| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Gudeg merupakan makanan tradisional yang berasal dari Yogyakarta dan sangat digemari oleh para wisatawan yang datang ke Yogyakarta yang membelinya sebagai oleh-oleh. Penerapan teknologi untuk mempertahankan mutu dan keamanan produk pada pengembangan makanan tradisional (contohnya gudeg) dapat dilakukan dengan pengalengan. Parameter penting dalam pemberian panas adalah konduktivitas panas dan difusivitas panas. Penelitian dilaksanakan bulan Mei - Juni 2013 di Laboratorium Pengalengan, UPT BPPTK, LIPI, Yogyakarta. Penelitian ini menentukan nilai konduktivitas panas dengan memberikan panas yang dilakukan secara satu arah (arah vertikal) sehingga hasil yang didapat merupakan nilai teoritis dan pendekatannya saja. Nilai konduktivitas dan difusivitas panas bahan dapat digunakan untuk memprediksi titik terdingin pada bahan yang akan dikalengkan. Nilai kobservasi pada masing-masing bahan ditunjukkan dengan fungsi suhu, yang hasilnya adalah k gudeg = 0,0006 T2 – 0,0237 T + 0,5167; k kacang tolo = 0,0015 T2 – 0,0415 T + 0,6544; k putih telur = 0,0042 T2 – 0,0964 T + 1,6351; k kuning telur = 0,0005 T2 – 0,0115 T + 0,5513; k ayam = 0,0023 T2 – 0,0459 T + 0,8372; dan k krecek = 0,0038 T2 – 0,1016 T + 1,6090. Sedangkan, hasil nilai difusivitas panas berdasarkan konduktivitas panas dengan analisa proksimat adalah α gudeg = 0,0125 m2/s; α kacang tolo = 0,0112 m2/s; α putih telur = 0,0090 m2/s; α kuning telur = 0,0103 m2/s; α ayam = 0,0120 m2/s; dan α krecek = 0,0120 m2/s. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Gudeg is a traditional food from Yogyakarta and very popular by tourists who come to Yogyakarta who bought it as gift. The application of technology to maintain the quality and safety of products on the development of traditional food (e.g. gudeg) can be done with canning. An important parameter in the awarding of thermal is the thermal conductivity and diffusivity. The research has been done in May-June 2013 in the Laboratory of Canning, UPT BPPTK, LIPI, Yogyakarta. This research determine the value of thermal conductivity by giving heat conducted in one direction (a vertical direction), so the results obtained his approach is only theoretical. Thermal conductivity and diffusivity can be used to predict the coldest point on the material to be canning purposes. The value of kobservasi on each material is indicated by the temperatur funtion, and the result are k gudeg = 0.0006 T2 – 0.0237 T + 0.5167; k kacang tolo = 0.0015 T2 – 0.0415 T + 0.6544; k putih telur = 0.0042 T2 – 0.0964 T + 1.6351; k kuning telur = 0.0005 T2 – 0.0115 T + 0.5513; k ayam = 0.0023 T2 – 0.0459 T + 0.8372; dan k krecek = 0.0038 T2 – 0.1016 T + 1.6090. Whereas, the result thermal diffusivity based on the thermal conductivity with the proximate analyisis is α gudeg = 0.0125 m2/s; α kacang tolo = 0.0112 m2/s; α putih telur = 0.0090 m2/s; α kuning telur = 0.0103 m2/s; α ayam = 0.0120 m2/s; dan α krecek = 0.0120 m2/s. |