Artikelilmiahs
Menampilkan 7.761-7.780 dari 48.895 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 7761 | 8583 | A1C009028 | KAJIAN KEPUASAN KONSUMEN WARUNG BLOOM CAPPUCCINO CINCAU PURWOKERTO | Bloom Cappuccino Cincau merupakan suatu usaha yang menyediakan minuman cappuccino cincau. Minuman cappuccino cincau yang berbahan cincau hitam tengah digemari oleh konsumen khususnya mahasiswa. Digemarinya minuman cappuccino cincau ini menyebabkan bermunculannya usaha serupa. Bloom Cappuccino Cincau harus mengetahui tingkat kepuasan konsumen untuk dapat mempertahankan konsumen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen dan prioritas kepentingan dan kinerja konsumen. Metode penelitian menggunakan studi kasus dan metode pengambilan sampel dilakukan dengan Judgement Sampling dengan jumlah sampel penelitian adalah 100 orang responden. Metode analisis yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen adalah Customer Satisfaction Index sedangkan untuk mengukur prioritas kepentingan dan kinerja menggunakan Importance Performance Analysis. Besarnya tingkat kepuasan konsumen adalah 0,7361 atau 73,61 persen yang berada pada kategori Puas. Prioritas utama kepentingan dan kinerja adalah harga dan suasana tempat yang bersih dan nyaman. | Bloom Cappuccino Cincau is a cappuccino cincau providing business. In the beginning, Bloom Cappuccino Cincau get good response from the consumers, especially students. Because of that, it is resulted in similar business competitively that could decrease the customers causing decreasing omzet in the end. Therefore, consumers satisfaction level of the Bloom Cappuccino Cincau should be identified in order to retain the consumers. This research aimed identifying the consumers satisfaction level and importance and performance priority of the consumers. Case study method was used with sample taking method was judgement sampling consisted of 100 respondents. Analysis method used for measuring consumers satisfaction level and importance and performance priority were Customer Satisfaction Index and Importance Performance Analysis, respectively. Results of the research indicated that the consumers satisfaction level was 73.61 percent and categorized as Satisfied. Indicators at A quadrant (top priority) was as many as two indicators, i.e., price and the clean and comfort place. | |
| 7762 | 8587 | B1J010110 | PENGARUH METODE BUDIDAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN ALGINAT Sargassum polycystum YANG DITANAM DI PANTAI TEBENG CILACAP | Sargassum polycystum merupakan salah satu rumput laut coklat penghasil alginat. Kebutuhan alginat di berbagai industri setiap tahunnya mengalami peningkatan, namun Sargassum belum dibudidayakan. Pengembangan budidaya secara intensif melalui metode budidaya dan umur tanam yang tepat sehingga diharapkan mampu menghasilkan pertumbuhan dan kandungan alginat yang tinggi. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui pertumbuhan S. polycystum dari masing-masing metode budidaya dan kandungan alginat dari kombinasi umur dan metode budidayanya di Pantai Tebeng, Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di laboratorium. Rancangan dasar untuk kandungan alginat S. polycystum menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola Split Plot yang diulang sebanyak 3 kali. Petak utama dalam penelitian ini adalah metode budidaya meliputi metode apung dan metode dasar. Anak petaknya adalah umur setelah penanaman yang terdiri dari 7, 14, 21 dan 28 hst. Hasil pertumbuhan S. polycystum tertinggi diperoleh pada metode dasar umur 28 hst, menunjukkan sebesar 17.38 gram.hari-1, sedangkan pertumbuhan terendahnya pada metode apung umur 7 hst sebesar 3.42 gram.hari-1. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa interaksi metode budidaya dan umur tanam berpengaruh nyata terhadap kandungan alginat S. polycystum. Kandungan alginat tertinggi dihasilkan pada metode dasar umur tanam 28 hst sebesar 58.33%. Kandungan alginat terendah dihasilkan dari metode apung dan dasar umur tanam 7 hst sebesar 11.67%. | Sargassum polycystum is one of macroalgae what be able to produce alginate. The Necessity of alginat in various industries had increased on every year, but Sargassum has not cultivated yet. Cultivation development intensively use common cultivation methods and age of growth season properly which can be able to produce good growth and highest alginate. This study is used an experimental method in the laboratory. The basic design used for the content of alginate S. polycystum use completely randomized design (CRD) with split plot pattern design which repeated 3 times. The main plot of this study is a method of cultivation are included by floatting method and bottom method and subplot is age after planting are consist of 7, 14, 21 and 28 dap. The cultivation result of S. polycystum by bottom method with 28 dap, showed the highest growth rate about 17.38 gram.day-1, while the lowest growth were founded on bottom method on age 7 dap about 3.42 gram.day-1. The Results of analysis of variance (ANOVA) showed that the interaction of cultivation method and growth age have significant effect on the subtances of alginate from S. polycystum. The highest alginate are produced by bottom method of planting on age 28 dap about 58.33%. The Lowest alginate are produced by floatting and bottom methods of planting on age 7 dap about 11.67%. | |
| 7763 | 8591 | F1F008077 | AN ANALYSIS OF RELEVANCE OF STAIRWAY A FUN AND EASY ENGLISH BOOK WITH SYLLABUS | ABSTRAK Buku dan silabus merupakan dua komponen penting yang dapat mendukung kesuksesan siswa dalam belajar. Buku digunakan sebagai bahan ajar dan silabus digunakan sebagai referensi dalam proses belajar mengajar. Jadi, ide general penelitian ini adalah tentang materi ajar dan silabusnya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahuai adaakah relevansi antara materi ajar Stairway A Fun and Easy dengan silabus fokus pada salah satu kemampuan bahasa yaitu reading. Reading itu sendiri digunakan untuk menerima pengetahuan dengan cara membaca materi. Data diperoleh melalui analisis dokumen, observasi, wawancara, serta kuisioner dengan kepala sekolah, guru bahasa Inggris kelas 4, guru-guru bahasa Inggris serta orang tua siswa. Penlitian ini merupakan penlitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggambarkan tentang relevansi antara buku Stairway A Fun and Easy dengan silabus, pendapat kepala sekolah, guru bahasa Inggris kelas 4, guru-guru bahasa Inggris, serta pendapat orang tua siswa tentang buku bahasa Inggris. Selain itu,penelitian ini juga menggambarkan tentang apa yang guru lakukan untuk memenuhi kebutuhan buku bahasa Inggris. Penlitian ini mennugnakan total sampling untuk mendapatkan sampel. Dari data anlisis dikatahui bahwa, kepala sekolah, guru bahasa Inggris kelas 4, guru-guru bahasa Inggris, serta orang tua siswa berpendapat bahwa buku Stairway A Fun and Easy relevan dengan silabus. Kemudian, hampir semua materi reading yang ada di silabus ada di buku bahasa Inggris. Ada 90.91% materi reading yang relevan dengan silabus dan dikategorikan sangat baik serta ada 9.09% materi reading yang kurang relevan dengan materi yang ditulis dalam silabus. Selanjutnya, ada dua masalah buku bahasa Inggris: (1) gambar yang ada bukan gambar sebenarnya/ kartun, (2) materi yang ada di dalam buku tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh guru bahasa Inggris. Jadi, guru mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan gambar nyata yang diperoleh dari internet serta menggunakan buku penunjang yaitu Grammar In Usage by Raymond Murphy. Sebagai saran-saran: (1) bagi perusahaan, sebaiknya mereka lebih inovativ dan kreatif dalam menerbitkan buku baru, (2) bagi siswa, seharusnya mereka lebih jeli dalam memilih buku ajar, (3), bagi peneliti lain, mereka bisa lebih mengembangkan penelitian mereka tentang objek yang sama. | ABSTARCT Syllabus and English book were two important components that can support the students’ learningsuccessful. Book was used as the material and syllabus used as the reference of the process of learning. Therefore, the general idea of this research was about teaching material and its syllabus. The main concern of this research was about was there a relevance between teaching material namely Stairway A Fun and Easy English book with syllabus focuses on one language skills that was called reading. Reading itself including in skill of English, which was used to receive the knowledge by reading the material. The data were collected through documentary analysis, observation, interview and questionnaire with headmaster, fourth grade English teacher, peer teacher, and students’ parents. This research was a descriptive qualitative method. It described about a relevance between Stairway A Fun and easy English book with syllabus, the opinion of headmaster, fourth grade English teacher, peer teacher, and students’ parents. Besides, this research also described about what the teacher do to complement the lack of English book. This research used total sampling technique to get the sample. From the data analysis it was found that most of Headmasters’, fourth grade teachers’, peer teachers’, and students’ parents opinions state that Stairway A Fun and Easy English book was relevance with the syllabus. Then, almost of reading material in the syllabus were mentioned in the English book. There were 90.91% reading material of English book were relevant with the syllabus and it was categorized into very good and 9.09% reading material of English book did not relate with the main discussion supporting the teaching implementation. Furthermore, there were two main problems with the book: (1) the picture of the book were not the real picture (2), the material was not as good as the teachers’ expectation. Therefore, the teacher cover the problems by 2 Using the real picture that he got from the internet and using another book namely Grammar In Usage by Raymond Murphy. As the suggestions: (1) for the book compiler, they must to more creative and innovative in making a new book, (2) for the students, they must to more careful in choosing the teaching material, (3) for other researcher, they could develop their research in the same object. | |
| 7764 | 8588 | F1F009048 | RACIAL DISCRIMINATION AGAINST NATIVE AMERICANS AND AFRICAN-AMERICANS IN AMERICA IN 1950s AND 1960s: A COMPARATIVE STUDY ON N. SCOTT MOMADAY'S HOUSE MADE OF DAWN AND RALPH ELLISON’S INVISIBLE MAN | Penelitian ini yang berjudul “Racial Discrimination against Native American and African American in America: A Comparative Study on N. Scott Momaday’s House Made of Dawn and Ralph Ellison’s Invisible Man” bertujuan untuk mencari tahu persamaan dan perbedaan praktik diskriminasi ras dalam kedua novel tersebut. Data utama dari penelitian ini adalah novel House Made of Dawn karya N. Scott Momaday dan Invisible Man karya Ralph Ellison yang dianalisis melalui studi perbandingan sastra untuk menemukan praktik diskriminasi ras yang dilakukan oleh ras kulit putih terhadap ras minoritas di tahun 1950an dan 1960an. Kemudian, analisis tersebut dijabarkan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua pengarang menggambarkan praktik diskriminasi ras berdasarkan persamaan dan perbedaan perlakuan yang diterima oleh kedua ras minoritas oleh ras kulit putih Amerika. Dalam penelitian ini ditemukan persamaan praktik diskriminasi ras pada kedua ras melalui perlakuan kekerasan fisik, penghinaan, godaan seksual dan kekerasan dalam dunia kerja. Kemudian, perbedaan antara kedua novel itu adalah penggambaran praktik disriminasi ras tertentu yang dialami dan berbeda di masing-masing ras yaitu pandangan agama, tempat tinggal dan perawatan medis. | The research entitled “Racial Discrimination against Native American and African American in America in 1950s and 1960s: A Comparative Study on N. Scott Momaday’s House Made of Dawn and Ralph Ellison’s Invisible Man” is aimed to find out the similarities and differences of racial discrimination practices that happen in both novels. The main data sources are novels House Made of Dawn by N. Scott Momaday and Invisible Man by Ralph Ellison which are analyzed through comparative literature study to find out racial discrimination practices done by white Americans against minority races in 1950s and 1960s. Then, the analysis is presented by using descriptive qualitative method. The findings examine that the authors portray racial discrimination practices through their similarities and differences of mistreatments got by two different races. In this research, it is found that in those novels racial mistreatments are similar in physical abuse, mockery, seduction and workplace harassment. Moreover, racial discrimination practices against both races are different in religious belief, living place and medical treatment. | |
| 7765 | 10407 | C1L010026 | THE EFFECT OF THE BENEFITS AND EASINESS OF E-FILLING ON THE OBEDIENCE OF INDIVIDUAL TAXPAYERS | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang signifikan dari manfaat dan kenyamanan e-filing pembayar pajak kepatuhan terhadap orang pribadi secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilakukan di PT. Sumber Cipta Multiniaga Distric Sales Office Purwokerto. Metode pengumpulan data yang digunakan studi empiris dengan menggunakan kuesioner sebagai alat penelitian. Berdasarkan hasil manfaat dan kemudahan e-filling memiliki efek positif pada kepatuhan | The aims of this research are to find out the significant effect of the benefits and the convenience of e-filing taxpayers compliance against a private person partially or simultaneously. This research is conducted at PT. Sumber Cipta Multiniaga Distric Sales Office of Purwokerto. The data collection method used empirical studies by using questionnaires as a research tool. Based on the results the benefits and easiness of e-filling has positive effect on the taxpayers obedience | |
| 7766 | 10929 | G1D011006 | PENGARUH METODE EXPRESS FEELING BERBAGI CERITA DAN MENYANYI TERHADAP TINGKAT STRES PENDERITA HIPERTENSI PRIMER : SURVEI | Latar Belakang: Kondisi stress dapat memicu peningkatan tekanan darah pada penderita hipertensi. Untuk menurunkan stress, seseorang dapat menggunakan metode express feeling. Express feeling merupakan teknik untuk mengungkapkan isi hati yang dapat dilakukan melalui bermain musik, menyanyi, menari, menggambar, membuat puisi, dan berbagi cerita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh metode express feeling berbagi cerita dan menyanyi terhadap tingkat stres penderita hipertensi primer. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan rancangan cross sectional design. Pengambilan sampel dengan metode cluster random sampling. Besarnya sampel adalah 80 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan uji t-tidak berpasangan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar menggunakan metode berbagi cerita (70,0%), sedangkan metode menyanyi (30,0%). Berdasarkan tingkat stress didapatkan bahwa kelompok dengan berbagi cerita sebagian besar memiliki tingkat stress sedang (41%) sedangkan kelompok dengan menyanyi memiliki tingkat stress ringan (20%). Hasil uji beda menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan skor stress yang bermakna dengan metode express feeling berbagi cerita dan menyanyi pada penderita hipertensi primer dengan nilai p=0,060. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan skor stress yang bermakna antara yang menggunakan metode express feeling berbagi cerita dan menyanyi pada penderita hipertensi primer. | Background: Stress conditions can lead the increasing of blood pressure in hypertension patients. Someone can use express feeling method for lowering stress. Express feelings is a technique to speak up through playing music, singing, dancing, drawing, making poetry, and sharing stories. Purpose: The research aims to identify the effect of express feeling sharing stories and singing method on stress level in primary hypertension patients. Method: This is an analytical comparative research with cross-sectional design. It used cluster random sampling method. The sample were 80 respondents of inclusion and exclusion criteria. It used independent-t test data analysis. Results: The results of the research showed that sharing story is the most used method (70.0 %), while singing method (30.0 %). Based on the stress level, the group that was treated by using sharing stories has a medium stress level (41 %), while singing group in low stress levels (20 %). The different test results indicated that there were no significant difference stress percentage by using express feeling sharing stories and singing method in primary hypertension patients on p=0.060. Conclusion: There are currently no significant difference stress score between the use of express feeling sharing stories and singing in primary hypertension patients. | |
| 7767 | 10991 | G1B010036 | Studi Higiene Sanitasi Es Dawet Ireng Yang Dijual Di Jalan Raya Sumpiuh Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas | Salah satu jenis jajanan Indonesia yaitu es dawet ireng yang berasal dari Purworejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui higiene sanitasi es dawet ireng. Pedagang es dawet ireng dalam penelitian ini berlokasi di Jalan Raya Sumpiuh Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah survei yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk menggambarkan higiene sanitasi es dawet ireng ditinjau dari variabel karakteristik penjamah, fasilitas sanitasi dan kandungan Coliform pada es dawet ireng. Sampel pada penelitian ini sebanyak 17 pedagang. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara serta observasi langsung. Panduan yang digunakan adalah lembar pertanyaan untuk wawancara dan lembar pemeriksaan serta pengambilan sampel es dawet ireng untuk diperiksa. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk higiene sanitasi es dawet ireng ditinjau dari variabel karakteristik pedagang diperoleh pedagang perempuan (100%), dengan tingkat pendidikan rendah 16 pedagang (94,1%), tingkat pengetahuan kurang 9 orang (52,9%) dan perilaku baik yaitu 12 pedagang (70,6%). Ditinjau dari variabel fasilitas sanitasi memiliki sanitasi tempat berjualan kurang baik sebanyak 17 pedagang (100%), sanitasi peralatan kurang baik yaitu sebanyak 16 pedagang (94,1%), sarana pembuangan sampah kurang baik sebanyak 15 pedagang (88,2%) dan penyimpanan bahan makanan kurang baik sebanyak 10 pedagang (58,8%). Hasil tidak memenuhi syarat tersebut mengacu pada Kepmenkes No.942 tahun 2003. Hasil pemeriksaan sampel diperoleh 17 sampel positif mengandung Coliform yang kelayakannya mengacu pada Peraturan BPOM No. HK.00.06.1.52.4011 tahun 2009. Saran bagi Dinas Kesehatan Banyumas agar memberikan penyuluhan dan kursus tentang higiene sanitasi kepada penjamah minuman es dawet ireng. | One type of Indonesia beverage is dawet ireng from Purworejo. This study aims to determine the sanitary hygienic ice dawet ireng. Dawet Ireng ice vendors in this study are located on Sumpiuh Highway District of Sumpiuh Banyumas Regency. The research was a descriptive survey with quantitative approaches to describe the hygiene and sanitation of Dawet Ireng iceby the characteristic variables handlers, sanitation facilities and Coliform content of the Dawet Ireng ice. The samples in this study were 17 vendors. Data were collected by interview and observation of merchant sanitary facilities. Guide used is sheet questions for the interview and examination sheet for sanitary facilities and sampling Dawet Ireng ice for review. Analysis of the data used through univariate analysis. The results of this study indicate that for the hygiene and sanitation of Dawet Ireng ice reviewed from characteristic variables obtained merchant of women (100%), with low levels of education 16 vendors (94.1%), less knowledge about 9 vendors (52.9%) and good attitude which is 12 vendors (70.6%). Reviewed from the variable sanitation facilities have poor sanitary place to sell as many as 17 vendors, poor sanitation facilities as many as 16 vendors (94.1%), poor waste disposal facilities as many as 15 vendors (88.2%) and unstandard storage as many as 10 vendors (58.8%). This results do not meet these requirements refer to Kepmenkes 942 in 2003. Test results of samples obtained 17 samples were positive for Coliform Rule feasibility refers to BPOM No. HK.00.06.1.52.4011 2009.Suggestions for Banyumas Health Service to provide counseling and courses on hygiene and sanitation to handlers dawet ireng iced drinks. | |
| 7768 | 11350 | C1A008049 | HUBUNGAN INFLASI DAN PENGANGGURAN DI PROVINSI JAWA TENGAH PERIODE 1995-2013 : PENDEKATAN KURVA PHILIPS | Penelitian ini berjudul “Hubungan Inflasi dan Pengangguran di Provinsi Jawa Tengah Periode 1995-2013 : Pendekatan Kurva Philips”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kausalitas antara laju inflasi dan tingkat pengangguran di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan berbagai literatur lainnya. Alat analisis yang digunakan adalah kausalitas Granger (1969). Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut. Pertama, berdasarkan pengujian hubungan kausal dengan kausalitas Granger menunjukan bahwa inflasi dengan pengangguran tidak saling berpengaruh atau tidak terjadi hubungan kausal antara laju inflasi dengan tingkat pengangguran, karena nilai F-statistik lebih kecil dari F-tabel dan nilai probabilitasnya lebih besar dari 0,05. Kedua, dari hasil analisis korelasi menunjukan bahwa koefisien korelasi antara laju inflasi dengan tingkat pengangguran sebesar -0,012 yang artinya terdapat hubungan yang negative dan sangat lemah. Implikasi dari penelitian ini adalah, untuk mengurangi tingkat pengangguran pemerintah perlu memperlambat laju pertumbuhan penduduk dengan cara lebih mengefektifkan lagi program Keluarga Berencana, peningkatan sektor-sektor potensial dan peningkatan infrastruktur yang bersifat padat karya karena mampu mengurangi jumlah pengangguran. Sedangkan agar inflasi bisa terkendali, pemerintah harus dapat menjaga kestabilan harga berbagai kebutuhan masyarakat dengan adanya peraturan yang berkaitan dengan penentuan harga. | This research, entitled “The Relationship Between Inflation and Unemployment in Central Java Province in1995-2013 Periods : Philips Curve Approach”. The purpose of this research is to determine the causal relationship between inflation and unemployment in Central Java Province. This research was conducted with quantitative methods. Data obtained from the Central Bureau of Statistics and various other literature. The analysis tool used is the Granger causality(1969). This research resulted in the following conclusions. First, based on the causality relationship test using Granger causality shows that inflation and unemployment do not affect each other nor do not occur causal relationship between the rate of inflation and unemployment, because the value of F-statisticis smaller than F-table and probability value greater than 0.05. Second, the results of correlation analysis showed that the correlation coefficient between the rate of inflation and unemployment rate is-0.012, which means there is anegative relationship and very weak correlation. The implication of this research is to reduce the level of unemployment, therefore the government should slowing down the rate of population growth by make Keluarga Berencana (KB) program more effectively, increase potential sectors and the infrastructure of labor intensive because it can reduce the number of unemployed. While to make the inflation can be controlled, the government should be able to maintain the stability of prices of various needs of the community with the regulations relating of pricing. | |
| 7769 | 8592 | A1H010035 | PENGARUH WARNA KEMASAN TERHADAP KETAHANAN WARNA JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) SELAMA PENYIMPANAN | Warna merupakan salah satu indikator mutu buah bagi konsumen, untuk itu warna jambu biji perlu dipertahankan dengan pengemasan. Warna kemasan digunakan untuk menarik konsumen, namun belum diketahui pengaruhnya terhadap buah. Noorbaiti et al (2012) melakukan penelitian mengenai warna kemasan yaitu pembrongsongan jambu biji pra panen menggunakan plastik berwarna dan diperoleh hasil bahwa warna plastik mempengaruhi mutu jambu biji, namun pengaruh warna kemasan terhadap mutu buah selama penyimpanan belum diketahui. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh warna kemasan terhadap beberapa parameter mutu terutama warna jambu biji dan mengetahui jenis kemasan yang tepat untuk mempertahankan warna jambu biji. Jambu biji dikemas menggunakan kemasan kertas merah 1 lapis, merah 2 lapis, hijau 1 lapis, hijau 2 lapis dan tanpa kemasan (sebagai kontrol). Variabel yang diamati yaitu warna (Lab), kekerasan, kadar brix (TPT), dan kadar air. Data hasil pengukuran dianalisis statistik uji F 1% (RAL) dilanjutkan uji DMRT 1% dan analisis grafis. Hasil penelitian menunjukkan jenis kemasan dan waktu penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap warna (kecerahan, kemerahan, kehijauan, kekuningan), kekerasan, kadar brix, dan kadar air. Pengemasan terbaik secara keseluruhan untuk mempertahankan warna jambu biji selama penyimpanan yaitu kemasan merah 2 lapis. | Color is one of the indicators of fruit quality for consumers, therefore guava’s color needs to be maintained by packaging. Color packaging was used to attract consumers, but it’s effect to fruit still unknown. Noorbaiti et al (2012) had done research about color packaging that is preharvest guava bagging by using plastic color and the result is color plastic can be affect the quality of guava, but the effect of color packaging on fruit quality during storage is still unknown. This research was aimed to determine the effect of color packaging on some guava’s quality parameters, especially guava’s color and knowing the right kind of packaging to maintain the guava’s colors. Guava was packed uses 1 layer of red paper packaging, 2 layers of red, 1 layer of green, 2 layers of green and without packaging (as a control). Observed variables are color (Lab), hardness, brix levels (TSS), and moisture content. Measured data were analyzed statistically F test 1% (FRD) followed DMRT 1% and graphical analysis. The results showed that type of packaging and storage time have a very significant effect on guava’s color (brightness, redness, greenness, yellowness), hardness, brix levels, and moisture content. The best packaging to maintain guava’s color along storage totality is 2 layer of red packaging. | |
| 7770 | 10409 | G1G010012 | EKSPRESI PROTEIN RETINOBLASTOMA (pRb) PADA AMELOBLASTOMA TIPE FOLIKULAR DAN TIPE PLEKSIFORM | Ameloblastoma merupakan tumor jinak odontogenik yang paling sering ditemukan secara klinis. Tumor ini secara histopatologis memperlihatkan tanda-tanda sebagai tumor jinak, tetapi secara klinis bersifat agresif, destruktif dan invasif lokal, mempunyai tingkat rekurensi yang tinggi, dan pernah dilaporkan adanya metastase. PRb merupakan gen suppressor tumor karena kemampuannya dalam menghambat proliferasi sel melalui perikatannya dengan faktor transkripsi E2F. E2F yang terikat pRb tidak mampu mengekspresikan beberapa target gen yang diperlukan dalam fase S siklus sel. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan karakteristik ekspresi pRb pada ameloblastoma tipe folikular dan tipe pleksiform. Jenis penelitian ini adalah deskripsi analitik dengan subjek penelitian adalah ameloblastoma tipe folikular sebanyak 6 kasus dan tipe pleksiform sebanyak 6 kasus. Dilakukan pengecatan immunohistokimia pada sel ameloblastoma tipe folikular dan tipe pleksiform dengan monoclonal antibody anti human pRb. Hasil diinterpretasikan dengan menggunakan skor histologis. Analisa statistik yang digunakan adalah uji validitas data pengamatan dengan korelasi Pearson, uji normalitas data dengan Saphiro-Wilk, dan uji beda data ekspresi pRb dengan Independent T-Test. Hasil uji statistik didapatkan nilai rerata ekspresi pRb pada ameloblastoma tipe folikular 3,87 ± 2,582 dan 4,83 ± 3,430 pada ameloblastoma tipe pleksiform. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada ekspresi pRb antara ameloblastoma tipe folikular dan tipe pleksiform dengan tingkat signifikansi 0,521 (p>0,05) dan interval kepercayaan (IK) -2,739-5,072. | Ameloblastoma is clinically considered to be the most common odontogenic tumors. Histopathologically, it is defined as a benign tumor, but clinically, it is aggressive, destructive, locally-invasive, with a high recurrence rate and reported metastases case. pRb is a tumor suppressor gene that inhibit cell proliferation by binding with E2F transcription factor. pRb-bound E2F can’t express some of the target genes required in S phase of the cell cycle. The aims of this study was to compare the characteristics of pRb expression in follicular and plexiform type ameloblastoma. The analytical-description method was implemented to 6 cases of follicular ameloblastoma and 6 cases of plexiform ameloblastoma used for this study. The immunohistochemical expression of pRb in follicular and plexiform type ameloblastoma was determined using Monoclonal antibody anti human pRb. The results are interpreted using histological scores. Statistical tests including Pearson, Saphiro-Wilk, and Independent T-test were used to analyze the data. The mean pRb expression in follicular type ameloblastoma was 3,87 ± 2,582, and the mean in plexiform type ameloblastoma was 4,83 ± 3,430. There was no statistical difference of pRb expression between follicular and plexiform type ameloblastoma (p= 0,521, p>0,05, confidence interval/CI= -2,739-5,072). | |
| 7771 | 8593 | F1D007030 | PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BASEH DALAM PENGEMBANGAN POTENSI LOKAL DI KAWASAN WISATA BATUR AGUNG KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan masyarakat Desa Baseh dalam pengembangan potensi lokal di kawasan wisata Batur Agung, Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa obyek wisata Batur Agung berawal dari pengembangan potensi lokal di sekitar wisata Batur Agung. Proses pemberdayaan masyarakat desa dibagi berdasarkan empat stakeholders pemberdayaan masyarakat yaitu pemerintah desa, masyarakat desa, organisasi masyarakat desa dan pihak pengelola wisata. Keempat aktor tersebut menggambarkan koordinasi pola pemberdayaan yang cukup baik antara masyarakat, pemerintah desa, organisasi masyarakat desa dan pengelola wisata. Selain itu, pemberdayaan masyarakat Desa Baseh dalam pengembangan potensi lokal terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukungnya diantaranya Sumber Daya Alam yang melimpah dan Daya Dukung Masyarakat. Selain itu ada faktor yang menghambat pemberdayaan masyarakat, diantaranya infrastruktur, kreatifitas dan inovasi yang kurang variatif, sosialisasi yang kurang dan peran organisasi masyarakat desa yang tidak optimal. | This study uses descriptive qualitative research method that aims to determine the empowermetn of rural communities in developing local potential in the tourist area of the Batur Agung, Banyumas. The results of this study revealed that Batur Agung came from the development of local potential around the Batur Agung tour shelf, the empowerment of rural communities divided by four stakeholder in village government community empowerment, rural communities, rural organizations and the tour manager. The fourth actor coordination pattern depicts a pretty good empowerment among communities, village governments, community organizations and village tour manager. Besides empowering rural communities in developing local potential Baseh there are factors driving and inhibiting factors. The supporting factors include abundant natural resource and carrying capacity of the community. In addition, there are factors that resist community development, including infrastructure, creativity and innovation that seems to be less varied, less socialization and the role of village community organizations that are not optimal. | |
| 7772 | 10408 | H1A010007 | ELEKTRO-OKSIDASI SENYAWA ORGANIK LIMBAH CAIR INDUSTRI TAPIOKA MENGGUNAKAN ELEKTRODA PbO2/Pb | Industri tepung tapioka mempunyai potensi menghasilkan limbah cair yang dapat mencemarkan lingkungan hidup. Pada umumnya, limbah cair industri tapioka tersebut berasal dari air pencucian bahan baku, ekstraksi, dan pengendapan pati. Kadar senyawa organik pada limbah cair industri tapioka cukup tinggi yang ditandai dengan nilai COD dan BOD yang melebihi baku mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh voltase, jarak elektroda, pH, dan waktu terhadap penurunan kadar COD dan BOD pada proses oksidasi senyawa organik limbah cair tapioka menggunakan metode elektrolisis. Analisis sampel setelah elektrolisis menggunakan metode titrasi iodometri untuk analisis COD dan metode winkler untuk analisis BOD. Pada kondisi elektrolisis dengan voltase 12 volt, jarak elektroda 1 cm, pH 3, dan waktu elektrolisis 120 menit diperoleh penurunan COD sebesar 91,46%, dan penurunan BOD sebesar 81,07%. Hasil ini menunjukkan bahwa metode elektro-oksidasi dapat digunakan untuk menurunkan kadar senyawa organik limbah cair industri tapioka. | Tapioca flour industry potentially produced waste water that can pollute the environment. Generally, the waste water of tapioca industry produced from the washing process raw materials, extraction, and sedimentation. The wastewater of tapioca industry contains many organic compounds, it is shown by the value of COD and BOD which exceed the wastewater quality standard . The purpose of this research was to know the effect of voltage, electrode distance, pH of sample, and electrolysis time to decrease COD and BOD in waste water of tapioca industry oxidation process with electrolysis method. Analysis of the sample after electrolysis use Iodometric titration method for COD analysis, and Winkler method for BOD analysis. Electrolysis with applied voltage of 12 volts, electrode distance 1 cm, pH 3, and electrolysis time 120 minutes resulted in COD and BOD decreasing up to 91.46% and 81.07% respectively. This result showed that electro-oxidation method can be applied to decrease organic compounds from waste water of tapioca industry. | |
| 7773 | 10421 | H1C010055 | ANALISIS KOORDINASI PROTEKSI PENYULANG KBL 8 TERHADAP ARUS HUBUNG SINGKAT JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH 20kV DI PT. PLN (Persero) AREA PURWOKERTO | Dengan meningkatnya kebutuhan manusia akan penggunaan listrik, maka dibutuhkan suatu sistem proteksi yang baik untuk mengantisipasi gangguan yang terjadi pada proses penyaluran listrik, system proteksi yang digunakan harus mampu melakukan keputusan secara benar untuk setiap jenis gangguan dan dapat mengisolir area yang mengalami gangguan secepat mungkin dengan tetap melayani area yang tidak mengalami gangguan semaksimal mungkin. Pada system jaringan distribsui 20kV, pengamanan terhadap gangguan terdiri dari PMT incoming,PMT outgoing, recloser, fuse cut off. Gangguan yang muncul pada jaringan distribusi 20kV adalah gangguan yang bersifat temporer. Untuk mengatasi hal tersebut digunakan pemutus balik otomatis (recloser) yang kontak kontaknya dapat menutup kembali secara otomatis agar kontuinitas penyaluran listrik tetap terjaga. Recloser ini harus dapat berkoordinasi dengan PMT outgoing 20kV agar dapat bekerja secara maksimal untuk menangani arus gangguan. Hasil Penelitian diperoleh bahwa koordinasi proteksi penyulang KBL 8 perlu pengaturan ulang koordinasi OCR pada recloser 1 dan recloser 2 karena untuk menghindari kemungkinan terjadinya trip bersama antar kedua recloser. Nilai setting dan koordinasi relai terpasang harus dihitung secara bertahap, dimulai dari data panjang jaringan, nilai arus gangguan, penghitungan setting dan pengecekan koordinasi relai. | With the increasing human need for the use of electricity , it takes a good protection system to anticipate disruption of the electricity distribution process , the system of protection used to be able to do the right decision for each type of disturbance and can isolate the disturbed areas as soon as possible with a fixed serving an area that is not experiencing as much as possible . In distribsui 20kV network system , security against tampering consists of incoming feeder , outgoing feeder , Recloser , fuse cut-off . Disorders that appear on the 20kV distribution network is a temporary disturbance . To overcome this used auto- breaker ( Recloser ) that his contacts can be closed automatically in order kontuinitas electricity distribution is maintained . Recloser must be able to coordinate with the outgoing feeder 20kV in order to work optimally to handle the fault current . Results showed that the coordination of feeder protection KBL 8 needs resetting OCR coordination on Recloser Recloser 1 and 2 as to avoid the possibility of a joint trip between the two Recloser . Value setting and coordination of relays installed should be calculated in stages, starting from the data length of the network , the fault current value , counting and checking coordination relay settings . | |
| 7774 | 10410 | H1H010036 | STUDI TENTANG EKTOPARASIT PADA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)YANG DIBUDIDAYAKAN PADA KOLAM TERPAL BUNDAR | Kondisi pemeliharaan ikan pada kolam terpal dengan padat tebar tinggi dapat mempengaruhi prevalensi dan intensitas ektoparasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, prevalensi dan intensitas ektoparasit yang menyerang ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang dipelihara di tiga kolam terpal dengan padat tebar yang berbeda. Sampel mukus diambil dari bagian kanan permukaan tubuh dan insang untuk pengamatan ektoparasit. Trichodina sp. dan monogenea ditemukan menginfeksi ikan sebelum dipelihara dengan prevalensi berturut-turut > 90% dan > 50%, dan intensitas 16,5 individu/ekor dan 1,3 individu/ekor. Prevalensi dan intensitas Trichodina sp. cenderung menurun selama pemeliharaan, sedangkan monogenea baru terdeteksi kembali setelah enam minggu pemeliharaan. Perbedaan padat tebar tidak dapat dikaitkan dengan prevalensi dan intensitas parasit karena mortalitas yang tinggi selama pemeliharaan. | The condition of fish culture in terpal tank at high stocking density could affect prevalence and intensity of ectoparasites. This research aimed to determine spesies, prevalence, and intensity of ectoparasites on catfish (Clarias gariepinus) maintened in three terpal tank with different stocking densities. Mucus samples were taken from the right side of body surface and gill for ectoparasites observation. Trichodina sp. and monogenea were found infecting fish before rearing at > 90% and > 50% of prevalence and intensity 16.5 individuals/fish and 1.3 individuals/fish of intensity respectively. The prevalence and intensity of Trichodina sp. tends to decline during culture, while monogenea was detected again after six weeks of culture. Stocking density differences can not be attributed to the prevalence and intensity of parasites due to high mortality during research. | |
| 7775 | 10411 | A1H010025 | UJI PERFORMANSI MESIN SOSOH TIPE ABRASIF ROLL TERHADAP KUALITAS DAN KUANTITAS HASIL SOSOHAN KEDELAI | Kedelai merupakan salah satu komoditi pangan yang kebutuhannya tiap tahun semakin meningkat untuk diolah sebagai panganan. Permasalahan kedelai antara lain teknik mengupas biji kedelai masih banyak dilakukan dengan menggunakan cara klasik yaitu dengan merendam dan menginjak–injak dalam suatu wadah hingga kulit ari biji kedelai terkupas. Hal ini sangat merugikan karena bisa menyebabkan kedelai pecah atau bahkan dapat hancur oleh tekanan yang diberikan pada kedelai tidak tetap. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja alat mesin sosoh tipe abrasive roll pada proses penyosohan kedelai. Pengujian kinerja mesin sosoh kedelai tipe abrasif roll meliputi kapasitas penyosohan, kualitas sosohan, rendemen hasil keluaran mesin penyosoh serta efisiensi bahan bakar setelah proses penyosohan. Hasil uji kinerja yang dilakukan mesin ini memiliki kapasitas kedelai sebesar 52,117 kg/jam dengan rendemen rata-rata sebesar 94,96%. Persentase biji kedelai tersosoh 75,6%. Efisiensi bahan bakar mencapai 9,6% dan daya spesifik 0,1148 kW.kg/jam. | Soyabean is one of komodity food which increses every years as a foods. The most problem of soybean is about peel seed technique that many people stiil do with the conventional technique, which is tread the soyabean into the big bowl until the shell break out from the soyabean. That’s why it is caused the soyabean break of the unstated pressure. This research purposed to tested the sosoh mechine abrasive roll type on the hulling process. The testing of abrasive roll type include the hulling capacity, hulling quality,and the result of hulling mechine and the fuel effesion after the hulling. The result of the mechine work has the soyabean capasity about 52,117 kg/hour with the result average 94,96%. The representation of soyabean about 75,6%. The fuel effesion about 9,6% and the specific energy about 0,1148 kW.kg/hour. | |
| 7776 | 8594 | H1L009023 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENDATAAN BARANG INVENTARIS DENGAN FITUR PENDUKUNG REKOMENDASI PENAMBAHAN BARANG | Kegiatan pendataan terhadap barang inventaris merupakan salah satu kegiatan penting yang dilakukan di dalam sebuah lembaga atau organisasi. Melalui kegiatan pendataan inventaris, pihak lembaga akan lebih mudah dalam melakukan manajemen terhadap data barang inventaris. SMP Negeri 3 Banyumas merupakan salah satu sekolah yang membutuhkan suatu dukungan teknologi berupa sistem informasi. Sistem informasi yang dibutuhkan merupakan sebuah sistem informasi pendataan barang inventaris yang akan digunakan untuk menyimpan seluruh data mengenai sarana dan prasarana seperti alat kantor, bangku kelas, alat olahraga, dan saran lainnya yang dimiliki oleh pihak sekolah. Guna mendukung kehandalan sistem, di dalamnya dimasukkan sebuah fitur pendukung berupa rekomendasi penambahan barang menggunakan metode pembobotan Weighted Product. Dengan demikian diharapkan dapat mempermudah dan meningkatkan kinerja dalam melakukan pendataan, penyimpanan, dan pengambilan informasi data barang, serta membantu dalam memberikan rekomendasi barang yang memiliki prioritas lebih tinggi untuk ditambahkan di SMP Negeri 3 Banyumas. | Data collection to inventoriesis one of important things to do in an organization or institution. By doing inventoriesis activity, it will be easier for the institution to manage inventories. SMP N 3 Banyumas is one of schools requiring a supporting technology in the form of information system. Information system needed is an information system of inventory data collection which will be used to keep entire data concerning facilities and infrastructures which are owned by the school. For support the reliability of the system, it is inserted a supporting feature in the form of goods increase recommendation using weighted product. From the idea, it is expected that it can facilitate and improve the performance in data collection, keeping and taking the goods data, as well as help out in giving goods recommendation to higher priority goods to be added to SMP Negeri 3 Banyumas. | |
| 7777 | 8595 | F1D009053 | POLITIK PENGANGGARAN PROGRAM KARTU BANYUMAS SEHAT SEBAGAI REALISASI JANJI KAMPANYE BUPATI TERPILIH PERIODE 2013-2018 DI KABUPATEN BANYUMAS | Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana proses penganggaran program Kartu Banyumas Sehat. Kemudian penelitian ini juga bertujuan untuk memahami berbagai aktor yang mendominasi dalam proses penganggaran program Kartu Banyumas Sehat serta mengetahui postur anggaran APBD Kabupaten Banyumas yang digunakan untuk menyelenggarakan program Kartu Banyumas Sehat. Pertama, proses penganggaran dalam program Kartu Banyumas Sehat dimulai dari tahun 2013 di mana tahun tersebut merupakan tahun awal Bupati terpilih menjabat. Kartu Banyumas Sehat sendiri merupakan bentuk realisasi dari janji kampanye bupati terpilih. Kedua, untuk aktor yang dominan dalam proses penganggaran Kartu Banyumas Sehat yaitu pihak eksekutif dalam hal ini Wakil Bupati Banyumas di mana ia adalah aktor utama dalam menciptakan ide penerapan Kartu Banyumas Sehat yang bermula dari penolakan Bupati Mardjoko atas Peraturan Daerah yang di buat oleh Komisi D. Ketiga, berkaitan dengan postur anggarannya dana alokasi untuk Kartu Banyumas Sehat sebesar 27 miliar rupiah, di mana anggaran tersebut masuk ke dalam draft belanja langsung daerah. Sementara itu, landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori elit, rational choice theory, dan public choice theory. | The purpose of this study is to describe how the process of budgeting program Card Banyumas Healthy. Then the study also aims to understand the various actors that dominate in the process of the budgeting Healthy and Banyumas Card knowing GRANT county budget Banyumas postures that are used to deliver programs Healthy Banyumas Card. First, the process of budgeting in the Banyumas Health Card programs started from 2013 where the year is elected regent’s early years in office. The card itself is a healthy from of Banyumas realization of campaign promise the governors elected. Second, to the dominant actors in the process of carrying out the healthy side of Banyumas Card executives in this case Deputy Regent of Banyumas, where he was the main actor in creating the application Card Banyumas Healthy rejection of Regent, which commenced from Mardjoko over the local regulations made by the commission D. Thirdly, with the regard to allocation of funds budgeted for posture for Healthy Banyumas Card amounting to 27 billion dollars, in which the budget when into the draft direct shopping area. In the meantime, the cornerstone of the theory used in this research is the elite theory, rational choice theory, and public choice theory. | |
| 7778 | 8596 | G1A010011 | FAKTOR-FAKTOR PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR CADMIUM PETANI TANAMAN HIAS DI BATURRADEN | Latar Belakang: Cadmium merupakan bahan kimia berbahaya yang dapat ditemukan di alam (udara, air, tanah dan makanan) dan dapat menimbulkan efek toksik pada ginjal, sistem rangka, sistem pernapasan serta diklasifikasikan pula sebagai karsinogen pada manusia. Umumnya, Cadmium banyak ditemukan pada daerah industri dan pertanian sehingga pekerja industri dan petani memiliki risiko yang besar untuk terpapar Cadmium. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor perilaku yang berhubungan dengan Cadmium pada petani yaitu, kurangnya hygienitas dan penggunaan alat pelindung diri (APD), serta perilaku merokok. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian merupakan petani tanaman hias di Baturaden berjumlah 40 orang. Setiap responden diminta untuk mengisi kuisioner serta mengumpulkan urin untuk kemudian dilakukan analisa pengukuran kadar Cadmium. Pengukuran kadar Cadmium urin menggunakan Graphic Furnace Atomic Absorption Spectrophotometer (GFAAS). Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil: Dari 40 sampel yang diteliti, sebanyak 37 sampel (92,5%) memiliki kadar Cadmium yang meningkat (>2 µg/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara higienitas diri, higienitas dalam lingkungan kerja, penggunaan APD (p>0,05), dengan kadar Cadmium. Tidak terdapat perbedaan kadar Cadmium antara perokok ringan, sedang, dan berat (p>0,05). Kesimpulan: Faktor-faktor perilaku yang diteliti pada penelitian ini tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar Cadmium petani tanaman hias di Baturraden. Kata Kunci: Faktor Perilaku. Petani. Cadmium. | Background: Cadmium is a dangerous chemical material that can be found in nature (air, water, soli and food) and may inflict a toxic effect on the kidney, skeletal system, respiratory system and similarly classed as carcinogen in humans. Generally, cadmium found in many regional industrial and agricultural, therefore, industrial workers and farmers have a major risk for adverse effect of cadmium exposure. Aim : The aim of this study was to determine the behavior factors associated with cadmium concentration. Those factors are hygiene, the use of protective equipment, and smoking. Methods : This study was an observational research with cross sectional approach. Research respondent were farmers in Baturaden and the sample size was 40 peoples. The research data were collected by questionare and urine sample for cadmium concentration analysis. Graphite furnace atomic absorption spectrophotometer (GFAAS) was used to analyze urine samples. Data were analyzed using Kolmogorov-Smirnov. Result : Study result showed that from 40 samples, 37 samples (92,5%) were have high cadmium level (>2 µg/L). This result showed that there was no significant association between personal hygiene, hygiene in the working environment, the use of protective equipment (p>0,05) and cadmium concentration. There was no differences cadmium concentration between mild, moderate, severe smoker (p>0,05). Conclusions : This study result shows this behavioural factors have no significant association with cadmium concentration among Baturaden farmers. Keywords : Behaviour Factors. Farmers. Cadmium. | |
| 7779 | 8597 | C1J009046 | PENDAPATAN PETANI SALAK DI DESA LEMAHJAYA KECAMATAN WANADADI KABUPATEN BANJARNEGARA | ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul “Pendapatan Petani Salak di Desa Lemahjaya Kecamatan Wanadadi Kabupaten Banjarnegara”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel jumlah pohon salak, tenaga kerja, umur petani dan pendapatan lain-lain secara bersama-sama terhadap pendapatan petani salak di Desa LemahjayaKecamatan Wanadadi Kabupaten Banjarnegara. Tujuan kedua adalahuntuk mengetahui bagaimana tingkat kesejahteraan keluarga petani salak di Desa Lemahjaya. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yang pertama adalah variabel jumlah pohon salak, tenaga kerja, umur petani, pendapatan lain-lain per bulan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani salak di Desa Lemahjaya Kecamatan Wanadadi Kabupaten Banjarnegara. Hipotesis yang kedua adalah Keluarga petani salak di Desa Lemahjaya Kecamatan Wanadadi Kabupaten Banjarnegara masih dalam kondisi kurang sejahtera. Populasi dalam penelitian ini adalah petani salak di desa Lemahjaya Kecamatan Wanadadi Kabupeten Banjarnegara yang ditentukan dengan rumus Slovin dan menggunakan metode simple random sampling. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 99 responden. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan dilanjutkan dengan menguji model regresi menggunakan uji asumsi klasik dan uji statistik antara lain uji koefisien determinasi, uji F, dan uji t. Berdasarkan hasil analisis persamaan regresi yang dihasilkan adalah : Y = 468,414 + 7,889 X1 - 7,750 X2 + 1,284 X3 + 0,941 X4 thitung (35,825) (-1,686) (0,610) (3,520) ttabel = 1,984 Fhitung = 2,605 ; dan Ftabel = 2,463 R2 = 0,633 ; Adj R2 = 0,618 ; D-W test = 1,848 Berdasarkan hasil perhitungan uji F dapat diketahui bahwa variabel, jumlah pohon salak, tenaga kerja, umur petani dan pendapatan lain-lain secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani salak di Desa Lemahjaya Kecamatan Wanadadi Kabupaten Banjarnegara. Dilihat dari ukuran angka rata-rata standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Kabupaten Banjarnegara tahun 2013 sebesar Rp.983.536,61 dapat diketahui bahwa sebagian besar keluarga petani salak di Desa Lemahjaya Kecamatan Wanadadi Kabupaten Banjarnegara masih dalam kondisi kurang sejahtera. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh implikasi bahwa petani salak di Desa Lemahjaya harus lebih diperhatikan perkembangan buah salak baik kuantitas produksi maupun kualitas rasa dan penampilan fisik buah, petani salak juga disarankan menjual buah salaknya langsung ke konsumen agar keuntungan yang diperoleh petani lebih banyak dan pendapatan petani salak meningkat. Dengan begitu akan berkurang jumlah petani salak dalam kondisi kurang sejahtera. | SALAK FARMERS INCOME IN LEMAHJAYA VILLAGE WANADADI SUB DISTRICT BANJARNEGARA REGENCY | |
| 7780 | 8598 | D1E010237 | KADAR PROTEIN DAN LEMAK SOSIS AYAM FERMENTASI DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI BAKTERI LACTOBACILLUS PLANTARUM TW14 DAN LAMA PENYIMPANAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi konsentrasi Lactobacillus plantarum TW14 dengan lama penyimpanan dan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Lactobacillus plantarum TW14 dan lama penyimpanan pada sosis ayam fermentasi ditinjau dari kadar protein dan lemak. Materi penelitian yang digunakan adalah kultur Lactobacilllus plantarum TW14 dan daging dari ayam pedaging 2,5 kg. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 3 x 3 dengan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu konsentrasi bakteri Lactobacillus plantarum TW14 (5%, 10%, dan 15%) dan lama penyimpanan (0 jam, 9 jam, dan 18 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi konsentrasi bakteri Lactobacillus plantarum TW14 dengan lama penyimpanan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar protein. Interaksi dihasilkan dari respon linier pada konsentrasi 5% melalui persamaan garis Y = 0,078x – 24,993, konsentrasi 10% melalui persamaan garis Y = 0,0294x – 22,846, dan konsentrasi 15% melalui persamaan garis Y = 0,156x + 23,215. Konsentrasi bakteri Lactobacillus plantarum TW14 juga berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar lemak dengan respon kuadratik melalui persamaan garis Y = 0,033x2 + 0,673x + 19,107, Demikian juga lama penyimpanan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar lemak dengan respon kuadratik melalui persamaan garis Y = -0,012x2 + 0,197x + 16,192. Kesimpulan dari penelitian ini terjadi interaksi yang nyata antara konsentrasi bakteri Lactobacillus plantarum TW14 dengan lama penyimpanan terhadap kadar protein pada sosis ayam fermentasi, Pada konsentrasi 5% sampai 10% bakteri Lactobacillus plantarum TW14 kadar protein dan lemak menurun, namun pada konsentrasi 10% sampai 15% kadar protein dan lemak meningkat pada sosis ayam fermentasi, serta pada lama penyimpanan 0 jam sampai 9 jam kadar lemak meningkat namun pada lama penyimpanan 9 jam sampai 18 jam kadar lemak menurun pada sosis ayam fermentasi. | This research aimed to determine interacted concentration Lactobacillus plantarum TW14 with old storage and to determine effects of concentration Lactobacillus plantarum TW14 and old storage on chicken sausage fermentation in terms of protein content and fat content. The materials used this research was culture Lactobacilllus plantarum TW14 and meat of broiler 2.5 kg. The method used was an experimental method using Completely Randomized Design 3 x 3 factorial with 3 replications. The treatments were applied, concentration Lactobacillus plantarum TW14 (5%, 10%, and 15%) and old storage (0 hours, 9 hours, and 18 hours). The result of research showed of interacted concentration Lactobacillus plantarum TW14 with old storage significantly (P<0,05) the protein content. The interaction result with linear respond at concentrations of 5% through line equality Y = 0,078x – 24,993, concentration of 10% through line equality Y = 0,0294x – 22,846, and a concentration of 15% through line equality Y = 0,156x + 23,215. The concentration of bacteria Lactobacillus plantarum TW14 also significantly (P<0,05) on fat content with quadratic respond through the line equality Y = 0,033x2 + 0,673x + 19,107, similarly old storage significantly (P<0,05) fat content with quadratic respond through line equality Y = -0,012x2 + 0,197x + 16,192. The conclusion of this study is a real interaction between the concentration of bacteria Lactobacillus plantarum TW14 with storage duration on levels of protein in chicken sausage fermentation, at a concentration of 5% to 10% Lactobacillus plantarum TW14 decreased levels of protein and fat, but at a concentration of 10% to 15% increased levels of protein and fat in chicken sausage fermentation, as well as the storage time 0 hours to 9 hours increased fat content, but the storage time 9 hours to 18 hours decreased the fat content of chicken sausage fermentation. |