknik pemisahan yang saat ini tengah dikembangkan. Pembuatan membran selulosa asetat dari kulit pisang dengan penambahan poli(etilena glikol) (PEG) sebagai porogen dilakukan dalam penelitian ini. Karakteristik membran selulosa asetat berdasarkan nilai fluks air adalah 3,66 L/(m2.jam). Membran selulosa asetat berporogen memiliki fluks air sebesar 6,095 L/(m2.jam). Kekuatan tarik yang dihasilkan pada membran selulosa asetat tanpa dan berporogen adalah 6,24 MPa dan 5,15 MPa.Membrane as a tool in separation technique that is developed lately. Cellulose acetate membrane was made from banana peels with addition of poly (ethylene glycol) (PEG) as a porogenous. The characteristic of cellulose acetate membrane based on value fluks of water was 3.66 L/(m2.h). Porogenous cellulose acetate membrane had fluxs of water 6.09 L/(m2.h). The tensile strength for cellulose acetate membrane without and with porogenous were 6.24 MPa and 5.15 MPa.
78048609A1M010070PENGARUH PENGGUNAAN GULA KELAPA DENGAN LARU ALAMI DAN JENIS PENGEMAS TERHADAP SIFAT SENSORI
JENANG JAKET SELAMA PENYIMPANAN
Jenang jaket merupakan salah satumakanan tradisional khas Kabupaten Banyumas yang dikategorikan sebagai makanan semi basah, umumnya memiliki umur simpan yang relatif pendeksekitar 4-5 hari.Pembuatan jenang jaketmenggunakan suhu tinggi,sehingga dapat mengakibatkan terjadinya oksidasi lemak selama pengolahan dan dapat berlangsung selama penyimpanan, selain itu kerusakan jenang jaket juga dapat disebabkan oleh reaksi hidrolisis.Pengemasan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kerusakanpada jenang jaket seperti pertumbuhan jamur dan ketengikan.Tujuan penelitian ini adalah1)Mengetahui pengaruh penggunaan gulakelapa dengan laru alami terhadap sifat sensori jenang jaket selama penyimpanan 2) Mengetahui pengaruh penggunaan jenis pengemas primer terhadap sifat sensori jenang jaket selama penyimpanan3) Mengetahui lama penyimpanan yang menunjukkan sifat sensori jenang yang masih dapat diterima.Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 kali ulangan.Faktor yang dicobayaituproporsi gula kelapa:tepung beras ketan1,3:1 (G1), 1,45:1 (G2) dan 1,6:1 (G3);jenis pengemas primerplastik PP (P1),kertaslaminasi (P2); lama penyimpanan0 hari (L1), 4 hari (L2) dan 8 hari (L3). Variabel yang diamati yaitu warna, tektur, aroma, rasa, kesukaan dan kenampakan berjamur. Hasil penelitian menunjukan sifat kimia dan sensori yang sesuai standar dodol adalah proporsigula kelapa:tepung beras ketan 1,6:1 (G3), jenis pengemas primer plastik (P1).Pada penyimpanan 0 harijenang jaket memiliki warnacoklat kekuningan, tekstur kenyal, aromaagak kuat, rasaagak manis, tingkat kesukaan (agak suka) dan kenampakan berjamur (tidak berjamur). Setelah penyimpanan 4 harijenang jaket memiliki warnacoklat kekuningan, tekstur agak kenyal, aromaagak kuat,rasaagak manis, tingkat kesukaan (agak suka), dan kenampakan berjamur (tidak berjamur).Setelah penyimpanan 8 hari jenang jaket memilikiwarnacoklat, tekstur agak kenyal, aromaagak kuat, rasa dan kesukaantidak dilakukan pengamatan dan kenampakan berjamur (mendekati berjamur).Jenang jaket is one of the traditional foods from Banyumas, it is categorized as semi-moist foods, that has a relatively short shelf life of about 4-5 days. Making jenang jaket by high temperature, can result in fat oxidation during processing.The oxidation can take place during storage.In addition the damage of jenang jaket can also be caused by the hydrolysis. Packaging is one way to prevent damage to the jenang jaket as the growth of mold and rancidity. The purpose of this research was 1) Determine the influence of the use of palm sugar with natural laru sensory properties of jenang jaket during storage 2) Determine the influence of the use of the type of primary packaging on sensory properties of jenang jaket during storage, 3) Determine storage period of jenang jaket. The research used experimental method with randomized block design (RBD) with two replications. The treatments were the proportion of palm sugar: glutinous rice flour, consists of: 1.3:1 (G1), 1,45:1 (G2) and 1,6:1 (G3); primary packaging type, consists of: plastic PP (P1), laminated paper (P2); storage period, consists of: 0 days (L1), 4 days (L2) and 8 days (L3). The observed variables were chemical and sensory properties that include moisture content, peroxide value, free fatty acid content, color, texture, aroma, taste, preferences and moldy appearance. The results showed the chemical and sensory properties of the correspond to dodol’s standard is the proportion of palm sugar: glutinous rice flour 1,6:1 (G3), the primary packaging type of PP plastic (P1). With characteristic of jenang jaket at fresh condition are brown yellowish color, chewy texture, the aroma is rather strong, slightly sweet flavor, preferences (rather like) and moldy appearance (not moldy). After 4 days of storage jenang jaket isbrown yellowish color, slightly chewy texture, the aroma is rather strong, slightly sweet flavor, preferences(rather like) and not moldy. After 8 days of storage jenang jaket is brown color, slightly chewy texture, the aroma is rather strong,the taste and preferences are not observed, whereas there is an initiation of mold’ growth on jenang jaket.
78058610D1F011016TOTAL PROTEIN PLASMA (TPP) DAN FIBRINOGEN DARAH KELINCI YANG DIINFEKSI Eimeria sp.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh infeksi Eimeria sp. terhadap Total Protein Plasma (TPP) dan fibrinogen darah kelinci. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan 5 macam level infeksi yaitu dosis Eimeria sp. 0 (R0), dosis Eimeria sp. 1 × 101 (R1), dosis Eimeria sp. 1 × 102 (R2), dosis Eimeria sp. 1 × 103 (R3), dosis Eimeria sp. 1 × 104 (R4). Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 20 ekor kelinci Rex cross jantan yang bebas koksidiosis. Metode analisis yang digunakan adalah analisis variansi. Hasil penelitian diperoleh rataan Total Protein Plasma (TPP) darah kelinci yang diinfeksi Eimeria sp.dengan dosis 0 adalah 6,00 gr/dL, dosis 1 × 101 adalah 6,25 gr/dL, dosis 1 × 102 adalah 6,10 gr/dL, dosis 1 × 103 adalah 6,70 gr/dL, dan dosis 1 × 104 adalah 6,10 gr/dL. Rataan fibrinogen darah kelinci yang diinfeksi Eimeria sp. dosis 0 adalah 0,30 gr/dL, dosis 1 × 101 adalah 0,40 gr/dL, dosis 1 × 102 adalah 0,35 gr/dL, dosis 1 × 103 adalah 0,50 gr/dL, dan dosis 1 × 104 adalah 0,30 gr/dL. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa infeksi Eimeria sp. tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan Total Protein Plasma (TPP) dan fibrinogen darah kelinci (P < 0,05).The aim of this research was to determine the effect of infection Eimeria sp. of the Total Plasma Protein (TPP) and fibrinogen rabbit blood. The research used experimental methods with 5 different levels of infection, namely the dose of Eimeria sp. 0 (R0), the dose of Eimeria sp. 1 × 101 (R1), the dose of Eimeria sp. 1 × 102 (R2), the dose of Eimeria sp. 1 × 103 (R3), a dose of Eimeria sp. 1 × 104 (R4). This research are used 20 male Rex cross rabbit free coccidiosis. The analysis methods was used analysis of variance. The result showed the average of Total Plasma Protein (TPP) of rabbit blood that infected by Eimeria sp. with dose 0 was 6,00 gr/dL, dose 1 × 101 was 6,25 gr/dL, the dose 1 × 102 was 6,10 gr/dL, the dose 1 × 103 was 6,70 gr/dl, and the dose 1 × 104 was 6,10 gr/dL. The average fibrinogen rabbit blood that infected by Eimeria sp. with dose 0 was 0,30 gr/dL, dose 1 × 101 was 0,40 gr/dL, the dose 1 × 102 was 0,35 gr/dL, the dose 1 × 103 was 0,50 gr/dl, and the dose 1 × 104 was 0,30 gr/dL. The result of analysis of variance showed that the infection Eimeria sp. not significantly affect on increasing Total Plasma Protein (TPP) and fibrinogen rabbit blood (P < 0,05).
780610993C1L009041PERFORMANCE MEASUREMENT USING BALANCED SCORECARD APPROACH
(CASE STUDY IN DIENG RITEL DAN SWALAYAN DUKUH WALUH)
Research was conducted in the Dukuhwaluh Purwokerto with object of Dieng Ritel dan
Swalayan. This study aims to analyze the company’s performance using four perspectives in
concept of Balanced Scorecard.
Data analysis in this study uses: (1)quantitative analysis technique that explain the
enterprise effective and efficiency of calculation such as ratio to the BSC Concept in
measuring the performance of Dieng Ritel dan Swalayan and (2)qualitative analysis,
comparing the data obtained from interviews and questionnaires delivery to customers and
employees to know the level of customer satisfaction and employees of Dieng Ritel dan
Swalayan.
The result showed that: 1)company’s financial perspective performance assessed is
healthy enough, 2)company’s customer perspective performance assessed is good,
3)company’s internal business perspective performance is assessed good, 4)company’s
learning and growth perspective performance assessed is good.
Based on these test, it is expected that the owner of the company can develop a
performance by enhancing the financial and non-financial aspect that refer to the calculation
of the performance appraisal with the concept of BSC.
Research was conducted in the Dukuhwaluh Purwokerto with object of Dieng Ritel dan
Swalayan. This study aims to analyze the company’s performance using four perspectives in
concept of Balanced Scorecard.
Data analysis in this study uses: (1)quantitative analysis technique that explain the
enterprise effective and efficiency of calculation such as ratio to the BSC Concept in
measuring the performance of Dieng Ritel dan Swalayan and (2)qualitative analysis,
comparing the data obtained from interviews and questionnaires delivery to customers and
employees to know the level of customer satisfaction and employees of Dieng Ritel dan
Swalayan.
The result showed that: 1)company’s financial perspective performance assessed is
healthy enough, 2)company’s customer perspective performance assessed is good,
3)company’s internal business perspective performance is assessed good, 4)company’s
learning and growth perspective performance assessed is good.
Based on these test, it is expected that the owner of the company can develop a
performance by enhancing the financial and non-financial aspect that refer to the calculation
of the performance appraisal with the concept of BSC.
780710994G1D011020PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI KURMA (Phoenix dactylifera L.) TERHADAP kADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) PADA TIKUS PUTIH MODEL DIET
TINGGI LEMAK
Latar Belakang : Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di negara maju dan berkembang yang erat kaitannya dengan kadar LDL. Terapi menurunkan kadar LDL melalui farmakologis cenderung menimbulkan efek samping sehingga perlu terapi lain berbentuk obat tradisional khususnya biji kurma. Biji kurma mengandung pektin, fenolik, kuersetin dan vitamin C yang dapat menurunkan kadar LDL dalam darah.
Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak biji kurma (Phoenix Dactylifera L) terhadap kadar LDL darah pada tikus putih model diet tinggi lemak.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan desain rancangan acak lengkap dan pendekatan pre and post with control group design. Tiga puluh enam tikus putih galur wistar dengan berat badan ±200g dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok A (kontrol negatif) diberikan Normal Fat Diet (NFD), Kelompok B (kontrol positif) diberikan High Fat Diet (HFD), kelompok C,D dan E diberikan HFD dan ekstrak biji kurma dosis bertingkat dan kelompok F diberikan HFD dan simvastatin. Kadar LDL diperiksa pada awal perlakuan dan akhir perlakuan selama 7 hari. Hasil pemeriksaan dianalisis menggunakan uji analysis of variance (ANOVA) dengan Post Hoc Duncan.
Hasil : Hasil rerata selisih kadar LDL kelompok D (25,9 ± 11,1) lebih tinggi dari pada kelima kelompok lainnya. Kelompok E memiliki rerata LDL posttest tertinggi berbeda bemakna terhadap kelompok B (p<0,05). Selisih kadar LDL pre-post kelompok D dan E berbeda bermakna terhadap kelompok A (p<0,05), sedangkan kadar LDL pre-post kelompok C dan F tidak berbeda bermakna terhadap kelompok A (p>0,05).
Kesimpulan : Ekstrak biji kurma berpengaruh terhadap penurunan kadar LDL pada tikus model diet tinggi lemak dengan dosis efektif 500 mg/KgBB.
Kata Kunci : Ekstrak Biji Kurma, LDL, Simvastatin
Background : Coronary Heart Disease (CHD) is one of main causes of death in eveloped and developing countries that have close relationship with LDL cholesterol levels. Therapy to decrease LDL levels by pharmacological likely can cause side effects, so traditional drug was needed especially date seed. Date seeds contain pectin, phenolic, quersetin and vitamin C that can reduce levels of LDL blood levels.
Objective : The purpose of this study was to determine the effect of date seed extract (Phoenix dactylifera L.) on LDL levels in high fat diet rats models.
Methods : This study is an experimental research design with a completely
randomized design and approach to pre and post with control group design. 36 Wistar strain rats with weight ±200 g were divided into 6 groups. Group A (negative control) was given Normal Fat Diet (NFD), Group B (positive control) was given the High Fat Diet (HFD), group C, D and E were given HFD and date seed extract with 3 levels dose and group F was given HFD and simvastatin. LDL levels checked at the beginning and end of treatment for 7 days. Results test were analyzed using analysis of variance test (ANOVA) with Post Hoc duncan.
Results : Delta mean in LDL cholesterol group D (25.9 ± 11.1) was higher than the five other groups. Group E has the highest posttest mean LDL different significant against group B (p <0.05). Delta LDL levels group D and E was significantly to group A (p <0.05), but Delta LDL levels group C and F not significantly to group A (p>0,05).
Conclusion : There was an effect of administering date seed extract in lowering high-fat diet rats models LDL levels with effectiveness dose of 500 mg/KgBW
Keywords : Date Seed Extract, LDL, Simvastatin
78088611F1B010082Implementasi Program Bantuan Permodalan Rukun Tetangga (RT) di Kabupaten PurbalinggaABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Implementasi Program Bantuan Permodalan Rukun Tetangga (RT) di Kabupaten Purbalingga”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah kemiskinan yang menyebabkan menurunnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga produktivitas dan pendapatan yang diperoleh menjadi rendah. Program Bantuan Permodalan RT bertujuan untuk memberikan bantuan kepada pelaku usaha mikro kecil yang membutuhkan tambahan modal usaha dan untuk membantu masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan hidupnya melalui pengembangan usaha ekonomi produktif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode multistage random sampling, berdasarkan teknik tersebut didapatkan sasaran penelitian yaitu pemanfaat program sebanyak 87 responden. Selain menggunakan kuesioner, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini juga menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis distribusi frekuensi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah implementasi Program Bantuan Permodalan RT di Kabupaten Purbalingga tidak dilaksanakan sesuai dengan maksud dan tujuan yang telah ditetapkan. Banyak terjadi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program seperti dana tidak digunakan untuk modal usaha karena alasan dana yang diberikan terlalu kecil sehingga tidak memungkinkan untuk kegiatan wirausaha. Selain itu, tidak semua masyarakat mempunyai usaha sehingga mereka menggunakan uangnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan hasil penelitian agar implementasi program tepat pada sasaran dan tujuannya, maka perlu adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk perencanaan program sehingga tujuan program bisa tercapai.
ABSTRACT
This research entitled "Implementation of Neighborhood Capital Assistance Program in Purbalingga". This research is motivated by the problem of poverty which resulted in the Human Resources ( HR ) so that productivity and income earned to be low. Neighborhood Capital Assistance Program aims to provide assistance to small micro businesses that need additional capital and to assist the public in an effort to improve the welfare of their life through the development of productive economic activities. This research used a descriptive quantitative research methods. Sampling technique in this study using multistage random sampling method, based on the technique of targeted research found that users of the program as much as 87 respondents. Besides to using questionnaires, data collection techniques in this study also uses interview, observation, and documentation. Analysis using frequency distribution analysis. The results obtained in this research is the implementation of the Neighborhood Capital Assistance Program in Purbalingga not carried out in accordance with the purposes and objectives that have been set. Many event of any inconsistency in the implementation of programs such as the funds are not used to fund working capital for the reason given was too small so it does not allow for entrepreneurial activity. In addition, not all communities have a business so that they use the money to meet their daily needs. Based on the research results that the implementation of the program is right on target and aim, then the need for cooperation between governments and communities to design programs so that program objectives can be achieved.
78093943A1D005038KAJI TINDAK SOSIALISASI PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI BAHAN DASAR PELUMAS BIO GREASE DIDESA PADAMARA KECAMATAN PADAMARAKABUPATEN PURBALINGGAMinyak jelantah memiliki potensi yang baik sebagai bahan dasar pelumas bio grease. Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan dasarbio grease diharapkan menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kegiatan sosialisasi terhadap (1) peningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap manajemen mutu dan sanitasi, (2) peningkatkan pengetahuan manajemen usaha industri, (3) peningkatan pengetahuan studi kelayakan pendirian usaha baru, (4) peningkatan pengetahuan bahaya minyak jelantah serta pemanfaatannya sebagai pelumas bio grease, (5) peningkatan pengetahuan teknologi pembuatan bio grease dari minyak jelantah. Penelitian ini merupakan penelitian kaji tindak. Responden merupakan semua peserta pelatihan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kegiatan sosialisasi terhadap pengetahuan manajemen mutu dan sanitasi meningkat dari 31,43% menjadi 100%, pengetahuan manajemen usaha industri meningkat dari 31,43% menjadi 97,14%, pengetahuan studi kelayakan pendirian usaha baru meningkat dari 25,71% menjadi 97,14%, pengetahuan mengenai bahaya minyak jelantah serta pemanfaatannya sebagai pelumas bio grease meningkat dari 25,71% menjadi 100%, dan pengetahuan teknologi pembuatan bio grease dari minyak jelantahmeningkat dari 0% menjadi 100%. Keseluruhan peserta memiliki minat yang tinggi untuk mengembangkan usaha bio grease
Used fried oil have a good potential as raw materials of bio grease lubricant. the utilization of used fried oil as as raw materials of bio grease is expected an be business opportunities for society. The purpose of this research are to know the influence of socialization activities on (1) increased knowledge and public awareness of quality management and sanitation, (2) increased knowledge management industries, (3) increased knowledge a feasibility study on the establishment of new business, (4) increased knowledge of the dangers of used fried oil as well as oil is used as a bio grease lubricant, (5) increased the utilization as bio grease and technology of bio grease manufacture from used fried oil. This research is action evaluation. The respondents were all participants. The results showed that the knowledge of quality management and sanitation increased from 31,43% to 100%, knowledge management industries increased from 31,43% to 97,14%, knowledge a feasibility study on the establishment of new business increased from 25,71% to 97,15% , knowledge of the dangers used fried oil and its utilization as bio grease increased from 25,71% to 100%, knowledge the utilization as bio grease and technology of bio grease manufacture from used fried oil increased 0% to 100%.The all participants will have a to development a bio grease business

Key word: used fried oil, bio grease, industries business training
78108612F1B010084INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) DALAM PEMBUATAN PASPOR DI KANTOR IMIGRASI KELAS II CILACAPPenelitian ini berjudul “Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dalam Pembuatan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelayanan publik yang merupakan unsur terpenting dalam tata kelola pemerintahan. Semua instansi pemerintah harus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dalam segala aspek yang berhubungan dengan pelayanan terhadap masyarakat terutama menghadapi tantangan era globalisasi dimana terjadi peningkatan arus lalu lintas perjalanan luar negeri, sehingga meningkatkan permintaan dalam pembuatan identitas seseorang saat berada di luar negeri yaitu surat perjalanan Republik Indonesia (Paspor). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui indeks kepuasan masyarakat dalam pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian survey. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Judgment sampling dengan jumlah responden sebanyak 396 responden. Sasaran dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengajukan permohonan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap yang telah melalui semua proses pembuatan paspor yaitu pendaftaran, pembayaran, foto dan wawancara. Metode pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner tertutup, wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Pengolahan data berdasarkan rumus indeks kepuasan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks kepuasan masyarakat dalam pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap adalah sebesar 74. Hasil ini berada diantara 62,51 – 81,25 yang menunjukkan mutu pelayanan adalah B yang berarti kinerja unit pelayanan mendapatkan kategori BAIK atau MEMUASKAN. Implikasi yang dapat diajukan yaitu meningkatkan unsur kenyamanan lingkungan terutama mengenai kebersihan toilet di Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap dan meningkatkan unsur kecepatan pelayanan terutama pada bagian pendaftaran pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap.ABSTRACT
Public service is one of the most important thing in government management. All of the government institutions should effort to increase the service quality in all of aspect which related with public services, especially to face the globalization era which is increase abroad travelling flow, so increase the demand of personal identity when stay in abroad which is passport. This research entitles “The Public Satisfaction Index of Passport Making in Immigration Office Sector II Cilacap”. The purpose of this research is to know the public satisfaction index of passport making in Immigration Office Sector II Cilacap. The research method used is quantitative by survey approach. The sample technique is judgment sampling with 396 respondents. The target of this research is society who make pasport in Immigration Office Sector II Cilacap that already pass passport processes which are registration, payment, photograph taking and interview. The data is collected by using close quesionnaire, observation and documentation.Data processing is based on community satisfaction index formula. The results show that passport maker public satisfaction index in Immigration Office Sector II Cilacap is in level 74. These results between 62,51 to 81,25 are categorised as grade B, which means the service quality is GOOD or SATISFIED. Based on those results we suggest to increase the comfortably area indicator especially toilet cleanlineess in Immigration Office Sector II Cilacap and quick service indicator especially in term of passport making registration in Immigration Office Sector II Cilacap.
781110404H1A010019PENENTUAN MANGOSTIN DARI SAMPEL OBAT HERBAL MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI FASE PADAT DAN HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY
Kulit buah manggis banyak mengandung senyawa aktif yang berguna untuk kesehatan tubuh manusia. Salah satu senyawa aktif yang terkandung dalam kulit buah manggis adalah senyawa alfa mangostin. Senyawa ini mempunyai kegunaan sebagai antiinflamasi, antidiabetes, dan antioksidan. Kombinasi metode ekstraksi fase padat (solid phase extraction/SPE) dan high performance liquid chromatography (HPLC) digunakan pada penelitian ini untuk penentuan alfa mangostin dalam sampel obat herbal. Hasil SPE diperoleh jenis eluen metanol dan jumlah volume sampel sebesar 1 mL. Hasil analisis alfa mangostin dalam sampel obat herbal diperoleh kadar mangostin sebesar 42,36 %.


Mangosteen rind contains many active compounds that are useful for human health. One of the active compound in mangosteen rind is alpha-mangostin. It has antiinflammatory, antidiabetic, and antioxidant. Combination of solid phase extraction (SPE) and high performance liquid chromatography (HPLC) is used in this study for the determination of alpha-mangostin in the sample. Optimized SPE conditions are methanol as eluent and 1 mL. The percentage of alpha-mangostin in the garcia sample is 42.36%.


781211776A1M011059BROWNIES KUKUS FUNGSIONAL KAYA SERAT MENGGUNAKAN AMPAS KELAPA SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI DENGAN VARIASI PROPORSI GULA KELAPA KRISTAL DAN GULA PASIRPembuatan brownies kukus menggunakan tepung ampas kelapa dan tepung kedelai merupakan salah satu usaha pengadan pangan fungsional berbasis komoditas lokal. Brownies merupakan salah satu jenis kue yang saat ini banyak diminati oleh banyak orang, karena memiliki rasa yang manis dan tekstur yang renyah. Tepung ampas kelapa diketahui memiliki kandungan serat pangan yang tinggi namun minim protein sehingga diperlukan penambahan tepung kedelai sebagai upaya meningkatkan kandungan proteinnya agar dapat dihasilkan brownies kukus fungsional kaya serat dan protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi terbaik dari kedua perlakuan berdasarkan indeks efektivitas dari sifat sensori dan kimia adalah brownies kukus fungsional dengan proporsi tepung terigu: tepung ampas kelapa: tepung kedelai 50:25:25 dengan proporsi gula pasir dan gula kelapa kristal 50:50 (T3G2). Kombinasi perlakuan tersebut menghasilkan brownies kukus fungsional dengan kadar air 30,6% bb; kadar abu 2,18% bk; kadar lemak 24,85% bk; kadar protein terlarut 0,5% bk; kadar gula reduksi 1,25%; dan kadar serat pangan total 15,85% bb. Karakteristik sensori produk brownies kukus fungsional yang dihasilkan adalah berwarna cokelat (skor 3,47); tekstur agak keras (skor 3,38); flavor khas kelapa terasa (skor 1,98); flavor khas kedelai agak terasa (skor 2,73); serta tingkat kesukaan suka (skor 3,02).The making of Brownies from coconut flour and soybean flour is an efforts to provide a functional food based on local commodities. Currently, brownies is a very popular cake by community, because of it’s sweet in taste and crunchy in texture. Coconut flour is known to have a high food fiber but low in protein. In order to make a functional brownies with high in fiber and protein based on coconut flour require the addition of soybean flour. Result of the research showed that the best combination of both treatments based on effectivity index of chemical and sensory properties are functional steamed-brownies with the ratio between wheat flour: coconut flour: soybean flour of 50:25:25 with ratio between cane sugar and coconut sugar of 50:50 (T3G2). The characteristic of the best combination treatment; moisture of 30.6% (wb); ash content of 2.18% (db); fat content 24.85% (db); soluble protein content of 0,5% (db); reducing sugar content of 1.25% (db); dietary fiber content 15.85% (db. Sensory characteristics of the brownies are; brown in color (score of 3.47); rather hard in texture (score of 3.38); tasted in coconut typical flavor (score of 1.98); rather noticeably in soy typical flavor (score of 2.73); like in level of preference (score of 3.02).
781310422A1M011057PEMBUATAN BREAKFAST SORGUM BERBAHAN DASAR TEPUNG SORGUM
DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG KEDELAI
DAN JENIS PATI BERBEDA
Breakfast cereal merupakan makanan siap saji yang dibuat dengan proses ekstrusi dari serealia seperti jagung, gandum, oat, beras, dan barley. Sorgum merupakan jenis serealia yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pada penelitian ini dibuat breakfast cereal berbasis tepung sorgum jenis sorgum bicolor. Breakfast cereal berbahan dasar tepung sorgum merupakan salah satu alternatif diversifikasi produk olahan dari sorgum. Penambahan tepung kedelai digunakan untuk meningkatkan nilai gizi. Penggunaan pati ubi kayu dan pati irut merupakan upaya untuk meningkatkan tekstur breakfast sorgum. Penelitian ini bertujuan untuk memilih jenis pati (pati ubi kayu, pati irut) yang sesuai untuk menghasilkan breakfast sorgum dengan sifat kimia, sifat fisik dan sensori yang baik, menentukan rasio berat tepung sorgum: pati: tepung kedelai yang sesuai untuk menghasilkan breakfast sorgum dengan tekstur yang renyah, menentukan unit kombinasi yang menghasilkan breakfast sorgum dengan hasil terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan sifat kimia, fisik dan sensori yaitu bahan baku sorgum yang disubstitusi dengan pati ubi kayu dan tepung kedelai pada perlakuan P1R5 (tepung sorgum: pati ubi kayu: tepung kedelai = 55: 30:15). Produk tersebut memiliki kadar air 3,34% bb, kadar abu 1,1% bk, kadar protein total 8,72% bk, kadar lemak 18,78% bk, kadar karbohidrat by difference 71,36% bk, koefisien rehidrasi 2,22, warna cokelat muda (3,07), tekstur renyah (3,31), aroma kedelai agak tajam (3,47), tingkat kemanisan agak manis (2,27), dan tingkat kesukaan panelis terhadap produk suka (3,27) yang telah memenuhi standar SNI 01-0222-1996.
Kata kunci: breakfast sorgum, pati irut, pati ubi kayu, tepung kedelai, tepung sorgum
Breakfast cereal is ready-to-eat baked snack which made by extrusion process. Kind of cereals that commonly used for making breakfast cereal such as corn, wheat, oats, rice, and barley. Sorghum is a type of cereal that has not been used optimally. In this research, sorghum flour-based breakfast cereal was made using sorghum bicolor type. Breakfast cereal made from sorghum flour is an alternative diversification of products processed from sorghum. The addition of soy flour is used to improve the nutritional value especially protein content called lysine. Cassava starch and arrowroot starch were used to improve the texture of breakfast sorghum. This research was aimed to 1) Select the type of starch (cassava starch, arrowroot starch) corresponding to produce sorghum breakfast with the best chemical, physical and sensory properties 2) Determine weight ratio sorghum flour: starch: soy flour that was suitable to produce sorghum breakfast with crispy texture 3) Determine the combinations unit which produced breakfast sorghum with the best results. The results showed that best treatment combination based on the chemical, physical and sensory was P1R5 (sorghum flour: cassava starch: soy flour = 55: 30:15). The product had 3.34% wb moisture content, 1.1% db, 1.06% (wb) ash content, 8.72% db, 8.43% (wb) total protein content, 18.78% db, 18.15% (wb) total fat content, 71.36% db, 68.98% (wb) carbohydrate by difference, rehydration coefficient of 2.22, a light brown color (3.07), crunchy texture (3.31), slightly pungent aroma of soy (3.47), slightly sweet sweetness level (2.27), and the preference level was liked (3.27 ) which comply with SNI 01-0222-1996.

Keywords : sorghum breakfast, arrowroot starch, cassava starch, soy flour, sorghum flour
781411765G1A011012PERBEDAAN OUTCOME FUNGSIONAL PASIEN STROKE ISKEMIK DENGAN DAN TANPA DIABETES MELITUS DI POLI SARAF RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOStroke iskemik adalah penurunan fungsi saraf yang di sebabkan oleh sumbatan pembuluh darah otak, insidensi yaitu sekitar 80-85% dengan tingkat kecacatan tinggi. Diabetes melitus merupakan faktor risiko utama dari stroke iskemik, karena dapat mempermudah terbentuknya artherosklerosis sehingga menimbulkan prognosis yang lebih serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan outcome fungsional pasien stroke iskemik dengan dan tanpa diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Sampel yaitu pasien stroke iskemik yang datang ke poli saraf Margono Purwokerto pada bulan April-Mei 2015 dengan metode consecutive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan Barthel Index. Total sampel 40 sampel, dibagi menjadi 20 sampel kelompok stroke iskemik dengan diabetes melitus dan 20 sampel kelompok stroke iskemik tanpa diabetes melitus. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan 95%CI. Hasil analisis univariat didapatkan 60% pasien dengan diabetes melitus dan 15% pasien tanpa diabetes melitus pada outcome fungsional buruk stroke iskemik. Analisis bivariabel didapatkan hasil perbedaan yang signifikan outcome fungsional pasien stroke iskemik dengan dan tanpa diabetes melitus (p=0,001, OR=8,500). Dapat di simpulkan bahwa terdapat perbedaan outcome fungsional pasien stroke iskemik dengan dan tanpa diabetes melitus di poli saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Pureokerto. Pasien stroke iskemik dengan diabetes melitus memiliki risiko 8,5 kali lebih besar untuk mendapatkan outcome fungsional buruk dibandingkan pasien stroke iskemik tanpa diabetes melitus.Ischemic stroke is the reduction of nerve function caused by a blockage of blood vessels of the brain, which is about 80-85% incidence with a high level of disability. Diabetes mellitus is a major risk factor for ischemic stroke, because it can make the formation of atherosclerosis easier causing more serious prognosis for stroke patients with diabetes mellitus. The aim of this study was to know the differences in functional outcome of ischemic stroke patients with and without diabetes mellitus. This study was an analitical observational study with a cross-sectional approach. The sample was ischemic stroke patients who came to neurological clinic Margono Purwokerto in April-May 2015 with consecutive sampling method. Data collection tool used the Barthel Index. The total sample was 40 samples, divided 20 samples into groups of ischemic stroke with diabetes mellitus and 20 sample group of ischemic stroke without diabetes mellitus. Data analysis using the Chi-Square test with 95%CI. Univariate analysis found 60% of patients with diabetes mellitus and 15% for patients without diabetes mellitus in the poor functional outcome of ischemic stroke. Bivariable analysis showed significant differences in functional outcome between ischemic stroke with and without diabetes mellitus (p = 0.001, OR=8,500). There are differences in functional outcome ischemic stroke patients with and without diabetes mellitus in neurological clinic RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Ischemic stroke with diabetes mellitus had 8,5 times greater risk of obtaining poor functional outcome compared to ischemic stroke without diabetes mellitus
78158613D1E010051PENGARUH METODE RONTOK BULU PAKSA TERHADAP
UMUR PERTAMA BERTELUR DAN PRODUKSI TELUR
AYAM NIAGA PETELUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur pertama bertelur dan produksi telur yang meliputi bobot telur pertama,bobot telur selama pengamatan, Hen Day Production (HDP) dan Hen House Production (HHP) ayam niaga petelur pasca rontok bulu paksa dengan menggunakan metode kontrol, California Force Molting Program, Washington Force Molting Program,danConventional Force Molting Program. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah ayam niaga petelur tipe medium umur 96 minggu.Lama perlakuan adalah 60 hari dilanjutkan dengan 30 hari pengamatan pasca rontok bulu paksa. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa perlakuan rontok bulu paksa berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap umur pertama bertelur, produksi telur yang meliputi bobot telur pertama, bobot telur selama pengamatan, HDP dan HHP. Analisis kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Umur pertama bertelur yang paling cepat dan bobot telur pertama yang paling tinggi adalah metode Conventional Force Molting Pogram dengan hasil 28,778 hari dan 64,502 g, HHP dan HDP tertinggi di tunjukan oleh California Force Molting Program dengan hasil 75,685% meningkat 18% dari kontrol dengan bobot telur selama pengamatan 60,933 g. Bobot telur selama pengamatan yang paling tinggi ditunjukan oleh metode Conventional Force Molting Pogram dengan hasil 65,632 g. Kesimpulan dari penelitian ini adalah berbagai jenis metode rontok bulu paksa mempengaruhi produksi telur dan ayam niaga petelur yang memiliki produksi telur paling tinggi pasca dilakukannya rontok bulu paksa adalah dengan California Force Molting Program.The purpose of this research was to determine the first laying egg and egg production that cover first egg weight, egg weight during observation, Hen Day Production (HDP) and Hen House Production (HHP) of commercial laying hens after force molting program with use control method, California Force Molting Program, Washington Force Molting Program, and Conventional Force Molting Program. Material in this purpose use medium type of laying hen 96 week of age. Treatment was 60 day furthrtmore 30 day observation after force molting. Datas were analyzed using analysis of variance. The result of anova showed that used of force molting program had a significant effect (P<0.05) on first laying egg, egg production that cover first egg weight, egg weight during observation, HDP and HHP. The fastes frist laying egg and the higest frist egg weight showed by Conventional Force Molting Pogram with result 28,778 day and 64,502 g. The higest production of HHP and HDP showed by California Force Molting Program with result 75,685% increase 18% from control method with egg weight during observation was 60,933 g. The highes egg weight during observation showed by metode Conventional Force Molting Pogramwith result 65,632 g. It can be concluded that force molting program was affected by the different method, and the highest egg productions was obtained by California Force Molting Program.
78168614D1E010041NILAI pH DAN TINGKAT KESUKAAN MAYONES YANG DIBUAT DARI BERBAGAI
JENIS KUNING TELUR
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai jenis kuning telur yang berbeda pada pembuatan mayones terhadap pH dan tingkat kesukaan. Materi penelitian yang digunakan adalah telur ayam niaga 75 butir, telur ayam arab 117 butir, telur itik 60 butir dan telur ayam bangkok 38 butir. Metode penelitian adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, dilanjutkan dengan Analisis Variansi data dan uji Beda Nyata Jujur. Perlakuan terdiri dari T1= mayones menggunakan kuning telur ayam arab, T2= mayones menggunakan kuning telur ayam niaga, T3= mayones menggunakan kuning telur itik dan T4= Mayones menggunakan 50% kuning telur ayam arab + 50% kuning telur ayam bangkok.Variabel yang diukur adalah nilai pH dan tingkat kesukaan mayones. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jenis kuning telur yang berbeda berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai pH mayones dengan rata-rata 5,01 dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap rasa dan warna mayones secara organoleptik yakni dengan rasa asam gurih serta warna kuning cerah. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan jenis kuning telur menghasilkan nilai pH pada mayones yang relatif sama dan secara organoleptik, mayones yang dibuat dari telur ayam lebih disukai dibandingkan mayones yang dibuat dari telur itik.The study aimed to determine the effect of the use of various types of egg yolk in the manufacture of mayonnaise on pH and organoleptic assessment. The materials used in this study are 75 commercial chicken eggs, 117 arabic chicken eggs, 60 duck eggs and 38 bangkok chicken eggs. The research method is experimental methods using completely randomized design with 4 treatments and 5 replicates, followed by the data and Variance Analysis Honestly Significant Difference test. The treatments consisted of T1 = mayonnaise using arabic chicken egg yolk, T2 = mayonnaise using commercial chicken egg yolk, T3 = mayonnaise using duck egg yolk and T4 = Mayonnaise using 50% arabic chicken egg yolk + 50% bangkok chicken egg yolk. The results showed that the use of different types of egg yolk is not significant effect (P> 0,05) on the pH value of mayonnaise with average 5,01 and significant (P<0,05) on the flavor and color in the organoleptic mayonnaise with the sour taste of savory and bright yellow color. From the results of this study concluded that the use of those types eggs does not affect the pH of egg yolk mayonnaise, organoleptic, mayonnaise made from chicken eggs is preferred by the panelists of the mayonnaise to the one made from duck eggs.
781710426F1C009015Strategi Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Motekar Desa Pusakanagara, Kabupaten Ciamis Dalam Mengatasi Hambatan Sosialisasi Program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) Kepada MasyarakatAdanya masyarakat yang mengalami buta aksara di kalangan ekonomi menengah ke bawah yang sebagian besar tinggal di daerah pedesaan disebabkan karena mereka mengalami drop out dari sekolah dasar. Salah satu program dari pemerintah ialah Program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) yang diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Motekar yang berada di Desa Pusakanagara Kabupaten Ciamis yang memiliki tujuan agar masyarakat dapat memperoleh keterampilan yang bisa dijadikan sebagai mata pencaharian dan bisa menjadi tambahan penghasilan juga dapat mengentaskan buta aksara sekaligus kemiskinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi yang dilakukan oleh Pusat kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Motekar Desa Pusakanagara, Kabupaten Ciamis dalam mengatasi hambatan sosialisasi Program Keaksaraan Usaha Mandiri kepada masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah Purposive Sampling. Hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan oleh PKBM Motekar adalah dengan menggunakan komunikasi secara langsung atau Komunikasi Antar Pribadi dengan mendatangi secara langsung rumah calon peserta didik (door to door). Hambatan dalam strategi komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Motekar Desa Pusakanagara, Kabupaten Ciamis dalam menosialisasikan Program Keaksaraan Usaha Mandiri kepada masyarakat yaitu hambatan dalam proses penyampaian (process barrier) dimana proses penyampaian informasi mengenai Program KUM terhadap calon peserta didik terhambat oleh aktivitas sehari-hari calon peserta didik yang bervariasi. Dan juga hambatan psiko-sosial (psychosocial barrier) dimana sebagian besar calon peserta didik Program KUM merupakan ibu – ibu yang sudah lanjut usia dan enggan untuk mengikuti kegiatan belajar karena memiliki anggapan bahwa kegiatan belajar itu hanya untuk orang yang masih muda bukan yang sudah tua.Illiteracy are still happening in the middle-low society whom most of them live in rural areas. This is caused by the inability to complete their education or being dropped out from the school. One of the government’s program is the Literacy Program of Independent Business (KUM) held by non-formal institute, Motekar Learning Community Center (LCC)/(PKBM) in Pusakanagara Ciamis which purpose is so that people can acquire simple vocational skills that can be used for their living or at least could be an additional income for them. But the most important thing is to eradicate illiteracy once poverty. This study aims to determine the strategy of communication undertaken by Motekar Learning Community Center (LCC)/(PKBM) in the implementation of the Literacy Program of Independent Business (KUM). The qualitive method using descriptive research approach is used. The data obtained through observation, in-depth interviews and documentation. The informant was selected by using purposive sampling technique. The result of the study can be concluded that the communication strategy that made by LCC Motekar is by going directly to learners place. The obstacles of communication strategy LCC Motekar in socializing the program is the delivery process where the learners cannot conciliate their varied daily schedules. And also the psychosocial problem, which mean the most learners here are women in their maternal age and refuse to join the program with assumption that studying is only for young people.
781810427A1L010194PATOGENITAS BAKTERI Pseudomonas fluorescens TERHADAP ULAT Crocidolomia pavonana F. PADA KUBISBakteri Pseudomonas fluorescens (Pf) merupakan bakteri antagonis yang umum digunakan untuk pengendalian patogen penyebab penyakit tanaman. Bakteri tersebut diduga dapat membunuh serangga hama. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bakteri Pseudomonas fluorescens (Pf) terhadap larva Crocidolomia pavonana, menguji tingkat penekanan Pf terhadap aktivitas makan dan ukuran pupa serangga tersebut. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Unsoed, pada bulan Juli sampai Oktober 2014. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan dua strain bakteri Pf (P60 dan P32), kontrol dan insektisida profenofos. Konsentrasi Pf yang digunakan 1 mL/100mL, 5 mL/100mL, dan 10 mL/100mL. Percobaan diulang 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan, Pseudomonas fluorescens merupakan bakteri antagonis yang dapat digunakan untuk pengendalian ulat Crocidolomia pavonana pada tanaman kubis secara hayati, karena efektif mematikan larva C. pavonana sebesar 92% (strain P60) dan 82% (strain P32), menurunkan tingkat konsumsi larva sebesar 75,64 persen (kontrol 38,60 g dan perlakuan 9,40 g), dan menurunkan panjang pupa sebesar 10,82 persen (kontrol 1,57 cm g dan perlakuan 1,40 cm) dan bobot pupa sebesar 76,58 persen (kontrol 0,316 g dan perlakuan 0,074 g).Pseudomonas fluorescens (Pf) is antagonist microorganism that commonly used in controlling plant pathogen. This bacterium was suspected be able to kill insect pest. The purposes of research were to 1) examine effectiveness of Pseudomonas fluorescens (Pf) in killing larvae of Crocidolomia. pavonana, 2) examine the inhibition of Pf to feeding activity of larvae C. pavonana, and pupal weight and length. The research was conducted at Plant Protection Laboratory Faculty of Agriculture Unsoed, in July until October 2014. Experimental design used Completely Random Design. The treatment consisted of two strain Pf (P60 and P32), control and insecticide propenophos. Concentration of Pf was 1 ml/100 ml, 5 ml/100 ml, and 10 ml/100 ml. The trial was replicated 5 times. The results showed Pseudomonas fluorescens is antagonistic bacterium that may be used to control caterpillars Crocidolomia pavonana on cabbage crop, as effective lethal larvae of C. pavonana was 92 percent (strain P60) and 82 percent (strain P32), reduce consumption rate 75.64 percent (control 38.60 g and treatment 9.40 g) and lower pupal length of 10.82 percent (control 1.57 cm g and treatment 1.40 cm) and pupal weight of 76.58 percent (control 0.316 g and treatment 0.074 g).
78198615F1F008130KATNISS EVERDEEN’S COURAGE IN SUZANE COLLINS’S ”THE HUNGER GAMES”
Eli widyawati
E- mail : Eli_widya88@yahoo.co.id
Supervised by :
Mimien Aminah S and M Taufiqurahman

English Language and Literature Study Program, Department of Humanities, Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman Unversity
Jl. Dr. Soeparno, Karangwangkal, Purwokrto 53122
Penelitian ini berjudul Katniss Everdeen’s Courage in Suzane collin’s “in The Hunger Games”. Penelitian ini menggunakan novel The Hunger Games karya Suzane Collins. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menggambarkan faktor-faktor yang memunculkan keberanian Katniss dalam Hunger Games. (2) menggambarkan bagaimana Katniss menunjukan keberanianya dalam novel Hunger Games melalui plot. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif.Sementara itu, untuk analisis data peneliti menggunakan pendekatan psikologi dengan teori motivasi. Hasil dari penelitian ini adalah: ada beberapa faktor yang memotivasi Katniss. Katniss mengikuti Hunger games untuk menggantikan adiknya sehinnga itu yg mendorong dia mengikuti Hunger Games, selanjutnya ketika masalah mulai muncul Katniss memotivasi dirinya sendiri untuk siap mengikuti Hunger Games, dan pada puncaknya Katniss berjuang untuk memenangkan kompetisi dalam permainan dan pada akhirnya Katniss kembali ke Training Center and membuat bangga distriknya serta keluarganyaThe research entitled Katniss Everdeen’s Courage in Suzane collin’s “in The Hunger Games”.is aimed (1) about the factors that rise Katniss Everdeen’s courage and (2) how her courage is depicted in the novel The Hunger Games through the plot.A qualitative method is used in this research. While for data analysis, the writer uses psychological approach of motive theory to analyze the data.
The result of the research are: There are several motives that influence Katniss in raising her courage. Katniss tributes to replace her sister that is described in exposition encourages her to join the games. Then in raising action; Katniss starts to motivate and encourage herself to be ready in participating the games. Some momentums in climax when Katniss has to fight to win this games and prove to her family and her districthat distritc 12 has to survive in their life. Finally Katniss go back to Training center and she makes a proud her district and her family.
78208616F1B010069PENGARUH KEMAUAN DAN KEMAMPUAN TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH MANDIRI BERBASIS MASYARAKAT (SPSM-BM) DI KELURAHAN SOKANEGARA, PURWOKERTO TIMURPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya partisipasi masyarakat Kelurahan Sokanegara dalam hal pengelolaan sampah khususnya dan program SPSM-BM, yang disebabkan oleh kurangnya kesadaran lingkungan masyarakat Kelurahan Sokanegara dalam hal pengelolaan sampah. Menjadi menarik untuk dipertanyakan bagaimana tingkat partisipasi dalam program SPSM-BM yang dipengaruhi oleh kemauan dan kemampuan masyarakat itu sendiri. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kemauan dan kemampuan terhadap partisipasi masyarakat dalam program SPSM-BM di Kelurahan Sokanegara, Purwokerto Timur. Metode penelitian yang digunakan ialah kuantitatif survey dengan menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam program ini dan untuk teknik pengambilan sampel adalah dengan mengambil 25% dari total populasi responden (Sugiyono). Metode analisis data yang digunakan ialah model analisis distribusi frekuensi dan korelasi Rank Spearma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat terhadap program SPSM-BM ini secara keseluruhan berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan juga dengan uji korelasi Rank Spearman bahwa korelasi antara tingkat partisipasi masyarakat (Y) dengan kemauan masyarakat (X1) dan kemampuan masyarakat (X2), nilai koefisiennya sebesar 0,713 artinya bahwa keterdukungan kemauan dan kualitas kemampuan masyarakat dapat mendukung upaya menciptakan tingkat partisipasi yang tinggi (kuat). Dimensi yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah dimensi motivasi, sehingga muncul proposisi baru sebagai berikut: partisipasi seorang individu yang kemudian berkumpul menjadi masyarakat, dalam keterlibatannya dalam sebuah program, akan sangat dipengaruhi oleh motivasi-motivasi tertentu.
The research is because of the lack of people of Sokanegara participation in managing the waste, especially in SPSM-BM program. The lack of public participation it self is motivated by the lack of environmental awareness at Sokanegara in waste management. It is interesting to be questioned on how the level of participation in SPSM-BM program which is influenced by the willingness and ability of public themselves. The aim of this research was to know and analyze the level of willingness and ability toward public participation on SPSM-BM program at Sokanegara, East Purwokerto. The research method used was descriptive survey with analyzing the level of public participation in this program and sampling technique was by taking 25% of total respondents population (Sugiyono). Data analysis method used was frequency distribution analysis model and Rank Spearman correlation. The research result indicated that the level of public participation toward overall SPSM-BM program ran well. This was also evidenced by Rank Spearman correlation test that the correlation between level of public participation (Y), public willingness (X1) and public ability (X2) had coefficient value of 0.713, it meant that the presence of willingness and qualified public ability can support the efforts to create high level of participation (strong). The most influential dimension on the research is the dimension of motivation, so there is a new proposition as follows: participation of an individual which is then assembled into the public, for its involvement in a program, will be greatly influenced by the particular motivations.