Home
Login.
Artikelilmiahs
10426
Update
RIKA FERAYANTI
NIM
Judul Artikel
Strategi Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Motekar Desa Pusakanagara, Kabupaten Ciamis Dalam Mengatasi Hambatan Sosialisasi Program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) Kepada Masyarakat
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Adanya masyarakat yang mengalami buta aksara di kalangan ekonomi menengah ke bawah yang sebagian besar tinggal di daerah pedesaan disebabkan karena mereka mengalami drop out dari sekolah dasar. Salah satu program dari pemerintah ialah Program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) yang diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Motekar yang berada di Desa Pusakanagara Kabupaten Ciamis yang memiliki tujuan agar masyarakat dapat memperoleh keterampilan yang bisa dijadikan sebagai mata pencaharian dan bisa menjadi tambahan penghasilan juga dapat mengentaskan buta aksara sekaligus kemiskinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi yang dilakukan oleh Pusat kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Motekar Desa Pusakanagara, Kabupaten Ciamis dalam mengatasi hambatan sosialisasi Program Keaksaraan Usaha Mandiri kepada masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah Purposive Sampling. Hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan oleh PKBM Motekar adalah dengan menggunakan komunikasi secara langsung atau Komunikasi Antar Pribadi dengan mendatangi secara langsung rumah calon peserta didik (door to door). Hambatan dalam strategi komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Motekar Desa Pusakanagara, Kabupaten Ciamis dalam menosialisasikan Program Keaksaraan Usaha Mandiri kepada masyarakat yaitu hambatan dalam proses penyampaian (process barrier) dimana proses penyampaian informasi mengenai Program KUM terhadap calon peserta didik terhambat oleh aktivitas sehari-hari calon peserta didik yang bervariasi. Dan juga hambatan psiko-sosial (psychosocial barrier) dimana sebagian besar calon peserta didik Program KUM merupakan ibu – ibu yang sudah lanjut usia dan enggan untuk mengikuti kegiatan belajar karena memiliki anggapan bahwa kegiatan belajar itu hanya untuk orang yang masih muda bukan yang sudah tua.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Illiteracy are still happening in the middle-low society whom most of them live in rural areas. This is caused by the inability to complete their education or being dropped out from the school. One of the government’s program is the Literacy Program of Independent Business (KUM) held by non-formal institute, Motekar Learning Community Center (LCC)/(PKBM) in Pusakanagara Ciamis which purpose is so that people can acquire simple vocational skills that can be used for their living or at least could be an additional income for them. But the most important thing is to eradicate illiteracy once poverty. This study aims to determine the strategy of communication undertaken by Motekar Learning Community Center (LCC)/(PKBM) in the implementation of the Literacy Program of Independent Business (KUM). The qualitive method using descriptive research approach is used. The data obtained through observation, in-depth interviews and documentation. The informant was selected by using purposive sampling technique. The result of the study can be concluded that the communication strategy that made by LCC Motekar is by going directly to learners place. The obstacles of communication strategy LCC Motekar in socializing the program is the delivery process where the learners cannot conciliate their varied daily schedules. And also the psychosocial problem, which mean the most learners here are women in their maternal age and refuse to join the program with assumption that studying is only for young people.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save