Artikelilmiahs

Menampilkan 661-680 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
6616641E1A008337PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PENJATUHAN PUTUSAN TERHADAP PERSETUBUHAN ANAK
(Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 03/PID.Sus/2012/PN.PWT)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan dan berat ringannya sanksi terhadap tindak pidana persetubuhan anak dalam Putusan Nomor : 03/PID.Sus/2012/PN.Pwt. Selain itu juga ditujukan untuk mengetahui akibat hukum dari Putusan pemidanaan dalam dalam Putusan Nomor : 03/PID.Sus/2012/PN.Pwt. Guna mencapai tujuan tersebut maka peneletian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif.
Hasil penelitian menyatakan bahwa, terdapat dua pertimbangan yuridis hakim terhadap perbutan yang dilakukan oleh terdakwa, yaitu terdakwa telah memenuhi unsur perbuatan persetubuhan dengan anak dibawah umur secara berlanjut yang dibuktikan dengan alat bukti saksi baik saksi korban dan saksi lainnya, alat bukti surat berupa Visum Et Repertum No.Pol: R/20/X/2011, tanggal 24 Oktober 2011 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Herni Setiyowati dan keterangan terdakwa. Kemudian terdapat dua unsur pemberat tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa. Unsur pertama yang memperberat terdakwa antara lain unsur kesengajaan Terdakwa sengaja menyetubuhi anak di bawah umur, selain itu terdakwa juga sengaja menyetubuhi anak tiri yang seharusnya dilindunginya berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak. Unsur kedua yaitu mengenai perbuatan yang berlanjut sesuai Pasal 64 KUHP dimana memuat ancaman pidana pokok yang paling berat yang dibuktikan sesuai dengan sistem pembuktian Pasal 183 KUHAP. Akibat hukum dari putusan pemidanaan dalam dalam Putusan Nomor : 03/PID.Sus/2012/PN.Pwt. antara lain lahirnya hak dan kewajiban terpidana yaitu kewajiban menjalankan hukuman serta hak-hak narapidana. Selain itu Akibat hukum dari putusan pemidanaan dalam dalam Putusan Nomor : 03/PID.Sus/2012/PN.Pwt juga melahirkan hak dan kewajiban bagi kejaksaan dan Lembaga Pemaasyarakatan sebagai tahapan eksekusi.
.
This study was conducted to determine the basis of consideration of the judge in sentencing verdict and the severity of criminal penalties against child marriage act in Decision Number : 03/PID.Sus/2012/PN.Pwt . It also aimed to determine the legal consequences of the criminalization decision in Decision Number : 03/PID.Sus/2012/PN.Pwt . To achieve these aims the intensive search was conducted using the normative juridical approach . Secondary data were collected and processed , presented , and analyzed qualitatively with the presentation of narrative text data .
The study states that there were two judges for judicial consideration perbutan committed by the defendant , the defendant has fulfilled the act of sexual intercourse with a minor is continuing as evidenced by both the witness evidence and other witnesses witnesses , documentary evidence in the form of Visum Et Repertum No.Pol : R/20/X/2011 , dated October 24, 2011 which was made and signed by dr . Herni Setiyowati and the testimony of the defendant . Then there are two elements of ballast criminal offenses committed by the defendant . The first element that aggravate defendants include intentional defendant intentionally fucked minors , other than that the defendant intentionally supposed to fuck stepson protects based Child Protection Act . The second element is the ongoing act in accordance with Article 64 of the Criminal Code which includes the main criminal threat as evidenced most weight in accordance with Article 183 of the Criminal Procedure Code verification system . Legal consequences of the criminalization decision in Decision Number : 03/PID.Sus/2012/PN.Pwt . such as the birth of the rights and obligations of the obligations run convict and sentence prisoners' rights . Besides the legal consequences of the criminalization decision in Decision Number : 03/PID.Sus/2012/PN.Pwt also gave birth to the rights and obligations of the prosecutor and the Institute Pemaasyarakatan as execution stages.
6626643C1A009106PERAN AKTIF WANITA PENGRAJIN MAKANAN BERBAHAN DASAR IKAN NILA TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN WADASLINTANG KABUPATEN WONOSOBOPenelitian ini mengambil judul “Peran Aktif Wanita Pengrajin Makanan Berbahan Dasar Ikan Nila Terhadap Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga di Desa Sumberejo Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel modal usaha, jam kerja, umur, dan lama usaha terhadap tingkat pendapatan wanita pengrajin makanan berbahan dasar ikan nila dan seberapa besar sumbangan pendapatan yang diberikan pengrajin terhadap pendapatan rumah tangga, serta kemampuan pendapatan pengrajin dalam memenuhi kebutuhan hidup layak (KHL). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sensus dengan menggunakan data primer dan sekunder.
Untuk mengetahui hubungan antara variabel modal usaha, jam kerja, umur, dan lama usaha terhadap tingkat pendapatan pengrajin digunakan analisis tabulasi silang. Untuk mengetahui sumbangan pendapatan pengrajin terhadap pendapatan rumah tangga digunakan perbandingan, sedangkan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan rumah tangga yang dilihat dari pemenuhan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) digunakan rasio pendapatan perkapita terhadap KHL yang ditetapkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo bulan Mei 2013.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa variabel modal usaha, jam kerja, dan lama usaha memiliki hubungan yang positif terhadap pendapatan pengrajin sedangkan variabel umur tidak memiliki hubungan terhadap pendapatan pengrajin. Pendapatan pengrajin memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap pendapatan rumah tangga. Pendapatan rumah tangga wanita pengrajin makanan berbahan dasar ikan nila di Desa Sumberejo Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo belum memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
Implikasi yang dapat disampaikan yaitu hendaknya wanita pengrajin makanan berbahan dasar ikan nila dapat mengetahui berbagai variabel yang memiliki hubungan dengan pendapatan diantaranya adalah modal usaha, jam kerja, umur, dan lama usaha. Selain itu disarankan agar pengrajin mampu meningkatkan modal usaha sehingga dapat menambah jumlah produksi yang dihasilkan dan dapat menentukan curahan jam kerja yang lebih efisien dan fleksibel. Bagi pengrajin yang berusia muda diharapkan dapat memanfaatkan kemampuan fisiknya untuk meningkatkan produktivitas, sehingga dapat meningkatkan produk yang dihasilkan. Diharapkan pengrajin tetap fokus dalam usaha ini karena melihat sumbangan pendapatannya yang besar dari usaha ini sangat berperan dalam pemenuhan kebutuhan hidup keluarga. Bagi wanita pengrajin makanan berbahan dasar ikan nila yang memiliki tingkat pendapatan cukup tinggi diharapkan dapat mempertahankan tingkat penjualan yang telah dicapai dan berusaha meningkatkannya, sedangkan bagi pengrajin yang tingkat pendapatannya rendah diharapkan dapat memperbanyak produk yang dihasilkan sehingga pendapatan yang diperoleh meningkat.
This research takes the title of the “Active Role of the Women Food Makers with the Basic Ingredient of Nila Fish to tke Level of Household Prosperity at the Village of Sumberejo in the Sub District of Wadaslintang in the Regency of Wonosobo”. This research aims to analyze the business capital variable, work hours, age, and the duration of business to the income rate of women food makers that uses the basic ingridient of nila fish and how big is the income support that has been given by makers to the household income, and the ability of makers income in fulfilling the Desserved Life Need (KHL). The research is conducted by using the method of census with the primary and secondary data.
To find out the correlation between the business capital variable, work hour, age, and business duration to the income rate, the analysis of cross tabulation comparison is used, and to find out the household prosperity level that is seen from the fulfillment of the need life of Desserved Life Need, the income ratio per capita to the KHL is used by doing the comparison between the income per capita with the level of KHL that is stated by Departement of Labor and Transmigration in Regency of Wonosobo on May 2013.
Based on the result of research and analysis data, it can be concluded that the business capital variable, work hour, and business duration have the positive correlation to the makers income and the age variable does not have the correlation to the makers income. The makers income gives quite big support to the household income. The household income of women food makers with the basic ingridient of nila fish at the Village of Sumberejo in the Sub District of Wadaslintang in the Regency of Wonosobo has not fulfilled the standard of Disserved Life Need (KHL).
The implication is that it is supposed to the women food makers with the basic ingridient of nila fish can figure out many of the variable which has the correlation with the income such as the business capital, work hours, age, and business duration. Besides that it is suggested to the women food makers with the basic ingridient of nila fish can increase the businees capital, so that it can add the total production that has been produced and can determine the work hours more efficient and flexible. Besides that the women food makers with the basic ingridient of nila fish who has young age it is hopefully, they can use their physical ability to increase the productivity, so that it can increase the product that want to be produced. For the women food makers with the basic ingridient of nila fish who have a high enough income levels are expected to maintain the level of sales has been achieved and try to improve it, while for the makers whose income is low is expected to expand the product so that the income increases.
6636644A1L009181RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAMBU BIJI GETAS MERAH TERHADAP PEMBERIAN CAMPURAN PUPUK KANDANG DAN NPK SERTA PEMANGKASANPenelitian bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pemberian dosis campuran pupuk kandang dan NPK yang optimal terhadap produksi jambu biji Getas Merah, 2) mengetahui pengaruh pemangkasan cabang yang optimal terhadap produksi jambu biji Getas Merah, 3) mengetahui interaksi pemberian campuran pupuk kandang dan NPK dengan pemangkasan terhadap produksi jambu biji Getas Merah, 4) mengetahui peningkatan produksi pada jambu biji Getas Merah dengan pemberian campuran pupuk kandang dan NPK serta pemangkasan. Penelitian dilaksanakan di Desa Karanggude, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, pada ketinggian tempat ± 200 meter dpl, dari bulan Mei sampai Agustus 2013. Penelitian dirancang secara faktorial yang tersusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi campuran pupuk kandang dan NPK (K1: campuran pupuk kandang 15 kg dan NPK 400 g, K2: campuran pupuk kandang 20 kg dan NPK 500 g, K3: campuran pupuk kandang 25 kg dan NPK 600 g), faktor kedua adalah volume pemangkasan (P1: pemangkasan 50%, P2: pemangkasan 75%, P3: pemangkasan 100%), dan sebagai kontrol adalah tanaman yang tidak dipangkas dan tidak dipupuk. Analisis data menggunakan uji F, dilanjutkan dengan uji Jarak Ganda Duncan (DMRT) 5% dan uji Kontras Orthogonal 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan campuran pupuk kandang dan NPK K1 mampu meningkatkan persentase buah jadi sebesar 28,06%. Pemangkasan yang paling optimal adalahP1 (50%) dan P2 (75%) karena mampu mempercepat muncul bunga pertama, meningkatkan jumlah bunga, meningkatkan jumlah buah muda, dan mampu meningkatkan jumlah buah jadi.Perlakuan pemupukan dan pemangkasan tidak menunjukan interaksi terhadap semua variabel dalam meningkatkan hasil tanaman jambu biji getas merah.Pemberian perlakuan pemupukan dan pemangkasan mampu meningkatkan pertambahan tinggi tanaman, jumlah tunas baru yang muncul, mempengaruhi kecepatan muncul bunga pertama, dan mampu meningkatkan jumlah bunga pada tanaman dibandingkan kontrol, tetapi tanaman tidak mengalami peningkatan produksi setelah diberi perlakuan dosis campuran pupuk kandang dan NPK serta pemangkasan.The research was aimed to: 1)determine the effect of giving dose manure mixed with NPKof the most optimal for the production of Getas Merah guava, 2) determine the effect of the most optimal pruning branches for the production of Getas Merah guava, 3) the interaction mixed manure with NPK and pruning on the production of guava Getas Merah, 4) determine the increase in the production of GetasMerahguava by giving manure mixed with NPK and pruning.The research was conducted in the village of Karanggude, Karanglewas district, Banyumas regency, at altitude ± 200 meters above sea level, from May to August 2013.Research was arranged in Completely randomized block design with 3 replication.The first factor is the concentration of a mixed of manure and NPK, (K1: a mixed of 15 kg manure and 400 g NPK, K2: a mixsed of 20 kg manure and 500 g NPK, K3: a mixsed of 25 kg manure and 600 g NPK),the second factor is the volume of pruning (P1: pruning 50 %, P2: pruning 75 %, P3: pruning 100 %)and the control is a plant that is not manured and pruned. Data was analyzed by F test, if significant then continue by Duncan’s test (DMRT) 5% and Orthogonal Contrast test 5%.The results showed that the treatment dose mixture of manure and NPK able to provide the most optimal impact by increasing the percentage of fruit so much as 28.06 % at a dose of manure and NPK 15kg 400g ( K1 ).The most optimal pruning treatments in increasing crop production GetasMerahguava is pruning P1 ( 50 % ) and P2 ( 75 % ) of being able to accelerate the first flowers appear, increase the amount of interest, increasing the number of young fruit, and is able to increase the amount of fruit. No interaction of pruning and manure treatments on all variableto improve crop yields GetasMerah guava.Provision of treatment and the dose of NPK mixture of manure and pruning to increase plant height increment, the number of new shoots emerging, affecting the speed of the first flowers appear, and is able to increase the number of flowers on the plant compared to the control, but the plant did not experience an increase in production after being given a dose of mixed fertilizer treatment cage and NPK and trimming.
6646645C1B009071ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENGGUNAAN INTERNET BANKING PADA BANK SYARIAH MANDIRI
(Studi Kasus pada Bank Syariah Mandiri Cabang Cilacap)
Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Penggunaan Internet Banking pada Bank Syariah Mandiri”. Penelitian ini dilakukan pada Bank Syariah Mandiri cabang Cilacap. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variabel kenyamanan, resiko, keamanan, dan kualitas layanan terhadap penggunaan internet banking pada nasabah Bank Syariah Mandiri Cilacap. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan uji t untuk melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial.
Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kenyamanan berpengaruh positif terhadap penggunaan internet banking, resiko berpengaruh positif terhadap penggunaan internet banking, keamanan berpengaruh positif terhadap penggunaan internet banking,dan kualitas layanan berpengaruh positif terhadap penggunaan internet banking.
Hasil dari pengujian analisis regresi berganda, menunjukan bahwa variabel kenyamanan, keamanan, dan kualitas layanan secara parsial berpengaruh positif terhadap penggunaan internet banking, kemudian variabel resiko berpengaruh negatif terhadap penggunaan internet banking.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, implikasi yang dapat dilakukan oleh pihak Bank Syariah Mandiri diantaranya adalah meningkatkan pelayanan internet banking secara optimal dengan menambah fitur pada layanan Net Banking BSM, memfasilitasi sistem keamanan Token kepada nasabah pengguna Net Banking BSM. Selain itu, pihak bank melakukan sosialisasi dan promosi secara berkelanjutan kepada nasabah agar mengetahui layanan internet banking BSM. Kemudian, pihak Bank Syariah Mandiri membentuk dan meningkatkan kerjasama dengan mitra yang menyediakan jasa komunikasi untuk mendukung jaringan sinyal yang kuat agar nasabah dapat menggunakan Net Banking BSM.
This research entitled “The Analysis of Influenced Factors toward Internet Banking Adoption in Bank Syariah Mandiri”. This research conducted in Bank Syariah Mandiri Cilacap branch. The purpose of this research are to know the influence of convenience, risk, security, and service quality variable toward Bank Syariah Mandiri Cilacap customers’ internet banking adoption. The analysis tool which used was multiple regression analysis using t test to know the influence of independent variables towards dependent variable partially.
The proposed hypothesis in this research were convenience give positive impact toward internet banking adoption, risk give positive impact toward internet banking adoption, security give positive impact toward internet banking adoption, and service quality give positive impact toward internet banking adoption.
Multiple regression analysis test result shows that variable of convenience, security, and service quality partially give positive impact toward internet banking adoption. Then, variable of risk partially give negative impact toward internet banking adoption.
Based on this result, the implications which can be done by Bank Syariah Mandiri officer are improving service quality of internet banking optimally by adding features in Net Banking BSM, facilitating Token security system to Net Banking BSM customers. Besides that, bank officer doing socialization and promotion continuously to customer in order to promote BSM internet banking services. Then, Bank Syariah Mandiri built and improving cooperation with partners who provide communication services in order to support strong signal network so that customers can use Net Banking BSM.
6656646A1L009061UJI KETAHANAN BEBERAPA GALUR PADI GOGO TERHADAP PENYAKIT BLAS (Pyricularia Oryzae Ras 133)
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan galur padi gogo yang diuji terhadap P. oryzae ras 133. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2012 sampai dengan Januari 2013. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Screen House Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2012 sampai bulan Januari 2013. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diuji yaitu 20 galur padi gogo, 6 varietas tetua, dan 2 varietas kontrol tahan dan rentan yaitu Varietas Asahan dan Varietas Kencana Bali. Variabel yang diamati yaitu masa inkubasi, intensitas penyakit, dan laju infeksi.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat galur padi gogo yang tahan terhadap penyakit blas P. oryzae ras 133 yaitu PF6-PS//MR-G21-3, PF6-PS//MR-G67-3, PF6-PS//MR-G67-2, PF6-PS//MR-G69-3, PF6-PS//MR-G69-2, PF6-MW//G39-G30-8, PF6-MW//G39-G30-16, PF6-MW//G39-G30-15, PF6-MW//G39-G30-6, PF6-MW//G39-G30-12, PF6-SL//G39-G45-17, PF6-SL//G39-G45-2, F6-SL//G39-G45-13, PF6-SL//G39-G45-15, PF6-SL//G39-G45-8, PF6-G39//CH-G79-5, PF6-G39//CH-G44-1, dan PF6-G39//CH-G79-9. Galur padi gogo yang bereaksi moderat tahan terhadap P. oryzae ras 133 yaitu PF6-G39//CH-G43-7. Galur padi gogo yang bereaksi moderat rentan PF6-G39//CH-G79-6.
Research conducted aimed to determine the level of resistance of upland rice lines were tested against P. oryzae race 133. The research was conducted at the Plant Protection Laboratory and Screen House of Agriculture Faculty, General Soedirman University, Purwokerto. The study was conducted from November 2012 to January 2013. The experimental design used was a randomized block design (RBD). Factors tested were 20 lines upland rice, 6 varieties of elders, and 2 resistant varieties and susceptible of controls, there were Asahan and Kencana Bali varieties. Observed as variables, namely incubation period, the intensity of the disease, and the rate of infection.
The results showed that there were resistant upland rice lines to blast disease P. oryzae race 133, namely PF6-PS//MR-G21-3, PF6-PS//MR-G67-3, PF6-PS//MR-G67-2, PF6-PS//MR-G69-3, PF6-PS//MR-G69-2, PF6-MW//G39-G30-8, PF6-MW//G39-G30-16, PF6-MW//G39-G30-15, PF6-MW//G39-G30-6, PF6-MW//G39-G30-12, PF6-SL//G39-G45-17, PF6-SL//G39-G45-2, F6-SL//G39-G45-13, PF6-SL//G39-G45-15, PF6-SL//G39-G45-8, PF6-G39//CH-G79-5, PF6-G39//CH-G44-1, and PF6-G39//CH-G79-9. Upland rice strains that reacted moderately resistant to P. oryzae race 133 was PF6-G39 / / CH-G43-7. Upland rice lines that reacted moderately susceptible was PF6-G39 / / CH-G79-6.
6666647A1C009026OPTIMALISASI PRODUKSI SUSU OLAHAN PADA KOPERASI PETERNAK SATRIA “PESAT” DI KABUPATEN BANYUMASUsaha ternak sapi perah di Kabupaten Banyumas sebagian besar merupakan usaha ternak skala kecil yang dikelola oleh Koperasi PESAT. Koperasi PESAT berfungsi sebagai penampung, pengolahan hasil dan pemasaran susu produksi peternak di Kabupaten Banyumas yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah. Pendapatan yang diperoleh Koperasi PESAT dipengaruhi oleh jumlah biaya yang dikeluarkan dan penerimaan yang didapat. Pendapatan maksimum dapat diperoleh melaui kombinasi produk yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memperoleh tingkat kombinasi produksi susu olahan yang optimal dan (2) menganalisis perubahan pada kondisi optimum jika terjadi perubahan akibat dari faktor eksternal Koperasi PESAT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Data yang diperoleh adalah data primer dengan metode wawancara, observasi langsung dan studi pustaka. Metode analisis yang digunakan adalah model optimalisasi dengan menggunakan program linier dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah produksi susu dingin pada kondisi aktual masih berlebih sedangkan produksi susu pasteurisasi jumlahnya kurang dari produksi optimal. Dalam kondisi ini, produk yang memiliki potensi agar mencapai keuntungan optimal adalah susu pasteurisasi. Hasil analisis sensitifitas menunjukkan bahwa resiko menurunnya laba kontribusi dalam jumlah yang besar akibat pengaruh dari eksternal seperti perubahan jumlah ketersediaan bahan baku dan berfluktasinya harga susu dingin pada kondisi optimal lebih kecil dibandingkan dengan kondisi aktualnya.Dairy milk business in Banyumas mostly are small-scale farming that managed by PESAT Cooperative. PESAT cooperative serves as a reservoir, processing and marketing of milk production of farmers in Banyumas that aimed to increase dairy farmer’s prosperity. Income earned PESAT Cooperative influenced by the amount of costs spent and revenue earned. The maximum income can be earned through the right combination of products. The aim of this research is: (1) to obtain the level of combination optimal dairy production and (2) analyze the changes in optimum condition if there is a change due to external factors PESAT Cooperative. The method used in this research is a case study. Data is the primary data obtained through interviews, direct observation, and literature. Analytical methods used are optimization models using linear programming and sensitivity analysis. The results showed the amount of chilled milk production on the actual condition still excessive whereas the production of pasteurized milk is less than optimal. In this combination, the product who have the potential to achieve the optimal profit is pasteurized milk. Sensitivity analysis show that the risk of decline in earning contribution in large numbers due to external influences such as changes in the feedstock avalilability and volatile chilled milk in optimal conditions is less than actual conditions.
6676648C1B009069ANALISIS PENGARUH BRAND ORIGIN, BRAND CREDIBILITY, SELF-IMAGE CONGRUENCE DAN HIGH INVOLVEMENT TERHADAP PURCHASE INTENTION DENGAN BRAND KNOWLEDGE SEBAGAI MODERASI BRAND ORIGIN (STUDI KASUS PADA HANDPHONE CROSS DI PURWOKERTO)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh brand origin, brand credibility, self-image congruence, dan high involvement terhadap purchase intention dengan brand knowledge sebagai moderasi brand origin terhadap niat beli handphone Cross. Sampel yang digunakan berjumlah 120 responden dengan menggunakan metode purposive sampling dalam penentan sampel. Data dianalasis dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modelling). Hasil penelitian ini menunjukkan 3 dari 5 hipotesis tidak menunjukkan pengaruh positif diantaranya brand credibility, self-image congruence, dan high involvement. Sedangkan sisanya berpengaruh positif.
Implikasi dari penelitian diatas adalah cross mobile seharusnya meningkatkan kredibilitas mereka dengan cara meningkatkan kualitas produknya, sehingga konsumen semakin tertarik untuk membeli produk Cross Mobile. Cross mobile juga sebaiknya menyelenggarakan gelaran acara untuk mengenalkan produk mereka, sehingga konsumen semakin mengetahui produknya dan tidak ragu untuk melakukan produk Cross Mobile.
The purpose the study is to analyze the influence of brand origin, brand credibility, self-image congruence, and high involvement impact purchase intention with brand knowledge as moderator variables of brand origin to the Cross Handphone Purchase Intentions. The sample that had been used in this research were 120 respondents by using purposive sampling method. Data were analyzed using SEM (Structural Equation modelling). The result showed 3 of 5 hypotheses that analyzed have no positive effects, those are brand credibility, self-image congruence, and high involvement. The other hypotheses have positive effects. Research implications from above are. Cross Mobile has to improve credibility by improving product quality, so that consumers are increasingly interested in buying Cross Mobile products. Cross Mobile held an event to introduce the products, so that consumers do not hesitate to buy the product.
6686649C1L009002THE INFLUENCE OF TAXATION KNOWLEDGE, TAX PENALTIES , TAXPAYERS' AWARENESS AND TAX OFFICERS' SERVICESS ON TAXPAYERS' COMPLIANCE TO PAY TAXThe purpose of this study was to determine the significance partially effect of tax knowledge, tax penalties, taxation awareness and tax officers’ services on taxpayers’ compliance of batik SMEs in Banjarnegara, Banyumas, Cilacap and Purbalingga Regencies. The population of this research was former batik SMEs in Banjarnegara, Banyumas, Cilacap and Purbalingga Regencies. The research samples were 40 batik SMEs. This study used multiple regression with SPSS program version 17.0 to examine the influence of knowledge taxation, tax penalties, taxpayers' awareness and tax officers' services on Taxpayers' compliance. The results of this study show that variable of tax knowledge and taxation awareness have a significant effects on tax compliance. Meanwhile, two other variables of sanctions and tax officers’ services authorities do not have significant effect on tax compliance.The purpose of this study was to determine the significance partially effect of tax knowledge, tax penalties, taxation awareness and tax officers’ services on taxpayers’ compliance of batik SMEs in Banjarnegara, Banyumas, Cilacap and Purbalingga Regencies. The population of this research was former batik SMEs in Banjarnegara, Banyumas, Cilacap and Purbalingga Regencies. The research samples were 40 batik SMEs. This study used multiple regression with SPSS program version 17.0 to examine the influence of knowledge taxation, tax penalties, taxpayers' awareness and tax officers' services on Taxpayers' compliance. The results of this study show that variable of tax knowledge and taxation awareness have a significant effects on tax compliance. Meanwhile, two other variables of sanctions and tax officers’ services authorities do not have significant effect on tax compliance.
6696651E1A008302PERADILAN IN ABSENTIA DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor : 1032/Pid.B/2001/PN.JKT.PST. )
ABSTRAK


Penelitian ini berjudul Peradilan In Absentia dalam Tindak Pidana Korupsi (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 1032/Pid. B/ 2001/ PN.JKT.PST). Metode Penelitian yang di gunakan adalah Yuridis Normatif dengan Pendekatan analistis. Penelitian ini bersumberkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, karya ilmiah, dokumen-dokumen maupun surat-surat resmi yang ada hubungannya dengan objek penelitian, kemudian data diolah secara kualitatif yang akan menghasilkan jawaban terhadap permasalahan yang diteliti. Permasalahan yang muncul adalah bagaimanakah peranan peradilan in absentia dalam memaksimalkan pengembalian hasil tindak pidana korupsi dan bagaimana penerapannya dalam putusan in absentia pada tindak pidana korupsi. Ketidakhadiran terdakwa dalam proses persidangan perkara tindak pidana korupsi mengakibatkan kerugian negara tidak dapat dieksekusi dan terganggunya proses penanganan perkara lain yang berkaitan dengan perkara tersebut. Untuk itu Pasal 38 Undang-Undang Nomor 20 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi mengatur tentang peluang dilakukannya pemeriksaan dalam persidangan perkara korupsi tanpa kehadiran terdakwa (peradilan in absentia) dengan maksud untuk menyelamatkan kekayaan negara. Namun dalam penerapannya, peradilan in absentia masih belum menyentuh tujuan tersebut. Peradilan in absentia harus dilaksanakan berdasarkan KUHAP terutama berkaitan dengan tata cara pemanggilan yang sah. Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana memberikan hak terdakwa untuk menghadiri sidang guna melakukan pembelaan terhadap dirinya, namun terdakwa secara sengaja tidak berkeinginan menggunakan hak tersebut. Dalam konteks ini, hak membela diri terdakwa dapat ditunda pemenuhannya. Instrument yang dapat digunakan dalam dalam pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi adalah penyitaan dan perampasan sebagaimana diatur dalam KUHAP dan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan untuk aset yang berada diluar negeri, Indonesia mengacu pada ketentuan-ketentuan yang diatur dalam United Cnvention Againts Coruption 2003 (UNCAC/Konvensi Anti Korupsi/KAK) yang telah diratifikasi Indonesia.


Kata kunci : Peradilan In Absentia, Tindak Pidana Korupsi, Aset

ABSTRACT



This study is entitled in absentia justice of corruption (Judicial Review against Central District Court Decision No. 1032/Pid. B / 2001 / PN. JKT.PST). Methods used are normative juridical with analytical approach. This study obtained their data from the secondary legislation, literature books, papers, documents andofficial papers that had to do with the object of research, then the data will be processed in a qualitatively produce answers to the problems studied. The discussion will elaborate on the optimum utilization of the in absentia trial as an alternate choice in conducting stolen asset recovery and how to the in absentia trial for corruption case. The absence of the defendant in a trial, specifically corruption, not only can hamper the attempt to recover the stolen assets but also vex the case handeling process on relate matter. In order to fill the gap between the inability bring the defendant in to the court and the compulsory need to present the defendant has became the essence of Article 38 Act No. 20 of 2001 on Eradication of the Criminal Act of Corruption that regulates in absentia trial by means to enable the recovering of the stolen assets. However, in this implementation the in absentia trial process has not yet brought any sufficient result. The implementation the in absentia trial is based on KUHAP, specifically on the chapter that relates to the summoning procedurs. KUHAP regulates that any defendant has the raight to defend him/herself before the court and despite the fact that this has not been effectively exercise due to the defendants own desire. And under special circumstance the exercise of that right also can be adjourned. The instruments that applies in the repatriation of stolen assets recovery are the seize and confiscate as mentioned under the KUHAP. Whereas for the assets that locatie in a foreign jurisdictions, Indonesia is referring to the regulations under the UNCAC that had been ratified under the Indonesia law.
6706652A1L009056UJI EFISIENSI PUPUK N PADA GALUR-GALUR F6 PADI GOGO PROTEIN TINGGI PERSILANGAN G39 X MENTIK WANGI UJI EFISIENSI PUPUK N PADA GALUR-GALUR F6 PADI GOGO PROTEIN TINGGI PERSILANGAN G39 X MENTIK WANGI Penelitian bertujuan untuk : 1) mengetahui respon pertumbuhan dan hasil galur-galur F6 padi gogo persilangan G39 x Mentik Wangi yang dipupuk N dengan dosis minimum, 2) mengetahui dosis N yang optimum dengan tingkat efisiensi pemupukan N yang tinggi dan hasil padi gogo yang tinggi, dan 3) menguji galur-galur F6 padi gogo yang efisien pemberian dosis N dan memberikan hasil yang tinggi. Penelitian dilaksanakan di Screen House Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan Januari 2013 sampai Mei 2013. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah galur F6 padi gogo hasil persilangan G39 x Mentik Wangi yaitu G71-3, G36-3, G75-2, G71-10, G71-4, G71-1, G75-1, G122-3, G122-2, serta dua varietas cek G39 dan Inpago Unsoed. Faktor kedua adalah tiga taraf pupuk urea yaitu N0 = 0 kg N/ha, N1 = 60 kg N/ha, N2 = 120 kg N/ha. Hasil penelitian menunjukkan antar galur F6 padi gogo hasil persilangan G39 x Mentik Wangi mempunyai tanggap yang berbeda terhadap dosis N minimum. Galur yang paling baik adalah galur G75-1 dan G122-2 memberikan hasil yang tinggi yaitu 26,57 g/rumpun dan 25,53 g/rumpun dengan kandungan protein sedang yaitu 9,33 % dan 9,60 %. Galur G71-10, G122-3, G75-2 kandungan proteinnya tinggi yaitu 13,54 %, 13,40 %, 13,20 % tetapi potensi hasilnya rendah dengan bobot gabah isi 23,10 g/rumpun, 18,23 g/rumpun, 15,27 g/rumpun. Dosis N yang memberikan hasil gabah terbaik adalah dosis 60 kg N/ha yang ditunjukkan oleh bobot gabah isi per rumpun yaitu 18,89 g, namun untuk mencapai kandungan protein yang tinggi pada dosis 120 kg N/ha. Galur G122-2 memberikan jumlah anakan total per rumpun dan jumlah anakan terbanyak, serta kandungan N jaringan yang tinggi apabila dipupuk dosis 120 kg N/ha. Bobot gabah isi per rumpun dan kandungan protein masing-masing galur tidak ditentukan oleh dosis pupuk N.
The research was aimed to : 1) determine growth and yield response of each upland rice lines of G39 x Mentik Wangi of N fertilized with minimum dosage, 2) determine the optimum dose of N application having high nitrogen use efficiency and providing yield, and 3) find out upland rice lines that had high NUE and produce high yield. The research was conducted in a Screen House of Plant Breeding and Biotechnology Laboratory in the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman of University, Purwokerto. The research was carried out for four months, from January 2013 to May 2013. The environment site was arranged by using Randomized Completely Block Design (RCBD) with two factors. The first factor was genotipe of upland rice e.g. G71-3, G36-3, G75-2, G71-10, G71-4, G71-1, G75-1, G122-3, G122-2, with two check varieties of G39 and Inpago UNSOED 1. The second factor were three nitrogen fertilizer levels that were N0 = 0 kg N/ha, N1 = 60 kg N/ha, N2 = 120 kg N/ha. The results of the research showed that each upland rice lines derived from G39 x Mentik Wangi crossing had a different respon to “vard” the minimum dose of N application. The two best lines were G75-1 and G122-2 provided a high yield of 26,57 g/clump and 25,53 g/clump respective as well as moderate protein content of 9,33 % and 9,60 %. Lines G71-10, G122-3, and G75-2 had high protein content e.g. 13,54 %, 13,30 %, and 13,20 %, but provide low yield of 23,10 g/clump, 18,23 g/clump, and 15,27 g/clump. The best grain yield as indicated by the weight of filled grain per hill (18,89 g/clump) was reached when N fertilizer of 60 kg N/ha was applied where as the highest protein content was gained within N dose of 120 kg N/ha. Lines G122-2 gives the total number of tillers per hill and the highest number of tillers, as well as a tissue of high N content when fertilized dose of 120 kg N/ha. Weight of filled grain per hill and the protein content of each line was not determined by dose of fertilizer N.
6716681A1H009026PENENTUAN NILAI KONDUKTIVITAS DAN DIFUSIVITAS PANAS BAHAN PENYUSUN GUDEG KALENGGudeg merupakan makanan tradisional yang berasal dari Yogyakarta dan sangat digemari oleh para wisatawan yang datang ke Yogyakarta yang membelinya sebagai oleh-oleh. Penerapan teknologi untuk mempertahankan mutu dan keamanan produk pada pengembangan makanan tradisional (contohnya gudeg) dapat dilakukan dengan pengalengan. Parameter penting dalam pemberian panas adalah konduktivitas panas dan difusivitas panas. Penelitian dilaksanakan bulan Mei - Juni 2013 di Laboratorium Pengalengan, UPT BPPTK, LIPI, Yogyakarta. Penelitian ini menentukan nilai konduktivitas panas dengan memberikan panas yang dilakukan secara satu arah (arah vertikal) sehingga hasil yang didapat merupakan nilai teoritis dan pendekatannya saja. Nilai konduktivitas dan difusivitas panas bahan dapat digunakan untuk memprediksi titik terdingin pada bahan yang akan dikalengkan. Nilai kobservasi pada masing-masing bahan ditunjukkan dengan fungsi suhu, yang hasilnya adalah k gudeg = 0,0006 T2 – 0,0237 T + 0,5167; k kacang tolo = 0,0015 T2 – 0,0415 T + 0,6544; k putih telur = 0,0042 T2 – 0,0964 T + 1,6351; k kuning telur = 0,0005 T2 – 0,0115 T + 0,5513; k ayam = 0,0023 T2 – 0,0459 T + 0,8372; dan k krecek = 0,0038 T2 – 0,1016 T + 1,6090. Sedangkan, hasil nilai difusivitas panas berdasarkan konduktivitas panas dengan analisa proksimat adalah α gudeg = 0,0125 m2/s; α kacang tolo = 0,0112 m2/s; α putih telur = 0,0090 m2/s; α kuning telur = 0,0103 m2/s; α ayam = 0,0120 m2/s; dan α krecek = 0,0120 m2/s. Gudeg is a traditional food from Yogyakarta and very popular by tourists who come to Yogyakarta who bought it as gift. The application of technology to maintain the quality and safety of products on the development of traditional food (e.g. gudeg) can be done with canning. An important parameter in the awarding of thermal is the thermal conductivity and diffusivity. The research has been done in May-June 2013 in the Laboratory of Canning, UPT BPPTK, LIPI, Yogyakarta. This research determine the value of thermal conductivity by giving heat conducted in one direction (a vertical direction), so the results obtained his approach is only theoretical. Thermal conductivity and diffusivity can be used to predict the coldest point on the material to be canning purposes. The value of kobservasi on each material is indicated by the temperatur funtion, and the result are k gudeg = 0.0006 T2 – 0.0237 T + 0.5167; k kacang tolo = 0.0015 T2 – 0.0415 T + 0.6544; k putih telur = 0.0042 T2 – 0.0964 T + 1.6351; k kuning telur = 0.0005 T2 – 0.0115 T + 0.5513; k ayam = 0.0023 T2 – 0.0459 T + 0.8372; dan k krecek = 0.0038 T2 – 0.1016 T + 1.6090. Whereas, the result thermal diffusivity based on the thermal conductivity with the proximate analyisis is α gudeg = 0.0125 m2/s; α kacang tolo = 0.0112 m2/s; α putih telur = 0.0090 m2/s; α kuning telur = 0.0103 m2/s; α ayam = 0.0120 m2/s; dan α krecek = 0.0120 m2/s.
6726653A1L009158PENGARUH TINGKAT ELECTRO CONDUCTIVITY PADA PUPUK ORGANIK CAIR DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCOY (Brassica chinensis)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) tingkat electro conductivity pupuk organik cair yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy, 2) komposisi media tanam yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy, dan 3) interaksi antara tingkat electro conductivity pupuk organik cair dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian dilakukan di screen house, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) berpola faktorial. Faktor pertama terdiri dari empat tingkat electro conductivity, yaitu 0 mS/cm (K0), 1,5 mS/cm (K1), 2,0 mS/cm (K2) dan 2,5 mS/cm (K3). Faktor kedua terdiri dari empat jenis komposisi media tanam, yaitu arang sekam (M1), tanah 4,5 : arang sekam 4,5 : pupuk kandang ayam 1 (M2), tanah 4 : arang sekam 4 : pupuk kandang 2 (M3), dan tanah (M4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair dengan tingkat electro conductivity 1,5 mS/cm memberikan bobot tajuk tertinggi, yaitu 110,3 g/tanaman. Media tanam dengan komposisi, tanah 4,5 : arang sekam 4,5 : pupuk kandang ayam 1, memberikan bobot tajuk tertinggi, yaitu 123,50 g/tanaman. Terjadi interaksi antara tingkat electro conductivity dan komposisi media tanam pada pertumbuhan dan hasil pakcoy, kombinasi tingkat electro conductivity 1,5 mS/cm dan komposisi tanah 4,5 : arang sekam 4,5 : pupuk kandang ayam 1 memberikan bobot tajuk tertinggi, yaitu 154,5 g/tanaman.This research aimed to determine: 1) the most appropriate electrical conductivity level of liquid organic fertilizer for the growth and yield of pakcoy, 2) the most suitable composition of growing media for the growth and yield of pakcoy, 3) the interaction between variance of electrical conductivity level of liquid organic fertilzer and the composition of growing media to the growth and yield of pakcoy. The experiment was conducted in a screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research used a completely randomized block design (CRBD) with factorial design. The first factor consisted of four levels of electrical conductivity, which were 0 mS/cm (K0), 1.5 mS/cm (K1), 2.0 mS/cm (K2), and 2.5 mS/cm (K3). The second factor consisted of four varieties of growing media composition, which were husk charcoal (M1), soil 4.5 : husk charcoal 4.5 : chicken manure 1 (M2), soil 4 : husk charchoal 4 : chicken manure 2 (M3), and soil (M4). The result showed that liquid organic fertilizer with electrical conductivity level on 1,5 mS/cm exhibited the best fresh weight of canopy as 110,3 g/plant. Growing media with composition, soil 4,5 : husk charcoal 4,5 : chicken manure 1, resulted the best fresh weight of canopy, as 123, 5 g/plant. Finally, there is interaction between electrical conductivity level of liquid organic fertilizer and growing media composition for growth and yield of pakcoy, a combination electrical conductivity level on 1,5 mS/cm and composition of soil 4,5 : husk charcoal 4,5 : chicken manure 1, gave the best fresh weight of canopy, as 154,5 g/plant.
6736654A1L009083EFISIENSI SERAPAN HARA N GALUR-GALUR F6 PADI GOGO PROTEIN TINGGI DARI PERSILANGAN
MENTIK WANGI DENGAN G39
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) memperoleh galur-galur yang efisien serapan hara N, 2) mengetahui dosis pupuk N optimum untuk setiap galur-galur, dan 3) mempelajari interaksi dosis pupuk dengan galur-galur padi gogo yang dicoba pada karakter yang memiliki kandungan protein tinggi.
Penelitian dilaksanakan di screen house Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, pada bulan Januari – Mei 2013. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 perlakuan dan 2 kali ulangan. Faktor yang diuji adalah 12 galur padi gogo F6 dan pemberian pupuk N. Kedua belas galur tersebut yaitu G30-8, G30-16, G21-9 G30-15, G30-6, G30-12, G30-1, G30-10, G30-18, G25- 10, G21-5, G30-4 dan dua varietas pembanding Inpago UNSOED 1 dan G39, sedangkan pupuk N (urea) yang digunakan yaitu taraf N1 = 0 kg N/ha, N2 = 60 kg N/ha, dan N3 = 120 kg N/ha. Variabel yang diamati variabel pertumbuhan vegetatif dan komponen hasil tanaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat galur yang memiliki nilai efisiensi yang memenuhi standar IRRI yaitu galur G30-8 dengan nilai efisiensi sebesar 82.05. Galur F6 padi gogo hasil persilangan Mentik Wangi dengan G39 yang berdaya hasil tinggi dengan pemberian pupuk N yaitu G30-8, G30-12, G21-5, G30-15 dan varietas cek G39. Taraf pemupukan optimum yang diperlukan oleh 4 galur dan 1 varietas cek tersebut berturut-turut sebesar 61 kg N/ha, 66 kg N/ha, 45 kg N/ha, 14 kg N/ha, dan 20 kg N/ha.Terdapat interaksi antara dosis pupuk N dan galur padi gogo yang dicoba pada karakter kandungan protein dan kandungan N jaringan yaitu genotif G30-1 dengan kandungan protein tinggi pada dosis 120 kg N/ha dan galur G30-4 dengan kandungan N jaringan tertinggi pada dosis 120 kg N/ha.
The research aimed to 1) find out rice line the having high NUE, 2) find out the most appropriate dose of N applicatin, and 3) evaluate the interaction effects of N application and upland rice line had interaction effects on the variable of protein content.
The experiment was conducted in the screen house of Laboratory Plant Breeding and Biotechnology Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University , Purwokerto , in January-May 2013. This experiment was used a randomized complete block design (RCBD) factorial with two treatment and two replication. Factors tested were upland rice line and N fertilization. Upland rice line consisted of G30-8, G30-16, G21-9 G30-15, G30-6, G30-12, G30-1, G30-10, G30-18, G25- 10, G21-5, G30-4 and two other lines check varieties Inpago UNSOED 1 and G39. N fertilization consisted of N1 = 0 kg N/ha, N2 = 60 kg/ha, and N3 = 120 kg N/ha. Variables observed were vegetative growth and crop yield components.
There lines that have a value of N utilization efficiency of grain that meets the standards of IRRI i.e.: lines G82-3 with a value of N use efficiency of 82,05. F6 line of upland rice produced from Mentik Wangi and G39 crossing that has high productivity were G30-8, G30-12, G21-5, G30-15 and G39 is varieties check. Optimum dose of N application for each line was 61 kg N/ha, 66 kg N/ha, 45 kg N/ha, 14 kg N/ha, and 20 kg N/ha. N application and upland rice line had interaction effects on the variable of protein content and N content. G30-1 line reached the highest protein content when its was applied by 120 kg N/ha and G30-4 reached the highest N content at N application of 120 kg N/ha.
6746655C1B009051PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, KONFLIK KERJA DAN STRESS KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Pada AJB Bumiputera 1912 Cabang Tasikmalaya)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja, konflik kerja dan stress kerja terhadap kinerja karyawan. Responden yang digunakan adalah para karyawan AJB Bumiputera 1912 Cabang Tasikmalaya yang berjumlah 42 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program IBM SPSS 17.00. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : Lingkungan kerja mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja karyawan, konflik kerja mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja karyawan, dan stress kerja mempunyai pengaruh negatif terhadap kinerja karyawan.The purpose of this study was to analyze the effect of work environment, work
conflict, and work stress to employee performance. The respondents used were employees of AJB Bumiputera 1912 Cabang Tasikmalaya totaling 42 respondents.The method used for data analysis is multiple linier regression, with the help of IBM SPSS Statistics 17.00 program. Result of this research shows that : work environment have positive influence on employee performance, work conflict have positive influence on employee performance and work stress have negative influence on employee performance.
6756656A1L008001UJI DAYA HASIL GALUR-GALUR PADI (Oryza sativa L.) TOLERAN TANAH SALIN DI KABUPATEN PEMALANGPadi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas yang mempunyai peranan penting bagi kehidupan penduduk Indonesia sehingga produksi padi perlu terus dikembangkan. Salah satu kendala peningkatan produksi padi adalah tingginya alih fungsi lahan, sehingga pengembangannya perlu diarahkan ke lahan marjinal. Salah satu lahan marjinal yang potensial adalah lahan salin di pesisir pantai,dengan menanam varietas unggul yang toleran salin. Diperlukan uji daya hasil untuk menghasilkan varietas unggul baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan galur, tingkat ketahanan galur dan varietas padi terhadap salinitas dan daya hasil dari galur-galur dan varietas padi di lahan salin Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba adalah 8 genotip padi, UNSOED-8, UNSOED-9, UNSOED-10. IR78788-B-B-10-1-2-4-AJY1, Atomita 2, IR64, Siak Raya dan Dendang. Variabel yang diamati tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, persentase gabah isi, persentase gabah hampa, bobot 1000 biji, jumlah gabah per rumpun, bobot gabah kering per petak. Hasil penelitian menunjukkan Terdapat keragaman pertumbuhan jumlah anakan totak, jumlah anakan produktif dan bobot 1000 biji. Galur yang memepunyai nilai pertumbuhan tertinggi adalah UNSOED-8, tetapi tidak melebihi varietas kontrol Siak Raya dan Dendang. UNSOED-9 merupakan galur dengan tingkat toleransi tertinggi terhadap salinitas akan tetapi, tidak lebih tinggi dibandingkan dengan varietas kontrol Dendang dan Siak Raya. UNSOED-8 mempunyai daya hasil tertinggi dibandingkan dengan galur-galur yang dicoba, akan tetapi tidak lebih tinggi daripada varietas kontrol Dendang.
Paddy (Oryza sativa L.) is an commodity that has an important role to the lives of the Indonesian citizen so rice production need to be developed. Lack of productive land is the main obstacle of increasing rice production, so that development need to be direct in marginal land. One land that can be potential is the saline land in coastal using superior saline tolerant variety. Yield potential need to be tested to get a superior varieties. Purposes the research are to know the growth, salinity tolerance level of rice lines and varieties and yield potential of rice lines and varieties rice on the salinity land in Pemalang Regency. The research using Randomized Complete Block Design (RCBD) with 3 replications. Factors tested consist of 8 rice genotypes were UNSOED-8, UNSOED-9, UNSOED-10. IR78788-B-B-10-1-2-4-AJY1, Atomita 2, IR64, Siak Raya and Dendang. The variables observed were plant height, total number of tiller, number of productive tiller, flowering age, harvesting age, percentage of filled grains, percentage of unfilled grains, weight of 1000 grains, the number of grains per hill, dry weight of grains per plot. Result of the research showed that there is variation in total number of tiller, number of productive tiller and weight of 1000 grains. UNSOED-8 line has a high growth rate but it is not more than control Siak Raya and Dendang. UNSOED-9 line has high salinity tolerance but it is not higher than control variety (Dendang and Siak Raya). UNSOED-8 has the highest yield potential from other but not higher than Dendang.

6766650A1G010008KINERJA USAHATANI PADI ORGANIK DENGAN TIGA VARIETAS YANG BERBEDA (STUDI KASUS DEMPLOT PADI ORGANIK DI DESA SOKARAJA LOR, SUSUKAN, DAN GLEMPANG)
Demontrasi plot (demplot) merupakan suatu metode penyuluhan di lapangan yang cukup tepat untuk memperlihatkan secara nyata tentang cara serta hasil dari penerapan teknologi pertanian padi organik. Kinerja demplot akan digunakan menjadi tolak ukur dari pelaksanaan budidaya padi organik dengan tiga varietas berbeda (Situ Bagendit, Sintanur, dan IR 64) oleh anggota kelompok tani di sekitar demplot tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja usahatani demplot padi organik di Desa Sokaraja Lor, Susukan, dan Glempang, mengetahui perbedaan kinerja usahatani padi organik petani di wilayah sekitar demplot berbeda dengan usahatani padi organik demplot dan mengetahui perbedaan kinerja usahatani padi organik petani dengan usahatani padi non organik di sekitar wilayah demplot.
Penelitian dilaksanakan dengan cara metode sensus. Penelitian dilaksanakan pada petani di Desa Sokaraja Lor, Susukan dan Glempang, sebanyak 16 petani yang menerapkan padi organik dan 9 petani padi non organik. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif.
Hasil penelitian menyimpulkan kinerja usahatani demplot padi organik lebih baik dibandingkan dengan usahatani padi organik di sekitar wilayah demplot dan usahatani padi non organik dimana pendapatan yang diperoleh petani demplot padi organik lebih besar dibandingkan dengan pendapatan usahatani padi non demplot/non organik.
Demonstration plot (demplot) is a field extension methods in the field to demonstrate how to plant and yield when the organic rice technology was applied. This demonstration is used to measure yield different varieties of organic rice cultivation (Situ Bagendit, Sintanur, and IR 64) by members of the farmers ' groups around the demonstration. This research purposes to finding out performance of demplot organic rice in Sokaraja Lor, Susukan, and Glempang, and finding out differences performance organic rice farmers in areas around demplot.
Census method was conducted in this research. Population of this study were farmers in Sokaraja Lor, Susukan, and Glempang. Samples for every demplot are 16 organic rice farmers and 9 non organic rice farmers. Descriptive analysis was used to analysis data.
Base on the reseacrh conclude yield organic rice farming of demonstration plot have better than the organic rice farming in around the plot area and non organic rice farming. This conclusion is based that organic rice farmers' income of demonstration plot have larger than farmer income around the plot area.
6776657A1L009002PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK ORGANIK YANG DIPERKAYA BATUAN FOSFAT ALAM (BFA) PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji : pengaruh pupuk organik pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada; pengaruh penambahan batuan fosfat alam pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada serta interaksi antara dosis pupuk organik dan penambahan batuan fosfat alam pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian dilakukan di dalam screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dari bulan Maret sampai dengan Juni 2013. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial dengan tiga kali ulangan. Faktor yang dicoba pada penelitian, terdiri dari dua faktor yaitu dosis pupuk organik (kompos) dan penambahan batuan fosfat alam. Dosis pupuk kompos terdiri dari empat taraf, yaitu 0, 40, 80 dan 120 g/ tanaman sedangkan penambahan batuan fosfat alam terdiri dari tiga taraf, yaitu 0, 5,2 dan 8,1 g/ tanaman. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, bobot segar akar, bobot kering akar, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot segar tajuk, dan bobot kering tajuk. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dosis pupuk kompos nyata pada variabel jumlah daun tetapi tidak nyata pada variabel lainnya. Jumlah daun terbanyak dihasilkan pada dosis 120 g/ tanaman. Penambahan takaran batuan fosfat berpengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman tetapi tidak berpengaruh nyata pada variabel lainnya. Tinggi tanaman terbaik dihasilkan pada penambahan 5,2 g/ tanaman. Tidak ada interaksi antara dosis pupuk organik dengan penambahan batuan fosfat alam.


This research aims were to study : the effect of organic fertilizer on growth and yield of lettuce; the effect of natural rock phosphate on growth and yield of lettuce as well as the interaction between organic fertilizer and the addition of natural rock phosphate on growth and yield of lettuce. The study was conducted in the screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from March to June 2013. The design used was a factorial Randomized Block Design Complete with three replications. Factors that tried to study, consists of two factors : the dose of organic fertilizer ( compost ) and the addition of natural rock phosphate. Dose of compost consists of four levels, namely 0, 40, 80 and 120 g/ plant, while the addition of natural rock phosphate consists of three levels, namely 0, 5.2 and 8.1 g/ plant. Variables observed were plant height, leaf number, root volume, root fresh weight, root dry weight, plant fresh weight, plant dry weight, fresh weight of the shoot, and shoot dry weight. The results showed that doses of compost fertilizer increases number of leaves but not significantly affect on other variables. Highest number of leaves produced at a dose of 120 g/ plant. The addition of natural rock phosphate affect plant height but had no significant effect on other variables. Best plant height resulted on the addition of 5.2 g/ plant. There is no interaction between the organic fertilizer with the addition doses of natural rock phosphate.

6786664A1L009051KAJIAN PEMBERIAN MACAM DAN TAKARAN BAHAN ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN KETERSEDIAAN DAN SERAPAN HARA
N, P, DAN K TANAMAN BAWANG MERAH PADA
TANAH PASIR PANTAI
Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menentukan: 1) macam bahan organik yang baik untuk meningkatkan ketersediaan dan serapan hara N, P, K tanaman bawang merah, 2) takaran bahan organik yang baik untuk meningkatakan ketersediaan dan serapan hara N, P, K tanaman bawang merah, dan 3) pengaruh interaksi dan kombinasi macam dan takaran bahan organik terhadap ketersediaan dan serapan hara N, P, dan K oleh tanaman bawang merah pada tanah pasir pantai. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Agronomi, laboratorium Ilmu Tanah dan rumah plastik Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan dilaksanakan mulai Maret sampai Juli 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan perlakuan faktorial 4 x 3 dengan rancangan lingkungan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) tiga ulangan. Faktor pertama adalah macam bahan organik terdiri dari 4 yaitu kompos Crotalaria sp, kompos kacang tanah, pupuk kandang sapi dan pupuk kandang kambing. Faktor kedua adalah takaran bahan organik dengan 3 takaran yaitu 0%, 2%, dan 4%. Variabel yang diamati terdiri dari variabel tanah setelah inkubasi antara lain KTK, pH (H2O), pH (KCl). Variabel tanah setelah panen adalah N tersedia, P tersedia, K tersedia, dan variabel tanaman setelah panen antara lain serapan N, P dan K tanaman bawang merah. Data dianalisis dengan uji F, apabila hasil berbeda nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam bahan organik mampu meningkatkan ketersediaan N, P dan K tanah pasir pantai, pupuk organik yang baik yaitu pupuk kandang kambing. Pemberian takaran bahan organik 2% dan 4% tidak berbeda terhadap ketersediaan N, P dan K tanah pasir pantai, sedangkan takaran yang baik untuk meningkatkan ketersediaan N, P, dan K tanah yaitu takaran 2%. Terjadi interaksi antara macam dan takaran bahan organik pada variabel KTK, pH (H2O) dan pH (KCl), perlakuan yang baik yaitu kompos kacang tanah takaran 4%.

This study aims to identify and determine: 1) the good kind of organic matter to improve the availability and uptake of N, P, K of onion, 2) a good dose organic matter to increase the availability and uptake of N, P, K onion, and 3) the influence of the interaction and combination types and doses of organic matter on availability and uptake of N, P, K by coastal sandy soil onion. This research was conducted in the laboratory of Agronomy, Soil Science laboratory, the Faculty of Agriculture, University Jenderal Soedirman. It was conducted from March to July 2013. This study uses a design treatment with a 4x3 factorial with Randomized Completely Block Design (RCBD) three replications. The first factor is the kind of organic material with 4 levels, namely Crotalaria sp compost, peanuts compost, cow manure and goat manure. The second factor is the dosage of organic matter with 3 levels i.e. 0%, 2%, and 4%. Observed variables consist of variable soil after incubation CEC, pH (H2O), pH (KCl). Variables soil after harvest is available N, available P, available K, and variable crop after crop uptake of N, P and K onion crop. Data were analyzed by F test, if the results were significantly different among the treatments followed by LSD at the level of 95%. The results showed that kinds of organic material to increase the availability of N, P and K coastal sand, to the best organic fertilizer that goat manure and green manure Crotalaria sp. The results showed kinds of organic matter to increase the availability of N, P and K coastal sandy soil, a good organic fertilizer that goat manure. Dose of organic matter 2% and 4% did not differ on the availability of N, P and K soil, while good measure to increase the availability of N, P, and K soil which measure 2%. Interaction between a wide and variable dose of organic matter on CEC, pH (H2O) and pH (KCl), good treatment dose of peanut compost 4%.
6796658A1L009041RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS CAISIM TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR BIOMETHAGREENPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tiga varietas caisim terhadap pemberian pupuk organik cair biomethagreen. Penelitian ini dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dengan ketinggian tempat 110 meter di atas permukaan laut pada bulan Juni sampai dengan Juli 2013. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak kelompok Lengkap faktorial terdiri atas 9 perlakuan yang di ulang 3 kali. Perlakuan yang di coba meliputi dosis pupuk organik cair BioMethaGreen terdiri atas 0, 15, 30 cc/l: penggunaan tiga varietas yaitu tosakan, shinta dan lokal. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot tajuk basah, bobot tajuk kering, bobot akar segar, bobot akar kering, dan volume akar. Data dianalisis dengan analisis varian dan DMRT. Hasil penelitian menunjukan dosis pupuk organik cair biomethagreen tidak memberikan pengaruh pada semua variabel , dan penggunaan tiga varietas memberikan hasil terbaik pada varietas tosakan , lokal dan kemudian shinta. Tidak ada interaksi terhadap semua perlakuan diantara dosis pupuk organik cair biomethagreen dan penggunaan tiga varietas caisim.The purpose of this research is to know about the growth response and the result from three different varieties of mustard greens toward giving liquid organic fertilizer biomethagreen. The research was conducted in the screen house of the Faculty of Agriculture, University Jenderal Soedirman, Purwokerto with altitude of 110 meters above sea level in June to July 2013. The design used was a randomized block design consisting of 9 full factorial treatment was repeated 3 times. Treatment does tested include liquid organic fertilizer BioMethaGreen consists of 0, 15, 30 cc/l; using three varieties, such as Tosakan , Shinta, and Local. Observation variables include plant height, leaf number, leaf area, fresh plant weight, dry plant weight, wet crown weight, dry crown weight, fresh root weight, dry root weight, and root volume. Data were analyzed with analysis of variance and DMRT. The result showed a dose of liquid organic fertilizer biomethagreen did not give influence to all variables, and using three varieties give the best result to Tosakan, Local, and Shinta varieties. There is no interaction between a dose of liquid organic fertilizer biomethagreen and using three different varieties of mustard greens
6806659A1G010021ANALISIS HARGA POKOK PRODUKSI TELUR AYAM BURAS
PADA KELOMPOK WANITA TANI TERNAK “WANITA KARYA”
DESA KARANGGUDE KECAMATAN KARANGLEWAS
KABUPATEN BANYUMAS
Kelompok wanita tani ternak “WANITA KARYA” merupakan salah satu kelompok tani di Kabupaten Banyumas yang memelihara ayam buras jenis ayam arab (Galuss tursicus) dengan produksi berupa telur ayam. Selama penelitian biaya produksi yang dikeluarkan kelompok setiap bulan berfluktuasi khususnya untuk biaya pakan. Tujuan penelitian adalah mengetahui profil kelompok wanita tani ternak dari aspek kelembagaan dan aspek pemasaran, mengetahui biaya dan pendapatan, mengetahui harga pokok produksi, dan mengetahui titik impas (BEP) telur ayam buras. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, sedangkan alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, biaya dan pendapatan, HPP dengan metode variable costing, analisis titik impas (BEP). Hasil penelitian menunjukan bahwa kelembagaan kelompok wanita tani ternak “WANITA KARYA” berjalan dengan baik mulai dari kepengurusan kelompok, manajemen kelompok, kegiatan kelompok, dan pemasaran. Biaya produksi yang dikeluarkan kelompok wanita tani ternak “WANITA KARYA” sebesar Rp138.743.444,00 dengan keuntungan sebesar Rp28.012.756,00. HPP variabel telur ayam buras terendah terjadi pada bulan Januari sebesar Rp691,00 per butir Sedangkan HPP variabel telur ayam buras tertinggi terjadi pada bulan Mei sebesar Rp937,00 per butir hal tersebut di karenakan oleh produksi telur ayam buras dan biaya bahan baku terutama harga pakan yang mengalami kenaikan setiap bulan. Hasil analisis BEP unit telur ayam buras menunjukkan bahwa saat harga telur ayam buras sebesar Rp1.000,00 titik impas terjadi pada saat produksi 130.422 butir dan BEP rupiah sebesar Rp130.421.550,00. Women livestock farmers "WANITA KARYA" is one of the farmer groups in Banyumas, who maintain “buras” chickens types chicken arabic (Galuss tursicus) with a production of chicken eggs. During the research, production costs that incurred by group each month fluctuates, especially for feed costs. The purpose of this research was to know the profile of women livestock farmers from the institutional aspects and the marketing aspects, to know about the cost of production, the cost and income and to know the break even point (BEP) of “buras” chicken eggs. The method analysis tool used is descriptive analysis cost and revenue, HPP with variable costing method, and determine the break even point (BEP). The results showed that women livestock farmers institutional "WANITA KARYA" runs good, ranging from group management, group management, group activities, and marketing. Production costs that incurred by women livestock farmer group "WANITA KARYA" for 138.743.444 IDR with a profit of 28.012.756 IDR. HPP variable of “buras” chicken eggs was lowest occurred in January of 691 IDR per item, whereas HPP variable of “buras” chicken eggs was highest in May of 937 IDR per item, it was because of the production of “buras” chicken eggs and raw materials especially feed prices had increased every month. The Results of BEP analysis unit free-range chicken eggs showed that when the “buras” chicken eggs price are 1.000 IDR, break even point occurs when the production of 130.422 item and BEP rupiah of Rp130.421.550,00.