Artikelilmiahs
Menampilkan 7.821-7.840 dari 48.897 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 7821 | 8617 | D1E010091 | ANALISIS KINERJA KOPERASI SUSU DI PROVINSI JAWA TENGAH | Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan November 2013. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kinerja koperasi susu yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan metode survei yaitu dengan mewawancarai pengurus koperasi dan mengambil data dari koperasi yang telah ditetapkan. Koperasi susu yang dipilih menggunakan metode probability sampling dengan cara stratifed proporsional random sampling atau sampel acak menurut stratifikasi dan proporsi. Sampel sebanyak 10 koperasi yang masih aktif melaksanakan kegiatan usaha persusuan di wilayah sentra jalur utama pemasaran susu di Provinsi Jawa Tengah yang tergabung dalam anggota GKSI (Gabungan Koperasi Susu Indonesia). Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja koperasi susu di Provinsi Jawa Tengah berada dalam klasifikasi baik dengan skor rata-rata 75,17. Sebanyak 8 koperasi dalam klasifikasi baik dan 2 koperasi dalam klasifikasi cukup baik. Faktor otonomi kemandirian mendapatkan skor yang paling rendah. Artinya prinsip dan faktor ini harus diperbaiki kinerjanya guna meningkatkan kinerja koperasi. Kata kunci : Koperasi susu, klasifikasi, kinerja | This research is conducted from July to November 2013. The purpose of this research is to analyze the performance of milk cooperative in Central Java Province. The research is done using survey method through interviewing the management and obtaining data from decided cooperation. The milk cooperative is chosen based on probability sampling method with stratified proportional random sampling. Ten cooperative used in this research are active cooperative because they run the dairy based product business in the main market in Central Java Province; moreover, they are members of GKSI (Gabungan Koperasi Susu Indonesia. The result of the research shows that the performance of milk cooperative in Central Java Province is in good classification with the average score 75,17. Eight cooperative are in good classification, and the last two cooperative are in fair classification. Independent autonomy factor is the lowest. It means that this principle and factor are needed to be improved to increase those cooperative performance. | |
| 7822 | 10423 | G1A011061 | HUBUNGAN AKTIVITAS RENANG DENGAN KECEPATAN PSIKOMOTOR PADA ANAK KLUB RENANG BINA TARUNA PURWOKERTO | Latar belakang : Selama masa pertengahan dan akhir anak-anak, perkembangan motorik anak menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi daripada masa awal anak-anak. Kecepatan psikomotor sangat penting dalam meningkatkan proses hasil belajar pada anak. Faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan psikomotor yaitu dengan melakukan aktivitas fisik aerobik salah satu contohnya berenang. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas renang dengan kecepatan psikomotor pada anak Klub Renang Bina Taruna Purwokerto. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pretest and posttest group design. Sampel pada penelitian ini yaitu anak Klub Renang Bina Taruna Purwokerto, pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Responden melakukan latihan renang selama 5 minggu dengan frekuensi 2-3 kali seminggu. Kecepatan psikomotor diukur menggunakan block design test sebelum dan sesudah latihan renang. Analisis data menggunakan uji t berpasangan. Hasil : Hasil didapatkan rerata skor pretest yaitu 11,77 ± 2,77 sedangkan rerata skor posttest yaitu 13,31 ± 2,36. Hasil analisis menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna yaitu p=0,020 (p<0,05) skor block design sebelum dan sesudah dilakukan latihan renang. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara aktivitas renang dengan kecepatan psikomotor pada anak Klub Renang Bina Taruna Purwokerto. | Background: During mid childhood, the speed of children’s motoric development will be better and more coordinated than in the beginning of children’s growth. The psychomotor speed is critical in promoting children’s learning process. Swimming, as the aerobic physical activities, is one of the influencing factor of psychomotor speed. Purpose: this research aimed to analyze the relationship between swimming activities and psychomotor speed of children in Bina Taruna Swimming Club Purwokerto. Method: This research was an experimental research with pretest and posttest group design. Sample of this research was children in Bina Taruna Swimming Club Purwokerto using by total sampling method. Respondents were doing swimming activities twice until three times a week for five weeks. The speed of psychomotor was measured by block design test, before and after the swimming activities. Analysis of data using paired t test. Result: The result from pretest score mean was 11.77 ± 2.77, and posttest score mean was 13.31 ± 2.36. The analysis result showed that there was significant difference in block design score before and after swimming activities, which is p=0.020 (p<0.05). Conclusion: There was relationship between swimming activities and psychomotor speed of children in Bina Taruna Swimming Club Purwokerto. | |
| 7823 | 10995 | C1C010077 | PENGARUH KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Empiris pada SKPD Kabupaten Purbalingga) | Penelitian ini merupakan studi empiris pada Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kapasitas sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah dengan komitmen organisasi sebagai variabel moderasi. Sampel dalam penelitian ini adalah 43 Satuan Kerja Perangkat Daerah dengan jumlah responden sebanyak 108 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh melalui kisioner yang diberikan kepada responden. Data yang diolah menggunakan teknik analisis regresi sederhana dan analisis regresi moderasi. Hasil analisis menunjukan bahwa semakin baik kapasitas sumber daya manusia semakin baik kualitas laporan keuangan daerah dan Interaksi kapasitas sumber daya manusia dengan komitmen organisasi dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan daerah. | This research is conduct in the local government of Purbalingga Regency with a purpose to test the effect of human resources capacity variable toward the quality of local government’s financial report with the organization commitment as a moderating variable. The sample of this research consists of 108 people from 43 local government units in Purbalingga. This research use a primary data. Moderated Regression Analysis is used to analyze the data. The result shows that human resources capacity can’t increase the quality of local government’s financial report. Meanwhile, the interaction between human resources capacity variable and organization commitment variable can improve the quality of local government’s financial report. It means that organization commitment variable have a positive moderating effect toward the relation between human resources variable and the quality of local government’s financial report. | |
| 7824 | 10996 | G1G010018 | EFEK ANTI-INFLAMASI ZINK SULFAT (ZnSO4) MELALUI PENGHAMBATAN EKSPRESI SIKLOOKSIGENASE-2 (COX-2) PADA TIKUS JANTAN GALUR SPRAGUE DAWLEY MODEL GINGIVITIS | Gingivitis merupakan inflamasi pada gingiva yang sering dialami oleh masyarakat. COX-2 adalah enzim yang berperan penting dalam inflamasi. Zink merupakan mikronutrien yang berperan sebagai antibakteri, penyembuhan jaringan, dan meningkatkan sistem imun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek anti-inflamasi zink sulfat melalui penghambatan ekspresi COX-2 pada tikus jantan galur Sprague dawley model gingivitis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan desain post test only control group. Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus jantan galur Sprague dawley. Tikus diinduksi gingivitis dengan ligasi pada daerah subgingiva rahang bawah dan injeksi bakteri P. gingivalis. setelah hari ke-3 ligasi dilepas, selanjutnya dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, yaitu aquades, zink sulfat 0,25%, zink sulfat 0,50% dan zink sulfat 1,00%. Tikus didekapitasi pada hari ke-1, 3 dan 7 setelah perlakuan. Jaringan gingiva bagian anterior rahang bawah kemudian ditanam dalam parafin dan dibuat preparat. Ekspresi COX-2 diperoleh dengan metode imunohistokimia. Data hasil penelitian dianalisis secara komputerisasi menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann-Whitney.Hasil penelitian menunjukkan ekspresi COX-2 terendah terdapat pada kelompok zink sulfat 1,00%. Hasil uji Kruskal Wallis test menunjukkan perbedaan yang bermakna (p<0,05) antar kelompok perlakuan yang berarti terdapat pebrbedaan ekspresi COX-2 minimal diantara 2 kelompok perlakuan. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kelompok zink sulfat 1,00% dibandingkan dengan kelompok kontrol, kelompok zink sulfat 0,25% dan zink sulfat 0,50% yang berarti bahwa konsentrasi zink sulfat 1,00% merupakan konsentrasi yang paling efektif sebagai anti-inflamasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian zink sulfat dapat menghambat ekspresi COX-2 pada tikus jantan galur Sprague dawley model gingivitis dengan konsentrasi yang paling efektif adalah 1,00%. | Gingivitis is the most common and prevalent inflammation of the gingiva among children and adolescents. COX-2 clearly plays a significant roles to induce inflammation. Zinc, one of essential micronutrient, have previously been reported to have antibacterial effect, tissue healing, and increase the immune system. The aim of the study was to determine the anti-inflammatory effect of zinc sulfate by the inhibition of COX-2 expression in male Sprague dawley rats gingivitis. Post test only control group design was implemented to this experimental laboratory research. The study carried out on total 24 male Sprague Dawley rats. Gingivitis was induced in rat’s anterior lower jaw gingival tissue by ligation and P. gingivalis injection. The ligation was detached after 3 days. The rats were randomly divided into five groups according to the treatment as follows: control group/aquades, 0,25% zinc sulfate, 0,50% zinc sulfate and 1,00% zinc sulfate. Rats were sacrified on the first day, third day and seventh day after treatment. The gingival tissue obtained was then planted in paraffin. The COX-2 expression was determined with immunohistochemical methode. The research data was analyzed computerized with Kruskal Wallis test and Mann-Whitney test. The result show the lowest COX-2 contained in the 1,00% zinc sulfate group. Kruskal Wallis test revealed that there was a significant difference in each treatment group (p < 0,05) which means that there is a difference between two treatment groups. The result of Mann-Whitney test show there is a significant difference between 1,00% zinc sulfate group compared with control group, 0,25% zinc sulfate group and 0,50% zinc sulfate group that indicated that 1,00% zinc sulfate consentration was the most effective as an anti-inflammatory. The result indicated that zinc sulfate can interfere the COX-2 formation in male Sprague dawley rats with experimental gingivitis and the most effective consentration is 1,00%. | |
| 7825 | 8618 | F1F007039 | AN ANALYSIS OF FIGURES OF SPEECH FOUND IN DRAMA MOVIE ADVERTISEMENT ON WWW.MOVIEWEB.COM (OCTOBER – DECEMBER 2012 EDITION) | Ide utama penelitian ini adalah memaparkan jenis gaya bahasa yang ditemukan dalam slogan film yang diambil dari halaman situs www.movieweb.com. Penelitian ini berkonsentrasikan pada jenis gaya bahasa dan fungsi gaya bahasa. Setelah mengetahui jenis gaya bahasa, penelitian ini memaparkan fungsi dari gaya bahasa yang ditemukan pada slogan film tersebut. Data dari penelitian ini adalah slogan drama film yang dipublikasikan pada bulan Oktober sampai Desember 2012. Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Data utama dari penelitian ini kemudian dianalisis melalui teori tentang jenis – jenis gaya bahasa yang diungkapkan oleh Little (1985) dan fungsi gaya bahasa yang dikemukakan oleh Leech (2003). Dari hasil analisis, ada dua kesimpulan; pertama, jenis gaya bahasa dan kedua, fungsi gaya bahasa yang ditemukan pada slogan dari film - film drama. Jenis gaya bahasa yang sering muncul adalah hiperbola dan ironi. Sedangkan fungsi gaya bahasa yang paling banyak ditemukan adalah fungsi yang bersifat informasional. | The main idea of this research is figures of speech which are found in movie taglines which are taken from www.movieweb.com. The main concern are kinds and functions of figures of speech. After knowing the kinds of figures of speech. The analysis goes to determine the functions of figure of speech. The data for this research are the taglines of drama movies which are published in October until December 2012. In this research, descriptive qualitative method is used to analyze the data. The primary data of this research, then, is analyzed through the theory of kinds of figure of speech proposed by Little (1985) and the theory of functions of figure of speech composed by Leech (2003). From the analysis, there are two conclusions; first, the types of figure of speech and second, the functions of figure of speech. The types of figure of speech that frequently occur are hyperbole and irony. While, the function of figure of speech that is mostly found is informational function. | |
| 7826 | 8590 | F1B010007 | EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KALI BERSIH (PROKASIH) SUNGAI BANJARAN KECAMATAN PURWOKERTO BARAT | Pentingnya pelaksanaan Program Kali Bersih (Prokasih) bertujuan untuk mengembalikan fungsi awal dari adanya sungai, yaitu salah satunya adalah sebagai daerah penampung air. Banyak masyarakat yang mendiami pinggiran sungai menjadi faktor utama penyebab pencemaran sungai. Melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 35 tahun 1995, pemerintah mengeluarkan suatu program untuk dapat mengembalikan fungsi sungai sebagai daerah penampung hujan. Kabupaten Banyumas sendiri telah melaksanakan Prokasih pada tahun 1999 sampai dengan sekarang. Dalam pelaksanaannya banyak hambatan yang terjadi, seperti masyarakat yang tinggal dipinggir sungai, dan banyaknya masyarakat yang tidak memiliki septic tank, sehingga mencemarkan sungai dengan limbah-limbah rumah tangga. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut peneliti tertarik untuk melihat bagaimana evaluasi pelaksanaan Program Kali Bersih (Prokasih) di Sungai Banjaran Kecamatan Purwokerto Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, untuk mengetahui secara mendalam tentang dampak dari pelaksanaan Prokasih yang telah berjalan. Sebagai fokus utama dari penelitian ini, Sungai Banjaran dipilih karena letaknya yang berada ditengah-tengah Kota Purwokerto, dan sebagai sungai terbesar yang mengalir di Kota Purwokerto. Berdasarkan hasil yang didapatkan,dan dengan membandingkan dengan data yang ada, kualitas Sungai Banjaran masih dalam ambang batas kelayakan untuk wilayah Purwokerto Barat, dimana Sungai Banjaran di wilayah tersebut masih layak digunakan sebagai usaha peternakan, perikanan, sebagian dapat digunakan sebagai konsumsi air minum, banyaknya warga yang memancing menunjukan bahwa ekosistem ikan masih terjaga. Selain itu, diadakannya kerja bakti, pembentukan FMPS (Forum Masyarakat Peduli Sungai) dan juga papan peringatan juga dilakukan, walupun masih banyak kekurangan dengan belum tegasnya pelaksanaan sangsi. Oleh sebab itu, Prokasih dapat dikatakan berhasil dalam pelaksanaannya sampai dengan sekarang. Namun, masih banyak yang perlu ditingkatkan, seperti halnya pengawasan dan penegasan hukum bagi pelanggar yang melanggar. | The importance of implementing Clean River Programs (Prokasih) aims to restore the main function that each one for as places that reservoir water. Many people who stayed in the river banks became main caused of river pollution. Since the Ministerial Decree No. 35 In 1995, the government issued a program to be able to restore the function of the river as the rain reservoir area. Banyumas District has implemented the program since 1999 until now. In practice many obstacles that occur , such as people who live on the river bank, and the number of people who do not have a septic tank, so that pollute rivers with household wastes. Based on the background of the problems researcher are interested to see how the evaluation of the implementation of the Clean River Programs (Prokasih) Banjaran River District of West Purwokerto. The method used in this study is using a qualitative descriptive approach, to know in depth about the results , the impact and benefits of the implementation of the Clean River has been running. As the main focus of this study , selected Banjaran river it lies in the middle of the town of Purwokerto, and the largest river flowing in the town of Purwokerto. Based on the results obtained, and by compared with the existing data, the quality of the river Banjaran still in the eligibility threshold for Purwokerto western region, where the river Banjaran in the region is still fit for use as animal husbandry, fishery, some can be used as a drinking water consumption, and also people often do fishing, then the fish ecosistem is kept. Beside of that, people sometimes work together to clean river, government has made FMPS (People of river cares forum), and put some warning board to prevent people do some dirty activity around river. Therefore , Prokasih performance implementation was successful until now. However, more needs to be improved , as well as supervision and affirmation for offenders who violate the law. | |
| 7827 | 8855 | A1H010092 | PENGARUH LAMA PENGOVENAN DAN PROSES PENGEPRESAN TERHADAP KUALITAS TEPUNG KACANG TANAH | Kebutuhan beberapa jenis bahan pangan cenderung mengalami peningkatan, seperti pangan hewani, minyak dan lemak, gula, sayur, buah, kacang-kacangan, dan bahan pangan lainnya. Kacang tanah merupakan salah satu bahan pangan yang berperan dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional sebagai sumber protein nabati, minyak, dan nutrisi lainnya. Laju permintaan kacang tanah semakin meningkat hingga melebihi produksi, namun pengembangan kacang tanah belum banyak dilakukan oleh masyarakat luas. Penelitian ini mencoba melakukan pengembangan kacang tanah dengan mengolah kacang tanah menjadi tepung. Tepung kacang tanah merupakan produk setengah jadi yang dibuat melalui proses pengeringan dan penggilingan hingga menjadi butiran-butiran halus yang kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengovenan dan proses pengepresan terhadap kualitas tepung kacang tanah yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu lama pengovenan 3, 5, 7 jam dan proses pengepresan dipres dan tidak dipres. Variabel yang diukur yaitu sifat fisik tepung kacang tanah yang terdiri atas rendemen, derajad putih, densitas kamba dan kadar air tepung kacang tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pengovenan dan proses pengepresan berpengaruh sangat nyata terhadap sifat fisik tepung kacang tanah. Lama pengovenan 3 jam dengan perlakuan pengepresan menghasilkan kualitas tepung kacang tanah terbaik, yaitu rendemen sebesar 89,71 %; derajad putih 35,33; densitas kamba 1,39 dan kadar air 6,84 % | Necessity of some food substancehas increased, such as animal food, oil and fat, sugar, vegetable, fruit, legumes, and others. Peanut is one of food substance has a role to comply national food necessity as source phyto-protein, oil and other nutrition. Demand rate of peanut has increased until exceed production, but processing of peanut hasn’t been done by society. The research tried to expand the peanut by producing peanut flour. Peanut flour is half-cooked product made by drying and milling process so that it became flour which is dry. The research is aimed to know the effect of drying time and pressing peanut on flour quality. The research had been perfomed using experimental method of Completely Randomized Design (CRD) with two factors which drying time were 3, 5, 7 hours and pressing: press and no press. The variable measured are physical characteristic of peanut flour, such as rendement, brightness, bulk density and water content of peanut flour. The results showed that drying time and pressing gave significant effect on the physical characteristic of peanut flour. Three hours drying time by pressing gave the best and acceptable quality on the peanut flour which are rendement is 89.71 %; brightness is 35.33; bulk density is 1.39 and water content is 6.84 %. | |
| 7828 | 8619 | B1J010056 | KARAKTERISTIK ANATOMI DAUN BEBERAPA JAMBU AIR Syzygium aqueum (Burm. f.) Alston DI PURWOKERTO | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur anatomi daun beberapa jambu air yang ada di Purwokerto dan mengetahui perbedaan karakter anatomi daun beberapa jambu air tersebut. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode acak terpilih (purposive random sampling). Metode pembuatan preparat anatomi daun jambu air menggunakan metode parafin sedangkan pengamatan karakter anatomi daun secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa keempat kultivar jambu air yang ada di Purwokerto yaitu jambu air buah merah besar, jambu air buah merah kecil, jambu air buah merah muda dan jambu air buah putih-merah muda tidak mempunyai perbedaan karakter anatomi daun. Keempat kultivar jambu air mempunyai struktur anatomi daun yang sama yaitu terdiri dari 3 sistem jaringan yaitu epidermis, mesofil (parenkim palisade dan bunga karang) dan berkas pengangkut tipe kolateral. Selain itu pada keempat kultivar ini memiliki kelenjar minyak dan kristal oksalat yang terdapat diantara jaringan mesofil daun. Kultivar jambu air buah merah besar memiliki rata-rata tebal daun, tebal mesofil, tebal epidermis dan tebal kutikula yang paling tebal diantara ketiga kultivar jambu air lainnya. Sedangkan untuk jumlah dan ukuran stomata memiliki jumlah stomata terendah dan ukuran stomata terkecil. Kultivar jambu air buah merah kecil memiliki tebal kutikula paling tipis diantara ketiga kultivar jambu air lainnya. Kultivar jambu air buah merah muda memiliki tebal mesofil paling tipis, tetapi memiliki jumlah stomata tertinggi dan ukuran stomata terbesar. Kultivar jambu air buah putih-merah muda memiliki karakter anatomi tebal daun paling tipis diantara ketiga kultivar jambu air lainnya. Kata kunci: Syzygium aqueum, jambu air, karakter anatomi daun | This research was conducted to determine the anatomical structure of some water rose apple leaves in Purwokerto and to know the anatomical differences in the character of some water rose apple leaves. The sampling method was purposive random sampling. This research used paraffin method and observation water rose apple leaf anatomical characters was desciptive. The results of this study showed that all fourth water rose apple cultivars have no differences on leaf anatomical characters. All water rose apple cultivars have the same leaf anatomical structure which consists of 3 tissue systems i.e. epidermis, mesophyll (palisade and spongy parenchyma) and vascular bundle type was collateral bundles. Furthermore, all of cultivar have oil glands and oxalate crystals contained in the leaf mesophyll. Water rose apple cultivars large red fruit has an average thickness of leaves, mesophyll thickness, thicker epidermis and cuticle thickness of the thickest among the three cultivars of water rose apple, while for index stomatal and size of stomata anatomy have the lowest and smallest size stomata. Water rose apple cultivars small red fruit have a thick cuticle thinnest of the three other cultivars of Water rose apple. Water rose apple cultivars pink fruit have the thinnest mesophyll thick, but it has the highest number of stomata and stomatal size of the largest. Water rose apple cultivars of white-pink fruit has a thick leaf anatomical characters thinnest of the three other cultivars of water rose apple. | |
| 7829 | 8620 | P2EA12018 | PERAN DINAS KESEHATAN DALAM PENANGGULANGAN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS -ACQUIRED IMMUNO DEFICIENCY SYNDROME (HIV-AIDS) SESUAI PERATURAN DAERAH NOMOR 2 TAHUN 2013 (Studi Di Kabupaten Kebumen) | TRIYO, RACHMADI, Program Studi Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Kesehatan, Program Pascasarjana, Universitas Jenderal Soedirman, Peran Dinas Kesehatan Dalam Penanggulangan Human Immunodeficiency Virus-Aqcuired Immuno Deficiency Syndrome (HIV-AIDS) Sesuai Peraturan Daerah Nomor 02 tahun 2013 (Studi Di Kabupaten Kebumen), Komisi Pembimbing, Ketua: Prof. Dr. H. Muhammad Fauzan, S.H., M.Hum., Anggota: Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H. Upaya penanggulangan HIV–AIDS merupakan suatu program upaya teknis dalam rangka mengendalikan penyebaran HIV–AIDS di sektor kesehatan. Program ini sangat didukung oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen dengan menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2013 tentang Penanggulangan HIV-AIDS. Kewajiban Pemerintah Daerah adalah menyediakan sarana pelayanan kesehatan dalam melayani pengobatan bagi Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA). Peran Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pelayananan kesehatan sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran dari subjek hukum dalam Peraturan Daerah ini untuk mematuhi kewajiban-kewajibannya dan pendorong serta kendala-kendala yang dihadapi dalam penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis dengan sumber data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dengan studi dokumen, observasi dan wawancara dengan informan. Lokasi penelitian di Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam indikator penyelenggaran penanggulangan HIV-AIDS sesuai Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2013 belum dilaksanakan. Keenam indikator tersebut adalah kebijakan dan strategi, pencegahan HIV-AIDS, penanganan HIV-AIDS, rehabilitasi HIV-AIDS, tanggung jawab Pemerintah Daerah dan kewajiban, larangan, sanksi administratif. Dengan demikian peran Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen dalam penanggulangan HIV-AIDS sesuai Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2013 masih kurang. Penyebab kurang berperannya Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen dalam penanggulangan HIV-AIDS ini adalah faktor hukumnya sendiri yaitu Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2013 belum mengatur secara jelas tugas, kewajiban dan tanggung jawab dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen dalam penanggulangan HIV-AIDS serta tidak sinkronnya Peraturan Daerah tersebut dengan Kepmenkes RI Nomor 267 Tahun 2008 tentang Pedoman Teknis Pengorganisasian Dinas Kesehatan Daerah; faktor penegak hukumnya, yaitu: tenaga kesehatan belum mendapatkan pendidikan dan pelatihan dan belum optimalnya pengawasan dan pemberian sanksi administratif; faktor sarana dan fasilitas, yaitu: belum tersedianya sarana pelayanan kesehatan yang lengkap dan belum meratanya kegiatan penanggulangan HIV-AIDS; serta faktor masyarakat dan kebudayaan, yaitu: masyarakat masih memiliki stigma buruk dan kecenderungan melakukan diskriminasi terhadap ODHA. | TRIYO RACHMADI, Law Science Health Concentration, Postgraduate Programmes, The Jenderal Soedirman University, The Role of District Health Office In Combating Human Immunodeficiency Virus-Aqcuired Immuno Deficiency Syndrome (HIV-AIDS ) per Local Regulation Number 02 of Years 2013 (Studies In Kebumen ) the Commision Supervisor, Chairman: Prof. Dr. H. Muhammad Fauzan, S.H., M.Hum., Members: Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H. Efforts to control HIV-AIDS is a program of technical effort in order to control the spread of HIV-AIDS in the health sector. The program is strongly supported by the Government by issuing Kebumen Local Regulation Number 2 of Years 2013 on HIV - AIDS . Liability of Local Government is to provide health care facilities to serve the treatment for people living with HIV-AIDS (ODHA). The role of the District Health Office Kebumen responsible for organizing health service very necessary . This study aims to determine the role of law in the regulation of the subject area is to comply with its obligations and driving as well as the constraints faced in the prevention of HIV-AIDS in Kebumen . This study uses a socio-juridical approach to the primary data source and secondary data. Collecting data with the study of documents, observations and interviews with informants. Location of research in the District,Health,Office,Kebumen. The results showed that of the six indicators of HIV-AIDS organizing appropriate Local Regulations Number 2 of years 2013 has not been implemented . These six indicators are policies and strategies, prevention of HIV-AIDS, HIV-AIDS treatment, rehabilitation of HIV-AIDS, Local Government responsibilities and obligations, prohibitions, administrative sanctions. Thus the role of the District Health Office Kebumen in HIV-AIDS accordance Local Regulation Number 2 of Years 2013 is still lacking. The causes less involvement of the District Health Office Kebumen.in HIV-AIDS is its own legal factors that Local Regulation Number 2 of Years 2013 has not set out clear tasks, duties and responsibilities of the District Health Office Kebumen. in HIV-AIDS and no synchronization between the Regional Regulation with Kepmenkes RI Number 267 of Years 2008 on Guidelines for Organizing Technical Regional Public Health Service; law enforcement factors, namely; health personnel have not received education and training and not optimal supervisory and administrative sanction; facilities and infrastructure factors, namely: the unavailability of comprehensive health care facilities and yet the prevalence of HIV-AIDS prevention activitie; as well as community and cultural factors, namely: the people still have a bad stigma and discrimination against people living with HIV tendencie. | |
| 7830 | 8621 | H1A010031 | PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI MEMBRAN SELULOSA ASETAT DARI KULIT PISANG RAJA NANGKA (NATA DE BANANA SKIN) DENGAN PENAMBAHAN ADITIF FORMAMIDA | Limbah kulit pisang raja nangka dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi nata de banana skin. Nata tersebut kemudian diubah menjadi selulosa asetat melalui proses asetilasi yang terdiri atas empat tahap yang meliputi aktivasi, asetilasi, hidrolisis dan pemurnian. Pada penelitian ini, asetilasi dilakukan dengan menggunakan anhidrida asetat sebagai pereaksi, asam asetat sebagai pelarut, dan asam sulfat sebagai katalis. Selulosa asetat yang dihasilkan merupakan bahan baku dalam pembuatan membran. Membran dibuat dengan menggunakan teknik inversi fasa dengan pelarut aseton-diklorometana serta variasi aditif formamida. Karakterisasi selulosa asetat dilakukan dengan menganalisis gugus fungsi menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra-Red); menentukan bobot molekul relatif, dan menentukan kadar asetil. Karakterisasi membran pada variasi komposisi formamida dilakukan dengan mengukur nilai fluks dan uji tarik. Hasil analisis FTIR (Fourier Transform infra-red) menunjukkan serapan gugus karbonil (C=O) pada 1751,36cm-1 dan serapan gugus asetil (C–O) pada 1234,44 cm-1. Bobot molekul relatif yang diperoleh sebesar 6,61x104 g/mol dengan kadar asetil sebesar 37,31%. Nilai fluks dengan tekanan 2 kgf/cm2 terbesar terdapat pada komposisi formamida 28 % sebesar 5,976 L/(m2.jam). Nilai uji tarik terbesar pada komposisi formamida 20% yaitu sebesar 3,6154 MPa. | Waste of raja nangka banana skin can be used for nata de banana skin. Nata is converted into cellulose acetate by acetylation process in four stages consisting of activation, acetylation, hydrolysis and purification. In this research, acetylation conducted using acetic anhydride as the reagent, acetate acid as a solvent, and sulfuric acid as a catalyst. Cellulose acetate is a material in membrane processing. It was made using phase inversion method with dichloromethane-acetone as a solvent and the variation of formamide as additives. Characterization of cellulose acetate is conducted by analyzing the functional groups using FTIR (Fourier transform infra-red); determining the molecular weight, and the levels of acetyl. While the characterization of membrane composition on the variation of formamide conducted by measuring the flux values and tensile test. The results of FTIR analysis (Fourier transform infra-red) showed the absorption of the carbonyl group (C=O) in 1751.36 cm-1 and 1234.44 cm-1 acetyl group (C–O ). Molecular weight were in 6.61 x104 g/mol with an acetyl content in 37.31%. The best flux with pressure 2 kgf/cm2 were 5.976 L/(m2.h) for 28% of formamide composition. The highest tensile test were 3.6154 MPa for 20% of formamide composition. | |
| 7831 | 10424 | G1A011062 | KORELASI USIA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN WANITA OSTEOARTRITIS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Osteoartritis adalah penyakit sendi dengan progresivitas lambat dan paling umum ditemui pada usia menengah ke atas dengan jenis kelamin wanita. Osteoartritis merupakan penyabab nyeri dan disabilitas terbesar pada masyarakat usia lanjut di seluruh dunia sehingga akan mempengaruhi kualitas hidup. Peningkatan kualitas hidup merupakan salah satu hal terpenting pada masyarakat terutama pada usia lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi usia dengan kualitas hidup pada pasien wanita osteoartritis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan besar sampel 50. Penelitian ini menggunakan analisis bivariabel uji korelasi Pearson dengan stratifikasi sesuai indeks massa tubuh, adanya riwayat penyakit kronis dan durasi sakit. Hasil penelitian didapatkan tidak terdapat korelasi bermakna antara usia dengan kualitas hidup baik pada stratifikasi IMT, adanya riwayat penyakit kronis, dan durasi sakit. Dapat disimpulkan, usia tidak mempengaruhi kualitas hidup pasien wanita osteoartritis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. | Osteoarthritis is the most common joint disease in elderly woman with slow progressivity. Osteoarthritis is worldwide major contributor for pain and disability in elderly which can affect the quality of life. Improvement of quality of life is one of the important thing to the community, especially for elderly. The aim of the study was to determine the correlation between age and quality of life in women with osteoarthritis in Prof. Dr. Margono Soekarjo General Hospital, Purwokerto. The design of this study was analytical observational with cross-sectional approach and was participated by 50 subjects. Pearson correlation test was used for bivariate analysis stratified based on body mass index, history of chronic disease, and disease duration. There was no significant correlation between age and quality of life in every stratification group. It was concluded that age does not affect quality of life in women with osteoarthritis in Prof. Dr. Margono Soekarjo General Hospital, Purwokerto. | |
| 7832 | 10428 | A1M010073 | DEGREENING JERUK SIEM PURBALINGGA MENGGUNAKAN ETEPHON DENGAN METODE PENCELUPAN DAN PENYEMPROTAN | Indonesia merupakan negara dengan potensi sumber daya alam yang besar, salah satunya adalah buah jeruk. Namun, saat ini Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor buah jeruk terbesar kedua di ASEAN. Salah satu penyebabnya adalah konsumen lebih tertarik pada jeruk impor karena penampilan warna buah jeruk yang kuning, sementara warna jeruk lokal berwarna hijau dan hijau kekuningan yang tidak merata pada kulit jeruk. Padahal nilai gizi jeruk lokal tidak kalah saing dengan nilai gizi dari jeruk impor. Untuk itu diperlukan penerapan degreening pada perlakuan pasca panen jeruk lokal. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui dan mempelajari perbedaan variabel metode pemberian etephon terhadap buah jeruk siem Purbalingga; 2) Mengetahui dan mempelajari cara penyimpanan terhadap buah jeruk siem Purbalingga; 3) Mengetahui dan mempelajari pengaruh konsentrasi etephon terhadap buah jeruk siem Purbalingga; 4) Menentukan kombinasi perlakuan antara metode degreening, cara penyimpanan, dan konsentrasi etephon yang efektif agar proses degreening pada buah jeruk siem Purbalingga memiliki karakteristik mutu terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian etephon pada jeruk siem Purbalingga dapat mengubah warna kulit jeruk siem dari yang berwarna hijau menjadi berwarna kuning namun tidak sampai mempengaruhi kandungan kimia. Kombinasi perlakuan terbaik pada penyimpanan 15 hari berdasarkan sifat kimia dan sensori adalah penggunaan etephon 500 ppm dengan pencelupan dan disimpan di tempat tertutup menghasilkan warna kuning; rasa manis dan tekstur agak lunak, dengan tingkat kesukaan “suka”; kadar air 87,95% bb; kadar abu 87,88% bk; padatan terlarut 12oBrix; kadar vitamin C 1,76 (v/b); kadar klorofil 0,99 (b/v); kadar jus 0,05 (v/v). | Indonesia is a country with natural resources are great, one of which is a citrus fruit. However, Indonesia is one of the country's second largest citrus fruit importer in ASEAN. One reason is that consumers are more interested in imports due to the appearance of the color orange citrus fruits are yellow, while the local orange color green and yellowish green uneven skin orange. Whereas the nutritional value of local oranges are not losing competitiveness with the nutritional value of citrus imports. It is necessary for the implementation of the post-harvest treatment degreening local citrus. This study aims to: 1) Know and learn the difference variable delivery methods etephon against citrus fruit siem Purbalingga; 2) Know and learn how storage for citrus fruit siem Purbalingga; 3) Know and study the effect of concentration on citrus fruits siem etephon Purbalingga; 4) Determine the combination treatments degreening methods, methods of storage, and the concentration of effective etephon that the citrus fruit degreening process siem Purbalingga has the best quality characteristics. The results showed that administration of the orange siem etephon Purbalingga can change the color of orange peel siem from green to yellow, but not to affect the chemical content. The best treatment combination at 15 days of storage based on the chemical and sensory properties is the use of etephon 500 ppm by immersion and stored in an enclosed produce a yellow color; sweet flavor and texture rather soft, with a preference level "love"; 87.95% wb moisture content; bk 87.88% ash content; 12oBrix dissolved solids; vitamin C content of 1.76 (v / w); chlorophyll content of 0.99 (w / v); juice content of 0.05 (v / v). | |
| 7833 | 8622 | G1A010062 | HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN ASPIRIN DENGAN PERDARAHAN SALURAN CERNA ATAS PADA TIKUS MODEL DIABETIK | Salah satu alternatif untuk menurunkan terjadinya penyakit kardiovaskular yang disebabkan aterosklerosis adalah menggunakan aspirin dosis rendah. Namun demikian, penggunaan aspirin pada pasien dengan penyakit kardiovaskular seperti diabetes berisiko menyebabkan perdarahan saluran cerna atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian aspirin dengan perdarahan saluran cerna atas pada tikus model diabetik. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan post test only with control group design. Penelitian ini menggunakan hewan percobaan berupa tikus (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley model diabetik. Analisis data menggunakan uji korelasi koefisien kontingensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh tikus model diabetik yang diberikan aspirin pada berbagai dosis (15mg/kgBB, 30mg/kgBB, 60mg/kgBB) mengalami perdarahan pada saluran cerna. Adapun untuk pemberian Aquadestilata pada tikus tidak diabetik maupun model diabetik tidak mengalami perdarahan. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian aspirin dengan perdarahan saluran cerna atas pada tikus model diabetik pada kategori kuat (p = 0,00 dan CC=0.707). | One alternative to reduce the occurrence of cardiovascular disease due to atherosclerosis is the use of low- dose aspirin. However, the use of aspirin in patients with cardiovascular diseases such as diabetes at risk of causing bleeding on the GI tract. Objectives of research to determine the relationship between the giving of aspirin with upper GI tract bleeding on rats diabetic model. This research is an experimental study with post test only with control group design. This research used experimental animal models that is (Rattus norvegicus) male Sprague Dawley gullies with diabetic induced. Analysis of data used a coefficient of contingency correlation. The result of research conducted that all diabetic rat model given aspirin at different doses (15mg/kgBB, 30mg/kgBB, 60mg/kgBB) had bleeding in GI tract. As for giving Aquadestilata rat of diabetic induced or non- diabetic induced had not bleeding. The conclusion of this research there was a meaningful relationship between the giving aspirin with upper GI tract bleeding in rat models of diabetes in the strong category (p = 0.00 and CC = 0.707). | |
| 7834 | 8623 | E1A009007 | EKSISTENSI PARTAI KOALISI DALAM SISTEM PEMERINTAHAN DI INDONESIA | ABSTRAK Indonesia merupakan Negara yang menganut sistem Pemerintahan Presidensial. Hal tersebut diatur secara eksplisit dalam UUD 1945. Sistem Kepartaian yang dianut di Indonesia adalah sistem kepartaian multipartai (banyak partai). Perpaduan antara sistem pemerintahan presidensial dan multipartai menjadi suatu perpaduan yang menghasilkan koalisi partai politik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian preskriptif dengan menggunakan sumber bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dengan metode normatif kualitatif. Metode pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan studi kepustakaan dan inventarisasi peraturan perundang-undangan. Metode penyajian bahan hukum disajikan dalam bentuk teks naratif. Adanya koalisi partai politik dapat di analisis dari perpaduan antara sistem pemerintahan presidensial dengan sistem kepartaian multipartai. Secara umum, sistem kepartaian multipartai di Indonesia merupakan sesuatu hal yang tidak bisa dihindari. Hal ini dikarenakan keadaan masyarakat di Indonesia yang mempunyai tingkat kemajemukan yang tinggi dan memiliki tingkat pluralitas sosial yang sangat kompleks. Terdapat keniscayaan akan berjalan dengan baik ketika sistem pemerintahan presidensial dijalankan diatas sistem kepartaian multipartai, keniscayaan tersebut bukan tanpa alasan dikarenakan dalam sistem pemerintahan presidensial, eksekutif dan legislatif sama sama mendapat mandat dari rakyat. Sehingga tanggung jawab dari kedua lembaga tersebut adalah kepada rakyat yang memilihnya. Akibatnya adalah, Presiden yang terpilih tidak mempunyai suara mayoritas di Parlemen. Tidak adanya suara mayoritas di Parlemen ini mengakibatkan kerentanan kebuntuan hubungan antara eksekutif dengan legislatif. Koalisi partai politik lahir menjadi suatu terobosan politik untuk mengurangi kemungkinan kebuntuan hubungan antara eksekutif dan legislatif. Adanya koalisi partai politik diharapkan menjadi suatu terobosan politik yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan presidensial yang dipadukan dengan sistem kepartaian multipartai. | ABSTRACK Indonesia is a country that has a Presidential system of Government. It is set explicitly in the Constitution. The party embraced the system in Indonesia is a system of multi-party . A cross between a presidential and multi-party system of Government into a blend that resulted in a coalition of political parties. The methods used in this research is the juridical normative approach to legislation. Specification of research used is prescriptive research using source material primary law, secondary, and tertiary normative qualitative methods. Legal materials collection method is done with the study of librarianship and an inventory of legislation. A method of presentation of a law presented in the form of narrative text. The coalition political parties could in analysis of a cross between system of government presidensial with the system multi-party. In general, system multi-party in indonesia is things a is inevitable. It was because the state of society in indonesia have a the diversity of having a level and high social plurality very complex. There is of necessity will run well when system of government presidensial run up system multi-partay, necessity is not without reason because within a government system presidensial, executive and legislative same same has a mandate of the people. So that the responsibility of both this institution is to the people who choose them.The result is, the president elected have no voice in the majority in parliament.The absence of sound in the majority in parliament has led the susceptibility of the deadlock of the relationship between the executive branch by the legislative. The coalition of political parties was born into a political breakthrough to reduce the chances of deadlock is the relationship between the Executive and the legislative. This coalition of political parties is expected to be a political breakthrough that has an important role in maintaining the stability of the presidential administrations combined with multi-party system. | |
| 7835 | 8624 | F1B010063 | PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH: Studi Kasus di Bank Sampah “PAS Bintang Sembilan” Kelurahan Berkoh Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas | Meningkatnya produksi sampah di berbagai daerah tidak lepas dari bertambahnya jumlah penduduk yang cukup tinggi namun tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana yang menunjang dalam pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat merupakan paradigma baru pengelolaan sampah. dalam paradigma tersebut partisipasi masyarakat merupakan unsur terpenting dalam pelaksanaan pengelolaan sampah yang dikelola dari sumbernya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di Bank Sampah PAS Bintang Sembilan Kelurahan Berkoh Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas serta mengidentifikasi dan mendeskripsikan kendala-kendala yang terjadi dalam pengelolaan sampah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa proses partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di Bank Sampah PAS Bintang Sembilan dapat berjalan dengan cukup baik. Masyarakat berpartisipasi dalam bentuk tenaga serta pikiran dan dapat merasakan hasil baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Kendala dalam pengelolaan sampah diantaranya adalah banyak warga yang belum bisa untuk berpartisipasi karena berbagai alasan, masyarakat yang lebih memilih menjual sampahnya ke pengepul ketimbang Bank Sampah. Titik penimbangan yang dirasakan terlalu jauh oleh masyarakat, dan pengurus yang tidak turut serta dalam pengelolaan sampah maupun organisasi kepengurusan. | The increasing of waste production in various areas can not be separated from the high increasing number of population and insufficient facilities and infrastucture in waste management. Community based integrated waste management is a new paradigm of waste management. Within the paradigm, public participation is an important element in the implementation of waste management managed from its source. The aim of this research was to describe public participation process in waste management at PAS Bintang Sembilan Waste Bank, Berkoh, South Purwokerto, Banyumas district as well as identify and describe the obstacles occuring in the waste management. The research method used in this research was descriptive qualitative with study case approach. From the research result was obtained that the process of public participation in waste management at PAS Bintang Sembilan Waste Bank can run well. The public participated in the form of effort and mind and can feel the benefits in economic and environmental aspect. The obstacles in waste management were many people who have not been able to participate because of some reasons and the people who prefer to sell the garbage to garbage collector than Waste Bank. Weighing point was perceived too far by public and administrator who do not participate in waste management or organizational management. | |
| 7836 | 8625 | D1E008103 | PROFIL PETERNAKAN SAPI POTONG JABRES DI KABUPATEN BREBES (FARM PROFILE BEEF CATTLE JABRES IN BREBES) | Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui profil peternakan sapi potong Jabres di Kabupaten Brebes. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Sampel wilayah dipilih berdasarkan letak geografis Kabupaten Brebes yaitu daerah dataran tinggi (Brebes bagian selatan), daerah dataran rendah (Brebes bagian utara) masing-masing terdiri dari 2 kecamatan. Sampel desa sebanyak 10 persen dipilih secara acak sederhana dari jumlah seluruh desa di masing-masing kecamatan. Sampel peternak sebanyak 10 persen ditentukan secara acak sederhana dari jumlah peternak sapi Jabres yang ada di masing-masing desa terpilih. Karakteristik peternak tergolong berusia sangat produktif pada umur rata-rata yaitu 45 ± 8,68 tahun, berpendidikan SD sebanyak 64 persen, pengalaman beternak rata-rata 17 ± 9,88 tahun, dan bermata pencaharian sebagai petani sebanyak 77,6 persen. Jumlah kepemilikan ternak sapi berkisar antara 1 – 5 ekor, atau 2,7 ± 1,3 satuan ternak (ST). Sistem pemeliharaan secara semi intensif sebanyak 77,6 persen, sedangkan intensif hanya 22,4 persen. Tujuan pemeliharaan sebagai pembibitan sebanyak 22 persen, penggemukan 30,4 persen dan penghasil pedet sebanyak 47,6 persen. Kebersihan kandang sangat baik yaitu sebanyak 98,4 persen, sedangkan 1,6 persen cukup baik. Tipe kandang terbuka dan luas kandang berkisar antara 15-25 m² sebanyak 61,6 persen. Pengolahan limbah dilakukan oleh 35,2 persen peternak, sedangkan 64,8 persen peternak belum melakukan pengolahan limbah. Pakan yang diberikan adalah rumput. Jumlah pakan yang diberikan pada pagi hari rata-rata sebanyak 23,9 ± 12,66 kg/ekor/hari atau 11,25 ± 6,33 kg/ST/hari dan pada sore atau malam hari sebanyak 38,5 ± 12,05 kg/ekor/hari atau 18,15 ± 9,15 kg/ST/hari. Berdasarkan indikator kesehatan dan produktivitas ternak tidak pernah dijumpai kejadian abortus dan placenta tertinggal, penerapan IB hanya 18 persen dengan hasil cukup memuaskan, induk yang bunting hanya 7,4 persen, dan jarak beranak rata-rata 22 ± 4,13 bulan. | Abstract The aim of the research was to determine the farms profile of Jabres beef cattle in Brebes. The research was held by survey method. The sample areas were selected based on geographic location in Brebes, namely upland areas (southern Brebes), lowland areas (northern Brebes), each consisting of 2 kecamatan. As much as 10 percent of the sample villages selected randomly from the total number of villages in each kecama The village sample was as much as 10 percent of selected as simple random sampling from the total of villages in each kecamatan. The farmers sample were as much as 10 percent of the simple random, determined by the number of farmers of Jabres cattle existing in each of the selected villages. Characteristics of farmers that was classified as highly productive age, the average age was 45 ± 8.68 years, elementary education was as much as 64 percent, the experience of raising, an average of 17 ± 9.88 years, and livelihood of farmers as much as 77.6 percent. The number of cattle ownership ranged between 1-5 heads, or 2.7 ± 1.3 units of livestock (AU). Maintenance systems as semi intensive, as much as 77.6 percent, whereas intensive was only 22.4 percent. The maintenance purpose were as breeding, as much as 22 percent, fattening 30.4 percent, and calf production 47.6 percent. Cleaning the cage were very good, as much as 98.4 percent, while 1.6 percent is good enough. Housins is open type with wide range between 15-25 m² as many as 61.6 percent. Waste treatment only done by 35.2 percent of farmers, while 64.8 percent of farmers do not waste treatment. The feed given was grass. The amount of feed given in the morning was of average of 23.9 ± 12.66 kg/cattle/day or 11.25 ± 6.33 kg/AU/day, while in the afternoon or evening it was as much as 38.5 ± 12.05 kg/cattle/day or 18.15 ± 9.15 kg/AU/day. Based on livestock health indicators and reproductivity was not ever found the incidence of abortus and placenta, the application of IB was only 18 percent with quite satisfactory, pregnant cows that was only 7.4 percent, and calving interval was 22 ± 4.13 months. | |
| 7837 | 8626 | A1H010042 | KARAKTERISTIK DAN PERUBAHAN KADAR AIR EMPING MELINJO PADA BERBAGAI SUHU DENGAN MEDIA PENGGORENGAN PASIR | Penggorengan emping melinjo biasanya adalah menggunakan minyak. Namun, hal ini dapat menimbulkan masalah kesehatan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik emping melinjo goreng pasirmeliputi tekstur, rasa, warna dan volume pengembangan, mengetahui perubahan nilai kadar air pada emping melinjo selama penggorengan dengan berbagai suhu (180,5oC; 200,5oC dan 220,5oC) dan mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap emping melinjo goreng pasir melalui uji organoleptik. Variabel yang diukur adalah kadar air dan karakteristik emping melinjo yang meliputi tekstur, rasa, warna dan volume pengembangan serta tingkat penerimaan konsumen terhadap emping melinjomelalui uji organoleptik. Hasil uji organoleptik emping melinjo goreng pasir untuk warna adalah agak kecoklatan, tekstur yang renyah dan rasa yang enak. Sedangkan hasil pengukuran kerenyahan didapatkan nilai rata-rata sebesar 0,09 N/mm2 (renyah) dan nilai volume pengembangan sebesar 144%. Persamaan penurunan kadar air yaitu Mθ= Mi.exp {(-0,287 )( e^((-1183)/T))θ}. Berdasarkan pengujian organoleptik didapatkan hasil bahwa emping melinjo yang digoreng menggunakan pasir dapat diterima oleh konsumen. | Usually emping melinjo frying is using oil. However, it can cause health problem. Therefore, conducted this research with purposes are to determine characteristics of sand fries emping melinjo, include the texture, flavour, color and development volume, determine changes water content of emping melinjo during the frying process with various temperatures (180,5°C ; 200,5oC and 220,5oC ) and determine consumer acceptance of sand fries emping melinjo through organoleptic tests. The variables measured were water content and characteristics of emping melinjo which include texture, flavour, color and development volume and the acceptance consumer of sand frying emping melinjo through organoleptic tests. The results of organoleptic test of sand fries emping melinjo is brownish, crunchy texture and delicious flavour. While the results measurements of crispness obtained an average value 0.09 N/mm2 ( crispy) and the average value of development volume is 144 % . The equation of changes water content is Mθ= Mi.exp {(-0,287 )( e^((-1183)/T))θ}. Based on organoleptic test showed that sand frying emping melinjo can be accepted by consumers. | |
| 7838 | 8627 | D1E010042 | KONSUMSI PROTEIN DAN BOBOT PROTEIN DAGING AYAM KAMPUNG SUPER YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG TEPUNG DAUN PEPAYA (Carica papaya L) | Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh penambahan tepung daun pepaya (Carica papaya) terhadap konsumsi protein dan bobot protein daging ayam kampung super. Materi yang digunakan adalah 60 ekor ayam kampung super umur 14 hari, dan pakan dengan kadar protein 15,91-16,65% dan energi metabolisme 2920-3105 kkal/kg. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, setiap perlakuan diulang 5 kali, setiap ulangan terdiri dari 3 ekor ayam. Perlakuan terdiri dari R0 = ransum kontrol; R1 = R0 + 2 % tepung daun pepaya; R2 = R0 + 4 % tepung daun pepaya; R3 = R0 + 6 % tepung daun pepaya. Peubah yang diamati adalah konsumsi protein dan bobot protein daging. Analisis data dilakukan dengan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi protein dan bobot protein daging. Rataan konsumsi protein R0, R1, R2, dan R3 secara berurutan yaitu 5,75±0,69 g ; 6,96±1,27 g; 6,37±0,69 g dan 6,34±1,01 g. Rataan bobot protein daging R0, R1, R2, dan R3 secara berurutan yaitu 81,54±19,62 g; 82,60±22,63 g; 90,09±19,46 g dan 89,11±20,75 g. Kesimpulan dari penelitian adalah penambahan tepung daun pepaya (Carica papaya) dalam ransum ayam kampung sampai dengan level 6% menghasilkan konsumsi protein dan bobot protein daging yang relatif sama. | The aim of this research was to study the addition of papaya leaf meal (Carica papaya) to the protein consumption and protein weight of super native chicken. The materials were 60 super native chickens of 14 days, and feed content protein 15,91-16,65% and energy metabolism 2920-3105 kkal/kg. A completely randomized design was used 4 treatments, each treatment was repeated 5 times and every replication consisted of 3 chickens. The treatment consisted of R0 = control; R1 = R0 + 2% papaya leaf meal; R2 = R0 + 4% papaya leaf meal; R3 = R0 + 6% papaya leaf meal. The observed variables were protein consumption and protein weight. Data were analyzed using analysis of variance. Suplementation of papaya leaf meal was not significantly effect (P>0.05) on the protein consumption and protein weight of super native chicken. The average of protein consumption of R0, R1, R2, and R3 were 5,75±0,69 g; 6,96±1,27 g; 6,37±0,69 g dan 6,34±1,01 g. The average of protein weight of R0, R1, R2, and R3 were 81,54±19,62 g; 82,60±22,63 g; 90,09±19,46 g and 89,11±20,75 g. Addition of papaya leaf meal (Carica papaya) in local chicken’s feed up to the level of 6 % give the similiar protein consumption and protein weight. | |
| 7839 | 10429 | F1C010072 | Representasi Konflik Sudan Tahun 1993 dalam Karya Foto Jurnalistik (Analisis Semiotik Foto Kevin Carter) | Konflik Sudan yang terjadi pada tahun 1993 menyita perhatian semua masyarajat dunia. Hal itu juga tidak terlepas dari sorotan media, khususnya jurnalis. Kevin Carter adalah salah satu sosok jurnalis yang terkenal yang mencapai popularitas melalu karya-karyanya tentang Konflik Sudan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi konflik Sudan melalui foto yang diambil sendiri oleh Kevin ketika dia berada di sana. Penelitian ini bersifat interpretatif kualitatif dan menggunakan analisis semiotika. Analisis semiotika yang diusung Roland Barthes sangat berguna untuk mengetahui pesan yang ingin Kevin sampaikan melalui analisa denotatif-kualitatif, petanda-penanda, dan kode leksia. Dengan menganalisa beberapa foto milik Kevin Carter, laparan dan kemiskinan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Pesan yang ingin Kevin sampaikan mungkin berujung kepada simpati dan pertolongan untuk masyarakat Sudan dari seluruh penjuru dunia. | Sudan conflict which happened in 1993 had drawn attention to all people around the world. It could not also be escaped from media, particularly journalists. Kevin Cartner, was one of the famous figure of journalists who reached his popularity through his photographs about Sudan conflict. This study is aimed to examine the representation of Sudan conflict through the photographs Kevin has taken during his journey in Sudan. The study is interpretative qualitative study and uses semiotic analysis. The semiotic analysis proposed by Barthes, is significant to explore the message which Kevin wanted to reveal through the analysis of denonative-connotative, sygnifier-sygnified codes, and lexical codes. By analyzing some of Kevin's photographs, the study results in the portrayal of Sudanese people who were suffered from the extremely pathetic condition of hunger and poverty. The message that Kevin wanted to bring out was might be the sympathy and help for Sudanese from people worldwide. | |
| 7840 | 10997 | C1C010068 | ANALISIS PENGARUH INDEPENDENSI KOMITE AUDIT, UKURAN KOMITE AUDIT, KEAHLIAN KOMITE AUDIT, FREKUENSI PERTEMUAN KOMITE AUDIT, DAN KOMITMEN WAKTU KOMITE AUDIT TERHADAP MANAJEMEN LABA (Studi Empiris pada Perbankan yang Terdaftar di BEI tahun 2008-2012) | Penelitian ini merupakan studi empiris pada perusahaan perbankan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2008 – 2012. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh independensi komite audit, ukuran komite audit, keahlian komite audit, frekuensi pertemuan komite audit, dan komitmen waktu komite audit terhadap manajemen laba. Sampel pada penelitian ini sebanyak 11 perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI dan melaporkan laporan keuangannya dari tahun 2008 – 2012. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa independensi komite audit berpengaruh negatif signifikan terhadap manajemen laba, ukuran komite audit berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap manajemen laba, keahlian komite audit berpengaruh negatif signifikan terhadap manajemen laba, frekuensi pertemuan komite audit berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap manajemen laba, dan komitmen waktu komite audit berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba. | This study is an empirical study on banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2008 - 2012. This study aims to analyze the influence of the independence of the audit committee, the size of the audit committee, audit committee expertise, the frequency of audit committee meetings, and the time commitment of the audit committee on earnings management. The samples in this study were 11 banking companies listed on the Stock Exchange and reported their financial statements of the year 2008 - 2012. The results of this study indicate that the independence of the audit committee have significant negative effect on earnings management, the audit committee size have negative effect but not significant on earnings management, expertise audit committee have significant negative effect on earnings management, the frequency of audit committee meetings have negative effect but not significant on earnings management and the audit committee time commitment have significant positive effect on earnings management. |