| NIM | G1B010063 |
| Namamhs | FARIDA HASNA |
| Judul Artikel | ANALISIS FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS (SIMPUS) DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penerapan SIMPUS di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas baru dikembangkan pada tahun 2013. SIMPUS telah diterapkan di 32 puskesmas dari 39 puskesmas yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan SIMPUS di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif evaluatif. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 32 Puskesmas yang sudah menerapkan SIMPUS dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat. Berdasarkan hasil analisis univariat, faktor penghambat penerapan SIMPUS adalah perencanaan (56,2% tidak tersedia) dan pelatihan (56,2% tidak memadai). Sedangkan faktor pendukungnya persepsi manfaat dan kemudahan pengguna (62,5% baik), sikap pengguna (78,1% baik), Struktur Organisasi dan Tata Kerja (78,1% tersedia), Standar Operasional Prosedur (90,6% tersedia), Kepemimpinan (62,5% baik), Sarana dan Prasarana (84,4% memadai), Dana (56,2% memadai), Kebijakan Pemerintah (53,1% tersedia), Jaringan dan Komunikasi Data (59,4% baik), serta Keamanan Data (90,6% baik). Saran untuk pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas supaya membuat perencanaan untuk kemajuan SIMPUS dan mengadakan pelatihan TIK secara rutin. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The application of SIMPUS in community health center in Banyumas District Health Office was developed in 2013. SIMPUS has been applied in 32 from 39 existing community health center. The purpose of this research was to determine the factors supporting and inhibiting the application of SIMPUS in the Work Area Health Center Health Department Banyumas. The type of research used was descriptive evaluative research. The number of samples in this research was 32 community health center that have applied SIMPUS with using total sampling technique. The data analysis used univariate analysis. Based on the result of univariate analysis, the inhibiting factor of SIMPUS application was planning (56,2% not available) and training (inadequate). While the supporting factor was perceptions of the benefits and convenience of user (62,5% good), user’s behavior (78,1% good), Organizational Structure and Working Procedures (78,1% available), Standard Operating Procedures (90,6% available), Leadership (62,5% good), Facilities and Infrastructure (84,4% adequate), Fund (56,2% adequate), Government Policy (53,2% available), Data Network and Communication (59,4% good), and Data Security (90,6% good). The suggestion for Health Department of Banyumas District is to make planning for the progress of SIMPUS and to conduct ICT training. |
| Kata kunci | Faktor Pendukung, Penghambat, SIMPUS |
| Pembimbing 1 | Siti Nurhayati, S.Pt., M.Kes |
| Pembimbing 2 | Nurul Hidayat, S.Pt., M.Kom |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2014-11-25 12:09:16.367216 |
|---|